Anda di halaman 1dari 721

1.

JUN

RINGKASAN MATERI IPS SMP KELAS 7 SAMPAI 9

RANGKUMAN MATERI UAS IPS

1. Letak geografis dan astronomis Indonesia


Letak astronomis adalah letak suatu negara berdasarkan garis lintang dan garis
bujur.Indonesia berada di antara 6o LU-11o LS dan 95o BT -141o BT.
paling utara (Pulau Weh) di NAD= 6o LU
paling selatan (Pulau Roti) di NTT = 11o LS.
paling barat ujung utara pulau sumatera = 95o BT
paling Timurkota Merauke di Papua =141oBT
Letak Geografis adalah letak suatu negara terhadap benua-benua dan samudra
sekitarnya. Indonesia terletak diantara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudra
Pasifik dan Samudra Hindia

2. Penyebab terjadinya perubahan musim dan menentukan bulan musim hujan dan musim
kemarau di Indonesia.

Indonesia terletak diantara 2 benua.Hal ini menyebabbkan Indonesia memiliki 2


musim berganti setiap 6 bulan sekali.

Oktober-April : Musim Penghujan (Angin Muson Barat)


o Angin muson barat karena berasal dari samudra pasifik

April-Oktober : Musim kemarau (Angin Muson Timur)


o Angin ini bersifat kering karena berasal dari daratan Australia

3. Unsur-unsur Lingkungan Hidup


Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang berada di sekitar kita yang memberi tempat
dan bahan untuk kehidupan. Komponen2 lingkungan dibagi menjadi 2 yaitu
a) Abiotik : Makhluk tak hidup Tanah, atmosfer, air, sinar matahari, bentang alam, batuan,
iklim.

b) Biotik : Makhluk hidup tumbuhan, hewan, manusia


Produsen (tumbuhan)
Konsumen (hewan, manusia)
Pengurai (decomposer) bakteri, jamur, serangga.

4. Pengaruh yang ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah colonial diberbagai daerah


5. Bentuk-bentuk perlawanan rakyat dalam menentang kolonialisme barat di berbagai
daerah

6. Arti kelangkaan dan factor terjadinya kelangkaan

Langka adalah alat pemenuhan kebutuhan yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
manusia.
Usaha manusia menagatasi kelangkaan sumberdaya:
Menghematnya
Membuat skala prioritas
Mengganti dengan yang lain

Faktor tejadinya kelangkaan:


Jumlah penduduk yang meningkat
Terbatasnya SDA, SDM, sumberdaya modal
Terbatasnya daya kewirausahaan (pengusaha)

7. Kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia

7 Agustus 1945
Pembentukan PPKI menandai pembubaran BPUPKI

9 Agustus 1945
Panglima Mandala Asia Tenggara, Mersekal Muda Terauci memanggil 3 tokoh Indonesia
(angggota ppki): soekarno, Moh. Hatta, dr. Radjiman widyodiningrat ke dallat.

15 Agustus 1945
terdengar berita jepang telah menyerah kpd sekutu (oleh syahrir) ddan rapat golongan pemuda di
Jakarta.

16 Agustus 1945
Terjadi peristiwa rengasdengklok dan perumusan naskah proklamasi di rumah laksamana muda
maeda, jl imam bonjol no.1 Jakarta

17 Agustus 1945
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur.Acara dimulai
pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat
tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati dikibarkan,
disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya

8. Jenis jenis pranata sosial


Pranata Keluarga
Pranata Agama
Pranata Ekonomi
Pranata Pendidikan
Pranata Politik
9. Hubungan antara permintaan barang dan jasa dengan harga (Berbanding terbalik)

Permintaan: Apabila harga sutu barang naik, jumlah yang diminta konsumen berkurang dan
sebaliknya.

1. Faktor yang mempengaruhi permintaan


Pendapatan
Selera
Intensitas kebutuhan, dan gengsi

1. Factor yang menentukan perubahan permintaan:


Pendapatan Konsumen
Cita Rasa atau Selera Konsumen
Perkiraan Konsumen mengenai harga pada masa yang akan datang
Harga barang pengganti
Harga barang pelengkap
Jumlah konsumen
Intensitas Kebutuhan Konsumen

10. Hubungan antara penawaran barang dan jasa dengan harga (Berbanding lurus)
1) Pengertian Penawaran
memengaruhi penawaran penjual. Namun ketika merumuskan penawaran, cukup dengan
menghubungkan harga dan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Faktor-faktor selain harga
dianggap tidak berubah (ceteris paribus).

2) Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran


a. Harga Barang itu Sendiri
b. Harga Barang Pengganti
c. Biaya Produksi
d. Kemajuan Teknologi
e. Pajak
f. Perkiraan Harga di Masa Depan

3) Macam-Macam Penawaran
a. Penawaran Individu
b . Penawaran Kolektif/pasar

4) Hukum Penawaran
Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan
tingkat harga.

5) Gejala diatropisme dan vulkanisme serta sebaran tipe gunung api.


a. Diastropisme : proses pembentukan relief muka bumi oleh tenaga endogen tanpa
disertai aktivitas magma.

Epirogenese : proses diatropisme dalam daerah yang luas


Oregenese : daerah yang tidak terlalu luas
Bentuk2 yang dihasilkan dari proses diatropisme:
1) Pegunungan lipatan terbentuk karena gerakan mendatar kerak bumi pada lapisan endapan
yang lentur atau elastic
a. Jalur pegunangan lipatan (tumbukan lempeng samudra dan benua)
b. Dome basin
Dome : pegunungan lipatan yang membulat, terbentuk kkarena tekanan mendatar yang
mempunyai kekuatan datang pada waktu dan arah yang sama. Dome sangiran
Basin : cekungan yang membulat karena daerah disekitarnya terangkat naik

c. Lipatan tunjam
Pegunungan lipatan yang garis porosnya menunjam membentuk sudut terhadap bidang datar.

d. Lipatan kompleks
Berbagai jenis lipatan yang terdapat pada sebuah jalur pegungan besar (geantiklin)
2) Pegunungan patahan (pegunungan dengan struktur geologi patahan (sesar)
a. Patahan normal
b. Patahan rebah
c. Sesar geser
d. Horst

b. Vulkanisme -- tenaga endogen yang disertai dangan gerakan magma menuju ke permukaan
bumi
3 tempat terjadinya vulkanisme:
a. Zona divergen (jalur rengkahan antar lempeng kerak bumi)
b. Zona konvergen (muncul pd jalur pertemuan antara 2 lempeng kerak bumi)
c. Tengah-tengah lempeng kerak bumi

6) Perkembangan kehidupan pada zaman praksara dan peralatan kehidupan yang


digunakan
1. Menurut geologi
a. Arkaeozoikum (zaman tua)
b. Paleozoikum (primer)
c. Mesozoikum (sekunder)
d. Neozoikum
1) Tersier
2) Kuarter
2. Dilluvium
3. Alluvium (holosen)
7) Menurut alat yang digunakan:
1) Zaman Batu (lithikum)
a. Batu tua (palaeolithikum)
b. Batu tengah (mesolithikum)
c. Batu baru (Neolithikum)
d. Batu besar (megalithikum)
2) Zaman logam
a. Zaman tembaga
b. Zaman besi
c. Zaman perunggu

8) Menurut corak kehidupan


Masa Ciri-ciri Alat yg digunakan
1. Berburu/meramu Nomaden Batu kasar:
(food gathering) Tergantung pd alam Kapak genggam, mata panah
kapak perimbas

2. bermukim,berladang Menetap sementra Batu halus:


(food producing) Menguasai alam Kapak lonjojng, beliung
persegi

3. Bercocok tanam di sawah Sudah menetap Batu halus:


(food producing) Mengenal perdagangan Mata panah

4. pertukangan Kehidupan sosial yang lebih Logam (perunggu)


(perundagian) komplek Kapak corong, nekara

Peninggalan megalithikum:
1. Menhir : tugu batu digunakan untuk menghormati roh nenek moyang
2. Punden berundak : terbuat dari batu berundak-undak untuk meletakan sesaji
3. Dolmen : meja batu yang digunakan untuk meletakan sesaji
4. Waruga :kubur batu yang berbentuk kubus (keranda batu uk. Kecil)
5. Kubur batu : tempat menyimpan mayat
6. Sarkofagus : kubur batu yang berbentuk lesung (uk besar)
7. Arca batu : patung yang menggambarkan binatang atau manusia yang biasanya
disembah

9) Bentuk2 interaksi sosial


1) Interaksi Sosial Asosiatif
1) Kerja Sama
Kerja sama adalah usaha bersama antara orang per orang atau kelompok manusia untuk
mencapai tujuan bersama. Kerjasama dibagi menjadi 5 yaitu:
1) Kerukunan :gotong royong
2) Bargaining :perjanjian pertukaran barang2 & jasa antara 2 organisasi
3) Kooptasi :penerimaan unsur2 baru
4) Koalisi :gabungn 2 badan/lebih yang memiliki tujuan sama
5) Joint venture :kerjasama dalam pengusahaan proyek2 ttt.

b. Akomodasi
Usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan.Tujuannya untuk tercapainya
kestabilan dan keharmonisan dalamkehidupan.Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut.
a) Mengurangi pertentangan
b) Mencegah meledaknya suatu pertentangan sementara
c) terwujudnya kerja sama antara kelompok sosial yanghidupnya terpisah
d) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah,
misalnya lewat perkawinan campuran.

c. Asimilasi
Usaha2 mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.

Proses asimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut:


(1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
(2) wargayg saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu lama.
(3) Kebudayaan ygmasingmasing berubah dan saling menyesuaikan diri.

Faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah sebagai berikut.
(1) Toleransi
(2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
(3) Sikap menghargai kehadiran orang asing dan kebudayaannya
(4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
(5) Memiliki persamaan historis dalam unsur-unsur kebudayaan
(6) Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda
(7) Adanya musuh bersama dari luar

d. Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua
kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi.

2. Interaksi Sosial Disosiatif


Terdapat tiga bentuk interaksi disasosiatif, yaitu :

a. Persaingan
individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba/berkompetisi mencari keuntungan
melalui bidangtertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil.

b. Pertentangan
proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang pihak
lain yang disertai ancaman atau kekerasan untukmencapai tujuan atau keinginannya. Konflik
biasanya terjadi karena adanya perbedaanpaham dan kepentingan.

c. Kontravensi
Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap
seseorang atau sesuatu.

10) Membedakan peta, atlas, dan globe.


Pengertian Peta,Atlas dan Globe:
Peta : gambaran kenampakan bumi pada bidang datar dengan
menggunakan skala
Atlas : lembaran peta yang dibukukan
Globe : tiruan bumi yang berbentuk bola
Persamaanya : unsur2 peta ada di atlas dan globe
Perbedaanya : bidang garis (globe melengkung dan peta garis datar)

11) Sifat-sifat fisik atmosfer


Lapisan lapisan Atmosfer :
o Troposfer (0-9 Km) : terjadinya proses cuaca yaitu awan dan hujan.
o Stratosfer ( 12-50) : terdapat lapisan ozon.
o Mesosfer ( 50-80 Km) : tempat memantulkan gelombang radio.
o Thermosfer (lebih 80 Km) : suhu udara mulai mengalami kenaikan.
o Eksosfer ( lebih dari 500 Km) : tidak ada gaya gravitasi bumi

12) Contoh2 peninggalan kerajaan hindu-budha


13) Reaksi bangsa Indonesia terhadap kedatangan bangsa eropa

14) Pengertian dan macam2 kegiatan ekonomi


Kegiatan Ekonomi :
a. Produksi : kegiatan menambah nilai guna / manfaar barang dan jasa
b. Distribusi : kegiatan menyalurkan barang/jasa dari produsen ke konsumen.
c. Konsumsi : kegiatan menghabiskan nilai guna barang dan jasa .

15) Pengertian dan macam-macam badan usaha (menurut pemilik modal, lapangan usaha,
banyaknya pekerja, bentuk badan hukum)
I. Bentuk-bentuk badan usaha dari segi pemiliknya:
A. Pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan usaha milik negara (BUMN) adalah badan usaha yang modalnya berasal dari kekayaan
negara yang disisihkan untuk menyelenggarakan suatu perusahaan. Contoh:PT. PLN PT. Kereta
Api Indonesia (KAI), PT Pos, PT. Pelni, PT. Pertamina.
Pendirian badan usaha milik negara bertujuan untuk:
1) Memberikan sumbangsih pada perekonomian nasional dan penerimaan kas negara
2) Mengejar dan mencari keuntungan
3) Pemenuhan hajat hidup orang banyak
4) Perintis kegiatan-kegiatan usaha
5) Memberikan bantuan dan perlindungan pada usaha kecil dan lemah

B. Pengertian koperasi / UKM


1. Koperasi diartikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau
badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip
koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas
kekeluargaan. Menurut UU No. 25 Tahun 1992 pasal 1
Dari pengertian tersebut dapat ditarik beberapa konsep pokok, yaitu:
- Koperasi merupakan badan usaha
- Anggotanya terdiri dari orang seorang (koperasi primer) dan badan hukum-badan hukum
koperasi (koperasi sekunder)
- Kegiatannya berlandaskan prinsip-prinsip koperasi
- Berdasar atas asas kekeluargaan
2. Tujuan Koperasi
memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya
menyejahterakan dan mencapai kemakmuran masyarakat pada umumnya
ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang
maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945

3. Prinsip Koperasi
Keanggotaan bersifat suka rela dan terbuka
Pengelolaan dilakukan secara demokratis
Pembagian sisa hasil usaha (SHU) sesuai dengan jasa usaha anggota
Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
Kemandirian

4. Jenis Koperasi
Menurut lapangan usahanya koperasi :
Koperasi konsumsi
Koperasi simpan pinjam
Koperasi produksi
Koperasi serba usaha

Menurut keanggotaannya:
Koperasi primer
Koperasi pusat
Koperasi Gabungan
Koperasi Induk

C. Pengertian Firma
badan usaha yang didirikan dua orang atau lebih yang menjalankan kegiatan usaha
dengan satu nama
Kelebihan:
Modalnya lebih besar karena gabungan beberapa orang
Kelangsungan hidup lebih terjamin karena dikelola oleh beberapa orang
Bisa memanfaatkan keahlian masing-masing sekutu

Kelemahan:
Tanggungjawab pemilik yang tidak terbatas terhadap hutang perusahaan
Mudah terjadi perselisihan diantara sekutu perusahaan
Apabila salah satu sekutu (firmant) melakukan kesalahan akibatnya ditanggung oleh seluruh
anggota firma.

D. Persekutuan Komanditer (CV)


Badan usaha yang terdiri dari satu atau beberapa sekutu komanditer.Sekutu komanditer
adalah sekutu yang hanya menyerahkan atau menyertakan modal, dan tidak turut campur dalam
pengelolaan perusahaan.
Pada CV dikenal dua macam sekutu yaitu:
Sekutu aktif : ikut menyertakan modal sekaligus aktif mengelola jalannya usaha.
Sekutu pasif : sekutu yang hanya menyertakan modal saja dan tidak terlibat dalam
pengelolaan usaha.

Kelebihan:
Cara pendiriannya mudah
Modalnya relatif besar yang bersumber dari para sekutu
Sistem pengelolaan lebih baik
Mudah memperoleh kredit dari bank

Kelemahan:
Sekutu aktif memikul tanggungjawab yang tidak terbatas
kelangsungan usaha sewaktu-waktu dapat terganggu
kesulitan untuk menarik modal yang telah disertakan

E. Perseroan Terbatas (PT)


Badan usaha yang dari persekutuan antara dua orang atau lebih yang modalnya diperoleh
dengan cara menjual saham.

Kelebihan:
Mudah memperoleh/menambah modal dengan jalan menjual saham
Keprofesionalan pengelola lebih bisa diandalkan
Pemilik saham dapat sewaktu-waktu memindahtangankan atau menjualnya kepada
orang lain
Tanggung jawab pemilik sebatas saham yang dimilikinya
Mudah memperoleh kredit dari bank

Kelemahan:
Proses pendirian memerlukan perijinan yang lama dan berbelit
Spekulasi saham dibursa saham menyebabkan labilnya permodalan perusahaan
Rahasia badan usaha kurang terjamin

16) Bentuk muka bumi pada peta


1. Daratan
a. Dataran Rendah
Tinggi rata2 : 0-400 m
Warna : hijau (0-100m), hijau muda (100-400m)
Topograf : garis kontur yang jarang/renggang
b. Dataran Tinggi
Tinggi rata2 : 400-1000 m Dataran tinggi digambarkan dengan
menggunakan
Warna symbol : kuning atau cokelat muda.
Topograf : agak jarang, namun memiliki angka penunjuk
kontur yang besar (antara 400 - 1.000 meter).
c. Kawasan Pegunungan atau Perbukitan
Tinggi : 1000 m
Warna : cokelat
Topografi : relatif rapat
d. Rawa, Danau, dan Waduk
Rawa : wilayah daratan yang digenangi air, biasanya berada di dataran rendah atau di
daerahpantai (hijau, garis putus2)
Danau : daratan luas yang digenangi air (biru)
waduk : danau buatan. Keduanya biasanya terletak di dataran tinggi.

e. Sungai
17)
Sungai : jalur atau penampang yang dilalui oleh air dari hulu ke hilir. Pada
Simbol : garis yang berkelok-kelok berwarna biru.
Topografi : garis yang memotong pola kontur dengan arah kontur membelok ke arah hulu.

f . Gunung
Gunung :Bentuk relief muka bumi yang menonjol
Tinggi : di atas 1.000 meter
Simbol : segitiga berwarna merah (gunung aktif ), segitiga berwarna hitam
(gunung mati)
g . Kota/Permukiman dan Jalan
Suatu bentuk permukiman hanya ditunjukkan oleh letak ibukotanya.
2. Lautan
Pada umumnya, lautan digambarkan dengan simbol area berwarna biru.
warna biru gelap untuk menunjukkan letak suatu palung dan warna putih kelabu untuk
menunjukkan perairan es.

18) Sumber daya alam di kawasan asia tenggara


1) Malaysia
Hasil Pertanian : Karet, (Minyak)Kelapa sawit
Hasil tambang : Timah
2) Brunei : Minyak bumi gas alam,
3) Singapura :industry dan jasa
4) Thailand : Timah putih, Padi (beras),
5) Laos :Padi, jagung, Tembakau, jeruk, kopi, dan kapas timah, bijih besi
6) Myanmar : Padi, tebu, kayu jati, timbal, seng
7) Filipina
pertanian : padi tebu kelapa abaka.
Pertambangan : emas, perak, biji, besi, n tembaga
8) Kamboja : padi, sayuran, karet, lada
9) Vietnam
Pertanian : beras, karet, kopi, tembakau
Pertambangan : batu bara, biji besi
10) Indonesia : banyak
11) Malaysia
Tambang : timah
Perkebunan : karet, kelapa

19) Contoh bentuk2 kerjasama Indonesia dengan negara2 di Asia Tenggara

20) Proses pembentukan benua


Benua Pangea :Kurang lebih 300 juta th yang lalu benua bergabung menjadi 1
B.pangea terbagi menjadi 2 :Benua Laurasia (utara), benua Gondwana (selatan)
Laurasia barat utara menjauhi b. gondwana Amerika utara
Gondwana barat - - -> Amerika selatan
Timur - - ->Benua Afrika
Bagian yang lebih kecil di bagian timur bergerak ke timur laut - - -> India (anak benua.

21) Informasi tentang karakteristik masing-masing samudra


1. Pasifik
Mempuyai palung terdalam (palung mariana 11.022 m).
Tempat pertemuan arus panas (kurosyiwo) dan dingin (Oyasyiwo) yaitu laut bering.
Pusat gempa dan jalur vulkanik yaitu Filipina,Jepang, pantai barat benua Amerika dan Amerika
latin.
Samudra terluas
2. Atlantik
Samudra yang menghubungkan Eropa dan Amerika.
Terdapat segitiga Bermuda
Sebagian besar wilayah samudra Atlantik berada di garis bujur barat
3. Hindia
Samudra Hindia berada di wilayah garis bujur timur.
Jarang terjadi badai sehingga aman untuk pelayaran.
Terdapat pusat tumbukan lempeng asia dan lempeng dasar samudra sehingga sering terjadi
gempa ( Indonesia, Iran, India dan Afganistan )

22) Perjuangan diplomasi dalam upaya mengembalikan Irian Barat


a. Perjuangan diplomasi dengan Belanda
Belanda memasukkan Irian Barat sebagai bagaian wilayah kerajaannya
sehingga perjuangan diplomasi bilateral mengalami kegagalan.
b. Perjuangan diplomasi di forum PBB
Indonesia kalah suara dalam sidang umum PBB karena jumlah negara
Asia-Afrika yang menjadi angggta PBB belum sebanyak sekarang
c. Perjuangan diplomasi di KAA
Melaksanakan rapat umum pembebasan Irian Barat di Jakarta pada
tanggal 18 Nov 1957.
23) Pelaksanaan TRIKORA untuk merebut Irian Barat
Komando TRIKORA berisi :
a. Gagalkan pembentukan Negara Papua Buatan Belanda colonial
b. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia
c. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan
dan kesatuan tanah air dan bangsa.
24) Peristiwa DI/TI dan cara2 pemerintah dalam penanggulangannya.
Tahun 1948 dipimpin oleh Amir Syarifudin dan Muso. Amir Syarifudin adalah mantan Perdana
Menteri dan menandatangani Perjanjian Renville.Ia kecewa karena kabinetnya jatuh, kemudian
membentuk Front Demokrasi Rakyat(FDR) pada 28 Juni 1948 dan melakukan pemberontakan di
Madiun. Muso adalah tokoh PKI yang pernah gagal melakukan pemberontakan terhadap
pemerintah Hindia Belanda tahun 1926. FDR didukung Partai Sosialis Indonesia, Pemuda
Sosialis Indonesia, PKI dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia(SOBSI), melakukan
aksinya: melancarkan propaganda anti pemerintah, mengadakan pemogokan kerja bagi para
buruh di perusahaan, melakukan pembunuhan terhadap Komandan Divisi LIV Kolonel Sutarto
tgl 2 Juni 1948 di Solo dan kepada tokoh pejuang 1945 Dr.Moewardi tgl 13 Sept 1948. Aksi di
Solo mencapai puncaknya pada 18 Sept 1948 berhasil menguasai Madiun. PKI mengumumkan
berdirinya Soviet Republik Indonesia dan bertujuan meruntuhkan pemerintahan RI yang
berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945 akan diganti dengan pemerintahan berdasar paham
komunis. Dalam mengatasi keadaan, pemerintah mengangkat Kolonel Gatot Subroto sebagai
gubernur militer Daerah Istimewa Surakarta dan sekitarnya.Kolonel Sungkono untuk daerah
Jawa Timur. Pada 30 Sept 1948 kota Madiun dapat direbut kembali oleh TNI. Muso ditembak
TNI dan Amir Syarifudin tertangkap di Ngrambe, Grobogan, Purwodadi, dihukum mati
Peristiwa DI/TII di Jawa Barat
7 Agustus 1949 di Tasikmalaya Jawa Barat, Sekarmaji Marijan Karto Suwiryo memproklamirkan
berdirinya Negara Islam Indonesia, gerakannya disebut Darul Islam sedang tentaranya Tentara
IslamIndonesia. Usaha untuk menumpas pemberontakan DI/TII memerlukan waktu
yang lama karena: daerahnya pegunungan sehingga dapat mendukung pasukan DI/TII untuk
bergerilya, pasukan Kartosuwiryo dapat bergerak leluasa di kalangan rakyat, pasukan DI/TII
mendapat bantuan orang Belanda, suasana politik yang tidak stabil. Untuk menumpas DI/TII
tahun 1960, pasukan Siliwangi melakukan operasi pagar betis dan opersi Bratayudha dan pada 4
Juni 1962, Karto Suwiryo ditangkap oleh pasukan Bratayudha di gunung Geber Majalaya Jawa
Barat dan dihukum mati.

Pemberontakan DI/TII di Aceh


Gerombolan DI/TII di Aceh dipimpin Teuku Daud Beureuh.Penyebabnya kekecewaan Teuku
Daud Beureuh karena status Aceh.Tahun 1950 diturunkan dari daerah istimewa menjadi
karesidenan di bawah Provinsi Sumatra Utara.21 Sept 1953 Daud B sebagai gubernur Aceh
menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesiadibawah pimpinan
Kartosuwiryo. Untuk menumpas DI/TII semula pemerintah menggunakan sejata, selanjutnya
atas prakarsa Kolonel M.Yasin Panglima Daerah Militer 1 Iskandar Muda, tanggal 17-21 Des
1962 diadakan Musyawarah Kerkunan Rakyat Aceh dan mendapat dukungan dari masyarakat
Aceh sehingga DI/TII dapat di padamkan

Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah


Dipimpin Amir Fatah. Untuk menumpasnya pada Januari 1950, pemerintah melakukan operasi
kilat yang disebut Gerakan Banteng Negara dibawah Letnan Kolonel Sarbini kemudian diganti
Letnan Kolonel M.Bachrun kemudian Letnan Kolonel A.Yani.Gerakan ini disebut pasukan
Banteng Raiders.Di Kebumen muncul Pemberontakan yang dilakukan oleh Angkatan Umat
Islam dipimpin oleh Kyai Moh.Mahudz Abdurachman yang dikenal sebagai Romo Pusat atau
Kyai Somalangu. Di Kudus dan Magelang pemberontakan dilakukan oleh Batalyon 426
bergabung dengan DI/TII pada Des 1951 .Untuk menumpasnya pemerintah melakukan Operasi
Merdeka Timur dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto.Tahun 1952 pemberontakan dapat
dihancurkan.

Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan


Di Sulawesi Selatan, timbul pemberontakan DI/TII yang dipimpin Kahar Muzakar. 30 April
1950, Kahar Muzakar menuntut kepada peme/rintah agar pasukannya yang tergabung dalam
komando gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan kedalam Angkatan Perang RIS.Tuntutan ini
ditolak karena harus melalui penyaringan.Pemerintah melakukan pendekatan kepada Kahar
Muzakar dengan memberi pangkat Letnan Kolonel.Tetapi 17 Agustus 1951 Kahar Muzakar
melarikan diri ke hutan dan melakukan aksi teror terhadap rakyat.Februari 1965 Kahar Muzakar
dapat di tangkap dan di tembak mati.
Pemberontakan DI/TII diKalimantan
Okt 1950 pemberontakan terjadi di Kalimantan Selatan dipimpin oleh Ibnu Hajar.Pemberontak
melakukan pengacauan dengan menyerang pos-pos kesatuan TNI.Untuk menghadapi
pemberontakan, pemerintah memberi kesempatan kepada Ibnu Hajar untuk menyerah dan
diterima menjadi anggota TNI.Kemudian Ibnu Hajar menyerah tetapi melarikan diri dan
melakukan pemberontakan lagi.Tahun 1959Ibnu Hajar di tangkap dan dimusnahkan.

25) Arti kerja sama ekonomi antar negara


26) Tujuan kerjasama ekonomi antar Negara
a. Terciptanya perdagangan antar negara yang saling menguntungkan
b. Saling mengisi kekurangan antar negara
c. Peningkatan kualitas/taras hidup bangsa-bangsa di dunia
d. Mempererat persahabatan antar negara
e. Mempercepat pembangunan ekonomi

27) Faktor2 penyebab terjadinya konflik Indonesia Belanda


a. Sekutu (AFNEI) secara diam-diam membawa orang-orang NICA.
b. Kedatangan Belanda (NICA) untuk menegakkan kembali kekuasaannya
atau menjajah Indonesia.

28) Peran dunia internasional dalam konflik Indonesia Belanda


1. Peranan Perserikatan Bangsa-Bangsa
a) Melalui KTN ( KOMISI TIGA NEGARA )

Tanggal 25 Agustus 1947 PBB menerima usul Amerika serikta tentang komisi jasa jasa Baik
( Comitte Of Goods Offices ). Komisi ini dikenal dengan komisi Tiga Negara (KTN), yang
terdiri atas :
1) Australia (Richard C. Kirby ), atas pilihan Indonesia
2) Belgia (Paul Van Zeeland ), Atas Pilihan Belanda
3) Amerika Serikat (Dr. Frank Portergraham ), atas pilihan Australia dan Belgia.

KTN berhasil mempertemukan keduanya dalam suatu perundingan pada tanggal 8 Desember
1947 diatas Kapal perang Amerika Serikat Renville ditandatangani pada tanggal 17 Januari
1948.

b) Melalui UNCI ( United Nations Comission For Indonesia )

Berhasil menyelenggarakan perundingan Roem-Royen yang ditandatangani pada tanggal 7 mei


1949. Perundingan Roem Royen kemudian ditindaklanjuti dengan Konferensi meja Bundar
( KMB ) di Den Haag Belanda. KMB ditandatangani pada tanggal 2 November 1949.

2. Peranan Konferensi Asia dan Resolusi Dewan Keamanan PBB


Agresi Militer II yang dilancarkan Belnada Menimbulkan reaksi yang sangat keras dari negara-
negara di Asia Afrika. Amaka atas prakarsa perdana mentri India Pandit Jawaharlal Nehru dan
perdana mentri Burma u Nu, pada tanggal 20-25 Januari 1949 diselenggarakan konferensi Asi di
New Delhi yang dihadiri oleh utusan dari negara-negara Afganistan, Australia, Burma
( Myanmar ), Sri Langka, Eithiopia, India, Iran, Iraq, Libanon, Pakistan, Phlipina, Saudi Arabia,
Suriah, dan Yaman. Wakil-wakil dari Indonesia yang Hadir anatar lain : Mr. A.A. Maramios, Mr.
Utojo, Dr. Sudarsono, H. Rasjidi, dan Dr, Soemitro Djojohadikusumo. Tujuan dari konferensi
tersebut adalah untuk memberikan dukungan terhadap Indonesia dalam forum PBB.
Isi resolusi Konferensi Asia :
a) Pengembalian pemerintah Republik Indonesia Ke yogyakarta.
b) Pembentukan perintah ad intern yang memunyai kemerdekaan dalam
politik luar negeri, sebelum tanggal 15 maret 1949
c) Penarikan tentara Belanda dari seluruh Indonesia
d) Penyerahan kedaulatan kepada pemerintahan Indonesia serikat paling
lambat tanggal 1 Januari 1950.

29) Usaha diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam


mempertahankan kemerdekaan.
Perjuangan-perjuangan secara Diplomasi :
a. Perundingan Linggarjati(10 November 1946)
Perwakilan Indonesia : Perdana Menteri Sutan Syahrir
Perwakilan Belanda : Prof. Scermerhorn
Pemimpin perundingan : Lord Killearn.
keputusan Perundingan Linggarjati :
a) Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra.
b) Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama membentuk Negara Indonesia Serikat,
dengan nama Republik Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik
Indonesia.
c) Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia Belanda dengan Ratu
Belanda sebagai ketuanya.
b. Perundingan Renville (Geladak Kapal Renville milik Amerika Serikat pada tanggal 17
Januari 1948)

Perwakilan Indonesia :PM Amir Syarifuddin


Perwakilan Belanda : Abdul Kadir Widjojoatmodjo.
Hasil perundingan tersebut adalah:
1) wilayah Indonesia diakui berdasarkan garis demarkasi (garis van Mook),
2) Belanda tetap berdaulat atas seluruh wilayah Indonesia sampai Republik Indonesia Serikat
terbentuk,
3) Kedudukan RIS dan Belanda sejajar dalam Uni Indonesia- Belanda,
4) RI merupakan bagian dari RIS, dan
5) pasukan RI yang berada di daerah kantong harus ditarik ke daerah RI.

c. Perundingan Roem Royen(14 April 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta)


Wakil dari PBB : Merle Cochran (Amerika Serikat),

Delegasi RI : Mr. Moh. Roem,

Delegasi Belanda : van Royen. Dalam perundingan Roem-Royen

Kesepakatan antara lain:


1) Pemerintah RI dan Belanda sepakat untuk menghentikan tembak- menembak dan bekerja sama
untuk menciptakan keamanan.
2) Pemerintah Belanda akan segera mengembalikan pemerintah Indonesia ke Yogyakarta, dan
3) kedua belah pihak sepakat untuk menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den
Haag, Belanda
d. Konferensi Meja Bundar (23 Agustus s- 2 November 1949, Den Haag, Belanda)

Delegasi Indonesia :Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh. Roem, Prof.Dr. Mr. Soepomo.

BFO : Sultan Hamid II dari Pontianak.

Belanda : Mr. van Maarseveen.

UNCI : Chritchley..

KMB menghasilkan beberapa keputusan berikut:


1) Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
2) Pengakuan kedaulatan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949
3) Masalah Irian Barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun setelah pengakuan
kedaulatan RIS.
4) Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia Belanda yang
dikepalai Raja Belanda.
5) Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan beberapa korvet akan
diserahkan kepada RIS.
6) Tentara Kerajaan Belanda selekas mungkin ditarik mundur, sedang Tentara Kerajaan Hindia
Belanda (KNIL) akan dibubarkan dengan catatan bahwa para anggotanya yang diperlukan akan
dimasukkan dalam kesatuan TNI.

30) Proses kembalinya RI sebagai negara kesatuan


1 Kedatangan Tentara Sekutu Diboncengi oleh NICA
2.Kedatangan Belanda (NICA) Berupaya Untuk Menegakkan Kembali
Kekuasaannya di Indonesia

31) Berbagai peristiwa dibidang politik dan ekonomi setelah Indonesia


kembali sebagai negara kesatuan.
a. Proses Kembali ke Negara Kesatuan RI (NKRI)
b. Pemilihan Umum I Tahun 1955 di Tingkat Pusat dan Daerah

32) Contoh terjadinya perubahan sosial budaya.


a. Aksi protes
b. Demonstrasi
c. Kenakalan remaja
d. Kriminalitas
e. Pergolakan daerah

33) Faktor2 pengambat peruahan sosial budaya.


a. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat
b. Sikap masyarakat yang sangat tradisional
c. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
d. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat
e. Rasa takut dengan adanya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
f. Hambatan yang bersifat ideologis
g. Adat atau kebiasaan
h.Prasangka terhadap hal-hal baru dan menilai bahwa hidup ini buruk,
susah, dan tidak mungking diperbaiki

34) Penyebab perubahan sosial budaya


1. Perubahan dari dalam masyarakat
a. Perubahan Penduduk
b. Pemberontakan atau Revolusi
c. Peran Nilai yang Diubah
d. Peran Tokoh Kharismatik
e. Penemuan Baru

2. Perubahan dari Luar Masyarakat


a. Pengaruh lingkungan Alam
b. Kebudayaan Masyarakat lain
c. Peperangan

35) Fungsi uang


Secara garis besar uang memiliki 2 fungsi:
a. FungsiAsli Uang
i. Alat tukar Umum
Membeli atau mendapatkan barang atau jasa
ii. Satuan Hitung
Menentukan besarnya nilai atau harga suatu barang dan jasa

b. Fungsi Turunan Uang


i. Alat pembayaran
ii. Alat untuk menabung
iii. Pemindah kekayaan
iv. Pembentuk/penimbun kekayaan
v. Pendorong kegiatan ekonomi

36) Jenis2 Uang


1. Berdasarkan bahan yang digunakan
a) Uang logam
b) Uang kertas

2. Lembaga yang mengeluarkannya


a) Uang kartal (kepercayaan) uang logam dan kertas
b) Uang Giral (simpanan di Bank) cek, giro

3. Berdasarkan nilainya
1. Uang bernilai penuh : uang yang nilai bahannya sama dengan niali nominalnya.
Contoh: logam
2. Uang tidak bernilai penuh : nilai bahannya lebih rendah dari pada nilai nominalnnya.
Contoh : uang kertas

37) Nilai Kurs mata uang dan manfaatnya.


Kurs beli : harga beli valuta sing pada saat bank/money changer membeli
valas (menukar valas dengan rupiah)

Kurs jual : Harga jual valuta asing pada saat bank/money changer menjua
valas (menukar rupiah dengan valas)
Kurs tengah : kurs antara kurs jual dan kurs beli (hasil bagi 2 dan penjumlahan kurs beli
dan kurs jual)

38) Pengertian bank dan sejarah terjadinya bank.


Pengertian :badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan
taraf hidup masyarakat banyak

Sejarah :Pada 1828 De Javasche Bank didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda
sebagai bank yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang. Tahun 1953, Undang-Undang
Pokok Bank Indonesia menetapkan pendirian Bank Indonesia untuk menggantikan fungsi De
Javasche Bank sebagai bank sentral, dengan tiga tugas utama di bidang moneter, perbankan, dan
sistem pembayaran.

39) Pengertian, fungsi, jenis-jenis, sumber dan tujuan penggunaan devisa


1. Pengertian Devisa
Valas yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran luar negeri dan dapat diterima di
dunia internasional yang biasanya berada dalam pengawasan otoritas moneter, yaitu Bank
Sentral.

Jenis devisa dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu devisa umum dan devisa kredit.
a. Devisa umum, adalah devisa yang diperoleh dari aktivitas perdagangan (ekspor).
b. Devisa kredit, adalah devisa yang diperoleh dari pinjaman luar negeri.

2. Sumber-Sumber Devisa
Tinggi rendahnya devisa suatu negara sangat dipengaruhi oleh perkembangan neraca
pembayaran suatu negara. Sumber-sumber tersebut, di antaranya berasal dari:

a. Kegiatan ekspor;
b. Perdagangan jasa;
c. Kegiatan pariwisata;
d. Pinjaman luar negeri (bantuan luar negeri);
e. Hibah dan hadiah dari luar negeri;
f. Warga negara yang bekerja di luar negeri.

3. Macam-macam Devisa

a. Macam devisa berdasarkan sumbernya

1) Devisa kredit : devisa yang berasal dari kredit (pinjaman) luar negeri.
2) Devisa umum : devisa yang berasal dari sumber lain (selain kredit) seperti dari ekspor,
penyelenggaraan jasa dan penerimaan bunga modal.

b. Macam devisa berdasarkan wujudnya


1) Devisa kartal : devisa yang berwujud uang logam dan uang kertas.
2) Devisa giral : devisa yang berwujud surat-surat berharga seperti wesel, cek, cek
perjalanan (travellers chegue), IMO (International Money Order) dan lain-lain. Apabila
diinginkan, devisa giral bisa diubah(dicairkan) menjadi devisa kartal.

4. Fungsi Devisa

Devisa memiliki beberapa fungsi, yaitu:


a. alat pembayaran barang-barang dan jasa impor.
b. alat pembayaran cicilan utang luar negeri termasuk bunganya.
c. alat pembiayaan hubungan luar negeri seperti biaya misi kesenian, biaya perjalanan dinas,
biaya korp diplomatik dan pemberian bantuan luar negeri.
d. Sebagai sumber pendapatan negara yang digunakan untuk membiayai pembangunan.

5. Tujuan Penggunaan Devisa [1]


Sesuai dengan fungsinya, devisa digunakan dengan tujuan:
a. Untuk membayar barang-barang konsumsi yang masih diimpor, seperti handphone dan kain.
b. Untuk membayar barang-barang modal yang masih diimpor, seperti mesin.
c. Untuk membayar jasa-jasa ke luar negeri seperti jasa pelayaran.
d. Untuk membiayai pengiriman tim kesenian dan olahraga.
e. Untuk membiayai perjalanan dinas para pejabat ke luar negeri.
f. Untuk membiayai korps diplomatik di luar negeri.
g. Untuk membiayai para pemuda dan mahasiswa yang belajar di luar negeri.
h. Untuk memberikan sumbangan ke negara-negara lain yang mengalami musibah.
i. Untuk membangun berbagai fasilitas umum di dalam negeri.

Diposkan 4th June 2015 oleh WAHID MAHMUDI

4
Lihat komentar

1.

Erica Bella6 Maret 2016 06.16

thx :)
Balas
2.

siti nurhikmah4 April 2016 20.00

makasih pak blog nya sangat membantu..


Balas
3.

Annisaa Sira17 Mei 2016 05.56

sangat bermanfaat
Balas

4.

Unknown21 Mei 2016 07.36

bermanfaat pak :) (y)


Balas

2.
FEB

14
MENGHITUNG HPP

Contoh HPP Perusahaan Dagang


Kita melihat bahwa Posisi Harga Pokok Penjualan Pak Jono adalah Rp. 494.550.000. secara singkat kami
jelaskan cara menghitungnya.
1. Menghitung Penjualan Bersih
Rumusnya : Penjualan (Return Penjualan + Potongan Penjualan) = Penjualan Bersih
Ongkos Angkut Penjualan tidak termasuk dalam hitungan HPP dan menjadi biaya umum saja.
2. Menghitung Pembelian Bersih
Rumusnya : (Pembelian + Ongkos Angkut Pembelian) (Return Pembelian + Potongan Pembelian) =
Pembelian Bersih
3. Menghitung Persediaan Barang
Rumusnya : Persediaan Awal + Pembelian Bersih = Persediaan Barang
4. Menghitung Harga Pokok Penjualan
Rumusnya : Persediaan Barang Persediaan Akhir = Harga Pokok Penjualan
5. Menghitung Laba Kotor
Rumusnya : Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan = Laba Kotor
6. Menghitung Laba Bersih Sebelum Pajak
Rumusnya : Laba Kotor Akumulasi Biaya = Labaa Bersih Sebelum Pajak.
Dari contoh kasus akuntansi mitra mart ini kita melihat bahwa laporan yang di hasilkan oleh neraca lajur untuk
nilai HPP adalah sama dengan nilai dalam Laporan HPP di atas. Ini membuktikan bahwa perhitungan HPP
Neraca Lajur adalah sudah benar dan sesuai dengan Hasil laporan di atas.
Dalam Laporan ini kami tidak menampilkan laba bersih setelah pajak.
Diposkan 14th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

1
Lihat komentar
1.

Kang Sun25 Februari 2015 17.57

Terima kasih atas sharednya, sangat bermanfaat banget bagi saya khususnya yang kurang mengerti tentang
perekonomian dan marketing....
Balas
2.

Kang Sun25 Februari 2015 17.57

Terima kasih atas sharednya, sangat bermanfaat banget bagi saya khususnya yang kurang mengerti tentang
perekonomian dan marketing....
Balas
3.

Kang Sun25 Februari 2015 17.57

Terima kasih atas sharednya, sangat bermanfaat banget bagi saya khususnya yang kurang mengerti tentang
perekonomian dan marketing....
Balas

3.
FEB

14

Perbedaan dari Ekonomi Mikro dan ekonomi Makro

Perbedaan dari Ekonomi Mikro dan ekonomi Makro


Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi
makro. Dibawah ini Perbedaan dari Ekonomi Mikro dan ekonomi Makro.

1. Ekonomi Makro
Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel
tersebut antara lain: pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju
inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :

1. Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila
seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada
sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat
pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
2. Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter.
Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
3. Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai
dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi
pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.
2. Ekonomi Mikro
Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya
perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan
sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu
yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain
akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.

Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro


Dilihat dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro
Harga Harga ialah nilai dari suatu Harga adalah nilai dari komoditas
komoditas (barang tertentu saja) secara agregat (keseluruhan)
Unit analisis Pembahasan tentang kegiatan Pembahasan tentang kegiatan
ekonomi secara individual. ekonomisecara keseluruhan.
Contohnya permintaan dan dan Contohnya pendapatan nasional,
penawaran, perilaku konsumen, pertumbu8han ekonomi, inflasi,
perilaku produsen, pasar, pengangguran, investasi dan
penerimaan, biaya dan laba atau rugi kebijakan ekonomi.
perusahaan
Tujuan Lebih memfokuskan pada analisis Lebih memfokuskan pada analisis
analisis tentang cara mengalokasikan sumber tentang pengaruh kegiatan
daya agar dapat dicapai kombinasi ekonomi terhadap perekonomian
yang tepat. secara keseluruhan
Diposkan 14th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

1.
FEB

14
Beda Pajak Daerah dan Pajak Pusat

Beda Pajak Daerah dan Pajak Pusat


Sering kali ada orang yang datang ke kantor pelayanan pajak saya yang hendak membayar pajak atas reklame
yang dipasangnya
Dan beberapa kali juga orang telpon ke kantor saya tuk menanyakan masalah pajak hotel
Saya jadi berpikir sebenarnya tingkat pengetahuan masyarakat akan perpajakan masih sangat kurang
Mungkin mereka berpikir kalo yang namanya itu Kantor Pelayanan Pajak pastilah mengurusi semua hal yang
berbau pajak, tidak peduli apapun namanya pajak itu
Pada dasarnya pajak dinegara kita ini dibedakan menjadi dua, yaitu Pajak Pusat dan Pajak Daerah..

Apa sih pajak pusat???


Pajak pusat adalah Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat (dalam hal ini dilakukan oleh Direktorat
Jenderal Pajak) guna membiayai rumah tangga pemerintahan pusat dan tercantum dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN). Besaran pajak pusat ditetapkan melalui undang-undang dan PP/Perpu
Jenis-Jenis Pajak Pusat :
1. Pajak Penghasilan (PPh)
2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
4. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
5. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
6. Bea Materai
Apa seh pajak daerah ???
Pajak daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah (dalam hal ini dilakukan oleh Dinas
Pendapatan Daerah / Dispenda) yang digunakan untuk membiayai rumah tangga pemerintah daerah dan
tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Besaran dan bentuk pajak daerah
ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).
Contoh Pajak Daerah:
1. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
2. Pajak Hotel dan Restoran
3. Pajak Hiburan dan tontonan
4. Pajak Reklame
5. Pajak Penerangan Jalan
6. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
Diposkan 14th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

2.
FEB

Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik (Dasar-Dasar Akuntansi)


Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik (Dasar-Dasar Akuntansi)
A. PENGERTIAN
Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup
rekening-rekening nominal/sementara.
Akibat penutupan ini maka rekeningrekening ini pada awal periode akuntansi saldonya nol.
B. JURNAL PENUTUP
Terdapat 4 (empat) jurnal penutup yang harus dibuat yaitu:
1. Menutup rekening Pendapatan

Rekening Debet Kredit


Pendapatan
xxx
Ikhtisar Rugi/Laba xxx

2. Menutup rekening Beban

Rekening Debet Kredit


Ikhtisar Rugi/Laba
xxx
Beban xxx

3. Menutup rekening Ikhtisar Rugi/Laba

Rekening Debet Kredit


Ikhtisar Rugi/Laba
xxx
Modal xxx

4. Menutup rekening Prive

Rekening Debet Kredit


Modal
xxx
Prive xxx

C. CONTOH
Berikut adalah data laporan Rugi laba suatu perusahaan:
Pendapatan. Rp. 12.900.000,-
Beban telepon Rp. 1.000.000,-
Beban asuransi Rp. 250.000,-
Beban depresiasi Rp. 9.000.000,-
Beban gaji.. Rp. 2.000.000,-
Jurnal penutup yang harus dibuat pada akhir periode akuntansi adalah sebagai berikut:

JURNAL PENUTUP

Rekening Debet Kredit


Menutup Pendapatan:

Pendapatan 12.900.000
Ikhtisar Rugi/Laba 12.900.000

Menutup Beban:

Ikhtisar Rugi/Laba
Beban telepon 1.000.000
Beban asuransi 12.250.000 250.000
Beban depresiasi 9.000.000
Beban gaji 2.000.000
Menutup Ikhtisar Rugi/Laba:

Ikhtisar Rugi/Laba
650.000
Modal 650.000

Latihan 18
Buatlah jurnal penutup berdasarkan data-data sebagai berikut:
Pendapatan . Rp. 20.000.000,-
Beban telepon Rp. 1.500.000,-
Beban asuransi Rp. 1.000.000,-
Beban depresiasi Rp. 10.000.000,-
Beban gaji . Rp. 4.000.000,-
Beban perlengkapan Rp. 2.000.000,-
Prive... Rp. 5.000.000,-

Jawab:
JURNAL PENUTUP

Rekening Debet Kredit

E. REVERSING ENTRIES (JURNAL BALIK)


Jurnal balik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari sebagian jurnal
penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional namun jika dilakukan
memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan reversing entries. Jurnal
penyesuian yang dibalik adalah:
5. Hutang biaya
6. Piutang Pendapatan
7. Pendapatan Diterima Dimuka jika digunakan pendekatan pendapatan
8. Biaya Dibayar Dimuka jika digunakan pendekatan beban (biaya)
Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini disajikan ikhtisarnya saja sebagai berikut:

No
Jenis AJP Ayat Jurnal Penyesuaian Jurnal Balik
.

Biaya Gaji 10 Hutang Gaji 10


1. Hutang Biaya 10 10
Hutang Gaji 0 Biaya Gaji 0
0 0
Piutang Bunga Pendapatan
15 15
2. Piutang Bunga Pendapatan 15 Bunga 15
0 0
Bunga 0 Piutang Bunga 0
Pendapatan Pendapatan
Pendapatan Tiket 20 Tiket DD 20
3. 20 20
Diterima Dimuka Pendapatan 0 Pendapatan 0
0 0
Tiket DD Tiket
Sewa Dibayar Beban Sewa
Biaya Dibayar 90 90
4. Dimuka 90 Sewa Dibayar 90
Dimuka 0 0
Beban Sewa 0 Dimuka 0

Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

3.
FEB

CARA MUDAH MENYELESAIKAN AJP (AYAT JURNAL


PENYESUAIAN) PERUSAHAAN JASA

CARA MUDAH MENYELESAIKAN AJP (AYAT JURNAL PENYESUAIAN)


PERUSAHAAN JASA
DINERACA / KETERANGAN AYAT JURNAL PENYESUAIAN

1.PERLENGKAPAN BEBAN PERLENGKAPAN


(Di Neraca) PERLENGKAPAN
maka dicatat sebagai asset (yang telah digunakan)
2.BEBAN PERLENGKAPAN PERLENGKAPAN
(Di Neraca) BEBAN PERLENGKAPAN
maka dicatat sebagai beban (yang masih tersisa)
3.sewa/iklan/asuransi DIBAYAR DI MUKA BEBAN......
(Di Neraca) .....DIBAYAR DIMUKA
maka dicatat sebagai aset (yang sudah dijalani)
4.BEBAN..... .....DIBAYAR DIMUKA
(Di Neraca) BEBAN.....
maka dicatat sebagai beban (yang belum dijalani)
5.PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA PDD
(Di Neraca) PENDAPATAN
utang (yang sudah dikerjakan)
6.PENDAPATAN PENDAPATAN
(Di Neraca) PDD
penghasilan (yg belum dilakukan)
7.BEBAN YG MASIH HARUS DIBAYAR BEBAN iklan/sewa/asuransi
keterangan UTANG ......
(yang belum dibayar)
8.PIUTANG PIUTANG
keterangan PENDAPATAN
(yang masih harus diterima)
9.PENYUSUTAN(depresiasi,amortisasi,deplesi) BEBAN
AKUMULASI (Depresi)
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

1
Lihat komentar

4.
FEB

Pemberontakan Militer dan Ideologi Peristiwa Madiun, DI/TII, G 30


S/PKI
Pemberontakan Militer dan Ideologi
Peristiwa Madiun, DI/TII, G 30 S/PKI

Pemberontakan Militer
*PRRI/Permesta Pemberontakan Ideologi
PKI tahun 1948
PKI tahun 1965
Tokoh yang Mendalangi:
Achmad Hussein -> yang memproklamirkan berdirinya Pemerintah Revulisioner
Republik Indonesia.
Syaffrudin -> yang menjadi perdana Mentri nya.

Pemberontakan PRRI/ Permesta Tujuan Pemberontakan


Untuk mengubah kebijakan pemerintah pusat mengenai alokasi anggaran ke daerah.
Penyebab Pemberontakan
#1 Beberapa daerah di provinsi Sulawesi tidak puas dengan alokasi anggaran
pembangunan yang diterima dari pusat.
#2 Upaya untuk mengubah kebijakan pemerintah pusat dengan jalan parlemen tidak
berhasil, maka daerah-daerah tersebut menempuh jalan ekstraparlemen

Kronologi Pemberontakan
Sejumlah daerah di provinsi Sulawesi merasa tidak puas dengan
alokasi anggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat.
Karena gerakan secara parlemen tidak membuahkan hasil, maka
dilakukan gerakan extraparlemen.
Gerakan tersebut mendapat dukungan dari para panglima militer,
sehingga dibentuklah dewan-dewan daerah.
o Dewan Banteng -> Sumatra Barat
o Dewan Gajah -> Medan
o Dewan Garuda -> Palembang
o Dewan Manguni -> Manado
Derakan dewan daerah tersebut mengarah ke gerakan separatisme.
Kemudian, tiba saatnya Achmad Hussein (ketua Dewan Banteng)
mengeluarkan ultimatum kepada kabinet Djuanda untuk segera
mengundurkan diri dalam waktu 5 hari.
Lalu pemerintah segera memecat secara tidak hormat tokoh-tokoh
yang terkait.
Karena merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah, Achmad Hussein
kemudian memproklamirkan berdirinya PRRI pada tanggal 15 Februari 1958
dengan Syaffrudin sebagai Perdana Mentri nya.
Lalu di Indonesia Timur, komandan Daerah militer sulawesi Utara memutuskan
hubungan dengan RI dan mendukung PRRI.
Penumpasan Pemberontakan
Untuk memberantas pemberontakan PRRI, pemerintah menyiapkan
oprasi 17 Agustus yang terdiri dari TNI AD, AL, dan AU.
Oprasi 17 Agustus berhasil menguasai pekan baru dan bukit tinggi.
Karena merasa sangat terdesak, tokoh-tokoh PRRI akhirnya
menyerahkan diri.
Untuk menumpas pemberontakan permesta, pemerintah melancarkan
oprasi merdeka yg dipimpin oleh letkol. Rukminto Hendraningrat.
Pada pertengahan tahun 1961, sisa kekuatan permesta akhirnya
menyerahkan diri.
Pemberontakan PKI 1948
Tujuan Pemberontakan
Untuk meruntuhkan pemerintahan RI
dan diganti dengan pemerintahan PKI
yang berideologi komunis.
Penyebab Pemberontakan
Jatuhnya kabinet Amir Syarifudin. Sehingga ia menjadi oposisi bagi
pemerintahan Hatta dengan membentuk FDR.
Salah satu rencana FDR adalah menjadikan Madiun sebagai basis gerilya
dalam perjuangan dan menjadikan Surakarta sebagai umpan agar Madiun
tidak diserbu oleh TNI.
Kedatangan Muso yang memperkuat struktur organisasi PKI dan melakukan
agitasi politik.
Diproklamasikan Negara Republik Soviet Indonesia pada tanggal 18
September 1948.
Kronologi Pemberontakan
Hasil perjanjian Renville yang merugikan RI membuat rakyat RI
membuat mosi tidak percaya terhadap kabinet yang sedang
berkuasa pada saat itu, yaitu kabinet Amir Syarifudin.
Kabinet Amir Syarifudin jatuh pada bulan Januari 1948 dan
kemudian ia beroposisi dengan pemerintahan Hatta dengan
membentuk FDR.
Rencana FDR:
Menarik pasukan komunis dari TNI garis depan
Memindahkan pasukan komunis ke tempat yang strategis
dan meninggalkan daerah yang tidak bisa dipertahankan.
Membentuk tentara rakyat
Menjadikan Madiun sebagai basis gerilya dalam perjuangan dan
menjadikan Surakarta sebagai umpan agar madiun tidak diserbu
TNI.
Muso (tokoh Komunis Indonesia) bergabung dengan FDR. Lalu ia
memperkuat struktur organisasi PKI dan melakukan agitasi
politik.
Agitasi politik diawali dengan mengacaukan Surakarta, yaitu
dengan memprovokasikan antara Divisi Siliwangi dengan TNI di
Surakarta.
Selanjutnya PKI melakuakn kerusuhan di Madiun dengan
membunuh lawan-lawan politiknya. Tujuan dari tindakan tersebut
adalah untuk menjatuhkan kewibawaan pemerintah RI.
Kemudian PKI memproklamirkan Negara Republik
Soviet Indonesia pada tanggal 18 September 1948.
PKI berhasil mengasai keresidenan Madiun dan Pati,
serta membunuh secara kejam pejabat pemerintah,
perwira TNI, pempmpin partai, kaum alim ulama, dan
golongan musuh PKI lain.
Penumpasan
A.H Nasution sebagai pengganti Jendral Sudirman telah
menyusun taktik untuk memberantas pemberontakan tersebut.
Seluruh kekuatan pemberontak akhirnya dapat diberantas dan
Madiun dapat direbut kembali pada tanggal 30 Desember 1948
Muso berhasil ditembak mati, dan Amir Syarifudin berhasil
ditangkap dan dihukum mati.
Tokoh Yang Mendalangi
Amir Syarifudin
Muso
Pemberontakan G30s/PKI
D.N Aidit -> ketua CC PKI
Letkol Untung
Tokoh yang Mendalangi:
Penyebab Pemberontakan
Tahap Persiapan ofensive revolusioner yang
dilakukan PKI
Aksi Agitasi dan propaganda yang dilakukan
PKI untuk memprovokasi emosi massa
Isu Dewan Jendral yang dikeluarkan oleh Biro
Khusus PKI.
Kronologi kejadian
Pada tanggal 1 Oktober 1965 sekitar pukul 01.30 WIB,
Letkol Untung bersama Syam,Pono,Brigjen TNI
Supardjo, dan Kolonel Latief tiba di lubang buaya.
Ia memberikan perintah kepada semua untuk menuju
sasaran masing-masing dan menetapkan Pondok Gede
sebagai daerah pemunduran.
Tiga perwira tinggi Angkatan Darat yang menjadi koban
pembunuhan di rumahnya : Letjen.A.Yani, Mayjen Haryono,
Brigjen Panjaitan.
Mayjen Suprapto, Mayjen.s.Parman, Brigjen Sutoyo, Lettu Pierre
Tendean, dibawa ke lubang buaya,lalu dibunuh.
Sedangkan Jendral Haris Nasution berhasil meloloskan diri.
Akan tetapi, Ade Irma ,putri beliau tewas tertembak. dan
selain itu,ada Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun juga menjadi
korban.
PKI juga melakukan gerakan G 30 S/PKI di Yogyakarta. Para
pendukung PKI di Yogyakarta, yang terdiri atas para perwira
militer TNI AD menculik dan membunuh Komandan Korem 072
Yogyakarta Kolonel Katamso da kepala staf Korem072 Letkol
Sugijono.
Sasaran gerakan PKI klainnya adalah meguasai gedung
RRI,Monas,Istana Merdeka, Pangkalan Udara Halim Perdana
Kusumah, dan daerah sekitarnya. Pada tanggal 1 Oktober 1965Letkol Untung mengumunkan
dibentuknya Dewan Revolusi.Penumpasan Gerakan G 30 S/PKITanggal 4 Oktober 1965,
jenazah para Pahlawan Revolusi korbanG 30 S/PKI mulai diambil dan pada tanggal 5
Oktober 1965jenazah para korban mulai dimakamkan di Taman MakamPahlawan Kalibata.
Para perwira yang menjadi korban, diberikankenaikan pangkat setingkat secara anumerta.
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI
0
Tambahkan komentar

5.
FEB

MENGENAL PASAR MODAL

MENGENAL PASAR MODAL


1.1. Pengertian Pasar Modal
Pasar modal (capital market) merupakan pasar yang memfasilitasi penerbitan dan
perdagangan surat berharga keuangan seperti saham dan obligasi. Penerbitan surat
berharga dilakukan melalui mekanisme penawaran umum atau sering disebut go
public. Sedangkan, pasar sekunder merupakan pasar yang memfasilitasi jual beli atas
surat berharga yang ditelah diterbitkan melalui go public.
Di pasar modal terdapat banyak jenis surat berharga. Masing-masing surat berharga memiliki karakteristik
tingkat keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Ada surat berharga yang menjanjikan keuntungan besar
namun sekaligus berisiko besar. Ada pula yang menjanjikan keuntungan kecil dengan risiko yang kecil pula.
Umumnya semakin tinggi keuntungan yang dijanjikan semakin besar pula risikonya. Beberapa jenis surat
berharga yang populer di pasar modal antara lain: saham, obligasi, dan reksa dana.
Pasar Modal memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenis pasar yang
lain. Sebagai ilustrasi, berikut sekilas karakteristik dan perbedaan masing-masing
bentuk pasar:
Indikator Pasar Pasar Uang Pasar Modal Pasar Tenaga Kerja Pasar Komoditi
Jangka Waktu Jangka Pendek Jangka Panjang Jangka Panjang Jangka Menengah
Barang Dagangan SBI, SBPU Saham, Obligasi, Pasar Faktor Produksi Kopi, Minyak
Reksadana dll. Nabati, dan hasil
alam lainnya
Hasil Bunga Dividen, Capital Gain Upah, Bunga Laba
Pelaksana Bank Indonesia Perusahaan Efek, Penyelenggara Pasar Bursa Berjangka
Bursa Efek Tenaga Kerja
Peranan Piranti Operasi Alternatif Pendanaan Peningkatan Produksi Alternatif
Pasar Terbuka Perusahaan dan Perdagangan dan
Alternatif Investasi Alternatif Investasi
bagi Pemodal bagi Pemodal
1.2. Fungsi Pasar Modal
Pada dasarnya terdapat 2 fungsi utama pasar modal, yaitu (1) sebagai sarana
pendanaan usaha bagi perusahaan, dan (2) sebagai sarana berinvestasi bagi para
pemodal.
Keberadaan pasar modal banyak memberikan manfaat bagi perusahaan. Perusahaan
dapat memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk mendapatkan modal. Dengan
tambahan modal yang diperoleh, perusahaan dapat melakukan berbagai kebutuhan
investasi seperti membuat pabrik baru, membeli mesin, penambahan cabang,
membayar utang, menambah modal kerja, dan berbagai kebutuhan perusahaan
lainnya.
Perusahaan dapat menerbitkan obligasi atau saham melalui pasar modal. Saham dan
obligasi yang diterbitkan tersebut dibeli oleh para pemodal sehingga perusahaan dapat
memperoleh dana baru yang selanjutnya digunakan untuk berbagai kebutuhan
perusahaan.
Jumlah dana yang diperoleh perusahaan melalui pasar modal umumnya dalam jumlah
besar. Nilainya dapat berupa nilai ratusan miliar hingga mencapai triliun rupiah.
Berbeda dengan perusahaan meminjam dana dari bank dimana dana yang diperoleh
umumnya diberikan secara bertahap (atau dalam beberapa termin pencairan),
sementara di pasar modal, perusahaan memperoleh dana tersebut secara sekaligus.
Kegiatan perusahaan menerbitkan saham atau obligasi di pasar modal disebut
penawaran umum atau sering pula disebut go public.
Fungsi ke-2 pasar modal yaitu sebagai sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi.
Dengan adanya pasar modal, maka para pemilik modal atau investor dapat
memperdagangkan surat berharga yang ada di pasar modal. Dengan memegang atau
memperdagangkan surat berharga tersebut, para pemilik dapat memperoleh berbagai
keuntungan.
Investasi, dapat diartikan sebagai komitmen pemilik modal untuk menempatkan dana
pada obyek investasi tertentu dengan harapan mendapatkan keuntungan. Dalam
kehidupan modern, masyarakat semakin banyak memiliki pilihan dalam melakukan
kegiatan investasinya. Berbeda dengan masyarakat tradisional, istilah investasi lebih
identik dengan menyimpan uang secara tradisional seperti menyimpan uang di bawah
bantal, menaruh uang di suatu tempat tertentu agar tidak ada orang yang melihat,
atau identik dengan melakukan pembelian emas, sawah, atau tanah. Pada masyarakat
modern, investasi tidak hanya sebatas pembelian rumah, atau deposito saja, namun
kegiatan investasi sudah berkembang sangat luas. Perkembangan itu dapat dilihat dari
timbulnya beberapa obyek investasi yang ada sekarang ini, seperti bisnis bagi hasil
pertanian atau agribisnis, jual beli mata uang asing atau valas, jual beli saham atau
obligasi, dan beragam obyek investasi lainnya.
Dimasa kini, dalam melakukan suatu Investasi, penempatan dana yang ada tidak cukup
dilakukan hanya sebatas satu atau dua obyek investasi saja, namun dana tersebut
disebar pada sekumpulan obyek investasi atau yang lebih dikenal dengan istilah
pengelolaan portofolio; contoh sederhana misalnya investasi dilakukan melalui
beberapa obyek investasi seperti deposito, saham, obligasi, properti dan lain-lain.
Dari penjelasan diatas, maka secara umum dapat disimpulkan bahwa:

Dari pengertian tersebut, maka dapat ditarik beberapa poin penting antara lain:
o Investasi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan dana atau uang. Dengan
kata lain jika seseorang ingin berinvestasi maka ia harus memiliki dana atau uang.
Sebagai contoh sederhana, misalnya orang tua kita bekerja keras agar ia memiliki
dana atau uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga (sandang dan pangan). Jika
ada kelebihan maka orang tua kita dapat menabung atau mendepositokan uang
tersebut, ibu kita juga dapat membeli perhiasan dan berbagai keperluan lain.
o Obyek Investasi menunjukkan tempat, media atau sarana yang dijadikan sasaran
berinvestasi. Wahana investasi dapat berupa perhiasan, tanah, mesin, gedung, pabrik,
surat berharga seperti saham atau obligasi dan lain-lain.
o Jangka waktu tertentu. Kegiatan investasi umunya berkaitan dengan rentang waktu
tertentu, misalnya deposito 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun. Atau surat berharga jangka
pendek yaitu di bawah satu tahun dan seterusnya.
o Mendapatkan Keuntungan. Motif seseorang melakukan investasi pada dasarnya
adalah untuk mendapatkan keuntungan. Kalau kita menabung maka keuntungan yang
akan kita dapatkan adalah berupa bunga yang akan kita terima secara periodik.
Deposito akan memberikan keuntungan berupa bunga secara berkala. Sedangkan
seseorang membeli saham maka ia berharap akan mendapatkan keuntungan yang
dibagikan perusahaan (dividen) atau keuntungan ketika menjual saham (capital gain).
Namun yang perlu diingat adalah bahwa motif keuntungan dalam investasi tidak selalu
berwujud uang. Sebagai contoh misalnya seorang ibu membeli emas atau perhiasan
dengan tujuan agar perhiasan tersebut sewaktu-waktu dapat dijual untuk keperluan
mendadak. Tujuan lainnya adalah untuk mempertahankan nilai uang tersebut karena
adanya inflasi. (ingat: inflasi merupakan penurunan nilai uang yang berakibat
melemahnya daya beli uang).
o Masa Mendatang. Investasi merupakan komitmen yaitu melakukan pengorbanan
dengan menanamkan uang pada suatu wahana investasi tertentu untuk mendapatkan
keuntungan di masa yang akan datang. Masalahnya adalah karena masa mendatang
memiliki ketidakpastian maka keuntungan yang diharapkan dalam suatu kegiatan
investasi bukan merupakan suatu jaminan atau mengandung risiko. Risiko dapat
diartikan sebagai penyimpangan atas keuntungan yang diharapkan. Sebagai contoh
sederhana misalnya seseorang melakukan pembelian uang dolar pada saat harga 1 US
dolar sama dengan Rp 9.000 dan ia berharap nilai dolar akan naik di atas Rp 10.000.
Namun setelah seminggu kemudian ternyata nilai dolar bukannya menguat namun
sebaliknya melemah hingga nilai 1 US dolar menjadi Rp 8.000. Dalam kasus tersebut
tentu saja bukan keuntungan yang diperoleh namun sebaliknya jika dijual pada harga
Rp 8.000 maka kerugianlah yang dialami. Dengan demikian dalam investasi kita tidak
adil jika hanya memikirkan keuntungan; seyogyanya kita juga mempertimbangkan
risiko yang akan muncul. Jadi keuntungan dan risiko merupakan dua hal yang tidak
dapat dipisahkan dalam kegiatan investasi.
1.3. Sejarah Perkembangan Pasar Modal di Indonesia
Pasar modal telah lama ada di bumi nusantara tercinta ini. Hal tersebut
ditandai dengan berdirinya Bursa Efek pertama yang dibentuk pemerintah
Hindia Belanda di Batavia pada tahun 1912. Karena didirikan oleh
pemerintah Hindia Belanda maka tentu saja bursa tersebut diperuntukkan
bagi kepentingan pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menjajah
Indonesia.
Perkembangan pasar modal Indonesia, dapat dikelompokkan ke dalam
beberapa periode, yaitu:
Masa Penjajahan
Pada abad ke-19 dalam upaya meningkatkan perekonomian Indonesia, pemerintah
Hindia Belanda membangun perkebunan secara besar-besaran. Pengembangan
perkebunan dan perdagangan pada umumnya memerlukan pembiayaan yang cukup
besar. Salah satu sumber pendanaan diperoleh dari para penabung yang sebagian
besar orang-orang Belanda dan Eropa lainnya. Untuk menghimpun dana tersebut
pengusaha-pengusaha Hindia Belanda mendirikan Vereniging voor de Effecten di
Batavia dan sekaligus memulai perdagangan Efek pada tanggal 14 Desember 1912.
Efek yang diperdagangkan pada masa itu adalah saham/obligasi perusahaan
perkebunan Hindia Belanda yang beroperasi di Indonesia. Dengan semakin
berkembangnya pasar modal Batavia tersebut, kemudian bursa Efek dibuka juga di
Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925 dan di Semarang pada tanggal 1 Agustus
1925.
Ketika suhu politik di Eropa meningkat pada awal tahun 1939, Pemerintah Hindia
Belanda memusatkan perdagangan Efek di Jakarta, dan menutup bursa Efek di
Semarang dan Surabaya. Ketika Perang Dunia II berkecamuk, bursa Efek di Jakarta
juga ditutup pada tanggal 10 Mei 1940.
Masa Orde Lama
Pada tahun 1949 pemerintah Hindia Belanda mengakui kedaulatan Republik
Indonesia, dan pada tahun 1950 pemerintah menerbitkan Obligasi Republik Indonesia
serta mendorong keinginan untuk mengaktifkan kembali Bursa Efek Indonesia dengan
tujuan untuk mencegah mengalirnya Efek-Efek ke luar negeri. Pada tahun 1958
kegiatan bursa terhenti akibat inflasi dan keadaan perekonomian yang tidak menentu.
Masa Orde Baru
Perekonomian Indonesia pada masa orde lama mengalami tingkat inflasi sebesar 650%
pada tahun 1966, kemudian mengalami penurunan menjadi 24,75% pada tahun 1969
saat mulai dicanangkan Rencana Pembangunan Lima Tahun I (REPELITA I). Repelita I
memerlukan dana yang cukup besar, untuk itu kepada masyarakat dianjurkan untuk
membiasakan diri menabung (Deposito, Tabanas, Taska). Pengerahan dana melalui
masyarakat yang bersifat jangka pendek melalui pasar uang dinilai sangat berhasil.
Dengan keberhasilan tersebut pemerintah mulai melakukan persiapan-persiapan untuk
membentuk pasar modal.
Pada tahun 1976 pemerintah mengaktifkan kembali Pasar Modal Indonesia yang
didahului dengan dibentuknya Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam), Badan
Pembina Pasar Modal, dan PT Danareksa melalui Keppres No. 52 tahun 1976, yang
mempunyai fungsi dan tugas membina dan mengatur pelaksanaan teknis pasar modal.
Pada tanggal 10 Agustus 1977 Pasar Modal Indonesia secara resmi diaktifkan kembali
yang ditandai dengan adanya go public dan perdagangan saham PT Semen Cibinong.
Tahun 1995 merupakan babak baru dalam proses pembelian saham di bursa yang
ditandai dengan peluncuran Jakarta Automated Trading System (JATS), sebuah sistem
perdagangan otomasi yang menggantikan sistem perdagangan manual pada 22 Mei
1995. Sistem yang tergolong modern tersebut dapat memfasilitasi perdagangan saham
dengan frekuensi yang lebih besar dan lebih menjamin kegiatan pasar yang fair dan
transparan dibanding sistem perdagangan manual.
Masa Orde Reformasi hingga saat ini
Walaupun ekonomi Indonesia mengalami kinerja yang tidak menggembirakan seiring
dengan berlangsungnya krisis ekonomi, namun pasar modal mampu bertahan dan
secara bertahap mampu mengalami perbaikan dan pertumbuhan. Sepanjang era ini,
terdapat beberapa pencapaian antara lain: penerapan sistem perdagangan tanpa
warkat (scripless trading), percepatan sistem penyelesaian (settlement) dari 4 hari
(T+4) menjadi lebih singkat yaitu 3 hari (T+3), sistem perdagangan jarak jauh ( remote
trading), pengembangan instrumen derivatif dan lain-lain.
1.4. Kelembagaan dan Pelaku di Pasar Modal Indonesia
Bapepam merupakan lembaga atau otoritas tertinggi di pasar modal yang melakukan
pengawasan dan pembinaan atas pasar modal. Bapepam diharapkan dapat
mewujudkan tujuan penciptaan kegiatan pasar modal yang teratur, wajar, transparan,
efisien serta penegakan peraturan (law enforcement), dan melindungi kepentingan
investor di pasar modal. Bapepam secara struktural ada di bawah pengawasan dan
pengendalian Menteri Keuangan.
1.4.1. Bursa Efek
Bursa Efek adalah lembaga/perusahaan yang menyelenggarakan/menyediakan fasilitas
sistem (pasar) untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek antar berbagai
perusahaan/perorangan yang terlibat dengan tujuan memperdagangkan efek
perusahaan-perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek.
Menurut UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, Bursa Efek adalah Pihak yang
menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk untuk
mempertemukan penawaran jual dan beli Efek Pihak-Pihak lain dengan tujuan
memperdagangkan Efek di antara mereka.
Di Indonesia saat ini terdapat dua Bursa Efek yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES).
Yang dapat menjadi pemegang saham Bursa Efek adalah Perusahaan Efek yang telah memperoleh izin usaha
sebagai Perantara Pedagang Efek.
Tugas Bursa Efek sebagai Fasilitator:
Menyediakan sarana perdagangan efek.
Mengupayakan likuiditas instrumen yaitu mengalirnya dana secara cepat pada efek-
efek yang dijual.
Menyebarluaskan informasi bursa ke seluruh lapisan masyarakat.
Memasyarakatkan pasar modal, untuk menarik calon investor dan perusahaan yang go
public.
Menciptakan instrumen dan jasa baru.
Tugas Bursa Efek sebagai SRO (Self Regulatory Organization)
Membuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan Bursa
Mencegah praktek transaksi yang dilarang melalui pelaksanaan fungsi pengawasan
Ketentuan Bursa Efek mempunyai kekuatan hukum yang mengikat bagi pelaku pasar
modal.
Sebagai sebuah pasar, Bursa Efek dapat dianalogikan dengan sebuah mall.
Variabel Mall Bursa Efek
Barang Dagangan Pakaian, makanan, minuman dll Saham, obligasi
Pembayaran Cash and Carry T+3
Penyewa Kios Pedagang Perusahaan Efek/Perusahaan
Pialang
1.4.2. Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)
Adalah salah satu lembaga pendukung terselenggaranya kegiatan sistem pasar modal
secara lengkap, selain lembaga penyimpanan & penyelesaian. Lembaga ini yang
menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa.
LKP saat ini diselenggarakan oleh PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Sesuai
dengan fungsinya, lingkup kerja KPEI antara lain:
Melakukan kliring atas semua transaksi bursa pada Bursa Efek di Indonesia. Kliring
adalah proses penentuan hak dan kewajiban anggota bursa yang timbul dari transaksi
bursa. Dengan adanya kliring maka tercipta suatu sistem pelaporan dan konfirmasi
transaksi bursa, kejelasan posisi hak dan kewajiban penyelesaian, peningkatan
efisiensi dan efektivitas penyelesaian transaksi bursa, peluang penanggulangan
potensi kegagalan penyelesaian, serta adanya catatan dan dokumentasi yang baik.
Melakukan penjaminan penyelesaian transaksi bursa. Penjaminan berfungsi untuk
memberikan kepastian dipenuhinya hak dan kewajiban anggota bursa yang timbul dari
transaksi bursa.
1.4.3. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian adalah lembaga/perusahaan yang
menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral (tempat penyimpanan terpusat) bagi
Bank Kustodian, Perusahaan Efek dan Pihak lain. Saat ini diselenggarakan oleh PT
Kustodian Sentral Efek Indonesia. Bank Kustodian itu sendiri adalah bank yang
bertindak sebagai tempat penyimpanan & penitipan uang, surat-surat berharga
maupun barang-barang berharga.
Di era Scripless atau Perdagangan Tanpa Warkat yang saat ini tengah berjalan maka
peran KSEI akan menjadi semakin besar karena LPP akan berfungsi penuh sebagai
Kustodian Sentral dimana semua Efek akan disentralisasi dalam bentuk catatan
elektronik. Saat ini tengah berjalan suatu proses yang disebut Konversi, yaitu suatu
proses dimana semua saham yang ada saat ini (masih dalam bentuk sertifikat) akan di
konversi ke dalam bentuk catatan elektronik yang dimiliki KSEI, yaitu sistem C-BEST.
Dengan sistem demikian, dimana yang tercatat adalah Rekening Efek, maka
penyelesaian transaksi menjadi lebih efektif dan efisien karena penyelasaian transaksi
cukup dilakukan dengan sistem pemindahbukuan (book-entry settlement) dari satu
rekening ke rekening lainnya.
1.4.4. Perusahaan Efek
Perusahaan Efek adalah Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi
Efek, Perantara Pedagang Efek, dan atau Manajer Investasi (UU Pasar Modal). Hal
tersebut berarti sebuah Perusahaan Efek dapat menjalankan salah satu, dua atau
ketiga kegiatan usaha tersebut. Namun yang perlu dicatat adalah, bahwa Perusahaan
Efek (berbentuk Perseroan Terbatas) dapat menjalankan usaha tersebut setelah
mendapat ijin dari Bapepam.
Di Bursa Efek Jakarta terdapat sekitar 120-an Perusahaan Efek yang
menjadi anggota dari Bursa Efek Jakarta dan menjalankan aktivitas baik
sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, maupun Manajer
Investasi.
1.4.4.1. Penjamin Emisi Efek
Perusahaan Efek yang membuat kontrak dengan Emiten untuk melakukan
Penawaran Umum bagi kepentingan Emiten tersebut. Kontrak tersebut
memiliki sistem penjaminan dalam 2 bentuk:
1. Best effort, berarti Penjamin Emisi hanya menjual sebatas yang laku.
2. Full commitment, berarti Penjamin Emisi menjamin penjualan seluruh saham yang
ditawarkan. Bila ada yang tak terjual, maka Penjamin Emisi yang membelinya.
1.4.4.2. Perantara Pedagang Efek
Dalam bahasa sehari-hari masyarakat lebih awam dengan istilah pialang atau broker
dibanding istilah Perantara Pedagang Efek. Istilah Perantara Pedagang Efek
merupakan istilah yang dapat kita temukan dalam Undang-Undang Pasar Modal.
Istilah tersebut mengandung dua makna yaitu: (1) Perantara dalam Jual Beli Efek,
artinya bertindak sebagai perantara dalam aktivitas jual beli efek, karena investor
tidak boleh melakukan kegiatan jual beli secara langsung tanpa melalui perantara atau
broker atau pialang. Jadi setiap transaksi jual dan beli harus melalui perantara. Untuk
jasa sebagai perantara tersebut maka perantara mendapatkan komisi dari investor
baik untuk kegiatan jual maupun beli. (2) Pedagang Efek, artinya disamping bertindak
sebagai perantara maka perusahaan efek juga dapat melakukan aktivitas jual beli
saham untuk kepentingan perusahaan efek tersebut.
1.4.4.3. Manajer Investasi
Adalah perusahaan/perorangan yang telah mendapat izin usaha dari
BAPEPAM untuk mengelola portfolio efek untuk para investor/nasabah baik
secara perorangan atau kolektif. Dana nasabah tersebut kemudian
diinvestasikan pada macam-macam jenis efek. Pengertian Manajer
Investasi tidak termasuk perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank.
1.4.5. Lembaga Penunjang Pasar Modal
Lembaga Penunjang Pasar Modal adalah lembaga-lembaga yang menunjang
berlangsungnya industri pasar modal. Lembaga-lembaga tersebut adalah:
1. Biro Administrasi Efek, yaitu lembaga penunjang pasar modal dalam hal
administrasi Efek, baik pada pasar perdana maupun pasar sekunder. Bentuk pelayanan
yang diberikan BAE antara lain dalam bentuk pencatatan dan pemindahan kepemilikan
Efek.
2. Kustodian, yaitu lembaga yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lainnya
yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, menerima bunga, dividen, dan hak-hak lain
menyelesaikan transaksi Efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi
nasabahnya.
3. Wali Amanat (trustee), adalah lembaga yang dipercaya untuk mewakili kepentingan
seluruh pemegang obligasi atau surat utang lainnya. Peran Wali Amanat diperlukan
dalam emisi obligasi. Selain itu, Wali Amanat juga berperan sebagai pemimpin dalam
rapat umum pemegang obligasi (RUPO).
4. Pemeringkat Efek, adalah perusahaan swasta yang melakukan peringkat/ranking
atas efek yang bersifat utang (seperti obligasi). Tujuan pemeringkatan adalah untuk
memberikan pendapat (independen, obyektif dan jujur) mengenai risiko suatu Efek
Utang. Di Indonesia saat ini terdapat 2 lembaga yang berperan sebagai Pemeringkat
Efek yaitu PT. PEFINDO dan PT Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia (D.C.R).
Pemeringkatan atas suatu Efek Utang atau obligasi akan membantu investor untuk
mengetahui risiko atas suatu obligasi.
1.4.6. Profesi Penunjang Pasar Modal
Lembaga/perusahaan yang diperlukan untuk dijadikan mitra oleh Emiten dalam rangka
penawaran umum. Pihak tersebut antara lain:
1. Akuntan Publik, yang banyak berperan dalam penyajian informasi keuangan
perusahaan baik yang akan maupun telah go public.
Dalam suatu penawaran umum, akuntan mempunyai tugas utama untuk melaksanakan
audit atas laporan keuangan emiten menurut standar audit yang ditetapkan Ikatan
Akuntan Indonesia. Audit tersebut diperlukan agar diperoleh suatu keyakinan bahwa
laporan keuangan tersebut bebas dari salah saji yang material. Akuntan dalam hal ini,
bertanggung jawab penuh atas pendapat yang diberikan terhadap laporan yang
diauditnya.
Seperti kita ketahui bahwa laporan keuangan merupakan pintu
utama untuk menilai kinerja suatu perusahaan, terlebih bagi
perusahaan yang sedang melakukan penawaran umum, sehingga
opini Akuntan akan memberikan suatu keyakinan bagi pihak lain
atas laporan keuangan yang diterbitkan emiten tersebut.
2. Notaris, adalah pejabat umum yang berwenang dalam membuat akta perubahan
anggaran dasar emiten.
Dalam emisi saham, notaris berperan dalam membuat akta perubahan anggaran dasar emiten, dan apabila
diinginkan oleh para pihak, notaris juga berperan dalam pembuatan perjanjian penjaminan emisi efek,
perjanjian antar penjamin emisi efek dan perjanjian dengan agen penjual.
Dalam emisi obligasi, notaris berperan dalam pembuatan perjanjian perwaliamanatan
dan perjanjian penanggungan.
3. Konsultan Hukum, adalah ahli hukum yang memberikan dan menanda-tangani
pendapat hukum mengenai emisi atau emiten. Dalam proses go public, konsultan
hukum berfungsi untuk memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion)
mengenai keadaan emiten.
Dalam suatu penawaran umum Konsultan Hukum bertugas untuk memberikan opini dari segi hukum (legal
opinion). Konsultan Hukum bertugas untuk melakukan pemeriksaan atas fakta hukum yang ada mengenai
emiten. Pendapat Konsultan Hukum mencakup pemeriksaan atas:
Anggaran dasar emiten beserta perubahannya
Ijin usaha emiten
Bukti pemilikan/penguasaan harta kekayaan emiten
Perikatan oleh emiten dengan pihak lain
Perkara baik perdata maupun pidana yang menyangkut
emiten dan pribadi pengurus perseroan.
Dapat disimpulkan bahwa, tujuan dari pendapat Konsultan Hukum
tersebut agar investor mendapat pendapat/opini dari pihak ketiga
bahwa emiten yang tengah melakukan penawaran umum tersebut
tidak bermasalah dari sisi hukum.
4. Penilai (appraiser), adalah pihak yang memberikan jasa profesional dalam
menentukan nilai wajar suatu aktiva suatu perusahaan.
Dalam suatu emisi, penilai berperan untuk menentukan nilai wajar aktiva tetap
perusahaan bersangkutan.
5. Penasihat Investasi (investment advisor), yaitu lembaga atau perorangan yang
memberikan nasihat kepada emiten atau calon emiten berkaitan dengan berbagai hal.
Pada umunya berkaitan dengan masalah keuangan, seperti nasihat mengenai struktur
modal yaitu menyangkut komposisi utang dan modal sendiri.
1.5. Emiten dan Perusahaan Publik
Emiten adalah Pihak yang melakukan kegiatan Penawaran Umum. Emiten berupa
perusahaan yang telah mengeluarkan saham atau obligasi yang dijual kepada
masyarakat.
Perusahaan Publik adalah perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurangnya 300
pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp 3 milyar. Selama
suatu perusahaan memenuhi kriteria tersebut (kepemilikan dan permodalan), maka
selama itu pula perusahaan tersebut wajib memenuhi ketentuan-ketentuan di bidang
pasar modal yang mengatur perusahaan publik, khususnya yang berkaitan dengan
prinsip keterbukaan.
1.6. Investor
Investor adalah orang yang memiliki dana lebih guna diinvestasikan ke
dalam pembelian saham atau obligasi. Investor dapat dibedakan atas
investor perorangan dan investor institusi seperti dana pensiun. Investor
dapat pula dibedakan atas investor lokal dan investor asing.
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

6.
FEB

PASAR MODAL/ BURSA EFEK

PASAR MODAL/ BURSA EFEK


A. PENGERTIAN
1. DEFINISI
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan
jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa
dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana
pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai
sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai
sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.Instrumen keuangan
yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jangka waktu
lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right, reksa dana, dan berbagai instrumen
derivatif seperti option, futures, dan lain-lain.
Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefnisikan
pasar modal sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan
perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya,
serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.Pasar Modal memiliki peran penting
bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu
pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk
mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor), kedua pasar modal menjadi sarana
bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi,
reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang
dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument.

2. PELAKU PASAR MODAL


1. Perusahaan Efek
2. Perusahaan Publik/ Emiten
3. Lembaga Penunjang Pasar Modal
4. Profesi Penunjang Pasar Modal
5. Investor

3. MANFAAT PASAR MODAL


1. Menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha
2. Wahana investasi yang beraneka ragam bagi pihak yang kelebihan dana
(investor)
3. Sebagai leading indicator bagi perkembangan perekonomian suatu Negara
4. Penyebaran kepemilikan perusahaan bagi masyarakat luas

4. FUNGSI PASAR MODAL


1. Fungsi Ekonomi
Pasar modal berperan sebagai wahana yang mempertemukan antara investor dan issuer
1. Fungsi Keuangan
Pasar Modal memungkinkan pelakunya mendapatkan keuntungan dari kegiatannya di Pasar
Modal

B. INSTRUMEN PASAR MODAL/ BURSA EFEK


1. SAHAM
1. Pengertian
Saham didefnisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan
usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham dapat dibedakan menjadi
duajenis, yaitu :
1]. Saham Biasa (Coomon Stock)
Adalah saham dengan ciri-ciri :
a]. Deviden dibayarkan jika perusahaan mendapat keuntungan
b]. Memiliki hak suara dalam RUPS
c]. Hak memperoleh pembagian kekayaan perusahaan apabila perusahaan dinyatakan
bangkrut/pailit oleh pengadilan dilakukan setelah semua utang perusahaan dilunasi
2]. Saham Istimewa (Preferen Stock)
Adalah saham dengan ciri-ciri :
a]. Memperoleh hak paling dahulu atas deviden
b]. Tidak memilki hak suara
c]. Dapat memperoleh tambahan dari pembagian deviden

1. Keuntungan pemilik saham


1. Dividen
Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari
keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan
dari pemegang saham dalam RUPS.
Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai artinya kepada setiap
pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk
setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang
saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang
pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.
2. Capital Gain
Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk
dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli
saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp
3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500
untuk setiap saham yang dijualnya.
1. Resiko Pemegang Saham
1. Capital Loss
Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham
lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,-
per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai
Rp 1.400,- per saham.
Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp
1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.
2. Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan
tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas
terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan
perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut,
maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.
Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan
memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari
pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus
mengikuti perkembangan perusahaan.

2. OBLIGASI
1. Pengertian
Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat
dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan
berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah
ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.
1. Jenis Obligasi
Obligasi memiliki beberapa jenis yang berbeda, yaitu :
1) Dilihat dari sisi penerbit :
a]. Corporate Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk badan
usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha swasta.
b]. Government Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
c]. Municipal Bond : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai
proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public utility).
2) Dilihat dari sistem pembayaran bunga :
a) Zero Coupon Bonds : obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara
periodik. Namun, bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo.
b) Coupon Bonds : obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai
dengan ketentuan penerbitnya.
c) Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum
masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.
d) Floating Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum
jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu seperti average time
deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah
dan swasta.

3) Dilihat dari hak penukaran / opsi :


a) Convertible Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk
mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.
b) Exchangeable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk
menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afliasi milik
penerbitnya.
c) Callable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali
obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
d) Putable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan
emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi
tersebut.

4) Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnya


a) Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau
dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam kelompok ini, termasuk didalamnya adalah:
a. Guaranteed Bonds : Obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin denan
penangguangan dari pihak ketiga
b. Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan
hipotik atas properti atau asset tetap.
c. Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam
portofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.
b) Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin
dengan kekayaan penerbitnya secara umum.

5) Dilihat dari segi nilai nominal


a. Konvensional Bonds : obligasi yang lazim diperjualbelikan dalam satu nominal, Rp 1 miliar
per satu lot.
b. Retail Bonds : obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai nominal yang kecil,
baik corporate bondsmaupun government bonds.

6) Dilihat dari segi perhitungan imbal hasil :


a. Konvensional Bonds : obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan sistem kupon
bunga.
b. Syariah Bonds : obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan perhitungan
bagi hasil. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah, yaitu:
- Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi
hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut
diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten.
- Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa
sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan bisa diketahui/diperhitungkan
sejak awal obligasi diterbitkan

1. Karakteristik Obligasi
Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh
pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo.
Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara
berkala (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulanan) Kupon
obligasi dinyatakan dalam annual prosentase.
Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan
pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang dimilikinya. Periode jatuh
tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan diatas 5 tahun. Obligasi yang
akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan lebih mudah untuk di prediksi, sehingga
memilki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh
tempo dalam waktu 5 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi,
semakin tinggi Kupon / bunga nya.
Penerbit / Emiten (Issuer) Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan faktor
sangat penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel. Mengukur resiko / kemungkinan
dari penerbit obigasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan atau pokok obligasi
tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang
dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia.

1. Harga Obligasi
Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang, harga
obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal.
Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu:
1. Par (nilai Pari) : Harga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai
nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp
50 juta = Rp 50 juta.
2. at premium (dengan Premi) : Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal Misal: Obligasi
dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai obligasi adalah 102%
x Rp 50 juta = Rp 51 juta
3. at discount (dengan Discount) : Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal Misal:
Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka nilai dari obligasi
adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta.

1. Yield Obligasi / Pendapatan


Pendapatan atau imbal hasil atau return yang akan diperoleh dari investasi obligasi
dinyatakan sebagai yield,yaitu hasil yang akan diperoleh investor apabila menempatkan
dananya untuk dibelikan obligasi. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi obligasi,
investor harus mempertimbangkan besarnya yield obligasi, sebagai faktor pengukur tingkat
pengembalian tahunan yang akan diterima.

Ada 2 (dua) istilah dalam penentuan yield yaitu current yield dan yield to maturity.
1. Currrent yield adalah yield yang dihitung berdasrkan jumlah kupon yang diterima selama
satu tahun terhadap harga obligasi tersebut.
2. Yield to maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian atau pendapatan yang akan
diperoleh investor apabila memiliki obligasi sampai jatuh tempo.
3. REKSADANA
1. Pengertian
Reksada merupakan alternative investasi bagi pemodal kecil dan pemodal yang tidak
memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa
Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki
modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan
pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan
peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Mengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27)
didefnisikan bahwa Reksa Danaadalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun
dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh
manajer investasi.
Ada tiga hal yang terkait dari defnisi tersebut yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat
pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana
tersebut dikelola oleh manajer investasi.

1. Manfaat reksadana
1. Pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifkasi
investasi dalam Efek, sehingga dapat memperkecil risiko. Sebagai contoh, seorang pemodal
dengan dana terbatas dapat memiliki portfolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan jika
tidak tidak memiliki dana besar. Dengan Reksa Dana, maka akan terkumpul dana dalam
jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifkasi baik untuk instrumen di pasar
modal maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen
seperti deposito, saham, obligasi.
2. Reksa Dana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal.
Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah pekerjaan yang mudah, namun
memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri, dimana tidak semua pemodal memiliki
pengetahuan tersebut.
3. Efsiensi waktu. Dengan melakukan investasi pada Reksa Dana dimana dana tersebut
dikelola oleh manajer investasi profesional, maka pemodal tidak perlu repot-repot untuk
memantau kinerja investasinya karena hal tersebut telah dialihkan kepada manajer investasi
tersebut.

1. Resiko reksadana
Risko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan.
Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan surat berharga
lainnya) yang masuk dalam portfolio Reksa Dana tersebut.
Risiko Likuiditas
Risiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh Manajer Investasi jika sebagian besar
pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang dipegangnya.
Manajer Investasi kesulitan dalam menyediakan uang tunai atas redemption tersebut.
Risiko Wanprestasi
Risiko ini merupakan risiko terburuk, dimana risiko ini dapat timbul ketika perusahaan
asuransi yang mengasuransikan kekayaan Reksa Dana tidak segera membayar ganti rugi
atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan, seperti wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan Reksa Dana, pialang,
bank kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, yang dapat menyebabkan
penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) Reksa Dana.
1. Jenis Reksadana
Reksa Dana Pasar Uang (Moner Market Funds). Reksa Dana jenis ini hanya melakukan
investasi pada Efek bersifat Utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun.
Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.
Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds). Reksa Dana jenis ini melakukan
investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Utang. Reksa
Dana ini memiliki risiko yang relatif lebih besar dari Reksa Dana Pasar Uang. Tujuannya
adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.
Reksa Dana Saham (Equity Funds). Reksa dana yang melakukan investasi sekurang-
kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas. Karena investasinya
dilakukan pada saham, maka risikonya lebih tinggi dari dua jenis Reksa Dana sebelumnya
namun menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi.
Reksa Dana Campuran. Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek bersifat
Ekuitas dan Efek bersifat Utang.

4. DERIVATIF
Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek utama baik yang bersifat penyertaan
maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek utama maupun
turunan selanjutnya. Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang
keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying
assets.
Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak fnansial antara 2 (dua)
atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual
assets/commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan
harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli.
Adapun nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat
dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di spot market.
Derivatif Keuangan
Derivatif yang terdapat di Bursa Efek adalah derivatif keuangan (fnancial derivative).
Derivatif keuangan merupakan instrumen derivatif, di mana variabel-variabel yang
mendasarinya adalah instrumen-instrumen keuangan, yang dapat berupa saham, obligasi,
indeks saham, indeks obligasi, mata uang (currency), tingkat suku bunga dan instrumen-
instrumen keuangan lainnya.
Instrumen-instrumen derivatif sering digunakan oleh para pelaku pasar (pemodal dan
perusahaan efek) sebagai sarana untuk melakukan lindung nilai (hedging) atas portofolio
yang mereka miliki.

Beberapa Jenis Produk Turunan yang diperdagangkan di BEI:


1. Kontrak Opsi Saham (KOS)
OPTION adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk
membeli atau menjual sebuah asset pada harga tertentu dalam jangka waktu
tertentu. Option pertama kali secara resmi diperdagangkan melalui Chicago Board Exchange
(CBOE) pada tahun 1973
KOS (Kontrak Opsi Saham) adalah Efek yang memuat hak beli (call option) atau hak jual (put
option) atas Underlying Stock (saham perusahaan tercatat, yang menjadi dasar
perdagangan seri KOS) dalam jumlah dan Strike Price (harga yang ditetapkan oleh Bursa
untuk setiap seri KOS sebagai acuan dalam Exercise) tertentu, serta berlaku dalam periode
tertentu.
Call Option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker) untuk
membeli sejumlah tertentu dari sebuah instrumen yang menjadi dasar kontrak tersebut.
Sebaliknya, Put Option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker)
untuk menjual sejumlah tertentu dari sebuah instrumen yang menjadi dasar kontrak
tersebut.
Opsi tipe Amerika memberikan kesempatan kepada pemegang opsi (taker) untuk meng-
exercise haknya setiap saat hingga waktu jatuh tempo. Sedangkan Opsi Eropa hanya
memberikan kesempatan kepada taker untuk meng-exercise haknya pada saat waktu jatuh
tempo.

2. KONTRAK BERJANGKA INDEKS (LQ 45 FUTURES)


Kontrak Berjangka atau Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu
underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang. Kontrak indeks
merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham.
LQ Futures menggunakan underlying indeks LQ45, LQ45 telah dikenal sebagai benchmark
saham-saham di Pasar Modal Indonesia. Di tengah perkembangan yang cepat di pasar
modal Indonesia, indeks LQ45 dapat menjadi alat yang cukup efektif dalam rangka
melakukan tracking secara keseluruhan dari pasar saham di Indonesia.

3. Mini LQ Futures
Mini LQ Futures adalah kontrak yang menggunakan underlying yang sama dengan LQ
Futures yaitu indeks LQ45, hanya saja Mini LQ Futures memiliki multiplier yang lebih kecil
(Rp 100 ribu / poin indeks atau 1/5 dari LQ Futures) sehingga nilai transaksi, kebutuhan
marjin awal, dan fee transaksinya juga lebih kecil.
Produk Mini LQ Futures ditujukan bagi investor pemula dan investor retail yang ingin
melakukan transaksi LQ dengan persyaratan yang lebih kecil. Dengan demikian Mini LQ
dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran investor retail yang baru akan mulai
melakukan transaksi di indeks LQ

4. LQ45 Futures Periodik


Kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode Hari
Bursa tertentu. Tedapat beberapa tipe kontrak, yaitu :
Periodik 2 Mingguan Kontrak periodik 2 Mingguan, yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari
Bursa terakhir minggu kedua sejak penerbitan kontrak.
Periodik Mingguan (5 Hari Bursa) Kontrak Periodik Mingguan (5 Hari Bursa), yakni kontrak
yang jatuh tempo pada Hari Bursa kelima sejak penerbitan kontrak.
Periodik Harian (2 Hari Bursa) Kontrak periodik Harian (2 Hari Bursa), yakni kontrak yang
jatuh tempo pada Hari Bursa kedua sejak penerbitan kontrak.

5. Japan (JP) Futures


Produk ini memberikan peluang kepada investor untuk melakukan investasi secara global
sekaligus memperluas rangkaian dan jangkauan produk derivatif BEI ke produk yang
menjadi benchmark dunia. Dengan JP Futures memungkinkan investor menarik manfaat dari
pergerakan pasar jepang sebagai pasar saham paling aktif setelah pasar AS.
PASAR UANG
1. PENGERTIAN
1. Defnisi
Pasar uang adalah suatu kelompok pasar dimana instrumen kredit jangka pendek
(berkualitas tinggi) diperjualbelikan, dengan waktu kurang dari 1 tahun.
2. Pelaku pasar uang
a. Masyarakat umum
b. Bank
c. Perusahaan
d. LKBB
3. Ciri ciri pasar uang
a. Tidak terikat pada tempat tertentu
b. Mekanisme pasar hanya untuk transaksi pinjam meminjam dana
c. Jangka waktu pendek
1. INSTRUMEN PASAR UANG
Produk-produk pasar uang antara lain :
1. SBI (Sertifkat Bank Indonesia), yaitu surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia
sebagai pengakuan utang jangka pendek dan diperjualbelikan dengan diskonto
2. SBPU (Surat Berharga Pasar Uang), yaitu Surat berharga yang diterbitkan Bank Umum
sebagai pengakuan utang jangka pendek yang diperjualbelikan secara diskonto dengan BI
3. Sertifkat Deposito, yaitu Surat tanda bukti simpanan deposito berjangka di Bank yang
diperdagangkan
4. Commercial Paper, yaitu surat perjanjian dimana pihak yang menerbitkan akan membayar
sejumlah uang tertentu pada saat jatuh tempo
5. Call Money, yaitu kegiatan pinjam meminjam dana antar Bank untuk jangka pendek.
Jenis-jenis Call Money, antara lain:
1. On Call adalah kredit harian
2. Prolongasi adalah kredit 1 bulanan
3. Blenning adalah kredit 3 Bulanan
6. Repo (Repurchase Agreement)/ Aksep, yaitu transaksi jual beli surat berharga yang disertai
dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kembali surat-surat berharga pada waktu
yang ditentukan
7. Bankers Acceptance adalah Wesel berjangka yang ditarik oleh eksportir/ importir atas
suatu bank untuk membayar sejumlah barang atau membeli Valas
1. RESIKO PASAR UANG
1. Capital Loss
Terjadi jika instrumen pasar uang harganya turu
2. Resiko gagal bayar
Terjadi jika Debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan waktu yang
ditentukan
3. Resiko Inflasi
Terjadi jika terjadi kenaikan hargaharga barang dan jasa
4. Resiko Valas
Terjadi jika harga valas mengalami perubahan yang tidak menguntungkan

MEKANISME PASAR/ BURSA EFEK


1. STRUKTUR PASAR MODAL INDONESIA
1. Struktur Pasar Modal
i. BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal)
Adalah lembaga pemegang otoritas tertinggi di pasar modalyang melakukan pengawasan
dan pembinaan pasar modal. Tugas pokok BAPEPAM antara lain :
1. Menyelenggarakan bursa pasar modal secara efektif dan efsien
2. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap bursa efek dan lembaga penunjang
3. Menetapkan kebijakan operasional pasar modal
4. Memberi pendapat dan masukan kepada menteri keuangan
ii. SRO (Self Regulatory Organization)
SRO adalah lembaga dibawah BAPEPAM yang terdiri dari 3 lembaga, yaitu Bursa Efek,
Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)
1]. Bursa Efek
Adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sarana untuk kegiatan jual beli
efek
2]. LKP
Adalah lembaga yang berfungsi untuk menetapkan peraturan mengenai kegiatan kliring dan
penjaminan transaksi bursa
3]. LPP
Adalah lembaga yang berfungsi untuk menetapkan peraturan mengenai kegiatan
penyimpanan dan penyelesaian transaksi bursa
iii. Perusahaan Efek
Adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek, perantara efek
(broker/pialang) dan manajer investasi.
iv. Lembaga Penunjang
Adalah lembaga yang berfungsi untuk memperlancar kegiatan jual beli efek agar efektif dan
efsien. Yang termasuk lembaga penunjang pasar modal antara lain :
1]. Biro Administrasi Efek (BAE)
Adalah lembaga yang menyediakan jasa dalam bentuk administrasi efek (pencatatan dan
pemindahan kepemilikan efek-efek emiten)
2]. Bank Kustodian
Adalah lembaga yang menyediakan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan
dengan efek seperti bunga, deviden, dll.
3]. Wali Amanat
Adalah lembaga yang dipercaya mewakili kepentingan seluruh pemegang obligasi atau
sekuritas utang
4]. Penasehat Investasi
Adalah lembaga yang menyediakan jasa pertimbangan dalam kegiatan jual beli efek
5]. Pemeringkat Efek
Adalah lembaga yang melakukan pemeringkatan atas efek
v. Profesi
Kegiatan di pasar modal membutuhkan tenaga-tenaga ahli yang kompeten dan profesional.
Tenaga ahli itu antara lain:
1]. Akuntan
Adalah lembaga/orang yang bertugas mengaudit laporan keuangan emiten dan memberikan
pendapat atas laporan keuangan tersebut
2]. Konsultan Hukum
Adalah lembaga/orang yang bertugas memberikan pendapat dari sisi hukum mengenai
emiten
3]. Appraiser (Penilai)
Adalah orang/lembaga yang memberi penilaian atas aktiva perusahaan dan nilai wajar suatu
aktiva tetap emiten dalam proses go publik dan akuisisi
4]. Notaris
Adalah orang/lembaga yang bertugas membuat berita acara RUPS, konsep akta perubahan
anggaran dasar dan perjanjian dan kontrak-kontrak penting lainnya
vi. Investor
Adalah orang/lembaga yang menanamkan uangnya di pasar modal. Investor dapat berasal
dari dalam negeri/domestik dan luar negeri/asing
vii. Emiten
Adalah perusahaan yang menawarkan efeknya kepada investor melalui penawaran umum.
Emiten yang beroperasi di bursa efek ada 2 jenis, yaitu
1]. Perusahaan Publik
Adalah perusahaan yang sahamnya telah dimiliki oleh 300 pemegang saham atau lebih
dengan modal disetor sekurang-kurangnya Rp 3.000.000.000,00 atau lebih
2]. Reksadana
Adalah perusahaan yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya
diinvestasikan dalam bentuk portopolio efek
2. Bentuk Pasar Modal
Di pasar modal dikenal dua jenis pasar, yaitu :
A. Pasar Perdana
Adalah kegiatan penawaran/penjualan efek secara langsung oleh emiten tanpa melalui
bursa efek. Ciri-ciri pasar perdana antara lain:
1]. Harga saham tetap
2]. Tidak dikenakan komisi
3]. Jangka waktu terbatas
4]. Transaksi hanya khusus untuk pembelian saham
5]. Pemesanan saham melalui agen penjual
B. Pasar Sekunder
Adalah tempat kegiatan suatu efek dicatatkan/listing dan diperdagangkan secara terus
menerus. Ciri-ciri pasar sekunder antara lain:
1]. Harga saham fluktuatif sesuai kekuatan pasar
2]. Dikenakan komisi
3]. Jangka waktu tidak terbatas
4]. Transaksi untuk penjualan dan pembelian saham
5]. Pemesanan saham melalui anggota bursa

2. PROSES TRANSAKSI BURSA EFEK


Sebelum dapat melakukan transaksi, terlebih dahulu investor harus menjadi nasabah
di perusahaan Efek atau kantor broker. Di BEI terdapat sekitar 120 perusahaan Efek yang
menjadi anggota BEI. Pertama kali investor melakukan pembukaan rekening dengan
mengisi dokumen pembukaan rekening. Di dalam dokumen pembukaan rekening tersebut
memuat identitas nasabah lengkap (termasuk tujuan investasi dan keadaan keuangan) serta
keterangan tentang investasi yang akan dilakukan.
Nasabah atau investor dapat melakukan order jual atau beli setelah investor disetujui
untuk menjadi nasabah di perusahaan Efek yang bersangkutan. Umumnya setiap
perusahaan Efek mewajibkan kepada nasabahnya untuk mendepositkan sejumlah uang
tertentu sebagai jaminan bahwa nasabah tersebut layak melakukan jual beli saham. Jumlah
deposit yang diwajibkan bervariasi; misalnya ada yang mewajibkan sebesar Rp 25 juta,
sementara yang lain mewajibkan sebesar Rp 15 juta dan seterusnya.
Pada dasarnya tidak ada batasan minimal dan jumlah dana untuk membeli
saham. Dalam perdagangan saham, jumlah saham yang dijual-belikan dilakukan dalam
satuan perdagangan yang disebut dengan lot. Di Bursa Efek Indonesia, satu lot berarti 500
saham dan itulah batas minimal pembelian saham. Lalu dana yang dibutuhkan menjadi
bervariasi karena beragamnya harga saham yang tercatat di Bursa. Di BEI, transaksi
dilakukan pada hari-hari tertentu yang disebut Hari Bursa, yaitu:

Hari Bursa Sesi Perdagangan Waktu


Senin s/d Kamis Sesi I Jam 09.30 12.00 WIB
Sesi II Jam 13.30 16.00 WIB
Jumat Sesi I Jam 09.30 11.30 WIB
Sesi II Jam 14.00 16.00 WIB
Dilihat dari prosesnya, maka urutan perdagangan saham atau Efek lainnya dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1. Menjadi Nasabah di Perusahaan Efek.
Pada bagian ini, seseorang yang akan menjadi investor terlebih dahulu menjadi nasabah
atau membuka rekening di salah satu broker atau Perusahaan Efek. Setelah resmi terdaftar
menjadi nasabah, maka investor dapat melakuka kegiatan transaksi.
2. Order dari nasabah.
Kegiatan jual beli saham diawali dengan instruksi yang disampaikan investor kepada broker.
Pada tahap ini, perintah atau order dapat dilakukan secara langsung dimana investor datang
ke kantor broker atau order disampaikan melalui sarana komunikasi seperti telpon atau
sarana komunikasi lainnya.
3. Diteruskan ke Floor Trader.
Setiap order yang masuk ke broker selanjutnya akan diteruskan ke petugas broker tersebut
yang berada di lantai bursa atau yang sering disebut floor trader.
4. Masukkan order ke JATS
Floor trader akan memasukkan (entry) semua order yang diterimanya kedalam sistem
komputer JATS. Di lantai bursa, terdapat ratusan terminal JATS yang menjadi sarana entry
order-order dari nasabah. Seluruh order yang masuk ke sistem JATS dapat dipantau baik oleh
floor trader, petugas di kantor broker dan investor. Dalam tahap ini, terdapat komunikasi
antara pihak broker dengan investor agar dapat terpenuhi tujuan order yang disampaikan
investor baik untuk beli maupun jual. Termasuk pada tahap ini, berdasarkan perintah
investor, floor trader melakukan beberapa perubahan order, seperti perubahan harga
penawaran, dan beberapa perubahan lainnya.
5. Transaksi Terjadi (matched).
Pada tahap ini order yang dimasukkan ke sistem JATS bertemu dengan harga yang sesuai
dan tercatat di sistem JATS sebagai transaksi yang telah terjadi (done), dalam arti sebuah
order beli atau jual telah bertemu dengan harga yang cocok. Pada tahap ini pihak floor
trader atau petugas di kantor broker akan memberikan informasi kepada investor bahwa
order yang disampaikan telah terpenuhi.
6. Penyelesaian Transaksi (settlement)
Tahap akhir dari sebuah siklus transaksi adalah penyelesaian transaksi atau sering disebut
settlement. Investor tidak otomatis mendapatkan hak-haknya karena pada tahap ini
dibutuhkan beberapa proses seperti kliring, pemindahbukuan, dan lain-lain hingga akhirnya
hak-hak investor terpenuhi, seperti investor yang menjual saham akan mendapatkan uang,
sementara investor yang melakukan pembelian saham akan mendapatkan saham. Di BEI,
proses penyelesaian transaksi berlangsung selama 3 hari bursa. Artinya jika melakukan
transaksi hari ini (T), maka hak-hak kita akan dipenuhi selama 3 hari bursa berikutnya, atau
dikenal dengan istilah T + 3.
3. INDEKS HARGA SAHAM
Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga
saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar, artinya pergerakan indeks
menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu.
Dengan adanya indeks, kita dapat mengetahui trend pergerakan harga saham saat ini;
apakah sedang naik, stabil atau turun.Misal, jika di awal bulan nilai indeks 300 dan saat ini
di akhir bulan menjadi 360, maka kita dapat mengatakan bahwa secara rata-rata harga
saham mengalami peningkatan sebesar 20%.
Pergerakan indeks menjadi indikator penting bagi para investor untuk menentukan apakah
mereka akan menjual, menahan atau membeli suatu atau beberapa saham.
Di Bursa Efek Indonesia terdapat 6 (enam) jenis indeks, antara lain:
1. Indeks Individual, menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap harga
dasarnya, atau indeks masing-masing saham yang tercatat di BEI.
2. Indeks Harga Saham Sektoral, menggunakan semua saham yang termasuk dalam masing-
masing sektor, misalnya sektor keuangan, pertambangan, dan lain-lain. Di BEI indeks
sektoral terbagi atas sembilan sektor yaitu: pertanian, pertambangan, industri dasar, aneka
industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa, dan
manufaktur.
3. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG (Composite Stock Price Index), menggunakan
semua saham yang tercatat sebagai komponen penghitungan indeks.
4. Indeks LQ 45, yaitu indeks yang terdiri 45 saham pilihan dengan mengacu kepada 2
variabel yaitu likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Setiap 6 bulan terdapat saham-
saham baru yang masuk kedalam LQ 45 tersebut.
5. Indeks Syariah atau JII (Jakarta Islamic Index). JII merupakan indeks yang terdiri 30 saham
mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks yang berdasarkan syariah Islam.
Dengan kata lain, dalam Indeks ini dimasukkan saham-saham yang memenuhi kriteria
investasi dalam syariat Islam. Saham-saham yang masuk dalam Indeks Syariah adalah
emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah seperti:
Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi
konvensional.
Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman
yang tergolong haram
Usaha yang memproduksi, mendistribusi dan/atau menyediakan barang-barang ataupun
jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat
6. Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan. Yaitu indeks harga saham yang secara
khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama
dan Papan Pengembangan.
7. Indeks KOMPAS 100. merupakan Indeks Harga Saham hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia
dengan harian KOMPAS. Indeks ini meliputi 100 saham
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

2
FEB

Teori-teori Uang, dan Motif Memegang Uang


TEORI-TEORI TENTANG UANG

Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya,
pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.
Bank sentral bertanggung-jawab mengukur jumlah uang beredar, yang menunjukkan
banyaknya uang yang ada pada suatu waktu tertentu. Jumlah uang baru yang tidak diketahui
penciptaannya dapat ditunjukkan dengan cara membandingkan pengukuran-pengukuran tersebut
pada waktu-waktu yang berbeda.

Perusakan atas mata uang dapat terjadi apabila uang logam dileburkan untuk
mendapatkan kembali kandungan logam mulianya. Tindakan ini memperoleh insentif bila
ternyata nilai logam yang didapat melebihi nilai nominal uang logam, atau ketika pencetaknya
menarik kembali jaminan atas keamanannya.
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat
diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap
orang dimasyarakat dalam proses pertukaran ba
Barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang
tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan
jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga
menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Pada awalnya di Indonesia, uang dalam hal ini uang kartal diterbitkan oleh
pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26
ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank
Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal.
Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.
Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan
barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi
uang dibedakan menjadi dua yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.
Fungsi asli
Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai
penyimpan nilai.
Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran.
Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup
menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat
diatasi dengan pertukaran uang.
Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk
menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya
kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga
barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar
pertukaran.
Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk
mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini
menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat
menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.
Fungsi Turunan
Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi
turunan. Fungsi turunan itu antara lain :
Uang sebagai alat pembayaran yang sah
Kebutuhan manusia akan barang dan jasa yang semakin bertambah dan beragam tidak dapat
dipenuhi melalui cara tukar-menukar atau barter. Guna mempermudah dalam mendapatkan
barang dan jasa yang diperlukan, manusia memerlukan alat pembayaran yang dapat diterima
semua orang, yaitu uang.
Uang sebagai alat pembayaran utang
Uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang akan datang.
Uang sebagai alat penimbun kekayaan
Sebagian orang biasanya tidak menghabiskan semua uang yang dimilikinya untuk keperluan
konsumsi. Ada sebagian uang yang disisihkan dan ditabung untuk keperluan di masa datang.
Uang sebagai alat pemindah kekayaan
Seseorang yang hendak pindah dari suatu tempat ke tempat lain dapat memindahkan
kekayaannya yang berupa tanah dan bangunan rumah ke dalam bentuk uang dengan cara
menjualnya. Di tempat yang baru dia dapat membeli rumah yang baru dengan menggunakan
uang hasil penjualan rumah yang lama.
Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi
Apabila nilai uang stabil orang lebih bergairah dalam melakukan investasi. Dengan adanya
kegiatan investasi, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat.
Teori Nilai Uang
Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang.
Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat
berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang
disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori
uang dinamis.
Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab
pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu
sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang
diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:
Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam
yang dijadikan uang itu. Contoh: uang emas dan uang perak.
Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk
mempermudah pertukaran.
Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat
bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa
undang-undang pembayaran yang disahkan.
Teori uang dinamis
Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang
yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan
menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan
memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi
nilai uang.
Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat
dipandang sebagai barang.

Motif Memegang Uang


Keynes dalam teori Preferensi Likuidasi menjelaskan bahwa motif masyarakat dalam
memegang uang ada 3 macam. Antara lain :
A. Motif Transaksi
Pada pendekatan klasik, diasumsikan bahwa tujuan setiap orang memegang uang adalah
sebagai alat tukar. Keynes menekankan komponen permintaan uang ditentukan oleh tingkat
transaksi setiap orang. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka
permintaan orang tersebut terhadap barang atau jasa semakin tinggi pula. Permintaan uang untuk
transaksi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional.
B. Motif Berjaga-jaga
Uang digunakan sebagai alat untuk menghadapi ketidakpastian akan kebutuhan di masa
mendatang. Keynes percaya bahwa jumlah uang yang dijadikan alat untuk berjaga-jaga
ditentukan oleh banyaknya transaksi yang diekspektasikan di masa mendatang. Motif ini juga
dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional. Semakin tinggi pendapatan seseorang,
maka tingkat kesadaran terhadap masa depan akan semakin tinggi. Kondisi masa depan yang
tidak menentu akan mendorong orang untuk melakukan motif ini. Hal tersebut akan membawa
kebutuhan yang semakin tinggi akan perlunya uang untuk berjaga. Secara aggregate semakin
tinggi pendapatan nasional, maka kebutuhan masyarakat terhadap uang untuk berjaga-jaga juga
akan semakin tinggi.
C. Motif Spekulatif
Keynes juga sependapat bahwa uang merupakan alat ukur kekayaan. Sehingga salah satu
alasan seseorang memegang uang adalah untuk alasan spekulatif .
D. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi
Arti spekulasi pada motif ini adalah spekulasi dalam pembelian dan penjualan surat-surat
berharga. Motif ini dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Apabila tingkat suku bunga naik, maka
harga surat-surat berharga akan turun. Jadi naiknya tingkat suku bunga akan menaikkan
permintaan untuk spekulasi dan sebaliknya

"TEORI KEYNES TENTANG PERMINTAAN UANG"

Permintaan uang menurut keynes adalah jumlah uang yang diminta masyarakat untuk
keperluan transaksi, berjaga-jaga dan untuk spekulasi dalam sebuah
perekonomian. Menurut JohnMaynard Keynes ada 3 motif yang mempengaruhi permintaan uang
tunai oleh masyarakat. Ketiga motif tersebut yaitu:
1. Motif Transaksi
Merupakan motif memegang uang untuk melakukan transaksi dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya,hal ini dilakukan setiap hari oleh setiap individu. Bila seseorang digaji
dalam harian, maka ia akan memegang uang lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang
menerima gaji bulanan. Menurut Keynes, Orang rata-rata akan memegang uangnya
sebesar Y/2. apabila ia menerima gaji Rp.300.000 perbulan, maka ia akan rata-rata memegang
uangnya sebesar Rp.150.000.
Mdt = f(Y)
Dimana :
Mdt = motif transaksi
Y = Pendapatan
Jadi seberapa besar atau kecilnya orang memegang uang tergantung dari pendapatannya.
2. Motif berjaga-jaga
Merupakan motif yang akan digunakan untuk menghadapi ketidakpastian masa yang
akan datang,motif ini juga tergantung dengan seberapa banyak uang yang dihasilkan oleh setiap
individu jika semakin besar maka uang yang digunakan untuk berjaga-juga juga relatif lebih
besar.jadi motif ini juga dipengaruhi oleh pendapatan.
M1 = Mdt+Mdp
M1 = f(Y)
Dimana :
Mdt = Motif transaksi
Mdp= Motif jaga-jaga
Y= Pendapatan
3. Motif spekulasi
Merupakan motif yang menyatakan bahwa uang merupakan salah satu alternatif
bentuk asset selainbentu asset lainnya,misal , kita memegang uang untuk berjaga-jaga dan
mengantisipasi jika kalau nanti nya ada surat berharga yang kita rasakan sesuai dengan yang
diharapkan, sehingga dapat memperoleh keuntungan ataupun pendapatan dari kepimilikan surat
berharga tersebut.
m2 = g (i)
Dimana :
m2 = permintaan uang untuk spekulasi
i = suku bunga
Implikasi teori permintaan uang Keynes
Teori permintaan uang Keynes mempunyai implikasi bahwa fungsi permintaan
akan uang (Liquidity Preference) adalah fungsi yang tidak stabil, dalam arti bahwa fungsi ini bisa
bergeser dari waktu ke waktu. Hal ini karena Keynes menekankan
faktor uncertainly dan expectation dalam menentukan posisi permintaan uang untuk tujuan
spekulasi

Karakteristik teori ekonomi Keynes


Keynesian atau Teori Keynes, adalah suatu teori ekonomi yang didasarkan pada ide
ekonom Inggris abad ke-20,teori ini mempromosikan suatu ekonomi campuran, di mana baik
negara maupun sektor swasta memegang peranan penting.
Dalam buku THe General theory of employment, Interest, and Money karangan
J.M Keynes menitik beratkan pada usaha-usaha menanggulangi situasi ekonomi depresi ketika
tingkat pengagguran tinggi.
Keynes menekankan pentingnya permintaan agregat sebagai faktor utama
penggerak perekonomian, terutama dalam perekonomian yang sedang lesu.
Uang dalam Pandangan Islam
Mar13
1. I. PENDAHULUAN
A. Sekilas Pengertian Uang
Dalam ekonomi Islam, secara etimologi uang berasal dari kata al-naqdu, pengertiannya ada beberapa
makna yaitu: al-naqdu berarti yang baik dari dirham, menggenggam dirham, membedakan dirham, dan al-
naqdu juga berarti tunai. Kata nuqud tidak terdapat dalam al-Quran dan hadis, karena bangsa Arab umumnya
tidak menggunakan nuqud untuk menunjukkan harga. Mereka menggunakan kata dinar untuk menunjukkan
mata uang yang terbuat dari emas dan kata dirham untuk menunjukkan alat tukar yang terbuat dari perak.
Mereka juga menggunakan wariq untuk menunjukkan dirham perak, kata ain untuk menunjukkan dinar emas.
Sedangkan kata fulus (uang tembaga) adalah alat tukar tambahan yang digunakan untuk membeli barang-
barang murah. Uang menurut fuqaha tidak terbatas pada emas dan perak yang dicetak, tapi mencakup seluruh
jenisnya dinar, dirham dan fulus. Untuk menunjukkan dirham dan dinar mereka mengunakan istilah naqdain.
Namun mereka berbeda pendapat apakah fulus termasuk dalam istilah naqdain atau tidak. Menurut pendapat
yang mutamad dari golongan Syafiiyah, fulus tidak termasuk naqd, sedangkan Mazhab. Hanafi berpendapat
bahwa naqd mencakup fulus.
Defenisi nuqd menurut Abu Ubaid (wafat 224 H), seperti yang dikutip Ahmad Hasan dirham dan dinar adalah
nilai harga sesuatu. Ini berarti dinar dan dirham adalah standar ukuran nilai yang dibayarkan dalam transaksi
barang dan jasa. Senada dengan pendapat ini, Al-Ghazali (wafat 595 H) menyatakan, Allah menciptakan dinar
dan dirham sebagai hakim penengah diantara seluruh harta, sehinga seluruh harta bisa diukur dengan
keduanya. Ibn al-Qayyim (wafat 751 H) berpendapat dinar dan dirham adalah nilai harga barang komoditas.
Ini mengisyaratkan bahwa uang adalah standar unit ukuran untuk nilai harga komoditas.
Dalam pengertian kontemporer, uang adalah benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat
perantara untuk mengadakan tukar-menukar atau perdagangan dan sebagai standar nilai. Taqyudin al-Nabhani
menyatakan, nuqud adalah standar nilai yang dipergunakan untuk menilai barang dan jasa. Oleh karena itu
uang didefenisikan sebagai sesuatu yang dipergunakan untuk mengukur barang dan jasa. Jadi uang adalah
sarana dalam transaksi yang dilakukan dalam masyarakat baik untuk barang produksi mapun jasa, baik itu
uang yang berasal dari emas, perak, tambaga, kulit, kayu, batu, besi, selama itu diterima masyarakat dan
dianggap sebagai uang. Untuk dapat diterima sebagai alat tukar, uang harus memenuhi persyaratan tertentu
yakni: Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. 2) Tahan lama. 3) Bendanya mempunyai
mutu yang sama. 4) Mudah dibawa-bawa. 5) Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya. 5) Jumlahnya
terbatas (tidak berlebih-lebihan) 6) Dicetak dan disahkan penggunaannya oleh pemegang otoritas moneter
(pemerintah). Penerbitan uang merupakan masalah yang dilindungi oleh kaidah-kaidah umum syariat Islam.
Penerbitan dan penentuan jumlahnya merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kemaslahatan umat, karena itu
bermain-main dalam penerbitan uang akan mendatangkan kerusakan ekonomi rakyat dan negara.
Misalnya hilangnya kepercayaan terhadap mata uang akibat turunnya nilai uang yang bisa saja disebabkan oleh
pembengkakan jumlah uang beredar, dan sebagainya. Kondisi ini biasanya diringi dengan munculnya inflasi di
tengah masyarakat yang justru mendatangkan kemudaratan pada rakyat. Karena ekonom muslim berpendapat
bahwa penerbitan uang merupakan otoritas negara dan tidak dibolehkan bagi individu untuk melakukan hal
tersebut karena dampaknya sangat buruk.
Dalam hal ini Imam Ahmad mengatakan tidak boleh mencetak uang melainkan dipercetakan negara dan
dengan seizin pemerintah, karena jika masyarakat luas dibolehkan mencetak uang akan terjadi bahaya besar.
Untuk menjaga stablitas nilai tukar uang, Ibn Taimiyah (1263-1328 M) menegaskan, pemerintah sebagai
pemegang otoritas dalam masalah ini harus mencetak uang sesuai dengan nilai transaksi dari penduduk.
Jumlah uang yang beredar harus sesuai dengan nilai transaksi. Ini berarti Ibn Taimiyah melihat hubungan yang
erat antara jumlah uang beredar dengan total nilai transaksi dan tingkat harga
B. Konsep Uang dalam Islam
Konsep uang dalam ekonomi Islam berbeda dengan konsep uang dalam ekonomi konvensional. Dalam
ekonomi Islam, konsep uang sangat jelas dan tegas bahwa uang adalah uang bukan capital. Sedang uang dalam
perspektif ekonomi konvensionl diartikan secara interchangeability/bolak-balik, yaitu uang sebagai uang dan
sebagai capital.
Perbedaan lain adalah bahwa dalam konsep ekonomi Islam, uang adalah suatu yang bersifat flow
concept dan capital adalah suatu yang bersifat stock concept. Sedang dalam konsep ekonomi konvensional,
Frederic S. Miskhin, misalnya mengungkapkan konsep Irving Fisher yang mengatakan bahwa :
Keterangan :
MV = Jumlah uang
V =Tingkat perputaran uang
P = Tingkat harga barang
T = Jumlah barang yang diperdagangkan
Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa semakin cepat perputaran uang (V), maka semakin
besar income yang di peroleh. Persamaan ini juga berarti bahwa uang adalah flow concept. Fisher juga
mengatakan bahwa sama sekali tidak ada korelasi antara kebutuhan memegang uang (demand for holding
money) dengan tingkat suku bunga. Konsep ini hampir sama dengan konsep yang ada dalam konsep ekonomi
Islam.
Pendapat lain yang diungkapkan oleh Mishkin adalah konsep dari Marshall-Pigou dari Cambridge, yaitu :
Keterangan :
M = Jumlah uang
k = 1/v
P = Tingkat harga barang
T = Jumlah barang yang diperdagangkan
Walaupun secara matematis k dapat dipindahkan ke kiri atau ke kanan, secara filosofis kedua konsep ini
berbeda. Dengan adanya k pada persamaan diatas, menyatakan bahwa demand for holding money adalah suatu
proporsi (k) dari jumlah pendapatan (PT). semakin besar k, semakin besar demand for holding money (M),
untuk tingkat pendapatan tertentu (PT). Berarti konsep ini mengatakan bahwa uang adalah stock concept. Oleh
sebab itu, kelompok Cambridge mengatakan bahwa uang adalah salah satu cara untuk menyimpan kekayaan
(store of wealth).
Dalam Islam, capital is private goods, sedangkan money is public goods. Uang yang ketika mengalir
adalah public goods (flow concept), lalu mengendap kedalam kepemilikan seseorang (stock concept), uang
tersebut menjadi milik pribadi (private goods).
Konsep public goods belum dikenal dalam teori ekonomi sampai tahun 1980-an. Baru setelah muncul ekonomi
lingkaran, maka kita berbicara tentang externalities, public goods, dan sebagainya. Dalam islam konsep ini
sudah di kenal, yaitu ketika Rosulillah bersabda Manusia mempunyai hak bersama dalam tiga hal: air,
rumput, dan api (HR Ahmad, abu Dawud dan Ibn Majah). Dengan demikian, berserikat dalam hal public
goods bukanlah hal yang baru dalam ekonomi islam, bahkan konsep ini sudah terimplementasi, baik dalam
bentuk musyarakah, muzaraah, musaqah, dan lain-lainnya.
KONSEP ISLAM KONSEP KONVENSIONAL
Uang tidak identik dengan modal
Uang adalah public goods
Modal adalah private goods
Uang adalah flow concept
Modal adalah stock concept
Uang sering di identikkan dengan
modal
Uang (modal) adalah private
goods
Uang (modal) adalah flow
concept bagi Fisher
Uang (modal) adalah stock
concept bagi Cambridge school
PEMBAHASAN
A. Uang dalam Ekonomi Makro
Ahmad Hasan menjelaskan bahwa dalam islam tidak ada yang di sebut dengan uang (nuqud). Adapun istilah
fulus (uang tembaga), istilah itu hanya digunakan sebagai alat tukar tambahan yang digunakan untuk membeli
barang-barang murah[1].

1. Uang sebagai Ukuran Harga.


Ini merupakan fungsi uang yang terpenting. Uang adalah satuan nilai atau standar ukuran harga dalam
transaksi barang dan jasa. Ini berarti uang berperan menghargai secara aktual barang dan jasa. Dengan adanya
uang sebagai satuan nilai memudahkan terlaksanakanya transaksi dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Al-
Ghazali berpendapat uang adalah ibarat cermin. Dalam arti uang berfungsi sebagai ukuran nilai yang dapat
merefleksikan harga benda yang ada dihadapannya[2].
Dengan demikian uang tidak dibutuhkan untuk uang itu sendiri karena uang tidak mempunyai harga tapi ia
sebagai alat untuk menghargai semua barang. Fungsi uang menurut Ibn Taimiyah adalah sebagai alat ukur nilai
dan sebagai alat pertukaran[3]. Secara khusus Ibn Taimiyah menyatakan uang itu sebagai atsman (harga) yakni
alat ukur dari nilai suatu benda. Melalui uang sejumlah benda dapat diketahui nilainya. Uang bukan ditujukan
untuk dirinya sendiri.
Fungsi uang secara esensial adalah untuk mengukur nilai benda atau dibayar sebagai alat tukar benda lain.
Pemikiran Ibn Taimiyah tentang uang ini meski agak simpel namun sangat penting dan mengemuka. Karena
pemikirannya ini berlaku dan dimunculkan lagi setelah dua setengah abad kemudian oleh para pakar ekonomi
modern seperi Gresham (1519-1579) yang tekenal dengan Hukum Greshamnya.
Nilai suatu barang dapat dengan mudah dinyatakan yaitu dengan menunjukkan jumlah uang diperlukan untuk
memperoleh barang tersebut. Misalnya harga sepatu adalah Rp. 50.000,- , sedangkan harga baju adalah Rp.
25.000,-. Disinilah pentingnya nilai harga yang berlaku untuk mengukur nilai barang harus bersifat spesifik
dan akurat, tidak naik dan tidak turun dalam waktu seketika dan tidak berubah-ubah dalam waktu seketika.
Seperti yang ditegaskan Ahmad Hasan bahwa uang sebagai standar nilai harus memiliki kekuatan dan daya
beli yang bersifat tetap agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
2. Uang sebagai Media Transaksi[4]
Uang adalah alat tukar menukar yang digunakan setiap individu untuk transaksi barang dan jasa. Misal
seseorang yang memiliki beras untuk dapat memenuhi kebutuhannya terhadap lauk pauk maka ia cukup
menjual berasnya dengan menerima uang sebagai gantinya, kemudian ia dapat membeli lauk pauk yang ia
butuhkan. Begitulah fungsi uang sebagai media dalam setiap transaksi dalam rangka pemenuhan kebutuhan
hidup manusia.
Kondisi ini jelas berbeda dengan system barter tempo dulu, jika orang yang memiliki beras menginginkan lauk
pauk maka ia harus mencari orang yang mememiliki lauk pauk yang membutuhkan beras. Jelas ini system
yang sangat rumit. Fungsi uang sebagai media pertukaran dalam setiap kegiatan ekonomi dalam kehidupan
modern ini menjadi sangat penting. Karena seseorang tidak dapat memproduksi setiap barang kebutuhan
hariannya, karena keahlian manusia itu berbeda-beda, disinilah uang memegang peranan yang sangat penting
agar manusia itu dapat memenuhi kebutuhan dengan mudah. Uang menjadi media transaksi yang sah yang
harus di terima oleh siapa pun bila ia ditetapkan oleh Negara.
Inilah perbedaan uang dengan media teransaksi lain seperti check.[5] Umar bin Khattab r.a berkata Saat aku
ingin menjadikan uang dari kulit unta, ada orang berkata kalo begitu unta akan punah maka aku batalkan
keinginan tersebut.[6]
3. Uang Media Menyimpan Nilai
Uang sebagai store of value berarti uang adalah cara mengubah daya beli dari masa kini ke masa depan. Uang
sebagai penyimpan nilai dimaksudkan bahwa orang yang mendapatkan uang kadang tidak mengeluarkan
seluruhnya dalam satu waktu, tapi ia sisihkan sebagian untuk membeli barang atau jasa yang ia butuhkan pada
waktu yang ia inginkan, atau ia simpan untuk hal-hal yang tak terduga seperti sakit mendadak atau menghadapi
kerugian yang tak terduga. Hal ini disebabkan karena motiv yang mempengaruhi seseorang untuk
mendapatkan uang disamping untuk transaksi juga untuk berjaga-jaga dari kemungkinan-kemungkinan yang
tak terduga seperti kondisi di atas.
Dikalangan ekonom muslim terjadi perbedaan pendapat terhadap fungsi uang sebagai alat penyimpan nilai ini.
Mahmud Abu Suud seperti yang dikutip Ahmad Hasan, berpendapat bahwa uang sebagai penyimpan nilai
adalah ilusi yang batil. Karena uang tidak bisa dianggap sebagai komoditas layaknya barang-barang pada
umumnya. Uang sama sekali tidak mengandung nilai pada bendanya. Uang sebagai alat tukar beredar untuk
proses tukar-menukar.
Pendapat Abu Suud ini agaknya sejalan dengan apa yang diungkarkan oleh al-Ghazali bahwa uang itu ibarat
cermin yang hanya dapat menilai sesuatu yang ada di depannya namun tidak dapat menilai dirinya sendiri.
Pendapat Abu Suud yang meniadakan fungsi uang sebagai penyimpan nilai disatu sisi mendapat dukungan
dari Adnan al-Turkiman yang mengkhawatirkan jika uang berfungsi sebagai penyimpan nilai akan terjadi
penimbunan uang karena sifat alamiah uang yang tahan lama menungkinkan menyimpannya dalam waktu
yang lama dan menahan peredarannya. Namun disisi lain Adnan al-Turkiman membantah pendapat Abu Suud
yang meniadakan fungsi uang sebagai penyimpan nilai yang ditujukan untuk digunakan dalam proses transaksi
dagang pada masa yang akan datang. Monzer Kahf memberikan tanggapan terhadap pendapat Abu Suud yang
meniadakan fungsi uang sebagai penyimpan kekayaan ini, sebenarnya pelaku ekonomi memungkinkan
memilih waktu yang sesuai untuk melakukan transaksinya.
Misalnya sesorang yang memiliki kurma membutuhkan apel di waktu lusa, maka ia dapat saja menjual
kurmanya hari ini kemudian pulang dan menyimpan uangnya terlebih dahulu, lusa baru ia membeli apel sesuai
dengan waktu ia membutuhkannya. Muhamad Zaki Syafii dalam menyikapi hal ini, mencoba membedakan
antara menyimpan uang dengan menumpuk uang. Menurutnya menyimpan uang (menabung) dianjurkan.
Setiap apa yang lebih dari kebutuhan setelah menunaikan hak Allah adalah tabungan (saving). Sedangkan
menimbun uang berarti mencegah untuk melaksanakan kewajiban (hak Allah).
Menurut teori ekonomi Islam, motiv yang mempengaruhi manusia untuk mendapatkan dan memiliki uang
adalah untuk transaksi (money demand for transaction) dan motiv berjaga-jaga (money demand for
precautionary). Kenyataanya secara ril, seseorang perlu menyimpan uangnya untuk menghadapi hal-hal yang
tak terduga, baik disimpan di rumah untuk menghadapi kebutuhan jangka pendek maupun ditabung di bank,
atau diinvestasikan dalam bentuk saham. Jika seseorang menyimpan uangnya di bank, secara bisnis, uang akan
selalu bergulir dan beredar dalam perekonomian.
Jadi kekhawatiran Abu Suud dan Adnan Al-Turkiman, untuk perekonomian modern sekarang tidak beralasan.
Karena zaman sekarang inflasi selalu terjadi dari tahun ke tahun dalam tingkat yang berbeda. Jika seseorang
menyimpan uangnya dengan cara menumpuknya di rumah dalam jangka waktu yang lama, jelas tindakan itu
merugikan dirinya sendiri karena nilai mata uang selalu mengalami penurunan nilai dari tahun ke tahun karena
pengaruh inflasi. Dalam Ekonomi Islam, motiv yang mempengaruhi seseorang memiliki uang yang dibenarkan
hanya untuk transaksi (money demand for transaction) dan berjaga-jaga (money demand for precautionary).
Dalam Islam, seseorang memiliki uang karena motiv spekulasi dilarang karena uang menurut Islam hanya
sebagai alat tukar menukar dan sebagai standar nilai. Sehingga al-Ghazali berpendapat perdagangan uang
dengan uang terlarang karena akan memenjarakan fungsi uang sebagai alat pertukaran, jika suatu uang dapat
membeli atau dibeli dengan uang lain, maka uang berarti tidak lagi berfungsi sebagai alat tukar tapi sebagai
komoditi, padahal itu dilarang dalam Islam. Berpijak dari teorinya tentang fungsi uang sebagai alat tukar, Ibn
Tamiyah pun sangat menentang perdagangan uang, karena tindakan ini menurutnya akan menghilangkan
fungsi uang itu sendiri. Perdagangan mata uang berarti membuka pintu kezaliman seluas-luasnya bagi
penduduk. Namun ia membolehkan akan pertukaran uang (valas), dengan syarat dalam transaksi ini ada
taqabul (pergerakan atau serah terima) uang yang dipertukarkan dan tidak ada hulul (penundaan) pembayaran.
Uang dalam Ekonomi Islam adalah sesuatu yang bersifat flow consept bukan stock concept. Uang harus selalu
mengalir, beredar di kalangan masyarakat dalam kehidupan ekonomi karena uang itu adalah public goods,
tidak mengendap menjadi milik pribadi dalam bentuk private goods. Teori ekonomi Islam ini agaknya sejalan
dengan teori Irving Fisher bahwa mengemukan semakin cepat perputaran uang ( V) maka semakin
besar income yang diperoleh. Untuk itu Islam menolak pandapat yang menyatakan uang bersifat stock
consept yang menyatakan uang adalah salah cara untuk menyimpan harta kekayaan (store of wealth).
Kekayaan atau capital adalah private goods atau benda-benda milik pribadi yang hanya beredar pada individu
tertentu saja. Sedangkan uang adalah public goods benda-benda yang dimiliki oleh semua orang dan harus
beredar pada semua orang. Dalam hal ini al-Ghazali sangat mengecam tindakan seseorang yang menimbun
uang karena tindakan itu berarti menarik uang dari peredaran.
Dalam teori moneter penimbunan uang berarti memperlambat perputaran uang yang jelas akan memperkecil
terjadinya transaksi dan berakibat pada lesunya perekonomian. Islam sebetulnya mendorong investasi, bukan
menimbun uang. Dalam keadaan hargaharga barang stabil, menyimpan kekayaan dalam bentuk uang lebih
menguntungkan dari pada menyimpannya dalam bentuk barang. Yakni disimpan di bank. Namun dalam
realitasnya harga-harga selalu mengalami kenaikan yang pesat, nilai uang terus mengalami kemerosotan. Maka
kekayaan yang berupa uang akan mengalami penurunan nilai kalau dibandingkan dengan kekayaan yang
berbentuk barang.
Dalam keadaan seperti ini berarti uang bukanlah alat penyimpan kekayaan yang baik. Dengan demikian
menjadikan fungsi uang sebagai alat menyimpan nilai tidak tepat. Dalam menghadapi kondisi ini maka
menyimpan kekayaan lebih tepat dalam bentuk saham, atau obligasi ataupun dalam bentuk rumah. Seperti
yang ditegaskan Muhamad Usman Syabir, meyimpan kekayaan dalam bentuk uang tidaklah menguntungkan,
karena uang selalu mengalami penurunan nilai. Dalam keadaan seperti ini lebih baik menyimpan kekayaan
dalam bentuk saham ataupun benda berharga lainnya seperti rumah. Pada masa kekhalifahan Umar bin
Khattab, menimbun uang itu diharamkan, dikarenakan dampaknya terhadap harga, lalu daya beli bagi uang [7].

2. Perubahan Fungsi Uang


Menurut sistem ekonomi kapitalis, uang selain sebagai alat tukar ia juga adalah komoditas yang bisa
diperdagangkan, sementara ekonomi Islam tidak mengakui fungsi yang satu ini. Sistem kapitalis mengenal
adanya tiga fungsi uang;
1. Medium of Exchange
2. Unit of Account
3. Store of Value
Sedangkan dalam ekonomi Islam, hanya dikenal adanya 2 fungsi :
1. Medium of Exchange (for transaction)
2. Unit of Account
Dalam Islam, fungsi pertama ini jelas bahwa uang hanya berfungsi sebagai medium of exchange. Uang menjadi
media untuk merubah barang dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain, sehingga Persamaan fungsi uang
dalam sistem Ekonomi Islam dan Konvensional, sebagaimana kita lihat di atas adalah uang sebagai alat
pertukaran (medium of exchange) dan satuan nilai (unit of account). Perbedaannya adalah ekonomi
konvensional menambah satu fungsi lagi sebagai penyimpan nilai (store of value) yang kemudian berkembang
menjadi motif money demand for speculation, yang merubah fungsi uang sebagai salah satu komoditi
perdagangan.
Dengan demikian, dalam konsep Islam, uang tidak termasuk dalam fungsi utilitas karena Rumus time value of
money :
FV=PV(1+i)n
Sebenarnya mengambil/mengadopsi dari teori pertumbuhan populasi, dan tidak ada dalam ilmu finance.
Rumus pertumbuhan populasi adalah sebagai berikut :
Pt=Po(1+g)t
Jadi future value dari uang dianalogikan dengan jumlah populasi tahun ke-t, present value dari uang
dianalogikan dengan jumlah populasi tahun ke-0, sedangkan tingkat suku bunga dianalogikan dengan tingkat
pertumbuhan populasi.
1. Commodity Money
Pada asalnya uang mempunyai tiga fungsi penting, yaitu sebagai alat tukar, penyimpan nilai, dan pengukur
nilai sebuah komoditas. Namun, dengan menyebarluasnya sistem bunga dalam transaksi keuangan saat ini,
fungsi uang sudah bertambah menjadi sebuah komoditas, dan itu diharamkan karena ini biasanya menjadi
problematika terbesar moneter pada khususnya dan perekonomian pada umumnya[8]. Fungsi uang sebagai
komoditas didukung oleh beberapa teori keuangan kontemporer seperti dalam Loanable Funds Theory.
Dalam teori ini bunga (interest) dianggap sebagai harga dari dana yang tersedia untuk dipinjamkan (loanable
fund) yang menjadi salah satu variable yang mempengaruhi tingkat penawaran (supply of ) dan
permintaan (demand for) dari loanable fund tersebut. Berdasarkan teori di atas, dapat disimpulkan bahwa
penyuplai loanable fund akan bersedia memberikan pinjaman uang kepada peminjam hanya apabila si
peminjam bersedia mengembalikan uang pinjamannya dalam jumlah yang lebih besar dari pokok pinjamannya.
Selisih antara jumlah yang harus dibayarkan peminjam dan pokok pinjamannya itulah yang disebut bunga.
Secara kontrak, harga (bunga) tersebut mesti dibayar peminjam dalam keadaan apa pun (usaha si peminjam
untung atau rugi) kepada pemberi pinjaman, karena si pemberi pinjaman dianggap sudah menjual sebuah
komoditas yang disebut dengan uang.
Di sini sangat jelas terlihat bahwa dalam sistem keuangan yang berlaku sekarang, uang sudah dianggap sebagai
komoditas yang bisa diperdagangkan. Hal ini berlawanan dengan pandangan Islam yang tidak menerima
fungsi uang sebagai suatu komoditas. Hal itu dikarenakan uang tidak memenuhi syarat sebagai sebuah
komoditas. Menurut Syeikh Muhammad Taqi Usmani, pakar Syariah keuangan Islam, setidaknya ada 3 faktor
yang membedakan uang dengan komoditas. Pertama, uang tidak memiliki kegunaan instrinsk (intrinsic utility).
Berbeda dengan komoditas, uang tidak bisa dimakan, dipakai, atau digunakan secara langsung. Uang hanya
bisa ditukar dengan komoditas, lalu komoditas itu yang akan di makan, dipakai atau digunakan. Dalam istilah
ekonomi, uang hanya memiliki value in exchange sementara komoditas memiliki value in exchange dan value
in use sekaligus. Kedua, uang tidak memerlukan kualitas untuk menentukan nilainya, dalam artian uang kertas
Rp 100,000 yang sudah lusuh terbitan tahun 2007 dengan uang kertas Rp 100,000 yang baru terbitan tahun
2009 memiliki daya beli yang sama. Lain halnya dengan komoditas, sebagai contoh, mobil Honda Jazz
keluaran 2007 dengan Honda Jazz keluaran Januari 2009 memiliki harga yang berbeda. Hal ini menunjukkan
adanya perbedaan kualitas antara kedua mobil di atas yang tecermin dari perbedaan nilai dan harganya. Ketiga,
uang tidak memerlukan spesifikasi ketika berlakunya transaksi, sementara komoditas mempunyai sifat yang
spesifik ketika berlakunya transaksi.
Sebagai contoh, jika kita ingin membeli barang kita akan memilih barang yang kita inginkan sesuai selera kita,
seperti warna, aksesoris pelengkap lainnya. Artinya, jika si penjual menawarkan barang yang sama tapi
warnanya tidak sesuai dengan selera kita mungkin kita akan menolak. Tetapi, lain halnya dengan uang yang
bersifat tidak spesifik. Sebagai contoh, untuk pembayaran tagihan listrik bulanan sebesar Rp 300.000. kita bisa
membayar tagihan tersebut dengan menggunakan tiga lembar uang Rp 100.000 atau empat lembar uang Rp
50.000 ditambah satu lembar Rp 100.000 bahkan kita bisa bayar tagihan tersebut dengan tiga ratus lembar Rp
1.000. Bagi si penerima tidak akan ada perbedaan nilai dalam ketiga cara pembayaran di atas. Ada satu lagi
tambahan perbedaan antara uang dengan komoditas, khususnya dengan uang fiat yang kita gunakan sekarang
ini. Uang kertas (fiat money) yang berlaku saat ini tidak memiliki nilai intrinsik (intrinsic value). Uang kertas
menjadi alat tukar yang sah melalui undang-undang yang dikeluarkan sebuah negara yang menyatakan
keabsahan uang tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa diterimanya uang kertas sebagai alat pembayaran hanya dikarenakan faktor
kepercayaan kepada pemerintah yang menjamin keabsahan uang kertas tersebut. Artinya, apabila kepercayaan
itu hilang atau berkurang maka nilai uang tersebut akan melemah (terdepresisasi) dikarenakan orang lebih
banyak melepas, dengan cara menjual uang tersebut, daripada ingin memilikinya. Karena jelas, memilikinya
tidak punya nilai intrinsik. Namun, perlu juga ditegaskan di sini bahwa uang fiat adalah uang yang sah di sisi
syariah. Penulis tidak setuju dengan pandangan bahwa hanya uang emas yang sah di sisi syariah. Memang,
benar uang emas adalah uang yang paling baik dan paling stabil nilainya, dan kalau kita bisa kembali
menggunakan emas sebagai standar nilai uang, sudah tentu sistem keuangan dunia akan jauh lebih baik.
Namun, mengklaim bahwa hanya emas atau perak saja yang diakui Islam sebagai uang dan selain emas dan
perak maka tidak sah, hal ini adalah klaim yang berlebihan. Imam Malik pernah berkata bahwa seandainya
masyarakat menjadikan kulit hewan sebagai mata uang, niscaya beliau akan melarang jual beli kulit hewan
tersebut melainkan dengan tunai dan tidak boleh tertangguh. Walaupun pada hari ini kita bersemangat untuk
kembali kepada uang emas sebagai standar nilai mata uang, kita tidak perlu berlebihan dan ekstrem dengan
mengatakan bahwa uang fiat adalah haram. Mengharamkan yang halal adalah sama saja buruknya di sisi Islam
dengan menghalalkan yang haram. Kalau uang fiat haram, sudah tentu mas kawin kita menjadi tidak sah, dan
perkawinan kita juga tidak sah, maka anak-anak kita juga adalah jadi anak haram.
2. Token Money[9]
Goldsmith (orang yang meminjamkan uang) dan para bankir menyadari bahwa meminjam komoditi (seperti
emas perak) dan kemudian mengeluarkan tanda penerimaan (receipt) akan menghasilkan keuntungan. Mereka
akan memberikan bunga atas deposit koin emas dan perak. Apabila harga emas batangan naik dan daya beli
koin turun, maka mereka dapat melebur koin tersebut menjadi bentuk batangan, atau bila harga di luar lebih
tinggi dari harga di dalam maka mereka akan menjual keluar. Kedua aktivitas tersebut akan memberikan
keuntungan.
Semakin tanda terma (receipt) yang berputar di antara para depositor, maka goldsmith dan para bankir akan
mempunyai kesempatan lebih besar untuk menggunakan dan perak tersebut dan memperoleh lebih banyak
keuntungan. Ini adalah contoh pertama dalam sejarah moneter Inggris mengenai token money dari aktivitas
lembaga keuangan. Tanda terima (receipt) yang pertama dilakukan oleh goldsmith dan kemudian oleh bank
menjadi medium of exchange. Jelaslah sekarang bahwa tanda terima (receipt) untuk deposit, atau bank
notes yang selanjutnya disebut token menggantikan commodity money. Kertas tanda terima ini (receipt) dapat
di tukarkan dengan koin emas apabila dibutuhkan.
Kemudian masyarakat zaman dahulu telah berusaha meningkatkan manfaat uang logam dengan mencetk koin
yang didasarkan pada satuan standar tertentu. Karena stabilitas nilai uang adalah tanggung jawab pemerintah,
maka pencetakan uang di monopoli oleh pemerintah dan masyarakat di larang untuk mencetak dan
mengedarkan uang palsu. Sejalan dengan waktu, uang logam ini kemudian di ganti dengan paper notes dan
mata uang (uang legal atau M1).
3. Deposit Money[10]
Semakin pesatnya pertumbuhan industry dalam rangka memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat,
mengakibatkan semakin tingginya kebutuhan uang dalam jumlah besar, misalnya untuk keperluan
pembangunan pabrik, pembelian mesin, pembelian bahan baku dalam jumlah besar, pengiriman barang dalam
jumlah besar, juga transaksi antar Negara dalam jumlah besar.
Untuk itu dibutuhkan perubahan di bidang keuangan, terutama tentang cara pembayaran. Banyak para
pengusaha membayar tagihan mereka dengan menggunakan cheques. Hanya pengeluaran kecil, gaji para
karyawan, dan transportasi yang di bayar dengan tunai.
Menurut Irving Fisher (1867-1947), cheques bukan uang, tapi hanya merupakan order tertulis (written order)
untuk mentransfer uang. Perlu di bedakan antara transfer instrument, cheque, dan objek actual yang di transfer
yaitu bank deposit. Transfer belum mempengaruhi bank deposit pengirim sampai uang tersebut di cairkan.
Pada waktu bank member pinjaman kepada seseorang, bank tidak memberikan dalam bentuk tunai (cash).
Dengan demikian bank membuat uang baru (deposit), melebihi dan diatas notes dan coins (token atau legal
money) yang di buat oleh pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan penting yang telah merubah
perbankan modern adalah kemampuan bank deposit untuk mengubah purveyors of money menjadi creator
of money.
C. Uang dalam Fungsi Utilitas[11]
Dalam teori klasik, fungsi utilitas uang adalah :
Keterangan :
f = Fungsi utility
Xi = Jumlah komoditi
Pi = Harga komoditi
M = Jumlah uang yang diterima
Y = Pendapatan nominal
Mo = Jumlah awal yang dimiliki
Dari fungsi diatas terlihat bahwa uang meruapakan fungsi utilitas secara tidak langsung (indirect utility
function). Dalam teori Neo-Classical, fungsi uang di rumuskan sebagai berikut:
Dengan budget constraint :
Keterangan :
f = Fungsi utility
Xi = Jumlah komoditi
Pi = Harga komoditi
M = Jumlah uang yang diterima
Y = Pendaptan nominal
Mo = Jumlah awal yang dimiliki
Dari persamaan diatas terliha bahwa uang merupakan fungsi utilita yang langsung (direct utility function).
Perbedaan fungsi utilitas apakah termsuk ke dalam indirect utiliy function atau direct utility function, bukanlah
menjadi masalah bagi kit, karena perbedaan tentang hal ini hanya terjadi di dalam teori ekonomi konvensional.
Dan konsep Islam tentang utilitas, uang hanya diakui sebagai intermediary form, hanya di akui
sebagai medium of exchange dan unit of account tidak lebih dari ini. Artinya, fungsi uang hanya sebagai
medium dari barang yang satu berubah menjadi barang yang lain, tidak perlu adanya double coincidence
needs. Jadi dalam konsep Islam, uang tidak masuk dalam fungsi utility kita, karena manfaat yang kita dapatkan
bukan dari uang itu sendiri, tetapi dari fungsi uang. Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW. Bisa kita lihat peran
uang sangat sentral dalam teori ekonomi Islam. Salah satu contoh adalah peristiwa yang terjadi pada masa
Rasulullah SAW.
Pada suatu hari, Bilal bin Rabah ingin menukar 2 sha kurma yang sangat buruk dengan 1 sha kurma yang
baik, maka Rasulullah mengatakan Tidak boleh menjual kurma yang buruk dan mendapatkan dinar, lalu
membeli kurma yang baik dengan dinar tersebut (HR Bukhari). Menurut Rasulullah setiap kurma mempunyai
harga masing-masing. Oleh karena itu menjadi sangat naf apabila dikatakan dalam teori Islam tidak ada
konsep uang.
D. Economic Value of Time[12]
Islam tidak mengenal time value of money, yang dikenal adalah economic value of time. Contohnya dalam
menghitung nisbah bagi hasil di bank syariah. Dalam proses perhitungan nisbah, return on capital harus di
perhitungkan. Return on capital ini tidak sama dengan return on money. Return on capital tergantung kepada
jenis bisnisnya dan berkaitan dengan sektor riil, sedangkan return on money berkaitan dengan interest rate.
Penentuan nisbah bagi hasil harus dilakukan di awal, dan untuk itu di gunakan project return. Jika actual return
tidak sama dengan angka proyeksinya, maka digunakan adalah angka aktual, bukan angka proyeksi. Hal ini
menunjukkan bahwa Islam tidak mengenal time value of money. Time mempunyai economic value jika dan
hanya jika waktu tersebut dimanfaatkan dengan menambah faktor produksi yang lain, sehingga
menjadi capital dan dapat memperoleh return.
E. Uang sebagai Flow Concept[13]
Dalam Islam uang adalah flow concept dan capital adalah stock concept. Semakin cepat perputaran uang akan
semakin baik. Misalnya seperti contoh pada aliran air masuk dan air keluar. Sewaktu air mengalir, disebut
sebagai uang, sedangkan apabila air tersebut mengendap, maka disebut sebagai capital. Wadah tempat
mengendapnya di sebut private goods. Uang seperti air, apabila uang dialirkan, maka uang tersebut akan bersih
dan sehat (bagi ekonomi). Apabila uang diendapkan dalam suatu tempat (menimbun uang), maka air tersebut
akan keruh/kotor. Saving harus di investasikan ke sektor riil. Apabila tidak, maka saving bukan saja tidak
mendapat return, tapi juga dikenakan zakat.
F. Uang sebagai Public Goods[14]
Ciri dari public goods adala barang tersebut dapat digunakan oleh masyarakat tanpa menghalangi orang lain
untuk menggunakannya. Begitu pula dengan uang, sebagai public goods, uang dimanfaatkan lebih banyak oleh
masyarakat yang lebih kaya. Hal ini bukan karena simpanan mereka di bank, tetapi karena asset mereka seperti
rumah, mobil, saham dan lain-lain. Yang digunakan di sektor produksi, sehingga memberi peluang yang labih
besar kepada orang tersebut untuk memperoleh lebih banyak uang. Jadi semakin tinggi tingkat produksi, akan
semakin besar kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari public goods (uang) tersebut. Oleh karena itu,
penimbunan (hoarding) dilarang karena menghalangi yang lain untuk menggunakan public goods tersebut.
Jadi, jika dan hanya jika private goods di manfaatkan pada sektor produksi, maka kita akan memperoleh
keuntungan.
III. PENUTUP
Implikasi Konsep Uang Dalam Kehidupan Masyarakat
Dalam Islam uang itu sendiri tidak dianggap, sebagai modal sebenarnya hanya ada ketika uang, bersama
dengan sumber daya lainnya, tenggelam ke dalam kegiatan produktif. Menghubungkan penggunaan uang
untuk tujuan produktif selalu membawa ke tindakan faktor tenaga kerja, proses dari yang menguntungkan
sampaikan kepada masyarakat.
Beberapa pemikir Muslim awal membahas masalah uang dan ekonomi moneter Misalnya, diskusi
IbnMiskawaihs pertukaran menggabungkan fungsi uang sebagai alat tukar. Dia juga menjelasakan standar
emas. Al-Ghazali, membahas uang dan fungsinya. Pengamatan penting adalah bahwa fungsi-fungsi ini
terganggu mendapatkan uang ketika orang permintaan uang untuk itu demi uang. Sangat menarik untuk dicatat
bahwa ide yang terdapat dalam apa yang dikenal dalam literatur kontemporer sebagai Gresham hukum tersebut
dibicarakan secara eksplisit dalam karya Taqiyyuddin Ahmad. Hukum hanya mengatakan bahwa uang yang
buruk mengusir uang yang bagus dari pasar, karena orang cenderung menggunakan uang buruk untuk transaksi
dan menyimpan uang yang baik, dan dengan demikian uang yang baik menghilang dari pasar. Al-Maqrizi
menemukan ini terjadi di Mesir dan menganalisis fenomena tersebut. Al Imam Ibni Taimiyyah juga membahas
hukum yang sama. Kredit untuk kontribusi dalam literatur barat masuk ke Thomas Gresham, penulis abad
kesembilan belas.
Sistem keuangan yang berlaku sekarang, uang sudah dianggap sebagai komoditas yang bisa diperdagangkan.
Hal ini berlawanan dengan pandangan Islam yang tidak menerima fungsi uang sebagai suatu komoditas. Hal
itu dikarenakan uang tidak memenuhi syarat sebagai sebuah komoditas.
KONSEP DAN IMPLEMENTASI DINAR DAN DIRHAM
A. KONSEP
There is nothing permanent except change. Demikian Heraclitus, seorang ahli filsafat Yunani mengungkapkan.
Sejak 450 tahun Sebelum Masehi, Heraclitus meyakini bahwa kehidupan umat manusia memang dinamis,
selalu berubah. Tidak terkecuali dalam ranah kehidupan ekonomi kita. Berbagai temuan baru bermunculan,
sebut saja kartu ATM, sms banking, mobile banking, bank, dan bahkan uang itu sendiri. Produk-produk ciptaan
manusia tersebut didesain agar membantu manusia dalam menjalani aktifitas perekonomiannya.
Namun pengkajian ulang atas temuan-temuan manusia tersebut perlu diketengahkan kembali untuk menilai
kesesuaian tujuan dalam pelaksanaannya. Uang contohnya, saat ini telah melekat image yang
memposisikannya sebagai simbol kebahagiaan, kesuksesan, serta kekuasan. Paradigma inilah yang membuat
orang memburu uang dengan cara apapun, sebab dengan uang urusan menjadi lancar, dapat memperoleh
kebahagiaan, dapat memuaskan apa yang diinginkan, dan menjadi orang yang berkuasa untuk memerintah dan
merendahkan orang lain. Implikasinya, sikut menyikut dan menghalalkan berbagai macam cara menjadi modus
yang populer.
A1. Sejarah
Berbicara uang, maka kita tidak bisa lepas dari sejarah asal-usul kemunculannya. Dimana ketika awal
peradaban manusia ada, istilah ini sama sekali asing, uang. Manusia merupakan makhluk sosial yang
membutuhkan interaksi dengan yang lain, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena terdapat
perbedaan faktor geografis, iklim, musim dan yang lainnya, maka terjadi pertukaran komoditas di antara
sesama manusia. Pertukaran tersebut menggunakan sistem muqayadhah atau mubadalah yang kita kenal
dengan istilah barter. Pertukaran barang yang tidak dibutuhkan dengan barang yang dibutuhkan, secara
langsung.
Namun dalam praktek pelaksanaannya, barter mengandung banyak kesulitan dan kelemahan, mulai dari soal
kesetaraan barang yang ditukar, sampai ketika salah satu pihak merasa tidak membutuhkan komoditi yang
ditawarkan. Untuk itulah manusia melakukan perubahan-perubahan dan menggunakan barang perantara yang
bersifat umum dan dapat digunakan sebagai alat tukar (Samuelson dan Nordhaus, 2001). Dimana barang
perantara itu kemudian kita sebut sebagai nuqud (uang).
Seiring berkembangnya zaman, maka perubahan jenis-jenis uang pun turut berkembang, antara lain :
1. Nuqud al-Siliyyah
Adalah jenis pertama dan paling lama dari uang. Jenis uang ini ada setelah ditemukannya beberapa bahan
logam seperti besi, tembaga, perak, maupun emas. Jenis uang ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan
logam tersebut. Tercatat dalam sejarah bahwa ditemukan dua mata uang yang terkenal di dunia.
Pertama, mata uang yang dibuat dari emas. Yang dibuat, diedarkan, dan digunakan oleh orang-orang Romawi.
Mata uang ini bernama denarius. Kita mengenalnya sebagai dinar. Kemudian yang kedua bernama dirham,
yaitu mata uang yang dibuat dari perak oleh orang-orang Persia. Dari informasi ini dapat ditarik kesimpulan
lain bahwa dinar dan dirham ini sebenarnya telah ada sebelum kekuasaan Islam lahir.
Sebuah pertanyaan yang cukup wajar mungkin akan diajukan, mengapa kedua logam ini dipilih sebagai alat
tukar barang?. Jawabanya adalah, karena emas dan perak adalah golongan logam yang memiliki
keistimewaan dibandingkan dengan logam yang lain. Selain tentunya karena emas dan perak adalah benda
yang tidak mudah rusak dan lekang oleh api.
2. Nuqud al-Waraqiyyah
Seiring pemanfaatan logam mulia (emas dan perak) sebagai alat tukar, dalam pelaksanaan selanjutnya terjadi
perubahan bentuk secara fisik. Pada zaman dahulu para pedagang yang menyimpan dinar emas di lembaga
keuangan akan menerima secarik surat tanda penitipan emas. Lambat laun surat bukti penitipan emas tersebut
digunakan sebagai alat pembayaran. Maka lahirlah yang disebut kemudian dengan uang kertas. Begitu pula
dengan dirham. Karena alasan kepraktisan, manusia mulai memikirkan pembuatan alat tukar perak yang lebih
sederhana dan tidak terlalu membebani. Dan inilah cikal bakal terciptanya uang logam.
Namun, jauh sebelum itu pada permulaan abad ke-IX Masehi rakyat Cina telah menggunakan jenis uang ini,
dis saat belum ada negeri lain saat itu yang menggunakannya, berulah pada abad ke-XVI muncul uang kertas
di berbagai negara.
3. Nuqud al-Mashrafiyyah
Adalah uang yang disimpan di bank dengan menggunakan cek sebagai media transaksinya.
A2. Perbedaan Uang Fiat dengan Dinar dan Dirham
Penggunaan mata uang berdasarkan emas dan perak dinilai sangat stabil. Stabil karena dia tidak ada kaitan
dengan penurunan nilai mata uang dan inflasi. Hal ini dikarenakan dinar dan dirham hanya memiliki dua harga
(nilai). Nilai akuntannya sama dengan nilai moneternya, karena dinar dan dirham terbuat dari logam mulia
yang bobotnya sama dengan nilai akuntannya.
Nilai akuntan adalah nilai nominal resmi yang tertulis pada mata uang kertas atau logam. Sedangkan nilai
moneter merupakan nilai hakiki (intrinsik) dari sebuah mata uang, yaitu nilai mata uang itu jika diukur dengan
barang dan jasa yang mungkin didapat dengan satuan uang tersebut, atau dengan kata lain nilai moneter ini
adalah daya beli dari sebuah mata uang.
Ambil contoh, seekor ayam pada masa rosulullah saw, harganya satu dirham. Hari ini, 15 abad kemudian,
harganya kurang lebih satu dirham. Dengan demikian, selama 1500 tahun, inflasi dirham adalah nol. Hal ini
berbeda dengan uang kertas yang kita kenal sekarang ini. Uang kertas ternyata tidak memiliki nilai yang sama
antara nilai hakiki dengan nilai fisiknya, nilai tukarnya terhadap mata uang asing juga dapat berubah setiap
detik, sehingga kemungkinan inflasi setiap tahunnya sangat besar.
Nilai mata uang US$, Euro, Pondsterling, Yen, atau Rupiah sekalipun tidak akan pernah berada dalam save
point dari inflasi. Ketika sebuah mata uang kehilangan nilainya, jatuhnya akan sangat tragis, seperti yang
terjadi di Zimbabwe, dimana pada tahun 1982 US$ 1 setara dengan Z$ 1 (satu dollar Zimbabwe). Sekarang
sekitar Z$ 200.000 untuk membeli US$ 1.
Konsep uang fiat inilah yang kemudian ditolak oleh Islam, karena dicetak dari bahan yang tidak memiliki nilai.
Dengan seigniorage, selisih biaya cetak dengan nilai yang tertera, amat jauh. Sebagai misal untuk uang kertas
US$ 1, membutuhkan biaya cetak US$ 0.05. Maka dari itu nilai seigniorage nya sebesar US$
0.95. Seigniorage ini merupakan keuntungan negeri pengeluar uang fiat yang didapat dari kekayaan riil negeri
pengguna. Dalam hal ini tentu terjadi perpindahan kekayaan, kemiskinan dan ketidakadilan sosial, dimana
hanya dengan modal kecil, negara kaya menyedot kekayaan negeri lain. Hutang yang sulit dilunasi dari
generasi ke generasi dan ketergadaian kedaulatan menjadi sebuah hal yang niscaya.
Ekonomi Islam mengajarkan nilai-nilai luhur yang universal. Dikatakan universal karena nilai-nilai luhur
tersebut dapat diterapkan dalam setiap waktu dan tempat sampai hari akhir. Nilai-nilai tersebut diantaranya
seperti : keadilan, kemanfaatan (maslahah), kebersamaan, kejujuran, kebenaran, keseimbangan, transparasi,
anti eksploitasi, anti penindasan dan anti kedzaliman. Semua nilai-nilai tersebut menjadi prinsip utama
ekonomi Islam atau yang diistilahkan tsawabit wa mutaghayyirat (principles and variables). Bahkan secara
khusus dalam transaksi harus didasarkan para prinsip rela sama rela, an taraddin minkum.
A3. Fungsi Uang Serta Keunggulan Dinar dan Dirham
Fungsi uang secara umum :

3. Medium of change, dimana uang berfungsi sebagai alat tukar yang memiliki daya beli hingga
dapat ditukarkan dengan barang dan jasa
4. Store of value, sebagai penyimpan harta kekayaan baik dalam bentuk komoditi maupun jasa
5. Unit of account, sebagai pengukur nilai atau harga barang dan jasa dilihat dari nilai nominal
dibandingkan dengan macam-macam barang
6. Acquittance, untuk membebaskan dari beban kewajiban atau tanggungan
Persamaan fungsi uang dalam sistem ekonomi Islam dan konvensional adalah uang sebagai alat tukar
(medium of exchange) dan satuan nilai (unit of account). Perbedaannya adalah ekonomi konvensional
menambah satu fungsi lagi sebagai penyimpan nilai (store of value) yang kemudian berkembang menjadi
motif money demand for speculation, yang mengubah fungsi uang sebagai salah satu komoditi perdagangan.
Amat bertolak belakang dengan konsep ekonomi Islam yang menjadikan harta (capital) sebagai objek zakat,
harta yang harus dikeluarkan, sedangkan pada sistem konvensional justru malah memberikan bunga atas harta.
Dalam konsep ekonomi Islam, uang adalah uang, bukan capital, hanya sebagai alat tukar. Sebagai alat tukar ia
tidak menghasilkan nilai tambah apapun, kecuali apabila ia dikonversi menjadi barang atau jasa.
Ekonomi Islam secara jelas membedakan antara money dan capital. Dimana money adalah flow concept.
Dengan kata lain, semakin cepat money berputar dalam perekonomian, maka akan semakin tinggi tingkat
pendapatan masyarakat, dan oleh karenanya akan semakin baik perekonomian. Money adalah public good,
sedangkan capital adalah private goods. Money adalah milik masyarakat, dan oleh karenanya penimbunan
uang (atau dibiarkan tidak produktif) berarti mengurangi jumlah uang beredar, stagnasi. Sedangkan capital,
adalah milik pribadi, dan oleh karenanya menjadi objek zakat. Bagi yang tidak memproduktifkannya, maka
Islam menganjurkan untuk melakukan musyarakah atau mudharabah bisnis dengan bagi hasil. Bila tidak ingin
beresiko Islam mengajurkan qardl, yaitu meminjamkan capital-nya tanpa imbalan apapun.
Hal tersebut sangat berlainan dengan konsep konvensional, yaitu baik money maupun capital adalah private
goods. Sebagaimana Colin Rogers dalam bukunya Money, Interest and Capital mengatakan, uang diartikan
sebagai uang dan capital secara bergantian. Tidak jelas. Analoginya adalah sama saja
apakah capital diinvestasikan dalam proses produksi atau tidak, maka capital itu harus menghasilkan uang.
Dikenallah konsep time value money sehingga terjadilah riba dan pemberlakuan bunga atas uang. Akhirnya
uang tidak lagi diperlakukan semata-mata sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai komoditas yang menghasilkan
bunga.
Beberapa bukti sejarah yang sangat bisa diandalkan karena diungkapkan dalam al-Quran dan Hadits dapat kita
pakai untuk menguatkan teori bahwa harga emas (Dinar) dan perak (Dirham) yang tetap, sedangkan mata uang
lain yang tidak memiliki nilai intrinsik terus mengalami penurunan daya beli (terjadi inflasi)
Dalam Al-Quran yang agung, Allah berfirman : Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka
saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah
kamu berada (di sini?). Mereka menjawab: Kita tinggal (di sini) sehari atau setengah hari. Berkata (yang
lain lagi): Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu tinggal (di sini). Maka suruhlah salah seorang
di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan
yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah
lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun. (QS. Al-Kahf ,18:19)
Pada ayat diatas diungkapkan bahwa para pemuda tersebut meminta salah satu rekannya untuk membeli
makanan ke kota dengan uang peraknya. Tidak dijelaskan jumlahnya, tetapi yang jelas uang perak. Kalau kita
asumsikan para pemuda tersebut membawa 2-3 keping uang perak saja, maka ini konversinya ke nilai Rupiah
sekarang akan berkisar Rp 100,000. Dengan uang perak yang sama sekarang (1 Dirham sekarang sekitar Rp
32,000) kita dapat membeli makanan untuk beberapa orang. Jadi setelah lebih kurang 18 abad, daya beli uang
perak relatif sama. Coba bandingkan dengan Rupiah, tahun 70-an akhir seorang anak kos bisa makan satu
bulan dengan uang Rp 10,000,-. Apakah sekarang ada anak kos yang bisa makan satu bulan dengan uang
hanya Rp 10,000 ? jawabannya tentu tidak. Jadi hanya dalam tempo kurang dari 30 tahun saja uang kertas kita
sudah amat sangat jauh perbedaan nilai atau kemampuan daya belinya.
Mengenai daya beli uang emas Dinar dapat kita lihat dari Hadits berikut :
Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah
menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang Urwah, bahwa Nabi
S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang
tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang
membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual
belinya. Seandainya Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung (H.R.Bukhari).
Dari hadits tersebut kita bisa tahu bahwa harga pasaran kambing yang wajar di zaman Rasulullah, SAW adalah
satu Dinar. Kesimpulan ini diambil dari fakta bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang sangat adil, tentu
beliau tidak akan menyuruh Urwah membeli kambing dengan uang yang kurang atau berlebihan. Fakta kedua
adalah ketika Urwah menjual salah satu kambing yang dibelinya, ia pun menjual dengan harga satu Dinar.
Memang sebelumnya Urwah berhasil membeli dua kambing dengan harga satu Dinar, ini karena kepandaian
beliau berdagang sehingga ia dalam hadits tersebut didoakan secara khusus oleh Rasulullah, SAW. Diriwayat
lain ada yang mengungkapkan harga kambing sampai 2 Dinar, hal ini mungkin-mungkin saja karena di pasar
kambing manapun selalu ada kambing yang kecil, sedang dan besar. Nah kalau kita anggap harga kambing
yang sedang adalah satu Dinar, yang kecil setengah Dinar dan yang besar dua Dinar pada zaman Rasulullah
SAW maka sekarangpun dengan sampai 2 Dinar (1 Dinar pada saat tulisan ini dibuat = Rp 1,489,958) kita
bisa membeli kambing dimanapun di seluruh dunia artinya setelah lebih dari 15 abad daya beli Dinar tetap.
Stabilitas nilai dinar juga tidak terlepas dari berbagai faktor lain yang menunjang kestabilan nilai uang
tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah : penawaran dan permintaan uang, pemercepatan peredaran uang,
maupun kebijakan fiscal dan moneter. Faktor-faktor tersebut mengacu pada satu titik : yaitu adanya
keseimbangan antara uang dan barang.
Berbagai aturan dalam perdagangan seperti larangan talaqqi-rukban (memonopoli barang untuk tujuan
memainkan harga), larangan kanz mal (menimbun barang sehingga tidak produktif), dan larangan terhadap
transaksi-transaksi spekulatif, juga diterapkan. Aturan di atas mempengaruhi keseimbangan antara pasar
barang dan pasar uang berdasarkan transaksi tunai. Dalam aturan transaksi Islami lainnya ketika komoditi
dibeli saat ini, tetapi pembayarannya dilakukan kemudian, uang dibayarkan atau diterima untuk mendapatkan
komoditas atau jasa, sehingga terjadi pemercepatan peredaran uang. Dengan kata lain, uang dipertukarkan
dengan sesuatu yang benar-benar menciptakan nilai tambah buat perekonomian. Transaksi lain seperti judi,
riba, dilarang dalam Islam, sehingga keseimbangan antara arus uang dan barang dapat dipertahankan.
Mengingat perputaran uang dalam periode tertentu relative stabil, dapat disimpulkan jumlah uang dalam suatu
perekonomian sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi. Dengan demikian stabilitas nilai uang dapat
tercipta.
B. IMPLEMENTASI
Dengan mengetahui keunggulan-keunggulan penggunaan dinar dan dirham dalam aktifitas ekonomi
dibandingkan dengan penggunaan fiat money, maka tidak ada alasan untuk tidak mengimplementasikannya.
Meski kesimpulannya sesederhana yang dituliskan, tidak demikian dengan pengimplementasiannya. Terlebih
dengan memperhatikan beberapa faktor yang menjadi hambatan :

1. Kondisi masyarakat yang belum mengenal konsep dinar dirham


2. Dibutuhkannya negara lain yang menerapkan konsep yang sama
3. Permasalahan masih beredarnya uang konvensional yang ada
4. Cadangan emas yang mungkin dibeberapa negara deficit
Namun dengan melihat pada kendala-kendala yang dihadapi, maka solusi yang mungkin bisa kita
ambil adalah sebagai berikut :
1. Memberikan pemahaman masyarakat
Penggunaan dinar dan dirham secara moneter akan lebih baik bila didukung terlebih dahulu melalui
pengenalan terhadap inti tujuan Islam, khususnya untuk pembayaran zakat. Terlebih lagi konsep-konsep
perdagangan, jual-beli yang dijunjung tinggi oleh Islam.
Yang termasuk dalam tahapan ini adalah penetapan standar yang digunakan terhadap penghitungan nilai
nominal satu dinar dan dirham. Meskipun beberapa dinar ada yang dibuat 24 karat, namun berdasarkan
standard World Islamic Trade Organization (WITO), nilai satu dinar itu setara dengan 4.25 gram emas 22 karat
dengan diameter 23 mm. Dengan bentuk yang tidak harus ditetapkan sama.
2. Menerbitkan dan mengedarkan dinar dan dirham
Untuk memfasilitasi pengenalan dan peredaran mata uang berupa dinar dan dirham, serta penggunaannya
dalam perdagangan, dapat diawali oleh satu negeri yang menerima dinar dan dirham sebagai legal tender. Hal
ini akan mengembangkan jangkauan globalnya dan akan membuka kemungkinan melakukan kontrak dagang
dengan satuan hitung dinar dan dirham.
3. Mendirikan Bank Kustodian
Untuk memonitor dan memastikan masing-masing anggota memenuhi jumlah minimal yang disyaratkan
simpanan emasnya. Bank kustodian ini cukup didirikan di salah satu negara anggota.
4. Memulihkan lagi karavan dan rute dagang
Hal ini untuk meratakan penyebaran uang dinar dan dirham. Terlebih membangun kembali pasar terbuka,
dimana siapa pun dapat melakukan aktifitas ekonomi, tanpa pasar tersebut dimiliki oleh siapapun. Tidak
seperti ekonomi modern yang menggiring kita untuk mengangkat bangkir-bangkir ke istana, sementara
pedagang-pedagang tercecer ke jalanan.
Ibnu Khaldun dengan kemampuannya yang tajam mengenali suatu fenomena monopoli dan mendapatkan
bahwa masa kesejahteraan selalu diiringi oleh masa kemerosotan. Ia mengatakan Bila kamu ingin mengetahui
di masa apa kamu hidup, pergilah ke pasar. Bila pasar dikuasai oleh sedikit kalangan raja, berarti itu adalah
masa kemorosotan. Bila pasar terbuka bagi semua orang, berarti itu adalah masa kesejahteraan
5. Dinar Changer
Amat sangat rumit untuk menyeragamkan mata uang beberapa negara, dengan menempuh jalur politik dari
persatuan moneter seperti yang dilakukan EURO. Bagaimana dengan macam-macam uang kertas yang beredar
di negara-negara anggota ketika harus disamakan menjadi dinar dan dirham? Jawaban yang mungkin adalah
dengan membangun sebuah sistem yang memiliki fungsi in-exchange dan out-exchange, yaitu fungsi dimana
pemilik uang kertas dapat mengkonversi uang kertas tersebut ke dalam dinar dan dirham, atau sebaliknya. Dan
bisa pula dilakukan tidak secara fisik, melainkan secara virtual, melalui rekening.
6. Sistem transfer
Agar dapat melakukan transaksi pembayaran global secara instan, dan semudah yang dapat dilakukan oleh
bank-bak saat ini, dengan kemudahan transaksi melalui internet, maka perlu diterapkan sistem transfer berbasis
elektronik / virtual. Dimana tersedia pula fungsi spend, dimana pemilik rekening dapat mentransfer kepada
pemilik rekening dinar lainnya, serta fungsi redeem dimana pemilik rekening dapat mengkonversi dinarnya
menjadi dinar fisik.
7. Cadangan emas
Negara-negara yang memiliki reserve emas mencukupi diundang untuk bergabung. Sedang negara anggota
yang memiliki defisi perdagangan harus memindahkan emasnya ke rekening kustodian dari negara yang
mengalami surplus perdagangan. Negara-negara anggota dapat membeli komoditi dari negara-negara yang
miskin reserve emas, sehingga lambat laun mereka juga akan mengakumulasi emas yang dalam derajat tertentu
bisa turut mendukung terjadinya perdagangan.
8. Membelikan dolar dalam jumlah yang signifikan dengan emas
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar


FEB

NOMER AKUN
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar


FEB

Ciri-ciri persaingan pasar sempurna,pasar monopoli, pasar


monopolistis, pasar oligopoli

Ciri-ciri persaingan pasar sempurna,pasar monopoli, pasar


monopolistis, pasar oligopoli
A. Persaingan Pasar Sempurna
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana ada banyak
penjual dan pembeli,dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi pasar.
I. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna antara lain :
1. Perusahaan adalah price taker
Price taker atau Pengambil harga artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan
atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan di dalam pasar tidak akan menimbulkan perubahan
ke atas harga pasar yang berlaku. Harga pasar ditentukan oleh interaksi antara keseluruhan pembeli dan
keseluruhan penjual.
2. Tiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Sekiranya perusahaan rugi,dan ingin meninggalkan industri tersebut,maka langkah ini dengan mudah
dilakukan. Sebaliknya apabila ada perusahaan yang ingin melakukan kegiatan di industri itu,produsen dengan
mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya.
3. Menghasilkan barang homogen
Maksudnya adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang-barang yang dihasilkan suatu
perusahaan dengan perusahaan lainnya. Sehingga barang-barang ini tidak mudah dibeda-bedakan.
Karenanya,pembeli tidak dapat membedakan manakah produksi dari perusahaan A dan manakah produksi dari
perusahaan B.
4. Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar
Dalam pasar persaingan sempurna ini dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Tapi
dimisalkan juga kalau mereka memiliki pengetahuan yang sama mengenai keadaan pasar,yaitu mereka
mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Dampaknya,para
produsen tidak bisa menjual produknya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

B. Pasar Monopoli
Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang
menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang
pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat
masuk ke dalam pasar.
Hambatan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan yang mempunyai
kemampuan untuk memonopoli pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha menyulitkan pendatang baru yang
ingin masuk ke pasar tersebut dengan dengan beberapa cara; salah satu di antaranya adalah dengan cara
menetapkan harga serendah mungkin.
Dengan menetapkan harga ke tingkat yang paling rendah, perusahaan monopoli menekan kehadiran
perusahaan baru yang memiliki modal kecil. Perusahaan baru tersebut tidak akan mampu bersaing dengan
perusahaan monopolis yang memiliki kekuatan pasar, image produk, dan harga murah, sehingga lama
kelamaan perusahaan tersebut akan mati dengan sendirinya.
Cara lainnya adalah dengan menetapkan hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif pada suatu barang, yang
biasanya diperoleh melalui peraturan pemerintah. Tanpa kepemilikan hak paten, perusahaan lain tidak berhak
menciptakan produk sejenis sehingga menjadikan perusahaan monopolis sebagai satu-satunya produsen di
pasar.

C. Pasar monopolistis(Monopolistik)
Monopolistik:
ciri-cirinya:
1.mirip dengan pasar persaingan sempurna.
2.produsen/penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga.
3.relatif murah keluar masuk pasar.
contohnya:snack,nasi goreng,pulpen,buku,pensil.

D.Pasar Oligopoli
Adalah pasar yang antara perusahaannya terdapat ketergantungan. Sehingga masing-masing perusahaan tidak
dapat mengubah harga seenaknya. Dapat diartikan juga yaitu keadaan dimana pasar hanya terdapat beberapa
penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak. Contohnya adalah pasar mobil, motor, dan
pembuatan pesawat terbang.
a. Ciri-ciri pasar oligopoli.
Hanya ada beberapa perusahaan yang mendominasi pasar.
Jenis produk ada yang terdeferensiasi dan ada yang tidak.
Terdapat rintangan yang kuat untuk masuk ke pasar oligopoli karena investasinya yang tinggi.
Persaingan melalui iklan sangat kuat.
b. Kelebihan pasar oligopoli.
Terdapat sedikit penjual karena dibutuhkan biaya investasi yang besar.
Jumlah penjual yang sedikit membuat penjual dapat mengendalikan harga dalam tingkat tertentu.
Bila terjadi perang harga, konsumen akan diuntungkan.
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI
0
Tambahkan komentar


FEB

ARUS EKONOMI 4 SEKTOR MENEHHH

Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI


0
Tambahkan komentar


FEB

circular flow/ ARUS EKONOMI 2 3 4 SEKTOR

Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar


FEB

PENDAPATAN NASIONAL (GDP, GNP, NNP, NNI, PI, DI)

Pendapatan Nasional

A. PENGERTIAN Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh


pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
B. KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan
oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam
perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh
perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu
Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan
jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
Rumus :
GNP = GDP Produk netto terhadap luar negeri
3. NNP (Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode
tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
Rumus :
NNP = GNP Penyusutan
4. NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah
dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Rumus :
NNI = NNP Pajak tidak langsung
5. PI (Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar
sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran
jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
Rumus :
PI = (NNI + transfer payment) (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social
+ Pajak perseorangan )
6. DI (Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh
penerimanya.
Rumus :
DI = PI Pajak langsung
untuk lebih mendalami tentang konsep-konsep pendapatan nasional diatas, mari kita
bahas soal dibawah ini:
Diketahui data-data keuangan suatu negara sebagai berikut:
- GDP Rp. 100 Triliun
- Penyusutan Rp. 5 Triliun
- NNP Rp. 95 Triliun
- Pajak tidak langsung Rp. 10 Triliun
- Pajak perseroan Rp. 8 Triliun
- laba yang tidak dibagi Rp. 2 triliun
- iuran pensiun Rp. 5 Triliun
- dana pensiun Rp. 5 Trilliun
- subsidi penganggur Rp. 2 Triliun
- tunjangan veteran Rp. 3 Triliun
- bunga utang Rp. 3 Triliun
- pajak langsung Rp. 8 Triliun
dari data diatas hitunglah :
a. NNP
b. NNI
c. PI
d. DI
Jawab :
berikut adalah pembahasan soal diatas secara keseluruhan :
GNP Rp.100 Triliun
Penyusutan Rp. 5 Triliun
(-)
NNP Rp. 95 Triliun
Pajak tidak langsung Rp. 10 Triliun
(-)
NNI Rp. 85 Triliun
pajak perseroan Rp. 8 Triliun
Laba tidak dibagi Rp. 2 Triliun
iuran pensiun Rp. 5 Triliun
- (+)
Rp. 15 Triliun
- (-)
Rp. 70 Triliun
dana pensiun Rp. 5 Triliun
subsidi penganggur Rp. 2 Triliun
tunjangan veteran Rp. 3 Triliun
bunga utang Rp. 3 Triliun
(+)
Rp. 13 Triliun
-(+)
PI Rp. 83 Triliun
Pajak langsung Rp. 8 Triliun
- (-)
DI Rp. 75 Triliun
============
C. PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
Tujuan mempelajari pendapatan nasional :

Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara


Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang
dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program
pembangunan yang berjangka.
2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional

Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara


Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu
antar daerah atau antar propinsi
Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
3. Perhitungan Pendapatan Nasional
a. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang
dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ]
b. Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent,
wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara
selama satu periode.
Y=r+w+i+p
c. Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang
dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri)
dalam suatu Negara selama satu tahun.
Y = C + I + G + (X M)
D. Pendapatan perkapita
1. Arti Pendapatan perkapit
Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara.
Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu
negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga
merefleksikan PDB per kapita.
Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat
pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin
makmur negara tersebut.
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar


FEB

CARA MENGHITUNG HARGA KESIMBANGAN KOMPLIIITT

Rumus keseimbangan
A. Fungsi Permintaan Fungsi Permintaan adalah persamaan yang
menunjukkan hubungan antara jumlah suatu barang yang diminta dengan
faktor-faktor yang mempengaruhinya. fungsi permintaan adalah suatu
kajian matematis yang digunakan untuk menganalisa perilaku konsumen
dan harga. fungsi permintaan mengikuti hukum permintaan yaitu apabila
harga suatu barang naik maka permintaan akan barang tersebut juga
menurun dan sebaliknya apabila harga barang turun maka permintaan
akan barang tersebut meningkat. jadi hubungan antara harga dan jumlah
barang yang diminta memiliki hubungan yang terbalik, sehingga gradien
dari fungsi permintaan (b) akan selalu negatif.
Bentuk umum fungsi permintaan dengan dua variabel adalah sebagai beriut
:
Qd = a bPd atau Pd = -1/b ( -a + Qd)
dimana :
a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai negatif
b = Qd / Pd
Pd = adalah harga barang per unit yang diminta
Qd = adalah banyaknya unit barang yang diminta
Syarat, P 0, Q 0, serta dPd / dQ < 0
untuk lebih memahami tentang fungsi permintaan, dibawah ini disajikan
soal dan pembahasan tentang fungsi permintaan.

Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 perKg permintaan akan jeruk
tersebut sebanyak 1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi
Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi 600Kg, buatlah
fungsi permntaannya ?
Pembahasan :
Dari soal diatas diperoleh data :
P1 = Rp. 5.000 Q1 = 1000 Kg
P2 = Rp. 7.000 Q2 = 600 Kg
untuk menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus
persamaan garis melalui dua titik, yakni :
y y1 x x1
=
y2 y1 x2 x1
dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,
P - P1 Q Q1
- =
P2 P1 Q2 Q1
mari kita masukan data diatas kedalam rumus :
P - 5.000 Q 1000
= -
7.000 - 5.000 600 1000
P 5.000 Q 1000
= -
2.000 -400
P - 5.000 (-400) = 2.000 (Q 1000)
-400P + 2.000.000 = 2000Q 2.000.000
2000Q = 2000.000 + 2.000.000 400P
Q = 1/2000 (4.000.000 400P)
Q = 2000 0,2P
============
Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 0,2P
B. Fungsi Penawaran
Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan harga
barang di pasar dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen.
Fungsi penawaran digunakan oleh produsen untuk menganalisa
kemungkinan2 banyak barang yang akan diproduksi. Menurut hukum
penawaran bila harga barang naik, dengan asumsi cateris paribus (faktor-
faktor lain dianggap tetap), maka jumlah barang yang ditawarkan akan
naik, dan sebaliknya apabila harga barang menurun jumlah barang yang
ditawarkan juga menurun. jadi dalam fungsi penawaran antara harga
barang dan jumlah barang yang ditawarkan memiliki hubungan posifit,
karenanya gradien (b) dari fungsi penawaran selalu positif.
Bentuk umum dari fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut:
Qs = a + bPs
dimana :
a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai positif
b = Qs/ Ps
Ps = adalah harga barang per unit yang ditawarkan
Qs = adalah banyaknya unit barang yang ditawarkan
Ps 0, Qs 0, serta dPs/ dQs > 0
Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual
Durian sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah
toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus
tersebut buatlah fungsi penawarannya ?
Jawab :
dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
P1 = 3.000 Q1 = 100 buah
P2 = 4.000 Q2 = 200 buah
Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus
persamaan linear a:
P P1 Q Q1
=
P2 P1 Q2 Q1
P 3.000 Q 100
= -
4.000 3.000 200 100
P 3.000 Q 100
= -
1.000 100
(P 3.000)(100) = (Q 100) (1.000)
100P 300.000 = 1.000Q 100.000
1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P
1.000Q = -200.000 + 100P
Q = 1/1000 (-200.000 + 100P )
Q = -200 + 0.1P
============
Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd
C. Keseimbangan Harga
Keseimbangan harga di pasar tercapai apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi
keseimbangan harga merupakan kesepakatan-kesepakatan antara produsen
dan konsumen dipasar.
untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal dibawah ini :

Tentukan jumlah barang dan harga pada keseimbangan pasar


untuk fungsi permintaan Qd = 10 0,6Pd dan fungsi penawaran Qs = -20 +
0,4Ps.
Jawab:
Keseimbangan terjadi apabila Qd = Qs, Jadi
10 0,6Pd = -20 + 0,4Ps
0,4P + 0,6P = 10 + 20
P = 30
Setelah diketahui nilai P, kita masukan nilai tersebut kedalam salah satu
fungsi tersebut:
Q = 10 0,2(30)
Q = 10 6
Q = 4,
Jadi keseimbangan pasar terjadi pada saat harga (P)=30 dan jumlah barang
(Q) = 4.
D. Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar
Pengenaan pajak atau pemberian subsidi atas suatu barang yang
diproduksi/dijual akan mempengaruhi keseimbangan pasar barang
tersebut, mempengaruhi harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan.
Pajak yang dikenakan atas penjualan suatu barang menyebabkan harga jual
barang tersebut naik. Setelah dikenakan pajak, maka produsen akan
mengalihkan sebagian beban pajak tersebut kepada konsumen, yaitu
dengan menawarkan harga jual yang lebih tinggi. Akibatnya harga
keseimbangan yang tercipta di pasar menjadi lebih tinggi daripada harga
keseimbangan sebelum pajak, sedangkan jumlah keseimbangan menjadi
lebih sedikit.
Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual menyebabkan
kurva penawaran bergeser ke atas, dengan penggal yang lebih besar (lebih
tinggi) pada sumbu harga. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P
= a + bQ, maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ + t. Dengan kurva
penawaran yang lebih tinggi (cateris paribus), titik keseimbangan akan
bergeser menjadi lebih tinggi.
Contoh:

Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh


persamaan P = 15 Q, sedangkan penawaranannya P = 3 + 0.5 Q. Terhadap
barang tersebut dikenakan pajak sebesar 3 perunit. Berapa harga
keseimbangan dan jumlah keseimbangan sebelum pajak dan berapa pula
jumlah keseimbangan sesudah pajak ?
Jawab:
Sebelum pajak Pe = 7 dan Qe = 8 (contoh di atas). Sesudah pajak, harga jual
yang ditawarkan oleh produsen menjadi lebih tinggi. Persamaan penawaran
berubah dan kurva bergeser ke atas.
Penawaran sebelum pajak : P = 3 + 0.5 Q
Penawaran sesudah pajak : P = 3 + 0.5 Q + 3
P = 6 + 0.5 Q Q = -12 + 2 P
Sedangkan persamaan permintaan tetap :
Q = 15 P
Keseimbangan pasar : Qd = Qs
15 P = -12 + 2P
27 = 3P
P=9
Q = 15 P
Q = 15 9
Q =6
Jadi, sesudah pajak : Pe = 9 dan Qe = 6
E. Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar
Subsidi merupakan kebalikan atau lawan dari pajak, dan sering disebut
pajak negatif. Pengaruh terhadap pajakjuga berkebalikan dengan
keseimbangan akibat pajak. Subsidi juga dapat bersifat spesifik dan juga
proposional.
Pengaruh Subsidi. Subsidi yang diberikan atas produksi/penjualan barang
menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Dampaknya
harga keseimbangan yang tercipta di pasar lebih rendah daripada harga
keseimbangan sebelum atau tanpa subsidi,dan jumlah keseimbangannya
menjadi lebih banyak.
Dengan subsidi spesifik sebesar s kurva penawaran bergeser sejajar ke
bawah, dengan penggal yang lebih rendah( lebih kecil ) pada sumbu harga.
Jika sebelum subsidi persamaan penawaran P = a + bQ, maka sesudah
subsidi akan menjadi P = a + b Q s = ( a s ) + b Q. Karena kurva
penawaran lebih rendah, cateris paribus, maka titik keseimbangan akan
menjadi lebih rendah.
Contoh:

Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P


= 15 Q, sedangkan penawaraannya P = 3 + 0.5 Q. Pemerintah memberikan
subsidi sebesar 1.5 terhadap barang yang diproduksi. Berapa harga
keseimbangan dan jumlahnya tanpa dan dengan subsidi.
Jawab:
Tanpa subsidi, Pe = 7 dan Qe = 8 (pada contoh kasus di atas
Dengan subsidi , harga jual yang ditawarkan oleh produsen menjadi lebih
rendah, persamaan penawaran berubah dan kurvanya turun.
Penawaran tanpa subsidi : P = 3 + 0.5 Q
Penawaran dengan subsidi : P = 3 + 0.5 Q 1.5
P = 1.5 + 0.5 Q Q = -3 + 2 P
Keseimbangan pasar setelah ada subsidi:
Qd = Qs
15 P = -3 + 2P
18 = 3 P
P=6
Q = 15 P
Q = 15 6 = 9
Jadi, dengan adanya subsidi : Pe = 6 dan Qe = 9
Untuk lebih memperjelas tentang fungsi permintaan dan penawaran, mari
kita bahas beberapa soal olimpiade sains ekonomi yang ada kaitannya
dengan fungsi permintaan dan penawaran :
Soal pertama : (Olimpiade Sains Propinsi (OSP) Ekonomi 2006)

Permintaan akan durian di Medan ditunjukkan oleh persamaan


Q = 80 2P, sedangkan penawarannya dicerminkan oleh persamaan Q =
-120 + 8P. Harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan pasar durian di
medan adalah
Jawab:
Keseimbangan terjadi pada saat Qd = Qs, Jadi
80 2P = -120 + 8P
8P + 2P = 120 + 80
10P = 200
P = 200 / 10
P = 20
Nilai P kita masukan kedalam fungsi permintaan atau penawaran untuk
mencari berapa jumlah harga keseimbangan :
Qs = -120 + 8(20)
Qs = -120 + 160
Qs = 40
Jadi Jumlah barang dan harga keseimbangan masing-masing adalah 40 dan
20.
Soal kedua : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2006)

When the price is Rp. 15.000,00 the request of lamp is to 4.000


for each goods of, and for every increase of price of Rp. 1.000,00 the request
of lamp going down 500 for each goods of. Pursuant to the data, the demand
function is
Ketika harganya Rp. 15.000,00 permintaan lampu adalah 4.000 untuk
setiap barang, dan untuk setiap kenaikan harga sebesar Rp. 1.000,00
permintaan lampu turun 500 untuk setiap barang. Berdasarkan data, fungsi
permintaan adalah
Jawab:
dari data diatas diperoleh data-data sebagai berikut :
P1 = 15.000 Q1=4000
jika kenaikan harga perunit (P) = 1.000 maka harga barang (Q) akan
turun 500 perunit.
jadi apabila P2 = 16.000 maka Q2=3500
Setelah itu data-data diatas kita masukan kedalam fungsi persamaannya:
P P1 Q Q1
- =
P2 P1 Q2 Q1
P 15.000 Q 4.000
= -
16.000 15.000 3.500 4.000
P 15.000 Q 4.000
= -
1.000 -500
(P 15.000)(-500) = (Q 4.000)(1.000)
-500P + 7.500.000 = 1.000Q 4.000.000
1000Q = 4.000.000 + 7.500.000 500P
Q = 1/1000 (11.500.000 500P)
Q = 11.500 0,5P
==============
Jadi fungsi permintaan dari soal diatas adalah Q = 11.500 0,5P atau Q =
-1/2P + 11.500
Soal ketiga : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2008)

Dalam suatu pasar diketahui fungsi permintaannya Qd = 40


2P dan fungsi penawarannya Ps = Q + 5, berdasarkan informasi tersebut
maka harga keseimbangan terjadi pada
Jawaban:
keseimbangan pasar terjadi apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi karena pada
soal diketahui Qd dan Ps, maka kita dapat mensubtitusikan kedua
persamaan tersebut untuk memperoleh harga keseimbangan.
Qd = 40 2P dan Ps = Q + 5, Kita subtitusikan menjadi :
Q = 40 2(Q + 5)
Q = 40 2Q - 10
Q = 40-10-2Q
Q = 30 2Q
Q + 2Q = 30
3Q = 30
Q = 30/3
Q = 10
Setelah nilai Q diketahui, maka langkah selanjutnya kita memasukan nilai Q
kedalam fungsi Ps untuk memperoleh harga keseimbangan.
Ps = 10 + 5
Ps = 15
Jadi harga keseimbangan terjadi pada saat Q = 10 dan P = 15.
Soal keempat : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2009)

When the price of a Lancer Notebook is


Rp.5.000.000,00/unit, the demand is 80 units, If the price increases 10%,
the demand decreases to 60 units. Based on that data, the demands function
is
Bila harga Lancer Notebook Rp 5.000.000, 00/unit, permintaan adalah
80 unit, Jika harga meningkat 10%, permintaan akan mengalami
penurunan menjadi 60 unit. Berdasarkan data itu, fungsi permintaan
adalah
Jawaban:
dari data diatas diperoleh data-data sebagai berikut:
P1 = 5.000.000 Q1 = 80
Jika harga naik 10% (P2 = (10% x 5.000.000) + 5.000.000 = 5.500.000)
maka Q2 = 60
langkah selanjutnya, kita masukan data-data diatas kedalam persamaan
fungsi permintaannya:
P P1 Q Q1
- =
P2 P1 Q2 Q1
P 5.000.000 Q 80
- =
5.500.000 5.000.000 60 80
P 5.000.000 Q 80
- =
500.000 -20
(P 5.000.000)(-20) = (Q 80)(500.000)
-20P + 100.000.000 = 500.000Q 40.000.000
500.000Q = 100.000.000 + 40.000.000 20P
500.000Q = 140.000.000 20P
Q = 1/500.000 (140.000.000 20P)
Q = 280.000 0,00004P atau
Q = 280 0,04P
==========================

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

A. Definsisi elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Elastisitas harga


permintaan merupakan ukuran kuantitatif yang menunjukkan sejauh mana bsarnya
pengaruh perubahan harga terhadap jumlah yang diminta.
Elastisitas penawaran merupakan ukuran kuantitatif yang menunjukkan sejauh mana
besarnya pengaruh perubahan harga terhadap jumlah yang ditawarkan.
manfaat dari elastitistas permintaan adalah sebagai berikut :

Sebagai landasan dalam menyusun penjualan suatu perusaahaan apabila


diketahui sifat responsif permintaan terhadap produksi (penawaran) perusahaan maka
perusahaan dapat menentukan apakah untuk menaikkan hasil penjualannya perlu
menaikkan produksi atau tidak.
10. sebagai alat pemerintah untuk meramalkan kesuksesan dari kebijakan
ekonomi tertentu yang akan dilaksanakan. Misalnya, untuk mengurangi impor suatu jenis
barang pemerintah perlu mengatahui pengaruh terhadap permintaan barang impor
tersebut akibat dari kebijakan yang mempengaruhi tingkat harga barang impor.
Adapun Rumus elastisitas adalah sebagai berikut :
Perubahan nisbi jumlah yang diminta
E =
Perubahan nisbi harga
Rumus diatas dapat dinyatakan dengan :
Q2 Q1 Q
-
Q1 Q1
E = =
P2 P1 P
-
P1 P1
P1 Q
E = - .
Q1 P
Rumus diatas berlaku untuk menghitung elastisitas permintan dan juga elastisitas
penawaran. pada elastisitas penerimaan disimbolkan dengan (Ed), karena nilai elastisitas
permintaan selalu negatif maka nilai E harus di absolutkan. pada elastisitas penawaran
disimbolkan dengan (Es).
Penaksiran terhadap koefisien elastisitas (E) baik elastisitas permintaan ataupun
elastisitas penawaran adalah sebagai berikut :

Permintaan atau Penawaran dikatakan Elastis, Jika nilai E > 1


Permintaan atau Penawaran dikatakan Inelastis, Jika nilai E < 1
Permintaan atau Penawaran dikatakan Elastis Uniter, Jika nilai E = 1
Permintaan atau penawaran dikatakan Elastistias Sempurna, Jika nilai E =
~ (tak hingga)
Permintaan atau penawaran dikatakan Inelastis Sempurna, Jika nilai
nilai E = 0
untuk lebih memperjelas pemahaman anda tentang elastisitas, dibawah ini kami sajikan
contoh soal dan pembahasan yang berkaitan dengan elastisitas permintan dan elstisitas
penawaran :
Soal pertama : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2009)

Pasa saat harga Rp. 5.000,00 per unit, jumlah barang yang ditawarkan 20
unit. Kemudian harga turun menjadi Rp. 4.500,00 perunit dan jumlah barang yang
ditawarkan menjadi 10 unit. berdasarkan data tersebut besarnya koefisien elastisitas
penawarannya adalah.
Jawab :
Dari data diatas diketahui :
P1 = 5.000 Q1 = 20
P2 = 4.500 Q2 = 10
langkah pertama kita menentukan perubahan jumlah penawaran dan harga
Q = Q2 -Q1 = 10-20 = -10
P = 4.500 5.000 = -500
Langkah selanjutnya, kita masukan data-data diatas kedalam rumus elastisitas :
P1 Q
Es = - .
Q1 P
5.000 -10
Es = - .
20 -500
Es = 5
=======
Nilai Es = 5 > 1, menunjukan penawaran elastis.
Soal kedua : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2008)
Request tables of rice in an area in one month:

Price Per Kg Amount of Request

Rp. 4.000,00 10 ton


Rp. 4.500,00 8 ton

Pursuant to request tables of rice above, what kind of request type including..
Jawab :
dari soal diatas diperoleh data-data sebagai berikut :
P1 = 4.000 Q1 = 10 ton
P2 = 4.500 Q2 = 8 ton
Langkah pertama kita menghintung perubahan jumlah barang dan harga
Q = Q2 Q1 = 8 10 = -2
P = P2 - P1 = 4.500 5000= -500
Langkah selanjutnya kita masukan data diatas kedalam rumus elastisitas permintaan:
Ed = (P1/Q1) x (Q/P)
Ed = (4000/10) x (-2/-500)
Ed = (400) x (0,004)
Ed = 1,6
=======
Nilai Ed > 1, Jadi permintaan bersifat elastis.
Soal ketiga : (Soal olimpiade sains kabupaten (OSK) Ekonomi 2006)

Pada tingkat harga barang sebesar Rp. 500.00 barang yang ditawarkan
1000unit, jika harga naik 20% barang yang ditawarkan juga bertambah sebanyak 100
unit. berdasarkan data tersebut elastisitasnya dinamakan..
Jawab :
dari soal diatas didapat data-data sebagai berikut :
P1 = 500 Q1 = 1000
P2 = (50020%)+500 = 100 + 500 = 600
Q2 = 1000 + 100 = 1100
langkah pertamaa kita menghitung perubahan Q dan P
Q = Q2 Q1 = 1100 1000 = 100
P = P2 P1 = 600 500 = 100
langkah selanjutnya kita masukan data-data diatas kedalam rumus elastisitas penawaran :
Ed = (P1/Q1) x (Q/P)
Ed = (600/1000) x (100/100)
Ed = 0,6
Nilai Ed = 0,6 berarti Ed < 1, jadi Elatisitasnya dinamakan in elastis
===============================================
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar


FEB

MENGHITUNG HARGA KESEIMBANGAN DENGAN GRAFIK DAN


TABEL

a. Pendekatan Tabel
Contoh permintaan dan penawaran pasar atas komoditi telur sebagaimana telah diuraikan di depan akan kita
gunakan lagi sebagai ilustrasi ketiga macam pendekatan.
Pada pendekatan tabel, harga dan jumlah keseimbangan dapat dicari dengan menyusun tabel harga (P), jumlah
penawaran (Qs) dan jumlah permintaannya (Qd). Dengan pendekatan tabel, kalau terlihat suatu keadaan di
mana pada harga tertentu jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, maka pada saat tersebut
terjadi harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan. Dari tabel 3.7, terlihat bahwa Qs = Qd terjadi pada
volume sebesar 15 kg telur dan harganya sebesar Rp 7.500,00 per kilogram. Jadi dari kasus di atas harga
keseimbangan pada Rp7.500,00/kg dan jumlah/output keseimbangannya pada 15 kg telur per bulan.
Pendekatan ini hanya bisa digunakan kalau dari data/tabel yang kita miliki ada angka-angka yang sama pada
Qs dan Qd.
b. Pendekatan Grafik/Kurva
Dari data pada Tabel 3.7, jika digambar grafiknya akan dapat diketahui Harga Keseimbangan dan
Jumlah/kuantitas Keseimbangannya. Penawaran akan telur per bulan dari Individu dan Pasar
Dari pendekatan grafik atau kurva di atas, titik potong antara kurva permintaan dan kurva penawaran terjadi di
titik E. Titik E inilah yang disebut dengan titik keseimbangan, sedangkan harga keseimbangan terjadi pada saat
P = Rp 7.500,00 dan jumlah/ kuantitas keseimbangannya pada saat Q = 15 kg.
3. Pendekatan Matematis
Secara matematis, titik keseimbangan terjadi ketika kurva permintaan (Qd) berpotongan dengan kurva
penawaran (Qs). Dua kurva akan berpotongan kalau persamaan kurva permintaan akan sama dengan
persamaan kurva penawarannya atau dapat dikatakan bahwa keseimbangan akan terjadi ketika Qd (kuantitas
yang diminta) = Qs (kuantitas yang ditawarkan) atau pada saat Pd (harga yang diminta pembeli) = Ps (Harga
yang ditawarkan oleh penjual). Dengan menggunakan data pada tabel 3.7, kita dapat mencari persamaan kurva
permintaan dan juga persamaan kurva penawaran. Karena kedua kurva berupa garis lurus (kurva linier) maka
kita dapat menggunakan rumus untuk mencari persamaan garis lurus yang diketahui 2 (dua) titik. Rumus
tersebut sebagai berikut : Misal titik A (X1; Y1) dan titik B (X2 ; Y2), maka rumus persamaan garis yang
melalui 2 (dua) titik :

Karena dalam ekonomi sumbu Y = sumbu P (harga) dan sumbu X = sumbu Q (kuantitas), maka rumus di atas
dapat dirubah menjadi:

Dari kasus data pada tabel 3.7, misal kita hendak mencari persamaan kurva permintaan dengan memakai 2
(dua) titik yaitu titik A (6, 9000) dan titik G (24, 6000), maka persamaan kurva permintaannya:
Untuk mencari persamaan kurva penawarannya dengan memakai 2 (dua) titik yaitu titik A (27,9000) dan titik
G ( 3, 6000), maka persamaan kurva penawaranya dapat dicari, yaitu :
Dari hasil perhitungan di atas, ternyata dengan ketiga pendekatan, yaitu pendekatan tabel, grafik dan
pendekatan matematis diperoleh hasil yang sama.

Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI


0
Tambahkan komentar


FEB

ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN DAN CARA


MENGHITUNGNYA

ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh suatu masyarakat atau negara menunjukkan bahwa kegiatan
permintaan dan penawaran sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya harga barang yang berlaku. Dengan
demikian perubahan harga akan memengaruhi besarnya jumlah barang yang diminta (permintaan) dan jumlah
barang yang ditawarkan (penawaran). Seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang dapat
dihitung dengan menggunakan rumus elastisitas.
Wawasan Ekonomi
Harga adalah nilai barang yang ditentukan dengan uang atau alat tukar lain yang senilai, yang harus dibayarkan
untuk barang dan jasa pada waktu tertentu di pasar tertentu.
1. Definisi Elastisitas
Elastisitas (pemuluran) adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang
ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi terhadap
perubahan gejala ekonomi yang lain.

Elastisitas terbagi dalam tiga macam, yaitu sebagai berikut.

a. Elastisitas harga (price elasticity) yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang
ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.

b. Elastisitas silang (cross elasticity) adalah persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang
disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (y).

c. Elastisitas pendapatan (income elasticity) yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang
diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen.
2. Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah
barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga
barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka
elastisitas yang disingkat E, yang dinyatakan dengan rumus berikut ini.

Keterangan:
Q : perubahan jumlah permintaan
P : perubahan harga barang
P : harga mula-mula
Q : jumlah permintaan mula-mula
Ed : elastisitas permintaan

Contoh:
Pada saat harga Rp400,00 jumlah barang yang diminta 30 unit, kemudian harga turun menjadi Rp360,00
jumlah barang yang diminta 60 unit. Hitunglah besar koefisien elastisitasnya!
Jawab:

a. Macam-Macam Elastisitas Permintaan


Elastisitas permintaan terdiri atas lima macam.

Keterangan:
% Qd = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta
% Pd = Persentase perubahan harga barang
b. Kurva Elastisitas Permintaan

Kurva Elastisitas Permintaan


c. Menghitung Elastisitas Permintaan secara Matematis
Dari rumus elastistas:

menunjukkan, bahwa:

adalah turunan pertama dari Q atau Q1.


Contoh 1:
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Q = 50 -P. Tentukan besar elastisitas permintaan
pada tingkat harga P = 80!

Jawab:
Jika P = 80, maka Q = 50 1/2 (80)
Q = 50 40
Q = 10

Contoh 2:
Diketahui fungsi permintaan P = 100 2Q. Hitung elastisitas permintaan pada tingkat harga P = 50!
Jawab:

3. Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaraan (elasticity of supply) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah
barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan
harga barang. Adapun yang dimaksud koefisien elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan
perbandingan antara perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan perubahan harganya. Besar kecilnya
koefisien elastisitas penawaran dapat dihitung dapat dengan rumus sebagai berkut.

Keterangan:
Q : perubahan jumlah penawaran
P : perubahan harga barang
P : harga barang mula-mula
Q : jumlah penawaran mula-mula
Es : elastisitas penawaran

Contoh:
Pada saat harga Rp500,00 jumlah barang yang ditawarkan 40 unit, kemudian harga turun menjadi Rp300,00
jumlah barang yang ditawarkan 32 unit. Hitunglah besarnya koefisien elastisitas penawarannya!
Jawab:

a. Macam-Macam Elastisitas Penawaran


Seperti halnya elastisitas permintaan, elastisitas penawaran juga terdapat lima macam, yaitu:

Keterangan:
% Qs : Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan
% Ps : Persentase perubahan harga barang
b. Kurva Elastisitas Penawaran

Kurva Elastisitas Penawaran


Cara praktis menentukan besarnya elastisitas tanpa mencari turunan Q atau Q1, yaitu:
1) Jika persamaan fungsi menunjukkan P = a bQ (fungsi permintaan) dan P = a + bQ (fungsi Penawaran),
maka rumus elastisitasnya adalah sebagai berikut.

Contoh 1:
Diketahui fungsi permintaan P = 100 2Q. Hitung elastisitas permintaan pada tingkat harga P = 50!
Jawab:
Dengan cara biasa Jika P = 50, maka
50 = 100 2Q
2Q = 50
Q = 25
Contoh 2:
Diketahui fungsi penawaran P = 100 + 2Q. Hitunglah elastisitas penawaran pada tingkat harga P = 500!

Jawab:
Dengan cara biasa Jika P = 500, maka
500 = 100 + 2Q
-2Q = -400
Q = 200

Contoh 3:
Diketahui Fungsi penawaran P = -100 + 2Q. Hitung elastisitas penawaran pada tingkat harga P = 400!
Jawab:
Dengan cara biasa Jika P = 400, maka
400 = -100 + 2Q
-2Q = -500
Q = 250

2) Jika persamaan fungsi menunjukkan Q = a bP (fungsi permintaan) dan Q = a + bP (fungsi penawaran),


maka rumus elastisitasnya adalah sebagai berkut.

Contoh 1:
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Q =50 1/2 P.
Tentukan besar elastisitas permintaan pada tingkat harga P = 80!
Jawab:
Dengan cara biasa
Jika P = 80, maka Q =50 1/2 (80)
Q = 50 40
Q = 10

Contoh 2:
Fungsi penawaran suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Q = 50 + 2P. Tentukan besar elastisitas penawaran
pada tingkat harga P = 50!
Jawab:
Dengan cara biasa
Jika P = 50, maka Q = 50 + 2(50)
Q = 50 + 100
Q = 150

Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

FEB

TEORI PERILAKU KONSUMEN (ORDINAL DAN KARDINAL)


Sebelum kita mempelajari apa yang dimaksud teori Perilaku konsumen baik secara ordinal maupun
cardinal,yang pertama-tama kita bahas yaitu apa yang dimaksud dari Perilaku konsumenterdahulu. Apa yang
dimaksud Perilaku Konsumen?? Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia
dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan
tidak untuk diperdagangkan. Pengertian perilaku konsumen menurut Philip Kotler adalah hasil yang dirasakan
oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya.
Sedangkan menurut Etat Swan pengertian dari perilaku konsumen adalah evaluasi secara sadar atau penilaian
kognitif menyangkut apakah kinerja produk relatif bagus atau jelek atau apakah produk bersangkutan cocok
atau tidak cocok dengan tujuan/pemakaiannya
Pelanggan merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi, dan merasa amat gembira kalau harapan mereka
terlampaui.
Pelanggan yang puas cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap
perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan.
Seorang konsumen dalam memilih sesuatu mempunyai beberapa factor penting untuk memilih suatu
barang/benda yang akan dipilihnya,beberapa faktornya sebagai berikut :

1. tingkatpendapatan seseorang
2. jenis/ukuran yg dibutuhkan
3. tingkat kebutuhan
4. Efektifitas
Teori pendekatan konsumen terdapat 2 macan yaitu :
1.Pendekatan Konsumen Oridinal
Pendekatan konsumen Ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barang
tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan
tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :

1. Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang
dimilikinya
2. Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
3. Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin
banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.
Kelemahan pendekatan konsumen ordinal yaitu terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan
konsumen dari mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dari satu kepuasan.
2.Pendekatan Konsumen Kardinal

4. Pendekatan konsumen Kardinal adalah daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau
utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung kepada subyek yang menilai. Pendekatan ini juga
mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka akan semakin diminati
Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal. Pada pendekatan Kardinal terdapat beberapa
asumsi yang dapat digunakan untuk menunjukan bahwa tingka konsumennya,yaitu :

1. Konsumen Rasional, konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan


pendapatannya.
2. Diminshing marginal utility, tambahan utilitas yang diperoleh konsumen makin menurun
dengan bertambahnya konsumsi dari komoditas tersebut
3. Pendapatan konsumen tetap
4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap
Dan juga asumsi dasar dari Pendekatan Konsumen Kardinal adalah :

1. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.


2. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
3. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu
satuan
4. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang,
sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang
besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka
dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.
Diposkan 7th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar


FEB

PATERN/ POLA KALIMAT BAHASA INGGRIS

KUMPULAN MODUL BAHASA INGGRIS KELAS 3 SMA

TENSES

PRESENT TENSES
1. Simple Present Tense

Simple Present Tense digunakan untuk mengungkapkan fakta (facts), kebenaran umum (general truth) dan
kebiasaan (habitual actions).

1. Kalimat Nominal (Kalimat yang tidak mengandung kata kerja)


(+) S + to be (am/is/are) + N /Adj / adv
(--) S + to be + NOT + N / Adj / Adv
(?) To be + S + N / Adj / Adv

Contoh:
1. the earth is round
2. These buildings are not across my house.
3. Are you ok?
4. syamsul is very rich person

2. Kalimat Verbal (Kalimat yang mengandung kata kerja)


(+) S + V1 s/es + .
(--) S + do/does + NOT + V1 + .
(?) Do/does + S + V1 + ...

Contoh:
1. the sun rises in the east
2. The children dont go to school everyday.
3. Water boils at 100.
4. Why does iron rust?

NOTES:
Simple present tense tidak benar-benar menggambarkan present actions, melainkan suatu yang
permanen atau habitual.

Dalam membentuk kalimat tanya, apabila kita ingin membuat kalimat tanya dengan menggunakan WH
Question( what, why, what, when, where, how), letakkan Wh Question paling awal sebelum Auxiliaries to be/
do/does

Adverb of frequency seperti usually, seldom, dsb., umumnya muncul sesudah Auxiliaries (Ataupun)
namun sebelum V1 s/es.

Time marker yang biasa digunakan ialah: seldom, usually, always, never, often, etimes, rarely,
every ,.., once/ twice/ ... a day/ in a week / a month / a year ..., etc.

2. Present Continuous Tense

Present Continuous Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang sedang berlangsung sekarang( At
the time/ around of speaking)

(+) S + to be (am/is/are) + V1 + ing + .

(--) S + to be + NOT + V1 + ing + .


(?) To be + S + V1 + ing + ...

Contoh:

1. My father is sleeping now

2. You are not studying English, but you are studying Math.

3. What are you doing? Are you writing a letter?.

NOTES:
Present Continuous Tense benar-benar menggambarkan present actions, walaupun terkadang bias juga
untuk future meaning .

Dalam membentuk kalimat tanya, apabila kita ingin membuat kalimat tanya dengan menggunakan WH
Question( what, why, what, when, where, how), letakkan Wh Question paling awal sebelum Auxiliaries to be

Beberapa kata kerja tertentu tidak bias menggunakan bentuk continuous. Biasanya kata kerja yang
bersifat tetap ( Stative Verbs) dan kata kerja mental (Mental Verbs), misalnya see, hear, like, hate, love, dislike,
believe, own, have (mempunyai), think, know, smell, consider, understand, appear, seem, look, want,
remember, forget, belong, prefer, etc.

Time marker yang biasa digunakan ialah: now, right now, today, at the moment, at the present, etc

Kalimat imperative ( Be Quiet!, Dont make so much noise!, Look! Etc) biasanya diikuti dengan Present
Continuous Tense.

3. Present Perfect Tense

Present Perfect Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang baru saja selesai namun masih ada
akibat atau hubungan dengan masa sekarang. Yang dientingkan adalah action bukan waktu dimulainya.

(+) S + Have/has + V3/been + .

(--) S + Have/has + NOT + V3/been + . FOR/SINCE..

(?) Have/has + S + V3/been + .

Contoh:
1. Mr. Is9ni has just already eaten.
2. My father and my mother have gone to Mecca since two days ago.
3. Why has Aminah decided to study at Unila? Has she consulted with her parents?
FOR( selama) + Duration of time/period of time

Contoh:

For two days, for two weeks, for a week, for three monts, etc.
SINCE ( sejak) + particular time in the past

Contoh:
Since yesterday, since two days ago, since last year, etc.

NOTES:
Dalam membentuk kalimat tanya, apabila kita ingin membuat kalimat tanya dengan menggunakan WH
Question( what, why, what, when, where, how), letakkan Wh Question paling awal sebelum Auxiliaries
have/has

Time marker yang biasa digunakan ialah: for,since, just, already, yet, recently, lately, so far, up
to now, up to present, etc

4. Present Perfect Continuous Tense

Present Perfect Continuous Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang sudah dimulai pada masa
lampau namun masih berlangsung sampai dengan sekarang. Dalam beberapa hal antara Present Perfect dan
Present Perfect Continuous sama/ tidak berbeda artinya( biasanya pada kata kerja: work, live, study( sekolah).
Sebaiknya kita menggunakan Present Perfect Continuous kalau yang kita inginkan adalah menekankan pada
berlangsungnya /durasi peristiwa.

(+) S + Have/has + been + Ving.


(--) S + Have/has + NOT + been + Ving... FOR..
(?) Have/has + S + been + Ving.

Contoh:
1. Mr. Is9ni has been working in this company for three years. = Mr. Is9ni has worked.
2. We have been living in Pringsewu since 1999 = We have lived..

NOTES:
Dalam membentuk kalimat tanya, apabila kita ingin membuat kalimat tanya dengan menggunakan WH
Question( what, why, what, when, where, how), letakkan Wh Question paling awal sebelum Auxiliaries
have/has

Time marker yang biasa digunakan ialah: for,since, just, already, yet, recently, lately, so far, up
to now, up to present, etc

PAST TENSES
1. Simple Past Tense

Simple Past Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang terjadi pada waktu lampau ( past)

Kalimat Nominal (Kalimat yang tidak mengandung kata kerja)

(+) S + to be (was/were) + N /Adj / adv

(--) S + to be (was/were) + NOT + N / Adj / Adv

(?) To be (was/were) + S + N / Adj / Adv

Contoh:

1. He was a teacher.( He is not a teacher anymore)

2. They werent in the same class.

3. Was your father at home yesterday?

Kalimat Verbal (Kalimat yang mengandung kata kerja)

(+) S + V2 + .

(--) S + did + NOT + V1 + .

(?) Did + S + V1 + .

Contoh:

1. Mrs. Nur taught me English last week.

2. The children didnt go to school yesterday.


3. What did you do? Did you enjoy your dinner last night?

NOTES:

Untuk menunjukkan habit pada masa lampau kita juga bisa menggunakan : When I was.I usually/ I
often V2 = I used to V1..

Dalam membentuk kalimat tanya, apabila kita ingin membuat kalimat tanya dengan menggunakan WH
Question( what, why, what, when, where, how), letakkan Wh Question paling awal sebelum Auxiliaries to be
( was/were) / did

Perbedaan antara Present Perfect dengan Past simple adalah penekanannya. Simple Past menekankan
waktu terjadinya (dimulai dan selesai pada waktu lampau) sedangkan Present Perfect Tense lebih menekankan
pada Action

Time marker yang biasa digunakan ialah: yesterday, last, ago, once upon time, etc.

2. Past Continuous Tense


Past Continuous Tense digunakan untuk mengungkapkan:

A. Kejadian yang sedang berlangsung di masa lampau (specific past time)


(+) S + was/were + V1 + ing + .
(--) S + was/were + NOT + V1 + ing + .
(?) was/were + S + V1 + ing + .

Contoh:
1. My father was sleeping at 8.15 p.m last night
2. You were not studying English at 7.00 yesterday, but you were studying English then.
3. What were you doing? were you writing a letter?.

B. Dua buah kejadian yang terjadi bersamaan pada masa lampau ( untuk menghubungkan dua buah
kejadian tersebut kita menggunakan penghubung When/While
Past Continuous + WHEN + Simple Past
Simple Past + WHILE + Past Continuous
Simple Past + WHEN + Past Continuous

Contoh:
1. I was studying English when you came to my house
2. My father came while Rina was eating
3. I fell down when I was walking

NOTES:
Dalam membentuk kalimat tanya, apabila kita ingin membuat kalimat tanya dengan menggunakan WH
Question( what, why, what, when, where, how), letakkan Wh Question paling awal sebelum Auxiliaries to be
was/were

Time marker yang biasa digunakan ialah: Yesterday at 10.00, at that time last night, then( past).

3. Past Perfect Tense


Past Perfect Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang sudah selesai sebelum kejadian lain di
masa lampau terjadi. (Kejadian yang sudah selesai duluan berbentuk Past Perfect Tense, dan kejadian yang
selanjutnya berbentuk Simple Past).

(+) S + Had + V3/been + .


(--) S + Had + NOT + V3/been + . FOR/SINCE..
(?) Had + S + V3/been +

Contoh:
1. Mr. Is9ni had just already eaten before you came
2. My father and my mother went to hometown after they had been called by my grandma.

NOTES:

Simple Past + After + Past Perfect


Because

Past Perfect + Before + Simple Past


When

4. Past Perfect Continuous Tense

Past Perfect Continuous Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang sudah dimulai pada masa
lampau namun masih berlangsung sampai dengan kejadian lain di masa lampau. Sebaiknya kita menggunakan
Past Perfect Continuousbukan past perfect-- kalau yang kita inginkan adalah menekankan pada
berlangsungnya /durasi peristiwa.
(+) S + Had + been + Ving.

(--) S + Had + NOT + been + Ving... FOR..

(?) Had + S + been + VING ....

Contoh:

Mr. Is9ni had been working in this company for three years WHEN Andi joined in this company.

FUTURE TENSES

1. Present Future Tense

Present Future Tense digunakan untuk mengungkapkan suatu kegiatan yang akan berlangsung di masa yang
akan datang.

(+) S + Will/shall V1/be + .

(--) S + will/shall + NOT + V1/be +

(?) Will/shall + S + V1/be + .

Contoh:

1. I will go to school tomorrow morning.

2. Roni will not go to Bali next month

3. Why wont you go to school tomorrow?

NOTES:
Sebaiknya Kita menggunakan TO Be going to V1( Present Continuous Tense) untuk sebuah kejadian
yang sudah kita rencanakan dari awal

Dalam membentuk kalimat tanya, apabila kita ingin membuat kalimat tanya dengan menggunakan WH
Question( what, why, what, when, where, how), letakkan Wh Question paling awal sebelum Auxiliaries
will/shall

Will umum untuk semua subjek, sedangkan shall untuk subjek I and We

Time marker yang biasa digunakan ialah: tomorrow, next., soon, later, tonight, the day after
tomorrow

2. Present Future Continuous Tense

Present Continuous Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang sedang berlangsung di masa yang
akan datang.

(+) S + Will/shall + be + V1 + ing + .

(--) S + Will/shall + NOT + be + V1 + ing + .

(?) Will/shall + S + be + V1 + ing + .

Contoh:

1. My father will not be teaching English tomorrow at six

2. You will be studying English at that time nexweek

NOTE:

Time marker yang biasa digunakan ialah: tomorrow at 10.00, this time next week, then (future)

3. Present Future Perfect Tense


Present Future Perfect Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang sudah dimulai pada masa
lampau, sekarang masih berlangsung dan belum selesai dan akan selesai di waktu tertentu yang akan datang.
(Unfinished Actions)

(+) S + Will Have + V3/been + .

(--) S + Will Have + NOT + V3/been + . By The time..

(?) Will + S + Have + V3/been + .

Contoh:

1. Mr. Dhany will have gone by the time tomorrow

2. My father will have studied before Rina comes to my house

NOTES:

Time marker yang biasa digunakan ialah: when, by the time, by the end, by, as soon as, until+ future
time (present simple)

4. Present Future Perfect Continuous Tense

Present Future Perfect Continuous Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang sudah mulai
berlangsung sebelum waktu tertentu atau kejadian lain di waktu yang akan datang dan akan masih berlangsung
pada saat tersebut.

(+) S + Will Have + been + Ving.

(--) S + Will Have + NOT + been + Ving... FOR..

(?) Will + S + Have + been + Ving.


Contoh:

1. Mr. Is9ni will have been working in this company for three years by the time you join in this company

NOTES:

Time marker yang biasa digunakan ialah: when, by the time, by the end, by, as soon as, until+ future
time (present simple)

PROSET
01. By the end of this week Ifrom Malaysia.

A. Am back

B. Have been back

C. Would be back

D. May be back

E. Will have been back

02. I know that one of my studentsin your company since he graduated.

A. work

B. working

C. to work

D. has been working


E. have worked

03. Hadi looks very tired; hefor hours now.

A. drove

B. had driven

C. was driving

D. had been driving

E. has been driving

04. I hope that by the time my father retires, I a job.

A. get

B. am getting

C. have got

D. got

E. will have got

04. I have written three letters. It means

A. I am still writing now

B. I am not writing anymore

C. I havent finished writing yet

D. I hope to finish this morning

E. I have to write now


05. Iwan, the national tennis champion, .tennis since he was nine.

A. played

B. has been playing

C. plays

D. is playing

E. had played

06. Heru had a lot of work to do. He finished his work five minutes ago. He cried: "I am free now, because
I ... all my work."

A. finished

B. have finished

C. will finish

D. will have finished

E. am finishing

07. Tara ... a letter in his room when his mother came in.

A. wrote

B. has written

C. writes

D. was writing

E. is writing

08. Arina ...... to Yogya last year. It was her first visit there.

A. has gone
B. has been gone

C. went

D. was going

E. had gone

09. Have the boys had their breakfast?

Not yet, they

A. have taken a bath

B. are still taking a bath

C. will take a bath

D. were taking a bath

E. would still take a bath

10. They ... the matter by twelve o'clock tomorrow.

A. discuss

B. will discuss

C. will have discussed

D. have discussed

E. will be discussing

11. Every night the watchman turns on all the lights and around the building every half an hour.

A. walks

B. is walking
C. to be walking

D. walking

E. to walk

12. How long has been the principle of our school?

Since I this school

A. was entering

B. have entered

C. would enter

D. entered

E. had been entering

13. Raihan ...... the nasyid very well in his friends wedding party last week.

A. was singing

B. is singing

C. has sung

D. had sung

E. sang

14. The students ..... the topic in the big hall for one hour when the teacher came.

A. were discussing

B. discussed

C. have discussed
D. had been discussing

E. discuss

15. By nine o'clock tonight I ready to go to Jakarta.

A. have been

B. will have been-.

C. will be

D. am

E. was

16. At this moment she ... her dress.

A. will sew

B. sew

C. is sewing

D. sewed

E. sews

17. Good students always ...... rules.

a. will obey

b. have obeyed

c. obeys

d. obey

e. are obeying
18. She ... in Jakarta this time tomorrow.

A. will be arriving

B. will have arrive

C. will have been arriving

D. will arrive

E. have been arriving

19. The bus came after I for about twenty minutes.

A. have been waiting

B. have waited

C. am waiting

D. had been waiting

E. was waiting

20. When I came in, the dog under the table.

A. was sleeping

B. have been sleeping

C. is sleeping

D. sleeping

E. will be sleeping

21. Every year She.my holiday in Bali


A. is spending

B. spend

C. spends

D. will spend

E. spent

22. Keep quiet, weto music.

A. listen

B. am listening

C. listened

D. will listen

E. have listened

23. I.outside the restaurant this time next Wednesday.

A. am waiting

B. will wait

C. will be waiting

D. will been waited

E. wait

14. A guest wants to see you. He ...... for more than two hours

A. waited

B. has been waiting


C. waiting

D. wait

E. have to wait

25. oh dear. I forget to bring my dictionary.

Thats all right. I you mine.

A. am lending

B. am going to lend

C. will lend

D. lend

E. will be lending

A.

FLASH LIGHT

MODAL FERFECT

Modal perfect biasanya dipakai untuk mengungkapkan kejadian pada masa lampau. Modal perfect dipakai
dalam kondisi yang berbeda-beda sesuai dengan bentuk modal awalnya apakah menggunakan modal:
Can/could (ability), may/might (possibility), dll.

B.

SUMMARY

MODALS
1. Modal Present (M1): Can, may, shall, will, dll.

2. Modal Past (M2): could, might, should, would, dll

3. Modal Perfect (M3): could have V3, might/may have V3, should have V3, and would have V3.

MODAL PERFECT

a. MUST HAVE V3

Kita menggunakan modal perfect Must Have V3 untuk menggungkapkan kesimpulan akan kejadian yang telah
terjadi di masa lampau. Sebuah kesimpulan berarti kita yakin 95% bahwa sesuatu itu PASTI

Examples:

When we came home, we found the door of my house was open and broken

Oh, there must have been thieves stealing in your house

b. MIGHT HAVE V3

Kita menggunakan modal perfect Might Have V3 untuk mengungkapkan kemungkinan akan sebuah kejadian
yang terjadi di masa lampau. Kemungkinan di sini berarti masih fifty-fifty bahwa seseuatu itu MUNGKIN

ontoh:

Examples:

I called him several times yesterday but there was no answer

He might have been out of town.

c. SHOULD /OUGHT TO HAVE V3


Kita menggunakan modal perfect perfect Should Have V3 untuk mengungkapkan sebuah saran yang
seharusnya dilakukan oleh seseorang di masa lampau namun saran tersebut pasti tidak dilakukan. Modal
perfect jenis ini lebih cendrung pada sebuah penyesalan. Kita mengungkapkan dalam bahasa Indonesia
SEHARUSNYA.namun

Examples:

Does Anto know that Myrna had an accident yesterday?

I dont think so. We should have told him.

d. COULD HAVE V3

Kita menggunakan modal perfect Could Have V3 untuk mengungkapkan kemampuan seseorang melakukan
sesuatu di masa lampau, namun tidak dilakukan. Bisa kita analogikan dengan Dapat.namun.

Examples:

Rita didnt come to my party. Actually, he could have come to my party.

PROBLEM SET

01. I could not find the museum you told me about.

I ..the wrong bus.

(A) must have taken (C) ought to take

(B) would have taken (E) should take

(C) should have taken


02. I did not know there was a test yesterday. Youme about it.

(A) would have told (D) must have

(B) could tell (E).should have told

(C) should tell

03. I am sorry, I was not able to finish typing your paper.

Well, it was my fault, Iyou with so much work

(A) might not have burdened

(B) had not burdened

(C) should not have burdened

(D) would not burden

(E) could not have burdened

04. Was John accepted at Astra?

He might have been. I havent seen him around for some time. The underlined words mean that he

(A) refuses to work for Astra

(B) is not working for Astra

(C) is still unemployed

(D) was certainly accepted

(E) was probably accepted

05. I have heard that Alex was fined $100 for littering when he was in Singapore.
Really? He that there is law against littering in public places.

(A) might have known

(B) should not have known

(C) could have known

(D) ought to have known

(E) must not have known

06. I cant find my handphone in my bag!

Well, youin the car. Lets take a look!

(A) may have to leave it

(B) may have left it

(C) had to leave it

(D) should have left

(E) must leave it

07. I finally bought a computer but Im not satisfied with it.

Thats too bad. YouDarno, our computer technician, for advice.

(A) should have asked

(B) may have asked

(C) ought to ask

(D) must have asked

(E) would ask


08. When I arrived at this office at 3.00, Indra was not there.

Well, he.early.

(A) should go home

(B) must have gone home

(C) might go home

(D) would have gone home

(E) had better go home

09. Ive lost a lot of money by investing it in your friends business.

I am sorry, youabout his business.

(A) had better consult me

(B) should have consulted me

(C) would rather consult me

(D) must have consulted me

(E) ought to consult me

10. It was a long and tiring flight from London.

Well, let me show you to your room then; youby now.

(A) can be exhausted

(B) must be exhausted

(C) would be exhausted

(D) could have been exhausted

(E) might have been exhausted


11. This is the last flight from Jakarta, but I dont see my daughter among the passengers.

She .the flight.

(A) must miss

(B) must have missed

(C) should miss

(D) should have missed

(E) ought to have missed

12. 'I am tired of watching that movie; there is too much violence.

I agree; .the channel?

(A) I should change

(B) Would we rather change

(C) I must change

(D) Shall I change

(E) Had I better change

13. 'I remember when we were children, Robertwith a big smile that one day he would be famous.

(A) had to stay

(B) would rather have said

(C) might have said

(D) used to stay

(E) ought to have said


14. Theres a letter stating that Ina has to leave for the U.S. next week.

Well, shethe news right away then.

(A) should tell

(B) should have told

(C) should be telling

(D) should be told

(E) should be telling it

15. 'I tried to call Tina on her mobile phone yesterday, but I only got her mailbox.

She.to bring her phone, she often does that.

(A) had to forget

(B) should have forgotten

(C) must forget

(D) must have forgotten

(E) ought to forget

A.

FLASHLIGHT

Adjective Clause/Relative
Adjective Clause/Relative clause adalah anak kalimat yang berfungsi sebagai adjective (penjelas kata benda)
baik sebagai penjelas orang ataupun benda. Pada intinya adjective clause merupakan satu penggabungan dari
dua buah kalimat (klausa) dengan menggunakan kata penghubung yang.

B.

SUMMARY

RELATIVE PRONOUN

Untuk menggabungkan 2 buah kalimat, kita harus menggunakan relative pronoun (yang) antara lain:

1. WHO

We use who to substitute a subject (he/she/they/we, etc), when the subject refers to a person/people.

Pay close attention to the following illustration:

The people were mostly young soldiers

They were killed during the war.

The peoplethey were killed during the warwere mostly young soldiers.

The people who were killed during the war were mostly young soldiers.

Ahong loves the woman.

She is working at the Language Center of Lampung Province.

Ahong loves the womanshe is working at the Language Center of Lampung Province.

Ahong loves the woman who is working at the Language Center of Lampung Province.
2. WHOM

We use whom to substitute an object (him, her, them, etc) when the object refers to a person/people.

Pay close attention to the following illustration:

The people are angry

I dont like them

The peopleI dont like themare angry.

The people whom I dont like are angry.

Ahong wants to meet the woman.

Rendy loves her so much

Ahong wants to meet the womanRendy loves her so much.

Ahong wants to meet the woman whom Rendy loves so much.

Object of Prepositions

The man is angry

The woman is talking to him

The manthe woman is talking to himis angry.

The man to whom the woman is talking is angry or The man whom the woman is talking to is angry.

Mr. Dhany has two brothers.

All of them are married.

Mr. Dhany has two brothersall of them are married.

Mr. Dhany has two brothers all of whom are married.


3. WHOSE

Kita menggunakannya untuk menggantikan kepunyaan (possessive) yang biasanya mengacu pada orang. Bisa
juga untuk benda walau agak jarang penggunaanya.

Nurul is in the hospital

Her health is bad

Nurulher health is badis in the hospital.

Nurul whose health is bad is in the hospital.

She is looking for a boy

You always borrow his motorcycle

She is looking for a boyhis motorcycleyou always borrow.

She is looking for a boy whose motorcycle you always borrow.

4. WHICH

Kita menggunakan which untuk menggantikan benda sebagai subject ataupun object.

I saw a dog

It was beaten by Tono

I saw a dogit was beaten by Tono.

I saw a dog which was beaten by Tono


The book is best seller

Everybody is talking about it

The bookevery body is talking about itis best seller

The book about which everybody is talking is best seller or The book which everybody is talking about is
bestseller.

My books are put on the shelves

Most of them are about child education

My booksmost of them are about child educationare put on the shelves.

My books most of which are about child education are put on the shelves.

5. THAT

Kita menggunakan that untuk menggantikan who/whom (orang) and which (benda) namun dalam situasi
tertentu tidak dapat saling menggantikan.

The people who were killed in the warwere mostly young soldiers.

The people that were killed in the war were mostly young soldiers.

Tapi tidak bias berlaku untuk:

The man to whom I say is handsome.(benar)

Bukan

The man to that I say is handsome. (salah)

RINGKASAN!!!!
Who/That V/P

1. ORANG Whom/That S

Whose N

Which/That V/P

2. BENDA Which/That S

Of which N

Where S

3. TEMPAT in/at/on Which S

When S

4. WAKTU in/at/on which S

5. ALASAN Why S

6. S + Prep + whom (orang) = S + whom + Prep

S + Prep + which (benda) = S + which + Prep

5. ALASAN Why S
6. S + Prep + whom (orang) = S + whom + Prep

S + Prep + which (benda) = S + which + Prep

PROBLEM SET

01. The student got the highest scores

The teachers like him.

The above sentences can be joined as follows:

The student.got the highest scores.

(A) whom the teachers like

(B) which the teachers like

(C) he is liked by the teachers

(D) is liked by the teachers

(E) the teachers like him

02. The book.is only available in the library.

(A) from which these two chapters are taken

(B) these two chapters are taken from them

(C) where these two chapters are taken


(D) it was from them the two chapters are taken

(E) the two chapters are taken

03. The lady.this letter is addressed has moved to another city.

(A) who

(B) to which

(C) whom

(D) which

(E) to whom

04. This is the man.

(A) which I told you

(B) whom I told you about

(C) I told you

(D) that I told you

(E) about which I told you

05. Toms father.health hasnt been so good lately is in hospital now.

(A) who is

(B) whose

(C) his

(D) of whom

(E) of which
06. Did I tell you about the girlI met during the demonstration last week?

(A) who

(B) whose

(C) whom

(D) of which

(E) with whom

07. The novels in book storesare true love stories are best seller.

(A) which of most

(B) most of which

(C) of which

(D) in which

(E) that most

08. Whom did you invite to this meeting?

The managersreports you read this morning

(A) whom

(B) of whom

(C) which

(D) of which

(E) whose

09. Teenager delinquency,.people are now complaining, has become a popular topic discussed among
psychologists.

(A) whom that

(B) which

(C) in which

(D) about which

(E) whom

10. The students are collecting money, food and clothes for the peoplehouses were destroyed in the fire
last week.

(A) who

(B) which

(C) whom

(D) that

(E) whose

11. I visited the University of Lampung last year. That is the place.my brother is studying now.

(A) which

(B) when

(C) whose

(D) whom

(E) where

12. Yanto was a young writernovel won the first prize.

(A) when
(B) whom

(C) whose

(D) which

(E) who

13. Studentswill be awarded scholarship

(A) who pass with excellent grades

(B) they pass with excellent grades

(C) they who pass with excellent grades

(D) pass with excellent grades

(E) to pass with excellent grades

14. Sydney,.is more than three million, is Australias largest city.

(A) whom the population

(B) that the population

(C) whether the population

(D) the population of it

(E) the population of which

15. Is everybody graduating from SMA 1 invited to the party?

Well, the party is exclusively for those

(A) they graduated in 1990

(B) were 1990 graduates


(C) to whom are 1990 graduates

(D) who graduated in 1990

(E) the 1990 graduation

16. The scholarship will be given to the students

(A) which passed the selection test

(B) whose selection test passed

(C) they passed the selection test

(D) who have passed the selection test

(E) have passed the selection test

17. A friend of mine.father is the manager helped me to get the job.

(A) whose

(B) which

(C) that

(D) whom

(E) who

18. The businessmanwe met is the general manager of this company.

(A) whom

(B) whoever

(C) who

(D) with whom


(E) which

19. This is the bookI got the data for my composition.

(A) that

(B) in which

(C) which

(D) from which

(E) the place

20. I met the girl.is in our class.

(A) the brother of hers

(B) her brother

(C) whos brother

(D) hers brother

(E) whose brother

21. Who called you last night?

The man ....

(A) which I borrowed the book from

(B) from which I borrowed the book

(C) I borrowed the book from him

(D) from whom I borrowed the book

(E) his book I borrowed


21. Do you have a box.

(A) that I can put my letters

(B) where can I put my letters

(C) in which I can put my letters

(D) A and C are right answers

(E) No correct answer

22. My sisters and my brother put their money in the bankI work.

(A) whom

(B) what

(C) where

(D) which

(E) who

23. His fatherhas been to Paris, has just returned

(A) who

(B) which

(C) whom

(D) where

(E) whose

24. I have lost a piece of paper.


(A) I wrote your name on it

(B) your name I wrote on it

(C) on it I wrote your name

(D) on which I wrote your name

(E) that I wrote your name on it.

A.

FLASHLIGHT

GERUND adalah bentuk kata kerja pertama + ing (V1 + ing) yang berfungsi sebagai kata benda. Oleh karena
itu semua kedudukan atau fungsi kata benda (noun) bisa kita gantikan dengan gerund (V ing). Selain itu kapan
dan dimana kata benda itu muncul boleh dan dapat juga kita gantikan dengan gerund (V ing). Di sisi lain
INFINITIVE disebut juga bentuk kata kerja pertama (V1) atau kata kerja dasar. INFINITIVE dapat kita
kelompokkan menjadi dua yaitu infinitive with to/to infinitive (TO V1) dan infinitive without to/bare
infinitive/ simple Verb (V1)

B.

SUMMARY

GERUND (V-ING)

Fungsi kata benda/Gerund:

a. Sebagai subjek
Examples:

Biasa : Mr. Is9ni makes me happy

S V O

Gerund : Swimming makes me happy, bukan Swim makes me happy

S V O

Dari contoh di atas, subjek kata benda (Mr. Is9ni), dapat kita gantikan dengan kata kerja swim dengan cara
menambahkan ing pada kata kerja tersebut, menjadi swimming karena kata kerja tersebut berfungsi sebagai
subjek.

b. Sebagai objek transitif

Examples:

Biasa : Reni likes ice cream

S V O

Gerund : Reni likes going to school bukan Reni likes go to school

S V O

Dari contoh di atas, objek kata benda (ice cream), dapat kita gantikan dengan kata kerja go to school dengan
cara menambahkan ing pada kata kerja tersebut, menjadi going to school karena kata kerja tersebut
berfungsi sbg objek kalimat.

c. Sebagai objek preposisi/setelah kata depan (in, at, on, by, with, without, of, off, before, after, for, about,
from, to, up, etc.)

Example :

Biasa : I am interested in English.

Gerund : I am interested in singing Tombo Ati.


G

Biasa : Mr. Dhany is afraid of dog.

Gerund : Mr. Dhany is afraid of leaving this country.

d. Setelah Possessive Adjective (my, your, his, her, their, our, etc)

Examples:

Biasa : Her book is wonderful

Gerund : Her wearing clothes is wonderful

e. Setelah kata-kata kerja tertentu:

admit, appreciate, consider, enjoy, mind, avoid, recall, finish, miss, regret, delay, quit, postpone, deny, cant
help, risk, suggest, practice, advice, recent, resist, imagine, keep, anticipate, recommend, tolerate, etc.

Examples:

She kept running until the end

He enjoys writing in Kompas

f. Setelah ungkapan-ungkapan tertentu:

Its no use, its worth, its busy, cant help/cant stand/cant bear, have difficulty, feel like, etc.
Examples:

Its no use studying without practicing.

Iwan cant help living alone without his family.

TO INFINITIVE ( TO V1 )

a. Untuk mengungkapkan tujuan (Purpose). Tujuan disini artinya menjawab pertanyaan untuk apa kita
melakukan sesuatu /Why or What for?.

Examples:

Mr. Is9ni goes to school to study English (Why does Mr. Is9ni go to school?)

Mrs. Yumira went to post office to buy some stamps. (Why did Mrs. Yumira go to post office?)

b. Sesudah kata sifat (adjectives) : anxious, boring, dangerous, hard, eager, easy, good, strange, pleased, ready,
difficult, etc.

Examples:

Its easy to lift this box.

Its ready to serve.

He was very anxious to hear the result.

c. Sesudah ungkapan TOO and ENOUGH

Examples :
This box is easy enough to lift.

This car is too small to carry eight people.

d. Sesudah kata-kata kerja tertentu:

agree, appear, arrange, ask, attempt, beg, decide, demand, expect, fail, hope, intend, learn, manage, mean,
need, offer, order, promise, refuse, seem, tend, try, wait, want, etc.

Examples:

Dea agreed to accompany me to go to Farahs party.

I expect to begin studying English Literature next month.

Rini didn t want to go.

BARE INFINITIVE ( V1)

Kita menggunakan V1 untuk:

a. Setelah MODAL ( will, would, may, might, shall, should, can, could, etc)

Examples:

Mr. Dhany will study English tomorrow.

Mr. Is9ni can speak four languages.

b. Setelah kata kerja Let dan Make

Examples:
My teacher let me go home because I was sick.

Rendy has made his wife cry.

Akan tetapi berbeda dengan:

This pen is made to write (dalam hal pasif, biasanya kita menggunakan TO V1 karena mengungkapkan
tujuan)

c. Setelah kata-kata kerja persepsi (verbs of perception) misal: see, hear, listen, watch, observe, notice, feel, etc

Examples:

I saw Tina cross the street.

Tia always helps her mother prepare meals for breakfast

CATATAN: Khusus kata kerja persepsi di atas bisa diikuti oleh V ing atau V1, namun maknanya berbeda.

He saw my mother crossing the street. (= My mother was crossing the street and He saw her.)

He saw my mother cross the street. (= My mother crossed the street and He saw her.)

TO V1 or V ing
a. TO V1 = V ing

Kata kerja berikut bias di ikuti V ing atau To Vi dan artinya sama atau tidak berbeda: begin, like, love, prefer,
start, regret, hate.

Examples:

He started to study after midnight= He started studying after midnight

b. TO V1 ? V ing

Kata kerja berikut bisa diikuti V ing atau TO Vi namun maknanya berbeda: forget, remember, stop.

Examples:

He stopped to smoke ( = He stopped doing something to smoke)

He stopped smoking (= He used to smoke, but he didnt do it anymore)

TO V ing

To + V ing digunakan dalam ungkapan-ungkapan tertentu. To di sini adalah to sebagai preposisi, sehingga
itulah sebabnya mengapa to bertemu V ing. Ungkapan-ungkapan tersebut antara lain:

be/get/ become + used to,

be/get/become + accustomed to,

look forward to,

confess to,

object to,

advance to,

be opposed to,
adjust to.

Examples:

The students of Al Qolam are used to studying (= Sampai sekarang terbiasa belajar)

Akan tetapi: The students of Al Qolam used to study (= Dulu biasa belajar, sekarang tidak lagi)

Ninawati is looking forward to meeting the director.

PROBLEM SET

01. I am looking forward to .you next week

(A) seeing

(B) see

(C) will see

(D) be seeing

(E) be seen

02. I am now tea without sugar.

(A) accustomed to drink


(B) accustomed to drinking

(C) have the accustomed to drink

(D) accustomed in drinking

(E) the accustomed drinking.

03. All new students at this university are requiredan English proficiency test.

(A) taking

(B) having to take

(C) take

(D) to take

(E) will take

04. Why do you have to stay at home tomorrow?

. my little brother!'

(A) takes care of

(B) taking care of

(C) to take care of

(D) for taking care of

(E) I will take care of

05. What do you need my calculator for?

'. this math problem.'

(A) In solving
(B) My solving

(C) solved

(D) to solve

(E) I solve

06. My friend is consideringschool before finishing it because of financial reason.

(A) left

(B) to leave

(C) leaves

(D) leave

(E) leaving

07. Little children are usually afraid ofby their mother.'

(A) left

(B) to leave

(C) being left

(D) leaving

(E) been left

08. 'Mr. Is9ni declined the offer of.to Singapore as a representative of our company.

(A) being transferred

(B) is transferred

(C) transferred
(D) to transfer

(E) be transferred

09. It is impossible for us. the whole book within 2 weeks.

(A) translate

(B) to translate

(C) translating

(D) being translated

(E) translates

10. 'Did you thank Johan for the dictionary he bought for you?

Yes I did. I really appreciate.it for me.'

(A) to buy

(B) buys

(C) buying it

(D) to have bought

(E) his buying

11. This house needs.

(A) repair

(B) repairing

(C) to be repaired

(D) repaired
(E) B and C are correct

12. Despite criticisms from political opponents, the new president continues hisabroad.

(A) travel

(B) to travel

(C) traveling

(D) be traveling

(E) to be traveled

13. 'Why are you taking the car to the garage?'

..

(A) I will check the brakes myself

(B) The brakes will checked

(C) having checked the brakes

(D) To have the brakes checked

(E) The brakes will have been checked

14. ..the broken car is very time consuming if you dont know about the car.

(A) Checking

(B) Checked

(C) To checked

(D) Check

(E) Checks
15. The reason why I am here isyou fill in the forms for the scholarship.

(A) help

(B) to help

(C) helping

(D) I will help

(E) I am helping

16. What did Rudy finally decide?

.his masters degree in Japan.

(A) He can take

(B) His taking

(C) taking

(D) be taking

(E) to take

17. The fact that he was put into prison for something he had not done made his wife.

(A) cry

(B) to be crying

(C) cried

(D) to cry

(E) crying
18. I dont meanyour feeling.

(A) hurt

(B) to hurt

(C) hurting

(D) being hurt

(E) I will hurt

19. Could youan eye on my boy friend while I go abroad?

(A) keep

(B) to keep

(C) be kept

(D) kept

(E) keeping

20. This English text on Biology is too difficult to read.'

'Well, you'd better.'

(A) translating it

(B) translated it

(C) to translate it

(D) translate it

(E) to be translated it

21. Would you mind.with me to the cinema?


(A) go

(B) goes

(C) going

(D) went

(E) gone

22. When I walked around my house, I saw someoneon the gate.

(A) stood

(B) stands

(C) to stand

(D) standing

(E) was standing

23. Mother wants me.with her.

(A) going

(B) go

(C) gone

(D) to go

(E) will go

24. The thief deniedjewelry although the police force him to admit it.

(A) steal

(B) stealing
(C) to steal

(D) in stealing

(E) stolen

25. When did youEnglish.

(A) begin learned

(B) begin to learning


(C) begin to learn

(D) begin learn

(E) beginning learning

A.

FLASHLIGHT

Present Participle ( V ing) adalah bentuk kata kerja pertama ditambahkan ing (V1 + ing) yang bisa berfungsi
sebagai adjective/adverb. Sebagai adjectives/kata sifat berarti sebagai penjelas kata benda. Sedangkan
berfungsi sebagai adverb maka present participle berperan sebagai penjelas kalimat.

Past participle (V3)adalah bentuk kata kerja ketiga (V3) yang juga berfungsi sebagai adjective dan adverb
sama halnya dengan Present Participle.

B.

SUMMARY

PRESENT PARTICIPLE (V ing ) untuk kalimat aktif, sehingga disebut juga Active Participle.
a. Reduced Adjective Clause (Penyingkatan pada Adjective Clause)

Noun V ing . = Noun who/which V1 s/es

= Noun who/which V2

= Noun who/which to be + V ing

Examples:

1. The man standing under the tree are looking at me = The man who is standing..

2. I know the man stealing my money yesterday = .The man who stole

3. The water consisting of Hydrogen and Oxygen is very important = The water which consists.

b. Reduced Specific Adverbial Clause (Penyingkatan pada Adverbial Clause tertentu)

Penyingkatan di sini dapat terjadi hanya dengan syarat bahwa Subjek pada adverbial clause = Subjek pada
main clause

V ing, S1 V = When/While S1 V, S1 V

= Because/since/as/for S1 V, S1 V

Examples:

While Rina was waiting for the bus, Rina read newspaper

(= waiting for the bus, Rina read newspaper)


Because I love you so much, I give everything you want.

(= Loving you so much, I give everything you want)

Because Mr. Is9ni is clever, He has many fans in this class.

(= Being clever, Mr. Is9ni has many fans in this class)

Having + V3., S1 V = After S1 have/has V3, S1 V1s/es

= After S1 had V3, S1 V2

Examples:

After I had eaten, I studied English.

(= Having eaten, I studied English)

After we had come to an agreement, we signed the MoU.

(=Having come to an agreement, we signed the MoU)

After the students had completed the test, they handed in their papers and left the room.

(= Having completed the test, they handed in their papers and left the room.)

PAST PARTICIPLE (V 3) untuk kalimat pasif, sehingga disebut juga Passive Participle.

a. Reduced Adjective Clause (Penyingkatan pada Adjective Clause)


Noun V3 .= Noun who/which to be V3.

Examples:

1. A truck which was loaded with vegetables hit a tree = A truck loaded.

2. The window which was broken by Edy has not been repaired yet. = The window broken by

3. I know the man who was caught by the police. = ..the man caught by.

b. Reduced Specific Adverbial Clause (Penyingkatan pada Adverbial Clause tertentu)

Penyingkatan di sini dapat terjadi hanya dengan syarat bahwa Subjek pada adverbial clause = Subjek pada
main clause

V3, S1 V = When/While S1 to be V3, S1 V

= Because/since/as/for S1 to be V3, S1 V

Examples:

When she was sent a flower by her boyfriend, Shella felt very excited

(= sent a flower by her boyfriend, Shella felt very excited)

Because Adi was not given much money, he was very disappointed.

( = Not given much money, Adi was very disappointed.)

As it is surrounded by mountains, the city has a cool climate.

( = surrounded by mountains, the city has a cool climate.)


Having + Been V3., S1 V = After S1 have/has been V3, S1 V1s/es

= After S1 had been V3, S1 V2

Examples:

After I had been told about what happened, I knew that its not her mistake.

(= Having been told about what happened, I knew that its not her mistake)

He decided to give up fighting after he had been defeated three times in a row.

(= Having been defeated three times in a row, he decided to give up fighting)

PROBLEM SET

01. Consuming a preserved food, Deby becomes fat. The underlined word means

(A) After Deby had consumed

(B) When Deby consumes

(C) While Deby is consuming

(D) Because Deby consumes

(E) Although Deby consumes

02. This house ... by my grand father long time ago is very antique.

(A) had been built


(B) is built

(C) has been built

(D) will be built

(E) built

03. Having a unique architecture,.

(A) a lot of tourists came to see the temple

(B) the temple attracts a lot of tourists

(C) the government renewed the temple

(D) the tourists admired the temple

(E) the architects were interested in the temple

04. The book ... blue cover is mine

(A) has

(B) to have

(C) having

(D) which has

(E) C and D are right

05. Having been trained for a month,

(A) the chemical factory hired the employee

(B) there was no employees at the factory

(C) the employees were placed at the chemical factory


(D) no employee was placed at the chemical factory

(E) placing employees at the factory was difficult

06. ....the test successfully, Ady was accepted at the company.

(A) Having done

(B) Having been done

(C) Being done

(D) Done

(E) Do

07. Interested in what the salesman said,.

(A) he offered all the things he had

(B) she bought all the things he offered

(C) all the things he offered were bought

(D) she offered him to buy all the things

(E) he was bought all the things

08. .near beautiful beach, the town soon becomes a popular tourist resort.

(A) Situation

(B) It is situated

(C) Situating

(D) Situated

(E) Situates
09. .her mistake, the stewardess immediately apologized to the passenger.

(A) Realized

(B) Realizing

(C) In realizing

(D) She realized

(E) Realizes

10. .a few million rupiahs, he went on tour to Paris

(A) Saved

(B) Have saved

(C) He has saved

(D) Having saved.

(E) Having been saved

11. Having won the first winner

(A) the jury gave him a scholarship

(B) his friends congratulated him

(C) he was given a scholarship

(D) his mother was so proud of him

(E) a scholarship was given to him

12. .by the sudden noise, the baby woke up and cried.
(A) Startled

(B) In startling

(C) It is startling

(D) To be startled

(E) Startling

13. .that the students were cheating, Mr. Is9ni was very angry

(A) Known

(B) To know

(C) Knew

(D) Although he knew

(E) Knowing

14. .his explanation, the teacher asked the students questions.

(A) Finished.

(B) He finished.

(C) Finishing.

(D) To be finished.

(E) Having finished.

15. Running down the stairs, Mia slipped and broke her leg. The underlined words means

(A) While Mia was running.

(B) Mia was running.


(C) As Mia would run.

(D) After she had run.

(E) In order that she could run.

16. Not wanting to take risk of missing the train, we went to the station very early. The underlined words
means: did not want to take a risk of missing the train, we went to the station very early.

(A) Although I

(B) When we

(C) Because we

(D) Because I

(E) After we

17. Having good performance in the previous championship,

(A) the government gave him reward.

(B) KONI asked him to represent Indonesia in SEAGAMES.

(C) the spectators expected him to take part in SEAGAMES.

(D) the athlete was asked to join in SEAGAMES.

(E) people suggested that he represent Indonesia in SEAGAMES.

18. .on all stations, the news soon spread to all over Bandarlampung areas

(A) Broadcast

(B) It is broadcasting

(C) Broadcasting
(D) Broadcasts

(E) Broadcasted

19. Walking down the street, I found a wallet. The underlined words means

(A) If I was walking

(B) When I was walking

(C) When I am walking

(D) Although I was walking

(E) Because I was walking

20. Having finished their exams,.

(A) the books must be returned to the library

(B) the students must return the books to the library

(C) it is required that the students return the books to the library

(D) Tuti must return her books to the library

(E) the library requires the students

Jika Sekali Kita Meminta

Niscaya Sulit Akan Terbiasa Memberi

A.

FLASHLIGHT
Tidak semua IF Clause identik dengan Subjunctive. Subjunctive adalah kalimat pengandaian yang tidak
mungkin terjadi lagi, sedangkan pada If clause type 1 masih ada kemungkinan untuk terjadi di masa yang akan
datang. Hanya If Clause type 2 dan type 3 yang identik atau sama dengan Subjunctive.

B.

SUMMARY

1. Pola dan Arti IF Clause

Ada tige jenis If Clause yaitu :

TYPE 1

Pola : IF + S + V1s/es (am,is,are) + S + M1 + V1/be

Arti : Masih mungkin terjadi di masa yang akan datang.

Contoh :

If I study hard I will pass the exam.

it means that Its possible for me to pass the exam.

Kata kunci untuk arti If Clause Type 1 yaitu ada kata-kata yang berarti mungkin (possible, perhaps, maybe,
likely, probably, etc.)
TYPE 2

Pola : IF + S + V2 (were) + S + M2 + V1/be

Arti : Tidak mungkin terjadi di masa sekarang

Contoh :

If I studied hard I would pass the exam.

it means that I dont study hard, so I dont pass the exam.

Kata kunci untuk arti If Clause Type 2 yaitu cari lawan kata dari pernyataan sebelumya (kalau negative
biasanya ada kata-kata Do/does + not + V1 or am/is/are + not atau kalau positif ada V1 s/es or am/is/are.

TYPE 3

Pola : IF + S + had V3 (had been) + S + M2 + have + V3/been

Arti : Tidak mungkin terjadi di masa sekarang

Contoh :

If She had come to my house, She would have met her friend, Rita.
it means that She didnt come to my house so she didnt meet Rina.

Kata kunci untuk arti If Clause Type 2 yaitu cari lawan kata dari pernyataan sebelumya (kalau negative
biasanya ada kata-kata didnt + V1 or was/were + not atau kalau positif ada V2 or was/were.

2. Pola dan Arti Subjunctive

Wish (present) + S + V2/were/could V1 + Present time (now, today, etc.)


Present verb + as if/as though + S + V2/were/could V1 + Present time( now, today,etc)
Wished (past) + S + had V3(had been)/could have V3 + Past time( yesterday, last, ago, etc.)
Past verb + as if/as though + S + had V3(had been)/could have V3 + Past time( yesterday,last, ago,
etc.)
If only + S + V2/were/could V1 + Present time( now, today, etc.)
If only + S + had V3(had been)/could have V3 + Past time( yesterday, last, ago)
Would rather + S + V2/were/could V1 + Present time( now, today, etc.)
Would rather + S + had V3(had been)/could have V3 + Past time (yesterday, last, ago, etc.)

RINGKASAN

If only V2/were + (present time)

Would rather

As if

As though Had V3/had been + ( Past time )

Wish

Fakta dari subjunctive turunkan satu tingkat di bawahnya namun negatifkan, jika kita menggunakan Past
Perfect dalam Subjunctive maka faktanya Past simple, dan apabila kita menggunakan Past Simple dalam
subjunctive maka faktanya Present Simple. Kata kunci atau cara mencari fakta dari subjunctive sama persis
dengan IF Clause Type 2 dan Type 3.

Would Rather selain sebagai subjunctive juga bisa kita pakai untuk mengungkapkan preference atau
kesukaan, namun ada perbedaan pola penggunaan. Would rather sebagai preference langsung bertemu dengan
kata kerja pertama (V1), sedangkan pada subjunctive diikuti dengan subjek .Perhatikan perbedaan contoh
berikut:

Subjunctive : He would rather my father were not at home. (ada subject setelah d rather)

Preference : He would rather stay at home than spend his time at discotique. (no subject after would rather

PENTING!!!

a. IF + S + WERE bisa kita ungkapkan dengan pola inversi yaitu : WERE + S

Contoh :

If I were here = Were I here.

If She were a dentist = were she a dentist.

IF + S + HAD V3/HAD BEEN bisa juga kita ungkapkan dengan menggunakan pola inversi yaitu :
HAD + S + V3/BEEN

Contoh :

If Mary had come = Had Mary come

If She had been a doctor, = Had she been a doctor,

c. IF Not ( IF dalam bentuk negative ) sama maknanya dengan UNLESS atau OTHERWISE. Namun
struktur berpola positif.
Contoh :

If Mr. Dhany didnt study well, = Unless Mr. Dhany studied well,

PROBLEM SET 6A

01. If someone had taken her book, she ... the teacher.

(A) would have told to

(B) would have told

(C) will have told it to

(D) had told it

(E) would tell it to

02. He ... if I had not reminded him.

(A) may forget

(B) might have forgotten

(C) must forget

(D) should forget

(E) may forget

03. "Your drawing was very good."

"I could have done better if I ... more time."


(A) have had

(B) will have had

(C) had

(D) would have

(E) had had

04. "Were the doctor here, he would immediately examine Mary."

This means ....

(A) "Mary cannot be examined because the doctor is not here."

(B) "The doctor is here and examining Mary."

(C) "Mary is being examined because the doctor is here."

(D) "Although the doctor is here, Mary is not examined."

(E) "The doctor is not here, but Mary has been examined."

05. He didn't pass his exam. If he had studied harder, he ....

(A) can pass it

(B) could pass it.

(C) will pass it

(D) can passed it.

(E) could have passed it.

06. If he studies hard, good mark

(A) he'd get

(B) he gets
(C) he'll get

(D) he'll have got

(E) he'd have got

07. Had I known you did not have any money, I ... you mine.

(A) would lend

(B) did not lend

(C) would have lent

(D) had lent

(E) would not lend

08. "If I had come earlier, I could have met him.

This sentence means ....

(A) I came early so that I could meet him.

(B) I came late, so I could not meet him.

(C) Although I came early, I could not meet him.

(D) I did not come late; nevertheless, I could not meet him.

(E) I came early, therefore I could not meet him.

09. If you do not hurry, the bus ... the stations before you get there.

(A) has left

(B) is leaving

(C) will be leaving


(D) will leave

(E) will have left

10. If it rains, you must ask the children ...

(A) won't play football.

(B) don't play football.

(C) not to play football.

(D) play not football.

(E) not play football.

11. If I had got up early, I should not have come late to school.

It means ....

(A) I did not sleep.

(B) I got up early.

(C) I came to school on time.

(D) I did not get up late.

(E) I got up late.

12. Ani : "If I had studied hard, I have graduated."

Ana : "I think "

(A) Ani has graduated

(B) Ani did not study hard

(C) Ani and Ana did not study hard

(D) Ana has graduated


(E) Ana did not study hard

13. .he here now, he would meet me.

(A) were

(B) is

(C) was

(D) had been

(E) if

14. I ... my study if I have good mark in the exams.

(A) continue

(B) continued

(C) will continue

(D) would continue

(E) would have continued

15. Indah : "Will you go to the football match?"

Bunga : "I shall go to the football if it ....

(A) did not rain heavily.

(B) does not rain heavily.

(C) rained heavily.

(D) raining heavily.

(E) will not rain heavily.


25. Mr.Is9ni ... the new dress if she had enough money.

(A) buy

(B) will buy

(C) bought

(D) would buy

(E) will bought

26. If you did your homework, the teacher ... angry with you.

(A) would

(B) would not be

(C) will

(D) would have been

(E) will be

27. She ... our club if we ask her.

(A) is going to join

(B) would join

(C) will join

(D) is joining

(E) would have joined

28. Unless you returned the book, hewith you.

(A) shall be angry


(B) should have been angry

(C) shall not be angry

(D) should be angry

(E) should not be angry

29. Anton would answer the question if he knew it.

In fact, he ... the answer.

(A) doesn't know

(B) knows

(C) didn't know

(D) knew

(E) has not known

30. "If my father had a car, I would take Andi to Puncak", Didi said.

From the sentence above we can draw a conclusion that ....

(A) Didi took Andi to Puncak.

(B) Didi drives his father's car.

(C) Didi's father doesn't have a car.

(D) Didi went to Puncak with Andi.

(E) Didi and Andi will go to Puncak.

31. If Harry had failed, ... with him?

(A) would his father have been angry


(B) will his father have been angry

(C) would his father be angry

(D) did his father become angry

(E) was his father angry

32. If I ... my driving test, I shall buy a car.

(A) buy

(B) will buy

(C) bought

(D) would buy

(E) had bought

33. If you took an umbrella, you ... wet.

(A) will get

(B) would not get

(C) would get

(D) will not get

(E) would have got

34. If I ... , my father would have been angry with me.

(A) fail

(B) would fail

(C) failed
(D) would have failed

(E) had failed

PROBLEM SET 6B

01. I wish the driver wouldn't drive so fast. It makes me nervous.

This sentence means that ....

(A) the driver drives his car very fast.

(B) the driver will drive his car slowly.

(C) the driver doesn't drive his car carefully.

(D) the driver will not drive his car very fast.

(E) the driver drove his car very fast.

02. If only I ... more time. I would have come to your house.

(A) had had

(B) had

(C) have had

(D) has

(E) have
03. The stranger gave me this note and went away before I could say anything. I wish I ... his name.

(A) ask

(B) had asked

(C) asked

(D) would have asked

(E) asking

04. I wish I ..., so I can teach you now.

(A) am a teacher of yours

(B) were a teacher of yours

(C) had been your teacher

(D) will be your teacher

(E) was your teacher

05. My dear wishes she had attended the party last night.

It means ....

(A) she doesn't want to the party.

(B) she is in the party now.

(C) she is not in the party.

(D) she didn't attend the party.

(E) she was in the party last night.


06. "If only his son had studied harder." It means ....

(A) his son did not study harder.

(B) his son had studied harder.

(C) his son has studied harder.

(D) his son not study harder.

(E) his son will not study harder.

07. She went to the blackboard as if she knew the Problem.

The underlined words mean ....

(A) She actually couldn't solve the problem.

(B) She ought to know how to solve the problem.

(C) She definitely knew how to solve the problem.

(D) She should know how to solve the problem.

(E) She succeeded in solving the problem.

08. What a pity I can't speak English.

I wish I ... English.

(A) could speak

(B) speak

(C) spoke

(D) could have spoken

(E) had spoken


09. I dont know Mr. Dhany. I wish I

... him.

(A) knew

(B) know

(C) have known

(D) will know

(E) had known

10. It's a pity you didn't roll the carpet up before painting the ceiling. I wish you.

(A) don't roll the carpet up before painting the ceiling.

(B) roll the carpet up before painting the ceiling.

(C) rolled the carpet up before painting the ceiling.

(D) had rolled the carpet up before painting the ceiling.

(E) didn't roll the carpet up before painting the ceiling.

11. If only I had been there, I would have made several criticisms.

It means ....

(A) I made several criticism.

(B) I had been there for a long time.

(C) I didn't make several criticisms


(D) I would make the criticisms.

(E) I had received the criticisms.

12. If only I had known it was your birthday, I would have bought you a gift. It means

(A) I don't know it is your birthday so I don't buy you a gift.

(B) I know it is your birthday so I don't buy you a gift.

(C) I knew it was your birthday so I bought you a gift.

(D) I didn't know it was your birthday so I bought you a gift.

(E) I didn't know it was your birthday so I didn't buy you a gift.

13. I wish you hadn't given him my phone number.

It means ....

(A) you gave him my phone number.

(B) you didn't give him my ph

number.

(C) you hadn't give him my phone number.

(D) you would give him my phone number.

(E) you haven't given him my phone number.

14. "He spoke as if he had liked her."

It means ....

(A) He really liked her.

(B) He appeared to like her.


(C) He wanted people to think he liked her.

(D) he used to like her.

(E) He had liked her.

15. Anto doesn't have a motor cycle. He wants to have one, but he does not have enough money to buy it.

He may say, "I wish I ....

(A) have a motor cycle.

(B) had a motor cycle.

(C) have had a motor cycle.

(D) had had a motor cycle.

(E) will have a motor cycle.

16. What a pity he can't come with us!

I wish he ... come with us.

(A) can

(B) couldn't

(C) can't

(D) couldn't have

(E) could

17. Tom talks as though he ...four languages

(A) has spoken

(B) could speak


(C) have spoken

(D) had spoken

(E) can have spoken

18. Ida : "I told him how to get

there."

Evi : "I know you did, if only he

... your advise."

(A) take

(B) had taken

(C) took

(D) as taken

(E) was taking

19. He had stolen my money, but when I asked him yesterday, he acted as if he ... my money.

(A) did not steal

(B) had not stolen

(C) has not stolen

(D) would have stolen

(E) had stolen


20. "The stupid boy laughs as if he were successful."

It means that the stupid boy ....

(A) laughs because he doesn't fail.

(B) laughs because he succeeds.

(C) doesn't laugh when he fails.

(D) doesn't laugh when he succeeds

(E) laughs, but actually he fails.

21. He treats us as if we ... all foolish.

(A) were

(B) had been

(C) have been

(D) are

(E) was

22. He was abroad when his father died.

He wished he .with him.

(A) had been

(B) was not

(C) has not been


(D) has been

(E) would not be

23. He acts as if heEnglish perfectly

(A) knew

(B) know

(C) known

(D) had known

(E) has known

24. He walked as if hemad.

(A) were

(B) was

(C) had been

(D) have been

(E) is

25. Andi would rather his father.him money last night.

(A) gave

(B) gives

(C) will give

(D) had given

(E) has given


A.

FLASHLIGHT

Causative merupakan bentuk kalimat perintah, dimana subjek pada kalimat causative menghendaki orang lain
melakukan sesuatu seperti yang dikehendaki oleh si subjek. Dengan demikian pekerjaan tersebut tidak
dilakukan oleh si subjek tapi oleh orang lain. Kata kerja causative HAVE and GET sama maknanya dengan
ORDER, ASK n WANT (menyuruh).

B.

SUMMARY

Berdasarkan maknanya, secara umum CAUSATIVE bisa kita kelompokkan menjadi 2 yaitu :

1. CAUSATIVE ACTIVE ( Menyuruh ORANG me/ber..)

a. S + Causative HAMIL / LEMAH + Object Orang + V1

Let O V1= Allow/permit O to V1

Make O V1= Force/cause O to V1

HAMIL = Have, Make, Let


LEMAH= Let, Make, Have

Examples :

1. Mr. Is9ni lets the students write on their book.

= Mr. Is9ni allows the students to write on their book.

2. Mr.Dhany made all the audience laugh yesterday.

= Mr.Dhany caused all the audience to laugh yesterday.

3. Mrs. Yumi had Mrs. Sri translate her English hand-written composition.

= Mrs. Yumi asked Mrs. Sri to translate her English hand-written composition.

b. S + Causative GOWA + Object Orang + TO V1

GOWA = Get, Order, Want, Ask

Examples :

Romy got his maid to clean the dishes.

= Romi asked his maid to clean the dishes.

= Romi had his maid clean the dishes.

2. CAUSATIVE PASSIVE ( Menyuruh BENDA di)


S + Have/Get + Object BENDA + V3

Examples :

1. My father got/had his hair cut.

= My father asked the barber( someone else) to cut his hair.

2. Lina will get her car repaired.

= Lina will order/ask someone( a mechanic) to repair her car.

Kedua bentuk baik Causative Active maupun Causative Passive bermakna sama yaitu menyuruh orang untuk
melakukan sesuatu.

PROBLEM SET 7

01. As I was talking to a client, my phone rang, I had .

(A) to answer the call

(B) answering the call

(C) asked to answer the call

(D) answered the call

(E) my secretary answer the call

02. 'I need this book on biology, but I can't afford to buy it.'
'What you can do is.

(A) having photocopied the units you need

(B) you want to photocopy the units you need

(C) to have the units you need photocopied

(D) you have photocopied the units you need

(E) have you photocopy the units you need.

03. Can you send this letter for me? I'm in a hurry.'

'Don't worry. I will have Tina it for you.'

(A) fax

(B) faxed

(C) will fax

(D) faxes

(E) to fax

04. 'How can you determine students' ability in writing?'

. a 1,500-word essay!'

(A) The students write

(B) Have the students write

(C) The students are writing

(D) Have the students to write

(E) The students have written


05. There are students who want to take the new course.'

'. before Friday, please.'

(A) To register

(B) Registration is

(C) Having registered

(D) Have them register

(E) Have to register

06. The teacher had students who didn't bring their identification cards . the auditorium where the exams
were held.

(A) left

(B) to leave

(C) leaves

(D) leave

(E) leaving

07. 'I spilled some ink on my coat.'

'You must. at the laundry immediately.'

(A) clean it

(B) have clean it

(C) have to clean it

(D) have to be clean it .

(E) have it cleaned


08. 'I don't think you can translate the whole book by yourself.'

'You're right I'd like to. a part of it for me.'

(A) have you translate

(B) you have translated

(C) have translated for you

(D) you have to translate

(E) have been translating

09. It is impossible for us to translate the whole book within 2 weeks. So we.

(A) have to translate it all by ourselves

(B) have some assistants help us

(C) have translated the whole book

(D) have been asked to translate it

(E) have given all the translation to the assistants

10. 'What's wrong with the computer, Widi? Can't you do anything about it?'

There appears to be an error in the computer program. I will have the matter dealt with immediately.'

This means that Widi .

(A) is going to fix it immediately

(B) asked his boss to deal with it

(C) is going to deal with the computer

(D) will ask someone to fix it for him


(E) has dealt with such a problem before

11. The curtails of my room need washing.'

'Well, go to the laundry and .'

(A) wash them

(B) they are washed

(C) it should wash them

(D) have them washed

(E) make them wash

12. My little brother had scattered all his toys on my bed, so I had him. the bed before night fell.

(A) clear

(B) to clear

(C) cleared

(D) be clearing

(E) to be cleared

13. 'Why are you taking the car to the garage?'

..

(A) I will check the brakes myself

(B) The brakes will be checked

(C) I will have checked the brakes

(D) I will have the brakes checked


(E) The brakes will have been checked

14. 'I fixed the light in the bathroom yesterday, but it went out again today.'

'Why don't you have an electrician ___ it.'

(A) checking

(B) checked

(C) to checked

(D) check

(E) checks

15. 'I've tried to fix my motorbike, but it is still not running well.'

'Why don't you have a mechanic . it?'

(A) check

(B) in checking

(C) checking

(D) checked

(E) to check

16. Rudi broke his leg in the accident; therefore, . drive him to his work.

(A) he doesn't have to ask Amir to

(B) he won't have to get anybody

(C) Amir has asked Rudi

(D) Amir doesn't have to


(E) He will have Amir

17. The fact that he was put into prison for something he had not done made his wife.

(A) cry

(B) to be crying

(C) cried

(D) to cry

(E) crying

18. This cake is delicious; is it home made?'

'You know it isn't; ..'

(A) I baked it myself

(B) Lucy asked me to bake it

(C) It was I who baked it

(D) I had Lucy bake it

(E) I had to bake it

19. After I finished my article, I had it edited.

This means that .

(A) I had edited my article

(B) My article would be edited

(C) Somebody edited my article

(D) I was asked to edit my article


(E) I had to edit my article myself

20. This English text on Biology is too difficult to read.'

'Well, you'd better.'

(A) translate it

(B) have it translated

(C) have to translate it

(D) have translate it

(E) to translate

21. 'I'm having trouble with my computer again. I've done everything I can but it doesn't work properly.'

'Why don't you have Darno . it?'

(A) to fix

(B) fix

(C) fixing

(D) fixed

(E) he fixed

22. The schoolmaster had the students. their lessons before the exam.

(A) to review

(B) reviewing

(C) review

(D) reviewed
(E) they reviewed

23. 'I can't read this letter. I dont understand French at all.'

Idon't either, but let's.

(A) translate it

(B) have it translated

(C) to translate it

(D) have translated it

(E) have to translate

24. Do I have to go to the post office to get my package?'

'No. You can .'.

(A) have delivered it

(B) deliver it

(C) have it to be delivered

(D) have to deliver it

(E) have it delivered

25. I don't have much time to do all my household work, so I always .

(A) help somebody

(B) have helped somebody

(C) have to help somebody

(D) have somebody help me


(E) to have me help somebody

26. We are going on a long trip, so we must

(A) have checked the car

(B) have had the car checked

(C) have the car checked

(D) have the car checked

(E) had the car checked

27. The fact that he was put into prison for something he had not done made his wife.

(A) cry

(B) to be crying

(C) cried

(D) to cry

(E) crying

28. Rani has beautiful plants in her garden, but they all seem to be dying. I am sure that she

(A) seldom has them watered

(B) has been watering them

(C) has asked somebody to water them

(D) has always watered them

(E) never has to water them

29. 'Is your car new?


'No, Iat my brother's garage.

(A) had only painted it

(B) only had it painted

(C) had to paint it only

(D) only had painted

(E) had been asked to paint it

30. We have our neighbor check our house whenever we go on vacation.

This means that: every time we go on vacation, .

(A) we first check the house with our neighbor

(B) we don't let our neighbor check our house

(C) our neighbor comes to check our house

(D) we have checked our neighbor's house

(E) we ask someone to check our neighbor's house

LANGUAGE EXPRESSION

A.

WARNING (PERINGATAN)

Pelajari kalimat-kalimat berikut tentang ungkapan-ngkapan peringatan kepada seseorang agar berhati-hati.

a. Watch out! A fierce dog approaches you.


b. Take care when you cross the river.

c. Be careful! There is a car behind you.

d. Make sure that you don't forget to bring your money.

Respon yang dapat diberikan untuk ungkapan diatas adalah :

Yes, I will. Thanks for warning me.

Don't worry. I know that.

I'll remember that, thank you.

Thanks for the warning. I'll be careful.

B.

PROHIBITION (LARANGAN)

Prohibition adalah cara-cara untuk melarang melakukan sesuatu. Prohibition biasanya merupakan tindak lanjut
dari warning. Bila yang dilarang berupa kegiatan, maka gunakanlah Don't + V1. Sedangkan jika yang
dilarangnya berupa kata-kata sifat, maka Don't + be + ... (adjective/adverb).

Contoh :

- Don't go away!

- Don't smoke here!

- Don't be lazy!

- Don't run here!


Respon yang dapat diberikan dari prohibition itu adalah "No, I won't" yang berarti sanggup bersedia mematuhi
larangan, dan "But, I will", yang berarti tidak mau mematuhi larang-itu.

C.

ASKING FOR HELP (MEMINTA PERTOLONGAN)

Untuk memohon bantuan dapat dipergunakan ungkapan berikut :

Would you ...( + V1/be)?

Could you. ..( + V1/be)?

Do you mind... ( + V. ing)?

Would you mind (+ V. ing)?

Respon untuk mengabulkan ungkapan permintaan di atas adalah "Okay, certainly, of course, sure, all right,
sedangkan untuk menolaknya dapat digunakan ungkapan "I am sorry."

D.

GIVING ADVICE AND SUGGESTION (MEMBERI NASEHAT DAN SARAN)

Ungkapan-ungkapannya antara lain :

You should take a rest.


You ought to stop smoking.

You should keep it out of the children reach.

You had better go to bed.

Respon yang dapat diberikan :

- Yes, thank you

- Ill do that

- Yes, I will.

E.

CRITICIZE (MENGKRITIK)

Berikut ini ada beberapa ungkapan untuk dipelajari :

You are so ... (negative words)

Why can't you be more ...

I hate to say this, but ...

You seem to be rather ...

I hope you won't mind my saying this, but ...

You're rather ...

Respon yang dapat diberikan :

- I'm sorry.
- No, I'm not.

F.

GIVING OBJECTION

Giving Objection (Menyatakan Keberatan)

Ungkapan yang dapat diberikan untuk menyatakan keberatan:

I can't go along with you. I deny that...

you can't mean that...

I don't suppose so.

It's wrong to ...

I see no reason why ...

I'd rather you don't... .

I'm afraid that wasn't right...

Untuk menanggapinya, respon yang dapat diberikan:

- Not, if you object.

- Ok, I won't...

G.

APOLOGIZING
Apologizing (Meminta maaf)

Ungkapan yang sering :

Excuse me for...

I'm sorry...

I apologize for...

Please forgive me.

Respon :

- Never mind.

- That's Ok.

- It doesn't matter.

- Don't worry about that

- That's all right

H.

INTENTION AND PLAN


Intention and Plan (Tujuan dan Rrencana)

Maksud atau tujuan dapat diungkapkan dengan menggunakan to infinitive yang membatasi kata kerja atau
pengganti kata kerja.

Contoh :

1. Follow the direction to get good result.

2. The students go to school to get knowledge.

3. The car is waiting me to take to the station.

4. He means to make me respect him.

Rencana dapat diungkapkan dengan menggunakan future form (bentuk masa datang) atau menggunakan verb
plan (kata kerja rencana).

Contoh :

- I'm going to visit you tonight.

- I plan to get marriage at thirty.

- He is going to plant Australian apple.

I.

EXPRESSING POSSIBILITY AND IMPOSSIBILITY


Expression Possibility and Impossibility (ungkapan Kemungkinan dan Ketidakmungkinan)

Untuk mengungkapkan kemungkinan kita menggunakan :

There is a good chance ...

It is possible/likely ...

May be...

Probably...

Perhaps...

Assume that...

I believe that ...

Untukmengungkapkan ketidakmungkinan kita menggunakan:

- There is no chance ...

- It's impossible ...

- It's very doubtful...

- Its unlikely

01. PROBLEM SET 8

Septi : "Oh for losing your pen I borrowed yesterday."

Ainur : "It doesn't matter. I still have the other one."


(A) I apologize

(B) That's great

(C) I don't care

(D) who cares

(E) I don't mind

02. Joni : "Hi, Tuti! Do you hear that Soni won

the motocross prize yesterday?"

Tuti : "Really? very nice."

The underlined word above expresses ....

(A) wonder.

(B) agreement.

(C) advise.

(D) regret.

(E) surprise.

03. Anton will go to the movie. It's raining hard.

Anton : "Mother, I will go now. It's getting

late."

Mother : "You'd better stay at home.

Otherwise, you will catch cold."

From the dialogue we know that Anton's mother ....

(A) asks for attention.


(B) feels regret.

(C) gives advice.

(D) shows anger.

(E) asks for information.

04. Ani : "You promised to return my book now.

I need it badly."

Dina : " . . . , I left it home. I'll give it you this

afternoon."

(A) I'm sorry

(B) I don't mind

(C) I'm very terrible

(D) I am so pleased

(E) I'm very awful

05. Irfan : "The test is very difficult. I am not

sure whether I can pass."

Toni : "Hopefully, you can.

The underlined utterance is an expression of....

(A) showing disappointment.

(B) giving instruction.

(C) admitting something.

(D) complaining something.


(E) showing expectation.

06. Johan : "Are you working here, Ivan?"

Ivan : "Yes, I have been working here for a month."

Johan : "Oh, really ....

(A) I'm very surprised

(B) I'm very anxious

(C) I'm confused

(D) I'm terrible.

(E) I'm worried

07. You are with your friend in the class. He has two pencils and you want to borrow one of them.

What will you say?

(A) Could you help me?

(B) Do you mind if I borrow your pencils, please?

(C) Do you have two pencils?

(D) I've left my pencil at home.

(E) Borrow me pencil, please.

08. You are having dinner with your friends. You want to smoke and ask whether you can smoke.

What do you say?

(A) Do you have any cigarette?

(B) Do you mind if I smoke?


(C) Can I ask you a piece of cigarette?

(D) What cigarette do you smoke?

(E) I wonder if I smoke.

09. Someday Ella went to Pasar Baru by bus, but she didn't know where to get off. She asked the man beside
her:

Ella : "Sorry to bother you, but could you tell me where I should get off, I'd like to go to Pasar Baru."

The man : "You'd better get off on Jln. Asia

Afrika."

Ella : "Thank you for telling me that."

The underlined sentence expresses ....

(A) A surprise.

(B) Sympathy.

(C) An information.

(D) Asking for an attention.

(E) An Invitation.

10. Dedi : "Is it alright if I park my car here?"

Tina : "I'm sorry, that's not allowed.

From the underlined utterance we know that Dedi's permission is ....

(A) accepted by Tina.

(B) refused by Tina.

(C) showed her regret.


(D) complained.

(E) interrupted.

11. Father : "Where is Budi? It's late."

Mother : "... he has trouble with his

motorcycle."

(A) I'm sure

(B) I'm serious

(C) That's crazy

(D) I'm worried

(E) It's all right

12. Jonny : "when will father return home,

Mom? I really miss him."

Mother : "I expect he'll come back soon."

The underlined utterance expresses ....

(A) An information.

(B) hope.

(C) asking for information.

(D) giving an apology.

(E) asking for the attention.

13. Tom failed in his examination although he is a clever student. His father didn't believe it when he told
him.

Tom : "I didn't pass my exam, Dad."


Father : "...."

(A) Fantastic.

(B) That's great.

(C) Are you serious?

(D) Are you satisfied?

(E) What do you think?

14. Serin : "How is your sister, Tom? Is she

getting better now?"

Tom : "Actually, I'm worried about her

health. She is getting worst."

The underlined sentence expressed ....

(A) surprise.

(B) hope.

(C) apology.

(D) anxiety.

(E) desire.

15. There was a good film at the Galaxy theatre. Ati asked Sarah to accompany her. But Sarah had a lot of
works to do. Sarah said : "...."

(A) It's a pity that I couldn't.

(B) certainly. Ill go with you.

(C) No, I have seen it


(D) I beg your pardon?

(E) Shall we go now?

16. Your partner is cleaning her house. You would offer to wipe, the tables. You would say these, except :
" ... "

(A) Can I wipe the tables?

(B) Shall I wipe the tables?

(C) Let me wipe the tables?

(D) Would you like me to wipe the tables?

(E) It's very kind of you to wipe the tables.

17. Ali had some cigarettes. He offered one to his friend, Tono. But Tono refused it because he never smoke.

Ali : "May I offer you a cigarette?"

Tono : "...."

(A) I'd love one.

(B) Yes, please.

(C) Thanks anyway, but I don't like smoke.

(D) That would be nice.

(E) No, you may not.

18. Mr.Dhany : "What do you think about

pollution?"

Mr.Is9ni : " , It's a very serious problem."


(A) Yes, I'd love to

(B) In my opinion

(C) I'd rather not

(D) By all means

(E) Don't worry about it

19. Anita's grandfather passed away last week. Siti would like to express sympathy to her. What should Siti
say to Anita?

(A) That's great

(B) Good luck

(C) Congratulation

(D) I'm sorry to hear that

(E) I'm glad to hear that

20. Rani came late to school this morning, and said to the teacher.

"... I am late, Sir."

(A) It's a pity

(B) I'm afraid

(C) I'm sorry

(D) Unfortunately

(E) Excuse me

21. There was a woman in a book store looking at the books on the shelf, then the waiter came to her.
He asked :

The woman : "No, thanks, I'm just looking."

(A) I wonder if you could help me?

(B) May I help you?

(C) Have you got any idea?

(D) Can you help me?

(E) Excuse me.

22. When Teddy saw Mrs. Green trying to move her cupboard by herself, he offered his help and said : "...."

(A) Can you help me, Mrs. Green?

(B) May I help you to move this cupboard?

(C) Do you mind moving this cupboard?

(D) Would you like to move the cupboard?

(E) help me please

23. Ani planned to see the Safary Garden. She asked All to join her and he agreed. Ani said, "Would you like
to go with me?"

Ali said : .

(A) Never mind.

(B) I'd love to.

(C) Please help your self.

(D) What a pity, I can't go with you.

(E) No, thank you.


24. Son : "Mom, may I watch TV until ten

o'clock this evening?

Mother : "I am afraid not. You must get up

very early tomorrow morning."

In the dialogue the Son is asking his mother's ...

(A) permission.

(B) attention.

(C) agreement.

(D) reason.

(E) sympathy.

25. A tourist : "Sorry, Could you tell me where the nearest travel agent is?

A policeman: "Sure. Walk on for one block and turn left. It's on your right."

The underlined expression shows ....

(A) asking for information.

(B) accepting invitation.

(C) refusing an offer

(D) expressing hope.

(E) introduction.

26. x : Would you mind telling me your terrible experience in Ball?

y : .

(A) What is it?


(B) What a surprise!

(C) Sure, I would,

(D) I'm sorry' to hear that

(E) I'm happy for you

27. x : It is Saturday night. I suppose 111

get a traffic jam.

y : ..

(A) What do you think of it?

(B) How do you like it?

(C) Do you agree about it?

(D) Why don't you take an alternative way?

(E) Don't you think it's an alternative way?

28. x : .

y : Never mind.

(A) How do you like it?

(B) I'm sorry for disturbing you.

(C) I'm sorry to hear that

(D) What a surprise!

(E) You have my agreement.

29. x : .
y : It's too bright

(A) What is it?

(B) Do you know this?

(C) How do you do?

(D) What do you think of my new blouse?

(E) What does it mean?

30. x : I think I don't feel good, but I must

go to Rina's party tonight.

y :

(A) You had better take a rest

(B) Im sorry

(C) How amazing it is!

(D) Thank God!

(E) Congratulations.

31. x :

y : Maybe the lack of parent's

attention.

(A) Do you know what causes juvenile delinquency?

(B) What is juvenile delinquency?

(C) Is it juvenile delinquency?

(D) Do you know juvenile delinquency?


(E) What juvenile delinquency means?

32. x : Are you accusing me?

y :

(A) I'm sorry to hear that.

(B) I'm so sorry.

(C) No, I just say that you are so nervous.

(D) No, thanks.

(E) Never mind.

33. x : That package looks so heavy. Let

me help you to lift it up.

y : No, thanks. ..

(A) I'm happy for you.

(B) I'm so scared

(C) I'm so sorry

(D) I'm able to do it myself

(E) It's difficult to lift it up.

34. x : Excuse me, Sir. ..

y : Yes. Please sit down.

(A) How do you do?

(B) Don't you know the register?


(C) I'd like to register to the conversation class.

(D) Do you sit down?

(E) Why don't you sit down?

35. x : I'm bankrupt. I have no power to

do anything.

y : ..

(A) I'm so sorry.

(B) What a surprise!

(C) Come on. Don't give up

(D) I'm so scare

(E) It's so nice.

JENIS- JENISTEXT

NARRATIVE

A. FLASHLIGHT

Inti dari text/genre berbentuk narrative adalah cerita hiburan yang berisi berbagai permasalahan (crisis) dan
berujung pada masalh penyelesaian tersebut (resolution). Cerita berbentuk narrative bias berupa fiksi dan
nonfiksi. Cerita fiksi misalnya; legenda, fable, cerita rakyat, dsb. Sedangkan cerita nonfiksi bias berupa cerita
kejadian nyata dimasa lampau yang penuh degan konlik/crisis sekaligus terdapat alur penyelesaiannya,
misalnya cerita tentang orang-orang yang selamat dari terjangan tsunami yang melanda aceh berikut
perjuangannya menyelamatkan diri.
Istilah-istilah penting yang terdapat dalam text berbentuk narrative;

specific/individual participant: tokoh cerita bersifat khusus yang mengacu pada satu atau beberapa individu
dan tidak belaku pada general/umum.

Material process: disebut jug adengan istilah Action Verbs yaitu katakerja yang mengacu pada aksi atau
tindakan dari si tokoh. Misalnya; eat, swim, sleep. etc.

Behavioral Process: disebut juga dengan istilah Verbal Process/Speaking Verbs misalnya; say, said, tell,
dsb.

Relational process disebut juga dengan istilah Linking Verbs yang menghubungkan subjek pelengkap,
misalnya;to be, consist of, function as, derive from, to be classified into, to be identified as, etc.

Mental Process/Thinking Verbs: yaitu kata kerja yang yang berhubungan dengan persepsi panca indra.
Misalnya; think, feel, guess, dsb.

Temporal Conjunction: kata penghubung waktu yang menghubungkan kejadian yang sat dengan yang lain.
Misalnya; firstly, then, next, after that, meanwhile, at that time, etc.

Temporal Circumstance: keterangan waktu. Misalnya; once, once upon a time, etc.

B. TEXT SUMMARY

Narrative deals with problematic a event which leads to a crisis or turning point of some kind (climax), which
in turns finds a resolution. For example; tales, historical story, horror story, fable, legend, myth, etc.

Social function/Communicative Approach/Purpose:

To amuse or entertain the readers.

To deal with actual /vicarious experience in different ways.

Generic Structure/Text Organization;

Orientation : sets of the scene, where, when or introduce who is the participants.

Evaluation : a stepping back to evaluate the plight.


Complication : what problem did character have?

Resolution : how was the problem solved?

Coda (optional): attitude messages to the readers.

Language Features:

Focus on specific or individual participant.

Use of material process/action verbs

Use of behavioral process/verbal process/saying verbs/speaking verbs

Use of past tense

Use of temporal conjunction and temporal sequence

Direct and indirect speech

1. TEXT MODELLING

Read the text below carefully!

PINNOCHIO
PAST TENSE

SPECIFIC PARTICIPANT

ORIENTATION

Once upon a time, there lived a poor man named Gepetto, a carpenter. He made puppets from pieces of wood.
He called his favorite puppet Pinocchio. I would love to be a father to a real boy, he wished. One night, a
fairy who knew that Gepetto was a good man, cast a magic spell over Pinocchio. The very next day, Geppetto
awoke and was very happy to find that Pinocchio could walk, sit, sing, talk, and run.

Poor Gepetto wanted to send Pinocchio to school. He sold his only coat for a spelling book. Now you can go
to school like a real boy! said Gepetto as he waved good bye to Pinocchio.

MATERIAL PROCESS

COMPLICATION

On the way to school, he met an evil fox who told him all about school and gave Fun Island. Pinocchio forgot
all about school and gave the fox his spelling book in return for a ticket to Fn Island. Where are you going
Pinocchio? asked the good fairy. I am on my way to school, lied Pinocchio. Pinocchios nose suddenly
grew very long. He wished he hadnt told lie. The fairy called a bird to peck at his long nose because Pinocchio
was very sorry. He promised never to be naughty ever again and went straight to school. At school, Pinocchio
told his friend all about Fun Island.

After school, together with his friends, he hurriedly went aboard a ship that was going to Fun Island.
They didnt know that on the island, little boys were turned into donkeys and they had to do very hard work.
Pinocchio cried and wished he hadnt come to the island. He also wished he hadnt looked like a silly donkey.
The fairy heard his wish and with a wave of her magic wand, he became Pinocchio again.

TEMPORAL CIRCUMSTANCE

RESOLUTION

Pinocchio sat on the shore, sadly looking out the sea. He wondered if he would ever see Gepetto again.
Suddenly, he saw Gepetto who had sailed out to the sea in search of Pinocchio. Pinocchio waved his hand and
they could meet again. They were both tired. They laid on the sand and fell asleep. When Gepetto awoke,
Pinocchio had become a real boy. At last my wish has come true! cried Gepetto. After that, they lived
happily ever after.
A. FLASHLIGHT

Inti dari text genre berbentuk RECOUNT adalah menceritakan ulang tentang sebuah kejadian yang pernah
dialami oleh seseorang sehingga disebut juga cerita tentang pengalaman pribadi. Perbedaan jenis genre ini
dengan narrative yaitu bahwa narrative labih menekankan pada konflik dan penyelesaiannya, sedangkan genre
berbentuk recount lebih menekankan pada cerita ulang sebuah kejadian yang pernah kita alami tanpa
mementingkan konflik cerita dan penyelesaiannya. Misalnya cerita tentang kegiatan yang kita lakukan di masa
liburan (pergi liburan ke rumah nenek) lalu kita ceritakan ulang kejadian tersebut di depan kelas, maka jenis
cerita tersebut lebih cenderung ke recount genre.

Istilah-istilah penting dalam RECOUNT genre:

Individual participant: tokoh cerita bersifat individu atau pribadi

Material process: disebut juga dengan istilah action verb yaitu kata kerja yang mengacu pada aksi atau
tindakan dari si tokoh, misalnya: makan (eat/ate/eaten), tidur (sleep/slept), berenang (swim/swam/swum), dll

Temporal conjunction: konjungsi/kata penghubung waktu yang menghubungkan kejadian satu dengan yang
lain, misalnya firstly, then, next, after that, meanwhile, at that time, ect.

Place circumstance: lingkungan atau tempat peristiwa.

B. TEXT SUMMARY

Recounts tell the reader what happened. They retell a past event/past experience, e.g. we visit to hometown
two weeks ago.

Social function/communicative approach/purpose: to retell events for the purpose of informing or entertaining.

Generic structure/text organization:

v Orientation: Who, When, and Where.


v Events: Tell happened in time sequences.

v Reorientation (optional): Closure the events or summary of the events.

Language features:

v Focus on individual people, i.e. use the words I or We

v Use of material process

v Use of circumstance of time and place

v Use of past tense

1. TEXT MODELING

I remember, I remember

I think my first memories start when I was about four years old. I lived in a suburb of Sydney, called
Chatswood. I had a happy childhood. I remembered playing in a big garden. I fell from a big tree and broke my
hand.

I had a naughty friend. I dont remember his name but I usually called him, giant, because he was very fat. He
liked hitting and pulling my head. One day I hit him over the head with my bag. So, his parents were very
angry with me.

I started my school when I was four. My favorite teacher is Mr. Jude. She was like my mom. Every day she
asked me to sing Waltzing Matilda.

Adapted from Kernel Three

Generic Structure

Orientation
Event 1

Event 2

Language feature

Individual participant

Place circumstance

Paste tense/material processes

A. FLASHLIGHT

Inti dari text genre adalah SPOOF biasanya menceritakan sebuah kejadian (lucu) yang diakhirnya terdapat hal
yang tidak diduga diharapkan oleh tokoh cerita. Sesuatu yang tidak terduga dan tidak sesuai dengan harapan si
tokoh ini disebut dengan istilah TWIST. Hal itulah yang membedakan antara SPOOF dan ANEKDOTE.
Anecdote itu sendiri biasanya menceritakan kejadian yang aneh dan jarang sekali terjadi.

Istilah-istilah penting dalam SPOOF Genre:

Individual participant: tokoh cerita bersifat atau perseorangan, tidak berlaku begi semua orang.

Material Process: disebut juga dengan istilah verb action yaitu kata kerja yang mengacu pada aksi atau
tindakan dari si tokoh, misalnya: makan (eat/ate/eaten), tidur (sleep/slept), berenang (swim/swam/swum), dll.

Temporal conjunction/temporal circumstance: konjungsi/kata penghubung waktu yang menghubungkan


kejadian satu dengan yang lain, misalnya: firstly, then, next, afterthat, meanwhile, at this time, etc.

Place circumstance: lingkungan atau tempat peristiwa.

B. TEXT SUMMARY
Social function/communicative approach/purpose: to retell an event with humorous twist.

Generic structure/text organization

v Orientation: sets and scene

v Events: tell what happened

v Twist: provide the punch line to be funny because of unexpected result

Language features:

v Focus on individual participants

v Circumstance of time and place

v Use of material processes (action verbs) to tell what happened

v Use of past tense

1. TEXT MODELING

We Dont Subscribe Any Newspapers

Jack was a university student. He studied history.

At the end of his first year, he failed in his examinations and he was told to leave the university.

The next day Jacks father went to see the professor; he urged the Professor to let Jack continue his studies the
following year. Hes good boy, said Jacks father, and if you let him pass this time, Im sure hell improve a
lot next year and pass the examination at the end of the year well.
No, no! Thats quite impossible! replied the professor, Do you know, last month l asked him when
Napoleon died, and he could not answer it.

Please, Sir, give him another chance, said Jacks father, You see, we dont subscribe any newspapers in our
house, so none of us even knew that Napoleon was ill.

Answer these questions.

1. Why did Jack have to leave the university?

2. What did his father try to do?

3. What example did the professor give to show how bad a student Jack was?

4. Which part is funny? Why is it funny?

FLASHLIGHT

Inti dari text/genre berbentuk ANECDOTE adalah cerita hiburan yang berisi cerita-cerita aneh yang jarang
lerjadi dan kadang tidak masuk akal. Di dalam teks jenis ini biasanya penulis menggunakan bahasa-bahasa
exclamation, admiration, intensirier and rhetorical question yang mengungkapkan rasa keterkaguman sekaligus
kelidakpercayaan akan kejadian yang diceritakan.
Istilah-istilah penting yang perlu diketahui dalam Anecdote Genre:

Material Process: disebut juga dengan istilah "Action verb" yaitu kata kerja yang mengacu pada aksi atau
tindakan dari si tokoh. misainya: makan (eat/ate/eaten), tidur (sleep/slept), berenang (swim/swan/swum). dll.

Rhetorical question: yaitu suatu bentuk kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban, karena si penanya
sebenarnya sudah tahu

Jawabannya jenis pertanyaan ini banyak menggunakan Question Tag.

Temporal conjunction: konjungsi/kata penghubung waktu yang menghubungkan kejadian satu dengan yang
lain, misalnya: firstly, then, next, after that, meanwhile, at that time, etc.

Intensifier: yaitu bentuk ujaran yang berguna untuk mengingkar suatu maksud ujaran, misalnya penggunaan
kata: really, very, etc,

Admiration: bentuk ekspresi kekaguman yang hampir sama dengan intensifier, biasanya menggunakan pola
WHAT....and HOW....!

'

B. TEXT SUMMARY

Social function/Communicative Approach/ Purpose: to share with others an account of an unusual or amusing
incident

Generic Structure/Text organization:

Abstract; signals the retelling of an unusual incident

Orientation: sets the scene

Crisis: provides details of unusual incident

Reaction: reaction to crisis

Coda ( optional) reflection or evaluation of the incident.


Language Features:

Use of exclamation

Use of rhetorical questions/mostly question lags

Use of intensifier (really, very, quite, etc.)

Use of material processes (action verbs) to tell what happened

Use of temporal conjunction.

1. TEXT MODELLING

From Candles to Soap

Well, what would you like to do when things go wrong? What? Commit suicide? Oh,-no. It's very stupid, isn't
it?

In the 1800s. Procter and Gamble's best seller was candles. But the company had been in trouble when i
Thomas Edison invented the light bulb. Their fears became reality when the market for candles decreased since
they now sold only for special occasions.

The outlook appeared to be bleak for Procter and Gamble. However, al this time, it seemed that destiny played
a dramatic part in pulling the struggling company from the clutches of bankruptcy A forgetful employee at a
small factory in Cincinnati forgot to turn off his machine when he went out to lunch. The result? A frothing
mass of lather filled with air bubbles. He almost threw the stuff away but decided to make it info soap instead.
The soap floated. This, ivory soap was born and became the mainstay of the Procter and Gamble Company.
Why was soap that floats became such a hot item at the time? In Cincinnati, during that period, some people
bathed in the Ohio River. Floating soap would never sink and consequently never got lost. So, Ivory soap
became a best seller in Ohio and eventually across the country also.

Like Procter and Gamble, never give up when things go wrong or when seemingly insurmountable problems
arise. Creativity put to work can change a problem and turn it into a gold mine.

I. JOINT CONSTRUCTION OF TEXT

Read this text carefully and decide its generic structure!

Fashion

Why is mere always something to take great care of when you start a new thing? You plan your outfit weeks"
before, choose the most appropriate suit, the right color, the shoes, the bag, the jeans and T-shirt. For
adolescent groups, it's just something that comes naturally. The way you dress can help you when want to give
the beet impression and win the people over by the end of the meeting! It's true, isn't it?

About ten days ago, Vicky received her list of new students. The registration form had a space for their dates of
birth, which are only completed if the students are under age. She read through the names and realized it was a
kiddy group as their dates of birth were around 9 and 10 year olds.

She found it is strange that the list had been handwritten; they normally come straight out of the computer.

However, she ignored it.

Then, she realized that the starting date was actually the first day of Spanish Carnival. "Great! I thought. I'll
use my teddy bear suit, bring in my box of cuddly toys and base my first class on animals and colours". She
remembered thinking that most kids dress up at carnival and they'd find it cute if their teacher was also in the
carnival spirit. And that's what she did, she arrived on the first Thursday of carnival, dressed as a cute little
teddy bear, with her box of toys under her arm. He held the registration form on her left hand. She walked
through the door quite happily... only to see the Director of Studies. Seeing her, he was completely astonished.
She smiled at her and looked straight at her as he said: "Good afternoon, Vicky, I would like to introduce you
to Mr. Mendez, the Director of "Lingua', who has organized the English course which you will be teaching
today". Mr. Mendez had an excellent sense of humor. The secretary then interrupted to apologize her about
having given her the wrong details for her new class. Unfortunately the computer had been re-programmed and
had lost part of the school's vital information. That's why her register was handwritten!

Be careful! You never know what could await you in your next English class!

(Adapted from Vicky Lopez Sheridan in Spain)

PROSET 1

Text 1

One day, seven worms were walking happily. Their mother was leading them. They had just had their breakfast
on a big tree near the river. Come on. Children. Lets go home, mama worm said.

Suddenly, a cricket said, your last child is ugly! Ugly? asked mama worm. She looked at the child. He was
not the same as her ot her children. Hey, ugly!she said, You are not my child. Go away!

The little brown worm walked away. He was very sad. When he was near a lake, he talked into the lake.

Oh, how ugly I am, he cried.

You are not ugly, said a voice, Oh, I find you my child.

The worm looked around. There was a beautiful big caterpillar and her children. They looked as the same as
he.

They may call you ugly, said mother Caterpillar, you are the most beautiful child in the world. One day,
you will turn into a beautiful butterfly..
01. This text is in the form of.......

a. expository

b. spoof

c. recount

d. narrative

e. discussion

02. The major complication reveals in.......

a. paragraph 1

b. paragraph 2

c. paragraph 3

d. paragraph 4

e. paragraph 5

03. The organization of the text is.........

a. orientation-complication-resolution

b. orientation-events-reorientation

c. thesis-arguments-recommendation

d. orientation-events-twist

e. abstract-orientation-crisis-reaction-coda

04.The writer mostly uses.....to express the real words of the speaker
a. simple past tense

b. indirect speech

c. direct speech

d. passive voice

e. simple present tense

05. The social function the text is .........

a. to retell an event for the purpose of entertaining

b. to amuse the readers and deal with actual or vicarious experience indifferent ways

c. to present different point of views

d. to share with other unusual incidents

e. to describe the particular thing

06. The following include complication.

a. One day seven worms were walking happily

b. The child was not the same as the other so, mama asked him to go way

c. There was beautiful big caterpillar and her children

d. When he was near a lake, he talked into the lake

e. They may call you ugly, but you are the most beautiful child in the world

07. The little brown warm walked away. (par.3), the underlined word is similar to.....

a. evacuated

b. emaciated

c. exiled
d. escaped

e. get way

08. The story of the lost caterpillar leads to ..... ending

a. tragedy

b. happy

c. sad

d. funny

e. unknown

09. One of the language features used on the text above is using material process. Below are the examples of
material process, except.......

a. go away

b. walked

c. turn into

d. said

e. lead

Text 4

An English teacher was explaining about colours to his students.

After he had been explaining, he asked his students, Who can make a sentence using the words green, pink
and yellow?

James, the smartest student in the class, quickly raised his hand and answered, When the yellow morning sun
comes, I see a beautiful girl wearing a pink dress walking through the green grass.

Me, me, sir Johny, one of the student in the class, said while raising his hand. And then he said, I heard the
telephone ring, green....green, then I picked up the receiver and I said, Yellow, whos speaking there?

10. What is the genre of the text above?

a. Recount

b. Narrative

c. Spoof

d. Anecdote

e. Explanation

11. What is the purpose of the text above?

a. To retell events to the students

b. To deal with the vicarious experience

c. To educate the students

d. To entertain the readers

e. To explain the process

12. What is the schematic structure of the text ?

a. Orientation-events-reorientation

b. Orientation-evaluation-complication-resolution

c. Abstract-orientation-crisis-reaction-coda

d. General statement-explanation

e. Orientation-events-twist
13. What tense is mostly used in the story?

a. Present simple tense

b. Past simple tense

c. Present future tense

d. Present perfect tense

e. Past future tense

14. The last of the story reflects.......

a. orientation

b. un expected result

c. coda

d. twist

e. B and D are correct

Text 6

Leo and Beni decided to go to a movie to relax. They were very tired after finishing the exams. They chose to
see an adventure film. They didnt want to see drama, love story, thriller or horror film. They wanted to forget
studying for one night and fantasize a little.

So they bought two tickets for a film called Lord of the Rings, The Fellowship of the Ring. They got in the
movie just on time before the movie started.

Inside the movie, a tall man sat on a seat in front of them. He put on a tall hat. Leo and Beni could not see the
screen. Leo tapped the man on the shoulder and asked him to remove his hat, When the man turned around to
say sorry, they recognized him. He was Mr Ali, Leos father.
15. The purpose of the text above is...

a. to tell past events

b. to entertain the readers about the

film

c. to describe how to get to the

movie

d. to explain the readers how Leo

met his father in the movie

e. to inform the readers about

Leos activity after the exams

16. Leo and Beni went to the movie and saw a/an ... film

a. drama

b. thriller

c. horror

d. adventure

e. love story

17. The main idea of the last paragraph is...

a. they enjoyed the film

b. they bought two tickets for the film

c. they were late to get to the movie

d. they wore tall hats while they were watching the film
e. they unpurposely met Leos father in the movie

18. Why couldnt Leo and Beni see the screen?

a. The screen wasnt so clear

b. They sat on seats at the back row

c. A man wearing a tall hat sitting in front of them

d. The man sitting behind them wore a tall hat

e. They were too short to see the screen clearly

19. They didnt want to see a drama, love story, thriller (P.1).

The underlined word means a film that tells a story about. ...events,

a. scary

b. funny

c. amused

d. romantic

e. excellent

Text 8
Pat Hogan was traveling around the country in his car. One evening, he was driving along the road and looking
for a small hotel when he saw an old man at the side of the road. He stopped his car and said to the old man, "I
want to go to Sun Hotel. Do you know it?"

Yes, the old man answered. "I'll show you the way."

He got into Pat's car, and they drove for about twelve miles. When they came to a small house, the old man
said, "Stop here.

Pat stopped his car and looked at the house. "But this is not the hotel, he said to the old man.

"No. the old man answered, "this is my house. And now I'll show you the way to the Sun Hotel. Turn around
and go back nine miles. 'Then you'll see the Sun Hotel on the left."
20. Fizzin : What kind of text is it?

Pistra : it is a/antext.

a. spoof

b. recount

c. narrative

d. expository

e. discussion

21. What is the purpose of the text?

a. explain the audience how something occur

b. tell about unforgettable experience

c. retell an event with a humorous twist

d. amuse or entertain the audience

e. tell about natural phenomena

22. Shanti : could you tell me the generic structure of the text above. I really forget!

Dimas : of course, they are...

a. orientation-complication-resolution

b. abstract-orientation-crisis-reaction-coda

c. orientation-events-reorientation

d. thesis-arguments-recommendation

e. orientation-events-twist
23. Magda : What kind of tense is mostly used in the text?

Su'ef : It uses....

a. simple present

b. passive voice

c. past tense

d. direct speech

e. indirect speech

24. Pat Hogan should only drive.miles to reach the Sun Hotel, but he drive twelve miles.

a. nine

b. eight

c. five

d. three

e. two

Text 3

Late in the afternoon, the boys put up their tent in the middle of a field. As soon as this was done, they cooked
a meal over an open fire. They all were hungry and the wonderful meal; they talked stories and sang songs by
the camp fire. But some time later it began to rain. The boys felt tired so they put out the fire and crept into
their tent. Their sleeping bad were worn and comfortable, so they all slept soundly, in the middle of the night
two boys woke up and began shouting. The tent was full of water. They all out of their sleeping bags and
hurried out side. It was raining heavily and they found that a stream had found in the field. The stream wound
its way across the field and followed right under the tent.

25. What is the type of the text?


a. narrative

b. descriptive

c. anecdote

d. news item

e. recount

26. According to the text, the correct statement is

a. They were camping in an isolated place

b. They enjoyed their food very much

c. They prepared their meals at home

d. They had an uninteresting time

e. They did not sleep well

27. The communicative purpose of the text is .

a. To share an amusing incident

b. To amuse the readers

c. To describe an event

d. To retell events

28. The boy felt tired so they put out the fire (liner 5). The word put out means ..

a. extinguished

b. distinguished

c. rearranged
d. avoided]

e. stayed away

TEXT 5

What a naughty boy Salman is! He could lie two people in the same time.

One afternoon Salman played with his ball in front of Mrs. Yanti's house.

He kicked the ball and the ball broke Mrs. Yanti's window. The glass of the window was broken. For that he
said sorry to Mrs. Yanti. 'What will you do now?" asked Mrs. Yanti. "My father will come here and repair the
window." answered Salman.

Few minutes later, a young man came to Mrs. Yanti's house. 'Excuse me, madam. I will repair your window
and change the glass," said the man. "Okay, I have waited for you answered Mrs. Yanti.

Not long after that the man finished his work and asked Mrs. Yanti to pay seventy thousand dollars for the
glass and repair

Mrs. Yanti was surprised to hear that. "Aren't you the young boy's father?" asked Mrs. Yanti. "No. I'm not. I am
not his father." answered the man. "Aren't you his mother?" he told me that he is your son." mentioned the
man. "No. I am not his mother."

Realizing what happened, Mrs. Yanti said lo the man, "He has laid you and me. He is not my son. He broke my
window und he told me that his lather will come here to repair it"

29 What is this text about?

a. Mrs. Yanti's house

b. A repairman

c. A naughty boy

d. A, B, and C are right

e. No answer
30. What is the genre of the text?

a. spoof

b. anecdote

c. narrative

d. recount

e. commentary

31. What is the purpose of the text?

a. to share with others about an amusing story

b. to deal with actual/vicarious experience

c. to retell a funny story

d. to explain the evolution of something

e. to present at least two contrastive ideas

32. The crisis is shown in paragraph...

a. par. 1

b. par. 2

c. par.3

d. par.4

e. par.5

33. The generic structure of the text is...


a. orientationeventsreorientation

b. abstractorientationcrisisreactioncoda

c. orientation-evaluation-complication-resolution

d. goalmaterials neededsteps

e. issueargumentsconclusion

34. He kicked the ball and the ball broke Mrs. Yanti's window. The underlined word refers to...

a. Salman

b. Mrs. Yanti

c. The repairman

d. Salman and the repairman

e. Salman and Mrs. Yanti

A. FLASHLIGHT

Inti dari text/genre berbentuk DESCRIPTIVE adalah menggambarkan atau mendeskripsikan sesuatu yang
spesifik/khusus, bisa benjpa orang, benda, ataupun tempat, dengan menyebutkan.karakteristik/cirri-ciri yang
melekat pada benda lersebut, bagaimana bentuknya, berapa ukuranya, terietak dimana, dsb. Tujuan teks
berbentuk deskripsi yaitu menggambarkan objek sejelas mungkin sehingga pembaca seolah-olah bisa melihat
sendiri atau menggambarkan subjek tersebut secara langsung. Petbedaan teksjenis ini dengan teks berbentuk
report terietak pada specific tidaknya si subjek. Kalau subjek atau benda tersebut bertaku untuk spesifik
(diungkapkan ciri-cirinya), biasanya tergolong deskriptif, sedangakan kalau objeknya berlaku general/umum
( diungkapkan kegunaanya, kebiasaanya, dsb) biasanya tergolong report.

Istilah-isGlah penting yang perlu diketahui da/am Descriptive Genre:

Specific/individual participant: tokoh cerita bersifat spesifik atau khusus, yang mengacu pada satu buah
subjek dan tidak berlaku pada semua/general.
Attributive and identifying process: keterangan tambahan dari subjek yang kita sebutkan, misainya
penggunaan adjective clause, adjective phrase, ataupun penggunaan LINKING VERB.

Relational Process disebut juga dengan istilah "Linking verb" (Kata kerja penghubung} yang berguna untuk
menghubungkan subject dengan pelengkap (sebagai subject complement), misalnya, to be (is, am, are, was,
were) taste, look, seem, beccfr,s,smc!t, consist of, derive from, function as,etc.

Classifier in Nominal group: Penggunaan kata-kata bilangan ataupun jumlah. bilangan untuk
pengklasifikasian subjek , misainya: one of..., many of...

B. TEXT SUMMARY

Generally when we write, we want to describe our subject very clearly. When finished reading the description,
the reader should be able to see the subject in his or her mind clearly as you see it in yours. Imagine, for
example, that you want to describe your parents to a new friend. In your mind you have a very clear picture of
your parents, including the soft lines around your father's eyes and the happy chuckle of your mother's laugh.
Your friend however has no past images of your parents. He or she must rely on your words. Your goal, then, is
to use enough carefully chosen, specific details in your description so that your friends could pick your parents
out of a group of people.

When describing a subject, one can use two kinds of details: Objective details and subjective details. Objective
details are those that describe (actual information about the subject based on the five senses (sight, touch, taste,
smell, and hearing). There is no emotion or opinion in objective details; In contrast, subjective details are those
that express the readers personal opinion on the subject. The details do not have to be based on factual
information.

Social function/Communicative Approach/ Purpose: to describe a particular person, place, or thing.

Generic Structure/ Text organization:

General classification: introduces the topic .


Description: provides details of the topic such as parts, quantities or qualities, characteristics

Language Features:

Focus on specific participants

Use of attributive and identifying process (linking verbs, such as taste, smell, appear, look)

Use of simple present tense

Frequent use of classifier in nominal group

Borobudur

Classificaation

Borobudur is a Hindu-Buddhist temple built in the 9th century under the Sailendra dynasty of, Java. It is
located near Magelang on the island of Java, Indonesia.

Description

Abandoned in the 11th century and partially excavated by archaeologists in the early 20th century, Borobudur
temple is well-known all over the world. Influenced by the Gupta architecture of India, the temple is
constructed on a hill 46 m (150 ft) high and consists of eight step-like stone terraces, one on top of the other.
The first five terraces are square and surrounded by walls adorned with Buddhist sculpture in bas-relief; the
upper three aid circular, each with a circle of bell shaped stupas (Buddhist shrines). The entire edifice is
crowned by a large stupa at the centre of the top circle. The way to the summit extends through some 4,8 km of
passages and stairways. The design of Borobudur, a temple-mountain symbolizing the structure of the
universe, influenced temples built at Angkor, Cambodia.

Borobudur, rededicated as an Indonesian national monument in 1983, is a valuable treasure for Indonesian
people.

A. FLASHLIGHT

Inti dari text berbentuk report adalah menginformasikan, menggambarkan, mendeskripsikan, atau
mengklasifikasikan suatu fenomena yang ada di lingkingan kita baik itu berupa benda, tanaman, binatang dsb
yang bersifat umum. Text berbentuk report ini hamper sama dengan Deskriptive, yang membedakannya hanya
terletak pada subjeknya. Report biasanya berlaku general/umum sedangkan deskriptif bersifat khusus.

Istilah penting dalam Report genre;

Generic participant: tokoh cerita bersifat umum/general berlaku pada semua.

No temporal sequence: tidak menggunakan kata-kata penghubung waktu seperti; firstly, second, third, dsb.

Relational process disebut juga dengan istilah Linking Verbs yang menghubungkan subjek pelengkap,
misalnya;to be, consist of, function as, derive from, to be classified into, to be identified as, etc.

Special Nouns: penggunaan kata benda khusus untuk menunjukkan cirri-ciri dari subjek seperti; features,
forms, functions, species, etc.

Special technical terms: penggunaan kata-kata khusus, misalnya; bagian tubuh (brain, vein, etc), bagian
batang ( steem, root,etc).

B. TEXT SUMMARY

Social function/Communicative Approach/Purpose: To describe the way things are, with reference to a range
of natural, man-made, and social phenomena in our environment.

Generic Structure/Text Organization;

Title : indicate the topic of the report

General statement : introduces the topic of the report


Description : provides the details of topic such as Physical

appearance, behavior, landform and uses (typically

organized in paragraph.

Language Features:

Simple present tense

Use of relational process

Use of special nouns that denotes the character of things

Use of special technical terms

No temporal sequences

TEXT MODELLING

TITLE

TORNADOS

General classification

A tornado is a powerful, twisting windstorm. It is one of the most destructive of all the storms that we have
seen on earth. A tornado is also called a waterspout.
Description

o Parts

o Qualities

o Habit/behavior

A tornado is a long cloud which comes down from the sky. It likes a funnel and consists of wind which whirls
around and around extremely fast. In fact, the wind can reach a speed of more than 900 km per hour.

Weather scientists are unable to know exactly when tornados will occur. Fortunately, the tornado is not usually
very big and it does not last long.

A.

FLASHLIGHT

Inti dari text bergenre EXPLANATION adalah menjelaskan bagaimana sesuatu itu terjadi dan mengapa hal
tersebut terjadi dengan menggunakan alur kronologis kejadian (proses) yang jelas sehingga pembaca dapat
dengan mudah memahaminya. Misal, bagaimana proses terjadinya tsunami, mengapa gempa bumi bisa terjadi,
bagaimana proses terjadinya fotosintesis, dll. Biasanya untuk membantu pembaca agar dengan mudah dan
komprehensif dalam memahami isi teks, penulis banyak menggunakan kalimat pasif.

Istilah-istilah penting dalam EXPLANATION Genre :

Generic/non-human participant : yang diceritakan bersifat umum/general (bisa siapa saja) dan kebanyakan
bukan pelaku manusia, namun berupa proses terjadinya sesuatu.

Material Process : disebut juga dengan istilah Action Verb yaitu kata kerja yang mengacu pada aksi atau
tindakan dari si tokoh, misalnya : makan (eat/ate/eaten), tidur (sleep/slept), berenang (swim/swam/swum), dll.

Relational Process disebut juga dengan istilah Linking Verb (Kata kerja penghubung) yang berguna untuk
menghubungkan subjek dengan pelengkap (sebagai Subject Complement). misalnya, to be
(is,am,are,was,were) taste, look, seem, become, smell, consist of, derive from, function as, etc..

Temporal conjunction/Temporal circumstance : konjungsi/kata penghubung waktu yang menghubungkan


kejadian satu dengan yang lain, misalnya firstly, then, next, afterthat, meanwhile, at that time, etc.

Causal conjunction : konjungsi atau kata penghubung yang menerangkan sebab atau asal muasal suatu
kejadian, contohnya because, As, Since, For, Because of/ Due to/ Owing to/ As a result of, etc.

Complex sentence : disebut juga kalimat majemuk bertingkat

B.

TEXT SUMMARY

EXPLANATION tells how and why things occur in scientific and technical fields. It may include visual image
to make the reader understand more easily.

Social function/ Communicative Approach/ Purpose: to explain the processes involved in the formation or
working of natural and socio-cultural phenomena

Generic Structure/ Text organization :

General statement: to position the reader

A sequenced explanation of WHY and HOW something occurs

Closing(optional)
Language Features :

Focus on generic, non human participants

Use mainly of temporal, causal circumstances and conjunction

Use of material processes (action verbs) and relational processes

Use of passive voice

Use of simple present tense mainly complex sentence.

1. TEXT MODELLING

General Statement to position the reader

Okay, do you know who or what helps your body take oxygen from the air? Right, respiratory system. Can you
tell me the most important organs in the respiratory system? Yes, your nose, mouth, trachea, lungs, and
diaphragm.

Respiratory System, in anatomy and physiology, are organs that deliver oxygen to the circulatory system for
transport to all body cells. The respiratory and circulatory systems work together to deliver oxygen to cells and
remove carbon dioxide in a two-phase process called respiration.

Sequenced Explanations

The frst phase of respiration begins with breathing in, or inhalation. Inhalation
brings air from outside the body into the lungs. Oxygen in the air moves from the
lungs through blood vessels to the heart, which pumps the oxygen-rich blood to all
parts of the body. Oxygen then moves from the bloodstream into cells, which
completes the frst phase of respiration. In the cells, oxygen is used in a separate
ener

producing process called cellular respiration, which produces carbon dioxide as a


byproduct.

The second phase of respiration begins with the movement of carbon dioxide from
the cells to the bloodstream. The bloodstream; carries carbon dioxide to the heart,
which pumps the carbon dioxide-laden blood to the lungs.

Closing
In the lungs, breathing out, or exhalation, removes carbon dioxide from the body,
thus completing the respiration cycle. Do you understand so far? Well sorry. Time is
up so see you tomorrow, bye.

Allah akan senantiasa memenuhi keperluan seseorang selama

yang bersangkutan bersedia pula memenuhi keperluan saudaranya

(H.R. At-Thabrani)

A. FLASH LIGHT

Inti dari text/genre berbentuk PROCEDURE adalah sebuah bentuk wacana yang berisi tentang bagaimana cara
membuat sesuatu (misalnya bagaimana cara membuat nasi goreng, membuat telur mata sapi, membuat juice
alpukat, dll) atau bagaimana cara melakukan sesuatu (misalnya bagaimana cara mengoperasikan komputer,
menambal ban bocor, menginstal program software ke dalam komputer, dsb.) dengan menggunkan
prosedur/tata cara urutan tertentu dalam bahasa teknis/praktis.

Istilah-istilah penting yang perlu diketahui dalam Narative Genre:

Generalized human agents: topik cerita atau subjek cerita berlaku pada semua general.

Material process: disebut juga dengan istilah action verb: yaitu kata kerja yang mengacu pada aksi atau
tindakan dari si tokoh, misalnya: makan (eat/ate/eaten), tidur (sleep/slept), berenang (swim/swam/swum), dll

Temporal conjunction: konjungsi/kata penghubung waktu yang menghubungkan kejadian satu dengan yang
lain, misalnya: firstly, then, next, after that, meanwhile, at that time, etc.

Imperative: disebut juga kalimat perintah, yaitu sebuah kalimat yang berguna untuk menyuruh seseorang
untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan kata kerja dasar.
B. TEXT SUMMARY

PROCEDURES helps us (1) do a task or (2) make some thing. They can be a set of instruction or direction.
They describe how something is accomplished through a sequence/order/step. The sequence of orders is
marked by the word of sentence connectors.

SENTENCE CONNECTORS used to express procedure:

First of all _____________

Then ______________

Next _____________

After that _____________

Finally ___________
Meanwhile _______________

Make sure you ____________

Be careful not to _______________

Remember to ___________

Dont forget to ____________

Social function/communicative purpose: to describe how something is accomplished through a


sequence/order/step.

Generic structure/text organization:

v Goal

v Materials needed (optional)

v Step: series of action in certain sequence 1-n


Language features:

v Focus on generalized human agents

v Use of imperatives

v Use of material process (action verb) to tell what happened in technical terms

v Use mainly of temporal conjunction (first, second,.finally) or numbering to indicate sequence.

When telling people how to do things, we are use imperative/command (kalimat perintah) by using bare
infinitive (V1) for positive and dont V1 for negative:

e.g.:

Dont go away

Fold the paper

Push the green button to operate the machine

Dont break the eggs

v TEXT MODELLING

Goal SHRIMP BALL SOUP

Materials Needed Ingredients:

600 g shrimps, peeled 400 straw mushrooms

1 stalk celery

2 slices carrot 1 cup broth

Seasoning

A. 1/4 teaspoon salt

1 egg white

1 tablespoon corn starch

B. 1 teaspoons soy sauce


1/4 teaspoons sesame oil

Steps Instructions

1. First, chop up shrimps and add seasoning. Mix until pasty.

2. Then, cut mushrooms into pieces and celery into short lengths.

3. Roll shrimp mixture into balls.

4. Next, pour broth into pot and bring to boil.

5. Add shrimp balls and cook for 8 minutes.

6. Then, add straw mushrooms and carrot, when broth begins to boil again, add B seasoning.

7. Finally, serve it in a serving bowl.

PROSET 2

TEXT 1

Yogyakarta

Yogyakarta is one of the nicest places I have ever visited. II is a city in south of Java Island. It is a pupular
holiday resort for people who like cultural and historical sites.

Yogyakarta is a small city but there are lots of different things to see there are many temples in the province,
such as Prambanan, Kalasan, and Sambi Sari. There are also two palaces that we must not miss,
Hamengkubuwono and Paku Alam palace. Yogyakarta is a tropical city. There are lots of palm trees and other
tropical fruit trees. There are also beautiful beaches, such as Parangtritis, Krakal, Kukup, Glagah. It is not
difficult to get around the city at the day because taxis and buses are easily found. Unfortunately, there is no
bus in the evening. The only way to see the nightlife of the city is by taxi, but it is rare at night.

1. What is the social function of the text?


a. To retell an event

b. To persuade the readers to visit Yogyakarta

c. To describe Yogyakarta

d. To share with others or the readers

e. To deal with the experience of the writer when

2. Which one is incorrect about Yogyakarta?

a. 11 has two palaces, Hamengkubuwono and Paku Alam Palace

b. It has cultural and historical sites

c. Prambanan is one of the temples in Yogyakarta

d. There are many taxis and buses at the day and at night

e. It is located in south of Java island.

3. The text above is classified into a/an...

a. recount

b. narrative

c. report

d. news item

e. descriptive

4. The text is written in the form of...

a. simple present tense

b. pact simple tense

c. present continuous tense

d. past perfect tense

e. present future tense


5. The schematic structure of the text above is...

a. general identification description

b. news worthy event background source

c. orientation events reorientation

d. goal steps

e. orientation crisis resolution

6. The main idea of paragraph two is...

a. Yogyakarta is one of the nicest places the writer has ever visited

b. Yogyakarta is a small city but there are lots of different thing to see

c. Hamengkubuwono and Paku Alam palace

d. The only way to see the nightlife is by taxi

e. Yogyakarta is a tropical city

TEXT 2

Insects are small creatures. They have no bones, but have six legs. Insects live everywhere, in the house, in the
garden, in the field and in many other places. Insects are not always bad as sometimes people think. Bad
insects are for instance flies, cockroaches, and mosquitoes. Such insects are not only bad but sometimes also
dangerous. Flies like to live on rubbish and other dirty places. They may cause disease such as typhus, cholera
etc. a certain type of mosquito brings malaria.

Some insects are very useful to people, for example; bees which produce honey. Bees like to fly one
flower to other flowers. When a bee moves from one flower to other flower, this may cause the produce seeds.

Bees are not usually dangerous, except you make them angry. If you disturb bees, they will be angry.
And if they are angry, they will fly to attack you wherever you go. This is very dangerous.

7. What is genre of the text above?

a. narrative

b. procedure
c. news item

d. descriptive

e. report

8. What insects are dangerous for our health?

a. Mosquitoes which make people angry.

b. Certain type of bees and flies.

c. Insect which live on dirty places.

d. Insects which like to fly among the flowers.

e. Insects which produce honey.

9. What is the main idea of paragraph 3?

a. Bees will disturb people if they are angry.

b. Bees always attack when people disturb them.

c. Bees fly to attack people whenever they do.

d. Bees are not usually dangerous.

e. Bees cant fly as high as other insects.

10. What does the word they (par.3) refer to?

a. Flowers

b. Bees

c. Seeds

d. Mosquitoes

e. Creatures

11. Flies may cause disease because?

a. They disturb us
b. They are bad insects

c. They are dirty

d. They live on rubbish

e. They bring malaria

12. They are dangerous insects, except?

a. Cockroach

b. Bees

c. Mosquito

d. Flies

e. Crocodile

TEXT 3

Speech Production

Speech production is made possible by the specialized movements of our vocal organs that generate speech
sounds waves.

Like all sound production, speech production requires a source of energy. The source of energy for speech
production is the steady stream of air that comes from the lungs as we exhale. When we breathe normally, the
air stream is inaudible. To become audible, the air stream must vibrate rapidly. The vocal cords cause the air
stream to vibrate.

As we talk, the vocal cords open and close rapidly, chopping up the steady air stream into a series of puffs.
These puffs are heard as a buzz. But this buzz is still not speech.

To produce speech sounds, the vocal tract must change shape. During speech we continually alter the shape of
the vocal track by moving the tongue and lips, etc. These movements change the acoustic properties of the
vocal tract, which in turn produce the different sounds of speech.
13. The writer mostly uses thein arranging the text.

a. simple past tense

b. simple present tense

c. present continuous tense

d. past perfect tense

e. present future

14. The communicative purpose of the text above is

a. to present arguments for and against about Speech Production

b. to retell an event dealing with Speech Production

c. to entertain the readers

d. to explain the process through a sequence explanation

e. to share with others about an unusual event

15. The source of energy for speech production is the steady stream of air that comes from the lungs as we
exhale (par. 2). The underlined word means

a. breathe in

b. breathe out

c. keep out

d. look for

e. look up

TEXT 4

Whales
Whales are sea-living mammals

They therefore breathe air but cannot survive on land. Some species are very large indeed and the blue whale,
which can exceed 30m in length, is the largest animal to have lived on earth. Superficially, the whale looks
rather like a fish, but there are important differences in its external structure: its tail consists of a pair of broad,
flat, horizontal paddles (the tail of a fish is 84 vertical) and it has a single nostril on top of its large, broad head.
The skin is smooth and shiny and beneath it lies a layer of fat (blubber). This is up to 30 cm in thickness and
serves to conserve heat and body fluids.

16. The genre of the text above is a/an

a. report

b. descriptive

c. news item

d. exposition

e. explanation

17. The communicative purpose of the text is.

a. to describe the way whales are

b. to describe whales

c. to criticize an artwork

d. to persuade readers

e. to explain the process

18. Some species are very large indeed. The underlined word means

a. really

b. huge

c. wildly

d. fierce

e. enjoyably
19. Which of the following is correct?

a. Whales are a kind of fish

b. The blue whale is the largest animal on earth

c. The blue whale can reach more than 30 meters in length

d. The skin is rough

e. The skin is shiny

TEXT 5

Tom was at the bus station. He didnt know the way to the air port. Therefore, he asked Andi, his friend, how
to get there by sending him an SMS. No sooner, Andy replied Go out of the station and turn left. At the end of
the road, turn left into Liberty Street. Go under the railway and turn left again. Cary on until you get to the T-
junction. Turn left and go straight ahead the street.

20. What is the communicative purpose of the text?

a. to describe particular events

b. to give direction

c. to entertain the readers

d. to retell an events

e. to share with others

21. This text can be classified into a/an genre.

a. describe

b. procedure

c. narrative

d. recount
e. anecdote

A.

FLASHLIGHT

Inti dari text bergenre DISCUSSION adalah menyajikan minimal dua buah sudut pandang yang berbeda dari
satu buah permasalahan yang masih kontroversial atau DEBATABLE/CONTROVERSIAL ISSUE. Dua sudut
pandang tersebut yaitu PRO (FOR) untuk pihak yang setuju dan KONTRA (AGAINST) untuk pihak yang
tidak setuju. Masing-masing sudut pandang harus disertai dengan penjelasan atau elaborasi argumentasi yang
bisa diterima oleh pembaca. Untuk mempertentangkan pendapat yang satu dengan yang lain, biasanya terdapat
konjungsi pertentangan antara lain : on the other hand, on the contrary, on the other side, differently,
nevertheless, etc.

Istilah-istilah penting dalam DISCUSSION Genre :

Generic human/generic non-human participant : yang didiskusikan adalah orang atau sesuatu yang bersifat
umum/general (bisa siapa saja) yang penting dapat menimbulkan persoalan yang multitafsir.

Relational Process disebut juga dengan istilah Linking Verb (Kata kerja penghubung) yang berguna untuk
menghubungkan subject dengan pelengkap (sebagai Subject Complement). misalnya, to be
(is,am,are,was,were) taste, look, seem, become, smell, consist of, derive from, function as, etc.

Mental Process disebut juga Thinking Verb yaitu kata kerja yang berhubungan dengan persepti panca
indra atau persepsi batiniah, misalnya guess, think, feel, etc.

Additional conjunctives : yaitu kata penghubung untuk menambahkan ide atau gagasan yang telah
disampaikan sebelumnya, misalnya: as well as, in additition, moreover, furthermore, besides, etc.

Contrastive Conjunction: yaitu konjungsi yang berguna untuk mempertentangkan antara gagasan yang satu
dengan gagasan yang lain, misalnya on the other hand, differently, on the contrary, etc.

Causal conjunction: konjungsi atau kata penghubung yang merangkan sebab atau asal muasal suatu
kejadian, contohnya because, As, Since, For, Because of/ Due to/ Owing to/As a result of, etc.

Modalities: seperti penggunaan perhaps, must, should, etc

Adverbial manner : yaitu penggunaan kata keterangan cara melakukan sesuatu, misalnya hopefully,
deliberately,considerably, etc.

B.
TEXT SUMMARY

DISCUSSIONS are used to look at more than one side of an issue. Discussions allow us to explore various
perspectives before coming to an informed decision.

Social function/ Communicative Approach/ Purpose: to present (at least) two points of view about an issue.

Generic Structure/ Text organization :

Issue : The controversial topic


Arguments : for (pro) point and elaboration and against (contra) point and elaboration
Conclusion or recommendation

Language Features :

Focus on generic human and generic non human participants.


Use of relational processes (linking verbs)
Use of thinking verbs( mental process)
Use of additional and contrastive connector, such as moreover, in addition, although, nevertheless, etc.
Use of causal or reasoning connectives(because or because of)

v TEXT MODELLING

Title

Is X Ray Examination Necessary

Issue

Students, can you show me your hands? Right! Now can ) show me your head? Excellent! But..... Can you
show me what is inside your stomach? Hm.... Can you show me your lungs? No? Why? Yeah, you're right.
Because they are inside our body, what do you think, how can we see the internal parts of our body? Yes. We
use X-Ray. So, what is X-Ray? Does anybody know? No...? Well, X-Ray is a spectrum of light. It is radiated to
body. It is used for detecting our internal body organs. Do I make myself clear? Well, Let me continue, where
can you find X-Ray? Yes, that's right. It is in a hospital. And do you know who invented X-Ray? Does anybody
know? No? Oh come on... Nobody remembers the name? Well, X-Ray was invented by a German scientist,
William Conrad Rontgen. Where was I? Oh, O.K. Hm When do people use X-ray? Correct. When they are
ill. I mean when there is something with their internal parts of the body. Can you give examples of illnesses?
When people suffer these diseases they need X-Ray to check. Yes, cancer, ...kidney trouble, ...heart trouble,
...tumor, etc.

Arguments for
Students do you know that there are many opinions concerning the use of X-Ray and others don't agree to the
use of X-Ray?

Well, some people agree that X- Ray examination is beneficial.

Elaboration

They say that doctors should use X-Ray in examining a severe illness. If doctors don't use the X-Ray, they will
miss some important information which is very useful in making a diagnose on the patient's disease. And this
will sometimes cause the doctor inaccurate in prescribing the medicine to cure the illness.

Arguments against

Not all patients agree with the use of X-Ray examination, however.

Elaboration

Do you know why? Cues what? They think that using X-Ray examination will cost them a lot of money. That's
really true. Another reason is the radiation of X-Ray has some risks to the body tissues.

Conclusion

Well, As a result of this controversy, many people are planning a traditional health cure to avoid the high cost
of hospital care. Whereas hospitals insist on having X-Ray examinations on patients to get an accurate
diagnose although the cost is very high.

A.

FLASHLIGHT

Inti dari text bergenre news item (berita) adalah menginformasikan kepada publik tentang peristiwa yang
sedang aktual dan dianggap penting untuk dijadikan berita (newsworthy) baik itu dalam surat kabar, radio,
televisi, ataupun majalah.
Istilah-istilah penting yang perlu diketahui dalam news item genre:

Material Process disebut juga dengan istilah action verb yaitu kata kerja yang mengacu pada aksi atau
tindakan dari si tokoh, misalnya: makan (eat/ate/eaten), tidur (sleep/slept), berenang (swim/swam/swum),dll.

Behavioral process disebut juga dengan istilah lain verbal process atau speaking verbs misalnya, say,
tell, speak, etc.

B.

TEXT SUMMARY

Communicative Approach/social function/purpose:

To inform the readers, listeners, or viewer/audience about events of the day which are considered
newsworthy or important.

Generic Structure/Text structure organization

Newsworthy events : recount the event in summary form

Background events : elaborate what happened, to whom, in what circumstance

Sources : comments by participants in, witnesses to and authorities expert on the event

Language features:

Short, telegraphic information, about it story captured in headline

Use of material processes (action verbs) to retell the events

Use of verbal process (said, told etc.)

Focus on circumstance

1. TEXT MODELLING

Read the following text carefully.

Man Jailed for striking RI Maid


Newsworthy events

SINGAPORE: A supervisor was jailed for two months for repeatedly striking his Indonesian maid on the head
and back with a television remote control, news reports said on Thursday.

Background event 1

Muhammad Shafiq Wan Abdullah admitted in a Singapore court he physically abused the woman on several
occasion between June and October 2002, The Straits Times said.

Background event 2

The magistrates court heard that Syafiq, 31, began striking Winarti, 22, about a month after she started
working for him.

Background event 3

He hit her on the head with the TV sets remote control because he was unhappy with her work. On one
occasion, he punched her on the back after accusing her of daydreaming.

Source

S.S. Dhillon, Shafiqs lawyer, said his client lost his better senses when he saw his daughters face covered
as she lay in bed.

He said his client thought the maid had put the child in danger.
A. FLASHLIGHT

Inti dari text/genre berbentuk hortatory exposition adalah text yang memaparkan dan mempengaruhi
pembaca/pendengar bahwa sesuatu seharusnya demikian atau tidak demikian.

Istilah-istilah yang perlu diperhatikan :

Generic human & non human participant: yang diceritakan bersifat umum/general (bias apa saja) yang
penting bias mempengaruhi audience.

Mental Process : disebut juga Thinking Verb yaitu kata kerja yang berhubungan dengan persepsi panca
indera / persepsi batiniah, misalnya: guest, think, feel, dsb.

Material Process : disebut juga Action Verb yaitu kata kerja yang mengacu pada aksi atau tindakan dari
si tokoh, misalnya : makan (eat, ate, eaten), tidur (sleep, slept), berenang (swim, swam,swum)

Relational Process : disebut juga dengan istilah Linking Verb (Kata Kerja penghubung) yang berguna
untuk menghubungkan subjek dengan pelengkap ( sbg subject complement).

B. TEXT SUMMARY

Social Function/ Communication Approach/ Purpose: to persuade the reader or the listener that something
should or should not be the case.

Generic Structure/ Text Organisation:

a Thesis (announcement of issue concern)

Arguments (giving reasons for concern, leading to recommendation) .

Recommendation (stating what ought or ought not to happen)

Language Features:

Focus on generic human and non human participant, except for speaker or writer referring to self.

Use of Mental Process

Use of Material Process

Use of Relational Process

Use of Simple Present Tense


Use compound and complex sentences

A. Text Modelling

Read the following text carefully

Generic Structure

THESIS :

Announcement of issue concern

ARGUMENT

Reasons for concern that lead to recommendation

ARGUMENT

ARGUMENT

RECOMMENDATION

Statement of what ought or ought not to happen


CRIME IN CITIES

Crime is a serious problem in big cities and it is getting worse every year. This is what police departments
around the country said in their reports last week. The subways are more dangerous. The streets are more
dangerous. You may not even be safe in your own home.

Why is the problem so serious now? This is not an easy question to answer. There may not be a single answer.
Many problems seem to make cities so dangerous.

One of the problems is money. To fight crime a city needs police officers, cars and guns. These cost a lot of
money. But right now cities do not have much extra money. So, there are not enough police officers, cars and
guns for the cities.

Another problem is drugs. Crime studies show that many criminals use and sell drugs. After they start taking
drugs, they want to have more. How ever, drugs are very expensive. So, these people may sell drugs to other
people to make money or they may steal money to get more drugs.

There is an even more important cause of crime. Cities have rich and poor neighborhoods. In the poor
neighborhoods, jobs are hard to find. Many young people don't have much hope for a better life. They only
know one way to make a better living for themselves. That way is to sell drugs or steal. So, some of these
young people become criminals.

It is not going to be easy to change these crime problems. We must first change many of the laws about drugs.
We must change the way cities spend their money. Until then, the crime problem will not go away and we will
live our Jive in fear.

A. FLASHLIGHT

Inti dari text/genre berbentuk Analytical Exposition adalah teks yang memaparkan / berisi ajakan pada
pembaca atau pendengar bahwa ada masalah yang tentunya perlu mendapat perhatian. Misalnya, pentingnya
belajar bahasa Inggris, pentingnya perpustakaan,dsb.

Istilah- istilah penting yang perlu diketahui dalam Analitycal Exposition Genre :

Generic human & non human participant: yang diceritakan bersifat umum/general (bias apa saja) yang
penting bias mempengaruhi audience

Relational Process : disebut juga dengan istilah Linking Verb (Kata Kerja penghubung) yang berguna
untuk menghubungkan subjek dengan pelengkap ( sbg subject.

Causal Conjunction : Konjungsi / kata penghubung yang menerangkan sebab/ asal muasal suatu kejadian,
contohnya: because, because of, since, for.

Internal conjunction :

B. TEXT SUMMARY
An analytical exposition text is designed to persuade the reader or listener that something in case or to analyse
or explain.

Social Function/ Communication Approach/ Purpose :

to persuade by presenting arguments

to analyse or explain

Generic Structure / Text Organization :


1. Thesis

v Position : Introduces topic and indicates writers position.

v Preview : Outlines the main arguments to be presented.

2. Arguments Point

v Point : restate main arguments outlined in preview.

v Elaboration : develops and supports each point/argument

3. Reiteration : Restates writers position

Language Features:

Focus on generic human and non human participant

Use of Relational Process

Use of Internal Conjunction to state argument such as: firstly, however, on the other hand, therefore

Use compound and complex sentences

Use Causal Conjunction

Use of present tense

1. Text Modelling

Read the following text carefully


BEING FAT IS A SERIOUS PROBLEM

Do you know if you are too fat, you may have serious problems with your health? A group of doctors wrote a
report about some of the effects of too much fat.

One important effect is on the heart. If you are fat, your heart has to work harder. This may lead to a heart
attack; or it may lead to other heart problem.

In addition, extra fat can also change the amount of sugar in your blood. This can cause serious disease such as
diabetes.

Furthermore high blood pressure is another possible

result of being fat.

More studies are needed about all these problems but one thing is clear, extra fat may make your life shorter.

(Q.S.
Yusuf: 86)

A.

FLASHLIGHT

Inti dari text bergenre review adalah memberikan penilaian terhadap hasil karya seni atau sastra berupa
kritikan atau pujian. Biasanya text bergenre review berupa ulasan atau resensi terhadap karya sastra/seni.
Karya-karya tersebut dapat berbentuk: film, drama, buku, sandiwara/pertunjukan, lagu, konser, dll.

Istilah-istilah penting yang perlu diketahui dalam Review Genre:

Particular participant: Biasanya berupa judul karya seni/sastra. Tokoh cerita bersifat spesifik atau khusus,
yang mengacu pada satu atau beberapa individu dan tidak berlaku pada semua/general.

Metaphorical language: Gaya bahasa metafora yang berupa perbandingan antara dua hal tanpa
menggunakan kata-kata pembanding ( seperti, laksana, bagaikan, dsb.)

Complex sentence: Kalimat kompleks, yaitu kalimat yang terdiri dari induk kalimat (main clause) dan anak
kalimat (dependent clause).
Adjective of appraisal: Ungkapan yang digunakan untuk memberikan penilaian terhadap karya sastra baik
yang berupa pujian atau kritikan.

B.

TEXT SUMMARY

Text yang bergenre Review banyak sekali menggunakan bahasa metafora atau menggantikan benda yang satu
dengan menyebut benda lain tanpa menggunakan kata-kata pembanding: seperti, bagaikan, laksana, dll.
Metafora hampir sama dengan gaya bahasa simile, namun, tidak seperti metafora, simile banyak menggunakan
kata-kata :seperti, bagaikan

Metaphorical Expressions: to compare the similarity of the two different objects of art works (untuk
membandingkan persamaan dua buah hasil karya sastra)

A = B

You are my life

Perhatikan contoh-contoh berikut:

Spiderman 2 reminds me somewhat of Superman, in whichh Clark Kent struggles with his secret power.

The analogy is:

Spiderman 2 = Superman

Struggles with his secret power Struggles with his secret power

Dari contoh di atas penulis membandingkan film Spiderman 2 dan Superman bahwa kedua film tersebut punya
persamaan dari tokoh cerita.

APPRAISALS
Untuk memberikan komentar tentang karya sastra, kita menggunakan Appraisals. Untuk menggunakan
ungkapan tersebut kita bisa menggunakan:

The film is better than the original book

The film features high powered actions with excellent special effects.

Spiderman movie was a huge hit with kids

Kirsten Dusnt is still the ideal Mary Jane.

Alfred Molina is excellent as Helen.

The scene of the drama touches our heart.

Batman Forever is an excellent movie.

Communicative Approach/social function/purpose:

To critique an art work or event for public audience

To summarize, analyze, and respond to art works (movie, film, book, plays, etc)

Generic Structure/Text structure organization

Orientation : background information on the text

Interpretative recount : summary an art work, including characters and plot

Evaluation : concluding statement, judgment, opinion, or recommendation

Evaluative Summation: the last opinion consisting of the appraisals

Language features:

Focus on specific or individual participant (name of the artworks)

Use of metaphorical languages

Use of simple present tense (to express the evaluation)

Use of simple past (to tell the past event of the summary)

Use of complex sentence


Use of direct adjectives of appraisals ( good, bad, quite bad)

1. TEXT MODELLING

Read the following text carefully.

OST (original Soundtrack) of Brownies

Generic Structure

Language Features

Name of the art work

orientation

Bisa Saja is choosen as the first single of the album and theme song of BROWNIES, since the lyric reflects
the story in the movie.

Present tense

Evaluation 1

Budjana of GIGI demonstrates his skills in playing acoustic guitar in Cinta Terakhir). Three other band new
song, Dilema, Jangan Bilang Pacarku and Semua orang berhak mandapat rasa bahagia, give supporting
nuances to the movie flow as GIGI composed them by imagining how the scenes would look like based on the
screenplay.

Interpretative recount

When Hanung Bramanyo (the director) and Dewa Budjan of GIGI chatted, Budjana expressed his interest in
making a soundtrack album. Then, he recommended a few of GIGI songs, which the producer accepted
because of the chemistry they created with the movie. Since GIGI can provide a variety of colors to add all
kinds of musical nuances to enrich the movie, the producer deemed it unnecessary to find other musicians to
complete OST of Brownies.

Evaluation 2

Armand Maulana (Vocal) I Gede Dewa Budjana (guitar), Thomas Ramdhan (bas), and Gusti Erhandy (drums-
stand-in player for Budhy Haryono) put a lot of effort into this album. As a result, theyve created perfect
blend of movie and songs that makes BROWNIES tastier.

metaphorical expression
appraisal

Evaluative Summation

Its always fun to have a piece of Brownies in your mouth. But having it in your stereo set is more
entertaining. No movie is perfect without musical score and OST of Brownies has proved it excellent.

...Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan

dan kesedihanku dan aku mengetahui dari Allah

apa yang kau tiada mengetahuinya.

(Q.S. Yusuf: 86)

A.

FLASHLIGHT

Inti dari text bergenre commentary adalah menjelaskan proses perubahan bentuk suatu objek atau fenomena
alam dan sosial budaya. Perubahan bentuk tersebut terjadi dalam kurun waktu yang lama dan lambat atau
bersifat evolusi.

Istilah-istilah penting yang perlu diketahui dalam commentary genre:

Generic non human participant: Tokoh cerita bersifat umum dan biasanya bukan berupa manusia

Material process disebut juga dengan istilah Action verb yaitu kata kerja yang mengacu pada aksi atau
tindakan dari si tokoh, misalnya: makan (eat/ate/eaten), tidur (sleep/slept), berenang (swim/swam/swum), dll.

Relational Process disebut juga dengan istilah Linking verb (Kata kerja penghubung) yang berguna untuk
menghubungkan subjek dengan pelengkap (sebagai Subject Complement). misalnya, to be (is, am, are, was,
were) taste, look, seem, become, smell, consist of, derive from, function as, etc.

Temporal conjunction: Konjungsi/kata penghubung waktu yang menghubungkan kejadian satu dengan yang
lain, misalnya firstly, then, next, after that, meanwhile, at that time, etc.

Temporal circumstance: Keterangan waktu, misalnya Once, once upon time, etc.

B.

TEXT SUMMARY

Communicative Approach/social function/purpose:

To explain the process involved in the formation (evolution) of a socio cultural phenomenon, as though a
natural phenomenon.

Generic Structure/Text structure organization

General statement

Sequenced explanation: evolution step 1

Sequenced explanation: evolution step 2

Sequenced explanation: evolution step 3

Language features:

Focus on generic non human participant

Use of relational process (linking verbs)

Use of simple past to trace the evolution

Use of material process/action verbs

Use of temporal and causal circumstance and conjunction

TEXT MODELLING
Read the following text carefully.

COMPUTER

General statement

Do you know what computers are? Many people and offices use computers to make their duties faster easier to
do. Can you imagine that computers that we use nowadays are very different from an early machine?

Evolution step 1

More than 150 years ago, an English mathematician named Charles Babbage began to build the first computer.
He called it the Analytical Engine. But he was not able to finish his project. His dreams of building a computer
had come too early. Some of the parts needed for his machine had not been invented.

Evaluation 2

Evolution step 2

For many years, scientists studied Mr. Babbages plans and ideas. Then, in the early 1940s, an American
named Howard Aiken built the first modern electric-powered computer. It was named Mark 1, but Mr. Aiken
nicknamed it Babbages Dream Come True Mark 1 was huge and noisy. It was 13.7 m long, 2.4 m high, and
had a million different parts. It could only do two addition problems per second.

Evolution step 3

Todays computers are much quieter and smaller than those early machines. They also work much faster. Some
can do more than a million, draw a picture, or learn math facts.

Proset 3

TEXT 1
To improve comfort and cleanliness at our school, a number of dust bins should be increased.

When we look at classrooms, school corridors and school yard, there are papers, mineral water cups,
and napkins here and there. The condition of uncleanliness and discomfort really hinders learning and teaching
environment. Litters thrown carelessly cause disease, especially empty plastic cups or glasses. They can be
filled out with water coming from the rain. This can be placed for dengue mosquitoes to spread out. Besides,
these rubbish can deteriorate the scene. Well painted wall and green school yard do not mean anything if litters
are scattered everywhere.

Anyway I notice that most of the students in our school have responsibilities for their school
environment. They put their litters on the proper places. But some are not diligent enough to find the dust bins.
The numbers of dust bins in our schools are not enough. More dust bins should be put beside each of steps,
outside of the classroom, and some more along the corridors. Probably one dust bin should be in every ten
meters. So when students want to throw away their litters, they can find the dust bins easily.

When school is equipped with sufficient dust bins, we do not have problems of filth and discomfort
anymore. Our school will be very clean and become a nice place to study.

01. What is the writers intention? To.readers to do something good.

(A) inform

(B) explain

(C) describe

(D) entertain

(E) persuade

02. According to the writer, more dust bins.in every ten meters.

(A) should be decorated

(B) should be painted

(C) should be placed

(D) are unnecessary

(E) are not required

03. What is the writers argument on a sufficient number of dust bins?


(A) They can prevent litters

(B) They can save the janitors energy

(C) Students are asked to clean them

(D) They make school environment neat

(E) Students can throw garbage away easily

04. What is the writers suggestion?

(A) To buy more dustbins

(B) To hire more gardeners

(C) To use dustbins efficiently

(D) To ask parents to give more dustbins

(E) To ask the students to clean the school yard

05. The condition of uncleanliness and discomfort really hinders learning and teaching environment. The
underlined word means.

(A) increases

(B) spreads out

(C) imitates

(D) forces

(E) bothers

TEXT 2

Career Women

In modern world, women have the benefit from the wider chance of getting a career outside their household
sphere. Many women , however, have some difficulties deciding whether they will pursue a career or not.
Some of them stay at their offices, while at same time they act as a housewife. But, the others choose to
concentrate their attention to their household only.

Being a career women offers the advantages of a wider chance of self actualization. They can widen their
knowledge and developed their capacity. For example, many women do not know exactly what is their talent
before they start a career. But then, after they have a career they know which field they can do best and which
one they can not. This will help them to refocus their life goal.

Another big advantage is that they can help supporting they household's finance so that men do not become the
single fighter in financing their families. For example, if a wife works, she can help her husband financing
their children's educational budget, so that their children can have the best education.

Being a career women, on the other hand, has some significant disadvantages, too. They have more burdens in
their life, as they have to manage their job as well as their household. For example, a female teacher has to
prepare teaching material for tomorrow class while at the same time she has to think about how to handle her
naughty son.

In addition, being a career women can be risky for their household. For example, many women have to spend
their time more in their career as it grows more challenging, so they have only limited time left for their family,
resulting in their lack of care and attention for their husband and children. The extreme impact of this situation
is the broken home.

In the end, the decision that each women makes will depend on their own personal values, as well as their
readiness for taking on the considerable consequences of each choice.

06. The type of the text is ....

(A) review

(B) report

(C) descriptive

(D) narrative

(E) discussion

07. In modern world, women have the benefit (p. 1) The meaning of benefit is ....

(A) power

(B) loyalty

(C) weakness

(D) advantage

(E) disadvantage

TEXT 3
MELBOURNE, Jan 22 (UPI) --- Fire authorities in four Australian states are to control bushfires fanned by
strong winds and searing temperature.

The Australian reported Sunday that blazes continued in South Australia, Tasmania, Western
Australia and Victoria, much of Adelide is engulfed in thick smoke. The firefighters who are confronted by
blast-furnace winds try to bring the flames under control.

At Robertstown in the states mid-north, more than 2.500 acres have already burned. Another
bushfire, started by lightening, charred the earth near Mouth Flat on the southern side of Kangoroo Island,
while Ngarkat Conservation Park, in the States upper-southeast, is also a blaze.

The most serious fires were in Victoria, where up to six homes were destroyed by a fire near the
town of Anakie, 36 miles west of Melbourne.

In Tasmania, falling temperatures and patchy rain brought some relief to firefighters, who continued
to monitor 22 blazes across the state.

08. The writer wrote the text toreaders about newsworthy events in four Australian states.

(A) entertain

(B) persuade

(C) explain

(D) inform

(E) amuse

09. What is the text about?

(A) Weather effect of fires

(B) The effect of fires

(C) Fires in some areas of Australia

(D) The danger of fires

(E) The cause of fires

10. ..is also a blaze. (Par. 3).

The underlined word means.


(A) dangerous

(B) covered

(C) isolated

(D) on fire

(E) at risk

11. The reporter likely got the information from

(A) visitors

(B) tourists

(C) commuters

(D) fire fighters

(E) homeless people

TEXT 4

MANILA (AFP): the Philippines has the most number of endemic bird species which are in danger of
extinction, according to a nation wide wildlife report obtained here yesterday.

The Philippine Red Data Book, written by the Wildlife Conservation Society of the Philippines,
noted that the country has 40 endangered bird species, more than any other country.

This include the Cebu Flower-Pecker of which only four are known to still be alive, making it the
most endangered bird in the world, the Red Data said.

An endangered species is defined as one that has a 20% chance of becoming extinct in 20 years.

The Data Book said the threat of extinction was due to the growing destruction of the forests which
are the habitats of the birds and other wild animals, many of which are similarly endangered.

12. What is genre of the text above?

(A) narrative

(B) procedure
(C) news item

(D) descriptive

(E) report

13. The social function of the text is ..

(A) to retell an event for the purpose of entertaining

(B) to amuse the readers and deal with actual or vicarious experience indifferent ways

(C) to present different point of views

(D) to share with other unusual incidents

(E) to inform the readers about newsworthy events

14. The text above is about?

(A) the Philippine Red Data Book on animal

(B) the Wildlife Conservation Society in the Philippines

(C) the number of endemic bird species still available

(D) the endangered habitats of birds in the Philippines

(E) a report about the extinction of the most endangered birds

15. According to the Red Data Book, some birds and wild animals are in danger of extinction because
people?

(A) hunt them for sport

(B) keep destroying forests

(C) move their habitats

(D) change forests into their habitats

(E) catch them to domesticated

16. Endangered species are?


A. the forty percent of bird species in the world

B. all wild animals except the Cebu Flower-Pecker

C. birds which now remains twenty percent

D. the endemic bird species kept in the captivity

E. those predicted to be extinct within 20 years of time

17. the threat of extinction was due to (par.5). the word Threat means?

(A) notice

(B) warning

(C) danger

(D) statement

(E) announcement

TEXT 5

There are several things that I do not like about registration. First, it takes too long. There entire process takes
the average students three hours. Second, it is too impersonal. No one knows your name, not even the
counsellors who stamp their names on your registration card. Next I do not like the atmosphere where
registration is held. The constant sound of voice is irritating and so are the fluorescent lights, which make
everyone look a little sick. Finally, I do not like the way it is organized. Freshmen always get in last.
Consequently they end up in classes at inconvenient times.

18. What type of text is used by the writer

(A) Narrative

(B) Analytical Exposition

(C) Descriptive

(D) Report

(E) Anecdote
19. The communicative purpose of the text is.....

(A) to persuade the reader about the certain case

(B) to explain the process of something

(C) to inform readers about events

(D) to amuse, entertain and to deal with experience

(E) to describe the particular thing

20. What kind of atmosphere of registration that makes the writer frustrated?

(A) it takes too long

(B) it is too impersonal

(C) the constant sound of voice

(D) no one knows our name

(E) the way it is organized

21. The text above mainly discusses about......

(A) the writer feeling of atmosphere

(B) the way of registration

(C) the writers problems about registration

(D) the registration card

(E) the entire process that takes three ours


TEXT 6

One of the greatest advances in modern technology has been the invention of computers. They are already
widely used in industry and university, and the time may come for ordinary people to use them as well.

Computers are capable of doing extremely complicated work in all branches of learning. They can solve
problems or put thousands of unrelated facts in order. These machines can put to varied uses. For instance, they
can provide information on the best way to prevent traffic accidents, or they can count the number of times a
certain world has been used in a book. Because they work accurately at high speeds, they save research
workers years of hard work. This whole process by which machines can be used to work for us has been called
automation.

In the future, automation may enable human beings to enjoy far more leisure than they do today. But, the
coming of automation is bound to have important social consequences. Besides its advantages, there are
negative effectsman is replaced by machines, and it means that some of the people will lose their jobs.

22. The general point of the text above is....

A. the coming of automation is bound to have important social consequences.

B. there are negative effects of the coming of automation

C. the invention of computer and automation and its advantage for human beings.

D. computer can provide many information

E. computer works accurately

23. Advances in modern technology.

A. have positive and negative effects to human beings

B. are not hoped by anybody in the world

C. always bring about advantages to human beings

D. always produce negative effects

E. are not useful for human beings


TEXT 7

Ada Apa dengan Cinta? (Whats Up with Love?) is 2002s big hit in Indonesia. Many viewers watched it again
and over again. Its no surprise considering that the movies theme offers something that closely related to their
life. But its not all about it. There are a lot of sociological concepts framed in the plot.

The director made this movie with trying as much as possible to avoid the clich that a teen flick tends to do
and he almost succeed on it. It makes this movie as a positive movie for the teenagers. It is much better than a
teen movie used to be. The cast is great. Each actor plays their part decently and made the plots development
in much style. Dian Sastrowardoyo does know how to act in front of the camera and she indeed the next best
thing in Indonesia.

Technically, this movie is a mediocre. The pace is a bit slow, but in general, Ada Apa Dengan Cinta? Is
respectable movie.

24. The genre of the text above is

A. narrative

B. anecdote

C. review

D. exposition

E. description

25. The following are correct, except

A. Ada Apa dengan Cinta? Is a 2002s big hit in Indonesia

B. Many people watched it more than once

C. Ada Apa dengan Cinta? Contains many sociological concepts

D. Ada Apa dengan Cinta? Is lack of originality

E. Technically, Ada Apa dengan Cinta? Is a mediocre.

26. The purpose of the author writing the text above?


A. to present at two points of view.

B. to amuse the readers about the film

C. to critique and give appraisals about the film

D. to describe about the film

E. too persuade the readers about the film Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

Diposkan 6th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

1.
FEB

Active and Passive Voice

Active and Passive Voice


ACTIVE AND PASSIVE VOICE
Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
Kata kerja transitif mempunyai dua voice (ragam gramatikal), aktif dan pasif.
1) Bentuk aktif adalah orang, binatang, atau benda yang ditunjukkan oleh subjek dikatakan
melakukan sesuatu pada yang lain.
Contoh: Karim killed a tiger. Karim membunuh seekor harimau
2) Bentuk pasif adalah orang, binatang atau benda dikatakan menderita sesuatu dari sesuatu yang lain.
Contoh: A tiger was killed by Karim. Seekor harimau dibunuh oleh Karim
Bentuk pasif :
To Be + Past Participle
Aturan-aturan :
a) Kata kerja transitif tidak digunakan dalam bentuk pasif, kecuali kalau kata kerja itu menggunakan
cognate object dalam bentuk aktif.
Aktif : She sang a fine song. Ia menyanyikan sebuah nyanyian yang merdu
Pasif : A fine song was sung by her. Sebuah nyanyian yang merdu dinyanyikan olehnya
b) Bilamana kalimat diubah dari bentuk aktif ke pasif, objek untuk kata kerja aktif menjadi subjek
untuk kalimat kerja pasif.
objek untuk kata kerja aktif :
Aktif: Linda can make tarts. Linda dapat membuat kue tart
Subjek untuk kata kerja pasif :
Pasif: Tarts can be made by Linda
c) Retained object (objek yang tetap dipakai/dipertahankan dalam pasif)
Dua buah objek dalam kalimat aktif, ketika diubah menjadi kalimat pasif, masih tetap ada sebuah objek
dipertahankan, objek ini dinamakan retained object. Objek ini mungkin objek tak langsung dari kata kerja aktif
atau objek langsung dari kata kerja aktif.
Objek tak langsung dari kata kerja aktif
Kata Kerja aktif Kata kerja pasif
We gave him a prize A prize was given him by us
Objek langsung dari kata kerja aktif
Kata Kerja aktif Kata kerja pasif
We gave him a prize He was given a prize by us
Berikut contoh-contoh kalimat aktif yang dirubah menjadi kalimat pasif dalam bentuk tenses :
1) Simple present
Aktif Pasif
John bites Mary Mary is bitten by John
John doesnt bite Mary Mary isnt bitten by John
Does John bite Mary? Is Mary bitten by John?
What does John do? What is done by John?
Who bites Mary? Who is Mary bitten by?
Who does John bite? Who is bitten by John?
2) Simple continuous
Aktif Pasif
John is biting Mary Mary is being bitten by John
John isnt biting Mary Mary isnt being bitten by John
Is John biting Mary? Is Mary being bitten by John?
What is John doing? What is being done by John?
Who is biting Mary? Who is Mary being bitten by?
Who is John biting? Who is being bitten by John?
3) Present perfect
Aktif Pasif
John has bitten Mary Mary has been bitten by John
John hasnt bitten Mary Mary hasnt been bitten by John
Has John bitten Mary? Has Mary been bitten by John?
What has John done? What has been done by John?
Who has bitten Mary? Who has Mary been bitten by?
Who has John bitten? Who has been bitten by John?
4) Present perfect continuous
Aktif Pasif
John has been biting Mary Mary has been being bitten by John
John hasnt been biting Mary Mary hasnt been being bitten by John
Has John been biting Mary? Has Mary been being bitten by John?
What has John been doing? What has been being done by John?
Who has been biting Mary? Who has Mary been being bitten by?
Who has John been biting? Who has been being bitten by John?
5) Simple past
Aktif Pasif
John bit Mary Mary was bitten by John
John didnt bite Mary Mary wasnt bitten by John
Did John bite Mary? Was Mary bitten by John?
What did John do? What was done by John?
Who bit Mary? Who was Mary bitten by?
Who did John bite? Who was bitten by John?
6) Past continuous
Aktif Pasif
John was biting Mary Mary was being bitten by John
John wasnt biting Mary Mary wasnt being bitten by John
Was John biting Mary? Was Mary being bitten by John?
What was John doing? What was being done by John?
Who was biting Mary? Who was Mary being bitten by?
Who was John biting? Who was being bitten by John?
7) Past perfect
Aktif Pasif
John had bitten Mary Mary had been bitten by John
John hadnt bitten Mary Mary hadnt been bitten by John
Had John bitten Mary? Had Mary been bitten by John?
What had John done? What had been done by John?
Who had bitten Mary? Who had Mary been bitten by?
Who had John bitten? Who had been bitten by John?
Past perfect continuous
Aktif Pasif
John had been biting Mary Mary had been being bitten by John
John hadnt been biting Mary Mary hadnt been being bitten by John
Had John been biting Mary? Had Mary been being bitten by John?
What had John been doing? What had been being done by John?
Who had been biting Mary? Who had Mary been being bitten by?
Who had John been biting? Who had been being bitten by John?
9) Future
Aktif Pasif
John will bite Mary Mary will be bitten by John
John wont bite Mary Mary wont be bitten by John
Will John bite Mary? Will Mary be bitten by John?
What will John do? What will be done by John?
Who will bite Mary? Who will Mary be bitten by?
Who will John bite? Who will be bitten by John?
10) Future continuous
Aktif Pasif
John will be biting Mary Mary will be being bitten by John
John wont be biting Mary Mary wont be being bitten by John
Will John be biting Mary? Will Mary be being bitten by John?
What will John be doing? What will be being done by John?
Who will be biting Mary? Who will Mary be being bitten by?
Who will John be biting? Who will be being bitten by John?
11) Future perfect
Aktif Pasif
John will have bitten Mary Mary will have been bitten by John
John wont have bitten Mary Mary wont have been bitten by John
Will John have bitten Mary? Will Mary have been bitten by John?
What will John have done? What will have been done by John?
Who will have bitten Mary? Who will Mary have been bitten by?
Who will John have bitten? Who will have been bitten by John?
12) Future perfect continuous
Aktif Pasif
John will have been biting Mary Mary will have been being bitten by John
John wont have been biting Mary Mary wont have been being bitten by John
Will John have been biting Mary? Will Mary have been being bitten by John?
What will John have been doing? What will have been being done by John?
Who will have been biting Mary? Who will Mary have been being bitten by?
Who will John have been biting? Who will have been being bitten by John?
Kata-kata kerja transitif kadang-kadang mempunyai arti pasif walaupun bentuk kalimatnya adalah aktif :
a) Dengan komplemen
Sugar tastes sweet (pasif: sugar is sweet when it is tasted). Gula manis rasanya (gula manis bila
dirasakan)
b) Tanpa komplemen
The books is printing (pasif: the book is being printed). Buku itu sedang dicetak
The cows are milking (pasif: the cows are being milked). Sapi-sapi itu sedang diperah
Kesimpulan :
TENSES ACTIVE PASSIVE
Simple Present Mary Helps John John is helped by Mary
Present Continuous Mary is helping John John is being helped by Mary
Present Perfect Mary has helped John John has been helped by Mary
Past Tense Mary helped John John was helped by Mary
Past Continuous Mary was helping John John was being helped by Mary
Simple Future Mary will help John John will be helped by Mary
Be going to Mary is going to John John is going to be by Mary
Past perfect Mary help John John helped by Mary
Future perfect Mary had helped John John had been helped by Mary
will have will have been
helped helped

Perhatian: Semua bentuk pasif verbnya menggunakan bentuk ketiga (V3)

Diposkan 6th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

2.
FEB

6
LATIHAN SOAL UN SMP BAHASA INDONESIA DAN
PEMBAHASAN

PREDIKSI SOAL UJIAN NASIONAL


MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
TAHUN 2012/2013

1. Indikator SKL : Mengidentifikasi isi dan bagian suatu paragraf


ikator Soal : Disajikan sebuah paragraf, siswa dapat menentukan gagasan utama paragraf tersebut

Soal :
Bacalah paragraf berikut!

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara menyurvei dua satwa
endemik Sulawesi, yakni anoa dan burung maleo. Aktivitas itu dimaksudkan untuk mengetahui
jumlah pasti populasi kedua hewan dilindungi tersebut. Survei menggunakan metode sampling di
kawasan suaka margasatwa Tanjung Peropa dan Buton Utara.

Gagasan utama paragraf tersebut adalah .


A. tujuan survei satwa endemik Sulawesi
B. survei satwa endemik Sulawesi
C. metode survei satwa endemik
D. tempat survei satwa endemik

Kunci :B
Pembahasan :
Gagasan utama atau gagasan pokok merupakan pernyataan umum yang terdapat pada kalimat
utama. Kalimat tersebut bersifat umum dengan ditandai kata yang merujuknya.

Kata kunci: Di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara menyurvei
dua satwa endemik Sulawesi, yakni anoa dan burung maleo.(menyurvei dua satwa Sulawesi).
Kata yang merujuknya: Aktivitas itu .... (kalimat kedua); Survei menggunakan . (kalimat
ketiga)

2. Indikator SKL : Menentukan persamaan isi berita


ikator Soal : Disajikan dua kutipan berita, siswa dapat menentukan persamaan isi berita tersebut

Soal :
Bacalah kutipan berita berikut kemudian kerjakan soal nomor 2 dan 3!

Teks berita I
Sekitar 7.000 hektar hutan mangrove hancur di kawasan Laguna Segara
Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah. Kasus itu terjadi sejak tahun 1984
sehingga menghancurkan berbagai biota laut dan tempat pemijahan puluhan
jenis ikan. Bahkan, kondisi tersebut ikut mengancam ekosistem perairan selatan
Jawa dan kepunahan hutan mangrove.
Teks berita II
Warga pendatang dari Ciamis, Jawa Barat, membabati mangrove. Bahkan
mereka menggarap tanah timbul menjadi areal pertanian. Penebangan liar juga
dilakukan guna memanfaatkan kayu mangrove sebagai material bahan
bangunan. Hal itu menyebabkan hutan mangrove semakin terancam
kepunahan.
Kesamaan informasi teks berita tersebut adalah .
A. upaya penyelamatan hutan mangrove
B. pemanfaatan biota di hutan mangrove
C. terancam punahnya hutan mangrove
D. penanaman kembali hutan mangrove

Kunci :C
Pembahasan :
Informasi adalah keterangan, pemberitahuan, kabar, atau berita. Untuk mencari kesamaan isi
beberapa berita, kita harus menentukan informasi pokok dari setiap teks berita tersebut.

Kata-kata yang dirujuk:


Teks I: Kondisi tersebut ikut mengancam ekosistem perairan selatan Jawa dan kepunahan hutan
mangrove.
Teks II: Hal itu menyebabkan hutan mangrove semakin terancam kepunahan.

dikator SKL : Menentukan perbedaan penyajian berita


Indikator Soal : menentukan perbedaan penyajian berita tersebut

Soal :
Perbedaan penyajian kedua kutipan berita tersebut adalah
A. Teks berita I diawali dengan apa, sedangkan berita II diawali dengan di mana
B. Teks berita I diawali dengan apa, sedangkan berita II diawali dengan siapa
C. Teks berita I diawali dengan kapan, sedangkan berita II diawali dengan siapa
D. Teks berita I diawali dengan kapan, sedangkan berita II diawali dengan apa

Kunci :B
Pembahasan :
Unsur-unsur berita biasanya berpola 5 W + 1 H: what (apa), who (siapa), where (di
mana), when (kapan), why(mengapa), dan how (bagaimana). Bukan berarti bahwa penulisan
berita harus mengikuti urutan unsur-unsur tersebut. Dalam penyajiannya , seorang penulis berita
dapat memvariasikannya. Bahkan kadang-kadang unsur-unsur tersebut tidak lengkap dalam
sebuah berita.

Teks berita I: Peristiwa apa? Sekitar 7.000 hutan mangrove hancur


Teks berita II: Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Warga pendatang dari Ciamis

Indikator SKL : Mengidentifikasi isi teks biografi/iklan


ikator Soal : Disajikan kutipan biografi tokoh, siswa dapat menentukan keistimewaan tokoh

Soal :
Bacalah paragraf berikut dengan saksama kemudian kemudian kerjakan soal nomor 4 dan 5!

Riana Helmi dalam usianya yang belum genap 18 tahun, tepatnya 17 tahun 11 bulan, dianggap
dokter termuda di Indonesia. Remaja kelahiran Banda Aceh itu diwisuda sebagai dokter dari
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Riana menyelesaikan kuliah dalam waktu tiga tahun
enam bulan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sangat memuaskan, yaitu 3,67 dan dengan
waktu kuliah tercepat dibandingkan mahasiswa kedokteran di mana pun. Meskipun begitu, ia
tetap gadis yang rendah hati, ramah, dan tidak sombong dengan prestasi yang diraihnya.
Keistimewaan tokoh sesuai dengan isi biografi tersebut adalah .
A. Lulus dokter sebelum usia 18 tahun
B. Menjadi mahasiswa kedokteran di UGM
C. Remaja Banda Aceh kuliah di kedokteran
D. Remaja kelahiran Banda Aceh diwisuda

Kunci :A
Pembahasan :
Keistimewaan seseorang merupakan sesuatu yang khas dan tidak semua orang
memilikinya. Dalam hal ini, Riana Helmi lulus menjadi dokter sebelum usia 18 tahun.

Indikator SKL : Mengidentifikasi isi teks biografi/iklan


ikator Soal : Disajikan kutipan biografi tokoh, siswa dapat menentukan sifat tokoh yang dapat diteladani

Soal :
Sifat yang baik untuk diteladani pada tokoh tersebut adalah .
A. tinggi hati dan ramah
B. rendah hati dan ramah
C. sombong dan rendah hati
D. tinggi hati dan sombong

Kunci :B
Pembahasan :
Keteladanan seorang tokoh merupakan sifat/perilaku baik yang layak ditiru.
Di antara empat pilihan, hanya pilihan (B) yang merupakan teladan dan patut dicontoh.

Indikator SKL : Menentukan kalimat fakta/opini dalam iklan


ikator Soal : Disajikan sebuah iklan, siswa dapat menentukan kalimat fakta/opini

Soal :
Perhatikan iklan berikut!

1) Bahasa Inggris itu MUDAH dan MURAH


2) Hanya 500 ribu sampai bisa
3) Tersedia tiga level
4) Untuk semua level, gratis pengulangan
5) Lokasi di Jalan Pantai Indah Tanjung Pinang

Kalimat opini pada iklan tersebut ditandai nomor .


A. 1 dan 2
B. 2 dan 4
C. 3 dan 4
D. 3 dan 5

Kunci :A
Pembahasan :
Pendapat=opini adalah pikiran atau anggapan seseorang terhadap sesuatu. Orang yang satu
dengan yang lain dapat berbeda pendapat bergantung pada pandangan, pendirian, atau
penilaiannya. Data pendukung kata mudah dan murahpada kalimat Bahasa Inggris itu MUDAH
dan MURAH dan kata hanya pada kalimat Hanya 500 ribu sampai bisa.

Indikator SKL : Mengidentifikasi isi teks biografi/iklan


ikator Soal : Disajikan sebuah iklan siswa dapat menentukan maksud salah satu kalimat dalam iklan tersebut.

Soal :

Hati-hati berkendaraan. Patuhi aturan nyaman di jalan. Kesadaran kita keselamatan semua.
Begitulah harapan warga kota.
Maksud kalimat kedua pada iklan tersebut adalah
A. Seharusnya kita sadar akan aturan lalu lintas sehingga harapan warga terpenuhi.
B. Kalau kita menaati aturan lalu lintas, akan selamatlah warga kota.
C. Seharusnya semua orang menaati aturan lalu lintas agar selamat.
D. Kalau kita mematuhi aturan lalu lintas, di jalan akan nyaman.

Kunci :D
Pembahasan :
Penjelasan teks iklan tersebut dapat diketahui dengan memahami makna kalimat tersebut. Makna
kalimat keduatersebut adalah D.
Indikator SKL : Menyimpulkan isi paragraf
ikator Soal : Disajikan sebuah paragraf, siswa dapat menentukan simpulan isi paragraf tersebut

Soal :

Sepeda memiliki magnet bagi banyak orang. Bukan hanya anak-anak yang menggemari sepeda,
para remaja, orang dewasa usia produktif hingga orang-orang yang sudah beranjak tua senang
bersepeda. Bahkan, kini sepeda sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.
Simpulan isi paragraf tersebut adalah
A. Sepeda dapat dijumpai di mana pun.
B. Sepeda sebagai alat transportasi modern.
C. Sepeda bermanfaat bagi kesehatan masyarakat
D. Sepeda digemari oleh berbagai lapisan masyarakat.

Kunci :D
Pembahasan :
Simpulan merupakan pendapat akhir dari suatu uraian berupa informasi: fakta, pendapat, alasan
pendukung mengenai tanggapan terhadap suatu objek.
Bukti data: Sepeda memiliki magnet bagi banyak orang. (kalimat pertama); anak-anak ..,
para remaja, orang dewasa orang-orang yang beranjak tua senang bersepeda (kalimat
kedua); sepeda menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan (kalimat ketiga)
Indikator SKL : Mengidentifikasi isi grafik, tabel, bagan, denah
ikator Soal : Disajikan sebuah grafik, siswa dapat menentukan pernyataan sesuai isi grafik tersebut.

Soal :
Cermati grafik pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di Indonesia berikut!

Penjelasan yang tepat berdasarkan grafik tersebut adalah ...


A. Angka pengangguran paling banyak terjadi pada tahun 2004
B. Tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2003 dan 2005 sebanding,
C. Tahun 1997 pertumbuhan ekonomi dan jumlah pengangguran seimbang.
D. Pertumbuhan ekonomi sebanding dengan angka pengangguran tahun 1999.

Kunci :B
Pembahasan :
Menurut grafik batang tersebut, pada tahun 2003 tingkat pertumbuhan ekonomi sebanding
dengan 2005.

Indikator SKL : Mengidentifikasi isi grafik, tabel, bagan, denah


ikator Soal : Disajikan sebuah tabel, siswa dapat menentukan simpulan isi tabel tersebut

Soal :
Perhatikan tabel berikut!
Jumlah buku di Perpustakaan Gemar

No Jenis Judul Eksemplar


.
1 Cerita anak-anak 42 134
2 Novel remaja 38 80
3 Roman 19 42
4 Dongeng 64 70
Jumlah 163 326

Simpulan isi tabel tersebut adalah


A. Buku cerita anak-anak terbanyak judulnya.
B. Novel remaja setiap judul berjumlah 80 buku.
C. Jumlah terbanyak adalah buku cerita anak-anak.
D. Jumlah jenis semua buku lebih banyak daripada jumlah judulnya.

Kunci :D
Pembahasan :
Simpulan yang sesuai dengan keadaan tabel tersebut bahwa jumlah jenis semua buku lebih
banyak daripada jumlah judulnya. Pilihan A dan C hanya mengemukakan sebagian dari tabel
tersebut (buku cerita anak), sedangkan pilihan D bersifat penafsiran yang belum tentu
kebenarannya.

Indikator SKL : Mengidentifikasi isi grafik, tabel, bagan, denah


ikator Soal : Disajikan sebuah bagan, siswa dapat menentukan pernyataan sesuai isi bagan tersebut

Soal :

BAGAN PANITIA PERPISAHAN

Perhatikan bagan berikut!


Pernyataan yang sesuai dengan isi bagan tersebut adalah
ketua sejajar dengan bendahara.
ggung jawab kepada sekretaris.
ndahara memiliki kedudukan yang sama.
ketua, kedudukan wakil ketua lebih tinggi.

Kunci :C
Pembahasan :
Menurut bagan tersebut kedudukan sekretaris sama dengan bendahara.

Indikator SKL : Mengidentifikasi isi grafik, tabel, bagan, denah


ikator Soal : Disajikan sebuah denah, siswa dapat menentukan perjalanan yang paling efektif

Soal :

Perhatikan denah berikut!


U

Perjalanan yang paling efektif menuju stadion olahraga dari sekolah adalah dari
A. Jalan Mars ke barat ke Jalan Matahari lalu ke selatan ke Jalan Merkurius.
B. Jalan Mars ke selatan menuju kantor pos lalu ke ke barat ke Jalan Merkurius.
C. Sekolah ke Jalan Mars, ke barat ke Jalan Bumi lalu ke utara ke Jalan Merkurius.
D. Jalan Matahari melewati rumah sakit di Jalan Venus lalu ke barat ke Jalan Merkurius.
Kunci :A
Pembahasan :
Rute paling efektif adalah rute terdekat berdasarkan denah dengan melalui Jalan Mars ke barat ke
Jalan Matahari lalu ke selatan ke Jalan Merkurius.

Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik puisi


ikator Soal : Disajikan sebuah puisi, siswa dapat :
- menentukan tema puisi tersebut.
Soal :
Bacalah puisi berikut kemudian jawablah soal nomor 13 dan 14!

Gempa Bumi
Bumi bergoyang tanah bergetar
Rumah-rumah roboh
Orang-orang berlarian
Gempa bumi
Bila datang harus waspada
Bila ada harus siaga
Larilah keluar rumah
Gempa bumi
Tak dapat dihindari
Berdoalah kepada Tuhan
Agar engkau dilindungi
Tema kutipan puisi tersebut adalah .
A. korban bencana alam
B. lokasi bencana alam
C. waspada gempa bumi
D. pertanda datang bencana

Kunci :C
Pembahasan :
Data pendukung: bila datang harus waspada; bila ada harus siaga; larilah keluar

Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik puisi


Indikator Soal : menentukan larik bermajas pada puisi tersebut

Soal :
Larik bermajas pada kutipan puisi tersebut terdapat pada larik .
A. pertama bait pertama
B. kedua bait pertama
C. keempat bait kedua
D. ketiga bait ketiga

Kunci :A
Pembahasan :
Data pendukung: bumi bergoyang tanah bergetar. Larik ini menggunakan majas personifikasi.
Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik puisi
ikator Soal : Disajikan dua kutipan puisi siswa dapat menentukan perbedaan
pesan kedua puisi tersebut.

Soal :
Bacalah kedua kutipan puisi berikut!

Puisi 1 Puisi 2
Terima kasih Tuhan Jangankan biarkan limbah mengalir
untuk burung yang berkicauan di ke sungaiku yang jernih
pohon ke pantaiku yang tenang
memuji kebesaran-Mu ke lautku yang riang
untuk bunga yang merekah di sana ada dermaga dan angin
dan untuk embun yang bersinar di tempat nelayan menggenggam harapan
atasnya untuk matahari yang cerah tempat camar sebelum pulang
udara yang sejuk jangan biarkan limbah merusak
untuk semua karunia-Mu semuanya
terlalu indah bagi umat-Mu
Terima kasih Tuhan untuk kehidupan
ini

Perbedaan pesan kedua puisi tersebut adalah .

Puisi 1 Puisi 2
A Mari, kita tingkatkan kepedulian! Ajakan bersyukur kepada Tuhan YME
B Ajakan bersyukur kepada Tuhan Harapan menjaga kelestarian
YME lingkungan
C Harapan menjaga kelestarian alam Mari, kita tingkatkan kepedulian
kepada sesama!
D Jangan menyia-nyiakan Isi waktu luang dengan hal-hal yang
kesempatan! bermanfaat!

Kunci :B
Pembahasan :
Data pendukung: dicantumkannya alasan mengapa kita harus bersyukur kepada Tuhan dan
jangan biarkan limbah merusak semuanya.

Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek/cerita anak


dikator Soal : Disajikan kutipan cerpen, siswa dapat:
menentukan latar (waktu, tempat, suasana) cerpen tersebut.

Soal :

(1)Aku tak ingin kehilangan sahabat, Airin. Banyak yang menghentikan surat mereka, ketika tahu aku lumpuh.
(2)Mana mungkin aku begitu...! Mata Airin terasa panas oleh gumpalan air yang mendesak keluar. Ia terharu melihat
keadaan Dayu, sementara semangatnya tetap berkobar walaupun dengan kondisi seperti itu. Aku tetap sahabatmu, Dayu.
Bahkan aku akan tambah sayang padamu setelah bertemu.
(3)Sudahlah, Dayu memegang tangan Airin. Kenalkan, ini Pamanku.
(4)Airin mendorong kursi Dayu, berjalan di atas pasir putih yang lembut. Matahari hampir mencelupkan tubuh emasnya ke
laut yang tampak kecoklatan karena langit mulai redup. Rambut Airin yang cepak tak bisa berkibar-kibar seperti rambut Dayu.
Latar pada kutipan cerpen tersebut adalah .
A. di tengah laut
B. di pantai
C. di rumah Dayu
D. di jalan

Kunci :B
Pembahasan :
Latar dalam cerita tersebut adalah di pantai. Hal ini didukung oleh bagian (4) cerita tersebut,
yaitu berjalan di atas pasir putih ... Matahari hampir mencelupkan tubuh emasnya ke laut

Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek/cerita anak


Indikator Soal : bukti perwatakan tokoh cerpen tersebut

Soal :
Bukti tokoh Airin penyayang terdapat pada bagian .
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)

Kunci :B
Pembahasan :
Bukti bahwa Airin memiliki watak penyayang adalah pada pernyataan Mana mungkin aku
begitu...! Aku tetap sahabatmu, Dayu. Bahkan aku akan tambah sayang padamu setelah
bertemu.

Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek/cerita anak


ikator Soal : Cara pengarang menggambarkan watak tokoh dalam cerpen tersebut

Soal :
Pengarang menggambarkan watak tokoh dengan cara .
A. Percakapan tokoh lain
B. Ucapan tokoh itu sendiri
C. Langsung oleh pengarang
D. Reaksi tokoh terhadap masalah

Kunci :B
Pembahasan :
Penggambaran watak tokoh diberikan melalui ucapan langsung dan sikap tokoh. (Seperti yang
ditunjukkan pada bagian (2) dalam cerita tersebut).
Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek/cerita anak
ikator Soal : Disajikan kutipan cerita anak, siswa dapat menentukan amanat kutipan cerita tersebut.

Soal :
Cermatilah kutipan cerita anak berikut!
Apa?! Pengemis? Tak ada sedekah yang kuberikan .... Usir dia! teriak Nyi Endit. Tapi ternyata
yang dimaksud dengan pengemis itu telah berada di dalam ruangan itu. Nyi Endit, kau
memang benar-benar manusia kejam! kata pengemis tua itu. Mau apa kau
pengemis busuk! Pergi kau dari tempatku ini! dengan gusar Nyi Endit membentak.
Namun pengemis itu tetap diam tak beranjak dari tempatnya. Kemudian ia berkata, Tak mau
memberikan sedekah pada manusia melarat macam aku? Hm ... sungguh terkutuk hidupmu Nyi
Endit! Kau tega berpesta pora di tengah-tengah rakyat kelaparan dan sekarat karena darahnya
setiap hari kau hisap. Betul-betul kau lintah darat terlaknat!
Amanat cerita tersebut adalah
A. Berusahalah untuk saling memahami keadaan orang lain.
B. Berikanlah sedekah kepada orang yang layak menerimanya.
C. Janganlah menjadi orang yang hanya pandai meminta sesuatu.
D. Berbuat baiklah kepada orang lain meskipun orang itu menyakiti kita.

Kunci :B
Pembahasan :
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis melalui ceritanya. Dalam kutipan cerpen
tersebut, pengarang menyampaikan pesan secara implisit melalui percakapan tokoh agar orang
yang mampu mau memberikan sedekah kepada orang yang layak menerimanya.

Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek/cerita anak


ikator Soal : Disajikan kutipan cerita anak, siswa dapat menentukan konflik kutipan cerita tersebut.

Soal :
Bacalah kutipan cerita berikut!

Tapi juga siang itu, Luki tidak datang.Cemas betul hati Budi dan Iwan. Semula Budi sudah siap
hendak melontarkan caci makinya begitu Luki melompat masuk. Akan disikatnya habis-habisan
sahabatnya itu karena melalaikan janjinya seenaknya.
Tapi sekarang, segala kata-kata itu lenyap musnah dari benaknya. Tidak tahu dia ke mana perginya.
Tidak pula akan sanggup dikumpulkannya kembali. Sebagai gantinya, timbul perasaan cemas dan
gelisah. Mengapa dia tidak datang? Mengapa? Mengapa?
Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah
A. Sampai siang Luki belum juga datang.
B. Budi melontarkan caci maki kepada Luki.
C. Luki tidak menepati janjinya kepada Budi.
D. Saat tokoh mulai mencemaskan sahabatnya.
Kunci :D
Pembahasan :
Konflik dalam sebuah cerita merupakan bagian yang menunjukkan adanya pertentangan dalam
cerita tersebut. Biasanya konflik terjadi karena adanya benturan (ketidakserasian), baik dengan
dirinya atau dengan tokoh lain. Awalnya tokoh Budi dan Iwan kesal dengan Luki yang ingkar
janji, tetapi setelah berpikir lama akhirnya tokoh mencemaskan keadaan Luki. Hal ini bahkan
menjadi konflik dalam diri Budi dan Iwan.
Kata yang dirujuk: Sebagai gantinya, timbul perasaan cemas dan gelisah. Mengapa dia tidak
datang? Mengapa? Mengapa?
Indikator SKL : Mengidentifikasi perbedaan karakteristik dua novel
ikator Soal : Disajikan dua kutipan novel, siswa dapat menentukan perbedaan karakteristik novel tersebut.

Soal :
Bacalah kedua kutipan novel berikut!

Novel 1 Novel 2
Perkakas rumah dan pakaian yang Pangeran Purbaya bersama dua istri
ditinggalkan Si Mina sehelai demi dan seorang anaknya telah
sehelai pindah ke rumah gadai. bersembunyi di dalam suatu jurang
Apabila Bertes tidak mabuk dan yang tidak berapa dalamnya. Dengan
pikirannya tenang, terasalah olehnya sangat duka citanya, ia duduk
kemiskinan yang dideritanya itu. Ia pun termenung di atas sehelai permadani
menyesal dan menyalahkan Si Inem kecil. Sebuah pelita kecil yang
seorang perempuan yang pembantah. terletak di sudut memberi cahaya
yang samar-samar.

Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah.

Pilihan Novel 1 Novel 2


A Latar tempat tidak jelas Latar tempat jelas
B Penggambaran watak tokoh Penggambaran watak tokoh
langsung digambarkan oleh berdasarkan pembicaraan tokoh
pengarangnya lain
C Menggunakan sudut pandang Menggunakan sudut pandang
orang pertama pelaku utama orang ketiga sebagai pengamat
D Terdapat tiga tokoh utama Terdapat empat tokoh utama

Kunci :A
Pembahasan :
Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut terletak pada penggambaran latar
tempatnya. Pada novel 1 latar tempat tidak jelas, sedangkan pada novel 2 penggambaran latar
tempatnya jelas

Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik drama


dikator Soal : Disajikan kutipan drama, siswa dapat:
-menentukan suasana kutipan drama tersebut.

Soal :
Ibu : Maaf, saya menggangu. Apa ada yang melihat Samsudin?
Hani : Samsudin?
Ibu : Anak saya.
Hani : Oh, si Sam. Ada apa?
Ibu : Sejak siang belum pulang. Padahal belum makan siang, mandi sore, dan sekarang sudah saatnya
makan malam. Dia belum pulang juga.
Hani : Apa tadi habis dimarahi?
Didi : Tadi dia bermain di lapangan, Bu!

Suasana yang tergambar dalam kutipan drama tersebut adalah .


A. mencemaskan
B. menyedihkan
C. mencekam
D. menakutkan

Kunci :A
Pembahasan :
Suasana pada kutipan drama tersebut tergambar dari tokoh Ibu yang mencemaskan anaknya yang
belum pulang, padahal hari sudah malam.

Indikator SKL : Mengidentifikasi unsur intrinsik drama


dikator Soal : - menentukan latar (waktu, tempat) drama tersebut

Soal :
Latar waktu dalam drama tersebut adalah .
A. pagi
B. siang
C. sore
D. malam

Kunci :D
Pembahasan :
Latar waktu tersirat dalam kalimat Sejak siang belum pulang. Padahal belum makan siang,
mandi sore, dan sekarang sudah saatnya makan malam. Dia belum pulang juga. Ini
mengindikasikan waktu malam hari.

Indikator SKL : Menulis catatan pengalaman pada buku harian


ikator Soal : Disajikan ilustrasi pengalaman pribadi, siswa dapat menentukan kalimat dalam buku harian
sesuai ilustrasi tersebut

Soal :
Perhatikan ilustrasi berikut!

Pada hari ini 17 Agustus 2012, Dea berbahagia karena menerima hadiah dan piala dari gubernur.
Ia menang lomba baca puisi sebagai juara I tingkat SMP se-Jakarta.
Kalimat catatan harian yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah
A. Aduh betapa malunya aku menerima hadiah dan piala dari gubernur. Aku juara I lomba baca
puisi antarsiswa.
B. Aku menerima hadiah dan piala dari gubernur karena memenangkan lomba baca puisi se-
Jakarta. Aku sangat senang menerima ini semua.
C. Aku memenangkan lomba baca puisi sebagai juara I tingkat SMP se-Jakarta. Aku menerima
hadiah dan piala.
D. Tanggal 17 Agustus 2012, aku menerima hadiah dan piala dari gubernur karena memenangkan
lomba baca puisi. Aku juara I tingkat SMP se-Jakarta. Betapa bahagianya aku.

Kunci :D
Pembahasan :
Pelaku: Dea: peristiwa: Dea mengikuti lomba baca puisi, menjadi juara I, ia mendapat hadiah
dan piala dari gubernur.
Bahasa ekspresi: menggunakan kata ganti aku dan sesuai data tersebut.

Indikator SKL : Menulis isi pesan singkat sesuai konteks


ikator Soal : Disajikan ilustrasi kegiatan sekolah, siswa dapat menentukan isi pesan singkat sesuai ilustrasi
tersebut

Soal :
Perhatikan ilustrasi berikut!
Kepala sekolah memberikan mandat kepada wakilnya untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial
dalam rangka menyambut Ramadan. Wakil Kepala sekolah menugaskan para wali kelas untuk
menginformasikan hal tersebut kepada siswa-siswanya.
Isi pesan singkat yang tepat berdasarkan ilustrasi tersebut adalah
A. Kepala sekolah menugasi para wali kelas untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial demi
kepedulian terhadap sesama.
B. Wali kelas harap menginformasikan kepada siswanya supaya melaksanakan bakti sosial untuk
menyambut bulan suci Ramadan.
C. Kepala sekolah mengaharapkan semua siswa turut menyambut bulan suci Ramadan dengan
mengadakan bakti sosial.
D. Wali kelas mengumpulkan barang apa saja untuk disumbangkan kepada orang-orang yang
membutuhkan bantuan.

Kunci :B
Pembahasan :
Pesan singkat paling sesuai dengan ilustrasi yang diberikan terdapat pada pilihan (B).

Indikator SKL : Menulis laporan/pengumuman/resensi


ikator Soal : Disajikan 5 6 kalimat laporan yang belum tersusun secara padu, siswa dapat menyusunnya
menjadi paragraf laporan yang padu.

Soal :
Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
(1) Perjalanan akan memakan waktu sekitar 2 3 jam.
(2) Pulau-pulau itu seperti Pulau Asu dan Pulau Batu.
(3) Teluk Dalam adalah ibukota Kabupaten Nias Selatan.
(4) Pelabuhan ini menghubungkan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
(5) Untuk menuju ke sana, bisa naik mobil dari Gunungsitoli.
(6) Teluk Dalam juga mempunyai pelabuhan kecil.
Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi laporan yang baik dengan susunan .
A. (3),(5),(1),(6),(4),(2)
B. (3),(6),(4),(5),(2),(1)
C. (1),(5),(6),(4),(2),(3)
D. (1),(6),(4),(2),(3),(5)

Kunci :A
Pembahasan :
(7) Kata yang dirujuk sebagai penanda keterpaduan antarkalimat (3) Teluk Dalam adalah ; (5)
Untuk menuju ke sana ; (1) Perjalanan akan memakan ; (6) mempunyai pelabuhan kecil;
(4) Pelabuhan ini .; (2) Pulau-pulau itu seperti Pulau Asu dan Pulau Batu.

Indikator SKL : Menulis laporan/pengumuman/resensi


ikator Soal : Disajikan ilustrasi kegiatan di sekolah, siswa dapat menulis pengumuman yang
tepat.

Soal :
Perhatikan ilustrasi kegiatan berikut!

SMP Pinang Ranti akan mengadakan peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2010. Peringatan
tersebut akan diisi dengan upacara dilanjutkan berbagai lomba. Sebagai ketua panitia adalah Ibu
Dra. Dinda S.S. Agar informasi ini sampai kepada seluruh warga sekolah, ketua panitia membuat
pengumuman untuk dipasang di tempat papan pengumuman.
Pengumuman yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah ....

A. Diumumkan kepada para siswa, guru, dan karyawan bahwa pada tanggal 22 Desember 2010
diadakan peringatan Hari Ibu.
Oleh karena itu, kita harus mengadakan upacara dan berbagai lomba.
Tolong, semua panitia untuk menyiapkan segala sesuatunya. Terima kasih.

B. Dalam rangka peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember 2010, SMP Pinang Ranti akan
mengadakan kegiatan upacara dan berbagai lomba.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kepada warga sekolah untuk menyiapkan segala
sesuatunya demi kelancaran peringatan tersebut.
Atas perhatian semuanya, kami sampaikan terima kasih.

C. Dalam rangka peringatan Hari Ibu, SMP Pinang Ranti akan mengadakan kegiatan upacara dan
berbagai lomba.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami mohon kepada seluruh panitia untuk berpartisipasi
demi kelancaran peringatan tersebut.
Atas perhatian Bapak dan Ibu, kami sampaikan terima kasih.
D. Dengan ini kami umumkan bahwa dalam rangka peringatan Hari Ibu, SMP Pinang Ranti akan
mengadakan kegiatan upacara dan berbagai lomba.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kepada seluruhnya untuk berpartisipasi dalam
kegiatan tersebut.
Atas perhatiannya, kami sampaikan terima kasih.

Kunci :B
Pembahasan :
Pengumuman harus sesuai dengan keadaan sebenarnya. Berdasarkan ilustrasi, pengumuman
yang paling tepat terdapat pada pilihan (B).

Indikator SKL : Menulis laporan/pengumuman/resensi


ikator Soal : Disajikan data buku dilengkapi keunggulan dan kekurangan buku, siswa dapat
menulis paragraf resensi yang tepat.

Soal :
Perhatikan data buku berikut!

Judul : Budidaya Ikan Nila


Penulis: Sahar Erizal
Penerbit: PT Swadaya
Keunggulan:
1. Memotivasi pembaca untuk beternak ikan nila
2. Berdasarkan pengalaman pribadi
3. Bahasa lugas dengan kalimat pendek-pendek
Kelemahan:
4. Ilustrasi gambarnya kurang
Paragraf resensi yang tepat berdasarkan data buku tersebut adalah
A. Tujuan penulis buku ini ingin membuat pembaca termotivasi beternak ikan nila. Siapa pun yang
membaca buku ini akan termotivasi karena buku ini juga dilengkapi ilustrasi gambar. Buku karya
Sahar Erizal yang diterbitkan PT Swadaya ini perlu dibaca oleh setiap pelajar. Meskipun
kalimatnya pendek-pendek, tidak menjadi masalah. Hal ini karena dukungan gambar dengan
ilustrasi jelas.

B. Pembaca digiring untuk mencapai kehidupan yang sukses. Buku karangan Sahar Erizal ini juga
dilengkapi dengan ilustrasi gambar yang menarik. Hanya sangat disayangkan, penggunaan
bahasanya berbelit-belit sehingga sulit dipahami pembaca. Meskipun begitu, buku ini laris di
pasaran karena banyak yang memerlukan.

C. Buku yang berjudul Budidaya Ikan Nila ini isinya memotivasi pembaca untuk membudidayakan
ikan nila. Buku karya Sahar Erizal yang diterbitkan oleh PT Swadaya ini ditulis berdasarkan
pengalaman pribadi. Meskipun ilustrasi gambar kurang, tetapi bahasa yang digunakan lugas.
Oleh karena itu, pembaca tidak terganggu memahami isinya. Apalagi kalimat yang digunakan
pendek-pendek.
D. Buku secara garis besar menjelaskan bagaimana membudidayakan ikan nila. Buku ini disarankan
dibaca oleh mereka yang ingin beternak ikan nila. Selain itu, buku ini dilengkapi ilustrasi
gambar. PT Swadaya yang berhasil menerbitkan buku ini sungguh beruntung. Para peminat ikan
nila tentu akan merasa terbantu dengan adanya buku ini. Oleh karena itu, buku ini layak dibaca.

Kunci :C
Pembahasan :
Keunggulan dan kelemahan tergambar pada resensi. Kelemahan dikemukakan dengan cara
dibungkus kelebihan. Meskipun ilustrasi gambar kurang, tetapi bahasa yang digunakan lugas.

Indikator SKL : Menulis surat pribadi/surat dinas/surat pembaca


ikator Soal : Disajikan kutipan surat pribadi yang bagian pembuka, isi, atau penutupnya dirumpangkan, siswa
dapat melengkapinya dengan tepat

Soal :
Bacalah kutipan surat pribadi berikut!
Kak Desis yang kurindukan,

[ ....]
Kak Desis, aku ingin menyampaikan kepada Kakak bahwa Ibu sangat kangen pada Kakak. Sudah empat bulan Kakak
tidak pulang kampung. Aku tahu kalau Kakak saat ini sibuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Jika tidak ada kesibukan
lagi, orang tua kita mengharapkan Kakak bisa datang ke Bandung. Ibu sangat kangen pada Kakak, begitu juga aku dan
adik.

Cukup sekian surat dariku, balasan surat dari Kakak sangat aku nantikan.
Nuning
Kalimat pembuka surat yang tepat adalah ...
A. Dengan datangnya surat ini, saya memberitahu kepada Kakak bahwa keadaan keluarga di rumah
kangen sama Kakak. Kapan Kakak pulang kampung?
B. Halo Kak Desis, apa kabar? Mengapa Kak Desis jarang pulang kampung? Apa Kakak masih
punya kesibukan? Bagaimana kabar Kakak di Jakarta?
C. Melalui surat ini, saya berharap keadaan Kakak di Jakarta sehat-sehat saja sehingga Kakak bisa
pulang ke Bandung. Kabar Kakak aku tunggu.
D. Hai, Kak Desis, apa kabar? Aku sampaikan bahwa keadaan keluarga di Bandung dalam keadaan
sehat wal afiat. Begitu juga doaku untuk Kakak.

Kunci :D
Pembahasan :
Kalimat kedua setelah pembuka dapat menjadi rujukan untuk kalimat pembuka, yakni Kak
Desis, aku ingin menyampaikan kepada Kakak bahwa Ibu sangat kangen pada Kakak. Jadi,
kalimat yang sesuai untuk melengkapi kalimat rumpang tersebut adalah, Hai, Kak Desis, apa
kabar? Aku sampaikan bahwa keadaan keluarga di Bandung dalam keadaan sehat wal afiat.
Begitu juga doaku untuk Kakak.

Indikator SKL : Menulis surat pribadi/surat dinas/surat pembaca


ikator Soal : Disajikan kutipan surat dinas yang bagian penutupnya dirumpangkan, siswa
dapat melengkapinya
Soal :
Bacalah kutipan surat berikut!
Yth. Pengurus OSIS SMP Setia Hati
di Brebes

Dengan hormat,
Sehubungan dengan persiapan pelaksanaan Bakti Sosial, kami mengharap kehadiran Saudara
pada
hari,tanggal : Selasa , 17 Juli 2012
waktu : Pukul 14.00
tempat : Ruang OSIS
acara : Persiapan Bakti Sosial

[... ]
Bagian penutup surat tersebut yang tepat adalah
A. Demikian surat permohonan ini kami sampaikan semoga dapat dikabulkan.
B. Besar harapan kami, permohonan ini ditindaklanjuti. Sekian dan terima kasih.
C. Mengingat pentingnya acara tersebut, harap hadir tepat waktu.
D. Demikian surat pemberitahuan ini disampaikan.

Kunci :C
Pembahasan :
Penutup surat disesuaikan dengan pernyataan sebelumnya dan menggunakan kalimat efektif.
Indikator SKL : Menulis surat pribadi/surat dinas/surat pembaca
ikator Soal : Disajikan surat pembaca yang dirumpangkan, siswa dapat melengkapinya.

Soal :
Bacalah kutipan surat pembaca berikut!

Kami merasa terganggu dengan rusak dan kotornya taman serta jalur hijau di depan sekolah
kami. Setiap hari ada petugas kebersihan dari dinas kebersihan kecamatan yang menyapu
sampah. Akan tetapi, sampah yang disapu dan diangkut hanyalah sampah-sampah yang berada di
pinggir jalan. Sampah yang menumpuk di taman tidak pernah dipedulikan. Petugas sekolah
sudah berupaya membersihkannya, tetapi sampah tidak lama menumpuk kembali.
[]
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan surat pembaca tersebut adalah
A. Kami siap kok membantu merawatnya. Asal ada jalinan kerja sama yang jelas.
B. Apakah tidak ada petugas yang menangani lagi jalur hijau dan taman tersebut? Terus terang
kami merasa terganggu. Terima kasih.
C. Melalui surat pembaca ini, kami mohon kepada dinas pertamanan dan dinas kebersihan untuk
merawat kembali dan membersihkan setiap hari taman dan jalur hijau tersebut. Terima kasih.
D. Kalau memang tidak mau lagi merawatnya, dibuang saja sisa-sisa pagar besi dan dimatikan saja
pohon-pohonnya. Sekali lagi tolong pada instansi terkait agar peduli pada keluhan kami. Terima
kasih.

Kunci :C
Pembahasan : Melengkapi kalimat rumpang pada surat pembaca disesuaikan pada kalimat
sebelum.

Indikator SKL : Menulis rangkuman


ikator Soal : Disajikan sebuah bacaan yang terdiri atas dua paragraf, siswa dapat menentukan
rangkuman bacaan tersebut.

Soal :

Pemerintah perlu melakukan reformasi pada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLN
tidak boleh monopoli penyediaan listrik. Seruan itu datang dari kalangan pengusaha yang merasa
terpukul dengan krisis listrik.
Pihak swasta yang hendak memiliki pembangkit listrik sendiri hendaknya diberikan
kemudahan perizinan. Jika hal itu dilakukan maka krisis listrik yang merugikan konsumen dapat
teratasi.
Rangkuman bacaan tersebut yang tepat adalah
A. Krisis listrik sangat merugikan para pengusaha. Hal itu sangat merugikan konsumen.
B. Pemerintah perlu mereformasi PLN dan memberi pihak swasta kemudahan perizinan.
C. Pemerintah hendaknya mempermudah perizinan supaya kerugian konsumen dapat teratasi.
D. Pengusaha menyerukan agar pemerintah melakukan reformasi pada PT Perusahaan Listrik
Negara.

Kunci :B
Pembahasan :
Rangkuman dapat dilakukan dengan menggabungkan gagasan-gagasan utama dari paragraf-
paragraf yang ada pada bacaan tersebut.
Gagasan utama paragraf pertama: perlunya reformasi di PLN.
Gagasan utama paragraf kedua: pemberian kemudahan perizinan pihak swasta

Indikator SKL : Menulis teks berita sesuai konteks


ikator Soal : Disajikan sebuah ilustrasi peristiwa tertentu, siswa dapat menentukan teks berita
yang tepat.

Soal :
Perhatikan ilustrasi peristiwa berikut!
Hari Senin, 19 Maret 2012 di jalan poros Makassar Jeneponto di Sulawesi Selatan terjadi hujan
deras disertai puting beliung. Tiang listrik ambruk disertai keluar bunga api. Diiperkirakan puting
beliung ini sampai bulan April.
Teks berita yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah
A. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tiang listrik ambruk di jalan poros Makassar
Jeneponto di Desa Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada hari
Senin yang lalu. Puting beliung akan melanda kembali di wilayah Sulawesi Selatan pada April
mendatang.
B. Puting beliung terjadi di jalan poros Makassar Jeneponto di Desa Allu, Kecamatan Bangkala,
kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (19/3) dan mengakibatkan tiang listrik ambruk
dan mengeluarkan bunga api. Peristiwa ini diperkirakan masih akan melanda seluruh wilayah
Sulawesi hingga April mendatang.
C. Di jalan poros Makassar Jeneponto di Desa Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto,
Sulawesi Selatan terjadi hujan deras disertai angin kencang. Peristiwa ini menyebabkan tiang
listrik ambruk dan mengeluarkan bunga api hingga April mendatang.
D. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tiang listrik ambruk dan mengeluarkan bunga
api di jalan poros Makassar Jeneponto di Desa Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten
Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (19/3). Puting beliung diperkirakan masih akan melanda
sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan hingga April mendatang.
Kunci :D
Pembahasan :
Tubuh berita disusun dengan bahasa singkat, jelas, dan padat. Informasi yang sesuai fakta dalam
ilustrasi, yaitu hujan deras disertai puting beliung.

Indikator SKL : Menulis slogan sesuai konteks


ikator Soal : Dilustrasi kegiatan sekolah, siswa dapat menentukan slogan yang sesuai ilustrasi tersebut

Soal :
Bacalah ilustrasi berikut!

OSIS SMP Tunas Bangsa memperingati Hari Bumi dengan cara yang berbeda. Pada tanggal 22
April 2011 setiap siswa wajib menanam satu pohon di lingkungan sekolah. Tujuan menanam
tersebut agar lingkungan sekolah nyamandan bebas polusi udara.
Slogan yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah
A. Hari ini menanam besok merawat.
B. Sepotong tanaman untuk masa depan.
C. Tanam pohon sekarang segar udara kemudian.
D. Segera rawat pohon lingkungan akan nyaman.

Kunci :C
Pembahasan :
Isi sesuai dengan ilustrasi. Tujuannya meningkatkan kepedulian terhadap sesama, bahasa berciri
slogan.

Indikator SKL : Menulis iklan sesuai konteks


ikator Soal : Disajikan ilustrasi, siswa dapat menentukan penulisan iklan baris yang sesuai ilustrasi tersebut.

Soal :
Perhatikan ilustrasi berikut!

Mobil akan dijual dengan spesifikasi sebagai berikut.


Mobil BMW 318 tahun 2011
Warna mobil hitam
Dari tangan pertama
Aksesorisnya lengkap
Harga boleh ditawar
Yang berminat hubungi nomor 012-8883508
Kalimat iklan baris yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
A. BU. Mbl BMW 318 11. htm mls. tgn I. full aks. nego. hub 012-8883508.
B. Mobil dijual. BMW 318 11. hitam mulus. full aks. nego. hubungi 012-8883508.
C. BU. Akan dijual mobil BMW 318 11. hitam mulus. tgn I. hub 012-8883508.
D. BMW 318 11 dijual karena butuh uang. full aks. nego. hubungi 012-8883508.

Kunci :A
Pembahasan : Data sesuai ilustrasi, berciri iklan baris.

Indikator SKL : Menyusun petunjuk melakukan sesuatu


ikator Soal : Disajikan beberapa kalimat petunjuk melakukan sesuatu yang disusun secara
acak, siswa dapat menentukan susunan yang tepat.

Soal :
Bacalah kalimat-kalimat berikut!
Petunjuk menanam pohon pisang
(1) Lubang diamkan selama 2 hari.
(2) Siapkan lubang ukuran 1x1x 1/2 meter.
(3) Timbunlah pohon pisang dengan tanah lalu disiram.
(4) Setelah itu masukkan bibit pohon pisang ke dalam lubang.
(5) Lubang yang sudah siap, isilah dengan pupuk kompos.
Susunan petunjuk yang tepat berdasarkan kalimat-kalimat tersebut adalah
A. (2), (4), (5), (1), (3)
B. (2), (5), (1), (4), (3)
C. (5), (1), (4), (3), (2)
D. (5), (3), (4), (1), (2)

Kunci :B
Pembahasan :
Petunjuk disusun secara runtut dengan menganut kelogisan berpikir yang antara lain ditandai
dengan penanda kohesi. Kata kunci: Siapkan lubang ukuran 1x1x 1/2 meter.

Indikator SKL : Menyusun petunjuk melakukan sesuatu


ikator Soal : Disajikan petunjuk melakukan sesuatu yang beberapa kalimatnya dirumpangkan, siswa dapat
melengkapinya dengan tepat.

Soal :
Perhatikan petunjuk berikut!
Petunjuk membuat tape singkong
(1) Kupaslah singkong lalu dicuci.
(2) []
(3) Cuci kembali kemudian tiriskan.
(4) Rebuslah singkong sampai setengah matang.
(5) Rebusan singkong taburi dengan ragi sebagai bahan fermentasi.
(6) []
(7) Tape singkong siap untuk dinikmati.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi petunjuk tersebut adalah
A. (2) Potong singkong dengan ukuran kecil.
(6) Bungkus dengan plastik atau daun dalam suhu 200C.
B. (2) Keriklah singkong yang sudah dicuci untuk menghilangkan lendirnya.
(6) Tutup rebusan singkong sampai rapat dan diamkan selama 48 jam.
C. (2) Jemur singkong sampai kering.
(6) Ratakan ragi yang ada pada singkong sampai ke dalam-dalamnya.
D. (2) Potong singkong dengan ukuran kecil.
(6) Tutup rebusan singkong sampai rapat dan diamkan selama 48 jam.

Kunci :B
Pembahasan :
Melengkapi petunjuk dilakukan dengan cara mencermati kalimat petunjuk sebelum dan sesudah
kalimat petunjuk yang dirumpangkan atau dikosongkan. Cari kalimat yang berkaitan dengan
kalimat sebelum dan sesudah dirumpangkan.

Indikator SKL : Menulis teks pidato


ikator Soal : Disajikan teks pidato yang penulisan kata sapaannya tidak tepat, Siswa dapat memperbaikinya.

Soal :
Perhatikan kutipan teks pidato berikut!
Anak-anakku semua yang berbahagia,
Anda-anda sebagai generasi muda hendaknya mempersiapkan diri untuk menerima estafet
kepemimpinan.
Perbaikan kata sapaan yang tepat pada kutipan naskah pidato tersebut adalah
A. Anak semua yang berbahagia,
Anda-anda sebagai generasi muda hendaknya mempersiapkan diri untuk menerima estafet
kepemimpinan.
B. Anak-anakku yang berbahagia,
Kalian sebagai generasi muda hendaknya mempersiapkan diri untuk menerima estafet
kepemimpinan.
C. Semua yang berbahagia,
Anak-anak sebagai generasi muda hendaknya mempersiapkan diri untuk menerima estafet
kepemimpinan.
D. Anak yang berbahagia,
Kalian sebagai generasi muda hendaknya mempersiapkan diri untuk menerima estafet
kepemimpinan.

Kunci :B
Pembahasan :
Kata sapaan anak-anak sudah menunjukkan jamak, maka tidak perlu lagi diikuti kata semua.
Kata Anda kurang tepat penggunaannya.

Indikator SKL : Menulis teks pidato


ikator Soal : Disajikan sebuah ilustrasi suatu kegiatan, siswa dapat menentukan paragraf
bagian pembuka, isi, atau penutup teks pidato yang tepat.

Soal :
Bacalah ilustrasi berikut!
SMP Harapan melaksanakan pelantikan Ketua OSIS yang baru terpilih. Erwan sebagai Ketua
OSIS SMP Harapan yang baru terpilih memberikan pidato sambutan.
Bagian pembuka pidato yang tepat berdasarkan llustrasi tersebut adalah
A. Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita bersyukur kepada Tuhan YME karena kita masih
dilimpahi kesehatan sehingga kita dapat melaksanakan acara pelantikan Ketua OSIS SMP
Harapan.
B. Saya berharap dalam kepemimpinan saya ke depan, saya tetap mohon dukungan dari semua
pihak. Dengan demikian, akan tercipta situasi yang kondusif dan semua program yang telah
direncanakan dapat terlaksana.
C. Demikian sambutan saya pada awal saya terpilih sebagai Ketua OSIS yang baru. Saya
menyampaikan ribuan kata maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak dan Ibu
Guru serta teman-teman.
D. Bapak dan Ibu yang kami hormati, puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan karena kita
dipertemukan dalam situasi yang berbahagia ini. Tujuan kami datang adalah ingin
menyampaikan bingkisan.

Kunci :A
Pembahasan :
Pembuka pidato berisi ucapan puji syukur yang sesuai ilustrasi, yaitu tentang pelantikan Ketua
OSIS. Jawaban yang tepat A.

ikator SKL : Menulis rumusan masalah karya ilmiah/saran karya ilmiah /daftar pustaka
ikator Soal : Disajikan tema karya ilmiah, siswa dapat menentukan rumusan masalah karya ilmiah
yang tepat berdasarkan tema.

Soal :
Tema karya ilmiah:
Pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah.
Rumusan masalah karya ilmiah yang tepat berdasarkan tema tersebut adalah
A. Kapan cahaya matahari berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman?
B. Bagaimana pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah?
C. Adakah tanaman yang dalam pertumbuhannya tidak memerlukan cahaya matahari?
D. Mengapa cahaya matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman?

Kunci :B
Pembahasan : Rumusan masalah berisi pertanyaan. Rumusan masalah cirinya singkat, jelas,
dan terarah serta dikemukakan secara ilmiah. Rumusan masalah tidak boleh keluar dari topik
yang diteliti atau dibahas. Rumusan masalah menggunakan kata tanya yang memerlukan
penjelasan, jawaban panjang dan mendetail (bagaimana, mengapa, apakah, ...)

ikator SKL : Menulis rumusan masalah karya ilmiah/saran karya ilmiah/daftar pustaka
ikator Soal : Disajikan simpulan karya ilmiah, siswa dapat menentukan saran Berdasarkan simpulan karya
ilmiah.
Soal :
Bacalah simpulan karya ilmiah berikut!
Kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah menjadikan siswa mencintai lingkungan
sekolahnya. Dengan demikian prestasi belajar dapat ditingkatkan. Kenyamanan lingkungan
sekolah yang diciptakan dan dipelihara siswa secara tidak langsung berkontribusi bagi
peningkatan gairah belajar siswa.
Saran yang tepat berdasarkan simpulan karya ilmiah tersebut adalah
A. Kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah harus terus dipertahankan.
B. Lingkungan sekolah tidak perlu dipelihara oleh siswa serta seluruh warga sekolah.
C. Sudah seharusnya siswa menjaga lingkungan sekolah. Kalau bukan siswa siapa lagi?
D. Lingkungan sekolah yang nyaman dapat menjaga siswa berbuat yang tidak diinginkan.

Kunci :A
Pembahasan : Saran dalam karya tulis adalah pendapat atau anjuran yang disampaikan,
merujuk pada hasil penelitian. Kata kunci: ... Kenyamanan lingkungan sekolah yang diciptakan
dan dipelihara siswa secara tidak langsung berkontribusi bagi peningkatan gairah belajar
siswa.
dikator SKL : Menyunting kalimat, ejaan/tanda baca, pilihan kata
ikator Soal : Disajikan kalimat tidak efektif, siswa dapat menentukan perbaikan yang tepat.

Soal :
Cermatilah kalimat berikut!

Kepada para siswa siswi yang akan mengikuti lomba futsal mohon berkumpul di lapangan.
Kalimat tersebut akan efektif bila dihilangkan kata .
A. siswa siswi
B. kepada dan para
C. kepada dan yang
D. para dan yang

Kunci :B
Pembahasan :
Penggunaan kata kepada dan para tidaklah tepat. Kata para menyatakan jamak. Kedua kata ini
seharusnya dihilangkan dari konteks paragraf tersebut.

dikator SKL : Menyunting kalimat, ejaan/tanda baca, pilihan kata


ikator Soal : Disajikan beberapa penggunaan huruf kapital salah dalam kalimat, siswa dapat menentukan
perbaikan yang tepat.

Soal :
Perhatikan kalimat berikut!

Mantan atlet bulu tangkis yang kini menjadi ketua harian klub PB Jaya Raya, Retno Kustiyah,
meraih penghargaan bintang jasa utama dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Perbaikan penulisan huruf kapital pada kalimat tersebut yang tepat adalah ...
A. Mantan atlet bulu tangkis yang kini menjadi ketua harian Klub PB Jaya Raya, Retno Kustiyah,
meraih Penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
B. Mantan atlet bulu tangkis yang kini menjadi Ketua Harian Klub PB Jaya Raya, Retno Kustiyah,
meraih Penghargaan Bintang Jasa Utama dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
C. Mantan atlet bulu tangkis yang kini menjadi Ketua Harian Klub PB Jaya Raya, Retno Kustiyah,
meraih penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
D. Mantan atlet bulu tangkis yang kini menjadi ketua harian Klub PB Jaya Raya, Retno Kustiyah,
meraih penghargaan Bintang Jasa Utama dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kunci :C
Pembahasan :
Sesuai kaidah EYD, huruf kapital digunakan untuk nama jabatan dalam organisasi yang yang
diikuti nama orang dan nama penghargaan.

Indikator SKL : Menyunting kalimat, ejaan/tanda baca, pilihan kata


ikator Soal : Disajikan beberapa penggunaan tanda baca salah dalam paragraf, siswa dapat menentukan
perbaikan yang tepat

Soal :
Perhatikan paragraf berikut!

Kedelai termasuk bahan pangan yang bisa dibuat berbagai jenis, seperti: tahu, tempe, susu dan
lain-lain. Makanan dari bahan dasar kedelai banyak disukai orang, karena tidak mengandung
kolesterol.

Perbaikan penulisan tanda baca yang tepat terdapat dalam paragraf ...
A. Kedelai termasuk bahan pangan yang bisa dibuat berbagai jenis seperti: tahu, tempe, susu, dan
lain-lain. Makanan dari bahan dasar kedelai banyak disukai orang karena tidak mengandung
kolesterol.
B. Kedelai termasuk bahan pangan yang bisa dibuat berbagai jenis, seperti tahu, tempe, susu dan
lain-lain. Makanan dari bahan dasar kedelai banyak disukai orang, karena tidak mengandung
kolesterol.
C. Kedelai termasuk bahan pangan yang bisa dibuat berbagai jenis, seperti tahu, tempe, susu, dan
lain-lain. Makanan dari bahan dasar kedelai banyak disukai orang, karena tidak mengandung
kolesterol.
D. Kedelai termasuk bahan pangan yang bisa dibuat berbagai jenis, seperti tahu, tempe, susu, dan
lain-lain. Makanan dari bahan dasar kedelai banyak disukai orang karena tidak mengandung
kolesterol.

Kunci :D
Pembahasan :
Sesuai dengan kaidah EYD. Penggunaan tanda baca (.) dan penggunaaan tanda baca (,).

dikator SKL : Melengkapi pantun


ikator Soal : Disajikan pantun yang larik sampiran/isinya dirumpangkan, siswa dapat
melengkapinya dengan tepat
Soal :
Perhatikan kutipan pantun berikut!

Memakai cincin dari batu


Semangka di sawah dibelah dua
[](1)
[](2)

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah .


A. (1) Hidup ini harus saling membantu
(8) Supaya hidup lebih bermutu
B. (1) Datang ke ladang membawa pedang
(2) Melihat rusa belang di dada
C. (1) Jika tak pandai memakai waktu
(2) Maka sia-sialah hidupnya
D. (1) Tiga ditambah empat tujuh
(2) Tujuh bilangan ganjil

Kunci :C
Pembahasan :
Sesuai syarat pantun dan data pada ilustrasi. Syarat pantun bersajak abab; baris pertama dan
kedua sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

dikator SKL : Melengkapi puisi


ikator Soal : Disajikan puisi yang lariknya dirumpangkan, siswa dapat melengkapi puisi
tersebut dengan pilihan kata yang tepat

Soal :
Perhatikan kutipan puisi berikut!

Ibu,
Dengan apa kubalas [](1)
Dengan uang beribu-ribu
Ah,
Itu sesuatu yang tabu
Apakah aku harus [](2)
Di atas pangkuanmu
Ya, ini mungkin lebih seru

Kata yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah


A. (1) semua
(9) menuntut
B. (1) kasihmu
(2) berdoa
C. (1) jasamu
(2) bersimpuh
D. (1) air matamu
(2) restu

Kunci :C
Pembahasan : Diksi (pilihan kata) membulatkan makna puisi. Sesuai data pada kutipan puisi,
pilihan jawaban yang tepat C.

dikator SKL : Melengkapi puisi


ikator Soal : Disajikan puisi yang lariknya dirumpangkan, siswa dapat melengkapi puisi
dengan larik bermajas.

Soal :
Bacalah puisi berikut!

Buku.
Katanya kau gudangnya ilmu
Aku tak tahu
[]
Dengan wajah berbalut debu
Kau sendiri gudang dalam gudang

Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah


A. Di lemari bertumpuk-tumpuk
B. Ilmu apa yang tersembunyi
C. Kau termenung di sudut lemariku
D. Buku mana yang akan kubaca

Kunci :C
Pembahasan :
Kita dapat melengkapi puisi rumpang dengan memperhatikan larik sebelum dan sesudah bagian
yang dirumpangkan.Kau termenung di sudut lemariku sesuai dengan larik di atasnya dan larik
bawahnya Dengan wajah berbalut debu.

Indikator SKL : Melengkapi naskah drama


ikator Soal : Disajikan kutipan drama yang petunjuk lakuannya tidak tepat, siswa dapat
menentukan perbaikan yang tepat.

Soal :
Cermatilah kutipan naskah drama berikut!

Putri : Kenapa harus pink, sih? (sedih menahan isak) (1)


Vince : Mungkin karena cerah, Put?
Harap : Menurut gue sih dipilih pink karena warna merah dan biru sudah diambil
Superman!
Putri : Dan hitam sudah dipakai sama Batman, gitu kan? (sambil mencubit Harap, abang
keduanya itu)
Perbaikan petunjuk lakuan yang tepat untuk Putri pada dialog (1) adalah .
A. (tertawa)
B. (melamun)
C. (tersenyum)
D. (penasaran)

Kunci :D
Pembahasan : Petunjuk lakuan disesuaikan dengan isi kalimat dialog pelaku.

Indikator SKL : Melengkapi naskah drama


ikator Soal : Disajikan kutipan drama yang petunjuk lakuannya dirumpangkan, siswa dapat
melengkapinya dengan tepat.

Soal :
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!

Suasana pos ronda masih sepi. Lampu 15 watt yang berada di tengahnya sudah menyala sejak
pukul 18.00. Sisa hujan yang baru beberapa saat berhenti masih menetes di daun pisang.
Suaranya mendominasi keadaan.
Madi : (Datang menjinjing kentongan dan senter) Tumben amat gini hari masih sepi.
Wahab : [] Di, kamu sudah datang?
Madi : udah, Mas. Sepi sekali, ya?
Wahab : Maklum habis hujan.
Madi : iya, hujan hari ini benar-benar seharian.

Petunjuk lakuan yang tepat untuk melengkapi kutipan naskah drama tersebut adalah .
A. Keluar dari rumahnya
B. Keluar dari dalam pos ronda
C. Muncul dari balik pagar bambu
D. Sambil pergi meninggalkan pos

Kunci :C
Pembahasan :
Dalam konteks drama tersebut, digambarkan Wahab baru sampai di pos ronda. Petunjuk lakuan
yang paling tepat adalah muncul dari balik pagar bambu.
Indikator SKL : Melengkapi naskah drama
dikator Soal : Disajikan kutipan drama yang dialognya dirumpangkan, siswa
dapat melengkapinya dengan tepat.

Soal :
Bacalah kutipan naskah drama berikut!
Satilawati : Tidak ada sebab yang lain?
Ishak : (malu-malu) Tentu ada. Engkau cantik.
Satilawati : [...](1)
Ishak : Itu yang akan kuceritakan kepadamu sekarang. Aku dalam bahaya.
Satilawati : Bahaya apa?
Ishak : Aku mungkin dipandang pengkhianat oleh rakyat.
Satilawati : Karena apa/
Ishak : [...](2)
Satilawati : Romanmu itu, maksudmu?
Ishak : Ya, Hari Ketiga Nippon di Indonesia.
Satilawati : Mengapa? Sudah diterbitkan, bukan?
Ishak : Ya, semua hartaku telah habis kujual untuk menerbitkan buku ini. Rugi semata.
Dialog yang tepat untuk melengkapi naskah drama tersebut adalah ...
A. (1) Akan ke mana engkau pergi?
(10) Karena aku mengarang.
B. (1) Tetapi mengapa?
(2) Karena wajahku.
C. (1) Tapi mengapa engkau pergi?
(2) Karena karanganku.
D. (1) Engkau akan ke mana?
(2) Aku mengarang.

Kunci :C
Pembahasan :
Melengkapi dialog dalam naskah drama harus memperhatikan dialog sebelum dan sesudahnya.
Hal ini dimaksudkan agar dialog yang dimasukkan pada bagian yang rumpang menjadi padu.
Diposkan 6th February 2015 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar


DEC

11

Rangkuman Materi IPS Kelas IX SMP SEMESTER 1 (By : WM)

Rangkuman Materi IPS


Bagian I (Kelas IX SMP)

NEGARA BERKEMBANG & NEGARA MAJU


A. Ciri-ciri Negara Berkembang (Dunia Ketiga)
1. Klasifikasi World Bankmenjadi 4 (empat) kategori :
Negara berpendapatan rendah (Low Income)=> GNP per kapita US$765,
Negara berpendapatan menengah rendah (Lower Middle Income)=> GNP per kapita US$766 3.035,
Negara berpendapatan menengah tinggi (Upper Middle Income)=> GNP per kapita US$3.036 9.385,
Negara berpendapatan tinggi (High Income)=> GNP per kapita US$9.386.
2. Klasifikasi Negara Berkembang
Sistem PBB, menjadi 3 (tiga) golongan :
1. Negara paling terbelakang (Clause Develope),
2. Negara berkembang (Developing Country),
3. Negara kaya pengekspor minyak & anggota OPEC.

Ciri-ciri Negara berkembang ada 5 (lima) yaitu :


1. Standar Hidup yang Rendah,
Indikator Standar Hidup Penduduk Suatu Negara a.l :
1). Pendapatan Nasional Per Kapita,
Pengertian : jumlah pendapatan nasional suatu negara selama satu tahun dibagi jumlah penduduk Negara tersebut.
2). Tingkat Pertumbuhan Pendapatan Nasional & Pendapatan Per Kapita,
3). Distribusi Pendapatan Nasional,
4). Tingkat Kemiskinan,
5). Kesehatan,
6). Pendidikan,
2. Tingkat Produktivitas yang Rendah,
3. Tingkat Pertumbuhan Penduduk & Beban Ketergantungan yang Tinggi,
4. Ketergantungan yang Tinggi thd Prod.Pertanian & Ekspor Brg Primer,
5. Dominasi, Ketergantungan, & Kerapuhan dlm Hub.Internasional.

Tujuan Utama Dunia Ketiga a.l :


1. Memerangi kemiskinan.
2. Mengatasi ketidakmerataan distribusi pendapatan.
3. Mengurangi tingkat pengangguran.
4. Memenuhi standar minimal di semua bid. Kehidupan.
5. Memperluas kesempatan dibid. ekonomi & sosial.
6. Membina keutuhan & kesatuan sbg negara berbangsa.
1. B. Ciri-ciri Negara Maju
1. Standar Hidup Tinggi,
Indikatornya a.l :
1 Pendapatan Per Kapita US$9.000,
2 Pertumbuhan Pendapatan Lebih Cepat,
3 Pemerataan Pendapatan tdk ada kesenjangan,
4 Kemiskinan tidak mencolok,
5 Kesehatan yang baik (Perbaikan Gizi & Pelayanan Kesehatan).
6 Tingkat Pendidikan Tinggi (termasuk kualitas kesehatan fisik yg baik),
7 Laju Pertumbuhan Penduduk Rendah,
8 Tingkat Pengangguran Rendah

C. Persebaran Negara Maju & Negara Berkembang


1. Negara Maju
1. Eropa : Swedia, Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, Italia, dll.
2. Amerika : AS & Kanada
3. Asia : Jepang
4. Australia & Oseania : Australia & New Zealand
2. Negara Pengekspor Minyak
1. Asia : UEA, Qatar, Kuwait, Iran, Irak, Arab Saudi, & Indonesia.
2. Afrika : Nigeria, Aljazair, & Libya.
3. Amerika : Venezuela
2 Negara Industri Baru
1. Asia : Singapura, Hongkong, Taiwan, & Korea Selatan.
2. Amerika : Meksiko, Brazil, & Ekuador.
3. Eropa : Yunani & Spanyol.
2 Negara Berpendapatan Rendah
1. Amerika : Nikaragua & Haiti
2. Afrika : Pantai Gading, Ghana, Senegal, Nigeria, Ethiopia, Kamerun,
Angola, dll.
3. Asia & Pasifik : Afganistan, Bangladesh, India, Kamboja, Korut, Papua
Nugini, Kep.Solomon, Tajikistan, Timor Leste, Vietnam, dll.
2 Negara Berpendapatan Menengah
1. Eropa : Albania, Bosnia H, Serbia M, Korasia, Lithuania, dll.
2. Amerika : Argentina, Brazil, Kolombia, Meksiko, Uruguay, Venezuela, dll.
3. Afrika : Mesir, Maroko, Afrika Selatan, Tunisia, dll.
4. Asia & Pasifik : Samoa Amerika, Indonesia, Lebanon, Yordania,
Kazakhstan, Malaysia, dll.
*************

Rangkuman Materi IPS Kelas IX Bab 2 Semester 1 (Perang Dunia II)


PERANG DUNIA II

a) Sebab-sebab Umum :
1) Kegagalan LBB menciptakan perdamaian dunia, dikarenakan:
1 LBB menjadi alat politik negara besar untuk mencari keuntungan.
2 Negara-negara besar berbuat semaunya dengan menyerang negara lain.
3 AS tidak ikut sehingga tidak efektif.
4 Keanggotaan LBB yang sifatnya sukarela.
2) Negara-negara maju berlomba memperkuat militer dan persenjataannya.
3) Adanya Politik Aliansi (mencari kawan persekutuan), sehingga muncul dua blok besar, yaitu:
5 Blok Fasis : Jerman, Italia, dan Jepang
6 Blok Sekutu, terdiri atas:
Blok Demokrasi : Perancis, Inggris, AS, dan Belanda
Blok Komunis : Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.
4) Adanya pertentangan akibat ekspansi :
Jerman dengan Lebensraumnya (Jerman Raya).
Italia dengan Italia Irredentanya (Italia Raya).
Jepang dengan Hakko I Chi unya (Berkorban untuk negara).
5) Adanya Politik Balas Dendam (Revanche Idea) Jerman thd Perancis.
6) Berkembangnya paham nasionalisme yang sempit.
7) Timbulnya imperialisme baru (Politik Ekonomi).

b) Sebab-sebab Khusus :
1) Penyerbuan Jerman di Kota Danzig (Polandia) 1 Sept 1939.
2) Penyerbuan Jepang terhadap Cina 1939
3) Penyerbuan Jepang terhadap Pearl Harbour, Hawaii 7 Des 1941.

2. JALANNYA PD II & PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT


a) Medan Eropa
7 1 Sept 1939 : Jerman menyerang Polandia. Inggris & Perancis menyatakan perang thd Jerman.
8 9 Apr 1940 : Jerman menyerang Denmark & Norwegia.
9 Mei 1940 : Jerman mneduduki Belanda.
10 10 Juni 1940: Italia menyatakan perang thd Perancis & Inggris.
11 Juni 1940 : Jerman menduduki Perancis.
1 27 Sept 1940:Jerman, Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.
2 22 Juni 1941: Jerman (dibantu Finlandia & Rumania) menyerbu Rusia.
b) Medan Afrika
Inggris memukul mundur Italia di Afrika Utara.
23 Okt 1942 : Sekutu menyerang Blok Sentral di Mesir.
19 Nov 1942 : Jerman kalah melawan Rusia di Stalingrad
7 Mei 1945 : Jerman menyerah kpd sekutu di Reims, Perancis.
c) Medan Asia Pasifik (Perang Asia Timur Raya)
7 Des 1941 : Jepang menyerang Pearl Harbour, Hawaii, setelah itu menyerang
beberapa Negara dikawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Sistem Katak Loncat- pimp. Jend. Douglas Mc Arthur & Laks. Chester Nimitz
membalas serangan Jepang.
7 Mei 1942 : Jepang kalah di Laut Karang dan Midway (Titik Balik pertama).
22 Okt 1944 : AS merebut Filipina dari Jepang.
17 Mar 1945 : AS merebut Iwo Jima-Jepang.
21 Juni 1945 : AS merebut Okinawa-Jepang.
30 Apr 1945 : Inggris (pimp. Lord Louis Mauntbatten) menyerbu Birma dari Jepang.
6 Agust 1945 : AS menjatuhkan Bom Atom di Hiroshima.
9 Agust 1945 : AS menjatuhkan Bom Atom di Nagasaki.
14 Agust 1945 : Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
2 Sept 1945 : Jepang menyerah (secara resmi) di Kapal Missouri, Teluk Tokyo.

3. AKIBAT PD II
Timbullah Perjanjian-perjanjian, antara lain:
1. Konferensi Postdam (2 Agust 1945)=> Sekutu-Jerman
Isinya:
1. Jerman dibagi menjadi 4 daerah pendudukan.
2. Danzig dikembalikan ke Polandia.
3. Tentara Jerman & peralatan militernya dikurangi (Demiliterisasi).
4. Penjahat perang (NAZI) harus dihukum.
5. Jerman bayar kerugian perang kpd sekutu.
1. Perdamaian Paris(Feb 1947)=> Sekutu-Italia
1. Afrika Utara diserahkan ke Inggris.
2. Wilayah kekuasaan Italia diperkecil.
3. Italia diharuskan membayar kerugian perang.
4. Albania merdeka.
2. Perjanjian San Fransisco(8 September 1951)=> Sekutu-Jepang
1. Kep.Jepang diawasi AS.
2. Kep.Kurile & Sakhalin Selatan diberikan pd Rusia. Sedangkan Manchuria & Taiwan
kpd Tiongkok.
1. Penjahat perang dihukum.
2. Jepang bayar kerugian perang kpd sekutu.

Akibat PD II berdampak di empat bidang. Yaitu:


a) Bidang Politik
1 AS & Rusia (Uni Sovyet) menjadi 2 Negara Adikuasa.
2 Perang Dingin Blok Barat (AS)- Timur (Uni Sovyet).
3 Nasionalisme Asia berkobar & timbul Negara merdeka.
4 Muncul Politik Aliansi (mencari kawan)=> contoh: NATO
5 Muncul politik pecah belah negara. Contoh: Jerman, Korea,Indo China & India.
b) Bidang Ekonomi
1 Banyak negara yang perekonomiannya hancur.
2 AS menjadi kreditur dunia.
3 Muncul Program AS utk membendung komunisme & menanamkan pengaruh AS di Eropa & seluruh dunia
seperti: Marshall Plan (1947).
c) Bidang Sosial
PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration)
Tugasnya antara lain:
1 Memberi makan orang terlantar.
2 Mendirikan RS.
3 Mengurus pengungsi.
4 Membenahi tanah yang rusak.
d) Bidang Kerohanian
1 Timbulnya kebutuhan rasa aman dan perdamaian dunia.
2 Lahirnya PBB atau UNO (United Nations Organization) 24 Okt 1945.

B. Perang Dunia II di Asia Pasifik


1) PD II di Asia Pasifik dimulai sejak Jepang menyerang pangkalan militer AS di Pearl Harbour, Hawaii pada 7
Des 1941.
2) Di Bulan Desember 1941 Jepang juga telah menguasai sebagian pulau-pulau di Filipina dan Myanmar.
3) Tanggal 15 Jan 1942 Sekutu membentuk ABDACOM (American, British, Dutch Australia, Command) di
Lembang Pimp. Sir Archibald Wavell (Inggris).
4) Sekutu juga membentuk Front ABCD (American, British, China, Dutch).
5) Tanggal 24 Jan1942 Jepang menduduki Tarakan, Balikpapan, dan Kendari.
6) Kemudian Jepang selanjutnya menguasai Samarinda, Banjarmasin, Ambon, Palembang.
7) Tanggal 1 Maret 1942 Jepang mendarat di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jabar) dan di Kragan (Jateng).
8) Tanggal 5 Maret 1942 Batavia jatuh ke Jepang disusul dgn didudukinya Buitenzorg (Bogor).
9) Tanggal8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kpd Jepang di Kalijati, Subang (Jabar). Penyerahan
ditandatangani LetJend. Ter Poorten (Hindia Belanda) dan Jend. Hitosyi Imamura.

PENGARUH KEBIJAKAN PENDUDUKAN JEPANG DAN BENTUK PERLAWANAN RAKYAT DI


INDONESIA

1. Sistem Pemerintahan
Cara Jepang menarik simpati:
1 Jepang Saudara Tua bangsa Indonesia.
2 Bhs. Indonesia sbg bahasa resmi selain Bhs. Jepang.
3 Gerakan 3A (dipimp. Mr Syamsuddin), yang berarti Cahaya, Pelindung, Pemimpin Asia, sekaligus para tokoh
nasional diangkat sbg pimp. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat).
4 MIAI (Majelis Islam Ala Indonesia) tetap dizinkan berdiri.
5 Bendera Merah Putih boleh berkibar dan Lagu Indonesia Raya boleh berkumandang.
6 Wajib menyerahkan besi tua utk alat perang.
7 Seluruh peninggalan Belanda disita.
8 Sistem hukum berubah scr mendasar dgn diberlakukannya pemerintahan militer sementara dan jabatan
Gubernur Jenderal dihapus.
9 Mulai 5 Agust 1942 berlaku pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.
10 Pemerintah daerah di Jawa terdiri dari:
1) Syu (Karesidenan dipimp. Syucho)
2) Si (Kotamadya dipimp. Sicho)
3) Ken (Kabupaten dipimp. Kencho)
4) Gun (Kawedanan dipimp. Guncho)
5) Son (Kecamatan dipimp. Soncho)
6) Ku (Desa/Kelurahan dipimp. Kuncho)

1 Berlakunya penyerahan padi scr paksa berakibat: bencana kelaparan, peningkatan angka kematian, penurunan
tingkat kesehatan, keadaan sosial memburuk.
2 Pemberlakuan Romusha = tenaga kerja paksa utk membangun objek-objek vital.

2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang


a. Bidang Politik
3 Kegiatan politik dilarang keras, kecuali thd Islam Nasionalis.
4 MIAI yg didirikan K.H. Mas Mansyur (Surabaya 1937) tetap berjalan.
5 Tidak efektinya Gerakan 3A shg dibubarkan Des 1942.
b. Bidang Ekonomi
6 Kebijakan ekonomi diprioritaskan utk perang (Pola ekonomi Perang).
o Jawa dibagi dalam 17 Autarki (berdiri di atas kaki sendiri).
o Sumatera dibagi dalam 3 Autarki dan 3 Minseifu (diperintah AL Jepang).
o SDA Indonesia dimanfaatkan utk biaya perang dgn cara-cara:
1) Petani wajib setor hasil panen.
2) Hutan ditebang utk industri perang.
3) Perkebunan yg tdk terkait perang dimusnahkan.
4) Ternak dipotong utk konsumsi tentara Jepang.
7 Pengerahan Romusha dgn bujukan ataupun paksaan.
8 Panitia pengerah Romusha disebut Romukyokai.
9 Kerja bakti sukarela pamong praja dan pegawai rendahan disebut Kinrohoshi.
10 Utk mengawasi penduduk agar gerakan jepang terlaksana dibentuk Tonarigumi (RT) di desa-desa.
c. Bidang Militer
1) Seinendan (Barisan Pemuda): semi militer, tenaga cadangan utk Jepang.
2) Keibodan (Barisan Pembantu Polisi): semi militer, di sumatera disebut Bogodan, di kalimantan di sebut Borneo
Konen Hokukudan.
3) Fujinkai (Barisan Wanita): mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, ternak, dan bahan makanan utk
perang.
4) Heiho (Pembantu Prajurit Jepang): militer resmi, sbg pemindah peluru & senjata, sekaligus pemeliharanya.
5) Syuisyintai (Barisan Pelopor): 25 Sept 1944 dipimp. Ir. Soekarno dibantu Otto Iskandardinata, R.P. Suroso, &
drs. Buntaran Martoatmojo. Bertugas utk para pemuda dewasa agar semangat dlm militer utk perlawanan
rakyat.
6) Jawa Hokokai(Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa): 1 Maret 1944, org resmi pemerintah yg
dipimp. Guneiseikan(Kepala Pemerintahan Militer dijabat kepala staf tentara). Tugasnya: menggerakkan
rakyat utk mengumpulkan pajak, upeti, dan hasil pertanian rakyat.
7) PETA (Pembela Tanah Air): 3 Oktober 1944. Di Sumatera disebut Gyugun bertugas mempertahankan tanah air
Indonesia. tokohnya: Jend. Sudirman, Gatot Soebroto, Jend. Ahmad Yani, Supriyadi.
d. Bidang Sosial Budaya
11 Media massa diawasi ketat.
12 Pertumbuhan Bhs. Indonesia tdk dpt dibendung krn lenyapnya Bhs. Belanda.

E. Bentuk-bentuk Perlawanan Rakyat dan Pergerakan Kebangsaan Melalui MIAI, Gerakan Bawah
Tanah, Perjuangan Bersenjata

1. Perjuangan Melalui Organisasi Bikinan Jepang


a. Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
13 Pemimpinnya Empat Serangkai: Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur.
14 Tujuan Jepang bentuk PUTERA adlh agar kaum nasionalis & intelektual menyumbangkan tenaga & pikiran
utk Jepang.
15 PUTERA justru membela rakyat, mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air, anti kolonialisme, &
imperialisme.
16 April 1944 dibubarkan Jepang.
b. Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai)
17 Bagian dari Jawa Hokokai, dipimp. Ir Soekarno.
18 Sbg penyalur aspirasi nasionalisme dan perkuat pertahanan pemuda.
c. Memanfaatkan Chuo Sang In (Badan Penasihat Pusat)
19 Dibentuk 5 Sept 1943. Ketuanya Ir. Soekarno (23 Jepang & 20 Indonesia).
20 Bertugas memberi nasihat atau pertimbangan kpd Seiko Sikhikan (pemimpin tertinggi militer Jepang di
indonesia).

2. Perjuangan Melalui Organisasi Islam Majelis Islam Ala Indonesia (MIAI)


Berdiri 21 Sept 1937 di Surabaya oleh K.H. Mas Mansyur.
Tanggal Okt 1943 dibubarkan Jepang krn kurang memuaskan pihak Jepang & diganti oleh MASYUMI
(Majelis Syuro Muslimin Indonesia)disahkan Gunseikan pada 22 Nov 1943.

3. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah


a. Gerakan Kelompok Sutan Syahrir
Pendukung demokrasi parlementer model Eropa Barat & menentang Jepang krn merupakan negara fasis.
Pengikutnya para pelajar Jakarta-Surabaya-Cirebon-Garut-Semarang.
b. Gerakan Kelompok Amir Syarifuddin
Kelompok ini anti fasis dan menolak kerja sama dgn Jepang.
c. Golongan Persatuan Mahasiswa
Beranggotakan mahasiswa Sekolah Kedokteran di Jl. Prapatan 10 & BAPERPI (Badan Permusyawaratan
Pelajar-Pelajar Indonesia)di Cikini Raya 71. Tokohnya Supeno (ketua) dan Burhanuddin Harahap.
d. Kelompok Sukarni
Sangat berperan di proklamasi kemerdekaan.
Tokohnya Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Chaerul Saleh, & Maruto Nitimiharjo.
e. Kelompok Pemuda Menteng 31
Beranggotakan kelompok Sukarni, ditambah Chaerul Saleh, A.M. Hanafi, Khalid, Rasjidi, & Djamhari.
Bermarkas di Asrama Gedung Menteng 31 Jakarta, tempat menggerakkan semangat nasionalisme.
f. Golongan Kaigun
Bekerja pada AL Jepang.
Kelompok ini mendirikan asrama Indonesia Merdeka di Jl. Bungur Besar No. 56 Jakarta atas
usul Laks.Muda Maeda pada Oktober 1944.
Pengurusnya Mr. Ahmad Soebardjo (Ketua) dibantu Wikana.

Gerakan-gerakan di atas melakukan kegiatan a.l. sbb:


a) Berkomunikasi dlm semangat nasionalisme.
b) Menyiapkan kekuatan utk kemerdekaan.
c) Mempropagandakan kemerdekaan.
d) Memantau Perang Pasifik.

4. Perjuangan Melalui Perlawanan Bersenjata


a. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan Rakyat
Cot Pleing: 10 Nov 1942 dipimp. Tengku Abd. Jalil.
Pontianak: 16 Okt 1943 Tokohnya Utin Patimah (Dayak).
Sukamanah, Singaparna, Jabar: 25 Feb 1944 dipimp. KH Zainal Mustapha krn tdk setuju dgn Seikeirei.
Cidempet, Lohbener, Indramayu: 30 Juli 1944 dipimp. H. Madriyas dkk.
Irian Jaya: Biak (1944) dipimp. L. Rumkoren, di Yapen Selatan dipimp. Nimrod & S. Papare, di Tanah Besar
dipimp. Simson.
b. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan PETA
Blitar (29 Feb 1945): dipimp. Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, & Dr. Ismail.
Meureudu, Aceh (Nov 1944): dipimp. Perwira Gyugun T. Hamid.
Gumilir, Cilacap (April 1945): dipimp. Bundanco (pemimpin regu) Kusaeri dkk.

3. Rangkuman Materi IPS Kelas IX Bab 3 Semester 1 (Upaya Mempertahankan Kemerdekaan RI)
USAHA PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

A. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Konflik antara Indonesia dengan Belanda


1. Kedatangan Tentara Sekutu Diboncengi oleh NICA
21 14 September 1945: Mayor Greenhalgh tiba di Jakarta untuk mempelajari dan melaporkan keadaan Indonesia
menjelang pendaratan sekutu.
22 29 September 1945: sekutu mendarat di Indonesia dan melucuti tentara Jepang dan dilaksanakan oleh SEAC
pimpinan Lord Louis Mountbatten yang membentuk komando khusus AFNEI pimpinan Sir Phillip Christison
yang memiliki 5 tugas yaitu terima kekuasaan dari Jepang, bebaskan tawanan perang, memulangkan Jepang,
menegakkan damai, menuntut penjahat perang.
23 AFNEI di Sumatera & Jawa.
24 Sekutu ternyata membawa NICA atau pegawai sipil Belanda.
2. Kedatangan Belanda (NICA) Berupaya untuk Menegakkan Kembali Kekuasaannya di Indonesia
25 NICA mempersenjatai KNIL (tentara kerajaan Belanda), memprovokasi memancing kerusuhan.
26 1 Okt 1945 Christison mengakui Pemerintahan RI secara de facto untuk kelancaran tugasnya.
27 Nyatanya sekutu sering membuat huru hara sehingga Bangsa Indonesia melawan melalui cara Diplomasi dan
Senjata.

B. Peran Dunia Internasional dalam Penyelesaian Konflik Indonesia-Belanda

1. Peranan Perserikatan Bangsa-Bangsa


28 25 Maret 1947 Persetujuan Linggajati, namun dilanggar Belanda dengan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947.
29 31 Juli 1947 India & Australia ajukan masalah RI-Bld ke DK-PBB.
30 1 Agust 1947 Resolusi DK-PBB keluar untuk hentikan tembak menembak dan diselesaikan scr damai melalui
Arbitrase.
31 25 Agust 1947 DK-PBB menerima usul AS membentuk Komisi Jasa-jasa Baik yg dikenal KTN
beranggotakan: Australia, Belgia, AS.
32 8 Desember 1947 Perundingan Renville di Teluk Jakarta yg berakibat wilayah RI makin sempit.
2. Peranan Konferensi Asia dan Resolusi Dewan Keamanan PBB
33 19 Des 1948 Agresi Militer II, sehingga PM India & Burma usul Konferensi.
34 20-23 Jan 1949 Konferensi Asia, RI a.l diwakili: Mr. AA Maramis & Dr. Soemitro Djojohadikusumo.
35 Konferensi Asia hasilkan 4 Resolusi a.l: Pemerintahan RI kembali ke Yogya, bentuk ad interim sebelum 15
Maret 1949, tarik tentara Belanda, serahkan kedaulatan ke NIS paling lambat 1 Januari 1950.
36 28 Jan 1949 DK-PBB keluarkan resolusi: desak Bld hentikan opreasi militer & hentikan gerilya RI, desak Bld
bebaskan tawanan politik-pemerintahan RI ke Yogya.
37 Anjurkan perundingan lagi RI-Bld, buat Dewan Pembuat UUD NIS paling lambat 1 Juli 1949.
38 KTN diubah menjadi UNCI untuk melancarkan perundingan, urus pengembalian pemerintahan RI.

C. Pengaruh Konflik Indonesia-Belanda terhadap Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia


1. Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada waktu Agresi Militer Belanda Pertama
39 Politik: Bld Kepung Ibukota RI & hapus RI dari Peta.
40 Ekonomi: Bld kuasai JABAR-JATIM sbg pnghasil beras, Sumatera pnghasil bahan ekspor.
41 Militer; Penghancuran TNI.
42 Namun, penghancuran TNI sulit krn TNI ber-gerilya.
43 18 Nov 1946 Liga Arab mengakui kemerdekaan RI.
2. Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada waktu Agresi Militer Belanda Kedua
44 Saat Agresi Militer Belanda II, para pimpinan RI ditawan & Yogyakarta jatuh.
45 19 Des 1948 Syafrudin Prawiranegara (Menteri Kemakmuran) berhasil dirikan PDRI di Bukitinggi, Sumatera.
46 Rakyat & TNI di pimpin Jend. Soedirman melakukan siasat perang gerilya di sekitar JATENG s. d JATIM
(Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Kediri).
47 Resolusi DK-PBB tidak dipatuhi Bld, RI lakukan Serangan Umum 1 Maret 1949 dgn memukul mundur Bld
dari Yogyakarta selama 6 jam yang membuktikan RI masih ada & TNI masih kuat.

D. Aktivitas Diplomasi Indonesia di Dunia Internasional untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


a. Perundingan Awal hingga Hooge Velowe
Perundingan awal, 10 Februari 1942, Dr. H.J Van Mook (Belanda) : Indonesia akan dijadikan
Negara Commonwealth& masalah dalam negeri diurus Indonesia, tapi urusan luar negeri diurus pemerintah
Belanda.
RI punya usulan balasan, 12 Maret 1946 yang salah satunya berbunyi : RI harus diakui sbg negara berdaulat
penuh atas wilayah bekas Hindia Belanda.
Tanggal 14-25 April 1946 terjadi perundingan resmi di Hooge Velowe (Belanda)yang berisi tuntutan RI atas
Jawa, Madura, & Sumatera, sedangkan Belanda hanya menyetujui Jawa & Madura. Maka perundingan tsb
mengalami kegagalan.
b. Perundingan Linggajati
10 Nov 1946, RI diwakili Sutan Syahrir, Belanda oleh Schermerhorn, & penengah Lord Killearn (Inggris).
Isi perundingan :
1). Belanda scr de facto mengakui RI meliputi Sumatera, Jawa, & Madura.
2). RI-Belanda akan bekerja sama membentuk RIS.
3). RIS & Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda (Ketua : Ratu Yuliana).
Ternyata perundingan tsb ditafsirkan berbeda oleh kedua pihak sehingga terjadi : Agresi Belanda I 20 juli
1947.
Tanggal 1-8-47 DK-PBB memerintahkan penghentian tembak menembak, akhirnya 4-8-47 agresi berakhir
namun Belanda masih memiliki Garis van Mook (Batas terakhir wilayah yg dikuasai).
c. Perundingan Renville (Kapal Pengangkut Pasukan AS)
Sejak 8 Des 1947 dgn dihadiri KTN (komisi Tiga Negara): Australia, Belgia & AS.
Wakil RI = Amir Syarifuddin; Wakil Belanda : R.Abdulkadir Wijoyoatmodjo.
Hasil perundingan a.l :
1). Penghentian tembak-menembak.
2). Di Garis van Mook harus dikosongkan pasukan RI.
3). Belanda bebas membentuk Negara federal melalui Plebisit (Jajak Pendapat).
Scr umum hasil tsb sangat merugikan RI.
Tanggal 18 Des 1948 Belanda merasa tdk terikat Renville lagi, shg besoknya melakukan Agresi Militer II dgn
menyerbu & menduduki Yogyakarta.
Pada saat itu, para tokoh nasional : Soekarno, M.Hatta, Sutan Syahrir, Agus Salim, & AK.Pringodigdo
diasingkan Belanda ke tempat yang berbeda agar terisolasi serta tak bisa saling kontak.
Perlawanan d luar kota dipimpin Jend.Soedirman.
Pada saat itu ada peristiwa terkenal Serangan Umum Satu Maret 1949 yang berhasil menguasai Yogyakarta
selama 6 jam dipimpin Letkol. Soeharto utk menunjukkan bhw TNI masih ada, keberhasilan tsb didukung
karena bantuan Sultan Hamengkubuwono IX.
d. Perundingan Roem Royen
PBB membentuk UNCI (United Nations Comisssion for Indonesia) atau Komisi utk Indonesia (Diketuai :
Merle Cochran-AS) yg bertujuan mempertemukan Indonesia (Diwakili : Muh.Roem) & Belanda
(diwakili : Dr.van Royen) dimulai 17 April 1949.
Pada 7 Mei 1949 tercapai persetujuan dgn nama : Roem-Royen Statements .
e. Konferensi Meja Bundar (KMB)
Merupakan puncak perjuangan Bangsa Indonesia dlm mempertahankan kedaulatan yang terus diusik Belanda.
KMB berlangsung di Den Haag pada 23 Agustus 1949.
Setelah berlarut-larut tercapai persetujuan a.l :
1). Belanda mengakui RIS sbg Negara berdaulat & merdeka.
2). Masalah Irian Barat akan diselesaikan dlm satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.
RI diwakili : Moh.Hatta, Belanda : J.H. Van Maarseveen, & UNCI : Merle Cochran.
Berdasarkan KMB pada 27 Desember 1949, Ratu Yuliana menandatangani Piagam Pengakuan Kedaulatan di
Amsterdam.
Sejak itulah kedaulatan Indonesia telah diakui secara sah.

E. Perjuangan Rakyat dan Pemerintah di Berbagai Daerah dalam Usaha Mempertahankan


Kemerdekaan Indonesia
1. Pertempuran Surabaya
25 Oktober 1945 pasukan Sekutu dipimpin Brigjend. A.W.S. Mallaby (diboncengi Belanda NICA) tiba di
pelabuhan Tanjung Perak, shg menimbulkan perang besar di Surabaya.
Pada awal November 1945 Brigjend Mallaby tewas, lalu pimpinan AFNEI Mayjen R.C. Mansergh pada 9 Nov
945 mengultimatum rakyat Surabaya untuk menyerah tanpa syarat tapi tidak berhasil, justru terjadi
pertempuran besar pada 10 Nov 1945 di Surabaya, tokoh penyemangat yang terkenal saat itu adalah Bung
Tomo.
2.Pertempuran Ambarawa
Pada 15-20 oktober 1945 terjadi perlawanan rakyat Semarang selama lima hari, yg menggugurkan 2000
pemuda dan diperingati dengan Monumen Tugu muda.
Pada 21 Oktober 1945 tentara sekutu berusaha membebaskan Belanda yg ditawan, namun mendapat
perlawanan TKR & pejuang Indonesia lainnya shg dikenal dgn Pertempuran Ambarawa yg dipimpin
Kol.Isdiman & para pejuang lainnya shg dibuatlah Monumen Palagan Ambarawa.
3. Pertempuran Medan Area & Sekitarnya
Pada 10 Desember 1945 tentara sekutu menyerang Medan, akhirnya TKR (Pelopor: Achmad Tahir) & rakyat
Medan membentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area berpusat di Sudi Mengerti, Trepes-Medan.

F. Kronologi Berbagai Peristiwa Penting Baik di Tingkat Pusat Maupun Daerah dalam Usaha
Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
1. Bandung Lautan Api
17 Okt 1945 sekutu tiba di Bandung.
Sekutu ultimatum agar Bandung Utara dikosongkan TRI paling lambat 29 November 1945.
23 Maret 1946 Sekutu ultimatum lagi agar Bandung dikosongkan TRI, namun, TRI membumihanguskan
Bandung Selatan sebelum meninggalkan Kota Bandung. Peristiwa itulah yang dikenal Bandung Lautan Api.
2. Puputan Margarana
Pada 2 maret 1946 Belanda tiba di Bali.
Pada 16 Mei 1946 Kapten J.B.T. Koning meminta berunding dgn I Gusti Ngurah Rai namun ditolak.
Pada 20 Nov 1946 di Desa Marga, Tabanan terjadi pertempuran habis-habisan (puputan) & I Gusti Ngurah Rai
serta pasukannya gugur.
3. Peristiwa Westerling di Makasar
Gubernur SulSel Dr. GSSJ Ratulangi Pusat Pemuda Nasional Indonesia (PPNI).
Untuk menggerakkan perjuangan dibentuk LAKRIS (Laskar Pemberontak Indonesia Sulawesi) salah satu
tokohnya Sekjend Robert Wolter Monginsidi.
Desember 1946 Raymond Westerling (Belanda) tiba di SulSel untuk membersihkan SulSel dari pejuang
Republik dan menumpas penentang pembentukan Negara Indonesia Timur.
4. Serangan Umum 1 Maret 1949
Atas persetujuan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, maka Letkol Soeharto memimpin Serangan Umum 1
Maret 1949 yang berhasil menguasai Yogyakarta selama 6 jam yang kabarnya tersiar hingga ke India & New
York, AS.
Arti pentingnya:
1) Ke dalam: Meningkatkan semangat pejuang RI, mendukung diplomasi,
2) Ke Luar: Menunjukkan kpd Internasional bhw TNI punya kekuatan, mematahkan moral Belanda.

G. Faktor-Faktor yang Memaksa Belanda Keluar dari Indonesia


1. Dari Dalam:
1. Belanda sadar militernya tak cukup kuat tundukkan RI.
2. Perang, rugikan perkebunan dan pabrik Belanda.
3. Belanda tdk dpt dukungan politik dari dalam negeri Indonesia.
4. Pejuang RI tetap bergerilya & serangan umum.
2. Dari Luar:
AS ancam hentikan bantuan pembangunan pada Belanda.

4. Rangkuman Materi IPS Kelas IX Bab 4 Semester 1 (Pasca Pengakuan


Kedaulatan RI )

A. PROSES KEMBALI KE NKRI


Dalam KMB dinyatakan bahwa RIS terdiri dari 7 (Tujuh) negara bagian dan 9 (Sembilan) daerah otonom.
Pembentukan negara federal RIS tetap dipandang sbg hasil politik kolonial Belanda untuk memecah belah
persatuan bangsa Indonesia.
Presiden Soekarno menyampaikan naskah Piagam Pernyataan terbentuknya NKRI dlm sidang gabungan DPR
& Senat RIS pada 15 Agustus 1950. Perubahan ini berlaku sejak 17 Agustus 1950, ketika RIS menjadi NKRI.
Berdasarkan UUDS 1950 NKRI menganut sistem demokrasi liberal, shg secara konkret RI menganut sistem
kabinet parlementer.
Jadi, Presiden hanya berfungsi sbg Kepala Negara, sedangkan fungsi Kepala Pemerintahan dipegang oleh
Perdana Menteri.
Para menteri & perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen (DPR).
Dalam pemerintahan liberal juga berlaku sistem multi partai.
1. Jatuh Bangun Pemerintahan Masa Demokrasi Liberal
a. Kabinet Natsir (6 Sept 1950- 2 Mar 1951)
Merupakan Kabinet Koalisi (Gabungan) tapi mayoritas dari Masyumi.
Kabinet ini gagal mengembalikan Irian Barat ke NKRI shg masyarakat sipil & militer pesimis.
b. Kabinet Sukiman (26 Apr 1951- Feb 1952)
Salah satu yg menonjol adlh Nasionalisasi de Javasche Bank pada 28 Mei 1951.
Kebijakan politik luar negeri saat itu condong ke AS shg RI mendapat bantuan di bidang ekonomi & militer.
Namun kurang mendapat kepercayaan masy, apalagi juga gagal menangani Irian Barat.
c. Kabinet Wilopo (30 Mar 1952- 2 Juni 1953)
Wilopo (dari PNI) sbg Perdana Menteri (PM), sdgkan Prawoto Mangkusasmito (dari Masyumi)sbg Wakil PM.
Kedua partai tsb kurang harmonis, krn saling curiga, shg PNI mencari sekutu lain yaitu PKI & sejak 1953 juga
menggandeng NU.
Program Kerja cabinet Wilopo : memilih anggota konstituante, DPR, DPRD, meningkatkan kemakmuran
rakyat, membebaskan Irian Barat, serta politik LN yang bebas aktif.
Gagal menyelesaikan masalah perkebunan di Sumatera, dikenal Peristiwa Tanjung Morawa.
d. Kabinet Ali I (31 Juli 1953 24 Juli 1955)
Memiliki keberhasilan, salah satunya : KAA di Bandung (18-24 Apr 1955).
Gagal dlm hubungan dgn militer terkait Peristiwa 17 Oktober 1952 (Demontrasi masyarakat & TNI-AD utk
membubarkan DPR yg ikut campur masalah angkatan bersenjata).
e. Kabinet Burhanudin Harahap (12 Agust 1955 3 Maret 1956)
Burhanuddin H dari Masyumi.
Kabinet ini lazim dikenal sebagai Politik Dagang Sapi (Partai kecil dapat 2 kursi, padahal biasanya hanya 1
kursi).
Berhasil mengadakan Pemilu pertama 1955.

f. Kabinet Ali Sostroamidjojo (24 Maret 1956 Maret 1957)


Merupakan Kabinet Koalisi tiga partai besar (PNI, NU, & Masyumi)
Mendapat tentangan dari PSI dan PKI.
Bermasalah dengan semangat anti Cina di masyarakat & kekacauan di daerah.
g. Kabinet Djuanda (Maret 1957 Juli 1959)
Merupakan kabinet ekstra parlementer ( bukan dari kalangan parlementer).
Disebut juga Kabinet Kerja/Karya.
Kabinet terakhir di masa Demokrasi Liberal.

2. Pemilu 1955
Pemilu 29 Sept 1955 : memilih anggota DPR.
Pemilu 11 Des 1955 : memilih anggota Konstituante (sidang Pembuat UUD).
Melahirkan 4 partai besar : PNI, Masyumi, NU, & PKI.
Pemilu 1955 tidak mampu menghasilkan pemerintah yang kuat & stabil, krn tidak satupun diantara 4 partai
yang mampu menjadi kekuatan mayoritas tunggal.

3. Dekrit Presiden 5 Juli 1959


DPR & Dewan Konstituante ternyata tidak mampu memperjuangkan kepentingan rakyat. Dalam situasi krisis,
pemerintah perlu menjamin kesatuan nasional, ketertiban kenegaraan , dan pembangunan ekonomi. Pada
tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengumumkan Dekrit Presiden yang berisi :
1.Pembubaran Konstituante.
2.Berlakunya UUD 1945 (Tidak berlakunya UUDS 1950)
3.Pembentukan DPAS (Dewan Pertimbangan Agung) & MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara).

B. ORDE LAMA
1. Sentralisasi Kekuasaan
1. Sistem pemerintahan ketika itu berubah dari kabinet parlementer menjadi presidensial
(Presiden sbg Kepala Negara & Kepala Pemerintahan).
2. Lalu dibentuk MPRS, yg mengakibatkan penyimpangan UUD 1945, a.l. :
1). Presiden mengangkat Ketua MPRS, A.H. Nasution sbg menteri (pembantu presiden), padahal MPRS adalah
lembaga tertinggi Negara.
2).DPR hasil pemilu dibubarkan melalui Penetapan Presiden No.3 tahun 1960,
3. Dgn demikian Sistem Demokrasi Terpimpin berarti pemusatan kekuasaan di tangan Presiden
Soekarno.
2. Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS)
4. Tugas DPAS : memberi jawaban atas pertanyaan presiden & mengajukan usul kepada
pemerintah.
5. Kongres Pemuda di Bandung (Feb 1960)Presiden menyatakan bahwa intisari Manipol : UUD
1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, Kepribadian Indonesia (USDEK).

3.Pembentukan Front Nasional


6. Adalah Ormas yg dibentuk akhir 1959, bertujuan memperjuangkan cita-cita proklamasi &
yang terkandung di UUD 1945.
7. Sayangnya, ormas ini menjadi alat PKI untuk mencapai tujuan komunis.

4. Politik Mercusuar
8. Politik yg berpandangan bahwa Indonesia adalah mercusuar yg dapat menerangi jalan bagi
NEFOS (New Emerging Forces = kekuatan baru yg muncul sbg negara2 yg anti imperialisme & kolonialisme )
di seluruh dunia.
9. Proyek Mercusuar : MONAS, Senayan, Jembatan Ampera Palembang, & GANEFO.

5. Komando Dwikora
10. Isi Dwi Komando Rakyat (3 Mei 1964):
1). Perhebat ketahanan revolusi.
2). Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaysia, Singapura, Sabah, dan Brunei untuk menggagalkan Negara
Boneka Malaysia.

6.Keluar dari PBB


11. 7 Januari 1965 Presiden Soekarno mengomandoi keluarnya RI dari PBB krn menolak
masuknya Malaysia ke PBB.
12. Politik konfrontasi tsb menyebabkan RI diisolasi dari masyarakat internasional.

C. PERKEMBANGAN EKONOMI PASCAKEMERDEKAAN


1. Menembus Blokade Ekonomi Belanda
13. Setelah Agustus RI merdeka, Belanda memblokade ekonomi Indonesia shg sulit bagi RI
untuk ber-ekspor & impor. Upaya utk menembusnya a.l. sbb :
14. Membantu India yang kelaparan dgn mengirim 500.000 ton beras.
15. Mengadakan hubungan dagang langsung dgn negara lain seperti AS.
16. Merehabilitasi pabrik-pabrik gula.
17. Kasimo Plan : anjuran memperbanyak kebun bibit & padi unggul.

2. Sistem Ekonomi Gerakan Benteng


18. Meningkatkan penghasilan Negara, melalui peninjauan kembali kebijakan moneter.
19. Menasionalisasi de Javasche bank menjadi Bank Indonesia (BI).
20. Dengan Program Benteng berarti pengusaha pribumi memiliki kesempatan berpartisipasi
membangun perekonomian nasional.

3. Nasionalisasi Ekonomi Masyarakat


21. Prioritas program adalah Kebijakan Indonesianisasi (pengusaha pribumi mengubah
ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional).
22. Perusahaan asing wajib melatih & member tanggung jawab kpd tenaga Indonesia utk
menduduki jabatan staf.
23. Mendirikan perusahaan Negara.
24. Menyediakan kredit.
25. Memberikan perlindungan dlm persaingan dgn perusahaan asing.

5. Rangkuman Materi IPS Kelas IX Bab 5 Semester 1 (Perubahan Sosial Budaya)


1. A. HAKEKAT PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
2. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan,
1. Peralatan dan perlengkapan hidup mencakup pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga,
senjata, alat produksi, dan transportasi.
2. Mata pencaharian dan sistem ekonomi meliputi pertanian, peternakan, dan sistem produksi.
3. Sistem kemasyarakatan mencakup sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan
sistem perkawinan.
4. Bahasa dahulu disampaikan secara lisan. Sekarang bahasa dapat disampaikan melalui
beragam media, seperti tulisan, sandi, dan sebagainya.
5. Kesenian mencakup seni rupa, seni suara, dan seni tari. .
6. Sistem pengetahuan berkaitan dengan teknologi.
7. Religi atau sistem kepercayaan dahulu kala berwujud sistem keyakinan dan gagasan tentang
dewa, roh halus, dan sebagainya.
Berikut ini pengertian perubahan sosial yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi :
1. Max Iver mengemukakan bahwa perubahan sosial berarti perubahan dalam hubungan sosial
atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial (dalam buku A Text Book of Sociology).
2. Kingsley Davis mengemukakan perubahan sosial sebagai perubahanperubahan yang terjadi
dalam struktur dan fungsi masyarakat (dalam buku Human Society).
3. Selo Sumardjan mengartikan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-
lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat (dalam buku Perubahan Sosial di Yogyakarta).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan struktur dan fungsi sosialnya. Oleh
karena itu, perubahan sosial berkaitan erat dengan perubahan kebudayaan dan seringkali perubahan sosial
berakibat pada perubahan budaya.
Berikut ini pengertian perubahan sosial budaya dari beberapa tokoh.
1. Max Weber berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam
masyarakats ebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur (dalam buku Sociological Writings).
2. W. Kornblum berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu budaya
masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu lama (dalam buku Sociology in Changing World).

B. PERBEDAAN & HUBUNGAN PERUBAHAN SOSIAL & BUDAYA


Perubahan sosial dan budaya memiliki satu aspek yang sama, yaitu kedua-keduanya bersangkut paut dengan
suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan tentang cara suatu masyarakat dalam memenuhi
kebutuhannya.
Perbedaan antara perubahan sosial dan budaya dapat dilihat dari arahnya. Perubahan sosial merupakan
perubahan dalam segi struktur dan hubungan sosial, sedangkan perubahan budaya merupakan perubahan dalam
segi budaya masyarakat. Perubahan sosial terjadi dalam segi distribusi kelompok umur, jenjang pendidikan,
dan tingkat kelahiran penduduk. Perubahan budaya meliputi penemuan dan penyebaran masyarakat, perubahan
konsep nilai susila dan moralitas, bentuk seni baru dan kesetaraan gender.
Dengan demikian, suatu perubahan dikatakan sebagai perubahan sosial budaya apabila memiliki karakteristik
sebagai berikut.
1. Tidak ada masyarakat yang perkembangannya berhenti karena setiap masyarakat mengalami
perubahan secara cepat ataupun lambat.
2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan akan diikuti perubahan pada lembaga
sosial yang ada.
3. Perubahan yang berlangsung cepat biasanya akan mengakibatkan kekacauan sementara
karena orang akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
4. Perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau spiritual saja karena keduanya
saling berkaitan.
1. C. BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL & BUDAYA

1. Perubahan Evolusi dan Revolusi


Perubahan evolusi dan revolusi adalah sebagai berikut.
1. Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses yang
lambat dan dalam waktu yang cukup lama tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.
2. Perubahan revolusi adalah perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada
kehendak atau direncanakan sebelumnya. Perubahan ini terjadi bisa karena sudah direncanakan sebelumnya
atau tidak sama sekali.
2. Perubahan yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki
Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang terjadi karena adanya perkiraan atau perencanaan
oleh pihak-pihak yang menghendaki perubahan tersebut. (agen of change). Misalnya, perubahan yang
dilakukan pemerintah melalui perundang-undangan untuk melarang anggota dewan merangkap sebagai
pegawai negeri sipil.
Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang berlangsung di luar kehendak dan pengawasan
masyarakat. Perubahan ini biasanya menimbulkan pertentangan yang merugikan kehidupan masyarakat yang
bersangkutan. Misalnya, kecenderungan untuk mempersingkat prosesi adat pernikahan yang memerlukan
biaya besar dan waktu lama meskipun perubahan ini tidak dikehendaki masyarakat tapi tidak sanggup untuk
menghindarinya.
3. Perubahan Kecil dan Besar
Perubahan kecil diartikan perubahan yang terjadi pacta unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh
langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya perubahan model pakaian, rambut, sepatu, dan lain-lain
yang tidak berpengaruh signifikan terhadap masyarakat keseluruhan sebab tidak menimbulkan perubahan pada
lembaga kemasyarakatan.
Perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh
langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, pengelolaan pertanian dengan pemakaian alat pertanian dari
mesin (traktor) pada masyarakat agraris merupakan perubahan yang membawa pengaruh besar.

D. FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

1. Perubahan dari dalam Masyarakat (Intern)


1. Perubahan Penduduk
2. Pemberontakan atau Revolusi
3. Peranan Nilai yang Diubah
4. Peran Tokoh Kharismatik
5. Penemuan Baru
2. Perubahan dari Luar Masyarakat (Ekstern)
1. Pengaruh Lingkungan Alam
2. Kebudayaan Masyarakat Lain
3. Peperangan

1). Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya


1. Timbunan Kebudayaan dan Penemuan Baru
2. Perubahan Jumlah Penduduk
3. Pertentangan atau Konflik
4. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi
5. Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat
6. Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Ke!ng!nan untuk Maju
7. Sistem Pendidikan Formal yang Maju
8. Orientasi ke Masa Depan

i. Akulturasi
Akulturasi merupakan pertemuan dua kebudayaan dari bangsa yang berbeda dan saling memengaruhi. Proses
akulturasi berlangsung lama dan terus-menerus. Proses ini berakibat pada perpaduan kebudayaan sehingga
pola budaya semua akan berubah.
j. Asimilasi
Asimilasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang berbeda secara berangsurangsur berkembang sehingga
memunculkan budaya baru.

2). Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya


Faktor penghambat perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut.
1. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat.
2. Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
3. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
4. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat.
5. Rasa takut dengan adanya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
6. Hambatan yang bersifat ideologis.
7. Adat atau kebiasaan.
3). Dampak Perubahan Sosial Budaya
a. Akibat Positif
Perubahan dapat terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaan mampu menyesuaikan diri dengan gerak
perubahan. Keadaan masyarakat yang memiliki kemampuan dalam menyesuaikan disebut adjusment,
sedangkan bentuk penyesuaian masyarakat dengan gerak perubahan disebut integrasi.
b. Akibat Negatif
Akibat negatif terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya tidak mampu menyesuaikan diri dengan
gerak perubahan. Ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan disebut maladjusment.
Maladjusment akan menimbulkan disintegrasi.

E. SIKAP KRITIS ADANYA PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Contoh sikap masyarakat karena adanya perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut.
1. Aksi protes adalah pergolakan massa yang bersifat umum sebagai perwujudan rasa tidak
puas terhadap keputusan-keputusan dan kejadian di masyarakat.
2. Demonstrasi adalah gerakan massa yang bersifat langsung dan terbuka serta dengan lisan
ataupun tulisan dalam memperjuangkan kepentingan yang disebabkan oleh adanya penyimpangan sistem,
perubahan yang inskontitusional dan tidak efektifnya sistem yang berlaku.
3. Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan antisosial yang dilakukan oleh anak remaja.
Kenakalan remaja muncul dari keluarga yang tidak harmonis karena kurangnya pengawasan dalam keluarga.
Bentuk-bentuk kenakalan remaja adalah membolos sekolah, berkelahi, minum-minuman keras, dan mengebut
di jalan raya.
4. Kriminalitas adalah pelanggaran norma hukum yang dilakukan seseorang dan dapat diancam
sanksi pidana. Kriminalitas disebabkan oleh pertentangan kebudayaan, perbedaan ideologi politik, perbedaan
pendapat dari mental yang tidak stabil.
5. Pergolakan Daerah adalah gerakan sosial vertikal dan horizontal yang dilakukan secara
serentak dengan banyak cara untuk memaksakan kehendak.
Adapun hal-hal yang dapat dilakukan terhadap pengaruh dari luar, antara lain sebagai berikut.
1) Mengambil pengaruh positif budaya Barat, seperti tepat waktu (disiplin), belajar keras, dan rajin belajar
berbagai ilmu pengetahuan.
2) Membentengi diri dengan ilmu agama.
3) Mengenal dan mencintai kebudayaan sendiri serta berusaha melestarikannya.

6. Rangkuman Materi IPS Kelas IX Bab 6 Semester 1 (Perilaku Masyarakat di Era Global)
A. Modernisasi dan Globalisasi
1. Pengertian Modernisasi
Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang
tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Pengertian
modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut.
1. Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang
tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
2. Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang
didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning. (dalam buku Sosiologi: suatu
pengantar)
Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern mencakup pengertian sebagai berikut.
1. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya taraf
penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
2. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup
dalam masyarakat.
Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syaratsyarat tertentu, yaitu sebagai
berikut.
1. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.
2. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
1. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu
lembaga atau badan tertentu.
2. Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan
cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
3. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain
pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
4. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.

2. Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara
mendunia melalui media cetak dan elektronik. Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di
bidang komunikasi dunia. Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan
waktu akibat kemajuan teknologi informasi.

Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:


1 selalu meningkatkan pengetahuan; 6. etos kerja;
2 patuh hukum; 7. kemampuan memprediksi;
3 kemandirian; 8. efisiensi dan produktivitas;
4 keterbukaan; 9. keberanian bersaing; dan
5 rasionalisasi; 10. manajemen resiko.

Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:


1 lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan;
2 lembaga keagamaan;
3 indutri internasional dan lembaga perdagangan;
4 wisata mancanegara;
5 saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;
6 lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional;
7 lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.

Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat
menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan
masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti
masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik
fisik maupun mental.

Unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai berikut.


1 Teknologi yang rumit dan mahal.
2 Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.
3 Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berikut.


1 Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
2 Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.
3 Pendidikan formal di sekolah.

B. Dampak Modernisasi dan Globalisasi terhadap Perubahan Sosial Budaya


1. Dampak Positif
Dampak positif modernisasi dan globalisasi tersebut sebagai berikut.
a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang
semua irasional menjadi rasional.
b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas
dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah
satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2. Dampak Negatif
Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.
a. Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan
begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

b. Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan
orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

c. Gaya Hidup Kebarat-baratan


Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser
budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.

d. Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus
modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain
yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

C. Respon Masyarakat terhadap Perubahan Sosial Budaya


Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat, ada masyarakat yang dapat menerima dan ada yang
tidak dapat menerima. Masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan biasanya masih memiliki pola pikir
yang tradisional. Pola pikir masyarakat yang tradisional mengandung unsur-unsur dibawah ini:
1 bersifat sederhana,
2 memiliki daya guna dan produktivitas rendah,
3 bersifat tetap atau monoton,
4 memiliki sifat irasional, yaitu tidak didasarkan pada pikiran tertentu.
Sedangkan perilaku masyarakat yang tidak bisa menerima perubahan sosial budaya, di antaranya sebagai
berikut.
1 Perilaku masyarakat yang bersifat tertutup atau kurang membuka diri untuk berhubungan dengan
masyarakat lain;
2 Masih memegang teguh tradisi yang sudah ada;
3 Takut akan terjadi kegoyahan dalam susunan/struktur masyarakat, jika terjadi integrasi kebudayaan;
4 Berpegang pada ideologinya dan beranggapan sesuatu yang baru bertentangan dengan ideologi masyarakat
yang sudah ada
Masyarakat tradisional cenderung sulit menerima budaya asing yang masuk ke lingkungannya, namun ada juga
yang mudah menerima budaya asing dalam kehidupannya. Hal ini disebabkan unsur budaya asing tersebut
membawa kemudahan bagi kehidupannya. Pada umumnya, unsur budaya yang membawa perubahan sosial
budaya dan mudah diterima masyarakat adalah, jika:
1 unsur kebudayaan tersebut membawa manfaat yang besar,
2 peralatan yang mudah dipakai dan memiliki manfaat,
3. unsur kebudayaan yang mudah menyesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur
tersebut.
Unsur budaya yang tidak dapat diterima oleh masyarakat adalah:
1 unsur kebudayaan yang menyangkut sistem kepercayaan,
2 unsur kebudayaan yang dipelajari taraf pertama proses sosialisasi.

Sebaliknya, masyarakat modern yang memiliki pola pikir yang berbeda. Unsur yang terkandung dalam pola
pikir masyarakat modern adalah:
1 bersifat dinamis atau selalu berubah mengikuti perkembangan zaman,
2 berdasarkan akal pikiran manusia dan senantiasa mengembangkan efisiensi dan efektivitas, serta
3 tidak mengandalkan atau mengutamakan kebiasaan atau tradisi masyarakat.

7. Rangkuman Materi IPS Kelas IX Bab 7 Semester 1 (Uang dan LKBB)


UANG

1. Sejarah Uang

Tukar-menukar antara barang dengan barang lain yang dinamakan barter (pertukaran innatura).
Pertukaran barang dengan barang dapat terjadi jika syarat-syarat dapat dipenuhi. Syarat-syarat itu sebagai
berikut.
1 Orang-orang yang akan melakukan pertukaran harus memiliki barang yang akan ditukarkan.
2 Orang-orang yang akan melakukan pertukaran harus saling membutuhkan barang yang akan dipertukarkan
tersebut pada waktu yang sama.
3 Barang-barang yang akan dipertukarkan harus mempunyai nilai yang sama.

Pada umumnya benda-benda yang digunakan sebagai uang barang oleh masyarakat setempat memiliki sifat-
sifat sebagai berikut.
1 Digemari oleh masyarakat setempat.
2 Jumlahnya terbatas.
3 Mempunyai nilai tinggi.
Namun dalam kenyataannya uang barang tersebut masih mengandung kelemahan juga. Kelemahannya sebagai
berikut.
1 Sulit dipindahkan.
2 Tidak tahan lama.
3 Sulit disimpan.
4 Nilainya tidak tetap.
5 Sulit dibagi tanpa mengurangi nilainya.
6 Bersifat lokal.

Mengapa masyarakat memilih emas atau perak sebagai alat perantara pertukaran?
Alasannya sebagai berikut.
1 Emas dan perak merupakan barang yang dapat diterima oleh semua anggota masyarakat karena memiliki nilai
yang tinggi dan jumlahnya langka.
2 Jika dipecah nilainya tetap (tidak berkurang).
3 Tahan lama (tidak mudah rusak).
Akan tetapi, penggunaan emas dan perak juga masih mengandung kelemahan untuk memenuhi tuntutan
kebutuhan pertukaran masyarakat. Kelemahannya sebagai berikut.
1 Jumlahnya sangat terbatas sehingga tidak mudah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan pertukaran.
2 Kandungan emas tiap daerah tidak sama sehingga menyebabkan persediaan emas tidak sama.
Di Indonesia, sekarang beredar uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan Bank Indonesia. Kedua jenis
uang tersebut memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
1 Dapat Diterima oleh Masyarakat Umum
2 Mudah Dibawa ke Mana-mana
3 Mudah Dibagi Tanpa Mengurangi Nilai
4 Jumlahnya Terbatas Sehingga Tetap Berharga
5 Ada Jaminan
1 Mudah Disimpan dan Nilainya Tetap
Uang kertas yang beredar merupakan uang kertas
kepercayaan (fiduciary) atau uang tanda (token money). Disebut uang kepercayaan karena nilai bahan untuk
membuat uang jauh lebih rendah daripada nilai yang tertera (tertulis) dalam uang. Uang kertas juga merupakan
uang tanda,karena masyarakat bersedia menerima uang kertas dengan alasan terdapat tanda sah sebagai uang
yang dikeluarkan oleh pemerintah

Penggunaan uang kertas mempunyai berbagai keuntungan dan kerugian. Keuntungan tersebut adalah sebagai
berikut.
1 Ongkos bahan dan pembuatan murah.
2 Mudah dibawa.
Adapun kelemahan dari penggunaan uang kertas adalah sebagai berikut.
1 Terkadang mudah dipalsukan.
b. Tidak tahan lama.

2. Jenis-jenis Uang
Berdasarkan bahan pembuatnya dapat dibedakan :
1 Uang Kertas
2 Uang Logam
Berdasarkan lembaga yang mengeluarkan dapat dibedakan :
a. Uang kartal (kepercayaan) yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan undang- undang dan
berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kartal di negara kita terdiri atas uang logam dan uang kertas.
b. Uang giral (simpanan di bank) yaitu dana yang disimpan pada rekening koran di bank-bank umum yang
sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantara cek, bilyet giro, atau
perintah membayar. Uang giral dikeluarkan oleh bank umum dan merupakan uang yang tidak berujud karena
hanya berupa saldo tagihan di bank.

Berdasarkan nilainya dapat dibedakan :


1 Uang bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya. Pada
umumnya, uang yang bernilai penuh terbuat dari logam.
2 Uang tidak bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) lebih rendah daripada nilai
nominalnya. Pada umumnya, uang yang tidak bernilai penuh terbuat dari kertas.

3. Fungsi Uang
1. Fungsi Asli :
1. Alat tukar umum
2. Alat satuan hitung

1 Fungsi Turunan :
1. Alat pembayaran
2. Alat menabung
3. Pemindah kekayaan
4. Pembentuk/penimbun kekayaan
5. Pendorong kegiatan ekonomi

4. Nilai Uang
Nilai uang adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan sejumlah barang tertentu.
Nilai uang tersebut dapat dibedakan menjadi tiga maca,yaitu :
1 Nilai Nominal
Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera/tertulis pada setiap mata uang yang bersangkutan.
1 Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik uang adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang.

1 Nilai Riil
Nilai riil uang adalah nilai yang dapat diukur dengan jumlah barang dan jasa yang dapat ditukar dengan uang
itu. Jika uang Rp1.000,00 dapat ditukar dengan satu gelas minuman teh, maka dapat dikatakan bahwa nilai riil
uang Rp1 .000,00 adalah segelas minuman teh.

Berdasarkan penggunaannya, nilai uang dapat dibedakan :


1 Nilai Internal
Nilai internal uang adalah daya beli uang terhadap barang dan jasa. Contoh: dengan uang Rp5.000,00 kalian
dapat membeli sebuah buku tulis, maka nilai internal uang Rp5.000,00 tersebut adalah sebuah buku tulis.

1 Nilai Eksternal
Nilai eksternal uang adalah nilai uang dalam negeri, jika dibandingkan dengan mata uang asing, yang lebih
dikenal dengan kurs. Kurs ada dua macam yaitu kurs jual dan kurs beli. Kurs jual adalah kurs yang berlaku
apabila bank menjual valuta asing. Sedangkan kurs beli adalah kurs yang berlaku apabila bank membeli valuta
asing. Contoh: kalian dapat menukarkan uang Rp9.000,00 dengan satu dollar Amerika Serikat di bank yang
melayani penukaran valuta asing. Dalam hal ini nilai kurs Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (US $1 =
Rp9.000,00).

1 B. LEMBAGA KEUANGAN

Lembaga Keuangan adalah lembaga yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkannya lagi kepada masyarakat. Lembaga keuangan merupakan perantara antara pihakpihak yang
mempunyai kelebihan dana dengan pihak yang memerlukan dana. Lembaga keuangan terdiri atas bank dan
lembaga keuangan bukan bank.

1. BANK

a. Pengertian Bank
Kata bank berasal dari bahasa Italia, yaitu banca yang berarti meja yang digunakan sebagai tempat penukaran
uang. Menurut Undang-Undang N0. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah
badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam
bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.

Pada dasarnya bank tersebut dapat dikelompokkan menjadi Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Selain
itu, juga terdapat Bank Sentral dan Bank Indonesia.

Bank Sentral diatur oleh UndangUndang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1999 tentang Kemandirian Bank
Sentral, sedangkan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia
No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang disahkan pada tanggal 25 Maret 1992.

b. Azas, Tujuan, dan Fungsi Bank


Menurut pasal 3 Undang-Undang No. 7 Tahun 1992, fungsi utama Perbankan Indonesia adalah sebagai
penghimpun dan sebagai penyalur dana masyarakat. Menurut Pasal 4 Undang-Undang No. 7 Tahun 1992
Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan
pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas ekonomi ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.
Sesuai dengan fungsi dan tujuan bank tersebut, ada tiga tugas utama bank yang juga dikenal dengan produk-
produk bank, yaitu :
1 Penghimpun dana masyarakat (kredit pasif)
2 Penyalur dana masyarakat (kredit aktif)
3 Perantara lalu lintas pembayaran

c. Jenis-jenis Bank
Menurut Pasal 5 Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998, jenis bank terdiri atas bank umum dan bank
perkreditan rakyat (BPR). Selain itu, juga terdapat Bank Sentral yaitu Bank Indonesia.

1 Bank Sentral (Bank Indonesia)


Tujuan Bank Indonesia adalah mengatur dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah
tampak dari perkembangan laju inflasi dan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Tugas Bank Indonesia, antara lain :


a) Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
b) Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
c) Mengatur dan mengawasi bank.
d). Sebagai penyedia dana terakhir bagi bank umum, dalam bentuk bantuan likuiditas Bank Indonesia.

1 Bank Umum
Bank umum yang berbentuk hukum Perseroan Terbatas (PT) ada yang dimiliki negara dan swasta. Bank umum
milik negara tersebut adalah Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan
Negara (BTN).

Sedangkan bank umum berbentuk PT yang dimiliki swasta terdiri atas bank swasta nasional dan swasta asing.
Bank swasta nasional tersebut misalnya Bank Central Asia (BCA), Lippo Bank, Bank Danamon, dan Bank
Internasional Indonesia (BII). Bank umum swasta asing misalnya First National City Bank (Citibank). Bank of
America, Chase Manhattan Bank, Standard Chartered Bank, dan Bank of Tokyo.

Bank umum yang berbentuk koperasi, misalnya Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin), Bank Umum
Koperasi Kahoeripan, dan Bank Umum Koperasi Jawa Barat.

Pemerintah daerah di Indonesia memiliki perusahaan daerah. Perusahaan daerah tersebut bergerak di bidang
usaha antara lain perbankan. Bank milik pemerintah daerah terdapat pada setiap daerah tingkat satu. Misalnya,
Bank Nagari (Sumatra Barat), BPD Bali, Bank DKI, Bank Jabar, Bank Jatim, BPD Yogyakarta, dan BPD
Maluku.

3. Bank Perkreditan Rakyat


Bank Perkreditan Rakyat hanya diperbolehkan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Namun, BPR juga
boleh memberikan kredit kepada masyarakat sebagaimana dilakukan oleh bank umum.

4. Bank Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha menurut syariah Islam. Pada bank Syariah
dikenal beberapa istilah dalam melaksanakan kegiatannya, misalnya :
1) Mudharabah, yaitu prinsip bagi hasil,
2) Musharakah, yaitu pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal,
3) Murabahah, yaitu prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan, dan
4) Ijarah, yaitu pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan.

2. LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (LKBB)


Menurut Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. KEP-38/MK/IV/I972, Lembaga Keuangan Bukan Bank
(LKBB) adalah semua lembaga (badan) yang melakukan kegiatan dalam bidang keuangan yang secara
langsung atau tidak langsung menghimpun dana dengan cara mengeluarkan surat-surat berharga, kemudian
menyalurkan kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan-perusahaan.
Kegiatan usaha yang dilakukan oleh lembaga keuangan bukan bank adalah sebagai berikut.
1 Menghimpun dana dengan cara mengeluarkan surat-surat berharga.
2 Memberikan kredit jangka menengah dan panjang kepada perusahaan atau proyek yang dimiliki oleh
pemerintah maupun swasta.
3 Menjadi perantara bagi perusahaan-perusahaan Indonesia dan badan hukum pemerintah untuk mendapatkan
kredit dari dalam maupun luar negeri.
4 Melakukan penyertaan modal di perusahaan-perusahaan dan penjualan sahamsaham di pasar modal.
5 Melakukan usaha lain di bidang keuangan setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.
6 Menjadi perantara bagi perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan tenaga ahli di bidang keuangan.

Contoh LKBB adalah Perusahaan Asuransi, Koperasi Kredit, dan Perum Pegadaian, dll.

RANGKUMAN MATERI IPS KELAS IX BAB 8 SEMESTER 1 (PERDAGANGAN NTERNASIONAL)


1. Valuta Asing
Perdagangan internasional menimbulkan kebutuhan akan mata uang asing karena perdagangan ini melibatkan
orang-orang yang berbeda negaranya. Oleh karena itu, muncullah kebutuhan akan mata uang asing. Mata uang
asing tersebut juga disebut valuta asing (valas).
Untuk kepentingan transaksi internasional, orang memerlukan valuta asing. Valuta asing tersebut bisa dibeli
karena memang ada lembaga yang memperjualbelikan valuta asing.

2. Pengertian Bursa Valuta Asing


Tempat atau lembaga yang memperdagangkan berbagai jenis mata uang asing disebut bursa valuta asing.
Bursa valuta asing diselenggarakan oleh bank pemerintah, bank swasta nasional, dan bank swasta asing yang
sudah menjadi bank devisa serta lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalam perdagangan mata uang
asing. Lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalam perdagangan mata uang asing disebut money
changer.
Ada beberapa peristilahan tentang kurs valuta asing yaitu sebagai berikut.
1 Kurs beli menunjukkan harga beli valuta asing pada saat bank/money changer membeli valas (valuta asing)
atau pada saat seseorang menukarkan valas dengan rupiah.
2 Kurs jual menunjukkan harga jual valuta asing pada saat bank/money changer menjual valas atau pada saat
seseorang menukarkan rupiah dengan valas.
c. Kurs tengah merupakan kurs antara kurs jual dan kurs beli (hasil bagi dua dari penjumlahan kurs beli dan kurs
jual).

3. Pengguna Jasa Bursa Valas


1 Orang yang membiayai anggota keluarganya yang hidup di luar negeri.
2 Para importir yang hendak membayar eksportir di luar negeri.
3 Para investor dalam negeri yang ingin membayar kewajiban-kewajibannya terhadap orang di luar negeri.
4 Orang-orang di dalam negeri yang akan membayar utang atau bunganya ke luar negeri.
5 Pedagang valas yang melakukan spekulasi terhadap naik turunnya nilai valuta asing.
6 Orang-orang dalam negeri yang akan berkunjung ke luar negeri.
7 Perusahaan-perusahaan asing (yang ada di Indonesia) yang akan membayar dividen kepada para pemegang
sahamnya di luar negeri.
8 Pemerintah yang membutuhkan valuta asing untuk membiayai perwakilan-perwakilannya di luar negeri,
menyelesaikan utang-utang luar negeri yang telah jatuh tempo, membayar bunga, dan untuk keperluan luar
negeri lainnya.

4. Fungsi Pasar Valas


1. memperlancar terjadinya kegiatan ekspor dan impor,
2. memperlancar penukaran valuta asing,
3. memperlancar pemindahan dana dari suatu negara ke negara lainnya,
4. memberikan tempat para pedagang valuta asing untuk melakukan spekulasi.

5. Perdagangan Internasional
gertian Perdagangan Internasional
Proses tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi antara satu negara dengan negara yang lain inilah yang
disebut perdagangan internasional. Dalam perdagangan antarnegara tersebut melibatkan eksportir dan importir.
2) Penyebab Timbulnya Perdagangan Internasional
1. Perbedaan hasil produksi
2. Perbedaan harga barang
3. Adanya keinginan meningkatkan produktivitas
3) Faktor-faktor Penghambat Perdagangan Internasional
1. Tidak amannya suatu Negara
2. Kebijakan ekonomi internasional yang dilakukan suatu Negara
3. Tidak stabilnya kurs mata uang asing
4) Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri & Luar Negeri
No. AspekPerdagangan dalam negeri Perdagangan luar negeri
Jangkauan
1 Satu wilayah negara Menjangkau beberapa negara
wilayah
Cara Bermacam-macam uang (valuta
2 Satu macam uang
pembayaran asing)
Sistem Sebagian besar sistem
3 Sistem distribusi tidak langsung
distribusi distribusi langsung
Peraturan Menggunakan aturan satu Aturan dari beberapa negera yang
4
yang berlaku negara sendiri terlibat
Tingkat Kurang ketat karena
Lebih ketat karena melibatkan
5 Persaingan bersaing dengan produsen
produsen dari berbagai negara
dari dalam negeri
Biaya Lebih murah karena dalam Lebih mahal karena
6
angkutan satu negara jangkauannya beberapa negara

Kegiatan Ekspor & Impor


Ekspor
Banyak orang atau badan hukum yang melakukan penjualan barang ke luar negeri. Kegiatan tersebut disebut
ekspor, dan orang atau badan yang melakukannya dinamakan eksportir.
Dengan adanya ekspor, pemerintah memperoleh pendapatan berupa devisa. Semakin banyak ekspor semakin
besar devisa yang diperoleh negara. Secara garis besar, barang-barang yang diekspor oleh Indonesia terdiri atas
dua macam, yaitu minyak bumi dan gas alam (migas) dan nonmigas.
Adapun barang-barang yang termasuk nonmigas sebagai berikut:
1) Hasil pertanian dan perkebunan. Contohnya, karet, kopi, dan kopra.
2) Hasil laut terutama ikan dan kerang.
3) Hasil industri. Contohnya kayu lapis, konfeksi, minyak kelapa sawit, meubel, bahan-bahan kimia, pupuk,
dan kertas.
4) Hasil tambang nonmigas. Contohnya bijih nekel, bijih tembaga, dan batubara.
Banyak faktor yang dapat memengaruhi perkembangan ekspor suatu negara yaitu:
1) Kebijakan pemerintah di bidang perdagangan luar negeri
2) Keadaan pasar di luar negeri
3) Kelincahan eksportir untuk memanfaatkan peluang pasar
Untuk mengembangkan ekspor, pemerintah dapat menerapkan kebijakankebijakan sebagai berikut:
1 Menambah macam barang ekspor
2 Memberi fasilitas kepada produsen barang ekspor
3 Mengendalikan harga produk ekspor di dalam negeri
4 Menciptakan iklim usaha yang kondusif
5 Menjaga kestabilan kurs valuta asing
6 Pembuatan perjanjian dagang internasional
7 Peningkatan promosi dagang di luar negeri
8 Penyuluhan kepada pelaku ekonomi

Impor
Banyak orang atau lembaga yang membeli barang dari luar negeri untuk dijual lagi di dalam negeri. Kegiatan
ini disebut dengan impor, dan orang atau lembaga yang melakukan impor disebut importir.
Kegiatan impor dilakukan jika harga barang yang bersangkutan di luar negeri lebih murah. Harga yang lebih
murah tersebut karena antara lain:
1. Negara penghasil mempunyai sumber daya alam yang lebih banyak,
1 Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah,
2 Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan jumlah yang lebih banyak.
Dampak positif pembatasan impor tersebut secara umum sebagai berikut:
1) Menumbuhkan rasa cinta produksi dalam negeri.
2) Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri.
3) Mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor.
4) Memperkuat posisi neraca pembayaran.
Negara yang melakukan pembatasan impor juga menerima dampak yang tidak diinginkan. Dampak negatifnya
sebagai berikut:
1) Jika terjadi aksi balas-membalas kegiatan pembatasan kuota impor, maka perdagangan internasional
menjadi lesu. Dampak selanjutnya adalah, terganggunya pertumbuhan perekonomian negara-negara yang
bersangkutan.
2) Karena produsen dalam negeri merasa tidak mempunyai pesaing, mereka cenderung kurang efisien dalam
produksinya. Bahkan tidak hanya itu, produsen juga kurang tertantang untuk meningkatkan mutu produksinya.

Dampak Perdagangan Internasional


1. Dampak Positif
1. Mempererat persahabatan antarbangsa
2. Menambah kemakmuran negara
3. Menambah kesempatan kerja
4. Mendorong kemajuan Ilmu Pen getahuan dan Teknologi
5. Sumber pemasukan kas negara
6. Menciptakan efisiensi dan spesialisasi
7. Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu Negara
2. Dampak Negatif
a. Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain.
b. Adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan internasional.
c. Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar.
d. Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju.
e. Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif.
f. Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju.
g. Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran.

Diposkan 11th December 2014 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar
2
DEC

11

RINGKASAN MATERI PKn KELAS 9 SEMESTER 1 (BY ; Mr.


MACHMUD)

RINGKASAN MATERI PKn KELAS 9 SEMESTER 1

BELA NEGARA

1. PENGERTIAN NEGARA ;
Wadah / Organisasi pemerintahan yang mempunyai kekuasaan terhadap pesekutuan rakyat dalam wilayah tertentu secara
merdeka dan berdaulat untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan

2. PENGERTIAN BANGSA ;
Sejumlah orang atau rakyat yang dipersatukan karena persamaan dan keinginan, untuk bernegara sendiri

3. UNSUR-UNSUR NEGARA ;
A. KONSTITUTIF : a. Rakyat, b. Wilayah, c. Pemerintahan yang berdaulat
B. DEKLARATIF : a. Adanya pengakuan dari negara lain yang merdeka dan berdaulat De Facto Dan De Yure

4. FUNGSI NEGARA ; a. Melaksanakan Pertahanan dan Keamanan, b. Mewujudkan Kemakmuran dan kesejahteraan,
c. Menciptakan Keadilan, d. Mengatur kepentingan-kepentingan dalam masyarakat

5. SIFATSIFAT NEGARA ; a. Memaksa, b. Mengatur, c. Monopoli,

GARA ; a. Mencapai kesejahteraan, b. Mencapai perdamaian dunia

A NEGARA ( UU No 3 Tahun 2002 ) : a. Pendidikan Kewarganegaraan, b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, c. Pengabdian sebagai prajurit
TNI secara sukarela, d. Pengabdian sesuai profesi

8. LANDASAN HUKUM BELA NEGARA ;


a. Landasan Idiil ; Pancasila
b. Landasan Konstitusional ; UUD 1945 (Amandemen)
a. Pasal 27 (3) ; Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara
b. Pasal 30 (1 &2) ;
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara
(2) Usaha pertahanan keamanan negara dilaksanakan melalui Sishankamrata ( TNI sebagai komponen Utama dan Rakyat sebagai
komponen Pendukung)
c. Landasan Operasional ; UU No. 3 Tahun 2002 (lihat Pengertian Bela Negara )

9. ALASAN KITA HARUS MEMBELA NEGARA ;


a. Menghormati dan menghargai para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan
b. Ingin memajukan Negara
c. Mempetahankan Negara jangan sampai dijajah kembali
d. Meningkatkan harkat dan martabat bangsa di mata dunia internasional

10. ARTI PENTING PEMBELAAN NEGARA ;


a. Sebagai syarat berdirinya suatu negara
b. Untuk melindungi kedaulatan negara
c. Untuk mempertahankan keutuhan wilayah negara
d. Untuk semua warga negara agar memiliki kewajiban dan hak yang jelas dalam ikut serta pembelaan terhadap negara

11. PENGERTIAN BELA NEGARA ( UU No 3 tahun 2002 Pasal 9 ayat 1 ) ;


Sikap dan prilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara

12. WUJUD BELA NEGARA ( UU No 3 Tahun 2002 ) ; a. Pendidikan Kewarganegaraan, b. Pelatihan dasar kemiliteran secara
wajib, c. Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela, d. Pengabdian sesuai profesi

13. BENTUK BENTUK BELA NEGARA ;


a. Secara Fisik ; Segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dengan cara berpartisipasi secara langsung dalam upaya
pembelaan negara (TNI Mengangkat senjata, Rakyat Berkarya nyata dalam proses Pembangunan)
b. Secara Non Fisik ; Segala upaya untuk mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara,
menanamkan kecintaan pada tanah air serta berperan aktif dalam upaya memajukan bangsa sesuai dengan profesi dan
kemampuannya.

14. WUJUD BELA NEGARA BAGI SEORANG PELAJAR ;


a. Lingkungan Keluarga ; Memahami hak dan kewajiban dalam keluarga, menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga,
Demokratis, menjaga nama baik keluarga dll
b. Lingkungan Sekolah ; Patuh pada aturan sekolah, berkata dan bersikap baik, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan,
tidak ikut tawuran dll
c. Lingkungan Masyarakat ; Aktif dalam kegiatan masyarakat, rela berkorban untuk kepentingan masyarakat
d. Lingkungan berbangsa dan bernegara ; Menghormati jasa Pahlawan, berani mengemukakan pendapat, melestarikan adat dan
budaya asli daerah dll

15. PENGERTIAN PERTAHANAN NEGARA ;


Segala usaha untuk mempertahakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan bangsa dari segala bentuk
ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara

16. PENGERTIAN ANCAMAN ;


Setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah
negara dan keselamatan segenap bangsa

17. JENIS-JENIS ANCAMAN ;


a. Ancaman Militer ; Ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisir yang dinilai dapat mengancam
kedaulatan negara. Terdiri dari : 1. Spionase, 2. Sabotase, 3. Aksi teror bersenjata, 4. Agresi, 5. Pelanggaran wilayah, 6.
Bentrokan bersenjata, 7. Perang saudara
b. Ancaman Non Militer ; Ancaman yang mengganggu sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara Terdiri dari : 1. Aksi
radikalisme, 2. Konflik komunal, 3. Terorisme, 4. Gerakan Separatis, 5. Kejahatan lintas Negara, 6. Kegiatan imigrasi lengkap, 7.
Gangguan keamanan, 8. Polusi, 9. Bencana alam

MATERI OTONOMI DAERAH


1. HAKIKAT OTONOMI DAERAH ;
Kemandirian daerah untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan di daerah
2. PENGERTIAN OTONOMI DAERAH ;
Hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur mengurus sendiri urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat
setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
3. LANDASAN HUKUM OTONOMI DAERAH ;
1. Landasan Konstitusional ; UUD 1945 (Amandemen)
a. Pasal 18 ; NKRI dibagi atas daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang masing masing memiliki pemerintahan yang diatur
dengan Undang-Undang
b. Pasal 18 A ; Hubungan wewenang antara pemerintahan Pusat dan Daerah , diatur dengan UU dengan memperhatikan
kekhususan dan keragaman daerah
c. Pasal 18 B ; Pemerintah mengakui dan menghormati satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus dan istimewa yang
diatur dengan UU
2. Landasan Operasional ; Tap MPR dan UU
a. Tap No. IV/MPR/2000 ; Tentang Rekomendasi Kebijakan dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah
b. UU No 32 Tahun 2004 ; Tentang Pemerintahan Daerah
c. UU No.33 Tahun 2004 ; Tentang Perimbangan keuangan pusat dan daerah
d. UU No.8 Tahun 2005 ; Tentang penerapan Perppu No. 3 tahun 2005 tentang perubahan UU No. 32 tahun 2004 menjadi
Undang-Undang
4. PRINSIP OTONOMI DAERAH ;
1. Pelaksanaan Otda harus memperhatikan aspek Demokratis, Keadilan, Pemerataan, Potensi dan Keanekaragaman daerah
2. Pelaksanaan Otda didasarkan pada Otonomi Luas Nyata dan Bertanggung jawab
3. Pelaksanaan Otonomi Luas di tingkat Kabupaten dan Kota, sedangkan ditingkat Provinsi Otonomi Terbatas
4. Pelaksanaan Otda harus sesuai dengan Konstitusi
5. Pelaksanaan Otda harus Meningkatkan Kemandirian daerah
6. Pelaksanaan Otda harus Meningkatkan fungsi Legislatif dan fungsi Anggaran
7. Pelaksanaan Otda harus berdasarkan kriteria Eksternalitas, Akuntabilitas dan Efesiensi dengan memperhatikan keserasian
hubungan antar susunan pemerintahan
5. AZAS-AZAS OTONOMI DAERAH ;
1. UMUM ; Kepastian hukum, Tertib penyeleggaraan negara, Kepentingan umum, Keterbukaan, Proporsionalitas, Profesionalitas
, Akuntabilitas, Efesiensi dan Efektivas
2. KHUSUS ; a. Desentralisasi, b. Dekonsentrasi, c. Tugas Pembantuan
6. HAK-HAK DAERAH OTONOM ;
1. .Mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya
2. Memilih kepala daerah, mengatur aparatur daerah
3. Mengelola kekayaan daerah serta mengatur pajak dan retribusi daerah
4. Mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yangberada di daerah
5. Mendapatkan hak-hak lainnya yang diatur dengan Undang-Undang
7. KEWAJIBAN DAERAH OTONOM ;
1. Melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional serta keutuhan NKRI
2. Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mengembangkan kehidupan demokrasi mewujudkan keadilan dan pemerataan
3. Meningkatan pelayanan pendidikan dasar, menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas sosial fasilitas sosial dan umum
yang layak
4. Mengembangkan sistem jaminan sosial, menyusun perencanaan tata ruang daerah
5. Mengembangkan sumber-sumber produktif daerah dan melesarikan lingkungan hidup
6. Mengelola administrasi kependudukan, melestarikan nilai-nilai sosial budaya
7. Menentukan dan menerapkan peraturan perndang undangan sesuai dengan kewenangannya
8. Kewajiban lainnya yang diatur oleh Undang-undang.

8. TUGAS, HAK DAN WEWENANG KEPALA DAERAH ;


1. Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD
2. Mengajukan Rancangan Perda
3. Menetapkan Perda yang telah disetujui DPRD
4. Mengajukan RAPBD ke DPRD untuk dibahas dan ditetapkan
5. Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah
6. Mewakili daerahnya didalam dan diluar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya
7. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya sesuai dengan peraturan perundang undangan yang ditetapkan
9. KEWAJIBAN KEPALA DAERAH ;
1. Mempertahankan dan memelihara keutuhan NKRI dan memegang teguh Pancasila dan UUD 45
2. Menegakan seluruh peraturan perundang undangan,
3. Melaksanakan kehidupan demokrasi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, memelihara, ketentraman dan ketertiban masyarakat
4. Menjaga etika dan norma dalam meyelenggarakan pemerintahan daerah,
5. Melaksanakan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan baik
6. Melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan daerah
7. Menjalin hubungan kerja dengan seluruh instansi vertikal di daerah dan semua perangkat daerah
8. Memberikan laporan pertanggungjawaban kepada DPRD, serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan
daerah kepada masyarakat

10. FUNGSI DPRD ;


1. Legislasi ; Bersama Kepala Daerah menetapkan Peraturan Daerah
2. Anggaran ; Bersama Kepala Daerah Menetapkan APBD
3. Pengawasan ; Mengawasi pelaksanaan semua peraturan perundang-undangan yang di daerah serta pelaksanaan APBD
11. TUGAS DAN WEWENANG DPRD ;
1. Legislasi, Anggaran, Pengawasan
2. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah terhadap rencana perjanjian Internasional yang menyangkut
kepentingan daerah
3. Memilih Wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil
4. Meminta laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah
5. Membentuk Panitia pengawas pemilihan kepala daerah, melaksanakan pengawasan dan meminta laporan KPUD dalam
penyelenggaraan PILKADA
6. Mengusulkan pengangkatan/pemberhentian kepala daerah kepada Presiden
12. HAK-HAK ANGGOTA DPRD ;
1. Mengajukan Rancangan Perda
2. Megajukan pertanyaan kepada kepala daerah
3. Menyampaikan usul dan pendapat
4. Memilih dan di pilih dalam PEMILU
5. Membela diri
6. Imunitas (kekebalan hukum)
7. Protokoler
8. Keuangan dan administratif
13. KEWAJIBAN ANGGOTA DPRD ;
1. Mengamalkan Pancasila dan UUD 45 serta menaati segala peraturan perundang undangan
2. Mempertahankan dan memelihara keutuhan NKRI
3. Menaati peraturan tata tertib, kode etik dan sumpah janji anggota DPRD
4. Menjaga norma dan etika dalam hubungan kerja
5. Melaksanakan Kehidupan demokratis dalam penyelenggaraan pemerintahan
6. Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat
7. Menyerap, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat
8. Memberikan pertanggungjawaban atas tugas dan kinerjanya selaku anggota DPRD
14. FAKTOR-FAKTOR PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH ;
1. Sumber Daya Manusia ; Penyusun, Pelaksana dan pengawas jalannya suatu kegiatan
2. Sumber Daya alam : kekayaan alam, keindahan alam, kesuburan tanah, dan potensi alam lainnya
3. Kesediaan Dana
4. Sarana dan Prasarana yang tersedia
5. Management / PengelolaanPengawasan / Pembinaan
15. WUJUD PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM OTONOMI DAERAH ;
1. Partisipasi pikiran, ide/gagasan, 2. Partisipasi harta, barang/modal, 3. Partisipasi keterampilan, 4. Partisipasi tenaga
16. HAKIKAT KEBIJAKAN PUBLIK ;
Kebijakan yang dinyatakan atau di keluarkan, dilakukan, ataupun yang tidak dilakukan oleh pemerintah, yang memuat program
dan kegiatan atau program pembangunan yang dijalankan
17. PROSES PEMBUATAN KEBIJAKAN PUBLIK ; 1. Isu / Masalah public, 2. Perumusan Kebijakan public, 3. Penerapan ,
4. Evaluasi

18. PROSES PERUMUSAN PERATURAN DAERAH ;


1. Rancangan Peraturan Daerah diajukan oleh Kepala Daerah kepada DPRD atau bisa juga sebaliknya Rancangan Peraturan
Daerah diajukan oleh DPRD kepada Kepala Daerah
2. Rancangan peraturan Daerah dibahas oleh Kepala Daerah dan DPRD
3. Setelah Peraturan Daerah disetujui oleh kedua belah pihak, Kepala daerah membuat surat keputusan kepala daerah untuk
melaksanakan peraturan daerah (Surat keputusan ini tanpa harus mendapat perstujuan dari DPRD).
19. MACAM-MACAM KEBIJAKAN PUBLIK ;
1. Kebijakan publik menurut sifatnya ;
a. Ekstratif = Penyerapan sumber material dari masyarakat luas ( Bea Cukai )
b. Distributif = Mealokasikan pendapatan untuk masyarakat ( Kartu miskin )
c. Regulatif = Kebijakan untuk menciptakan keter tiban, jaminan HAM , UMR dll
2. Kebijakan publik dalam arti luas ;
A. Peraturan tertulis ( UU, Perda, PerPres dll ), B. Peraturan tidak tertulis ( norma )
3. Kebijakan publik dilihat dari pembuatnya ;
A. Kebijakan Pemerintah Pusat , B. Kebijakan Pemerintah Daerah

20. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEBIJAKAN PUBLIK ;


Keikutsertaan masyarakat dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik, Memberikan sumbangan atau konstribusinya
secara optimal guna mewujudkan tujuan bersama. Dan aktif serta mendukung program-program yang telah disepakati dan di
rumuskan oleh pemegang kekuasaan
21. ARTI PENTING PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEBIJAKAN PUBLIK ;
1. Sebagai pencerminan kehidupan demokratis
2. Mewujudkan kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat
3. Menghindari penyimpangan kekuasaan
4. Pencerminan tanggung jawab warga negara terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara
22. MANFAAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROSES KEBIJAKAN PUBLIK ;
1. Membentuk prilaku / budaya demokratis
2. Memberi pelajaran, membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran hokum
3. Membentuk manusia yang bermoral dan berakhlak mulia
23. FAKTOR-FAKTOR KETIDAK AKTIFAN MASYARAKAT DALAM PROSES KEBIJAKAN ;
1. Faktor Internal ;
a. Masyarakat masih terbiasa pola lama
b. Masyarakat tidak tahu adanya kesempatan untuk berpartisipasi
c. Masyarakat tidak paham prosedur partisipasi
d. Rendahnya kesadaran hukum di masyarakat
e. Rendahnya sanksi hukum
2. Faktor Eksternal
a. Kadang tidak dibuka kesempatan untuk berpartsipasi
b. Adanya anggapan masih sentralistik
c. Adanya anggapan bahwa partisipasi akan memperlambat proses
d. Kebijakan publik yang di buat tidak menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung
e. Kadang kebijakan publik tidak memihak kepada kepentingan masyarakat
24. KONSEKUENSI TIDAK AKTIFNYA MASYARAKAT DALAM PROSES KEBIJAKAN PUBLIK ;
1. Rendahnya kualitas kebijakan tersebut
2. Timbulnya gejolak dalam masyarakat
3. Pelaksanaan pembangunan dapat terhambat
4. Merosotnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah
5. Terjadinya anarkisme dalam masyarakat

Diposkan 11th December 2014 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

3
DEC

11

RINGKASAN MATERI PKn KELAS 8 SEMESTER 1

RINGKASAN MATERI PKn KELAS 8 SEMESTER 1

1. Konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia


1. 18 Agustus 1945 27 Desember 1949 berlaku UUD 1945,
2. 27 Desember 1949 17 Agustus 1950 berlaku konstitusi RIS 1949,
3. 17 Agustus 1950 5 Juli 1959 berlaku UUD Sementara 1950,
4. 5 Juli 1959 19 Oktober 1999 berlaku kembali UUD 1945,
5. 19 Oktober 1999 sekarang berlaku UUD 1945 (hasil perubahan).
2, Sistem Ketatanegaraan menurut Konstitusi RIS : UUD RIS diputuskan sebagai konstitusi bangsa Indonesia dalam Konferensi Meja
Bundar (KMB) pada tanggal 27-12-1949.
3, Bentuk Negara pada masa RIS: Serikat atau Federasi
4. Salah satu isi KMB adalah bentuk negara Indonesia berbentuk Serikat atau Federasi.
5. Bentuk Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) : Republik
6. Keadaan pada masa Masa Kabinet Parlementer :
Kedudukan Presiden hanya berfungsi sebagai kepala negara yang tidak dapat diganggu gugat.
Presiden dipilih oleh orang-orang yang diberi wewenang oleh pemerintah daerah bagian.
7. Pembagian Kekuasaan pada masa RIS :
1.Presiden, 2.Menteri-menteri, 3.Senat, 4.DPR, 5.Makamah Agung, 6.Dewan Pengawas Keuangan
8. Presiden Soekarno berkuasa pada tahun (1945-1966), dan Wakil Presiden Drs. Mochamad Hatta (1945-1966)
9. Menurut bentuk negara konstitusi RIS serikat/federal karena negara didalamnya terdiri dari negara-negara bagian yang masing
masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk mengurus urusan dalam negerinya.Terdapat BAB I negara Republik
Indonesia Serikat bagian I bentuk negara dan kedaulatan pasal 1, Ayat (1).
10. Menurut bentuk pemerintahannya konstitusi RIS, berbentuk parlementer karena kepala negara dan kepala pemerintahan,di jabat
oleh orang yang berbeda. Kepala negaranya adalah presiden, dan kepala pemerintahannya perdana menteri. Terdapat pada pasal
69 ayat 1, pasal 72 ayat 1 Sistem Ketatanegaraan menurut UUDS 1950
11. UUDS 1950 diputuskan menjadi Konstitusi Bangsa Indonesia pada tanggal 17-08-1950 karena belum adanya pengganti
UUD RIS.
12. Menurut bentuk negara UUDS50, Indonesia berbentuk kesatuan karena pada asasnya seluruh kekuasaan dalam negara berada
ditangan pemerintah pusat.
13. Menurut sistem pemerintahannya UUDS50, Indonesia menganut sistem pemerintahan parlementer dimana kepala negara dijabat
oleh seorang presiden dan kepala pemerintah di jabat oleh perdana mentri.
14. Penyimpangan terhadap UUD 1945 masa awal kemerdekaan (1945 1949), antara lain :
a. Keluarnya Maklumat Wakil Presiden Nomor X (baca:eks) tanggal 16 Oktober 1945 yang mengubah fungsi KNIP dari pembantu
menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut serta menetapkan GBHN sebelum terbentuknya MPR, DPR, dan DPA.
Hal ini bertentangan dengan UUD 1945 pasal aturan peralihan yang berbunyi Sebelum MPR, DPR dan DPA terbentuk, segala
kekuasan dilaksanakan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite nasional.
b. Keluarnya Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945 yang merubah sistem pemerintahan presidensial menjadi sistem
pemerintahan parlementer. Hal ini bertentangan dengan pasal 4 ayat (1) dan pasal 17 UUD 1945.
15. Penyimpangan terhadap UUD 1945 pada masa Orde Lama(Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959), antara lain :
Presiden telah mengeluarkan produk peraturan dalam bentuk Penetapan Presiden, yang hal itu tidak dikenal dalam UUD 1945.
MPRS, dengan Ketetapan No. I/MPRS/1960 telah menetapkan Pidato Presiden tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul Penemuan
Kembali Revolusi Kita (Manifesto Politik Republik Indonesia) sebagai GBHN yang bersifat tetap.
Pimpinan lembaga-lembaga negara diberi kedudukan sebagai menteri-menteri negara, yang berarti menempatkannya sejajar dengan
pembantu Presiden.
Hak budget tidak berjalan, karena setelah tahun 1960 pemerintah tidak mengajukan RUU APBN untuk mendapat persetujuan DPR
sebelum berlakunya tahun anggaran yang bersangkutan.
Pada tangal 5 Maret 1960, melalui Penetapan Presiden No. 3 tahun 1960, Presiden membubarkan anggota DPR hasil pemilihan
umum 1955. Kemudian melalui Penetapan Presiden No. 4 Tahun 1960 tanggal 24 Juni 1960 dibentuklah DPR Gotong Royong
(DPR-GR).
MPRS mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden seumur hidup melalui Ketetapan Nomor III/MPRS/1963.
16. Penyimpangan terhadap UUD 1945 pada masa Orde Baru
MPR berketetapan tidak berkehendak dan tidak akan melakukan perubahan terhadap UUD 1945 serta akan melaksanakannya secara
murnid an konsekuen (Pasal 104 Ketetapan MPR No. I/MPR/1983 tentang Tata Tertib MPR). Hal ini bertentangan dengan pasal 3
UUD 1945 yang memberikan kewenangan kepada MPR untuk menetapkan UUD dan GBHN, serta Pasal 37 yang memberikan
kewenangan kepada MPR untuk mengubah UUD 1945.
MPR mengeluarkan Ketetapan MPR No. IV/MPR/1983 tentang Referendum yang mengatur tata cara perubahan UUD yang tidak
sesuai dengan pasal 37 UUD 1945.
17. Dasar pemikiran yang melatarbelakangi dilakukannya perubahan UUD1945 antara lain :
UUD 1945 memberikan kekuasaan yang sangat besar pada Presiden yang meliputi kekuasaan eksekutif dan legislatif, khususnya
dalam membentuk UU.
UUD 1945 mengandung pasal-pasal yang terlalu luwes (fl eksibel) sehingga dapat menimbulkan lebih dari satu tafsir
(multitafsir).
Kedudukan penjelasan UUD 1945 sering kali diperlakukan dan mempunyai kekuatan hukum seperti pasal-pasal (batang tubuh)
UUD 1945.
18. Tujuan diadakannya amandemen atau perubahan UUD 1945
Menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan Negara dalam mencapai tujuan nasional dan memperkukuh Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat serta memperluas partisipasi rakyat agar
sesuai dengan perkembangan paham demokrasi;
Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan perlindungan HAM agar sesuai dengan perkembangan paham HAM dan
peradaban umat manusia yang merupakan syarat bagi suatu negara hukum yang tercantum dalam UUD 1945;
Menyempurnakan aturan dasar penyelenggaraan Negara secara demokratis dan modern.
Melengkapi aturan dasar yang sangat penting dalam penyelenggaraan ne-gara bagi eksistensi negara dan perjuangan negara
mewujudkan demokrasi, seperti pengaturan wilayah negara dan pemilihan umum;
Menyempurnakan aturan dasar mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan
bangsa dan negara.
19. Pasal Pasal hasil Amandemen
Amandemen Pertama
Melalui: SU MPR tangga 14-21 Oktober1999, oleh 25 orang Panitia Ad Hoc
Pengesahan: 19 Oktober 1999
Perubahan: 9 pasal (Ps.5; Ps.7; Ps.9; Ps.13; Ps.14; Ps.15; Ps.17; Ps.20 ; dan Ps.21)
Inti Perubahan: Pergeseran kekuasaan Presiden yang dipandang terlampau kuat (executive heavy)
Amandemen Kedua
Melalui: SU MPR 7-8 Agustus 2000, oleh 47 orang Panitia Ad Hoc
Pengesahan: 18 Agustus 2000
Perubahan: 5 Bab dan 25 pasal: (Ps.18; Ps.18A; Ps.18B; Ps.19; Ps.20; Ps.20A ; Ps.22A ; Ps.22B; Bab IXA, Ps.25E; Bab X,
Ps.26 ; Ps.27; Bab XA, Ps.28A; Ps.28B; Ps.28C; Ps.28D; Ps.28E; Ps.28F; Ps.28G; Ps.28H; Ps.28I; Ps.28J; Bab XII, Ps.30;
BabXV, Ps.36A; Ps.36B; dan Ps.36C)
Inti Perubahan: Pemerintah Daerah, DPR dan Kewenangannya, Hak Asasi Manusia, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan
Amandemen Ketiga
Melalui: ST MPR 1-9 November 2001, oleh 51 orang Panitia Ad Hoc
Pengesahan: 10 November 2001
Perubahan: 3 Bab dan 22 Pasal: (Ps.1; Ps.3; Ps.6; Ps.6A; Ps.7A; Ps.7B; Ps.7C ; Ps.8; Ps.11; Ps.17, Bab VIIA, Ps.22C; Ps.22D;
Bab VIIB, Ps.22E; Ps.23; Ps.23A; Ps.23C; Bab VIIIA, Ps.23E; Ps.23F; Ps.23G; Ps.24; Ps.24A; Ps.24B; dan Ps.24C)
Inti Perubahan: Bentuk dan Kedaulatan Negara, Kewenangan MPR, Kepresidenan, Impeachment, Keuangan Negara, Kekuasaan
Kehakiman
Amandemen Keempat
Melalui: ST MPR 1-11 Agustus 2002, oleh 50 orang Panitia Ad Hoc
Pengesahan: 10 Agustus 2002
Perubahan: 2 Bab dan 13 Pasal: (Ps.2; Ps.6A; Ps.8; Ps.11; Ps.16; Ps.23B; Ps.23D; Ps.24; Ps.31; Ps.32; Bab XIV, Ps.33; Ps.34; dan
Ps.37)
Inti Perubahan: DPD sebagai bagian MPR, Penggantian Presiden, pernyataan perang, perdamaian dan perjanjian, mata uang,
bank sentral, pendidikandan kebudayaan, perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial, perubahan UUD.
20. Pengertian Konstitusi :
Konstitusi adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan
menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut (E.C.S.Wade dan G.Philips, 1970).
Konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraan dari suatu negara, berupa kumpulan peraturan-peraturan yang membentuk
dan mengatur atau memerintah dalam pemerintahan suatu negara (K.C.Wheare, 1975).
Konstitusi adalah sekumpulan asas-asas yang mengatur kekuasaan pemerintahan, hak-hak dari yang diperintah, dan hubungan
antara pemerintah dengan yang diperintah (C.F. Strong, 1960).
21. Isi Konstitusi :
1) Jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dan warga Negara, 2) Susunan ketatanegaraan suatu Negara, 3) Pembagian dan
pembatasan tugas ketatanegaraan
22. Pengaruh amandemen terhadap system pemerintahan demokrasi :
MPR yang semula sebagai lembaga tertinggi negara dan berada di atas lembaga negara lain, berubah menjadi lembaga negara
yang sejajar dengan lembaga Negara lainnya, seperti DPR, Presiden, BPK, MA, MK, DPD, dan Komisi Yudisial.
pemegang kekuasaan membentuk undang-undang yang semula dipegang oleh Presiden beralih ke tangan DPR.
Presiden dan wakil Presiden yang semula dipilih oleh MPR berubah menjadi dipilih oleh rakyat secara langsung dalam satu
pasangan.
Periode masa jabatan Presiden dan wakil Presiden yang semula tidak dibatasi, berubah menjadi maksimal dua kali masa jabatan.
Adanya lembaga negara yang berwenang menguji undang-undang terhadap UUD 1945 yaitu Mahkamah Konstitusi.
Presiden dalam hal mengangkat dan menerima duta dari Negara lain harus memperhatikan pertimbangan DPR.
Presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR dalam hal memberi amnesti dan rehabilitasi.
23. Alasan pembukaan UUD 45 menjadi sumber hukum adalah karena dalam Pembukaan terdapat :
- Dasar Negara (Pancasila), - Fungsi dan Tujuan Bangsa Indonesia, - Bentuk Negara Indonesia (Republik)
24. Dengan demikian, pembukaan UUD 1945 telah memenuhi syarat sebagai pokok kaidahNegara yang fundamental ( fundamental
norm ). Dalam hubungannya dengan pasal-pasal UUD1945 (Batang Tubuh UUD 1945).UUD memiliki sifat-sifat sebagai
berikut :
Karena sifatnya tertulis dan rumusannya jelas, UUD 1945 merupakan hukum positif yang mengikat pemerintah sebagai
penyelenggara negara, dan juga mengikat setiap warga negara.
Membuat normanorma, aturanaturan serta ketentuanketentuan yang dapat dan harus dilaksanakan secara konstitusional.
UUD 1945, termasuk pembukaan UUD 1945 yang dalam tertib hukum Indonesia merupakan undang undang yang tertinggi,
menjadi alat kontrol normanorma hukum yang lebih rendah dalam hirarki tertib hukum Indonesia.
25. UUD 1945 merupakan sumber hukum di Indonesia ini, berarti bahwa ia merupakan sumber dari segala sumber hukum negara dan
tidak ada hukum yg boleh bertentangan dengannya.
26. Fungsi Peraturan Perundang-Undangan dalam kehidupan bernegara :
sebagai norma hukum bagi warga negara karena beisi peraturan untuk membatasi tingkah laku manusia sebagai warga negara
yang harus ditaati, dipatuhi, dan dilaksanakan. Bagi mereka yang melanggar diberi sanksi atau hukum sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, sehingga terjamin rasa keadilan dan kebenaran.
Menentukan aturan-aturan yang menjadi pedoman dalam menjalankan hubungan antar sesama manusia sebabagi warga negara
dan warga masyarakat
untuk mengatur kehidupan manusia sebagai warga negara agar kehidupannya sejahtera. aman, rukun, dan harmonis;
untuk menciptakan suasana aman, tertib, tenteram dan kehidupan yang harmonis rasa.
untuk memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum bagi warga negara.
untuk memberikan perlindungan atas hak asasi manusia.
28. .Kedudukan UUD 1945 dalam sistem Peraturan Perundang-Undangan :
Undang-Undang Dasar 1945 mempunyai kedudukan yang istimewa dibandingkan dengan undang-undang lainnya, hal ini
dikarenakan
a) UUD dibentuk menurut suatu cara istimewa yang berbeda dengan pembentukan UU biasa
b) UUD dibuat secara istimewa untuk itu dianggap sesuatu yang luhur.
c) UUD adalah piagam yang menyatakan cita-cita bangsa Indonesia dan merupakan dasar organisasi kenegaraan suatu bangsa
29. HIERARKI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENU RUT UU NO. 10 TAHUN 2004 :
1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun1945
2) Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti UU
3) Peraturan Pemerintah
4) Keputusan Presiden
5) Peraturan daerah :
a. Perda Provinsi , b. Perda Kabupaten/Kota , c. Perdes/Peraturan yang Setingkat
30. .Proses Pembuatan Undang-Undang adalah sebagai berikut :
1) Proses Penyiapan Rancangan Undang-Undang (RUU)
2) RUU dapat diajukan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), presiden ataupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD). RUU yang
diajukan DPD berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan
daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan
pusat dan daerah.
3) RUU yang diajukan oleh presiden disiapkan oleh menteri atau pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen sesuai dengan
lingkup tugas dan tanggung jawabnya.
4) Proses Pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU)
5) RUU yang berasal dari DPD dapat diajukan oleh DPD kepala DPR. RUU yang telah disiapkan oleh presiden diajukan dengan
surat presiden kepada pimpinan DPR. Dalam surat presiden ditegaskan, antara lain tentang menteri yang ditugasi mewakili
presiden dalam melaksanakan pembahasan RUU di DPR. RUU yang telah disiapkan DPR disampaikan dengan surat pimpinan
DPR kepada Presiden.
6) Penyebarluasan RUU yang berasal dari DPR dilaksanakan oleh Sekretariat Jenderal DPR. Penyebarluasan RUU yang berasal
dari Presiden dilaksanakan oleh instansi pemrakarsa.
31. Proses Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)
1) DPR mulai membahas RUU dalam jangka waktu paling lambat 60 hari sejak surat presiden diterima. Presiden menugasi menteri
yang mewakili untuk membahas RUU bersama DPR dalam jangka waktu paling lambat 60 hari sejak surat pimpinan DPR
diterima. Apabila dalam satu masa sidang, DPR dan presiden menyampaikan RUU mengenai materi yang sama maka materi
yang dibahas adalah RUU yang disampaikan oleh DPR, sedangkan RUU yang disampaikan oleh presiden digunakan sebagai
bahan untuk dipersandingkan. RUU diproses dalam masa persidangan DPR secara demokratis.
2) Proses pembahasan RUU dalam persidangan di DPR memiliki urutan sebagai berikut.
3) RUU diterima oleh DPR
4) DPR membuat jadwal pelaksanaan rapat pembahasan RUU dalam masa persidangan DPR.
5) Setelah jadwal waktu persidangan ditetapkan maka pembahasan RUU dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut.
6) Tahap pertama, DPR menyelenggarakan sidang pleno membahas RUU.
7) Tahap kedua, pembahasan RUU oleh komisi dan fraksi-fraksi di DPR.
8) Tahap ketiga, DPR menerima aspirasi, pendapat, dan saran dari lapisan masyarakat, para pakar dan ahlinya demi perbaikan dan
kesempurnaan RUU.
9) Tahap keempat, DPR menyelenggarakan sidang pleno dalam pengambilan keputusan untuk menetapkan RUU menjadi undang-
undang.
10) RUU yang telah disetujui bersama oleh DPR dan presiden disampaikan oleh pimpinan DPR kepada presiden untuk disahkan
menjadi undang-undang.
32.Berikut ini proses pembentukan peraturan daerah.
1) Proses Penyiapan Rancangan Peraturan Daerah Rancangan peraturan daerah dapat berasal dari DPRD atau gubernur, atau
bupati/wali kota, sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, atau kota.
2) Proses Pengajuan Rancangan Peraturan Daerah. Rancangan peraturan daerah yang telah disiapkan oleh gubernur atau bupati/wali
kota disampaikan dengan surat pengantar gubernur atau bupati/wali kota kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah oleh
gubernur atau bupati/wali kota. Selanjutnya, rancangan peraturan daerah tersebut disebarluaskan oleh sekretariat daerah.
3) Rancangan peraturan daerah yang telah disiapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah disampaikan oleh pimpinan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah kepada gubernur atau bupati/wali kota. Selanjutnya, rancangan peraturan daerah tersebut
disebarluaskan oleh sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
4) Proses Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah. Pembahasan rancangan peraturan daerah di DPRD dilakukan oleh DPRD
bersama gubernur atau bupati/wali kota. Pembahasan bersama melalui tingkat-tingkat pembicaraan yang dilakukan dalam rapat
komisi/rapat panitia/rapat alat kelengkapan DPRD yang khusus menangani bidang legislasi dan rapat paripurna.
5) Proses Pengesahan Peraturan Daerah. Rancangan peraturan daerah yang telah disetujui bersama oleh DPRD dan gubernur atau
bupati/wali kota disampaikan oleh pimpinan DPRD kepada gubernur atau bupati/wali kota untuk ditetapkan menjadi peraturan
daerah.
6) Rancangan peraturan daerah ditetapkan oleh gubernur atau bupati/wali kota dengan membubuhkan tanda tangan dalam jangka
waktu paling lama 30 hari sejak rancangan peraturan daerah disetujui bersama oleh DPRD dengan gubernur atau bupati/wali
kota..
7) Proses Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Daerah
8) Agar setiap orang mengetahui peraturan daerah yang telah disahkan maka peraturan daerah tersebut diundangkan dengan
menempatkannya dalamlembaran daerah; berita daerah.
9) Peraturan daerah wajib menyebarluaskan peraturan daerah yang telah diundangkan dalam lembaran daerah, dan peraturan
dibawahnya yang telah diundangkan dalam berita daerah. Pengundangan peraturan daerah dalam lembaran daerah dan berita
daerah dilaksanakan oleh sekretaris daerah.

Hukum adalah peraturan-peraturan yang dibuat oleh badan yang berwenang yang berisi perintah ataupun larangan untuk
mengatur tingkah laku manusia guna mencapai keadilan, keseimbangan dan keselarasan dalam hidup. Dengan kata lain untuk
mencegah terjadinya kekacauan dan lain sebagainya dalam hidup.
Berikut ini pengertian dan definisi hukum menurut beberapa ahli:
# UTRECHT
Hukum adalah himpunan peraturan (baik berupa perintah maupun larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat
dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu, pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat
menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah
# WIRYONO KUSUMO
Hukum adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tata tertib dalam masyarakat dan
terhadap pelanggarnya umumnya dikenakan sanksi. Sedangkan tujuan dari hukum adalah untuk mengadakan keselamatan,
kebahagiaan, dan ketertiban dalam masyarakat.
# MOCHTAR KUSUMAATMADJA
Hukum merupakan keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat, dan juga
mencakupi lembaga-lembaga (institutions) dan proses-proses (processes) yang mewujudkan berlakunya kaidah-kaidah itu dalam
kenyataan.
Secara sederhana yang dimaksudkan dengan negara hukum adalah negara yang penyelenggaraan kekuasaan pemerintahannya
didasarkan pada hukum. Konsep negara hukum di Eropa dikembangkan oleh Immanuel Kant, Paul Laband, Julius Stahl dll
dengan menggunakan istilah rechtsstaat. Sedangkan di Amerika Serikat konsep negara hukum dikembangkan oleh A.V. Dicey
dengan sebutan The Rule of Law, (Jimly Asshiddiqie, 2009).
Menurut Julius Stahl, konsep negara hukum yang disebutnya Rechtsstaat mencakup 4 (empat) syarat, yaitu :
a. Perlindungan hak asasi manusia;
b. Pembagian kekuasaan;
c. Pemerintahan berdasarkan undang-undang;
d. Peradilan tata usaha negara.

Sedangkan A.V. Dicey menguraikan adanya 3 (tiga) ciri penting negara hukum yang disebut The Rule of Law, yaitu :
a. Supermasi hukum dalam arti tidak boleh ada kesewenang-wenangan,
sehingga seseorang hanya boleh dihukum jika melanggar hukum.
b. Kedudukan yang sama di depan hukum, baik bagi rakyat biasa maupun
pejabat pemerintah.
c. Terjaminnya hak-hak asasi manusia dalam undang-undang atau keputusan
pengadilan. (Winarno, 2009)

Menurut Jimly Asshiddiqie, merumuskan 12 (dua belas) prinsip pokok atau pilar utama suatu negara hukum (the rule of law
maupun rechtsstaat).
1) Pertama : Supermasi hukum (supermacy of law),
2) Kedua; Persamaan dalam hukum (Equality before the law).
3) Ketiga; Asas legalitas (due process of law).
4) Keempat; pembatasan kekuasaan
5) Kelima; Organ-organ eksekutif independen.
6) Keenam; peradilan bebas dan tidak memihak.
7) Ketujuh; Peradilan Tata Usaha Negara.
8) Kedelapan; Cobnstitutional Court (Mahkamah Konstitusi).
9) Kesembilan; Perlindungan Hak Asasi Manusia.
10) Kesepuluh; Bersifat Demokratis.
11) Kesebelas; Berfungsi sebagai sarana mewujudkan tujuan bernegara (welfare rechtsstaat).
12) Keduabelas; Transparasi dan Kontrol Sosial.
Faktor-faktor yang menyebabkan warga masyarakat mematuhi hukum, setidak-tidaknya dapat dikembalikan pada faktor-faktor
atau hal-hal sebagai berikut (Soerjono, 1986:49-50, setir pendapatnya L. Pospisil, 1971:200-201):
1. compliance, yaitu:
Orang mentaati hukum karena takut terkena hukuman. Ketaatan sebagai pemenuhan suatu penerimaan terang yang dibujuk oleh
harapan penghargaan dan suatu usaha untuk menghindari kemungkinan hukuman, bukan karena keinginan yang kuat untuk
menaati hukum dari dalam diri. Kekuatan yang mempengaruhi didasarkan pada alat-alat kendali dan, sebagai konsekuensinya,
orang yang dipengaruhi menyesuaikan diri hanya di bawah pengawasan.
2. Identification, yaitu:
Ketaatan yang bersifat identification, artinya ketaatan kepada suatu aturan karena takut hubungan baiknya dengan seseorang
menjadi rusak. Identifikasi, yaitu: suatu penerimaan terhadap aturan bukan karena nilai hakikinya, dan pendekatan hanyalah
sebab keinginan seseorang untuk memelihara keanggotaan di dalam suatu hubungan atau kelompok dengan ketaatan itu. Sumber
kuasa menjadi daya pikat dari hubungan orang-orang yang menikmati kebersamaan kelompok itu, dan penyesuaiannya dengan
aturan akan bergantung atas hubungan utama ini.
3. Internalization, yaitu:
Ketaatan yang bersifat internalization, artinya ketaatan pada suatu aturan karena ia benar-benar merasa bahwa aturan itu sesuai
dengan nilai instrinsik yang dianutnya. Internalisasi, yaitu: penerimaan oleh aturan perorangan atau perilaku sebab ia temukan
isinya yang pada hakekatnya memberi penghargaan isi adalah sama dan sebangun dengan nilai-nilai seseorang yang manapun,
sebab nilai-nilainya mengubah dan menyesuaikan diri dengan yang tak bisa diacuhkan. Ada kesadaran dari dalam diri yang
membuatnya mentaati hukum dengan baik.

Menurut Cristoper Berry Gray (The Philosopy of Law An Encyclopedia-1999), tiga pandangan mengapa seorang mentaati
hukum :
1. Pandangan Ekstrem pertama, adalah pandangan bahwa merupakan kewajiban moral bagi setiap warga negara untuk
melakukan yang terbaik yaitu senantiasa mentaati hukum, kecuali dalam hal hukum memang menjadi tidak menjamin kepastian
atau inkonsistensi, kadang-kadang keadaan ini muncul dalam pemerintahan rezim yang lalim.
2. Pandangan kedua yang dianggap pandangan tengah, adalah kewajiban utama bagi setiap orang (Prima facie) adalah
kewajiban mentaati hukum.
3. Pandangan Ketiga dianggap pandangan ekstrem kedua yang berlawanan dengan pandangan pertama, adalah bahwa kita
hanya mempunyai kewajiban moral untuk hukum, jika hukum itu benar, dan kita tidak terikat untuk mentaati hukum.

Korupsi (corrupt) artinya jahat, busuk, mudah disuap. Korupsi adalah perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau
kelompok orang, dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Berbagai dampak KKN antara lain :


KKN telah mengakibatkan bangsa Indonesia sulit keluar dari krisis ekonomi, artinya telah merusak mekanisme pasar karena
telah terjadi manipulasi data antara pemerintah dan pelaku bisnis dengan imbalan uang, mobil, tamasya, izin kontrak, kuota dan
putusan hakim.
KKN telah mengakibatkan terjadinya pembengkakan biaya, artinya KKN telah menyebabkan membekaknya biaya suatu proyek
atau kegiatan belanja rutin. Pembekakan biaya tersebut terjadi karena pihak-pihak yang terlibat melakukan mark up nilai proyek
dan harga konsumen. Dampak biaya proyek yang sebenarnya kecil menjadi besar karena adanya manupulasi data harga sehingga
beberapa pihak mendapat selisih harga.
KKN menyebabkan terhambatnya iklim investasi yang kondusif, artinya KKN telah menyebabkan adanya permainan sistem dan
prosedur yang dilakukan oleh para pejabat yang berhubungan dengan izin yang harus dikeluarkan. Dampaknya para investor
merasa tidak nyaman sebagai akibat dari perilaku tersebut.
Pejabat hasil KKN tidak dapat berbuat banyak, artinya pejabat atau pemimpin politik yang melakukan KKN tidak dapat berbuat
banyak dalam mengelola suatu organisasi. Hal ini disebabkan oleh wewenang yang dimiliki tidak mendukung pekerjaan.
Akibatnya semua berjalan lambat atau bahkan mundur.

Nepotisme (nepotism) berarti memberi jabatan kepada teman-teman, saudara-saudara atau kroninya. Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,
memberikan difis sebagai berikut: Pasal 1 butir 5 Nepotisme adalah setiap perbuatan Penyelenggara negara secara melawan
hukum yang menguntungkan kepentingannya dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasilguna terhadap upaya
pemberantasan tindak korupsi. Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diantaranya adalah melakukan penyelidikan,
penyidikan, penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.
Diposkan 11th December 2014 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

4
DEC

11

SOAL IPS SMSTR 1 KELAS 8 (WOLUUU)

LATIHAN SOAL IPS


UJIAN SEMESTER KELAS 8 TAHUN 2014/ 2015
(By ; Mr. Moch. Wachid Mahmudi)

1. Jenis Iklim di Indonesia adalah.....Tropis (Karena berada di Khatulistiwa)


2. Akibat iklim muson bagi Indonesia.....Indonesia memiliki 2 musim yaitu Hujan dan Kemarau serta Indonesia
dilalui angin muson barat dan muson timur
3. Keunggulan iklim tropis bagi Indonesia......Sinar matahari sepanjang tahun selalu ada, tanah indonesia subur,
banyak memiliki jenis vegatasi/tanaman
4. Pada saat musim hujan di Indonesia maka posisi matahari berada di.....bumi sebelah timur
5. Vegetasi yang ada di Nusa Tenggara....Sabana dan Stepa
6. Akibat Letak Geostrategis di Bidang Budaya bagi Indonesia......Banyak budaya asing/ luar yang masuk ke
Indonesia sehingga terjadilah percampuran kebudayaan
7. Tanah dari gunung berapi adalah.....tanah vulkanis
8. Pelapukan oleh tumbuhan disebut pelapukan......organis
9. Tanah yang terdapat di hutan adalah tanah..........humus karena banyak daun-daunan yang membusuk
10. Sebutkan faktor-faktor produksi.......Alam, Tenaga, Modal, Skill(Keahlian)
11. Pedagang yang menjual barang dalam jumlah besar disebut........Grosir
12. Sungai besar di Kalimantan diantaranya.........Mahakam
13. Sebutkan jenis transportasi yang ramah lingkungan.........Becak, Sepeda
14. Apa yang disebut penerbangan komersial.........Penerbangan yang mengedepankan pelayanan dan keuntungan
sehingga tarifnya mahal
15. Sebutkan dampak negatif dari perkembangan IT.....banyak pengaruh negatif yang masuk misal dalam tingkah
laku remaja/ menurunnya norma-norma dalam masyarakat, Menurunnya nilai gotong-royong, Munculnya
sikap individualistis
16. Sebutkan jenis tanaman rempah-rempah......teh, kopi, lada, kina
17. Apa yang menjadi tujuan penjajah ke Indonesia........Untuk mendapatkan rempah-rempah
18. Portugis mendarat di Ternate mendapat perlawanan dari Sultan.....Hairun yang dilanjutkan lagi oleh Sultan
Baabullah
19. Sebutkan Hak Oktroi.......Mono Janji Angkat Pegawai Perang dengan Uang
20. Politik adu domba dari Belanda disebut....Devide Et Impera
21. Jalan Daendels adalah jalan dari....Anyer(Jabar) sampai Panarukan(Jatim)
22. Selama tanam paksa banyak membawa penderitaan bagi rakyat Grobogan yaitu.........kelaparan dan korban jiwa
yang besar
23. VOC di Makasar mendapat perlawanan dari Sultan.......Hasanudin
24. Perang Paderi di Sumatera Barat dipimpin oleh.......Imam Bonjol
25. Sebutkan sebab khusus terjadinya Perang Diponegoro......Belanda membangun jalan melewati makam leluhur
P. Diponegoro tanpa ijin dari beliau
26. Sumber data kependudukan diperoleh dari.......Sensus (De Jure : Yang dihitung hanya penduduk asli, De Facto :
Yang dihitung semua penduduk)
27. Sebutkan faktor-faktor pertumbuhan penduduk.........Kelahiran, Kematian, Migrasi (Perpindahan penduduk)
28. Dampak negatif dari pertumbuhan penduduk adalah.....sulitnya mencari lapangan kerja, semakin sulit mencari
pangan(bahan pangan), meningkatnya kemiskinan, meningkatnya kriminalitas, dll
29. Sebutkan jenis piramida penduduk.......P.P. Muda(Ekspansive), P.P. Stationer (bentuk Granat), P.P.
Tua/Constructive(bentuk batu nisan)
30. Bagaimana rumus pertumbuhan penduduk Alami......Lahir dikurangi Mati (L-M)
31. Teori Thomas Robert Malthus tentang kependudukan dan bahan pangan....Penduduk bertambah menurut Deret
Ukur, sedang bahan pangan bertambah menurut Deret Hitung
32. Penduduk Usia Produktif adalah yang berusia.......15 tahun sampai 64 tahun
33. Bagaimana Rumus Angka Katergantungan (Dependency Ratio)........{(penduduk usia belum
produktif+penduduk usia tidak produktif) : penduduk usia produktif} x 100%
34. Perbandingan penduduk Laki-laki dengan Penduduk Perempuan disebut.......Sex Ratio
35. Jelaskan tentang Piramida Penduduk Muda.....yaitu menggambarkan komposisi penduduk muda lebih banyak
dari pada usia tua, hal ini menggambarkan kondisi penduduk di negara berkembang
36. Jelaskan yang dimaksud Kepadatan Penduduk......Banyaknya penduduk dalam setiap 1 km meliputi kepadatan
penduduk aritmetik, kepadatan penduduk agraris
37. Mengapa Pulau Jawa padat penduduknya?.......karena lengkapnya sarana dan prasarana, tanah di Jawa subur,
dan pusat pemerintahan berada di Jawa
38. Apa yang menjadi masalah utama kependudukan di Indonesia.......Pertumbuhan penduduk yang tinggi,
persebaran penduduk yang tidak merata
39. Apakah yang dimaksud Transmigrasi Bedol Desa............transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh penduduk
pada suatu desa termasuk juga aparat desa/ pemerintahan desa
40. Dampak negatif Urbanisasi bagi kota........kemacetan lalu lintas, munculnya Slump Area (Pemukiman kumuh),
meningkatnya penyakit sosial (gelandangan, kemiskinan, kejahatan, dll)
41. Daya tarik kota (Faktor Penarik Urbanisasi) adalah.......Lapangan kerja banyak, gaji tinggi, sarana prasaran
lengkap.
42. Sebutkan dampak positif adanya Migrasi........mengurangi kepadatan penduduk di suatu wilayah, pembangunan
dapat menjadi lebih merata ke daerah-daerah
43. Sebutkan faktor penyebab Tinggi rendahnya Tingkat Kesehatan penduduk........lengkapnya sarana kesehatan,
meningkatnya pendapatan, meningkatnya pendidikan
44. Apakah yang dimaksud Nasionalisme........semangat cinta pada negara/ tanah air
45. Sebutkan akibat dari adanya Politik Etis........Politik Etis(Edukasi, Irigasi, Imigrasi) akibat bagi Indonesia
adalah munculnya kaum/ golongan terpelajar sebagai penggerak kebangkitan nasional Indonesia
46. Sebutkan Partai Politik pertama kali yang ada di Indonesia.......Indische Partij dibawah pimpinan Tiga
Serangkai yaitu Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat, Cipto Mangunkusumo
47. Apakah akibat adanya Sumpah Pemuda bagi Indonesia.......munculnya rasa nasionalisme persatuan dan
kesatuan dalam perjuangan pergerakan nasional
48. Sebutkan unsur-unsur dasar dari IPM...........Usia harapan hidup, Angka melek huruf/ Pendidikan, Pendapatan
perkapita
49. Sebutkan negara yang mempunyai IPM tertinggi di dunia.........1. Norwegia, 2. Australia, 3. Swiss
50. Yang menjadi indikator standar hidup layak adalah.........1. Jumlah penduduk yang bekerja, 2. Jumlah
pengangguran terbuka, 3. Jumlah penduduk miskin, 4. Pendapatan perkapita
51. Sebutkan keunggulan Iklim Laut Tropis bagi Indonesia..........Indonesia banyak memiliki laut sehingga
penguapannya tinggi yang berakibat pada curah hujan yang tinggi bagi wilayah Indonesia
52. Kerja paksa pada jaman belanda disebut......kerja Rodi yaitu dalam pembangunan Jalan dari Anyer Jawa Barat
sampai Panarukan Jawa Timur
53. Tujuan kedatangan bangsa Barat ke Indonesia.........Untuk mencari rempah-rempah, Untuk berdagang, Untuk
menyebarkan agama.
54. Sebutkan faktor pendorong lahirnya Nasionalisme di Indonesia.........Faktor internal dan eksternal.
Internal : Kejayaan masa lalu, Penderitaan rakyat, Munculnya golongan terpelajar, Kemajua dalam bidang
ekonomi sosial dan budaya
Eksternal : Kemenangan jepang atas rusia, Nasionalisme Turki, Gerakan nasionalisme China dan Mesir,
Pergerakan kebangsaan India.
55. Bagaiman cara menjaga sarana transportasi agar nyaman bagi konsumen? Perbaikan alat-alat transportasi,
Pemeliharaan dan peningkatan sarana dan prasarana transportasi, Peningkatan pelayanan dalam transportasi.

Diposkan 11th December 2014 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

5
DEC

RANGKUMAN MATERI PKn KELAS 7 SEMESTER 1

RANGKUMAN MATERI PKN Kelas 7 Semester 1

BAB I
NORMA DALAM KEHIDUPAN
A. Hakikat norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat.
1. Pengertian
- Norma adalah aturan/ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat
Norma adalah aturan/ketentuan yang dijadikan sebagai pedoman, panduan,tuntunan manusia dalam bertingkah
laku dalam kehidupan
- Kebiasaan adalah perbuatan berulang-ulang dengan pola yang sama dan tetap karena dianggap penting
- Adat istiadat adalah tata kelakuan yang bersifat kekal dan turun temurun
- Peraturan adalah tatanan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yang dibuat untuk mengatur
2. Tujuan
- Mewujudkan tatanan kehidupan yang aman, tertib, rukun dan damai
- Menciptakan ketertiban, ketentraman, keamanan, kedamaian dan kesejahteraan
3. Manfaat / Fungsi
Mengatur, mengarahkan , membatasi dan mengendalikan tingkah laku manusia agar tidak berbuat sewenang-
wenang
4. Pentingnya Norma
Membatasi dan mengatur tingkah laku agar tidak swwenang-wenang
- Menciptakan kehidupan yang aman, tertib, serasi, selaras dan seimbang
- Membentuk budi pekerti manusia yang baik, patuh, sadar hukum dan memiliki akhlak mulia.
5. Macam-macam
a. Norma Agama
Adalah petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang berisi perintah, larangan atau anjuran
Contoh : beribadah, beramal dan tidak maksiat
Sanksi : dosa, siksa neraka
b. Norma Kesusilaan
Adalah aturan yang bersumber dari hati nurani manusia tentang baik buruknya suatu perbuatan.
Contoh : berlaku jujur, bertindak adil
Sanksi : malu, menyesal, merasa bersalah
c. Norma Kesopanan
Adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di dalam masyarakat
Contoh : meludah di sembarang tempat
Sanksi : Celaan, cemoohan, hinaan, kebenciaan
d. Norma Hukum
Adalah pedoman hidup yang dibuat oleh lembaga Negara (badan yang berwenang)
Contoh : UUD 1945, UU ALJR, UU Sisdiknas
Sanksi : penjara
6. Sanksi Pelanggaran Norma
Sanksi adalah hukuman yang diberikan akibat melanggar aturan
- Contoh : Mencuri, sanksi bagi
Agama : dosa, siksaan neraka
Kesusilaan : malu, menyesal, merasa bersalah
Kesopanan : cemoohan, celaan, hinaan, kebencian
Hukum : hukuman penjara.
7. Contoh Norma dalam kehidupan
- Bermasyarakat :
- Berbangsa :
- Bernegara :

B. Hakikat dan arti penting hukum bagi Warga Negara


1. Pengertian Hukum
Adalah himpunan petunjuk hidup (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengatur tata tertib dalam
masyarakatdan harus ditaati oleh seluruh anggota masyarakat.
Adalah peraturan yang dibuat oleh badan yang berwenang yang bersifat meangatur, mengikat dan bersanksi.

Unsur-unsur hukum :
- peraturan mengenai tingkah laku
- dibuat oleh badan berwenang
- sifatnya memaksa
- sanksinya tegas
Ciri-ciri hukum :
- adanya perintah dan / atau larangan
- perintah / larangan harus ditaati oleh setiap orang
Sifat-sifat hokum :
- mengatur
- mengikat
- memaksa
- bersanksi
2. Tujuan Hukum
- Untuk mengatur tata tertib manusia (van Apeldoorn)
- Untuk menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan itu tiadk dapat diganggu (van khan)
- Untuk menjamin adanya kepastian hokum (Utrecht)
Pentingnya hukukum bagi warga Negara :
- Memberikan rasa keadilan bagi warga
- Menjamin kepastian hukum bagi warga Negara
- Melindungi dan mengayomi hak-hak warga Negara
3. Pembagian Hukum
Jenis-jenis hukum menurut :
a. Sumbernya
Undang-Undang
Traktat
Yurisprudensi
Doktrin
Kebiasaan
b. Wilayahnra
Hukum Lokal
Hukum Nasional
Hukum Regional (Antar Negara)
Hukum Internasional
c. Sifatnya
Hukum yang bersifat memaksa
Hukum yang bersifat mengatur
Hukum yang bersifat mengikat
d. Isinya
Hukum Publik
Hukum Tata Negara
Hukum Administrasi Negara
Hukum Pidana
Hukum Internasional
Hukum Privat
Hukum Perdata
Hukum Dagang
Hukum Perorangan
Hukum Keluarga
Hukum Harta Kekayaan
Hukum Waris
e. Cara mempertahankannya
- Hukum Formil
- Hukum Materiil
f. Waktu berlakunya
- Ius Constitutum (Hukum Positif)
- Ius Constituendum (Hukum yang dicita-citakan)
- Lex Naturalis (Hukum Alam)
g. Bentuknya
- Hukum Tertulis
- Hukum Tidak Tertulis
a. Macam-Macam Peradilan
Menurut pasal 24 ayat (2) UUD 1945
- Peradilan Umum
- Mahkamah Agung
- Pengadilan Tinggi
- Pengadilan Negeri
b. Peradilan Agama
c. Peradilan Militer
d. Peradilan Tata Usaha Negara
e. Mahkamah Konstitusi
4. Sikap patuh terhadap hukum dalam kehidupan sehari-hari (silahkan isi sendiri)
a. Lingkungan Keluarga
-
-
b. Lingkungan Sekolah
-
-
c. Lingkungan Masyarakat
-
-
d. Lingkungan Negara
-
-
C. Menerapkan norma-norma, kebisaan, adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

1. Pentingnya penerapan norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan


- Untuk mengendalikan tingkah laku manusia, agar tidak sewenang-wenang
- Agar tercipta suasana masyarakat yang aman, tentram, tertib, damai dan sejahtera
2. Akibat pelanggaran norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan
- Akan terjadi kekacauan (anarkhi)
- Tidak tentram, tidak tertib
3. Sikap patuh terhadap norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan
-
-
BAB II
PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN KONSTITUSI PERTAMA
A. Makna Proklamasi Kemerdekaan
1. Makna Proklamasi Kemerdekaan
Pernyataan bangsa Indonesia kepada diri sendiri maupun kepada dunia luar bahwa bangsa Indonesia telah
merdeka dan tindakan-tindakan yang harus segera dilakukan berkaitan dengan pernyataan kemerdekaan itu
Makna lainnya :
- Proklamasi berarti pembebasan bangsa
- Proklamasi berarti pembangunan bangsa
- Proklamasi sebagai jembatan emas
- Proklamasi sebagai titik kulminasi (puncak) perjuangan bangsa
2. Ciri-ciri perjuangan bangsa Indonesia
Sebelum 1908
- bersifat kedaerahan (local)
- menggunakan cara kekerasan bersenjata (fisik)
- sangat tergantum kepada pemimpin
- persenjataan tidak seimbang
- belum ada rasa persatuan dan kesatuan
- ampuhnya politik devide et impera
Sesudah 1908
- perjuangan melalui organisasi social dan budaya (taktik politik)
- perjuangan tidak tergantung pada pemimpin
- perjuangan bersifat nasional
3. Bentuk penderitaan yang dialami Bangsa Indonesia pada masa penjajahan
- sistem kerja rodi (kerja paksa)
mengakibatkan kesengsaraan bagi rakyat
- sistem tanam paksa (cultur steksel)
mengakibatkan penderitaan bagi para petani
- sistem monopoli perdagangan
mengakibatkan kerugian bagi pedagang dan petani
- sistem politik devide et impera
politik adu domba, pecah belah mengakibatkan penderitaan rakyat

4. Faktor-faktor yang menjadi pemicu rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan


- persamaan nasib (sejarah) dan cita-cita
- persamaan bangsa, bahasa dan tumpah darah (sumpah pemuda)
- rasa nasionalisme dan patriotisme
5. Pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan
- Penting ? Konstitusi Constitutio (Latin), Constituir (Perancis),
- Membentuk, menyusun suatu Negara
- Peraturan dasar mengenai pembentukkan suatu Negara Grondwet (Belanda), grundgesetz (Jerman),
Constitution (Inggris)
- UUD
- Segala ketentuan dan aturan tentang ketatanegaraan, UUD suatu Negara

B. Suasana kebatinan Konstitusi Pertama


1. Peristiwa Rengasdengklok
- 6 & 9 Agustus 1945 Amerika Serikat membom Hirosima dan Nagasaki
- 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu
- Pejuang Golongan Muda : Sukarni, Adam Malik, Kusnaeni, Syahrir, Soedarsono, Soepomo, Chaerul, BM
Diah, Bakri, Sayuti Melik, Iwa Kusuma Sumantri, Wikana, Yusuf Kunto
- 15 Agustus 1945 Golongan muda membawa golongan tua ; Ir Soekarno dan Drs Moh Hatta ke
Rengasdengklok
- 16 Agustus 1945 ; Mr Achmad Soebarjo menjemput Ir Soekarno dan Drs Moh Hatta
- Malam ; Rapat di Rumah Laksamana Maeda (Jl Imam Bonjol 1 Jkt)
- 17 Agustus 1945 ; Proklamasi Kemerdekaan RI
- Di Rumah Ir Soekarno
- Jl Pegangsaan Timur No 56
- Hari Jumat Pukul 10.00 WIB pagi
2. Peristiwa Perumusan Naskah Proklamasi
- Rapat di rumah Laksamana Maeda
- Dihadiri oleh golongan muda dan golongan tua (15 orang)
- Makna Proklamasi bagi bangsa Indonesia
3. Suasana Sidang BPUPKI dan PPKI
- Sidang I (29 Mei 1 Juni 1945) Dasar Negara

Konsep Dasar Negara :


Mr Moh Yamin (29 Mei 1945)
Konsep pidato :
1) Peri Kebangsaan
2) Peri Kemanusiaan
3) Peri Ketuhanan
4) Peri Kerakyatan
5) Kesejahteraan Rakyat
Konsep tertulis :
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
2) Kebangsaan, persatuan Indonesia
3) Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permuyawaratan/perwakilan
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Mr Soepomo (31 Mei 1945)
Konsepnya :
Paham atau ide Negara Integralistik, yaitu negara hendaknya tidak menyatu dengan bagian yang terbesar dari
rakyat, juga dengan kelompok ekonomi terkuat, melainkan harus mengatasi semua golongan dan kelompok
dan semua individu
Ir Soekarno (1 Juni 1945)
Konsepnya : dinamakan Pancasila
1) Kebangsaan Indonesia
2) Internasinalisme atau peri kemanusiaan
3) Mufakat atau Demokratis
4) Kesejahteraan social
5) Ketuhanan Yang Maha Esa
- Sidang II (10 17 Juli 1945)
- UUD 1945
- 22 Juni 1945 : Piagam Jakarta Panitia Sembilan
- 7 Agustus 1945 : BPUPKI PPKI
4. Keputusan Sidang PPKI 18 Agustus 1945
1) Menetapkan UUD 1945
2) Memilih Ir Soekarno dan Drs Moh Hatta sebagai Presiden dan Wapres
3) Pembentukan KNIP (untuk membantu Presiden, sementara)

A. Hubungan Proklamasi Kemerdekaan dengan UUD 1945


Proklamasi kemerdekaan mempunyai hubungan yang erat , tidak dapat dipisahkan dan merupakan satu
kesatuan yang bulat dengan UUD 1945, terutama dengan Pembukaan UUD 1945. Apa yang terkandung dalam
pembukaan UUD 1945 merupakan amanat yang luhur dan suci dari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus
1945.
Alinea pertama Proklamasi dijabarkan dalam alinea kesatu, kedua dan ketiga Pembukaan UUD 1945
Alinea kedua Proklamasi dijabarkan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yaiitu amanat
pembentukan Negara RI berdasarkan Pancasila. Bentuk Negara Indonesia Kesatuan
Bentuk pemerintahan Republik Sistem pemerintahan Presidensil
Tujuan Negara :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
Memajukan kesejahteraan umum
Mencerdaskan kehidupan bangsa
Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
keadilan social
Palsafah Negara - Pancasila
B. Sikap positif terhadap makna Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama
- Mengisi kemerdekaan
- Mempertahankan kemerdekaan
1. Sikap positif terhadap Proklamasi Kemerdekaan
Menghargai jasa-jasa para pahlawan
Membela kemerdekaan Indonesia
Rela berkorban demi bangsa dan Negara
Turut serta menjaga nama baik bangsa dan Negara
Ikut berpartisifasi dalam pembangunan nasional dll
2. Sikap positif terhadap Konstitusi Pertama
Mendukung keberadaan bentuk Negara Indonesia (kesatuan), bentuk pemerintahan Indonesia (Republik) dan
sistem pemerintahan (presidensil)
Menjunjung tinggi proses peradilan yang bebas dan tidak memihak
Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan
Mendukung dan menyukseskan terselenggaranya pemilu yang luber dan jurdil
Menghargai budaya demokrasi dalam proses pergantian kepemimpinan nasional dll
Diposkan 9th December 2014 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

6
NOV

12

PINTER BASA JAWA (TULISAN JAWA LAN TEMBUNG2 JAWA)


Diposkan 12th November 2014 oleh WAHID MAHMUDI
0
Tambahkan komentar

7
NOV

12

ARTIKEL BAHASA JAWA BESERTA CENGKORONGANNYA

KI HAJAR DEWANTORO

Sapa sing ora kenal sosok tokoh pendidikan Bapak Ki Hadjar Dewantara, tokoh sing duwe jasa
mbangun pendidikan ning Indonesia. Ki Hadjar kang duwe jeneng asli R.M. Suwardi Suryaningrat yaiku tokoh
pendidikan nasional. Kegiatane diwiwiti minangka jurnalis ing pirang-pirang layang kabar karo EFE Douwes
Dekker, ngelola De Expres. Ki Hadjar aktif dadi pengurus Boedi Oetomo lan Sarikat Islam. Sakbanjure karo
Cipto Mangun Kusumo lan EFE Douwes Dekker dijuluki Tiga Serangkai Deweke ngedekkake
Indische Partij, organisasi politik kaping siji ing Indonesia sing kanthi tegas nuntuk Indonesia mardika. Ing
zaman Jepang, peran Ki Hadjar tetep menonjol. Karo Soekarno, Hatta, lan Mas Mansur, dijuluki Empat
Serangkai, mimpin organisasi Putera. Nalika mardika, Ki Hadjar dadi Menteri Pengajaran Kapisan.
Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro sing poluler ing kalangan masyarakat yaiku Ing Ngarso
Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Sing intine pemimpin kudu duwe sifat kasebut
supaya iso dadi panutan kanggo bawahan utawa anak buahnya. Ing Ngarso Sun Tulodo artine Ing ngarso kuwe
didepan , Sun sekang kata Ingsun sing artine saya, Tulodo berarti tauladan. Dadi makna Ing Ngarso Sun
Tulodo kuwe dadi pemimpin kudu bisa ngewei suri tauladan nggo anak buahe. Saiki akeh pemimpin sing sikap
lan prilakune ora kena dadi panutan nggo anak buahhe. Ing Madyo Mbangun Karso,
Ing Madyo artine neng tengah tengah. Mbangun artine bisa mbangkitke utawa nggugah lan Karso
berarti niat. Maknane, dadi pemimpin neng tengah kesibukane kudu bisa mbangkitna semangat kerja
bawahane.
Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya ngikuti sekang mburi lan handayani menehhi dorongan
moral. Maknane, komandan utawi pimpinan kudu bisa ngewei dorongan moral saka mburi ben bawahane
nduweni semangat kerja. Kanggo ngenang jasa suwargi, mula Pengetan Dina Pendidikan Nasional 2 Mei ora
iso dipisahke saka sosok Ki Hadjar Dewantara, tokoh kang jasa majuke pendidikan ing Indonesia. Mugo-mugo
awak dewe generasi enom bisa nglanjutke cita-cita piyambakke, lan iso ngamalke ajaran sing uwis di babarke
dening Ki Hajar Dewantara.

Cengkorongan :
1 Sosok Ki Hajar Dewantoro
2 Tegesse ajaran Ing ngarso sung tuladha
3 Tegesse ajaran Ing madya mangun karsa
4 Tegesse ajaran Tut wuri handayani

NGURI-URI KABUDAYAAN JAWI

Ing zaman sakmenika kathah tiyang utawi masyarakat Indonesia khususipun daerah Jawa Tengah
sakleresipun kathah ingkang saged basa jawi ananging dipersani langkung celak malih sakleresipun sekedik
sanget tiyang ingkang pinter berbahasa Jawi ingkang leres lan lancar. Tiyang ingkang kepengin
nglestantonaken budayanipun mesti saged kedah nyinaoni bahasanipun langkung rumiyin. Sedaya wau boten
lepas saking kita piyambak dados generasi sak lajengipun ingkang kedah saged ngerasakakenipun sedaya jerih
payah pendahuluipun kaliyan mbeta kabudayaan Jawi dados di mangertosipun teng pundi-pundi lan sakmenika
gembleng tekadtipun saha gayohen cita-cita menika kanthi ngangkat dhuwur kabudayaanipun piyambak
kemawon.
Kabudayaan Jawi saged kita terapaken wiwit alit kanthi lewat pendidikan ing sak lebetipun keluarga
utawi sekolahan ananging kedah dipun gatosaken saestu supados boten klentu anggenipun maringaken bahan
kados perkawis kabudayaan Jawi kadosta basa Jawi, gamelan, wayang, unggah-ungguh dhumateng sinten
kemawon lan sakliyanipun. Watak saking tiyang jawi ingkang sanget kekhasipun inggih punika ing grapyak,
pasrawungan kaliyan kanca-kanca saha tiyang-tiyang kemawon.Ing sak lebetipun wonten satunggal maneh
nggih punika ing sopan lan santun kejawi saking segi basanipun basa jawi saestu benten-benten ingkang
migatos utamakaken moral saking segi kesopanan kados wonten tigang basa ing nyinaunipun basa jawi
yapunika basa Jawi saking paling cendhek tekan dhuwur basa Jawi Ngoko, Krama, Krama Inggil. Sedayanipun
boten uwal saking jerih payah tiyang rumiyin utawi nenek moyang kita sakmenika kathah saking kabudayaan-
kabudayaan jawi niku ingkang badhe punah utawi ical kerantenaken generasi saklajengipun kathah ingkang
ninggalaken saha nyupekaken niku sedaya.
Tiyang-tiyang ing daerah Ngayogyakarta badhe sadar lan damel utawi dandani malih saking lekasan
kanthi madosi saha ngawontenaken pameran pameran ingkang mengku bab Kabudayaan Jawi saha ugi
ingkang damel museum kang dipun khususaken kangge uri-uri utawi nglestarikaken kabudayaan Jawi. Awit
saking usahanipun niku sedaya kathah bab-bab ingkang sae saha kita pendet manfaatipun kadosta saged
maringaken pendidikan utawi pangertosan bab kabudayaan jawi dumateng sedaya tiyang kalebet generasi sak
lajengipun supados ngertos saha saged ngginakaken saha maringi kemajengan kagem kita sedaya wontening
satunggal ing wekdal punika sak mangke ing Era Global sak menika kathah sanget perkawis-perkawis enggal
mlebet wonten Indonesia kalebet ing daerah Ngayogyakarta niku sedaya maringi kathah perkawis-perkawis
ananging awit usaha ingkang kita lampahi kathi jagi kabudayaan jawi sahingga saged bertahan saking
pengaruhipun kabudayaan asing. Kabudayan Jawi supados saged bertahan kedah kita junjung saha kita hargai
kangge ningkataken moral utawi dampak-dampak ipun ingkang saged kita tiru saking kabudayaan Jawi sak
menika kemawon.

Cengkorongan :
1 Sak menika sekedhik sanget tiyang Jawi ingkang saget Basa Jawi kanthi leres lan lancar
2 Sarana kangge nerappaken Basa Jawa wonten ing mbendintennipun
3 Usaha tiyang Yogyakarta damel nglestantunaken Budaya Jawi

UPACARA LABUH TANDUR

Sanak kadangacara tani ing Dhusun Padasan, Desa Pakembinangunan, Kecamatan Pakem,
Kabupaten Sleman, ngadani satunggaling upacara sak derengipun miwiti tanem pantun. Nanem pantun boten
namun satunggaling kridha ingkang dipun lampahi saben mangsa tanem. Kangge miwiti mangsa tanem,
kadang tani nglampahi maneka cawisan, antawisipun ngluku, ngarit sarta ngadani upacara wilujengan labuh
tandur
Wilujengan labuh tandur, mujudaken satunggaling upacara kangge miwiti tanem pantun, ngiras
kangge nyuwun kawilujengan dhumateng Gusti ingkang Hakarya Jagat, supados kridhaning olah tetanen
rancag, kalis saking paneraking ama, lan kasil panenipun maremaken. Upacara labuh tandur ingkang sampun
awis-awis dipunlampahi dening kadang tani, samangke wiwit dipungrengsengaken malih, mliginipun para
kadang tani ing wewengkon Ngayogyakarta. Lampahing upacara ugi dipunjumbuhaken kaliyan lampah adat
ing saben wewengkon. Dene tatacara lan uborampe ingkang dipuncawisaken boten kados ingkang
dipunlampahi dening sesepuh ing jaman kawuri, namung dipunpendhet baku kemawon.
Sak derengipun upacara kawiwitan, kadang tani nyawisaken ubarampe, sekul tumpeng, ingkung lan
tumbasan peken. Dene tumrap kadang tani ing dhusun Padasan, kawimbuhan ubarampe mligi, inggih punika
jenang sumsum. Jenang sumsum mengku werdi kangge mulihaken otot bebayu kadang tani sesampunipun
mangsa panen, supados samekta olah tetanen malih. contoh artikel bahasa jawa upacara labuh tandur
Salebeting upacara kasebat, ugi dipuncawisaken ubarampe piranti olah tetanen, ingkang nggambaraken
manunggalipun manungsa kaliyan alam, sarta pralambang taqwa dhumateng Gusti ingkang Hakarya jagat.
Sedaya uborampe mau lajeng dipunkirab tumuju sabin, kangge mbiwarakaken lampahing upacara labuh
tandur. Sak dumuginipun dhateng sabin, sedaya ubarampe dipun papannaken dhateng pojokan sabin, dene
sekawan pincuk jenang sungsum dipun papanaken dhateng pojokan sabin, minangka tolak bala.

Cengkorongan :
1 Upacara kang ditindakkake sanak kadangacara tani ing Dhusun Padasan, Desa Pakembinangunan, Kecamatan
Pakem, Kabupaten Sleman
2 Makna utawa arti upacara Labuh Tandur
3 Lakunne upacara Labuh Tandur
Diposkan 12th November 2014 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

2
OCT

29

CONDTIONAL SENTENCES or IF CALUSE and MIND CLAUSE

Pengertian, Rumus Dan Contoh Conditional Sentence Type 1,2,3


Pengertian, Rumus Dan Contoh Conditional Sentence Type 1,2,3
Conditional Sentence secara umum dikenal sebagaikalimat pengandaian, yaitu digunakan untuk menyatakan sesuatu yang mungkin terjadi seperti yang
diharapkan jika persyaratan terpenuhi. Kalimat Conditional terdiri dari klausa dependent yang diawali dengan kata if berupa condition (syarat) dan klausa
independent berupa result/konsekwensi (hasil) dari persyaratannya.
Conditional Sentence Type Kalimat conditional ada 3 tipe 1, 2,3. Nah dibawah ini nanti akan ada pengertian, rumus dan contoh dari conditional sentence type
1,2,3
Pengertian Conditional Sentence Type 1
Conditional sentence type 1 digunakan untuk menyatakan kemungkinan yang terjadi di masa depan jika condition-nya realistik untuk dipenuhi.
Rumus Conditional Sentence Type 1
If + Subjek +V.1, S + Will + V.1
Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 1
If I have much money I will continue my school in abroad
Fakta:bersifat kemungkinan,probably,may be.
Pengertian Conditional Sentence Type 2
Conditional type 2 ini digunakan sebagai aplikasi kejadian masa sekarang atau present yang akan terjadi jika kondisi yang ada berbeda.
Rumus Conditional Sentence Type 2
If + Subjek +V.2/Were +S + M2 + V.1
M2 (Modal bentuk 2) : Would,could
Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 2
If I had much money I would continue my school in abroad
Fact: I dont have money
Fakta:berkebalikan dengan pernyataan memakai prediket present
Pengertian Conditional Sentence Type 3
Merukan aplikasi kejadian masa lampau atau simple past tense, kejadian yang harus sudah dipenuhi di masa lalu. Terkadang, di masa lampau kita mempunyai
keinginan yang tidak dapat kita wujudkan. Lalu kita ingin bercerita kepada teman atau orang lain.
Rumus Conditional Sentence Type 3
If + Subjek + Had + V3 +S+ M.2 + Have + V.3

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 3


If I had had much money I would have continued my school in abroad
Fact: I didnt have much money
Fakta:berkebalikan dengan pernyataan prediket di ganti dengan past tense

cara mudah belajar conditional sentence


conditional sentence atau kalimat pengandain terdiri dari 2 bagian yaitu :
induk kalimat dan anak kalimat. anak kalimat terletak setelah kata if atau sejenisnya. dan induk kallimat terletak sebelum kata if.
conditional sentence di bagi menjadi 3 tipe yaitu

1. pernyataan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.


contoh:
I will pass the examination if i study hard
(saya akan lulus ujian jika saya belajar dengan giat)
tipe pertama untuk menyatakan pengandaian yang mungkin saja terjadi di masa depan.
2. tipe kedua adalah pernyataan yang berbeda dengan ken.yataan
contoh:
I would pass the examination if i studied hard
(saya akan lulus ujian jika saya sudah belajar dengan giat)
kenyataannya dia tidak lulus karena dia belum belajar dengan giat.
tipe kedua untuk menyatakan pengandaian yang berbeda dengan kenyataan yang sesungguhnya.
3. tipe ketiga adalah pernyataan yang tidak mungkin terjadi.
contoh:
I would have passed the examination if i had studied hard
(saya pasti sudah lulus ujian jika saya sudah belajar dengan giat)
tdak mungkin terjadi karena sudah dilakukan di masa lampau.
tipe ketiga menyatakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi, karena sudah di lakukan di masa lampau.

Dalam ngerjain soal ada cara mudahny jadi ga usah diartiin soalnya juga bisa, dengan cara ngikutin pola berikut :

Tipe Induk kalimat Anak kalimat


Pertama Will + verb 1 Present tense(S+V 1+O)
Kedua Would + verb 1 Past tense(S+V 2+O)
ketiga Would have + verb 3 Past perfect tense(S+have+V 3+o)
1.untuk tipe pertama ada kata will jadi pasanganny verb 1seperti contoh soal nomor 2.
2.untuk tipe kedua ada kata would + verb 1 tanpa have maka pasangannya verb 2 seperti contoh soal nomor1 dan 3
3. untuk tipe yang ketiga cirinnya jika ada would dengan have maka pasangannya had+verb 3.

jadi kita hanya perlu melihat soalnya apakah memakai will/would/would have , bila tidak ada kata2 tersebut maka liat kata kerjannya apakah
memakai v1/v2/had + v3. lalu cocokan dengan pasangannya seperti yang ada di tabel diatas.

contoh soal
isilah titik-titik di bawah dengan pililhan jawaban yang ada di samping!
1. she ............. buy a car if she got a SIM (will / would / would have)
2. I will run to my house if i ............ the exam (pass / passed / had passed)
3. I would kick his ass if i ............ you (am / were / had)
4. I .............. the exam if i had studied hard (will pass / would pass / would have passed)

1. kata kuncinya adalah she got , got adalah v2 dari get , berarti menggunakan past tense ,jadi jawabannya would, masuk pada tipe ke dua
2. kata kuncinnya adalah will , will hanya di gunakan pada tipe pertama dan pasangan will adalah present tense jadi memakai v1 yaitu pass
3. kata kuncinnya adalah would kick , would + v1 maka pasangannya past tense yaitu were
4. kata kuncinnya had , jadi setiap ada kata had + v3 maka pasangannya would have passed
Pengertian, Tipe, Susunan, Makna dan Contoh Conditional Sentences

Halo sobat... pada pembelajaran kali ini kita akan belajar tentang Pengertian, Tipe
dan Contoh Conditional Sentences. Lebih serius menyimaknya ya, supaya sobat
semua mengerti tentang materi Conditional Sentences.

Pengertian Conditional Sentences adalah kalimat bersyarat. Kalimat ini memiliki dua
klausa-induk kalimat dan anak-kalimat-yang dihubungkan dengan menggunakan "IF".
Kalimat ini memiliki makna "seandainya" atau "jika". Di dalam bahasa Inggris, tipe
kalimat ini dibagi menjadi 3, yaitu :
1. First Conditional
2. Second Conditional
3. Third Conditional

A. FIRST CONDITIONAL
1. Susunan
If + S + V1, S + will + V1 + O

Contoh :
a. If I see Barlie, I will tell him.
(Jika saya bertemu Barlie, saya akan mengatakan kepadanya.)
b. If Julie is free tomorrow, he will invite her.
(Jika Julie libur besok, dia akan mengundangnya.)
c. If it rains tomorrow, will you stay at home?
(Jika besok hujan, apakah kamu akan diam di rumah?)
d. If it rains tomorrow, what will you do?
(Jika besok hujan, apa yang akan kamu lakukan?

2. Makna
Kalimat dalam konstruksi ini berarti mungkin benar-benar terjadi jika syratnya
terpenuhi. Oleh karena itu, makna kalimat ini disebut sebagai possibility (kemungkinan).
Pemaknaan kalimat pada tipe ini dapat disusun sebagai berikut :
S + may + V1 + that + S + may + V1 + O

Dalam pola susunan tersebut, kalimat-kalimat contoh di atas dapat diuraikan maknanya
menjadi berikut :
a. I may see Barlie that I may tell him.
b. Julie may be free tomorrow that he may invite her.
c. It may rain tomorrow, may you stay at home?
d. It may rain tomorrow, what may you do?

B. SECOND CONDITIONAL
1. Susunan
If + S + V2, S + would + V1 + O

Contoh :
a. If I married Rania, I would be happy.
(Jika saya menikah dengan Rania, Saya akan senang.)
b. If Jack became rich, he would marry her.
(Jika Jack menjadi kaya, dia akan menikahinya.)
c. If it snowed next July, what would you do?
(Jika musim salju bulan July yang akan datang, apa yang akan kamu lakukan?)

2. Makna
Apa yang dikatakan dalam induk kalimat tidak pernah terjadi karena syarat yang
dikatakan dalam anak kalimat tidak terpenuhi. Oleh karena itu, kalimat ini disebut
sebagai Unreal Present. Tenses untuk makna kalimatnya berubah dan polanya disusun
sebagai berikut :
S + dont/doesnt + V + that + S + will not + V1 + O

Dalam pola susunan tersebut, kalimat-kalimat contoh di atas dapat diuraikan


maknanya menjadi berikut :
a. I don't marry Rania that I am not happy.
b. Jack doesn't become rich that he will not marry her.
c. It doesn't snow next July, what do you do?

C. THIRD CONDITIONAL
1. Susunan
If + S + had + V3, S + would have + V3 + O

Contoh :
a. If I had seen Diana, I would have told her.
(Jika saya bertemu Diana, saya akan mengatakan padanya.)
b. If it had rained yesterday, would you have stayed at home?
(Jika kemarin hujan, akankah kamu tinggal di rumah?)
c. If Shinta had been free yesterday, I would have invited her.)
(Jika Shinta libur kemarin, saya akan mengundangnya.)

2. Makna
Apa yang dikatakan dalam induk kalimat tidak pernah terjadi karena kalimat syarat
yang dikatakan dalam anak kalimat tidak pernah terpenuhi. Karena dinyatakan dalam
bentuk Past Tense, kalimat ini disebut sebagai Unreal Past. Tenses untuk makna
kalimatnya juga berubah :
S + didnt + V1 + that + S + would not + V1 + O

Dalam pola susunan tersebut, kalimat-kalimat contoh di atas dapat diuraikan maknanya
menjadi berikut :
a. I didn't see Diana that I would not tell her.
b. It didn't rain yesterday did you stay at home?
c. Shinta wasn't free yesterday that I would not invite her.

Diposkan 29th October 2014 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

3
OCT

14

KISI-KISI UJIAN MID SEMESTER BAHASA JAWA KELAS 12


IPA/IPS
KISI-KISI UJIAN MID SEMESTER BAHASA JAWA KELAS 12 IPA/IPS

1. Bedane Wong Mantu karo Ngundhuh Mantu .............. Menawi Wong mantu inggih menika tiyang gadhah
damel wonten ing dalemipun penganten Putri/ ingkang gadhah damel pihak temanten Putri, Ngundhuh Manten
inggih punika ingkang gadhah damel pihak temanten Kakung
2. Urut-urutanne wong arep duwe gawe wiwit awal sampai hari H ...........BuKu TuliS MiNi Harganya
(mBuwangi/ Bancakan, Kumbakarnan, Tuwuhan/ pasang tarub, Siraman, Midodareni, Nikahan, Pahargyan)
3. Tata cara Panggih temanten, urut-urutanne.........mBa Mi Cari Dulu Botol Susu (Balangan Gantal, Midak
Tigan, Kacar-kucur, Dulangan, Bobot timbang, Sungkeman)
4. Piwulang kang ana ing sajroning acara mantu yaiku............Ngleluri budaya Jawa/ adat, Ngraketke
paseduluran, Hormat marang wong tua, Gotong royong
5. Babagan kang kudu ndiduweni sak durunge sesorah..............Kudu nguwasani materi, Kudu nggatekkakke
audience/ kang diajak pidato, Bahasane kudu luwes ora kaku, Gerakan tangan/ awak/ gesture kudu luwes
6. Ngowahhi tembung supaya dadi basa krama alus kang becik......
1) Njaluk pangapura..........Nyuwun pangapunten
2) Lungguh kanthi kepenak.......Lenggah kanthi sekeca
3) Bapak arep adus, Ibu lagi turu, lan aku sinau ana ngomah .......Bapak badhe siram, ibu nembe sare, kaliyan
kula sinau wonten griya
7. Suksesi Hastina yaiku nyeritakkakke kadeyan rikala Pandawa njaluk hak-ke yaiku dadi panguasa ana ing
Hastinapura. Ananging para Kurawa ora lila yen Hastinapura dijaluk para Pandawa, mula kanthi maneka reka
daya Kurawa tansah maeka Pandawa kalebu ngajak Main Dadu lan pungkasanne Pandawa kalah lan kudu
lunga saka Hastinapura nglakonni pahukuman buwang 12 tahun suwene tanpa dikenalli dening Kurawa.
Sejatine pancen Hastinapura kuwi dadi hak/ nduweni Pandawa, nanging rikala semana Pandawa isih cilik-cilik,
mula Destarata banjur ngangkat Kurawa (Duryudana) dadi penguasa/ raja, lan bakal menehhake panguasa
Hastinapura nalikanne Pandawa uwis ngancik dewasa/ uwis gedhe, nanging ing pungkasannne malah para
Kurawa ora gelem menawa kekuasaanne dijaluk para Pandawa.
8. Atur Pasrah lan Atur Panampi Nganten ...........Intine Atur Pasrah kuwi saka Pihak Temanten Lanang, yen Atur
Panampi kuwi saka Temanten Putri.
Manten lanang : Bagus Ilham Bin Zulkarnaen
Manten putri : Rara Ayu Siti Aisyiyah Binti Sutopo
Sing Pasrah : Bapak Dulmatin
Sing nampa : Bapak Dulkempit

Pasrah :
Assalamualaikum Wr. Wb
Dhumateng para rawuh, sepuh pinisepuh, kakung sumawana putri. Ugi dhumateng Bapak Dulkempit
minangka sesulih saking Bapak Sutopo ingkang kawula hormati. Sak derengipun kawula nyuwun gunging
samodra pangaksama amargi sampun kumawantun nggempil kamardhikanipun panjenengan sami anggenipun
wawan pangendikan, amargi kawula nindakkaken jejibahan minangka sesulih atur saking Bapak Zulkarnaen
kapurih ngaturraken punapa ingkang dados krenteg penggalihhipun dhumateng Bapak Sutopo.
Bapak Zulkarnaen rumaos bombong penggalihhipun amargi Putranipun ingkang asma Bagus Ilham sampun
kelampahan Jinatu krama kaliyan Rara Ayu Siti Aisyiyah putrinupun Bapak Sutopo kala wau enjing tabuh
sedasa (10.00). Bapak Zulkarnaen namung saget masrahhaken ingkang putra mugiyo Bapak Sutopo kersa
nampi kadosta putranipun piyambak. Ing wekdal punika Bapak Sutopo ugi ngasta pisung-sung arupi jajan
pasar minangka abon-abon mugiya Bapak Sutopo kersa nampi kanthi remenning penggalih.
Kula kinten cekap semanten atur kawula, mbok bilih wonten kirang trapsila ing atur kawula namung saget
nyuwun gunging samodra pangaksama.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Nampa :
Pasrah :
Assalamualaikum Wr. Wb
Dhumateng para rawuh, sepuh pinisepuh, kakung sumawana putri. Ugi dhumateng Bapak Dulmatin minangka
sesulih saking Bapak Zulkarnaen ingkang kawula hormati. Sak derengipun kawula nyuwun gunging samodra
pangaksama amargi sampun kumawantun nggempil kamardhikanipun panjenengan sami anggenipun wawan
pangendikan, amargi kawula nindakkaken jejibahan minangka sesulih atur saking Bapak Sutopo kapurih
ngaturraken punapa ingkang dados krenteg penggalihhipun dhumateng Bapak Zulkarnaen.
Bapak Sutopo rumaos bombong penggalihhipun amargi Putrinipun ingkang asma Rara Ayu Aisyiyah sampun
kelampahan dhaup kaliyan Bagus Ilham putrinipun Bapak Zulkarnaen kala wau enjing tabuh sedasa (10.00).
Bapak Sutopo ngaturaken panuwun sanget dhateng punapa kemawon ingkang sampun dipun kaaturaken
dening Bapak Zulkarnaen. Bapak Zulkarnaen namung saget ngaturri dhedhaharan ingkang kados punika, sak
wontenipun, mugiya Bapak Zulkarnaen sak pangombyong saget ngraossaken kanthi merdhikaning penggalih.
Kula kinten cekap semanten atur kawula, mbok bilih wonten kirang trapsila ing atur kawula namung saget
nyuwun gunging samodra pangaksama.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Diposkan 14th October 2014 oleh WAHID MAHMUDI

0
Tambahkan komentar

4
OCT

14
ALUR CERITA MAHABHARATA

ALUR CERITA MAHABARATA


Mahabarata merupakan sumber utama dari cerita wayang purwa, selain Ramayana. Kisah ini
berasal dari India Kuno yang menceritakan perang saudara besar-besaran antara dua
cabang keturunan Raja Barata yang disebut keluarga Pandawa dan Kurawa. Berikut saya
susun alur ceritanya, dengan nama-nama tokoh yang sudah di-Jawa-kan.
SUMPAH BISMA
Barata adalah raja adil dan bijaksana, serta tegas dalam memerintah negara. Namun
sayang, keturunannya yang bernama Sentanu adalah raja yang kurang mempunyai
pendirian. Istrinya bernama Gangga, bersedia dinikahi asalkan dituruti segala keinginannya.
Sentanu setuju. Ternyata Gangga memiliki kebiasaan aneh. Setiap kali melahirkan, bayinya
langsung ditenggelamkan di sungai. Hal ini berlangsung sampai tujuh kali dan Sentanu tidak
berani mencegah. Akhirnya pada kelahiran kedelapan, Sentanu nekat melarang
pembunuhan bayinya. Karena perjanjian telah dilanggar, Gangga pun meninggalkan
Sentanu. Bayi kedelapan itu diberi nama Dewabrata.
Dewabrata tumbuh dewasa dan memiliki kecakapan melebihi Sentanu. Pada suatu hari
Sentanu jatuh cinta kepada seorang tukang perahu cantik bernama Durgandini. Ternyata
Durgandini bersedia dinikahi asalkan kelak keturunannya yang dijadikan raja Hastina.
Sentanu bimbang karena sudah menunjuk Dewabrata sebagai ahli warisnya. Ia pun pulang
dengan kecewa.
Dewabrata menyelidiki kenapa ayahnya selalu murung. Akhirnya ia berhasil menemukan
Durgandini dan melamarnya untuk Sentanu. Durgandini mengajukan syarat supaya anak
keturunannya yang menjadi raja Hastina. Dewabrata setuju dan bersumpah ia tidak akan
menjadi raja, dan akan selalu setia kepada raja Hastina seumur hidup. Durgandini masih
belum terima karena khawatir kelak anak keturunan Dewabrata akan menuntut hak. Maka,
Dewabrata pun bersumpah seumur hidup tidak akan menikah. Sumpah ini sangat dahsyat
sehingga sejak hari itu Dewabrata mendapat nama baru: Bisma, yang berarti dahsyat.
MENYAMBUNG DARAH BARATA
Sentanu lalu menikah dengan Durgandini. Dari perkawinan itu lahir Citranggada dan
Citrawirya. Tapi Sentanu jatuh sakit dan meninggal karena merasa berdosa kepada Bisma.
Citranggada kemudian menjadi raja Hastina. Tetapi ia mati muda karena gugur dalam
peperangan melawan raja gandarwa yang juga bernama Citranggada.
Citrawirya menjadi raja tapi sakit-sakitan. Durgandini takut kalau Citrawirya juga meninggal
sebelum punya anak. Maka, Bisma berangkat melamar tiga putri Kasi bernama Amba,
Ambika, dan Ambalika untuk adik tirinya itu. Tapi Amba menolak menjadi istri Citrawirya dan
ingin menjadi istri Bisma. Bisma menolak karena sudah bersumpah hidup membujang. Amba
lalu pergi membawa dendam dan bertapa sampai mati.
Citrawirya menikahi Ambika dan Ambalika, tapi ia tetap saja meninggal sebelum kedua
istrinya hamil. Durgandini menyesali keserakahannya dan meminta Bisma mencabut
sumpah supaya bisa menjadi raja. Bisma menolak. Maka, Durgandini pun memanggil anak
pertamanya yang bernama Wyasa untuk menyambung darah Barata. Dulu sebelum menikah
dengan Sentanu, Durgandini pernah menderita penyakit amis dan disembuhkan oleh
brahmana bernama Parasara. Mereka kemudian menikah dan lahirlah Wyasa.
Durgandini mengundang Wyasa untuk memberi restu kepada kedua janda Citrawirya agar
mereka bisa mengandung. Wyasa baru saja bertapa lama sehingga keadaannya kotor dan
jelek. Ia ingin mandi dulu sebelum menemui kedua janda. Tapi Durgandini tidak sabar dan
memaksa Wyasa langsung berangkat saja. Wyasa pun menemui Ambika dan memberikan
restunya. Ambika ketakutan melihat Wyasa dan memejamkan mata. Maka, kelak ia akan
mempunyai anak buta. Wyasa kemudian menemui Ambalika dan memberikan restunya.
Ambalika ketakutan sampai pucat. Maka, kelak ia akan memiliki anak yang berwajah pucat.
Durgandini masih belum puas dan ingin Wyasa memberikan restu lagi. Ambalika yang masih
ketakutan menyodorkan pelayannya. Si pelayan ini pun mendapat restu pula dari Wyasa.
Maka, kedua janda Citrawirya pun bisa mengandung meskipun sang suami sudah
meninggal. Ambika melahirkan Dretarastra yang buta, Ambalika melahirkan Pandu yang
pucat, dan si pelayan melahirkan Widura. Ketiganya kemudian dididik oleh Bisma. Dalam
ilmu kenegaraan, Widura paling berbakat. Ia mengusulkan kepada Durgandini supaya Pandu
yang diangkat sebagai raja Hastina, karena Dretarastra terlahir buta meskipun paling tua.
Durgandini setuju. Maka Pandu pun diangkat menjadi raja, membuat Dretarastra agak
kecewa.
KELAHIRAN PANDAWA DAN KURAWA
Dretarastra menikah dengan Gendari, sedangkan Pandu menikah dengan Kunti dan Madrim.
Pada suatu hari Pandu pergi berburu dan tanpa sengaja membunuh brahmana bernama
Kindama yang sedang bersetubuh dengan istrinya dalam wujud kijang. Sebelum mati,
Kindama mengutuk Pandu kelak juga mati jika menyentuh istrinya.
Pandu merasa berdosa dan pergi ke hutan untuk bertapa. Kerajaan Hastina dititipkan kepada
Dretarastra. Di hutan, Pandu ingin sekali memiliki anak tapi tidak bisa mendekati istrinya.
Kebetulan Kunti memiliki mantra memanggil dewa untuk mendapat restu supaya bisa hamil
tanpa disentuh suami. Pandu setuju. Pertama, Kunti mengundang dewa Darma. Anak
pertama Pandu pun lahir dan diberi nama Yudistira. Sementara itu di Hastina, Gendari
melahirkan segumpal daging. Karena kecewa, daging itu lalu dibanting dan pecah menjadis
seratus potong. Wyasa datang dan mendoakan daging-daging itu supaya bisa berubah
menjadi bayi normal.
Dua tahun kemudian, Pandu meminta Kunti mengundang dewa Bayu. Maka, Kunti kembali
hamil atas restu Bayu. Anak kedua Pandu pun lahir dan diberi nama Bima. Kelahirannya
bersamaan dengan berubahnya salah satu potongan daging di Hastina menjadi bayi normal
yang diberi nama Duryudana.
Dua tahun kemudian, Pandu meminta Kunti mengundang dewa Indra. Maka, Kunti kembali
hamil atas restu Indra. Anak ketiga Pandu pun lahir dan diberi nama Arjuna. Kelahirannya
bersamaan dengan berubahnya potongan daging kedua di Hastina menjadi bayi normal
yang diberi nama Dursasana.
Selanjutnya Kunti mengajarkan ilmu memanggil dewa kepada Madrim. Pandu meminta
Madrim memanggil dewa Aswin kembar. Maka, Madrim pun melahirkan bayi kembar yang
diberi nama Nakula dan Sadewa.
Kelahiran si kembar bersamaan dengan berubahnya sisa-sisa potongan daging di Hastina
menjadi bayi normal, sehingga jumlah bayi yang ada lengkap seratus orang. Mereka adalah
anak-anak Dretarastra dan Gendari yang kemudian disebut Kurawa. Sementara kelima anak
Pandu disebut Pandawa.
Karena Dretarastra buta, maka keseratus anaknya pun diserahkan kepada adik Gendari
bernama Sengkuni untuk diasuh. Sengkuni yang sakit hati karena Gendari dinikahkan
dengan orang buta memanfaatkan hak asuh itu untuk menghancurkan keluarga Barata.
MASA BERGURU
Pada suatu hari Pandu melihat Madrim baru saja mandi sehingga hasratnya bangkit. Maka,
begitu ia menyentuh Madrim, kutukan Kindama pun menjadi kenyataan. Pandu meninggal
seketika. Madrim yang merasa berdosa ikut bunuh diri. Kunti kemudian membawa kelima
Pandawa kembali ke Hastina.
Sejak kedatangan Pandawa di Hastina, Sengkuni selalu menghasut Kurawa agar membenci
mereka, terutama kepada Duryudana. Maka seringkali terjadi pertengkaran-pertengkaran
kecil antara Duryudana dan Bima.
Pandawa dan Kurawa kemudian berguru ilmu agama dan kenegaraan kepada Krepa. Pada
suatu hari saudara ipar Krepa yang bernama Drona juga datang ke Hastina dan diterima
bekerja sebagai guru ilmu perang.
Ketika Pandawa dan Kurawa sudah cukup dewasa dan dinyatakan lulus dari pendidikan,
Drona menggelar pertunjukan di Hastina untuk mempertontonkan kehebatan para pangeran
itu. Setelah acara usai, Drona mengumumkan bahwa muridnya yang terbaik adalah Arjuna.
Pada saat itulah muncul seorang pemanah sakti bernama Karna yang menantang Arjuna.
Kunti yang duduk di bangku penonton mengenali Karna sebagai anak sulungnya. Sebelum
bertemu Pandu, Kunti pernah mengundang dewa Surya dan mendapatkan anak bernama
Karna itu. Karena belum bersuami, Kunti pun malu dan membuang bayi Karna ke sungai,
sampai akhirnya terbawa arus dan ditemukan kusir kereta Dretarsatra yang bernama
Adirata.
Kini Karna muncul dan menantang Arjuna. Drona melarang Karna tampil karena ia tidak jelas
asal-usulnya. Duryudana yang tidak suka kepada Pandawa segera menolong Karna. Ia
meminta ayahnya untuk memberi Karna kedudukan terhormat. Dretarastra setuju dan
mengangkat Karna menjadi raja Angga. Sejak saat itulah terjalin persahabatan sehidup
semati antara Duryudana dan Karna.
PEMBAKARAN PANDAWA
Tibalah saatnya Dretarastra mengumumkan siapa yang akan menjadi ahli waris Hastina.
Yudistira lebih tua dan lebih bijaksana sehingga terpilih sebagai calon raja. Duryudana yang
sakit hati pura-pura setuju, tapi bersama Sengkuni menyusun rencana membunuh Pandawa.
Pihak Kurawa kemudian membangun gedung indah di Waranawata sebagai tempat tinggal
Pandawa untuk menyepi sebelum Yudistira menjadi raja. Widura mengetahui rencana licik
itu. Ia pun memberi pesan kepada Yudistira supaya bersiap dan mengirimkan orang untuk
membangun terowongan rahasia di bawah tanah.
Pada malam yang ditentukan, Kurawa pun membakar gedung di Waranawata. Tapi Pandawa
dan Kunti lebih dulu lolos melalui terowongan rahasia. Kebetulan ada seorang ibu bersama
lima anak laki-lakinya yang ikut menginap di gedung itu. Akibatnya, merekalah yang
menjadi korban. Mayat mereka ditemukan Kurawa dan dikira mayat Pandawa dan Kunti.
Dretarastra yang sedih akhirnya menunjuk Duryudana menjadi ahli warisnya.
Sementara itu Pandawa dan Kunti hidup di hutan sebagai brahmana. Banyak pengalaman
yang mereka dapatkan, antara lain Bima menikah dengan raksasi Arimbi yang kemudian
melahirkan Gatutkaca. Kemudian Bima