Anda di halaman 1dari 4

METODE PENELITIAN dan dimasukkan kedalam cawan

petri yang telah berisi media TA


Penelitian ini dilakukan di secara duplo kemudian
laboratorium Mikrobiologi Jurusan menghomogenuskan cawan petri.
Biologi Fakultas Matematika dan Terakhir membiarkan media
Ilmu Pengetahuan Alam hingga memadat, setelah
Universitas Negeri Surabaya. memadat media di bungkus
Pelaksanaan praktikum plastic wrab dan di masukkan
dilaksanakan pada bulan Agustus dalam inkubasi dengan suhu 28-
hingga Oktober 2016. 300C selama 24 jam.
Bahan utama yang digunakan
dalam praktikum ini ialah kuah Enumerasi Koloni Bakteri
makanan (bakso) yang telah Enumerasi dilakukan untuk
dibiarkan di ruangan terbuka menghitung jumlah
selama 18 jam dengan media mikroorganisme yang terdapat
pertumbuhan Tauge Agar (TA) dan pada sampel kuah bakso dengan
Tauge Cair (TC) yang ditambahkan mengambil cawan petri dari
gula serta aquades. inkubasi. Kemudian menghitung
Alat yang digunakan dalam jumlah koloni pada tiap cawan
praktikum meliputi tabung reaksi, petri dan menentukan jumlah
rak tabung reaksi, cawan petri mikroorganisme yang terdapat
steril, labu erlenmeyer, bunsen, pada sampel uji berdasarkan
jarum ose dsb. Standart Plate Count.

Isolasi Bakteri Pemurniaan Mikroorganisme


Isolasi Bakteri dari kuah makanan Pemurnian mikroorganisme
dilakukan dengan menggunakan dilakukan dengan menandai
sampel kuah (bakso) yang telah koloni yang akan dimurnikan dan
dibiarkan di ruangan terbuka mengambil koloni tersebut
selama 18 jam. Isolasi dengan menggunakan jarum ose
dilakukan dengan cara secara aseptis, kemudian
mengambil kuah bakso sebanyak menggoreskannya dengan
1 ml dan dimasukkan ke dalam metode cawan gores secara
tabung reaksi yang berisi 9 ml kuadran pada media di cawan
aquades steril, kemudian di petri baru. Cawan petri tersebut
homogenkan menggunakan diinkubasi pada suhu 28-30oC
vortex selama 1 menit (diberi selama 24 jam dengan posisi
label suspensi pengenceran 10-1) cawan petri terbalik. Selanjutnya
langkah ini dilakukan secara mengamati hasil dari teknik
aseptis. Mengulang langkah cawan gores kuadran yang telah
tersebut hingga 6 kali dilakukan dan menentukan
pengenceran dengan label 10-2, apakah terdapat satu koloni yang
10-3, 10-4, 10-5, 10-6, dan 10-7. terpisah. Koloni tersebut adalah
Selanjutnya memanaskan media koloni yang telah murni dan dapat
tauge agar, saat suhu mencapai disebut dengan biakan murni.
45C media di masukkan kedalam Biakan murni tersebut diambil
cawan petri steril kemudian dan ditanam pada media agar
mengambil 1 ml dari suspensi miring di tabung reaksi.
pengenceran 10-5, 10-6, dan 10-7 Selanjutnya diinkubasi pada suhu
28-30oC selama 24 jam, kemudian Pengenceran
rt Plate
n
mengamati koloni yang Count
tumbuh dan menyimpan biakan Hasil
yang sudah murni di dalam perhitunga
10-5 10-6 10-7
n pada
kulkas.
pengencer
, akan tetapi yang memiliki
an 10-5
keberagaman karakteristik bakteri 11 3 1 3 x 106
yang
namun hanya dipilih 4 isolat yang
digunakan
memiliki ciri morfologi yang untuk
berbeda. 49 7 0 pelaporan
data
HASIL
11 +49
Pada tahap isolasi setelah 24-48 10-5 = 2
jam diinkubasi pada suhu 28-30C
terdapat beberapa campuran 60
bakteri yang tumbuh pada = 2
masing-masing media cawan petri
10-5, 10-6, dan 10-7 yang memiliki = 30 x 105
ciri morfologi koloni yang = 3.0 x 106
berbeda. Berdasarkan hasil perhitungan
Tabel 1. Hasil Pengamatan diatas maka cawan perti yang
Morfologi Koloni. digunakan dalam uji permurnian
Samp Kod Bentu Eleva Tep Optik Pigme yaitu cawan petri 10-5 A dan 10-5 B
el e k si i ntasi karena pada cawan perti tersebut
10-5 A B1 Circul Flat Ent Opaq Putih memiliki jumlah koloni yang
B, 10-6 ar ire ue keruh memenuhi syarat Standart Plate
A B, Count.
10-7 A
10-5B B2 Irregu Conv Ent Opaq Putih
ler ex ire ue keruh
10-5B B3 Irregu Raise Lob Opaq Putih
ler d ate ue keruh
10-5A B4 Irregu Flat Lob Trans Putih
ler ate lucen
t Gambar 1. Cawan 10-5A Gambar 2. Cawan
10-5B
-5
10 A B5 Circul Flat Ent Trans Putih
B, 10-6 ar ire lucen
B t
Pada cawan petri di
pengenceran 10-5A dan 10-5B
Berdasarkan tabel yang tersebut memiliki 5 koloni koloni
diperoleh dilakukan enumerasi bakteri yang memiliki
yang bertujuan untuk menghitung karakterisasi yang berbeda. Dan
jumlah koloni yang terdapat pada dari 5 koloni bakteri tersebut
sampel uji berdasarkan Standart hanya diambil 4 koloni bakteri
Plate Count. yaitu B1, B2, dan B3 untuk proses
Tabel 2. Hasil Perhitungan Koloni uji pemurnian.
dengan SPC

Jumlah Koloni Standa Keteranga


alam terbuka sangat mustahil
untuk dilakukan. Prinsip dari
isolasi mikroba adalah
memisahkan satu jenis mikroba
dengan mikroba lain yang berasal
dari campuran bermacam-macam
mikroba. Hal ini dapat dilakukan
dengan menumbuhkannya dalam
media padat, sel-sel mikroba akan
membentuk koloni sel yang tetap
pada tempatnya (Pelczar, 1986).
Gambar 3. Cawan gores kuadran pada 4 Prinsip kerja isolasi bakteri cukup
koloni bakteri yang berbeda sederhana yakni dengan
menginokulasikan sejumlah kecil
Pada masing-masing cawan bakteri pada suatu medium
gores dilakukan pengamatan, tertentu yang dapat menyusung
koloni yang terpisah merupakan kehidupan bakteria. Sejumlah
biakan murni. Biakan murni kecil bakteri ini didapat dari
tersebut kemudian ditanam pada bermacam-macam tempat
tabung reaksi agar miring untuk tergantung dari tujuan inokulasi.
menumbuhkan koloni biakan Dalam kajian mikrobiologi yang
murni. berhubungan dengan sumber
bakteri adalah mikrobia tanah,
air, makanan dan udara (Talaro,
1999).
Pada praktikum isolasi dan
enumerasi ini menggunakan
sampel kuah bakso. Isolasi bakteri
pada sampel digunakan untuk
mengetahui jenis bakteri apa saja
yang ada didalam sampel uji.
Isolasi menggunakan media cair
Gambar 4. Hasil pemurnian biakan murni dilakukan dengan cara
dari 4 cawan gores pengenceran. Dasar melakukan
kuadran pengenceran adalah penurunan
jumlah mikroorganisme sehingga
Dari hasil koloni biakan murni pada suatu saat hanya ditemukan
yang telah tumbuh, koloni biakan satu sel didalam tabung (Winarni,
murni tersebut digunakan dalam 1997). Kemudian melakukan
proses karakterisasi untuk penanaman sampel dengan
digunakan dalam proses uji menggunakan pengenceran 10-5,
bakteri selanjutnya. 10-6, dan 10-7 secara kuadran di
cawan petri. Setelah melakukan
PEMBAHASAN penanaman sampel, pada saat
dikeluarkan dari incubator, koloni
Proses isolasi ini digunakan bakteri sudah mulai terlihat.
untuk mempelajari identifikasi Koloni bakteri yang didapatkan
mikrobia, uji morfologi, fisiologi, kemudian dikarakterisasi dan
dan serologi. Sedangkan dihitung. Pada hasil karakterisasi
pengujian sifat-sifat tersebut di
didapatkan hasil bahwa pada sel-sel yang cukup terpisah
suspensi pengenceran 10-5, 10-6, sehingga dapat tumbuh menjadi
dan 10-7 pada 6 cawan koloni (Winarni, 1997). Kemudian
ditemukan 5 jenis koloni bakteri koloni (mikroorganisme) tersebut
dengan karakteristik optik yang diambil dengan menggunakan
berbeda-beda. Setelah dilakukan ose dan menggoreskan
karakterisasi lalu proses mikroorganisme dengan ose steril
selanjutnya adalah enumerasi. ke media agar miring yang
Enumerasi dilakukan dengan disebut streak. Proses streak
mengamati jumlah koloni yang sering kali mengalami kegagalan
tumbuh pada cawan petri yang berakibat pada terjadinya
kemudian dilakukan perhitungan kontaminasi atau spread. Akibat
dengan menggunakan koloni kegagalan lain adalah pengunaan
counter. Syarat statistik yang jarum ose yang terlalu panas
harus dipenuhi ketika melakukan untuk mengambil isolat yang
penghitungan haruslah cawan menyebabkan kematian bakteri
yang mengandung 30 sampai 300 yang akan di pindah biakan atau
koloni. Standart Plate yang penggoresan yang dilakukan
didapatkan yaitu 3.0 10 hasil media agar yang belum padat
ini menggunakan perhitungan sempurna sehingga media
pengenceran 10-5 yang digunakan pertumbuhan ikut rusak akibat
untuk pelaporan data. tergores jarum ose.
Proses pemurnian dilakukan
dengan menggoreskan satu koloni
bakteri pada cawan secara
kuadran dan aseptik. Diantara
garis-garis goresan akan terdapat