Anda di halaman 1dari 6

Analisa lima kekuatan persaingan M.

Porter pada Perusahaan LG Elektronik


Analisis Lima kekuatan M Porter pada PT LG Elektronik Indonesia

A. Landasan Teori

Sebuah industri adalah sekelompok perusahaan yang memproduksi produk-produk yang dapat saling menggantikan. Dalam
lingkungan persaingan, perusahaan-perusahaan ini saling mempengaruhi. Biasanya, industri-industri mencakup kekayaan bauran
dari strategi-strategi kompetitif yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan daya saing strategis dan laba di atas rata-rata.

Didalam teori persaingan kita mengenal ada suatu teori dari Michael Porter yg sangat terkenal pada saat menganalisis persaingan
atau competition analysis. Teori tersebut sangat sangat terkenal dengan istilah Porter Five Forces Model. Intinya sebenarnya Porter
menilai bahwa perusahaan secara nyata tidak hanya bersaing dengan perusahaan yang ada dalam industri saat ini. Kita biasanya
hanya menganalisis siapa pesaing langsung kita dan akhirnya kita terjebak dalam competitor oriented , sehingga tidak
mempunyai visi pasar yang jelas. Dalam five forces model digambarkan bahwa kita juga bersaing dengan pesaing potensial kita,
yaitu mereka yang akan masuk, para pemasok atau suplier,para pembeli atau konsumen, dan produsen produk-produk pengganti.
Dengan demikian. kita harus mengetahui bahwa ada lima kekuatan yg menentukan karakteristik suatu industri yaitu intensitas
persaingan antar pemain yg ada saat ini, ancaman masuk pendatang baru, kekuatan tawar menawar pemasok, kekuatan tawar
pembeli, dan ancaman produk pengganti.

Michael Eugene Porter (lahir 1947) adalah pengajar di Sekolah Bisnis Universitas Harvard dengan keahlian utama di bidang
manajemen strategis dan keunggulan kompetitif perusahaan. Ia telah menulis berbagai buku dan artikel tentang manajemen dan
antara lain dikenal dengan teori analisis lima kekuatan Porter-nya (Porter five forces analysis).

Sebenarnya ada kekuatan lain yg sangat penting yaitu kekuatan regulatif yg dimiliki pemerintah. Kekuatan tersebut bukan menjadi
kekuatan keenam tetapi sebagai kekuatan yg mempengaruhi kelima kekkuatan lainnya. Coba kita lihat satu demi satu kelima
kekuatan tsb:

Yang pertama, ancaman masuk dari pendatang baru, kekuatan ini biasanya dpengaruhi besar kecilnya hambatan masuk ke dalam
industri. Hambatan masuk kedalam industri itu contohnya antara lain : besarnya biaya investasi yang dibutuhkan, perijinan ,akses
terhadap bahan mentah, akses terhadap saluran distribusi, ekuitas merek dan masih banyak lagi. Biasanya semakin tinggi
hambatan masuk , semakin rendah ancaman yg masuk dari pendatang baru.

Yang kedua adalah kekuatan tawar pemasok atau supplier. Biasanya sedikit jumlah pemasok, semakin penting produk yang
dipasok, dan semakin kuat posisi tawarnya.

Demikian juga dgn kekuatan ketiga yaitu kekuatan tawar pembeli ,dimana kita bisa melihat bahwa semakin besar pembelian,
semakin banyak pilihan yang tersedia bagi pembeli dan pada umumnya akan membuat posisi pembeli semakin kuat.

Kekuatan keempat adalah soal produk produk substitusi, seberapa banyak produk substitusi di pasar??. Ketersedian produk
substitusi yg banyak akan membatasi keleluasaan pemain dalam industri untuk menentukan harga jual produk.

Kekuatan kelima atau yang terakhir yang biasanya menjadi fokus para pemasar adalah masalah intensitas rivalitas antar pemain
dalam industri. Biasanya intensitas persaingan itu dipengaruhi banyak faktor, misalnya struktur biaya produk. Misalnya kalau
semakin besar porsi biaya tetap dlm struktur biaya , maka semakin tinggi intensitas persaingan. Mengapa?? Karena setiap penjual
memiliki tingkat break even point yang tinggi sehingga biasanya.. harus menjual produk dalam jumlah yang besar, dan bila perlu
dilakukan banting harga agar bisa mencapai tingkat break even tersebut.

B. Analisis terhadap PT LG Elektronik Indonesia.


Ancaman masuk dari pendatang baru
a. Pendatang baru perusahaan elektronik yaitu: Fujitsu, Axus, dll.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Mempertahankan Loyalitas Konsumen dengan perbaikan pelayanan konsumen
- Tetap menjadikan produk elektronik yang tahan lama dan berdaya saing mengikuti perkembangan zaman

Kekuatan posisi tawar pemasok


a. Karena LG Elektronik Indonesia meruapakan perusahaan yang berpusat di Korea, jadi pemasok untuk PT LG Elektronik berasal
dari mancanegara dan oleh karena itu diperlukan hubungan yang sangat baik untuk menjaga loyalitas supplier.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
PT LG Elektronik sebaiknya tidak lamban dalam melunasi kewajibannya kepada pihak supplier agar hubungan yang terjalin antara
kdua perusahaan akan tetap terus terjalin sehingga LG tidak kekurangan pasokan bahan baku dari supplier

Kekuatan posisi tawar pembeli


a. Para pembeli produk LG berasal dari berbagai kalangan tetapi harga harga produk LG cenderung stabil di pasaran sehingga bisa
dijangkau oleh kalangan menengah dan kalangan atas, namun kadang kala LG elektronik juga mengadakan program big sale bagi
produk-produk yang sedikit cacat.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Produk berkualitas dan memuaskan para konsumen.
- Memberikan kontribusi usaha atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui berbagai kegiatan dan donasi.
- Program pemberian beasiswa tanpa ikatan dinas apapun bagi mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi di negeri ini untuk
melanjutkan program studi pasca sarjana (S2) di universitas- universitas terkemuka di Korea. Panasonic Scholarship (PS).
- Harga bersaing
- Pemberian Service Garansi yang memuasakan
- Pelayanan yang baik
- Promosi sesuai dengan mutu
- Elektronik yang tahan lama / awet
- Sponsor acara-acara musik terkemuka

Ancaman produk substitusi


a. PT Lg Elektronik merupakan brand elektronik yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif, mulai dari LCD TV,
AC, Kulkas, Mesin Cuci, dan lainnya, dengan produk utama yang inovatif berupa Air Conditioner. Substitusi dari produk LG Elektronik
tentunya masih bersifat tradisional. Misalnya produk LCD TV substitusinya Radio atau bahkan layar sandiwara berupa opera, Kamera
substitusinya Lukisan, AC substitusinya Kipas Sate, Kulkas substitusinya termos es, Mesin Cuci substitusinya Papan Gilasan dsb.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Menjadikan manufaktur kelas dunia di bidang produk elektronik
- Menghasilkan produk dengan kualitas terbaik
- Menawarkan produk-produk yang akan memperkaya hidup mereka; produk-produk yang dibuat berdasarkan ide-ide segar dan
inovatif.
- Terus berinovasi menciptakan produk-produk yang handal berguna dan hebat.
- Terus mengikuti perkembangan kemajuan elektronik.

Kekuatan Kompetitor
a. Samsung, Sony, Panasonic, Sanyo, Sharp, Toshiba, Denpoo dll.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Melakukan Inovasi Produk
- Harga yang lebih terjangkau tetapi mutu tetap
- Promosi ditingkatkan

Didalam teori persaingan kita mengenal ada suatu teori dari Michael Porter yang
sangat terkenal pada saat menganalisis persaingan atau competition analysis. Teori
tersebut sangat terkenal dengan istilah Porter Five Forces Model. Intinya
sebenarnya Porter menilai bahwa perusahaan secara nyata tidak hanya bersaing
dengan perusahaan yang ada dalam industri saat ini. Analisis yang biasa digunakan
sebuah perusahaan adalah siapa pesaing langsung perusahaan tersebut dan
akhirnya mereka terjebak dalam competitor oriented , sehingga tidak mempunyai
visi pasar yang jelas. Dalamfive forces model digambarkan bahwa kita juga
bersaing dengan pesaing potensial kita, yaitu mereka yang akan masuk, para
pemasok atau suplier,para pembeli atau konsumen, dan produsen produk-produk
pengganti. Dengan demikian, kita harus mengetahui bahwa ada lima kekuatan yg
menentukan karakteristik suatu industri, yaitu :
1) intensitas persaingan antar pemain yg ada saat ini,
2) ancaman masuk pendatang baru,
3) kekuatan tawar menawar pemasok,
4) kekuatan tawar pembeli, dan
5) ancaman produk pengganti.

Kekuatan pertama yang biasanya menjadi fokus para pemasar adalah masalah
intensitas rivalitas atau persaingan antar pemain dalam industri. Biasanya
intensitas persaingan itu dipengaruhi banyak faktor, misalnya struktur biaya
produk. Misalkan semakin besar porsi biaya tetap dalam struktur biaya , maka
semakin tinggi intensitas persaingan. Hal ini disebabkan, setiap penjual memiliki
tingkat break even point yang tinggi sehingga pada umumnya harus menjual
produk dalam jumlah yang besar, dan bila perlu dilakukan banting harga agar bisa
mencapai tingkat break even tersebut.

Kedua, ancaman masuk dari pendatang baru, kekuatan ini biasanya dipengaruhi
oleh besar kecilnya hambatan masuk ke dalam industri. Hambatan masuk kedalam
industri itu contohnya antara lain : besarnya biaya investasi yang dibutuhkan,
perijinan ,akses terhadap bahan mentah, akses terhadap saluran distribusi, ekuitas
merek dan masih banyak lagi. Biasanya semakin tinggi hambatan masuk , semakin
rendah ancaman yg masuk dari pendatang baru.
Ketiga adalah kekuatan tawar pemasok atau supplier. Biasanya sedikit jumlah
pemasok, semakin penting produk yang dipasok, dan semakin kuat posisi tawarnya.
Demikian juga dengan kekuatan keempat yaitu kekuatan tawar pembeli ,dimana
kita bisa melihat bahwa semakin besar pembelian, semakin banyak pilihan yang
tersedia bagi pembeli dan pada umumnya akan membuat posisi pembeli semakin
kuat. Kekuatan yang terakhir adalah soal produk produk substitusi, seberapa
banyak produk substitusi di pasar. Ketersedian produk substitusi yg banyak akan
membatasi keleluasaan pemain dalam industri untuk menentukan harga jual
produk.

Faktor Eksternal
Kelima kekuatan bersaing menurut Porter diatas dapat dikategorikan sebagai faktor
eksternal. Definisi dari faktor eksternal perusahaan itu sendiri adalah lingkungan
bisnis yang melengkapi operasi perusahaan yang memunculkan peluang dan
ancaman. Faktor ini mencakup lingkungan industri dan lingkungan bisnis makro,
yang membentuk keadaan dalam organisasi dimana organisasi ini hidup. Elemen-
elemen dari Faktor eksternal tersebut adalah pemegang saham, pemerintah,
pemasok, komunitas lokal, pesaing, pelanggan, kreditur, serikat buruh, kelompok
kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan. Lingkungan kerja perusahaan
umumnya adalah industri dimana perusahaan dioperasikan.

Lingkungan bisnis makro atau lingkungan sosial terdiri dari kekuatan umum yang
tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi
tetapi dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka panjang.
Perusahaan-perusahaan besar membagi membagi lingkungan sosial dalam satu
wilayah geografis menjadi empat kategori, terdiri dari faktor ekonomi, sosiokultural,
teknologi dan politik-hukum dalam hubungannya dengan lingkungan perusahaan
secara keseluruhan.

Sehingga apabila dilihat dari penjelasan mengenai definisi Faktor Eksternal


perusahaan dikaitkan dengan 5 kekuatan bersaing M. Porter, maka 5 kekuatan
bersaing Porter merupakan Faktor Eksternal. Penjelasan lebih lanjut menganai
analisis Faktor Eksternal adalah faktor ini dibagi menjadi dua, yakni
Peluang (opportunities) dan Ancaman (threats). Ancaman adalah suatu kondisi
dalam lingkungan umum yang dapat menghambat usaha-usaha perusahaan untuk
mencapai daya saing strategis. Sedangkan peluang adalah kondisi dalam
lingkungan umum yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing
strategis.
Analisis Faktor Eksternal (Peluang dan Ancaman) pada PT Nestle
Indonesia
Peluang
Nestle dan PT. Indofood Sukses Makmur membuat perusahaan
patunganbernama PT. Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Hal ini akan
menciptakanpeluang baru untuk memperluas jangkauan bisnis mereka.
Terutama untuk Nestl untuk mendistribusikan produk-produk mereka seperti
produk merekabumbu, Maggi.
Nestl SA dan The Coca Cola Company membuat perusahaan patungan
50:50 di Indonesia bernama PT AdeS Waters Indonesia Tbk untuk Hidup
NestlMurni.
Meningkatkan tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat Indonesia
dankenyataan bahwa sebagian besar keluarga di Indonesia adalah orang tua
mudadengan dua anak. Dengan bekerja orang tua yang sibuk, alokasi dana
untuk anak-anak mereka semakin besar.
Di Indonesia, ada kebiasaan untuk mengkonsumsi produk yang lebih cepat
atau ready-to-eat/drink. Dengan teknologi saat ini untuk menghasilkan
produk instan dengan paket aman, Nestl mampu memenuhi kebutuhan ini.
Masih ada orang yang memiliki tingkat pendidikan rendah. Orang-orang ini
telah menjadi buruh murah bagi pabrik-pabrik Nestle di Indonesia.
Ancaman
Ada persepsi dalam masyarakat bahwa merek asing lebih baik daripada
yanglokal. Nestl adalah dianggap sebagai merek lokal.
Ada merek lebih asing daripada yang lokal yang menghasilkan jenis produk
yang sama. Sehingga sulit untuk Nestl untuk bersaing.
Mead Johnson, salah satu pesaing Nestl dalam menjual susu, telah
membukapabrik di Indonesia. Beberapa produk Mead Johnson:Sustagen anak,
SMP, Enfagrow
Jadi sebagai perusahaan susu lainnya internasional seperti Abbott (gain
ditambah muka), Wyeth (Procal) dan Nutricia (Bebelac, Nutrilon). Perusahaan-
perusahaan ini pesaing utama Nestl untuk super premium dansusu premium
kelas.
Untuk kelas rendah susu, Nestle juga memiliki beberapa pesaing,
sepertiFrisian Flag, Indomilk, dan Sari Husada (SGM).
Untuk makanan bayi, pesaing adalah Indofood (promina, matahari)
Ada banyak tuntutan dari konsumen untuk nutrisi tambahan dalam produk
susu. Itu membuat Nestl telah melakukan banyak penelitian
danmenambahkan nutrisi khusus untuk produk mereka.
Kesadaran untuk minum susu sejak usia dini masih rendah di Indonesia.
Memang tantangan dari produk lain merupakan penghambat untuk
produknestle tapi menurut kami nestle bisa menghadapinya, nestle sudah berdiri
sekitar 41 tahun, produk nestle sudah mempunyai tempat di indonesia khususnya
untuk para konsumennya (pelanggannya), sudah banyak yang menngunakanproduk
nestle dari dahulu dan percaya akan peroduk tersebut, jadi bila adaproduk lain itu
tidak begitu mempengaruhi karena Nestl memiliki jaringandistribusi yang besar.
Produk tersedia di mana-mana, dari supermarket besar dikota-kota besar untuk
kios-kios kecil di desa-desa dan Memiliki posisi yang baikdi mata konsumen.