Anda di halaman 1dari 2
MAKSUD DAN TUJUAN ABSTRAK PENAMPANG SUNGAI METODE CURRENT METER Maksud dan tujuan dari acara lapangan
MAKSUD DAN TUJUAN
ABSTRAK
PENAMPANG SUNGAI METODE CURRENT METER
Maksud dan tujuan dari acara lapangan hidrogeologi ini
agar praktikan dapat mengetahui cara menggunakan alat
current meter serta dapat mengukur nilai dari debit Sungai
Babarsari menggunakan metode current meter dan float, serta
mampu membuat permodelan atau penampang dari masing-
masing metode yang digunakan
LABORATORIUM HIDROGEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
PENAMPANG SUNGAI BABARSARI 1
METODE CURRENT METER
SKALA 1:100
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2016
H:V=1:1
14 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
III
III
IV
I
II
V
VII
0 cm
VI
ALAT DAN BAHAN
14 cm
22 cm
19 cm
42 cm
45 cm
38 cm
Acara lapangan debit sungai praktikum hidrogeologi
dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 25 September 2016
pada pukul 10.00 - 12.00 yang berlokasi di Sungai Babarsari.
Metode perhitungan debit sungai yang dilakukan dengan
menggunakan pengukuran tidak langsung, yaitu metode
pengapungan dengan menggunakan bola pingpong dan
stopwatch serta metode current meter. Dari hasil perhitungan
debit sungai, di dapatkan hasil yang berbeda antara metode
p e n g a p u n g a n d a n m e t o d e c u r r e n t m e t e r .
Current Meter
Bola Pingpong
Penggaris 1 meter
PENAMPANG SUNGAI BABARSARI 2
METODE CURRENT METER
SKALA 1:100
LANGKAH KERJA
Metode Current Meter :
H:V=1:1
1. Mengukur lebar sungai dengan membentangkan meteran
14 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2. Membagi bentangan menjadi beberapa segmen sesuai
Gambar 1.3.3 Penggaris 1 meter
I
II
III
IV
V
VI
VII
Gambar 1.3.2 Bola Pingpong
0 cm
Gambar 1.3.1 Stopwatch
kebutuhan
13 cm
24 cm
23 cm
PENGUKURAN DEBIT SUNGAI BABARSARI
METODE CURRENT METER DAN FLOAT
34 cm
32 cm
42 cm
3. Mengukur kedalaman sungai pada tiap batas segmen
Stopwatch
Meteran
Kamera
4. Melakukan pengukaran menggunakan alat current meter pada
PENAMPANG SUNGAI BABARSARI 3
METODE CURRENT METER
SKALA 1:100
tiap segmen bentangan dengan kedalaman yang telah
ditentukan untuk mengetahui nilai dari kecepatan aliran sungai
(v)
pada tiap titik
H:V=1:1
5.
Mencatat data-data yang didapat
14 m
Gambar 1.3.6 Kamera
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
6.
Menghitung luas total penampang sungai (A) dan debit sungai
I
II
III
IV
V
VI
VII
0 cm
(Q), dengan rumus Q = v.A
8 cm
13 cm
16 cm
15 cm
Gambar 1.3.4 Stopwatch
15 cm
17 cm
Gambar 1.3.5 Meteran
25 cm
7.
Membuat penampang sungai dengan skala yang telah
Kalkulator
Alat Tulis
Kertas HVS &
Milimeter Block
ditentukan
Metode Floating :
1.
Mengukur lebar garis awal sungai dengan membentangkan
meteran, dan beri tanda pada tiap sisi sungai tadi
Gambar 1.3.7 Alat Tulis
2.
Membagi lebar garis awal sungai menjadi beberapa segmen
PENAMPANG SUNGAI METODE FLOAT
dan ukur kedalaman tiap batas segmen
Gambar 1.3.8 Milimeter Block
Gambar 1.3.9 Kalkulator
Tabulasi Debit Sungai
3.
Tentukan panjang sungai (L atau s), yaitu tegak lurus dari lebar
sungai sepanjang 10 meter dengan menggunakan meteran untuk
menentukan garis akhir sungai
PENAMPANG 3 DIMENSI SUNGAI BABARSARI
METODE FLOAT
SKALA 1:100
4.
Mengukur lebar garis akhir sungai dengan membentangkan
meteran, dan beri tanda pada tiap sisi sungai tadi
H:V=1:1
5.
Membagi lebar garis akhir sungai menjadi beberapa segmen
Gambar 1.3.10 Tabulasi Debit Sungai
14 m
dan ukur kedalaman tiap batas segmen
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
III
6.
Menghanyutkan bola pingpong pada aliran air, dimulai dari
III
IV
I
II
V
VII
0 cm
VI
14 cm
16 cm
22 cm
19 cm
garis awal sungai
DASAR TEORI
42 cm
45 cm
38 cm
7.
Mencatat waktu yang dibutuhkan bola pingpong untuk hanyut
Hidrogeologi adalah suatu studi interaksi antara kerja
kerangka batuan dan airtanah yang dalam prosesnya
menyangkut aspek-aspek kimia dan fisikayang terjadi di
dekat atau di bawah permukaan bumi (Toth,1990).
Dalam hidrogeologi masalah penentuan debit sungai dengan
cara pengukuran termasuk dalam bidang hidrometri,
Hidrometri merupakan ilmu pengukuran tentang cara-cara
pengukuran dan pengolahan data unsur-unsur aliran yang
mencakup data tinggi muka air, debit dan kuantitas air.
Teori yang mendasari pengukuran debit ini adalah percobaan
Darcy, yaitu Hukum Darcy, bahwa banyaknya volumeair yang
mengalir dari suatu tubuh sungai adalah hasil kali antara
kecepatan aliran dengan luas penampang media yang
dialirinya atau luas bangun alur yang dialirinya. Dapat ditulis
dengan rumus Q = v.A , dimana Q adalah Debit aliran
(m3/hari), V adalah Kecepatan aliran (m/hari), dan A adalah
Luas penampang (m2).
mulai dari garis awal hingga ke garis akhir
8. Menghitung kecepatan aliran sungai, dengan rumus v = s/t
9. Menghitung luas total penampang sungai (A) dan debit sungai
(Q), dengan rumus Q = v.A
10. Membuat penampang sungai dengan skala yang telah
ditentukan
MAGHFUR ZAKIY A.H.
111.140.192
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
LAMPIRAN FOTO
I
III
IV
II
V
VI
VII
0 cm
PLUG 10
12 cm
13 cm
24 cm
23 cm
34 cm
32 cm
42 cm
Gambar 1. Pembentangaan meteran
Gambar 2. Pengukuran kedalaman segmen
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
I
II
III
IV
V
VI
VII
0 cm
8 cm
13 cm
16 cm
15 cm
15 cm
17 cm
25 cm
Pada umumnya pengukuran debit aliran air sungai
dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Pengukuran ini
biasanya berkaitan erat dengan maksud untuk mencari rating
curve. Semakin banyak lokasi pengukuran debit maka
semakin akurat hasil analisis datanya.
Jumlah pengukuran debit pada waktu periode tertentu,
tergantung dari :
Gambar 3. Pencatatan data lapangan
Gambar 4. Pengukuran dengan
alat current meter
-
Tujuan pengukuran
-
Tingkat ketelitian yang ingin dicapai
Pada dasarnya pengukuran debit dapat dilakukan dengan
dua cara yaitu dengan pengukuran debit secara langsung dan
pengukuran debit secara tidak langsung. Contoh dari
pengukuran debit secara tidak langsung adalah metode
current meter dan metode float yang kita pakai kali ini.
Gambar 5. Pembacaan Alat Current Meter
Gambar 6. Penghanyutan bola pingpong
PERHITUNGAN DEBIT METODE CURRENT METER
PERHITUNGAN DEBIT METODE FLOAT
KESIMPULAN
1.
Perhitungan V rata-rata :
· A3 = (0.24 + 0.13)/2 x 2 = 0.37 m2
·
Debit Penampang 2 Sungai
1.
Perhitungan Luas Penampang :
v rata-rata Penampang 1 = 0.4373 m/s
v Rata-rata = v1 + v2 + v3 + v4 + v5 + v6 +
· A4 = (0.13 + 0.23)/2 x 2 = 0.36 m2
Babarsari :
Metode Current Meter
Prinsip kerja dari alat current meter adalah mengukur
besarnya kecepatan arus berdasarkan jumlah putaran kipas
v7
· A5 = (0.23 + 0.32)/2 x 2 = 0.55 m2
· Q1 = 0.3 x 0.46 = 0.138 m3/s
A = (kedalaman segmenn+ kedalaman
segmenn+1) / 2 x lebar segmen
-
Kecepatan Aliran 2 Sungai Babarsari
·
V LP. 1 = ( 0.4 + 0.3 + 0.4 + 0.1 +
· A6 = (0.32 + 0.42)/2 x 2 = 0.74 m2
· Q2 = 0.3 x 0.58 = 0.174 m3/s
- Luas Penampang 1 Sungai Babarsari :
·
v1 = 10/8.7 = 0.57 m/s
0.1
+ 0.5 + 0.5 )/7 = 0,32 m/s
· A7 = (0.42 + 0)/2 x 2 = 0.42 m2
· Q3 = 0.3 x 0.37 = 0.111 m3/s
· A1 = (0.16 + 0.42)/2 x 2 = 0.58 m2
·
v2 = 10/8.5 = 0.59 m/s
·
V LP. 2 = ( 0.3 + 0.3 + 0.3 + 0.2 +
dalam alat, setelah dihitung dari persamaan : v = (a + b) . N
Dimana :
Atotal Sungai Babarsari LP. 2 = 3.48 m2
· Q4 = 0.2 x 0.36 = 0.072 m3/s
· A2 = (0.042 + 0.22)/2 x 2 = 0.64 m2
·
0.2
+ 0.5 + 0.4 )/7 = 0,31 m/s
· Q5 = 0.2 x 0.55 = 0.110 m3/s
· A3 = (0.22 + 0.14)/2 x 2 = 0.36 m2
v3 = 10/9.6 = 0.391 m/s
vrata-rata Penampang 2 = 0.4356 m/s
·
V LP. 3 = ( 0.5 + 0.6 + 0.4 + 0.5 +
-
Luas Penampang 3 Sungai
· Q6 = 0.5 x 0.74 = 0.37 m3/s
v = kecepatan aliran
· A4 = (0.14 + 0.19)/2 x 2 = 0.33 m2
0.6
+ 0.7 + 0.4 )/20 = 0,52 m/s
Babarsari :
· Q7 = 0.4 x 0.42 = 0.168 m3/s
a
= kecepatan awal yang digunkan untuk mengatasi gesekan
· A5 = (0.19 + 0.45)/2 x 2 = 0.64 m2
3.
Perhitungan Debit Sungai :
· A1 = (0.8 + 0.13)/2 x 2 = 0.21 m2
Qtotal Penampang 2 = 1.186 m3/s
· A6 = (0.45 + 0.38)/2 x 2 = 0.83 m2
mekanis
Q
= Atotal n + vrata-rata n
2.
Perhitungan Luas Penampang :
· A2 = (0.13 + 0.16)/2 x 2 = 0.29 m2
Debit Penampang 3 Sungai Babarsari :
· A7
= (0.38 + 0)/2 x 2 = 0.38 m2
-
Debit Penampang 1 Sungai Babarsari
b
= konstanta yang diperoleh dari kalibrasi alat
A = (kedalaman segmenn+ kedalaman
segmenn+1) / 2 x lebar segmen
· A3 = (0.16 + 0.15)/2 x 2 = 0.31 m2
· Q1 = 0.5 x 0.21 = 0.105 m3/s
Atotal Sungai Babarsari LP. 1 = 3.76 m2
·
Q
= 3.76 x 0.4373
N
= jumlah putaran kipas perdetik.
· A4 = (0.15 + 0.15)/2 x 2 = 0.3 m2
· Q2 = 0.6 x 0.29 = 0.174 m3/s
- Luas Penampang 2 Sungai Babarsari :
= 1.6442 m3/s
-
Luas Penampang 1 Sungai
· A5 = (0.15 + 0.17)/2 x 2 = 0.32 m2
· Q3 = 0.4 x 0.31 = 0.124 m3/s
· A1 = (0.12 + 0.34)/2 x 2 = 0.46 m2
Babarsari :
Selain itu dibutuhkan parameter luas penampang
sungai (A) untuk menghitung debit, dimana Q = v.A
· A6 = (0.17 + 0.25)/2 x 2 = 0.42 m2
· Q4 = 0.5 x 0.3 = 0.15 m3/s
· A2 = (0.34 + 0.24)/2 x 2 = 0.58 m2
·
A1 = (0.16 + 0.42)/2 x 2 = 0.58 m2
· A7 = (0.25 + 0)/2 x 2 = 0.25 m2
· Q5 = 0.6 x 0.32 = 0.192 m3/s
· A3 = (0.24 + 0.13)/2 x 2 = 0.37 m2
·
A2 = (0.042 + 0.22)/2 x 2 = 0.64
-
Debit Penampang 2 Sungai Babarsari
Atotal Sungai Babarsari LP. 3 = 2.1 m2
· Q6 = 0.7 x 0.42 = 0.294 m3/s
m2
· A4 = (0.13 + 0.23)/2 x 2 = 0.36 m2
·
Q
= 3.48 x 0.4356
3.
Mencari Debit (Metode Current
Metode Float (Pengapung)
Pengukuran kecepatan aliran dengan cara ini hanya
untuk menaksir secara kasar, karena hanya meliputi aliran di
permukaan saja. Padahal sesungguhnya kecepatan rerata
aliran di sungai tidak hanya terdiri atas kecepatan aliran
bagian zat cair yang ada di permukaan saja, tetapi juga
kecepatan di setiap kedalaman sungai padahal besar
kecepatan itu berbeda-beda. Cara ini biasanya digunakan
pada sungai dengan arus laminar dan tidak berubah-ubah.
Rumus yang digunakan adalah : v = s/t
· Q7 = 0.4 x 0.25 = 0.1 m3/s
·
A3 = (0.22 + 0.14)/2 x 2 = 0.36 m2
· A5 = (0.23 + 0.32)/2 x 2 = 0.55 m2
= 1.5259 m3/s
Qtotal Penampang 3 = 1.139 m3/s
·
A4 = (0.14 + 0.19)/2 x 2 = 0.33 m2
Meter)
Qn = Vn x An
· A6 = (0.32 + 0.42)/2 x 2 = 0.74 m2
·
A5 = (0.19 + 0.45)/2 x 2 = 0.64 m2
· A7 = (0.42 + 0)/2 x 2 = 0.42 m2
Qrata-rata = ( Q1 + Q2 ) / 2
= (1.6442 + 1.5259 ) / 2
-
Debit Penampang 1 Sungai
·
A6 = (0.45 + 0.38)/2 x 2 = 0.83 m2
Babarsari :
Q rata-rata metode current = (
Q1 + Q2 + Q3 ) / 3
Atotal Sungai Babarsari LP. 2 = 3.48 m2
= 1.5850 m3/s
·
A7
= (0.38 + 0)/2 x 2 = 0.38 m2
· Q1 = 0.4 x 0.58 = 0.232 m3/s
=
Atotal Sungai Babarsari LP. 1 = 3.76 m2
2.
Perhitungan Kecepatan Aliran :
· Q2 = 0.3 x 0.64 = 0.192 m3/s
(1.059 + 1.186 + 1.139 ) / 3
v = s/t
· Q3 = 0.4 x 0.36 = 0.144 m3/s
=
-
-
Kecepatan Aliran 1 Sungai Babarsari
· Q4 = 0.1 x 0.33 = 0.033 m3/s
1.14 m3/s
Luas Penampang 2 Sungai Babarsari :
·
v1 = 10/15,19 = 0.6583 m/s
· Q5 = 0.1 x 0.64 = 0.064 m3/s
-
· A1 = (0.12 + 0.34)/2 x 2 = 0.46 m2
·
v2 = 10/35,7 = 0.2801 m/s
· Q6 = 0.5 x 0.83 = 0.415 m3/s
· A2 = (0.34 + 0.24)/2 x 2 = 0.58 m2
·
· Q7 = 0.5 x 0.78 = 0.19 m3/s
v3 = 10/24.19 = 0.4134 m/s
vrata-rata Penampang 1 = 0.4373 m/s
Kegiatan Lapangan Hidrogeologi Pengukuran Debit Sungai oleh kelompok 20
dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 25 September 2016 di Sungai Babarsari.
Pengukuran dilakukan menggunakan 3 Penampang yang masing-masing
panjangnya adalah 14 meter, sehingga lebar setiap segmennya adalah sebesar 2
meter. Pada masing-masing Penampang dilakukan pengukuran debit dengan cara
pengukuran tidak langsung yang berupa metode current meter dan metode floating.
Hasil perhitungan dengan kedua metode ini menunjukkan bahwa nilai debit air yang
dilakukan pada ketiga penampang ini berbeda-beda.
Dari data yang diperoleh berdasarkan metode Current Meter didapatkan
Qpenampang 1 = 1.059 m3/s, Q penampang 2 = 1.186 m3/s, Qpenampang3 = 1.139
m3/s, dengan rata – rata Qsungai = 1.14 m3/s. Sedangkan berdasarkan metode
Floating didapatkan Q1 = 1.6442 m3/s, Q2 = 1.5259 m3/s, dengan rata – rata Qsungai
= 1.5850 m3/s. Maka terdapat perbedaan debit sejumlah 0.4450 m3/s, dimana nilai
Qsungai menggunakan metode Float lebih besar dibanding Metode Current Meter.
Adanya perbedaan hasil nilai debit antara kedua metode ini antara lain
disebabkan oleh karena pengukuran debit dengan metode ini seharusnya diterapkan
pada arus sungai yang laminar. Sedangkan keadaan di lapangan yang terlihat adalah
arus pada Sungai Babarsari bukan arus laminar sehingga nilai dari debit jika
menggunakan metode current meter dan metode floating akan menghasilkan nilai
yang berbeda, selain itu pada metode float sebenarnya hanya digunakan untuk
menaksir secara kasar saja, karena yang dihitung merupakan kecepatan pada
permukaan airnya saja sehingga bisa dikatakan kurang tepat karena kecepatan
dibawah permukaan dan dipermukaan air memiliki kecepatan yang berbeda.
Kemudian pada metode float juga dimungkinkan adanya gangguan berupa dorongan
angin yang dapat menyebabkan kecepatan bola pingpong menjadi tidak sesuai
dengan kecepatan aliran pada permukaan sungai yang sebenarnya.
Qtotal Penampang 1 = 1.095 m3/s
TABEL DATA METODE CURRENT METER
TABEL DATA METODE FLOAT
DAFTAR PUSTAKA
Tabel 3.1.1 Pengukuran Penampang Sungai 1 Metode Current Meter
Tabel 3.1.3 Pengukuran Penampang Sungai 1 Metode Current Meter
Tabel 3.1.2 Pengukuran Penampang Sungai 2 Metode Current Meter
Tabel 3.2.1
Pengukuran Penampang Sungai 1 Metode Float
Tabel 3.2.2
Pengukuran Penampang Sungai 2 Metode Float
Tim Hidrogeologi UPN ”Veteran” Yogyakarta, 2016,
No.
Lebar
V
V
Luas
Dalam
No
Lebar
V
V
Luas
Dalam
No.
Lebar
V
V
Luas
Dalam
No.
Lebar
V
V
Luas
Dalam
Debit
No.
Lebar
V
V
Luas
Dalam
Juml
Pada
rata-
.
Lebar
Dalam
Pada
Sungai
Penampang
Sungai
Sungai
rata-
Penampang
Sungai
Sungai
Juml
Pada
rata-
Penampang
Sungai
Sunga
Pada
rata-
Penam
Sungai
Jumlah
Waktu
3-
Lebar
Dalam
Debit
(m
Lebar
Dalam
Debit
Lebar
Dala
Debit
Sunga
Pada
rata-
Penam
Sungai
nya
Jumlah
Waktu
Dala
ah
Waktu
titik
ah
Waktu
Lebar
Debit
putaran
(detik)
nya
(m)
(m)
rata
Sungai
(m)
mnya
titik
pang
Jumlah
Waktu
nya
(m)
titik
rata
Sungai
(m)
kincir
(m)
putar
(detik)
titik
rata
Sungai
(m)
i (m)
putaran
(detik)
rata
(m)
mnya
titik
pang
“Buku Panduan Praktikum HIDROGEOLOGI”,
Yogyakarta: Program Studi Teknik Geologi
putar
(detik)
/s)
(m)
(m
3 /s)
(m)
(m
3 /s)
kincir
i (m)
putaran
(detik)
rata
(m)
(m)
(m
3 /s)
kincir
Sungai
(m)
(m
3 /s)
kincir
kincir
an
(m
2 )
an
Sungai
(cm
2 )
(cm
2 )
FTM UPN Veteran Yogyakarta
(m
2 )
0.
12
(m
2 )
0.
16
0.
12
0.
16
0.3
0.13
0.
16
0.6583
0.4849
A n o n i m ,
2 0 1 6 ,
D e b i t
( H i d r o l o g i ) ,
1.
8
34
15.9
0,4
0,4
20.62
1.
5800
42
1.
34
0.3
(https://id.wikipedia.org/wiki/Debit_(hidrologi)
1.
5800
0.232
42
1.
5800
0.232
42
4600
2.
4600
0.17
24
), diakses pada 26 September 2016
0,3
0,3
2.
6400
22
2.
24
0.3
4
5800
2.
6400
0.192
22
2.
6400
0.192
22
3.
5800
13
0,4
0,4
3.
3600
14
3.
13
Bayu, Raharja, 2011, Pengukuran Debit dan
0.2
0.11
3700
3.
3600
0.144
14
3.
3600
0.144
14
P
e
n
g
a
m
b
i
l
a
n
S
a
m
p
e
l
,
4.
3700
1
23
35.7
1.6442
25.2
1.5159
4.
14
2
-
-
0.2801
0.4373
3300
19
4.
14
2
-
-
0.3968
0.4356
23
0,1
0.2
0,1
m
3 /s
3600
m
3 /s
(https://raharjabayu.wordpress.com/2011/06/13
14
2
-
-
-
0,31
4.
14
2
-
-
0,32
3300
0.033
19
5.
3600
0.07
32
4.
14
2
-
-
0,32
3300
0.033
19
5.
6400
45
5.
32
0,1
0.5
2
0,1
5500
/pengukuran-debit-dan-pengambilan-sampel/),
diakses pada 26 September 2016
NILAI
6.
5500
42
5.
6400
0.064
45
5.
6400
0.064
45
6.
8300
38
6.
42
0.4
0.11
7400
0,5
0,5
7.
7400
0
0
24.19
23.3
6.
8300
0.415
38
6.
8300
0.415
38
7.
0.4134
3800
0
7.
0.4292
0
4200
0,5
0,5
.
4200
0.37
7.
3800
0.19
0
7.
3800
0.19
0
Q total = 1.6442 m 3 /s
A total = 3.76 m 2
Q total = 1.5159 m 3 /s
A total = 3.48 m 2
0.16
8
Q total = 1.095 m 3 /s
A total = 3.76 m 2
Q total = 1.186 m 3 /s
A total = 3.48 m 2
Q total = 1.095 m 3 /s
A total = 3.76 m 2

PENAMPANG SUNGAI BABARSARI 1 METODE CURRENT METER SKALA 1:100

PENAMPANG SUNGAI BABARSARI 1 METODE CURRENT METER SKALA 1:100 H:V=1:1 14 m 2 m 2 m
H:V=1:1 14 m
H:V=1:1
14 m
2 m 2 m 2 m 2 m 2 m 2 m 2 m III
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
III
II III
IV
I
V
VI VII
0 cm
14 cm
22 cm
19 cm
42 cm
45 cm
38 cm

PENAMPANG SUNGAI BABARSARI 2 METODE CURRENT METER SKALA 1:100

SUNGAI BABARSARI 2 METODE CURRENT METER SKALA 1:100 H:V=1:1 14 m 2 m 2 m 2
H:V=1:1 14 m
H:V=1:1
14 m
2 m 2 m 2 m 2 m 2 m 2 m 2 m I
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
I II
III
IV V
VI VII
0 cm
13 cm
24 cm
23 cm
34 cm
32 cm
42 cm

PENAMPANG SUNGAI BABARSARI 3 METODE CURRENT METER SKALA 1:100

SUNGAI BABARSARI 3 METODE CURRENT METER SKALA 1:100 H:V=1:1 14 m 2 m 2 m 2
H:V=1:1 14 m
H:V=1:1
14 m
2 m 2 m 2 m 2 m 2 m 2 m 2 m I
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
I II
III IV
V VI
VII 0
8 cm
13 cm
16 cm
15 cm
15 cm
17 cm
25 cm

cm

PENAMPANG 3 DIMENSI SUNGAI BABARSARI METODE FLOAT SKALA 1:100

3 DIMENSI SUNGAI BABARSARI METODE FLOAT SKALA 1:100 H:V=1:1 14 m 2 m 2 m 2
H:V=1:1 14 m
H:V=1:1
14 m
2 m 2 m 2 m 2 m 2 m 2 m 2 m III
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
III
II III
IV
I
VII
0 cm
V VI
14 cm
16 cm
22 cm
19 cm
42 cm
45 cm
38 cm
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
I
II III
IV
V VI
VII 0 cm
12 cm
13 cm
24 cm
23 cm
34 cm
32 cm
42 cm
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
2 m
I II
III
IV V
VI
VII 0 cm
8 cm
13 cm
16 cm
15 cm
15 cm
17 cm
25 cm