Anda di halaman 1dari 5

Tugas Pra Praktikum Endapan Mineral

1. Macammacam kelompok mineral :


Berdasarkan sifat-sifat tertentu yang dimiliki oleh mineral, mineral yang
ada dibedakan menjadi 7 kelompok mineral. Kelompok mineral tersebut
memang memliki perbedaan dalam sifat yang dimiliki, namun ada persamaan
yang dapat dimiliki yakni persamaan dalam ikatan kimia komponen penyusun
mineral sehingga kelompok mineral tersebut dapat memiliki system Kristal
yang sama. Berikut masing-masing kelompok mineral tersebut :
a. Kelompok Native Element
Mineral-mineral dalam kelompok ini hanya tersusun oleh unsur
tunggal ( native element ). Unsur-unsur dalam native element ini dibagi
menjadi 3 sub macam, antara lain logam, semilogam, dan non logam.
Kelompok native element biasanya bersifat very malleable and ductile,
serta memiliki specific gravity range yang cukup besar.
Logam, contohnya : Emas (Au) ; lalu ada Perak (Ag) ; Tembaga
(Cu) ; dan Platina (Pt). Keempat mineral tersebut memiliki system
Kristal yang sama yakni system isometric.
Semilogam, contohnya : Arsenik (As) dan Bismuth (Bi) dengan
system Kristal heksagonal.
Nonlogam, contohnya : Belerang (S) dengan system Kristal
orthrombik ; Intan (C) dengan system Kristal isometric; Grafit (C)
dengan system Kristal heksagonal.
b. Kelompok Sulfida
Kelompok mineral ini dicirikan dengan keberadaan unsur S2-.
Kelompok Sulfida merupakan kombinasi dari logam maupun semilogam
dengan unsur belerang. Keberadaan kelompok mineral ini umumnya
dijumpai pada urat batuan maupun proses hidrotermal. Beberapa contoh
dari kelompok mineral sulfide antara lain adalah Argentite (Ag 2S) ;
Kalkosit (Cu2S); Bornite (Cu3FeS4); Galena (PbS); Alabandite (MnS);
Sphalerite (ZnS); Kalkopirite (CuFeS2) ; Cinnabar (HgS); Pyrite (FeS2).
c. Kelompok Oksida dan Hidroksida
Kelompok mineral ini merupakan hasil reaksi kimia dari
pencampuran unsur oksigen dengan berbagai macam jenis unsur logam
dalam jumlah yang sedikit maupun banyak. Biasanya kelompok mineral
ini dicirikan dengan keberadaan ion O2-. Contoh kelompok mineral ini
adalah Hematite Group; Spinel Group ; Corundum ; Braunite, dan masih
banyak jenis yang lainnya.
d. Kelompok Halida
Jenis kelompok mineral ini dapat dikenali dengan suatu jenis
mineral yang sangat kaya akan anion yakni terutama dari unsur halide
seperti F-; Cl-; Br-; I-. Beberapa jenis bagian dari mineral Halida adalah
Halite (NaCL) ; Sylvite (KCL); Fluorite (CaF 2) ; Cryolite (Na3AlF6) ;
Carnallite (KMgCl3.6H2O) ; dan Cerragryite (AgCl).
e. Kelompok Karbonat, Nitrat, dan Boras
Kelompok mineral yang karbonat yang memiliki ciri khusus yakni
berupa keterdapatan ion kompleks CaC032-. Salah satu mineral karbinat
adalah mineral kalsit. Contoh mineral karbonat yang memliki ciri khas
menyerupai adalah mineral kalsit (CaCO3). Sedangkan mineral Nitrat
sangat kaya dengan kelimpahan senyawa kimia N0 32-. Cotoh mineral
Nitrat adalah Soda Niter (NaNO3). Sedangkan mineral Boras yakni berupa
mineral Colemanite dan Kernite.
f. Kelompok Sulfat
Keberadaan kelompok mineral ini ditandai dengan komposisi gugus
fungsi senyawa SO42- dan pada umumnya mempunyaai kilap non logam
dan terebentuk dari larutan. Contoh dari kelompok mineral ini adalah
Anhydrite (CaSO4), varietas anhydrite yang mengandung unsur silica
dimanfaatkan sebagai ornament-ornamen ; yang kedua ada terdapat
mineral Celestite (SrSO4) yang dapat digunakan sebagai pembuatan
senyawa Stronsium yang banyak digunakan sebagai warna merah
kembang api ; mineral Barite (BaSO4).
g. Kelompok Silikat
Mineral-mineral dalam kelompok ini ditandai dengan ikatan unsur
kimia yakni Si dengan O. Kelompok ini meliputi 25% dari kesuluruhan
mineral yang dikenal dan 40% dari mineral yang umum sering dijumpai
pada batuan. Silikat merupakan gugs fungsi yang mengandung SiO4
tetrahedral. Mineral dari kelompok ini biasanya digunakan dalam
klasifikasi batuan berdasarkan komposisi mineral namun umumnya
digunakan dalam klasifikasi jenis batuan beku.

2. Pengertian Mineral Logam


Mineral logam adalah suatu mineral yang mengandung unsur logam
yang bernilai ekonomis sehingga dapat diekstrak untuk pemanfaatan dalam
kehidupan manusia. Masing-masing logam memiliki sifat penyusunan tertentu
sehingga dalam penggunaannya logam tersebut memiliki peran masing-
masing. Sampai saat ini terdapat setidaknya kurang lebih 65 jenis logam yang
terbentuk secara alamiah di bumi, tetapi hanya sedikit yang dapat digunakan
serta dipakai dengan baik dan benar. Logam-logam yang hanya dapat
digunakan tersebut terdapat kurang lebih 20 macam jenis baik logam yang
bersifat monologam ataupun aloi yakni pencampuran 2 atau lebih jenis logam
yang bereaksi.

3. Sifat-sifat fisik Mineral dari :


a. Magnetit
Mineral magnetit memiliki warna secara megaskopis yakni warna
hitam, kilap metallic, memiliki cerat hitam kecoklatan, pecahan
subkonkoidal, skala kekerasan yakni 5.5-6 skala mosh, belahan tidak ada,
sistem kristal adalah isometric, transparansi opaque, berat jenis 5.175 N,
dan rumus adalah Fe3O4.

Gambar 1. Magnetite

b. Pirolusit
Mineral pirolusit memiliki warna secara megaskopis yakni warna
hitam, kilap metallic, memiliki cerat hitam kecoklatan, pecahan tidak
beraturan, skala kekerasan yakni 6-6.5 skala mosh, belahan prismatik,
sistem kristal adalah tetragonal, transparansi opaque, berat jenis 5.06 N,
dan rumus adalah MnO2.

Gambar 2. Pirolusit
c. Pirit
Mineral magnetit memiliki warna secara megaskopis yakni warna
kuning, kilap metallic, memiliki cerat hitam ada juga yang hijau, pecahan
subkonkoidal, skala kekerasan yakni 6-6.5 skala mosh, belahan tidak ada,
sistem kristal adalah isometric, transparansi opaque, berat jenis 5-5.028 N,
dan rumus adalah FeS2.

Gambar 3. Pirit
d. Malasit
Mineral malasit memiliki warna secara megaskopis yakni warna
hijau, kilap nonmetallic, memiliki cerat hijau tua, pecahan subkonkoidal,
skala kekerasan yakni 3.5-4 skala mosh, belahan tidak ada, sistem kristal
adalah monoklin, transparansi transculent, berat jenis 4.05 N, dan rumus
adalah Cu2(C03)(OH)2.

Gambar 4. Malasit

e. Kalkopirit
Mineral kalkopirit memiliki warna secara megaskopis yakni warna
kuning, kilap metallic, memiliki cerat hijau ada juga yang berwarna hitam,
pecahan tidak beraturan, skala kekerasan yakni 3.5-4.5 skala mosh,
belahan tidak ada, sistem kristal adalah tetragonal, transparansi opaque,
berat jenis 4.1-4.3 N, dan rumus adalah CuFeS2.

Gambar 5. Kalkopirit
f. Galena
Mineral galena memiliki warna secara megaskopis yakni warna abu-
abu, kilap metallic, memiliki cerat hitam ada juga yang berwarna abu-abu,
pecahan subkonkoidal, skala kekerasan yakni 2.5-2.75 skala mosh,
belahan satu arah, sistem kristal adalah isometric, transparansi opaque,
berat jenis 7.58 N, dan rumus adalah PbS2.

Gambar 6. Galena
g. Garnerit
Mineral garnerit memiliki warna secara megaskopis yakni warna
putih dan ada juga yang berwarna merah, kilap kaca, memiliki cerat putih,
pecahan konkoidal, skala kekerasan yakni 7-7.5 skala mosh, belahan satu
arah, sistem kristal adalah isometric, transparansi berupa transculent, berat
jenis 4.1-4.3 N, dan rumus adalah Fe3Al2(Si4O)3.

Gambar 7. Garnerit