Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

Analisis Kasus Perusahaan PT. Polosari Kemasindah

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Seminar Kebijakan Bisnis


Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Taher Alhabsji

Disusun oleh :
Mochamad Erik Kantona (145030200111103)
Dwiputra Hutama (145030200111107)
Erico Gusta Maulana (145030201111004)
Rival Prayudia (145030207111008)

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS


FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Analisis Kasus Perusahaan
PT. Polosari Kemasindah.
Dalam makalah ini, penulis mencoba menganalisis permasalahan, mencari solusi
dari permasalahan tersebut, sekaligus mencari strategi-strategi yang terbaik untuk
kelanjutan bisnis pada perusahaan PT. Polosari Kemasindah.
Makalah ini disusun berdasarkan apa yang diperoleh dari sebuah studi kasus yang
ada. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih belum sempurna. Untuk itu,
diharapkan kepada semua pihak untuk memberikan masukan dan kritik demi kesempurnaan
makalah ini.
Semoga makalah ini dapat dipahami dan berguna bagi siapapun yang membacanya
dan juga kami sendiri. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-
kata yang kurang berkenan.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih.

Malang, 7 Maret 2017

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................................2

2
BAB I......................................................................................................................................4
PENDAHULUAN..................................................................................................................4
LATAR BELAKANG.........................................................................................................4
RUMUSAN MASALAH....................................................................................................5
TUJUAN.............................................................................................................................5
BAB II.....................................................................................................................................6
PEMBAHASAN.....................................................................................................................6
1. Kondisi Internal Perusahaan............................................................................................6
2. Kondisi Lingkungan Eksternal........................................................................................8
2.1 Kondisi Lingkungan Makro.......................................................................................8
2.2. Kondisi Lingkungan Mikro....................................................................................10
3. Analisis SWOT..............................................................................................................11
1. Strength...................................................................................................................11
2. Weaknesses.............................................................................................................12
3. Opportunity............................................................................................................12
4. Threats....................................................................................................................12
4. Strategi yang Cocok Digunakan Perusahaan PT. Polosari Kemasindah.......................12
5. Kebijakan yang Tepat untuk Diterapkan di Perusahaan PT. Polosari Kemasindah......14
BAB III.................................................................................................................................15
PENUTUP.............................................................................................................................15
Kesimpulan........................................................................................................................15

BAB I

PENDAHULUAN

3
LATAR BELAKANG
PT. Polosari Kemasindah merupakan industri yang memproduksi karung plastik
untuk pembungkus pupuk, gula, garam, serta hasil-hasil pertanian lainnya. Perusahaan
tersebut didirikan pada tanggal 24 Nopember 1988, berlokasi di Desa Sekapuk Kecamatan
Ujung Pangkah Kabupaten Gresik beralamat di Jl. Raya Deandles Sekapuk-Sedayu, km 32
Gresik, baik lokasi perusahaan tersebut sebagai kantor pusat maupun lokasi pabrik.

Perusahaan ini merupakan perusahaan penanaman modal dalam negeri yang


bergerak dibidang industri karung plastik. Pemilikan saham dibagi berdua kakak beradik
masing-masing Bapak H. A. Moedhar Syah dan Bapak H. A. Djauhar Arifin.

PT. Polosari Kemasindah merupakan anggota dari perusahaan PT. Polowijo Group,
yang merupakan perusahaan (PT. Polowijo Group) produsen pupuk alam dan alam kompos
dengan distribusi pasar ke seluruh wilayah nusantara. Produksi PT. Polosari Kemasindah
terdiri dari 2 jenis, yaitu karung (outer) dan kantong (inner). Karung (outer) adalah bagian
karung plastik yang permukaannya kasar dan merupakan hasil rajutan, dengan
menggunakan bahan baku dari pollyprophilene, sedangkan dalamnya adalah kantong
(inner) yang lebih bening dan halus permukaannya, dengan menggunakan bahan baku
polyetilene.

Awal tujuan dari pendirian perusahaan PT. Polosari Kemasindah sendiri ini yaitu
untuk memenuhi kebutuhan bahan pembungkus pupuk PT. Polowijo Gosari, namun karena
kapasitas yang diserap hanya sebesar 45% saja, maka sisanya dipasarkan ke luar
perusahaan meliputi konsumen pembungkus gula, garam, beras, pakan ternak dan lain-lain.

Awal produksi PT. Polosari Kemasindah pada tahun 1990 dengan kapasitas outer 18
juta lembar per tahun, dan kapasitas inner 20 juta lembar per tahun. Berjalannya
perkembangan industri dan kemajuan teknologi yang semakin maju saat ini, maka
permintaan pembungkus karung plastik sebagai substitusi kemasan yang murah semakin
meningkat. Peluang ini ditangkap secara positif oleh owner perusahaan, sehingga untuk
memenuhi banyaknya permintaan pelanggan/konsumen, maka pada tahun 1995 perusahaan

4
tersebut menambah kapasitas produksi per tahun menjadi 24 juta lembar outer dan 29 juta
lembar inner.

Modal yang ada pada PT. Polosari Kemasindah berbentuk modal saham, digunakan
untuk menjalankan usahanya, dan dengan penguasaan sebagian besar oleh pemilik
perusahaan dan sebagian kecil atas nama para pemegang saham yang turut memperkuat
berdirinya perusahaan.

PT. Polosari Kemasindah juga melakukan pembenahan dalam berbagai hal,


pembenahan tersebut antara lain dengan meningkatkan hasil produksi dan meningkatkan
mutu produksi yang diimbangi dengan efisiensi yang optimal.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana kondisi internal perusahaan PT. Polosari Kemasindah?
2. Bagaimana kondisi eksternal perusahaan PT. Polosari Kemasindah?
3. Apa saja analisis SWOT dari perusahaan PT. Polosari Kemasindah?
4. Apa strategi yang paling baik dan cocok bagi perusahaan PT. Polosari Kemasindah?
5. Apa kebijakan yang paling tepat diterapkan oleh perusahaan PT. Polosari
Kemasindah?

TUJUAN
1. Untuk mengetahui kondisi internal perusahaan PT. Polosari Kemasindah.
2. Untuk mengetahui kondisi eksternal perusahaan PT. Polosari Kemasindah.
3. Untuk mengetahui apa saja kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari
perusahaan PT. Polosari Kemasindah.
4. Untuk mengetahui strategi yang paling tepat bagi perusahaan PT. Polosari
Kemasindah
5. Untuk mengetahui kebijakan apa yang tepat diterapkan oleh perusahaan PT.
Polosari Kemasindah

BAB II

PEMBAHASAN

5
1. Kondisi Internal Perusahaan
Kondisi internal perusahan ini merupakan kondisi dimana Aspek Finansial suatu
perusahaan dinilai kinerjanya, mulai dari rasio profitabilitas, rasio likuiditas, hingga rasio
aktivitas, dan rasio leverage dari suatu perusahaan, salah satunya ialah dari PT. Polosari
Kemasindah yang mengacu pada Laporan Keuangan perusahaan yakni pada laporan neraca
dan laporan rugi-laba periode tahun 1999-2001. Dari aspek finansial itulah suatu
perusahaan dapat dinilai kinerjanya selain juga dapat diliat aspek non finansial, seperti
market share, product qulity, dan productivity. Berikut perhitungan dari tiap-tiap rasio
keuangan dari PT. Pulosari Kemasindah:

RASIO PROFITABILITAS

KETERANGAN 1999 2000 2001


ROI 39,22 % 34,34 % 20,74 %

ROE 419,21 % 501,05 % 473,85 %

GPM 45,69 % 29,76 % 28,23 %

NPM 35,3 % 23,1 % 20,78 %

OPM 39,22 % 25,67 % 23,1 %

RASIO LIKUIDITAS

KETERANGAN 1999 2000 2001


CR 129,51 % 380,61 % 719,39 %

QR 45,17 % 170,21 % 406,65 %

CASH RATIO 0,317 % 0,477 % 0,609 %

INTC 285,76 % 74,98 % 50,49 %

6
RASIO AKTIVITAS

KETERANGAN 1999 2000 2001


ITO 5,6x 7x 4,37x

CATO 3,64x 2,96x 1,43x

NWCTO 15,98x 4,02x 1,66x

FATO 1,69x 5,15x 4,07x

TATO 1,11x 1,49x 1x

CASHTO 1487,84x 2364,86x 1687,93x

RASIO LEVERAGE

KETERANGAN 1999 2000 2001


DR 29,98 % 19,92 % 18,19 %

DER 341,85 % 290,73 % 415,62 %

LDTA 6,41 % 6,74 % 8,47 %

LDER 73,12 % 98,36 % 193,69 %

CDER 268,73 % 192,37 % 221,93 %

2. Kondisi Lingkungan Eksternal


2.1 Kondisi Lingkungan Makro

7
Faktor eksternal lingkungan makro digunaka dalam mengidentifikasi kadar
perusahaan yang dapat mempengaruhi perkembangan baik maju atau mundurnya suatu
perusahaan, sehingga dapat diketahui faktor mana yang menjadi ancaman maupun
memberikan kesempatan / peluang bagi perusahaan tersebut.

Analisa kondisi lingkungan makro PT. Polosari Kemasindah adalah, sebagai


berikut:

2.1.1. Situasi Sosial-Budaya

Hubungan erat antara perusahaan dengan masyarakat sangat diperlukan PT. Polosari
Kemasindah, dalam hal ini sangat membantu dan menguntungkan masyarakat sekitar, baik
dalam bentuk memberikan sumbangan atau penerimaan karayawan / karyawati diutamakan
adalah daerah sekitar perusahaan. Dengan demikian, hal tersebut dapat membantu
perusahaan dalam mempertahankan citra atau membangun opini publik yang positif di mata
masyarakat.

2.1.2. Situasi Politik

Stabilitas politik yang semakin baik akan berpengaruh pada perkembangan


perusahaan kelak.

2.1.3. Situasi Ekonomi

Setelah terjadi krisis moneter tahun 1998, keadaan tingkat pertumbuhan ekonomi
Indonesia dewasa ini cukup baik dan semakin meningkat, dan juga pula meningkatkan
pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, hal ini merupakan peluang bagi PT. Polosari
Kemasindah untuk menjalankan usahanya.

Dengan banyaknya masyarakat yang membutuhkan suatu informasi, dengan adanya


informasi terutama melalui media cetak atau dari mulut ke mulut maka memberikan
peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan pesanan yang leih banyak.

2.1.4. Situasi Teknologi

8
Perkembangan teknologi yang pesat dan canggih belum tentu mendorong kemajuan
yang cukup berarti bagi dunia bisnis. Namun, perusahaan yang memiliki keunggulan dalam
teknologi dapat menunjang baik terhadap jumlah produk yang dihasilkan, mutu maupun
efisiensi serta efektifitas dalam proses produksi. Hal ini sangat membantu dalam memenuhi
target.

2.2. Kondisi Lingkungan Mikro

2.2.1. Pesaing

9
Berdasarkan sumber data pesaing dari PT. Polosari Kemasindah tersebut, pesaing-pesaing
yang ada pada PT. Polosari Kemasindah relatif stabil, tidak ada persaingan berat dari PT.
Polosari Kemasindah.

2.2.2. Supplier

Perusahaan mengadakan kerjasama yang baik dengan pemasok / supplier, sehingga


supplier selalu menyediakan bahan baku yang digunakan oleh PT. Polosari Kemasindah
dalam memproduksi karung (outer) dan kantong (inner) platik. Kedua jenis bahan baku
(pollyprophilene dan polyetilene) yang dipergunakan ini, diperoleh sebagian besar import
oleh dari negara Saudi Arabia dan Korea.

2.2.3. Konsumen

10
Konsumen PT. Polosari Kemasindah adalah konsumen pembungkus gula, garam,
beras, pakan ternak, dan lain-lain.

2.3.4. Kreditur

Modal yang didapatkan oleh PT. Polosari Kemasindah dalam menjalankan produksi
karung (outer) dan kantong (inner) platik, yaitu modal dari Bank BNI cabang Jl. Veteran
Gresik.

2.3.5. Stock Holder (Pemilik Modal)

PT. Polosari Kemasindah didirikan dengan modal pimpinan atau direktur


perusahaan itu sendiri dibantu atas kerjasama dengan pimpinan PT. Polowijo Gosari yang
menjadi bapak perusahaan.

3. Analisis SWOT
1. Strength

- Bisa digunakan ke konsumen lain seperti konsumen gula, garam, beras, pakan
ternak dan lain-lain.

- Letak perusahaan yang strategis tidak terlalu jauh dengan kota dan tidak terlalu
jauh dengan desa.

- Tenaga kerja yang cukup tersedia

- Teknologi yang modern

- Transportasi yang mudah

- Memiliki wilayah yang luas untuk membangun infrastruktur tambahan


perusahaan

2. Weaknesses

11
- Kurangnya target yang belum terlaksana karena kurangnya pemasaran

- Bahan baku yang lebih banyak mengandalkan bahan baku import

3. Opportunity

- Peluang untuk mengekspor ke luar negeri belum dilaksanakan

- Banyak yang industri baru

4. Threats

- Bahan baku masih impor yang kemungkinan akan naik karena perubahan kurs
Dolar

- Karena adanya pembatasan pemakaian plastik

4. Strategi yang Cocok Digunakan Perusahaan PT. Polosari Kemasindah


PT. Polosari Kemasindah merupakan perusahaan penanaman modal dalam negeri
yang bergerak di bidang indsutri karung plastik. Pemilikan Saham dibagi menjadi dua,
yaitu dimiliki kakak beradik masing masing Bapak H.A.Moedhar Syah dan Bapak H.A
Djauhar Arifin. Menurut data yang telah kami baca, perusahaan PSKI pada tahun 1999-
2001 terus mengalami peningkatan dalam segi laba, penjualan dan lain-lain, walupun target
belum semua terealisasi namun cukup bagus. Dengan melihat data-data tersebut, Menurut
kelompok kami, strategi yang cocok digunakan adalah strategi menurut Thomas Weelen
dan David Hunger tentang Stability Strategies karena perusahaan dalam menerapkan
strategis sudah baik dan tidak perlu di ganti lagi, cukup dengan menyesuaikan inflasi,
kondisi internal, dan kondisi eksternal perusahaan. Strategi perusahaan sudah cocok dengan
strategi stability sekarang ini. Dengan menggunakan stability strategi ini, diharapkan laba
tiap tahun stabil, jika dilihat dari data, tiap tahun sudah meningkat, maka menurut kami,
strategi sudah tepat, tinggal menyetabilkan saja, tanpa perlu perubahan strategi.

Dengan memilih stability strategi, perusahaan akan tetap bertahan pada usaha yang
sama, mungkin jika ada masalah perusahaan, karena perusahaan sudah berbentuk saham,

12
maka perusahaan akan menjual sebagian saham untuk mencari investasi modalnya, jadi
tidak meninggalkan perusahaan. Karena strategi yang kami pilih stability, maka menurut
kami lebih efisien, tinggal beradaptasi dengan kondisi-kondisi internal dan eksternal yang
ada, apabila terdapat permasalahan perusahaan semisal teknologi sudah mulai tertinggal
dengan perusahaan lain, maka kami akan beradaptasi dengan membeli teknologi yang baru
untuk menjawab permasalahan tersebut dan usaha kami akan lebih efisien. Jika kami ingin
menumbuhkan perusahaan, maka kita akan membeli perusahaan lain sejenis, agar dapat
menguasai sebagian besar pasar, sehingga laba lebih meningkat. Kami tidak memperbesar
usaha kita dengan memproduksi produk lainnya, karena fokus pada satu produk saja, yaitu
karung plastik.

Diantara macam stability strategi, kami berfokus pada No Change Strategy, karena
menurut kami, perusahaan sudah menerapkan strategy dengan baik, terbukti laba semakain
tahun meningkat. Untuk itu tidak perlu ada perubahan strategi, hanya perlu dengan
mengikuti kondisi-kondisi internal dan eksternal, karena kunci keberhasilan strategi ini
terletak pada penyesuaian tersebut.

Strategi kedua yang kami pilih adalah portofolio strategies, tentang Try Harder,
karena menurut kelompok kami persaingan usaha karung plastik ini masih medium, dan
daya tariknya tinggi. Dengan memilih strategi Try Harder, perusahan PT. Polosari
Kemasindah diharapkan untuk meningkatkan lagi daya saingnya, agar perusahaan lebih
meningkatkan produksi karena persaingan tersebut, dan menjadi strategi Leader agar
perusahaan menguasai pasar.

Strategi ketiga kami memilih generic strategic menurut David , pertama Market
Development, yaitu perusahaan harus meningkatkan penjualan melalui pengembangan
daerah pemasaran yang baru, hal ini dilakukan agar target target perusahaan PT Polosari
Kemasindah bisa terealisasi. Kedua Market Penetration, yaitu perusahaan meningkatkan
penjualan melalui produk jasa yang sama pada pasar yang sama melalui peningkatan usaha
pemasaran yang lebih giat, jadi tidak hanya mengandalkan sektor internet tetapi
pemasangan iklan dipinggir jalan sebagai sarana promosi dan lainnya. Ketiga Product
Development, atau pengembangan produk, ini berkaitan dengan kualitas produk, jadi

13
perusahaan bisa meningkatkannya dengan menambah jumlah ketebalan agar tidak mudah
robek. Keempat yaitu Concentric Deversification, yaitu menambah produk baru yang masih
ada, perusahan dapat membuat produk seperti tas karung atau tas plastik yang dapat
digunakan orang dewasa pergi ke pasar, bahan dasarnya sama dengan karung plastik
dengan menggunakan sedikit kreativitas.

5. Kebijakan yang Tepat untuk Diterapkan di Perusahaan PT. Polosari


Kemasindah
Kebijakan yang tepat untuk diterapkan di Perusahaan PT. Polosari Kemasindah, adalah:

1. Mempertahankan strategi yang ada karena sudah kami anggap perusahaan tersebut
sukses, terlihat dari keuntungan dari tahun ke tahun semakin meningkat, namum hal
yang harus diperhatikan yaitu bagian pemasaran yang menurut kami kurang
maksimal,
2. Karena teknologi dan bahan baku sudah cukup memumpuni untuk membuat produk
yang berkualitas secepatnya harus mencari hubungan jaringan ke luar negeri agar
dapat cepat memasarkan produk nya ke luar negeri.
3. Sebelumnya dijelaskan bahwa masih ada lahan kosong yang luas, dengan adanya
lahan kosong yang luas tersebut, perusahaan bisa membangun atau mengekspansi
produksinya yaitu bisa dengan memproduksi tas, salah satunya tas plasik yang bisa
dibawakan ke pasar.

BAB III

PENUTUP

14
Kesimpulan
Perusahaan PT. Polosari Kemasindah tetap menetapkan strategi yang ada tanpa
adanya perubahan, tetapi harus selalu adaptif terhadap perubahan-perubahan dari segi
internal maupun eksternal perusahaan. Perusahaan juga harus meningkatkan produktivitas
internal maupun eksternal, termasuk memperbaiki dan memperbanyak segmen pasar agar
penjualan bisa lebih efektif dan juga target dapat terealisasi.

Perusahaan tersebut masih memiliki lahan kosong yang begitu luas, maka dengan
memafaatkan lahan kosong yang luas tersebut, perusahaan bisa menambahkan atau
memperluas produksinya selain memproduksi karung dan kantong plastik, seperti tas
belanja, tas kresek, dan lain-lain. Selain itu perusahaan tersebut juga harus mampu
mengatasi ancaman dari regulasi pembatasan penggunaan platik oleh pemerintah yang kini
mulai ramai digalakkan.

15