Anda di halaman 1dari 4

TAHAP-TAHAP PENCEGAHAN

PENYAKIT TBC

1. Pencegahan Primordial ( pencegahan awal)


Tujuan dari pencegahan primordial adalah untuk menghindari
terbentuknya pola hidup social ekonomi dan cultural yang diketahui
mempunyai kontribusi untuk meningkatkan resiko penyakit.
Pencegahan primordial pada penyakit TBC misalnya
a. Menjalankan pola hidup sehat, sebagai berikut:
1) Meningkatkan daya tahan tubuh
antara lain dengan makan makanan bergizi.
2) Tidur dan istirahat yang cukup.
3) Tidak merokok dan tidak minum
minuman yang mengandung alkohol.
4) Bayi agar diberi imunnisasi
BCG.
5) Membuka jendela dan
mengusahakan sinar matahari masuk ke ruang tidur dan ruagan
ruangan lain.

2. Pencegahan Primer
Tujuan dari pencegahan primer adalah untuk mengurangi insindensi
penyakit dengan cara mengendalikan penyebab-penyebab penyakit dan
faktor-faktor resikonya.
Pencegahan primer penyakit TBC dapat dilakukan dengan beberapa
cara yaitu:
Yang harus dilakukan agar penderita tidak
menularkan penyakit ke orang lain sebagai berikut:
a. Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin
dengan sapu tangan atau tisu.
b. Tidur terpisah dari keluarga terutama pada 2
minggu pertama pengobatan
c. Tidak meludah di sembarang tempat, tetapi
di wadah yang beri air sabun atau lysol kemudian dibuang
dalam lubang dan ditimbun dengan tanah.
d. Menjemur alat tidur secara teratur pada pagi
hari.
e. Membuka jendela pada pagi hari agar
rumah mendapat udara bersih, cahaya matahari yang cukup
sehingga kuman TBC yang tertinggal di rumah mati
Tindakan yang harus dilakukan agar tidak tertular
penyakit TBC:
a. Menjalankan pola hidup sehat.
b. Segera periksa bila timbul batuk lebih dari 3 minggu.
Pencegahan Primer Terdiri dari :
a. Peningkatan Derajat Kesehatan (health promotion)
Peningkatan derajat kesehatan pada penyakit TBC misalnya
dengan melakukan penyuluhan tentang pentingnya pengobatan
tentang TBC
b. Perlindungan Khusus (specific protection)
Pencegahan primer itu meliputi 2 buah strategi yang saling melengkapi
yaitu strategi populasi dan strategi individual.
a) Startegi populasi
Staregi populasi difokuskan kepada populasi keseluruhan dengan
tujuan untuk mengurangi resiko rerata.
Dengan menggunakan strategi populasi penyakit TBC dapat
dicegah penularannya misalnya dengan melaksanakan pemeriksaan
pada keluarga penderita dan teman-teman yang ada di sekeliling
penderita
b) Strategi individual
Strategi individual adalah strategi pada individu yang mempunyai
resiko tinggi sebagai akibat dari adanya paparan yang tertentu.
Strategi individual pada pencegahan penyaki TBC adalah dengan
mengawasi, memebrikan dorongan dan memastikan penderita TBC
menelan obat secara teratur sampai selesai.

3. Pencegahan Sekunder
Tujuan dari pencegahan sekunder adalah untuk menghentikan proses
penyakit lebih lanjut dan mencegah komplikasi
Obat TBC diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis,
dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6-8 bulan, supaya semua
kuman (termasuk kuman persister) dapat dibunuh. Dosis tahap intensif dan
dosis tahap lanjutan ditelan sebagai dosis tunggal, sebaiknya pada saat
peru kosong. Apabila paduan obat yang digunakan tidak adekuat (jenis,
dosis, dan jangka waktu pengobatan), kuman TBC akan berkembang
menjadi kuman kebal obat (resisten). Untuk menjamin kepatuhan
penderita menelan obat, pengobatan perlu dilakukan dengan pengawasan
langsung (DOT = Directly Observed Treatment) oleh seorang Pengawas
Menelan Obat (PMO).
Pengobatan TBC diberikan dalam 2 tahap, yaitu tahap intensif dan
lanjutan :
a.Tahap intensif
Pada tahap intensif (awal) penderita mendapat obat setiap hari dan
diawasi langsung untuk mencegah terjadinya kekebalan terhadap
semua OAT. Bila pengobatan tahap intensif tersebut diberikan secara
tepat, biasanya penderita menular tidak menjadi menular dalam kurun
waktu 2 minggu. Sebagian besar penderita TBC BTA positif menjadi
BTA negative (konversi) pada akhir pengobatan.
Note : Pengawasan ketat dalam tahap intensif sangat penting untuk
mencegah terjadinya kekebalan obat
b.Tahap lanjutan
Pada tahap lanjutan penderita mendapat jenis obat lebih sedikit,
namun dalam jangka waktu yang lebih lama.
Note : Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persister
(dormant) sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.

4. Pencegahan Tersier
Upaya pencegahan tersier dimaksudkan untuk menurunkan kelemahan dan
kecacatan, memperkecil penderitaan dan membantu penderita untuk
melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap kondisi-kondisi yang tidak
dapat diobati lagi.
Pencegahan tersier terdiri dari :
a. Pemberantasan Kecacatan (disability limitation)
b. Rehabilitasi (rehabilitation) misalnya,
Penderita TBC yang sudah dinyatakan sembuh oleh dokter harus selalu
menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan sehat kareana
penyakit TBC dapat kambuh, dan apabila kambuh maka akan
dilakukan rehabilitasi kembali pada penderita dengan pengobatan yang
lebih lama.