Anda di halaman 1dari 7

Kuningan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup baik.

Antara lain kuningan


memiliki potensi sumber daya kehutanan, sumber daya perkebunan, sumber daya pertanian,
sumber daya perikanan, sumber daya peternakan, sumber daya air, sumber daya panas bumi,
dan sumber daya pariwisata.
Kabupaten Kuningan dan ubi jalar yang tumbuh di Kecamatan Cilimus, Garawangi,
jalaksana, Pancalang, dan Mandirancan.ubi jalar merupakan komoditas unggulan kabupaten
kuningan yang pendapatan daerahnya berasal dari pertanian dan pariwisata, pengembangan
ubi jalar di kuningan meningkatkan pendapatan petani dan daerah, serta menambah devisa
negara adanya ekspor ubi jalar. Sentra ubi jalar di Kabupaten Kuningan pada mulanya
hanya ternbatas di Kecamatan Cilimus, Pancalang dan Jalaksana. Pengembangan komoditas
ubi jalar Kabupaten Kuningan meluas ke Kecamatan Japara, Kramatmulya, Cipicung,
Cigandamekar dan Sindangagung (Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, 2011).
Meluasnya pengembangan komoditas ubi jalar di Kabupaten Kuningan disebabkan
karena selain wilayahnya mempunyai struktur agroklimat yang mendukung juga dipacu oleh
munculnya industri pengolahan pasta ubi jalar, yaitu PT. Galih Eestetika yang hampir semua
produknya diekspor ke Jepang dengan volume permintaan sebesar 200.000 ton/tahun dan
adanya kemitraan dengan PT. Sun Yasai yang berlokasi di Lembang awa Barat (Badan Pusat
Statistik Kabupaten Kuningan. 2010).
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan. 2010. Data Sosial Ekonomi
Kabupaten Kuningan Tahun 2010.

Pengembangan komoditas unggulan (ubi jalar) berorientasi agribisnis di Kabupaten


Kuningan dengan didukung oleh luasnya lahan sawah 29.980.714 ha (irigasi teknis,
setengah teknis, sederhana dan tadah hujan) merupakan sektor terpenting yang dapat dan
perlu diupayakan guna meningkatkan pendapatan masyarakat. Akan tetapi, pengembangan
tersebut di masa sekarang dan yang akan datang akan dihadapkan pada berbagai tantangan
yang semakin berat dan kompleks.

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) atau dikenal juga dengan istilah ketela rambat
merupakan tanaman yang termasuk ke dalam jenis tanaman palawija, dapat berfungsi
sebagai pengganti bahan makanan pokok (beras) karena merupakan sumber karbohidrat.
Tanaman ubi jalar termasuk tumbuhan semusim (annual) yang mempunyai susunan tubuh
utama terdiri dari batang, ubi, daun, bunga, buah dan biji (Rukmana, 1997).

Karakteristik fisik ubi jalar


Tanaman ubi jalar yang sudah berumur 3 minggu setelah ditanam biasanya
sudah membentuk ubi. Bentuk ubi biasanya berbentuk bulat sampai lonjong dengan
permukaan rata sampai tidak rata. Bentuk ubi yang ideal adalah lonjong agak panjang
dengan berat antara 200 250 g per ubi. Kulit ubi berwarna putih, kuning, ungu atau ungu
kemerah-merahan, tergantung jenis atau varietasnya. Struktur kulit ubi bervariasi antara
tipis sampai dengan tebal, dan biasanya bergetah. Daging ubi berwarna putih, kuning, atau
jingga sedikit ungu. Ubi yang berkadar tepung tinggi cenderung manis (Rukmana,
1997). Sistematika (taksonomi) tumbuhan, kedudukan taksonomi ubi jalar sebagberikut
(Rukmana, 1997):

Kerajaan : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Bangsa : Convolvulales

Suku : Convolvulaceae

Marga : Ipomoea

Jenis : Ipomoea batatas L.

Selain itu, serat pangan ubi jalar merupakan polisakarida yang tidak tercerna dan
diserap di dalam usus halus, sehingga akan terfermentasi di dalam usus besar. Serat pangan
bermanfaat bagi keseimbangan flora usus dan bersifat prebiotik serta merangsang
pertumbuhan bakteri yang baik bagi usus, sehingga penyerapan zat gizi menjadi baik.

Ubi jalar merupakan tanaman yang sangat familiar bagi kita, banyak ditemukan di
pasar dengan harga relatif murah. Kita mengenal ada beberapa jenis ubi jalar. Jenis yang
paling umum adalah ubi jalar putih, merah, ungu, kuning atau orange. Kelebihan dari ubi
jalar yaitu mengandung antioksidan yang kuat untuk menetralisir keganasan radikal bebas
penyebab penuaan dini dan pencetus aneka penyakit degeneratif seperti kanker dan jantung.
Zat gizi lain yang banyak terdapat dalam ubi jalar adalah energi, vitamin C, vitamin B6
(Piridoksin) yang berperan penting dalam kekebalan tubuh. Kandungan mineralnya dalam
ubi jalar seperti fosfor, kalsium, mangan, zat besi dan serat yang larut untuk menyerap
kelebihan lemak/kolesterol dalam darah (Reifa, 2005).
Umbi tanaman ubi jalar ada yang berwarna ungu, oranye, kuning, danputih.
Daging ubi jalar putih dan ungu biasanya lebih padat dan kering, sedangkan daging ubi
jalar oranye dan kuning lebih lunak dan mengandung kadar air tinggi. Semakin pekat
warna merah ubi jalar, semakin tinggi kadar betakarotinnya. Ubi jalar putih hanya
mengandung betakarotin sebesar 260 mg/100 gram umbi. Ubi jalar kuning mengandung
betakarotin sebesar 2900 mg/100 gram umbi, sedangkan ubi jalar ungu tidak mengandung
betakarotin. Betakarotin berfungsi sebagai provitamin A di dalam tubuh manusia.
(Murtiningsih, 2011).

Tanaman ubi jalar dapat dibedakan menjadi beberapa golongan yaitu sebagai
berikut (Juanda, 2004):

1. Ubi jalar putih, yakni jenis ubi jalar yang memilki daging umbi berwarna putih.

2. Ubi jalar kuning, yakni jenis ubi jalar yang memiliki daging umbi berwarna kuning,
kuning muda atau putih kekuning-kuningan

3. Ubi jalar jingga, yakni jenis ubi jalar yang memilki daging umbi berwarna jingga, jingga
muda.

4. Ubi jalar ungu, yakni jenis ubi jalar yang memilki daging umbi berwarna ungu hingga
ungu muda.

Kandungan Gizi Ubi Jalar


Selain mengandung zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh, ubi jalar juga
mengandung zat anti gizi tripsin inhibitor dengan jumlah 0,26 %;43,6 IU per 100 gram ubi
jalar segar ( Bradbury, 1985). Tripsin inhibitor tersebut akan menutup gugus aktif enzim
tripsin sehingga aktivitas enzim tersebut terhambat dan tidak dapat melakukan fungsinya
sebagai pemecah protein. Namun demikian, aktivitas tripsin inhibitor tersebut dapat
dihilangkan dengan pengolahan sederhana yakni dengan cara pengukusan, perebusan dan
pemasakan ( Bradbury and Halloway, 1988).

Senyawa lain yang tidak menguntungkan pada ubi jalar adalah senyawa-senyawa
penyebab flatulensi, namun senyawa tersebut belum teridentifikasi secara jelas. Flatulensi
dapat disebabkan oleh senyawa karbohidrat yang tidak tercerna yang difermentasi oleh
bakteri tertentu dalam usus sehingga menghasilkan gas H2 dan CO2. Diduga flatulensi
disebakan oleh karbohidrat jenis rafinosa, stakios dan verbaskosa (Palmer, 1982).

Karbohidrat yang dikandung ubi jalar masuk dalam klasifikasi Low Glycemix Index
(LGI, 54), artinya komoditi ini sangat cocok untuk penderita diabetes. Mengonsumsi ubi jalar
tidak secara drastis menaikkan gula darah, berbeda halnya dengan sifat karbohidrat dengan
Glycemix index tinggi, seperti beras dan jagung.Sebagian besar serat ubi jalar merah
merupakan serat larut, yang menyerap kelebihan lemak/kolesterol darah, sehingga kadar
lemak/kolesterol dalam darah tetap aman terkendali. Kandungan karotenoid (betakaroten)
pada ubi jalar, dapat berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan yang tersimpan dalam ubi
jalar merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas. Kombinasi
betakaroten dan vitamin E dalam ubi jalar bekerja sama menghalau stroke dan serangan
jantung. Betakarotennya mencegah stroke sementara vitamin E mecegah terjadinya
penyumbatan dalam saluran pembuluh darah, sehingga dapat mencegah munculnya serangan
jantung.

Makanan khas Kabupaten Kuningan

Tahu lamping atau Tahu Kopeci

Tahu lamping (atau dikenal juga sebagai tahu kopeci) adalah tahu asli Kuningan.

Kuliner khas Kuningan yang satu ini konon lebih lezat daripada tahu sumedang.

Tahu lamping ini memiliki bagian dalam yang padat dan halus. Rasanya gurih.

Adapun pemberian nama lamping ini merujuk pada lokasi awal pembuatan tahu

lamping/tahu kopeci, yaitu di lamping (pinggir) Gunung Ciremai.

Berawal dari kerja keras sejumlah pemuda desa yang mencoba menciptakan kreasi penganan
tahu dari pengalaman yang mereka dapat secara turun temurun.

Kemudian berkembang, hingga akhirnya membentuk koperasi dengan nama Kopeci atau
Koperasi Pemuda Cigadung. Sejak itu juga tahu kami terkenal dengan nama "tahu Kopeci".
Seiring perjalanan waktu, ternyata kehadiran tahu Kopeci di Kuningan mendapat respon
positif dari masyarakat di sekitarnya. Bahkan anggota koperasi pun mulai membuat sendiri
tahu tersebut dengan nama yang sama.
.

Tahu Kopeci bentuknya sama seperti Tahu Sumedang dan sama-sama dikemas dengan
keranjang anyaman. Namun ada yang membuat tahu ini berbeda yakni apabila setelah
digoreng tidak kopong, tetap padat berisi, lebih mengenyangkan dan juga lebih gurih.
Komposisi tahu yang memiliki kepadatan dan gurih ini, salah satunya oleh cara pembuatan
dan penggunaan air yang jernih. Sebab, tidak sedikit jumlah pabrik pembuatan jarang
melakukan perhatian terhadap bahan baku dalam pengolahan. Tahu Kuningan berukuran kecil
dan berwarna cokelat di bagian luarnya. Sekilas, tahu Kuningan mempunyai kemiripan
dengan tahu Sumedang. Perbedaan keduanya terletak pada tekstur bagian dalam, tahu
Kuningan memiliki tekstur bagian dalam yang lebih padat dan lembut ketimbang tahu
Sumedang.

Tahu Kuningan berukuran kecil dan berwarna cokelat di bagian luarnya dengan cita rasa
kedelai yang masih sangat kental. Tahu Kopeci sangat cocok dinikmati bersamaan dengan
cabai rawit. Disamping rasanya yang gurih dan empuk, harganya pun tak membuat kantong
jadi bolong. Tahu Kopeci ini dijual dengan harga Rp 500 per buah, dan kalau beli dengan
jumlah yang banyak Tahu Kopeci akan dibungkus dengan tempat khusus yang terbuat dari
bambu.

Sebagai pelengkap para pedagang Tahu juga menyedia lontong dan susu kedelai, yang akan
membuat menyantap Tahu khas Kuningan ini kian nikmat. Gigitan pertama terasa renyah dan
ranum di luar, gigitan kedua terasa gurih dan lembut memberikan sensasi hangat di mulut.
Gigitan selanjutnya, lidah tak mau berhenti bergoyang. Mengingat rasanya yang lezat, Tahu
Kopeci kerap dijadikan oleh-oleh khas Kuningan.

Anda mungkin juga menyukai