Anda di halaman 1dari 3

Ayo ke Pasar Tradisional!!!

Pasar adalah tempat orang berjual beli (KBBI). Menurut William J . Stanton(1993)
pasar adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk
belanja, dan kemauan untuk membelanjakan. Secara sederhana, definisi pasar selalu dibatasi
oleh anggapan yang menyatakan antara pembeli dan pejual harus bertemu secara langsung
untuk mengadakan interaksi jual beli. Namun, pengertian tersebut tidaklah sepenuhnya benar
karena seiring kemajuan teknologi, internet, atau bahkan hanya dengan surat. Pembeli dan
penjual tidak bertemu secara langsung, mereka dapat saja berada di tempat yang berbeda atau
berjauhan. Artinya, dalam proses pembentukan pasar, hanya dibutuhkan adanya penjual,
pembeli, dan barang yang diperjualbelikan serta adanya kesepakatan antara penjual dan
pembeli

Dahulu, di Indonesia hanya ada pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan tempat
bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli
secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar yang terjadi. Pasar tradisional
kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah,
sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian, barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu,
ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak
ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan dan perkampungan
agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Pasar tradisional dikelola oleh negara kita
sendiri, yakni oleh BUMN. jadi pasar tradisional merupakan sebuah identitas nasional Negara
Indonesia.

Namun, di era globalisasi ini muncul pasar-pasar yang secara tidak sengaja
mengalihkan perhatian masyarakat dari pasar tradisional, pasar tersebut adalah pasar modern.
Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan
pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang
tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan
secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual tidak
jauh beda dengan apa yang dijual di pasar tradisional, selain bahan makanan makanan seperti;
buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat
bertahan lama, seperti piring, gelas, pisau, kipas, dan lain-lain. Contoh dari pasar modern
adalah pasar swalayan, hypermarket, supermarket, minimarket, departemen store dan
shopping center.

Pasar modern memang mempunyai kelebihan dibanding dengan pasar tradisional.


Pasar modern hadir dengan lebih praktis, tempat dan barang yang lebih bersih, barang-barang
tertata rapi, tempat yang nyaman serta harum dan tidak kumuh. Penataan seperti ini bertujuan
agar para pembeli merasa nyaman sehingga bisa dengan tenang dalam berbelanja. Berbeda
dengan pasar tradisional, banyak pasar tradisional di indonesia yang masih kumuh, barang-
barang yang dijual tidak bersih, serta bermacam-macam bau bercampur disana.

Akan tetapi, pasar modern juga mempunyai sisi negatif. Pada pasar modern seperti
swalayan, supermarket, ataupun shopping center minimnya terjadi interaksi antar penjual dan
pembeli ini dapat menghambat kita untuk terus mempraktikkan cara berbahasa kita. Beda
dengan pasar tradisional yang penjual dan pembeli secara langsung berinteraksi seperti tawar
menawar harga. Dengan tawar menawar di samping kita mendapatkan harga yang kita
inginkan, kita juga bisa berlatih berbicara bahasa yang baik dan sopan. Masalah harga juga
pasar modern lebih sedikit mahal daripada pasar tradisional dan harga di pasar modern
merupakan harga yang sudah pasti tidak dapat di tawar-tawar lagi. Sedangkan di pasar
tradisional, harga pasar tercipta ketika ada permintaan dan penawaran. Jadi harga pasar
merupakan harga keseimbangan. Di pasar tradisioanal barang-barang yang diperjualbelikan
jauh lebih lengkap dan lebih fresh (misal: buah-buahan, sayur-sayuran dll). Pasar modern
banyak menjual barang-barang impor, sedangkan pasar tradisional lebih kepada barang-
barang hasil produk dalam negeri. Ini jelas lebih menguntungkan untuk negara kita sendiri
apabila kita lebih mnegutamakan produk-produk dalam negeri, kenapa? Karena kita ikut
mensejahterakan masyrakat indonesia jika dibanding kita mengimpor produk dari luar. Dan
yang paling membedakan adalah pasar tradisional bisa di jangkau semua kalangan, dari
kalangan bawah hinggga atas.

Meskipun demikian, berdasarkan uaraian di atas, di jaman sekarang masyrakat lebih


senang berbelanja ke supermarket, ataupun departemen store. masyarakat justru segan
berbelanja ke pasar tradisional yang merupakan sebuah identitas nasional negara kita.
Padahal jika kita berbelanja di pasar tradisional, kita banyak mendapatkan keuntungan dan
lebih bermanfaat bagi kita sendiri maupun bagi orang lain. Maka dari itu, kita harus bisa
menyeimbangkan antara pasar modern dan pasar tradisional, kita harus bisa memilah-milah
mana yang baik untuk diri kita dan bangsa kita.

Saya memberikan apresiasi yang tinggi ke jajaran


direksi, pegawai dan pedagang di lingkungan PD
Pasar Jaya. Karena dengan dikelola yang baik dan
profesional, pasar tradisional mampu bersaing
dengan pasar modern

https://a67532.wordpress.com/2010/05/13/perbedaan-antara-pasar-modern-dan-pasar-
tradisional/

https://nindaalfionita10.wordpress.com/2015/10/12/perbedaan-pasar-moderen-dan-pasar-
tradisional/
http://www.beritajakarta.com/read/39938/Pasar_Tradisional_Mampu_Saingi_Pasar_Modern#
.WKHwzWjRX1Y