Anda di halaman 1dari 19

Referat

MENOPAUSE DAN PERIMENOPAUSE SYNDROM

Makalah ini dibuat untuk melengkapi persyaratan mengikuti


Kepaniteraan Klinik Senior di SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
RSUD Kota Langsa.

Disusun oleh :
Melda Amalia

Pembimbing :
dr.Rina Agustina,Sp.OG
dr.Fahmi Nasution,Sp.OG

BAGIAN/SMF ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA
TAHUN 2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan referat ini dengan baik.
Penulisan referat ini merupakan salah satu syarat mengikuti ujian Kepaniteraan Klinik
Senior di SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUD Kota Langsa. Penulis
berharap referat ini bermanfaat untuk kepentingan pelayanan kesehatan, pendidikan,
penelitian dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh berbagai pihak yang
berkepentingan.
Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ungkapan terima kasih
kepada:

1. dr. Rina Agustina,Sp.OG dan dr. Fahmi Nasution,Sp.OG selaku pembimbing yang
telah memberikan bimbingan dalam penyusunan referat ini.
2. Rekan-rekan serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan referat
ini.
Penulis menyadari bahwa referat ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu,
jika ada kesalahan dalam segi apapun penulis minta maaf, dan penulis dengan terbuka
menerima saran dari pembaca, guna untuk memperbaiki semua kesalahan-kesalahan
dalam penulisan referat ini.

Langsa, Januari 2017

Penulis

2
BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Sudah merupakan hukum alam bahwa setiap mahluk hidup di dunia ini
mengalami proses penuaan. Pada manusia proses penuaan sebenarnya terjadi sejak
manusia dilahirkan dan berlangsung terus sampai mati. Setelah kurang lebih 30 tahun
lamanya ovarium berfungsi menghasilkan telur dan hormon-hormonnya terutama
estrogen dan progesterone, maka pada usia sekitar 45-55 tahun fungsinya akan menurun.
Berkurangnya fungsi ovarium tersebut berlangsung secara berangsur-angsur antara 4-5
tahun. Pada masa ini, ovarium tidak lagi peka terhadap rangsangan dari otak, sehingga
telur tidak dapat berkembang menjadi matang.Dengan demikian jarang terjadi ovulasi
dan akhirnya berhenti.Produksi estrogen makin lama semakin berkurang sehingga haid
pun menjadi tidak teratur dan akhirnya berhenti.Menopause merupakan salah satu fase
dari kehidupan normal seorang wanita.Pada masa menopause, reproduksi seorang wanita
berhenti dan terjadilah sejumlah perubahan fisiologis. Sebagian disebabkan oleh
berhentinya fungsi ovarium dan sebagian lagi disebabkan oleh proses penuaan.

EPIDEMIOLOGI

Menopause alami biasa terjadi pada usia 45-55 tahun. Pada negara-negara Industri,
rata-rata wanita mengalami menopause yaitu pada usia 51 tahun. Terdapat sedikit variasi
usia pada beberapa negara namun biasanya tidak jauh dari 51 tahun. Usia menopause
dapat menurun pada wanita yang merokok, nulipara, ataupun wanita dengan tingkat
sosioekonomi rendah.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI

Menopause menurut WHO didefinisikan sebagai berhentinya siklus menstruasi untuk


selamanya bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi sebagai akibat dari
hilangnya aktivitas folikel ovarium. Menopause diartikan sebagai tidak dijumpainya
menstruasi selama 12 bulan berturut-turut dimana ovarium secara progresif telah gagal
dalam memproduksi estrogen. Jumlah folikel yang mengalami atresia terus meningkat,
hingga pada suatu ketika tidak tersedia lagi folikel yang cukup.Selama transisi
menopause, wanita mengalami berbagai perubahan diantaranya fisik, psikologis, dan
sosial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Menopause menimbulkan
beberapa gejala yaitu : hot flushes, keringat malam, kekeringan vagina, depresi, mudah
tersinggung, sakit kepala, dan gangguan tidur.

Menopause berasal dari bahasa yunani yaitu men (month) dan pausis
(cessation).Masa peralihan antara siklus ovarium yang normal menuju kemunduran
fungsi ovarium disebut sebagai masa perimenopause.Produksi estrogen berkurang dan
haid tidak terjadi lagi. Setelah memasuki usia menopause selalu ditemukan kadar FSH
yang tinggi (>35 mIU/ml). Pada awal menopause kadang-kadang kadar estrogen rendah.
Bila seorang wanita tidak haid selama 12 bulan dan dijumpai kadar FSH >35 mIU/ml dan
kadar estradiol < 30 pg/ml, maka wanita tersebut dapat dikatakan telah mengalami
menopause.
Menopause terjadi pada usia kurang lebih 51 tahun. Klimakterium adalah suatumasa
yang sifatnya fisiologis peralihan antara masa reproduksi dan masa senium.
Masaklimakterium terdiri dari masa pramenopause, menopause dan
pascamenopause.Pramenopause yaitu 4-5 tahun sebelum menopause, mulai ada keluhan
klimakterium tetapiestrogen masih dibentuk. Pascamenopause yaitu 3-5 tahun setelah
menopause.

4
FISIOLOGI MENOPAUSE

Klimakterik merupakan periode peralihan dari fase reproduksi menuju fase usia
tua (senium) yang terjadi akibat menurunnya fungsi generatif maupun endokrinologik
dari ovarium. Selama menopause terjadi penurunan dari hormon ovarium dan
peningkatan dari hormon pituitary gonadotropin.Hormon ovarium sendiri dibagi menjadi
2 yaitu hormon steroid (estradiol dan progesteron) serta peptida (inhibin dan
aktivin).Estradiol dan hormon peptida dihasilkan oleh ovarian granulosa cell sedangkan
progesterone adalah produk dari corpus luteum.Inhibin berfungsi untuk mensupresi
sintesis dari FSH sedangkan aktivin menstimulasi sekresi dari FSH.
Pada umumnya orang lebih senang menggunakan istilah menopause, meskipun istilah
tersebut kurang tepat, karena menopause hanya merupakan kejadian sesaat saja, yaitu
perdarahan haid yang terakhir.Yang paling tepat digunakan adalah klimakterik, yaitu fase
peralihan antara pramenopause dan pascamenopause.Disebut pascamenopause bila telah
mengalami menopause 12 bulan sampai menuju ke senium. Senium adalah
pascamenopause lanjut yaitu setelah usia 65 tahun. Bila ovarium tidak berfungsi lagi
pada usia<40 tahun disebut klimakterium prekok. Fase klimakterik dibagi menjadi :

Pramenopause

5
Fase pramenopause adalah fase antara usia 40 tahun dan dimulainya fase klimakterik.
Fase ini ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur, dengan perdarahan haid yang
memanjang dan jumlah darah haid yang relatif banyak, dan kadang disertai nyeri
haid.Pada wanita tertentu telah timbul keluhan vasomotorik dan keluhan sindrom
premenstrual. Perubahan endokrinologik yang terjadi adalah fase folikuler yang
memendek, kadar estrogen yang tinggi, kadar FSH yang biasa tinggi namun bisa juga
normal. Fase luteal tetap stabil. Akibat kadar FSH yang tinggi ini dapat terjadi
perangsangan ovarium yang berlebihan sehingga dijumpai kadar estrogen yang sangat
tinggi.
Perimenopause
Perimenopause merupakan fase peralihan antara pramenopause dan pascamenopause,
dimana kondisi tubuh menyesuaikan diri dengan masa menopause yang berkisar antara 2-
8 tahun setelah periode terakhir menstruasi. Beberapa ahli menyatakan bahwa
perimenopause terdiri dari beberapa tahap, yaitu : tahap awal perimenopause, dapat
terjadi pada wanita usia 30 tahun namun umumnya dimulai antara usia 40-44 tahun dan
ditandai dengan adanya perubahan siklus dan lama menstruasi; tahap pertengahan
ditandai dengan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, tapi tetap terjadi setiap bulan;
dan tahap akhir saat siklus menstruasi mulai menghilang sampai akhirnya berhenti sama
sekali. Sekitar 6 bulan sebelum menopause, level estrogen turun secara drastis.
Menurut WHO: definisi perimenopause adalah 2-8 tahun sebelum menopause dan 1
tahun setelah berakhirnya haid. Definisi kerja yang lebih baik seperti yang dikatakan Dr.
Bachman dkk pada suatu seminar perimenopause, yaitu suatu fase sebelum menopause
yang umumnya terjadi antara umur 40-50 tahun, dimana terjadi transisi dari siklus haid
yang teratur menjadi suatu bentuk siklus yang tidak teratur dan periode amenore yang
berhubungan dengan perubahan hormonal.

1. Gambaran ringkas dari gejala-gejala perimenopause.


A. Perubahan pola haid
a. Siklus menjadi pendek (2-7 hari) :
- Siklus memanjang
- Haid tak teratur
b. Perubahan bentuk perdarahan

6
- Mula-mula banyak (akibat siklus anovulatoar) kemudian menjadi sedikit
- Spotting
- Perdarahan yang banyak, lama atau perdarahan intermenstrual
B. Ketidakstabilan vasomotor
- Hot flushes
- Keringat malam
- Gangguan tidur
C. Gangguan psikologis/kognitive
- Depresi
- Irritabilitas
- Perubahan mood
- Kurang konsentrasi, pelupa.
D. Gangguan seksual
- Kejadian gangguan seksual pada wanita perimenopause bervariasi dan
meningkat dengan bertambahnya umur.
- Gejala-gejala berupa; berkurangnya lubrikasi vagina, menurunnya libido,
dispareuni dan vaginismus.
E. Gejala-gejala somatik
- Sakit kepala
- Pembesaran mammae dan nyeri
- Palpitasi
- Pusing

Menopause
Jumlah folikel yang mengalami atresia semakin meningkat, sampai suatu ketika tidak
tersedia lagi folikel yang cukup.Produksi estrogen pun berkurang dan tidak terjadi haid
lagi yang berakhir dengan terjadinya menopause. Oleh karena itu, menopause diartikan
sebagai haid alami terakhir, dan hal ini tidak terjadi bila wanita menggunakan kontrasepsi
hormonal pada usia perimenopause. Perdarahan masih terus terjadi selama wanita masih
menggunakan pil kontrasepsi secara siklik dan wanita tersebut tidak mengalami keluhan
klimakterik. Kita tidak pernah tahu kapan wanita tersebut memasuki usia menopause.

7
Untuk menentukan diagnosis menopause, pil kontrasepsi harus segera dihentikan dan
satu bulan kemudian dilakukan pemeriksaan FSH dan estradiol. Bila pada usia
perimenopause ditemukan kadar FSH dan estradiol yang bervariasi, maka setelah
memasuki usia menopause akan selalu ditemukan kadar FSH yang tinggi (> 40 mlU/ml).
kadar estradiol pada awal menopause dijumpai rendah hanya pada sebagian wanita,
sedangkan pada sebagian wanita lain apalagi wanita gemuk kadar estradiol dapat tinggi.
Hal ini terjadi akibat proses aromatisasi androgen menjadi estrogen dalam jaringan
lemak. Diagnosis menopause yaitu apabila seorang wanita tidak haid selama 12 bulan,
dan dijumpai kadar FSH darah >40 mlU/ml dan kadar estradiol < 30 pg/ml.

Pascamenopause
Ovarium sudah tidak berfungsi sama sekali, kadar estradiol berada antara 20-30
pg/ml, dan kadar hormon gonadotropin biasanya meningkat. Peningkatan hormon
gonadotropin ini disebabkan oleh terhentinya produksi inhibin akibat tidak tersedianya
folikel dalam jumlah yang cukup. Pada usia reproduksi, folikel memproduksi inhibin
dalam jumlah yang cukup dan inhibin inilah yang menekan sekresi FSH. Akibat
rendahnya kadar estradiol, endometrium menjadi atropik dan tidak mungkin muncul haid
lagi. Pada wanita pascamenopause masih saja dapat dijumpai jenis steroid seks lain
dengan kadar normal dalam darah. Ternyata, ovarium wanita pascamenopause masih
memiliki kemampuan untuk menyintesis steroid seks.Sel-sel hilus dan korteks ovarium
masih dapat memproduksi androgen, estrogen, dan progesterone dalam jumlah
tertentu.Selain itu, jaringan tubuh tertentu seperti lemak, uterus, hati, otot, kulit, dan
rambut memiliki kemampuan mengaromatisasi androgen menjadi estrogen.Kelenjar
adrenal merupakan sumber androgen utama bagi wanita pascamenopause. Normalnya
pascamenopause berlangsung kira-kira 10-15 tahun dan diikuti oleh masa senium sekitar
usia 65 tahun sampai akhir kehidupan.

Senium

Seorang wanita disebut senium bila telah memasuki usia pasca menopause lanjut
sampai usia > 65 tahun.

KLASIFIKASI MENOPAUSE

8
Berdasarkan waktu terjadinya, menopause dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
1. Menopause alami (normal). Menopause alami terjadi seiring dengan bertambahnya usia,
ovarium akan mengalami penurunan fungsi yang mengakibatkan terjadinya penurunan
produksi hormon estrogen dan progesterone. Sebagai kompensasinya,tubuh pun bereaksi
dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian, diantaranya adalahdengan berhentinya
menstruasi. Menopause alami biasa terjadi pada usia 45-55 tahun.
2. Menopause dini (Surgical menopause/Premature menopause) dapat terjadi karenabuatan,
akibat operasi seperti pada pengangkatan ovarium atau akibat obat-obatanseperti pada
terapi radiasi maupun kemoterapi untuk pengobatan tumor padaperempuan yang masih
berovulasi. Atau karena kegagalan ovarium premature padausia 40, 30, bahkan 20 tahun.
Angka kejadian dari premature menopause meningkatkarena perkembangan dari
treatment kanker pada anak, remaja, ataupun wanita usiareproduktif. Hal yang sama juga
terjadi pada peningkatan insiden dilakukannyahisterektomi.
3. Menopause terlambat. Bila seorang perempuan masih mendapatkan haid di atas usia52
tahun maka disebut dengan menopause terlambat. Pada menopause terlambatdiperlukan
penelusuran yang lebih lanjut.. Kemungkinan penyebab bisa berupakonstitusional,
fibroma uteri, dan tumor yang menghasilkan estrogen. Pada perempuandengan karsinoma
endometrium, sering dijumpai adanya menopause yang terlambat.

ETIOLOGI MENOPAUSE

Penyebab menopause adalah matinya (burning out) ovarium.Sepanjang


kehidupanseks seorang wanita, kira-kira 400 folikel primordial tumbuh menjadi folikel
matang dan berovulasi, dan ratusan ribu ovum berdegenerasi. Pada usia sekitar 45 tahun,
hanya tinggalsedikit folikel primordial yang harus dirangsang oleh FSH dan LH.
Produksi esterogen dariovarium menurun saat jumlah folikel primordial mendekati nol.
Ketika produksi esterogenturun dibawah nilai kritis, esterogen tidak dapat lagi
menghambat produksi gonadotropin FSH dan LH. Sebaliknya, gonadotropin FSH dan LH

9
(terutama FSH) diproduksi sesudahmenopause dalam jumlah besar dan kontinu, tetapi
ketika folikel primordial yang tersisa menjadi atretik, produksi esterogen oleh ovarium
benar-benar turun menjadi nol.

PATOFISIOLOGI

Pada wanita menopause hilangnya fungsi ovarium secara bertahap akan menurunkan
kemampuannya dalam menjawab rangsangan hormon-hormon hipofisis untuk
menghasilkan hormon steroid. Saat dilahirkan wanita mempunyai kurang lebih 750.000
folikel primordial. Dengan meningkatnya usia, jumlah folikel tersebut akan semakin
berkurang. Pada usia 40-44 tahun rata-rata jumlah folikel primordial menurun sampai
8300 buah, yang disebabkan oleh adanya proses ovulasi pada setiap siklus juga karena
adanya apoptosis yaitu proses folikel primordial yang mati dan terhenti pertumbuhannya.
Proses tersebut terjadi terus-menerus selama kehidupan seorang wanita, hingga pada usia
sekitar 50 tahun fungsi ovarium menjadi sangat menurun. Apabila jumlah folikel
mencapai jumlah yang kritis, maka akan terjadi gangguan sistem pengaturan hormon
yang terjadinya insufisiensi korpus luteum, siklus haid anovulatorik dan pada akhirnya
terjadi oligomenore.
Perubahan-perunahan dalam sistem vaskularisasi ovarium sebagai akibat proses
penuaan dan terjadinya sklerosis pada sistem pembuluh darah ovarium diperkirakan
sebagai penyebab gangguan vaskularisasi ovarium. Terjadinya proses penuaan dan
penurunan fungsi ovarium menyebabkan ovarium tidak mampu menjawab rangsangan
hipofisis untuk menghasilkan hormon steroid. memproduksi estradiol, kelenjar hipofise
berusaha merangsang ovarium untuk menghasilkan estrogen, sehingga terjadi
peningkatan produksi FSH. Terdapat peningkatan 10-20 kali lipat pada kadar FSH dan 3
kali lipat pada kadar LH, yang mencapai kadar maksimal 1-3 tahun setelah menopause.
Peningkatan kadar FSH dan LH saat ini dalam kehidupan adalah bukti dari terjadinya
kegagalan ovarium. Meskipun perubahan ini mulai terjadi 3 tahun sebelum menopause,
penurunan produksi estrogen oleh ovarium baru tampak sekitar 6 bulan sebelum
menopause. Pada pasca menopause kadar LH dan FSH meningkat, FSH biasanya akan
lebih tinggi dari LH sehingga rasio FSH/LH menjadi lebih besar dari satu. Hal ini

10
disebabkan oleh hilangnya mekanisme umpan balik negatif dari steroid ovarium dan
inhibin terhadap pelepasan gonadotropin.
Diagnosis menopause dapat ditegakkan bila kadar FSH lebih dari 30 mIU/ml. Kadar
estradiol pada wanita pascamenopause lebih rendah dibandingkan dengan wanita usai
reproduksi pada setiap fase dari siklus haidnya. Pada wanita pascsamenopause estradiol
dan estron berasal dari konversi androgen adrenal di hati, ginjal, otak, kelenjar adrenal,
dan jaringan adipose. Proses aromatisasi yang terjadi di perifer berhubungan dengan berat
badan wanita. Wanita yang gemuk mempunyai kadar estrogen yang lebih tinggi
dibandingkan dengan wanita kurus karena meningkatnya aromatisasi perifer. Kadar
estradiol sirkulasi setelah menopause adalah sekitar 10-20 pg / mL, yang sebagian besar
berasal dari konversi perifer dari estrone, yang pada gilirannya terutama berasal

SYMPTOMS
A. Perubahan pola haid
Gejala paling umum pada wanita perimenopause adalah perubahan dari pola haid.
Lebih dari 90% wanita perimenopause akan mengalami perubahan dalam siklus haid.
Siklus yang memendek antara 2-7 hari sangatlah khas. Sebagai contoh, wanita dengan
siklus haid yang teratur antara 25-35 hari selama usia 20-30 tahun akan mengalami siklus
haid lebih sering terutama disebabkan oleh memendeknya fase folikel. Siklus haid yang
sebelumnya menetap tiap 28 hari akan menjadi siklus 25 atau 26 hari dan pada waktu
terjadi perimenopause kejadian oligomenorea meningkat.

Meskipun perdarahan tidak teratur sangat umum dan dianggap normal selama
perimenopause, berat dan lamanya perdarahan atau perdarahan diantara siklus haid

11
bukanlah hal yang normal. Apabila ditemukan perdarahan makan harus dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut seperti biopsi endometrium

B. Keluhan vasomotorik
Keluhan yang muncul berupa perasaan panas yang muncul tiba-tiba disertai keringat
banyak. Keluhan tersebut pertama kali muncul pada malam hari atau menjelang pagi, dan
lambat laun juga akan dirasakan pada siang hari. Keluhan vasomotor dapat terjadi baik
pada kadar estrogen rendah, normal, maupun tinggi. Semburan panas dirasakan mulai
dari daerah dada dan menjalar ke leher dan kepala. Kulit di daerah tersebut akan terlihat
kemerahan. Meskipun terasa panas, suhu badan tetap normal. Semburan panas ini akan
diikuti sakit kepala, perasaan kurang nyaman, dan peningkatan frekuensi nadi. Hal ini
disebabkan oleh peningkatan hormon adrenalin.Selain itu terjadi pula penurunan sekresi
hormon noradrenalin sehingga terjadi vasodilatasi pembuluh darah kulit, temperatur
sedikit meningkat dan timbul perasaan panas.

C. Keluhan somatic
Estrogen memicu pengeluaran endorfin dari susunan saraf pusat.Kekurangan
estrogen menyebabkan pengeluaran endorfin berkurang, sehingga ambang sakit juga
berkurang.Oleh karena itu, tidak heran kalau wanita peri/pascamenopause sering
mengeluh sakit pinggang atau mengeluh nyeri pada daerah kemaluan, tulang, dan otot.
Nyeri tulang dan otot merupakan keluhan yang paling sering dikeluhkan wanita usia
peri/pascamenopause. Pemberian TSH dapat menghilangkan keluhan tersebut.

D. Keluhan psikologi
Steroid seks sangat berperan terhadap fungsi susunan saraf pusat, terutama terhadap
perilaku, suasana hati, serta fungsi kognitif dan sensorik seseorang.Dengan demikian,
tidak heran apabila terjadi penurunan sekresi steroid seks maka timbul perubahan psikis
yang berat dan perubahan fungsi kognitif.Akibat kekurangan hormon estrogen pada
wanita pascamenopause, timbullah keluhan seperti depresi, mudah tersinggung, cepat
marah, dan merasa tertekan.

E. Gangguan Tidur
Beratnya gangguan tidur bervariasi dan sering dikeluhkan oleh wanita pada masa
perimenopause.Gangguan tidur bervariasi secara luas dan dapat menjadi kronik atau
sementara. Beberapa pola umum gangguan tidur diataranya:

12
- susah untuk jatuh tidur
- terbangun tengah malam dan sukar untuk kembali tidur
- bangun lebih awal dan tidak mampu untuk tidur kembali

F. Gangguan seksual
Selama masa transisi ke menopause, dimana kadar estrogen menurun maka frekuensi
gangguan seksual meningkat. Akibat berkurangnya hormon estrogen, aliran darah ke
vagina berkurang, cairan vagina berkurang, dan sel epitel vagina menjadi tipis dan mudah
cedera. Gejala dari gangguan seksual antara lain : berkurangnya lubrikasi vagina,
menurunnya libido, dispareuni, dan vaginismus.

G. Gangguan urogenital
- Ovarium
Pada usia> 30 tahun ovarium mulai mengecil dan jumlah kista fungsional bertambah,
yang mencapai puncaknya pada usia 40-45 tahun.
- Uterus
Begitu memasuki usia premenopause, panjang kavum uteri mulai berkurang. Pasca
menopause terjadi involusi miometrium, sehingga apabila terdapat mioma uteri maka
akan mengalami regresi. Hal ini disebabkan oleh rendahnya estrogen dalam darah.
- Serviks
Pada usia perimenopause, serviks juga mengalami proses involusi, serviks berkerut,
serta epitelnya menipis. Kelenjar endoservikal juga atrofi sehingga lendir serviks
berkurang.Kekurangan estrogen tidak begitu berpengaruh terhadap epitel serviks
dibandingkan terhadap epitel vagina.

- Vulva
Involusi vulva terjadi karena usia tua, sedangkan atrofi, hilangnya turgor, dan
elastisitas sangat dipengaruhi oleh estrogen. Pada pascamenopause, rambut pubis mulai
berkurang, labia mayora dan klitoris mengecil, dan introitus vagina menjadi sempit dan
kering.Kulit vulva menjadi atrofi, lemak subkutan berkurang, terjadi perubahan dalam
pembentukan epitel. Pasien akan mengeluh gatal, nyeri, dan sepertinya ada benda asing
di vagina. Gatal yang kronis sulit diobati, dan menyebabkan perasaan tidak nyaman.

- Vagina
Pascamenopause terjadi involusi vagina dan vagina kehilangan rugae.Epitel vagina
atrofi dan mudah cedera.Vaskularisasi dan aliran darah ke vagina berkurang sehingga
lubrikasi berkurang yang mengakibatkan hubungan seks menjadi sakit.

13
- saluran kemih
Kekurangan estrogen menyebabkan atrofi pada sel-sel uretra dan berkurangnya aliran
darah ke jaringan.Dengan adanya perubahan ini menyebabkan berkurangnya turgor dan
tonus dari otot polos uretra dan detrusor vesika dan mengganggu mekanisme kerja
jaringan-jaringan ikat. Akibatnya pada usia tua mudah terjadi kelemahan pada dasar
panggul dan berpengaruh terhadap integritas sistem neuromuscular.

DIAGNOSIS
A. Penilaian sendiri
Harus ditanyakan kapan seorang wanita pertama kali merasakan gejala-gejala
menopause.Hal ini harus berdasarkan persepsi mereka dengan adanya kekhawatiran
akibat perubahan pada tubuh mereka.

B. Gejala
Gejala klimakterik terutama merupakan keluhan vasomotor seperti hot flashes dan
keringat malam. Gejala lain adalah akibat berfluktuasinya kadar hormon estrogen dan
progesteron seperti vaginal dryness, keinginan seksual yang berubah, inkontinensia urine,
depresi, ketegangan syaraf dan iritabilitas serta gangguan tidur.

C. Riwayat medis dan riwayat keluarga


1. Usia menopause orang tua
Faktor genetic tampaknya menjadi faktor predisposisi bagi wanita untuk mengalami
menopause lebih cepat. Pada penelitian ditemukan bahwa wanita dengan riwayat
keluarga yang mengalami menopause sebelum usia 46 tahun beresiko tinggi untuk terjadi
menopause yang lebih cepat.
2. Status histerektomi
Wanita dengan conservation ovarium pada histerektomi mengeluh adanya gangguan
vasomotor lebih banyak, vaginal dryness, dan keluhan lain dibandingkan dengan wanita
yang tidak menjalani histerektomi.

D. Tanda fisik
1. Indeks maturasi
Penilaian terhadap defisiensi estrogen vagina adalah evaluasi terhadap indeks

14
pematangan epitel vagina. Prosedur ini dilakukan dengan cara pengambilan sel pada
batas atas dan sepertiga tengah dinding samping vagina menggunakan sikat. Dibuat slide
dan dilakukan pengecatan dengan tehnik Papanicolaou kemudian persentase dari sel
parabasal, intermediat dan superfisialis dihitung. Meskipun indeks maturasi berubah
secara bermakna setelah terapi pengganti estrogen, diagnosis tidak dapat membandingkan
indeks maturasi dengan karakteristik siklus haid.
2. pH vagina
Beberapa peneliti mengatakan bahwa peningkatan pH vagina (6,0-7,5) dimana tidak
ditemukan bakteri patogen menjadi alasan adanya penurunan kadar estradiol serum. Uji
ini dilakukan secara langsung dengan kertas pH pada dinding lateral vagina.Perubahan
pH dapat diakibatkan oleh berubahnya komposisi dari sekresi vagina yang menyertai
atropi.

3. Ketebalan kulit
Estrogen menstimulasi pertumbuhan epidermal, pembentukan kolagen, dan asam
hialuronik sehingga turgor dan vaskularisasi kulit bertambah. Selama klimakterik,
berkurangnya kadar estrogen mengakibatkan epidermis menjadi tipis dan atrofi.

E. Uji laboratorium
1. Pengukuran FSH
Pengukuran kadar plasma FSH telah dilakukan untuk mencoba mengidentifikasi
wanita perimenopause dan postmenopause. Kadar FSH yang tinggi menunjukkan telah
terjadi menopause yang terjadi pada ovarium.Ketika ovarium menjadi kurang responsif
terhadap stimulasi FSH dari kelenjar pituitari (produksi estrogen sedikit), kelenjar
pituitari meningkatkan produksi FSH untuk mencoba merangsang ovarium menghasilkan
estrogen lebih banyak.

2. Estradiol
Penelitian melaporkan bahwa wanita dengan early perimenopause (perubahan dalam
frekuensi siklus) kadar estradiol premenopause terjaga sedangkan pada perimenopause
lanjut (tidak haid dalam 3-11 bulan sebelumnya) dan wanita postmenopause terjadi
penurunan secara bermakna dari kadar estradiol. Estradiol dapat diukur dari plasma, urine
dan saliva. Seperti halnya FSH, kadar estradiol mempunyai variasi yang tinggi selama

15
perimenopause.

PENATALAKSANAAN
Semua wanita harus memahami bahwa pemberian Terapi Sulih Hormon (TSH) bukan
bertujuan untuk memperlambat menopause atau untuk mencegah agar tidak tua,
melainkan bertujuan untuk mengurangi, menghilangkan, dan mencegah keluhan ataupun
penyakit akibat kekurangan estrogen. Wanita yang direkomendasikan untuk diberikan
TSH adalah :
- semua wanita, tanpa kecuali, yang ingin menggunakan TSH untuk pencegahan
- semua wanita yang memiliki resiko penyakit kardiovaskuler, osteoporosis, dan kanker
usus
- semua wanita dengan keluhan klimakterik
Bila akan mulai dengan TSH, hal-hal berikut ini perlu diperhatikan :
A. Jelaskan kegunaan TSH. Berikan informasi terutama terhadap :
- lamanya TSH yang harus digunakan.
- Dapat terjadi perdarahan
- Pemberian TSH dapat menimbulkan beberapa efek samping
- Hubungan TSH dengan kanker payudara.

B. Pemeriksaan dasar
Pada saat pasien datang, perlu dilakukan pemeriksaan seperti :
- pemeriksaan panggul : perlu diketahui ada tidaknya mioma uteri. TSH memicu
pertumbuhan mioma uteri
- palpasi payudara : adanya benjolan pada payudara merupakan indikasi mutlak untuk
dilakukan mamografi/ USG payudara dan kalau perlu dilanjutkan dengan biopsy.
Kecurigaan akan kanker payudara merupakan kontraindikasi pemberian TSH.
- Pemeriksaan tekanan darah : hipertensi bukan merupakan kontraindikasi pemberian TSH,
tetapi pasien memerlukan pengawasan dan TSH diberikan bersamaan dengan obat
antihipertensi.
- Pemeriksaan densitometer tidak mutlak dilakukan dan lebih diutamakan bagi pasien
dengan faktor resiko osteoporosis

C. Tindak lanjut
Satu bulan kemudian pasien diminta datang untuk mengetahui hasil pemberian TSH
dan kemungkinan munculnya efek samping. Perdarahan bercak umumnya terjadi pada 6

16
bulan pertama pemberian TSH dan lambat laun akan hilang. Bila pada bulan pertama
tidak ada masalah maka pasien diminta datang 3 bulan kemudian. Lalu pasien diminta
untuk datang rutin setiap 6 bulan

Kontraindikasi Pemberian TSH


Kontraindikasi untuk estrogen :
Kanker payudara
Kanker payudara merupakan kontraindikasi absolut untuk estrogen.Riwayat kanker
payudara dalam keluarga bukan merupakan kontraindikasi pemberian TSH, asalkan
pasien berada dibawah pengawasan dokter dan dapat melakukan kontrol secara rutin.

Perdarahan dari vagina yang belum diketahui penyebabnya. Kanker endometrium


merupakan kontraindikasi absolut untuk estrogen.
Kerusakan hati yang berat.
Porfiria. Merupakan gangguan salah satu enzim yang diperlukan untuk sintesis heme
pada pembentukan hemoglobin. Estrogen dapat memberikan efek negatif terhadap enzim
ini.
Menderita penyakit tromboemboli
Kontraindikasi untuk progesterone
Meningioma. Pasien dengan meningioma boleh diberi estrogen saja
Terapi tambahan
Terdiri dari diet dan olahraga.Sebagian besar pasien dengan sindroma klimakterium
mengalami hipokalsemia, hiperkolesterolemia serta memiliki risiko terjadinya kanker
endometrium. Untuk mencegah hipokalsemia, perlu intake kalsium 1.000-1.500 mg/hari
(setara dengan 1 liter susu perhari), olahraga rutin. Pemberian preparat estrogen selama
beberapa tahun akan menurunkan kejadian patah tulang 50-60% dan mencegah
penyakit kardiovaskuler 45-50%.

BAB III
KESIMPULAN

17
Menopause merupakan salah satu fase kehidupan normal seorang wanita.Pada
masa menopause, reproduksi seorang wanita berhenti dan terjadi sejumlah perubahan
fisiologis.Perubahan fisiologis ini memang tidak mematikan namun dapat mengganggu
kualitas hidup sehari-hari. Menopause sendiri adalah masa berhentinya haid yang
permanen akibat dari hilangnya aktivitas folikuler ovarium dan terjadi sesudah 12 bulan
berturut-turut tidak mendapat haid dan tidak ada penyebab patologis atau fisiologis lain
yang nyata. Menopause alami biasa terjadi pada usia 45-55 tahun dengan rata-rata usia
wanita mengalami menopause yaitu usia 51 tahun.
Terdapat istilah klimakterik yaitu periode peralihan dari fase reproduksi menuju
fase usia tua (senium). Klimakterik ini dibagi menjadi pramenopause, perimenopause,
menopause, dan pascamenopause. Pada wanita yang mengalami menopause, biasa terjadi
perubahan-perubahan fisiologis seperti perubahan pola haid, keluhan vasomotor, keluhan
somatic, keluhan psikis, gangguan tidur, gangguan seksual, gangguan urogenital,
osteoporosis, dan penyakit kardiovaskular. Untuk mendiagnosis menopause dapat
dilakukan uji laboratorium seperti pengukuran FSH dan estradiol.
Terapi yang dapat diberikan untuk wanita menopause yaitu Terapi Sulih Hormon
namun pemberian terapi ini bukan bertujuan untuk memperlambat menopause melainkan
untuk mencegah dan mengurangi keluhan ataupun penyakit akibat kekurangan estrogen.

BAB IV
REFERENSI

18
1. Zieve, David. Menopause. PubMedHealth. September 2011.
2. Professor E. Barrett-Connor, Professor H. Burger, et al. Research on the Menopause in
the 1990s. WHO Scientific Group. Juni 1996.
3. Baziad, Ali. Menopause dan Andropause. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. Juni 2003.
4. Shuster, Lynne T. Premature Menopause or Early Menopause. NIHPA. February 2011.
5. Hickey M, Davison S, Elliot J. Hormone Replacement Therapy. BMJ. 2012; Feb
16;344:e763.
6. Keshavarz H. Hysterectomy Surveillance. MMWR. July 2002.
7. Soewondo, Pradana. Menopause, Andropause dan Somatopause Perubahan Hormonal
Pada Proses Menua dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta:
Interna Publishing. 2010. Hal 2078-2082.

19