Anda di halaman 1dari 49

Diet

Pasien mungkin merasa mual (nausea), muntah-muntah (vomitus) dan kehilangan selera
makannya. Pada kasus-kasus yang berat diperlukan pemberian glukosa per infus untuk
memulai terapi diet. Jika pasien masih dapat minum, kepadanya harus dianjurkan untuk
minum sebanyak mungkin larutan hidratarang dalam bentuk air buah yang diberi gula
300 gram atau lebih glukosa atau Caloreen dapat diberikan setiap hari. Air minum
yang segar juga harus selalu disediakan. Dengan timbulnya kesembuhan, lingkup diet
dapat diperluas menurut selera makan pasien. Dahulu kepada pasien penyakit hepar
dianjurkan untuk mengurangi konsumsi lemak. Kini terlihat bahwa pembatasan lemak
sebetulnya tidak diperlukan dan pasien boleh memakan makanan yang disukainya.
Sebagian pasien dengan kerusakan akut hepar akan memperlihatkan intoleransi lemak
dan pada keadaan inilah diperlukan diet rendah lemak.

SIROSIS HEPATIS
Sirosis hepatis merupakan keadaan kronis yang terjadi akibat pelbagai bentuk kerusakan
hepar. Sebagai contoh, pasien sirosis hepatis mungkin memiliki riwayat hepatitis akut.
Konsumsi makanan yang bergizi rendah dan kebiasaan minum minuman keras juga
dapat mengakibatkan sirosis hepatis. Pada banyak kasus sirosis, penyebabnya masih
belum diketahui.

Diet
Bagi pasien sirosis harus diterapkan diet seimbang yang mengandung semua nutrien
dalam jumlah yang memadai. Masukan protein sebesar 1 gram/kg berat badan sudah
cukup bagi kasus ini. Pada kasus-kasus tertentu, konsumsi protein yang terlalu tinggi
dapat mencetuskan keadaan ensefalopati. Apabila selera makan pasien kurang baik,
dapat diberikan minuman TKTP sebagai suplemen.

Dengan semakin parahnya penyakit, selera makan akan berubah-ubah dan mungkin
terjadi gastritis. Gejala ikterus mungkin terdapat. Dalam keadaan seperti ini diperlukan
perhatian khusus terhadap pemilihan makanan bagi pasien dan kesukaan serta
ketidaksukaan terhadap jenis makanan tertentu harus dicatat. Suplementasi vitamin
sangat diperlukan. Kalau selera makan pasien sama sekali hilang, penyajian makanan
harus dalam bentuk yang menarik, tidak terlalu banyak dan mudah dicerna.

Pembatasan natrium
Sirosis hepatis dapat disertai dengan penimbunan cairan di dalam rongga abdomen,
yang dinamakan asites atau busung. Dalam keadaan ini diperlukan pembatasan garam.
Mengingat pembatasan garam harus dilaksanakan sekaligus dengan mempertahankan
masukan protein pada tingkat yang diperlukan, sementara di lain pihak makanan seperti
daging, ikan, susu dan telur yang kaya akan protein juga mempunyai kandungan
natrium yang relatif tinggi, maka pasien memerlukan susu yang rendah natrium, roti
yang bebas garam, dan mentega rendah garam untuk mendapatkan masukan protein
yang memadai. Edosol (Cow and Gate) adalah susu bubuk sintetik rendah natrium yang
cocok untuk diet tinggi protein rendah natrium. Kalau perlu, pasien juga dapat
menggunakan suplemen konsentrat protein yang rendah natrium seperti Casilan.

Apabila pembatasan garamnya tidak perlu terlampau ketat, waktu memasak dapat
digunakan sedikit garam dan pasien juga diperbolehkan minum susu serta makan roti
dengan mentega atau margarin tanpa membubuhkan garam ke dalam makanan.

DIET TINGGI PROTEIN RENDAH GARAM


Protein, 100 gram
Lemak, 120 gram
Hidratarang, 300 gram
Nilai kalori, 2700 kal
Natrium, 500 mg (22 mmol)

Makan pagi
Buah atau sari buah
Bubur atau havermout yang tidak dibubuhi garam
Telur atau ikan yang dimasak tanpa garam
Teh atau kopi yang diberi susu dan madu
Pukul 10.00 pagi
Bubur kacang hijau yang diberi gula
Makan siang
Nasi putih atau roti putih tak-bergaram
Daging atau ikan yang dimasak tanpa garam
Tempe atau tahu yang dimasak tanpa garam
Sayuran
Sari pepaya atau buah-buahan
Sirup buah
Pukul 16.00 sore
Ketela, ubi atau kentang yang direbus tanpa garam
Pisang rebus
Susu kedelai manis (nutri-soya, prosobee)
Makan malam
Nasi putih atau misoa atau makaroni
Daging, ayam, ikan atau telur yang dimasak tanpa garam
Sayuran
Teh manis
Saat akan tidur
Susu tinggi protein rendah natrium (Edosol) atau susu kedelai (nutri-soya, prosobee)
jumlah susu yang diperbolehkan:
250 ml per hari (tidak termasuk susu nabati).
Minuman Tinggi Protein Rendah Natrium:
Edosol, 500 ml
Casilan, 30 gram
Glukosa, 50 gram
Aroma yang diperbolehkan - kopi, cokelat
Pemilihan makanan
Untuk memilih jenis-jenis makanan bagi diet rendah garam dapat dibaca Bab 20.
ENSEFALOPATI PORTO-SISTEMIK
Sebagian penderita penyakit hepar akan memperlihatkan tanda-tanda gangguan sistem
saraf yang kemudian berakhir dengan koma. Patogenesis keadaan ini belum dimengerti
sepenuhnya, tetapi diperkirakan akibat adanya racun dalam peredaran darah sistemik.
Racun ini dalam keadaan normal akan dinetralkan oleh hepar. Hasil pengamatan
menunjukkan bahwa adanya bahan yang mengandung nitrogen di dalam usus akan
mencetuskan keadaan ensefalopati, dan salah satu tindakan untuk mengontrolnya adalah
dengan mengurangi konsumsi protein. Selama periode ini, diet yang diberikan harus
mempunyai nilai kalori yang cukup agar tidak terjadi pemecahan protein jaringan secara
berlebihan. Diet tersebut harus mengandung banyak hidratarang dalam bentuk minuman
yang mengandung glukosa dengan diberi aroma sari buah. Jika pasien tampak gelisah
dan tidak kooperatif atau dalam keadaan koma, pemberian makanan dilakukan secara
enteral atau parenteral. Diet rendah protein di bawah ini memberikan masukan protein
yang tidak lebih dari 20 gram per hari. Kandungan protein dalam diet secara bertahap
ditingkatkan menurut perintah dokter. Informasi tentang kandungan protein pada
berbagai porsi makanan terdapat dalam Tabel 4.1 (halaman 28). Daftar ini harus
dijadikan pedoman dan penyesuaian diet yang diperlukan dapat dilaksanakan. Pada
penyakit hepar yang kronis, tingkat konsumsi protein di mana gejala timbul kembali
harus dicatat dan kemudian dilakukan pembatasan protein menurut catatan tersebut.
Diet rendah protein II (protein 40 gram) yang terdapat pada halaman 276 memberikan
sekitar 40 gram protein. Kalau pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit, diet
rendah protein ini harus disertai dengan pemberian suplemen produk tinggi kalori
rendah protein seperti yang lazim diperoleh pasien selama dirawat di rumah sakit. Kalau
tidak, diet yang diberikan mempunyai nilai kalori yang terlampau rendah sehingga sukar
diikuti oleh pasien.

DIET RENDAH PROTEIN I


Jumlah protein tidak lebih dari 20 gram
Waktu Bahan Menu
Makan pagi beras atau maizena, 20 gram bubur maizena
minyak, 10 gram
gula pasir, 30 gram
tepung susu, 10 gram (whole milk) susu
Pukul 70.00 maizena, 10 gram kue talam
gula pasir, 25 gram teh manis
minyak, 10 gram
Makan siang beras, 25 gram bubur atau nasi tim
telur, 50 gram telur ceplok saus tomat
sayuran, 75 gram tumis sayuran
buah, 100 gram pepaya
minyak, 10 gram
gula pasir, 10 gram teh manis
Pukul 16.00 maezena, 10 gram puding nanas
gula pasir, 25 gram teh manis
minyak, 10 gram
buah, 50 gram
Makan sore beras, 25 gram bubur atau nasi tim
daging, 25 gram bistik
sayuran, 75 gram sup sayuran
buah, 100 gram pisang
minyak, 10 gram
gula pasir, 10 gram teh manis
Pukul 20.00 Gula pasir, 20 gram sirop
(Dikutip dari leaflet penyuluhan gizi, Bagian Gizi RS PANTI RAPIH)

Alkohol
Alkohol yang terdapat dalam minuman keras (bir, arak, tuak, whisky dan lain-lain) dan
makanan basil peragian (tape, legen dan lain-lain) akan diserap dengan cepat dari dalam
lambung untuk kemudian diangkut lewat vena porta ke dalam hepar dan di dalam organ
ini terjadi proses metabolisme alkohol. Alkohol dapat merusak jaringan hepar baik pada
orang normal maupun pada peminum minuman keras. Dengan demikian, dalam diet
untuk semua penyakit hepar tidak diperbolehkan adanya minuman keras ataupun
makanan/minuman basil peragian.

KOLESISTITIS
Kolesistitis atau penyakit inflamasi pada kantong empedu biasanya disertai dengan
pembentukan batu empedu. Penyakit ini sering terjadi pada orang yang gemuk dan lebih
sering ditemukan di antara wanita ketimbang laki-laki.

Kolesistitis akut
Selama mengalami serangan akut yang tidak cukup berat untuk dilakukan pembedahan,
terapi diet yang diberikan serupa dengan yang digunakan dalam tindakan terhadap
keadaan demam akut lainnya. Pasien harus minum banyak air, dan hidratarang diberikan
dalam bentuk glukosa serta sari buah.

Karena adanya lemak dalam duodenum akan merangsang kontraksi kantong empedu,
diet rendah lemak diperlukan untuk mengurangi kontraksi tersebut sampai seminimal
mungkin selama periode inflamasi akut. Susu skim diberikan sebagai pengganti susu
fullcream, dan mentega, margarin serta makanan yang berlemak tidak diperbolehkan.
Diet rendah lemak berikut ini diberikan kepada pasien yang mulai pulih dari serangan
akut kolesistitis. Pembatasan hidratarang perlu dilakukan pada pasien yang gemuk.

DIET RENDAH PROTEIN II


Jumlah lemak sekitar 30 gram
Waktu Bahan Menu
Makan pagi beras 30 gram Bubur
telur, 50 gram telur rebus saus tomat
sayuran, 50 gram rebusan kacang panjang
gula pasir, 10 gram teh manis
Pukul 10.00 Pepaya, 100 gram sari pepaya manis
gula pasir, 10 gram
Makan siang beras, 35 gram bubur nasi
daging, 50 gram perkedel daging panggang
tempe, 50 gram tempe bacem
sayuran, 75 gram sayur bening
buah, 100 gram pisang
margarin, 5 gram
Pukul 16.00 pepaya, 100 gram sari pepaya manis
gula pasir, 10 gram
Makan sore beras, 35 gram bubur nasi
daging, 50 gram tahu bakso kukus dengan saus tomat
tahu, 100 gram
sayuran, 75 gram sup sayuran
buah, 100 gram pisang
margarin, 5 gram
Diet rendah lemak umumnya mempunyai nilai kalori yang rendah. Kalau pasien tidak
berlebihan berat (overweight), mungkin pasien dapat minum sari buah, teh, atau sirup
yang mengandung glukosa.

Makanan yang hams dihindari


Susu fullcream, es krim, mentega, telur; keju, kecuali cottage cheese
Margarin, dan berbagai gajih serta minyak lainnya
Daging berlemak, jerohan, sosis, lidah, otak dan lain-lain
Makanan kalengan seperti korned, sardencis. dan lain-lain
Ikan yang berlemak; ayam broiler
Berbagai sup dan Soto yang banyak minyaknya
Makanan dengan santan yang kental, seperti gudeg, gulai dan kare
Kue-kue yang berlemak seperti lapis legit, tart, kue kering dan gorengan seperti keripik
kentang, fried chicken, dan lain-lain
Cokelat, koffee, jambu mete, kacang goreng, kacang bogor. dan lain-lain

Meningkatkan kandungan lemak


Kandungan lemak dapat ditingkatkan sampai 40 gram per hari dengan minum 250 ml
susu fullcream ( 35 gram tepung susu).

Minyak MCT dalam diet rendah lemak


Kalau pencernaan lemak terganggu, sebagian lemak yang ada dalam makanan biasa
dapat digantikan dengan minyak MCT (middle chain triglyceride atau trigliserida
rantai menengah) yang sifat dan fungsinya diuraikan dalam Bab 10. Nilai kalori dan
citarasa diet ini dapat ditingkatkan dengan penambahan jenis minyak tersebut dan
menggoreng bahan makanan seperti kentang, daging, ikan dalam minyak MCT.
Kolesistitis kronis
Pada pasien yang tidak dianjurkan untuk menjalani pembedahan, diperlukan terapi diet
untuk jangka waktu yang panjang.

Kita ketahui bahwa rnasuknya lemak ke dalam duodenum akan diikuti oleh kontraksi
kantong empedu dan ekskresi getah empedu. Karena itu, pada pasien kolesistitis kronis,
konsumsi lemak yang normal dapat membantu mengatasi keadaan atonia kandung
empedu, mendorong aliran empedu pada sistem biliaris dan membantu mencegah
terjadinya batu empedu.

Para penderita penyakit kantong empedu yang kronis biasanya mempunyai keluhan
sering kembung dan nyeri ulu hati yang timbul sesudah makan. Dalam keadaan ini,
makanan gorengan mungkin perlu dihindari sementara lemak yang ada dalam susu,
margarin dan telur mungkin masih dapat ditolerir daripada lemak hewan atau gajih yang
terdapat pada sate kambing, sate babi dan lain-lain. Beberapa jenis sayuran (kubis,
lobak) dan buah (nangka, durian) dapat menimbulkan gas dalam usus. Idiosinkrasi pada
masing-masing pasien merupakan pedoman terbaik untuk menentukan makanan apa
yang harus dihindari.

Diet rendah kalori yang sesuai untuk penurunan berat badan, seperti dijelaskan dalam
Bab 18, mungkin diperlukan pada pasien yang gemuk.

IKTERUS OBSTRUKTIF
Penyumbatan aliran empedu di sepanjang saluran empedu dapat menimbulkan gejala
ikterus atau jaundice. Keadaan ini dikenal dengan nama ikterus obstruktif. Penyebab
ikterus obstruktif antara lain batu empedu yang terdapat dalam duktus koledokus
(saluran empedu yang masuk ke dalam duodenum) dan karsinoma kaput pankreas.
Kalau keadaannya memungkinkan, tindakan pembedahan dapat dilakukan untuk
menghilangkan penyumbatan tersebut. Namun, dalam keadaan yang tidak
memungkinkan tindakan pembedahan, hal yang penting untuk mengatasi ikterus
obstruktif adalah penerapan diet yang sesuai.
Mengingat getah empedu merupakan faktor yang penting dalam proses pencernaan
lemak, ikterus obstruktif akan disertai dengan kegagalan pencernaan serta penyerapan
lemak dan ekskresi lemak dalam jumlah yang berlebihan ke dalam faeses. Gejala diare
juga ditemukan pada keadaan ini. Diet yang perlu diterapkan di sini adalah diet rendah
lemak seperti tercantum dalam halaman 326.

Konsumsi lemak selanjutnya dapat ditingkatkan menurut derajat penyumbatannya dan


kemampuan pasien untuk menerima lemak. Biasanya diperlukan pula penyuntikan
vitamin larut lemak secara intramuskuler.

PERTANYAAN
1; Penderita penyakit hepar yang kronis harus makan makanan yang kandungan
hidratarangnya tinggi. Mengapa demikian? Bagaimana diet/makanan harus
dimodifikasi untuk mendapatkan masukan hidratarang yang tinggi?
2; Mengapa diet rendah lemak diperlukan untuk penyakit hepar dan sistem biliaris?
3; Sebutkan enam jenis makanan di luar mentega dan margarin yang mengandung
lemak sehingga harus dihindari.

23
DIET PADA PENYAKIT GINJAL

RINGKASAN
Tujuan terapi diet bagi penyakit ginjal adalah untuk mengurangi beban kerja ginjal
dalam mengendalikan keseimbangan cairan dan mengeluarkan berbagai produk limbah.
Dalam diet ini harus dipertimbangkan kandungan protein, natrium dan kalium pada
makanan. Jumlah unsur-unsur gizi tersebut dikurangi bila ekskresi terganggu dan
ditingkatkan bila terjadi kehilangan yang abnormal lewat urine.

PENDAHULUAN
Melalui ekskresi urine yang komposisi dan volumenya bervariasi, ginjal memegang
peranan penting dalam proses mempertahankan komposisi dan volume cairan tubuh
yang konstan. Hasil-hasil limbah metabolisme akan diekskresikan sedangkan bahan-
bahan yang diperlukan untuk faal tubuh dipertahankan. Penyakit ginjal akan disertai
dengan gangguan metabolisme akibat kekacauan aktivitas pengaturan ini. Dalam
penatalaksanaan penyakit ginjal kadang-kadang digunakan modifikasi makanan/diet.
Dalam hal kegagalan ginjal, modifikasi diet diperlukan untuk memainkan peranan
pendukung bersama-sama dengan hemodialisis atau transplantasi ginjal.

GAGAL GINJAL AKUT


Penyebab keadaan ini yang lazim terdapat adalah kegagalan sirkulasi akibat penurunan
volume darah, misalnya sesudah terjadinya perdarahan. Kegagalan akut ginjal juga
dapat disebabkan oleh jenis-jenis racun atau nefrotoksin tertentu yang bekerja pada sel-
sel ginjal, seperti air raksa (merkuri) atau tetraklorida. Gagal ginjal dapat pula terjadi
selama proses perjalanan nefritis akut, pielonefritis dan penyakit intrinsik ginjal lainnya.
Gagal ginjal akut biasanya ditandai dengan penurunan ekskresi urine (oliguria) atau
berhentinya ekskresi urine (anuria), hipertensi dan tertahannya konstituen urine di
dalam darah, atau azotemia, yang sering disebut sebagai uraemia karena kadar ureum
darah yang tinggi, merupakan gambaran yang menonjol pada gagal ginjal. Nausea dan
vomitus juga ditemukan pada gagal ginjal.
Kalau mungkin, penyebab keadaan gagal ginjal akut segera diatasi, misalnya dengan
memulihkan volume darah pada kegagalan sirkulasi. Modifikasi makanan ditujukan
untuk sedapat mungkin menunda penimbunan berbagai produk akhir metabolik yang
seharusnya dikeluarkan oleh ginjal, dengan harapan aliran urine yang normal akan pulih
kembali.

Diet
1; Karena salah satu fungsi azasi ginjal adalah mengekskresikan hasil-hasil pemecahan
protein, maka jumlah protein dalam makanan harus dibatasi. Dalam keadaan ini
dapat diterapkan diet yang memberikan 20 gram protein dengan nilai biologis tinggi
dan mengandung semua asam amino esensial (mengenai asam amino esensial dan
non-esensial, lihat halaman 27). Protein dengan nilai biologis tinggi terdapat dalam
telur, susu, daging serta ikan, dan semua jenis makanan ini harus memasok seluruh
protein dalam diet. Makanan yang kaya akan protein nabati seperti tempe, tahu,
kacang hijau, kacang tanah, roti biasanya tidak diberikan dalam diet rendah protein
yang ketat karena protein nabati relatif lebih berisikan asam-asam amino non-
esensial. Sedangkan makanan pokok seperti nasi, ketela, ubi dan kentang
mengandung protein nabati yang sedikit sehingga masih diperbolehkan.
2; Diet rendah protein harus memberikan nilai kalori yang cukup. Kalau tidak, tubuh
akan menggunakan protein jaringan untuk memenuhi kebutuhan kalorinya.
3; Kalau pada mulanya terdapat defisit jumlah cairan, keadaan defisit ini harus dibuat
seimbang. Selanjutnya, jumlah cairan yang diperbolehkan harus sama dengan 400
hingga 700 ml plus jumlah air dalam urine, faeses atau vomitus yang dikeluarkan
sehari sebelumnya.
4; Hal yang sama juga berlaku pada kandungan natrium dan kalium dalam makanan;
defisit yang terjadi sebelumnya harus dibuat seimbang dahulu. Kehilangan elektrolit
yang terjadi sehari sebelumnya harus diganti dengan jumlah elektrolit yang sama.
Masukan elektrolit dikurangi hingga takaran minimal kalau terjadi anuria.

Diet di atas dalam banyak segi serupa dengan diet Giordano-Giovanetti yang digunakan
untuk pasien gagal ginjal kronis dan sebagai pedoman dapat dipakai diet rendah protein
I (halaman 274) dengan pembatasan cairan seperti diuraikan di atas. Jika kita
memberikan larutan Hycal dan susu kepada pasien, minuman ini harus diperhitungkan
sebagai bagian dari jumlah cairan yang diperbolehkan dalam sehari, dan kalau kita
hendak mengikuti diet ini untuk pasien gagal ginjal akut, beberapa tindakan perlu
dilakukan, seperti pemberian Hycal tanpa dilarutkan, Hycal tidak diberikan sama sekali,
atau pengurangan jumlah susu yang diperbolehkan dan pemberian protein dalam bentuk
lain dengan jumlah yang setara. Sebagai contoh, butir telur ayam negeri mempunyai
kandungan protein yang kurang lebih setara dengan 100 ml susu sapi. Apabila jumlah
cairan harus dibatasi, ahli diet harus membicarakannya dengan pasien untuk mengetahui
keinginannya bagaimana cairan tersebut dikonsumsi olehnya. Misalnya, sebagian pasien
tidak menyukai makan tanpa sayur yang berkuah. Untuk pasien ini, cairan diberikan
dalam bentuk kuah sayuran.

Masukan kalium dapat diatur dengan memelajari kandungan kalium pada berbagai jenis
makanan yang tercantum dalam Tabel 23.1 (halaman 289). Apabila jumlah natrium
harus dibatasi, makanan harus dimasak tanpa penambahan garam dan juga makanan
yang disajikan tidak boleh dibubuhi garam. Makanan yang asin jelas harus dihindari.
Pemakaian bahan pengganti garam hanya diperbolehkan dengan seijin dokter karena
bahan tersebut mengandung kalium dalam jumlah yang tinggi.

Untuk pasien gagal ginjal yang keadaannya tidak dapat dipertahankan dengan diet saja,
diperlukan tindakan dialisis. Pada pasien yang menjalani dialisis dapat diterapkan diet
yang lebih bebas.

Apabila pasien merasa mual ketika memulai diet rendah protein, gejala mual ini dapat
hilang jika ia dapat dibujuk untuk memakan seluruh makanannya. Kadang-kadang
dalam keadaan seperti ini diperlukan nutrisi parenteral untuk sementara waktu.

Diuresis
Selama terjadi diuresis, natrium, kalium dan cairan yang hilang harus diganti. Biasanya
mineral ini diberikan per oral dalam bentuk garam. Sebagian cairan dapat diberikan
dalam bentuk sari buah yang mempunyai kandungan kalium yang tinggi.
Untuk pasien yang tidak dapat pulih dari keadaan akut, tindakan diet selanjutnya serupa
dengan diet untuk gagal ginjal kronis.

GAGAL GINJAL KRONIS


Diet memegang peranan penting dalam penatalaksanaan gagal ginjal kronis. Diet yang
diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan secara berkala diperlukan
penyesuaian mengingat perjalanan penyakitnya yang progresif.
1; Yang paling penting pada diet gagal ginjal kronis adalah masukan energi yang
memadai untuk mencegah terjadinya pemecahan protein jaringan.
2; Pasien mungkin mengekskresikan air, natrium dan kalium dengan jumlah yang
sangat banyak. Kehilangan ini harus diimbangi dan masukannya harus berdasarkan
pada pengeluarannya. Jika pasien menderita hipertensi dan edematous, jumlah garam
mungkin harus dibatasi. Sebagian pasien akan menahan kalium hingga taraf yang
tidak proporsional sehingga diperlukan pembatasan kalium. Untuk hal itu dapat
dibaca halaman 283.
3; Masukan protein mungkin harus dikurangi sampai suatu taraf tertentu dan
pengurangan ini berdasarkan kepada kemampuan ginjal untuk mengekskresikan
bahan nitrogenous serta garam yang ada hubungannya dengan metabolisme protein.
Mungkin pasien dapat mentolerir diet rendah protein yang memberikan 40 gram
protein sehari untuk permulaannya (Diet rendah protein II, halaman 286).

Kalau keadaan uraemia berlanjut sampai tahap yang menyebabkan hilangnya selera
makan, nausea dan pasien menjadi lemah, kita harus mempertimbangkan diet rendah
protein I (protein 20 gram/hari) yang didasarkan susunan diet Giordano-Giovanetti.

Diet Giordano-Giovanetti
Pada halaman 287 dicantumkan diet yang berdasarkan pada susunan diet Giordano-
Giovanetti. Dalam sehari hanya 20 gram protein yang diberikan kepada pasien lewat
diet tersebut. Jumlah ini mencukupi untuk suatu waktu yang terbatas asalkan semua
asam amino esensial terdapat dalam diet tersebut dan jumlah kalorinya juga mencukupi.
Hilangnya protein lewat urine harus diimbangi dengan peningkatan masukan protein
yang sesuai.
Pelbagai derajat pembatasan garam mungkin diperlukan. Sebagai contoh, makanan yang
dimasak dan disajikan tanpa penambahan garam, dan menghindari makanan bergaram
termasuk margarin atau mentega biasa, tetapi rnenggunakan roti rendah protein yang
mengandung natrium (dibuat dengan soda kue), akan memberikan masukan natrium
sampai kurang lebih 36 mmol per hari.

Selera makan pasien gagal ginjal kronis mungkin sangat menurun sehingga diperlukan
berbagai upaya untuk mempertahankan nilai kalori pada diet yang diberikan. Upaya ini
mencakup pemakaian bahan makanan tinggi kalori rendah protein seperti gula, glukosa,
mentega, margarin, minyak dan krim. Jumlah nasi yang merupakan bahan makanan
dengan kandungan protein rendah tetapi mempunyai nilai kalori cukup tinggi dapat
ditambah sesuai dengan kemampuan makan pasien. Makanan khusus, yang meliputi roti
dan biskuit rendah protein, mungkin dapat dibeli di toko-toko swalayan dan khusus
diperuntukkan bagi jenis diet ini. Sebagian di antara makanan ini tercantum pada
halaman 264.

Dalam diet Giordano-Giovanetti diperlukan pula suplemen vitamin B kompleks dan


vitamin C. Mengingat diet ini kaya akan hidratarang, vitamin yang paling dibutuhkan
adalah vitamin B 1 . Zat besi kadang-kadang diberikan pula.

Apabila pasien dapat dibujuk untuk mematuhi diet Giordano-Giovanetti, kadar ureum
darah akan turun dan dia akan merasakan kesehatan yang lebih baik dan lebih enak
sehingga memotivasinya untuk bertahan pada diet tersebut. Pada beberapa kasus, diet
Giordano-Giovanetti diberikan selama menunggu tindakan dialisis yang teratur atau
transplantasi ginjal.

DIET RENDAH PROTEIN II UNTUK GAGAL GINJAL KRONIS*)


(Kandungan protein kurang lebih 40 gram)
Masukan protein harus diawasi terus secara teratur berdasarkan riwayat diet pasien.
Waktu Bahan Menu
Makan pagi beras, 50 gram nasi tim
telur, 50 gram telur ceplok
sayuran, 50 gram tumis labu siam
minyak, 10 gram
gula pasir, 20 gram
tepung susu fullcream, 20 gram susu
Pukul 10.00 maezena, 10 gram kue talam
gula pasir, 20 gram teh manis
minyak, 10 gram
Makan siang beras, 50 gram nasi tim
daging, 25 gram ikan panggang saos tomat
sayuran, 75 gram ca sayuran
buah, 100 gram pepaya
minyak, 10 gram
gula pasir, 10 gram teh manis
Pukul 16.00 maezena, 10 gram puding nanas
gula pasir, 20 gram teh manis/sirup buah
minyak, 10 gram
buah, 25 gram
Makan sore beras, 50 gram nasi tim
daging, 25 gram bistik
sayuran, 75 gram sup sayuran
buah, 100 gram pepaya
minyak, 10 gram
gula pasir, 10 gram teh manis
Pukul 20.00 tepung susu fullcream, 20 gram susu
gula pasir, 20 gram
*) Diet rendah protein (DRP) I memberikan protein 20 gram; DRP II 40 gram dan
DRP sedang, + 60 gram (Lihat Buku Penuntun Diet, Bagian Gizi RSCM dan Persagi,
Penerbit Gramedia, 1984).

Untuk menjamin masukan kalori yang cukup, biasanya digunakan gula, glukosa dan
lemak (minyak, margarin) yang merupakan sumber energi.

SUSUNAN DIET GIORDANO-GIOVANETTI


(Memberikan protein 20 gram)
Setiap hari diberikan:
200 ml susu sapi
1 butir telur ayam kampung yang dapat ditukar dengan 30 gram daging kurus, 40
gram ikan, atau 30 gram keju, asalkan diet ini tidak rendah garam.
50 gram nasi
Sayuran dan buah diperbolehkan jumlahnya tergantung kepada kebutuhan kalium.
Makanan sumber protein nabati seperti jenis kacang-kacangan (tempe, tahu, kedelai,
kacang hijau dan lain-lain) harus dihindari.

Makanan di bawah ini tidak dibatasi


Roti atau biskuit khusus yang rendah protein; mentega, margarin, minyak sayur; gula
pasir (sukrosa), glukosa dan makanan manis seperti selai, sirup, jam, madu. Minuman
tinggi kalori seperti Caloreen (Bab 15).

Masukan energi bervariasi menurut jumlah makanan yang dimakan tanpa dibatasi (lihat
atas).

Untuk 150 gram roti dan biskuit khusus (rendah protein), 60 gram mentega, 100 gram
gula dan/atau makanan manis (selai, sirup dan lain-lain), dan 30 gram minyak sayur,
diperhitungkan mempunyai total energi sebesar 2200 (9.2 MJ) kalori/hari.

Tepung, roti, dan biskuit khusus yang dapat diberikan secara ad libitum dan mungkin
tersedia di toko swalayan yang besar:
Aminex low protein biscuits (Cow & Gate Baby Foods Ltd., Trowbridge, Wilts.)
Aproten low protein flour, semolina, pasta, crispbread dan biskuit (Montedison
Pharmaceuticals Ltd., Kingmaker House, Station Road, Barnet, Herts., ENS 1NU.)
Azeta low protein biscuits (Carlosta Ltd., 33 Ermine Road, London, S.E.13.)
Juvela protein free mix; Aglutella low protein pasta dan semolina (GF Dietary Supplies
Ltd., 7 Queensbury Station Parade, Queensbury, Edgware, Middlesex, HAS SNP.)
Selanjutnya roti dan biskuit rendah protein dapat pula dibuat dengan menggunakan
tepung terigu rendah protein bersama-sama dengan gula dan mentega.

Minuman ringan
Minuman yang sesuai bagi penderita gagal ginjal kronis adalah teh, kopi atau sirup yang
dibuat sendiri. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa beberapa jenis kopi instant
mempunyai kandungan kalium yang tinggi. Jika jumlah masukan kalium harus dibatasi,
minuman tersebut diberikan dalam bentuk larutan encer.

Beberapa minuman yang mengandung kalori dan biasanya diminum oleh olahragawan
juga boleh diberikan kepada pasien gagal ginjal kronis. Hycal (Beecham Products)
merupakan minuman sari buah dengan kandungan elektrolit yang rendah; meskipun
kandungan hidratarangnya tinggi, minuman ini tidak terlalu terasa manis dan juga lebih
jarang menimbulkan efek samping pada sistem pencernaan ketimbang larutan kental
glukosa. Hycal dapat diencerkan dengan air matang. Citarasanya akan lebih baik bila
didinginkan. Karena kandungan hidratarangnya tinggi, minuman ini mengandung air
kurang lebih 60 persen. Pada pasien yang dibatasi konsumsi airnya, pemberian Hycal
perlu dipertimbangkan.

Tabel 23.1 jumlah kalium (gram) dalam setiap 100 gram makanan sumber protein nabati,
sayuran dan buah.
beras giling 100
jagung kuning 260
kentang 296
makaroni 132
misoa 96
roti putih 91
ubi kuning 304
kacang hijau 1132
kacang kedelai 1504
kacang tanah 421
kecap 500
pindakas 670
tahu 151
bayam 416
bawang merah 166
bawang putih 137
daun pepaya muda 652
kacang buncis 295
kacang kapri (biji) 295
kapri 370
kembang kol 349
ketimun 122
kubis 238
selada 203
seledri batang 350
seledri daun 326
tomat 235
wortel 245
adpokat 278
anggur 111
apel hijau 130
apel merah 203
belimbing 130
duku 232
jeruk nipis 137
jeruk 162
nanas 125
pepaya 221
pisang 435
sawo manila 181

Makanan nabati umumnya mengandung lebih banyak kalium daripada hewani,


sebaliknya makanan hewani lebih banyak mengandung natrium. Untuk mengetahui
lebih terinci kandungan natrium dan kalium dalam setiap makanan, lihat Buku Penuntun
Diet, Bagian Gizi RSCM dan Persagi, Penerbit Gramedia, Jakarta, 1984.

SINDROM NEFROTIK
Penyakit ini memperlihatkan perjalanan yang berlarut-larut dan memberikan akibat
yang fatal pada sebagian kasus. Prognosisnya jauh lebih baik pada anak-anak daripada
orang dewasa. Gambaran utamanya berupa ekskresi protein, khususnya albumin, ke
dalam urine, penurunan kadar albumin plasma, edema yang mencolok dan tidak
ditemukan gejala uraemia sampai stadium akhir penyakit tersebut.
Prinsip terapi diet sindrom nefrotik:
1; Masukan protein harus tinggi untuk mengimbangi kehilangannya lewat urine dan
mencegah terjadinya deplesi protein dari jaringan tubuh. Sedikitnya dalam sehari
harus diberikan 100 gram protein. Diet tinggi protein bukan merupakan kontra-
indikasi pada bentuk penyakit ginjal ini karena kemampuan ginjal mengekskresikan
hasil limbah metabolik protein tidak terganggu.
2; Pembatasan masukan natrium diperlukan untuk membantu mengatasi edema yang
terjadi setelah turunnya kadar albumin plasma.
Penerapan diet
Diet tinggi protein rendah natrium yang terdapat pada halaman .... dapat digunakan
sebagai landasan untuk menyusun diet bagi penderita sindrom nefrotik. Pada
kebanyakan kasus, diet rendah garam yang moderat (DRG II atau III) atau jenis diet
tanpa pembubuhan garam pada hidangan sudah memadai.

PERTANYAAN
1; Sebutkan:
a; Empat macam makanan yang tinggi kalori rendah protein.
b; Empat macam makanan yang tinggi protein natrium
c; Empat macam makanan yang tinggi kalium.
2; Jika jumlah masukan protein dibatasi, mengapa makanan sumber protein yang
diberikan harus mempunyai nilai biologis yang tinggi? Jenis protein apakah yang
terdapat dalam makanan yang nilai biologisnya tinggi?
3; Diet apakah yang Anda sarankan bagi penderita gagal ginjal akut?
24
DIET DIABETES MELLITUS

RINGKASAN
Penyakit diabetes disebabkan oleh produksi insulin yang tidak memadai. Terapi diet
merupakan bagian penting dalam penatalaksanaan semua penderita diabetes dan sering
mencakup pula penurunan berat badan.

Semua nutrien sangat penting dalam diet diabetes. Makanan sumber hidratarang harus
dibagi merata di sepanjang hari untuk mengimbangi insulin yang ada. Ada dua jenis diet
diabetes: diet bebas gula dan diet penukaran hidratarang. Jenis diet yang diterapkan
pada seseorang penderita diabetes tergantung kepada beratnya penyakit, jenis
pengobatan dan cara hidup penderitanya.

PENDAHULUAN
Diabetes mellitus terjadi kalau jumlah insulin yang dihasilkan pankreas tidak cukup
untuk proses metabolisme yang normal. Sel-sel beta pada pulau-pulau Langerhans
pankreas menghasilkan hormon insulin dan glukagon (halaman 11) yang terlibat dalam
pengaturan kadar gula darah. Pada masa lalu, hal yang paling ditekankan adalah
gangguan metabolisme hidratarang yang terjadi dalam tubuh penderita diabetes. Hal ini
terjadi karena kadar glukosa dalam urine dan darah mudah diukur.

Insulin disekresikan sebagai reaksi terhadap peningkatan kadar glukosa dalam darah.
Kemudian, dengan menurunnya kadar glukosa darah, terjadi pula penurunan jumlah
insulin yang diproduksi dan insulin yang disekresikan dalam aliran darah akan
dimetabolisir. Hormon insulin mempunyai tiga lokasi kerja yang utama, yaitu otot,
hepar dan jaringan adiposa. Pada ketiga tempat ini terdapat sejumlah besar aktivitas
insulin. Aktivitas yang paling penting tercantum dalam susunan di bawah ini:

Efek insulin terhadap otot:


Meningkatkan masukan glukosa ke dalam sel-sel otot.
Meningkatkan sintesis protein.
Meningkatkan sintesis glukogen.
Menurunkan pemecahan protein.
Efek insulin terhadap hepar:
Meningkatkan sintesis protein.
Meningkatkan sintesis lipid.
Meningkatkan sintesis glukogen.
Menurunkan produksi glukosa dari asam-asam amino.
Efek insulin terhadap jaringan adiposa:
Meningkatkan masukan glukosa ke dalam sel-sel lemak.
Meningkatkan sintesis lipid.
Dari daftar di atas dapat dilihat bahwa kekurangan hormon insulin bukan hanya
menimbulkan gangguan metabolisme hidratarang tetapi juga gangguan metabolisme
protein dan lemak.

Glukosa darah
Jumlah glukosa dalam darah tergantung kepada keseimbangan antara jumlah yang
masuk dan yang keluar. Glukosa masuk ke dalam darah dari tiga macam sumber:
1; Makanan yang mengandung hidratarang. Setelah dicerna dan diserap, jenis makanan
ini merupakan sumber glukosa tubuh yang paling penting.
2; Glikogen. Glikogen disimpan dalam otot dan hepar, dan dipecah untuk melepaskan
glukosa.
3; Sebagian asam amino dipecah oleh hepar untuk menghasilkan glukosa.

Insulin tidak diperlukan untuk terjadinya salah satu di antara ketiga proses ini. Setelah
glukosa masuk ke dalam aliran darah, insulin diperlukan untuk memungkinkan glukosa
meninggalkan darah dan masuk ke dalam jaringan. Pada orang non-diabetik, glukosa
yang meninggalkan aliran darah digunakan lewat dua Cara:
1; energi segera bagi semua jaringan;
2; energi simpanan sebagai glikogen dalam hepar dan otot, Berta lemak di dalam
jaringan adiposa.

Respons glukosa darah terhadap test toleransi glukosa


Test toleransi glukosa (GTT = Glucose Tolerance Test) yang standar kini menggunakan
larutan 75 gram glukosa dalam 250 ml air. Respons glukosa darah pada penderita
diabetik dan non-diabetik dapat dilihat dalam Gambar 24.1.

Kadar glukosa darah puasa (BSG) nuchter yang normal berkisar 3-5 mmo1/1 (atau
sekitar 80-120 mg/100 ml). Kadar ini akan meningkat mencapai nilai maksimal 8
mmo1/1 (atau sekitar 200 mg/100 ml) pada jam pertama setelah mengkonsumsi
glukosa. Kenaikan kadar glukosa darah ini diubah oleh kerja insulin yang dihasilkan
sebagai reaksi terhadap peningkatan kadar glukosa darah. Pada akhir 2 jam setelah
konsumsi glukosa (atau 2 jam postprandial), kadar glukosa darah mulai kembali kepada
nilai nuchter atau nilai BSG puasa.

Pada pasien diabetes, kekurangan hormon insulin mengakibatkan ketidakmampuan


glukosa untuk meninggalkan aliran darah. Sebagai akibatnya, kadar glukosa darah akan
naik hingga mencapai puncak yang lebih tinggi dan proses kembalinya kadar glukosa
darah kepada nilai BSG puasa memerlukan waktu yang lebih lama. Kadar BSG puasa
pada pasien diabetes lebih tinggi dibandingkan pada mereka yang tidak menderita
diabetes.

1 BSG = Blood Sugar/Gula darah.


Dalam ginjal, glukosa akan melintas dengan bebas ke dalam filtrat glomerulus. Akan
tetapi biasanya glukosa akan diserap kembali sebelum filtrat tersebut meninggalkan
tubulus ginjal dan dengan demikian mencegah hilangnya glukosa ke dalam urine. Kalau
kadar glukosa darah naik hingga melampaui ambang rangsang ginjal (sekitar 10
mmo1/1 atau 250 mg/100 ml), ginjal tidak lagi mampu menyerap kembali semua
glukosa dan sebagian glukosa akan diekskresikan ke dalam urine.

Gejala penyakit diabetes mellitus


Glikosuria yang terjadi akibat tingginya kadar glukosa darah akan disertai dengan
bertambahnya kehilangan air dan elektrolit. Proses diuresis yang osmotik ini
mengakibatkan peningkatan rasa haus, dehidrasi, gangguan elektrolit dan penurunan
berat badan. Untuk mengimbangi tidak tersedianya glukosa sebagai sumber energi,
tubuh akan meningkatkan laju pemecahan glikogen serta lemak untuk melepaskan
sumber-sumber energi dan memproduksi glukosa dari basil pemecahan protein tubuh.
Keadaan ini menimbulkan produksi keton dan asam-asam keton yang bersifat toksik
bagi tubuh. Gangguan metabolisme ini akhirnya berakibat koma diabetik bila tidak
diobati secara tepat.

Gambar 24.1 Reaksi glukosa darah terhadap test toleransi glukosa


Dari sudut pandang terapinya, pasien diabetes dapat dibagi menjadi dua kelompok:
Usia pasien saat
dimulainya penyakit Insedensi Terapi
diabetes
Tipe 1 Di bawah usia 302 di antara 1000 (di Insulin dan diet
Bergantung insulin tahun, sering padabawah usia 20 tahun)
(Insulin dependent) usia kanak-kanak
Tipe 2 Usia pertengahan dan5-10 di antara 1000 Preparat hipolikemik
Tidak bergantung usia lanjut oral dan diet, atau diet
kepada insulin (non- saja
insulin dependent)
Gambar 24.2 Melukiskan metode untuk mengobati diabetes.

Semua pasien diabetes memerlukan nasihat diet:


1; Pasien-pasien diabetes yang tidak memerlukan suntikan insulin tetap membutuhkan
nasihat guna menjamin penggunaan insulin tubuh yang ada secara efisien.
2; Pasien-pasien diabetes yang memerlukan suntikan insulin membutuhkan nasihat
guna menjamin jadwal makan yang tepat dan jumlah hidratarang dalam makanan
yang sesuai dengan aktivitas hormon insulin yang disuntikkan.
3; Pasien diabetes yang obese perlu memperoleh nasihat diet untuk mengurangi berat
badan.
Tujuan terapi diet:
1; Memulihkan dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam kisaran nilai yang
normal sehingga mencegah terjadinya glikosuria berserta gejala-gejalanya.

Gambar 24.3 Cara pengobatan pasien diabetes.

2; Mengurangi besarnya perubahan kadar glukosa darah postprandial. Tindakan ini,


bersama-sama dengan normalisasi kadar glukosa darah, akan membantu mencegah
terjadinya komplikasi lanjut yang mencakup penyakit mikrovaskuler.
3; Memberikan masukan semua jenis nutrien yang memadai sehingga memungkinkan
pertumbuhan normal dan perbaikan jaringan.
4; Memulihkan dan mempertahankan berat badan yang normal.
Selama berabad-abad, diet diabetes diliputi dengan kontroversi dan kebingungan.
Sebelum preparat insulin ditemukan, dan ketika terapi diet menjadi satu-satunya terapi
untuk diabetes, berbagai macam diet yang meragukan dinyatakan berhasil mengatasi
penyakit diabetes. Terapi diet ini mencakup sejumlah diet yang berdasarkan pada nasi
dan pada daging yang anyir. Kemudian pada tahun 1982, Perhimpunan Diabetes Inggris
menyusun diet untuk pasien-pasien diabetes dan membuktikan keberhasilan mereka. Di
Indonesia sendiri, Prof. Askandar dari Bagian Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga, Surabaya, telah menyusun jenis-jenis diet diabetes yang dikenal
dengan nama diet B untuk penyakit diabetes dengan berbagai penyulitnya. Untuk
memahami diet diabetes dengan lebih jelas, kita harus memelajari rekomendasi diet
diabetes yang dirangkum dalam Tabel 24.1 ini.

Tabel. 24.1 Rekomendasi diet diabetes


Nutrien Rekomendasi
Energi (Total Kalori) 1 a; Dibatasi pada pasien diabetes yang obese
b; Tidak boleh melampaui kecukupan kalori bagi pasien
diabetes
2
Paling sedikit separuh dari total masukan kalori berupa
hidratarang
Hidratarang 1 Mendorong penggunaan makanan yang kaya serat dan
tidak digiling hulas
2 a; Hidratarang sebaiknya dalam bentuk polisakarida dan
bukan gula biasa
b; Gula hanya boleh digunakan dalam keadaan sakit dan
hipoglikemia

3 Jadwal makan harus disesuaikan dengan kerja insulin


Lemak 1 Lemak harus memberikan total masukan energi paling
banyak 35%
2 Konsumsi lemak jenuh harus dikurangi
Protein Seperti halnya diet yang normal dan seimbang dari sumber-
sumber hewani dan nabati.
Garam Diet diabetes tidak boleh menyebabkan peningkatan
masukan garam.
Produk pangan Produk pangan kalori rendah dapat membantu penurunan
berat
khusus badan. Pemanis buatan dapat digunakan sebagai pengganti
gula.

Nasihat diet yang diberikan kepada para pasien diabetes harus berdasarkan kepada
rekomendasi di atas. Untuk memudahkan pemberian penjelasan, nasihat diet yang
diberikan dapat dibagi menjadi tiga tipe. Apakah diet yang diterapkan berdasarkan satu
atau lebih dari ketiga tipe diet ini, semuanya bergantung kepada beratnya penyakit
diabetes, tipe pengobatannya, kepribadian pasien, umur, berat badan dan gaya hidup
penderita.
Ketiga tipe diet tersebut adalah:
1; Diet rendah kalori untuk menurunkan berat badan yang kemudian diikuti dengan
diet untuk mempertahankan berat badan tersebut.
2; Diet bebas gula.
3; Sistem penukaran hidratarang.

1; Diet rendah kalori

Prioritas pertama dalam mengatasi pasien diabetes yang obese adalah menurunkan berat
badannya. Pasien diabetes yang menjalani diet rendah kalori harus menyadari perlunya
penurunan berat badan dan berat badan yang sudah diturunkan tidak boleh dibiarkan
naik kembali. Ada berbagai macam diet untuk menurunkan berat badan. Jika penyakit
diabetesnya ringan, setiap diet rendah kalori dapat digunakan asalkan mempunyai nilai
gizi yang memadai dan memberikan landasan bagi diet selanjutnya untuk
mempertahankan berat badan. Pasien diabetes yang kelebihan berat mula-mula harus
dimotivasi dahulu sehingga mau menurunkan berat badannya. Penurunan berat badan
harus diperhatikan dan didorong dengan mengukur berat secara teratur. Sebagian pasien
diabetes dapat menarik manfaat dari dukungan dan tekanan suatu kelompok
perampingan tubuh (slimming group) dan hal ini harus terus didorong.
2; Diet bebas gula

Tipe diet ini digunakan untuk pasien diabetes yang berusia lanjut dan tidak memerlukan
suntikan insulin. Diet bebas gula diterapkan berdasarkan dua prinsip:
a; Tidak memakan gula dan makanan yang mengandung gula
b; Mengkonsumsi makanan sumber hidratarang sebagai bagian dari keseluruhan
hidangan secara teratur.
Gula (gula pasir, gula aren dan lain-lain) dan makanan yang mengandung gula tidak
boleh dimakan karena cepat dicerna dan diserap sehingga dapat menimbulkan kenaikan
gula darah yang cepat. Jenis-jenis makanan ini adalah:
Madu, selai dan marmalade.
Permen, manisan dan cokelat.
Biskuit, kue-kue dan roti yang manis, dodol, tarcis.
Puding, buah-buah yang dikalengkan dalam larutan sirup.
Sirup dan berbagai minuman yang manis, susu kental, es krim.
Kecap manis, abon, dendeng dan makanan manis lainnya.
Makanan bagi pasien diabetes harus mengandung hidratarang dalam bentuk pati
(starch) dan dibagi menjadi beberapa bagian dengan interval yang teratur selama sehari.
Jumlah hidratarang yang diperbolehkan terkandung dalam setiap hidangan tergantung
kepada kebutuhan energi tiap-tiap pasien. Pemberian hidratarang dalam bentuk pati dan
pembagiannya secara merata akan memberikan keseimbangan yang baik antara
masukan hidratarang dan insulin yang tersedia.

Susunan diet untuk pasien diabetes yang diatasi hanya dengan terapi diet

Ibu Sunarya adalah seorang manula berusia 75 tahun yang hidup di panti manula. Berat
badannya tidak berlebih dan dia dapat memperhatikan makanannya sendiri. Penyakit
diabetes yang dideritanya diketahui sejak lima tahun yang lalu dan diatasi hanya dengan
terapi diet. Berikut ini susunan diet 1500 kalori untuk Ibu Sunarya:

DIET DM 1500 kalori


kalori 1500
protein 60 gram
lemak 40 gram
hidratarang 225 gram

Waktu Bahan Makanan Menu


Makan pagi roti tawar 4 potong (80 gram) roti isi pindakas
telur 1/2 butir (30gram) telur rebus
pindakas 1 sdm (10 gram)
tomat sekehendak lalap tomat
margarin 1/2 sdm (5 gram)
Pukul 10.00 papaya 1 potong (100 gram) Pepaya
Makan siang nasi 1 gelas (130 gram) Nasi
daging 1 potong sedang (50 gram) daging bumbu bali
tempe 2 potong sedang (50 gram)
kol sekehendak
tauge sekehendak pecal
bayam 1/2 gelas (50 gram)
kacang panjang 1/2 gelas (50 gram)
nenas 1/6 buah sedang (15 gram) nenas
kacang tanah 1 sdm (10 gram)
Makan sore kentang 2 biji sedang (200 gram) kentang ongklok
daging 1 potong sedang(50 gram) daging bistik
tahu 1 biji sedang (50 gram) tahu tim
ketimun sekehendak
slada sekehendak
buncis 1/2 gelas (50 gram) selada + ketimun (lalap)
wortel 1/2 gelas (50 gram) stup buncis + wortel
pepaya 1 potong sedang (100 gram) pepaya
minyak 1/2 sdm (5 gram)
Pukul 21.00 Pisang 1 buah sedang (75 gram) pisang
Catatan:
Agar menu dapat bervariasi, bahan-bahan makanan di atas dapat ditukar dengan
memelajari cara penukarannya dalam Lampiran 6 (Daftar Bahan Makanan Penukar).

3. Sistem penukaran hidratarang


Sistem ini disusun untuk menghasilkan suatu metode pengaturan hidratarang yang tepat.
Sistem penukaran hidratarang digunakan pada pasien-pasien diabetes yang
mendapatkan suntikan insulin atau obat-obat hipoglikemik oral dengan dosis tinggi.
Diet yang berdasarkan sistem ini merupakan diet yang lebih rumit untuk diikuti oleh
seorang pasien diabetes, tetapi mempunyai kelebihan, yaitu diet ini lebih fleksibel dan
bervariasi ketimbang diet tipe bebas gula. Untuk melaksanakan diet dengan sistem
penukaran hidratarang diperlukan sebuah daftar standar yang berisikan berbagai jenis
makanan penukar dengan kandungan HA sebesar 10 gram (lihat Tabel 24.2, halaman
306). Pada halaman 306 (Tabel 24.3) juga terdapat contoh susunan diet dengan
menggunakan sistem penukar 10 gram HA. Dengan mengikuti daftar standar, pasien
diabetes dapat memakan berbagai ragam makanan dengan kandungan hidratarang yang
tetap.

Berapa banyak satuan penukar?


Dalam daftar standar, satu satuan penukar (SP) dibuat sama dengan 10 gram hidratarang
(Bandingkan dengan satuan penukar dalam Daftar Bahan Makanan Penukar yang lazim
kita pakai). Jadi, bila kita ingin menggunakan Daftar Bahan Makanan Penukar pada diet
dengan sistem penukaran hidratarang ini, diperlukan dahulu modifikasi pada daftar
tersebut seperti yang terlihat dalam Tabel 24.2, halaman 306).
Untuk mengetahui jumlah satuan penukar (SP) hidratarang yang boleh diberikan kepada
seorang pasien diabetes selama sehari, faktor berikut ini harus diperhatikan:
1; Kebutuhan total energi pasien.
2; Persentase dari kebutuhan total energi tersebut yang harus disediakan dalam bentuk
hidratarang.
Kebutuhan total energi ditentukan setelah diet terakhir pasien diabetes tersebut selesai
dinilai. Biasanya 55 persen dari total energi disediakan dalam bentuk hidratarang.

Jumlah SP hidratarang yang boleh diberikan kepada pasien diabetes memperlihatkan


variasi yang luas. Sebagai contoh, pasien diabetes yang overweight mungkin hanya
diperbolehkan mendapatkan 12 SP (120 gram) hidratarang/hari sedangkan untuk pasien
diabetes dengan berat badan 'ideal' boleh diberikan 30 SP (300 gram) hidratarang/hari.
Tentu saja, kedua pasien diabetes ini mempunyai kebutuhan total energi yang berbeda.
Kapan mereka makan?
Cara pembagian satuan penukar hidratarang dalam sehari tergantung kepada jenis terapi
yang diberikan untuk seorang pasien diabetes. Tujuan pembagian ini adalah untuk
mengimbangi aktivitas insulin dengan makanan sehingga dapat mencegah keadaan
hipoglikemia maupun hiperglikemia.
Pasien-pasien diabetes yang diobati dengan slow-acting insulin atau preparat
hipoglikemik-oral harus makan dengan pembagian hidratarang yang merata dalam
sehari. Namun, bagi pasien yang memperoleh terapi campuran insulin atau jenis fast-
acting insulin, sebagian besar hidratarang harus dimakan pada saat-saat aktivitas insulin
mencapai puncaknya.
Contoh
Bagan di bawah ini memperlihatkan distribusi hidratarang dalam bentuk satuan penukar
setiap hari untuk dua pasien diabetes yang mempunyai kebutuhan hidratarang per hari
yang sama tetapi mendapatkan terapi insulin yang berbeda.
Bapak Sumadi disuntik lente insulin sebelum makan pagi.
Bapak Amirudin disuntik actrapid sebelum makan pagi dan makan sore.
Pembagian satuan penukar hidratarang dalam makanan mereka adalah sebagai berikut:
Makan Makan
Bp Sumadi Makan pagi Pk. 10.00 Pk. 16.00 Pk. 21.00
siang malam
Jumlah satuan
4 2 5 2 5 2
penukar
Suntikan Lente (slow-acting)
Bp. Amirudin 6 1 4 1 6 2
Suntikan actrapid (fast-acting)

Jenis hidratarang apakah yang terbaik?


Daftar penukar sebenarnya mencakup berbagai jenis makanan. Namun demikian,
pengendalian diabetes yang baik hanya tercapai kalau daftar tersebut digunakan secara
tepat. Kenaikan kadar gula darah setelah melakukan penukaran makanan sumber
hidratarang tidaklah sama. Ini berarti pasien diabetes harus diberitahu berapa banyak
satuan penukar yang diperbolehkan dan jenis makanan penukar apa yang paling sesuai.
Contoh dalam Tabel 24.2 memperlihatkan bagaimana salah satu diet diabetes yang
berdasarkan pada sistem penukaran hidratarang, mempunyai arti kalau dianggap sebagai
menu sehari. Kolom di sebelah kanan memperlihatkan bagaimana 250 gram hidratarang
itu dibagi dalam beberapa hidangan.
Kris berusia 22 tahun dan tinggal bersama orang tuanya. Dia menderita diabetes dan
harus mendapatkan dua kali suntikan actrapid, yaitu satu kali sebelum makan pagi dan
satu kali lagi sebelum makan sore. Dia diperbolehkan mengkonsumsi 250 gram
hidratarang per hari.

Pentingnya serat makanan dalam diet diabetes


Penggunaan serat makanan (dietary fiber) sebagai terapi untuk pasien diabetes sudah
disebutkan dalam Bab 8. Makanan tinggi serat yang tidak digiling halus memberikan
pengaruh yang menguntungkan bagi para pasien diabetes karena tiga hal:
1; Seperti halnya masyarakat normal, pasien diabetes memerlukan serat dalam
makanannya agar traktus gastrointestinal berfungsi dengan baik.
2; Hidratarang dalam makanan yang kaya akan serat tipe viskous diserap lebih lambat
sehingga kenaikan gula darah berlangsung lebih perlahan. Contoh jenis makanan ini
adalah buncis dan kapri.

Tabel 24.2 Daftar bahan makanan penukar yang mengandung 10 gram hidratarang
115 gelas (25 gram) nasi 1 gelas-tiris (100 gm) wortel
1/2 biji sedang (50 gm) kentang 1 gelas-tiris (100 gm) kacang panjang
1/2 potong sedang (25 gm) singkong
1 gelas-tiris (100 gm) kacang kapri
1/2 biji (50 gram) talas
1/2 buah sedang (75 gm) apel
1 iris (20 gram) roti putih
1/4 gelas (25 gram) mi basah
3 sdm (30 gram) kacang hijau 1 buah sedang (75 gm) pisang ambon

21/2 sdm (25 gram) pindakas


1 biji besar (125 gram) tahu 1 potong sedang (100 gm) pepaya
2 potong sedang (60 g) tempe
1 gelas (200 gram) susu sapi 1/6 buah (75 gm) nanas
1 gelas-tiris*)(100gm) bayam
1 gelas-tiris000gm)buncis 2 buah (100 gm) jeruk manis
2 buah (100 gm) jambu air
1 buah (100 gm) jambu biji
*) 1 gelas sayuran setelah direbus clan airnya ditiriskan.
Tabel 24.3 Susunan diet bagi seorang pasien yang memperoleh suntikan insulin dan diet
penukar hidratarang
Kecukupan Kandungan Total
Sarapan jumlah makanan SP
HA HA SP
Pagi (dengan 70 1/2 gelas air jeruk 10 1
suntikan 4 iris roti putih 40 4
insulin) 2 1/2 sdm pindakas 10 1
1 gelas susu sapi 10 1 7
pk. 10.00 20 Kopi
1/2 apel 10 1
2 biskuit tawar 10 1 2
Siang 50 3/4 gelas nasi putih (100 40 4
gram)
2 buah jeruk 10 1 5
pk. 16.00 10 The 2 biskuit tawar 10 1
Malam (dengan 80 Daging
suntikan 1 mangkuk sayuran 10 1
insulin) 2 kentang rebus (200 g) 40 4
1 potong tahu (10 g) 10 1
1 gelas kacang hijau (30 10 1
gram)
1 buah pepaya 10 1 8
Pk. 21.00 20 Teh 20 2 2
2 iris roti sebagai sandwich
berisi telur/daging
Total 250 250 25 25
Roti dapat dioles dengan margarin yang mengandung minyak tak jenuh ganda. Teh dan
kopi dapat dibubuhi sedikit susu skim
3; Bentuk makanan yang kaya serat dan tidak digiling halus memberikan massa yang
lebih besar sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk memakannya
dibandingkan makanan halus yang sudah dihilangkan unsur seratnya. Untuk makan
apel diperlukan waktu 12 kali lebih lama daripada waktu yang diperlukan untuk
mengkonsumsi hidratarang dengan jumlah sama di dalam sari buah apel. Untuk
pasien diabetes yang obese dan memerlukan pembatasan total masukan kalori,
makanan dengan ekstra volume dan perasaan kenyang setelah makan makanan yang
kaya serat akan memberikan nilai khusus.

Protein dan lemak dalam diet diabetes


Pasien diabetes perlu dinasihati untuk menjaga agar proporsi total masukan kalori yang
berasal dari lemak tidak melebihi 35 persen. Dengan mengurangi masukan total lemak
dan konsumsi lemak jenuh, sementara jumlah konsumsi lemak tak-jenuh ganda
ditingkatkan, diharapkan risiko penyakit pembuluh arteri yang mengancam pasien
diabetes dapat dikurangi. Tindakan ini sesuai pula dengan anjuran untuk menerapkan
diet sehat bagi masyarakat luas (lihat Bab 12). Konsumsi lemak dapat dikendalikan
lewat kaidah berikut ini:
1; Hindari makanan yang digoreng dan makanan berlemak.
2; Jangan minum susu fullcream secara berlebihan.

Sebagian pasien diabetes, tidak semuanya, perlu dinasihati untuk minum susu skim atau
susu kedelai dan menggunakan margarin atau minyak yang tak jenuh ketimbang susu
fullcream dan mentega dari lemak hewani.

Protein merupakan nutrien penting. Diet seimbang yang disusun dengan baik akan
mengandung protein dari berbagai sumber, baik hewani maupun nabati.

Makanan diet khusus untuk pasien-pasien diabetes


Apotik dan toko-toko serba ada kini banyak menyediakan produk makanan yang dibuat
khusus bagi pasien diabetes atau yang diberi label makanan yang sesuai bagi pasien
diabetes. Kekeliruan yang mahal harganya dapat dihindari apabila pasien diabetes
mengetahui jenis produk yang cocok bagi diri mereka sendiri. Produk-produk khusus ini
dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
1; Produk makanan bebas gula yang rendah kalori

Buah yang dikalengkan dalam air atau sari buah yang tidak manis. Sup yang rendah
kalori.
Berbagai minuman yang bebas gula dan rendah kalori, seperti Coke Diet.
2; Produk makanan khusus diabetes
Ada beberapa produk makanan yang cukup mewah, mencakup:
a; Berbagai kue dan biskuit khusus untuk pasien diabetes.
b; Permen dan cokelat khusus untuk pasien diabetes. Kecap manis, sirup, selai
yang khusus untuk pasien diabetes.
Produk-produk makanan khusus ini dibuat antara lain oleh Lynch, Tropicana-Slim
dan Slim and Fit. Semua produk ini bebas dari sukrosa tetapi mengandung bahan
pemanis alternatif seperti fruktosa dan sorbitol. Produk makanan ini memiliki kalori
yang tinggi dan sering mengandung lebih banyak kalori daripada produk makanan
yang biasa sehingga tidak cocok bagi pasien diabetes yang kelebihan berat.

Di samping itu, produk makanan seperti ini mahal harganya. Sebaiknya kita
menghindari jenis-jenis makanan yang mengandung gula atau membatasinya
ketimbang menggantinya dengan produk makanan khusus ini.

Bir khusus untuk pasien diabetes memang memiliki kandunga hidratarang yang
lebih rendah daripada bir biasa. Namun, hidratarang dalam bir tersebut digantikan
dengan alkohol sehingga membuatnya mengandung kalori yang lebih tinggi dan
lebih toksik!
3; Pemanis buatan

Ada beberapa pemanis yang lazim digunakan di Indonesia sebagai pengganti gula.
Bahan-bahan tersebut adalah sakarin (sarimanis), sorbitol, fruktosa dan aspartam
(equal).
Sakarin merupakan salah satu pemanis yang bebas kalori (lainnya siklamat tetapi
lebih jarang dipakai karena sifat toksiknya meragukan). Bahan pemanis ini
digunakan dalam diet rendah kalori dan dapat ditambahkan ke dalam minuman serta
makanan matang. Bilamana ditambahkan ke dalam makanan sebelum dimasak,
sakarin akan menimbulkan rasa seperti logam. Perhimpunan Diabetes Inggris
menganjurkan pemakaian sakarin tidak lebih dari 14 tablet per hari.

Biaya untuk diet diabetes


Seorang pasien diabetes tidak perlu menghabiskan biaya lebih banyak bagi makanan
dietnya. Pasien yang merasakan mahalnya diet diabetes biasanya membeli produk-
produk diet yang mahal.

Diet diabetes dan exercise


Selama kita melakukan exercise, terjadi peningkatan masuknya glukosa ke dalam otot.
Peningkatan ini juga terjadi sekalipun tanpa adanya insulin. Sebagai akibatnya, kadar
gula darah akan turun. Untuk mengimbangi penurunan ini dan mencegah keadaan
hipoglikemia, pasien diabetes memerlukan ekstra hidratarang (10-20 gram) sebelum
exercise. Hidratarang ini tidak perlu diambilkan dengan cara mengurangi jumlah
hidratarang dalam sarapan berikutnya, tetapi tambahkan saja ekstra hidratarang untuk
tambahan exercise yang dilakukan seorang pasien diabetes. Cara ini sangat disukai
anak-anak yang menderita diabetes karena mereka memperoleh ekstra hidratarang
dalam bentuk permen atau manisan sebelum pergi berenang atau melakukan olahraga
lainnya.

Hipoglikemia
Hipoglikemia dapat terjadi pada pasien diabetes yang mendapatkan suntikan insulin dan
preparat hipoglikemik oral long-acting. Sebab-sebab rendahnya kadar gula darah
mencakup:
Peningkatan pengeluaran energi seperti adanya kegiatan ekstra atau kegiatan yang
tidak diperkirakan sebelumnya.
Makan yang terlambat
Kurangnya jumlah hidratarang dalam makanan.
Kesalahan takaran insulin.
Pasien diabetes biasanya akan menyadari gejala hipoglikemia pada dirinya. Jika
dirasakan gejala-gejala ini, ia harus segera memperoleh dua biji permen (10 gram
hidratarang). Bilamana perlu pemberian ini dapat diulangi dengan interval waktu 10
menit. Karena itu pasien diabetes harus selalu mengantongi permen atau gula yang
dapat digunakan dalam keadaan hipoglikemia.

Diet pada waktu sakit


Dalam keadaan sakit, pasien diabetes tetap harus meminum obat diabetes dan
memperoleh suntikan insulin agar metabolisme yang normal dapat dipertahankan. Ini
berarti pasien diabetes harus mendapatkan cukup hidratarang untuk mengimbangi kerja
insulin sekalipun selera makan mereka mungkin menurun. Makanan penukar yang
mudah dimakan dan disiapkan harus digunakan dalam keadaan ini. Contoh makanan
penukar ini adalah susu, sup, air kacang hijau, es krim, dan sari buah.

Contoh
Ani seorang sekretaris berusia 19 tahun yang biasa mendapatkan 50 gram hidratarang
pada saat makan Siang dalam bentuk:
1 satuan penukar sari buah
3 satuan penukar kentang
1 satuan penukar buah
Kalau dia menderita flu dan harus beristirahat, 50 gram hidratarang itu diperolehnya
dalam bentuk:
1 satuan penukar sari buah
2 satuan penukar sup
2 satuan penukar susu

PERTANYAAN
1. Bagaimana insulin memengaruhi metabolisme hidratarang?
2. Sebutkan sumber-sumber hidratarang yang lazim dimakan lewat diet diabetes?
3. Apa yang dimaksud dengan bahan makanan penukar?
4. Sebutkan lima macam makanan penukar sumber hidratarang?
5. Apa yang menyebabkan glikosuria?
25
DIET DAN ANEMIA, KEADAAN ALERGI,
INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN

RINGKASAN

Diet dan anemia


Faktor-faktor diet yang diperlukan untuk sintesis normal sel-sel darah merah adalah zat
besi, vitamin B12, asam folat, asam askorbat dan protein. Defisiensi salah satu nutrien
tersebut akan memengaruhi pembentukan sel-sel darah merah dan menimbulkan
keadaan anemia. Di antara berbagai jenis anemia, anemia gizi yang disebabkan oleh
defisiensi zat besi sejauh ini merupakan jenis anemia yang paling sering ditemukan.

Alergi makanan
Sebagian besar makanan dicurigai dapat menimbulkan reaksi alergi pada diri seseorang.
Makanan yang lazim dicurigai mencakup berbagai macam ikan dan makanan laut, telur,
susu dan buah tertentu (strawberry). Sebelum diterapkan suatu diet yang menghindari
jenis makanan tertentu, perlu diselidiki dahulu dengan seksama kecurigaan akan alergi
makanan itu.

Anemia defisiensi besi


Anemia defisiensi besi merupakan jenis malnutrisi yang banyak dijumpai bukan hanya
di Indonesia tetapi bahkan di seluruh penjuru dunia. Keadaan ini disebabkan oleh
kekurangan zat besi untuk pembentukan hemoglobin, yakni pigmen pembawa oksigen
yang terdapat dalam sel-sel darah merah. Insufisiensi unsur mineral ini menyebabkan
penurunan jumlah serta ukuran sel-sel darah merah dan mengurangi kandungan
hemoglobin di dalamnya. Penderitanya menjadi pucat dan lemah serta mudah lelah.
Berbagai faktor turut menimbulkan keadaan ini:
1; Makanan yang kandungan zat besinya rendah.
2; Kebutuhan zat besi yang meningkat akibat kehilangan darah, misalnya sebagai
akibat cedera, perdarahan dari ulkus peptikum atau hemorhoid, atau sebagai akibat
epistaksis atau menstruasi yang berlebihan.
3; Gangguan penyerapan zat besi, seperti terjadi pada kelainan traktus alimentarius
tertentu.
Kadang-kadang beberapa faktor turut terlibat.
Anemia defisiensi besi kerapkali terjadi di antara kaum wanita, khususnya wanita
dengan haid yang banyak atau ibu yang mengalami kehamilan berulangkali. Jenis
anemia ini juga sering ditemukan di antara anak-anak dan para remaja, yang kebutuhan
zat besinya tinggi karena berlangsungnya pertumbuhan. Bayi-bayi juga mudah
menderita anemia, khususnya bayi yang hanya diberi air susu dalam waktu lama tanpa
makanan tambahan, mengingat baik ASI maupun susu sapi merupakan sumber zat besi
yang buruk. Kelompok lainnya yang kemungkinan besar menderita anemia adalah para
manula berusia di atas 75 tahun, khususnya yang menghadapi kesulitan untuk
mengunyah makanannya.

Terapi dan pencegahan


Mengingat unsur mineral ini terdapat dalam makanan dengan jumlah yang relatif kecil,
cara paling efektif untuk mengatasi anemia defisiensi besi segera setelah diketahui
adalah dengan pemberian zat besi dalam bentuk preparat; terapi juga harus ditujukan
kepada keadaan yang mungkin terdapat di balik anemia tersebut, seperti hemorhoid.

Apabila kesalahan pada kebiasaan makan ikut memainkan peranan dalam menimbulkan
keadaan anemia, kebiasaan ini harus dikoreksi untuk mencegah timbulnya kembali
anemia dan pasien harus melihat cara-cara memilih makanan yang bervariasi dan baik.
Anak-anak, remaja, ibu hamil dan ibu menyusui harus makan telur sedikitnya sekali
sehari dan hati seminggu sekali. Kedua jenis makanan ini kaya akan zat besi.

Orang-orang tertentu, misalnya para penderita kehilangan darah yang tidak dapat
dihindari dan bersifat menahun, harus memperoleh tablet zat besi untuk mencegah
terjadinya anemia. Timbulnya anemia defisiensi besi pada bayi sebagian besar dapat
dicegah dengan (a) meyakinkan ibu agar mendapatkan zat besi dalam jumlah yang
memadai selama kehamilan sehingga kebutuhan janin dapat terpenuhi, dan (b)
memberikan makanan pelengkap yang kandungan zat besinya tinggi kepada bayi,
seperti kuning telur, hati saring, daging saring dan jenis-jenis makanan sereal yang telah
diperkaya khusus untuk bayi, pada akhir bulan keempat.

Vitamin B12
Kekurangan vitamin B12 akan menimbulkan anemia pernisiosa. Keadaan ini terjadi
akibat gangguan penyerapan vitamin tersebut dari traktus alimentarius. Karena
gangguan penyerapan vitamin B12 pada anemia pernisiosa timbul akibat kekurangan
faktor intrinsik, keadaan ini tidak dapat diobati atau dicegah dengan makanan yang kaya
akan vitamin B12 ataupun dengan preparat vitamin B12. Dalam keadaan ini diperlukan
penyuntikan vitamin B12. Apabila penyerapan usus berlangsung normal, defisiensi
vitamin B12 hanya terjadi pada kaum vegetarian yang sama sekali tidak memakan
produk hewani. Di Indonesia, kemungkinan defisiensi vitamin B12 di antara penduduk
pedesaan yang kurang atau tidak makan produk hewani terlihat lebih kecil karena
adanya produk nabati dengan peragian seperti tempe. Sebagaimana kita ketahui, ragi
mengandung cukup vitamin B12.

Asam folat
Defisiensi asam folat dari makanan diperkirakan mempunyai peranan dalam
menimbulkan anemia megaloblastik yang kadang-kadang terjadi pada kehamilan.
Keadaan ini sering ditemukan di antara wanita hamil. Kadang-kadang juga ditemukan
pada bayi prematur serta manula.
Informasi lebih lanjut mengenai vitamin ini diberikan dalam Bab 6.

Asam askorbat
Anemia akibat kekurangan asam askorbat kadang-kadang dijumpai bersamaan dengan
penyakit skorbut.

Protein
Defisiensi protein yang serius dapat mengakibatkan kekurangan protein untuk
pembentukan struktur sel darah merah dan turut menimbulkan anemia.
ALERGI MAKANAN
Istilah alergi digunakan untuk menjelaskan suatu reaksi imunologis pada bagian tubuh
terhadap zat yang biasanya tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Bahan yang
menimbulkan reaksi alergi disebut dengan nama alergen. Makanan yang mudah
menimbulkan reaksi alergi mencakup susu, telur, sereal, ikan serta makanan laut, dan
buah tertentu. Tartrazin, bahan pewarna yang dipakai untuk makanan, dapat
menimbulkan reaksi alergi. Contoh-contoh reaksi alergi adalah asthma, hayfever,
urtikaria serta ruam pada kulit, gejala abdomen, dan pada kasus yang berat, syok
anafilaktik.
Pada kasus alergi makanan, bila alergennya dapat dikenali, kita dapat menghindari
makanan yang mengandung alergen tersebut. Kadang-kadang reaksi alergi berlangsung
seketika setelah makan suatu makanan, sehingga pengenalan penyebabnya mudah
dilakukan. Pada kasus yang meragukan, timbulnya gejala alergi setelah makan makanan
yang dicurigai pada tiga saat yang berbeda akan membantu menegakkan diagnosis.
Pada kasus-kasus yang sulit dan ada beberapa makanan yang dicurigai, kadang-kadang
dilakukan diet eliminasi untuk membuat diagnosis. Kepada pasien diberikan suatu
daftar sejumlah makanan yang kecil kemungkinannya untuk menimbulkan reaksi alergi
dan diberitahu agar makan hanya jenis-jenis makanan yang tercantum dalam daftar
tersebut selama suatu periode waktu yang telah ditetapkan. Kemudian dengan interval
waktu diberikan makanan yang dicurigai satu per satu pada satu saat sehingga dengan
cara ini kadang-kadang dapat dikenali alergennya. Test kepekaan kulit dapat pula
digunakan untuk menegakkan diagnosis.
Bantuan seorang ahli diet dengan keahlian khusus diperlukan baik untuk menegakkan
diagnosis maupun melaksanakan terapi alergi makanan. Sebagian dari unsur-unsur yang
diketahui menyebabkan alergi terdapat, sekalipun sering dengan jumlah kecil tetapi
cukup bermakna, dalam banyak makanan di mana keberadaannya sama sekali tidak
dicurigai dan unsur-unsur ini ditambahkan semata-mata dengan alasan teknis. Diet
eliminasi tidak perlu seimbang dan membutuhkan pengawasan seorang ahli. Akhirnya,
setelah diagnosis dapat ditegakkan, diperlukan nasihat ahli diet dan pangan tentang
segala makanan yang menjadi sumber alergen yang telah dikenali itu. Sebagian di
antaranya mungkin sama sekali tidak disangka-sangka karena tidak tampak jelas.
Setelah beberapa bulan, seseorang mungkin telah memperlihatkan toleransinya terhadap
makanan yang sebelumnya menimbulkan reaksi alergi. Uji coba dapat dilakukan
terhadap makanan yang bersangkutan; akan tetapi, semua percobaan tersebut harus
diawasi secara ketat oleh seorang dokter.

INTERAKSI MAKANAN DAN OBAT


Profesor A.H.G. Love, Queen's University, Belfast
Sebagaimana kita ketahui, reaksi klinik terhadap pemakaian obat sangat bervariasi pada
masing-masing individu. Jika kita menelan suatu obat, saat awal kerjanya, lama
kerjanya, dan intensitasnya sebagian ditentukan oleh ciri-ciri penyerapan obat tersebut
dari traktus gastrointestinalis.
Penyerapan obat akan diperlambat dengan adanya makanan di dalam lambung. Jadi,
meminum antibiotik sesudah makan akan menghasilkan kadar antibiotik yang lebih
rendah dalam darah dibandingkan kalau obat itu diminum dengan lambung dalam
keadaan kosong. Keadaan ini jelas membuat terapi tersebut tidak efektif bila kadar
dalam plasma dan jaringan lebih rendah daripada nilai minimal yang diperlukan untuk
menghambat pertumbuhan bakteri.
Zat-zat kimia tertentu dan bahkan jenis-jenis makanan tertentu di dalam usus akan
memberikan efek penghambatan yang khusus terhadap penyerapan. Jadi, telur ternyata
mengurangi penyerapan zat besi; berbagai garam kalsium, magnesium, besi dan
aluminium (yang terdapat dalam preparat antasid dan pencahar) memengaruhi
penyerapan antibiotik tetrasiklin.
Zat-zat yang mengganggu penyerapan lemak dan vitamin larut lemak seperti parafin
liquid dan cholestyramine (Questran) dapat pula memengaruhi kerja obat. Meminum
preparat ini dalam waktu lama dapat mengakibatkan defisiensi relatif vitamin K. Obat-
obat yang mengubah flora usus melalui kerja antibakterinya, secara tidak langsung
dapat memengaruhi penyerapan obat dan ketersediaan nutrien. Pengaruh tetrasiklin
terhadap penyerapan vitamin B banyak disebut tetapi pengaruhnya mungkin tidak
begitu kuat. Defisiensi relatif vitamin K dapat ditimbulkan oleh tindakan sterilisasi usus
dengan neo-misin sehingga pemberian antikoagulan akan berakibat lebih nyata.
Terapi jangka panjang pasien epilepsi dengan preparat antikonvulsan tertentu,
khususnya sodium fenitoin, akan mengakibatkan peningkatan kebutuhan asam folat
dengan kemungkinan terjadinya anemia megaloblastik. Kelompok preparat
antikonvulsan ini dapat pula menimbulkan kekurangan kalsium sehingga terjadi
penyakit riketsia atau osteomalasia. Diet tinggi serat juga membawa risiko yang
merugikan kesehatan akibat kandungan fitatnya.
Barangkali salah satu contoh interaksi obat-makanan yang paling penting diperlihatkan
oleh kelompok inhibitor monoamina oksidase (MAO inhibitor), yang digunakan pada
terapi depresi. Monoamina oksidase merupakan salah satu enzim yang bertanggung
jawab atas proses pemecahan adrenalin jaringan, noradrenalin dan serotonin.
Noradrenalin merupakan substansi yang amat penting karena meninggalkan sirkulasi
darah dan tersimpan dalam ujung saraf (nerve-ending). Jika seorang pasien
mendapatkan terapi dengan MAO inhibitor, noradrenalin akan tersimpan dalam jumlah
yang lebih besar karena tidak dipecah menjadi bentuk inaktif. Apabila pasien tersebut
mengkonsumsi tiramin maka noradrenalin yang tersimpan ini akan terlepas dan
mengakibatkan kenaikan tekanan darah yang fatal. Jenis-jenis makanan yang
mengandung tiramin dalam jumlah besar sehingga harus dihindari adalah:

Semua jenis keju kecuali cottage cheese dan cream cheese;


Daging dan ekstrak ragi; hati ayam dan hati sapi
Minuman beralkohol; yogurt
Pisang; alpukat; Kecap (soy sauce).
Hindari makanan yang sebelumnya memberikan gejala kurang enak.
Makanlah makanan yang segar. Penggunaan makanan segar terutama berlaku pada
daging, ikan, unggas, dan jerohan.
Hindari makanan basil fermentasi, seperti tape, tempe dan lain-lain.
26
DIET UNTUK BEBERAPA PENYAKIT
YANG DIJUMPAI DALAM BANGSAL
PEDIATRIK
Diet ini berdasarkan prinsip yang sama:
1; Menghindari atau membatasi jenis-jenis makanan yang nutriennya tidak dapat
diserap, tidak dapat dimetabolisir atau membahayakan kesehatan anak.
2; Memberikan makanan yang mengandung semua nutrien esensial dalam jumlah
yang memadai sehingga anak dapat tumbuh-kembang secara normal.

INTOLERANSI HIDRATARANG

Defisiensi disakaridase
Bagian ini membicarakan aspek khusus pada sindrom mal-absorpsi di mana ciri yang
menonjol pada kasus ini ialah adanya hidratarang yang tak terserap di dalam usus.
Keadaan ini sering ditemukan di antara bayi-bayi yang menderita diare dengan tinja
yang berbuih dan berbau masam atau berjumlah banyak. Bila keadaan intoleransi tidak
diatasi, bayi tersebut akan mengalami gangguan pertumbuhan. Akibat yang lebih fatal
pun dapat terjadi.
Dalam keadaan normal, pencernaan hidratarang berlangsung seperti terlihat di bawah
ini di mana gula sederhana (monosakarida) akhirnya diserap ke dalam tubuh.
Penyebab umum intoleransi hidratarang adalah insufisiensi kegiatan satu atau lebih
enzim pemecah disakarida yang dikenal sebagai enzim disakaridase, maltase,
insomaltase, sukrase dan laktase. Akibat insufisiensi kerja enzim tersebut adalah
bertumpuknya disakarida dalam jumlah abnormal di dalam usus. Defisiensi enzim ini
dapat disebabkan oleh immaturitas temporer selama suatu periode sesudah lahir atau
terjadi sekunder akibat penyakit pada usus seperti penyakit coeliac ataupun
gastroenteritis. Intoleransi hidratarang juga bisa terjadi akibat suatu defek bawaan yang
mengenai enzim-enzim pencerna hidratarang, sekalipun kelainan bawaan ini lebih
jarang ditemukan. Kegagalan penyerapan monosakarida juga pernah dilaporkan.
Terapinya adalah dengan menghindari bahan makanan yang menimbulkan gangguan
tersebut.
Pencernaan hidratarang

Perlu dicatat bahwa pati merupakan sumber utama maltosa dan isomaltosa.
Jika dengan diet bebas laktosa terjadi perbaikan, seperti dibahas dalam bagian mengenai
galaktosemia, diet ini dapat dilanjutkan sampai dengan test konfirmasi terbukti bahwa
anak tersebut sudah sembuh dari keadaan intoleransi. Namun, keadaannya mungkin
lebih kompleks dan melibatkan beberapa enzim. Misalnya, bayi yang tidak dapat
mencernakan laktosa kadang-kadang juga tidak mampu mencernakan sukrosa. Untuk
menunjukkan sifat defek yang sesungguhnya mungkin diperlukan sejumlah
penyelidikan. Jika akan terlalu lemah untuk menjalani pemeriksaan tersebut, diet bebas
disakarida dan bebas pati harus diterapkan tanpa ditunda-tunda lagi dan pemeriksaan
dilakukan kemudian. Jika perlu dapat diberikan diet bebas hidratarang untuk suatu
periode waktu. Makanan pengganti susu dan berbagai formula yang cocok untuk terapi
intoleransi hidratarang diuraikan di bawah ini.

Diet tersebut harus memadai dalam hal semua faktor makanan yang esensial, termasuk
unsur mineral dan vitamin. Tablet vitamin atau mineral sering mengandung bahan
pengisi dari hidratarang dan juga banyak preparat vitamin serta mineral untuk anak
tersedia dalam bentuk sirup. Cairan dan tablet Ketovite (Paines and Byrne Ltd.)
memberikan suplemen vitamin yang lengkap dan bebas dari hidratarang.
MAKANAN FORMULA DAN PENGGANTI SUSU YANG SESUAI UNTUK
TERAPI MAL-ABSORPSI
Kalau terjadi keadaan mal-absorpsi pada bayi, pemilihan makanan dan susu formula
yang cocok ternyata tidalah mudah. Sebagian contoh, formula yang khusus untuk terapi
tersebut dicantumkan di bawah ini. Beberapa jenis formula mengandung trigliserida
rantai sedang (MCT = Medium Chain Triglycerides) yang sudah dijelaskan dalam Bab
21. Sebagian lagi mengandung protein dalam bentuk hydrolyzed. Hal ini menunjukkan
bahwa semua protein di dalamnya sudah dipecah sebagian atau seluruhnya menjadi
asam amino sehingga memudahkan pencernaan dan penyerapan ke dalam tubuh. Makna
sifat kandungan hidratarangnya telah dibicarakan sebelumnya. Semua formula tersebut
bebas dari unsur gluten.
Rincian yang diberikan di bawah ini belum lengkap sehingga untuk setiap formula dapat
di mintakan informasi lebih lanjut dari pabriknya.
LLM-1% laktosa (Sari Husada, Indonesia) dan Al 110-disacharide free (Nestle, Swiss)
merupakan contoh formula yang masing-masing rendah laktosa dan bebas laktosa.
Formula ini cocok untuk bayi yang menderita defisiensi enzim laktase, baik yang
bersifat bawaan maupun yang terjadi akibat kerusakan mukosa usus, seperti pada
enteritis.
Nutramigen (Mead Johnson) mengandung hidratarang dalam bentuk pati dan sukrosa
dengan sedikit sekali laktosa. Yang khas, proteinnya berupa kasein yang dihidrolisis
secara enzimatik menjadi campuran asam-asam amino bebas. Dengan demikian formula
ini dapat digunakan untuk bayibayi yang menderita mal-absorpsi protein.
Portagen (Mead Johnson) mengandung lemak sebagian besar dalam bentuk trigliserida
rantai sedang atau MCT, dan hidratarang dalam bentuk sukrosa serta corn sugar.
Kandungan laktosanya sangat sedikit.
Pregestimil (Mead Johnson) merupakan formula yang tidak mengandung laktosa
ataupun sikrosa dan proteinnya terutama dalam bentuk kasein yang telah dihidrolisis.
Lemak di dalam formula ini terdiri atas 40 persen minyak MCT dan 60 persen minyak
jagung. Formula ini diberikan kepada bayi-bayi dengan gangguan fungsi
gastrointestinal yang serius sebagai akibat adanya penyakit, kelainan bawaan maupun
pembedahan. Bayi tersebut menunjukkan intoleransi laktosa, mal-absorpsi lemak dan
penurunan kemampuan mencernakan protein.
Prosobee (Mead Johnson) dan Nutri Sola (Nutricia) merupakan pengganti susu yang
dibuat dari kedelai (susu kedelai). Keduanya tidak mengandung laktosa. Formula ini
diberikan kepada penderita alergi terhadap protein susu sapi dan penderita intoleransi
laktosa.
Formula sintetik yang syaratnya mudah dicerna dapat dibuat berdasarkan pada preparat
protein yang telah dihidrolisis seperti `Albumaid Hydrolysate Complete', dengan
Maxijul, minyak MCT dan Metabolic Mineral Mixture (semuanya buatan Scientific
Hospital Supplies Ltd.), dan suplemen vitamin yang lengkap seperti cairan serta tablet
Ketovite (Paines and Byrne Ltd.). Sumber asam-asam lemak esensial, seperti corn oil,
harus diikutsertakan dalam formula sintetik.
Semua ini merupakan contoh diet elemental seperti dijelaskan dalam Bab 21. Dalam hal
ini, semua komponen, hidratarang, mineral, protein, dan lain-lain disusun menjadi suatu
campuran yang diperlukan. Dengan demikian, komposisi akhirnya lebih fleksibel
daripada formula enteral nutrisi yang lengkap dalam bentuk kemasan seperti Entrasol
atau Peptisol.

Suplemen vitamin dan mineral


Dalam penggunaan formula khusus seperti yang tercantum di atas, informasi dari
pabriknya harus dipelajari dahulu dengan cermat, karena sebagian formula tersebut
mungkin memerlukan suplementasi mineral dan vitamin. Perlu pula diperhatikan bahwa
kebanyakan preparat obat dan vitamin untuk anak terdapat dalam bentuk sirup,
sedangkan bentuk sirup. Sedangkan bentuk tabletnya sering pula mengandung bahan
pengisi hidratarang. Cairan dan tablet Ketovite (Paines and Byrne Ltd.) memberikan
suplemen vitamin yang lengkap tanpa mengandung hidratarang. Beberapa jenis tablet
vitamin (Cow and Gate) mengandung unsur runutan (trace elements) dan vitamin
tertentu dengan kandungan sukrosa tetapi bebas dari laktosa.

GALAKTOSEMIA
Galaktosemia merupakan kelainan bawaan pada metabolisme galaktosa. Pada orang
normal, galaktosa akan diubah menjadi glukosa melalui serangkaian reaksi kimia yang
memerlukan enzim khusus. Pada galaktosemia, enzim yang menggalakkan tahap kedua
konversi ini kurang mencukupi. Akibatnya timbul penimbunan galaktosa dalam jaringan
dan produk konversi antaranya, yaitu galaktosa-l-fosfat, sehingga mengakibatkan
kerusakan pada jaringan otak, hepar serta ginjal, dan lensa mata yang berakibat katarak.
Pada kasus-kasus yang serius terlihat gejala vomitus, anoreksia, penurunan berat badan
dan ikterus sejak bayi baru berusia beberapa hari atau minggu. Keadaan ini biasanya
berakibat fatal bila terapinya terlambat.

Diet
Satu-satunya sumber galaktosa dalam makanan adalah gula susu atau faktosa yang
ketika dicerna menghasilkan glukosa dan galaktosa. Jadi semua susu dan produk susu
yang dapat menimbulkan galaktosemia harus dihindari dalam diet ini. Formula
pengganti yang sesuai harus dipilih dari jenis-jenis formula yang disebutkan dalam bab
ini untuk terapi malabsorpsi. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa dalam kasus ini,
satu-satunya faktor yang dipertimbangkan adalah kandungan laktosa yang minimal.
Suplemen vitamin yang lengkap mungkin diperlukan dan tergantung kepada komposisi
formula yang dipakai.
Khusus untuk bayi yang menderita galaktosemia biasanya diberikan Nutramigen atau
Pregestimil yang bebas dari galaktosa; pemberian kedua formula ini dilakukan sampai
perkembangan saraf anak selesai, yaitu sampai usia dua tahun. Makanan yang tidak
boleh diberikan antara lain bit dan kacang polong.

KELAINAN METABOLISME GLIKOGEN


GSD (Glycogen Storage Disease) merupakan gangguan metabolisme glikogen yang
terjadi akibat kekurangan enzim seperti glukosa-6-fosfatase, glukosidase dan
fosforilase. Akibatnya, timbul penimbunan glikogen dalam jaringan hati, otot, jantung,
lien dan ginjal. Gejala klinisnya adalah hipoglikemia, ketosis, asidosis, pembesaran hati,
lien serta jantung, kelemahan otot, kejang otot dan gangguan pertumbuhan.
Diet untuk GSD disusun berdasarkan upaya untuk mempertahankan agar kadar glukosa
darah selalu berada dalam keadaan normal. Makanan diberikan dengan frekuensi tinggi,
yaitu 6 - 8 kali sehari sampai tengah malam, untuk menghindari keadaan hipoglikemia.
Pengaturan diet selanjutnya tergantung kepada tipe GSD (baca Bagian Gizi RSCM dan
Persagi, Buku Penuntun Diit Anak, Penerbit PT Gramedia, Jakarta, 1988).

FENILKETONURIA
Fenilketonuria (PKU = phenylketonuria) merupakan penyakit langka akibat gangguan
dalam metabolisme asam amino fenilalanin. Dalam metabolisme ini fenilalanin akan
diubah menjadi asam amino yang lain, yaitu tirosin. Pada penderita PKU, transformasi
ini tidak terjadi karena adanya defisiensi enzim fenilalanin hidroksilase sehingga
fenilalanin dan produk pemecahannya yang abnormal, yakni senyawa-senyawa
fenilketon, tertimbun dalam cairan tubuh serta diekskresikan ke dalam urine. Adanya
unsur-unsur ini dalam cairan tubuh mengakibatkan abnormalitas sistem saraf termasuk
kerusakan otak yang progresif. Pada sebagian kasus terjadi pula lesi kulit. Bayi yang
menderita PKU mempunyai kadar fenilalanin darah yang normal pada saat dilahirkan.
Kadar tersebut baru meningkat setelah bayi mendapatkan susu. Penimbunan bahan-
bahan metabolit yang berbahaya tersebut baru memberikan akibat yang nyata setelah
bayi berusia antara minggu pertama dan minggu keenam. Diagnosis dini merupakan
masalah paling penting karena terbukti bahwa terapi yang dimulai sebelum terjadinya
kerusakan otak dapat mencegah defisiensi mental.
Fenilalanin diperlukan untuk membangun struktur protein tubuh dan tidak dapat dibuat
oleh tubuh sendiri sehingga harus diperoleh dari makanan. Namun, diet normal biasanya
memberikan asam-asam amino, termasuk fenilalanin, dalam jumlah yang melampaui
kebutuhan tubuh. Karena tujuan terapi PKU adalah mencegah penimbunan fenilalanin
dan derivat abnormalnya dalam jaringan tubuh, terapi tersebut harus terdiri atas diet
rendah fenifalanin yang mengandung jenis asam amino ini dalam jumlah yang dapat
digunakan oleh jaringan tubuh. Kekurangan tirosin tidak perlu terjadi karena diet ini
harus cukup mengandung asam amino tirosin.

Diet
Formula rendah fenilalanin yang dipakai sebagai sumber protein dalam diet PKU adalah
Lofenalac. Kandungan fenilalanin dalam Lofenalac adalah 0.08%. Satu sendok makan
Lofenalac yang dilarutkan dalam 60 ml air mengandung 1.5 gram protein, 7.5 mg
fenilalanin dan 40 kalori.
Terapi diet dianggap berhasil bila kadar fenilalanin darah dapat dipertahankan dalam
batas 3-8 mg/ml sehingga anak dapat bertumbuhkembang secara normal.

MAPLE SYRUP URINE DISEASE


Penyakit dengan gejala urine yang berbau mirip sirup maple ini diturunkan secara
resesif. Gangguan metabolisme pada penderita kelainan ini terdapat pada asam amino
leusin, isoleusin dan valin. Gejalanya timbul beberapa hari setelah bayi dilahirkan, yaitu
kesulitan minum dengan gangguan neurologi yang dapat membawa kematian.
Terapi diet dilakukan dengan memberikan formula elemental yang tidak atau sedikit
sekali mengandung ketiga jenis asam amino di atas dengan penambahan bahan makanan
alami secara terbatas. Makanan yang mengandung bahan pengawet dan/atau pewarna
dengan bau sirup maple tidak boleh diberikan karena dapat mengacaukan hasil
pemeriksaan urine. Makanan lain yang tidak boleh diberikan kepada penderita kelainan
bawaan ini adalah ikan, kacang-kacangan, es krim, permen, cokelat, jeruk, nanas,
pisang, kopi, panili dan teh yang semuanya kaya akan ketiga jenis asam amino tersebut.

PENYAKIT COELIAG (Gluten Sensitive Enteropathy)


Penyakit coeliac terutama terjadi pada usia kanak-kanak dengan ditandai oleh gangguan
penyerapan makanan. Perubahan struktural terdapat pada mukosa usus halus. Gejala
penyakit ini mencakup kehilangan selera makan, malaise, distensi abdomen dan gejala
flatulensi. Gangguan absorpsi lemak mengakibatkan peningkatan ekskresi lemak ke
dalam tinja sehingga tinja anak tampak lembek, berwarna pucat dan berbau tidak enak.
Biasanya terdapat gejala anemia.
Gangguan tersebut disebabkan oleh kerentanan anak terhadap protein gluten seperti
yang terdapat dalam ketan, nasi dan gandum. Gluten sebenarnya merupakan campuran
dua macam protein, yaitu glutenin dan gliadin. Gliadin merupakan fraksi yang
menimbulkan penyakit coeliac.
Mekanisme kerja gliadin yang menimbulkan efek merugikan ini belum diketahui
sepenuhnya.

Diet
Diet bagi penderita penyakit coeliac harus bebas dari gluten yang terdapat dalam ketan,
beras, gandum atau pun havermout. Jenis-jenis formula khusus yang bebas dari unsur-
unsur tersebut dapat digunakan dalam diet penyakit coeliac. Suplementasi vitamin
diperlukan dan keadaan anemia diatasi dengan pemberian zat besi. Pada keadaan sakit
yang berat, kerusakan mukosa usus dapat sedemikian parah sehingga terjadi gangguan
pencernaan disakarida - khususnya pencernaan laktosa (gula susu). Pada keadaan ini,
dietnya harus bebas dari susu dalam tahap permulaan terapi. Kadang-kadang terjadi
gangguan penyerapan yang multiple, yaitu mencakup mal-absorpsi disakarida, protein
dan lemak. Untuk itu diperlukan jenis-jenis formula yang sesuai seperti dibicarakan di
atas.

Kesimpulan
Mempunyai anak yang harus menjalani suatu diet khusus dapat menimbulkan banyak
hambatan dan kesulitan dalam keluarga. Sebagai contoh, camilan seperti es krim atau
suguhan teh sering tidak mungkin dinikmati di hadapan anak. Karena itu, setiap orang
yang turut bertanggungjawab atas terlaksananya diet dan perawatan anak yang
menderita berbagai kelainan bawaan di atas harus memahami diet ini. Orang-orang
tersebut meliputi kakek dan nenek, pramusiwi, kakak, petugas kesehatan dan lain lain,
di samping tentu saja orang tua sendiri.

PERTANYAAN
1; Jelaskan mengapa diet diperlukan untuk mengatasi penyakit-penyakit seperti
galaktosemia, PKU, maple syrup disease dan penyakit coeliac?
2; Salah satu gejala intoleransi hidratarang adalah diare. Bagaimana hal ini
ditimbulkan?
3; Jelaskan prinsip diet bagi anak-anak yang menderita gangguan metabolisme asam
amino.