Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN

1.1. Baris dan deret aritmatika

A. Pengertian Baris dan Deret


Baris
Baris adalah daftar urutan bilangan dari kiri ke kanan yang mempunyai pola
tertentu. Setiap bilangan dalam barisan merupakan suku dalam barisan.

Contoh:
1, 2, 3, 4, 5, ... , dst.
3, 5, 7, 9, 11, , dst.

1.1.1 Barisan Aritmatika


Barisan aritmatika adalah barisan dengan selisih antara dua suku yang berurutan
selalu tetap. Selisih tersebut dinamakan beda dan dilambangkan dengan b

Contoh:
3, 6, 9, 12, 15.
Barisan diatas merupakan barisan aritmatika karena selisih dari setiap suku yang
berurutan selalu sama/tetap, yaitu 6 3 = 9 6 = 12 9 = 15 12 = 3. Nah 3 inilah
yang dinamakan beda.

Bentuk umum barisan aritmatika:


a, (a+b), (a+2b), (a+3b), , (a+(n-1)b)

Rumus:
Beda:
b=Un Un-1
Suku ke-n:
Un = a + ( n - 1 ) b
atau
Un = Sn Sn-1

Keterangan:
a = U1 = Suku pertama
b = beda
n = banyak suku
Un= Suku ke-n
Contoh soal:

1. Suku pertama dari barisan aritmatika adalah 3 dan bedanya = 4, suku ke-10 dari
barisan aritmatika tersebut adalah
Penyelesaian:
a=3
b=4

Un = a + ( n - 1 ) b
U10 = 3 + ( 10 1 ) 4
= 3 + 36
= 39

2. Diketahui barisan aritmatika sebagai berikut: 5, 8, 11,


Tentukan:
Nilai suku ke-15 !
Penyelesaian:

Un = a + ( n - 1 ) b
Un = 5 + ( 15- 1 ) 3
= 5 + (14 ) 3
= 47
3. Diketahui suatu barisan aritmatika suku pertamanya adalah 4 dan suku ke-20
adalah 61.
Tentukan beda barisan aritmatika tersebut!
Penyelesaian:
a=4
U20 = 6
Un = a + ( n - 1 ) b
Un = 4 + ( 20 1 ) b
61 = 4 + 19b
61 4 = 19b
57 = 19b
57
b = 19

=3

1.1.2 Suku Tengah Barisan Aritmatika


Jika barisan aritmatika mempunyai banyak suku (n) ganjil, dengan suku pertama a,
dan suku terakhir Un maka suku tengah Ut dari barisan tersebut adalah sebagai
berikut:
1
Ut = 2 ( a + Un)

Contoh soal:
Diketahui barisan aritmatika 5, 8, 11, , 125, 128, 131. Suku tengahnya adalah
Penyelesaian:
barisan aritmatika 5, 8, 11, , 125, 128, 131
suku pertama, a = 5
suku ke-n, Un = 131
suku tengah:
1
Ut = 2 ( a + Un)

1
Ut = 2 ( 5 + 131)
1
Ut = 2 (136) = 68

Deret
Deret adalah penjumlahan suku-suku dari suatu barisan. Jika suatu
barisan:
maka U1 + U2 + U3 + ... + Un adalah Deret.

Contoh:
1 + 2 + 3 + 4 + 5, ... + Un
3 + 5 + 7 + 9 + 11 + + Un.

1.2.1 Deret Aritmatika


Deret aritmatika adalah jumlah suku-suku dari suatu barisan
aritmatika.
Bentuk umum deret aritmatika:
a + (a+b) + (a+2b) + (a+3b) + + (a+(n-1)b)

rumus:
n
Sn = 2 ( a + Un )
Atau
n
Sn = 2 (2a + ( n 1 )

keterangan:
Sn = jumlah n suku pertama

Contoh soal:
Diketahui deret aritmatika sebagai berikut,
10 + 13 + 16 + ... + U10

Tentukan:
a. Suku ke-10
b. Jumlah sepuluh suku pertama ( U10 )
Penyelesaian:

a. Suku ke-10
Un = a + ( n 1 ) b
U10 = 10 + ( 10 1 ) 3
= 10 + 27
= 37
b. Jumlah sepuluh suku pertama:
n
Sn = 2 ( a + U n )
10
S10 = 2 ( 10 + 37 )
S10 = 5 47 = 235

1.2.3 Sisipan pada Barisan Aritmatika


Apabila antara dua suku barisan aritmatika disisipkan k buah
bilangan (suku baru) sehingga membentuk barisan aritmatika baru,
maka:
Beda barisan aritmatika setelah disisipkan k buah suku akan
berubah dan dirumuskan:
b
b = ( k +1 )

Banyak suku barisan aritmatika setelah disisipkan k buah suku:


n = n + ( n 1 ) k
Jumlah n suku pertama setelah disisipkan k buah suku:
n
sn = 2 ( a + Un )
Keterangan:
b = beda barisan aritmatika setelah disisipkan k buah suku
n = banyak suku barisan aritmatika baru
n = banyak suku barisan aritmatika lama
k = banyak suku yang disisipkan
Sn = jumlah n suku pertama setelah disisipkan k buah suku

Contoh Soal:
Antara bilangan 20 dan 116 disisipkan 11 bilangan sehingga
bersama kedua bilangan semula terjadi deret hitung. Maka jumlah
deret hitung yang terjadi adalah
Penyelesaian:
Diketahui: deret aritmatika mula-mula: 20 + 116
a = 20
Un = 116
n=2
k = 11 bilangan
banyaknya suku baru : n = n + (n-1) k
= 2 + (2-1) 11 = 2 + 11 = 13

n
Sn = 2 ( a + Un )
13
Sn = 2 ( 20 + 116 )
13
Sn = 2 ( 136 ) = 884

Jadi, jumlah deret aritmatika setelah sisipan adalah 884

a. penerapan baris dan deret aritmatika dalam


kehidupan sehari-hari
Di bidang bisnis dan ekonomi, teori atau prinsip-prinsip deret
sering diterapkan dalam kasus-kasus yang menyangkut
perkembangan dan pertumbuhan. Apabila perkembangan atau
pertumbuhan suatu gejala tertentu berpola seperti perubahan
nilai-nilai suku sebuah deret, baik deret hitung ataupun deret
ukur, maka teori deret yang bersangkutan penad (relevant)
diterapkan untuk menganalisisnya. Model perkembangan usaha
merupakan penerapan teori Baris dan Deret. Perkembangan
usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang
pertumbuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti
perubahan baris hitung. Jika perkembangan variabel-variabel
tertentu dalam kegiatan usaha misalnya produksi, biaya,
pendapatan, penggunaan tenaga kerja, atau penanaman modal
yang berpola seperti deret hitung, maka prinsip-prsinsip deret
hitung dapat digunakan untuk menganalisis perkembangan
variable tersebut. Berpola seperti deret hitung maksudnya di sini
ialah bahwa variable yang bersangkutan bertambah secara
konstan dari satu periode ke periode berikutnya. Diantaranya
contoh penerapannya adalah sebagai berikut :

a. Deret dalam Mengukur Pertumbuhan Penduduk

Menurut Robert Malthus, dalam mengukur Pertumbuhan


Penduduk mengikuti Barisan Geometri (Ukur), sedangkan
Pertumbuhan Pangan mengikuti Barisan Aritmatika (Hitung).

b. Barisan dalam Usaha Bisnis

Penerapan barisan bagi dunia bisnis yang lebih sesuai adalah


Barisan Aritmatika. Karena apabila diukur dengan barisan
geometri, variabel-variabel ekonomi seperti biaya produksi,
modal, pendapatan, tenaga kerja akan kesulitan untuk
mengikutinya dalam arti segera memenuhinya.

c. Deret dalam Mengukur Bunga Majemuk

Model deret untuk bunga majemuk (Bunga berbunga) ialah


baris geometri khususnya bagi hutang piutang. Hal ini berlaku
bagi dunia perbankan. Transaksi dengan model ini disebut
kredit.
BARIS DAN DERET ARITMATIKA

D
I
S
U
S
U
N
Oleh :

Kelompok 4

Said Abdul Fatah 160603003 Mipa Fisika


Oktania Hartina 160604013 Mipa Kimia
Silvia Ningsih 160604004 Mipa Kimia
Al Nazhari 160604005 Mipa Kimia
Munazar 160604014 Mipa Kimia

Dosen Pembimbing
Rizki Amalia S.Pd, M.Pd

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SAMUDRA
2017 - 2018