Anda di halaman 1dari 33

Materi KKPI XII MM

(smk) lengkap
November 12, 2015Uncategorized
assalamualaikum, merdeka 354!!

Hari ini saya akan memberi post tentang materi KKPI kelas XII jurusan MM yaitu BAB 1-
3, cekidot

Mengenal Jaringan Komputer

Saat ini hampir setiap komputer yang kita temui merupakan bagian dari sebuah jaringan
komputer yang kompleks. Misalkan saja ketika sebuah laptop atau komputer yang
tadinya berdiri sendiri (stand alone) kemudian kita tambahkan sebuah USB Modem
sehingga terhubung ke internet, maka komputer kita telah terhubung dan merupakan
bagian dari sebuah jaringan yang sangat luas yaitu WAN (Wide Area Network).

Dalam artikel berikut ini kita akan mencoba mengenal pengertian dari jaringan
komputer, manfaat dan resiko dari jaringan komputer dan pembagian jaringan komputer
berdasarkan luas areanya yaitu PAN, LAN, MAN dan WAN.

Apa itu Jaringan Komputer?

Secara sederhana pengertian dari jaringan komputer adalah hubungan antara dua atau
lebih sistem komputer melalui media komunikasi untuk melakukan komunikasi data satu
dengan yang lainnya.

Manfaat Jaringan Komputer:

Manfaat utama yang dapat kita rasakan dari terbentuknya jaringan komputer adalah
kemampuan untuk saling berbagi sumber daya (resource sharing) yang kita miliki
seperti pemakaian printer, hardisk, CD ROM dan peripherial lain secara bersama-sama,
saling bertukar data (file sharing) dan berkomunikasi satu sama lain (email, chating
sampai video conference).

Kerugian Jaringan Komputer:

Sebenarnya istilah tepatnya mungkin bukan kerugian tetapi konsekuensi dari


terhubungnya sistem komputer kita ke jaringan komputer ini diantaranya adalah
masalah keamanan (security) baik pada pengaksesan berbagai sumberdaya dari pihak-
pihak yang tidak berwenang maupun masalah keamanan (ancaman virus) pada data
yang dipertukarkan.

Terlepas dari berbagai resiko yang harus kita hadapi, rasanya untuk komputer saat ini
terhubung atau merupakan bagian dari jaringan komputer merupakan hal yang tidak
bisa dihindari.
Jenis-Jenis Jaringan Komputer

Jenis-jenis jaringan komputer berdasarkan cakupan areanya dapat dibedakan menjadi


beberapa jenis yaitu PAN, LAN, MAN dan WAN.

1. PAN (Personal Area Network)

Pada saat kita saling menghubungkan komputer atau perangkat lain seperti handphone,
PDA, keyboard, mouse , headset wireless, camera dan peralatan lain yang jaraknya
cukup dekat (4-6 meter) maka kita telah membentuk suatu Personal Area Network. Hal
yang paling penting bahwa dalam PAN ini kita sendiri yang mengendalikan (authoritas)
pada semua peralatan tersebut. Selain dihubungkn langsung ke komputer lewat port
USB atau FireWire, PAN juga sering dibentuk dengan teknology wireless seperti
bluetooth, Infrared atau WIFI.

2. LAN (Local Area Network)

Inilah jaringan komputer yang sangat populer. LAN (Local Area Network) adalah
jaringan komputer yang mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus,
gedung, kantor, dalam rumah dan sekolah.

3. MAN (Metropolitan Area Network)


Metropolitan Area Network (MAN) adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan
transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai lokasi seperti
kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan
dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini berkisar antara 10 hingga 50 km.

4. WAN (Wide Area Network)

WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang
besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara,
atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan
saluran komunikasi publik. Internet merupakan contoh dari jaringan WAN ini.

Topologi Jaringan Komputer Lengkap


dengan Gambar
Pada saat kita ingin melakukan instalasi jaringan komputer, terlebih dahulu kita harus
memperhatikan bentuk/ struktur topologi yang dipakai.

Nah, artikel kali ini membahas tentang topologi jaringan pada komputer secara lengkap
dan komplit.

Topologi jaringan sendiri merupakan suatu bentuk/ struktur jaringan yang


menghubungkan antar komputer satu dengan yang lain dengan menggunakan media
kabel maupun nirkabel.

Dalam instalasi jaringan, kita harus benar-benar memperhatikan jenis, kelebihan dan
kekurangan masing-masing topologi jaringan yang akan kita gunakan. Berikut jenis-
jenis topologi jaringan beserta kelebihan dan kekurangannya :

1. Topologi Bus
Topologi bus bisa dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang
lainnya. Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic,
kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node.

Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client
dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor
sebagai kabel end to end .

Kelebihan Topologi Bus :

1. Biaya instalasi yang bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan
sedikit kabel.

2. Penambahan client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.

3. Topologi yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan

Kekurangan Topologi Bus :

1. Jika salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, hal
tersebut dapat mengganggu komputer workstation/ client yang lain.

2. Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien,


biasanya sering terjadi tabrakan data pada topologi ini.

3. Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan.

2. Topologi Star

Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang
biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client
yang lain.

Kelebihan Topologi Star

1. Apabila salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap
berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain.

2. Bersifat fleksibel
3. Tingkat keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus.

4. Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.

Kekurangan Topologi Star

1. Jika switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka
seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.

2. Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang
cukup mahal.

3. Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.

3. Topologi Ring

Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan
satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip
dengan cincin. Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN card untuk
menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.

Kelebihan Topologi Ring :

1. Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus.

2. Mudah diimplementasikan.

3. Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.

4. Biaya instalasi cukup murah

Kekurangan Topologi Ring :

1. Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau
node.

2. Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit.

3. Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.

4. Pada topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data).


4. Topologi Mesh

Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute
yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain
mengalami masalah.

Kelebihan Topologi Mesh :

1. Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir
akan adanya tabrakan data (collision).

2. Besar bandwidth yang cukup lebar.

3. Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.

Kekurangan Topologi Mesh :

1. Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit.

2. Membutuhkan banyak kabel.

3. Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak


kabel.

5. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya
menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung. Pada topologi ini biasanya
menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses
pertukaran data.

Kelebihan Topologi Peer to Peer

1. Biaya yang dibutuhkan sangat murah.

2. Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.

3. Instalasi jaringan yang cukup mudah.


Kekurangan Topologi Peer to Peer

1. Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.

2. Sulit dikembangkan.

3. Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.

4. Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

6. Topologi Linier

Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya
menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada
setiap komputer.

Kelebihan Topologi Linier

1. Mudah dikembangkan.

2. Membutuhkan sedikit kabel.

3. Tidak memperlukan kendali pusat.

4. Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang cukup sederhana.

Kekurangan Topologi Linier

1. Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.

2. Keamanan data kurang baik.

7. Topologi Tree

Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga
topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral
dengan hirarki yang berbeda-beda.

Kelebihan Topologi Tree


1. Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data
lebih baik dan mudah.

2. Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.

Kekurangan Topologi Tree

1. Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka


komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah

2. Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.

3. Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat


dari teknologi ini.

8. Topologi Hybrid

Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang berbeda.
Pada saat dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung satu sama lain, disaat itulah
gabungan topologi tersebut membentuk topologi hybrid.

Kelebihan Topologi Hybrid

1. Freksibel

2. Penambahan koneksi lainnya sangatlah mudah.

Kekurangan Topologi Hybrid

1. Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit.

2. Biaya pembangunan pada topologi ini juga terbilang mahal.

3. Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini bisa dibilang cukup rumit,
karena terdapat topologi yang berbeda-beda.

Macam Macam Perangkat Jaringan Dan Fungsinya

Perangkat Jaringan Adalah perangkat yang digunakan sebagai pemecah jaringan,


Berikut Contoh Perangkat Jaringan :
1.Hub
Hub Adalah Perangkat yang menggandakan frame data yang berasal dari salah satu
komputer ke semua port sehingga semua komputer yang terhubung dengan port akan
menerima data juga

Gambar Hub

2.Repeater
Repeater adalah Perangkat yang dapat menerima sinyal kemudian memperkuat sinyal
dan mengirim kembali sinyal ke tempat lain yang menjangkau area lebih jauh

Gambar Repeater

3.Bridge
Bridge adalah peralatan yang dapat menghubungkan beberapa segmen dalam sebuah
jaringan, bridge dapat mengenali mac adress

Gambar Bridge

4.Switch
Switch, cara kerja switch sama seperti Hub, tetapi switch memiliki sejumlah port
sehingga switch disebut multi port bridge, namun switch mempunyai collision domain
yang sangat mempercepat pengiriman data pada jaringan
Gambar Switch

5.Router
Router adalah Peralatan jaringan yang menghubungkan satu jaringan ke jaringan lain,
Router Lebih cerdas dibandingkan Bridge, Karna Router bisa memutuskan rute terbaik
yang akan ditempuh oleh paket data

Gambar Router

6.Modem
Modem adalah dengan kata lain Modulator & Demodulator.
Fungsi Modulator adalah Bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal
pembawa untuk dikirim Fungsi Demodulator adalah Bagian yang memisahkan sinyal
informasi

Gambar Modem

7.NIC (Network Interface Card)


NIC adalah Peralatan jaringan yang langsung terhubung dengan komputer dan didesain
agar komputer dalam jaringan dapat berkomunikasi, NIC menghasilkan BIT-BIT yang
sebenarnya
Gambar NIC

8.Wireless Adapter
Wireless Adapter adalah merupakan interface end user ke jaringan wireless biasa
disebut PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association)

Gambar Wireless Adapter

1. KOMPUTER SERVER

Pengertian Komputer Server

Yang pertama kali akan kita bahas dalam artikel berjudul macam-macam perangkat
keras jaringan komputer ini adalah komputer server. Adapun pengertian komputer
server yakni sebuah sistem yang menyediakan berbagai jenis layanan, serta dapat
diakses oleh komputer client yang sedang terhubung pada sebuah jaringan, baik itu
jaringan internet ataupun intranet. Sederhananya, komputer server adalah pihak yang
menyediakan sumber daya secara maksimal untuk digunakan oleh komputer client,
tetapi komputer server sendiri tidak menggunakan sumber daya dari komputer lain.

Mengingat tugasnya yang cukup besar dan umumnya harus sanggup beroperasi
selama 24 jam penuh, maka komputer server harus didukung dengan spesifikasi yang
mumpuni dan cenderung berbeda dibanding spesifikasi pada komputer-komputer biasa.
Selain itu komputer server juga harus memiliki sistem operasi khusus atau umumnya
disebut dengan istilah Sistem Operasi Jaringan.

Komputer server terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya yaitu :

Server Web
Server Applikasi

Server Database

Fungsi Komputer Server

Fungsi Komputer Server

Komputer server berfungsi sebagai unit yang menyimpan berbagai macam bentuk
informasi, sekaligus bertugas sebagai pengelola suatu jaringan komputer. Komputer
server lah yang melayani seluruh client atau workstation yang terhubung ke jaringannya.
Mengingat posisi komputer server yang menaungi banyak komputer client sekaligus,
karena itulah perangkat keras jaringan komputer yang satu ini kerap dijuluki sebagai
Komputer Induk.

2. KOMPUTER CLIENT

Pengertian Komputer Client

Komputer Client adalah seperangkat komputer yang digunakan untuk melakukan


pengolahan data yang diambil dari komputer server. Sederhananya, komputer client
adalah pihak yang mendapat layanan dari komputer server, dimana peran komputer
client ini terbatas hanya sebagai pengguna semata dan tidak menyediakan sumber
daya. Jika komputer server kerap disebut-sebut sebagai komputer induk, maka
komputer client justru lebih sering disebut dengan istilah Workstation atau Node.

Fungsi Komputer Client

Dalam sebuah jaringan, fungsi komputer client yakni memungkinkan pengguna untuk
mengakses servis atau layanan dari komputer server. Mengingat segala sistem yang
terjadi dalam sebuah jaringan hanya dilakukan oleh satu komputer yang bertugas
sebagai server, maka komputer client mampu memberikan akses yang cukup cepat
bagi pengguna (manusia) karena tidak akan di bebani dengan pengolahan ataupun
tugas-tugas lainnya.

3. NIC (NETWORK INTERFACE CARD)


Pengertian NIC (Network Interface Card)

Dalam bahasa Indonesia, NIC atau Network Interface Card dapat diartikan sebagai
Kartu Jaringan, namun istilah yang lebih populer untuk menyebut NIC adalah Ethernet
Card atau LAN Card.

NIC (Network Interface Card) merupakan salah satu perangkat keras jaringan komputer
yang menyediakan media untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer
lainnya.

Saat ini ada beberapa jenis pengaplikasian yang dilakukan untuk menanamkan NIC ke
dalam sebuah komputer. Ada yang sudah terintegrasi dengan motherboard, kemudian
ada juga yang berupa kartu dan ditancapkan ke slot ekspansi motherboard, lalu yang
paling canggih adalah NIC yang berupa USB. Meskipun tren jaringan komputer yang
memanfaatkan NIC sudah mulai tergeser dengan adanya WIFI yang lebih praktis dan
efisien, namun NIC masih umum digunakan sampai saat ini.

Jenis NIC atau kartu jaringan yang umum ditemui saat ini biasanya terdiri dari 2 jenis
yaitu :

1. NIC yang Bersifat Fisik


NIC yang bersifat fisik adalah kartu jaringan yang berwujud fisik seperti ethernet dan
tokenring.

2. NIC yang Bersifat Logis.


NIC yang bersifat logis yaitu loopback adapter dan Dial-up Adapter.

Pada setiap NIC akan memiliki nomor alamat yang disebut sebagai MAC address yang
dapat bersifat statis ataupun dinamis.Pada kartu jaringan tersebut terdapat sebuah port
untuk kabel jaringan, disinilah tempat RJ45 dari kabel utp dicolokkan agar bisa
terhubung ke sebuah jaringan komputer. NIC yang sedang bekerja akan dapat terlihat
dari lampu indikator yang menyala di kartu jaringan tersebut.

Fungsi NIC (Network Interface Card)

Pada dasarnya agar dapat dijalankan dalam suatu jaringan, NIC harus terpasang di
dalam komputer client dan komputer server. Fungsi perangkat keras jaringan
komputer yang satu ini terbagi menjadi 2, yaitu :

Sebagai piranti yang menyambungkan kabel jaringan dengan komputer.

Sebagai piranti yang menyediakan pengalamatan secara fisik. Yang mana hal ini
sekaligus menegaskan bahwa NIC memiliki kode tertentu yang unik.
4. KABEL JARINGAN

Pengertian Kabel Jaringan

Alat berikutnya yang menjadi bagian dari macam-macam perangkat keras jaringan
komputer adalah kabel jaringan. Adapun pengertian kabel jaringan yakni kabel yang
dirancang khusus sebagai penghubung dalam suatu jaringan komputer, yang mana
sifatnya masuk dalam kategori sebagai media transmisi terarah (guided/wireline).

Jika diurai lagi, umumnya ada 3 macam tipe kabel yang masuk dalam kategori kabel
jaringan yaitu kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), kabel Coaxial dan kabel Fiber
Optic. Diantara ketiga kabel jaringan tersebut, kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
adalah yang paling sering digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer,
karena dianggap lebih mudah dipasang, ukurannya lebih kecil dan harga serta biaya
instalasinya lebih murah dibandingkan dua kabel lainnya.

Tak berbeda jauh dengan NIC (Network Interface Card) yang keberadaannya sudah
mulai ditinggalkan semenjak tren WiFi mulai mengambil alih dunia jaringan komputer,
begitu pula yang terjadi dengan kabel jaringan yang keberadaannya kian hari kian
berkurang lantaran tidak sepraktis WiFi yang punya kelebihan sebagai teknologi tanpa
kabel (wireless) atau nirkabel. Pun demikian bukan berarti kabel jaringan serta-merta
ditinggalkan begitu saja. Beberapa kalangan masih banyak yang menggunakan kabel
jaringan karena dinilai sanggup memberi konektivitas yang cenderung lebih stabil
ketimbang WiFi.

Fungsi Kabel Jaringan

Dalam perannya sebagai salah satu perangkat keras jaringan komputer, kabel
jaringan berfungsi sebagai media transmisi untuk membangun sebuah jaringan
komputer. Lewat kabel jaringan lah transmisi data dalam suatu jaringan komputer dapat
diaruskan dengan baik dan tepat sasaran. Baik antara komputer dengan komputer, dari
server ke switch/hub dan lain lain, atau antara satu user dengan user lainnya yang
berada di dalam satu wilayah lokal.

5. KONEKTOR
Pengertian Konektor

Perangkat keras untuk jaringan komputer selanjutnya adalah konektor.


Adapun pengertian konektor adalah perangkat keras yang digunakan sebagai
penghubung antara kabel dengan komputer.

Dalam dunia jaringan komputer, tiap-tiap jenis kabel memiliki konektor yang berbeda-
beda pula. Sebagai contoh, kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti Ethernet
kategori 5 biasanya menggunakan konektor jenis RJ-45, kabel coaxial menggunakan
konektor jenis BNC/T, sementara kabel fiber optic menggunakan konektor jenis ST.

Fungsi Konektor

Dalam penerapannya sebagai perangkat keras jaringan komputer, konektor memiliki


fungsi penting sebagai penghubung antara kabel dengan colokan NIC (Network
Interface Card) yang terletak pada sebuah komputer. Lewat konektor inilah aliran arus
berupa transmisi antara kabel dan komputer dapat terjadi, sekaligus memantapkan
posisi kabel agar dapat tertancap dengan baik di coloan NIC (Network Interface Card).

6. HUB

Pengertian Hub

Alat penting lainnya yang masuk dalam kategori macam-macam perangkat keras
jaringan komputer berikutnya adalah Hub. Definisi atau pengertian Hub yaitu
komponen jaringan komputer yang memiliki colokan (port-port), yang umunya
digunakan untuk menyatukan kabel-kabel jaringan dari tiap workstation, server atau
perangkat jaringan lainnya.

Sederhana-nya, hub merupakan media transmisi untuk menghubungkan beberapa


kabel jaringan sekaligus. Atau jika dianalogikan sebagai sebuah jembatan, maka bisa
dikatakan bahwa hub merupakan jalan yang menghubungkan beberapa kota atau
provinsi.

Jumlah port yang terdapat pada sebuah Hub biasanya beragam, ada yang 8, 16, 24,
atau 32 port. Hub juga merupakan perangkat keras jaringan yang populer dipakai untuk
membangun topologi bintang, dimana kabel Twisted Pair yang berasal dari sebuah
workstation masuk ke dalam hub.

Keuntungan mengunakan hub adalah fleksibelitas yang dimiliki, sehingga setiap client
dapat ditambahkan setiap waktu tanpa menganggu jaringan yang sedang beroperasi.
Akan tetapi hub tidak mampu membaca data dan tidak mengetahui sumber dari tujuan
paket-paket yang dilepaskan melalui Hub tersebut.

Fungsi Hub

Fungsi hub sangat vital sekali terhadap jaringan komputer karena perangkat keras
jaringan komputer yang satu ini merupakan penerima sinyal dari sebuah komputer dan
merupakan titik pusat yang kemudian menyalurkan sinyal atau transmisi ke seluruh
komputer yang berada di sebuah jaringan tertentu.

Hub juga berperan sebagai penguat sinyal kabel UTP, konsentrator dan penyambung ke
perangkat keras komputer lainnya. Saking pentingnya, Hub yang berpengaruh besar
terhadap cepat atau lambatnya proses koneksi di dalam suatu jaringan tidak boleh
mengalami kerusakan karena dapat menyebabkan seluruh jaringan komputer
mengalami gangguan atau bahkan lumpuh.

7. SWITCH

Pengertian Switch

Berikutnya yang masuk dalam macam-macam perangkat keras jaringan


komputer adalah switch. Ini merupakan perangkat keras komputer yang sejatinya
memilki prinsip tak jauh berbeda dengan Hub. Hanya saja switch memiliki tugas yang
sedikit lebih rumit sekaligus memiliki kecerdasan yang lebih baik ketimbang Hub.

Switch memiliki kecepatan transfer data dari server ke workstation atau sebaliknya. Jika
dibandingkan dengan bridge, cara kerja yang dimilikinya hampir sama namun switch
memiliki jumlah port yang banyak sehingga switch sering dinamakan multi-port bridge.

Fungsi Switch

Perangkat keras jaringan komputer yang satu ini berfungsi sebagai media transmisi
komputer untuk membentuk segmen jaringan. Switch bertindak sebagai perangkat yang
mengontrol sinyal listrik, serta di sisi lain juga menganalisa paket data atau informasi
pada lapisan (layer data link) sebelum dikirim ke tujuan. Adapun paket data atau
informasi yang dianalisa switch adalah alamat MAC address dari setiap perangkat dan
komputer yang tersambung dengan dirinya.

8. REPEATER
Pengertian Repeater

Jenis perangkat keras jaringan komputer selanjutnya adalah repeater. Sederhananya,


repeater adalah alat yang digunakan untuk memperkuat sinyal di dalam jaringan
komputer. Cara kerjanya kira-kira sebagai berikut : sinyal yang diterima dari satu
segmen kabel LAN ke segmen LAN berikutnya akan diproses, lalu dipancarkan kembali
dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen lainnya.

Fungsi Repeater

Fungsi repeater pada umumnya adalah mengulangi kembali sinyal, dengan tujuan
untuk memperkuat sinyal yang diterima dari suatu segmen jaringan sebelum kemudian
dipancarkan kembali sehingga lebih kuat dan dapat mencapai jarak yang lebih jauh
atau memperluas jangkauan. Dengan adanya repeater, maka jarak antar workstation
dapat dibuat semakin jauh tanpa perlu khawatir akan hilangnya sinyal.

9. BRIDGE

Pengertian Bridge

Diantara macam-macam perangkat keras jaringan komputer lainnya, bisa dikatakan


bahwa bridge termasuk salah satu alat yang canggih sekaligus cerdas. Pengertian
bridgeadalah perangkat yang menghubungkan beberapa jaringan untuk mendapatkan
jaringan yang efisien, dimana kebanyakan bridge dapat mengetahui masing-masing
alamat dari tiap segmen komputer pada jaringan di sekitarnya.

Fungsi Bridge

Pada dasarnya fungsi bridge hampir serupa dengan fungsi repeater, hanya saja bridge
lebih cerdas dan fleksibel ketimbang repeater. Adapun salah satu keunggulan bridge
yaitu dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang
berbeda, misalnya menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband,
ataupun menghubungkan tipe topologi yang berbeda.

Jika dianalogikan secara sederhana, cara kerja bridge menyerupai polisi lalu lintas yang
mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Bridge adalah alat yang
mengatur agar informasi di antara kedua sisi jaringan tetap berjalan dengan baik dan
teratur, menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah (baik jaringan yang sama
maupun berbeda), serta memetakan alamat jaringan dan hanya memperbolehkan lalu
lintas data yang diperlukan saja.

10. ROUTER

Pengertian Router

Pengertian Router yaitu salah satu perangkat keras dalam jaringan komputer yang
dilengkapi oleh Network Operating System sehingga dapat menghubungkan dua atau
lebih jaringan komputer yang berbeda. Sederhananya, router digunakan untuk membagi
protocol kepada jaringan-jaringan lainnya, dengan begitu maka protocol bisa di-sharing
ke bebrerapa perangkat jaringan lainnya sekaligus.

Router memiliki kemampuan untuk menyaring atau menfilter data yang lalu lalang di
jaringan berdasarkan aturan atau protocol tertentu. Jika disederhanakan, router adalah
alat yang menentukan jalur mana yang terbaik untuk dilewati paket data agar data
tersebut dapat sampai ke tujuannya. Router akan mencari jalur yang terbaik untuk
mengirimkan sebuah sinyal berdasarkan alamat tujuan dan alamat asal.

Jika dibandingkan dengan bridge yang dapat mengetahui alamat masing-masing


komputer pada masing-masing jaringan sisi jaringan, Router justru dapat mengetahui
keseluruhan jaringan melihat sisi yang paling sibuk dan router juga dapat menarik data
dari sisi yang sibuk tersebut.

Fungsi Router

Sekilas, fungsi router mirip dengan fungsi perangkat keras jaringan komputer lainnya
seperti hub/switch. Hanya saja jika switch lebih berfungsi sebagai penghubung
beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN), router memiliki
kemampuan yang lebih luas lagi karena berfungsi sebagai penghubung antara
beberapa jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya seperti
jaringan model LAN, MAN, bahkan WAN.
11. GATEWAY

Pengertian Gateway

Dalam bahasa Indonesia, istilah gateway dapat diartikan sebagai gerbang jaringan.
Sementara pengertian dari gateway itu sendiri yakni perangkat berupa hardware atau
software dalam jaringan komputer, yang digunakan untuk menghubungkan satu
jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer lainnya yang
menggunakan protokol komunikasi yang berbeda.

Umumnya penggunaan gateway lebih sering diterapkan pada jaringan komputer dengan
skala yang besar. Alhasil penggunaan gateway jadi jarang ditemukan dan menimbulkan
kesalahan persepsi di kalangan pengguna jaringan komputer yang kerap menganggap
bahwa gateway memiliki definisi dan konsep cara kerja yang sama seperti router.
Padahal jika ditelusuri lebih dalam, sebenarnya gateway dan router memiliki detail cara
kerja yang berbeda dan tidak bisa dikatakan sama begitu saja.

Fungsi Gateway

Fungsi gateway yakni untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan jaringan
komputer lainnya meski kedua jaringan tersebut menggunakan protokol komunikasi
yang berbeda. Sederhananya,g ateway adalah yang menjembatani dua aplikasi atau
jaringan yang tidak kompatibel, sehingga dapat saling bertukar data antar komputer
yang berbeda-beda.

12. ACCESS POINT

Pengertian Access Point

Berikutnya yang masuk dalam jajaran macam-macam perangkat keras jaringan


komputer adalah access point. Adapun pengertian access point yaitu sebuah alat yang
digunakan sebagai perpanjangan tangan dari alat-alat wireless ke sebuah jaringan
berkabel (wired network), dimana tujuan utama dari penggunaan access point adalah
untuk membuat jaringan WLAN (Wireless Local Area Network).

Fungsi Access Point


Dalam sebuah jaringan komputer, fungsi access point yakni sebagai Hub/Switch yang
bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel.
Access point bekerja dengan cara memancarkan sinyal melalui gelombang radio,
sehingga cakupan jaringan yang terbentuk menjadi lebih luas. Mengingat fungsinya
sebagai penerima sekaligus pemancar itulah maka access point kerap disebut dengan
istilah base station.

13. MODEM

Pengertian Modem

Alat berikutnya yang masuk dalam kategori macam-macam perangkat keras jaringan
komputer adalah modem. Adapun pengertian modem yaitu singkatan dari dua kata
yang terdiri dari : Modulator dan Demodulator. Definisi Modulator yakni alat yang
bertugas untuk mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (carrier) agar
dapat dikirim ke pengguna melalui media tertentu. Sedangkan definisi Demodulator
yakni kebalikan dari Modulator itu sendiri, dimana tugasnya yaitu sebagai alat yang
memproses agar bisa mendapatkan kembali sinyal yang dikirim oleh pengirim. Dalam
sistem kerjanya, sinyal akan dipisahkan dari frekuensi tinggi dan sinyal yang berupa
analog akan diubah kembali menjadi sinyal digital agar bisa diterima dengan baik oleh
komputer.

Dari definisi dua kata tersebut maka bisa ditarik kesimpulan bahwa pengertian
modem adalah alat komunikasi dua arah. Dimana biasanya modem menerima
rangkaian pulsa biner dari periferal komputer, kemudian memodulasi karakteristik sinyal
analog agar dapat disalurkan melalui saluran telepon atau cablelines. Sedangkan pada
si penerima, sinyal yang ditumpangi ini oleh rangkaian demodulator dipisahkan kembali
dari sinyal yang menumpanginya sehingga dapat dibaca oleh komputer dan proses ini
di sebut proses demodulasi.

Fungsi Modem

Sebagai salah satu perangkat keras jaringan komputer yang memiliki peran penting,
modem berfungsi sebagai penghubung jaringan LAN dengan internet. Berkat modem-
lah sinyal digital dari komputer dapat dubah menjadi sinyal analog ketika melewati
medium seperti saluran telepon sehingga dapat dipahami oleh kita manusia. Proses
kebalikannya juga sama, dimana sinyal analog diubah terlebih dahulu oleh modem
menjadi sinyal digital agar dapat dipahami oleh komputer.

Demikian penjelasan tentang Macam-Macam Perangkat Keras Jaringan Komputer


Beserta Fungsinya ala teknodaily.com kali ini. Semoga dapat menjadi informasi yang
bermanfaat bagi Anda semua.
Perangkat lunak jaringan

Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi


Jaringan Komputer
Sistem operasi dan aplikasi jaringan ataupun layanan jaringan merupakan komponen
perangkat lunak jaringan komputer. Sistem Operasi Jaringan komputer adalah tulang
punggung dari setiap jaringan komputer. Sistem operasi jaringan dibutuhkan untuk
mengelola aliran data antara workstation dan server. Hal ini pula agar workstation
dapat bekerja dengan drive pada perangkat yang terpasang pada jaringan, misalnya
printer yang tidak secara fisik terhubung ke workstation atau komputer client

sistem operasi jaringan komputer

Fungsi Sistem Operasi jaringan Komputer

1. Fungsi sistem operasi jaringan, merupakan fungsi networking basics, dapat


membedakan beberapa bagian pada unit-unitkomputer dalam jaringan.

2. Kontrol sumber daya lokal komputer, meliputi: fungsi proses dan distribusi antar
memori, proses perencanaan dan penjadwalan, prosesor manajemen dalam mesin
multiprosesor, kontrol peripheral, dan proses fungsi manajemen sumber daya lainnya
dari OS lokal.

3. Sistem Operasi pada server harus mampu melakukan Kontrol Sarana sumber
daya jaringan agar dapat digunakan secara bersama, penguncian berkas dan
penguncian record, yang dipakai bersama mereka;Menjaga sumber daya dan direktori
jaringan; pengelolaam permintaan akses remote ke sistem file dan
database; manajeme antrian permintaan(query) bagi pengguna jarak jauh untuk
perangkat periferal.

4. Sistem Operasi jaringa melayani permintaan klien untuk mengakses aplikasi dan
sumber daya jaringan Sistem operasi ini mengarahkan permintaan untuk sumber daya
jaringan dari aplikasi remote dan pengguna, dimana permintaan berasal dari form
aplikasi jaringan lokal yang konsisten ditransmisikan ke server. dan pada bagian klien
menerima respon dari server dan mengkonversikannya ke format lokal, sehingga
permohonan permintaan eksekusi lokal dan remote dapat dibedakan.

5. Sistem operasi sebagai sarana komunikasi artinya melayani pertukaran pesan


pada jaringan. Pada sisi server menangani dan menyediakan routing, buffering pesan,
mengirim pesan melalui jaringan, dan keandalan transmisi, dll.

Macam-Macam Sistem Operasi Jaringan Komputer

Unix OS
UNIX adalah sistem operasi jaringan komputer yang sangat handal, fleksibel dan
dinami, mampu menangani hampir semua tugas yang diusulkan oleh pengguna. Unix
menawarkan berbagai tools yang dapat membantu a memecahkan sebagian besar
masalah yang dihadapi ketika bekerja dengan teknologi informasi. Sistem operasi UNIX
dikenal karena kekuatan, stabilitas dan kehandalan, otomatisasi secara penuh, serta
dukungan beberapa bahasa pemrograman.

Jenis Sistem operasi ini menawarkan solusi optimal untuk Internet, termasuk akses ke
sumber daya, Web, Telnet, FTP, database, dan lain-lain Karena sistem UNIX dibuat
khusus untuk pengolahan data skala besar dan integrasi penuh dari lingkungan
jaringan, hampir selalu melebihi kombinasi lainnya hardware dan software. Linux adalah
versi UNIX, diadaptasi untuk prosesor Intel.

Sistem Operasi Jaringan Komputer NetWare Novell


Novell adalah salah satu perusahaan pertama yang mulai membuat LAN. Sebagai file
server NetWare dapat digunakan dalam PC biasa, sistem operasi jaringan yang
mengontrol pengoperasian LAN. Fungsi kontrol termasuk koordinasi workstation dan
mengelola file sharing dan printer di LAN. semua file workstation tersimpan pada file
hard drive server bukan pada disk workstation.

Sistem operasi jaringan Komputer dari Microsoft

1. Windows NT
Windows NT awalnya ada dalam dua versi: Windows NT Advanced Server diinstal pada
NT server, Windows NT Workstation adalah sistem operasi desktop yang kuat dengan
fungsi jaringan
Versi berikutnya dari Windows NT, digunakan pada server, telah diubah namanya
menjadi Windows NT Server, memiliki kinerja tinggi dan dukungan aplikasi yang lebih
baik, membuatnya salah satu sistem operasi yang paling populer.
Windows NT 4.0 memiliki integrasi yang lebih baik dengan Internet dan jaringan
perusahaan, berkinerja tinggi, sangat baikdan kompatibilitas dengan sistem operasi
Microsoft lainnya.Sistem operasi jaringan Komputer Keluarga Microsoft Windows 2000
Server

2. Keluarga produk perangkat lunak Windows 2000 Server adalah seri generasi
berikutnya dari sistem operasi Windows NT Server, handal, nyaman untuk layanan
direktori Internet, layanan jaringan dan layanan aplikasi, dikombinasikan dengan
manajemen terpadu yang kuat.
Windows 2000 Server Server kelompok kerja dan departemen.
Windows 2000 Advanced Server untuk aplikasi dan server departemen lebih dapat
diandalkan.
Windows 2000 Datacenter Server untuk sistem pengolahan data yang paling handal

3. Keluarga produk Windows Server 2003


Keluarga produk perangkat lunak Windows Server 2003 adalah sistem operasi
Windows server generasi berikutnya Windows Server 2003 didasarkan pada Windows
2000 Server. Ini adalah platform kinerja tinggi mendukung aplikasi jaringan yang terkait,
dan layanan XML Web untuk kelompok kerja, departemen dan bisnis dari semua
ukuran.

Windows Server 2003:

Windows Server 2003 Standard Edition adalah sistem operasi jaringan untuk
usaha kecil dan bagian dari organisasi.
Windows Server 2003 Enterprise Edition dirancang untuk memenuhi kebutuhan
IT umum.

Windows Server 2003 Datacenter Edition dirancang untuk critical mission, yang
membutuhkan tingkat ketersediaan dan kehandalan yang sangat tinggi.

1. Windows Server 2003 Web Edition adalah sistem operasi untuk Web-server.
Microsoft Windows Server 2008
Windows Server 2008 sistem operasi generasi berikutnya. Dasar dari sistem operasi
Windows Server 2008 menempatkan Windows Server 2003. Hal ini dirancang untuk
menyediakan pengguna dengan platform yang paling produktif untuk memperluas
fungsi aplikasi, jaringan, dan layanan Web, dari kelompok kerja dan untuk pusat
data.Ketika digunakan bersama-sama, Windows Vista komputer client dan server yang
menjalankan Windows Server 2008, secara signifikan meningkatkan kinerja, keandalan
jaringan.

Pengertian dan fungsi Network Adapter Card

Setiap network card akan memiliki driver atau program yang berfungsi untuk
mengaktifkan dan mengkonfigurasi network adapter tersebut disesuaikan dengan
lingkungan dimana network card tersebut dipasang agar dapat digunakan untuk
melakukan komunikasi data.

Sistem Operasi Jaringan

Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem
operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem
operasi client-server dan system operasi jaringan peer to peer.

1. Jaringan Client-Server

Pengertian Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer


lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau
menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server
disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang
menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan
sebagai workstation.

Keunggulan

1. Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan


pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak
dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.
2. Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang
pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi
dan sistem keamanan jaringan.
3. Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan
terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam
jaringan.
Kelemahan

1. Biaya operasional relatif lebih mahal.

2. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk


ditugaskan sebagai server.

3. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami


gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS PROTOKOL


JARINGAN

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya
hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.
Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari
keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat
keras. Protocol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada
internet.

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses
tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.
Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan
protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak
digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak
(software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah
TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an
sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan
jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan
sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme
transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai
alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk
dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat
routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda
(seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang
heterogen.

UDP ( User Datagram Protokol)

UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan
transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa
koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.

Domain Name System (DNS)


Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk
pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi
yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu
memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Point-to-Point Protocol

Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol


enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN).
Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan
dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah
yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung
pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya
(SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan
koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari
pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan
secara simultan. PPP didefinisikan pada RFC 1661 dan RFC 1662.

Serial Line Internet Protocol

Serial Line Internet Protocol dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
Disingkat dengan SLIP. Sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP
melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi
kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai
penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang
memiliki kecepatan proses lebih tinggi.

Internet Control Message Protocol (ICMP)

adalah salah satu protokol inti dari keluarga. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan
UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik
pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP
Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan
dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.
protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan
untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer
tujuan tidak bisa dijangkau.

POP3 (Post Office Protocol)

POP3 adalah kepanjangan dari Post Office Protocol version 3, yakni protokol yang
digunakan untuk mengambil email dari email server. Protokol POP3 dibuat karena
desain dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung
email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerima yang berhak.
Kehadiran email server ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer
penerima email yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.

IMAP (Internet Message Access Protocol)


IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk
mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih
pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail
tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik
daripada POP (Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita
mengambil/download semua pesan yang ada tanpa kecuali.

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)

adalah suatu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik atau
email di Internet. Protokol ini gunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim
surat elektronik ke server surat elektronik penerima.

HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World
Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan
dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh
web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada
protokol HTTP ini.

Contohnya bila kita mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser maka
web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian
akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang
diminta oleh web browser. Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser
untuk ditampilkan kepada kita.

HTTPS

HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web.
Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi
dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris.
Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi
menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer
Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari
serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS
adalah 443.

SSH (Sucure Shell)

SSH adalah protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara
dua komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh
mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain. Protocol ini mempunyai
kelebihan disbanding protocol yang sejenis seperti Telnet, FTP, Danrsh, karena SSH
memiliki system Otentikasi,Otorisasi, dan ekripsinya sendiri. Dengan begitu keamanan
sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini menjadi lebih terjamin. SSH memang
lebih aman dibandingkan dengan protocol sejenis, tetapi protocol SSH tatap rentan
terhadap beberapa jenis serangan tertentu. Pada umumnya serangan ini ditunjukan
Pada SSH versi pertama (SSH-1) yang memang memiliki tingkat keamanan yang lebih
lemah daripada SSH versi kedua (SSH-2). Salah satu serangan pada SSH versi
pertama adalah serangan MAN IN THE MIDDLE pada saat pertukaran kunci. Protocol
SSH serta algoritma yang digunakan pada kedua versi SSH, lalu serangan-serangan
yang terjadi pada SSH dan bagaimana SSH mengatasinya. Untuk meningkatkan
keamanan pada protocol SSH dapat dilakukan dengan cara menggunakan kartu
Kriptografi untuk autentifkasi.

Telnet (Telecommunication network)

Adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area
Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8,
salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang
dianggap sebagai risiko keamanan.

FTP ( File Transfer Protocol )

FTP ( File Transfer Protocol ) adalah sebuah protocol internet yang berjalan di dalam
lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) computer
antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP atau protocol Transmission Control
Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga diantara kedua
komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data
dimulai. FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan
User name dan paswordnya yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguana
terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses ,men-
dawnload ,dan meng- updlot berkas- berkas yang ia kehenaki. Umumnya, para
pengguna daftar memiliki akses penuh terdapat berapa direkotri , sehingga mereka
dapat berkas , memuat dikotri dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum
terdaftar dapat juga menggunakan metode anonymous login,yakni dengan
menggunakan nama pengguna anonymous & password yang diisi dengan
menggunakan alamat e-mail. Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan
Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver.
Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.

LDAP

LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk
memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya,
seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP
membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari
negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan
menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa
mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.

SSL (Secure Socket Layer)

SSL (Secure Socket Layer) adalah arguably internet yang paling banyak digunakan
untuk enkripsi. Ditambah lagi, SSL sigunakan tidak hanya keamanan koneksi web,
tetapi untuk berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi jaringan end-to-end.
Secure Sockets Layer (SSL) merupakan sistem yang digunakan untuk mengenkripsi
pengiriman informasi pada internet, sehingga data dapat dikirim dengan aman. Protokol
SSL mengatur keamanan dan integritas menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode
autentikasi pesan. SSL protocol menyedian privasi komunikasi di internet. SSL tidak
mendukung fileencryption, access-control, atau proteksi virus, jadi SSL tidak dapat
membantu mengatur data sensitif setelah dan sebelum pengiriman yang aman.
Protokol SSL terdiri dari dua sub-protokol: SSL record protocol dan SSL handshake
protocol. SSL record protocol mendefinisikan format yang digunakan untuk
mentransmisikan data. Sedangkan SSL handshake protocol melibatkan SSL record
protocol untuk menukarkan serangkaian pesan antara SSL enabled server dan SSL
enable client ketika keduanya pertama kali melakukan koneksi SSL.

Hubungan antara model OSI dengan protokol Internet

Model OSI TCP/IP Protocol TCP/IP

No Lapisan Nama Protokol Kegunaan

Aplikasi Protokol untuk distribusi IP pada


DHCP (Dynamic Host
jaringan dengan jumlah IP yang
Configuration Protocol)
terbatas

Data base nama domain mesin dan


DNS (Domain Name Server)
nomer IP

FTP (File Transfer Protocol) Protokol untuk transfer file

HTTP (Hyper Text Transfer Protokol untuk transfer file HTML

Protocol) dan Web


7 Aplikasi
MIME (Multipurpose Protokol untuk mengirim file binary

Internet Mail Extention) dalam bentuk teks

NNTP (Network News Protokol untuk menerima dan

Transfer Protocol) mengirim newsgroup

Protokol untuk mengambil mail dari


POP (Post Office Protocol)
server

SMB (Server Message Protokol untuk transfer berbagai

Block) server file DOS dan Windows

6 Presentasi SMTP (Simple Mail Protokol untuk pertukaran mail

Transfer Protocol)
SNMP (Simple Network
Protokol untuk menejemen jaringan
Management Protocol)

Telnet Protokol untuk akses dari jarak jauh

TFTP (Trivial FTP) Protokol untuk transfer file

NETBIOS (Network Basic


BIOS jaringan standar
Input Output System)

RPC (Remote Procedure


5 Sessi Prosedur pemanggilan jarak jauh
Call)

Input Output untuk network jenis


SOCKET
BSD-UNIX

TCP (Transmission Control Protokol pertukaran data berorientasi

Protocol) (connection oriented)


4 Transport Transport
UDP (User Datagram Protokol pertukaran data non-

Protocol) orientasi (connectionless)

IP (Internet Protocol) Protokol untuk menetapkan routing

RIP (Routing Information


Protokol untuk memilih routing
Protocol)

3 Network Internet
ARP (Address Resolution Protokol untuk mendapatkan

Protocol) informasi hardware dari nomer IP

Protokol untuk mendapatkan


RARP (Reverse ARP)
informasi nomer IP dari hardware

Data link Network PPP (Point to Point


2 Protokol untuk point ke point
LLC interface Protocol)

Data Link
SLIP (Serial Line Internet Protokol dengan menggunakan

MAC Protocol) sambungan serial

1 Fisik Ethernet, FDDI, ISDN, ATM


Pengertian dan Jenis-
Jenis IP Address
IP Address merupakan alamat identifikasi unik yang dimiliki oleh setiap komputer dan
perangkat lainnya yang terhubung di dalam jaringan komputer dan memiliki 2 bagian
utama yaitu Net Id dan Host Id. Kata unik yang berarti disini adalah bahwa setiap
komputer atau perangkat yang terhubung lainnya tersebut memiliki alamat yang
tidakboleh sama di dalam satu jaringan komputer.
Berdasarkan cakupan penggunaannya dalam jaringan komputer sehari hari dalam
jaringan lokal maupun jaringan internet public, maka secara garis besarnya IP Address
dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. IP Address Public

IP Address Publik adalah IP Address yang dimiliki oleh setiap komputer atau
perangkat yang terhubung lainnya dan digunakan pada jaringan internet (publik).
Kepemilikannya diatur oleh vendor-vendor terkait yang menyediakannya (contoh :
Internet Service Provider).

2. IP Address Private

IP Address private adalah IP Address yang digunakan oleh komputer atau perangkat
yang terhubung lainnya dan umumnya digunakan oleh jaringan berskala lokal (LAN). IP
Address ini memungkinkan penggunaan alamat yang sama dengan syarat satu dan
jaringan lainnya tidak saling terhubung dalam jaringan lokal.

Kemudian, jika dilihat dari bagaimana pengguna melakukan konfigurasi untuk


memperoleh IP Address atau bagaimana IP Address diberikan kepada komputer atau
sebuah perangkat, maka IP Address disini dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

1. IP Address Dinamis (Dynamic IP Address)

IP Address jenis ini adalah pemberian secara otomatis dalam jaringan public maupun
private yang akan diberikan kepada komputer atau perangkat lainnya yang saling
terhubung kedalam jaringan komputer secara otomatis dan akan selalu berubah ubah
setiap saat (Dinamis). Untuk pemberiannya sendiri diberikan oleh sebuah perangkat,
aplikasi, sekaligus protocol di dalam jaringan komputer yang bernama DHCP (Dynamic
Host Konfiguration Protocol) dan yang bertindak mengaktifkan DHCP adalah komputer /
perangkat yang dijadikan sebagai DHCP Server.

2. IP Address Statis

IP Address jenis ini adalah pemberian IP Address kepada komputer atau perangkat
lainnya yang terhubung kedalam jaringan komputer secara manual. Dimana pengguna
harus mengetahui pengkelasan IP Address, Subnet, Gateway, dan DNS dalam sebuah
jaringan.
Selanjutnya, dilihat dari daya tampung komputer atau perangkat lainnya yang
terhubung kedalam jaringan komputer, sebuah IP Address dibagi kembali menjadi 2
jenis yaitu :

1. IPv4 (IP Address Versi 4)

IP Addres versi 4 atau yang lebih dikenal dengan IPv4 adalah versi yang umum dipakai
pada saat ini, terdiri atas 4 oktet, dimana setiap oktet mampu menangani 255 buah
komputer atau perangkat di dalamnya. Sehingga bila dikalkulasikan 255 x 255 x 255 x
255 = 4.228.250.625 buah host.

Angka besar ini untuk teknologi yang maju seperti sekarang sudahlah tidak relevan
untuk menampung pengalamatan semua komputer dan perangkat yang saling
terhubung. Untuk mengatasi keterbatasan ini salah satu caranya adalah menggunakan
NAT (Network Address Translation), yaitu sebuah cara untuk membagi, mengubah, dan
memodifikasi pemetaan dari sebuah IP Address.

Gambar 1.1 Contoh Penggunaan Fungsi NAT

2. IPv6 (IP Address Versi 6)

IPv6 atau IP Address versi 6 adalah pengalamatan versi terbaru dalam jaringan
komputer, yang diciptakan untuk menangani masalah keterbatasan daya tamping dari
versi sebelumnya, yaitu IPv4. Jika dibandingkan dengan IPv4 yang hanya memiliki 4
oktet dan masing masing oktet dapat menampung 255 host, maka IPv6 memiliki 16
oktet yang masing masing oktetnya dapat menampung 255 host. Maka jika
dikalkulasikan secara keseluruhan, IPv6 dapat menampung sekitar 3,4 Trilyun host.

Pengertian IP Address dan Pembagian IP Address Berdasarkan Kelasnya (A,B,C)

1. Pengertian Ip address

IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga
merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode
pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia.

IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8
bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai
berikut xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx Jadi IP address ini mempunyai range dari
00000000.00000000.00000000.00000000 sampai
11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner
seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal
yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan notasi
desimal bertitik.

2. Pembagian Kelas IP Address

IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan
kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.
Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :

Kelas A : digunakan untuk jaringan WAN, Ip address nya pada bagian pertama
antara 0-127, dan yang merupakan Net ID nya yaitu 1 bagian yang pertama. Subnet
mask nya 255.0.0.0

Contoh: 8.254.129.11

Kelas B : biasanya digunakan untuk jaringan MAN, Ip address nya pada bagian
pertama antara 128-191, dan yang merupakan network ID nya yaitu 2 bagian pertama.
Subnet masknya 255.255.0.0

Contoh: 128.255.129.7

Kelas C : biasanya digunakan untuk jaringan LAN, Ip address nya pada bagian
pertama antara 192-223, dan yang merupakan network ID nya yaitu 3 bagian pertama.
Subnet masknya 255.255.255.0

Contoh: 192.168.1.10

Kelas D : biasanya digunakan untuk keperluan multicasting. IP address nya


pada bagian pertama antara 224-247. Dalam multicasting tidak dikenal network ID dan
host ID.

Kelas E : biasanya digunakan untuk keperluan umum. IP address nya pada


bagian pertama antara 248-255.

3. Perbedaan IP Private dan IP Public

IP private adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya tidak perlu


diregistrasi sebab oleh router IP jenis ini tidak akan diteruskan kemana-mana. IP Private
sesuai dengan kelasnya:

1. Kelas A: 10.0.0.0-10.255.255.255

1. Kelas B: 172.16.0.0-172.31.255.255

1. Kelas C: 192.168.1.0-192.168.255.255

Sedangkan IP publik adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya harus


diregistrasi (ke badan penyalur IP address tentunya, maksudnya supaya tidak bentrok)
karena IP ini dapat berkeliaran di lalu lintas jaringan internet melewati router-routernya.

IP address versi 4 terdiri atas 4 oktet, nilai 1 oktet adalah 255. Karena ada 4 oktet maka
jumlah IP address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255. IP address sebanyak ini
harus dibagi-bagikan keseluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk
mempermudah proses pembagiannya, IP address harus dikelompokan dalam kelas-
kelas.

IP address dikelompokan dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E.


Perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlah. IP address kelas A jaringan. IP address
Kelas B digunakan untuk jaringan berukuran besar dan sedang. IP address Kelas C
untuk pembagian jaringan yang banyak, namun masing-masing jaringan memiliki
anggota yang sedikit. IP address Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak
digunakan dalam penggunaan normal, kelas D diperuntukan bagi jaringan multicast,
dan E untuk Eksperimental.

Pembagian kelas-kelas IP address didasarkan pada dua hal, yaitu Network ID dan Host
ID dari suatu IP address Setiap IP address selalu merupakan pasangan network ID
(Identitas Jaringan) dan Host ID (Indentitas host dalam suatu jaringan). Masing-masing
komputer/router di suatu jaringan host ID-nya harus Unik (harus berbeda dgn komputer
yg lain).