Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH TEKNIK KENDARAAN RINGAN

PELUMAS
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah teknik kendaraan ringan
Dosen pengampu : Muh.Nur Tanto M.Pd

Disusun Oleh:
EVA FATHIN (2284142206)
DEWI TIA AGUSTINE (2284142697)
RIZAL PRATAMA (2284142303)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin pesat, menuntut adanya kemajuan didalam segala
bidang terutama dalam bidang teknologi. Kemajuan didalam bidang teknologi ini memudahkan
seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Salah satu bidang teknologi yang mengalami
kemajuan adalah Otomotif. Kemajuan didalam bidang ini dapat kita lihat pada kendaraan-
kendaraan sekarang selalu ingin meningkatkan rasa kenyamanan, keamanan, dan ramah terhadap
lingkungan. Usaha didalam peningkatan rasa kenyamanan, keamanan, dan ramah terhadap
lingkungan salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas sistem pelumasan. Kualitas
sistem pelumasan yang baik dapat membuat mesin menjadi lebih awet dan kinerja mesin juga
lebih baik. Sebaliknya, kualitas sistem pelumasan yang tidak baik dapat menjadikan mesin
menjadi lebih cepat mengalami kerusakan dan kinerja mesin tidak optimal. Pelumasan dapat
diartikan sebagai pemberian bahan pelumas pada suatu mesin dengan bertujuan untuk mencegah
kontak langsung persinggungan antara permukaan yang bergerak. Pelumasan memiliki suatu
peranan yang penting pada suatu mesin dan peralatan yang didalamnya terdapat suatu komponen
yang saling bergesekan yaitu sebagai pengaman agar tidak terjadi kerusakan yang fatal.

B. Perumusahan Masalah
Dengan ini didalam makalah dijelaskan mekanisme mulai dari dasar yang berhubungan
dengan sistem pelumasan pada mesin. Untuk itu, dengan terbentuknya makalah Sistem
Pelumasan Melihat dari minimnya pengetahuan peserta didik berkenaan dengan pengertian,
fungsi, serta cara kerja sistem pelumasan pada umumnya dan sistem pelumasan tekan,pompa
oli, sringan oli pada sistem pelumasan pada khususnya. Dan dasar yang berhubungan dengan
sistem pelumasan pada mesin motor bakar.dan juga peserta didik mampu mengaplikasikan di
dalam dunia pendidikan ataupun ditengah-tengah masyarakat.
Setelah mengetahui permasalahan tentang mesin motor bakar khususnya pada sistem
pelumasan, maka peserta didik harus mampu menjelaskan hal-hal di bawah ini, seperti
1. Prinsip Kerja Sistem Pelumasan.
2. Fungsi Pelumasan
3. Macam-macam Pelumasan
4. Bentuk Pelumasan
5. Cara Kerja Pelumasn Pada Komponen Mesin
6. Sistem Pelumas Motor 2 Tak
7. Viskositas
8. Kualitas Oli Pelumas

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui Apa Itu Pelumasan
2. Mengetahui Fungsi Pelumasan
3. Mengetahui Apa Macam-macam Pelumasan
4. Mengetahui Bentuk Pelumasan
5. Mengetahui Cara kerja Pelumasan Pada Komponen Mesin
6. Mengetahui Sistem Pelumas Motor 2 Tak
7. Mengetahui Viskositas
8. Megetahui Kualitas Oli Pelumas
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sistem Pelumasan
Pelumasan adalah suatu cara untuk mengurangi gesekan antara dua permukaan
benda yang saling bergesekan dengan menambahkan suatu zat pelumas diantara
permukaan tersebut. Maksud dari gesekan itu sendiri adalah suatu bentuk gaya yang
berlawanan dengan arah gerak benda yang besarnya tergantung pada kondisi atau
kekasaran permukaan dan beban normal. Adanya gesekan (friction) akan mengakibatkan
kehilangan energi dan mempercepat keausan benda.

B. Fungsi Pelumasan
Sistem pelumas pada mesin sepeda motor mempunyai fungsi:
1. Mengurangi gesekan
Mesin sepeda motor terdiri dari beberapa komponen, terdapat komponen yang
diam dan ada yang bergerak. Gerakan komponen satu dengan yang lain akan
menimbulkan gesekan, dan gesekan akan mengurangi tenaga, menimbulkan
keausan, menghasilkan kotoran dan panas. Guna mengurangi gesekan maka
antara bagian yang bergesekan dilapisi oli pelumas (oil film).
2. Sebagai pendingin
Proses pembakaran di dalam silinder menghasilkan panas, demikian pula gesekan
antar komponen, sistem pendingin membantu mengurangi panas yang terjadi
dengan mengabil panas pada bagian yang dilewati dan mendinginkan pada bak
engkol.
3. Sebagai perapat
Piston dengan silinder mempunyai celah tertentu, pelumas membantu mengurangi
kebocoran kompresi maupun tekanan hasil pembakaran dengan membuat lapisan
oli mengisi celah antara kedua bagian tersebut.
4. Sebagai peredam
Piston, batang piston dan poros engkol merupakan bagian mesin menerima gaya
yang berfluktuasi, sehingga saat menerima gaya tekan yang besar memungkinkan
menimbulkan benturan yang keras dan menimbulkan suara berisik. Pelumas
berfungsi untuk melapisi antara bagian tersebut dan meredam benturan yang
terjadi sehingga suara mesin lebih halus.
5. Sebagai pembersih
Salah satu efek gesekan adalah keausan, sistem pelumas membantu membawah
kotoran sehingga bagian yang bergesekan tetap bersih.
6. Sebagai anti karat
Sistem pelumas berfungsi untuk melapisi logam dengan oli, sehingga mencegah
kontak langsung antar logam dengan udara maupun maupun air dan terbentuknya
karat dapat dihindari.

C. Bentuk Pelumas
Menurut Higgins dan Morrow (1995: hal 9.17) bahwa bentuk pelumas terbagi menjadi 4
yaitu:
1. Pelumas cair (oli)
Syarat pemilihan oli yang baik adalah viskositas sesuai, multigrade, tidak mudah
terbakar, tidak bereaksi dengan oksigen dan udara keliling.
2. Pelumas setengah padat (grease/ gemuk lumas)
Bahan dasar dari grease/ gemuk adalah pelumas cair yang telah diberi bahan
pengental, dengan kandungan oli 70% sampai 90%. Keuntungan dari penggunaan
pelumas setengah padat adalah merupakan penutup yang baik, biasanya lebih
tahan terhadap suhu tinggi, tidak tercecer dan penggantian tidak perlu sering.
Sedangkan kerugiannya adalah pendinginan kurang baik, friksi lebih besar,
penanganan dan pengaplikasian lebih rumit dan perlindungan yang kurang
merata.
3. Pelumas padat
Kelebihan pelumas padat ini adalah dapat bekerja pada suhu operasi 2500C
3000C dan dibawah 600C. Pada suhu tersebut pemakaian oli atau gemuk tidak
memungkinkan lagi. Pelumas padat dalam bentuk bedak, partikelnya berukuran
0,5 m hingga beberapa m. Jenis pelumas padat ada dua, yaitu: graphite dan
molybdenum disulphide.
4. Pelumas gas
Jenis pelumas gas digunakan untuk melumasi tempat-tempat yang tidak mungkin
dilumasi, karena mempunyai putaran kurang lebih 100.000 rpm. Biasanya
diaplikasikan pada peralatan pembangkit energi nuklir dan beberapa instalasi
turbin gas.
D. Macam-macam Pelumas
Pelumas berfungsi untuk mengurangi gesekan sehingga komponen tidak cepat aus
dan koefisien gesek rendah, sebagai pendingin, perapat, pembersih dan anti karat.
Terdapat beberapa jenis pelumas yang digunakan pada sepeda motor, diantaranya:
1. Gemuk (grease) digunakan untuk melumasi rantai roda, bearing roda, gigi reduksi
motor starter, dan sebagainya. Terdapat 2 macam gemuk yang sering digunakan,
yaitu: Calsium soap grease. Digunakan pada pompa oli dan lain-lain. Mempunyai
kemampuan tahan panas dan tahan air, sehingga tidak terbawah air
meskipun terkena air. Lathium soap grease. Digunakan untuk bearing, dari bahan
mineral dengan kekentalan rendah, tahan panas, tahan pemperatur dingin, tahan
air, stabilitas mekanis tinggi sehingga sesuai untuk mesin kecepatan tinggi.
2. Pelumas mesin 2 tak (oli samping), digunakan khusus untuk melumasi poros
engkol, batang piston, blok silinder, piston dan ring piston pada motor 2 tak.
Mempunyai viskositas lebih rendah dari pada oli mesin sehingga tahanan pompa
rendah, mudah bercampur dengan bensin, mudah dibakar dan mempunyai daya
lumas tinggi.
3. Pelumas mesin (oli mesin)
Pada sepeda motor 2 tak digunakan untuk pelumas gigi transmisi dan kopling,
untuk motor 4 tak digunakan untuk melumasi bagian-bagian mesin yaitu poros
engkol, batang piston, blok silinder, piston, ring piston, transmisi dan kopling.
Syarat oli pelumas mesin adalah:
a. Mempunyai kekentalan yang tepat
b. Kekentalan relatif stabil tanpa banyak terpengaruh temperatus
sekelilingnya.
c. Tidak merusak metal dan seal yang ada
d. Tidak menimbulkan karat
e. Tidak berbusa

E. CARA KERJA PELUMASAN PADA KOMPONEN MESIN


1. Pelumasan Percik
Pelumasan dilakukan oleh percikan pelumasan yang terjadi akibat tonjolan pada
ujung bawah batang penggerak tenggelam dan memercikkan pelumas ke atas selama
poros engkol berputar. Agar pelumasan berjalan baik tentunya pelumas harus cukup
encer dan permukaan pelumas pada periuk percik tempat pelumas cukup tinggi
percikan pelumas melumasi peralatan didekatnya peralatan yang jauh letaknya
dilumasi oleh cucuran pelumas yang berasal dari tempat-tempat penampungan
dimana percikan-percikan itu terkumpul peralatan yang terletak jauh diatas lebih
banyak dilumasi oleh kabut pelumas yang terjadi pada saat percikan terjadi.
2. Pelumasan Dengan Tekanan
Pelumasan dilaksanakan dengan memompakan langsung pelumas melalui
saluran-saluran pelumas, kebantalan utama poros engkol, batang penggerak, bantalan
pena torak, bantalan poros kam, poros tuas katup dan kesaringan pelumas. Pena
torak dilumasi oleh pelumas yang dilalui lubang saluran pelumas pada batang
penggerak dinding silinder dilumasi oleh luapan pelumas dari pena torak.karena
pelumas harus melalui saluran-saluran yang sempit dan melalui jarak yang cukup
jauh maka diperlukan pompa pelumas yang kuat ( umumnya berkekuatan sekitar 3,5
atmosfir )

F. SISTEM PELUMAS MOTOR 2 TAK


Pada motor 2 tak bak engkol (crank case) tidak berisi oli pelumas, karena difungsikan
sebagai pompa bilas. Guna melumasi bagian poros engkol, batang piston, piston, ring piston
dan dinding silinder maka minyak pelumas dicampur dengan campuran bahan bakar yang
masuk ke dalam bak engkol dan silinder. Metode mencampur minyak pelumas ada 2
macam, yaitu:
1. Premix type lubrication
Pelumas dicampur langsung dengan bensin di dalam tangki (Premix type
lubrication)
Premix type lubrication merupakan metode sistem pelumas motor 2 tak dengan cara
mencampur langsung oli pelumas pada tangki bensin pada perbandingan
tertentu. Perbandingan antara bensin dengan oli adalah 20 25: 1, artinya untuk 20-
25 liter bensin dicampur dengan 1 liter oli. Saat mesin hidup bensin yang bercampur
oli mengalir ke karburator, di karburator campuran bensin dengan oli dikabutkan,
dan masuk ke dalam bak engkol (crank case), campuran bensin dan oli melumasi
poros engkol, bantalan, batang piston, pena piston dan dinding silinder. Saat proses
bilas campuran masuk ke dalam silinder untuk melumasi piston, ring piston dan
dinding silinder. Saat proses pembakaran campuran bensin dengan oli terbakar, sisa
gas buang dibuang melalui knalpot.
Sistem pelumas premix type lubrication mempunyai beberapa kelemahan,
diantaranya:
a. Di dalam tangki dan di dalam karburator ada kemungkinan oli
mengendap, sehingga campuran kurang homogen, komposisi
campuran tidak stabil, pelumasan kurang sempurna.
b. Bensin campur mempunyai viscositas yang lebih tinggi sehingga:
1) pengabutan pada karburator kurang halus
2) proses pembakaran kurang sempurna,
3) tenaga mesin menurun
4) banyak endapan karbon di ruang bakar,saluran buang maupun
knalpot
5) emisi gas buang tinggi
6) Komposisi campuran tetap, padahal kebutuhan pelumas sebanding
dengan putaran mesin, sehingga oli berlebihan pada putaran rendah
dan menengah, tetapi kurang saat putaran tinggi.

2. Injection pump lubrication


Pelumas injeksi oleh pompa pelumas (Injection pump type lubrication)
Injection pump lubrication merupakan sistem pelumas pada motor 2 tak dengan cara
mempompa sejumlah oli pelumas pada intake manifold. Minyak pelumas yang
disemprotkan kemudian bercampur dengan campuran bensin dan udara dari karburator,
dan bersam-sama masuk ke dalam bak engkol. Pada bak engkol campuran bensin dan
oli melumasi poros engkol, bantalan, batang piston, pena piston dan dinding
silinder. Saat proses bilas campuran masuk ke dalam silinder untuk melumasi piston,
ring piston dan dinding silinder. Saat proses pembakaran campuran bensin dengan oli
terbakar, sisa gas buang dibuang melalui knalpot.
Komponen sistem pelumas injeksi adalah:
a. Tangki oli pelumas untuk menampung oli yang diperlukan
b. Pompa pelumas yang berfungsi untuk menghisap oli dari tangki oli dan
menekan oli pada intake manifold.
c. Kabel pompa oli untuk mengontrol jumlah oli yang disemprotkan.
Dengan adanya pompa oli yang dikontrol bersama gas, memungkinkan jumlah oli yang
disemprotkan sesuai dengan kebutuhan beban dan kecepatan sepeda motor. Kebutuhan
oli untuk beban ringan sebesar 80 - 120 : 1 , untuk beban menengah 40 70 : 1,
sedangkan untuk beban tinggi sebesar 18 30 : 1. Dengan adanya sistem injeksi
kelemahan pada sistem pelumas campur dapat teratasi.
Produsen sepeda motor Yamaha menyebut sistem pelumas dengan injeksi dengan
istilah Autolub, yaitu sistem pelumas dengan automatis mencampur oli dengan
campuran bahan bakar pada komposisi yang tepat menggunakan Autolub pump.
Produsen sepeda motor Suzuki mengembangkan sistem pelumas CCI (Carburetor
Crankshaft Injection), yaitu sistem pelumas injeksi, yang menginjeksikan oli pada
karburator (carburetor)dan pada poros engkol (crank shaft). Injeksi pelumas langsung
ke poros engkol diharapkan mampu mengatasi keausan pada poros engkol. Pada premix
type lubrication, penetrasi oli yang bercampur dengan bensin ke poros engkol lemah
sehingga gesekan poros engkol dengan batang piston besar. Dengan sistem pelumas
CCI kelemahan tersebut dapat diatasi. Prinsip sistem pelumas CCI juga digunakan oleh
produsen sepeda motor Kawasaki. Pada mesin sepeda motor 4 tak sistem pelumasannya
berbeda dengan sepeda motor 2 tak. Kalau pada 2 tak memerlukan oli samping ,
sedangkan pada 4 tak tidak memerlukan.
Pada sepeda motor 4 tak ada 2 jenis pelumasan :

1. Pelumasan tipe basah ( wet-sump)


Pelumas dari bak kruk-as dipompa ke ruang penggerak katup untuk melumasi
komponen noken-as, temlar (pelatuk), batang klep (katup) dan akhirnya di
kembalikan ke ruang kruk-as lewat ruang rantai kamrat. Untuk pelumasan pada
bagian silinder dan piston biasanya cuma mengandalkan gayungan atau cipratan
kruk-as saja, tetapi untuk motor modern seperti SUZUKI telah menggunakan
sistem nosel yang yang menyemprot langsung ke dinding silinder dan pelumas
akan di sapu ke bawah oleh ring piston pada saat langkah hisap maupun langkah
usaha. Untuk kopling dan transmisi biasanya cuma mengandalkan cipratan
pelumas saja pada saat mesin bekerja, tetapi ada juga yang mengambil pelumasan
dari pompa oli.

2. Pelumasan kering (dry-sump)


Dry-sump sistem (tpe kering) menggunakan sebuah tangki oli tambahan (lihat
gambar kedua), dan sebuah pumpa oli berfungsi ganda. Pada sistem ini, pompa
berfungsi mengirimkan oli ke seluruh komponen, sekaligus memompa oli keluar dari
mesin menuju ke tangki eksternal.
Pelumas ditampung terpisah dalam tangki oli dan diberikan tekanan pompa oli melalui

saluran yang sama dalam sistem wet sump system. Setelah melumasi oli kembali ke
raung crankcase dan disalurkan kembali ke tangki oleh pompa. Kopling dan transmisi
dilumasi oleh cipratan oli dari pompa ke tangki oli.

G. Viskositas
Viskositas adalah kekentalan, Kekentalan merupakan salah satu unsur kandungan oli
paling rawan karena berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar resistensinya untuk
mengalir. Kekentalan oli langsung berkaitan dengan sejauh mana oli berfungsi sebagai
pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan logam. Oli harus mengalir ketika
suhu mesin atau temperatur ambient. Mengalir secara cukup agar terjamin pasokannya ke
komponen-komponen yang bergerak. Semakin kental oli, maka lapisan yang ditimbulkan
menjadi lebih kental. Lapisan halus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu
atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan
memberi resitensi berlebih mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu
jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan
lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan
Berdasarkan viskositasnya oli yang dijual dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
1. Single grade oil, yaitu oli yang mempunyai tingkat kekentalan tunggal, misalnya SAE
20, SAE 30, SAE 40.
2. Multi grade oil, yaitu oli yang mempunyai tingkat kekentalan ganda, misalnya SAE
5W/20, SAE 10W/ 30, SAE 20W/50, SAE 20W/50.

SAE Viscosity range (Redwood seconds)


Number - 18 C 20 C 99 C
Min Max Min Max Min Max
5W - 3520 - - - -
10 W 5250 10.560 - - - -
20 W 10.56 42.000 - - - -
0
20 750 850 43 55
30 1300 1400 55 67
40 1750 1850 67 82
50 2350 2450 83 112

Alat untuk mengukur viskositas oli adalah viscometer. Saybolt viscometer digunakan di
Amerika, sedangkan di Inggris menggunakan Redwood viscometer. Viscositas oli
dipengaruhi oleh temperatus, pada Redwood viscometer dicari yang waktu yang
diperlukan untuk mengalirkan oli sebanyak 50 ml, pada orifice dengan luas 1 mm2
Gambar 2. temperature yang berubah-ubah. (saybolt viscometer)
Gambar 3. ( redwood viscometer)

H. KUALITAS OLI PELUMAS


Kualitas oli mesin merupakan kemampuan oli untuk melakukan fungsi pelumas, semakin
tinggi putaran mesin dan kemampuan mesin menuntut kualitas oli yang semakin tinggi,
untuk meningkatkan kualitas oli maka pada oli ditambahkan bahan aditif.
Beberapa aditif yang terdapat di oli antara lain:
1. Oxidation inhibition
2. Detergents
3. Dispersants
4. Anti-foam preventers
5. Corrosion and rust inhibition
6. Anti wear additives
7. Extreme pressure additives
Kualitas oli diklasifikasikan berdasarkan standard API (American Petroleum
Institut). Pada kemasan oli selain informasi viskositas yaitu SAE juga terdapat tulisan
API Service. API service pada oli mesin bensin ditulis dengan hurup awal S diikuti abjad.
Contoh : SA, SB, SC, SD,SE, SF, SG, SH, SI, SJ. Semakin tinggi adjad semakin baik
kualitas oli, dari contoh tersebut kualitas oli yang paling baik adalah SJ.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA
http://umpir.ump.edu.my/1104/1/Muhammad_Afiq_Zali.pdf
http://frame.pl/gumis/Strony/tr/Instrukcja/LUBRICATION%20SYSTEM.pdf
https://grewal.wikispaces.com/file/view/lUBRICATION+SYSTEM.pdf
http://www.dansmc.com/4_stroke_oilpump.htm
http://www.teknikotomotif.com/2015/11/komponen-sistem-pelumasan-sepeda-
motor.html
http://oil-synthetic.com/blog/2013/01/27/lubricant/