Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

BAB III

MATERIAL DAN PERALATAN KONSTRUKSI

3.1. Material Konstruksi


Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana.
Dalam sebuah bidang arsitektur dan teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai
bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Material
konstruksi meliputi seluruh bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bagian
pekerjaan dalam satu kesatuan pekerjaan pada suatu proses konstruksi.
Peralatan konstruksi meliputi seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan bagian pekerjaan dalam satu kesatuan pekerjaan pada suatu proses
konstruksi. Sistem pengelolaan material dan peralatan konstruksi adalah suatu sistem
yang merencanakan dan mengendalikan seluruh kegiatan untuk menjamin agar material
dan peralatan konstruksi dapat diperoleh dalam jumlah yang tepat, sesuai dengan
spesifikasi, dengan harga yang pantas dan tersedia pada saat dibutuhkan.
Pengetahuan tentang bahan-bahan, metode konstruksi, jadwal kemajuan
pekerjaan, jadwal kedatangan bahan dan prosedur pembelian bahan material sangat
diperlukan dalam memilih, menangani, dan menyiapkan bahan material. Biaya untuk
bahan yang digunakan pada pendirian bangunan merupakan faktor yang dominan dalam
menentukan biaya proyek, selain faktor waktu juga merupakan hal yang utama yang
perlu diperhatikan dan dijaga dengan cermat.
Secara garis besar, hal-hal yang seharusnya diperhatikan dalam pengadaan suatu
bahan dilapangan adalah:
1. Memperhatikan bahan yang tersisa atau bahan yang terbuang.
2. Pilihan bahan yang terbaik yang akan dipakai harus memenuhi syarat pembangunan.
3. Cara pembayaran kepada penjual (Supplier).

3.1.1. Readymix Concrete


Readymix adalah bahan beton siap cetak yang pencampurannya telah
diukur melalui perbandingan sesuai dengan kebutuhan. Untuk mendapatkannya,
kontraktor harus melakukan pemesanan yang disesuaikan dengan jadwal
pengecoran yang direncanakan. Jadwal pendatangan beton siap pakai harus

20
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

sesuai dengan schedule pendatangan beton yang telah terjadwal dengan baik
dengan mengikuti atau mengontrol lahan yang akan dicor apakah sudah siap.
Pada kondisi tertentu (hujan,kerusuhan,kebakaran, dan lain-lain) dapat
memengaruhi jadwal yang lain. Beton yang telah datang ke lokasi pengecoran
harus segera dilakukan pengecoran agar mutu beton dapat di pertahankan sesuai
perhitungan (mix design) agar waktu pengerasan (setting time) beton tidak
terlampaui dan mencapai slump rencana. Pada proyek pembangunan ini
menggunakan beton ready mix yang dipesan dari PT. Merak Jaya Beton.

Gambar 3.1 Truck mixer


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.1.2. Semen
Pada pedoman beton 1989 pasal 3.2.1 di sebutkan bahwa semen yang
boleh digunakan untuk pembuatan beton harus dari jenis yang ditentukan SII
(Standard Industri Indonesia) 0013-18 atau Standard Umum Bahan Bangunan
Indonesia 1986 dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam
standar tersebut. Sedangkan dalam pedoman beton 1989 pasal 3.2.2 disebutkan
bahwa menggunakan semen Portland Pozolan (campuran semen Portland dan
bahan Pozolan) maka harus memenuhi SII 0132 Mutu dan Cara Uji Semen
Portland Pozolan atau ASTM (American Society for Testing and Material)
C595 Specification for Blended Hydraulic Cement.
Dari kedua pasal diatas dapat diambil kesimpulan bahwa menurut konsep
pedoman beton 1989, semen yang boleh dipergunakan untuk pembuatan beton
hanya semen Portland Pozolan. Karena pada proyek ini pasangan dindingnya

21
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

menggunakan bata ringan (hebel), maka tidak terlalu banyak membutuhkan


semen. Dalam proyek ini penggunaan semen hanya pada saat proses pengecoran
kolom praktis saja. Dan semen yang digunakan dalam pembangunan proyek ini
adalah Indocement Tiga Roda.

Gambar 3.2 Semen


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.1.3. Air
Persyaratan air untuk campuran beton (Pedoman beton 1989 pasal 3.4),yaitu:
1. Air yang digunakan untuk pembuatan beton harus bersih dan tidak boleh
mengandung minyak, garam, zat organik atau bahan lain yang dapat
merusak beton atau baja tulangan.
2. Air yang dapat digunakan dalam campuran beton adalah air yang tawar atau
yang dapat diminum. Air tawar yang tidak dapat diminum, tidak boleh
dipakai untuk pembuatan beton dan kecuali dapat memenuhi kebutuhan
sebagai berikut:
a. Pemilihan campuran beton yang akan dipakai didasarkan pada
campuran beton yang digunakan air sumur yang sama dan telah
menunjukkan bahwa mutu beton yang dinyatakan dapat dipenuhi.

3.1.4. Baja Tulangan


Dalam pembangunan sebuah proyek membutuhkan material konstruksi
termasuk baja tulangan. Baja tulangan adalah konstruksi beton bertulang yang
mempunyai bermacam-macam jenis dan mutu tergantung dari pabrik

22
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

pembuatannya. Ada 2 (dua) jenis baja tulangan yaitu tulangan polos ( plain bar)
dan tulangan ulir (deformed bar).
Sebagian besar baja tulangan yang ada di Indonesia berupa tulangan polos
untuk baja lunak dan tulangan ulir untuk baja keras. Beton tidak dapat menahan
gaya tarik melebihi nilai tertentu tanpa mengalami keretakan. Oleh karena itu,
agar beton dapat bekerja dengan baik dalam sistem struktur, beton perlu dibantu
dengan memberinya perkuatan penulangan yang berfungsi menahan gaya tarik.
Pada proyek ini ada 2 jenis baja yang digunakan yaktu baja ulir untuk
pembesian balok induk dan anak, kolom, sengkang kolom dan balok induk.
Sedangkan tulangan polos digunakan untuk pembesian plat lantai dan pebesian
kolom praktis.

Gambar 3.4 Baja Tulangan Ulir


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

23
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Gambar 3.5 Baja Tulangan Polos


Sumber: PT. Surya Bangun Persada Indah (SBPI), 2016

3.1.5. Multipleks
Multipleks adalah material buatan yang terdiri hanya dari beberapa
lapisan yaitu lapisan atas bawah berupa veneer atau kulit kayu dan lapisan
tengah berupa isian dari kayu. Jumlah total lapisan harus selalu angka ganjil
(misalnya 5,7,9,11, dan seterusnya). Multipleks juga merupakan bahan pembuat
bekisting dengan salah satu sisi dilapisi phenol film yang berwarna hitam yang
berfungsi agar pada saat pengecoran bekisting tidak lengket dengan spesi beton
dan menimalisir kerusakan kayu serta dapat digunakan kembali. Pada proyek ini
menggunakan multipleks dengan ukuran ketebalan 12 mm.

Gambar 3.6 Multipleks


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

24
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

3.1.6. Semen Mortar


Mortar adalah adonan yang digunakan untuk mengikat blok bersama
sambil mengisi ruang di antara blok-blok tersebut. Mortar paling sering
digunakan oleh tukang batu untuk mengikat blok batu, batu bata atau beton pada
saat mengerjakan konstruksi bangunan.Bisa juga digunakan untuk perbaikan
ketika aplikasi asli telah runtuh atau rapuh.

Mortar adalah kombinasi pasir, pengikat seperti kapur atau beton, dan air.
Ini diterapkan sebagai adonan tebal dan keras. Mortar bisa menciptakan sebuah
ikatan yang kuat antara batu bata untuk mencegah masuknya air dan
kelembaban ke dalam struktur. Ikatan dengan penguatan bersama baut jangkar
atau ikatan logam, dan menyesuaikan variasi ukuran batu bata bata ringan untuk
membuat bangunan estetis dan kedap suara.

Mortar sangat keras dan biasanya sangat tahaan lama, bahkan tanpa
perbaikan sekalipun. Umur standar mortar semen modern adalah sekitar 20-30
tahun. Mungkin struktur konstruksi bangunan baru perlu diganti atau direnovasi
jika permukaannya bisa dikorek dengan mudah menggunakan pisau tajam.

Gambar 3.7 Semen Mortar


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.1.7. Batu Pecah


Batu split adalah material bangunan yang bisa diperoleh dengan cara
membelah atau memecah batu ukuran besar sehingga menjadi lebih kecil atau

25
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

biasa di sebut dengan batu belah. Bentuk dan warna batu ini masih sama namun
tampilannya menjadi lebih tajam. Fungsi utama dari batu ini yaitu untuk
membut adonan cor beton yang dicampur dengan pasir dan semen.

Batu split atau batu pecah mempunyai ukuran sekitar 10-20 mm.
fungsinya untuk melakukan pekerjaan cor berbagai jenis konstuksi dari yang
skalanya paling ringan hingga konstruksi yang paling berat. Misalnya gedung
tinggi dan bertingkat, jalan tol, landasan pesawat terbang, pelabuhan atau
dermaga, jembatan, dan tiang pancang.

Gambar 3.8 Batu Pecah


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.1.8. Pasir
Pasir yang digunakan untuk pengecoran disebut juga pasir beton.
Penggunaan sebagai campuran beton baik untuk beton bertulang maupun tidak
bertulang, bisa kita jumpai dalam struktur pondasi beton bertulang, sloof, lantai,
kolom , plat lantai, cor dak, ring balok dan lain -lain. Berwarna hitam, kasar
Karena mempunyai kadar lumpur sedikit. Bila dikepal maka tidak akan
meggumpal. Kadar lumpur bisa diketahui dari warna air apa yang tampak jika
pasir diberi air, bila warnanya makin keruh, maka kadar lumpurnya makin
banyak. Pasir jenis ini berasal dari material letusan gunung.

26
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Gambar 3.9 Pasir


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2. Peralatan Konstruksi


Peralatan konstruksi meliputi seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan bagian pekerjaan dalam satu kesatuan pekerjaan pada suatu proses
konstruksi. Sistem pengelolaan peralatan konstruksi adalah suatu sistem yang
merencanakan dan mengendalikan seluruh kegiatan untuk menjamin agar peralatan
konstruksi dapat diperoleh dalam jumlah yang tepat, sesuai dengan spesifikasi, dengan
harga yang pantas dan tersedia pada saat dibutuhkan.
Proses pelaksanaan proyek tentulah dibutuhkan peralatan sebagai penunjang
untuk meningkatkan efisiensi kerja. Jenis peralatan yang dipakai tergantung dari besar
kecilnya suatu proyek, metode pelaksanaan dan masih banyak lagi faktor-faktor yang
lain. Untuk pelaksanaan proyek besar disamping dibutuhkan peralatan pertukangan
seperti mistar, waterpass, palu, gergaji dan sebagainya. Serta dibutuhkan peralatan besar
seperti Concrete Mixer, Concrete Pump, Backhoe, Tower Crane dan sebagainya. Dalam
perkembangan suatu proyek, konstruksi ada 4 (empat) dasar operasi yaitu:
1. Pengankutan (Transpoting)
2. Pengangkatan (Elevating)
3. Pemindahan (Moving)
4. Penghantaran (Conveying)

27
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Peralatan konstruksi yang digunakan pada proyek pembangunan Hotel Amaris


ini, yaitu sebagai berikut:

3.2.1. Mixer Mini


Mixer mini tenaga diesel dalam pelaksanaan pekerjaan beton telah
banyak digunakan mesin aduk beton ataumolen, dengan mesin ini hasil
adukan akan tercampur lebih merata dan lebih sempurna. Selain hasil adukan
baik ternyata kecepatan aduk lebih meningkat dan biaya aduk lebih murah
dibandingkan dengan mengaduk dengan tenaga manusia.

Gambar 3.10 Mixer Mini


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2.2. Bucket Cor


Bucket Cor / Concrete Bucket biasa digunakan dalam pembangunan
gedung-gedung tinggi, seprti perkantoran, apartemen, hotel, dan mall dengan
cara diangkatnmelalui tower crane. Bucket cor memiliki pintu di bagian bawah
yang dapat di buka tutup secara manual untuk mengalirkan cmpuran beton ke
tempat yang diinginkan.

28
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Gambar 3.11 Bucket Cor


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2.3. Tower Crane (TC)


Tower Crane (TC) merupakan sebuah alat berat bangunan yang
digunakan untuk mengangkat benda atau material yang umumnya tidak dapat
diangkat oleh manusia, secara vertikal ataupun horizontal ketempat yang tinggi
dengan ruang gerak yang terbatas. Tower Crane (TC) banyak digunakan untuk
pembangunan gedung bertingkat, misalnya: Hotel, Apartement, Mall,
Hypermarket, dan lain-lain.
Prinsip kerja tower crane berdasarkan kekuatan mesin (genset),
keseimbangan beban, momen dan tegangan tarik kabel, serta sifatnya dapat
berputar 360 derajat. Pada prinsipnya, tower crane merupakan pesawat
pengangkat dan pengangkut yang memiliki mekanisme gerakan yang cukup
lengkap yaitu kemampuan mengangkat muatan (lifting) menggeser (trolleying),
menahannya tetap di atas bila diperlukan dan membawa muatan ke tempat yang
ditentukan (slewing dan travelling). Operasi kerja yang identik dan muatan yang
seragam yang diangkutnya, memungkinkan fasilitas transport dilakukan secara
otomatis.
Bukan hanya untuk memindahkan, melainkan juga untuk proses bongkar
muatan. Tower crane mampu menjangkau tempat yang jauh, mempunyai
kapasitas angkut yang besar, dan dapat diatur mengikuti ketinggian bangunan.
Pemilihan dan penempatan tower crane harus sebaik mungkin agar dapat
mengangkut material secara maksimal dan menjangkau seluruh wilayah proyek

29
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

2-3 dengan menggunakan panjang lengan (jib length). Semakin jauh radius jib,
maka kemampuan angkat menurun.
Pembangunan menggunakan alat ini, sangat mempersingkat waktu
pengerjaan dalam sebuah proyek pembangunan, karena material dapat terangkat
ke lokasi pemasangan dengan lebih mudah dan cepat. Tower Crane dapat juga
memindahkan barang-barang yang berat atau bervolume besar dalam proyek
seperti besi tulangan, bekesting kolom, dan shearwall, serta untuk mengangkat
besi tulangan yang telah dirakit dan mengaplikasikan ke posisi sambungannya
seperti pada kolom dan shearwall, mengangkat adukan beton dari truk mixer
ketempat pengecoran dengan menggunakan bucket.

Gambar 3.12 Tower Crane (TC)


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

30
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Gambar 3.13 Tower Crane (TC)


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2.4. Concrete Mixer Truck


Concrete mixer truck adalah kendaraan truk khusus yang dilengkapi
dengan concrete mixer yang fungsinya untuk mengaduk campuran beton ready
mix. Mesin ini dapat berupa mesin statis, semi-mobile maupun full mobile
(mixer truck). Concrete mixer memiliki beragam jenis namun fungsinya sama
yaitu mengangkat beton dari pabrik semen ke lokasi konstruksi sambil menjaga
konsistensi beton agar tetap cair dan tidak mengeras dalam perjalanan.
Kapasitas satu truk kurang lebih sekitar 6m3 beton. Selama pengangkutan
tangki truk harus terus berputar searah jarum jam dengan kecepatan 8-12
putaran per menit agar adukan beton tersebut tetap homogen dan tidak
mengeras, karena bila terlalu lama beton akan mengeras dalam mixer, sehingga
akan menimbulkan kesulitan dan menghambat kelancaran pelaksanaan
pengecoran dilapangan. Prinsip kerja concrete mixer ini secara sederhana adalah
sebagai berikut.
Dalam drum terdapat bilah-bilah baja, ketika dalam perjalanan menuju
lokasi proyek, drum ini beputar perlahan-lahan berlawanan putaran arahnjarum
jam sehingga adukan mengarah ke dalam. Putaran di dalam bertujuan agar tidak
terjadi pergeseran ataupun pemisahan agregat sehingga adukan tetap homogen.

31
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Dengan demikian mutu beton akan tetap terjaga sesuai dengan kebutuhan
rencana.
Ketika sampai di lokasi proyek dan pegecoran berlangsung, arah putaran
drum dibalikkan searah putaran jarum jam dan percepatan putaran diperbesar
sehingga adukan beton keluar. Proses pengiriman beton ready mix diatur dengan
memperhatikan jarak, kondisi lalu lintas, cuaca, dan suhu, karena hal-hal
tersebut dapat mempengaruhi waktu dan pelaksanaan pekerjaan pengecoran.
Pada proyek ini pengadaan concrete mixer tuck menjadi tanggung jawab
penyedia ready mix.

Gambar 3.14 Truck mixer


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2.5. Theodolite
Dalam bidang survey pemetaan dan pengukuran tanah telah banyak dibuat
peralatan mengukur sudut,baik digunakan untu mengukur sudut atau didesain
untuk keperluan lain. Theodolite adalah alat bantu dalam proyek untuk pemtaan
dan menentukan titik as bangunan dan titik-titik as kolom pada tiap-tiap lantai
agar bangunan yang dibuat tidak miring.
Alat digunakan juga untuk menentukan elevasi tanah dan elevasi tanah
galian timbunan. Cara operasionalnya adalah dengan mengatur nuvo dan unting-
unting di bawah theodolite. Kemudian menetapkan salah satu titik sebagai
acuan. Titik acuan yang ditetapkan adalah titik yang tidak bisa di pindahkan,
misalnya saja tower listrik. Setelah itu dilakukan penembakkan pada titik-titik
yang lain dengan patokan titik awal (BM) yang telah di tetapkan.

32
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Gambar 3.15 Theodolite


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2.6. Waterpass

Waterpass adalah alat mengukur beda ketinggian dari satu titik acuan ke
acuan berikutnya. Waterpass ini dilengkapi dengan kaca dan gelembung kecil di
dalamnya. Untuk mengecek apakah waterpass telah terpasang dengan benar,
perhatikan gelembung di dalam kaca berbentuk bulat. Apabila gelembung tepat
berada di tengah, berarti waterpass telah terpasang dengan benar. Pada
waterpass, terdapat lensa untuk melihat sasaran bidik. Dalam lensa, terdapat
tanda panah menyerupai ordinat (koordinat kartesius).
Angka pada sasaran bidik akan terbaca dengan melakukan pengaturan fokus
lensa. Selisih ketinggian diperoleh dengan cara mengurangi nilai pengukuran
sasaran bidik kiri dengan kanan. Waterpass memiliki nivo untuk menyamakan
ketinggian, lensa objektif, lensa okuler, dan penangkap cahaya. Dengan
waterpass ini kita dapat menentukan berapa banya tanah yang dibutuhkan untuk
meratakan suatu lokasi. Alat ini bersifat sangat sensitif terhadap cahaya,
sehingga memerlukan payung untuk menutupi cahaya matahari.

33
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Gambar 3.16 Waterpass


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2.7. Bar bender


Bar bender adalah alat yang digunakan untuk membengkokkan baja
tulangan dalam berbagai macam sudut sesuai dengan perencanaan. Bar bender
adalah alat/mesin yang di gunakan untuk menekuk besi ulir/beton dengan
diameter yang sesuai dengan kapasitas mesin. Cara kerja alat ini adalah baja
yang akan dibengkokkan dimasukkan di antara poros tekan dan poros
pembengkok kemudian diatur sudutnya sesuai dengan sudut bengkok yang
diinginkan dan panjang pembengkokkannya. Ujung tulangan pada poros
pembengkok dipegang dengan kunci pembengkok. Kemudian pedal ditekan
sehingga roda pembengkok akan berputar sesuai dengan sudut dan
pembengkokkan yang diinginkan. Bar bender dapat mengatur sudut
pembengkokan tulangan dengan mudah dan rapi.

34
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Gambar 3.17 Bar bender


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2.8. Bar Cutter


Pada sebuah pembangunan proyek diperlukan baja tulangan yang telah
dipesan dengan ukuran-ukuran panjang standard. Bar cutter merupakan alat
yang digunakan untuk memotong besi tulangan, sehingga diperoleh besi
tulangan yang sesuai kebutuhan yang digunakan pada pekerjaan penulangan
struktur. Menurut tenaga penggerakya bar cutter digunakan untuk memotong
besi tulangan baja dengan diameter besar dengan mutu baja cukup tinggi dan
mempersingkat waktu pengerjaan

Gambar 3.18 Bar cutter


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

35
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

Gambar 3.19 Cutting


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2.9. Decking
Beton decking berukuran setebal selimut beton yang dilekatkan pada
tulangan, baik tulangan balok, kolom dan plat lantai dengan kawat bendrat yang
berfungsi untuk memberikan tebal selimut beton dan menjaga posisi besi
penulangan agar tidak menempel pada casing. Untuk penulangan balok dan
kolom menggunakan beton decking setebal 5 cm. Sedangkan untuk penulangan
plat menggunakan beton decking setebal 2 cm.

Gambar 3.20 Decking balok dan kolom


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

36
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

3.2.10. Concrete Pump


Concrete pump adalah sebuah mesin/alat yang digunakan untuk
menyalurkan adonan beton segar dari bawah ke tempat pengecoran atau tempat
pengecoran yang letaknya sulit dijangkau oleh truck mixer. Pada proses
pelaksanaan pengecoran plat lantai maka lebih efektif untuk menggunakan
bantuan conceret pump. Concrete pump jenis mobile berupa alat pompa beton
yang menjadi satu kesatuan dengan truk sehingga lebih mudah untuk berpindah
tempat. Beberapa keuntungan menggunakan concrete pump adalah :

Untuk saluran pipa hanya membutuhkan tempat yang kecil.


Beton bias dipompa secara terus menerus.
Pompa dapat bergerak secara vertical dan horizontal.
Mobil concrete pump bias ditempatkan dalam proyek besar atau kecil.
Concrete pump boom dapat mencapai bangunan konstruksi yang tinggi.
Memerlukan waktu yang cukup singkat dalam penggunaan dan
pelaksanaannya.

Gambar 3.21 Concrete Pump


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

3.2.11. Scafolding
Perancah (scaffolding) atau steger merupakan konstruksi pembantu pada
pekerjaan bangunan gedung. Perancah dibuat apabila pekerjaan bangunan
gedung sudah mencapai ketinggian 2 meter dan tidak dapat dijangkau oleh
pekerja. Perancah adalah work platform sementara. Perancah (scaffolding)

37
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK HOTEL AMARIS 2016

adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan
material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar
lainnya. Biasanya perancah berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau
tabung logam, meskipun juga dapat menggunakan bahan-bahan lain. Di
Indonesia bambu masih dapat digunakan sebagai perancah.

Scaffolding sendiri terbuat dari pipa - pipa besi yang dibentuk sedemikian
rupa sehingga mempunyai kekuatan untuk menopang beban yang ada di atasnya.
Dalam pengerjaan suatu proyek, butuh atau tidaknya penggunaan scaffolding
bisa tergantung kepada pemilik proyek. Karena adanya perbedaan antara biaya
menggunakan bambu dan scaffolding. Scaffolding digunakan sebagai pengganti
bambu dalam membangun suatu proyek. Keuntungan penggunaan scaffolding
ini adalah penghematan biaya dan efisiensi waktu pemasangan scaffolding.

Gambar 3.22 Scaffolding


Sumber: PT. Prambanan Dwipaka, 2016

38