Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 3

NAMA : SANDRIANTO

NIM : 016576388

MATA KULIAH : KEWIRAUSAHAAN

Setelah mempelajari topik 6 dan 7, silakan Anda menjawab pertanyaan tugas 3.

1. Bagaimana menetapkan maksud dan sasaran riset ?


Jawab :
Setelah ditetapkan jenis keputusan yang hendak diambil, langkah pertama dalam
melakukan Riset Pemasaran adalah mengidentifikasikan secara jelas dan rinci
kebutuhan informasi yang menyertai jenis keputusan yang hendak diambil. Seringkali
hal ini tidak dipikirkan dengan matang, sehingga jenis informasi yang dikumpulkan
ternyata kurang tepat, ataupun kurang lengkap, sehingga menjadi kurang bermanfaat.
Selain itu, perlu dirumuskan tujuan khusus dari riset yang hendak dilakukan,
misalnya:

mengidentifikasikan dari mana konsumen potensial selama ini biasanya membeli


barang atau jasa yang sedang dipelajari
mengapa konsumen potensial memilih membeli dari sumber tersebut?
sebesar apa kira-kira potensi pasar yang tersedia, dan seberapa besar yang dapat
direbut oleh perusahaan kita?
bagaimana perbandingan kekuatan usaha yang hendak dijalankan dibandingkan
perusahaan-perusahaan pesaing?
sejauh mana dampak promosi terhadap sikap atau minat konsumen?
jenis produk atau jasa seperti apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen
potensial?
2. Sebutkan teknik riset pemasaran yang Anda ketahui dan jelaskan !
Jawab :
Teknik riset pemasaran adalah sebagai berikut :
a. Merumuskan Masalah
Hal pertama kali yang harus dilakukan untuk menjalankan riset pemasaran
adalah merumuskan maslah. Proses perumusan masalah ini sangat penting untuk
dilakukan agar kita mengerti betul dengan tujuan yang akan dicapai setelah riset
selesai. Pada dasarnya riset disusun untuk menghasilkan informasi yang akurat
dan jelas sebagai kesimpulan atas permasalahan yang sedang kita hadapi dalam
bisnis.
Misalnya permasalahan kita adalah ingin menentukan besarnya biaya yang
akan digunakan untuk promosi atau iklan. Perumusan masalahnya adalah
bagaimana cara mengetahui besarnya biaya yang diperlukan. Sedangkan
kesimpulan yang akan didapat adalah dalam bentuk kisaran nilai dari biaya
promosi yang paling ideal.
b. Menentukan Desain Riset
Desain riset dibutuhkan untuk menentukan prosedur secara rinci mengenai
cara pengumpulan data, cara pengujian hipotesa dan kemungkinan melakukan
kuesioner dengan berbagai model yang ditentukan. Penentuan desain riset
biasanya didasarkan pada parameter yang akan diambil untuk menghasilkan
sebuah kesimpulan tertentu.
c. Merancang Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder.
Data primer merupakan data yang diambil langsung dari lapangan, sedangkan data
sekunder biasanya berupa data yang diambil dari buku, internet, dan pustaka
lainnya yang relevan. Anda perlu menentukan bagamana cara mengumpulkan
data-data tersebut dan dihimpun menjadi sebuah database.
d. Mengambil Sampel Dan Melakukan Pengumpulan Data
Selanjutnya anda melakukan pengambilan sampel dan pengumpulan data di
lapangan. Anda bisa melakukan pengambilan sampel didasarkan pada metode
sampling yang digunakan, baik itu probability atau non probability sampling.
Seharusnya anda mengetahui tentang cara pengambilan sampel yang benar.

e. Melakukan Analisa Dan Interpretasi Data


Sebuah pengumpulan data tidak akan pernah bisa menjadi sebuah kesimpulan
jika tidak dilakukan analisis dan interpretasi data. Anda bisa mulai dari editing,
koding, tabulasi, analisa statistik dan interpretasi data. Data yang diolah inilah
yang akan memberikan petunjuk pada kesimpulan yang akan anda ambil.
f. Menyusun Laporan Riset
Laporan riset pemasaran bisa berupa laporan hasil, kesimpulan serta
rekomendasi penelitian yang diberikan kepada pihak manajemen. Kemudian pihak
manajemen akan mengambil keputusan berdasarkan hasil dari interpretasi data
sebelumnya. Laporan riset inilah yang akan menjadi standar penelitian oleh para
eksekutif dalam mengevaluasi manfaat riset pemasaran.

3. Jelaskan manfaat intrapeneurship !


Jawab :
Kegiatan Intrapreneurship/kewirausahaan dapat membantu perekonomian menjadi
lebih baik. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut :
a. Menumbuhkan Inovasi
Intrapreneur membantu perusahaan melahirkan inovasi, mendorong penelitian
pengembangan produk baru, serta bekerja meningkatkan produk maupun layanan.
Dalam ekonomi global dimana teknologi memegang peranan penting, orang-orang
seperti ini sangat diperlukan untuk memenangkan persaingan dan meningkatkan
keuntungan perusahaan.
b. Mengembangkan Talenta
Sebuah perusahaan yang diisi oleh orang-orang berjiwa kewirausahaan lebih baik
karena mereka tidak hanya memiliki kemampuan, namun mempunyai dedikasi
serta dapat menjadi kolega yang baik. Orang-orang seperti ini dapat memacu
perkembangan talenta karyawan lain agar dapat berkomitmen terhadap proyek,
produk, maupun layanan perusahaan. Anda bisa mengambil Paul Buchheit
kreator Gmail yang mampu membangun tim solid dan meluncurkan layanan
surat elektronik di tahun 2004 setelah sebelumnya melakukan pengembangan
selama 3 tahun sebagai contoh nyata.
c. Menghemat Biaya Penelitian dan Pengembangan
Sebuah badan usaha yang memiliki karyawan berjiwa intrapreneur dapat
memangkas biaya penelitian dan pengembangan produk baru. Silahkan
mengucapkan selamat tinggal pada era dimana sebuah perusahaan harus
mengikuti tata cara tradisional pengembangan produk, mulai dari review hingga
proses pengembangan. Karyawan Anda yang berjiwa intrepreneur ini bisa
menggantikan seluruh hal tersebut karena memiliki kreativitas dan dedikasi
berinovasi sangat hebat.
d. Mampu Membaca Peta Persaingan Lawan
Persaingan dalam dunia usaha seringkali membuat sebuah perusahaan was-was,
sehingga mau membayar mahal pihak ketiga untuk membaca situasi dan
memenangkan kompetisi. Langkah yang salam dunia industri disebut sebagai
competitive intelligence ini dapat dilakukan dengan mudah jika memiliki
karyawan berjiwa kewirausahaan karena mereka biasanya memiliki kemampuan
untuk menganalisis kekurangan serta kelebihan pesaing.
e. Mendorong Analisis Pasar
Karyawan berjiwa intrapreneur memiliki kecenderungan melakukan penelitian
untuk menganalisa pasar sebelum menawarkan ide pada perusahaan. Hal ini dapat
menjadi sebuah keuntungan karena perusahaan dapat langsung mengetahui
kondisi terkini pasar dari analisa sang karyawan tanpa mengeluarkan biaya
tambahan untuk mempekerjakan analis lain.
f. Meningkatkan Pendapatan
Perusahaan jelas diuntungkan jika memiliki karyawan berjiwa intrapreneur karena
mereka mampu mendatangkan keuntungan secara maksimal. Hal ini tentu
dipengaruhi kemampuan untuk menganalisa kebutuhan pasar serta memberikan
servis inovatif yang bisa memenuhinya. Dengan demikian, konsumen tidak akan
sungkan menggunakan produk dan jasa dari perusahaan Anda.
g. Meningkatkan Atmosfir Kenyamanan Kerja
Semangat kerja karyawan pasti akan lebih baik jika mengetahui bahwa
sumbangsih dan pemikiran mereka dihargai oleh perusahaan. Dengan demikian,
mereka akan terpacu untuk memberikan yang lebih baik dan berkreasi demi
kemajuan karyawan.
h. Mengembangkan Layanan dan Servis Perusahaan
Setiap perusahaan tentu ingin mengembangkan produk mereka sebagai salah satu
layanan kepada konsumen. Seorang karyawan yang memiliki jiwa kewirausahaan
pasti akan menampilkan ide kreatif yang dapat menarik minat konsumen baru atau
membuat pelanggan tetap membeli kembali.
i. Menguntungkan Masyarakat
Intrapreneur memberikan dampak positif terhadap masyarakat karena inovasi
mereka membantu memenuhi segala hal yang dibutuhkan. Sebagai balasannya,
para karyawan ini akan mendapatkan apresiasi dan pengakuan dari media dan
publik. Hal ini juga berdampak positif pada perusahaan karena namanya semakin
dikenal dan lekat dalam benak masyarakat.

Intrapreneur secara umum berpengaruh positif bagi perusahaan atas segala


inovasi dan kreativitas yang disumbangkan bagi pengembangan produk dan layanan.
Mereka juga berperan dalam masyarakat karena mampu menghadirkan segala hal
yang dibutuhkan.

4. Jelaskan hambatan dalam intrapeneurship !


Hambatan yang timbul terhadap intrapreneurship dalam suatu organisai biasanya
menunjukkan tidak efektifnya gaya manajemen tradisional untuk digunakan dalam
pengembangan usaha baru, Seperti yang ditunjukan pada table dibawah ini.

JENIS PRAKTEK MANAJEMEN HAMBATAN YANG TIMBUL


TRADISIONAL TERHADAP INTRAPRENEURSHIP
Memaksa prosedur standar untuk Solusi inovatif terhambat, dana terbuang
menghindari terjadinya kesalahan karena penggunaannya keliru
Pengelolaan sumber mengacu pada Daya saing hilang, kemampuan penetrasi
efisiensi dan ROI pasar menurun
Pengendalian mengacu pada rencana Fakta diabaikan
Sasaran yang salah terpaksa tetap menjadi
Rencana jangka panjang
acuan, dikarenakan mahal jika gagal
Entrepreneurship jadi terhambat sehingga
Pengelolaan secara fungsional
perusahaan gagal
Menghindari tindakan beresiko bagi
Peluang hilang
bisnis utama
Menjaga bisnis utama dengan seluruh Usaha baru ditinggalkan apabila bisnis
kekuatan yang dimiliki utama terganggu
Pertimbangan terhadap langkah baru Keputusan mengenai pasar dan
mengacu pada pengalaman persaingan menjadi keliru
Motivasi karyawan turun terjadi
Penyajian seragam
inefisiensi
Individu dipromosikan apabila mampu
Innovator tidak muncul
menyesuaikan diri (compatible)

5. Jelaskan elemen-elemen yang terlibat dalam pengembangan intrapeneurship !


Jawab :
Berikut elemen-elemen yang terlibat dalam pengembangan intrapeneurship menurut
Antonic (2007) yang dikutip Budiharjo (2011) dibagi menjadi dua yaitu lingkungan
(environment) dan organisasi (organization).

1. Faktor lingkungan yang positif meliputi dinamisme peluang teknologi,


pertumbuhan industry, dan permintaan untuk produk baru, sedangkan antesenden
untuk lingkungan yang tidak dikehendaki meliputi perubahan yang tidak
dikehendaki dan persaingan yang tinggi.
2. Dari sisi organisasi, karakteristik organisasi yang dapat mendorong
intrapreneurship adalah system terbuka, kendali formal pada aktivitas
intrapreneurship, pemindahan intensif pada lingkungan, dukungan organisasional,
dan nilai-nilai perusahaan. Dalam penelitiannya, Antonic (2007) membuktikan
bahwa intrapreneurship berkorelasi secara positif dengan pertumbuhan (company
growth), dan dibuktikan pula bahwa dimensi lingkungan dan karakteristik
organanisasi (organization characteristics) berkorelasi positif dengan
intrapreneurship.

Selain itu elemen pendukung yang terlibat dalam pengembangan intrapeneurship lainnya
adalah :
a. Inovasi yang berkesinambungan yang dapat dibangun dengan cara memperhatikan
beberapa aspek yang dapat merangsang munculnya inovasi, yaitu :
Suasana dan Visi. Perusahaan yang inovatif memiliki visi yang jelas tentang
suasana yang inovatif dan memberikan dukungan yang jelas terhadap munculnya
suasana seperti itu.
Orientasi terhadap pasar.Perusahaan inovatif memiliki visi yang berkaitan dengan
realitas pasar.
Organisasi berukuran kecil dan mendatar (flat).Perusahaan inovatif berusaha agar
memiliki organisasi mendatar (flat) dengan tim berukuran kecil.
Pendekatan dari berbagai arah.Dalam mengembangkan suatu gagasan, pimpinan
inovatif mengembangkan kegiatan dari berbagai arah.
Pembelajaran interaktif.Dalam suasana inivatif mempelajari dan menguji gagasan
dilakukan melalui berbagai fungsi yang ada dalam organisasi
Kelompok Non Formal. Perusahaan yang sangat inovatif memanfaatkan
kelompok kelompok diluar garis otoritas formal sehingga bias terhindar dari
hambatan birokrasi, memiliki daya reaksi yang cepat dan loyalitas kelompok
yang tinggi.
b. Memiliki kempauan bersaing secara efektif di pasar internasional

TERIMA KASIH,,,,