Anda di halaman 1dari 2

BAB III

PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1 Tempat dan Waktu Kegiatan


Kegiatan ini dilaksanakan di klinik Bersama Dokter Hewan Drh. Lista R.
Sihombing, Bandung Jawa Barat pada tanggal 20 Mei 2016.

Alat yang digunakan


Peralatan yang digunakan antara lain : stetoskop, spuit 1 ml dan 3 ml, doyan
intertisinal forcep, scalpel, handle scalpel, needle, needle holder, gunting
bengkok dan lurus, pinset anatomis dan cirurgis, allis forceps, arteri klem
anatomis dan cirurgis, duk clamp, sarung tangan dan masker.

3.3. Bahan yang digunakan


Bahan-bahan yang digunakan yaitu benang plain cat gut dan silk, drapping,
tampon steril, kain kasa, Iodium tincture 3%, aquades, NaCl fisiologi, obat
premedikasi (atropine sulfat) dan anestesi (ketamin dan xylazin) dan antibiotik
(penicillin oil) dan obat suportif/pendukung (vitamin C).

3.3. Prosedur Penanganan


a Anamnesa
Berguna untuk mengetahui riwayat hewan dan riwayat kejadian yang
dialami oleh anjing tersebut. Seperti lama terjadinya prolapsus ani, sejarah
kejadian dan pernah tidaknya anjing memperlihatkan atau menderita
prolapsus ani sebelumnnya.
b Pemeriksaan umum
Mencakup hal-hal sikap berdiri anjing, pulsus, warna selaput lendir dan
kondisi anus
c Pemeriksaan khusus
Pemeriksaan khusus dilakukan seperti mengekang hewan, dalam kondisi
berdiri, pemeriksaan saluran penceraan apakah ada kelainan
d Tindakan, berdasarkan hasil diagnosis.

3.4 Premedikasi dan Anastesi

Premedikasi merupakan suatu tindakan pemberian obat sebelum pemberian


anastesi yang dapat menginduksi jalannya anestesi. Premedikasi dilakukan

9
10

beberapa saaat sebelum anestesi dilakukan. Tujuan premedikasi adalah untuk


mengurangi kecemasan, memperlancar induksi, mengurangi keadaan gawat
anestesi, menguragi timbulnya hipersalivasi, brakardia dan muntah selama
anestesi (Sudisma,2006)
Anastesi adalah substansi yang apabila diberikan akan menyebabkan
hilangnya kesadaran dan respon motorik terhadap rangsangan yang merugikan.
Penggunaan anastesi untuk tujuan operasi ditujukan untuk individu yang sehat dan
dalam kondisi fisiologis normal, hal ini disebabkan atas kenyataan bahwa setiap
agen anastesi dapat digunakan dan atau mengganggu fungsi normal dari organ
atau beberapa sistem dalam tubuh (Boden, 2005).

3.5 Persiapan Operator dan Co-Operator


Sebelum melakukan operasi, operator dan co-operator mencuci tangan dari
ujung jari sampai ke siku dengan air sabun dan dibilas dengan air bersih. Tangan
dikeringkan dengan handuk bersih kemudian didesinfeksi denga alkohol 70%,
kemudian operator dan co-operator menggunakan sarung tangan dan pakaian
khusus. Keadaan sepsis tersebut dipertahankan hingga opersai selesai.

3.5 Analisis Data


Data yang diperoleh dalam penulisan ini dianalisis secara deskriptif. Metode
deskriptif dapat disimpulkan sebagai sebuah metode yang bertujuan untuk
melukiskan atau menggambarkan keadaan di lapangan secara sistematis dengan
fakta-fakta dengan interpretasi yang tepat dan data yang saling berhubungan, serta
bukan hanya untuk mencari kebenaran mutlak tetapi pada hakikatnya mencari
pemahaman observasi (Sugiono, 2012).