Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH AGAMA

HAKIKAT MANUSIA MENURUT ISLAM

Dosen : Drs. Wahyudin

Nama Kelompok 1 :
1. Irawan Prasetya 2314030006
2. Sonya Hidayati Setiono 2314030010
3. Verycha Finish Wiya Tania 2314030015
4. Desy Puspitasari 2314030017
5. Oktavia Safitri 2314030027
6. Angga Bahrul Alam 2314030031
7. Alvina Rosyida Al Anis 2314030033
8. Tannya Wilangsagari 2314030040
9. M.Naufal Fatkhi 2314030041
10. Hannadyta Faradiella 2314030043
11. Dimas Anggoro 2314030048
12. Ryestha Hajar M. J 2314030049
13. Irma Chalidazia 2314030052
14. Fatinah Fahma Nofa 2314030056

D3 TEKNIK KIMIA-FTI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Hakikat Manusia
Islam. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata
kuliah Pendidikan Agama Islam di Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada
teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk
itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah
ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Surabaya, September 2014

Tim Penyusun

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii

BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang ................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
C. Tujuan Penulisan ............................................................................................. 1

BAB II Pembahasan
A. Pengertian Hakikat ............................................................................................ 2
B. Pengertian Manusia ............................................................................................ 2
C. Tujuan Penciptaan Manusia ................................................................................. 3
D. Fitrah Manusia ................................................................................................... 4
E. Fungsi dan Peran Manusia .................................................................................... 4
F. Tanggung Jawab Manusia sebagai Hamba dan Khalifah Allah SWT ...................... 5

BAB III Penutup


Kesimpulan ................................................................................................................ 6

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 7

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbicara tentang manusia dan agama dalam Islam adalah membicarakan
sesuatu yang sangat klasik namun senantiasa aktual. Berbicara tentang kedua hal
tersebut sama saja dengan berbicara tentang kita sendiri dan keyakinan asasi kita
sebagai makhluk Tuhan.

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Di dalam Al Quran manusia


disebut al insan, annas, kadang kala disebut bani adam. Oleh karena itu, manusia dan
berbagai hal di dalam dirinya sering menjadi perbincangan di berbagai kalangan.
Hampir semua lembaga pendidikan tinggi mengkaji manusia, karya dan dampak
karyanya terhadap diri sendiri serta lingkungan tempat tinggalnya.

Agama islam sebagai agama yang paling baik, tidak pernah menggolongkan
manusia kedalam kelompok binatang, selama manusia itu mempergunakan akal
pikirannya. Namun, jika manusia itu tidak mempergunakan karunianya maka derajat
manusia akan turun, bahkan jauh lebih rendah dari seekor binatang.

Sangat menariknya pembahasan tentang manusia inilah yang membuat penulis


tertarik untuk mengulas Hakikat Manusia menurut pandangan Islam.

B. Rumusan Masalah
1) Apa pengertian hakikat dan manusia itu ?
2) Apa saja tujuan penciptaan manusia serta fungsi dan peran manusia ?
3) Bagaimana fitrah manusia dalam hakikat islam ?
4) Bagaimana tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah Allah SWT ?

C. Tujuan Penulisan
1) Untuk mengetahui pengertian hakikat dan manusia.
2) Untuk mengetahui tujuan penciptaan manusia serta fungsi dan peran manusia.
3) Untuk mengetahui bagaimana fitrah manusia dalam hakikat islam.
4) Untuk mengetahui tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah Allah SWT.

1
BAB II
PEMBAHASAN
HAKIKAT MANUSIA MENURUT ISLAM
A. Pengertian Hakikat
Menurut bahasa hakikat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar-
benarnya.Hakikat manusia adalahmahluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa
sebagai suatu kesatuan dan juga mahluk tuhan yang paling sempurna di bandingkan
mahluk tuhan yang lainnya. karena pada dasarnya manusia diberi akal,perasaan, dan
kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia.
Hakikat manusia adalah sebagai berikut :
1) Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2) Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku
intelektual dan sosial.
3) Seseorang yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu
mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4) Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak
pernah selesai selama hidupnya.
5) Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk
mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk
ditempati.
6) Individu yang mudah terpengaruh oleh lingkungan terutama dalam bidang sosial.

B. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah
swt. Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan
tugas mereka sebagai khalifah di muka dumi ini.Manusia adalah makhluk serba
dimensi. Dimensi pertama secara fisik manusia hampir sama dengan hewan,
membutuhkan makan,minum,kawin dan sebagainya. Dimensi kedua, manusia memiliki
sejumlah emosi. Dimensi ketiga manusia memiliki perhatian terhadap keindahan.
Dimensi keempat, manusia memiliki naluri untuk menyembah kepada Tuhannya.
Dimensi kelima, manusia dikaruniai akal, pikiran, dan kehendak bebas, sehingga ia
mampu menciptakan keseimbangan dalam kehidupan. Dimensi keenam, manusia
mampu mengenali dirinya, sehingga ia menyadari siapa pencipta dirinya, bagaimana
histori penciptaanya, mengapa ia diciptakan dan untuk apa ia diciptakan.

Dalam al-quran istilah manusia ditemukan 4 kosa kata yang berbeda dengan makna
manusia, akan tetapi memilki substansi yang berbeda yaitu
a. BaniAdam
Manusia disebut bani adam, karena dilihat dari aspek historis penciptaannya,
yaitu makhluk ciptaan Allah yang merupakan keturunan nabi Adam.

2
b. Basyar
Penyebutan ini sesuia dengan sifat-sifat biologis manusia seperti asalnya dari
tanah liat atau lempung kering dan makhluk Allah yang memiliki sifat-sifat
fisik, kimia dan biologis dalam dirinya yang membutuhkan makan, minum, dan
sebagainya.
c. Insan
Insan adalah makhluk yang terus bergerak maju ke arah kesempurnaan. Ini
menunjukkan manusia yang memiliki sifat-sifat psikologis atau spiritual sebagai
makhluk yang berpikir, menyerap ilmu, dan memikul amanah.
d. An-Nas
Dilihat dari aspek sosiologis manusia merupakan mahkluk ciptaan Allah yang
mempunyai sifat-sifat dan kecenderungan untuk hidup berkelompok dengan
sesamanya ( bermasyarakat ), sehingga disebut makhluk sosial.

Dengan demikian Al-Quran memandang manusia sebagai makhluk biologis,


psikologis, dan social. Manusia sebagai basyar, diartikan sebagai makhluk social yang
tidak biasa hidup tanpa bantuan orang lain dan atau makhluk lain.

Sebenarnya manusia itu terdiri dari 3 unsur yaitu :


1. Jasmani. Terdiri dari air, kapur, angin, api dan tanah.
2. Ruh. Terbuat dari cahaya (nur). Fungsinya hanya untuk menghidupkan jasmani saja.
3. Jiwa. Manusia memiliki fitrah dalam arti potensi yaitu kelengkapan yang diberikan
pada saat dilahirkan ke dunia. Potensi yang dimiliki manusia dapat di kelompokkan
pada dua hal yaitu potensi fisik dan potensi rohania. Ibnu sina yang terkenal dengan
filsafat jiwanya menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk social dan sekaligus
makhluk ekonomi. Manusia adalah makhluk social untuk menyempurnakan jiwa
manusia demi kebaikan hidupnya, karena manusia tidak hidup dengan baik tanpa ada
orang lain. Dengan kata lain manusia baru bisa mencapai kepuasan dan memenuhi
segala kepuasannya bila hidup berkumpul bersama manusia.

C. Tujuan Penciptaan Manusia


Tujuan penciptaan manusia adalah menyembah kepada penciptanya yaitu Allah.
Pengertian penyembahan kepada Allah tidak bisa di artikan secara sempit, dengan
hanya membayangkan aspek ritual yang tercermin dalam shalat saja. Penyembahan
berarti ketundukan manusia dalam hokum Allah dalam menjalankan kehidupan di muka
bumi, baik yamg menyangkut hubungan manusia dengan tuhan maupun manusia
dengan manusia.
Oleh kerena penyembahan harus dilakukan secara suka rela, karena Allah tidak
membutuhkan sedikitpun pada manusia karena termasuk ritual-ritual penyembahannya.
Penyembahan yang sempurna dari seorang manusia adalah akan menjadikan
dirinya sebagai khalifah Allah di muka bumi dalam mengelolah alam semesta.
Keseimbangan pada kehidupan manusia dapat terjaga dengan hukum-hukum
kemanusiaan yang telah Allah ciptakan.

3
D. Fitrah Manusia
Pada hakikatnya bahwa fitrah manusia itu tidak tersisih oleh ilmu, kebudayaan,
dan filsafat, akan tetapi bermuatan dengan beriman kepada Allah SWT. Fitrah manusia
yang asholah (sejati) tidak akan menemukan ketenangannya, kecuali mengharap
hidayah dari Allah. Terkadang fitrah itu tertimbun oleh hawa nafsu dan ajaran tradisi
nenek moyangnya. Tidak menutup kemungkinan suatu saat fitrah itu dapat saja layu,
namun tidak sampai mati (hilang). Oleh karena itu jika manusia diberi cobaan dari
Allah yang dirinya merasa tidak mampu menghadapi maka barulah tampak fitrah
kemanusiaan. Gambaran manusia seperti itu telah dijelaskan dalam Al Quran, Dan
apabila kamu ditimpa bahaya dilautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali
Dia. (Q.s.Al Isra:67).

E. Fungsi dan Peran Manusia


Sesuai dengan hakikat penciptannya, manusia mempunyai fungsi
1. Sebagai khalifah Allah dimuka bumi ini. Allah berkata kepada malaikat-
Nya:
Aku akan jadikan/angkat seorang khalifah di bumi .. (Q.S. Albaqoroh: 30)
Kekhalifaan manusia tersebut menghendaki agar manusia selalu aktif dalam
melakukan aneka ragam perbuatan. Setiap aktivitasnya diharapkan memiliki
nilai positif dan bermanfaat ganda, karena ia dijadikan sebagai makhluk
yang berakal. Setiap perbuatannya harus lahir dari suatu kesadaran akan
tanggung jawab, karena semuanya akan dipertanggung jawabkan di hadapan
Allah.
2. Menjadi abdi Allah. Secara sederhana hal ini berarti hanya bersedia
mengabdi kepada Allah dan tidak mau mengabdi kepada selain Allah. Yang
dimaksud dengan abdi adalah makhluk yang mau melaksanakan apapun
perintah Allah meski terdapat resiko besar di dalam perintah Allah. Abdi
juga tidak akan pernah membangkang terhadap Allah. Hal ini tercantum
dalam QS Az Dzariyat : 56Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka menyembahKu
3. Menjadi saksi Allah. Sebelum lahir ke dunia ini, manusia bersaksi kepada
Allah bahwa hanya Dialah Tuhannya.Yang demikian dilakukan agar mereka
tidak ingkar di hari akhir nanti. Sehingga manusia sesuai fitrahnya adalah
beriman kepada Allah tapi orang tuanya yang menjadikan manusia sebagai
Nasrani atau beragama selain Islam. Hal ini tercantum dalam QS Al Araf :
172

Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang ditetapkan


oleh Allah di antaranya adalah:
1. Belajar
2. Mengajarkan ilmu
3. Membudayakan ilmu
Oleh karena itu semua yang dilakukan harus untuk kebersamaan sesama ummat
manusia dan hamba Allah, serta pertanggung jawabannya pada 3 instansi yaitu pada
diri sendiri, pada masyarakat, pada Allah SWT.

4
F. Tanggung Jawab Manusia sebagai Hamba dan
Khalifah Allah SWT
1) Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah SWT
Esensia dari kata abdun (hamba) adalah ketudukan dan ketaatan yang terwujud
dari sikap penghambaan diri, yang merupakann konsekuensi dari manusia sebagai
hamba Allah. Tanggung jawab manusia sebagai hamba allah adalah memelihara iman
dan taqwa, karena ketaatan dan ketundukan itu ada jika ada iman dalm hati.

2) Tanggung Jawab Manusia sebagai Khalifah Allah SWT


Manusia diserahi tugas hidup yang merupakan amanat dan harus
dipertanggungjawabkan dihadapannya. Tugas hidup yang di muka bumi ini adalah
tugas kekhalifaan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, serta
pengolaan dan pemeliharaan alam.
Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan yang bersifat
kreatif yang memungkinkan dirinya mengolah serta mendayagunakan apa yang ada di
muka bumi untuk kepentingan hidupnya.
. Manusia menjadi khalifah memegang mandat tuhan untuk mewujud
kemakmuran di muka bumi. Kedudukan manusia sebagai khalifah dipertegas dalam
ayat Q.S 10 Yunus 14 yang artinya Kemudian kami jadikan kamu sebagai khalifah
(pengganti) di bumi ini sesudah mereka, untuk Kami perhatikan bagaimana kamu
berbuat.
Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang lengkap dan utuh dengan
sarana yang lengkap. Islam tidak hanya memandang seseorang sebagai individu yang
utuh dan lengkap saja, tetapi juga sebagai masyarakat yang mampu hidup berkelompok
untuk saling berkenalan dan hidup bersama. Lebih jelas lagi Allah memerintahkan
supaya manusia itu berusaha mencari bekal untuk hidup di akhirat (beribadah), tanpa
melupakan kebutuhan hidup di dunia ini, dan dilarang berbuat kerusakan.

5
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Jadi manusia merupakan makhluk yang luar biasa kompleks. Sedemikian
sempurna manusia diciptakan oleh Sang Pencipta dan manusia tidak selalu diam karena
dalam setiap kehidupan manusia selalu ambil bagian. Kita sebagai manusia harus
menjadi individu yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.
Manusia itu tidak sepenuhnya sempurna, dalam kehidupan yang kita jalani pasti
selalu ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan, oleh karena itu juga membutuhkan
bantuan dari orang lain, karena manusia adalah makhluk sosial sama seperti yang lain
karena manusia tidak bisa berdiri sendiri, dalam hal agama kita juga mempunyai
banyak maka dari itu kita harus saling menghargai dan mengasihi karena kita sama-
sama makhluk yang diciptakan tidak ada bedanya , selain itu dalam hidup manusia juga
terdapat banyak aturan yang harus kita patuhi sebagai umat manusia.

6
DAFTAR PUSTAKA
http://www.tugasku4u.com/2013/05/makalah-hakikat-manusia-menurut-islam.html
Abuddin Nata. 1998. AL-Quran dan Hadits (Dirasah Islamiyah). Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada
Agus Ahmad dan Nanih Machendrawat.2004. Pengembangan Masyarakat Islam.
Jakarta : Rineka Cipta
Departemen Agama RI. 2001. Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum.
Jakarta : Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam
Dr. Zakiah Darajat, dkk. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara
Hamdan Mansoer, dkk. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam. Jakarta :
Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam
Kementrian Agama RI. 2011. Al-quran & Tafsirnya. Jakarta: Widya Cahaya
Muhammadong. 2009. Pendidikan Agama Islam. Makassar. Makassar: Tim Dosen
Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Makassar
Murthada Muthahhar. 1990. Perspektif Al-Quran Tentang Manusia dan Agama.
Bandung : Miza.
Nukman Abas. 2006. Al-Asyari (874-935 M) Misteri Perbuatan Manusia dan Takdir
Tuhan. Jakarta: Erlangga
Prof.H.M.Daud Ali, S.H, dkk. 1986. Islam Untuk Disiplin Ilmu Hukum dan Politik. Jakarta:
Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam
Yusuf Al-Qardwi. 2000. Karakteristik Islam; Kajian Analitik. Surabaya: Risalah
Gusti