Anda di halaman 1dari 17

BAB III

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kerangka Konsep
INPUT PROSES OUTPUT

Waktu tanggap Penanganan gawat darurat


Dokter dan
Perawat di
Kecepatan Aspek kuantitatif pelayanan
IGD

Karakteristik responden Variabel counfounding

1. Umur 1. Karakteristik pasien


2. Jenis kelamin 2. Penempatan staf
3. Tingkat pendidikan 3. Petugas kesehatan
4. Lama kerja 4. Ketersediaan alat
5. Profesi dokter dan 5. Lingkungan
perawat
6. Status kepegawaian.

Keterangan.
: Diteliti

: Tidak diteliti

: Hubungan

Gambar 3.1 Kerangka konseptual hubungan waktu tanggap (response time)


dengan penanganan gawat darurat di instalasi gawat darurat (IGD)
RSD Dr Soebandi Jember.
B. Hipotesis

H1 ; Ada hubungan waktu tanggap (response time) dengan penanganan

gawat darurat di intalansi gawat darurat (IGD) RSD Dr. Soebandi Jember.
BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain atau rancangan penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan

untuk menjawab penelitian dan mengantisipasi kesulitan yang dapat terjadi

selama proses penelitian (Notoatmodjo, 2010). Desain penelitian yang

digunakan pada penelitian ini adalah korelasi. Korelasi yaitu penelitian untuk

melihat hubungan antara variabel, dalam hal ini yaitu hubungan waktu tanggap

(response time) dengan penatalaksanaan penanganan gawat darurat di instalasi

gawat darurat di RSD Dr. Soebandi Jember.

Menggunakan metode pendekatan Cross Sectional desain penelitian yang

merupakan pendekatan penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan

melalui proses kompromi (silang) terhadap beberapa kelompok atau

sekelompok subjek penelitian dan diamati atau diukur satu kali saja untuk tiap

kelompok subjek penelitian (satu kasus) (Notoatmodjo. 2010).

B. Populasi, Sampel dan Sampling


1. Populasi
Populasi merupakan keseluruhan atau totalitas objek yang diteliti

(neolaka, 2014). Ciri-ciri populasi disebut parameter. Populasi juga sering

diartikan sebagai kumpulan objek penelitian dari mana data akan dijaring

atau dikumpulkan. Populasi pada penelitian ini adalah dokter umum dan

perawat di IGD RSD Dr. Soebandi Jember terdapat 36 responden dengan

jumlah 13 dokter umum dan 23 perawat.


2. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau seluruh anggota populasi yang diambil

dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi

(Notoatmodjo, 2010). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 36

responden.

Penentuan Kriteria sampel sangat membantu peneliti untuk

mengurangi bias hasil penelitian, khususnya jika terhadap variabel-variabel

kontrol ternyata mempunyai pengaruh terhadap penelitian yang kita teliti.

Kriteria Sampel dibedakan menjadi 2 bagian yaitu kriteria inklusi dan

kriteria ekslusi. Kriteria sampel dalam penelitian ini menggunakan kriteria

inklusi. kriteria dan kriteria ekslusi


a. Kriteria Inklusi

1) Tidak ada batasan umur untuk penentuan responden

2) Responden berjenis kelamin laki laki atau perempuan

3) Responden yang memiliki sertifikat maupun tidak memiliki

4) Responden berstatus pegawai tetap atau tidak tetap.

5) Bersedia menjadi responden

6) Mampu berkomunikasi dengan baik.

7) Dokter dan perawat yang ada tempat penelitian saat dilakukan

penelitian (dalam jadwal dinas atau jaga pagi).

3. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah teknik yang di ambil dalam mengambil

sampel. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini

adalah non probabilay sampling merupakin tehnik pengambilan sampel

yang setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang
sama sebagai sampel. (Neolaka, 2014). Teknik pengambilan simpel ini

adalah total Sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan sampel

dimana jumlah sampel sama dengan populasi.


C. Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di instalasi gawat darurat RSD Dr. Soebandi

Jember.
D. Waktu Penelitian
Penelitian akan dilakukan pada bulan Febuari 2016.
E. Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional
1. Identifikasi Variabel

Variabel adalah konsep dari berbagai level dari abstrak yang

didefinisikan sebagai suatu fasilitator untuk pengukuran data suatu

penelitian. Konsep yang dituju dalam penelitian dapat konkret dan secara

langsung bisa diukur (Nursalam, 2013).

Variabel dalam penelitian ini meliputi:

a. Variabel independen
Variabel independen (bebas) adalah variabel yang nilainya

menentukan variabel lainnya. Suatu kegiatan manipulasi oleh peneliti

menciptakan suatu dampak pada variabel dependen (terikat)

(Nursalam, 2014). Variabel independen dalam penelitian ini adalah

waktu tanggap (response time).


b. Variabel dependen
Varibel dependen (terikat) adalah variabel yang nilainya ditentukan

oleh variabel lain. Variabel dependen merupakan faktor yang diamati

dan diukur untuk menentukan ada tidaknya hubungan dari variabel

bebas (Nursalam, 2014). Variabel dependen dalam penelitian ini

adalah penanganan gawat darurat


2. Definisi operasional
Definisi operasional untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian

variable-variabel yang diteliti/diamati, perlu sekali variabel independen


dan dependen diberi batasan. Definisi operasional bermanfaat untuk

mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap variabel yang

bersangkutan serta pembagian instrument (alat ukur). (Notoatmodjo,

2010).
Tabel 4.1 Definisi Operasioanal Waktu Tanggap dan Penatalaksanaan Penanganan Gawat darurat

Variabel Definisi Operasional Parameter Alat Ukur Skala Hasil ukur


Independen : respon dari petugas 1. Kecepatan Lembar Ordinal Kecepatan :
Waktu Tanggap kesehatan dalam Selisih antara waktu pasien Observasi cepat( 5 menit) diberi
penanganan kesehatan masuk ke pintu IGD dengan tanda 2
yang meliputi kecepatan waktu respon dari petugas Kurang cepat (> 5 menit)
dan ketepatan waktu di IGD diberi diberi tanda 1
mulai dari pasien masuk
sampai dilakukan
penanganan oleh
petugas kesehatan
Dependen : Tindakan penangaanan 1. Aspek kuantitatif Lembar Ordinal Sangat setuju : nilai 4
penanganan yang ditujukan kepada a. Proses kerja dan kondisi Kuesioner Setuju : nilai 3
gawat darurat pasien gawat darurat, pekerjaan. (Likert) Kurang setuju : nilai 2
apabila bila tidak b. Waktu yang Tidak setuju : nilai 1
mendapat pertolongan dipergunakan atau
secara cepat akan lamanya melaksanakan scoring
mengakibat kan pekerjaa baik : 13-16
kecacatan.atau c. Jumlah kesalahan dalam cukup baik : 9-12
meninggal. melaksanakan pekerjaan. kurang baik : 50
d. Jumlah dan jenis
pemberian pelayanan
dalam bekerja
F. Etika Penelitian

Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti meminta rekomendasi dari

institusi pendidikan untuk diperkenankan melakukan penelitian. Selanjutnya

mengajukan permohonan izin melakukan penelitian ke RSD Dr. Soebandi

Jember.

Semua penelitian yang erat kaitannya dengan manusia sebagai objek

harus mempertimbangkan etika. Penelitian yang dilakukan perlu

memperhatiakan etika penelitian (Potter dan Perry, 2005), sebagai berikut:


1. Informed Consent
Pada penelitian ini, peneliti memberikan lembar persetujuan

(informed consent) kepada responden yang berisi tentang informasi yang

lengkap tentang tujuan penelitian dan prosedur penelitian. Informed consent

tersebut diberikan sebelum penelitian dilaksanakan dengan memberikan

lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan informed consent

adalah agar responden mengerti dan tujuan penelitian, mengetahui

dampaknya. Jika responden bersedia maka mereka menandatangani lembar

persetujuan, bersedia untuk dilakukan penelitian dan jika responden tidak

bersedia maka peneliti harus menghormati hak responden.


2. Kerahasiaan (Confidentiality)
Pernyataan bahwa informasi apapun yang berkaitan dengan

responden tidak dilaporkan dengan cara apapun dan tidak mungkin di akses

oleh orang lain hanya bisa diakses oleh peneliti. Pada penelitian ini peneliti

menjaga kerahasian responden dengan tidak menunjukkan hasil penelitian

kepada orang lain. Kerahasiaan informasi atau data yang diperoleh dari

responden akan dijamin oleh peneliti dan hanya akan digunakan pada

penelitian ini saja. Angket penelitian yang telah diisi hanya diketahui pihak
yang berkepentingan terhadap penelitian seperti peneliti dan akademisi, dan

dimusnahkan setelah proses pelaporan penelitian diterima sebagai hasil

penelitian yang sah


3. Tanpa Nama (Anonimity)
Peneliti menjamin kerahasiaan identitas dari responden, dengan

ditampilkan tanpa nama asli, tetapi hanya inisial dan tanda tangan saja.

Identitas yang telah diisi oleh responden dilakukan proses editing sehingga

identitas responden menjadi kode nomer responden yang hanya diketahui

oleh peneliti.
4. Beneficence
Prinsip beneficence menekankan pada manfaat dan kebaikan yang

akan diterima oleh responden (Watson. Mekenna. Couman dan Keady,

2008). Peneliti melaksanakan penelitian sesuai prosedur penelitian, guna

mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi subjek

penelitian dan dapat digeneralisasikan ditingkat populasi.


5. Non Maleficence
Etika yang menegaskan bahwa penelitian tidak berbahaya secara

langsung pada subjek penelitian sebagai tujuan utamanya. Peneliti meminta

subjek penelitian untuk mengisi lembar kuesioner terkait dengan tingkat

pengetahuan petugas kesehatan dan diobservasi dalam melakukan tindakan

penanganan kegawatdaruratan.

6. Justice
Subjek penelitian diperlakukan secara adil baik sebelum, selama dan

sesudah keikutsertaannya dalam penelitian tanpa adanya diskriminasi.

G. Alat Pengumpulan Data


1. Intrumen Penelitian
Menurut Arikunto (2006) instrument penelitian adalah alat pada

waktu penelitian menggunakan suatu metode. Dalam penelitian ini peneliti

menggunakan alat pengumpul data atau instrumen penelitian berupa lembar


kuesioner. Dalam penelitian, kuesioner yang di berikan kepada responden

terbagi menjadi 3 lembar kuesioner


a. Kuesioner Demografi
Kuesioner demografi ini digunakan untuk mengidentifikasi

identitas petugas kesehatan di instalasi gawat darurat RSD Dr. Soebandi

Jember yang terdiri dari nama (inisial), umur, jenis kelamin, tingkat

pendidikan, lama kerja, profesi, dan status kepegawaian.


b. Lembar Observasi Waktu Tanggap (Response Time)

Kuesioner waktu tanggap digunakan untuk mengetahui berapa

kecepatan dan ketepatan petugas kesehatan dalam tanggap waktu

datanganya pasien dari pintu masuk di instalasi gawat darurat RSD Dr.

Soebandi Jember sampai dilakuakan penanganan. Kemudian hasil dari

penilaian tersebut dimasukkan kedalam lembar observasi yang berisi

tentang waktu tanggap. Response kecepatan katagori cepat ( 5 menit)

kemudian diberi tanda 2, sedangkan kurang cepat(> 5 menit) diberi tanda

1.

c. Kuesioner Penanganan Gawat Darurat

Pada jenis pengukuran ini peneliti mengumpulkan data secara formal

kepada subjek untuk menjawab secara tertulis. Jumlah kuisioner 16 soal,

responden dapat menjawab pertanyaan dengan jawaban antara lain:

sangat setuju diberi nilai 4, setuju diberi nilai 3, kurang setuju diberi

nilai 2, tidak setuju diberi nilai 1. Setelah kuesioner diisi oleh responden

akan ditemukan penilaian dengan katagori baik : 13-16, cukup : 9-12,

kurang baik : 8.
2. Validitas dan Reliabilitas
Kuesioner sebagai alat ukur penelitian perlu diuji coba terlebih dahulu

sebelum digunakan, karena untuk menilai layak tidaknya kuesioner tersebut


dijadikan sebagai instrumen penelitian. Menurut Arikunto (2006), instrumen

yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel.
a. Validitas
Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-

tingkat kevalidan atau kesalahan suatu instrumen. Sebuah instrumen

dikatakan valid apabila mampu mengukur data dari variabel yang

diteliti secara tepat. Uji validitas bertujuan untuk mengetahui sejauh

mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan tugas

pengukurannya (Rusmini, 2009).

b. Reliabilitas
Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukan sejauh mana

suatu alat pengukur dapat dipercaya dan dapat diandalkan (Saryono,

2008). Bila suatu alat pengukur digunakan dua kali untuk mengukur

gejala yang sama dan hasil pengukuran relatif konsisten, maka alat

pengukur tersebut reliabel. Dengan kata lain reliabilitas menunjukkan

konsistensi suatu alat pengukur didalam mengukur gejala yang sama

(Sastroasmoro & Ismael, 2002).

H. Prosedur Pengumpulan Data


Pengumpulan data adalah pengukuran terhadap suatu objek individu

atau kelompok. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan secara

mandiri oleh peneliti. Langkah langkah pengumpulan data dalam penelitian

yang dilakukan peneliti meliputi :


1. Prosedur Administratif
a. Mendapatkan izin dari fakultas untuk melakukan penelitian
b. Mendapatkan izin dari BAKESBANGPOL Kabupaten Jember untuk

melakukan penelitian
c. Mendapat izin dari Direktur RSUD Dr. Soebandi Jember untuk

melakukan penelitian dan pengambilan data.


d. Meminta bantuan data penelitian pada petugas IGD Rumah Sakit

tempat penelitian untuk pengambilan data.

2. Prosedur Teknis
a. Melakukan pendekatan pada responden dilokasi penelitian.
b. Respoden yang bersedia menjadi responden penelitian, kemudian

diminta untuk untuk menandatangani surat pernyataan bersedia

menjadi responden.
c. Meminta bantuan kepada salah satu petugas IGD RSD Dr. Soebandi

Jember untuk observasi waktu tanggap jika peneliti memiliki

keterbatas waktu.
d. Data yang diperoleh dari pengisian kuesioner selama penelitian,

kemudian ditabulasi untuk memudahkan penilaian dan pengecekan

semua data yang diperlukan dalam menguji hipotesa. Selain itu

tabulasi juga digunakan sebagai proses seleksi data dan penyusunan

data. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan melakukan

proses-proses berikut:
1) Editing
Proses editing merupakan pemeriksaan daftar pertanyaan

yang telah diisi oleh responden dan observer yang dapat berupa

kelengkapan jawaban, keterbacaan tulisan, dan relevansi jawaban

dari responden (Setiadi, 2007). Kuesioner yang telah diisi oleh

responden kemudian oleh peneliti dilakukan editing dengan

memeriksa kelengkapan jawaban pada setiap lembar kuesioner

yang meliputi pemeriksaan terhadap kelengkapan jawaban,

keterbacaan tulisan. dan relevansi jawaban. Beberapa kuesioner

yang belum lengkap seperti pada kuesioner karakteristik responden

berupa umur, tingkat pendidikan tingkat pendidikan, profesi, dan


status kepegawaian oleh peneliti dikonfirmasi kembali kepada

responden untuk melengkapi data yang belum lengkap.


2) Coding
Coding merupakan pemberian tanda atau mengklasifikasikan

jawaban-jawaban dari responden kedalam kategori tertentu

(Setiadi. 2007). Pada penelitian ini peneliti mengkode variable

independen yaitu menggunakan lembar observasi sesuai dengan

kode jawaban yang sudah ditetapkan berisi tentang waktu tanggap.

Response kecepatan katagori cepat ( 5 menit) kemudian diberi

tanda 2, sedangkan kurang cepat (> 5 menit) diberi tanda 1.

Sedangkan variable dependen yaitu menggunakan lembar

kuesioner dengan jumlah kuisioner 16 soal, responden dapat

menjawab pertanyaan dengan jawaban antara lain: sangat setuju

diberi nilai 4, setuju diberi nilai 3, kurang setuju diberi nilai 2, tidak

setuju diberi nilai 1. Setelah kuesioner diisi oleh responden akan

ditemukan penilaian dengan katagori baik : 13-16, cukup baik, 9-

12, kurang baik : 8.


3) Processing
Data yang sudah dalam bentuk kode dimasukkan kedalam program

atau software computer.

H. Rencana Analisa Data


Analisa data digunakan untuk mengetahui adanya hubungan waktu

tanggap (response time) dengan penatalaksanaan penanganan gawat darurat

diintalansi gawat darurat RSD Dr. Soebandi Jember. Analisis data yang

digunakan adalah analisis univariat dan bivariat:


1. Analisis Univariat
Analisa ini dilakukan untuk menjelaskan karakteristik tiap variabel

penelitian. Analisa ini akan menunjukkan persentase atau proporsi dari tiap

variabel penelitian (Notoatmodjo. 2010). Dalam pengambilan analisa data,

variabel X (waktu tanggap/response time), sedangkan variabel Y

(penanganan gawat darurat) dalam analisis ini akan menghasilkan hasil

dalam bentuk mean, median dan standar devisiasi. Sedangakan seperti jenis

kelamin, umur, status kepegawaian, lama kerjaakan menghasilkan distribusi

frekuensi dan presentase dari tiap variabel.


2. Analisa bivariat
Analisa bivariat merupakan analisa statistik yang dapat digunakan

oleh peneliti untuk menerangkan keeratan hubungan antara dua variabel.

Variabel independent dalam penelitian ini adalah waktu tanggap atau

response time) dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah

penanganan gawat darurat merupakan data Ordinal dan Ordinal. Analisis

data dalam penelitian ini mengguanakan uji spearman (rs) dengan nilai =

0,05. Jika nilai p value < 0,05 maka H1 diterima, yang artinya ada

hubungan waktu tanggap (response time) dengan penanganan gawat

darurat di instalasi gawat darurat (IGD) RSD Dr Soebandi Jember.