Anda di halaman 1dari 20

WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Pengujian
a) Mempelajari formulasi dasar dari heat exchanger sederhana.
b) Perhitungan keseimbangan panas pada heat exchanger.
c) Pengukuran koefisien perpindahan panas berdasarkan kuantitas aliran fluida.

1.2 Dasar Teori


1.2.1 Heat-Exchanger
Heat exchanger adalah perangkat yang memfasilitasi pertukaran panas antara
dua cairan pada temperatur yang berbeda, sekaligus menjaga mereka dari
pencampuran satu sama lain. Perpindahan panas pada Heat exchanger biasanya
melibatkan konveksi di setiap cairan dan konduksi melalui dinding yang
memisahkan dua cairan .. Laju perpindahan panas antara dua cairan pada lokasi di
penukar panas tergantung pada besarnya perbedaan suhu dibahwa lokasi , yang
bervariasi sepanjang penukar panas . Jenis paling sederhana dari penukarpanas terdiri
dari dua pipa konsentris yang berbeda diameter , seperti yang ditunjukkan pada
gambar 1.1 , yang disebut double pipa panas exchanger.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

Gambar 1.1 aliran (a) counter flow, (b) parallel flow, dan grafik temperatur in, out.
Sumber: Cengel. (2003:21)

. Dua jenis pengaturan aliran yang mungkin dalam double- pipa penukar
panas yaitu dalam aliran parallel, baik cairan panas dan dingin memasuki panas
penukar pada akhir yang sama dan bergerak ke arah yang sama. Dalam aliran
counter, di sisi lain , cairan panas dan dingin memasuki penukar panas di seberang
berakhir dan aliran dalam arah yang berlawanan . Sebuah penukar panas biasanya
melibatkan dua cairan mengalir dipisahkan oleh dinding yang padat.Panas pertama
ditransfer dari fluida panas ke dinding oleh konveksi, melalui dinding dengan
konduksi, dan dari dinding ke fluida dingin lagi dengan konveksi. Jaringan tahan
panas yang terkait dengan proses perpindahan panas ini melibatkan dua konveksi dan
konduksi satu resistensi.

Gambar 1.2 Perpindahan panas pada pipa ganda


Sumber: Cengel. (2003:21)

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH
1.2.2 Mekanisme Perpindahan Panas
Energi panas dapat ditransfer dari satu sistem ke sistem yang lain, sebagai
hasil dari perbedaan temperatur. Adapun transfer energi panas selalu terjadi dari
medium suhu yang lebih tinggi ke suhu yang lebih rendah, dan perpindahan panas
berhenti ketika dua medium mencapai suhu yang sama.
Proses perpindahan panas dapat berpindah dengan tiga cara, yaitu konduksi,
konveksi dan radiasi. Di bawah ini kita memberikan gambaran singkat dari setiap
cara.

Konduksi
Konduksi adalah perpindahan energi dari partikel yang lebih energik
dari suatu zat dengan yang kurang energik yang berdekatan sebagai akibat
dari interaksi antara partikel. Konduksi dapat terjadi pada zat padat, cair dan
gas.
Konveksi
Konveksi adalah proses transport energi dengan kerja gabungan dari
konduksi panas, penyimpanan dan gerakan mencampur. Konveksi sangat
penting sebagai mekanisme perpindahan energi antara permukaan benda
padat dan cairan atau gas.
Radiasi
Radiasi adalah energi yang dipancarkan oleh materi dalam bentuk
gelombang elektromagnetik sebagai akibat dari perubahan konfigurasi
elektronik dari atom atau molekul. Tingkat maksimum radiasi yang dapat
dipancarkan permukaan pada suhu Ts mutlak diberikan oleh hukum Stefann-
Boltzmann.

1.2.3 Konduktivitas Termal


Konduktivitas termal adalah kemampuan suatu material untuk
menghantarkan panas. Persamaan untuk laju perpindahan panas konduksi dalam
kondisi stabil juga dapat dilihat sebagai persamaan penentu bagi konduktivitas
termal. Sehingga konduktivitas termal dari material dapat didefinisikan sebagai laju
perpindahan panas melalui ketebalan unit bahan per satuan luas per perbedaan suhu.
1.2.4 Difusivitas Termal

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH
Cp sering dijumpai dalam analisis perpindahan panas, disebut kapasitas panas
material. Baik dari Cp panas spesifik dan kapasitas panas Cp mewakili kemampuan
penyimpanan panas dari suatu material. Oleh karena itu, difusivitas termal dari
material dapat dipandang sebagai rasio panas yang dilakukan melalui bentuk material
panas yang tersimpan per satuan volume.

1.2.5 Resistansi Termal


Resistansi termal merupakan salah satu properti panas dan memiliki
definisi ukuran perbedaan temperatur dari material yang tahan terhadap aliran panas.
Resistansi termal sendiri berbanding terbalik dengan Konduktivitas termal.
Resistansi termal memiliki satuan yaitu (m2K)/W.

1.3 Spesifikasi Alat

Gambar 1.3 Water to Water Heat Exchanger Bench


Sumber : Laboratorium Fenomena Dasar Mesin FT-UB

Hot water source


Head tank with square weir
Flow rate meter (rotameter) : 200 liter/jam
Termometer pada inlet & outlet : 0 100oC
Electrically immersion heater : 5 kW & 3 kW
Cold water source

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH
Head tank with square weir
Flow rate meter (rotameter) : 500 liter/jam
Termometer pada inlet & outlet : 0 100oC
Heat exchanger
Double tubes water to water heat exchanger : Diameter 1 x Panjang 1000
mm
Katup pengatur aliran : katup 3 arah
Controller unit
Hot water temperature control unit
Kebutuhan Pendukung
Listrik 3 fase 200/220 Volt, 50/60 Hz, 50 Ampere
Suplai air (700 liter/jam)

1.4 Cara Pengambilan Data


Air panas mengalir melalui tabung dan air dingin melalui jacket. Eksperimen
aliran pararel dan counter flow dilakukan dengan merubah arah aliran air dingin
dengan memutar katup 3 arah (A) dan (B). Dengan mengatur debit aliran air panas
dan air dingin aliran laminar dan turbulen dapat diatur. Tabel berikut menunjukkan
kombinasi eksperimen:

Hot Water Cold Water Hot Water Cold Water


A LAMINAR LAMINAR E LAMINAR LAMINAR

PARALLEL B TURBULENT LAMINAR COUNTER F TURBULENT LAMINAR


FLOW C LAMINAR TURBULENT FLOW G LAMINAR TURBULENT
D TURBULENT TURBULENT H TURBULENT TURBULENT

1) Set temperatur
Atur temperatur air panas pada head tank dengan TEMP. SET pada
control unit. Tunggu hingga pembacaan termometer air panas mencapai
stabil.

2) Set aliran laminar dan turbulen

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH
Dengan mengatur katup no (3) dan (19) aturlah debit air panas dan air
dingin sesuai dengan tabel berikut:
LAMINAR TURBULENT
Flow Rate Meter < 30 l / h > 100 l / h
(Hot Water)
Flow Rate Meter < 150 l / h > 500 l / h
(Cold Water)

3) Pengukuran
Ukurlah nilai T1, T2, t1, t2, W dan w dan tulis data dalam lembar
pengambilan data yang telah disediakan.

4) Perhitungan
a. Hitung nilai tm dengan persamaan (4) dan (5)
b. Hitung nilai (T1 + T2) / 2 kemudian tentukan nilai viskositas kinematic vh
pada tabel properti air.
c. Hitung nilai qw dan QW dengan persamaan (1)
d. Hitung nilai (t1 + t2) / 2 kemudian tentukan nilai viskositas kinematic vl
pada tabel properti air.
e. Hitung nilai ReW dengan persamaan (8) dan Rew dengan persamaan (9)
f. Hitung nilai efektifitas dengan persamaan (7)
g. Hitung nilai U dengan persamaan (6)

1.4.1 Heat-Exchanger

Gambar 1.4 Double Tube Heat Exchanger


Sumber : Harlan Bengtson, (2010)
Saat fluida dengan temperatur tinggi mengalir pada tabung dan fluida
bertemperatur rendah mengalir pada jacket maka kalor sejumlah Q akan berpindah

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH
melalui dinding tabung dalam keadaan tunak (steady state), jumlah panas yang
dilepas pada fluida bertemperatur tinggi akan sama dengan jumlah panas yang
diterima pada fluida bertemperatur rendah. Sehingga keseimbangan panasnya
menjadi:

..(1)
dimana:
= kalor yang dilepas (kcal / jam)
= kalor yang diterima (kcal / jam)
T = temperatur fluida bertemperatur tinggi (oC)
t = temperatur fluida bertemperatur rendah (oC)
W = Laju alir fluida bertemperatur tinggi (kg/ jam)
w = Laju alir fluida bertemperatur rendah (kg/ jam)
CH = Panas spesifik fluida bertemperatur tinggi (kcal/kgoC)
CC = Panas spesifik fluida bertemperatur rendah (kcal/kgoC)

Jika ditentukan rata-rata perbedaan temperatur antara kedua fluida sebagai


tm, maka jumlah panas (q):

dimana:
q = jumlah panas yang ditukar (kcal / jam)
A = area permukaan perpindahan kalor (m2) dalam kasus tabung A = dL
U = koefisien transmisi kalor / heat transmission coefficient (kcal/m2jamoC)
tm = Rata-rata (logaritmik) perbedaan temperatur (oC)

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

Gambar 1.5 Profil Temperatur Heat Exchanger


Sumber : Harlan Bengtson, (2010)

Untuk paralel flow


..(4)

Untuk counter flow


..(5)

Sehingga dapat ditentukan nilai koefisien transmisi kalor (U)


..(6)

Nilai efektifitas heat exchanger (h)

1.4.2 Bilangan Reynolds

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH
Bilangan Reynolds digunakan untuk menentukan regime aliran apakah
laminar atau turbulen. Didapatkan dengan persamaan:

d merupakan diameter pipa dan v merupakan kecepatan alir fluida didapatkan dengan
persamaan: v = W/A
Luas penampang (A) tabung dan jacket dapat diketahui dengan fungsi diameternya
seperti pada gambar 3.

Gambar 1.6 Penampang Heat Exchanger


Sumber : Harlan Bengtson, (2010)

Air panas
Passing area :
dengan

dimana W dengan satuan liter/jam dengan mensubtitusikan nilainya pada


persamaan maka:

Sehingga:

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

adalah viskositas kinematik (m2/s) pada temperatur rata-rata air panas dalam
tabung

Air dingin
Passing area:

Nilai d untuk perhitungan bilangan Reynold

Sehingga bilanagn Reynold untuk air dingin

dengan subtitusi besaran di atas maka:

adalah viskositas kinematik (m2/s) pada temperatur rata-rata air dingin dalam
tabung
Tabel 1.1 Properti Air

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

1.5 Lembar Data

1.5.1 Data Hasil Pengujian

Tabel 1.2 Data Hasil Pengujian

logarithmic
COEFFICIENT OF
mean-
HOT WATER COLD WATER EFFECTIVENESS OVERALL HEAT
temperature
VARIATION OF HEAT TRANSFER
difference
EXCHANGER

T1-t1 T2-t2 tm Qw Rew qw Rew q U

A
PARALLEL

E
COUNTER

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

Tabel 1.3 Data Hasil Pengujian

HOT WATER COLD WATER KINEMATIC VISCOUSITY OF WATER

FLOW FLOW
VARIATION INLET OUTLET R. INLET OUTLET R. HOT WATER COLD WATER
METER METER

T1 T2 W t1 t2 w (T1+T2)/2 Vh (t1+t2)/2 vl

A
PARALLEL

E
COUNTER

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

1.5.2 Contoh Perhitungan

A. Untuk Menghitung Nilai Qw dan

..........................................................................................................................

..........................................................................................................................

..........................................................................................................................

..........................................................................................................................

..........................................................................................................................

..........................................................................................................................

..........................................................................................................................

B. Untuk Menghitung Nilai tm Untuk Jenis Aliran Parallel Flow

........................................................................................................................

........................................................................................................................

........................................................................................................................

........................................................................................................................

........................................................................................................................

........................................................................................................................

........................................................................................................................

C. Untuk Menghitung Nilai tm Untuk Jenis Aliran Counter Flow

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

D. Untuk Menghitung Nilai Efektifitas Heat Exchanger h

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

E. Untuk Menghitung Nilai Bilangan Reynolds

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

............................................................................................................................

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

1.6 Grafik dan Pembahasan

1.6.1 Hubungan Efektifitas Perpindahan Panas Terhadap Regime Aliran Pada Variasi Arah Aliran

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

1.6.2 Hubungan Koefisien Perpindahan Panas Terhadap Regime Aliran Pada Variasi Arah Aliran

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017


WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH

DAFTAR PUSTAKA
Bengtson, Harlan. 2010. Heat Exchangers - Arithmetic and Logarithmic Mean
Temperature Difference. Diakses pada tanggal : 26 September 2015.
Cenggel, Yusuf A. 2003. Heat Transfer : A Practical Approach. New York :
McGraw-Hill.

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2016/2017