Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

TEKNIK TENAGA LISTRIK


GENERATOR AC

Oleh:

Juli Mekariani Simbolon (03021281520125)


Maudy Handayani (03021181520027)
Raudhoh Safitri (03021181520117)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016
Kata Pengantar

Puji syukur Penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan Makalah
Teknik Tenaga Listrik yang berjudul Generator AC.
Selesainya makalah ini tak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak.
Oleh karena itu, Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ir. Sri Agustina,
MT . Selaku dosen pembimbing mata kuliah Teknik Tenaga Listrik.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik pada
teknik penulisan maupun segi ilmiah. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan
kritik yang sifatnya membangun demi penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata, Penulis berharap agar makalah ini dapat memberikan banyak
manfaat dan nilai tambah, khususnya bagi Penulis dan semua pihak yang membaca
Makalah Teknik Tenaga Listrik yang berjudul Generator AC ini.

Indralaya, November 2016

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar ............................................................................................ ii
Daftar Isi ..................................................................................................... iii
Daftar Gambar ............................................................................................ iv
Bab 1 Pendahuluan...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang............................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan......................................................................... 2
Bab 2 Pembahasan ...................................................................................... 3
2.1 Umum.......................................................................................... 3
2.2 Jenis - Jenis Generator................................................................. 3
2.3 Konstruksi Generator Sinkron .................................................... 6
2.4 Prinsip Kerja Generator............................................................... 8
2.5 Jumlah Kutub ............................................................................. 9
2.6 Pembebanan Generator............................................................... 9
2.7 Rugi Rugi Generator Sinkron .................................................. 10
2.8 Arus Stator .................................................................................. 12
2.9 Arus Rotor .................................................................................. 12
2.10 Daya Aktif, Daya Semu, dan Daya Reaktif .............................. 13
2.11 Efisiensi Generator ................................................................... 13
2.12 Pembahasan Soal ...................................................................... 14
Bab 3 Penutup.............................................................................................. 17
3.1 Kesimpulan................................................................................. 17
3.2 Saran............................................................................................ 17
Daftar Pustaka................................................................................................. 18

iii
DAFTAR GAMBAR

Halaman
2.1 Skema Diagram Generator Sinkron Tiga Phasa................................. 5
2.2 Bentuk Rotor Kutub Sepatu............................................................... 6
2.3 Bentuk Rotor Silinder......................................................................... 7
2.4 Bentuk Bentuk Alur......................................................................... 8
2.5 Skema Kumparan Tiga Fasa............................................................... 8
2.6 Grafik Tegangan Generator Tiga Fasa................................................ 8
2.7 Rangkaian Listrik Generator Sinkron Tanpa Beban........................... 9

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Listrik sangatlah penting bagi kehidupan manusia, dengan adanya listrik
manusia bisa mengerjakan pekerjaan dengan efektif, kita bisa menoton TV, menelpon,
main games, memasak dan lain-lain. Di dunia ada banyak sumber tenaga listrik, ada
PLTA, ada PLTD, PLTU dan lain-lain, semua itu membutuhkan alat untuk bisa

iv
menghasilkan listrik yaitu generator. Generator adalah dinamo yang digunakan untuk
mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Berdasarkan arus yang dihasilkan
generator dibagi menjadi dua yaitu generator AC dan generator DC. Dan yang akan
dibahas pada makalah ini lebih spesifik yaitu generator AC.
Generator Arus Bolak-balik sering disebut juga sebagai alternator atau generator
AC (alternating current).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian generator AC secara umum?
2. Apa saja jenis-jenis generator?
3. Bagaimana kontruksi generator sinkron?
4. Bagaimana prinsip kerja generator?
5. Bagaimana pembebanan pada generator?
6. Apa saja rugi-rugi generator sinkron?
7. Apa itu arus stator?
8. Apa itu arus rotor?
9. Bagaimana daya aktif, daya semu dan daya reaktif pada generator?
10. Bagaimana efisiensi generator?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui pengertian generator AC secara umum
2. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis
1 generator
3. Untuk mengetahui kontruksi generator sinkron
4. Untuk mengetahui prinsip kerja generator
5. Untuk mengetahui jumlah kutub pada generator
6. Untuk mengetahui pembebanan pada generator
7. Untuk mengetahui rugi-rugi pada generator sinkron
8. Untuk mengetahui arus stator

v
9. Untuk mengetahui arus rotor
10. Untuk mengetahui daya aktif, daya semu dan daya reaktif pada generator
11. Untuk mengetahui efisiensi generator

BAB II

PEMBAHASAN

2
2.1 Umum
Generator adalah mesin yang mengelola energi mekanik menjadi energi listrik.
Prinsip kerja generator adalah rotor generator yang digerakan oleh turbin sehingga
menimbulkan tenaga listrik. Sumber energi untuk penggerak turbin tersebut terdiri dari
berbagai macam sumber, antara lain adalah uap, air, gas, mesin diesel dan lain-lain.

2.2 Jenis-jenis Generator


Berikut ini adalah beberapa jenis klasifikasi dari generator :

vi
1. Jenis generator berdasarkan letak kutubnya dibagi menjadi :
generator kutub dalam : generator kutub dalam mempunyai medan magnet
yang terletak pada bagian yang berputar (rotor).
generator kutub luar : generator kutub luar mempunyai medan magnet
yang terletak pada bagian yang diam (stator).

2. Jenis generator berdasarkan putaran medan dibagi menjadi :


generator sinkron
generator asinkron

3. Jenis generator berdasarkan jenis arus yang dibangkitkan


generator arus searah (DC)
generator arus bolak balik (AC)

4. Jenis generator dilihat dari fasanya


generator satu fasa
generator tiga fasa

vii
5. Jenis generator berdasarkan bentuk rotornya :
generator rotor kutub rata (silindris) biasa digunakan pada
pembangkit listrik / generator dengan putaran rpm tinggi seperti
PLTG dan PLTU
generator rotor kutub menonjol biasa digunakan pada generator
dengan rpm rendah seperti PLTA dan PLTD

2.2.1 Generator Sinkron


Menurut Anderson P.M (1982), generator sinkron dapat menghasilkan
sumber energi, yaitu : tegangan bolak-balik, oleh karena itu generator sinkron
disebut juga generator AC. Dikatakan generator sinkron karena jumlah putaran
rotornya sama dengan jumlah putaran medan magnet pada stator. Kecepatan
sinkron ini dihasilkan dari kecepatan putar rotor dengan kutub-kutub magnet yang
berputar dengan kecepatan yang sama dengan medan putar pada stator.
Jika kumparan rotor yang berfungsi sebagai pembangkit kumparan medan
magnet yang terletak di antara kutub magnit utara dan selatan diputar oleh tenaga
air atau tenaga lainnya, maka pada kumparan rotor akan timbul medan magnet
atau fluks putar. Fluks putar ini akan memotong kumparan stator, sehingga pada
ujung-ujung kumparan stator timbul gaya gerak listrik karena berpengaruh induksi
dari fluks putar tersebut. Gaya gerak listrik (ggl) yang timbul pada kumparan
stator juga bersifat bolak-balik, atau berputar dengan kecepatan sinkron terhadap
kecepatan putar rotor.
Adapun Besar ggl induksi kumparan stator atau ggl induksi armature per
fasa adalah :

Dimana :

Ea = Gaya gerak listrik armature per-phase (Volt)


F = Frekuensi output generator (Hz)
M = Jumlah kumparan per phase Z/2
Z = Jumlah konduktor seluruh slot per-fasa
Kd = Faktor distribusi.
= Fluks magnit perkutub per-fasa

Sehingga persamaan 2.1 dapat juga ditulis

Ea = 4,44 .f . z/2 . . Kd .............................................. (2.2)

84
Gambar 2.1 Skema diagram generator sinkron tiga phasa
(Data: Kundur Prabha,1993)

Gambar 2.1 menunjukkan bahwa pada generator sinkron, kumparan


jangkar disebut juga kumparan stator karena berada pada tempat yang tetap,
sedangkan kumparan rotor bersama-sama dengan kutub magnit diputar oleh
tenaga mekanik.
Tegangan output dari generator sinkron adalah tegangan bolak-balik,
karena itu generator sinkron disebut juga generator AC.
Perbedaan prinsip antara generator DC dan generator AC adalah untuk
generator DC, kumparan jangkar ada pada bagian rotor dan terletak antara kutub-
kutub magnit yang tetap ditempat, diputar oleh tenaga mekanik. Pada generator
sinkron, konstruksinya sebaliknya, yaitu kumparan jangkar disebut juga kumparan
stator karena berada pada tempat yang tetap, sedangkan kumparan rotor bersama-
sama dengan kutub magnit diputar oleh tenaga mekanik.
Jika kumparan rotor yang berfungsi sebagai pembangkit kumparan medan
magnit yang terletak diantara kutub magnit utara dan selatan diputar oleh tenaga
air atau tenaga lainnya, maka pada kumparan rotor akan timbul medan magnit
atau flux yang bersifat bolak-balik atau flux putar. Flux putar ini akan memotong-
motong kumparan stator, sehingga pada ujung-ujung kumparan stator timbul gaya
gerak listrik karena pengaruh induksi dari flux putar tersebut.

5
9
2.3 Konstruksi Generator Sinkron

Menurut Kundur Prabha (1993), konstruksi generator sinkron terdiri dari


dua bagian utama, yaitu : stator dan rotor. Stator adalah bagian diam yang
mengeluarkan tegangan bolak-balik dan rotor adalah bagian bergerak yang
menghasilkan medan magnet yang menginduksikan ke stator.

2.3.1 Rotor
Pada generator sinkron, arus DC diterapkan pada lilitan rotor untuk
mengahasilkan medan magnet rotor. Rotor generator diputar oleh prime mover
menghasilkan medan magnet berputar pada mesin. Medan magnet putar ini
menginduksi tegangan tiga fasa pada kumparan stator generator. Rotor pada
generator sinkron pada dasarnya adalah sebuah elektromagnet yang besar. Kutub
medan magnet rotor dapat berupa salient (kutub sepatu) dan dan non salient (rotor
silinder).

Gambar 2.2 Bentuk rotor kutub sepatu


(Data : J.Chapman Stephen,2002

Rotor silinder umumnya digunakan untuk rotor dua kutub dan empat
kutub, sedangkan rotor kutub sepatu digunakan untuk rotor dengan empat atau
lebih kutub. Pemilihan konstruksi rotor tergantung dari kecepatan putar primer
mover, frekuensi dan rating daya generator. Generator dengan kecepatan 1500
rpm ke atas pada frekuensi 50 Hz dan rating daya sekitar 10MVA menggunakan
rotor silinder. Sementara untuk daya dibawah 10 MVA dan kecepatan rendah
maka digunakan rotor kutub sepatu.

6
10
Gambar 2.3 Bentuk Rotor Silinder

2.3.2 Stator
Stator atau armatur adalah bagian generator yang berfungsi sebagai tempat
untuk menerima induksi magnet dari rotor. Arus AC yang menuju ke beban
disalurkan melalui armatur, komponen ini berbentuk sebuah rangka silinder
dengan lilitan kawat konduktor yang sangat banyak. Armatur selalu diam, oleh
karena itu komponen ini juga disebut dengan stator. Lilitan armatur generator
dalam wye dan titik netral dihubungkan ke tanah.
Lilitan dalam wye dipilih karena :
1. Meningkatkan daya output.
2. Menghindari tegangan harmonik, sehingga tegangan line tetap sinusoidal
dalam kondisi beban apapun

Dalam lilitan wye tegangan harmonik ketiga fasa saling meniadakan,


sedangkan dalam lilitan delta tegangan harmonik ditambahkan.
Stator adalah bagian diam yang mngeluarkan tegangan bolak-balik pada
generator sinkron yang terdiri dari : rangka stator, inti stator dan alur dan gigi
stator, serta kumparan stator.
Rangka stator merupakan rumah (kerangka) yang menyangga inti jangkar
generator. Inti stator terbuat dari laminasi-laminasi baja campuran atau besi
magnetik khusus yang terpasang ke rangka stator. Alur (slot) dan gigi stator
merupakan temapat meletakkan kumparan stator. Ada tiga bentuk alur stator
yaitu : terbuka, setengah terbuka dan tertutup. Ketiga bentuk alur tersebut tampak
seperti pada gambar 2.4. Kumparan jangkar biasanya terbuat dari tembaga.
Kumparan ini merupan tempat timbulnya ggl induksi.

7
11
Gambar 2.4 Bentuk-bentuk alur

2.4 Prinsip Kerja Generator

Prinsip dasar generator arus bolak-balik menggunakan hukum Faraday


yang menyatakan jika sebatang penghantar berada pada medan magnet yang
berubah-ubah, maka pada penghantar tersebut akan terbentuk gaya gerak listrik.
Prinsip kerja generator arus bolak-balik tiga fasa (alternator) pada dasarnya sama
dengan generator arus bolak-balik satu fasa, akan tetapi pada generator tiga fasa
memiliki tiga lilitan yang sama dan tiga tegangan outputnya berbeda fasa 120 0
pada masing-masing fasa.(Kundur Prabha, 1993).

Gambar 2.5 Skema kumparan tiga fasa

Gambar 2.6 Grafik tegangan generator tiga fasa

8
12
2.5 Jumlah Kutub
Dalam suatu generator hubungan tertentu antara kecepatan dan putaran (N)
dari rotor , frekuensi (f) dari EMF / GGL yang dibangkitkan dan jumlah kutub-
kutub (P). Hubungan tersebut adalah :
Dimana :

f = Frekuensi (Hz)
P = jumlah kutub pada generator
N = putaran rotor generator (rpm)

2.6 Pembebanan Generator


Pembebanan generator ada dua, yaitu generator tanpa beban dan generator
berbeban.

2.6.1 Generator tanpa beban


Apabila sebuah mesin sinkron difungsikan sebagai alternator dengan
diputar pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan (If), maka pada
kumparan jangkar stator akan diinduksikan tegangan tanpa beban (Eo), yaitu :

Eo = 4,44 .Kd. f. M. T................................................................ 2.4

Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator,
sehingga tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. Fluk hanya dihasilkan oleh arus
medan (If).

Gambar 2.7 Rangkaian Listrik Generator Sinkron Tanpa Beban

9
13
Keterangan :
If = Arus Kumparan medan atau arus penguat.
Rf = Hambatan kumparan medan.
Ra = Hambatan Armatur
Xl = Reaktansi Bocor (reaktansi armatur)
Vt = Tegangan Output
Ea = Gaya gerak listrik armature

2.7 Rugi Rugi Generator Sinkron


Rugi rugi total yang terjadi pada generator sinkron terdiri dari rugi rugi
tembaga, rugi besi dan rugi mekanik.

Rugi total = Rugi variabel + Rugi konstan


Pt = Rugi tembaga armatur + Pc................................ 2.7

2.7.1 Rugi Listrik


Rugi listrik dikenal juga dengan rugi tembaga yang terdiri dari kumparan
armatur, kumparan medan.

Rugi rugi tembaga ditemukan pada semua belitan pada mesin, dihitung
berdasarkan pada tahanan dc dari lilitan pada suhu 750 C dan tergantung pada
tahanan efektif dari lilitan pada fluks dan frekuensi kerjanya.
Rugi kumparan armatur ( Par = Ia2 . Ra ) sebesar sekitar 30 sampai 40%
dari rugi total pada beban penuh. Sedangkan rugi kumparan medan shunt ( Psh =
Ish2 . Rsh ) bersama sama dengan kumparan medan seri ( Psr = Isr 2 . Rsr )
sebesar sekitar 20 sampai 30% dari rugi beban penuh.
Sangat berkaitan dengan rugi I2 R adalah rugi rugi kontak sikat pada
cincin slip dan komutator, rugi ini biasanya diabaikan pada mesin induksi dan
mesin serempak, dan pada mesin dc jenis industri tegangan jatuh pada sikat
dianggap tetap sebesar 2V keseluruhannya jika dipergunakan sikat arang dan
grafit dengan shunt.

10
14
13
2.7.2 Rugi Besi
Rugi besi disebut juga rugi magnetik yang terdiri dari histerisis dan rugi
arus pusar atau arus eddy yang timbul dari perubahan kerapatan fluks pada besi
mesin dengan hanya lilitan peneral utama yang diberi tenaga pada generator
sinkron rugi ini dialami oleh besi armatur, meskipun pembentukan pulsa fluks
yang berasal dari mulut celah akan menyebabkan rugi pada besi medan juga,
terutama pada sepatu kutub atau permukaan besi medan. Rugi ini biasanya data
diambil untuk suatu kurva rugi rugi besi sebagai fungsi dari tegangan armatur
disekitar tegangan ukuran. Maka rugi besi dalam keadaan terbebani ditentukan
sebagai harga pada suatu tegangan yang besarnya sama dengan tegangan ukuran
yang merupakan perbedaan dari jatuhnya tahanan ohm armatur pada saat
terbebani. Rugi histerisis (Ph) dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan empiris
yang besarnya adalah :

Ph = h. Bmax1.6 . f . v (watt) (2.8)


Dimana :

h = koefisien steinmetz histerisis. Perhatikan tabel 2.1 tentang nilai


h dari bermacam macam bahan baja .
B = kerapatan flux (Wb/m2) v = volume inti (m3)
f = frekuensi

Tabel 2.1 Nilai Koefisien Steinmentz Histerisis


Bahan h (joule / m3)

Sheet steel 502

Silicon steel 191

Hard Cast steel 7040

Cast steel 750 3000

Cast iron 2700 4000

11
15
2.7.3 Rugi Mekanik
Rugi mekanik terdiri dari :

a. Rugi gesek yang terjadi pada pergesekan sikat dan sumbu. Rugi ini dapat
diukur dengan menentukan masukan pada mesin yang bekerja pada
kecepatan yang semestinya tetapi tidak diberi beban dan tidak diteral.

b. Rugi angin (windageloss) atau disebut juga rugi buta (stray loss) akibat
adanya celah udara antara bagian rotor dan bagian stator. Besar rugi
mekanik sekitar 10 sampai 20% dari rugi total pada beban penuh.

2.8 Arus Stator

Rugi-rugi belitan akhir dan belitan terselubung maksimum per satuan


volume didapatkan besaran rugi-rugi maksimum tembaga :

Dimana :

Pcu,s = Rugi-rugi tembaga stator (watt)


Is = Arus stator maksimum (ampere)
Rs = Resistansi belitan stator ( ohm )

2.9 Arus Rotor

Oleh karena pemanasan rotor sama dengan pemanasan stator maka


persamaan pembatasnya pun mempunyai bentuk yang sama yaitu :

16
12

16

17
Dimana :

Pcu,r = Rugi-rugi belitan maksimum belitan rotor (watt)


Ir = Arus rotor maksimum (ampere)
Rr = Resistansi belitan rotor ( ohm )

2.10 Daya Aktif, Daya Semu, dan Daya Reaktif

2.10.1 Daya Aktif


Daya aktif adalah daya yang terpakai untuk melakukan energi
sebenarnya. Satuan daya aktif adalah Watt.
P = V.I. Cos

P = 3 .V.I Cos ............................................................................... 2.8

2.10.2 Daya Semu


Daya semu adalah daya yang dihasilkan oleh perkalian antara tegangan
rms dan arus rms dalam suatu jaringan atau daya yang merupakan hasil
penjumlahan trigonometri daya aktif dan daya reaktif. Satuan daya semu adalah
volt ampere (VA)

.............................................................
......... 2.9

2.10.3 Daya Reaktif


Daya reaktif adalah jumlah daya yang diperlukan untuk pembentukan medan
magnet. Dari pembentukan medan magnet maka akan
terbentuk fluks medan magnet. Satuan daya reaktif adalah Var.

................................................................
...... 2.10

2.11 Efisiensi Generator

Pada umumnya yang disebut dengan efisiensi generator adalah


perbandingan antara daya output dengan daya input. Seperti halnya dengan mesin-
mesin listrik lainnya, maupun transformator, maka efisiensi generator sinkron
dapat dituliskan seperti Persamaan
= Pout
X 100 %............................................................2.11
Pin

Dimana :

18
Pin = Pout + Rugi total
Rugi total = untuk generator adalah ( If2. Rf + Ia2 . Ra + IL .
Rsr + rugi gesek + rugi inti )
If2 . Rf = rugi kumparan medan
Ia2 . Ra = rugi kumparan jangkar
IL2 . Rsr = rugi kumparan
13 medan
Rugi gesek = rugi sikat + rugi angin + rugi sumbu
Rugi sikat = Ia . Vsi

Rugi angin yaitu rugi-rugi karena adanya celah antara bagian rotor dan stator
(1%)
Rugi Sumbu = rugi-rugi yang timbul pada benda berputar Rugi Inti
= rugi histerisis + rugi arus pusar.
Pin (daya masukan) adalah jumlah dari masukan ac pada jangkar dan
masukan dc pada medan. Sedangkan daya keluaran adalah daya masukan total
dikurangi jumlah rugi-rugi total.

2.12 Pembahasan Soal

1. Sebuah generator fasa tunggal mempunyai 4 buah kutub magnet dan


berputar setiap menitnya 1500 Rpm. Setiap kutub magnet mempengaruhi
dua buah alur stator yang berisi belitan stator. Besarnya fluks magnet 0,01
weber. Setiap alur stator terdapat 3 batang penghantar. Hitunglah ggl per
fasa generator tersebut diatas.?

Penyelesaian :
Diketahui : Generator fasa tunggal
fw = 0,8 , P = 4 ,
n = 1500 Rpm
Tiap kutub magnet mempengaruhi 2 alur stator
/ kutub magnet = 0,01 weber
( Zs ) = 3 penghantar
Ditanyakan : ggl atau Ea?
Jawab :
GGL
Ea = 4,44. . f . W. fw ( Volt )
fw = 0,8
f = ( 4 . 1500 ) : 120 = 50 Hz
Z = 4 . 2 . 3 = 24

W= = = 12

Ea = 4,44. . f . W. fw ( Volt )
Ea = 4,44 . 0,01 . 50 . 12 . 0,8 = 21,312 Volt.

19
Ea = 21,312 Volt.

2. Kumparan dengan 10 lilitan mengalami perubahan fluks magnetik dengan


persamaan:
= 0,02 t3 + 0, 4 t2 + 5
dengan dalam satuan Weber dan t dalam satuan sekon. Tentukan besar
14
ggl induksi saat t = 1 sekon?

Penyelesaian :

TUGAS KHUSUS

1. Contoh soal no 2 itu bukan contoh soal generator ac, ganti dengan
contoh yang benar. Lengkapi dengan gambar yang sesuai dengan
besaran yang digunakan dalam persamaan penyelesaian.
2. Lengkapi soal no 1 dengan gambar yang sesuai dengan penyelesaian.

Kerjakan tugas khusus di makalah ini juga dan kumpulkan hari ini juga.

Penyelesaian :

1. Sebuah generator memiliki luas bidang kumparan 200 cm2, yang terdiri
atas 2000 lilitan, berada dalam medan magnetik tetap 5.10-3 T. Apabila
kumparan diputar pada kecepatan sudut sebesar 500 rad/s, tentukan
berapa volt ggl maksimum yang dihasilkan oleh generator tersebut?

= 5.10-3 T

2000 lilitan =

200 cm2 =

Penyelesaian :
Dik : B = 5.10-3 T
A = 200 cm2 = 2.10-2 m2
N = 2000 lilitan
= 500 rad/s

20
Dit : ?

Jawab :

= (5.10-3 T)( 2.10-2 m2)(2000 lilitan)( 500 rad/s)


15
= 100 V

Jadi, GGL maksimal yang dihasilkan generator adalah 100 Volt

2. Sebuah generator fasa tunggal mempunyai 4 buah kutub magnet dan


berputar setiap menitnya 1500 Rpm. Setiap kutub magnet mempengaruhi
dua buah alur stator yang berisi belitan stator. Besarnya fluks magnet 0,01
weber. Setiap alur stator terdapat 3 batang penghantar. Hitunglah ggl per
fasa generator tersebut diatas.?
Penyelesaian :
Diketahui : Generator fasa tunggal
fw = 0,8 , P = 4 ,
n = 1500 Rpm
Tiap kutub magnet mempengaruhi 2 alur stator
/ kutub magnet = 0,01 weber
( Zs ) = 3 penghantar
Ditanyakan : ggl atau Ea?
Jawab :

Stator

Medan
Magnet Magnet
Berputar

GGL
Ea = 4,44. . f . W. fw ( Volt )
fw = 0,8
f = ( 4 . 1500 ) : 120 = 50 Hz
Z = 4 . 2 . 3 = 24

W= = = 12

Ea = 4,44. . f . W. fw ( Volt )
Ea = 4,44 . 0,01 . 50 . 12 . 0,8 = 21,312 Volt.
Ea = 21,312 Volt.

21
16

22
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Generator listrik bolak balik (AC) adalah alat yang digunakan untuk
memproduksi listrik bolak balik (AC). Generator ini terdiri dari dua bagian, yaitu
rotor dan stator. Rotor adalah bagian genertor yang bergerak, seperti kumparan.
Sedangkan Stator adalah bagian generator yang diam, seperti magnet permenen,
cincin, dan sikat/terminal.
Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau
alternator. Generator arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting
dalam proses perubahan energi dari batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam
bentuk yang bermanfaat untuk digunakan dalam industri atau rumah tangga.
Dalam generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil, medan diletakan
pada bagian yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam
atau stator dari mesin

3.2 Saran
Saran yang dapat diberikan antara lain :
1. Sebaiknya dalam penggunaan generator haruslah memperhatikan
keamanan dan keselamatan dalam pemakaian agar tidak terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan.
2. Sebaiknya perawatan generator dilakukan secara berkala sehingga
keawetan dari generator itu sendiri dapat bertahan lama.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Daryanto. 1995. Pengetahuan Teknik Listrik . Jakarta: PT Bumi aksara


17
http://fisika79.wordpress.com/2011/04/10/arus-listrik-ac-2/
http://www.mediabali.net/listrik_dinamis/sifatsifat_listrik_ac.html
http://kanagaartikeldanmakalah.blogspot.com/2011/02/generator-ac.html
http://eprints.polsri.ac.id/1708/3/BAB%20II.pdf

23
18

24