Anda di halaman 1dari 53

(T.

Octaviana Dewi ^Dewi K-


popshawolsminhoflamers^)

Cast :

Jo YoungMin a.k.a YoungMin


Jo KwangMin a.k.a KwangMin
Cha Eun Shi a.k.a Eun Shi

Tittle : Kajima / Dont Go


Cast : Yongmin, Kwangmin, Cha Eun Shi, appa & eomma Yongmin Kwangmin

Oleh : Dewi K-popshawolsminhoflamers

CAST

Jo Yongmin, seorang pemuda Korea Selatan


yang masih berumur 17 tahun dan memiliki sifat unik.
Kehangatan yang dia miliki tersembunyi dalam sifatnya
yang dingin.

Namun, sebuah kejadian memilukan dan merusak


hatinya telah mampu menghapus semua sifatnya. Dan
kepintaran yang Yongmin miliki merupakan salah satu
caranya untuk mengatasi masalah yang datang
menghampirinya. Sebuah cinta yang diberikan dari
seorang wanita cantik telah menjadi semangat tersendiri.

Jo Kwangmin adalah kembaran identik dari Jo


Yongmin. Seorang adik yang sangat mencintai kakaknya
entah apapun yang terjadi. Sifat lembut yang tulus berasal
dari hatinya dapat membuat semua orang mencintainya
apa adanya.

Sebuah perjuangan hidup telah menanti saat dia


beranjak dewasa. Yang Kwangmin mengerti pasti
hanyalah sebuah kasih sayang tulus yang selalu ingin dia
berikan kepada Yongmin.

Cha Eun Shi, seorang wanita cantik yang memiliki banyak


rahasia di dalam hidupnya tapi pada akhirnya rahasia itu akan
terbuka karena sebuah cinta.

Memiliki paras cantik dan banyak yang menyukainya tak


dapat membuat Eun Shi bahagia dan kebahagian itu akan
tercipta seiring berjalannya waktu.

*****

-Yongmin Pov- (Berbicara di dalam hati)


Hyung1.,!!!

Aish~ kenapa dia tiba-tiba mengagetkanku.,?! Lihat ini.,! Miniaturku menjadi berantakan
sepertiini!!

Apa!! Kenapa kau masuk ke kamarku Kwangmin.,? Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu
hah!

Aku pun tak sanggup menahan amarahku pada dongsaeng2 yang telah menghancurkan
miniaturku yang telah aku buat lebih dari 1 bulan. Tapi walaupun seperti itu, aku tetap
menyayanginya.. Huh~ andai saja dia tidak cengeng dan tidak melapor kepadaEomma3.. Dia
pasti sudah habis sekarang!

Hyung..Lihatlah.. Aku menggambar sesuatu.. Lihat ini.. Sebentar lagi aku dapat sepertimu
hyung.. Dengan senyum yang terukir polos.

Apa ini? Hanya sebuah persegi yang bengkok? Apa dengan gambar ini kau bisa sama
sepertiku?!

Aku pun berusaha mendekatinya yang berada disampingku dan menatapnya tajam. Sebenarnya,
aku tidak ingin membuatnya takut, tapi inilah taktikku agar dia dapat keluar dari kamarku.

Hyung.. kenapa dengan mukamu hyung.,?Kenapa hyung seseram ini.,? Apakah aku adik yang
nakal.,?

Kulihat dia hanya dapat tertunduk. Apakah dia tau aku marah dengannya? Apa dia
merasa bersedih?

Kwangmin.. Usiamu sudah 17 tahun.. Apa kau tidak bisa melakukan hal yang lebih berguna
selain menggambar persegi bengkok ini?!

Aku tetap membentaknya walaupun aku tau dia meneteskan air matanya didepanku. Baju
biru mudanya kini berubah menjadi biru tua karena air matanya. Aku tak peduli jika dia
menangis ataupun melapor pada Eomma. Aku sudah bersabar hidup berdampingan dengannya
selama 17 tahun. Aku muak melihat wajah polosnya. Aku muak melihat sifat kekanakannya. Itu
sangat bodoh untukku.

Aku benci memiliki kembaran sepertimu!!!

1Panggilan untuk kakak laki-laki

2Panggilan untuk adik laki-laki

3Panggilan untuk Ibu


Itulah kalimat terakhir yang aku ucapkan padanya. Aku lihat dia hanya tertunduk dan
tidak mau keluar dari kamarku. Air matanya semakin banyak. Apa kau fikir aku dapat tersentuh
hanya melihat air matamu itu?! Tidak semudah itu!!

Seandainya aku dapat memilih dongsaeng sendiri.. Seandainya semua ini tidak terjadi
padaku.. Meskipun kami kembar, namun dia sangat berbeda denganku.

Semua kebahagiaan selalu berlimpah padanya. Eomma selalu saja memperhatikan


namja pabo5 itu. Appa6 pun juga selalu membelikan apa yang ia inginkan.
4

Sedangkan aku? Aku yang selalu menunjukkan karya miniaturku pada mereka berdua hanya
mendapat tanggapan datar dari appa dan eomma. Dengan muka tersenyum dan menepuk bahuku,
mereka hanya menjawab Yongmin kau hebat.. buatlah lebih baik lagi.. Kenapa mereka tidak
mengerti perasaanku?? Aku namja normal. Sementara Kwangmin? Dia.. Dia namjaautis yang
hanya dapat menyusahkan keluarga ini!Hanya dapat menghabiskan uang untuk membeli obat-
obatan untuk penderita leukemia. Aku lelah melihat dia batuk darah.. Dan yang lebih sialnya..
Karena penyakitnya, keluarga kami menjadi miskin. Dan kini aku harus mencoba tabah untuk
tidak menikmati lagi bangku sekolah.

+++++

Kwangmin, Youngmin.. Ayo turun..Eomma sudah menyiapkan makan malam.. Appa sudah
menunggu kalian..

Aku dengar suara eomma telah memanggil kami untuk makan malam bersama. Aku pun
mencoba untuk menuju ruang makan. Aku mencoba menghapus air matanya dan menarik
tangannya dengan paksa untuk menuju ruang makan. Ya~ itulah yang dapat aku lakukan agar
eomma dan appa tidak memarahiku karena tangisan Kwangmin.

-Youngmin Pov End-

+++++

#Sesampainya diruang makan#

Bersikaplah bodoh seperti biasanya.. Ceria dan tersenyumlah.. Bisik Yongmin pada Kwangmin
yang terlihat mengganggukan kepala pertanda paham maksud Yongmin.

4Sebutan untuk laki-laki

5Sebutan untuk orang bodoh atau kurang pintar

6Sebutan untuk Ayah


Ayo duduk.. Kenapa kalian masih berdiri.. Ayo sini Kwangmin.. Duduk disamping eomma.,
Lihat.. Ini semua makanan kesukaanmu.. Bulgogi, ramyun, dan kimchi.. Eomma memaskan
khusus untukmu.. Terang eomma yang memegang lembut tangan Kwangmin dan
mengisyaratkannya untuk duduk.

Youngmin.. Kenapa kau tidak duduk? Apa hanya dengan memandangi makanan itu kau dapat
kenyang? Tanya appa yang menghancurkan lamunan Youngmin.

ah~ ne7.. ne appa.. Balas Youngmin yang segera duduk disamping appa dan berhadapan
langsung dengan Kwangmin.

Keluarga kecil itu pun menyantap makanan sederhana dengan senyum tulus yang terukir. Namun
ketika sedang menikmati makan malam mereka, suasana pun terpecahkan dengan suara eomma
yang terkejut melihat selembar kertas yang dibawa Kwangmin.

Kwangmin.. Apa ini? Ini kau yang membuatnya? Tanya eomma dengan bangganya
memandang kertas itu.

Ne.. Kwangmin yang membuat.. Kwangmin ingin seperti Youngmin hyung.. Ucap Kwangmin
polos.

Pandai sekali kau membuat ini.. Puji appa yang tersenyum melihat gambar itu.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Apa?! Hanya sebuah gambar persegi bengkok yang sangat jelek itu mereka memujinya?
Apa yang bisa dibanggakan darinya? Ini tidak masuk akal!!

Appa.. Eomma..Aku telah berhasil diterima di salah 1 Universitas Jepang untuk arsitektur.. Aku
ingin bersekolah disana.. Sudah lama aku mengirimkan foto-foto miniaturku dan sekarang aku
diterima..

Aku memberanikan diri untuk menyampaikan kabar bahagia itu pada mereka. Aku tidak
ingin kalah dengan namja pabo itu. Aku juga dapat membanggakan mereka lebih dari namja
pabo itu.. Dan ini lebih membanggakan dari pada gambar bodoh itu.

Jinjja?8Bagaimana dengan pembayarannya? Ucap appa yang kini nampak terkejut mendengar
ucapanku.

7Iya atau Baik

8Benarkah? Atau Sungguhkah?


Semua gratis.. Aku telah mendapat beasiswa selama 3 tahun untuk belajar.. Dan selama itu juga
aku telah bekerja di perusahaan arsitektur di Jepang.. Aku akan mendapatkan gaji cukup besar..
Nanti akan aku kirimkan.. Terangku yang mencoba untuk meyakinkan mereka.

Ini hal yang mengembirakan.. Selamat Youngmin.. Eomma.

Aku lihat eomma tersenyum padaku. Apakah hanya kata-kata itu yang terucap dari mulut eomma
dan appa?Aku ingin lebih.. Melihat raut muka mereka , aku merasa seperti anak yang ingin
mereka usir secepatnya. Hanya ada Kwangmin, Kwangmin, dan Kwangmin di fikiran mereka.
Aku ini ada eomma, appa.. Youngmin.. Youngmin selalu membanggakan kalian dan Youngmin
itu ada!Aku ingin merasakan kasih sayang appa dan eomma lagi.

Tapi, aku cukup senang karena selama itu aku dapat melupakan raut menyebalkannamja
pabo yang duduk didepanku itu selama 3 thn. Mungkin hidupku akan lebih baik tanpanya.

-Youngmin Pov End-

Kalau begitu aku akan pergi ke kamar.. Besok aku harus berangkat.. Ucap Youngmin sembari
berdiri dari tempat duduknya.

Sejenak, appa dan eomma hanya dapat memandangi anak sulungnya pergi meninggalakn
meja makan tanpa tersirat senyum diraut tampannya.

Appa.. Eomma.. Apa Kwangmin dongsaeng yang nakal? Youngmin hyung sangat membenci
Kwangmin.. Kenapa tadi hyung membentak Kwangmin? Apa yang salah? Kwangmin nakal..
Kwangmin membuat hyung menjadi sedih.. Kwangmin nakal.. Eomma harus memarahi
Kwangmin.. Terang Kwangmin dengan tetesan air mata yang semakin deras membasahi pipi
merah mudanya.

Ani9.. Kwangmin tidak nakal.. Youngmin hyung tidak pernah membenci Kwangmin..
Kwangmin namdongsaeng10 yang baik.. Youngmin hyung sangat menyayangi Kwangmin..
Terang eomma sembari menghapus air mata Kwangmin.

Tapi eomma.. Youngmin hyung menangis.. Bantah Kwangmin yang menatap lekat eomma.

Kwangmin.. Apa kamu tidak ingat kata-kata doktermu? Tidak boleh bicara kalau sedang
makan. Nanti bisa tersedak. Habiskan dulu makanan Kwangmin.. Kwangmin tidak ingin melihat
Youngmin hyung menangis bukan? Kwangmin sayang dengan Youngmin hyungbukan? Ucap
appa yang dengan sabar berjalan kearah Kwangmin dan memegang lembut tangan kiri anak
bungsunya itu.

9Tidak

10Adik laki-laki
ne appa.. jawab Kwangmin singkat.

Dengan berusaha menahan air matanya, eomma pun segera meninggalkan Kwangmin dan
menuju ke kamar Youngmin.

#Sesampainya di depan kamar Youngmin#

Youngmin.. Apa eomma boleh masuk?? Tanya eomma yang berada di depan pintu kamar
Youngmin.

Masuk saja eomma.. Pintunya tidak dikunci.. Balas Youngmin dari dalam kamar.

Perlahan, eomma membuka pintu kamar Youngmin dan mulai memasuki kamar
sederhana itu. Dipandangnya Youngmin yang tengah sibuk memasukkan baju-bajunya ke dalam
sebuah koper besar, dan tanpa mengganggu kegiatan anak sulungnya, eomma pun berjalan
kearah tempat tidur Youngmin dan duduk ditepi tempat tidur itu.

Youngmin.. Sapa eomma yang mulai berusaha mengawali pembicaraan.

Emmm ne.. Balas Youngmin tanpa memandang eomma dan lebih memilih menyibukkan diri
dengan baju-bajunya.

Eomma dan appa sangat mencintai Youngmin.. Ucap eomma yang terlihat berusaha
memandang punggung Youngmin.

Ahaha.. Youngmin sudah tahu eomma., Sahut Youngmin yang berusaha menyembunyikan
perasaannya.

Eomma tahu kau tidak berfikir seperti itu. Kau pasti berfikir Kwangmin adalah segalanya untuk
appa dan eomma. Tapi yang sebenarnya tidak seperti itu.Kamu tahu kondisi Kwangmin itu
berbeda dengan yang lain. Sejak kecil Kwangmin lebih sering berkunjung ke Rumah Sakit dari
pada bermain dengan teman-temannya. Eomma hanya takut jika suatu saat Kwangmin, Em~
eomma dan appa hanya takut jika Kwangmin tidak bahagia.. Terang eomma yang berjalan
mendekati Youngmin dan menyentuh lembut pundak Youngmin.

Apa dia yang mengatakannya pada eomma? Apa dia mengadu? Tanya Youngmin tanpa
memandang eomma yang telah berada disampingnya.

Youngmin, bukan.. Bukan seperti itu maksud eomma.. Jangan salahkan Kwangmin.. Dia tidak
tahu apa-apa.. Jelas eomma yang menatap lekat Youngmin.

Jinjja?Apa eomma tau perasaan Youngmin? 17 tahun.. 17 tahun eomma dan appa mencurahkan
perhatian untuk Kwangmin.. Tanpa memperdulikan Youngmin.. Youngmin iri dengan
Kwangmin.. Jika Youngmin berbeda dengan yang lain dan sakit seperti Kwangmin, apakah
eomma dan appa akan peduli dengan Youngmin? Kalau iya.. Youngmin akan memilih seperti
itu.. Youngmin rindu pelukan eomma.. Youngmin ingin dimanja appa.. sekarang hanya
Kwangmin , Kwangmin, dan Kwangmin!! Bentak Youngmin dengan mata nanar dan
memandang lekat eomma.

Dan PLAKKK!! Sebuah tamparan manis mendarat tepat di pipi kiri Youngmin.

Yo.. Youngmin.. Ucap eomma yang terkejut dengan perbuatan yang baru dilakukannya.

Eomma Gumawo11.. Balas Youngmin dengan meneteskan air matanya dan pergi
meninggalkan eomma.

Kwangmin yang mendengar pembicaraan eomma dan Youngmin sedari tadi, hanya berani
menyembunyikan dirinya dibalik pintu dan hanya dapat tertunduk dengan manic nanar. Dan
ketika berhadapan langsung dengan Youngmin di depan pintu kamar. . .

Hyu.. Hyung Ucap Kwangmin yang terkejut melihat Youngmin telah berdiri dihadapannya.

Ini semua karenamu!! Bentak Youngmin yang kemudian melanjutkan langkahnya pergi keluar
dari rumah itu dan menuju sebuah taman di dekat rumahnya.

Melihat eomma yang masih terduduk dengan linangan air mata, Kwangmin pun berusaha
untuk mendekati dan menghibur eomma.

Eomma., Eomma jangan menangis.. Kwangmin sedih kalau eomma menangis.. Hyung benci
dengan Kwangmin.. Bukan dengan eomma.. Eomma tidak jahat.. Hibur Kwangmin sembari
menghapus air mata eomma.

Kwangmin.. Eomma sayang dengan Kwangmin.. Eomma juga sayang dengan Youngmin
hyung.. Eomma menyayangi kalian lebih dari apa pun.. Kalian yang terpenting dihidup eomma..
Ucap eomma yang memegang lembut tangan Kwangmin.

Kwangmin sayang eomma.. Kwangmin sayang appa.. Balas Kwangmin dengan memeluk erat
eomma.

*****

#Disebuah Taman#

Youngmin pun memilih untuk pergi ke taman dan berusaha untuk melupakan semua
kejadian buruk yang telah dia alami. Hanya duduk termenung bertemankan kesunyian dan angin
malam yang memeluk tubuh letihnya, Youngmin pun memandang hamparan langit kelam tanpa
bintang.Berusaha untuk mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa dan tanpa Youngmin sadari
setetes air bening akhirnya menetes lembut melalui pipi putihnya.

11Terima kasih
Sekuat tenaga Youngmin menahan semua amarahnya yang seolah akan meledak sewaktu-
waktu. Mengatur nafasnya yang tak beraturan dan hatinya yang berdegub kencang adalah salah
satu cara Youngmin untuk menenangkan dirinya. Sebuah lampu taman yang menaburkan cahaya
tepat pada paras tampan Youngmin semakin menambah kesan pilu yang tak dapat ia tahan.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Apa.. Apa yang kurang dariku? Semua telah aku berikan untuk Kwangmin.. Kasih sayang
dari appa dan eomma.. Bahkan aku telah berhenti bersekolah untuk Kwangmin.. Sekarang.. Aku
bekerja di Jepang itu juga untuk Kwangmin.. Kenapa? Kenapa hanya Kwangmin yang menjadi
pusat perhatian? Apa yang bisa dibanggakan dari namjaketerbelakangan mental itu? Dia bodoh!
Aku membencinya!Tapi.. Kenapa aku sulit untuk tidak memperhatikannya? ini menyebalkan!!
Kenapa ini tidak adil untukku?!!

-Youngmin Pov End-

Tiba-tiba, suara yeoja yang memanggil nama Youngmin pun terdengar lirih. Perlahan,
yeoja itu berjalan mendekati arah Youngmin dengan senyum manis yang berpadu dengan bibir
merah mudanya.

Youngmin.. Sapa yeoja itu.

Cha Eun Shi.. Balas Youngmin yang terkejut melihat yeoja yang sangat ia cintai dihadapannya.

Ya~ Cha Eun Shi adalah teman sepermainan Youngmin. Rambut yang terurai panjang,
tinggi yang semampai. Kulit seputih susu, bibir merah muda, dan manic coklatnya telah mampu
mencuri hati Youngmin. Namun, semua perasaan itu hanya dapat Youngmin simpan dalam-
dalam di hati kecilnya. Tak ada yang sanggup Youngmin bandingkan dengan Eun Shi. Youngmin
hanya memiliki keluarga sederhana, bahkan sekolah SMA pun tidak selesai karena himpitan
biaya. Hanya paras tampan dan kepintaran Youngmin dalam bidang arsitektur yang dapat
Youngmin tunjukkan. Sungguh berlawanan dengan Eun Shi yang memiliki segalanya.

Kenapa kau ada disini? Tanya Eun Shi yang langsung duduk disamping Youngmin.

Ah.. Ani..Emm.. Hanya menikmati suasana.. Emm.. Kau sendiri.,? Terang Youngmin yang
terlihat canggung untuk menatap Eun Shi.

Seperti yang kau bilang, menikmati suasana.. Disini sunyi dan tenang.. Benarkan Youngmin.,?
Tanya Eun Shi dengan senyum manisnya yang dapat membuat Youngmin malu.

N.. Ne.. oh iya.. Eun Shi.. Jika aku harus pergi.. Emm~ apa.. Apa kau akan merindukanku?
balas Youngmin yang berusaha menatap Eun Shi.

Pergi? Kemana? Berapa lama? Haruskah kau melakukan ini? Tanya Eun Shi yang dengan
segera membalas tatapan Youngmin.
Aku.. Aku harus pergi ke Jepang.. Disana aku akan bersekolah selama 1 thn dan bekerja 2 thn
untuk perusahaan arsitektur.. Jelas Youngmin yang memalingkan pandangannya kearah daun-
daun pohon yang bergoyang anggun diatas mereka.

3 tahun.. Kapan kau akan pergi? Tanya Eun Shi yang berusaha menahan air matanya.

Besok.. Terang Youngmin singkat.

Haruskah? Sahut Eun Shi.

Entahlah.. Jawab Youngmin sembari berdiri dari tempat duduknya.

Apa nanti kau akan melupakanku? Tanya Eun Shi yang hanya dapat memandang punggung
Youngmin.

Eun Shi.. Ucap Youngmin tanpa memandang Eun Shi.

Kenapa? Kenapa kau tidak menjawab? Tanya Eun Shi yang sembari berdiri dari tempatnya
semula.

Aku takut.. Terang Youngmin singkat.

Kau janji hanya 3 tahun? Ucap Eun Shi yang berusaha mendekati Youngmin.

Entahlah.. Balas Youngmin yang masih tidak ingin memandang Eun Shi.

Dan ketika Youngmin mulai berjalan perlahan meninggalkan Eun Shi. . .

Kajima12 Ucap Eun Shi yang seketika membuat Youngmin menghentikan langkahnya.

Dan tiba-tiba.. Dengan meneteskan air mata, Eun Shi pun berjalan mendekati Youngmin dan
memeluknya erat-erat punggung hangat Youngmin. Didekapnya punggung dingin Youngmin
dengan penuh kelembutan. Manic indah Eun Si kini tertutup dengan rapat. Semua kenangan
yang telah ia lalui bersama Youngmin kini seolah berada dihadapannya. Bibir merah mudanya
bergetar saat harus membayangkan seseorang yang tengah ia peluk ini harus pergi untuk waktu
yang cukup lama.

Kajima.. Jebal13.. Kajima Youngmin.. Jangan biarkan aku disini sendiri.. Terang Eun Shi yang
yang sudah tak sanggup menahan air matanya lagi.

Eun Shi.. jika aku pergi dapatkah kau menemani Kwangmin? Kwangmin sangat menurut
denganmu.. Mungkin aku tidak menunjukkan kasih sayangku dihadapannya.. Tapi didalam

12Jangan pergi

13Aku mohon
hatiku ada rasa sayang untuknya.. Sekeras apapun aku melawannya.. Aku tidak dapat
menghindari kenyataan bahwa Kwangmin adalah dongsaeng-ku.. Aku tidak dapat menunjukan
perasaan ini padanya.. Kau harus menemaninya sebagai penggantiku.. Dan saat kau tengah
menunjukkan kasih sayangmu kepada Kwangmin, itulah perasaanku yang selama ini aku pedam
mengenai dirimu.. Saranghanda14 Cha Eun Si.. Terang Youngmin yang dengan lembut
melepaskan pelukan Eun Shi dan berbalik menatap Eun Shi sangat lekat.

Aku akan berusaha.. Aku akan berusaha untuk merasakan kasih sayangmu yang tulus melalui
Kwangmin.. balas Eun Shi, menundukkan kepalanya.

Heii.. Jangan menagis.. Aku akan kembali.. 3 tahun lagi kita akan bertemu.. Dan 3 tahun lagi
kau akan menjadi milikku.. Apakah kau bersedia untuk menungguku? Tanya Youngmin dengan
senyum manisnya dan menghapus air mata Eun Shi.

Namun. . .

hyung.,!!!

Terdengar suara namja muda yang menuju arah mereka. Dengan hanya diterangi cahaya redup
sinar bulan, Youngmin pun berusaha untuk melihat siapa namja itu.

Kau.. Ucap Youngmin yang terlihat terkejut setelah dapat melihat jelas siapa namja itu.

Hyung.. emmm~ Annyeonghaseo15 Eun Shi noona16.. Balas namja itu yang tak lain adalah
Kwangmin dengan membungkukkan badannya dan tersenyum mungil.

Ba.. Bagaimana kau dapat kesini?! Tanya Youngmin yang dengan segera menarik salah 1
tangan Kwangmin, kasar.

Kwangmin.. Kwangim ingin memberikan ini untuk hyung.. Kwangmin tadi melihat hyung tidak
membawa mantel.. Kwangmin takut hyung akan sakit.. Ini mantelnya hyung.. Terang
Kwangmin sembari memberikan mantel merah yang dibawanya.

Siapa yang menyuruhmu untuk memegang mantel ini?! Sudah aku bilang berapa kali, jangan
sentuh barang-barangku!! Apa itu saja kau tidak tau?!! Bentak Youngmin dengan kasar
mengambil mantelnya dari tangan Kwangmin.

14Aku menyayangimu

15Salam dalam bahasa Korea (di Indonesia seperti apa kabar)

16Panggilan dari seorang laki-laki pada perempuan yang lebih tua


Eemm~ Youngmin, sepertinya aku harus pergi sekarang. Aku tidak ingin mengganggu kalian.,
Dah~ Kwangmin.. Ucap Eun Shi sembari melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan
mereka.

Aish~ ini semua karena kau!!! Bentak Youngmin sembari berjalan meninggalkan Kwangmin
sendiri.

Tapi.. Tapi hyung.. Tunggu.. Jangan tinggalkan Kwangmin sendiri hyung.. Balas Kwangmin
sembari perlahan berjalan mengikuti Youngmin.

+++++

#Sesampainya di rumah @di depan pintu kamar Youngmin#

Aish~ Kenapa kamu masih mengikutiku? Pergi sana! Pergi ke kamarmu sendiri! Bentak
Youngmin yang menatap Kwangmin sinis.

Hyung..Emm.. Kwangmin akan pergi ke kamar.. Hyung jangan tidur terlalu malam.. Selamat
tidur,, Semoga mimpi indah.. Ucap Kwangmin dengan senyum polos dan pergi meninggalkan
Youngmin.

Melihat Kwangmin telah pergi meninggalkannya, Youngmin pun hanya dapat menyesal
di dalam hati. Rasa tidak tega selalu melekat didalam hati kecil Youngmin. Namun, apa yang
bisa dilakukan Youngmin? Tidak ada.. Tidak ada yang dapat dilakukan Youngmin. Sembari
berjalan memasuki kamarnya, Youngmin pun terus mengingat senyuman polos dari Kwangmin.

_duduk di atas ranjang_

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Kwangmin.. Bukan maksudku selalu memarahimu.. Tapi entah kenapa jika aku
melihatmu pasti aku selalu teringat kasih sayang yang hanya dicurahkan padamu.. Bahkan.. Aku
harus berjuang sendiri untuk melanjutkan sekolah dan membiayayai obat-obatmu.. Melihat
senyumanmu, aku merasa dunia ini tidak adil untukku.. Aku selalu menyesal jika aku
membentakmu, memarahimu, tapi.. Jika kau berada dihadapanku.. Ingin rasanya aku
membuatmu menangis.. Aku sudah muak melihat senyumanmu itu.. Aku ingin kau merasakan
apa yang aku rasakan.. Apa ini karena kita berbeda jadi kau mendapatkan perhatian lebih dari
semua orang? Ini tidak adil!! Aku tidak salah melakukan semua ini!!

-Youngmin Pov End-

Setelah cukup lama merenung, Youngmin pun merebahkan badannya diatas ranjang yang
cukup lembut dan hangat. Perlahan, Youngmin pun menutup matanya. Berharap sebuah
perhatian dapat terbagi dengannya dan semua akan jauh lebih baik jika ia berada di Jepang.
*****

#Keesokkan hari ketika Youngmin sudah bersiap untuk berangkat @di dpan pintu rumah#

EommaAppa, kalian tidak usah mengantarku ke bandara.. Aku sudah dewasa kan? Aku bisa
melakukannya sendiri.. Ucap Youngmin yang tersenyum manis memandang kedua orangtuanya,
dengan 2 koper besar yang mereka bawakan untuk anak sulungnya itu.

Youngmin.. Jaga kesehatanmu.. Makan yang teratur.. Jangan sampai sakit.. Disana tidak ada
yang melindungimu.. Jadi kau harus berhati-hati.. Telepon eomma jika kau tidak sibuk..
Eommaselalu menyayangimu dan merindukanmu.. Balas eomma yang dengan lembut
menyentuh pipi Youngmin.

Ne.. Ne eomma, Youngmin akan baik-baik saja.. Eomma jangan khawatir.. Eomma juga harus
tetap sehat untuk Youngmin.. Sahut Youngmin dengan mata nanar.

Youngmin.. Ucap appa sembari menepuk salah 1 pundak Youngmin.

Ne appa.. Jawab Youngmin singkat.

Kau tau kertas kanfas untuk melukis? Kanfas itu putih bersih.. Tidak ada menariknya.. Dan, jika
kanfas itu jatuh pada orang yang tepat.. Dia akan menjadi sebuah karya seni yang sangat anggun
dan mahal.. Namun, jika sebaliknya. Jika kanfas itu jatuh pada orang yang salah.. Dia akan
menjadi sampah yang diacuhkan.. Jadi.. Kau harus menjadi orang yang lebih baik.. Jatuhlah pada
orang yang tepat jika kau ingin dipandang orang lain dan selalu dicari karena kemampuanmu..
Jangan jatuh pada orang yang membuatmu menjadi sampah.. Terang appa sembari menatap
lekat Youngmin.

Ne.. Jawab Youngmin pasti.

Jaga dirimu baik-baik Youngmin.. Kau yang terbaik.. Sambung eomma yang dengan lembut
mengenggam tangan Youngmin.

Kalau begitu Youngmin pergi dulu.. Ucap Youngmin sembari melepaskan genggaman tangan
eomma.

Hati-hati.. Balas eomma dengan mata nanar.

Tiba-tiba. . .

Hyung!!!Tunggu!! teriak salah 1 namja dari dalam rumah yang berlari menghampiri
Youngmin.

Tanpa disadari, Youngmin pun memalingkan tubuhnya untuk menatap dongsaeng yang
berlari dengan senyum polos.
Hyung, ini.. ucap Kwangmin sembari mengeluarkan benda yang sedari tadi ia tutupi memakai
mantel biru miliknya.

Emm~ kalau begitu eomma dan appa pergi dulu.. Kalian lanjutkan saja mengobrolnya..
Kwangmin pasti akan merindukanmu Youngmin.. Terang eomma yang mengisyaratkan appa
untuk segera pergi bersamanya.

Mwo17?? Tanya Youngmin dengan muka kecut.

Hyung.. Kwangmin hanya ingin memberikan ini untuk Youngmin hyung.. terang Kwangmin
sembari membuka mantelnya dan menunjukkan benda berlensa itu.

Kamera?? Untuk apa? Aku tidak membutuhkan ini Kwangmin.. Bantah Youngmin dengan
senyum datar.

Kwangmin ingin Youngmin hyung selalu mengingat Kwangmin.. Dibenda ini ada gambar
Kwangmin dan Youngmin hyung.. Bagus.. Kita dapat masuk didalam benda ini.. Ehehe.. Balas
Kwangmin yang dengan polosnya tersenyum dihadapan Youngmin.

Aku tidak akan melupakanmu.. Karena aku sangat tidak menyukaimu Kwangmin.. Aku iri
denganmu! Bentak Youngmin yang dengan kasar menampik kamera ditangan Kwangmin dan
membuat kamera itu jatuh dilantai, hancur.

Hyung..Lensa.. Lensanya pecah.. Ucap Kwangmin sembari merapihkan pecahan lensa yang
jatuh didepan kaki Youngmin.

Untuk apa kau membereskan itu?! Sudah pergi sana! Masuk kedalam dan lanjutkan mimpi
indahmu.. Ketus Youngmin.

Kwangmin.. Kwangmin hanya ingin saat Youngmin hyung tidak disamping Kwangmin..
Kwangmin ingin hyung tetap dapat melihat Kwangmin.. Youngmin hyung tidak akan melupakan
Kwangmin kan? Kwangmin pasti nakal.. Kwangmin nakal, nakal, nakal.. ucap Kwangmin
sembari memukul-mukul kepalanya.

Hei..!!Apa yang kau lakukan?!! Balas Youngmin yang dengan keras berusaha memegang
tangan Kwangmin untuk menghentikan tingkah laku Kwangmin.

Hyung.. Pukul Kwangmin hyung.. Kwangmin nakal.. Ucap Kwangmin dengan mengeluarkan 2
bulir air mata yang membasahi pipinya.

Ani.. Ania..Kau tidak nakal Kwangmin.. Sekarang, yakinlah kalau aku sangat menyayangimu..
Aku ingin melindungimu..Percayalah.. Jangan berfikir yang macam-macam.. Tenang dan

17Apa
masukalah.. Ucap Youngmin yang berusaha menenangkan Kwangmin dan menyentuh lembut
pipi adiknya.

Tapi.. Ini.. Ini rusak.. Balas Kwangmin, menatap tajam Youngmin yang nampak ikut tertunduk
dihadapan Kwangmin.

Gwaenchana18 Kwangmin.. Hyung akan tetap membawanya.. Terang Youngmin, mencoba


untuk mengajak berdiri Kwangmin.

Jinjja? Tanya Kwangmin yang menuruti ajakan Youngmin dan tersenyum bahagia.

Ne.. Tegas Youngmin yang masih sulit untuk tersenyum dihadapan Kwangmin.

Bolehkah Kwangmin meminta 1 permintaan hyung? Tanya Kwangmin yang berusaha berdiri
dan memberikan kamera itu.

Ne.. Balas Youngmin dengan senyum datar sembari menerima kamera.

Tanpa Youngmin ketahui, tiba-tiba saja Kwangmin memeluk Youngmin dengan eratnya.
Memeluk tubuh jenjangnya dengan senyum tulus dan kehangatan seorang adik yang akan
merindukan kakaknya.

Hyung harus kembali.. Aku ingin dipeluk hyung lagi.. Ini adalah pertama kalinya aku dapat
memeluk hyung.. Kwangmin.. Kwangmin.. Putus Kwangmin dengan isakan tangis yang
semakin menjadi.

Kwangmin.. Kau.. Youngmin.

Walaupun Youngmin sangat membenci Kwangmin, entah kenapa tanpa Youngmin sadari tangan
Youngmin tiba-tiba menyentuh kepala Kwangmin dan menunjukkan senyum tipis pertanda
ketulusan seorang kakak. Menunjukkan kasih sayang yang selama ini ia sembunyikan dan
sekarang ia perlihatkan sepenuhnya dihadapan Kwangmin.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

A.. Apa.. Apa yang aku lakukan? Ini tidak mungkin.. Mana mungkin aku
menyayanginya.. Bukankah selama ini aku membencinya? Bukankah.. Aish~ Aku ingin
mendorongnya dari pelukanku.. Tapi.. Tapi kenapa aku tidak dapat melakukannya? Rasanya
justru sebaliknya.. Aku ingin sekali memeluk dan tidak ingin melepaskannya.. Aku takut terjadi
sesuatu dengannya.. Aish~ Youngmin.. Sadarlah.. Sampai kapanpun aku akan menyembunyikan
perasaanku sebagai hyung dihadapannya.. Aku masih sulit Kwangmin.. Rasa iriku masih dalam..
Tidak semudah itu Kwangmin.. Mianhae19..

18Tidak apa-apa
-Youngmin Pov End-

Hyung.. sekarang hyung boleh pergi.. Ucap Kwangmin sembari melepaskan pelukannya dan
dengan senyum yang kemabli terukir.

Ah~ Mwo? Ne.. Ne.. Balas Youngmin yang seketika terkejut mendengar ucapan Kwangmin.

Da-da hyung!! Teriak Kwangmin sembari melambaikan tangannya seakan tdk trjadi apa-apa.

Annyeong.. Youngmin.

Youngmin pun hanya membalas lambaian tangan Kwangmin dengan senyuman tipis yang
tersirat dari paras tampannya.

*****

#Keesokan hari @didepan rumah Eun Shi#

TIINGG TINGG!!! Tepat pukul 09.00 AM, terdengar suara bel rumah Eun Shi
berdentang dengan kerasnya dan membuat Eun Shi dengan cepat membuka pintu rumah
megahnya itu.

Ne.. Nuguya?20 Ucap Eun Shi sembari membuka pintu rumah berlantai 2 itu.

Dan setelah menatap pasti siapa orang yang menekan bel rumahnya, betapa terkejutnya Eun Shi
melihat tamu yang sama sekali tidak ia fikirkan akan datang mengunjunginya.

Kwang.. Kwangmin?? Ucap Eun Shi terbata-bata.

Hai Eun Shi noona!! Teriak Kwangmin sembari menunujukkan 10 bungkus kertas lipat yang
berwarna warni, cerah.

A.. Apa ini semua Kwangmin?? Tanya Eun Shi yang membulatkan matanya.

Tanpa menjawab pertanyaan Eun Shi dengan sigap Kwangmin menerobos masuk
kedalam rumah mewah itu dan duduk di sofa merah darah yang sangat besar dan nyaman.

Ini untuk Youngmin hyung..

Tiba-tiba suara Kwangmin terdenangar setelah terbangun dari lamunan indahnya dan
memandang lekat kertas-kertas lipat itu.

19Aku minta masf

20Siapa
Maksudmu apa Kwangmin? Tanya Eun Shi kembali sembari duduk tepat disamping
Kwangmin.

Noona bisa membuat origami berbentuk burung? Balas Kwangmin dengan pertanyaan lain.

Ne.. Bisa.. Terang Eun Shi sembari tersenyum lembut, seakan tahu apa tujuan Kwangmin.

Ajari Kwangmin.. Ucap Kwangmin yang dengan sigap memalingkan tubuhnya menatap Eun
Shi.

Apakah ini untuk?? Ucap Eun Shi terputus setelah menatap mata Kwangmin yang penuh
keyakinan.

Youngmin hyung.. Kwangmin ingin memenuhi toples ini dengan lipatan origami burung..
Didalamnya akan Kwangmin tuliskan semua perasaan Kwangmin.. Setiap Kwangmin
merindukan hyung, Kwangmin akan menuliskan itu.. Terang Kwangmin lembut.

Kenapa Kwangmin memilih burung? Tanya Eun Shi lagi.

Karena burung itu bisa terbang.. Terbang tinggi.. Kwangmin ingin menjadi burung.. Punya
sayap dan terbang menemui Youngmin hyung.. Kwangmin bisa menjaga Youngmin hyung..
Tapi.. Sudah 17 tahun Kwangmin menunggu tidak ada sayap yang tumbuh dipunggung
Kwangmin.. Jadi Kwangmin berharap dengan origami burung ini, dapat menyampaikan perasaan
Kwangmin dan selalu menemani Youngmin hyung.. Kwangmin tidak ingin Youngmin hyung
ksepian.. Terang Kwangmin yang tiba-tiba saja tertunduk melihat kertas demi kertas lipat yang
berada dipangkuannya.

Apakah Kwangmin yakin Youngmin hyung menyayangi Kwangmin? Tanya Eun Shi kembali
dan dengan perlahan menggenggam lembut tangan Kwangmin.

Tentu saja! Kwangmin adalah adik Youngmin hyung.. Balas Kwangmin spontan dan kembali
menatap Eun Shi, yakin.

-Eun Shi Pov- (Berbicara di dalam hati)

Apakah benar namja dihadapanku ini adalah sorang yang menderita keterbelakangan
mental? Sepertinya mustahil.. Jawaban yang keluar dari mulutnya sangat berarti.. Setiap jawaban
yang keluar darinya membuatku teringat pada seorang namja yang telah mengisi hatiku saat ini..
Melihatya, aku dapat melihat sosoknya dihadapanku saat ini.. Perasaan rinduku menjadi
berkurang jika aku bersamaKwangmin.. Dan kepolosannya dapat membuat orang-orang
disekelilingya tertawa bahagia.. Kwangmin, suatu hari nanti kau akan merasakan kasih sayang
orang-orang yang mencintaimu.. Termasuk Youngmin.. Youngmin akan menunjukkan kasih
sayangnya yang selama ini dia pendam.. Bersabarlah.. Kwangmin..

-Eun Shi Pov End-


Kwangmin, kau adalahdongsaeng yang baik.. Suatu saat Youngmin pasti akan mengakui itu..
Ucap Eun Shi tanpa sadar.

Mwo? balas Kwangmin tak mengerti.

Ah ani.. Ayo kita buat.. Aku akan mengajarimu.. Balas Eun Shi sembari melemparkan senyum
manisnya.

Kini, mereka berdua telah bersama-sama membuat origami burung. Dan setiap kali kertas
lipat yang akan dibuat ada sebuah kalimat yang ditulis oleh Kwangmin. Tulisan itu tak lain
adalah isi perasaan rindu dari dongsaeng pada hyung yang sangat disayanginya. Semua perasaan
Kwangmin telah tertuang pada setiap origami burung. Walaupun Nampak seperti selembar kertas
yang berbentuk burung yang sangat sederhana, namun di dalam sebuah kesederhanaan itu ada
sebuah perasaan sayang yang tersembunyi.

*****

#Keesokan harinya di sebuah apartemen Youngmin di Jepang#

Pukul 08.00 AM waktu Jepang.

Youngmin pun terbangun dari tidurnya setelah 1 hari penuh melakukan perjalanan dan
mengurus transmigrasinya. Dengan matanya yang masih sayup, Youngmin berusaha berjalan dan
membuka koper demi kopernya yang dia bawa. Dengan perlahan, baju demi baju ditatanya
didalam lemari yang cukup besar. Ya~ jika dilihat dari apartemennya, tidak mungkin dapat
disangkal bahwa apartemen milik perusaan Youngmin sekarang sangat besar dan mewah. Dan
nama perusahaan itu tak lain Japan Grafik Art. Perusahaan yang cukup besar dan terkenal. Dan
melalui perusahaan itulah Youngmin mendapat beasiswa untuk bersekolah di Universitas Jepang.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Ini.,?? Kamera.. Kamera ini ternyata tidak jadi aku buang..Emmm.. Tapi.. Rasanya aku
tidak ingin membuang kamera ini.. Apa yang aku rasakan ini? Aku merindukannya.. Senyuman
dan kepolosannya.. Kwangmin.. Apa kau baik-baik saja?

-Youngmin Pov End-

*****

1,5 thn kemudian. . .

@di Gyeongi-do, South Korea rumah Kwangmin ruang tamu.

Eomma.. Eomma ayo telpon Youngmin hyung.. Kwangmin ingin bicara.. Kwangmin belum
pernah bicara dengan Youngmin hyung.. Rengek Kwangmin yang terus memegangi tangan
eomma.
Kwangmin.. Jika hyung memiliki waktu luang pasti akan menelpon kita.. Terang eomma
sembari menyentuh lembut pipi anak bungsu tercintanya.

Eomma pelit Huftt~ Kwangmin marah!! Bentak Kwangmin sembari mem-pound bibirnya.

Lucu sekali anak eomma ini.. Ucap eomma sembari tertawa kecil melihat tingkah laku
Kwangmin yang sangat manja.

Eomma.. Kwangmin sudah besar.. Balas Kwangmin yang memalingkan tubuhnya untuk tidak
menatap eomma.

Baik-baik.. Eomma akan menelpon hyung.. Tunggu sebentar.. Balas eomma yang berdiri
sembari mengacak lembut rambut Kwangmin.

+++++

Sementara itu diperusaan Japan Grafik Art, Youngmin sedang melakukan rapat
bersama manager-manager bagian lain. Ya~ walaupun masih 1,5 thn bekerja di perusahaan itu,
kini Youngmin telah diangkat menjadi manager grafik dan arsitek. Dan cukup dengan 1 thn
Youngmin mampu menyelesaikan pendidikannya dengan sempurna. Semua niainya A dan IP-
nya pun tinggi 4,2. Walaupun kini Youngmin menjadi rebutan setiap perusahaan di Jepang,
Youngmin tetap masih bmemilih Japan Grafik Art

DREETTT..

DRRRETT..

Ponsel Youngmin pun bergetar di tengah rapat yang sangat hening. Hanya ada 1 suara di
dalam ruangan itu. Dan tak lain adalah suara pimpinan perusahaan.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Aish~ Kenapa eomma menelpon sekarang? Ponselku diatas meja pula.. Otteoke21??
Semua manager menatapku.. Mata mereka membuatku takut.. Berhentilah bergetar.. Eomma
mianhae.. Aku tidak bisa menganggkatnya..

-Youngmin Pov End-

Dengan sigap, Youngmin pun mengambil ponselnya dan mematikannya.

Youngmin.. Apa ada masalah? Tanya manager lain yang terus menatap Youngmin sinis.

Ah ani.. AniaPD-nim.. Gwaenchana.. Jelas Youngmin dengan perasaan takut yang terlihat
jelas di raut mukanya.

21Bagaimana
+++++

Kwangmin.. Youngmin hyung tidak mengangkatnya.. Mungkin dia sibuk.. Terang eomma
sembari menutup telepon rumah mereka.

Uufftt~ Desah Kwangmin yang terlihat lemas mendengar ucapan eomma.

Nanti pasti hyung akan menelpon kita.. Ucap eomma yang berjalan kearah Kwangmin yang
masih terduduk di sofa.

Namun tiba-tiba. . .

Aaarrrghhh~ kepala Kwangmin.. Eomma Sakit.. Sakit eomma.. Aarrgghh~ Rintih


Kwangmin dengan memukul-mukuli kepalanya.

Kwangmin!! Kwangmin dengar eomma.. Sekarang Kwangmin tenang.. Pegang tangan eomma..
Yakin kalau rasa itu akan hilang.. Kwangmin masih bisa berjalan bukan? Sekarang Kwangmin
dan eomma ke Rumah Sakit.. Kwangmin akan baik-baik saja.. jangan menagis.. Ucap eomma
yang berusaha menenangkan Kwangmin, dengan manic nanar.

Dengan sabar, eomma pun menuntuk Kwangmin untuk menuju mobil dan membawa
Kwangmin ke Rumah Sakit.

+++++

-Sesampainya di salah 1 RS besar di Seoul-

Baru saja melangkahkan kakinya memasuki Rumah Sakit itu, Kwangmin pun langsung
dibawa ke ruang khusus dengan dokter khusus yang menangani Kwangmin. Ya~ keluar masuk
Rumah Sakit sudah merupakan rutinitas Kwangmin selama 1,5 tahun terakhir karena
penyakitnya semakin parah.

Seakan Rumah sakitadalah rumah kedua bagi Kwangmin. Dan tak heran kini banyak
dokter dan suster yang mengenali Kwangmin. Banyak dokter yang telah menyerah untuk
menangani penyakit Kwangmin. Mereka berkata tak ada harapan lagi untuk Kwangmin,
namun hanya Dokter Han yang masih berusaha keras menyembuhkan Kwangmin. Dokter Han
tidak akan membiarkan senyuman manis dari mulut mungil Kwangmin akan hilang dengan
mudahnya.

+++++

1 jam kemudian. . .

Traapp.. Trapp.. Trappp. Suara langkah kaki pun dengan cepat menghampiri eomma yang
masih berada di depan ruangan Kwangmin.
Bagaimana keadaan Kwangmin? Tanya namja paruh baya yang terdengar nafasnya masih tidak
beraturan.

Dokter belum keluar dari tadi.. Aku takut Kwangmin akan Akan Ucap eomma yang
terputus karena tidak sanggup menahan bulir-bulir air matanya sedari tadi memenuhi kantong
matanya.

Kau ini bicara apa! Kwangmin anak yang kuat.. Dia berbeda dengan anak yang lain.. Bentak
namja paruh baya itu yang tak lain adalah appa.

Ditengah-tengah pembicaraan mereka. . .

Cekleekk. . .

Suara pintu terbuka kini bersumber dari ruangan Kwangmin. Tanpa banya berfikir, appa
dan eomma pun segera menatap lekat sosok siapa yang keluar dari balik pintu menyedihkan itu.

Dokter Han.. Bagaimana.. Bagaimana keadaan Kwangmin?? Tanya eomma dengan segera
menghampiri Dokter Han.

Dia harus melakukan kemoterapi untuk mengurangi sel-sel darah putih yang kini mulai
memakan sel-sel darah merah milik Kwangmin.. Kondisi Kwangmin semakin serius dan belum
ada perkembangan dari pengobatan yang sebelumnya.. Terang Dokter Han yang sedari tadi
nampak murung mengkhawatirkan kondisi Kwangmin.

Kemoterapi? Tapi Kwangmin tidak ingin melakukan itu.. Ucap eomma yang memandang lekat
Dokter Han.

Jika melakukan kemoterapi apa kemungkinan dia akan bertahan cukup besar? Lanjut appa
sembari menyentuh lembut pundak eomma seakan memberi tanda untuk tidak termakan
amarahnya.

Perbandingan antara 20% dan 80%.. Kita bisa berhasil 20% dan gagal 80%.. Terang Dokter
Han.

20%??? Hanya 20%?? sekecil itu??! Untuk apa melakukan kemoterapi jika hanya memiliki
kemungkinan 20%??!! Itu sama saja aku membunuh Kwangmin.. Anakku!! Bentak eomma
yang sudah tak tahan ingin meluapkan seluruh amarahnya.

Jika kita tidak melakukan kemoterapi.. Maka positif, Kwangmin tidak akanada disisi kita lagi!
Jawab Dokter Han dengan nada yang cukup tinggi.

Baiklah.. Kami akan menyetujui itu.. Kemoterapi akan dijalani Kwangmin.. Sahut appa
dengan tatapan lesu mendengar perkataan dokter Han.
Appa!! Bagaimana mungkin kau mengambil keputusan sepihak!! Bentak eomma yang
menampik kasar tangan appa.

Lebih baik kita berusaha namun hasilnya tidak kita inginkan dari pada kita tidak berusaha sama
sekali.. Itu pengecut.. balas appa dengan pasti.

Baik.. Jika tuan telah menetapkan pilihan, kami akan berusaha yang terbaik.. Kemoterapi akan
dilakukan besok tepat pukul 09.00 AM.. Ucap Dokter Han yang kemudian pergi meninggalkan
appa dan eomma.

Mendengar keputusan appa, kini eomma hanya mampu tertunduk lesu dengan isakan
tangis yang semakin kencang.

Tuhan tidak tidur.. Jika kita berusaha.. Tuhan akan mengabulkan apa yang kita minta.. Ucap
appa bijak untuk menenangkan eomma. Tak ada balasan dari eomma kecuali isakan tangis yang
mulai memelan.

Kembalilah bekerja.. Aku akan menjaga Kwangmin.. Balas eomma sembari menghapus
deraian air mata yang membasahi pipi lembutnya itu.

Mendengar perkataan dari eomma, appa pun berusaha mengerti dan mencoba untuk
mendengarkan apa yang dikatakannya. Yakni untuk pergi.

+++++

Setelah mencoba untuk menenangkan diri, eomma pun memberanikan diri untuk bertemu
dengan Kwangmin. Mencoba mengukir senyuman diatas batinya yang kini telah hancur tanpa
sisa.

Eomma.. Ucap Kwangmin yang kini sudah terbangun.

Ne.. Balas eomma dengan senyuman lembut dan berjalan kearah ranjang Kwangmin.

Kenapa eomma lama sekali datang kesini? Kwangmin takut.. Ucap Kwangmin kembali dengan
nada manja.

Mianhae.. Kwangmin jangan takut.. masih ada eomma, appa, dan Youngmin hyung yang
menemani Kwangmin.. Hibur eomma sembari menggenggam lembut salah 1 tangan mungil
milik Kwangmin.

Jinja? Eomma.. Emm jangan bergerak.. Eomma harus diam dan tersenyum.. Kwangmin ingin
memandangi eommalaaamaa sekali.. Terang Kwangmin yang mulai menatap lekat eomma.
Wae?22 Kwangmin bisa melihat eomma setiap hari., Sepuas Kwangmin.. Balas eomma yang
terlihat bingung mendengar ucapan Kwangmin.

Kwangmin tidak ingin jika suatu saat nanti Kwangmin pergi jauh.. Eemm mungkin Kwangmin
akan melupakan wajah eomma.. Kwangmin ingin melihat senyuman eomma.. Eomma.. Ayo
tersenyum. Kenapa tidak tersenyum?? Tanya Kwangmin, manja.

Kwangmin.. Ne.. Eomma akan tersenyum untuk Kwangmin..

Dengan menahan air matanya, eomma pun berusaha tersenyum, walaupun di dalam batinnya
menangis. Mungkin kini hanya tersisa senyuman palsu dari eomma untuk membahagiakan
Kwangmin. Senyuman, tawa, canda, dan kepolosan Kwangmin lebih bearti untuk wanita paruh
baya itu.

Namun tiba-tiba. . .

DRRETT..

DREETT..

Getaran ponsel eomma yang berada tepat didalam tas purple miliknya kini dengan keras
bergetar dan memecahkan suara hening disaat itu. Dengan segera eomma pun menekan layar
ponselnya.

Eomma.. Sapa Youngmin.

Ne.. Balas eomma singkat.

Mianhae..Tadi Youngmin ada rapat dan tidak bisa mengangkat telepon dari eomma.. Terang
Youngmin.

Ne.. Gwaenchana.. Jawab eomma, datar.

Eomma.. Eomma ada masalah?? Tanya Youngmin dengan nada cemas.

Youngmin.. Kwangmin masuk Rumah Sakit lagi.. Setelah eomma menelponmu.. Kwangmin..
Kwangmin tiba-tiba merintih kesakitan.. Terang eomma dengan nada seakan sudah tak sanggup
menahan tangisannya.

Lalu.. Apakah Kwangmin baik-baik saja sekarang?? Tanya Youngmin yang berusaha meredam
rasa cemasnya.

Kwangmin harus menjalani kemoterapi.. Terang eomma yang kini telah meneteskan 1 bulir air
murni dari kedua matanya.

22Kenapa
Kemo?? Ucap Youngmin yang terkejut mendengar perkataan eomma.

Namun ditengah pembicaraan telepon mereka. . .

Eomma!!Apa itu Youngmin hyung? Teriak Kwangmin yang berusaha untuk duduk ditempat
tidurnya.

Ne.. Balas eomma.

Kwangmin boleh bicara dengan Youngmin hyung?? Tanya Kwangmin lagi.

Mendengar suara Kwangmin, eomma pun melanjutkan pembicaraannya dengan


Youngmin.

Kau dengar sendiri kan Youngmin? Kwangmin ingin bicara denganmu.. Terang eomma,
berbisik.

Ini belum saatnya eomma.. Balas Yooungmin dengan nada datar.

Tapi, Kwangmin akan menjalani kemoterapi besok..Dan walaupun melakukan kemoterapi


hanya ada kemungkinan sebesar 20% untuk kesembuhannya.. Apa kau tidak ingin memberikan
semangat untuknya?? Eomma mohon.. Bicaralah sebentar.. Sapalah dia.. Pintaeomma dengan
nada melemah.

Ne.. Baiklah eomma.. Aku akan mencoba.. Hanya menyapa.. Ucap Youngmin.

Mendengar jawaban dari Youngmin, dengan segera mungkin eomma menyerahkan ponsel
birunya pada Kwangmin.

Kwangmin Hai.. Sapa Youngmin, ragu.

Hyung.. Ini hyung?? Hyungbogoshipo23.. Balas Kwangmin yang Nampak senang.

N.. Ne.. Nado.. Jawab Youngmin yang terlihat bingung ingin menjawab apa.

Hyung.. Tadi kata Dokter Han.. Eemm~ besok Kwangmin akan melakukan kemoterapi.. Kata
Dokter Han itu tidak menyakitkan.. Tapi Kwangmin takut.. Setiap kali melewati ruang
kemoterapi, Kwangmin selalu mendengar orang-orang menjerit.. Apa mereka semua disiksa
diruangan itu hyung? Nanti kalau Kwangmin masuk ruang itu.. Siapa yang akan menemani
Kwangmin? Kwangmin takut hyung.. Terang Kwangmin dengan nada cemas dan manja.

Kwangmin.. Emm~ hyung akan menelponmu besok.. Hyung janji.. ucap Youngmin pasti.

23Aku meridukanmu
Janji? Hyung janji akan menelepon Kwangmin?? Yeee~ Kwangmin besok tidak akan sendiri..
Youngmin hyung akan menemani Kwangmin.., Ucap Kwangmin bahagia dan seakan
melupakan rasa sakitnya yang saat ini dia rasakan.

Mendengar suara Kwangmin yang terlihat sangat senang, Youngmin pun hanya dapat
meneteskan air matanya sembari menahan isakan tangis yang ingin sekali ia luapkan.

Kwangmin.. Berikan ponsel itu.. Eomma ingin bicara sebentar dengan hyung.. Pinta eomma
dengan lembut.

Tanpa banyak perlawanan, Kwangmin pun menyerahkan ponselnya.

Youngmin.. Apa kau masih disana?? Tanya eomma singkat.

Eomma.. Balas Youngmin yang kini suaranya terdengar parau karena isakan tangisnya.

Youngmin.. Jangan seperti ini.. Kau adalah hyung untuk Kwangmin.. Kau tidak boleh
menangis.. Ucap eomma yang berusaha menenangkan Youngmin.

Eomma.. Youngmin.. Youngmin akan menutup ponsel Youngmin.. Annyeong.. Tutup


Youngmin dengan segera, karena tidak ingin eomma mendengar seorang Youngmin yang lemah.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Ini.. sebenarnya apa yang aku rasakan?? Aku.. Aku menangis.. Apa aku mulai
menyayanginya? Ani..!! Ini mustahil.. Pasti ini karena rasa kasihanku.. Jo Youngmin.. Sadarlah..
Ini.. Kau seorang namja.. Kau tidak pantas menangis.. ini menyebalkan!!

-Youngmin Pov End-

*****

#Keesokan harinya 08.45 AM#

Eomma.. Kenapa Youngminhyung belum menelpon Kwangmin?? Tanya Kwangmin yang


sedari tadi cemas melihat jam dinding di ruangannya.

Nanti Kwangmin.. Pasti Youngmin hyung akan menelponmu.. Bersabarlah.. Ucap eomma
untuk menenangkan Kwangmin.

Lalu.. Dimana appa?? Tanya Kwangmin.

Appatidak bisa menemani Kwangmin.. Appa sedang keluar kota untuk bekerja.. Eomma akan
menemani Kwangmin.. Jelas eomma sembari menyentuh lembut rambut coklat tua anak
bungsunya.

Kwangmin.. Ayo ke ruangan kemoterapi.. Ini sudah waktunya..


Dengan nada lembut seorang suster kini memasuki ruangan Kwangmin. Ya~ sekarang
adalah waktu untuk Kwangmin berjuang bertahan hidup melawan penyakit yang terus
menggerogoti tubuhnya.

Eomma.. Kwangmin takut.. Kwangmin tidak ingin.. Bawa Kwangmin pergi eomma.. Rengek
Kwangmin mengenggam erat tangan eomma.

Kwangmin.. Kwangmin tidak boleh takut.. Kwangmin anak yang kuat.. Ucap eomma sembari
perlahan melepaskan genggaman Kwangmin.

Eomma.. Eomma!!! Teriak Kwangmin dari kursi rodanya yang kini perlahan meninggalkan
eomma sendiri di ruangan itu.

Eomma pun hanya dapat meluncurkan bulir-bulir mutiara dari kedua matanya ketika
melihat anak bungsu yang sangat ia cintai pergi meninggalkannya.

Kini.. tidak ada orang yang bbisa membantu Kwangmin untuk membagi rasa sakit yang
harus ia alami. Hanya dirinya sendirilah yang dapat berjuang dan melawan penyakitnya.

Suster.. tolong nanti jika ada yang menelpon tolong berikan pada Kwangmin saat kemoterapi..
Itu dari seseorang yang telah Kwangmin tunggu.. Youngmin.. Bolehkan? Ini untuk memberi
semangat.. Cegah eomma pada suster lain yang akan keluar dari ruangan itu. (Ruangan pasien
Kwangmin)

Ne.. Tentu saja.. Balas suster dengan nada lembut.

+++++

-didalam ruangan kemoterapi-

Kwangmin.. Jangan takut.. Rileks dan santai.. Kalau kau takut ini akan terasa menyakitkan..
Terang Dokter Han sembari menyiapkan alat-alat yang diperlukan. Terutama 3 jarun suntik yang
cukup besar.

Kwangmin.. Miringkan tubuhmu kesebelah kiri.. Berbaringlah dengan nyaman.. Tekuk kedua
kakimu.. lalu peluklah kedua kakimu dengan kedua tanganmu dan tundukanlah kepalamu
sedalam mungkin (posisi meringkuk).. Terang suster sembari dengan sabar mengarahkan
Kwangmin.

Baiklan Kwangmin.. Aku akan mulai menusukan jarum suntik yang pertama tepat di
punggungmu.. Ucap Dokter Han yang kini sudah siap dengan jarum suntiknya.

Kwangmin pun hanya memberi jawaban dengan anggukan kepala. Pertanda dia telah siap
menjalani kemoterapi.

Dan. . .
Aaaaaa!!!!! Teriakan Kwangmin pun kini mulai memenuhi seisi ruangan itu.

Perlahan.. Jarum suntik besar itu memasukkan tetes demi tetes cairan kimia untuk
leukemia kedalam tubuh Kwangmin. Kini jarum suntik yang memiliki panjang 12 cm dan
diameter 1,5 cm telah selesai memasukkan cairan berwarna biru kedalam tubuh Kwangmin.
Walaupun menahan rasa sakit yang teramat sangat, Kwangmnin tidak dapat lari dari ruangan itu
dan harus tetap menyelesaikian kemoterapinya. Masih ada 2 jarum suntik lagi yang menanti
untuk memasukkan cairan biru kedalam tubuh Kwangmin. Namun tiba-tiba. . .

DREETT..

DREETT..

Suster pun melihat ponsel yang diberikan eomma Kwangmin padanya. Youngmin
itulah nama yang tertera dilayar ponsel. Dengan segera suster pun menekan layar ponsel dan
meloudspeaker agar Kwangmin dapat mendengarnya.

Kwangmin.. Sapa Youngmin untuk memulai pembicaraan.

Hyung.. arghh~ Rintih Kwangmin.

apa sesakit itu Kwangmin? Tanya Youngmin yang bingung harus berkata apa.

Kata eomma ini tidak sakit.. Hanya mirip digigit semut yang besar.. Terang Kwangmin yang
berusaha menahan rasa sakitnya.

Eemm~ Kwangmin.. Ucap Youngmin.

Namun tiba-tiba. . .

aaaaarrggghhhh~~~!!!!!!!!!! Teriak Kwangmin yang sudah tak tahan lagi dengan rasa
sakitnya.

Mendengar teriakan Kwangmin, dengan cepat suster mengambil ponsel yang ada pada
genggaman Kwangmin dan mematikan ponsel itu segera.

Kepanikan pun sontak terjadi diruangan kemoterapi yang ditempati Kwangmin. Saat ini
Kwangmin berusaha untuk pergi meninggalkan ruangan itu. Ruangan yang seperti neraka
untuknya. Kwangmin harus merasakan betapa tajamnya jarum suntik dengan waktu rutin untuk
membantunya agar dapat tetap menatap dunia.

Suster tolong pegang tanganya.. Ucap dokter sembari menyuntikan cairan terakhir.

Ne.. Dokter bibirnya berdarah.. Balas suster yang kewalahan menghadapi Kwangmin.

Cepat bersihkan darahnya lalu beri antiseptic.. Sahut dokter, sedikit panic.
Mendengar perintak dokter, suster pun segera melakukannya.

Namun. . .

Dokter.. Kwangmin tetap menggigit bibir bawahnya.. Dia tidak mau membuka mulutnya..
Terang suster yang berusaha memmberikan atiseptik ke bibir Kwangmin.

Ini pasti karena dia kesakitan.. Cepat ambil gulungan perban yang ukuran sedang dan suruh
Kwangmin menggigit itu.. perintah dokter.

Dengan cepat suster pun mengambil gulungan perban di atas meja tepat disamping kiri
Kwangmin. Suster pun perlahan memaksa Kwangmin untuk membuka mulutnya dan meminta
Kwangmin menggigit gulungan perban itu. Peluh yang kini menetes telah membasahi kening dan
pipi Kwangmin. Rambut coklat tuanya telah basah akibat peluh yang membasahi mahkota
halusnya itu. Gulungan perban putih telah berubah menjadi merah segar akibat darah yang terus
mengalir dari bibir Kwangmin.

*****

-3 jam kemudian ruangan pasien Kwangmin-

Eomma pun perlahan mencoba untuk memasuki ruangan Kwangmin dan menjenguk
Kwangmin.

Eomma.. Ucap Kwangmin pelan ketika melihat eomma memasuki ruangannya.

Kwangmin.. Apa tadi rasanya menyakitkan? Tanya eomma sembari berjalan mendekati
Kwangmin.

Ani.. Kata eomma itu seperti digigit semut besar.. Terang Kwangmin lemah dan kini terlihat
pucat.

Ne.. Eomma bilang seperti itu.. Ucap eomma sembari tersenyum tipis.

Eomma.. boleh ambilkan sisir yang ada dimeja disamping kanan Kwangmin?Sepertinya rambut
Kwangmin berantakan.. hehe.. Pinta Kwangmin yang tersenyum pahit.

Ini.. Ucap eomma sembari menyerahkan sisir yang diminta Kwangmin.

Dengan perlahan, eomma pun membantu Kwangmin duduk di atas ranjangnya, bersandar
pada bantal lembut dibelakangnya. Dengan menahan sakit dipunggungnya Kwangmin pun telah
terduduk dan menyisir mahkota lembutnya secara perlahan. Namun ketika menyisir. . .

Eomma.. Ini.. Ini kan rambut Kwangmin.. Kenapa.. Kenapa banyak sekali yang ada disisir ini?
Apa Kwangmin sudah tua eomma? Tanya Kwangmin dengan polos dan menggambil
segenggam rambut yang rontok disisir.
Eemm~ani.. Kwangmin belum tua.. Itu tidak apa-apa.. Terang eomma sembari mengenggam
lembut salah 1 tangan Kwangmin mata nanar.

Jinjja?Eomma.. Kwangmin takut.. Ucap Kwangmin yang menatap lekat eomma.

Waeyo?24 Tanya eomma yang kali ini menyentuh lebut pipi kanan Kwangmin.

Kwangmin takut tidak bisa bertemu Youngmin hyung.. Kwangmin takut tahun kemarin adalah
tahun terakhir bertemu hyung.. Dan Kwangmin takut nanti jika bertemu Youngmin hyung..
Hyung tidak akan mengenali Kwangmin.. terang Kwangmin dengan mata nanar.

Kenapa hyung tidak mengenali Kwangmin? Kwangmin dongsaeng yang terbaik untuk hyung..
Hibur eomma yang kini telah meluncurkan 2 bulir air murni miliknya.

Tadi Dokter Han bilang kalau rambut Kwangmin akan rontok. Dan itu bearti Kwangmin bukan
Kwangmin lagi.. Kwangmin yang menjadi dongsaeng Youngmin hyungitu punya rambut
dikepalanya.. Tapi nanti Kwangmin tidak akan punya rambut.. Bearti Kwangmin bukan
dongsaeng Youngmin hyung lagi.. Terang Kwangmin yang kali ini menteskan air matanya.

Kwangmin.. Kwangmin tidak boleh berfikiran seperti itu..Seperti apapun Kwangmin..


Perubahan apa pun yang terjadi pada Kwangmin.. Kwangmin tetap dongsaeng hyung..
Kwangmin tidak akan berubah menjadi Kwangmin lain.. Eomma, appa, dan hyung akan
menyayangi Kwangmin.. Apa pun perubahan yang nanti Kwangmin alami.. Karena Kwangmin
adalah malaikat kecil milikeomma, appa, dan hyung.. Balas eomma sembari memberikan
pelukan lembut dan hangat seorang eomma dengan penuh curahan kasih sayang.

Janji? Ucap Kwangmin.

Ne.. Eomma janji.. Balas eomma.

Jangan biarkan Kwangmin sendiri lagi eomma.. Kwangmin takut sendiri.. Sahut Kwangmin
yang semakin erat mendekap pelukan eomma dan menangis dipundak eomma.

*****

-1,5 thn kemudian (tepat 3 thn Youngmin di Jepang)-

Kini perkiraan Dokter Han telah salah besar. Tidak ada yang bisa melawan takdir Tuhan.
Saat ini 3 tahun telah berlalu, dokter yang mengira Kwangmin hanya dapat bertahan selama 5
bulan ternyata berbeda dengan kenyataannya. 3 tahun berlalu dan Kwangmin masih dapat
menatap dunia walaupun kini selama 1 minggu sekali Kwangmin harus melakukan kemoterapi
yang sangat menyakitkan. Perubahan besar pun sudah terjadi pada Kwangmin. Mahkota indah

24Kenapa
yang menutupi kepalanya kini telah hilang. Hanya sebuah topi biru yang kini selalu menutupi
kepalanya.

Dan tepat pada hari ini, 12 Maret 2013 Youngmin telah sampai di Seoul karena telah
selesai menjalani kontrak dengan perusahaan Jepang selama 3 tahun. Kini Youngmin telah
sampai di bandara Incheon dan melakukan perjalanan pulang kesebuah rumah penuh kenangan
yaitu di daerah Gyeonggi-do.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Seoul.. Tidak berubah ternyata.. Masih sama seperti 3 tahun lalu.. Bahkan lebih indah..
Dan.. Kwangmin.. Apa yang harus aku lakukan saat bertemu denganmu? Aku belum bisa
menunjukkan kasih sayangku sebagai seorang hyung.. Aku tidak bisa menahan amarahku saat
melihatmu dihadapanku.. Kwangmin..

-Youngmin Pov End-

+++++

-di rumah Youngmin dan Kwangmin. Tepat pukul 11.00 AM-

Mendengar saat ini Youngmin telah menuju ke rumah, appa, eomma, dan Kwangmin pun
membuat kejutan kecil untuk menyambut Youngmin. Cake, balon warna warni di langit-langit
putih sebuah rumah sederhana itu kini telah terpasang rapi dan cantik. Tak lupa Kwangmin telah
menyiapkan sebuah hadiah yang akan membuat Youngmin menangis. Menangis bahagia.

Kini persiapan telah selesai.. Ruang tamu kini telah disulap menjadi suasana pesta kecil
yang cantik. Sembari menunggu kedatangan Youngkin, appa, dan eomma memilih untuk
bersembunyi dibelakan sofa untuk mengejutkan anak sulung kesayangannya. Sedangkan
Kwangmin memilih untuk berdiri di depan pintu dengan membawa cake yang telah disiapkan.
Kwangmin ingin ketika Youngmin membuka pintu, yang pertama dilihat Youngmin adalah
dirinya.

+++++

10 menit kemudian. . .

KLEEKK. . .

Seuara pintu pun terdengar terbuka. Semburat-semburat sinar mentari siang kini mulai
memasukki rumah sederhana itu melalui pintu. Perlahan terlihat seorang namja tinggi
memasukki rumah sederhana itu. Seberkas sinar dari mentari luar pun menutupi paras
tampannya. Namun tak lama, paras tampannya pun terlihat jelas dihadapan Kwangmin.
Kejutan!!! Teriak Kwangmin yang diikuti appa dan eomma.

Kwangmin? Appa? Eomma? apa-apaan ini?? Tanya Youngmin yang nampak bingung melihat
suasana rumahnya.

Ini untuk menyambut kedatanganmu Youngmin.. Terang appa sembari menepuk penuh arti
pundak Youngmin.

Kau memang membanggakan Youngmin.. Eomma bangga.. Lanjut eomma sembari


menggenggam lembut kedua tangan Youngmin.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Bangga?? Jinjja??Apakah baru sekarang eomma dan appa bangga padaku?? Setelah aku
sukses?? Lalu dulu itu apa?? Kalian tidak menyayangiku apa adanya.. Kalian menyayangiku
karena sebuah syarat.

-Youngmin Pov End-

Ne.. Jawab Youngmin yang tersenyum tipis dan melepaskan genggaman eomma.

Dan.. Ini untuk hyung.. Ucap Kwangmin sembari menyodorkan cake yang dibawanya.

Kwang.. Kwangmin.. Kenapa.. Kenapa kau jadi seperti ini rambutmu?? Kenapa pipimu menjadi
tirus?? Ucap Youngmin yang terkejut melihat kondisi Kwangmin.

Kata eomma rambutku akan tumbuh lagi.. Dan nanti aku akan gemuk lagi seperti dulu..
Youngmin hyung tunggu saja.. Terang Kwangmin yang tersenyum polos.

Kwangmin.. Katanya kau punya hadiah untuk hyung? Mana? Sini eomma bawakan cake itu..
Ucap eomma yang berusaha untuk memutus pembicaraan mereka.

Ne.. Itu disana.. Dimeja.. Ini eomma cake-nya.. Ucap Kwangmin sembari memberikan cake-
nya.

Dengan cepat, Kwangmin pun berlari kearah meja tamu yang tak jauh untuk mengambil
hadiah yang telah ia buat 3 tahun lalu.

Ta-da!! Ini untuk hyung.. Ucap Kwangmin sembari memberikan 1 toples kaca besar yang
berisikan burung origami.

Apa ini? Tanya Youngmin sembari menerima hadiah itu.

Itu burung kertas.. Kwangmin ingin jika suatu saat Kwangmin pergi.. Youngmin hyung tidak
sendiri.. Masih ada burung-burung itu.. Kwangmin ingin burung-burung itu menjaga hyung..
Kwangmin akan terbang bebas seperti burung itu dan selalu disisi hyung.. Burung-burung itu
mewakili perasaan Kwangmin.. Terang Kwangmin yang tersenyum manis layaknya melaikat
kecil.

Ne.. Jawab Youngmin datar.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Inikan cuma burung kertas.. Dasar anak kecil.. dia terlalu berkhayal.. Mana mungkin..
Apa yang harus aku lakukan dengan sampah-sampah ini? Ya~ mungkin aku akan menyimpannya
diantara barang-barang yang sudah tidak aku perlukan.. Menerimanya hanya untuk membuatnya
senang saja..

-Youngmin Pov End-

Hyung suka? Tanya Kwangmin yang menatap lekat Youngmin.

An.. Eh emm.. Ne.. Ne suka.. Ucap Youngmin yang hampir saja keceplosan.

Hehe.. Oh iya hyung.. Kemarin Eun Shi noona bilang dia ingin pergi ke Paris.. terang
Kwangmin singkat.

Kapan? Tanya Youngmin yang seketika memandang lekat Kwangmin.

Pukul 12.00 AM nanti.. Jawab Kwangmin polos.

Mwo?!!Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Aish~~ Kwangmin!! Kau!!! Argh~!!! Pabo!!
Bentak Youngmin.

Hyung.. Kwangmin tidak tau.. Balas Kwangmin dengan muka memelas.

Aish~!! Terserah!! Bentak Youngmin yang segera berlari keluar rumah untuk menemui Eun
Shi.

Youngmin!! Kau mau kemana? Hadiah itu!! teriak appa saat Youngmin akan melangkahkan
kaki keluar dari pintu rumahnya.

Sontak, ketika mendengar teriakan appa, Youngmin pun berhenti didepan pintu
rumahnya.

Aku tidak butuh sampah ini!! Ucap Youngmin ketus menatap Kwangmin.

Dan.. PPYAARR!!!Toples kaca yang berisikan burung kertas itu pun dijatuhkan
Youngmin tepat dihadapan Kwangmin. Toples itu pun hancur berkeping-keping. Burung-burung
kertas itu pun berjatuhan tepat dibawah kaki Youngmin. Tanpa memperdulikan perasaan
Kwangmin, Youngmin pun pergi begitu saja dan bahkan menginjak salah 1 burung lipat yang
terjatuh tepat dibawahnya.

Eomma.. Ucap Kwangmin yang nampak tak dapat berkata apa-apa ketika melihat sikap
Youngmin.

Kwangmin.. Hyung tidak bermaksud seperti itu.. Ayo kita masuk..Ucap eomma sembari
menggandeng Kwangmin masuk ke ruang keluarga.

Appa, eomma, dan Kwangmin pun memutuskan untuk menunggu Youngmin di ruang
keluarga. Bahkan cake yang sudah disiapkan pun sama sekali belum tersentuh tangan. Mereka
menunggu Youngmin untuk menikmati cake itu bersama. Bersama keluarga kecil mereka.

*****

#2 jam kemudian. . .

DRETTT..

DRETTT..

Getaran ponsel diiringi instrument lembut Run With Me kembali memecahkan suasana
hening Appa, eomma, danKwangmin.

Nuguya?25 Tanya eomma mengawali pembicaraan.

Benar ini keluarga Youngmin? Tanya balik seorang yeoja26 muda.

Ne..Tapi Youngmin sedang keluar.. Terang eomma dengan suara berhati-hati.

Maaf.. Kami pihak Rumah Sakit ingin memberitahukan, Youngmin mengalami.. Putus yeoja
itu yang tak lain adalah perawat salah 1 Rumah Sakit di Gyeonggi-do.

Youngmin?? Youngmin kenapa?? Cepat bicara yang jelas!! Bentak eomma yang mulai panic.

Youngmin mengalami kecelakaan.. Mobilnya menabrak pembatas jalan.. Terang perawat itu
singkat.

Mwo?!! Ania!!Itu tidak mungkin.. Bagaimana bisa Youngmin.. Tidak mungkin.. Balas eomma
dengan mata nanar seakan tak percaya.

25Siapa (bahasa yang lebih formal)

26Perempuan atau wanita


Kami tidak mungkin salah menghubungi anda.. Sekarang Youngmin telah dibawa ke Seoul
untuk mendapatkan penangnan yang lebih baik..Tepatnya di Rumah Sakit Internasional Seoul..
Jelas perawat itu.

Tanpa mengucapkan 1 patah kata pun, eomma menutup ponselnya dengan tangan gemetar dan
tak percaya dengan berita yang ia dengar.

Eomma.. Kenapa?? Ucap Kwangmin sembari mendekati eomma yang duduk disamping
kanannya.

PYAARRR..Ponsel eomma pun kini terlepas dari genggamannya dan jatuh tepat diatas
lantai putih itu.

Kita harus pergi sekarang.. Ucap appa yang sedari tadi telah mendengarkan pembicaraan
eomma dan perawat itu.

Untuk apa kita pergi? Youngmin akan pulang sendiri.. Dia sudah dewasa bukan? Balas eomma
dengan tatapan kosong memandang arah pintu masuk rumahnya. Berharap Youngmin membuka
pintu itu dan hadir ditengah mereka.

Youngmin yang menunggu kita.. Kita temani dia.. Jangan biarkan dia sendiri.. Jelas appa yang
dengan sabar dan perlahan memeluk eomma untuk menenangkannya.

Appa.. Eomma kenapa?? Eomma sakit?? Youngmin hyung nanti akan pulangkan appa? Tanya
Kwangmin dengan tatapan polos.

Kwangmin.. Sini.. Ayo dengan appa.. Ucap appa yang memberikan isyarat untuk mendekat.

Appa.. Kenapa eomma menagis?? Tanya Kwangmin setelah menyandarkan kepalanya pada
bahu appa yang sangat hangat.

Gwaenchana.. Youngmin akan baik-baik saja.. Ucap appa dengan mata nanar.

Suasana ceria dalam keluarga itu pun seketika berubah menjadi tangis dan sesal. Apa
yang harus dilakukan jika hidup tanpa Youngmin? Apa yang harus eomma dan appa katakan
pada Kwangmin jika ia melihat kondisi Youngmin? Sejenak, mereka berusaha menenangkan diri
sebelum menemui Youngmin. Dan setelah mereka tenang dan memberi pengertian pada
Kwangmin, mereka pun bergegas untuk menemani Youngmin.

*****

@Depan ruang ICU RS Internasional Seoul.

Hyung.. Hyung ada didalam ya eomma? Kenapa hyung didalam? Hyung tidak mau keluar
menemui Kwangmin? Tanya Kwangmin sembari menyentuh penuh makna pintu ICU. Berharap
suatu keajaiban dapat membuka mata Youngmin kembali.
Kwangmin.. Ayo duduk.. Kita tunggu Youngmin hyung.. Hyung sedang berjuang.. Terang
eomma sembari menuntun Kwangmin duduk.

CEKLEEKKK.. . .

Suara pintu terdengar sayup dari ruangan ICU. Seorang berjubah putih yang gagah pun
keluar dan menghampiri mereka. Seorang yang tidak lagi asing untuk mereka.

Dokter Han.. Otteoke?? Tanya appa dengan cepat mendekati Dokter Han.

Pecahan kaca mobil depan masuk kedalam matanya.. Terang Dokter Han dengan nada lesu.

Lalu?? Sahut eomma yang seketika berdiri terkejut mendengar keterangan Dokter Han.

Jeongmal mianhae27.. Mulai detik ini dan seterusnya.. Youngmin hanya dapat melihat 1 warna..
Hitam.. Jelas Dokter Han.

Apa tidak ada cara untuk.. Putus appa.

Ada.. Harus ada seorang yang bersedia mendonorkan 2 bola matanya untuk Youngmin.. Jelas
Dokter Han yang entah kenapa sorot matanya tertuju pada salah 1 orang.

Pabo.. Ucap eomma tanpa sadar.

Mianhae.. Balas Dokter Han yang dengan cepat meninggalkan appa dan eomma.

Perlahan, ruang tunggu ICU itu pun menjadi sunyi. Hanya luncuran air mata murni yang
membasahi pipi mereka. Tak 1 patah kata pun yang terucap untuk menggambarkan perasaan
mereka.

Namun. . .

Aaarrgghh!!! Sakit!!

Teriakan seorang namja dari dalam ruang ICU pun mengejutkan appa, eomma, dan
Kwangmin dari lamunan mereka. Dan dengan cepat mereka membuka pintu yang membatasi
mereka.

Youngmin.. Kenapa?? Apa yang sakit?? ucap eomma yang panic melihat Youngmin.

mata.. mata Youngmin.. Arghh!!! Rintih Youngmin.

Rasa sakit yang dirasakan kedua bola matanya terasa sangat menyiksa untuk Youngmin.
Kedua tangannya tak henti-hentinya ingin melepas perban yang menutupi matanya. Cucuran

27Aku benar-benar minta maaf


tetesan air merah meluncur indah membasahi pipinya. Meninggalkan jejak merah cerah diatas
kulit putih susu Youngmin.

Apa ini?? Air apa ini?? Eomma ini air apa?? Kenapa.. Kenapa mata Youngmin?!! Arghhh~!!!
Sakit.,!! Rintih Youngmin yang merasakan ada air yang aneh membasahi pipinya.

Youngmin tenanglah.. Jangan membukanya.. Sebentar lagiDokter Han akan memeriksamu..


Bertahanlah.. Ucap eomma menggenggam erat kedua tangan youngmin.

Hyung.. Hyung kenapa?? Ucap Kwangmin sembari mendekat kearah ranjang Youngmin.

Apa yang kau lakukan disini?!! Bentak Youngmin yang mencari-cari sumber suara Kwangmin.

Hyung.. Kwangmin disini.. Kwangmin disamping kanan hyung..Bukan disana.. Ucap


Kwangmin polos dan menyentuh lembut tangan Youngmin.

Singkirkan tanganmu dari tanganku!! Aku tidak mau kau menyentuh tubuhku!! teriak
Youngmin.

Hyu.. Hyung.. Ucap Kwangmin yang dengan segera melepaskan sentuhan lembut tangannya.

Youngmin!! Bentak appa dengan nada yang cukup tinggi.

Appa??Apa ituappa??Ya.. Appa dan eomma selalu membela Kwangmin..Hanya Kwangmin,


Kwangmin, dan Kwangmin.. Youngmin selalu menjadi yang kedua.. Apa pernah sekali saja
kalian mengerti perasaan Youngmin? Youngmin iripada Kwangmin.. Mendapatkan perhatian
yang lebih.. Kondisi seperti ini pun Youngmin masih dibentak.. Mungkin jika Youngmin pergi
kalian tidak perlu membagi perhatian kalian.. Ucap Youngmin dengan minitihkan air matanya
yang sudah tercampur darah segar miliknya.

Kwangmin yang akan pergi dulu hyung.. Ucap Kwangmin yang sedari tadi memandang lekat
Youngmin.

Pergi!! Pergi!! Tinggalkan aku disini sendiri!! Argh!!! Teriak Youngmin sembari melempar
bantal lembut yang menjadi sandarannya sedari tadi.

Mendengar teriakan Youngmin, dengan cepat Dokter Han pun masuk ke ruangan
Youngmin dan meminta eomma, appa, dan Kwangmin keluar meninggalakan ruangan.

Youngmin tenanglah.. Suster buka perban dimatanya.. Ganti dengan yang baru.. Bersihkan
darah ditangan dan pipinya.. Cek infuse dan beri obat penenang.. Perintah dokter yang berusaha
memegang tangan Youngmin.

Dengan segera 2 suster yang menemani dokter Han pun melaksanakan perintah Dokter
Han. Dengan perlahan salah 1 suster pun membuka perban yang menutupi mata Youngmin.
Aarrgghh~!!! SAKIT.,!! SAKIT.,!!! Rintih Youngmin yang semakin keras.

Dokter darah dimatanya banyak sekali.. Youngmin tidak berhenti bergerak.. Keluh salah 1
suster saat membuka perban dimata Youngmin.

Youngmin tenanglah.. Jika kau bergerak ini akan semakin sakit.. Pinta dokter.

Argghh!!! Rintih Younngmin kembali.

Peluh yang menetes dan meluncur tepat dimata Youngmin semakin menambah rasa perih
dan sakit yang dia rasaikan. Perban putih yang membalut lembut kedua matanya kini telah
berubah menjadi merah pekat. Perban kering yang dibalutkan menjadi basah akibat air darah.

Dokter apa hanya ini yang bisa aku lihat?? Tanya Youngmin yang mulai tenang dan menahan
rasa sakitnya.

Kita berdoa ini tidak.. Balas dokter sembari membantu suster memasangkan perbannya.

Jadi benar.. Ucap Youngmin yang mulai menitihkan air matanya.

Youngmin.. Jangan menyerah.. Tuhan memiliki rencana dibalik ini semua.. Jangan menangis..
Nanti matamu akan terasa sakit lagi.. Balas Dokter Han dan dengan sigap menghapus air mata
merah yang meluncur melewati pipi Youngmin.

Arghh!!! Rasa sakit ini tidak seberapa jika hasilnya aku tidak dapat melihat sebuah cahaya..
Terang Youngmin yang kedua tangannya mulai mencengkram erat selimut, pertanda rasa
sakitnya yang mulai muncul.

Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya.. ada hikmah disetiap
peristiwa yang kita alami.. Balas Dokter Han yang mengisyaratkan suster untuk menyuntikan
obar pereda rasa sakit pada infuse Youngmin.

*****

-Keesekoan harinya, tepat pukul 09.00 AM-

Tepat didepan salah 1 ruang VIP nomor 192 @Rumah Sakit Internasional Seoul, terlihat
seorang namja yang tengah duduk untuk menunggu seseorang.

Kwangmin.. Ucap salah 1 yeoja.

Suara lembut seorang yeoja pun menyadarkan Kwangmin dari lamunannya. Lingkaran
mata yang nampak berada dibawah manic coklat Kwangmin pun menandakan dia tidak tidur
semalam.
Eemm~ Gumam Kwangmin, menatap yeoja itu.

Apa Youngmin baik-baik saja? Tanya Eun Shi sembari duduk disamping Kwangmin.

Kwangmin pun hanya menjawab pertanyaan Eun Shi dengan gelengan kepala. Pertanda
kondisi Youngmin tidak sebaik dulu.

Kwangmin.. Boleh aku bercerita sesuatu? Tanya Eun Shi yang menatap lekat Kwangmin.

Em ne.. Kwangmin.

Sebenarnya.. Sebelum kejadian kecelakaan.. Youngmin. . . .

>FLASH BACK<

Eun Shi!! Eun Shi!! Teriak Youngmin yang telah sampai didepan pintu rumah Eun Shi.

Suara teriakan dan ketukkan pintu yang keras membuat Eun Shi akhirnya memutuskan
untuk membuka pintu. Perlahan. . .

Eun Shi.. Ucap Youngmin ketika melihat Eun Shi dihadapannya.

Dengan cepat Youngmin pun memeluk Eun Shi erat. Suara debar jantung Youngmin pun
dapat dirasakan Eun Shi dengan jelas. Hembusan nafas Youngmin seakan menjadi melodi lembut
yang melintas ditelinga Eun Shi. Dekapan hangat seorang namja tampan membuat Eun Shi tak
ingin melepaskannya. Detik tiap detik kini tak ingin ia sia-siakan. Namun. . .

Youngmin.. Apa yang kau lakukan?! Ucap Eun Shi sembari melepaskan pelukan Youngmin,
kasar.

Eun Shi.. Ini benar kau? Kau tidak akan pergi meninggalkan aku bukan? Tanya Youngmin
sembari memegang erat kedua tangan Eun Shi.

Youngmin.. Ucap Eun Shi dengan lekat memandang Youngmin.

Berjanji padaku kau tidak akan pergi.. Balas Youngmin dengan mata nanar.

Tapi.. Sahut Eun Shi.

Berjanjilah Eun Shi.. Youngmin.

Dengan lembut, Youngmin pun melepaskan genggaman tangannya dan menyentuh


lembut pipi Eun Shi. Memaksa Eun Shi untuk menatapnya dalam-dalam dan mendekatkan wajah
Eun Shi pada paras tampannya. Kini mereka pun saling menatap. Tak ada perlawanan yang
dilakukan mereka. Hidung mereka telah saling menyentuh, pertanda kini sudah tidak ada jarak
diantara mereka.
Saat ini, sorotan mata Youngmin tidak dapat beralih dari bibir merah muda milik Eun Shi.
Perlahan.. Youngmin pun terus memaksa Eun Shi untuk terus mendekat. Mendekat lebih dan
lebih. Suara nafas mereka pun saling beradu. Debar jantung mereka rasakan semakin tidak
menentu. Hingga akhirnya.. CUPP.. Sebuah kecupan berhasil Youngmin daratkan tepat di bibir
merah muda itu.

Kecupan hangat bibir Youngmin kini sangat melekat. Tatapan mata Youngmin tetap
memandang tajam sosok yeoja cantik dihadapannya yang kini tengah memejamkan matanya.
Kehangatan kecupan Youngmin, hembusan nafas Youngmin, debar jantung Youngmin, semua itu
dapat Eun Shi rasakan saat ini. Sampai akhirnya. . .

Youngmin.. Hentikan!! Ucap Eun Shi.

Namun entah kenapa, Eun Shi pun menyudahi kejadian itu dan mendorong Youngmin
agar dapat mengakhiri semua itu.

Mwo??Apa aku salah? Tanya Youngmin dengan nada yang lumayan tinggi.

Ne..Kau salah Youngmin.. Balas Eun Shi.

Apa maksudmu? Tanya Youngmin yang menatap lekat Eun Shi.

Aku akan pergi ke Paris nanti bersana namja itu.. Terang Eun Shi sembari menunjuk namja
yang sedari tadi memperhatikan kejadian itu dan hanya dapat menunggu di ruang tamu.

Siapa dia? Tanya Youngmin yang berusaha untuk menatap namja itu.

Tunanganku.. Aku akan meningkah di Paris.. Terang Eun Shi dengan nada yang cukup lemah.

Mwo!!Ini pasti tidak mungkin.. Bukankah.. Bukankah kita saling mengungkapkan perasaan
kita? Bukankah kau mencintaiku Eun Shi?!!Bentak Youngmin yang menatap lekat Eun Shi.

Hanya sebuah ucapan.. Tidak ada ikatan.. Untuk apa semua itu? Tidak ada hubungan diantara
kita.. Dan aku juga telah melupakan ucapan itu bersamaan dengan perasaanku saat itu.. Balas
Eun Shi dengan ketus dan mata nanar.

Semudah itu kah?? Kau tahu.. Selama 3 tahun aku di Jepang aku selalu mencintaimu.. Aku
selalu memfikirkanmu.. Berharap kau tetap menungguku.. Tapi ternyata.. Itu semua sia-sia..
Jelas Youngmin dengan mata nanar.

Apa aku mengatakan aku akan menunggumu? Ketus Eun Shi.

Eun Shi.. Gumawo!


Dengan ucapan itu, Youngmin pun memutuskan untuk pergi dari rumah Eun Shi. Dengan
hati hancur, Youngmin pun berusaha mengendarai mobilnya. Fikiran Youngmin pun tak tau harus
bagaimana.

Youngmin!!!! Teriak Eun Shi yang berusaha berlari untuk mengejar Youngmin.

Namun, semua itu sia-sia untuk Eun Shi. Dengan cepat Youngmin menghilang dari
hadapannya. Secepat Eun Shi menghancurkan perasaan Youngmin.

-Eun Shi Pov- (Berbicara di dalam hati)

Youngmin.. Mianhae.. Aku berharap kau mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku..
Aku tak pantas untukmu Youngmin.. Kecupan tadi adalah hadiah terakhir dariku.. Semoga kau
dapat melupakanku..

-Eun Shi Pov End-

>FLASH BACK END<

. . . dan 2 jam kemudian aku mendengar kecelakaan itu dari temanku yang bekerja di Rumah
Sakit ini.. Terang Eun Shi yang sudah nampak tak dapat membendung air matanya.

Jadi.. Ini semua karena Eun Shi noona?? Noona jahat!! Noona kejam!! Kenapa noona
melakukan itu?!! Noona harus membangunkan hyung!! Noona pergi!!Noona mau pergi kan?
Pergi sekarang!! Youngmin hyung sakit karena noona.. Pergi!! Bentak Kwangmin, menampik
kasar tangan Eun Shi.

Kwangmin.. Jangan seperti ini.. Aku berada disini karena Youngmin.. Aku tidak akan pergi
sebelum Youngmin sembuh.. Dengarkan penjelasanku.. Paksa Eun Shi sembari berusaha
memegang tangan Kwangmin.

Kwangmin benci noona!! Noona jahat!! Noona lebih jahat dari pada nenek sihir!!! Teriak
Kwangmin yang diiringi dengan bulir air mata yang membasahi pipi manisnya.

Jika Youngmin.. Jika Youngmin tidak bisa melihat cahaya indah di dunia ini.. Aku akan
menolongnya.. Karena kondisiku.. Aku sudah tidak bisa tertolong.. Ucap Eun Shi, memandang
kosong kearah pintu ruangan Youngmin.

Setelah menarik nafas dan memberanikan diri, Eun Shi pun melanjutkan
pembicaraannya.

Kwangmin.. Aku penderita kanker otak stadium akhir.. Setiap hari aku harus meminum obat-
obat yang cukup banyak.. Jika aku menjalani operasi.. Kemungkinan aku melihat dunia ini lagi
hanya 20%.. Namja yang bersamaku bukanlah namja biasa.. Dia dokter muda spesialis kanker
otak.. Dia yang akan menolongku.. Dan.. Putus Eun Shi yang kini nampak menahan sakit
dikepalanya.

Noona.. Noona baik-baik saja?? Kwangmin tidak tau noona sakit.. Apa sakit noona parah?
Tanya Kwangmin polos dan kini mulai mendekat dan menyentuh bahu Eun Shi.

Gwaenchana Kwangmin.. Balas Eun Shi dengan senyum pucat yang terukir.

Noona.. - Kwangmin

Kwangmin.. Aku boleh masuk menemui Youngmin sebentar? Mungkin ini kesempatanku yang
terakhir.. Pinta Eun Shi yang menatap lekat Kwangmin untuk meyakinkan Kwangmin.

Em ne.. Kwangmin.

Perlahan, Eun Shi pun berdiri dari temapt duduknya dan berjalan memasuki ruangan
Youngmin. Pengelihatannya mulai buram Darah segar terus mengalir dari hidungnya.. Bibir
merah mudanya kini telah berubah menjadi putih lekat. Dan KLEEKK..

Nuguya? Tanya Youngmin ketika mendengar suara pintu terbuka.

Youngmin.. Ucap Eun Shi yang berjalan tertatih kearah Youngmin yang duduk di ranjang.

Siapa kau?? Aku tidak asing dengan suaramu.. Balas Youngmin yang nampak mencari-cari
dimana arah sumber suara itu.

Aku disini Youngmin.. Ucap Eun Shi yang memegang tangan Youngmin dan menyentuhkan
tangan Youngmin pada pipinya.

Ka.. Kau.. Youngmin.

Dengan cepat Youngmin pun melepaskan genggeman tangan Eun Shi dan memalingkan
badannya kearah jendela disebalah kanannya.

Youngmin.. Eun Shi.

Untuk apa kau kemari!! Ketus Youngmin.

Youngmin dengarkan penjelasanku.. Ucap Eun Shi dengan mata nanar.

Apa kau senang melihatku seperti ini hah?! 3 tahun.. 3 tahun aku menunggu untuk bertemu
denganmu.. Tapi apa yang aku lihat.. Namja lain akan menjadi pendampingmu.. Apa itu caramu
memberi hadiah untukku? Itu hadiah yang sangat membuatku terkejut.. Ketus Youngmin.

Bulir demi bulir air mata kini menetes lembut diantara kedua pipi Youngmin. Menahan
rasa sakit di dalam hati ketika mengingat kejadian itu. Hatinya hancur.. Bahkan sekarang lebih
hancur karena mendengar seorang yang telah menyakiti hatinya berada disini.
Youngmin.. Lupakan aku.. Lupakan semua kenangan tentangku.. Ucap Eun Shi yang kini
sudah tidak dapat membendung air matanya.

Aku sudah melupakanmu.. Ucap Youngmin datar.

Baguslah.. Balas Eun Shi yang tersenyum tipis.

Pabo!!Kau pabo Eun Shi!! Kau pabo telah meninggalkanku.. Teriak Youngmin yang
memalingkan badannya kemabali kearah Eun Shi.

Ne.. Pabo..Itu benar Youngmin.. Balas Eun Shi yang menatap lekat Youngmin.

Hanya itu yang kau katakan? Tanya Youngmin.

Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir.. Tambah Eun Shi singkat.

Geurae!!!28Pergilah.. Pergilah dengan namja itu..Semoga kau bahagia!! Ucap Youngmin


dengan nada yang cukup tinggi.

Tiba-tiba. . .

Aarghh.. Arghh..Rintih Eun Shi yang nampak memegangi kepalanya erat-erat.

Eun.. Eun Shi.. Kau kenapa? Kau kenapa? Apa.. Apa yang terjadi?? Ucap Youngmin sembari
mencari dimana Eun Shi berada.

Youngmin.. Mungkin yang kau katakan benar.. Aku akan pergi sekarang.. Ucap Eun Shi yang
menggenggam erat tangan Youngmin.

Melalui genggaman tangan Eun Shi, Youngmin dapat merasakan rasa sakit yang teramat sangat
yang kini dirasakan Eun Shi. Perlahan tanpa disadari Youngmin, hatinya luluh dan berganti
ketakutan. Takut saat ini Eun Shi akan pergi. Dan tangan lembut Youngmin akhirnya
memberikan sambutan hangat bercampur rasa gelisah yang memenuhi lubuk hatinya.

Youngmin.. Mianhae.. Mianhae Youngmin.. Jeongmal mianhae.. Jeongmal mianhae.. Eun


Shi.

Kau bicara apa Eun Shi..Kau bicara apa hah?? ucap Youngmin dengan tangisan yang semakin
kuat.

Jangan menagis.. Jangan menangis Youngmin.. Balas Eun Shi yang menghapus air mata
Youngmin.

Kini.. Perlahan Youngmin menarik lembut tangan Eun Shi dan akhirnya memeluknya
erat-erat. Mengijinkan cinta pertamanya bersandar dengan manis dalam dekapan hangatnya.
28Benar
kenapa pelukanmu berbeda? Tanya Eun Shi dengan menutup matanya untuk merasakan
pelukan Youngmin.

Apa kau masih mencitntaiku? Tanya Youngmin yang semakin erat memeluk Eun Shi.

Dingin.. Pelukanmu dingin Youngmin.. Ucap Eun Shi yang berusaha mengalihkan
pembicaraan.

Eun Shi.. Jawablah.. Jebal.. Pinta Youngmin.

Youngmin.. Kau benar.. Aku sangat mencintaimu.. Sebenarnya.. Namja itu adalah seorang
dokter.. Dan aku lah pasiennya.. Aku penderita kanker otak stadium akhir.. Terang Eun Shi
yang kini nampak tegar mengatakan itu semua.

Seakan telah mengetahui keadaan Eun Shi yang sebenarnya, Youngmin hanya dapat
meluapkan seluruh perasaannya dengan tangis saat ini. Tak ada kata yang dapat diucapakan
Youngmin. Rahangnya bergetar menahan semua tangisnya. Isakkan yang tertahan telah berhasil
membuat hati Youngmin semakin terasa sakit.

Hei.. Kenapa kau menagis lagi Youngmin? Tanya Eun Shi yang berusaha tertawa kecil didalam
kesakitannya.

Jangan tinggalkan aku.. balas Youngmin.

Jika ini saat terakhirku.. Aku akan sangat bahagia.. Karena aku pergi dalam pelukan seseorang
yang sangat aku cintai.. Cinta pertamaku.. Suasana disini juga sangat tenang.. Langit yang
mendung, pelangi yang bersembunyi.. Bahkan burung yang berkicau setiap pagi saat ini tidak
berkicau.. Hanya kau dan aku.. Youngmin.. Ucap Eun Shi yang semakin lemah dan lemah.

Eun Shi.. Balas Youngmin yang hanya dapat menjadi pendengar sejati.

Aku lelah.. Arggh.. Rasa sakit ini membuatku sangat lelah.. Sakit sekali.. Sangat sakit.. Ucap
Eun Shi yang kini bersandar di pundak Youngmin.

Eun Shi.. Walaupun aku tidak dapat melihat.. Tapi aku mohon.. Jangan pejamkan matamu..
Bangunlah Eun Shi.. Bukankah kau sudah berjanji? Jebal.. Ijinkan aku melihat senyummu lagi..
Eun Shi.. Balas Youngmin.

Eun Shi.. Kenapa kau hanya diam?? Eun Shi.. Eun Shi!!! Eun Shi bangun.. Jangan pergi Eun
Shi.. Kau masih ingat janji kita kan? Kita akan bertemu lagi ditaman itu bukan? Kita akan
bertemu disana saat musim gugur nanti.. Ini belum musim gugur Eun Shi.. Bangunlah.. Bangun
Eun Shi!! Cha Eun Shi!!! ucap Youngmin yang semakin keras menangis.

Rintik-rintik hujan yang turun saat ini menjadi pengiring Eun Shi pergi.. Pergi
meninggalkan semua kenangan indah bersama Youngmin. Senyum manis Eun Shi kini luntur
bersamaan dengan air hujan yang terus mengguyur Seoul. Dengan memejamkan mata
selamanya, rasa sakit yang selalu muncul mulai saat ini tidak akan terasa lagi. Semua rencana
indah bersama Eun Shi, kini harus dikubur dalam-dalam. Hanya sebuah kenangan yang dapat
mengingatkan Youngmin akan cinta pertamanya itu. Pergi dalam dekapan hangat orang yang
sangat ia cintai, menjadi pilihan terakhir jalan hidup Eun Shi.

*****

-3 hari kemudian @Rumah Sakit Internasional Seoul-

KLEKK. . .

Suara pintu ruangan Youngmin pun terbuka, seorang berbaju putih datang dan
menghampiri Youngmin.

Youngmin.. Ada kabar baik untukmu.. Makanlah.. Bujuk Dokter Han yang mengambil
makanan diatas meja dan diantarkan pada Youngmin yang tengah duduk di kursi roda
menghadap jendela.

Ya, sejak ditinggal pergi selamanya oleh Eun Shi, kini Youngmin menjadi pemurung.
Tidak ingin berbicara, makan, atau pun minum. Bahkan, Youngmin yang dulu sering memarahi
Kwangmin tidak ada lagi. Hanya ada tangis yang selalu mengiringi setiap harinya. Penyesalan
seusai pemakaman Eun Shi sangat terasa untuk Youngmin. Sendiri disini tanpa keceriaan Eun
Shi membuat Youngmin semakin dingin. Entah apa yang akan terjadi pada dirinya jika kejadian
lebih buruk menimpa Youngmin.

Apa aku bisa bertemu Eun Shi? Balas Youngmin dengan raut muka datar.

Ania., Jawab Dokter Han yang duduk dipinggir jendela, menatap Youngmin.

Kalau begitu itu bukan kabar baik.. Sahut Youngmin yang hanya mampu mendengar suara
tanpa dapat melihatnya.

Ada yang akan mendonorkan mata untukmu.. Terang Dokter Han dengan senyum lega
menatap Youngmin.

Percuma.. Ucap Youngmin dengan ekspresi sama datar.

Apa yang percuma? Ini belum terlambat Youngmin.. Kau harus menjaga kesehatanmu untuk
operasi besok.. Makanlah.., Bujuk Dokter Han dengan menepuk lembut pundak Youngmin.

Menyingkir dariku.. Ucap Youngmin yang menampik kasar tangan Dokter Han.
Baiklah.. Aku akan menaruh makanan ini dimeja samping ranjangmu.. Jangan melamun didekat
jendela.. Sebentar lagi musim gugur.. Anginnya sangat kencang.. Tidak baik untukmu.. Terang
Dokter Han yang berjalan meninggalakan Youngmin.

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Untuk apa aku makan? Untuk apa aku hidup? Dunia yang aku lihat hanya gelap.. Dan
orang yang aku sukai pergi meninggalkan aku sendiri di dunia yang kejam ini.. Semua cita-
citaku menjadi seorang arsitek terkenal telah hilang.. Bahkan aku sudah lupa wajahku ini seperti
apa.. ini menyedihkan..

-Youngmin Pov End-

*****

-Keesokan hari. . .

@didalam ruang operasi Rumah Sakit Internasional Seoul.

DRAAKK. . . .

Serentak lampu operasi menyala dengan terang dan menyorot kearah muka Youngmin.
Selang oksigen, alat pendeteksi jantung, dan selang infuse telah terpasang rapi di tubuh
Youngmin. Obat bius pun telah disuntikkan untuk menghilangkan rasa sakit. Rencananya operasi
yang dapat dikatan operasi besar ini akan berjalan selama 4 jam.

+++++

-4 jam kemudian-

Lampu merah diatas pintu operasi pun mati. Pertanda operasi telah selesai. Kini,
Youngmin dan pendonor matanya pun keluar, perlahan menuju kamar mereka masing-masing.
Dengan mata yang masih terbalut perban, Youngmin pun tetap terlelap dalam mimpi indahnya.

Dokter.. Bagaimana keadaan Youngmin? Tanya eomma yang langsung menghampiri dokter
Han.

Operasinya berjalan lancar.. Jawab Dokter Han dengan senyum lega.

Benarkah?Lalu kapan perbannya dapat dibuka? Tanya appa yang menatap lekat dokter Han.

Jika perkembangannya baik.. besok Youngmin dusah dapat melihat.. Terang Dokter Han yang
dilanjutkan dengan meninggalakn appa dan eomma.
Sontak, raut murung yang terus menghiasi keluarga kecil itu bberapa hari ini berubah
menjadi tawa bahagia saat mendengar ucapan dari Dokter Han.

*****

-keesokan harinya. . .

@diruagan pasien Kwangmin.

Uhuk uhuk.. Eomma.. uhuk.. Ucap Kwangmin yang terbatuk lemah dengan memejamkan
matanya.

Namun nihil. Tidak ada jawaban sama sekali dari appa dan eomma. Hanya terdengar
isakan tangis Kwangmin di ruangan itu. Rasa sakit yang semakin hari semakin bertambah
membuat Kwangmin harus terbaring lemah di ranjang itu. Raut putus asa pun tak dapat
disembunyikan Kwangmin.

+++++

@Ruangan pasien Youngmin.

Apa bisa dibuka sekarang dokter? Tanya eomma yang menatap lekat dokter.

Ne.. Balas Dokter Han yang dengan segera membuka perban Youngmin, perlahan.

Lapis demi lapis perban yang membalut kedua bola mata Youngmin secara rapi itu pun
kini telah terbuka.

Youngmin.. Sekarang buka perlahan matamu.. Jangan kau paksa jika tidak bisa..
perintahDokter Han yang sedari tadi menatap kedua mata Youngmin.

Perlahan. . . Youngmin pun berusaha membuka matanya. Dengan menahan rasa perih
seusai operasi, Youngmin tetap membuka matanya. Dan sampai akhirnya. . .

Youngmin.. Apa kau bisa melihat appa?? Appa didepanmu.. Ucap appa sembari menatap lekat
Youngmin.

Tak ada jawaban dari Youngmin. Hanya ada raut datar yang mengukir di paras
tampannya. Pertanda operasi ini gagal.

Jeongmal mianhae.. Operasinya gagal.. Ucap Dokter Han yang menatap appa dan eomma.

Angan-angan penuh harapan, kini harus dibuang jauh-jauh oleh appa, eomma, dan
Youngmin saat mendengar pernjelasan dari Dokter Han. Semua harapan itu pupus saat Youngmin
membuka matanya. Raut ceria dan penuh harap kini berubah menjadi suram dan hancur. Hanya
bulir air mata yang dikeluarkan eomma dan appa untuk mengiringi suasana itu. Akan tetapi. . .
Eomma.. Ucap Youngmin sembari menunjuk kearah eomma.

Yo.. Youngmin.. Benar.. Benar ini eomma.. Balas eomma yang langsung memeluk Youngmin.

Appa? Ucap Youngmin yang memandang kearah appa.

Ne.. Ne..Ini appa.. Dokter.. Apa ini artinya?? Ucap appa yang tersenyum bahagia menatap
Youngmin.

Benar.. Youngmin dapat melihat dunia ini lagi.. Operasinya berhasil.. Jelas Dokter Han yang
tertawa puas.

Siapa yang memberikan matanya untukku? Tanya Youngmin menatap Dokter Han.

Eemm.. Itu.. Sahut eomma yang langsung melepaskan pelukannya.

Dia ada diruangan VIP nomor 195.. Jelas appa yang nada suaranya berubah menjadi datar.

Aku akan menemuinya.. Ucap Youngmin sembari berusaha turun dari ranjangnya.

Tapi Youngmin kau belum sembuh.. Cegah eomma dengan memegang erat tangan Youngmin.

Eomma.. Ucap Youngmin.

Melihat tatapan mata Youngmin yang sangat tajam, eomma pun tidak dapat menahan
Youngmin lebih lama dari ini. Dengan berhalan sebisa mungkin, Youngmin menuju ruangan
yang telah disebutkan appa. Youngmin sama sekali tidak ingin siapapun membantunya dalam hal
ini. Youngmin tidak ingin orang lain melihat dirinya yang lemah.

+++++

@Di depan pintu ruang pasien VIP nomor 195

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Ini kamarnya? Tapi.. Kenapa tidak ada nama pasien yang menggantung di gagang pintu
ini? Apa ini pasien rahasia? Ini aneh..

-Youngmin Pov End-

Perlahan, langkah kaki Youngmin pun memasuki ruangan itu. Dengan hati-hati,
Youngmin melihat kearah namja yang tengah tertidur di ranjang. Dan . . .

-Youngmin Pov- (Berbicara di dalam hati)

Di Dia.. Untuk.. Untuk apa dia berada disini? Ini tidak mungkin.. Ini mustahil.. Jadi..
Mata ini.. Mata ini adalah matanya? Ini.. Dia..
-Youngmin Pov End-

Dengan mata nanar, Youngmin melangkahkan kakinya pelan-pelan untuk mendekati


orang yang sangat ia kenal.

Nuguseyo? Ucap namja itu yang terbangun dari tempat tidurnya.

Paboya!! Balas Youngmin yang menghentikan langkahnya.

Nu.. nuguseyo?? Tanya namja itu yang berusaha duduk diatas ranjangnya.

Kau bodoh!!! Teriak Youngmin yang kini tepat berhadapan dengan namja itu.

Hyu.. Hyung?Ucap namja itu terbata-bata yang tak lain adalah Kwangmin.

Pabo..Kenapa.. Kenapa Kwangmin kau lakukan ini?! Tanya Youngmin dengan mata nanar.

Karena hyung lebih membutuhkannya.. Hehe.. Balas Kwangmin dengan senyum manisnya.

Kenapa kau selalu membuatku menjadi kakak yang tidak berguna?!! Aku.. Aku membencimu
Kwangmin!! Bentak Youngmin yang kali ini sudah tidak dapat membendung air matanya.

Hyung?? Hyung marah?? Apa yang Kwangmin lakukan salah hyung? Apa mata Kwangmin itu
jelek hyung?? Hyung tidak suka dengan mata Kwangmin? Tanya Kwangmin yang tidak
mengetahui apa maksud sebenarnya dari Youngmin.

Pabo!!Kau dongsaeng pabo!! Aku benci saat aku melihat perban itu menutupi matamu.. Itu
membuatmu semakin bodoh!! Bentak Youngmin yang menatap Kwangmin.

Eemm.. Iya.. Perban ini sangat mengganggu Kwangmin.. Tapi kata dokter perban ini harus
tetap dipasang.. Jika tidak orang-orang akan takut melihat mata Kwangmin.. Jelas Kwangmin
sembari memegang-megang perban dimatanya.

Kwangmin.. Kau... Youngmin.

Namun tiba-tiba. . .

Aarrghhh!! uhuk uhuk uhuk.. batuk Kwangmin yang semakin parah.

Kwangmin.. Kwangmin kau kenapa?? Tanya Youngmin yang langsung mendekati Kwangmin.

Kepala Kwangmin sakit.. Terang Kwangmin yang nampak mengeluarkan air matanya pertanda
rasa sakitnya sudah tak sanggup ia tahan.

Da.. Darah.. Kwangmin.. Hidungmu.. Mulutmu.. Kenapa banyak darah yang keluar? Dokter!!
Dokter Han!! Teriak Youngmin yang panic melihat keadaan Kwangmin.

Dengan cepat Dokter Han pun sampai dan langsung menangani Kwangmin.
Youngmin kau keluar dulu.. Perintah Dokter Han sembari memeriksa semua alat yang
menempel pada tubuh Kwangmin.

Ani.. Hyung.. Jangan pergi.. Kwangmin takut sendirian.. Ucap Kwangmin yang langsung
menggenggam erat tangan Youngmin.

Tapi Kwangmin.. Ucap Youngmin menatap Kwangmin.

Jangan tinggalakan Kwangmin sendiri hyung.. Jebal.. Jebal hyung.. Ucap Kwangmin dengan
mengeluarkan bulir air matanya dan tetap menggenggam erat salah 1 tangan Youngmin.

Baiklan.. Kau disini saja Youngmin.. Temani Kwangmin.. Terang Dokter Han yang memeriksa
kondisi detak jantung Kwangmin.

Uhukk uhukk.. Arghh.. Sakit.. Sakitt.. Uhuk uhukk.. Rintih Kwangmin yang mengeluarkan
cairan merah pekat dari batuknya itu.

Dokter.. Kwangmin mulai batuk darah.. Hidungnya tidak berhenti mengeluarkan darah juga..
Ucap salah 1 suster yang dengan sigap mengusap darah segar yang ada disekitar mulur dan
hidung Kwangmin.

Cepat.. Cepat ambil suntikan dan isi dengan cairan yang biasa untuknya! Perintah Dokter Han

Ne.. Balas suster dan segera melaksanakan perintah.

Dan tak lama kemudian. . .

Ini dok.. ucap suster sembari menyerahkan suntikan berisi cairan warna biru itu.

Gumawo. Ucap dokter sembari menerimanya.

Perlahan, dokter Han pun menyuntikan cairan biru itu tepat disalah 1 tangan Kwangmin.
Sudah tidak ditanyakan lagi Setiap jarum suntik yang masuk menembus kulit putih Kwangmin
selalu menyiksa Kwangmin. Dengan rintihan dan tangisan kesakitan, Kwangmin tidak dapat
menolak semua itu. Genggaman tangan Kwangmin yang sedari tadi menggenggam erat
Youngmin kini semakin erat dan erat. Pertanda semakin bertambah rasa sakit yang Kwangmin
rasakan.

Aarrgghh~!!!! Sakit!!!! Hentikan!!!! Kwangmin sakit!!!!! Rintih Kwangmin.

Kwangmin bertahanlah.. Ucap Dokter Han yang masih memasukkan cairan biru itu.

Dokter Han.. Jangan terlalu sakit.. Kwangmin.. Kwangmin merasa kesakitan.. Bisakah kau
kurangi itu? Tanya Youngmin yang memandang lekat Kwangmin dengan mata nanar.

Aaaaa!!!! Uhukk uhukk uhukk..Sakit.. Sakitt Rintih Kwangmin yang semakin keras.
Namun. . .

Dokter.. Dokter Han.. Hentikan.. Sepertinya tubuh Kwangmin menolak cairan itu.. Lihatlah..
Kwangmin mengeluarkan cairan itu lagi dari betuknya.. Warnanya biru.. Terang suster yang
mulai panic melihat kondisi Kwangmin.

Saat ini, ruangan VIP 195 itu menjadi riuh.. Semua orang panic mengangani Kwangmin.
Appa dan eomma pun nampak cemas saat mendengar teriakan demi teriakan Kwangmin, namun
mereka hanya dapat menunggu Kwangmin di luar ruangan Kwangmin. Tak hentinya Kwangmin
merintih kesakitan dan itu semakin membuat panic dan takut.

Uhukk.. Uhukk.. Batuk Kwangmin yang semakin parah.

Tak lama kemudian, Kwangmin pun memuntahkan semua cairan biru itu. Baju pasien
yang berwarna putih susu yang kini ia kenakan telah berubah mejadi warna biru gelap. Bibir
mungilnya yang sedari tadi nampak pucat kini semakin pucat. Kondisinya semakin lemah dan
lemah. Bahkan genggaman tangannya pun kini semakin melemah. Hanya mampu berbaring tak
berdaya diatas ranjang ditemani alat-alat yang sangat banyak melekat ditubuhnya. Kwangmin
pun hanya dapat pasrah dengan apa yang akan dilakukan dokter Han untuk menyelamatkannya.
Berapa jarum suntik lagi yang harus dirasakan Kwangmin? Kini Kwangmin tidak peduli itu.
Rasa sakitnya telah membuat seluruh tenaganya habis.

Kwangmin.. Kwangmin.. Bicaralah.. Jangan diam seperti ini.. Hei.. Ucap Dokter Han.

Dokter.. Tinggalkan Kwangmin sendiri., Kwangmin uuhhhh.. Kwangmin ingin bersama


hyung.. Ucap Kwangmin yang kini semakin perlahan suaranya terdengar.

Baiklah kalau itu yang kau inginkan..

Dokter Han dan suster pun mengikuti keingan Kwangmin tanpa banyak bertanya. Saat
ini.. diruangan yang cukup luas dan dingin itu hanya terdapat Youngmin dan Kwangmin.
Sepasang kakak dan adik yang nampak saling terdiam. Youngmin hanya mampu memandang
Kwangmin dengan mata nanar. Perlahan tapi pasti, genggaman Kwangmin yang Youngmin
rasakan semakin melemah. Dan seakan bisa terlepas dari Youngmin kapan saja.

Kwangmin.. Genggam tanganku lagi.. Genggam yang kuat.. Pinta Youngmin yang berada
disamping kanan Kwangmin dan menatap lekat Kwangmin.

Hyung..Apa hyung bahagia memiliki adik seperti Kwangmin? Tanya Kwangmin dengan
senyum tipis diraut mukanya yang semakin memucat.

Apa yang kau bicarakan Kwangmin?? Balas Youngmin dengan menyentuh lembut pipi
Kwangmin.

Hehe.. Senyum Kwangmin yang masih sempat terukir di saat terakhirnya.


Kenapa.. Kenapa kau masih bisa tersenyum Kwangmin? Ucap Youngmin yang sudah tidak
dapat menyembunyikan tangisannya dihadapan Kwangmin.

Hyung.. Jangan menangis.. Rasa sakit yang Kwangmin rasakan akan hilang.. Jadi hyung jangan
menangis.. Terang Kwangmin yang tetap dengan senyum manisnya.

Kwangmin.. Ucap Youngmin.

Hyung.. Kwangmin boleh tidur dipangkuan hyung? Kwangmin sangat lelah dan mengantuk..
Tapi Kwangmin senang.. Dan hyung juga harus senang karena Kwangmin tidak akan merasakan
sakit lagi.. Pinta Kwangmin.

Tentu.. Tentu Kwangmin.. Balas Youngmin yang perlahan membantu Kwangmin meletakkan
kepalanya di pangkuan Youngmin untuk tidur.

Nyaman.. Sangat hangat.. Tidur dipangkuan hyung sangat nyaman.. Apa ini yang dimaksud Eun
Shi noona? Kwangmin akan merasakan kasih sayang hyung suatu saat nanti.. Dan mungkin ini
adalah hari itu.. Ucap Kwangmin yang mulai tertidur dan melemahkan suaranya.

Kwangmin.. Ucap Youngmin sembari membelai lembut kepala Kwangmnin yang saat ini tepat
dipangkuannya.

Hyung.. Jeongmal mianhae.. Mianhaeyo.. Kwangmin tidak bisa bersama hyung lagi.. Tapi
Kwangmin senang hyung dapat melihat dengan mata Kwangmin.. Itu bearti Kwangmin dan
hyung akan tetap bersama.. Hyung tidak boleh sedih..Karena nanti Kwangmin akan berubah
menjadi burung yang sangat indah.. Kwangmin juga akan bersama dengan hyung..Kemana pun
hyung pergi.. Kwangmin akan pergi ke tempat yang indah.. Nanti, apapun yang ada disana
Kwangmin akan menceritakannya pada Youngmin hyung.. Kwangmin janji.. ucap Kwangmin
dengan senyum bahagia.

Ne.. Mata Kwangmin akan hyung jaga dengan baik.., Kwangmin harus janji tidak akan
meninggalkan hyung sendiri.. Dan,hyung juga membawa 2 burung yang Kwangmin berikan
untuk hyung (burung origami) saat operasi tadi.. Lihatlah.. Sentuh burung ini., Ini benar burung
yang Kwangmin buatkan untuk hyungbukan? Ucap Youngmin sembari mengeluarkan burung
origami itu.

Burung biru ini adalah kau.. Dan burung merah ini adalah hyung.. Lanjut Youngmin yang tetap
memandang lekat Kwangmin.

Benar, ini burung itu.. Jawab Kwangmin lemah.

Ini adalah sepasang burung.. Jika salah 1 pergi, maka burung yang 1 lagi akan sedih.. Burung
ini seperti hyung dan Kwangmin bukan? Balas Youngmin yang lagi-lagi mengeluarkan bulir air
matanya.
Buka burung itu hyung.. Pinta Kwangmin dengan berusaha bmenahan rasa sakitnya.

Perlahan, Youngmin pun membukanya sesuai dengan permintaan Kwangmin. Didalam


burung origami berwarna biru itu bertuliskan Kwangmin berharap.. hyung dapat menyayangi
Kwangmin suatu hari nanti ^_^ dan burung origami kedua berwarna merah itu bertuliskan
Saranghamnida29 hyung.. bogoshipo ^_^saat membaca kalimat-kalimat itu, Youngmin hanya
mampu menangis, menyesali semua perbuatannya dulu.

Kwangmin.. Hyung juga punya hadiah untukmu.. Kau masih ingat kamera yang kau berikan
saat hyung akan berangkat ke Jepang 3 tahun lalu? Kamera itu rusak, tapi sekarang kamera itu
baik-baik saja.. Hyung telah memperbaikinya untukmu.. Kwangmin.. Kau bilang kau ingin
berfoto bersama hyung saat hyung pulang dan menggunakan kamera itu bukan?? Hyung sudah
pulang Kwangmin.. Nanti saat awal musim gugur, kita berfoto ditaman kota.. Kita bermain daun-
daun yang berguguran disana.. Hari itu.. Hari itu hyung akan membuat Kwangmin bahagia.. Kau
menyukai itu bukan? Ah ani, jangan hari itu.. hari itu terlalu lama..Sekarang.. Ayo kita berfoto
Kwangmin.. Hyung sudah pulang.. Hyung ada disini..Hyung menyimpan kamera itu untuk
Kwangmin.. Ucap Youngmin yang memalingkan pengelihatannya kearah atap untuk menahan
bulir air matanya agar tidak jatuh lagi.

Namun.. Apa balasan Kwangmin? Tidak ada jawab sama sekali dari mulut mungil Kwangmin..
Ruangan itu pun menjadi sunyi. Youngmin pun hanya terdiam dan memeluk erat dongsaeng-nya.
Seakan tau apa yang telah terjadi saat ini.

Hyung.. Hyung sangat bahagia memiliki dongsaeng sepertimu.. Hyung adalah orang yang
sangat beruntung memilikimu.. Saranghanda Jo Kwangmin.. Saranghanda29.. Ucap Youngmin
yang tak dapat menahan air matanya lagi.

Suara rintik hujan yang terdengan melalui tetes-tetes air, menyatu lembut dengan suara
tangisan Youngmin yang tidak dapat dibendung lagi. Semua harapan Youngmin untuk
memperbaiki semua kenangan buruk bersama Kwangmin sudah hancur. Tak ada kata
memperbaiki, namun hanya ada kata terlambat. Seluruh kenangan selama 20 tahun terjalin
bersama, hanyalah sebuah kenangan buruk. Dulu.. tak pernah 1 hari pun Youngmin tersenyum
menatap Kwangmin. Hanya sebuah amarah yang selalu Youngmin tunjukkan.

Namun saat ini sudah terlambat untuk memperbaiki itu semua. Kwangmin telah pergi
jauh meninggalkannya. Tersenyum pada Kwangmin saat ini pun percuma. Semua kenangan
buruk itu telah terhapus seiring semakin derasnya hujan yang mengguyur Seoul dan semakin
dalamnya penyesalan. Tetapi.. Tak nampak raut penyesalan diparas manis Kwangmin yang saat
ini tertidur lelap. Sebuah senyum tipis terukir lemah. Pertanda, Kwangmin tak pernah menyesali
semuanya dan bahagia bersama Youngmin. Dan berharap Youngmin terus bertahan menjalani
hidup tanpa Kwangmin.

29Aku menyayangimu
-T H E E N D-