Anda di halaman 1dari 53

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

1 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA


DAERAH JAWA TIMUR NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
RESORT MALANG KOTA : 30 JANUARI 2017

RANCANGAN RENCANA KERJA POLRES MALANG KOTA


POLDA JAWA TIMUR TA. 2017

I. Latar Belakang.

1. Kondisi Umum.
Sebagai Kota Pendidikan, Kota Industri dan Kota Pariwisata, Kota Malang
dengan kondisi udara pegunungan yang sejuk serta letak geografisnya yang
strategis sebagai jalur utama lalulintas antar kota di Jawa Timur, menjadi daerah
tujuan para calon pelajar / mahasiswa dari seluruh penjuru negeri, investor asing
maupun lokal serta wisatawan dari manca negara, karenanya Kota Malang
memiliki karakteristik yang khas dan komplek dengan potensi kerawanan yang
cenderung meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam upaya mewujudkan prioritas pembangunan nasional 2015-2019
Nawa Cita pertama menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap
bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara dan prioritas
bidang pertahanan dan keamanan yang diformulasikan dengan kebijakan
pimpinan Polri dan Polda Jatim, Polres Malang Kota berupaya
mengimplementasikan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kepolisian
diawali dari rumusan produk perencanaan strategis yang mengakomodasi situasi
dan kondisi serta karakteristik wilayah kota Malang.
Bersumber dari rumusan visi, misi, sasaran strategi dan kebijakan yang
mengalir kedalam program, kegiatan, sub kegiatan, bagan akun standar serta
detail kegiatan sebagai hasil kesepakatan yang telah terbahas merupakan
pedoman dalam pelaksanaan tugas, dengan harapan bermuara pada
terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah
Kota Malang yang semakin aman dan kondusif sehingga pelaksanaan Renstra
Polres Malang Kota tahun 2015-2019 dapat berjalan sesuai arah kebijakan dan
strategi yang telah ditetapkan.
Rasa aman sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia dalam kehidupan
sosial masyarakat dan prasyarat bagi terlaksananya pembangunan daerah
secara berkesinambungan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) Pemkot Malang tahun 2015-2019 sekaligus menarik minat
investor ke Kota Malang, perlu dikelola secara sistematis melalui pemberdayaan
kekuatan dan kemampuan aparat keamanan yang memadai.
Polres..
2 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

Polres Malang Kota adalah salah satu badan pelaksana tugas kewilayahan
Polda Jawa Timur sebagai salah satu pengemban fungsi pemerintahan di bidang
keamanan, bertanggung jawab atas keamanan individu dan keamanan umum
khususnya di wilayah Kota Malang, sebagaimana rumusan tugas pokok Polri
dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 yaitu
memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta
memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Pada tahun 2017 aktivitas pembangunan daerah diperkirakan masih
menghadapi kendala yang mengusik rasa aman masyarakat sebagai akibat dari
tindak kriminal berupa kejahatan konvensional maupun transnasional. Sebagai
implikasi dari tingginya tingkat pengangguran, rendahnya daya beli masyarakat,
kesenjangan sosial dan berbagai dampak kondisi perekonomian negara akibat
krisis global, dampak ikutan pasar bebas serta perubahan iklim global yang
berdampak maraknya bencana alam, perubahan musim sehingga mengganggu
kondisi perekonomian yang akhirnya bermuara pada tindak penyimpangan /
pelanggaran hukum.
Pencapaian sasaran prioritas Polres Malang Kota tahun 2017 adalah
memantapkan pelaksanaan partnership building, dengan sasaran terwujudnya
keamanan dalam negeri yang kondusif didukung sinergitas Polisional dalam
rangka keberlangsungan pembangunan nasional dan melaksanakan strive for
excellence sesuai tahapan Grand Strategi Polri tahun 2005-2025 dan
mengikuti struktur program RAPBN Polri sebanyak 9 program serta
implementasi Reformasi Birokrasi Polri Polres Malang Kota berupa quick wins / 8
program lanjutan Renstra 2015-2019 dan pembangunan zone integritas menuju
wilayah bebas dari korupsi.
Kondisi umum yang melatarbelakangi pelaksanaan tugas pokok Polres
Malang Kota tahun 2017 yang akan datang, setidaknya dapat ditinjau dari kondisi
keamanan selama tahun 2015, dan kondisi Kamtibmas di Kota Malang sampai
saat ini relatif cukup kondusif, konflik dan unjuk rasa masih terkendali, namun
tetap harus waspada karena kerusuhan sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama
respons masyarakat terhadap berbagai kebijakan yang digulirkan pemerintah
Kota Malang maupun pemerintah pusat.
Masih banyak masalah keamanan yang belum sesuai harapan dan potensi
konflik serta tindak kejahatan masih dapat muncul tanpa mengenal waktu dan
tempat, baik di dalam kota Malang maupun wilayah pinggiran / perbatasan.
Berbagai jenis kejahatan dan bencana alam masih mengusik rasa aman serta
kemacetan arus lalulintas di kota Malang sebagai konsekuensi kota pendidikan
dan kota pariwisata, disamping sebagai jalur perlintasan menuju dan dari kota-
kota lain wilayah Selatan Jawa Timur.
Kondisi......
3 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

Kondisi umum keamanan tersebut diatas dipengaruhi oleh berbagai faktor


antara lain perkembangan aspek kehidupan masyarakat serta pengaruh
lingkungan terhadap pelaksanaan tugas Polres Malang Kota, baik lingkungan
eksternal maupun internal, yang dapat dikategorikan sebagai kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman.
a. Perkembangan Aspek Kehidupan Masyarakat Kota Malang.
Di era kemajuan teknologi komunikasi dan informasi saat ini,
perkembangan berbagai aspek kehidupan masyarakat di wilayah Kota
Malang selain disebabkan berbagai kondisi internal juga adanya pengaruh
yang terjadi pada lingkup regional, nasional maupun global, guna
mengantisipasi dampak yang ditimbulkan di bidang Kamtibmas maka Polres
Malang Kota harus secara cepat, tepat dan tuntas dalam menyelesaikan
setiap permasalahan yang muncul bahkan mampu mendeteksi secara dini
kerawanan-kerawanan yang bersumber dari berbagai aspek kehidupan,
antara lain :
1) Aspek Ideologi.
Bangsa Indonesia sudah bertekad bahwa 4 pilar kebangsaan
(Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI) adalah harga mati
bagi bangsa Indonesia, namun pada kenyataannya masih terdapat
kelompok / individu yang ingin dan selalu berupaya menggantikan
Ideologi Pancasila dengan Ideologi lain yang bertentangan dengan
kepribadian bangsa Indonesia. Dengan membentuk organisasai
massa atau Parpol dan melakukan berbagai kegiatan seperti seminar,
dialog, lokakarya, aksi unras, kegiatan agama (pengajian) serta
memasukan jaringannya di lembaga eksekutif dan legislatif.
2) Aspek Politik :
a) Pembangunan politik nasional diarahkan pada upaya melanjutkan
reformasi di setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,
namun pelaksanaanya masih diliputi euphoria reformasi
demokrasi, telah mengancam integrasi bangsa yang eskalasinya
diawali dengan pemaksaan kehendak/pendapat, tuntutan
kepentingan, pembentukan opini dan provokasi melalui media
massa, ketidak patuhan/pembangkangan yang radikalisme serta
kecenderungan terjadinya distrust terhadap pemerintah/eksekutif,
legislatif ataupun partai politik;
b) Dengan sistem multi partai tidak ada kekuatan yang mayoritas,
terbentuknya multi partai timbul karena adanya ambisi politisi
untuk berebut posisi politik di lembaga legislatif, sehingga
berpotensi terjadinya konflik antar parpol dan persaingan elit
politik;
c)Perkembangan.......
4 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

c) Perkembangan politik nasional sangat dipengaruhi oleh


perkembangan politik global, yang menekankan prinsipprinsip
demokrasi, dan HAM, telah memunculkan sistem ketatanegaraan
baru yang ditandai oleh aspekaspek yaitu : sistem multi partai
dalam sistem pemerintahan presidensil, cenderung melemahkan
posisi eksekutif terhadap legislatif, sehingga berpotensi terjadi
instabilitas politik. Presiden/Kada terpilih, bila tidak didukung
mayoritas legislatif / DPR cenderung mendapat kontra dari
kelompok oposisi, sehingga memperlambat pengambilan
keputusankeputusan dan pengambilan keputusan tidak
mengedepankan azas musyawarah, melainkan menggunakan
mayoritas melalui voting;
d) Penerapan demokrasi masih diwarnai kepentingan
kelompok/individu, di lembaga Trias politica (eksekutif, legislatif
dan yudikatif) yang mementingkan kepentingan pribadi dan ego
sektoral semakin kuatnya tekanan kelompok kepentingan politik
tertentu dalam setiap penentuan kebijakan sehingga berpotensi
terjadinya konflik sosial yang dapat mengancam keutuhan NKRI.
Kelompok kepentingan tersebut dapat bersumber dari parpol
koalisi pemerintahan, non koalisi atau dari kelompok diluar sistem
yang selalu mengkritisi kebijakan Pemerintah berdasarkan Order
dari negara asing;
e) Pelaksanaan pemilu langsung dengan dipilih oleh rakyat telah
menimbulkan biaya politik yang tinggi, maraknya budaya politik
uang/political transaksional, sehingga memicu terjadinya tindak
pidana korupsi di kalangan kader parpol, baik yang menduduki
jabatan di eksekutif maupun di badan legislatif, pada gilirannya
menimbulkan krisis kader Parpol dan ketidak percayaan
masyarakat kepada kader parpol, pemerintah maupun legislatif
yang kemudian timbul demokrasi jalanan atau untuk rasa;
f) Ditetapkannya UU NO 23 tahun 2014 tentang PEMDA dan UU
NO 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara
pemerintah pusat dan daerah, yang diharapkan dapat
mempercepat sektor pelayanan publik dalam rangka peningkatan
kesejahteraan masyarakat, dalam prakteknya, disentralisasi dan
otoda belum sepenuhnya didukung aturan pelaksanaan, sehingga
timbul benturan kepentingan baik antara pusat dengan daerah
maupun antar daerah, serta berdampak terhadap melemahnya
pengawasan dan koordinasi Pemerintahan Propinsi terhadap
penyelenggaraan kewenangan di Kab/Kota;

g) Hubungan..
5 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

g) Hubungan Politik Pusat dengan daerah dan Pilkada berlangsung


melalui mekanisme parpol telah menimbulkan permasalahan,
yaitu perbedaan persepsi bahwa Kepala Daerah merupakan wakil
dari pemerintah pusat di daerah atau Kepala Daerah sebagai
wakil masyarakat yang dipilih melalui mekanisme parpol, atau
terjadinya ketidak loyalan Kada terhadap Pemerintah Pusat atau
Bupati/Wali kota kepada Gubernur, karena perbedaan Parpol
pengusung;
h) Institusi hukum dirasakan belum independent, profesional dan
akuntable, serta kurang terbukanya sistem peradilan lembaga-
lembaga hukum cenderung rawan komersialisme, intervensi
kekuasaan politik atau kelompok penekan, sehingga tidak
berpihak pada supremasi hukum .
i) Disahkannya Undang-undang Pemerintahan Desa oleh DPRRI
merupakan indikasi kemenangan kelompok penekan, khususnya
Parade Nusantara yang merupakan metamorfosis dari Partai
Rakyat Demokratik (PRD) dan akan terjadi kecenderungan
jabatan Kepala Desa akan menjadi ajang berebut jabatan karena
adanya alokasi anggaran sebesar Rp 1 M/tahun untuk Kepala
Desa, pada gilirannya akan berpotensi timbulnya konflik pada
setiap pemilihan Kepala Desa;
j) banyaknya anggota legislatif maupun Kada yang tidak berkualitas
baik sisi mentalitas, moralitas maupun syarat akademis, tidak ada
kemampuan memimpin organisasi pemerintahan maupun
masyarakat, tidak memiliki wawasan kebangsaan, kedudukannya
sebagai wakil rakyat hanya untuk meningkatkan harga diri/pretise
dan menjadikan rakyat sebagai alat perjuangan serta hanya
mengandalkan kemampuan Modal yang diperoleh dari hasil
yang tidak jelas sehingga pada akhirnya menimbulkan berbagai
permasalahan seperti kasus-kasus tindak pidana korupsi,
masalah rumah tangga dan masalah sosial lainnya, kondisi ini
berimbas pada elektabilitas Parpol, karena adanya kader Parpol
tersangkut kasus korupsi;
k) peringatan hari-hari besar nasional maupun Internasional (hari
korupsi, HAM,Buruh) dan kunjungan kerja Presiden RI atau Wakil
Presiden RI, akan selalu dimanfaatkan kelompok/individu (LSM,
BURUH, ORMAS, Organisasi Ekstra Kemahasiswaan, elit Parpol)
melakukan aksi unras dengan mengangkat issue permasalahan
sosial di masyarakat, terutama masalah buruh, kasus tanah,
penggusuran bangunan liar, penanganan kasus korupsi, kasus
pelanggaran HAM yang tidak tuntas dan masalah kebijakan
pemerintah;
l) Penafsiran..
6 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

l) Penafsiran tentang demokrasi.


(1) pelaksanaan kehidupan demokrasi semakin membaik
termasuk dijaminnya kebebasan menyampaikan pendapat
tetapi masih ada cara-cara penyampaian pendapat dengan
demonstrasi yang berakhir dengan tindakan anarkhis;
(2) euforia dalam berdemokrasi menimbulkan wacana untuk
melaksanakan otonomi daerah secara berlebihan yang justru
membahayakan keutuhan NKRI;
(3) di sisi lain potensi kerawanan dimungkinkan terjadi terkait
adanya pro dan kontra atas kebijakan pemerintah pusat
dalam menyikapi berbagai polemik yang terjadi di dalam
negeri maupun luar negeri.
m) Perbedaan penafsiran tentang otonomi daerah.
Perbedaan penafsiran yang mengakibatkan perselisihan
antara pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun
pemerintah propinsi dengan pemerintah pusat yang menimbulkan
friksi kewenangan, sehingga dapat terjadi konflik vertikal maupun
horizontal.
3) Aspek Ekonomi :
a) Kemampuan daya saing.
Dengan adanya pasar bebas maka dimungkinkan semakin
banyaknya produk-produk asing yang membanjiri pasar domestik
di Kota Malang menimbulkan persaingan bidang perdagangan
yang dapat memicu terjadinya tindak pidana di bidang ekonomi
dan menyebabkan pabrik sampai pengusaha kecil pailit sehingga
banyak PHK buruh/karyawan.
b) Sektor riil yang belum stabil.
Keadaan perekonomian global yang cenderung fluktuatif
ditambah dengan adanya infrastruktur dan supra struktur ekonomi
yang masih terjadi tarik menarik kepentingan pasar, antara pelaku
tradisional dengan investor pasar modern (maraknya dibuka mini
market), kenaikan tarif dasar listrik, penentuan kenaikan upah
minimum regional (UMR), berdampak pada ketidakstabilan sektor
riil dalam negeri yang memicu lonjakan harga Sembako di
pasaran dan makin tingginya tingkat pengangguran karena para
pelaku usaha tidak mampu berproduksi, di sisi lain intensitas
calon tenaga kerja lulusan sekolah setiap tahun meningkat.
c) Peraturan..
7 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

c) Peraturan hukum di bidang ketenagakerjaan.


Perundang-undangan di bidang tenaga kerja yang relatif
masih menjadi polemik karena dianggap belum menjamin
sepenuhnya aspirasi buruh menimbulkan kerawanan di bidang
perburuhan Kota Malang.
d) Kepadatan arus lalulintas jalur utama Pantura.
Kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang jalur utama
Pantura Porong-Sidoarjo berpengaruh terhambatnya sirkulasi
angkutan bahan pokok maupun transportasi umum lainnya,
mempengaruhi kelancaran kegiatan aspek-aspek yang lain.
e) Kebijakan penghapusan subsidi BBM.
Penghapusan subsidi BBM jenis premium dan menerapkan
subsidi tetap (fixed subsidy) sebesar Rp 1.000 per liter untuk solar
memaksa masyarakat untuk terbiasa dengan harga yang
berubah-ubah sesuai mekanisme pasar (minyak mentah dunia),
dengan demikian Pemerintah akan mengumumkan harga
premium setiap bulan dan tetap menjalankan fungsi pengawasan
dan intervensi saat pasar BBM bergejolak, berdampak :
(1) pertumbuhan ekonomi diprediksi meningkat dengan
adanya pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM),
diharapkan memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi
yang baik;
(2) perkembangan saat ini masyarakat mulai terbiasa
menerima penyesuaian harga BBM dari Pemerintah,
walaupun sebelumnya diawali dengan respons penolakan;
(3) harga kebutuhan pokok yang terlanjur naik akibat kenaikan
harga BBM, sulit turun lagi ketika harga BBM turun, hal
tersebut dalam jangka pendek melemahkan daya beli
masyarakat;
(4) kenaikan harga BBM oleh pemerintah sesuai dengan
amanah Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu tidak
berdasarkan harga internasional melainkan harga sesuai
kemampuan masyarakat Indonesia.
4) Aspek Sosial Budaya :
a) Dampak globalisasi.
(1) Pergaulan bebas. Perkembangan tehnologi informasi dan
komunikasi telah mempengaruhi aspek kehidupan
masyarakat khususnya dalam tata pergaulan;
(2) Penyalahgunaan Narkoba. Kota Malang telah menjadi
sasaran perdagangan Narkoba dan tidak tertutup
kemungkinan menjadi tempat produksi;
(3) Pengangguran..
8 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

(3) Pengangguran. Tingginya angka pengangguran


menimbulkan permasalahan di bidang sosial budaya,
dengan maraknya premanisme, Gepeng, pengamen, dan
penyakit masyarakat lainnya.
b) Kesenjangan sosial.
Kesenjangan sosial cenderung menimbulkan kerawanan
Kamtibmas, memicu oknum masyarakat yang termarginalkan
untuk bertindak melanggar hukum untuk mengimbangi
kesenjangan yang ada.
c) Dampak tekanan hidup yang sulit.
Tekanan hidup yang semakin sulit terindikasi maraknya
kejadian yang disebabkan faktor keputusasaan / stres dan
tindakan pelanggaran hukum.
5) Aspek Agama :
a) Konflik internal agama.
Timbulnya konflik internal berdasarkan keyakinan agama
yang menyebabkan perusakan maupun pengusiran terhadap
kelompok masyarakat seagama yang berbeda aliran.
b) Konflik antar agama.
Adanya oknum umat beragama tertentu yang berupaya
mendiskreditkan agama lain dalam upaya menarik umat
beragama lain untuk masuk dalam agama tertentu.
c) Radikalisme.
Radikalisme sebagai suatu pemahaman terhadap ajaran
agama / ideologi tertentu yang memunculkan aksi nekad seperti
bom bunuh diri, dll yang merugikan banyak pihak dan
mendiskreditkan agama tertentu.
d) Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.
Pembangunan tempat ibadah tertentu yang menimbulkan
resistensi pada komunitas masyarakat tertentu dan
mengakibatkan kerawanan dalam berinteraksi.
6) Aspek Keamanan :
a) Konflik horizontal dan unjuk rasa.
Terjadinya konflik horizontal yang diakibatkan dari adanya
fanatisme agama yang sempit maupun etnisitas serta respons
atas perlakuan tidak adil dari kebijakan pemerintah daerah/pusat,
masalah ketenagakerjaan, pemenuhan upah minimum regional
(UMR).

b) Terorisme..
9 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

b) Terorisme.
Eksistensi teroris ditunjukkan dengan menjadikan aparat
kepolisian sebagai sasaran teror akan terus berlanjut selama
berbagai kesenjangan yang memicu ketidakpuasan sosial belum
terakomodasi secara proporsional, kewaspadaan harus tetap
terjaga sebagai jaminan keamanan bagi petugas Kepolisian
ketika berada di tengah-tengah masyarakat.
c) Tindak pidana.
Tindak pidana konvensional yang makin marak dari tahun ke
tahun seperti Curanmor, Curat, Curas, Anirat dan kejahatan
transnasional yang masih belum tertangani secara maksimal
sehingga perlu kerja keras jajaran Polres Malang Kota.
d) Pengamanan Kota Malang sebagai jalur lintas antar kota.
Padatnya lalulintas jalur antar kota yang melewati Kota
Malang memerlukan penanganan pengaturan tersendiri khusus-
nya pada jam-jam padat kegiatan masyarakat/pagi hari.
e) Bencana Alam.
Makin seringnya terjadi bencana alam di beberapa daerah,
tidak tertutup kemungkinan terjadi pula di Kota Malang terutama
terkait aktivitas gunung Kelud, gunung Bromo maupun bencana
lain sesuai karakteristik geografis Kota Malang seperti pohon
tumbang, banjir, tanah longsor, dll.
f) kasus kriminalitas dan kecelakaan serta pelanggaran
Lalu Lintas 2 (Dua) tahun terakhir terdata sebagai berikut :

Tahun 2014 Tahun 2015


No Jenis Kejahatan
L S % L S %
I. KEJAHATAN KONVESIONAL
1. PEMBUNUHAN - - - - - -
2. ANIRAT 96 81 84 % 14 17 121%
3. PENCULIKAN 2 - - 1 1 100%
4. CURAS 16 15 94 % 15 12 80%
5. CURAT 116 103 89 % 188 91 48%
6. CURANMOR 379 158 42 % 584 88 15%
7. PERKOSAAN 2 3 150 % 1 1 100%
8. KEBAKARAN 11 9 82 % 33 12 36%
9. UPAL - - - 2 3 150%
10. BAWA LARI GADIS 1 1 100 % - - -
11. SAJAM 10 16 160 % 3 4 133%
12. PEMERASAN 20 16 80 % 5 3 60%
13. PERJUDIAN 53 53 100 % 28 58 207%
14. PERJINAHAN 4 6 150 % - - -
No..
No Jenis Kejahatan Tahun 2014 Tahun 2015
10 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

L S % L S %
I. KEJAHATAN KONVESIONAL
15. PENADAHAN - 24 - - 2 -
16. PENGRUSAKAN 19 16 84 % 5 4 80%
17. PENIPUAN 180 89 49 % 50 25 50%
18. PENGGELAPAN 103 87 84 % 29 22 76%
19. PENGROYOKAN 66 57 86 % 22 32 145%
20. CURI BIASA 140 112 80 % 112 107 95%
21. CABUL 7 9 128 % 1 2 200%
22. ANIRING 27 16 59 % 34 55 162%
23. SEROBOT TANAH 2 2 100 % - - -
24. PENGHINAAN 3 3 100 % 2 1 50%
25. PALSU SURAT 15 6 40 % 1 - 0%
26. VCD BAJAKAN / HAKI/HAK - - - - - -
CIPTA
27. PORNOGRAFI - - - - - -
28. MATI MENDADAK / TEMU 3 2 67 % 33 20 61%
MAYAT
29. UU PEMUKIMAN - - - - - -
30. KDRT 82 46 56 % 4 2 50%
31. PERC PENCURIAN 3 3 100 % 5 2 40%
32. FIDUSIA - - - 6 3 50%
33. CURI DLM KELUARGA - - - - - -
34. BUANG BAYI - - - - - -
35. KET PALSU - - - - - -
36. UU HAJI - - - - - -
37. LINDUNG ANAK 41 23 56 % 1 5 500%
38. PERBUATAN TDK 14 11 79 % - - -
MENYENANGKAN
39. KENAKALAN REMAJA - - - - - -
40. PERAMPASAN - - - 4 - 0%
41. PERL. KONSUMEN / - - - - - -
PEMALSUAN MERK
42. PERGI TANPA PAMIT 33 25 29 11 38%
43. BUNUH DIRI - - - - - -
44. GELAP DLM JABATAN - - - - - -
45. PENYUAPAN - - - - - -
46. UU PERHUTANI - - - - - -
47. KEJ THDP NYAWA - - - - - -
48. PENODAAN AGAMA - - - - - -
49. KEJ THDP NEGARA - - - - - -
50. KECELAKAAN SENPI - - - - - -
51. LAIN-LAIN 476 243 51% 25 88 352%
II. KEJAHATAN TRANSNASIONAL
52. NARKOBA 92 100 92 162 164 101%
%
53. MONEY LAUNDRY - - - - - -

No..
Tahun 2014 Tahun 2015
No Jenis Kejahatan
L S % L S %
54. TEROR - - - - - -
11 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

55. TRAFICKING - - - - - -
56. CYBER CRIME - - - - - -
57. SELUNDUP SENPI - - - - - -
58. TRANS EKONOMI - - - - - -
59. PERAMPOKAN - - - - - -
III. KEJAHATAN THD KEKAYAAN NEGARA
60. ILLEGAL LOGGING - - - - - -
61. PENAMBANGAN - - - - - -
62. KORUPSI 2 1 50% - - -
63. BBM - - - - - -
IV. KEJAHATAN BERIMPLIKASI KONTIJENSI
64. SPARATIS - - - - - -
65. KONFLIK ETNIS - - - - - -
66. KERUSUHAN MASSA - - -
Jumlah 2.089 1.456 70% 1.282 712 56%
Penindakan Pelanggaran.
PERIODE
NO URAIAN KET
2014 2015
1. Tilang 14.413 T 31,8%
2. Penyelesaian 14.413 T 31,8%
3. Jumlah denda 988.081.000 T 17,4%

Penanganan Laka Lantas.


PERIODE
NO URAIAN KET
2014 2015
1. Jumlah Laka 190 182 T 14,4%
2. Penyelesaian Laka 164 144 T 19,6%
3. Prosentase selesai 86% 84% T 2%
4. Korban :
- MD 56 51 T 20%
- LB 4 3 T 20%
- LR 239 221 T 14,6%
5. Rugi Material. 262.650.000 331.250.000 N 7,1%

b. Analisa SWOT.
1) Strengths / Kekuatan.
a) jumlah personel Polres Malang Kota dan jajaran pada
awal bulan Januari 2016 sebanyak 1.017 orang (955 Polri, 62
PNS) tergelar di Mapolres Malang Kota, 588 personel Polres dan
5 Polsek jajaran 429 personel (rata-rata per Polsek memiliki
kekuatan 86 orang). Seiring dengan pemberdayaan peran Polsek
sebagai garda terdepan pelayanan, kekuatan tersebut dapat lebih
ditingkatkan sesuai dinamika operasional Kepolisian.
b) sarana..
b) sarana mobilitas untuk menunjang operasional Kepolisian
relatif telah tercukupi baik tingkat Polsek maupun Polres Malang
Kota khususnya pada pengemban fungsi preemtif dan preventif,
rata-rata Polsek jajaran Polres Malang Kota telah dilengkapi
12 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

dengan kendaraan bermotor Roda 2 dan Roda 4 termasuk 6 truck


dan 2 bus pengangkut mobilitas personel Polres Malang Kota.
c) sarana komunikasi (Alkom) VHF maupun UHF telah
tergelar di jajaran Polres Malang Kota dengan penempatan repiter
di Desa Selorejo Dau Kab. Malang.
d) penataan piranti lunak sebagai pedoman, acuan dan
landasan dalam pelaksanaan tugas Kepolisian secara bertahap
sudah dibenahi.
e) kebutuhan anggaran relatif telah terdukung dari APBN melalui
DIPA / RKA-KL Polres Malang Kota di samping dukungan
tambahan non hibah dari APBD Pemkot Malang.
2) Weaknesses / Kelemahan.
a) masih belum memadainya rasio ideal personel
dibandingkan 860.795 jiwa penduduk yang dilayani dengan rasio
1: 902 orang. Angka tersebut belum termasuk masyarakat non
penduduk (penduduk musiman) yaitu para pegawai / karyawan di
Kota Malang yang berdomisili di luar kota, maupun para
mahasiswa kos yang berasal dari berbagai kota dan daerah di
Indonesia.
b) kualitas SDM belum merata dalam mengimbangi modus
operandi kejahatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan
informasi, motivasi personel untuk maju relatif rendah serta sistem
pengembangan kemampuan personel belum tertata baik
(personel yang memiliki kejuruan / pelatihan fungsi 55 %).
c) masih belum terdukung sepenuhnya peralatan
operasional khususnya sarana mobilitas dan peralatan khusus
Kepolisian lainnya untuk penugasan satuan operasional represif.
d) dalam rangka operasional dan kodal ke jajaran, pejabat
utama Polres Malang Kota (Kabag, Kasat) dan para Kapolsek
jajaran belum memiliki mobil dinas jabatan.
e) belum termanfaatkannya secara optimal penerapan
teknologi informasi untuk mendukung operasional Polres Malang
Kota dan jajaran.
f) belum optimal peran serta masyarakat dalam kepatuhan
hukum dan partisipasi terhadap tugas Polri (upaya perpolisian
masyarakat).

3) Opportunities......
3) Opportunities / Peluang.
a) sistem desentralisasi / otonomi daerah sebagai upaya
pemerintah mendekatkan pelayanan pemerintah daerah (Pemkot)
13 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi


kesatuan Polri di kewilayahan (Polres Malang Kota).
b) dengan makin tingginya kemajuan ilmu pengetahuan dan
tehnologi saat ini, globalisasi bukan sebagai pilihan namun
sesuatu yang harus dihadapi, memotivasi komitmen Polres
Malang Kota untuk memiliki wawasan global, berorientasi
nasional dan mampu bertindak lokal dalam mengatasi gangguan
Kamtibmas.
c) tingkat pendidikan umum mayoritas menengah keatas
dan sikap kritis masyarakat terhadap kinerja dan pelayanan
Polres Malang Kota menjadi motivator dalam peningkatan kualitas
pelayanan Polri di Kota Malang.
d) kultur asli masyarakat Kota Malang yang agamis dan
hubungan antar umat beragama yang harmonis mampu meredam
gejolak yang timbul.
e) keberadaan Potensi Kamtibmas yang konsisten dibina
Polres Malang Kota antara lain suporter Aremania, Supeltas dan
Kamling Udara.
f) kemajuan teknologi komunikasi telepon selular GSM dan
CDMA mempercepat jalur informasi pelaporan dan pelayanan.

4) Threats / Ancaman :
a) tuntutan masyarakat atas peningkatan kualitas pelayanan Polri /
Polres Malang Kota, belum sepenuhnya terakomodasi dalam
aplikasi pelaksanaan tugas setiap individu personel Polri.
b) angka pelanggaran hukum dan indikator kriminalitas yang masih
tinggi, mencakup empat golongan jenis kejahatan :
(1) kejahatan konvensional yang hampir merata di
wilayah Polres Malang Kota dan sangat dirasakan
dampaknya oleh masyarakat khususnya kasus Curanmor,
Curat dan Curas;
(2) kejahatan transnasional, khususnya
penyalahgunaan Narkoba telah menimbulkan jumlah korban
yang cukup banyak serta indikasi meningkatnya cyber crime
dan white colar crime yang relatif mengganggu dinamika
perekonomian Kota Malang;
(3) kejahatan terhadap kekayaan negara meliputi
korupsi, pembalakan liar, penyelundupan, dan perdagangan
illegal lainnya, posisi strategis Kota Malang dimanfaatkan
sebagai jalur perlintasan;
(4). Kejahatan.
14 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

(4) kejahatan yang berimplikasi kontinjensi khususnya


terkait dengan SARA yang memiliki kecenderungan
meningkat termasuk kegiatan unjuk rasa.
c) konflik horizontal pasca penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan
Presiden/Wakil Presiden 2014 yang potensial timbul pada tahun
2015 dengan harapan yang tinggi terhadap integritas para
menteri kabinet Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih 2015-
2019 harus dapat dibuktikan dalam masa 5 tahun mendatang bila
tidak maka berpotensi rawan konflik antar kelompok koalisi
maupun komponen masyarakat lainnya

2. Identifikasi Masalah.
Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian kinerja Polres
Malang Kota, antara lain :
a. Internal.
1) penggelaran kekuatan jajaran Polres Malang Kota belum sepenuhnya
mengacu kepada struktur organisasi yang berlaku, untuk
mengakomodasi tingginya volume kegiatan masyarakat dan
pemerintah yang harus diamankan maka kekuatan fungsi preventif
(Satlantas) melampaui DSP sedangkan kekuatan satuan fungsi lain
termasuk Polsek relatif belum mencapai kondisi ideal demikian pula
dengan tingginya perkara yang ditangani fungsi Reskrim maka
kekuatan penyidik layak ditingkatkan;
2) belum optimalnya pemahaman dan komitmen moral sebagai esensi
program reformasi birokrasi Polri dari sebagian unsur pimpinan
maupun anggota Polri yang terakumulasi dalam pelaksanaan kegiatan
rutin seperti aktivitas preemtif dan represif sekedar rutinitas tanpa
target, perubahan sikap dan perilaku dalam memberikan pelayanan;
3) masih kurang humanis dan sering membebani, mencerminkan bahwa
profesionalisme Polri belum sesuai dengan harapan masyarakat dan
kondisi tersebut berpotensi terjadinya complain dari masyarakat yang
berdampak pada degradasi kepercayaan masyarakat;
4) terbatasnya jumlah personel Polres Malang Kota yang berkualitas dan
memiliki kompetensi / kemampuan dalam menghadapi kejahatan
transnasional, menjadi salah satu faktor belum optimalnya ungkap
kejahatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi;
5) belum terpenuhinya Rutan Polri yang sesuai dengan standar HAM dan
rumah penyimpanan barang sitaan (Rupbasan), sehingga pengelolaan
barang bukti selain rawan rusak maupun hilang juga upaya
mengumumkan kepada masyarakat yang kehilangan belum terlaksana
secara optimal;
6) tata..
15 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

6) tata kelola aset barang milik negara walaupun telah memperoleh


kategori Wajar Tanpa Perkecualian (WTP) dari BPK, namun tertib
pencatatan dan pelaporan aset, persediaan serta pengelolaan dan
pelaporan barang bukti secara konsisten masih perlu ditingkatkan;
7) ketersediaan rumah dinas di wilayah Kota Malang sangat kurang
( 15%) bila dibandingkan dengan jumlah personel, disamping sulitnya
mencari hibah lahan di Kota Malang juga harganya yang relatif mahal.
Upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan sebaik mungkin asset
rumah dinas yang dimiliki agar mampu menampung lebih banyak
personel misalnya diusulkan rehab rumah dinas yang sudah tidak
layak huni menjadi bentuk flat (bertingkat);
8) belum terdukungnya kendaraan operasional Satreskrim,
Satresnarkoba dan Satintelkam sangat berpengaruh terhadap upaya
peningkatan kualitas pelayanan fungsi, kondisi tersebut berimplikasi
pada kecenderungan anggota untuk memanfaatkan kendaraan BB
untuk memenuhi kebutuhan sarana mobilitas;
9) belum terdukung sepenuhnya peralatan khusus (Alsus) untuk kegiatan
fungsi penegakan hukum seperti TKP Kit, Identifikasi Kit, Test Urine, dll
menjadi kendala tersendiri dalam upaya peningkatan profesionalisme
penyidikan Polri tingkat Polres dan Polsek jajaran;
10)penerapan teknologi informasi on line dari Polsek langsung Mapolda
dan sebaliknya belum terlaksana secara maksimal, disebabkan
keterbatasan peralatan, operator dan dukungan anggaran operasional
serta pemeliharaannya, dalam rangka optimalisasi maka dukungan
anggaran operasional maupun maintenance perlu didukung
proporsional;
11) dukungan anggaran penyelidikan dan penyidikan belum memadai
untuk membiayai penanganan perkara yang terjadi pada setiap tahun
proyeksi, disisi lain proses penyidikan dituntut tetap berlangsung
sesuai kuantitas perkara yang terjadi, kondisi tersebut menimbulkan
dorongan penyidik berupaya mencari biaya penyidikan secara ilegal;
12)relatif rendahnya tunjangan khusus Bhabinkamtibmas belum menjadi
pemacu motivasi petugas untuk melaksanakan tugasnya secara
optimal, karenanya indeks remunerasi yang telah diterimakan perlu
disesuaikan dengan beban kerja dari fungsi yang diemban;
13)relatif rendahnya indeks anggaran makan tahanan dihadapkan pada
harga sembako saat ini, perlu adanya penyesuaian. @ Rp. 15.000,-
sehari (2 x makan ) belum cukup layak;
14)belum optimalnya hubungan dan koordinasi lintas sektoral dengan
instansi terkait akan menghambat terlaksananya hubungan yang
sinergis dengan instansi vertikal maupun horizontal.
b) Eksternal..
16 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

b. Eksternal.
1) dibidang ideologi masih adanya kelompok yang berupaya
memutarbalik ideologi seperti Igaras (Jamaah Anshorut Tauhid, HTI,
NII, MMI, FPI, Syah, Al-Irsyad FOSI), kelompok potensial Igaras (LDII,
Jamaah Tabligh, Arimatea, KAMMI), dan keberadaan kristen ekslusif
LPMI yang mengajarkan faham bersifat ortodok / provokatif,
memerlukan keberadaan personel Intelijen secara melekat agar
mampu meredam dan menggalang kekuatan tersebut kembali
berideologi Pancasila;
2) volume kendaraan bermotor setiap tahun bertambah namun fasilitas
jalan relatif tidak mengalami perubahan (statis) menimbulkan dampak
kemacetan dan resiko kecelakaan yang semakin tinggi dari tahun ke
tahun, kondisi tersebut memerlukan penanganan lintas sektoral
disamping diperlukan penambahan kekuatan dan intensitas kehadiran
polisi di ruas-ruas jalan tertentu;
3) dibidang politik, ekses even pesta demokrasi 5 tahunan Pemilu
Legislatif dan Presiden/Wakil Presiden Tahun 2014, potensial
membawa kerawanan konflik horizontal antar pendukung yang
dimungkinkan masih muncul pada tahun 2015, serta harapan yang
tinggi terhadap integritas para menteri kabinet Presiden dan Wakil
Presiden RI terpilih 2015-2019 harus dapat dibuktikan dalam masa 5
tahun mendatang bila tidak maka berpotensi rawan konflik antar
kelompok koalisi maupun komponen masyarakat lainnya sehingga
perlu peningkatan koordinasi dan komitmen untuk sepakat
mewujudkan situasi yang kondusif.
4) pertumbuhan tenaga kerja setiap tahun meningkat namun tidak diiringi
dengan penambahan lapangan kerja yang memadai menjadikan angka
pengangguran makin besar, karena tuntutan ekonomi berpotensi besar
menjadi pelaku kejahatan, yang harus diantisipasi Polres Malang Kota
dengan meningkatkan kegiatan patroli dan penindakan secara
profesional dan prosedural sebagai bentuk shock therapy bagi pelaku
maupun calon pelaku agar mengurungkan niat jahatnya;
5) meningkatnya jumlah universitas dan penambahan fakultas di
beberapa perguruan tinggi di Kota Malang menimbulkan pertambahan
jumlah mahasiswa dari luar kota Malang, dibidang Kamtibcar Lantas
berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur jalan tertentu (volume
kendaraan meningkat) di samping gangguan Kamtibmas lainnya yang
menjadikan para mahasiswa sebagai obyek sasaran kejahatan
(Curanmor, Curat, Curas, dll), sehingga aparat kepolisian harus lebih
meningkatkan intensitas operasional fungsi preemtif, preventif dan
penegakan hukum;
6) dampak..
17 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

6) dampak negatif kemajuan teknologi informasi menjadi inspirasi bagi


pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya sebagaimana tayangan
informasi yang dilihat dan pemanfaatan teknologi dalam aksi kejahatan
melahirkan modus kejahatan baru di Kota Malang, antisipasi yang
harus dilakukan adalah mengoptimalkan peran Satreskrim dan
Satresnarkoba melalui upaya penegakan hukum secara profesional
dan penggelaran Kring Serse.

II. Tujuan Dan Sasaran


Berdasarkan uraian kondisi di wilayah hukum Polres Malang Kota tersebut
diatas, dengan dipengaruhi aspek perkembangan kehidupan masyarakat Kota Malang
serta faktor lingkungan baik internal maupun eksternal, maka telah ditetapkan visi,
misi, tujuan, sasaran pada tahun 2017 sebagai berikut :

3. Visi dan Misi.


a. Visi dan Misi Polda Jatim.
1) Visi.
Terwujudnya Polri yang makin profesional, unggul dan dipercaya
masyarakat guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat,
mandiri dan berkepribadian dengan berlandaskan semangat gotong
royong di wilayah hukum Polda Jatim.
2) Misi.
Berdasarkan pernyataan visi yang dicita-citakan tersebut
selanjutnya diuraikan dalam misi Polda Jatim yang mencerminkan
koridor tugas-tugas sebagai berikut:
a) mewujudkan pelayanan Kamtibmas prima melalui kegiatan
preemtif, preventif dan represif (penegakan hukum) melalui
penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mewujudkan
Kamdagri yang kondusif di wilayah Jawa Timur;
b) melaksanakan deteksi dini dan deteksi aksi secara cepat dan
akurat melalui kegiatan penyelidikan, pengamanan dan
penggalangan;
c) meningkatkan pengungkapan dan penuntasan kasus prioritas
meliputi kejahatan konvensional, kejahatan lintas Negara
(transnational crime), kejahatan terhadap kekayaan Negara dan
kejahatan yang berimplikasi kontijensi;
d) melakukan penegakan hukum dengan tidak diskriminatif,
menjunjung tinggi HAM, anti KKN dan anti kekerasan;
e) memberikan..
18 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

e) memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan dan


bimbingan masyarakat dengan meningkatkan peran
Bhabinkamtibmas dalam mengimplementasikan strategi Polmas
yang berada di desa/kelurahan;
e) mewujudkan kemitraan dengan masyarakat dan meningkatkan
sinergi polisional dengan lembaga/ instansi terkait dan seluruh
komponen masyarakat untuk menciptakan situasi Kamtibmas
yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Timur;
f) menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu
lintas untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus orang
dan barang.
b. Visi dan Misi Polres Malang Kota.
1) Visi.
Terwujudnya Polri yang makin profesional, unggul dan dipercaya
masyarakat guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat,
mandiri dan berkepribadian dengan berlandaskan semangat gotong
royong di wilayah hukum Polres Malang Kota.
2) Misi.
a) mewujudkan pemuliaan dan kepercayaan publik (trust building)
dengan perlindungan, pengayoman dan pelayanan sampai lini
terdepan, melalui konsep Mabes Kecil-Polda Cukup-Polres
Besar-Polsek Kuat;
b) mewujudkan pemberdayaan kualitas sumber daya manusia Polri
yang profesional dan kompeten, yang menjunjung etika dan
sendi-sendi hak asasi manusia;
c) meningkatkan motivasi dan kesejahteraan personel Polri (well
motivated dan welfare);
d) mewujudkan deteksi dini melalui kegiatan deteksi dini, peringatan
dini dan cegah dini secara cepat akurat dan efektif;
e) mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat
dengan pemahaman, kesadaran dan kepatuhan hukum melalui
strategi Polmas serta membangun sinergi polisional yang proaktif
dengan Kementerian/Lembaga;
f) melakukan penegakan hukum yang berkeadilan, menjujung tinggi
HAM dan anti KKN;
g) mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran
berlalulintas;
h) mewujudkan......
19 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

h) mewujudkan teknologi dan sistem informasi kepolisian secara


berkelanjutan yang terintegrasi secara menyeluruh (nasional),
yang didukung dengan penelitian dan kajian ilmiah, guna lebih
mengoptimalkan kinerja Polri;
i) mewujudkan anggota Polri yang kompeten yang dibuktikan
dengan sertifikasi kecakapan kecabangan profesi;
j) mewujudkan intelijen kepolisian yang profesional dan kompeten
untuk memastikan dukungan yang handal bagi keamanan,
pencegahan dini kriminalitas dan pengambilan keputusan yang
tepat pada kebijakan keamanan.
4. Tujuan Jangka Menengah.
a. Polda Jawa Timur.
1) tercapainya organisasi Polri menuju NCO (National Class Organization)
hingga mencapai status WCO (World-Class Organization) pada 2025;
2) terwujudnya organisasi Polda Jatim dengan good and clean
governance;
3) terwujudnya perubahan mind set dan culture set melalui reformasi
birokrasi Polri menuju Pemolisian Demokratis (Democratic Policing);
4) terwujudnya rasa aman dan nyaman di masyarakat dalam
melaksanakan aktivitas dan kegiatan kehidupan sehari-hari;
5) terwujudnya Polri yang profesional dan kompeten, bermoral, modern,
unggul dan dipercaya masyarakat;
6) terwujudnya penegakan hukum yang transparan, akuntabel dan anti
KKN yang mampu memberikan perlindungan dan pengayoman
masyarakat serta memenuhi rasa keadilan masyarakat.

b. Polres Malang Kota.


1) tercapainya organisasi Polri menuju NCO (National Class Organization)
hingga mencapai status WCO (World-Class Organization) pada 2025;
2) terwujudnya organisasi Polres Malang Kota dengan good and clean
governance;
3) terwujudnya perubahan mind set dan culture set melalui reformasi
birokrasi Polri menuju Pemolisian Demokratis (Democratic Policing);
4) terwujudnya rasa aman dan nyaman di masyarakat dalam
melaksanakan aktivitas dan kegiatan kehidupan sehari-hari;
5) terwujudnya Polri yang profesional dan kompeten, bermoral, modern,
unggul dan dipercaya masyarakat;
6)terwujudnya......
20 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

6) terwujudnya penegakan hukum yang transparan, akuntabel dan anti


KKN yang mampu memberikan perlindungan dan pengayoman
masyarakat serta memenuhi rasa keadilan masyarakat.
5. Sasaran Prioritas.
dengan capaian tahun 2017: Meningkatkan pelayanan masyarakat yang prima
sampai jajaran kewilayahan terjauh dan sinergi polisional yang produktif dengan
didukung sumber daya manusia berkualitas serta berkemampuan ilmu dan
teknologi guna menghadapi kondisi daya saing bangsa dan keunggulan
nasional, maka sasaran prioritas tahun 2017 sebagai berikut:
a. Polda Jatim.
1) meningkatkan profesionalisme SDM melalui pendidikan dan latihan di
bidang Harkamtibmas (antara lain: penanganan konflik sosial dan
Unras), Gakkum (antara lain: tindak pidana korupsi, tindak pidana
umum dan tindak pidana ekonomi) dan pelayanan masyarakat;
2) mengembangkan sistem pembinaan personel melalui rekrutmen Polri
dan PNS Polri, pendidikan pembentukan, pendidikan pengembangan
dan pelatihan serta pembinaan karier yang bebas dari Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme (KKN),
3) transparan, akuntabel dan humanis untuk menghasilkan pimpinan
yang berintegritas di semua strata yang mampu memberikan
keteladanan dan melayani guna membangun internal trust dan public
trust;
4) terbangunnya kepercayaan ke dalam lingkungan kerja Polri ( Internal
trust building) dengan prioritas membangun kemampuan
kepemimpinan yang memiliki komitmen moral sebagai sosok/figur
pemimpin yang mempunyai sifat ketauladanan (leading by example),
melayani (servant leadership), konsultan (consultant), menjamin
kualitas kinerja (quality assurance), anti KKN dan gratifikasi;
5) penguatan kerjasama lintas lembaga/instasi, criminal justice system
(Kejaksaan, Pengadilan, Lapas) serta komponen masyarakat dalam
rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif dan
penanganan konflik sosial diwilayah Jawa Timur;
6) terwujudnya peningkatan pengungkapan dan penuntasan kasus-
kasus menonjol yang meresahkan masyarakat yang meliputi:
kejahatan konvensional (antara lain: kejahatan jalanan/premanisme,
perjudian, kejahatan dengan kekerasan), kejahatan lintas
negara/transnational crime (antara lain: cyber crime, narkoba, human
trafficking, arm smuggling, terorisme), kejahatan yang merugikan
kekayaan negara (antara lain: korupsi, illegal logging, illegal fishing,
dan illegal mining) dan kejahatan yang berimplikasi kontinjensi (antara
lain: konflik sosial dan demo anarkis);
7)penguatan......
21 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

7) penguatan fungsi Kepolisian dalam rangka Harkamtibmas dengan


meningkatkan penyelidikan, pengamanan dan penggalangan dalam
bentuk peringatan dini (early warning), deteksi dini (early detection)
dan pencegahan dini untuk menjangkau seluruh sendi kehidupan
masyarakat dengan mengedepankan fungsi intelijen dan
pemberdayaan peran Bhabinkamtibmas 1 Polisi (Bhabinkamtibmas)
1 Desa sebagai embrio kepolisian desa/kelurahan;
8) mewujudkan penguatan integritas seluruh personel Polri dalam
menjalankan tugas pokok, peran maupun fungsi secara transparan
dan akuntabel melalui pembangunan zona integritas menuju Wilayah
Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
(WBBM) terutama pada sektor pelayanan publik, penegakan hukum,
pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa yang didukung
dengan pengawasan yang efektif dalam rangka mencegah praktek
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN);
9) meningkatnya kegiatan turjawali dengan penggelaran personel dan
Ranmor patroli pada lokasi rawan macet, pelanggaran dan
kecelakaan lantas serta lokasi rawan kriminalitas;
10) meningkatnya ketanggapsegeraan anggota Polri dalam memberikan
pelayanan masyarakat melalui sinergi yang pro aktif dengan media
massa baik cetak maupun elektronik;
11) tergelarnya penyidik Polri yang profesional melalui pembenahan
kinerja Reserse;
12) penguatan sistem pengawasan yang efektif terhadap setiap
pelaksanaan tugas anggota, baik melalui pengendalian diri setiap
individu maupun pengawasan fungsi, waskat dan pengawasan
internal/external untuk mewujudkan pelayanan Polri bebas dari KKN;
13) terwujudnya pelayanan prima, anti KKN dan anti kekerasan serta
peningkatan akuntabilitas kinerja Polda Jatim dan satuan
kewilayahan;
14) meningkatkan aksesibilitas pelayanan Polri kepada masyarakat yang
didukung penguatan bidang kehumasan sebagai implementasi
keterbukaan informasi publik guna mewujudkan kepercayaan
masyarakat (Public Trust);
15) meningkatnya kualitas SDM Polri yang profesional, bermoral, modern,
unggul, humanis dan berintegritas;
16) terlaksananya rekruitmen personel Polri untuk mengatasi jumlah
personel Polri yang pensiun dan menempatkan personel pada titik
sebaran pelayanan kepada masyarakat;

17)terlaksananya.......
22 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

17) terlaksananya pelatihan perubahan budaya organisasi, melalui


perubahan pola pikir (Mindset) dan budaya kerja (Culture Set) Polri;
18) meningkatnya pelayanan SIM, STNK, BPKB, SKCK, SBST serta
terwujudnya Kamtibselcarlantas melalui penurunan jumlah titik-titik
rawan kecelakaan untuk mengurangi jumlah dan tingkat fatalitas
kecelakaan (korban meninggal dunia, luka berat ringan dan kerugian
materiil) serta menguraikan kemacetan dan kelancaran lalu lintas;
19) meningkatnya pengembangan teknologi Kepolisian dan dukungan
teknis kepolisian (seperti peralatan Labfor, Identifikasi, cyber lab dan
DVI);
20) meningkatnya pengembangan Layanan Pengadaan Sistem Elektronik
(LPSE) di wilayah Polda Jatim;
21) terwujudnya pengelolaan secara profesional transparan, akuntabel
dan modern seluruh aset-aset Polri melalui SIMAK BMN;
22) terwujudnya pengembangan/peningkatan tipologi Polres menjadi
Polresta dan Polsek Rural menjadi Urban di jajaran Polda Jatim;
23) terbangunnya Polsubsektor di wilayah kepulauan terpencil
berpenghuni dengan penempatan personel dan perlengkapan yang
memenuhi strandar pelayanan;

24) tercapainya implementasi Reformasi Birokrasi Polri melalui


pelaksanaan quick wins/ 8 program lanjutan dan rencana aksi.
a) ketertiban dan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan
anti Pancasila;
b) kerburuan dan penangkapan gembong teroris Santoso dan
jejaring teroris;
c) aksi nasional pembersihan preman dan premanisme;
d) Pembentukan dan pengefektifan satgas ops Polri Kontra radikal
dan deradikalisasi (khusus ISIS);
e) Pemberlakuan rekruitmen terbuka untuk jabatan di lingkungan
Polri (Polres, Polda, Mabes Polri);
f) Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial
di ruang publik;
g) Pembentukan TIM internal anti korupsi (melibatkan unsur publik
dan KPK);
h) Crash program pelayanan masyarakat, pelayanan bersih dari
percaloan.

b.Polres.......

b. Polres Malang Kota.


23 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

Sasaran prioritas Polres Malang Kota mengacu Renstra Polres Malang


Kota 2015-2019 yang diselaraskan dengan sasaran Prioritas Polda Jatim
sebagai berikut:
1) meningkatkan profesionalisme SDM melalui pendidikan dan latihan di
bidang Harkamtibmas (antara lain: penanganan konflik sosial dan
Unras), Gakkum (antara lain: tindak pidana korupsi, tindak pidana
umum dan tindak pidana ekonomi) dan pelayanan masyarakat;
2) mengembangkan sistem pembinaan personel melalui rekruitmen Polri
dan PNS Polri, pendidikan pembentukan, pendidikan pengembangan
dan pelatihan serta pembinaan karier yang bebas dari Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme (KKN), transparan, akuntabel dan humanis untuk
menghasilkan pimpinan yang berintegritas di semua strata yang
mampu memberikan keteladanan dan melayani guna membangun
internal trust dan public trust;
3) terbangunnya kepercayaan ke dalam lingkungan kerja Polri ( Internal
trust building) dengan prioritas membangun kemampuan
kepemimpinan yang memiliki komitmen moral sebagai sosok/figur
pemimpin yang mempunyai sifat ketauladanan (leading by example),
melayani (servant leadership), konsultan (consultant), menjamin
kualitas kinerja (quality assurance), anti KKN dan gratifikasi;
4) mewujudkan penguatan integritas seluruh personel Polri dalam
menjalankan tugas pokok, peran maupun fungsi secara transparan
dan akuntabel melalui pembangunan zona integritas menuju Wilayah
Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
(WBBM) terutama pada sektor pelayanan publik, penegakan hukum,
pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa yang didukung
dengan pengawasan yang efektif dalam rangka mencegah praktek
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN);
5) penguatan kerjasama lintas lembaga/instasi, criminal justice system
(Kejaksaan, Pengadilan, Lapas) serta komponen masyarakat dalam
rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif dan
penanganan konflik sosial diwilayah Kota Malang;
6) terwujudnya peningkatan pengungkapan dan penuntasan kasus-
kasus menonjol yang meresahkan masyarakat yang meliputi:
kejahatan konvensional (antara lain: kejahatan jalanan/premanisme,
perjudian, kejahatan dengan kekerasan), kejahatan lintas
negara/transnational crime (antara lain: cyber crime, narkoba, human
trafficking, arm smuggling, terorisme), kejahatan yang merugikan
kekayaan negara (antara lain: korupsi, illegal logging, illegal fishing,
dan illegal mining) dan kejahatan yang berimplikasi kontinjensi (antara
lain: konflik sosial dan demo anarkis);
7)meningkatkan......
24 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

7) meningkatkan aksesibilitas pelayanan Polri kepada masyarakat yang


didukung penguatan bidang kehumasan sebagai implementasi
keterbukaan informasi publik guna mewujudkan kepercayaan
masyarakat (Public Trust);
8) penguatan fungsi Kepolisian dalam rangka Harkamtibmas dengan
meningkatkan penyelidikan, pengamanan dan penggalangan dalam
bentuk peringatan dini (early warning), deteksi dini (early detection)
dan pencegahan dini untuk menjangkau seluruh sendi kehidupan
masyarakat dengan mengedepankan fungsi intelijen dan
pemberdayaan peran Bhabinkamtibmas 1 Polisi (Bhabinkamtibmas)
1 Desa sebagai embrio kepolisian desa/kelurahan;
9) meningkatnya kegiatan turjawali dengan penggelaran personel dan
Ranmor patroli pada lokasi rawan macet, pelanggaran dan
kecelakaan lantas serta lokasi rawan kriminalitas;
10) meningkatnya ketanggapsegeraan anggota Polri dalam memberikan
pelayanan masyarakat melalui sinergi yang pro aktif dengan media
massa baik cetak maupun elektronik;
11) penguatan sistem pengawasan yang efektif terhadap setiap
pelaksanaan tugas anggota, baik melalui pengendalian diri setiap
individu maupun pengawasan fungsi, waskat dan pengawasan
internal/external untuk mewujudkan pelayanan Polri bebas dari KKN;
12) tergelarnya penyidik Polri yang profesional melalui pembenahan
kinerja Reserse;
13) terwujudnya pelayanan prima, anti KKN dan anti kekerasan serta
peningkatan akuntabilitas kinerja Polres Malang Kota dan Polsek
jajaran;
14) meningkatnya kualitas SDM Polri yang profesional, bermoral, modern,
unggul, humanis dan berintegritas;
15) terlaksananya pelatihan perubahan budaya organisasi, melalui
perubahan pola pikir (Mindset) dan budaya kerja (Culture Set) Polri;
16) mengembangkan teknologi Kepolisian dan dukungan teknis
Kepolisian (seperti peralatan Labfor, Identifikasi, cyber lab dan DVI);
17) meningkatnya pelayanan SIM, STNK, BPKB, SKCK, SBST serta
terwujudnya Kamtibselcarlantas melalui penurunan jumlah titik-titik
rawan kecelakaan untuk mengurangi jumlah dan tingkat fatalitas
kecelakaan (korban meninggal dunia, luka berat ringan dan kerugian
materiil) serta menguraikan kemacetan dan kelancaran lalu lintas;
18) meningkatnya pengembangan Layanan Pengadaan Sistem Elektronik
(LPSE) di wilayah Polres Malang Kota;
19)terwujudnya......
25 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

19) terwujudnya pengelolaan secara profesional transparan, akuntabel


dan modern seluruh aset-aset Polri melalui SIMAK BMN;
20) tercapainya implementasi Reformasi Birokrasi Polri melalui
pelaksanaan quick wins/ 8 program lanjutan dan rencana aksi:
a) ketertiban dan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan
anti Pancasila;
b) aksi nasional pembersihan preman dan premanisme;
c) Pembentukan dan pengefektifan satgas ops Polri Kontra radikal
dan deradikalisasi (khusus ISIS);
d) Pemberlakuan rekruitmen terbuka untuk jabatan di lingkungan
Polri (Polres);
e) Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib
sosial di ruang publik;
f) Pembentukan TIM internal anti korupsi (melibatkan unsur publik
dan KPK);
g) Crash program pelayanan masyarakat, pelayanan bersih dari
percaloan.
III. Arah Kebijakan.
6. Kebijakan Polda Jawa Timur.
a. Bidang Pembinaan.
1) membangun kepercayaan ke dalam lingkungan kerja Polri (Internal
trust building) dengan prioritas membangun kemampuan
kepemimpinan yang memiliki komitmen moral sebagai sosok/figur
pemimpin yang mempunyai sifat :
a) ketauladanan (leading by example);
b) melayani (servant leadership);
c) konsultan (consultant);
d) menjamin kualitas kinerja (quality assurance);
e) anti KKN dan gratifikasi.
2) membangun kepercayaan di luar lingkungan Polri (External Trust
Building) dengan mewujudkan pelayanan prima, menegakkan hukum
dan memelihara keamanan dan ketertiban serta anti KKN dan
kekerasan serta peningkatan akuntabilitas kinerja;
3) mengembangkan sisbinpers melalui rekruitmen dan pembinaan karir
yang bebas KKN, transparan, akuntabel dan humanis untuk
menghasilkan pimpinan yang berintegritas di semua strata yang
mampu memberikan sikap ketelaudanan dan melayani guna
membangun internal trust dan public trust;
4)meningkatkan......
26 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

4) meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM personel Polda Jatim yang


profesional, bermoral dan modern dibidang pelayanan masyarakat,
penyelidikan dan penyidikan perkara pidana, deteksi dini dan
penangkalan, pencegahan serta penindakan yang menjangkau
semua sendi kehidupan masyarakat dan semua tingkat situasi
keamanan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan pengembangan
kemampuan personel Polri dengan memberdayakan lembaga
pendidikan;
5) meningkatkan kesejahteraan personel terutama penerimaan
tunjangan kinerja (remunerasi) yang proporsional dan diharapkan
lebih tinggi atau minimal sama dengan apa yang diterima oleh TNI
melalui upaya peningkatan kinerja, tunjangan kesehatan dan
penyediaan perumahan bagi personel dan PNS Polri;
6) membangun Markas kepolisian baru terkait dengan pengembangan
wilayah administratif, memelihara dan merawat Markas kepolisian
yang telah tergelar serta melengkapi Almatsus Polda Jatim khususnya
almatsus perorangan secara bertahap untuk mendukung tugas-tugas
Kepolisian (seperti borgol, tongkat Polisi, rompi anti peluru, senpi,
rantis, kendaraan pengurai massa) dalam rangka peningkatan
pelayanan Kamtibmas yang unggul di wilayah Polda Jatim;
7) meningkatkan alokasi anggaran yang lebih proporsional, efisien,
prioritas, kehati-hatian, transparan dan akuntabel serta dalam
penerapan anggaran berbasis kinerja secara konsisten dan dengan
memperhatikan capaian output dan outcome khususnya ditingkat
Polres/Polresta dan Polsek dalam rangka memenuhi harapan
masyarakat dalam meningkatkan Kamtibmas kepada masyarakat;
8) menyelaraskan dan mengefektifkan secara optimal kegiatan
pengawasan dan pemeriksaan oleh Aparat Pengawasan Internal
Pemerintah (APIP) guna mewujudkan aparat Polri yang professional
dan akuntabel serta menerapkan Sistem Pengendalian Intern
Pemerintah (SPIP) secara maksimal guna mencegah terjadinya
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dilingkungan Polda Jatim;
9) membentuk/meningkatkan tipologi Polres/Polsek/Polsub-sektor serta
membentuk unit lantas pada Polsek tipe rural, Satpamobvit Polres,
Satpolair Polres jajaran Polda Jatim yang belum disetujui;
10) membangun atau mengembangkan E-government melalui kegiatan
pengembangan Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Polda
sampai tingkat Polsek secara skala prioritas dan transparan serta
pengembangan Pengelolaan Informasi Dokumentasi (PPID) dalam
rangka keterbukaan informasi publik serta perawatan Sintekpol;
11)meningkatkan......
27 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

11) meningkatkan input data dan penyajian data pada sistem informasi
Polda (MIS, Inafis, PID, Smap, Simak BMN, Sakpa/SAI, SPPKP)
berbasis IT sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara yuridis
maupun kepatuhan dalam perdagangan barang dan jasa dilingkungan
Polda Jatim;
12) mengembangkan kemampuan manajemen Kepolisian guna
meningkatkan Internal Service yang efektif, efisien dan akuntabel;
13) melakukan langkah-langkah yang konstruktif guna mencegah dan
mengurangi terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota di
seluruh kesatuan wilayah Polda Jatim diantaranya meningkatkan citra
Polisi sebagai pelayan masyarakat yang tegas, humanis dan bermoral
melalui perubahan Mind Set dan Culture Set sertal) memberikan
penghargaan (Reward) terhadap prestasi kinerja personel dan
komponen masyarakat peduli Kamtibmas serta memberikan hukuman
(Punishment) bagi anggota yang melanggar aturan;
14) memberikan masukan/saran hukum kepada pimpinan dan satuan
dalam rangka menyelesaikan permasalahan di Polda Jatim;
15) menerapkan penataan dan sinkronisasi perundang-undangan,
standard operasional prosedur yang konsisten dengan didukung
mekanisme pengawasan dan pengendalian yang melekat secara
berjenjang, obyektif dan edukatif dalam rangka mewujudkan
manajemen kepolisian sebagai sub sistem dari Good Governance dan
Clean Goverment;
16) penguatan institusi dalam rangka merealisasikan visi dan misi Polda
Jatim Tahun 2015-2019 dan Grandstrategi Polri tahap III (2015-2025)
strive for exellence melalui percepatan program RBP, Quick Wins, dan
penguatan peraturan undang-undang terkait Polri;
17) berjalannya pelaksanaan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari
Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)
mulai dari tingkat Mabes Polri sampai ke tingkat Polsek sehingga
mampu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri
guna terwujudnya pelayanan Kamtibmas yang unggul.

b. Bidang Operasional.
1) meningkatkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Polda
melalui kegiatan pre-emtif, preventif dan represif guna mewujudkan
Kamdagri di wilayah Jawa Timur yang kondusif pasca Pemilu 2014;
2) mewujudkan keamanan dalam negeri di wilayah Jawa Timur yang
kondusif melalui penggelaran personel Polri di satuan kewilayahan
guna mencegah dan menanggulangi gangguan Kamtibmas yang
berpotensi konflik, konflik dan pasca konflik;
3)meningkatkan......
28 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

3) meningkatkan pengamanan di wilayah perbatasan, garis pantai dan


pulau terpencil berpenghuni dengan memperkuat jumlah personel,
sarana dan prasarana Polsek dan Polsubsektor serta didukung
dengan tunjangan kesejahteraan;
4) mengefektifkan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga/instasi,
criminal justice system (Kejaksaan, Pengadilan, Lapas) terkait serta
komponen masyarakat dalam upaya pencegahan dan penyelesaian
tindak pidana konvensional, transnational crime, kejahatan terhadap
kekayaan negara dan kejahatan yang berimplikasi kontinjensi guna
mewujudkan penguatan Kamdagri di wilayah Jawa Timur;
5) memperkuat kerjasama dengan TNI dalam rangka pengamanan
obyek vital, pengamanan perbatasan, tugas-tugas kemanusiaan,
penanggulangan terorisme, penanganan konflik sosial, separatisme
dan penanggulangan bencana dengan Badan Sar Nasional dan
Badan Nasioanal penanggulangan bencana menciptakan situasi
kamtibmas yang kondusif di wilayah Jawa Timur;
6) meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran
lalu lintas terhadap arus orang dan barang dalam sendi kehidupan
ekonomi dan sosial masyarakat;
7) mengoptimalkan sistem penegakan hukum yang terpadu guna
mempersempit ruang gerak kejahatan dengan merumuskan pedoman
pemahaman masyarakat patuh hukum sehingga tertanganinya kasus
kriminalitas yang mencakup 4 jenis kejahatan meliputi kejahatan
konvensional yang meresahkan masyarakat (seperti perjudian,
pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan,
pencurian dengan kekerasan, premanisme, pencopetan, kejahatan
jalanan, debet collector, penggelapan dan penipuan) maupun
kejahatan transnasional yang menonjol (seperti narkoba, terorisme,
perdagangan orang dan kejahatan dunia maya) dan kejahatan yang
merugikan kekayaan Negara (seperti korupsi, illegal logging, illegal
fishing, dan kasus penyalahgunaan BBM) serta kejahatan yang
berimplikasi kontijensi seperti konflik sosial/komunal (unjuk rasa
sampai dengan rusuh massa);
8) memantapkan program transparansi penyidikan melalui
pemberdayaan peran atasan penyidik, pengawas penyidikan dan
pelaksanaan audit investigasi (Inspektorat, Propam dan Wassidik) di
setiap level, dengan cara meningkatkan kuantitas dan kualitas
penyelidik maupun penyidik yang mengacu pada aspek integritas
(mental kepribadian, kejujuran, kearifan), aspek rasa keadilan
masyarakat, kepastian hukum profesionalisme (skill, knowledge,
attitude) untuk menjamin dan kemanfaatan bagi kehidupan
masyarakat ;
9)memperkuat......
29 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

9) memperkuat postur Polsek kuat sebagai unit pelayanan terdepan


yaitu Polsek sebagai basis deteksi, Polsek sebagai basis solusi dan
Polsek sebagai basis Gakkum humanis;
10) meningkatkan komunitas masyarakat samapta melalui Perpolisian
Masyarakat dalam wadah Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat
(FKPM) dan Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) serta
meningkatkan peran fungsi jaringan intelijen Kepolisian (Network)
sampai dengan tingkat Polsek dalam upaya meningkatkan
penyelidikan, pengamanan dan penggalangan dalam bentuk
peringatan dini(early warning) dan deteksi dini (early detection) dan
pencegahan dini yang menjangkau seluruh sendi kehidupan
masyarakat guna terselenggaranya Kamtibmas yang kondusif;
11) meningkatkan aksesibilitas pelayanan Polri kepada masyarakat
melalui optimalisasi peran call center dalam mendekatkan sentra
pelayanan Kepolisian kepada masyarakat;
12) meningkatkan sistem pengaduan masyarakat dan penyederhanaan
birokrasi pelayanan yang bebas dari KKN melalui prinsip mudah,
cepat, pasti, nyaman dan transparan (pelayanan prima), dengan tidak
mengabaikan ketelitian dan kecermatan dalam pelaksanaan tugas
Kepolisian melalui Public Relation dan Public Opinio guna membuka
akses lebih luas kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam
pengawasan kinerja anggota Polri.
13) menguatkan program 1 (satu) Bhabinkamtibmas 1 (satu) desa
sebagai embrio kepolisian desa/kelurahan untuk memperoleh
informasi masyarakat serta menyampaikan kebijakan pemerintah dan
program Polri kepada masyarakat;
14) mengamankan kegiatan masyarakat melalui pemberdayaan potensi
masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi
masyarakat dalam mewujudkan Kamtibmas;
15) meningkatkan pelayanan prima melalui penggelaran kekuatan Polri
dan sarana serta prasarana yang menjangkau semua titik sebaran
pelayanan kepada masyarakat;
7. Kebijakan Polres Malang Kota.
Dalam mengimplementasikan visi, misi, kebijakan pimpinan Polri / Polda
Jatim, guna memudahkan unsur pelaksana di lingkungan Polres Malang Kota
diformulasikan dalam 3 (Tiga) Kebijakan Kapolres Malang Kota AKBP
Singgamata,S.I.K.,M.H. terurai sebagai berikut:

a.Bidang......
30 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

a. Bidang Pembinaan.

1) membangun kepercayaan ke dalam lingkungan kerja Polres Malang


Kota (Internal trust building) dengan prioritas membangun
kemampuan kepemimpinan yang memiliki komitmen moral sebagai
sosok/figur pemimpin yang mempunyai sifat :

a) ketauladanan (leading by example);


b) melayani (servant leadership);
c) konsultan (consultant);
d) menjamin kualitas kinerja (quality assurance);
e) anti KKN dan gratifikasi.

2) membangun kepercayaan di luar lingkungan Polres Malang Kota


(External Trust Building) dengan mewujudkan pelayanan prima,
menegakkan hukum dan memelihara keamanan dan ketertiban serta
anti KKN dan kekerasan serta peningkatan akuntabilitas kinerja;
3) mengembangkan Sisbinpers melalui rekruitmen dan pembinaan karir
yang bebas KKN, transparan, akuntabel dan humanis untuk
menghasilkan pimpinan yang berintegritas di semua strata yang
mampu memberikan sikap ketelaudanan dan melayani guna
membangun internal trust dan public trust;
4) fokus pada upaya reformasi kultural menumbuhkan semangat yang
kuat seluruh personel untuk berubah menjadi lebih baik, mulai dari
sekarang dan mulai dari diri sendiri;
5) meningkatkan kuantitas dan kualitas personel Polres Malang Kota
yang profesional, bermoral dan modern di bidang pelayanan
masyarakat, penyelidikan dan penyidikan perkara pidana, deteksi dini
dan penangkalan, pencegahan serta penindakan yang menjangkau
semua sendi kehidupan masyarakat dan semua tingkat situasi
keamanan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan pengembangan
kemampuan personel Polres Malang Kota terpusat di lembaga
pendidikan Polri maupun pemberdayaan kesatuan;
6) meningkatkan kesejahteraan personel terutama penerimaan
tunjangan kinerja (remunerasi) yang proporsional dan diharapkan
lebih tinggi atau minimal sama dengan apa yang diterima oleh TNI
melalui upaya peningkatan kinerja, tunjangan kesehatan dan
penyediaan perumahan bagi personel dan PNS Polri;
7)memelihara......
31 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

7) memelihara dan merawat Markas kepolisian dan materiil peralatan


yang telah tergelar dalam rangka peningkatan pelayanan Kamtibmas
yang unggul di wilayah Polres Malang Kota;
8) meningkatkan alokasi anggaran yang lebih proporsional, efisien,
prioritas, kehati-hatian, transparan dan akuntabel serta dalam
penerapan anggaran berbasis kinerja secara konsisten dan dengan
memperhatikan capaian output dan outcome dalam rangka memenuhi
harapan masyarakat dalam meningkatkan Kamtibmas kepada
masyarakat;
9) menyelaraskan dan mengefektifkan secara optimal kegiatan
pengawasan dan pemeriksaan oleh Aparat Pengawasan Internal
Pemerintah (APIP) guna mewujudkan aparat Polri yang professional
dan akuntabel serta menerapkan Sistem Pengendalian Intern
Pemerintah (SPIP) secara maksimal guna mencegah terjadinya
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Polres Malang
Kota;
10) menindaklanjuti usulan pembentukan/peningkatan tipologi Polres
/Polsek dan Satpamobvit Polres Malang Kota yang belum disetujui;
11) menerapkan E-government melalui kegiatan pengembangan Layanan
Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Polda secara skala prioritas
dan transparan serta pengembangan Pengelolaan Informasi
Dokumentasi (PPID) dalam rangka kepatuhan dalam pengadaan
barang dan jasa di lingkungan Polres, keterbukaan informasi publik
serta perawatan Sintekpol;
12) meningkatkan input data dan penyajian data pada sistem informasi
Polres terintegrasi dengan Polda (MIS, Inafis, PID, Smap, Simak
BMN, Sakpa/SAI, SPPKP) berbasis IT sehingga dapat dipertanggung
jawabkan secara yuridis;
13) melakukan langkah-langkah yang konstruktif guna mencegah dan
mengurangi terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota di
seluruh kesatuan wilayah Polres Malang Kota diantaranya
meningkatkan citra Polisi sebagai pelayan masyarakat yang tegas,
humanis dan bermoral melalui perubahan Mind Set dan Culture Set
serta memberikan penghargaan (Reward) terhadap prestasi kinerja
personel dan komponen masyarakat peduli Kamtibmas serta
memberikan hukuman (Punishment) bagi anggota yang melanggar
aturan secara bertahap mulai dari pembinaan sampai sidang disiplin
dan sidang KKEP;
14)mengembangkan.......
32 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

14) mengembangkan kemampuan manajemen Kepolisian guna


meningkatkan Internal Service yang efektif, efisien dan akuntabel;
15) memberikan masukan/saran hukum kepada pimpinan dan satuan
dalam rangka menyelesaikan permasalahan di Polres Malang Kota;
16) menerapkan perundang-undangan dan standard operasional
prosedur yang konsisten dengan didukung mekanisme pengawasan
dan pengendalian yang melekat secara berjenjang, obyektif dan
edukatif dalam rangka mewujudkan manajemen kepolisian sebagai
sub sistem dari Good Governance dan Clean Goverment;
17) penguatan organisasi dalam rangka merealisasikan visi dan misi
Polres Malang Kota tahun 2015-2019 dan Grand Strategi Polri tahap
III (2015-2025) strive for exellence melalui percepatan program RBP,
Quick Wins, dan penguatan peraturan undang-undang terkait Polri;
18) menindaklanjuti pelaksanaan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas
dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
(WBBM) dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat
terhadap Polri/Polres Malang Kota guna terwujudnya pelayanan
Kamtibmas yang unggul.
b. Bidang Operasional.

1) meningkatkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Polres


Malang Kota melalui kegiatan pre-emtif, preventif dan represif guna
mewujudkan Kamdagri yang kondusif di wilayah hukum Polres
Malang Kota;

2) mewujudkan keamanan dalam negeri yang kondusif di wilayah hukum


Polres Malang Kota melalui penggelaran personel Polri di tengah-
tengah masyarakat guna mencegah dan menanggulangi gangguan
Kamtibmas yang berpotensi konflik, konflik dan pasca konflik;

3) mengefektifkan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga/instasi,


criminal justice system (Kejaksaan, Pengadilan, Lapas) terkait serta
komponen masyarakat dalam upaya pencegahan dan penyelesaian
tindak pidana konvensional, transnational crime, kejahatan terhadap
kekayaan negara dan kejahatan yang berimplikasi kontinjensi guna
mewujudkan penguatan Kamdagri di wilayah hukum Polres Malang
Kota;

4)memperkuat......
33 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

4) memperkuat kerjasama dengan TNI dalam rangka pengamanan


obyek vital, tugas-tugas kemanusiaan, penanggulangan terorisme,
penanganan konflik sosial, separatisme dan penanggulangan
bencana dengan Badan SAR Nasional dan Badan Nasioanal
penanggulangan bencana menciptakan situasi kamtibmas yang
kondusif di wilayah hukum Polres Malang Kota;

5) meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran


lalu lintas terhadap arus orang dan barang dalam sendi kehidupan
ekonomi dan sosial masyarakat;

6) mengoptimalkan sistem penegakan hukum yang terpadu guna


mempersempit ruang gerak kejahatan sehingga tertangani kasus
kriminalitas yang mencakup 4 jenis kejahatan meliputi kejahatan
konvensional yang meresahkan masyarakat (seperti perjudian,
pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan,
pencurian dengan kekerasan, premanisme, pencopetan, kejahatan
jalanan, debt collector, penggelapan dan penipuan) maupun
kejahatan transnasional yang menonjol (seperti narkoba, terorisme,
perdagangan orang dan kejahatan dunia maya) dan kejahatan yang
merugikan kekayaan Negara (seperti korupsi, illegal logging, illegal
fishing, dan kasus penyalahgunaan BBM) serta kejahatan yang
berimplikasi kontijensi seperti konflik sosial/komunal (unjuk rasa
sampai dengan rusuh massa);

7) memperkuat postur Polsek kuat sebagai unit pelayanan terdepan


yaitu Polsek sebagai basis deteksi, Polsek sebagai basis solusi dan
Polsek sebagai basis Gakkum humanis;

8) memantapkan program transparansi penyidikan melalui


pemberdayaan peran atasan penyidik, pengawas penyidikan dan
pelaksanaan audit investigasi (Inspektorat, Propam dan Wassidik) di
setiap level, dengan cara meningkatkan kuantitas dan kualitas
penyelidik maupun penyidik yang mengacu pada aspek integritas
(mental kepribadian, kejujuran, kearifan), aspek rasa keadilan
masyarakat, kepastian hukum profesionalisme (skill, knowledge,
attitude) untuk menjamin dan kemanfaatan bagi kehidupan
masyarakat ;

9)meningkatkan......
34 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

9) meningkatkan komunitas masyarakat samapta melalui Perpolisian


Masyarakat dalam wadah Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat
(FKPM) dan Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) serta
meningkatkan peran fungsi jaringan intelijen Kepolisian (Network)
sampai dengan tingkat Polsek dalam upaya meningkatkan
penyelidikan, pengamanan dan penggalangan dalam bentuk
peringatan dini (early warning) dan deteksi dini (early detection) dan
pencegahan dini yang menjangkau seluruh sendi kehidupan
masyarakat guna terselenggaranya Kamtibmas yang kondusif;

10) meningkatkan aksesibilitas pelayanan Polri kepada masyarakat


melalui optimalisasi peran call center (MCC) dalam mendekatkan
sentra pelayanan Kepolisian kepada masyarakat;

11) meningkatkan sistem pengaduan masyarakat dan penyederhanaan


birokrasi pelayanan yang bebas dari KKN melalui prinsip mudah,
cepat, pasti, nyaman dan transparan (pelayanan prima), dengan tidak
mengabaikan ketelitian dan kecermatan dalam pelaksanaan tugas
Kepolisian melalui Public Relation dan Public Opinio guna membuka
akses lebih luas kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam
pengawasan kinerja anggota Polri.

12) memberdayakan program 1 (satu) Bhabinkamtibmas 1 (satu) desa


sebagai embrio kepolisian desa/kelurahan untuk memperoleh
informasi masyarakat serta menyampaikan kebijakan pemerintah dan
program Polri kepada masyarakat;

13) mengamankan kegiatan masyarakat melalui pemberdayaan potensi


masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi
masyarakat dalam mewujudkan Kamtibmas;

14) meningkatkan pelayanan prima melalui penggelaran kekuatan Polri


dan sarana serta prasarana yang menjangkau semua titik sebaran
pelayanan kepada masyarakat;

IV.Program .....

IV. Program, Kegiatan dan Usulan Pagu Ideal.


35 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

8. Program dan Kegiatan.


a. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Polri.
1) tujuan :
menyelenggarakan fungsi manajemen kinerja Polri secara optimal
dengan melaksanakan kegiatan perencanaan, pelaksanaan,
pengendalian, pelaporan, pelayanan internal dan pembayaran gaji
yang dilaksanakan secara tepat waktu, akuntabel dan terintegrasi
antara Polda dan kewilayahan.
2) kegiatan :
a) Dukungan Pelayanan Internal Perkantoran Polri.
(1) Pembayaran gaji dan tunjangan.
(2) Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan
Perkantoran.
- penyusunan program, anggaran dan rencana kerja
- penyusunan RKA-KL, SRAA dan DIPA
- penyusunan dan evaluasi LAKIP.
- penyelenggaraan sistem Akutansi Pemerintah.
- pengepakan / Pengiriman / Pengangkutan Barang.
- pengadaan Peralatan / perlengkapan Kantor (Polres).
- pengadaan Peralatan / perlengkapan Kantor (Polsek).
(3) Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan.
- penyelenggaraan Humas;
- dukungan Operasional Kepolisian ( Perjalanan
Dinas).
b) Perencanaan dan penganggaran kewilayahan.
Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan.
- Pembinaan perencanaan dan penganggaran kewilayahan

b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Polri.


1) tujuan :
mendukung tugas pembinaan dan operasional Polri melalui
ketersediaan sarana dan prasarana materiil, fasilitas dan jasa baik
kualitas maupun kuantitas.
2) Kegiatan :
a) Dukungan Manajemen dan Teknik Sarpras
(1) Penyelenggaraan Operasional dan pemeliharaan
perkantoran.
- Perawatan Peralatan fungsional
- perawatan gedung kantor dan halaman Polres.
- Perawatan..
- perawatan gedung kantor dan halaman Polsek.
36 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

- perawatan Ranmor Roda 4/6/10 (Polres)


- perawatan Ranmor Roda 4/6/10 (Polsek)
- perawatan Ranmor Roda 2 (Polres)
- perawatan Ranmor Roda 2 (Polsek)
- Biaya Listrik, Telepon, Air
- pengadaan dukungan BMP.
- Perbaikan peralatan kantor Polres
- Perbaikan peralatan kantor Polsek
(2) Dukungan operasional Pertahanan dan Keamanan.
- perawatan Ranmor Roda 4/6/10 (Polres)
- perawatan Ranmor Roda 2 (Polres)
- Perbaikan peralatan fungsional
- pengadaan dukungan BMP.
b) Pengembangan sarana dan prasarana kewilayahan.
(1) Pengadaan Persenjataan dan amunisi.
- Pengadaan persediaan amunisi.
- Pengadaan senjata SS1 V2 Sabhara.
(2) Pembangunan Sarpras Polri.
- Sertifikasi aset tanah Polri.
- Pengadaan lahan untuk Mako Polsek Sukun.
(3) Pembangunan Material.
- Pengadaan alat pengolah data;
- Pengadaan alat transportasi.
c. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Polri
1) tujuan :
mewujudkan aparat Polri yang profesional, proporsional dan
akuntabel sebagai implementasi reformasi Polri khususnya perubahan
kultur.
2) kegiatan :
a) Dukungan Manejemen dan Teknis Pengawasan Umum dan
Pemuliaan Profesi dan Pengamanan:
Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan
- Dukungan sehari-hari Perkantoran
b) Penyelenggaraan pengawasan dan akuntabilitas aparatur
kewilayahan:

Dukungan......
Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan
37 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

- Pengawasan dan pembinaan.


c) Penyelenggaraan Propam Kewilayahan
Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan
(1) Penegakan Hukum Anggota / PNS Polri ( Sidang Disiplin /
Kode Etik ).
(2) Kegiatan Pembinaan Provos.
d. Program Pendidikan dan Latihan Aparatur Polri
1) tujuan :
Mewujudkan aparatur Polri yang profesional baik dari segi kualitas
maupun kuantitas dan memiliki kompetensi sesuai dengan bidang
tugasnya melalui penyelenggaraan pendidikan Polri sehingga mampu
mengemban tugas Polri secara profesional proporsional.
2) kegiatan :
Penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Polri:
- Pelatihan fungsi Polres.
e. Program Pengembangan strategi keamanan dan ketertiban
1) tujuan :
mengembangkan langkah-langkah strategi mulai dari mencegah
suatu potensi gangguan keamanan baik kualitas maupun kuantitas,
sampai kepada penanggulangan sumber penyebab kejahatan,
ketertiban dan konflik dimasyarakat dan sektor sosial, politik dan
ekonomi, sehingga gangguan Kamtibmas menurun.
2) kegiatan :
Strategi Keamanan dan Ketertiban Kewilayahan:
Dukungan Operasional Pertahanan dan keamanan.
- honorarium PNBP.
- pengadaan peralatan / perlengkapan perkantoran (Polres).
- pengadaan peralatan / perlengkapan perkantoran (Polsek).
- Membentuk dan pembinaan jaringan informasi (Polres).
- Membentuk dan pembinaan jaringan informasi (Polsek).
- deteksi kegiatan Masyarakat (Polres).

- deteksi......
- deteksi kegiatan Masyarakat (Polsek).
38 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

- pembinaan pengamanan Polri.


- deteksi kegiatan Masyarakat Polres (Sumber PNBP).
- biaya telepon
- Quick Wins
f. Program pemberdayaan potensi keamanan.
1) tujuan :
mendekatkan Polisi dengan berbagai komunitas masyarakat agar
terdorong bekerja sama dengan Kepolisian secara proaktif dan saling
mengandalkan untuk membantu tugas Kepolisian dalam menciptakan
keamanan dan ketertiban bersama (Community Policing).
2) kegiatan:
Pembinaan potensi keamanan
Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan.
- menyelenggarakan bimbingan, pengayoman dan Linmas (Pol-
res).
- menyelenggarakan bimbingan, pengayoman dan Linmas (Pol-
sek).
- Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Pengamanan Swakar-
sa (Polres).
- Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Pengamanan Swakar-
sa (Polsek)
- pemberdayaan Kemitraan dengan lembaga pendidikan,
masyarakat, tokoh masyarakat, Instansi, Swasta, jasa
pengamanan, tokoh agama dan LSM (Polres).
- pemberdayaan Kemitraan dengan lembaga pendidikan,
masyarakat, tokoh masyarakat, Instansi, Swasta, jasa
pengamanan, tokoh agama dan LSM (Polsek).
- asistensi kelompok sadar Kamtibmas (Polres).
- asistensi kelompok sadar Kamtibmas (Polsek).
- Atensi forum kemitraan Polmas (Polres).
- Atensi forum kemitraan Polmas (Polsek).
- Pertemuan kemitraan Polisi-masyarakat (Polres)
- Pertemuan kemitraan Polisi-masyarakat (Polsek)
- Operasional Babinkamtibmas.
- Operasi fungsi Binmas
- Quick Wins.

g. Program.......
g. Program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
39 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

1) tujuan :
memelihara dan meningkatkan kondisi keamanan dan ketertiban
masyarakat agar mampu melindungi seluruh warga masyarakat Kota
Malang dalam beraktivitas untuk meningkatkan kualitas hidup yang
bebas dari bahaya, ancaman dan gangguan yang dapat menimbulkan
cidera, kerugian serta korban akibat gangguan keamanan dimaksud.
2) kegiatan :
a) Pembinaan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban
Kewilayahan.
(1) Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan
Perkantoran.
- pengawasan dan Pembinaan.
(2) Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan.
- honorarium PNBP
- biaya Listrik.
- biaya Telepon.
- dukungan Operasional Polres.
- dukungan Operasional Polsek.
- menyelenggarakan operasi kepolisian;
- menyelenggarakan Pengaturan, Pengawalan dan
Patroli Satlantas (Polres).
- menyelenggarakan Pengaturan, Pengawalan dan
Patroli Unitlantas (Polsek).
- Pembinaan Lalulintas (Tablet Laka Lantas)
- pelayanan kesehatan dan makan satwa.
- peningkatan kualitas pelayanan publik.
- sentra pelayanan Kepolisian.
b) Dukungan manajemen dan teknis pemeliharaan keamanan dan
ketertiban masyarakat.
Dukungan operasional Pertahanan dan Keamanan.
- ULP Non Organik / Jaga Fungsi (Polres).
- ULP Non Organik / Jaga Fungsi (Polsek).
c) Pembinaan Pelayanan fungsi Sabhara.
Dukungan operasional Pertahanan dan Keamanan.
- menyelenggarakan Pengaturan, Pengawalan dan Patroli
Satsabhara (Polres).
- menyelenggarakan Pengaturan, Pengawalan dan Patroli
Unitsabhara (Polsek).
- Quick Wins.
d) Penyelenggaraan......
d) Penyelenggaraan Pengamanan Objek Vital.
40 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan.


- Bantuan Pelayanan Masyarakat (Pam Obvit);
e) Peningkatan pelayanan keamanan dan keselamatan masyarakat
di bidang Lalu Lintas.
Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan.
- Menyelenggarakan operasi Kepolisian;
- penyelidikan dan penyidikan Laka lantas di Polres.
- penyelidikan dan penyidikan Laka lantas di Polsek.
- Quick Wins
h. Program penyelidikan dan penyidikan tindak pidana
1) tujuan :
menanggulangi dan memeningkatkan penyelesaian 4 (empat) jenis
kejahatan (kejahatan konvensional, kejahatan transnasional,
kejahatan yang perimplikasi kontinjensi dan kejahatan terhadap
kekayaan negara) tanpa melanggar HAM.
2) kegiatan :
a) Penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana Kewilayahan.
Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
(1) bantuan Tehnik Penyelidikan dan penyidikan Tindak
Pidana.
(2) penyelenggaraan identifikasi penyelidikan dan penyidikan
tindak pidana.
(3) pengadaan bahan Makanan dan Perawatan Tahanan
(Polres).
(4) pengadaan bahan Makanan dan Perawatan Tahanan
(Polsek).
b) Dukungan Manajemen dan teknis penyelidikan dan penyidikan
tindak pidana.
Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
(1) Dukungan sehari-hari perkantoran
c) Penindakan Tindak Pidana Umum.
Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
(1) Tindak Pidana Umum (Polres).
(2) Tindak Pidana Umum (Polsek).
(3) Quick Wins
d) Penindakan.......
d) Penindakan Tindak Pidana Narkoba.
41 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.


(1) Polres:
- Kegiatan Penyelidikan.
- Kegiatan Penyidikan.
- Kegiatan Pengembangan.
(2) Polsek:
- Kegiatan Penyelidikan.
- Kegiatan Penyidikan.
e) Penindakan Tindak Pidana Korupsi.
Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
- Kegiatan Lidik / Sidik Tipikor.
i. Program pengembangan hukum Kepolisian
1) tujuan :
menyelenggarakan pembinaan dan advokasi hukum serta
membangun landasan hukum dalam rangka pelaksanaan tugas pokok
Polri selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,
memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan
hukum.
2) kegiatan :
Pemberian bantuan dan nasehat Hukum.
Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
- Penerapan Hukum.

9. Usulan Pagu Ideal.


Pagu Ideal Polres Malang Kota per Program dalam TA. 2017 diusulkan
sebesar Rp.165.208.130.000,- dengan perincian sebagai berikut :
a. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya
Polri sebesar Rp. 69.659.428.000,-
1) Dukungan pelayanan internal perkantoran Polri sebesar
Rp.69.644.428.000,- dialokasikan untuk kegiatan :
a) pembayaran Gaji, tunjangan dan Lembur dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 68.621.748.000,-

b) penyelenggaraan......
b) penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 865.000.000,- kegiatan:
42 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

- penyusunan Program, anggaran dan Rencana Kerja


dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.200.000,-
- penyusunan RKA-KL, SRAA dan DIPA dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 1.000.000,-
- penyusunan LAKIP dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 2.000.000,-
- penyelenggaraan sistem Akutansi Pemerintah dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 10.800.000,-
- pengepakan / Pengiriman / Pengangkutan Barang dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 12.000.000,-.
- pengadaan Peralatan/perlengkapan Kantor (Polres)
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 532.000.000,-
- pengadaan Peralatan/perlengkapan Kantor (Polsek)
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 304.000.000,-
c) Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 157.680.000,- kegiatan:
- menyelenggarakan kegiatan Humas dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 108.000.000,-
- Dukungan Operasional Kepolisian (Perjalanan Dinas)
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 49.680.000,-
2) Perencanaan dan Penganggaran Kewilayahan.
- Pembinaan perencanaan dan penganggaran kewilayahan
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 15.000.000,-
b. Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Kepolisian sebesar
Rp.36.789.556.000,- dialokasikan untuk kegiatan :
1) dukungan manajemen dan teknik sarpras dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 21.990.817.000,- untuk kegiatan :
a) Penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 14.033.785.000,-
kegiatan:.
- perawatan peralatan Fungsional ( Alsus Ident, Senpi dan
Alkomlek), dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 105.646.000,-

- Perawatan..
- perawatan gedung Kantor dan Halaman Polres dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 536.516.000,-
- perawatan gedung Kantor dan Halaman Polsek dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 632.775.000,-
43 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

- perawatan Ranmor Roda 4/6/10 (Polres) dengan alokasi


anggaran sebesar Rp. 1.151.970.000,-
- perawatan Ranmor Roda 4 (Polsek) dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 245.000.000,-
- perawatan Ranmor Roda 2 (Polres) dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 273.750.000,-
- perawatan Ranmor Roda 2 (Polsek) dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 182.500.000,-
- biaya Listrik dengan alokasi anggaran sebesar
Rp.573.264.000,-
- biaya Telepon dengan alokasi anggaran sebesar
Rp.87.000.000,-
- biaya Air dengan alokasi anggaran sebesar
Rp.262.800.000,-
- pengadaan dukungan BMP untuk Satker Polres Malang
Kota beserta Polsek Jajaran dengan alokasi anggaran
sebesar Rp.9.778.414.000,-
- perbaikan peralatan Kantor ( Komputer, Laptop, Printer,
Kamera, Faximile, HT dan AC Split) Polres. dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 176.650.000,-
- perbaikan peralatan Kantor ( Komputer dan Printer )
Polsek. dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 27.500.000,-
b) dukungan operasional pertahanan dan keamanan dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 7.957.032.000,- untuk kegiatan :
- perawatan Kendaraan Bermotor Roda 4/6/10 (Polres)
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.266.570.000,-
untuk perawatan mobil pelayanan SIM, Mobil sedan Patroli,
Mobil uji SIM, Mobil Laka Lantas, Dikmas Lantas dan
Jianma Lantas.
- perawatan Kendaraan Bermotor Roda 2 dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 579.200.000,- untuk pemeliharaan
R2 900 cc, R2 225 cc, R2 125 cc dan R2.
- perbaikan peralatan fungsional dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 30.000.000 untuk Harwat peralatan di ruang
pelayanan SIM.
- pengadaan dukungan BMP untuk Lantas Polres Malang
Kota dan Polsek Jajaran dengan alokasi anggaran sebesar
Rp.5.081.262.000,-
2) Pengembangan..
2) Pengembangan sarana dan prasarana kewilayahan dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 14.798.739.000,- untuk kegiatan.
a) Pengadaan persenjataan dan amunisi sebesar
Rp. 212.000.000,- untuk:
(1) Biaya persediaan amunisi V2 Sabhara dengan alokasi
anggaran sebesar Rp.6.000.000,-
44 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

(2) Biaya persediaan amunisi Revolver dengan alokasi


anggaran sebesar Rp.6.000.000,-
(3) pembelian senjata SS1 V2 Sabhara dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-
b) Pembangunan Sarpras Polri sebesar Rp. 15.560.400.000,-
untuk:
(1) Sertifikasi tanah gedung Satpas Jl. Wahidin 56 Malang
dengan alokasi anggaran sebesar Rp.394.400.000,-
(2) sertifikasi tanah bangunan repiter Ds Selorejo Kec. Dau
Kab. Malang dengan alokasi anggaran sebesar
Rp.166.000.000,-
(3) pembelian lahan untuk Mako Polsek Blimbing dengan
alokasi anggaran sebesar Rp.7.500.000.000,-
c) Perangkat Pengolah Data dan komunikasi sebesar
Rp.1.284.287.000,- untuk:
(1) Pengadaan 39 personal komputer, 39 Printer dan 15 laptop
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.012.500.000,-
(2) Pengadaan peralatan kantor berupa mesin Genset dengan
alokasi anggaran sebesar Rp.147.000.000,-
(3) Pengadaan alat penghancur kertas dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 54.000.000,-
(4) Pengadaan Proyektor (2500 ans) dan Layar 100" (elektrik)
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 21.787.000,-
(5) Pengadaan Handycam Humas dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 10.000.000,-
(6) Pengadaan 6 unit kamera digital Humas dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 39.000.000,-
d) Sarana mobilitas pendukung operasional sebesar
Rp. 5.242.052.000,- berupa:
(1) 3 Unit Ranmor R2 Pengawalan (1000 CC);
(2) 12 Unit Ranmor R2 Raimas;
(3) 1 Unit
(3) 1 Unit Ranmor R4 Jabatan Kabag;
(4) 2 Unit Ranmor R4 Jabatan Kapolsek;
(5) 2 Unit Ranmor R4 Operasional Satintelkam;
(6) 2 Unit Ranmor R4 Operasional Satreskrim;
(7) 1 Unit Ranmor R4 Operasional Satreskoba;
45 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

(8) 1 Unit Ranmor R4 Operasional Satbinmas;


(9) 2 Unit Ranmor R4 Ops Unitintelkam Polsek;
(10) 2 Unit Ranmor R4 Ops Unitreskrim Polsek.
c. Program Pengawasan dan peningkatan Akuntabilitas Aparatur Polri
sebesar Rp. 1.036.630.000,- dialokasikan untuk kegiatan :
1) Dukungan Manajemen dan Teknis Pengawasan Umum dan
Pemuliaan Profesi dan Pengamanan Dukungan Operasional
pertahanan dan keamanan sebesar Rp. 9.120.000,- dialokasikan
untuk kegiatan :
- dukungan sehari-hari perkantoran oleh Siwas dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 9.120.000,-
2) Penyelenggaraan pengawasan dan akuntabilitas aparatur
kewilayahan untuk Dukungan Operasional pertahanan dan keamanan
sebesar Rp. 98.210.000,- dialokasikan untuk kegiatan :
- pengawasan dan pembinaan oleh Siwas dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 98.210.000,-
3) Penyelenggaraan propam kewilayahan untuk Dukungan Operasional
pertahanan dan keamanan sebesar Rp. 929.300.000,- dialokasikan
untuk kegiatan :
- penegakkan hukum anggota / PNS Polri (sidang disiplin / kode
etik) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.100.000,-
- kegiatan pembinaan provos dengan alokasi anggaran sebesar
Rp.729.200.000,-
d. Program Pendidikan dan Latihan Polri sebesar Rp. 524.000.000,-
dialokasikan untuk kegiatan :
Dukungan Operasional pertahanan dan keamanan sebesar
Rp.524.000.000,- dialokasikan untuk kegiatan :
- Pelatihan fungsi Polres dengan alokasi anggaran sebesar
Rp.524.000.000,-
e. Program Pengembangan Strategi Keamanan dan Ketertiban sebesar
Rp. 4.012.575.000,- dialokasikan untuk kegiatan :
1) Dukungan..
1) Dukungan Operasional pertahanan dan keamanan sebesar
Rp.4.012.575.000,- dialokasikan untuk kegiatan :
- honorarium PNBP dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 19.200.000,-.
- pengadaan peralatan / perlengkapan perkantoran (Polres)
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5.000.000,-.
46 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

- pengadaan peralatan / perlengkapan perkantoran (Polsek)


dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 15.000.000,-.
- Membentuk dan pembinaan jaringan informasi (Polres) dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 625.725.000,-.
- Membentuk dan pembinaan jaringan informasi (Polsek) dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 658.250.000,-.
- deteksi giat Masyarakat (Polres) dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 915.000.000,-.
- deteksi giat Masyarakat (Polsek) dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 456.000.000,-.
- pembinaan pengamanan Polri dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 8.400.000,-.
- deteksi giat Masyarakat (Polres) dengan alokasi anggaran dari
sumber PNBP sebesar Rp. 915.000.000,-.
- Biaya Telepon sebesar Rp. 20.000.000,-.
- Quick Wins sebesar Rp. 375.000.000,-.
f. Program Pemberdayaan Potensi Keamanan dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 4.273.944.000,- untuk kegiatan :
Dukungan Operasional pertahanan dan keamanan
- menyelenggarakan bimbingan, pengayoman dan Linmas (Polres)
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 58.200.000,-
- menyelenggarakan bimbingan, pengayoman dan Linmas (Polsek)
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 530.784.000,-
- Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Pengamanan Swakarsa
(Polres) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 58.200.000,-
- Pembentukan Dan Pembinaan Kelompok Pengamanan Swakarsa
(Polsek) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 530.784.000,-
- pemberdayaan Kemitraan dengan lembaga pendidikan, masyarakat,
tokoh masyarakat, Instansi, Swasta, jasa pengamanan, tokoh agama
dan LSM (Polres) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 58.200.000,-
- Pemberdayaan
- pemberdayaan Kemitraan dengan lembaga pendidikan, masyarakat,
tokoh masyarakat, Instansi, Swasta, jasa pengamanan, tokoh agama
dan LSM (Polsek) dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 530.784.000,-
- asistensi kelompok sadar Kamtibmas (Polres) dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 58.200.000,-
47 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

- asistensi kelompok sadar Kamtibmas (Polsek) dengan alokasi


anggaran sebesar Rp. 530.784.000,-
- atensi forum kemitraan Polmas dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 17.388.000,-
- Pertemuan kemitraan Polisi-Masyarakat (Polres) dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 197.600.000,-
- Pertemuan kemitraan Polisi-Masyarakat (Polsek) dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 530.784.000,-
- Operasional Bhabinkamtibmas dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 752.400.000,-
- Operasi Binmas dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 208.336.000,-
- Quick Wins dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 211.500.000,-
g. Program Pemeliharaan Kamtibmas sebesar Rp. 11.713.086.000,-
dialokasikan untuk kegiatan :
1) Pembinaan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Kewilayahan
sebesar Rp. 6.187.477.000,- untuk kegiatan :
a) Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 65.840.000,- meliputi
kegiatan:
- menyelenggarakan pengawasan dan pembinaan
Pengamanan dengan alokasi anggaran sebesar
Rp.65.840.000,- untuk dukungan pengendalian operasi,
Supervisi Polres dan Polsek Jajaran.
b) Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 6.121.637.000,- meliputi kegiatan:
- honorarium PNBP dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 574.880.000,- untuk honor petugas Samsat dan Satpas
serta Tilang;
- dukungan Operasional Polres dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 950.000.000,- berupa giat rutin yang
ditingkatkan, tambahan operasi kepolisian, antisipasi
kontinjensi, biaya rapat dll.
Biaya
- Biaya listrik Satpas sebesar Rp.103.392.000,-
- Biaya Telepon Satpas sebesar Rp.4.968.000,-
- dukungan operasional Polsek dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 350.000.000,- berupa pengamanan giat
masyarakat, pembinaan pengamanan Polri dan biaya
rapat.
48 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

- Menyelenggarakan operasi Kepolisian sebesar


Rp.1.374.894.000,-
- Patroli Lantas Polres sebesar Rp.983.675.000,-
- Patroli Lantas Polsek sebesar Rp.1.430.800.000,-
- Pembinaan Lalulintas sebesar Rp.2.400.000,-
- pelayanan kesehatan dan makan satwa dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 54.020.000,-
- peningkatan kualitas pelayanan publik dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 88.320.000,- untuk giat Dikmas
Lantas.
- sentra pelayanan Kepolisian dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 204.288.000,-
2) Dukungan Manajemen dan teknis Pemeliharaan Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 1.208.781.000,- meliputi kegiatan:
a) Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 1.208.781.000,- meliputi kegiatan:
- ULP Non Organik / Jaga Fungsi (Polres) dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 657.000.000,-
- ULP Non Organik / Jaga Fungsi (Polsek) dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 547.500.000,-
3) Pembinaan Pelayanan fungsi Sabhara sebesar Rp. 2.503.900.000,-
untuk kegiatan :
Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan.
- menyelenggarakan pengaturan, pengawalan dan Patroli dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 447.125.000,- untuk Turjawali
Satsabhara Polres.
- menyelenggarakan pengaturan, pengawalan dan Patroli dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 1.341.375.000,- untuk Turjawali
Unit Sabhara Polsek.
- Quick Wins dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 715.400.000,-
4) Penyelenggaraan..
4) Penyelenggaraan pengamanan obyek vital sebesar
Rp.1.095.000.000,- untuk kegiatan :
Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan.
- menyelenggarakan pengamanan obyek vital dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 1.095.000.000,- untuk Turjawali Unit
Lantas Polsek.
49 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

5) Peningkatan pelayanan keamanan dan keselamatan masyarakat di


bidang Lalu Lintas.
Dukungan Operasional Pertahanan dan Keamanan.
- menyelenggarakan operasi kepolisian fungsi Lantas dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 509.425.000,-.
- penyelidikan dan penyidikan Laka lantas di Polres dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 148.228.000,-
- penyelidikan dan penyidikan Laka lantas di Polsek dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 54.275.000,-
- Quick Wins sebesar Rp. 6.000.000,-
h. Program Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Rp. 37.114.751.000,-
dialokasikan untuk kegiatan Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana
Kewilayahan untuk mendukung:
1) Penyelidikan dan penyidikan Tindak pidana Kewilayahan
a) Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
- bantuan Tehnik Penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 23.000.000,-
- penyelenggaraan identifikasi penyelidikan dan penyidikan
tindak pidana dengan alokasi anggaran sebesar
Rp. 27.000.000,-.
b) Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
- biaya perawatan dan makan tahanan (Polres) dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 2.056.294.000.
- biaya perawatan dan makan tahanan (Polsek) dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 950.825.000.
2) Dukungan Manajemen dan Teknis penyelidikan dan penyidikan
Tindak Pidana.
a) Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
- dukungan sehari-hari perkantoran dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 36.480.000,-
3) Penindakan..
3) Penindakan Tindak Pidana Umum
Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
- penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana Umum Polres
dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 14.997.810.000,-
50 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

- penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana Umum Polsek


dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 9.825.020.000,-
- Quick Wins sebesar Rp. 71.080.000,-
4) Penindakan Tindak Pidana Narkoba
Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
- penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana Narkoba dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 8.711.100.000,-
5) Penindakan Tindak Pidana Korupsi
Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
- penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana Korupsi dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 416.142.000,-
h. Program pengembangan hukum Kepolisian Rp. 84.160.000,- dialokasikan
untuk kegiatan pemberian bantuan dan nasehat hukum.
Dukungan Operasional pertahanan dan Keamanan.
- Penerapan Hukum dengan alokasi anggaran sebesar Rp.84.160.000,-

V.PENUTUP.......
V. PENUTUP
10. Penutup.
Demikian Rancangan Rencana Kerja Kepolisian Resort Malang Kota Tahun
2017 ini disusun sebagai usulan pagu ideal Polres Malang Kota Tahun 2017
51 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

serta sebagai acuan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Polres Malang
Kota Tahun 2017.

Ditetapkan di : Malang
pada tanggal : Januari 2016

KEPALA KEPOLISIAN RESORT MALANG KOTA

SINGGAMATA, S.I.K., M.H.


AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 73080520

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH JAWA TIMUR
RESORT MALANG KOTA
52 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

KEPUTUSAN KAPOLRES MALANG KOTA


KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : KEP/ /I/2016
DAERAH JAWA TIMUR
TANGGAL : 30 JANUARI 2016
RESORT MALANG KOTA

DAFTAR ISI

Halaman
Kep Kapolres Malang Kota
53 LAMPIRAN KEP KAPOLRES MALANG KOTA
NOMOR : KEP/ /I/2017 TANGGAL
: 30 JANUARI 2017

Daftar Isi

I. Latar Belakang. 1
1. Kondisi Umum. 1
a. Perkembangan Aspek Kehidupan Masyarakat Kota Malang 2
b. Analisis SWOT 6
2. Identifikasi masalah. 9

II. Tujuan dan Sasaran. 12


3. Visi dan Misi 12
a. Visi dan Misi Polda Jatim 12
b. Visi dan Misi Polres Malang Kota 13
4. Tujuan Jangka Menengah. 13
a. Polda Jatim 13
b. Polres Malang Kota 14
5. Sasaran Prioritas. 14
a. Polda Jatim 14
b. Polres Malang Kota 16

III. Arah Kebijakan 17


6. Kebijakan Polda Jatim. 17
7. Kebijakan Polres Malang Kota. 18

IV. Program, Kegiatan dan Pagu Indikatif. 20


8. Program dan Kegiatan 20
9. Pagu Indikatif 25

V. Penutup. 32
10. Penutup. 32

Lampiran :

- Rencana Kerja Tahunan (RKT) Polres Malang Kota Tahun 2017.


- Rencana Kerja Kementerian lembaga (Renja KL), Tahun 2017 (Formulir Aplikasi
Renja-KL 2015).
- Rincian Perhitungan Anggaran Polres Malang Kota Tahun 2017.
- Sprin Kapolres Malang Kota tentang Panitia Penyusun Rancangan Renja Tahun 2017.

----------------oOo----------------