Anda di halaman 1dari 3

ESSAY TENTANG ERGONOMI

ERGONOMI MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA

Ergonomi merupakan bidang keilmuan yang berasal dari dua buah kata dalam bahasa Yunani,
yaitu ergon yang berarti kerja dan nomos yang berarti hukum. Ergonomi merupakan suatu kajian
terhadap interaksi antara manusia dengan peralatan kerja beserta faktor-faktor yang
mempengaruhi interaksi tersebut. Tujuan dari kajian ergonomi adalah untuk meningkatkan
performa dari sistem dengan meningkatkan kualitas hubungan antara manusia dengan mesin
yang digunakan. Implementasi ilmu ergonomi dalam desain sistem seharusnya membuat suatu
sistem bekerja lebih baik dengan mengeliminasi aspek-aspek yang tidak diinginkan, tidak
terkontrol, dan tidak terukur, seperti:

Ketidakefisienan,
Insiden, cedera, dan kesalahan,
Kesulitan dalam penggunaan, dan
Moral yang rendah dan apatisme
Kalau kita melihat di sekeliling, banyak peralatan yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-
hari menggunakan prinsip ergonomi dalam pengembangan produknya agar lebih memudahkan
manusia sebagai penggunanya Meningkatnya produktivitas perusahaan dipengaruhi oleh
keberhasilan pelaksanaan manajemennya. Dalam dunia usaha sering didengar dengan istilah The
6Ms of Management yang terdiri dari method, manpower, material, money,
market, danmachinery. Dilihat dari keenam faktor tersebut yang menjadi faktor utama
peningkatan produktivitas dan keberhasilan dunia usaha adalah karyawan atau pekerja perushaan
tersebut (manpower).

Di Indonesia, beberapa perusahaan ada yang memiliki hasil produksi uang belum memenuhi
target perusahaan atau memiliki produktivitas yang rendah. Output yang dihasilkan terkadang
tidak sebanding dengan input yang disebabkan oleh kinerja karyawan yang menurun atau
cenderung rendah.

Produktivitas kerja karyawan itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang
berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri, seperti pendidikan, kualitas, keahlian, minat kerja,
dan kemampuan individu maupun faktor-faktor di luar diri karyawan seperti gizi, kesehatan,
sikap dan etika kerja, tingkat penghasilan, jaminan sosial, kesempatan kerja, serta lingkungan
kerja (Simanjuntak dalam Ravianto, 1985, h.22-23).

Selain itu faktor lingkungan tempat karyawan bekerja juga bisa menjadi pengaruh
produktivitas kinjera kerja para karyawan. Apabila sikap menejemen perusahaan tepat dalam
meneliti lingkungan kerja guna memastikan pengaruh-pengaruh yang disebabkan oleh lingkunga
kerja tersebut, maka perubahan lingkungan fisik perlu segera dilaksanakan. Dalam satu hari kerja
(kurang lebih 8 jam), karyawan hampir 90% menghabiskan waktu kerjanya dalam posisi duduk
berhadapan dengan meja. Maka, jika posisi atau tempat duduk yang digunakan karyawan dalam
bekerja tidak dirancang dengan baik, akan mengakibatkan kurang nyamannya karyawan bekerja,
ketegangan otot, dan rasa letih selama waktu kerja. Setiap pekerjaan pasti akan menghasilkan
sebuah kelelahan kerja yaitu kelelahan fisik yang dialami oleh karyawan perusahaan tersebut.

Nah satu hal yang dapat meminimalkan kelelahan kerja yaitu ergonomi. Salah satunya yaitu
perancangan tempat duduk berdasarkan data antropometri baik itu wanita maupun pria. Sekilas
gambaran besar apa itu produktivitas kerja,

Produktivitas kerja adalah kemampuan menghasilkan suatu kerja yang lebih banyak dari pada
ukuran biasa yang telah umum (The Liang Gie,1981 : 3).

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja antara lain:

1. Pekerjaan yang menarik.


2. Upah yang baik.
3. Keamanan dan perlindungan dalam pekerjaan.
4. Penghayatan atas maksud dan makna pekerjaan.
5. Lingkungan kerja (penerangan, ketenangan, perangkat kerja, seperti tempat duduk dan meja
kerja, sirkulasi udara, dan sebagainya) yang baik.
6. Promosi dan pengembangan diri karyawan sejalan dengan perkembangan perusahaan.
7. Keterlibatan karyawan dalam kegiatan-kegiatan organisasi.
8. Pengertian dan simpati atas persoalan-persoalan pribadi.
9. Kesetiaan pada pimpinan dalam diri karyawan.
10. Disiplin kerja yang keras.
Pada intinya keberhasilan kerja didapat dari meningkatnya produktivitas kerja, yang dapat
meningkatkan kualitas, kuantitas dan penggunaan sumber daya yang baik serta efisien. Ternyata
tidak hanya desain perancangan tempat duduk yang ergonomi dapat meningkatkan produktivitas
kerja, namun posisi duduk karyawan pun dapat menjadi faktor kelelahan kerja.