Anda di halaman 1dari 115

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi kebutuhan
dasar yang diperlukan bagi setiap orang. Untuk itu, rumah sakit sebagai institusi pelayanan
kesehatan baik pemerintah maupun swasta dituntut untuk selalu melakukan perbaikan dan
penyempurnaan dalam pelayanan kesehatan guna menghasilkan pelayanan yang
berkualitas. Keperawatan adalah salah satu profesi di rumah sakit yang berperan penting
dalam penyelenggaraan mutu pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan menjadi
bagian terdepan dalam menentukan kualitas suatu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit
dimana pelayanan ini mengharuskan memberikan pelayanan keperawatan secara
professional dengan kompetensi yang memenuhi standar dan memperhatikan kaidah etik
dan moral. Untuk menjalankan fungsi menjadi perawat professional diperlukan adanya
penerapan system manajemen yang berkualitas (Suyanto, 2008).
Manajemen adalah suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan
suatu kegiatan di organisasi. Di dalam manajemen tersebut mencakup kegiatan PAOC
(Planning, Organizing, Actuating, Controlling) terhadap staf, sarana, dan prasarana dalam
mencapai tujuan organisai Keempat fungsi tersebut saling berhubungan dan memerlukan
keterampilan-keterampilan teknis, hubungan antar manusia dan konseptual yang
mendukung tercapainya asuhan keperawatan yang bermutu, berdaya guna, dan berhasil
guna kepada psien. Proses manajemen keperawatan dilaksanakan dalam tahap-tahap yaitu
pengkajian (kajian situasional), perencanaan (strategi dan operasional), implementasi dan
evaluasi (Swanburg, 2000).
Manajemen keperawatan adalah proses pelaksanaan pelayanan keperawatan, melalui
upaya staf keperawatan, untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa
aman bagi pasien, keluarga dan masyarakat. Meningkatkan tuntutan masyarakat terhadap
kualitas pelayanan kesehatan melalui penerapan asuhan keperawatan yang optimal.
Asuhan keperawatan yang optimal dapat dicapai dengan menata system Mode praktek
keperawatan professional (MPKP) yang merupakan salah satu metode praktek
keperawatan professional, dimana perawat bertanggung jawab penuh selama 24 jam
terhadap asuhan keperawatan pasien mulai dari pasien tersebut masuk sampai keluar dari

1
Rummah Sakit. Dengan penerapan model asuhan keperawatan professional ini maka akan
jelas peran dan fungsi perawat sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugatannya.
Manajemen keperawatan harus dapat diaplikasikan dalam tatanan pelayanan nyata
yaitu di rumah sakit dan komunitas sehingga perawat perlu memahami konsep dan
aplikasinya. Konsep yang harus dikuasai adalah konsep tentang pengelolaan bahan,
konsep manajemen keperawatan, perencanaan, yang berupa rencana strategis melalui
pendekatan: pengumpulan data, analisa SWOT dan penyusunan langkah-langkah
perencanaan, pelaksanaan secara operasional, khususnya dalam pelaksanaan Model
Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) dan melakukan pengawasan dan pengendalian
(Nursalam, 2011). Kualitas pelayanan keperawatan pada saat ini melibatkan pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku dari praktisi, pasien, keluarga dan dokter, dengan Model
Praktik Keperawatan Profesional (MPKP), model pemberian asuhan keperawatan yang
saat ini sedang menjadi trend dalam keperawatan Indonesia adalah model asuhan
keperawatan professional dengan metode pemberian modifikasi primary Nursing.
Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung adalah salah satu rumah sakit tipe C yang
menerima pasien dari berbagai puskesmas-puskesmas di daerah Klungkung. Kualitas
pelayanan kesehatan baik dirumah sakit ataupun puskesmas dipengaruhi oleh system
pelayanan atau asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat/bidan sebagai komponen
terbesar yang memberikan konstribusinya. Maka dari itu perlu menampilkan metode
pemberian asuhan yang tepat sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas.
Hasil pengkajian yang dilakukan oleh kelompok VI Program Studi Profesi Ners
tanggal 30 Januari-3 Maret 2017 di Ruang Apel (bedah) RSUD Kabupaten Klungkung
didapatkan beberapa masalah diantaranya, metode asuhan yang belum optimal, timbang
terima yang belum efektif, pelaksanaan sentralisasi obat, ronde keperawatan, supervise,
discharge planning dan dokumentasi yang belum optimal. Hal ini kemungkinan
disebabkan oleh pemahaman yang kurang tentang konsep metode asuhan keperawatan
professional, kualitas SDM dan fasilitas yang kurang memadai.
Model asuhan keperawatan saat ini sedang dilaksanakan di Ruang Apel (bedah)
adalah model asuhan keperawatan professional dengan metode tim. Kelebihan dari metode
ini adalah memungkinkan pelayanan keperawatan menyeluruh, mendukung pelaksanaan
proses keperawatan, serta memungkinkan komunikasi antar tim, sehingga konflik mudah
diatasi dam member kepuasan kepada anggota tim. Namun kelemahan dari metode ini
adalah komunikasi antar anggota tim kurang terbentuk, terutama dalam bentuk konferensi

2
tim, yang biasanya membutuhkan waktu dan sulit untuk dilaksanakan pada waktu-waktu
sibuk (Nursalam, 2011).
Berdasarkan atas fenomena diatas, maka kami mencoba menerapkan Model Praktik
Keperawatan Profesional (MPKP) Primer, dimana pelaksanaannya melibatkan semua
pasien kelolaan di Ruang Apel RSUD Klungkung dengan perawat yang bertugas di ruang
tersebut.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah melaksanakan kegiatan praktek manajemen keperawatan, diharapkan
mahasiswa mampu menerapkan konsep dan prinsip-prinsip kepemimpinan serta
manajemen keperawatan dengan menggunakan Metode Praktek Keperawatan
Profesional (MPKP) dengan metode pemberian Model Asuhan Keperawatan
Professional (MAKP) dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Rumah
Sakit khususnya pelayanan keperawatan.
2. Tujuan Khusus
Setelah melakukan pengelolaan ruangan dengan pelayanan keperawatan sesuai konsep
langkah manajemen, diharapkan mahasiswa mampu:
a. Melaksanakan pengkajian data di Ruang Apel RSUD Klungkung.
b. Melaksanakan analisa situasi berdasarkan analisa SWOT.
c. Melaksanakan rencana strategi operasional ruangan berdasarkan hasil pengkajian
Model Asuhan Keperawatan Profesional:
1. Timbang Terima.
2. Ronde Keperawatan.
3. Sentralisasi Obat.
4. Supervisi Keperawatan.
5. Discharge Planning.
6. Dokumentasi Keperawatan.

C. Manfaat
1. Bagi Pasien
Tercapainya kepuasan klien mengenai pelayanan keperawatan di Ruang Apel (Bedah)
RSUD Kabupaten Klungkung secara optimal.

3
2. Bagi Perawat
a. Tercapainya tingkat kepuasan kerja yang optimal.
b. Terbinanya hubungan atau komunikasi yang adekuat antara perawat dengan perawat,
perawat dengan tim kesehatan yang lain, dan perawat dengan pasien serta keluarga.
c. Tumbuh dan terbinanya akuntabilitas dan disiplin diri perawat.
3. Bagi Rumah Sakit
a. Mengetahui masalah-masalah yang ada di Ruang Apel (Bedah) RSUD Kabupaten
Klungkung yang berkaitan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan professional.
b. Dapat menganalisa masalah yang ada dengan metode SWOT serta menyusun
rencana strategi.
c. Mempelajari penerapan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) secara
optimal.

4
BAB II
PROFIL RUMAH SAKIT

Gambaran Umum RSUD Kabupaten Klungkung


1. Sejarah Singkat RSUD Klungkung
Berdirinya RSUD Kabupaten Klungkung berawal dari barak penampungan
korban bencana alam meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963. Seiring dengan
kebutuhan pelayanan kesehatan di Provinsi Bali wilayah Timur, maka barak tersebut
dikukuhkan sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali dengan kategori tipe
D. Pada tahun 1986, RSUD Kabupaten Klungkung dinaikkan kelasnya menjadi tipe
C yang diprogramkan untuk menjadi pusat rujukan wilayah Bali Timur.
Pada tahun 1990, pengelolaan dan pemilikan RSUD Kabupaten Klungkung
tersebut diserahkan dari Pemerintah Provinsi Bali ke Pemerintah Kabupaten
Klungkung sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali No.10 Tahun 1990.Dalam
rangka peningkatan dan pelan cara pelaksanaan tugas dan fungsi dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat, RSUD Kabupaten Klungkung dijadikan Rumah Sakit
Unit Swadaya Daerah ( Perda No.8, tahun 2000 yang pelaksanaannya mulai tanggal 1
Januari 2001). Sesuai Peraturan Daerah No.5 Tahun 2005 RSUD Kabupaten
Klungkung menjadi Lembaga Teknis Daerah (LTD) dengan bentuk Rumah Sakit
Umum Daerah. Sesuai PERDA Nomor 8 Tahun 2008 ditetapkan sebagai RSU Kelas
C Non Pendidikan sesuai Keputusan Bupati Nomor 253 Tahun 2011 ditetapkan
sebagai PPK-BLUD per 1 Januari 2012.
RSUD Kabupaten Klungkung terletak satu setengah kilometer dari pusat kota
Semarapura, tepatnya di Jalan Kamboja No.40 Semarapura dengan luas lahan 23.885
m2. Lokasi tersebut sangat strategis, selain mudah dijangkau juga terletak di jalu
rwisata menuju tempat suci umat Hindu yaitu Pura Besakih, berada pada jalur lalu
lintas antar Provinsi yang menghubungkan Jawa dengan Lombok, disamping jalur
utama jalan By Pass Prof.Dr. Ida Bagus Mantra yang menghubungkan Padang Galak
menuju Kusamba sehingga RSUD Kabupaten Klungkung sangat mudah dikenali.
a. Lokasi
RSUD Kabupaten Klungkung terletak satu setengah kilometer dari pusat kota
Semarapura, tepatnya di Jalan Flamboyan Nomor 40 Semarapura dengan luas
lahan 23.885 m2 dan luas bangunan 10.480 m2. Lokasi tersebut sangat
strategis, selain mudah dijangkau juga terletak di jalur wisata menuju tempat

5
suci umat Hindu yaitu Pura Besakih, berada pada jalur lalu lintas antar
propinsi yang menghubungkan antara Jawa dan Bali dengan Lombok,
disamping jalur utama Jalan Baypass Prof. DR. Ida Bagus Mantra yang
menghubungkan Padang Galak menuju Kusamba sehingga RSUD Kabupaten
Klungkung sangat mudah di kenali.
b. Visi RSUD Kabupaten Klungkung
Rumah Sakit Pilihan Terbaik Dan Unggul Dalam Pelayanan Kedaruratan Di
Bali Timur
c. Misi RSUD Kabupaten Klungkung
a. Memberikan Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu
b. Mengembangkan Pengelolaan RS Secara Profesional
c. Mengembangkan Pusat Layanan Kedaruratan Yang Unggul Di Bali Timur
d. Motto RSUD Kabupaten Klungkung
Memberikan pelayanan CERMAT yaitu CEpat, Efektif, dan Efisien, Ramah,
Mantap, Akurat dan Tertib administrative.
e. Falsafah RSUD Kabupaten Klungkung
Kesembuhan dan Kepuasan Anda Adalah Kebahagiaan Kami
f. Tugas Pokok RSUD Kabupaten Klungkung
RSUD Kab.Klungkung mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya
kesehatan, upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara
serasi, terpadu dengan upaya pencegahan dan rujukan.
g. Fungsi RSUD Kab.Klungkung
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan kesehatan
b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pelayanan kes.
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang pelayanan kesehatan; dan
d. Pengurusan dan pengelolaan ketatalaksanaan

Bagan 3.1 Struktur Organisasi RSUD Kabupaten Klungkung

DIREKTUR RSUD
Dewan KLUNGKUNG
Pengawas Dr. I Nyoman Kesuma, MPH

6
Bagian Tata Usaha

Komite Komite Drs. I Nyoman Murtika


Komite
Medis Keperawatan PPI

SMF KKF
Subbag umum Subbag Subbag
& Penyusunan Keuangan
Satuan Pengawas Kepegawaian Program
Internal

Instalasi Bidang Jibang, Evapor, Bidang Pelayanan Bidang Penunjang


Hukum & Sertifikasi Pelayanan
Dr. Ida Ayu
Dr. I Wayan Megawati, M.Kes Ni LG Anggreni,
Swastama, M.Kes LRP,SKM,Mkes
Seksi Pengkajian & Seksi Pelayan
Pengembangan RS Seksi Penunjang
Keperawatan Pely. Langsung
Seksi Evaluasi,
Pelaporan, Hukum & Seksi Seksi Penunjang
Sertifikasi RS Pelayanan Pely. Tidak
Medis Langsung
Sumber : Profil RSUD Kab.Klungkung Tahun 2015

Keterangan :

: garis komando

--------- : garis koordinasi

: garis struktural

: garis fungsional

2. Pelayanan di RSUD Kabupaten Klungkung


a. Pelayanan Medik Klinik Kebidanan
b. Klinik Gigi
c. Klinik Penyakit Dalam
d. Klinik Bedah
e. Klinik Saraf
f. Klinik Umum
g. Klinik Rehabilitasi Medik

7
h. Klinik Anak
i. Klinik Kesehatan Jiwa
j. Klinik Mata
k. Klinik THT
l. Klinik Kulit dan kelamin
m. Klinik VCT/Flamboyan
n. Klinik Gizi dan Tumbuh Kembang

a. Pelayanan Rawat Inap


Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada tanggal 30 Januari 3 Februari
2017, didapatkan kapasitas tempat tidur rawat inap bulan Januari tahun 2017:
1) Ruang A : 30 TT
2) Ruang B : 17 TT
3) Ruang C : 9 TT
4) Ruang D : 23 TT
5) Ruang E : 24 TT
6) Ruang F : 21 TT
7) Ruang PERI : 19 TT
8) Ruang ICU : 4 TT
9) Ruang VIP : 16 TT
Sumber : Data dari Rekam Medik bulan Januari

Jumlah tempat tidur di RSUD Kabupaten Klungkung berdasarkan kelas :


1) Paviliun : 16 TT
2) Kelas I : 19 TT
3) Kelas II : 30 TT
4) Kelas III : 98 TT
b. Pelayanan Gawat Darurat
Pelayanan Gawat Darurat memiliki fasilitas ruang Operasi Kamar (OK) dan
dibuka selama 24 jam. Instalasi Gawat Darurat didukung oleh 12 dokter Umum
dengan konsultan dokter ahli.
c. Pelayanan Bedah (Bedah Sentral )

8
Pelayanan Bedah di RSUD Kabupaten Klungkung didukung oleh fasilitas ruang
instalasi bedah sentral (IBS) yang selalu buka 24 jam yang didukung oleh dokter
spesialis bedah, ortopedi, kebidanan, anasthesi, mata, dan THT.
d. Pelayanan EEG (Rekam Otak)
Alat elektroencephalografi (EEG) adalah suatu tes yang mengukur aktivitas listrik
di otak, disebut gelombang otak. Sebuah EEG mengukur gelombang otak melalui
elektroda tombol kecil yang ditempatkan pada kulit kepala. EEG dilakukan oleh
dokter spesialis saraf.
e. Pelayanan Endoskopi
Endoskopi merupakan prosedur diagnostik canggih yang membantu pemeriksaan
yang terdapat di area abdomen (area perut dan sekitarnya) khususnya di daerah
yang sulit untuk dilihat oleh mata telanjang seperti di usus, lambung, dan batang
tenggorokan. Dioperasikan oleh dokter spesialis penyakit dalam terampil
endoskopi.
f. Pelayanan Hemodialisa
Pelayanan hemdialisa atau cuci darah didukung oleh 9 mesin dengan 1 dokter
Interna/Penyakit dalam, 1 dokter umum dan 7 perawat.
g. Penunjang Pelayanan Langsung
Penunjang layanan langsung terdiri dari Laboraturium, Radiologi, Instalasi
Farmasi dan Instalasi Gizi.
h. Penunjang Pelayanan Tidak Langsung
IPSRS, IKLRS, Rekam Medis, Pemulasaran Jenazah, dan Unit Ambulance.

3. Ketenagaan
Untuk dapat memberikan pelayanan dengan baik perlu adanya sumber daya manusia
yang sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut. Jumlah pegawai seluruhnya di
umah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung sebanyak 537 orang yang terdiri
dari :
a. Dokter
1) Dokter Spesialis Penyakit Dalam : 53 orang
2) Dokter Spesialis Bedah : 3 orang
3) Dokter Spesialis Anak : 2 orang
4) Dokter Spesialis Kebidanan &Penya.Kandungan : 3 orang

9
5) Dokter Spesialis Saraf : 1 orang
6) Dokter Spesialis THT : 2 orang
7) Dokter Spesialis Ortopedi : 1 orang
8) Dokter Spesialis Mata : 1 orang
9) Dokter Spesialis Kulit Kelamin : 1 orang
10) Dokter Spesialis Anasthesi : 2 orang
11) Dokter Spesialis Patologi Klinik : 1 orang
12) Dokter Spesialis Radiologi : 2 orang
13) Dokter Umum : 25 orang
14) Dokter Gigi : 5 orang
b. Apoteker : 6 orang
c. Psikologi : 1 orang
d. Perawat : 162 orang
e. Bidan : 52 orang
f. Perawat Gigi dan Fisioterapi : 8 orang
g. Paramedis Non Keperawatan : 51 orang
h. Non Medis : 202 orang
i. Manajemen Keperawatan (S2) : 2 orang

Gambaran Umum Ruang Apel RSUD Klungkung


Ruang Apel merupakan salah satu ruang rawat inap di RSUD Kab. Klungkung.
Ruang Apel merupakan ruang perawatan bedah. Ruang Apel terdiri dari 1 nurse station,
1 Ruang Karu, 1 spoelhoek, 1 ruang tindakan, 1 kamar jaga perawat, 1 ruang dokter, 1
gudang, 1 dapur, 1 ruang linen, 3 kamar mandi petugas (1 di ruang dokter, 1 di ruang
Karu, 1 di ruang jaga perawat), 6 kamar mandi pasien dan 8 ruang perawatan. Ruang
perawatan dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas I, II, III dan terdapat 1 ruangan tambahan
yaitu ruang combustio dan kapasita 26 tempat tidur. Ruang kelas I (A 4, A7) terdiri dari 2
kamar yang masing masing kamar memiliki kapasitas 2 tempat tidur, ruang kelas II
(A2) terdiri dari 1 kamar yang memiliki kapasitas 2 tempat tidur, ruang kelas III (A 1, A5,
A6, A8) terdiri dari 4 kamar yaitu kamar A1 dan A6 masing-masing memiliki kapasitas 5
tempat tidur, kamar A5 memiliki kapasitas 6 tempat tidur dan kamar A8 memiliki
kapasitas 2 tempat tidur. Sedangkan, ruang combustio yang memiliki kapasitas 2 tempat
tidur.

10
BAB III
PEMBAHASAN

A. PENGUMPULAN DATA
1. M1-Man
a. Struktur Organisasi Ruang Apel RSUD Klungkung
Struktur organisasi Rumah Sakit untuk Ruanh Apel RSUD Klungkung terdiri
dari Kepala Ruangan, Wakil Kepala Ruangan dimana Kepala Ruangan mempunyai 3
TIM (TIM 1, TIM 2 dan TIM 3) dengan masing masing Ka. TIM mempunyai

11
beberapa perawat pelaksana, dimana kepala ruangan mempunyai inventaris dan
administrasi. Struktur organisasi tersebut sudah lengkap dengan uraian tugas, fungsi
kewajiban, tanggung jawab serta hubungan kerja dengan unit lain untuk
menyelenggarakan pelayanan keperawatan.
Ruang Apel dipimpin Kepala Ruangan dengan latar belakang pendidikan S1
Keperawatan, dimana dalam pemberian asuhan keperawatan, sifatnya dibagi
menjadi 3 TIM (TIM 1, TIM 2 dan TIM 3). Setiap TIM terdiri dari 4 anggota.
Disamping itu Ruang Apel juga mempunyai 1 orang pegawai administrasi, 2 orang
cleaning service.
b. Ketenagaan Ruang Apel RSUD Klungkung
1) Riwayat pendidikan, ketenagaan dan sertifikasi Ruang Apel RSUD Klungkung
a) Tenaga Keperawatan
(1) Tenaga S1 berjumlah 3 orang.
(2) Tenaga DIII berjumlah 15 orang.
b) Tenaga Non Keperawatan
(1) Tenaga Administrasi berjumlah 1 orang.
(2) Tenaga cleaning service berjumlah 2 orang

12
(3) Bagan 3.1 Struktur Organisasi Ruang Apel RSUD Klungkung
(4)
(5) STRUKTUR ORGANISASI
(6) RUANG APEL RSUD KLUNGKUNG
(7)
(8)
(9)
(10) KEPALA RUANGAN
(11)
Ns. Ni Made Sugiantini, S.Kep
(12)
(13) NIP : 197302121996032005
(14)
(15) WAKIL KEPALA RUANGAN
(16) Ns. A.A Gede Bagus Mahendra P., S.Kep
(17)
(18) NIP : 198602162010011017
(19)
PENANGGUNG JAWAB
(20)
(21) ADMINISTRASI LOGISTIK
(22)
Luh Putu Listyaningsih, A.Md.Kep
(23)
NIP : 198709182010012026
(24)
(25)
KEPALA TIM I KEPALA TIM II KEPALA TIM III
(26)
Ni Putu Kusma Ariepandewi, A.Md.Kep Ni Ketut Sri Utami, A.Md.Kep Wayan Ika Darmawati, A.Md.Kep
(27)
NIP : 198510272009022012 NIP : 198205092007012013 NIP : 198412042006042009

(28)TIM I
ANGGOTA ANGGOTA TIM II ANGGOTA TIM III

(29) A.Md.Kep
Kadek Pait Pramesya, Ni Luh Gede Sudiartini, A.Md.Kep Putu Agus Sukma Karisma, A.Md.Kep

NIP : 198705012010012038 NIP : 198807172010011005


ANGGOTA TIM I 13
ANGGOTA
ANGGOTATIM TIMII
I Putu Eka Putra Sanjaya, A.Md.Kep
SriLuh
Ni Agustiawati, A.Md.,Kep.
Mei Viantari, A.Md.Kep
NIP : 198910072011011005
(30)

(31)
ANGGOTA TIM II ANGGOTA TIM III
I Komang Cahya Tri Sanjaya, Made Ayu Fitria Wulandari,
A.Md.Kep A.Md.Kep

ANGGOTA TIM II
ANGGOTA TIM III
I Made Lokantara Putra, A.Md.Kep
Ketut Agus Paramartha, A.Md.Kep

ANGGOTA TIM II
ANGGOTA TIM III
Ns. I Made Langgeng Sudiarta, S.Kep
Kadek Diah Yoni Ari, A.Md,Kep

14
(32) Tabel 3.2 Ketenagaan Ruang Apel RSUD Klungkung

(38)
(35)
Pelatih
Statu
(36) an
(37)
(34) Pendi yan
(33) Nam g
a per
nah
diik
uti
(39) (40) (41) (42) (43) (45)
Ni PNS S1 Askep
M (44) caira
a n,
d nutri
e si,
S SP
u MK
g K,
i cede
a ra
n kepa
ti la,
n CI,
i inser
vis
train
ing
resu
sitas
i,
BH
D,

15
DM,
Clin
ical
path
way
(CI),
Inse
rvis
train
ing
APA
R.
(46) (47) (48) (49) (50) (52)
A.A. PNS S1 SIM
G (51) RS,
d BH
M D,
a Inse
h rvis
e train
n ing
d APA
r R,
a pelat
P ihan
. BTC
LS,
pelat
ihan
man
ajem
en
infor
masi

16
kom
unik
asi
(53) (54) (55) (56) (57) (59)
NL PNS DIII Pelatiha
G (58) n
e resu
d sitas
e i
S jant
u ung
d paru
i ,
a pelat
rt ihan
i BTC
n LS,
i APA
R
(60) (61) (62) (63) (64) (66)
Luh PNS DIII Worksh
P (65) op
t. Pena
L ngan
i an
s kera
t cuna
y n
a met
n hano
i l,
n inser
g vis
s train

17
i ing
h resu
sitas
i,
Jhon
Rob
ert
Pow
er,
pelat
ihan
BTC
LS
201
6
(67) (68) (69) (70) (71) (73)
Ni Pt PNS DIII Pelatiha
K (72) n
u BH
s D
u 201
m 4,
a BTC
A LS
ri 201
e 6,
P pera
. wata
n
luka
mod
ern
(74) (75) (76) (77) (78) (79)
Way PNS DIII Perawat

18
a an
n luka
I mod
k ern
a 201
D 4
a
r
m
a
w
a
ti
(80) (81) (82) (83) (84) (85)
Ni PNS DIII Inservis
K train
e ing
t RJP
u 201
t 4,
S pelat
ri ihan
U BTC
t LS
a
m
i
(86) (87) (88) (89) (90) (92)
I Pt. PNS DIII Pelatiha
E (91) n
k BTC
a LS
P 201
u 6,

19
tr inser
a vis
S train
a ing
n RJP
j
a
y
a
(93) (94) (95) (96) (97) (99)
Putu PNS DIII Pelatiha
A (98) n
g BTC
u LS,
s pelat
S ihan
u kepr
k ibad
m ian,
a pelat
K ihan
rawa
t
luka
mod
ern,
APA
R
(100) (101) (102) (103) (104) (106)
Mad BLU DIII 2011 Perawat
e (105) an
A (5 th) luka
y mod
u ern,

20
F inser
it vis
ri train
a ing
W resu
. sitas
i
jant
ung
paru
otak
(107) (108) (109) (110) (111) (113)
Ni Pemd DIII 2012 BTCLS,
L (112) pera
u (4 th) wata
h n
M luka
e mod
i ern,
V strat
i egi
y to
a redu
n ce
t trau
a mati
ri c
effec
ts of
hosp
itali
zatio
n on
chil

21
dren
,
inser
vis
train
ing
resu
sitas
i
jant
ung
paru
otak
(114) (115) (116) (117) (118) (120)
Kade BLU DIII 2015 BTCLS
k (119) 201
P (1 th) 6
a
it
P
r
a
m
e
s
y
a
(121) (122) (123) (124) (125) (127)
Kom Pemd DIII 2014 Inservis
a (126) train
n (2 th) ing
g RJP,
C pera
a wata

22
h n
y luka
a mod
T ern,
ri BTL
S S
. 201
2,
BLS
plus
201
4
(128) (129) (130) (131) (132) (134)
Kt Pemd DIII 2014 BTCLS
A (133) 201
g (2 th) 6,
u pelat
s ihan
P kepr
a ibad
r ian
a (San
m ti
a Sast
rt ra
a 201
6),
Inse
rvis
train
ing
RJP.
(135) (136) (137) (138) (139) (141)
Mad BLU DIII 2015 Pelatiha

23
e (140) n
L (1 th) BTC
o LS
k 201
a 3
n
t
a
r
a
P
u
tr
a
(142) (143) (144) (145) (146) (147)
Kade BLU DIII BTLS
k 201
D 3
i
a
h
Y
o
n
i
A
ri
(148) (149) (150) (151) (152) (154)
Kd. Kontr S1 2016 BTCLS,
L (153)
a (4 bln)
n
g
g

24
e
n
g
S
u
d
i
a
rt
a
(155) (156) (157) (158) (159) (160)
Sri Kontr DIII
A
g
u
s
ti
a
w
a
ti
(161) Sumber: Catatan Kepegawaian Kepala Ruangan Ruang Apel
RSUD Klungkung

c. Pembagian Tugas
(162) Adapun pembagian tugas keperawatan yang dimiliki Ruang Apel
RSUD Klungkung adalah Kepala Ruangan yang dibantu oleh Wakil Kepala
Ruangan, 3 Katim dan setiap Katim terdiri 4 anggota. Adapun tugas dan tanggung
jawab setiap perawat adalah sebagai berikut
(163)
(164) Tabel 3.3 Pembagian Tugas Kepala Ruangan dan Staff
(169) Data
(167)
(166) Pengkajian
(165) Fu(168) Standar Teori
SDM (174) (175)

(176) (177)
1. Melakukan absensi (178) (197)
2. Membuat jadwal jaga (179) (198)

25
Kepala Ad3. Membuat laporan jaga (180) (199)
4. Membuat laporan (harian, (181) (200)
(182) (201)
bulanan, triwulan)
(183) (202)
5. Membuat sensus harian
(184) (203)
6. Melakukan registrasi pasien
(185) (204)
masuk dan keluar (186) (205)
7. Membuat perencanaan (187) (206)
(188) (207)
kebutuhan tenaga, alat, fasilitas
(189) (208)
dan obat (190) (209)
8. Membuat laporan KLB (191) (210)
9. Membuat program pemeliharaan (192) (211)
(193) (212)
alat dan fasilitas
(194) (213)
10. Menyusun program:
(195) (214)
a) pengembangan staf
(196)
b) orientasi staf baru
c) bimbingan staf
d) membuat laporan kinerja
staf
(215) (216) (217)
1. Mendelegasikan tugas (218) (225)
2. Membimbing staf (219) (226)
Ke
3. Membina kerja staf (220) (227)
4. Membagi tugas harian (221) (228)
5. Mengkoordinasikan pertukaran (222) (229)
(223) (230)
jaga staf
(224) (231)
6. Membuat usulan penilaian
kinerja staf/daftar penilaian
(232)
pelaksanaan pekerjaan (233)
(234) (235) (236)
1. Melaksanakan refleksi diskusi (237) (252)
(238) (253)
Ja kasus
(239) (254)
2. Melakukan pengendalian infeksi
(240) (255)
nosokomial (241) (256)
3. Melaksanakan gugus kendali (242) (257)
(243) (258)
mutu
(244) (259)
4. Melakukan bimbingan/coach
(245) (260)
keterampilan staf (246) (261)
5. Melakukan survey kepuasan (247) (262)
(248)
pasien:
(249)
a) Angket
(250)
b) Kotak saran
(251)
c) Buku pesan dan kesan
6. Mengikuti pendidikan/pelatihan
(263) (264) (265)
1. Melakukan operan jaga setiap (267) (282)
(268)

26
Pro shift (269) (283)
2. Melakukan orientasi staf (270)
3. Melakukan orientasi pasien baru (271) (284)
4. Mengadakan rapat rutin ruangan (272)
5. Mensosialisasikan (273)
(285)
a) Kebijakan (274)
b) Standar (275)
c) SOP (276) (286)
6. Mengikuti rapat rutin dan (277)
(278) (287)
coordinator
(279)
7. Memberi penyuluhan perorangan
(280) (288)
8. Memberi penyuluhan kelompok
(281)
9. Melaksanakan PKM RS
10. Melaksanakan discharge (289)
planning
(266) (290)

(291)

(292)

(293)

(294) (295) (296)


1. Monitoring kerja staf (298) (305)
2. Melakukan supervisi (299) (306)
Mo
(300) (307)
keperawatan RS
(301) (308)
3. Melakukan evaluasi standar
(302) (309)
asuhan keperawatan (303) (310)
4. Memantau pelaksanaan, (304)
pengembangan/bimbingan staf (311)
(297)
(312) (313) (314)
1. Melakukan informed concent (316) (320)
2. Melakukan pendampingan (317)
Ad
(318)
pasien
(319)
3. Menjaga privasi
4. Menjaga kerahasiaan pasien
(315)
(321) (322) (323)
1. Melakukan absensi (324) (329)
2. Membuat laporan jaga (325)
STAFF Ad
3. Membuat sensus harian (326)
4. Melakukan registrasi pasien (327)
(328)
masuk dan keluar
(330) (331) (332)
1. Melaksanakan refleksi diskusi (333) (345)
(334) (346)
Ja kasus
(335) (347)

27
2. Melakukan pengendalian infeksi (336) (348)
(337) (349)
nosocomial
(338) (350)
3. Melaksanakan gugus kendali
(339) (351)
mutu (340) (352)
4. Melakukan survey kepuasan (341) (353)
(342) (354)
pasien:
(343)
a) Angket
(344)
b) Kotak saran
c) Buku pesan dan kesan
5. Mengikuti pendidikan/pelatihan
(355) (356) (357)
1. Melakukan operan jaga setiap (358) (373)
(359) (374)
Pro shift
(360) (375)
2. Melakukan orientasi staf baru
(361) (376)
3. Melakukan orientasi pasien baru
(362) (377)
4. Mengadakan rapat rutin ruangan
(363) (378)
5. Mensosialisaikan :
(364) (379)
a) Kebijakan
(365) (380)
b) Standar
(366) (381)
c) SOP
(367) (382)
6. Mengikuti rapat rutin dan
(368) (383)
koordinasi (369) (384)
7. Memberi penyuluhan perorangan (370) (385)
8. Memberi penyuluhan kelompok (371) (386)
9. Melaksanakan PKM RS (372) (387)
10. Melaksanakan discharge
planning
(388) (389) (390)
1. Melakukan informed consent (392) (397)
(393)
Ad (lisan dan tulisan)
(394)
2. Melakukan pendampingan
(395)
pasien (396)
3. Menjaga privasi pasien
4. Menjaga kerahasiaan dokumen.
(391)
(398) Sumber: Nursalam.2011.Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik
Keperawatan Profesional.Jakarta:Salemba Medika.

d. BOR dan Kebutuhan tenaga perawat


(399) Berdasarkan hasil pengkajian (tanggal 30 Januari 2017) didapatkan gambaran
kapasitas tempat tidur Ruang Apel di RSUD Klungkung yaitu 26 tempat tidur
dengan rincian sebagai berikut:
(400)
(401) Table 3.4
(402) BOR Ruang Apel RSUD Klungkung
(403)

28
(404) (405) Pencapaian BOR tahun
2016 (406) Standa (407) Ketera
(409) Tanggal 30 Januari r Nasional ngan
2017
(412) B (413) 58% (414) 60- (415)
OR 85%
(416)

(417) Table 3.5


(418) Gambaran Umum Jumlah Tempat Tidur di Ruang Apel
RSUD Klungkung
(419) Tanggal 30 Januari 2017

(425)
(421) (422) (423) (424) (426)
(420) R.
Kls I Kls II Kls III BOR

(434)

(429) (430) (431) (432)


4 bed 2 bed 18 bed 2
(428)
(427)
(433)
(ko

(435)
= 31%
(436) Sumber: Hasil observasi kelompok VI Manajemen STIKES
Bali.

(437) Tanggal 31 Januari 2017

(443)
(439) (440) (441) (442) (444)
(438) R.
Kls I Kls II Kls III BOR

(445) (446) (447) (448) (449) (450) (452)


4 bed 2 bed 18 bed 2

(451)
(ko

29
(453)
= 35%
(461)

(456) (457) (458) (459)


4 bed 2 bed 18 bed 2
(455)
(454)
(460)
(ko

(462)
= 27%
(470)

(465) (466) (467) (468)


4 bed 2 bed 18 bed 2
(464)
(463)
Malam (469)
(ko

(471)
= 35%
(472) Sumber: Hasil observasi kelompok VI Manajemen STIKES
Bali.

(473) Tanggal 1 Februari 2017

(479)
(475) (476) (477) (478) (480)
(474) R.
Kls I Kls II Kls III BOR

(481) (482) (483) (484) (485) (486) (488)


4 bed 2 bed 18 bed 2

(487)
(ko

30
(489)
= 38%
(497)

(492) (493) (494) (495)


4 bed 2 bed 18 bed 2
(491)
(490)
(496)
(ko

(498)
= 46%
(506)

(501) (502) (503) (504)


4 bed 2 bed 18 bed 2
(500)
(499)
Malam (505)
(ko

(507)
= 46%
(508) Sumber: Hasil observasi kelompok VI Manajemen STIKES
Bali.

(509) Tanggal 2 Februari 2017

(515)
(511) (512) (513) (514) (516)
(510) R.
Kls I Kls II Kls III BOR

(524)

(519) (520) (521) (522)


4 bed 2 bed 18 bed 2
(518)
(517)
(523)
(ko

(525)
= 35%

31
(533)

(528) (529) (530) (531)


4 bed 2 bed 18 bed 2
(527)
(526)
(532)
(ko

(534)
= 35%
(542)

(537) (538) (539) (540)


4 bed 2 bed 18 bed 2
(536)
(535)
Malam (541)
(ko

(543)
= 35%
(544) Sumber: Hasil observasi kelompok VI Manajemen STIKES
Bali.

(545)

e. Perhitungan beban kerja dan kebutuhan perawat di Ruang Apel

(546) Table 3.6


(547) Kebutuhan Perawat Menurut Tingkat
Ketergantungan Pasien
(548) Tanggal 31 Januari 2017
(550) Shift
(549)
(552) (553) (554)
Kl
Pa So M

(555) (556) (557)


(558) 6x
Mi 4x 5x
0,07 = 0,42

(559) (560) (561) (562) 3x


Pa 4x 2x 0,10 = 0,3

32
(563) (564)
(565) 0x (566) 0x
To 1x
0,30 = 0 0,20 = 0

(567) (568) (570)


(569)
Ju 2,1 0,7
1,0

(571)
1) Perhitungan Kebutuhan Perawat Berdasarkan Rumus Douglas
(a) Jadi, total perawat yang dibutuhkan dalam sehari:

(572) 2,12 + 1,0 + 0,72 = 3,84 = 4 orang

(b) Kebutuhan Perawat untuk hari libur/cuti/hari besar dan tugas non keperawatan
1. Hari libur/cuti/hari besar
Jumlah hari minggu per tahun+ cuti+hari besar
(573) = Jumlah hari kerja efektif x total tenaga

perawat
52+12+15
(574) = 280 x4

(575) = 1,12
(576)
2. Perawat yang mengerjakan tugas non profesi/perawatan tidak langsung
(perincian, kebersihan dll)
(577) = (Jumlah tenaga perawat + lost day) x 25%
(578) = (4 + 1,12) x 25%
(579) = 1,28
(580)
(581) Jadi, perawat yang dibutuhkan untuk Lost Day dan tugas non
keperawatan adalah = 1,12 + 1,28 = 2,4 = 2 orang
(582)
(583)
(c) Structural
(584) Kepala ruangan = 1 Orang
(585) Wakil Kepala Ruangan= 1 Orang
(586) Ka TIM= 3 Orang
(587) Penanggung siang dan malam = 2 Orang
(588) Total 7 Orang
(589)
(d) Total kebutuhan perawat
(590) = R. Douglas + Lost Day + perawat tugas non keperawatan +
perawat structural
(591) = 4 + 1,12 + 1,28 + 7
(592) = 13 orang.

33
2) Perhitungan Kebutuhan Perawat Berdasarkan Rumus DEPKES RI
(593) Minimal : 4 Orang Pasien : 9 Orang
(594) Parsial : 4 Orang
(595) Total : 1 Orang
(596)
a) Jam perawatan langsung
(597) Minimal : 4 x 3 jam = 12 jam
(598) Parsial : 4 x 4 jam = 16 jam
(599) Total : 1 x 6 jam = 6 jam
(600) Total = 34 jam
(601)
b) Jam perawatan tidak langsung
(602) = 35 mnt/hari x 9 orang
(603) = 315 menit = 5,25 = 5 jam
(604)
c) Jam penyuluhan
(605) = 15 menit x 9 orang
(606) = 135 menit = 2,25 = 2 jam
(607)
(608) Total jam perawat = 34 + 5 + 2
(609) = 41 jam
(610)
(611)
d) Rata rata ketergantungan pasien
Total jam perawatan
(612) = Jumlah pasien
41
(613) = 9 = 4,56 = 5 jam

e) Kebutuhan Perawat
Jumlah jam perawat
(614) = Jumlah jam kerja/hari

41
(615) = 7 = 5,85 = 6 orang

f) Kebutuhan perawat untuk hari libur/cuti/hari besar


Jumlah hari minggu per tahun+ cuti+hari besar
(616) = Jumlah hari kerja efektif x total tenaga

perawat
52+12+15
(617) = 280 x6

(618) = 1,69 = 2 hari


g) Pembagian perawat/shift
(619) Pagi : 47% x 6 = 2,82
(620) Sore : 36% x 6 = 2,16
(621) Malam : 17% x 6 = 1,02
(622) Total = 6,00 = 6 orang
h) Structural

34
(623) Kepala ruangan = 1 Orang
(624) Wakil Kepala Ruangan= 1 Orang
(625) Ka TIM= 3 Orang
(626) Penanggung siang dan malam = 2 Orang
(627) Total 7 Orang
(628)
(629) Jadi, total kebutuhan perawat menurut rumus Depkes RI adalah
(630) = R. Depkes + Lost Day + Perawat Struktural
(631) = 6 + 2 + 7
(632) = 15 Orang
f. Alur Pasien Masuk
1) Kajian Data dan Analisa
(633) Dari hasil observasi yang didapatkan tanggal 30 Januari 2017,
penerimaan pasien baru di Ruang Apel RSUD Klungkung dilakukan dengan baik.
Pengkajian pasien masuk didokumentasikan dalam blangko pasien baru yang
sesuai dengan yang diberikan oleh rumah sakit. Selanjutnya operan pasien antara
perawat jaga dengan perawat yang mengantar pasien ke Ruang Apel RSUD
Klungkung baik dari UGD maupun Poliklinik.
(634)
(635)
(636)
(637)
(638)
(639)
(640)
(641)
(642)
(643)
(644)
(645)
(646)
(647)
(648)
(649)
(650)
(651)
(652)
(653)
(654)
(655)
(656)
(657)
(658)
(659)
(660) 3.2 Alur Masuk Pasien Di Ruang Apel RSUD Klungkung
2) Alur Masuk Pasien
(661) Alur Masuk Pasien Di Ruang Apel RSUD Klungkung
(662)

DIRUJUK RUANGAN/ 35
BANGZAL LAIN/
UGD POLIKLINIK PAVILIUN/ ICU
(663)

(664)

(665)

(666)
INSTALASI PENUNJANG
(667)
MEDIS:
INSTALASI RAWAT INAP
LABORATORIUM
(668) (RUANG RAWAT INAP)

RADIOLOGI
(669)

GIZI (670)

(671)

(672)

(673)

(674)
APS/ PULANG/
PULANG (675) SEMBUH
DIRUJUK MENINGGA
PAKSA
L
(676)

(677)

(678) INSTALASI
PEMULASARAAN
(679) JENAZAH

(680)

(681)

(682)
SELSEAIKAN ADMINISTRASI DAN KLAIM, BARU BOLEH KELUAR RSUD
2. M2 (SIM RS; KASIR)
a. Lokasi dan Denah Ruangan
1) Gambaran lokasi Ruang Apel RSUD Klungkung sebagai berikut:
(683) Timur: UGD
(684) Barat : Batas Rumah Sakit
(685) Selatan : Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS)

36
(686) Utara : Batas Rumah Sakit
(687)
(688)
(689)
(690)
(691)
(692)
(693)
(694)
(695)
(696)
(697)
(698)
(699)
(700)
(701)
(702)
(703)
(704)
(705)
(706)
(707)
(708)
(709)
(710)
(711)
(712)
(713)
2) Denah Ruang Apel RSUD Klungkung
(714)

(715) R. Jaga
Perawat
Ruang
(716) WC
Dokter

(717) T
Ruang Karu Nurse
(718) Station
WC U S
(719)
Dapur A1
Spoolho (720)
Perawa
ek B
t
(721)
A2
WC
(722)
WC
(723)
R. Linen Dapur Pasien
37

A4 WC WC
A6
A7
A8 Gudan
(724)

R.
(725)
Tindaka
n
(726)

(727)

(728) A5

(729)

(730)

(731)
R.
Combus
(732) tio

(733)

(734)
(735)
(736)
(737) KET:
(738) A1, A5, A6, A8 : R. Bedah Kelas III
(739) A2 : R. Bedah Kelas II
(740) A4, A7 : R. Bedah Kelas I : Bed Pasien
(741) R. Combustio : R. Combustio
(742)
: Pintu
(743)
b. Kondisi Ruangan
(744) Berdasarkan hasil observasi di Ruang Apel RSUD Klungkung, didapatkan
lingkungan kerja yang kondusif.
1) Hubungan antar perawat baik
(745) Perawat tampak menjalin hubungan kerjasama dengan baik
2) Hubungan antara perawat dengan atasan baik
(746) Perawat dan atasannya tampak menjalin hubungan baik
3) Hubungan antara perawat dengan tenaga medis lainya baik
4) Perawat tampak menjalin kerjasama yang baik dengan tenaga medis lainnya
(dokter, petugas lab, dan ahli gizi)
5) Hubungan antara perawat dengan staf rumah sakit non medis baik
(747) Perawat tampak menjalin kerjasama yang baik dengan tenaga non
medis (CS dan Admision)
6) Hubungan antara perawat dengan pasien baik
(748) Perawat tampak mengenali pasiennya
7) Kendala yang terdapat di ruangan

38
(749) Tenaga medis dengan jumlah pasien tidak sesuai
8) Hal yang sudah dilakukan perawat untuk mengatasinya
(750) Perawat lebih meningkatkan pelayanan keperawatannya agar pasien
merasa nyaman.

(751)

(752)

(753)

(754)

c. Sarana dan Prasarana


(755) Fasilitas Alat Medis/Keperawatan Ruang Apel RSUD Klungkung
(756) Tanggal 30 Januari 2017

(757) (760) Ju (761) Kond


(758) Jenis Alat (759) Bahan
No mlah isi
(762)
(763) Sterilisator (764) Campuran (765) 1 (766) Baik
1
(767)
(768) Suction (769) Campuran (770) 1 (771) Baik
2
(772)
(773) BVM (774) Campuran (775) 1 (776) Baik
3
(777)
(778) Brancar (779) Campuran (780) 1 (781) Baik
4
(782)
(783) Bengkok (784) Stainlees (785) 4 (786) Baik
5
(787)
(788) Blood warmer (789) Campuran (790) 1 (791) Baik
6
(792)
(793) EKG (794) Campuran (795) 1 (796) Baik
7
(798) Gunting panjang (799)
(797) (801)
bengkok, gunting lurus S (800) 2
8 Baik
ujung tumpul
(804)
(802) (806)
(803) Kupet kecil S (805) 1
9 Baik

(807) (808) Kupet sedang (809)


(810) 1 (811)
10 S Baik

39
(814)
(812) (816)
(813) Klem S (815) 4
11 Baik

(819)
(817) (818) Korentang + (821)
S (820) 1
12 tempat Baik

(822) (826)
(823) Kursi roda (824) Campuran (825) 1
13 Baik
(827) (831)
(828) Kom stenlis (829) Stainlees (830) 2
14 Baik
(832) (833) Mortar + tempat (836)
(834) Keramik (835) 1
15 puyer Baik
(839)
(837) (838) Nebulizer + (841)
C (840) 1
16 sungkup Baik

(844)
(842) (846)
(843) O2 kecil C (845) 1
17 Baik

(849)
(847) (851)
(848) O2 besar C (850) 2
18 Baik

(854)
(852) (853) Pincet anatomis (856)
S (855) 5
19 panjang Baik

(859)
(857) (861)
(858) Bak Instrumen S (860) 3
20 Baik

(864)
(862) (866)
(863) Feeding Bottle P (865) 2
21 Baik

(869)
(867) (868) Pincet cirugis (871)
S (870) 5
22 panjang Baik

(874)
(872) (876)
(873) Stethoscope S (875) 2
23 Baik

(877)(878) Selang O2 + (879) Campuran (880) 4 (881)

40
24 sungkup Baik
(884)
(882) (886)
(883) Alat huknah S (885) 1
25 Baik

(889)
(887) (891)
(888) Standart infuse S (890) 5
26 Baik

(892) (896)
(893) Senter (894) Campuran (895) 1
27 Baik
(897) (901)
(898) Tangkai pisau (899) Kayu (900) 1
28 Baik
(902) (906)
(903) Tensimeter (904) Campuran (905) 3
29 Baik
(909)
(907) (911)
(908) Tromol besar S (910) 1
30 Baik

(914)
(912) (916)
(913) Tromol kecil S (915) 1
31 Baik

(917) (921)
(918) Thermometer (919) Campuran (920) 2
32 Baik
(922) (926)
(923) Tempat sonde (924) Plastic (925) 1
33 Baik
(929)
(927) (931)
(928) Tong spatel S (930) 2
34 Baik

(934)
(932) (936)
(933) Troli laken S (935) 1
35 Baik

(939)
(937) (941)
(938) Waskom S (940) 6
36 Baik

(943) Set luka( pinset (944)


(942) (946)
anatomis, chirugis, klem, S (945) 5
37 Baik
gunting, cucing)
(949)
(947) (948) Gunting Aff (951)
S (950) 5
38 Hecting Baik

41
(952) (956)
(953) Syringe pump (954) Campuran (955) 1
39 Baik
(957) (961)
(958) WSD (959) Campuran (960) 2
40 Baik
(962) (966)
(963) Troli besi (964) Besi (965) 2
41 Baik
(967) (971)
(968) Gunting perban (969) Stainlees (970) 1
42 Baik
(972) (973) Stetoskop Visite (976)
(974) Stainlees (975) 3
43 Dokter Baik
(977) (981)
(978) Alat pemadam (979) Campuran (980) 1
44 Baik
(982) (983) Selang O2 (986)
(984) Plastic (985) 1
45 konektor Baik
(987) (988) Selang O2 dengan (991)
(989) Plastic (990) 1
46 kanul dewasa Baik
(992) (996)
(993) Pispot (994) Campuran (995) 6
47 Baik
(997) (1001)
(998) Lemari kaca (999) Kaca (1000) 1
48 Baik
(1002) (1006)
(1003) Irrigator (1004) Campuran (1005) 1
49 Baik
(1007)(1008) Troli sentralisasi (1011)
(1009) Campuran (1010) 1
50 obat Baik
(1012) Sumber: Dokumentasi Inventasi Ruang Apel RSUD Klungkung
(1013)
(1014) Fasilitas Alat Non Medis Ruang Apel RSUD Klungkung
(1015) Tanggal 30 Januari 2017
(1016)

(1017) (1020) Jum (1021) Kondi


(1018) Jenis Alat (1019) Bahan
No lah si
(1022)
(1023) Meja (1024) Kayu (1025) 9 (1026) Baik
1
(1027)
(1028) Kursi sofa (1029) Busa spon (1030) 1 set (1031) Baik
2
(1033)
(1032) Kursi
(1034) Besi (1035) 9 (1036) Baik
3 bes
i

42
(1038)
(1037) Kursi
(1039) Kayu (1040) 1 (1041) Baik
4 kay
u
(1042)
(1043) Lampu neon (1044) Campuran (1045) 6 (1046) Baik
5
(1047)
(1048) Kipas angin (1049) Campuran (1050) 2 (1051) Baik
6
(1052)
(1053) Loker kayu (1054) Kayu (1055) 1 (1056) Baik
7
(1059) (1061)
(1057)
(1058) Meja computer K (1060) 1 Bai
8

(1064) (1066)
(1062)
(1063) Computer C (1065) 1 set Bai
9

(1069) (1071)
(1067)
(1068) Telepon C (1070) 1 Bai
10

(1074) (1076)
(1072)
(1073) Jam dinding C (1075) 2 Bai
11

(1079) (1081)
(1077)
(1078) Lukisan K (1080) 6 Bai
12

(1086)
(1082)
(1083) Papan sensus (1084) Kayu (1085) 1 Bai
13

(1091)
(1087)(1088) Papan visi dan
(1089) Kayu (1090) 1 Bai
14 misi

(1096)
(1092)
(1093) Kursi plastic (1094) Plastic (1095) 5 Bai
15

(1099) (1101)
(1097)(1098) Layar pembaca
C (1100) 1 Bai
16 rontgen

(1102)(1103) Papan struktur (1104)


(1105) 1 (1106)

43
S Bai
17 organisasi

(1109) (1111)
(1107)(1108) Papan
K (1110) 3 Bai
18 pengumuman

(1114) (1116)
(1112)
(1113) Kasur B (1115) 3 Bai
19

(1119) (1121)
(1117)
(1118) Rak sepatu P (1120) 1 Bai
20

(1124) (1126)
(1122)
(1123) Jemuran kecil A (1125) 1 Bai
21

(1131)
(1127)
(1128) Lemari (1129) Kayu (1130) 1 Bai
22

(1134) (1136)
(1132)
(1133) AC C (1135) 2 Bai
23

(1139) (1141)
(1137)
(1138) Cermin K (1140) 3 Bai
24

(1146)
(1142)
(1143) Wastafel (1144) Keramik (1145) 2 Bai
25

(1151)
(1147)
(1148) Bantal (1149) Kapuk (1150) 4 Bai
26

(1156)
(1152)
(1153) Kulkas (1154) Campuran (1155) 1 Bai
27

(1159) (1161)
(1157)
(1158) Tempat sampah P (1160) 2 Bai
28

(1162)(1163) Kalender (1164)


(1165) 3 (1166)
29 K Bai

44
(1171)
(1167)
(1168) Helm safety (1169) Campuran (1170) 4 Bai
30

(1174) (1176)
(1172)
(1173) Papan safety C (1175) 1 Bai
31

(1179) (1181)
(1177)
(1178) Kalkulator C (1180) 1 Bai
32

(1184) (1186)
(1182)
(1183) Televise C (1185) 1 Bai
33

(1187) Sumber: Dokumentasi Inventasi Ruang Apel RSUD Klungkung


(1188)

(1189) Fasilitas Alat


Tenun Ruang Apel RSUD Klungkung

(1190) Tanggal 30 Januari


2017

(1191) (1192) N (1193) (1194) (1195)


ama B Ju K
Baran
g
(1196) (1197) L (1198) (1199) (1200)
aken K 60 B

(1201) (1202) S (1203) (1204) (1205)


tik K 60 B
laken
(1206) (1207) P (1208) (1209) (1210)
erlak P 20 B

(1211) (1212) S (1213) (1214) (1215)


arung K 60 B
bantal

45
(1216) (1217) S (1218) (1219) (1220)
elimut K 60 B
lurik
(1221) (1222) S (1223) (1224) (1225)
elimut K 2 B
tebal
(1226) (1227) B (1228) (1229) (1230)
aju OK K 7 B

(1231) (1232) T (1233) (1234) (1235)


opi OK K 7 B

(1236) (1237) S (1238) (1239) (1240)


arung K 7 B
OK
(1241) (1242) H (1243) (1244) (1245)
anduk K 6 B

(1246) (1247) Sarung (1248) (1249) (1250)


O2 K 4 B

(1251) Sumber: Dokumentasi Inventasi Ruang Apel RSUD Klungkung


(1252)
2) Fasilitas ruangan untuk petugas kesehatan
a) Ruang Kepala ruangan
b) Ruang Dokter
c) Kamar mandi dan WC di tengah ruangan
d) Ruang ganti perawat
e) Nurse Station
f) Gudang
g) Dapur perawat
h) Spoolhoek
(1253)
3) Buku administrasi penunjang
a) Buku timbang terima
b) Buku injeksi
c) Buku TTV
d) Buku OK
e) Buku operan alat
f) Buku binatu
g) Buku surat masuk
h) Buku pesan kesan
i) Buku register bedah

46
j) Buku pengumuman
k) Buku laporan 24 jam/shift
l) Buku amprah obat
m) Buku peminjaman alat antar ruangan
n) Buku amprah alat tulis
o) Buku pengaduan
p) Buku masalah
q) Buku amprahan kebersihan
r) Buku serah terima data penunjang (rontgen)
s) Buku kematian
t) Buku refral
(1254)
(1255)
(1256)
3. M3-Metode
a. Penerapan MPKP
1) Kajian Data
(1257) Dari hasil observasi yang dilakukan di ruang A (Apel) didapatkan
kualifikasi pendidikan sebagian besar perawat di Ruang A (Apel) adalah DIII
keperawatan. Metode yang digunakan di Ruang A (Apel) adalah metode tim.
Metode tim digunakan sejak ruangan ini ada hingga saat ini, dengan pembagian 3
tim, masing-masing tim dipimpin oleh ketua tim yang akan bertanggung jawab
kepada kepala ruangan. Terdapat pembagian tugas, peran, dan wewenang oleh
kepala ruangan. Dalam pelaksanaannya MPKP metode tim tersebut belum
berjalan secara optimal karena keterbatasan jumlah perawat di ruang A (Apel)
belum mencukupi dengan jumlah pasien yang ada, sehingga pembagian tugas
belum merata.
b. Penerapan Timbang Terima (Operan)
1) Kajian Data
(1258) Berdasarkan pengamatan dan wawancara didapatkan timbang
terima dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pergantian shift. Untuk shift pagi
pukul 08.00 wita, shift sore 14.00 wita dan shift malam 20.00 wita. Kegiatan ini
selalu diikuti oleh semua perawat yang telah melaksanakan shift dan yang akan
melaksanakan shift selanjutnya. Pada operan malam ke pagi dan pagi ke siang
kegiatan ini dipimpin langsung oleh kepala ruangan. Untuk operan siang ke
malam dilakukan tanpa kepala ruangan .
c. Penerapan Ronde Keperawatan
1) Kajian Data
(1259) Dari hasil wawancara dengan Kepala Ruangan hingga saat ini
belum dilakukan ronde keperwatan di Ruang A (Apel) karena tingginya aktivitas
pelayanan perawatan diruangan dan masih sulitnya melakukan koordinasi dengan

47
tim kesehatan lain. Sejauh ini pemecahan masalah pasien dilakukan dengan cara
ketua tim berdiskusi dengan kepala ruangan di Ruang A (Apel) jika kepala
ruangan tidak bisa menemukan cara pemecahan masalah pasien maka akan
didiskusikan dengan Bidang Pelayanan Keperawatan dan selanjutnya apabila tidak
bisa mengatasi maka akan didiskusikan dengan Dokter spesialis.
(1260)
(1261)
(1262)
d. Pengelolaan logistic dan obat (Sentralisasi Obat)
1) Kajian Data
(1263) Berdasarkan pengamatan dan wawancara di ruang A (Apel) didapatkan
kegiatan sentralisasi obat belum dilaksanakan secara optimal, namun fasilitas
untuk sentralisasi obat telah tersedia yang didukung dengan instrument panjang
(buku injeksi dan buku obat). Pada pembagian obat, obat pasien di cek di nurse
station kemudian obat diletakkan di ruang tindakan pada masing-masing laci
sesuai dengan nama pasien. Namun dalam pengamatan yang telah dilakukan
belum terdapat inform concent dan buku serah terima obat dari pasien ke perawat.
Peletakan infus juga belum sesuai dengan nama pasien, setiap infus diletakkan
pada satu tempat dilemari ruang tindakan.
e. Perencanaan pulang (Discharge Planning)
1) Kajian Data
(1264) Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di ruang A (Apel),
discharge planning ini sudah dilakukan akan tetapi hanya sebatas pemberian HE
dan penandatanganan format perencanaan pulang (resume), dan tidak semua
komponen discharge planning disampaikan kepada pasien, karena kurangnya
tenaga perawat dan waktu pelaksanaan discharge planning.
f. Penerapan Supervisi Keperawatan
1) Kajian Data
(1265) Berdasarkan dari hasil pengkajian lapangan didapatkan supervisi hanya
dilakukan oleh manajemen RSUD Klungkung yang dilakukan ke masing-masing
ruangan. Supervisi dari kepala ruangan kepada staff di ruangan A belum pernah
dilakukan Karena kelebihan beban kerja kepala ruangan. Menurut hasil
wawancara dengan perawat oleh supervisor belum pernah dilakukan.
g. Dokumentasi Keperawatan
1) Kajian Data
(1266) Berdasarkan hasil pengkajian sistem pendokumentasian di ruang A
(Bedah) berdasarkan SOR (Source Oriented Record) yaitu sistem
pendokumentasian yang berorientasikan pada 5 komponen berupa: lembar

48
penilaian berisi biodata, lembar order dokter, lembar riwayat medis/penyakit,
catatan perawat dan laporan yang meliputi:
a) Lembar Tindakan dan evaluasi
b) Catatan perkembangan
c) Catatab pemberian obat: oral, injeksi, infus
d) Rekam asuhan keperawatan
e) Grafik tanda-tanda vital
f) Blangko tindakan medik, dan lain sebagainya.
(1267) Pendokumentasian asuhan keperawatan (pengkajian, perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi) sudah dilakukan namun masih belum optimal sesuai
dengan SAK karena masih adanya duplikasi dalam penulisan, hanya menjawab
saran dokter dan merupakan kegiatan rutinitas saja.

49
(1268) 4. M4-Money

(1269) Sumber Pendapatan Rumah Sakit

(1270)

(1271) (1272) (1273) Sam


(1274) Bul
Ur Jumla pai Dengan (1275) Sampai Bulan Ini
an Ini
Bulan Lalu
(1278) (1279) (1280) (1281) (1282) (1283) (1284) (1285) (1286) (1287)
Peneri Penye Peneri Penye Juml Jumla

50
(1288) (1296)
Pe 32,4

(1289) (1290) (1291) (1297)


(1293) (1294)
40,00 28,35 28,35 32,44
4,095, 4,095, (1299)
7,551,7
(1292) (1295) (1298)

(1300) (1301) (1302) (1303) (1305) (1306) (1308) (1309)


(1304) (1307) (1310) (1311)
(1312) (1313) (1314) (1315) (1316) (1317) (1318) (1319) (1320) (1321) (1322) (1323)
Pe 40,00 28,35 28,35 4,095, 4,095, 32,4 32,44 7,551,7

51
(1324) (1332)
Lai 32,4

(1325) (1326) (1327) (1333)


(1329) (1330)
40,00 28,35 28,35 32,44
4,095, 4,095, (1335)
7,551,7
(1328) (1331) (1334)

(1336) (1337) (1338) (1339) (1340) (1341) (1342) (1343) (1344) (1345) (1346) (1347)
Pe 40,00 28,35 28,35 4,095, 4,095, 32,4 32,44 7,551,7

52
(1348)
(1349) (1350) (1351) (1353) (1354) (1356) (1357)
Pe (1352) (1355) (1358) (1359)

- Jasa Pelayanan (1360) (1361) (1362) (1363) (1364) (1365) (1366) (1367) (1368) (1369) (1370)
BLUD 40,88 27,77 27,77 4,018, 4,018, 31,7 31,79 9,088,1

53
(1371) (1372) (1373) (1374) (1376) (1377) (1379) (1380)
(1375) (1378) (1381) (1382)
(1383)
(1384) (1385) (1386) (1388) (1389) (1391) (1392)
Pe (1387) (1390) (1393) (1394)

- Sewa (1402)
Menyewa 13,5
Lahan
(1395) (1396) (1397) (1403)
Pengolahan (1399) (1400)
17,00 12,00 12,00 13,50 (1405)
Kantin 1,500, 1,500,
3,500,0
(1398) (1401) (1404)

(1406) (1407) (1408) (1409) (1411) (1412) (1414) (1415)


(1410) (1413) (1416) (1417)
(1418)
(1419) (1420) (1421) (1423) (1424) (1426) (1427)
Lai (1422) (1425) (1428) (1429)

- Jasa Giro (1430) (1431) (1432) (1433) (1434) (1435) (1436) (1437) (1438) (1439) (1440)
300,0 231,3 231,3 37,71 37,71 264,, 264,,0 35,914,

54
- Bunga (1448)
Deposito 375,
(1442) (1443)
(1441) (1449)
333,3 333,3 (1445) (1446)
3000, 375,0 (1451)
41,66 41,66
(75,000
(1444) (1447) (1450)

(1452) (1460)
- 815,
(1457) (1458) (1461)
(1463)
815,1 815,1 815,1
(1453) (1454) (1455) (815,14
(1456) (1459) (1462)
0.00 0.00 0.00

(1464) (1465) (1466) (1467) (1468) (1469) (1470) (1471) (1472) (1473) (1474) (1475)

55
(1476) (1477) (1478) (1479) (1481) (1482) (1484) (1485)
(1480) (1483) (1486) (1487)
(1488) (1496)
JU 32,4

(1489) (1490) (1491) (1497)


(1493) (1494)
41,50 28,35 28,35 32,44
4,095, 4,095, (1499)
9,051,7
(1492) (1495) (1498)
0.00

(1500) Sumber:Diklat RSUD Klungkung

56
(1501) 5. M5-Market

a. Kasus Terbanyak

(1502) Data Sepuluh Penyakit Yang Dirawat di Ruang Apel RSUD


Klungkung
(1503) Periode Bulan Januari 2016 - September 2016
(1504)
(1507) (1508)
(1506) K
(1505) J P
asus

(1510) V
(1511) (1512)
ulnus
(1509) 3 5
Appertu
m
(1515) (1516)
(1514) A
(1513) 3 6
bses

(1518) R (1519) (1520)


(1517) upture 3 6
tendon
(1523) (1524)
(1522) S
(1521) 4 7
nake bite

(1527) (1528)
(1526) B
(1525) 4 7
PH

(1531) (1532)
(1530) S
(1529) 4 7
TT

(1535) (1536)
(1534) C
(1533) 6 1
KR

(1539) (1540)
(1538) H
(1537) 7 1
ernia

(1541) (1542) A (1543) (1544)


ppendicit 8 1

57
is
(1547) (1548)
(1546) F
(1545) 1 2
raktur

(1549) Sumber : Buku Catatan Ruang Apel


(1550)
b. Sumber pendanaan
(1551) Sumber pendanaan pasien saat pengkajian tanggal 31 Januari 2017
yaitu berasal dari BPJS, Umum, JKN, BPJS KIS dan JKBM. Dimana jumlah pasien
yang menggunakan jasa pelayanan BPJS sebanyak 128 orang, yang menggunakan
jasa pelayanan umum sebanyak 60 orang, yang menggunakan jasa pelayanan JKN
sebanyak 27 orang, yang menggunakan jasa pelayanan BPJS KIS sebanyak 1 orang,
dan yang menggunakan jasa pelayanan JKBM sebanyak 173 orang.
(1552)
c. Tingkat Kepuasan Pasien
(1553) Dari pengkajian yang dilakukan dari tgl 30 Januari 2017 sampai 2
Februari 2017, dengan metode kuesioner tentang tingkat kepuasan pasien selama di
rawat di ruang Apel RSUD Klungkung, yang akan pulang di dapat 3 dari 7 pasien
mengatakan sangat puas dengan pelayanan yang di berikan selama perawatan, 4 dari
7 pasien mengatakan sangat puas selama di rawat di ruang Apel RSUD Klungkung.
(1554)
(1555) Grafik Tingkat KepuasanPasien
(1556) Dirawat di Ruang Apel RSUD Klungkung
(1557) Tanggal 30 Januari- 2 Februari 2017
(1558)
(1559)
(1560)

58
(1561)

Sales

Sangat Puas puas 3rd Qtr 4th Qtr

(1562) Sumber: Buku Catatan Ruang Apel

(1563)

B. PELAKSANAAN ANALISA SWOT


1. Langkah-langkah dalam analisa SWOT
a. Mengurutkan komponen-komponen utama dalam pemberian asuhan keperawatan
yang professional diantaranya yaitu:
1) M1 (Man) dan M2 (Material)
(1564) Jumlah tenaga medis dan non medis diruangan, jumlah sarana dan
prasarana, serta administrasi penunjang lainnya diruangan.
2) M3 (Method)
(1565) Model asuhan keperawatan yang diberikan.
b. Mengemukakan komponen-komponen umum dari M1, M2, dan M3 diantaranya,
yaitu:

59
a. Strength : kekuatan/hal postif apa yang dimiliki oleh ruangan
b. Weakness : kelemahan yang terdapat di ruangan
c. Opportunity : peluang yang diberikan pada ruangan (ex: adanya pelatihan
yang diberikan pada perawat untuk meningkatkan skill maupun pengetahuan).
d. Threat : tantangan baik itu dari internal maupun eksternal (ex:
meningkatnya tuntutan dari masyarakat dalam pemberian askep).
c. Memberikan penilaian atau pembobotan berdasarkan hasil pengkajian yang
dilakukan.
d. Menjumlahkan hasil pembobotan yang telah diberikan.
(1566)
2. Langkah-langkah dalam identifikasi analisa SWOT
a. Mengemukakan komponen-komponen dari M1, M2, serta M3 yang terdiri dari :
1) Internal factor (IFAS) yaitu: komponen dari Strength dan Weakness
2) Eksternal Faktor (EFAS) yaitu: komponen dari Opportunity dan Threat
b. Menentukan rating nilai atau angka yang mutlak atau yang paling sering muncul pada
analisa SWOT
c. Mengkualifikasi bobot nilai berdasarkan komponen yang terpenting dari setiap IFAS
atau EFAS, dimana hasil akhir dari pembobotan harus berjumlah.
d. Mengalikan bobot dan rating point.
e. Menghitung IFAS dengan rumus S-W
(1567) Catatan:
(1568) S= hasil akhir dari perkalian antara bobot dan rating pada point
strength
(1569) W= hasil akhir dari perkalian antara bobot dan rating pada
point weakness
f. Menghitung EFAS dengan O-T
(1570) Catatan:
(1571) O= hasil akhir dari perkalian antara bobot dan rating pada point
opportunity
(1572) T= hasil akhir dari perkalian antara bobot dan rating pada point
threat
(1573)
(1574)
(1575)

60
(1576)
(1577)
(1578)
(1579)
(1580)
(1581)
(1582)
(1583) Identifikasi Situasi Ruangan Berdasarkan Pendekatan
Analisis SWOT
(1584) (1585) (1586) (1587) (1588) (1589)
Analisa B Has
SWO i
T l
P
e
r
h
i
t
u
n
g
a
n
(1590) (1591) (1612) (1654) (1693) (1735)
M1 (1613) (1655)
(Man (1614) (1656) (1694) (1736)
) dan (1615) (1657)
M2 (1616) (1658) (1695) (1737)
(Mate (1617) (1659)
rial) (1618) (1660) (1696) (1738)
a. Internal Faktor (IFAS) (1619) (1661)
(1592) STRENGT (1662) (1697) (1739)
H (1620) (1663) 0

61
(1593) 1. (1621) (1664) (1740)
Kualifikasi tenaga : (1665) (1698)
(1594) S1 (1622) (1666) (1741)
Keperawatan 3 orang, D3 (1623) (1667) (1699)
Keperawatan 15 orang. (1624) (1668) (1742)
(1595) 2. Sebagian (1625) (1669) (1700)
besar perawat sudah (1626) (1670) 0 (1743)
mengikuti pelatihan. (1627) (1671)
(1596) 3. (1628) (1672) (1701) (1744)
Pembagian tugas bagi (1629) (1673) S-
tenaga keperawatan sudah (1630) (1674) (1702) W
jelas dan perawat sudah (1631) (1675) 0 (1745)
memahami peran dan (1632) (1676) 2,77
fungsinya. (1633) (1677) (1703) -
(1597) 4. RSUD (1634) (1678) 2
Klungkung memberikan (1635) (1679) (1704) ,
kesempatan belajar (1636) (1680) 3
manajemen secara luas (1637) (1681) (1705)
(1598) 5. (1638) (1682) =
Tersediannya Nurse (1639) (1683) (1706) 0
Station (1640) (1684) ,
(1599) 6. Terdapat (1641) (1685) (1707) 4
administrasi penunjang (1642) (1686) 0 7
(1600) (1643) (1687) (1746)
(1601) TOTAL (1644) (1688) (1708)
(1602) (1645) (1689) (1747)
(1603) Weakness (1646) (1690) (1709)
(1604) 1. Tenaga (1647) (1691) (1748)
Keperawatan tidak (1648) (1692) (1710)
seimbang dengan tingkat (1649) (1749)
ketergantungan pasien (1650) (1711)
(1605) 2. Tingkat (1651) 0 (1750)
pendidikan tenaga (1652)
keperawatan mayoritas (1653) (1712) (1751)

62
masih diploma
(1606) 3. Belum (1713) (1752)
optimalnya pengembangan 0
karir (1753)
(1607) 4. (1714)
Kurangnya manajemen (1754)
pendanaan untuk ruangan (1715)
(1608) 5. (1755)
Kurangnya penataan (1716)
sarana dan prasarana 2 (1756)
medis
(1609) (1717) (1757)
(1610) TOTAL
(1611) (1718) (1758)

(1719) (1759)
0
(1760)
(1720)
(1761)
(1721)
(1762)
(1722)
(1763)
(1723)
0 (1764)

(1724) (1765)

(1725)

(1726)
0

63
(1727)

(1728)
0

(1729)

(1730)
0

(1731)

(1732)

(1733)

(1734)
2

(1766)
b. External Faktor (EFAS) (1786) (1826) (1872) (1922)
(1767) Opportunit (1787) (1827)
y (1788) (1828) (1873) (1923)
(1789)
(1768) 1. Adanya (1829)
(1790)
dukungan untuk (1791) (1830) (1874) (1924)
perubahan menjadi (1792) (1831) 0
(1793)
perawat professional (1832) (1925)
(1794)
(1769) 2. (1795) (1833) (1875)
Terbukannya kesempatan (1796) (1834) (1926)
(1797)
mengikuti pendidikan (1835) (1876)
(1798)
lebih lanjut ( S1 (1799) (1836) (1927)
Keperawatan Ners) (1800) (1837) (1877)
(1770) 3. Adanya (1801) (1838) 0 (1928)
(1802)
mahasiswa S1 yang (1803) (1839)
sedang melakukan (1804) (1840) (1878) (1929)

64
praktek keperawatan (1805) (1841)
(1771) 4. Adanya (1806) (1842) (1879) (1930)
(1807)
kerjasama yang baik (1843)
(1808)
antara mahasiswa dengan (1809) (1844) (1880) (1931)
perawat klinik (1810) (1845)
(1811)
(1772) 5. Adanya (1846) (1881) (1932)
(1812)
program akreditasi RS (1813) (1847)
dari pemerintah dimana (1814) (1848) (1882) (1933)
(1815)
MPKP merupakan salah (1849) 0
(1816)
satu penelitian (1817) (1850) (1934)
(1773) (1818) (1851) (1883) O-T
(1774) TOTAL (1819) (1852) (1935)
(1820)
(1775) (1821) (1853) (1884) 3,8-
(1776) Threatened (1822) (1854) 3
(1777) 1. Adanya (1823) (1855) (1885) ,
(1824)
tuntutan yang lebih tinggi (1856) 0 7
(1825)
dari masyarakat untuk (1857) =
mendapatkan pelayanan (1858) (1886)
yang lebih professional (1859) 0
(1778) 2. (1860) (1887) ,
Persaingan antara RS (1861) 1
yang semakin ketat (1862) (1888)
(1779) 3. Makin (1863) 0
tingginya kesadaran (1864)
masyarakat akan hukum (1865) (1889)
pelayanan kesehatan (1866)
(1780) 4. makin (1867) (1890)
tingginya kesadaran (1868)
masyarakat akan (1869) (1891)
pentingnya kesehatan (1870)
(1781) 5. Masih (1871) (1892)
banyaknya pasien
memilih pengobatan (1893)
alternative
65
(1782) 6. Adanya (1894)
pertanggungjawaban
legalistas bagi pasien (1895)
(1783) 3
(1784)
(1785) TOTAL (1896)

(1897)

(1898)
0

(1899)

(1900)

(1901)

(1902)

(1903)
0

(1904)

(1905)

(1906)
0

(1907)

(1908)

66
(1909)

(1910)
0

(1911)

(1912)

(1913)
0

(1914)

(1915)

(1916)

(1917)
0

(1918)

(1919)

(1920)

(1921)
3

(1936)
(1937)
(1938)
(1939)

67
(1940)
(1941) (1942) (1946) (1965) (1982) (2001)
M3 (1947) (1966)
(Meto (1948) (1967) (1983) (2002)
de) (1949) (1968)
MPK (1969) (1984) (2003)
P (1950) (1970)
(1943) (1951) (1971) (1985) (2004)
a. (1952) (1972) 0
Inter (1953) (1973) (2005)
nal (1974) (1986)
Facto (1954) (1975) (2006)
r (1955) (1976) (1987)
(IFAS (1956) (1977) (2007)
) (1957) (1978) (1988)
(1944) (1958) (1979) (2008)
Strenght (1980) (1989)
1. RS memiliki visi, misi (1959) (1981) 0 (2009)
dan motto dan sebagai (1960)
acuan melaksanakan (1990) (2010)
kegiatan pelayanan (1961)
2. Ada kebijakan dan (1962) (1991) (2011)
dukungan dari bidang (1963)
keperawatan untuk (1964) (1992) (2012)
menerapkan kualitas S-
pelayan yang optimal (1993) W
3. Mempunyai protap/SOP (2013)
untuk setiap tindakan (1994) 3-
4. Perawat sudah 0 2
mengetahui tugasnya ,
sesuai dengan tanggung (1995) 1
jawab 3
(1945) Total (1996) =
0
68
0
(1997) ,
8
(1998) 7

(1999)

(2000)
3
(2014) (2015) (2018) (2044) (2069) (2095)
Weaknes (2019) (2045)
s (2046) (2070)
1. Kurangnya kemampuan (2020) (2047) 0
perawat dalam (2021) (2048)
pelaksanaan model (2022) (2049) (2071)
asuhan yang ada (2023) (2050)
2. Jenjang pendidikan (2051) (2072)
masih kurang yaitu (2024) (2052)
mayoritas Diploma III (2025) (2053) (2073)
Keperawatan (2026) (2054)
3. Belum ada pembagian (2027) (2055) (2074)
tugas secara jelas (2056) 0
4. Terbatasnya sarana dan (2028) (2057)
prasarana yang (2029) (2058) (2075)
menunjang tindakan (2059)
keperawatan (2030) (2060) (2076)
5. Pendokumentasian (2031) (2061)
pelaksanaan supervisi (2032) (2062) (2077)
di ruangan belum ada (2033) (2063)
6. Pendokumentasian (2064) (2078)
proses keperawatan (2034) (2065) 0
belum optimal (2035) (2066)
7. Pelaksanaan ronde (2036) (2067) (2079)
keperawatan tidak (2068)

69
sesuai dengan prosedur (2037) (2080)
(2016) (2038) 0
(2017) Total (2039)
(2081)
(2040)
(2041) (2082)
(2042)
(2043) (2083)

(2084)
0

(2085)

(2086)

(2087)
0

(2088)

(2089)

(2090)
0

(2091)

(2092)

(2093)

(2094)
2
70
(2096) (2097) (2100) (2120) (2138) (2158)
b. (2101) (2121)
Exter (2102) (2122) (2139) (2159)
nal (2123)
Facto (2103) (2124) (2140) (2160)
r (2104) (2125) 0
(EFA (2105) (2126) (2161)
S) (2106) (2127) (2141)
(2098) (2128) (2162)
Opportu (2107) (2129) (2142)
nities (2108) (2130) (2163)
1. Adanya kerjasama antara (2109) (2131) (2143)
mahasiswa S1 (2132) (2164)
Keperawatan dan (2110) (2133) (2144)
perawat ruangan (2111) (2134) 0 (2165)
2. Adanya organisasi PPNI (2112) (2135) O-T
yang menaungi profesi (2136) (2145) (2166)
keperawatan (2113) (2137) 3,35
3. Adanya mahasiswa S1 (2114) (2146) -
keperawatan praktek (2115) 3
managemen keperawatan (2147) ,
4. Adanya kerjasama antara (2116) 0 4
institusi keperawatan (2117) 5
dengan rumah sakit (2118) (2148) =
5. Terbukanya kesempatan (2119)
untuk mengikuti (2149) -
pendidikan lebih lanjut 0
(S.Kep,Ns) (2150) ,
(2099) Total 0 1

(2151)

(2152)

71
(2153)
0

(2154)

(2155)

(2156)

(2157)
3

(2167) (2168) (2170) (2191) (2208) (2229)


Threats (2171) (2192)
1. Adanya tuntutan yang (2193) (2209)
lebih tinggi dari (2172) (2194) 1
masyarakat untuk (2173) (2195) (2210)
mendapatkan pelayanan (2174) (2196)
yang professional (2175) (2197) (2211)
2. Persaingan antara rumah (2176) (2198)
sakit yang semakin ketat (2199) (2212)
3. Makin tingginya (2177) (2200)
kesadaran masyarakat (2178) (2201) (2213)
akan hukum kesehatan (2202)
4. Makin tingginya (2179) (2203) (2214)
kesadaran masyarakat (2180) (2204) 0
akan pentingnya (2181) (2205)
kesehatan (2206) (2215)
5. Kebebasan pers (2182) (2207)
mengakibatkan (2183) (2216)
mudahnya penyebaran (2184) 0
informasi di dalam (2185)
ruangan ke masyarakat (2186) (2217)

72
(2169) Total
(2187) (2218)
(2188)
(2189) (2219)
(2190) 0

(2220)

(2221)

(2222)

(2223)

(2224)
0

(2225)

(2226)

(2227)

(2228)
3

(2230)
(2231)
(2232) b. Ronde Keperawatan
(2233) a. Internal (2237) (2253) (2267) (2283)
Factor (IFAS) (2238) (2254) (2268) (2284)
(2234) Strenght (2239) (2255) (2269) (2285)
1. Bidang keperawatan dan ruangan 0,20 3 0,60 S-W
mendukung adanya ronde keperawatan (2240) (2256) (2270) (2286)

73
2. Kepala ruangan mendukung (2241) (2257) (2271) 2,6- 3,5=
pelaksanaan ronde keperawatan (2242) (2258) (2272)
3. Terdapat berbagai disiplin ilmu yang 0,20 3 0,60
bisa menjadi narasumber dalam ronde (2243) (2259) (2273)
keperawatan (2244) (2260) (2274)
4. Jenis kasus bervariasi (2245) (2261) (2275)
5. Jenis ketenagaan yang bervariasi. (2246) (2262) (2276)
(2235) 0,20 3 0,60
(2236) Total (2247) (2263) (2277)
(2248) (2264) (2278)
(2249) (2265) (2279)
0,20 2 0,40
(2250) (2266) (2280)
0,20 2 0,40
(2251) (2281)
(2252) (2282)
1 2,6
(2287) Weakness (2290) (2304) (2314) (2328)
(2291) (2305) (2315)
1. Model keperawatan yang
0, 4 1,20
dilaksanakan di ruangan belum
(2292) (2306) (2316)
optimal.
(2293) (2307) (2317)
2. Karakteristik tenaga yang memenuhi
(2294) (2308) (2318)
kualifikasi belum merata
0, 3 0,
3. Tidak adanya pembentukan tim dalam
(2295) (2309) (2319)
pelaksanaan ronde keperawatan
(2296) (2310) (2320)
4. Pelaksanaan ronde keperawatan yang
0, 3 0,
belum optimal karena belum adanya
(2297) (2311) (2321)
SPO tentang ronde keperawatan.
(2298) (2312) (2322)
(2288)
(2299) (2313) (2323)
(2289) Total
0,20 4 0,80
(2300) (2324)
(2301) (2325)
(2302) (2326)

74
(2303) (2327)
1 3,5
(2329) b. External (2332) (2341) (2349) (2358)
Factor (EFAS) (2333) (2342) (2350) (2359)
(2330) Opportunit (2334) (2343) (2351) (2360)
ies 0,6 3 1,8 O-T
1. Adanya pelaksanaan ronde (2335) (2344) (2352) (2361)
keperawatan oleh mahasiswa praktik (2336) (2345) (2353) 3-3,3=
management (2337) (2346) (2354) (2362)
2. Terdapat kerja sama antara mahasiswa 0,4 3 1,2 -0,3
keperawatan dengan perawat ruangan (2338) (2347) (2355)
(2331) Total (2339) (2348) (2356)
(2340) (2357)
1 3
(2363) (2368) (2382) (2393) (2407)
(2364) (2369) (2383) (2394)
(2365) (2370) (2384) (2395)
(2366) Threats (2371) (2385) (2396)
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari 0,4 3 1,2
masyarakat untuk mendapatkan (2372) (2386) (2397)
pelayanan yang lebih professional (2373) (2387) (2398)
2. Persaingan dengan rumah sakit lain (2374) (2388) (2399)
yang memberikan pelayanan yang (2375) (2389) (2400)
berkualitas 0,3 4 1,2
3. Keterbatasan waktu dan tenaga (2376) (2390) (2401)
kesehatan untuk mengikuti ronde (2377) (2391) (2402)
keperawatan (2378) (2392) (2403)
(2367) TOTAL 0,3 3 0,9
(2379) (2404)
(2380) (2405)
(2381) (2406)
1 3,3
(2408)
c. Dokumentasi

75
(2409) Strengths (2412) (2428) (2442) (2458)
1. Sudah ada sistem dokumentasi (2413) (2429) (2443) (2459)
berdasarkan SOR dan administrasi 0,2 4 1
penunjang serta SPO dokumentasi (2414) (2430) (2444) (2460)
sudah ada. (2415) (2431) (2445)
2. Sudah terdapat form lengkap dan (2416) (2432) (2446)
baku dari rumah sakit untuk (2417) (2433) (2447)
dokumentasi askep 0,20 4 0,80
3. Evaluasi dokumentasi keperawatan (2418) (2434) (2448)
menggunakan SOAP (2419) (2435) (2449)
4. Adanya kemauan perawat untuk (2420) (2436) (2450)
melaksanakan pendokumentasian 0,20 3 0,60
5. Sudah dilaksanakan perumusan (2421) (2437) (2451)
diagnosa dan intervensi (2422) (2438) (2452)
keperawatan. 0, 3 0,
(2410) (2423) (2439) (2453)
(2411) TOTAL (2424) (2440) (2454)
0,20 3 0,60
(2425) (2441) (2455)
(2426) (2456)
(2427) (2457)
1 3,

76
(1) Weakness (3) (12) (21) (30)
1. Jumlah tenaga perawat yang tidak (4) (13) (22)
seimbang dengan beban kerja (5) 3 1,
sehingga pendokumentasian tidak (6) (14) (23)
optimal (7) (15) (24)
2. Format belum diisi dengan lengkap (8) (16) (25)
3. Pendokumentasian masih dilakukan (9) (17) (26)
secara manual (10) 3 0,
(2) TOTAL (11) (18) (27)
1 2 0,
(19) (28)
(20) (29)
2,
(31) Opportuniti (34) (45) (53) (64)
es (35) (46) (54) (65)
1. Terbukanya kesempatan untuk 0.50 3 1,5 O-T
melanjutkan pendidikan ke jenjang (36) (47) (55) (66)
yang lebih tinggi. (37) (48) (56) 3,25-3=
2. Adanya mahasiswa S1 yang praktek (38) (49) (57)
managemen dan mengembangkan 0.25 3 0.75
sistem dokumentasi SOAP (39) (50) (58)
3. Adanya kerjasama mahasiswa S1 (40) (51) (59)
keperawatan dan perawat ruangan (41) (52) (60)
(32) 0.25 4 1
(33) TOTAL (42) (61)
(43) (62)
(44) (63)
1 3,25
(67) Threats (70) (83) (94) (107)
1. Adanya tuntutan terhadap aspek legal (71) (84) (95)
terhadap pelaksanaan asuhan 0.25 3 0,75
keperawatan (72) (85) (96)
2. Adanya sistem akreditasi (73) (86) (97)
pendokumentasian asuhan (74) (87) (98)
keperawatan 0.25 3 0,75
3. Adanya tuntutan dari masyarakat (75) (88) (99)
untuk mendapatkan pelayanan yang (76) (89) (100)
lebih professional (77) (90) (101)
4. Tidak adanya pelatihan MPKP 0.25 3 0.75 77
(68) (78) (91) (102)
(69) TOTAL (79) (92) (103)
(2463)
(2464)
(2465)
(2466)
(2467) d. Timbang Terima
(2468) a. IFAS (2471) (2488) (2504) (2521)
(2469) Strength (2472) (2489) (2505) (2522)
1. Adanya laporan jaga tiap shift (2473) (2490) (2506) (2523)
2. Timbang terima sudah dilakukan tiap 0.25 4 1 S-W =
shift setiap hari dan untuk SPO (2474) (2491) (2507)
timbang terima sudah ada 0.25 4 1
3. Terdapat nurse station sebagai tempat (2475) (2492) (2508)
operan jaga (2476) (2493) (2509)
4. Adanya kemauan perawat untuk (2477) (2494) (2510)
melakukan operan jaga 0.15 4 0,60
5. Adanya buku khusus untuk pelaporan (2478) (2495) (2511)
operan jaga (2479) (2496) (2512)
6. Saat timbang terima sudah 0.10 3 0,30
menanyakan identitas pasien, (2480) (2497) (2513)
keluhan,intervensi kolaboratif dan (2481) (2498) (2514)
program yang sudah/ akan dilakukan 0,15 3 0.75
(2470) TOTAL (2482) (2499) (2515)
(2483) (2500) (2516)
0,10 3 0,30
(2484) (2501) (2517)
(2485) (2502) (2518)
(2486) (2503) (2519)
(2487) (2520)
1 3,95
(2524) Weakness (2526) (2534) (2539) (2547)
1. Teknik timbang terima yang dilakukan (2527) (2535) (2540)
belum optimal dilakukan sesuai 0,5 3 1,5
dengan prosedur (2528) (2536) (2541)
2. Pelaporan timbang terima tidak (2529) (2537) (2542)

78
dicatat dalam buku khusus namun (2530) (2538) (2543)
menggunakan buku laporan harian 0,5 3 1,5
(2525) TOTAL (2531) (2544)
(2532) (2545)
(2533) (2546)
1 3
(2548) b. EFAS (2551) (2562) (2570) (2581)
(2549) Opportunities (2552) (2563) (2571) (2582)
1. Adanya mahasiswa yang praktek (2553) (2564) (2572) (2583)
management keperawatan 0.5 4 2,0 O-T
2. Ruang A merupakan lahan praktek (2554) (2565) (2573) (2584)
bagi mahasiswa (2555) (2566) (2574) 4,0-3,0=
3. Adanya kerjasama yang baik antara 0.25 4 1,00
mahasiswa dengan perawat klinis di (2556) (2567) (2575)
ruangan (2557) (2568) (2576)
(2550) TOTAL (2558) (2569) (2577)
0.25 4 1,00
(2559) (2578)
(2560) (2579)
(2561) (2580)
1 4,0
(2585) Threats (2587) (2596) (2602) (2611)
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari (2597) (2603)
(2588)
masyarakat untuk mendapatkan 3 1.5
0.50
pelayanan yang lebih professional (2598) (2604)
(2589)
2. Meningkatnya kesadaran masyarakat (2599) (2605)
(2590)
mengenai tanggung jawab dan (2600) (2606)
(2591)
tanggung gugat perawat sebagai 3 1.5
0.50
pemberi asuhan (2601) (2607)
(2592)
(2586) TOTAL (2608)
(2593)
(2609)
(2594)
(2610)
(2595)
3
1
(2612)

79
(2613) f. Supervisi
(2614) a. Internal Factor (IFAS) (2617) (2628) (2636) (2647)
(2615) Strength (2618) (2629) (2637) (2648)
1. Adanya struktur organisasi Ruang A (2619) (2630) (2638) (2649)
2. Adanya observasi kerja perawat oleh 0,3 3 0, S-W
kepala ruangan (2620) (2631) (2639) (2650)
3. Adanya monitoring terhadap perawat 0, 2 0,7 2,
dalam pelaksanaan tindakan (2621) (2632) (2640) (2651)
keperawatan baik dari bidang (2622) (2633) (2641) -0,
keperawatan maupun kepala ruangan 0,3 2 0,
(2616) TOTAL (2623) (2634) (2642)
(2624) (2635) (2643)
(2625) (2644)
(2626) (2645)
(2627) (2646)
1 2,3
(2652) Weakness (2654) (2665) (2675) (2686)
1. Belum adanya format yang baku (2655) (2666) (2676)
untuk supervisi kinerja tindakan 0.4 3 1,2
keperawatan (2656) (2667) (2677)
2. Dalam aplikasinya belum ada (2657) (2668) (2678)
supervisi yang jelas diruangan (2658) (2669) (2679)
3. Belum tersedia dokumentasi untuk (2659) (2670) (2680)
supervisi serta untuk SPO supervisi di 0.3 3 0,9
ruangan belum ada (2660) (2671) (2681)
(2653) TOTAL (2661) (2672) (2682)
(2662) (2673) (2683)
0.3 3 0.9
(2663) (2674) (2684)
(2664) (2685)
1 3
(2687) b. External Factor (EFAS) (2690) (2699) (2705) (2714)
(2688) Opportunities (2691) (2700) (2706) (2715)
1. Adanya mahasiswa S1 keperawatan (2692) (2701) (2707) (2716)

80
yang praktek manajemen 0.50 3 1.5 O-T
keperawatan (2693) (2702) (2708) (2717)
2. Adanya dukungan dari bidang (2694) (2703) (2709) 2,5-3=
keperawatan untuk melakukan (2695) (2704) (2710) (2718)
supervisi 0,50 2 1 -0,5
(2689) TOTAL (2696) (2711) (2719)
(2697) (2712)
(2698) (2713)
1 2,5
(2720) Threats (2722) (2727) (2729) (2734)
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi (2723) (2728) (2730)
dari masyarakat untuk mendapat 1 3 3
pelayanan yang professional (2724) (2731)
(2721) TOTAL (2725) (2732)
(2726) (2733)
1 3
(2735)
(2736) g. Discharge Planning
(2737) a. Internal (2740) (2749) (2756) (2765)
Factor (IFAS) (2741) (2750) (2757) (2766)
(2738) Strenght (2742) (2751) (2758) (2767)
1. Kepala ruangan mendukung adanya 0,50 3 1,5 S-W
discharge planning oleh mahasiswa (2743) (2752) (2759) (2768)
Program Ners STIKES Bali (2744) (2753) (2760) 3-2,6
2. Adanya pemberian KIE kepada (2745) (2754) (2761)
pasien dan keluaga saat pasien akan 0,50 3 1,5
pulang (2746) (2755) (2762)
(2739) TOTAL (2747) (2763)
(2748) (2764)
1 3
(2769) Weakness (2771) (2785) (2796) (2810)
1. Tidak adanya pengadaan leaflet (2772) (2786) (2797) (2811)
untuk dibawa pulang oleh pasien 0,30 3 0,9
2. Tidak semua komponen discharge (2773) (2787) (2798)

81
planning disampaikan kepada pasien (2774) (2788) (2799)
3. Kegiatan KIE pada pasien dan (2775) (2789) (2800)
keluarga selama dirawat dan 0,30 3 0,9
persiapan pulang hanya dilakukan (2776) (2790) (2801)
secara lisan (2777) (2791) (2802)
4. Tidak disediakannya anggaran 0,20 2 0,4
khusus untuk pelaksanaan (2778) (2792) (2803)
perencanaan pulang (2779) (2793) (2804)
(2770) TOTAL (2780) (2794) (2805)
(2781) (2795) (2806)
0,20 2 0,4
(2782) (2807)
(2783) (2808)
(2784) (2809)
1 2,6
(2812) b. External (2815) (2825) (2834) (2844)
Factor (EFAS) (2816) (2826) (2835) (2845)
(2813) Opportunit (2817) (2827) (2836) (2846)
ies 0,5 4 2 O-T
1. Adanya mahasiswa STIKES Bali (2818) (2828) (2837) (2847)
yang praktik manajemen (2819) (2829) (2838) 3.8-3=
2. Adanya kerjasama yang baik antara 0,3 4 1.2 (2848)
mahasiswa keperawatan dengan (2820) (2830) (2839) 0.8
perawat klinik di ruangan \ (2831) (2840) (2849)
3. Adanya kemauan pasien keluarga (2821) (2832) (2841)
terhadap anjuran perawat (2822) 3 0,6
(2814) TOTAL 0,2 (2833) (2842)
(2823) (2843)
(2824) 3.8
1
(2850) Threats (2853) (2863) (2870) (2880)
1. Adanya tuntutan dari masyarakat (2854) (2864) (2871)
untuk mendapatkan pelayanan yang 0,3 3 0,9
(2851) total yang lebih (2855) (2865) (2872)

82
professional (2856) (2866) (2873)
2. Persaingan antar RS yang semakin (2857) (2867) (2874)
ketat 0,4 3 1,2
3. Makin tingginya kesadaran (2858) (2868) (2875)
masyarakat akan hukum dan (2859) (2869) (2876)
kesehatannya 0,3 3 0,9
(2852) TOTAL (2860) (2877)
(2861) (2878)
(2862) (2879)
1 3
(2881)
(2882)
(2883)
(2884) h. Sentralisasi Obat
(2885) a. Internal (2888) (2897) (2904) (2913)
Factor (IFAS) (2889) (2898) (2905) (2914)
(2886) Strenght (2890) (2899) (2906) (2915)
1 Adanya Buku Injeksi 0, 2 0,7 S-W
2 Adanya pengecekan obat oleh perawat (2891) (2900) (2907) (2916)
sebelum obat dibawake lemari tempat 0, 3 1, =2,4
penyimpanan obat (2892) (2901) (2908) (2917)
3 Terdapat lemari besar yang cocok (2893) (2902) (2909) =
digunakan untuk sentralisasi obat (2894) (2903) (2910)
(2887) TOTAL 0,2 2 0.5
(2895) (2911)
(2896) (2912)
1 2,4
(2918) Weakness (2920) (2931) (2940) (2951)
1. Tidak adanya surat inform consent (2921) (2932) (2941) (2952)
mengenai sentralisasi obat kepada 0,45 3 1,35
pasien dan keluarga pasien serta SPO (2922) (2933) (2942)
sentralisasi obat belum ada di ruangan (2923) (2934) (2943)
2. Penempatan obat dalam sentralisasi (2924) (2935) (2944)
obat masih belum rapi (2925) (2936) (2945)

83
3. Dokumentasi obat belum (2926) (2937) (2946)
dilaksanakan secara optimal 0,25 3 0,75
(2919) TOTAL (2927) (2938) (2947)
(2928) (2939) (2948)
0,30 2 0,6
(2929) (2949)
(2930) (2950)
1 2,7
(2953) b. External (2956) (2964) (2970) (2978)
Factor (EFAS) (2957) (2965) (2971) (2979)
(2954) Opportunit (2958) (2966) (2972) (2980)
ies 0,5 2 1 O-T
1. Adanya mahasiswa S1 keperawatan (2959) (2967) (2973) (2981)
yang praktik management (2960) (2968) (2974) 2.5-3=
keperawatan (2961) (2969) (2975) (2982)
2. Adanya kerjasama yang baik antara 0,5 3 1.5 - 0,5
perawat dan mahasiswa (2962) (2976) (2983)
(2955) TOTAL (2963) (2977)
1 2.5
(2984) Threats (2986) (2994) (3001) (3009)
1. Adanya tuntutan pasien untuk (2987) (2995) (3002)
mendapatkan pelayanan yang 0,5 3 1,5
professional (2988) (2996) (3003)
2. Adanya ketidakpercayaan pasien (2989) (2997) (3004)
terhadap pengelolaan sentralisasi obat (2990) (2998) (3005)
(2985) TOTAL 0,5 3 1,5
(2991) (2999) (3006)
(2992) (3000) (3007)
(2993) (3008)
1 3
(3010)
(3011)
(3012) Berdasarkan analisa diatas, dapat disusun sebagai berikut :

(3013) M (3014) SKOR (3015)

84
ANALISIS
SWOT
ASALA P
H (3017) (3018)
I E

(3020) R (3035) (3052) (3068)


onde - - P
Keperaw
atan (3036) (3053) (3069)
(3021)
(3022) S (3037) (3054) (3070)
upervisi - - K
(3023)
(3024) S (3038) (3055) (3071)
entalisasi
obat (3039) (3056) (3072)
(3025) - - K
(3026) D
ischarge (3040) (3057) (3073)
Planning
(3027) (3041) (3058)
(3074) Keempat
(3028) M 0, 0 (3075)
PKP
(3029) (3042) (3059)
(3076) Kelima
(3030) Ti (3077)
mbang (3043) (3060)
Terima 0, - (3078)
(3031) K
(3032) D (3044) (3061)
okumenta (3079)
si Kep (3045) (3062)
(3033) 0, 1 (3080)
(3034) K (3063) K
etenagaa (3046)
n dan (3064) (3081)
Sarana (3047) 0
Prasarana 1 (3082)
(3048) (3065)
(3083)
(3049) (3066) K

(3050) (3067)
0, 0

(3051)

(3084)
(3085)
85
(3086)
(3087)
(3088)
(3089)
(3090)
(3091)
(3092)
(3093)
(3094)
(3095)

86
O

(3096)
1,5
(3097) 1,4
1,3
(3098) 1,2
1,1
(3099) 1
TT

0,9
(3100) DP (0,4;0,8)
0,8

(3101) 0,7
0,6
(3102) 0,5
0,4
(3103)
0,3 DO (1;0,25)
0,2
(3104) KSR
0,1
(3105)
- 1,24 -0,20 - 0,15 -0,14-0,13-0,12-0,11 -0,10 -0,9 -0,8 -0,7 -0,6 s
- 0,5 - 0, 4 - 0,3 - 0,2 - 0,1
0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 1,1
w (3106) -0,1 1,2 1,3 1,4 1,5
-0,2 MPKP (0,87;-
(3107) -0,3

RK (-0,9;- -0,4
(3108)
-0,5

(3109) SV (-0,7;-0,5) SO (-0,3;-0,5) -0,6


-0,7
(3110) -0,8
-0,9
(3111) -1
-1,1
-1,2
(3112)
Gambar 3.2 Diagram Layang Analisa SWOT -1,3
-1,4
-1,5

87
T
(3113) Keterangan Diagram Layang :

(3114) RK : Ronde Keperawatan

(3115) MPKP : Manajemen Praktek Keperawatan Profesional

(3116) KSR : Ketenagaan, Sarana dan Prasarana

(3117) DK : Dokumentasi Keperawatan

(3118) TT : Timbang Terima

(3119) DP : Discaharge Planning

(3120) SO : Sentralisasi Obat

(3121) SV : Supervisi Keperawatan

(3122)
(3123)
(3124)
(3125)
(3126)
(3127)
(3128)
(3129)
(3130)
(3131)
(3132)
(3133)
(3134)
(3135)
(3136)
(3137)
(3138)
(3139)
(3140)
(3141)
(3142)
(3143)

88
(3144) BAB IV
(3145) PERENCANAAN
(3146) A. Penataan Ketenangaan
1. Pengorganisasian
(3147) Dalam rangka mengatasi masalah yang telah ditemukan
serta untuk mendapatkan pengalaman dalam menerapkan manajemen
keperawatan di ruang A , maka kelompok mahasiswa membuat tim
kerja sebagai berikut:
(3148) Ketua : Ni Kadek Manthary Dillona Prilla,
S.Kep
(3149) Penanggung Jawab MPKP : Ni Made Keni
Risdayanthi, S.Kep
(3150) Sekretaris : Ni Luh Putu Risa Agustini, S.Kep
(3151) Bendahara : I Wayan Eka Murdiana, S.Kep
(3152) Sie Humas : Ni Luh Gede Tessa Dyantari, S.
Kep
(3153) Seksi Konsumsi : Made Bintang Suci
Iswari, S.Kep
(3154) Seksi Prasarana : I Nyoman Ady Wirawan,
S.Kep
(3155) Anggota : Ni Luh Putu Devitayanti, S.Kep
(3156) I Made Oka Warsita Arta., S.Kep
(3157) I Made Endra Adi Permata, S.Kep
(3158) Ni Wayan Eka Sulistiani, S.Kep
(3159) I Putu Bayu Arya WS, S.Kep
(3160)
(3161) Susunan Kepanitiaan ini bersifat permanen selama praktek manajemen
keperawatan dan berfungsi menentukan kebijakan-kebijakan internal seputar teknis
penyelenggaraan kegiatan manajemen yang bersifat umum. Selanjutnya, dalam
pengelolaan ruang rawat, maka diselenggarakan pengorganisasian dengan pembagian
peran yaitu sebagai kepala ruangan, perawat primer dan perawat associate.
(3162)
2. Perencanaan MPKP

89
(3163) Metode praktek keperawatan professional (MPKP)
merupakan salah satu metode praktik keperawatan profesional, dimana
perawat bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan
keperawatan pasien mulai dari pasien masuk sampai pasien keluar
rumah sakit. Metode asuhan keperawatan ini mendorong kemandirian
perawat, ada kejelasan antara pembuat asuhan keperawatan dan
pelaksana asuhan keperawatan, sehingga konsep dasar model ini adalah
tanggung jawab dan tanggung gugat model.
(3164)
a. Tujuan
1) Tujuan Umum
(3165) Mahasiswa bersama perawat di Ruang A (Bedah) RSUD
Kabupaten Klungkung mampu menerapkan Metode Praktik Keperawatan
Profesional modifikasi primer di Ruang A (Bedah) RSUD Kabupaten
Klungkung.
2) Tujuan Khusus
(3166) Setelah menerapkan MPKP, mahasiswa mampu:
a) Mengatur kebutuhan tenaga perawat
b) Mengatur tugas dan wewenang perawat dalam pemberian asuhan
keperawatan sesuai dengan MPKP
c) Melakukan system pendokumentasian yang tepat, efektif dan efisien
d) Meningkatkan integritas perawat menuju profesionalisme
e) Meningkatkan komunikasi yang adekuat antara perawat dengan tim
kesehatan yang lain
b. Pengorganisasian
(3167) Penanggung Jawab : Pelaksanaan MPKP dilaksanakan sesuai jadwal.
Dapat dilihat pada Gann Chart (terlampir).
c. Rencana strategis
1) Mendiskusikan bersama dengan staf perawat di Ruang A (Bedah) Rumah
Sakit Umum Daerah Klungkung mengenai bentuk dan penerapan Model
Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) metode tim yang dilaksanakan.
2) Merencanakan kebutuhan tenaga perawat dan kekurangan tenaga perawat.
Selama berlangsungnya praktik manajemen keperawatan ini, mahasiswa
mengelola ruang A (Bedah) Kamar kelas I, II, III Pembagian peran anggota

90
kelompok terdiri atas 12 orang meliputi: setiap hari 1 orang bertugas sebagai
kepala ruangan, 1 orang bertugas sebagai wakil ruangan, 2 orang sebagai
Perawat Primer, serta 8 orang sebagai perawat associate. Pergantian peran
dilakukan setiap hari. Pelaksanaan MPKP oleh mahasiswa juga diikuti oleh
penilaian tingkat kepuasan pasien dengan membandingkan antara sebelum dan
sesudah pelaksanaan MPKP.
3) Melakukan deskripsi tugas dan tanggung jawab perawat.
4) Melakukan pembagian jadwal serta pembagian tenaga perawat dan
memodifikasi kekurangan tenaga perawat Ruang A (Bedah) RSUD
Klungkung.
5) Menerapkan model MPKP bersama staf perawat di Ruang A (Bedah) RSUD
Klungkung sesuai dengan perencanaan yang dibuat.
d. Kriteria evaluasi
1) Struktur
(3168) Model praktik keperawatan profesional metode tim yang
dilaksanakan di Ruang A RSUD Klungkung dikonsulkan terlebih dahulu
dengan pembimbing akademik dan dengan persetujuan dari pembimbing
ruangan.
2) Proses
(3169) Selama proses pelaksanaan, Model Praktik Keperawatan
Profesional di Ruang A RSUD Klungkung berjalan sesuai dengan rencana
yaitu setiap hari 1 orang bertugas sebagai kepala ruangan, 1 orang bertugas
sebagai wakil ruangan, 2 orang sebagai Perawat Primer, serta 8 orang sebagai
perawat associate. Pergantian peran dilakukan setiap hari.
(3170) Diharapkan pemahaman mahasiswa dan perawat ruangan Ruang A
RSUD Klungkung tentang Model Praktik Keperawatan Profesional meningkat
dengan hasil peningkatan kepuasan pasien
(3171)
e. Uraian tugas
1) Uraian tugas kepala ruangan meliputi:
a) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan askep baik secara langsung
maupun tidak langsung.
b) Bertanggung jawab terhadap semua PP dan PA termasuk dalam
pembuatan jadwal dinas.

91
c) Bertanggung jawab dalam pelaksanaan MPKP meliputi timbang
terima, ronde keperawatan, supervisi, dokumentasi askep, sentralisasi
obat, dan discharge planning.
d) Membuat laporan kepala ruangan.
2) Uraian tugas perawat primer meliputi:
a) Melakukan pengkajian data secara komprehensif, menetapkan
diagnosa keperawatan dan rencana keperawatan secara definitif,
melakukan modifikasi tindakan keperawatan, serta melakukan evaluasi
keperawatan sesuai tujuan.
b) Menerima konsultasi pasien yang menjadi tanggung jawabnya selama
24 jam penuh.
c) Menetapkan pasien yang akan dilakukan ronde keperawatan.
3) Uraian tugas perawat associate meliputi:
a) Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana yang
dibuat PP.
b) Memantau respon pasien setelah dilakukan tindakan.
c) Melaporkan masalah baru (konsultasi) dengan PP, mencatat dan
melaksanakan instruksi PP.
d) Mencatat perkembangan keperawatan pasien dengan format
3. Persiapan penyelenggaraan MPKP
a. Ketenagaan dan sarana prasarana
(3172) Sarana dan prasarana merupakan hal yang sangat penting dalam
pelaksanaan model asuhan keperawatan professional dimana sarana adalah segala
sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan yang ingin
dicapai. Sarana dan prasarana mempunyai fungsi sebagai pendukung atau
penunjang terlaksananya pelayanan keperawatan sehingga diperoleh tujuan
pelayanan perawatan yang efisien dan efektif.
(3173) Ketenagaan merupakan hal yang penting mengingat yang berada
disisi pasien adalah perawat. Baik buruknya pelayanan keperawatan yang
diberikan akan mencerminkan kualitas pelayanan suatu rumah sakit.
1) Tujuan:
(3174) Mahasiswa mampu mengetahui jumlah tenaga perawat yang
diperlukan tergantung dari jumlah pasien dan derajat ketergantungan pasien.
2) Deskripsi:

92
(3175) Manfaat dari adanya ketenagaan keperawatan yang seimbang
dengan jumlah pasien dan adanya sarana dan prasarana yang menunjang
merupakan faktor yang mendukung terselenggaranya model asuhan
keperawatan professional, dimana akan tercapainya suatu tujuan bersama
antara perawat dan pasien.
b. Ronde
1) Definisi Ronde Keperawatan
(3176) Ronde keperawatan yaitu suatu metode untuk menggali dan
membahas secara mendalam masalah keperawatan yang terjadi pada pasien
dan kebutuhan pasien akan keperawatan yang dilakukan oleh perawat primer
atau associate, konselor, kepala ruangan dan seluruh tim keperawatan dengan
melibatkan pasien secara langsung sebagai fokus kegiatan.
(3177) Ronde keperawatan merupakan suatu kegiatan dalam mengatasi
masalah keperawatan pasien yang dilaksanakan disamping pasien, membahas,
dan melaksanakan asuhan keperawatan pada kasus tertentu yang dilakukan
oleh perawat primer dan atau konselor, kepala ruangan serta perawat associate
yang melibatkan seluruh anggota tim.
2) Manfaat Ronde Keperawatan
a) Masalah pasien dapat teratasi
b) Kebutuhan pasien dapat terpenuhi
c) Terciptanya komunitas keperawatan yang professional
d) Terjalinnya kerjasama antara tim kesehatan
e) Perawat dapat melaksanakan model asuhan keperawatan dengan tepat dan
benar.
3) Kriteria Pasien
(3178) Pasien yang dipilih untuk dilakukan ronde keperawatan adalah
pasien yang memiliki kriteria sebagai berikut:
a) Mempunyai masalah keperawatan yang belum teratasi meskipun sudah
dilakukan tindakan keperawatan.
b) Pasien dengan kasus baru atau langka.
4) Kriteria Evaluasi
a) Struktur:
(1) Persyaratan administratif (informed consent, alat dan lainnya)
(2) Tim ronde keperawatan hadir di tempat pelaksanaan ronde

93
(3) Persiapan dilakukan sebelumnya
b) Proses:
(1) Peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
(2) Seluruh peserta berperan aktif dalam kegiatan ronde sesuai peran yang
telah ditentukan
c) Hasil:
(1) Pasien merasa puas dengan hasil pelayanan
(2) Masalah pasien teratasi
(3) Perawat dapat:
(a) Menumbuhkan rasa berpikir yang kritis
(b) Menumbuhkan rasa berpikir yang sistematis
(c) Meningkatkan kemampuan validitas data pasien
(d) Meningkatkan kemampuan menentukan diagnose keperawatan
(e) Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yng
berorientasi pada masalah pasien
(f) Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan
keperawatan
(g) Meningkatkan kemampuan justifikasi
(h) Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja.

94
5) Tahapan ronde
(3179)
TAHAP PRA RONDE
(3180) PERAWAT PRIMER

(3181)
PROPOSAL

(3182) PENETAPAN PASIEN

(3183)
(3184) PERSIAPAN PASIEN :
INFORMED CONSENT
(3185) HASIL PENGKAJIAN
(3186)
(3187)
(3188)TAHAP APA YANG MENJADI MASALAH
(3189)RONDE : CROSS CEK DATA YANG ADA
PENYAJIAN APA YANG MENYEBABKAN MASALAH
(3190) TERSEBUT
BAGAIMANA PENDEKATAN (PROSES,
(3191) SAK,SOP)
(3192)
(3193)
(3194)
TAHAP PELAKSANAAN VALIDASI DATA

(3195)
(3196)
DISKUSI KARU, PP,
TAHAP
(3197) PELAKSANAAN PERAWAT KONSELOR
(3198)
(3199)
(3200)
TAHAP PASCA RONDE EVALUASI
(3201)
(3202)
MASALAH TERATASI
(3203)
(3204) Bagan 4.1 Tahapan Ronde
(3205) Keterangan :
(3206) : Di Nurse Station
(3207) : Di Bed Pasien
(3208)
a) Pra Ronde
(1) Menemukan kasus dan topik (masalah yang tidak teratasi dan masalah
yang langka)

95
(2) Menentukan tim ronde
(3) Mencari sumber dan literature
(4) Membuat proposal
(5) Mempersiapkan pasien: informed consent dan pengkajian
(6) Diskusi diagnosis keperawatan apa yang muncul, data apa yang
mendukung, intervensi apa saja yang sudah dilakukan, dan hambatan
yang ditemukan selama perawatan.
b) Pelaksanaan Ronde
(1) Penjelasan tentang pasien oleh perawat primer yang difokuskan pada
masalah keperawatan dan rencana tindakan yang dilaksanakan serta
memilih prioritas yang perlu didiskusikan
(2) Diskusi antar anggota tim tentang kasus tersebut
(3) Pemberian justifikasi oleh perawat primer atau konselor atau kepala
ruangan tentang masalah pasien serta rencana tindakan yang
dilakukan
c) Pasca Ronde
(1) Evaluasi, revisi dan perbaikan
(2) Kesimpulan dan rekomendasi penegakan diagnosis, intervensi
keperawatan selanjutnya.
6) Peran masing masing anggota tim:
a) Peran Perawat Primer dan Perawat Associate:
(1) Menjelaskan data pasien yang mendukung masalah pasien
(2) Menjelaskan diagnosa keperawatan
(3) Menjelaskan intervensi yang dilakukan
(4) Menjelaskan hasil yang didapat
(5) Menjelaskan rasional (alasan ilmiah) dari tindakan yang diambil
(6) Menggali masalah masalah pasien yang belum terkaji
b) Peran Perawat Konselor:
(1) Memberikan justifikasi
(2) Memberikan reinforcement
(3) Memvalidasi kebenaran dan intervensi keperawatan serta rasional
tindakan
(4) Mengarahkan dan koreksi
(5) Mengintegrasikan konsep dan teori yang telah dipelajari

96
(3209)
7) Pengorganisasian
(3210) Penanggung jawab: I Putu Bayu Arya WS, S.Kep
8) Pelaksanaan
(3211) Ronde keperawatan di Ruang A (Bedah) RSUD Klungkung
dilaksanakan sesuai dengan jadwal dinas, mulai dari minggu ke-III yaitu
tanggal 13 sampai dengan tanggal 19 Februari 2017. Role play ronde
keperawatan akan dilaksanakan pada 15 Februari 2017.
9) Rencana Strategi
a) Menentukan penderita yang dijadikan subjek ronde keperawatan.
b) Menentukan strategi ronde keperawatan yang digunakan.
c) Menentukan materi dalam pelaksanaan ronde keperawatan yang akan
digunakan.
d) Menyiapkan petunjuk teknis pelaksanaan ronde keperawatan termasuk
menghubungi pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan ronde keperawatan.
e) Melaksanakan ronde keperawatan bersama-sama kepala ruangan dan staf
keperawatan.
f) Mendokumentasikan hasil pelaksanaan ronde keperawatan.
(3212)
c. Sentralisasi obat
(3213) Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan
dirasakan sebagai suatu fenomena yang harus direspon oleh perawat. Respon yang
ada harus bersifat kondusif dan konkrit dalam pelaksanaannya (Nursalam, 2011),
yang salah satunya adalah pengelolaan sentralisasi obat. Pengawasan terhadap
penggunaan dan konsumsi obat, sebagai salah satu peran perawat, perlu dilakukan
dalam suatu pola atau alur yang sistematis sehingga penggunaan obat benar-benar
dapat dikontrol oleh perawat sehingga resiko-resiko kerugian baik secara materiil
maupun secara non materiil dapat dieliminir. Kegiatan sentralisasi obat meliputi:
membuat strategi persiapan sentralisasi obat, persiapan sarana yang dibutuhkan
dan membuat petunjuk teknis penyelenggaraan sentralisasi obat serta
pendokumentasian hasil pelaksanaan sentralisasi obat. Pengelolaan sentralisasi
yang optimal merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan.
(3214)

97
(3215)
(3216)
1) Tujuan:
a) Tujuan Umum
(3217) Mampu mengaplikasikan peran perawat primer dalam
pengelolaan sentralisasi obat dan mendokumentasikan hasil pengelolaan
sentralisasi obat.
b) Tujuan khusus
Mampu mengelola obat pasien: pemberian obat secara tepat dan benar
sesuai dengan prinsip 6B (Benar obat, benar dosis, benar pasien, benar
cara pemberian, benar waktu pemberian, benar dokumentasi) dan
mendokumentasikan hasil pengelolaan.
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat primer dan
perawat asociate dalam penerapan prinsip 6B
Meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga atas asuhan keperawatan
yang diberikan.
Meningkatkan kepercayaan pasien dan keluarga terhadap perawat
dalam pengelolaan sentralisasi obat.
Meningkatkan kepatuhan pasien terhadap program terapi.
2) Peran :
a) Perawat primer dan perawat associate
Menjelaskan tujuan dilaksanakannya sentralisasi obat
Menjelaskan manfaat dilaksanakannya sentralisasi obat
Melakukan pencatatan dan kontrol terhadap pemakaian obat selama
pasien dirawat
Melakukan tindakan kolaboratif dalam pelaksanaan program terapi
b) Perawat primer lain dan supervisor
Memberikan perlindungan terhadap pasien terhadap tindakan
malpraktik
Menilai kepatuhan pasien terhadap program terapi
Memotivasi pasien untuk memenuhi program terapi
3) Beberapa alasan yang paling sering mengapa obat perlu disentralisasi:

98
a) Memberikan bermacam-macam obat untuk satu pasien
b) Menggunakan obat yang mahal dan bermerek
c) Meresepkan obat sebelum diagnose pasti dibuat
d) Menggunakan dosis yang lebih besar daripada diperlukan
e) Memberikan obat kepada pasien yang tidak mempercayainya dan akan
membuang atau lupa minum
f) Memesan obat lebih dari pada yang dibutuhkan, sehingga banyak yang
tersisa sesudah kadaluarsa
g) Tidak menyediakan lemari es, sehingga vaksin dan obat menjadi tidak
efektif
h) Meletakkan obat ditempat yang lembab, terkena cahaya atau panas
i) Mengeluarkan obat terlalu banyak pada suatu waktu sehingga dipakai
berlebihan atau dicuri
4) Teknik pengelolaan obat (sentralisasi):
a) Penanggung jawab pengelolaan obat adalah kepala ruangan yang secara
operasional dapat didelegasikan kepada staf yang ditunjuk
b) Keluarga wajib mengetahui dan ikut serta mengontrol penggunaan obat
5) Penerimaan obat:
a) Obat yang diresepkan oleh dokter (IGD) ditunjukkan kepada keluarga
kemudian keluarga mengambil obat di farmasi kemudian obat diambil oleh
perawat IGD serta menuliskannya pada lembar terima obat.
b) Perawat IGD menuliskan nama pasien, register, jenis obat, jumlah dan
sediaan obat pada lembar dokumentasi obat dan diketahui (ditandatangani)
oleh keluarga atau pasien dalam buku obat
c) Obat yang telah diserahkan selanjutnya disimpan oleh perawat dalam
kotak obat
d) Setelah pasien dibawa ke ruang rawat inap obat pasien diserahkan kepada
perawat ruangan serta obat disimpan dalam lemari obat.
6) Pembagian obat
a) Obat yang telah diterima untuk selanjutnya disalin dalam buku daftar
pemberian obat
b) Obat yang telah disimpan selanjutnya diberikan kepada perawat dengan
memperhatikan alur yang tercantum dalam buku daftar pemberian obat

99
c) Pada saat pemberian obat, perawat menjelaskan macam obat, kegunaan
obat, jumlah obat dan efek samping
d) Sedian obat yang ada selanjutnya diperiksa setiap pagi oleh kepala ruangan
atau petugas yang ditunjuk dan dikomentasikan dalam buku masuk obat
7) Penambahan obat baru
a) Bilamana terdapat penambahan/perubahan jenis, dosis, atau perubahan
alur jenis obat, maka informasi ini akan dimasukkan dalam buku masuk
obat dan sekaligus dilakukan perubahan dalam lembar sediaan obat
b) Pada pemberiaan obat yang bersifat tidak rutin, maka dokumentasi
dilakukan pada buku masuk obat dan selanjutnya diinformasikan kepada
keluarga saat keluarga datang berkunjung.
8) Obat khusus
a) Obat dikategorikan khusus apabila sediaan memiliki harga yang cukup
mahal, menggunakan alur pemberian yang cukup sulit, memiliki efek
samping yang cukup besar atau hanya diberikan dalam waktu tertentu
b) Pada pemberian obat khusus dilakukan menggunakan lembar khusus obat,
dilaksanakan oleh perawat primer
c) Informasi yang diberikan kepada keluarga dan pasien: nama obat, dosis
obat, kegunaan, waktu pemberiaan, efek samping, penanggung jawab
pemberian.
d) Menyimpan penyediaan obat
e) Memeriksa ulang atas kebenaran obat dan jenis obat, jumlah obat dan
menulis etiket dan alamat pasien
f) Obat disimpan pada lemari obat
(3218)
(3219)
(3220)
(3221)
(3222)
(3223)
(3224)
(3225)
(3226)
(3227)

100
(3228)
(3229)
(3230)
(3231)
(3232)
(3233) DOKTER

(3234) PENDEKATAN PERAWAT


(3235)
KELUARGA /PASIEN
(3236)
(3237)
(3238) FARMASI/APOTIK
(3239)
(3240)
(3241) PASIEN/KELUARGA
Sarana persetujuan sentralisasi obat
(3242)
Lembar serah terima obat
(3243) Buku serah terima masuk obat
(3244)
PP/PERAWAT YANG MENERIMA
(3245)
(3246)
(3247) DAN PENGELOLAAN OLEH PERAWAT
PENGATURAN
(3248)
(3249)
(3250)
PASIEN/KELUARGA
(3251)
(3252) Bagan 4.2 Alur Pelaksanaan Sentralisasi Obat
(3253) Keterangan :
(3254) : Garis komando
(3255) : Garis koordinasi
9) Pengorganisasian
(3256) Penanggungjawab: Made Oka Warsita Arta, S.Kep
(3257) Tujuan : Melaksanakan sentralisasi obat secara optimal
(3258) Deskripsi:
(3259) Kegiatan sentralisasi meliputi lanjutan pelaksanaan sentralisasi
obat yang telah ada, persiapan sarana yang dibutuhkan, mensosialisasikan

101
lebih lanjut sentralisasi obat oral. Dengan adanya sentralisasi obat oral,
pengelolaan obat pasien akan sesuai dengan prinsip 6B, meningkatkan
kepuasan pasien dan keluarga atas asuhan keperawatan yang diberikan,
meningkatkan kepercayaan pasien dan keluarga terhadap perawat dalam
pengelolaan sentralisasi obat serta meningkatkan kepatuhan pasien terhadap
program terapi.
10) Pelaksanaan
(3260) Sentralisasi Obat keperawatan di Ruang A RSUD Klungkung
dilaksanakan sesuai dengan jadwal dinas, mulai dari minggu ke-II yaitu
tanggal 6-12 Februari 2017. Role play sentralisasi obat keperawatan akan
dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2017.
(3261)
d. Supervisi Keperawatan
1) Kajian teori
(3262) Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembinaan dan
peningkatan kemampuan pihak yang disupervisi agar mereka dapat melaksaan
kegiatan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif (Subjana, 2004).
(3263) Menurut Depkes (2000), supervisi keperawatan adalah kegiatan
pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh
supervisor mencakup masalah pelayanan yang bermutu setiap saat.
(3264) Supervisi adalah suatu teknik pelayanan yang tujuan utamanya
adalah mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama (H.Burton, dalam
Pier As, 1997:20). Supervisi keperawatan adalah suatu proses pemberian
sumber-sumber yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dalam rangka
mencapai tujuan.
2) Tujuan Supervisi
(3265) Tujuan supervisi adalah pemenuhan dan peningkatan pelayanan
pada pasien dan keluarga yang berfokus pada kebutuhan, ketrampilan dan
kemampuan dalam melaksanakan tugas.
3) Prinsip Supervisi
a) Supervisi dilakukan sesuai dengan struktur
b) Supervisi memerlukan pengetahuan dasar manajemen, keterampilan
hubungan antar manusia dan kemampuan menerapkan prinsip menajemen
dan kepemimpinan

102
c) Fungsi supervisi diuraikan dengan jelas, terorganisir dan dinyatakan
melalui petunjuk, peraturan, uraian tugas dan standar.
d) Supervisi merupakan proses kerja sama yang demokrasi antara supervisi
dan perawat pelaksana. Supervisi merupakan visi, misi, falsafah, tujuan
dan rencana yang spesifik.
e) Supervisi menciptakan lingkungan yang kondusif, komunikasi efektif,
kreatifitas dan motifasi.
4) Pelaksanaan Supervisi
a) Kepala Ruangan
(1) Bertanggung jawab dalam supervisi pelayanan keperawatan pada
pasien di ruang perawatan
(2) Merupakan ujung tombak penentu tercapai atau tidaknya tujuan
pelayanan kesehatan di rumah sakit
(3) Mengawasi perawat pelaksana dalam melaksanakan praktek
keperawatan praktek keperawatan di ruang keperawatan
b) Pengawas Perawatan
(3266) Bertanggung jawab dalam mensupervisi pelayanan pada kepala
ruangan yang ada di instalasinya.
c) Kepala seksi perawatan
(3267) Mengatasi instalasi dalam melaksanakan tugas secara langsung
dan seluruh perawat secara tidak langsung.
(3268)
5) Langkah-langkah supervisi
a) Pra supervisi
(1) Supervisor menetapkan kegiatan yang akan disupervisi
(2) Supervisor menetapkan tujuan
b) Supervisi
(1) Supervisor menilai kinerja perawat berdasarkan alat ukur atau
instrument yang telah disiapankan
(2) Supervisor mendapat beberapa hal yang memerlukan pembinaan
(3) Supervisor memanggil PP dan PA untuk mengadakan pembinaan dan
klarifikasi permasalahan
(4) Pelaksanaan supervisi dengan inspeksi, wawancara dan menvalidasi
data sekunder

103
c) Pasca supervisi
(1) Supervisor memberikan supervisi (F-Fair)
(2) Supervisor memberikan feedback dan klarifikasi
(3) Supervisor memberikan reinforcement dan follow up perbaikan
6) Peran supervisor dan fungsi supervisi keperawatan
(3269) Peran dan fungsi supervisor dalam supervisi adalah
mempertahankan keseimbangan pelayanan keperwatan dan manejemen
sumber daya yang tersedia
7) Cara supervisi
(3270) Supervisi dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu:
a) Langsung
(3271) Supervisi dilakukan secara langsung pada kegiatan yang
sedang beerlangsung, dimana supervisor dapat terlibat dalam kegiatan,
feed back dan perbaikan. Adapun prosesnya adalah:
(1) Perawat pelaksana melakukan secara mendiri suatu tindakan
keperawatan didampingi oleh supervisor
(2) Selama proses, supervisor dapat memberi dukungan, reinforment dan
petunjuk
(3) Setelah selesai, supervisor dan perawat pelaksana melakukan diskusi
yang bertujuan untuk menguatkan yang telah sesuai dan
memperbaiki yang masih kurang.
(4) Reinforcement pada aspek yang positif sangat penting dilakukan oleh
supervisor.
b) Supervisi secara tidak langsung
(3272) Supervisi dilakukan melalui laporan baik tertulis maupun
lisan. Supervisor tidak melihat langsung apa yang terjadi di lapangan
sehingga mungkin terjadi kesenjangan fakta. Umpan balik dapat
diberikan secara tertulis. Peran kepala ruangan, PP dan PA dalam MPKP
adalah:
(1) Peran kepala ruangan (Karu)
(a) Sebagai konsultan dan pengendali mutu perawat primer
(b) Orientasi dan merencanakan karyawan baru
(c) Menyusun jadwal dinas dan memberi penugasan pada perawat
asociate

104
(d) Evaluasi kerja
(e) Merencanakan atau menyelenggarakan pengembangan staff
(3273)
(2) Peran perawat primer (PP)
(a) Menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien secara
komprehensif
(b) Membuat tujuan dan merencanakan keperawatan
(c) Melaksanakan rencana yang telah dibuat
(d) Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang
diberikan oleh disiplin lain maupun perawat lain
(e) Menerima dan menyesuaikan rencana asuhan
(f) Menyiapkan penyuluhan untuk pasien pulang
(g) Mengadakan kunjungan rumah bila perlu
(3) Peran perawat associate (PA)
(3274) Peran PA melaksanakan tindakan keperawatan
sesuai dengan rencana keperawatan yang telah disusun oleh PP
(3275)
(3276) Ka Bid Perawatan
(3277)
(3278)
KaSi Keperawatan
(3279)
(3280)
Ka. Perawatan IRNA
(3281)
Menetapkan kegiatan dan
(3282)
tujuan serta instrumen/ alat Ka Ru
ukur (3283)
supervisi
(3284)
menilai kinerja
(3285) PP1 PP 2
perawat
1) Feedback(3286) supervisi
2) Penyampaian
(3287) PA1 PA 2
penilaian (fair)
(3288)
3) Follow up,
(3289) Kualitas
pemecahan masalah
Pelayanan
dan reward
(3290) Meningkat
(3291)
(3292) Bagan 4.3 Alur Supervisi

105
(3293)
(3294)
(3295)
8) Tujuan
a) Tujuan Umum
(3296) Mahasiswa bersama staf perawat ruangan maupun
mengaplikasikan peran supervisor keperawatan dan mendokumentasikan
hasil pengelolaan sentralisasi obat.
b) Tujuan Khusus
(1) Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa dan staf
perawat ruangan dalam pelaksanaan supervisi keperawatan.
(2) Meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga atas asuhan
keperawatan yang diberikan.
(3) Meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan
9) Pengorganisasian
(3297) Penanggung Jawab: I Made Endra Adi Permata, S.Kep
10) Pelaksanaan
(3298) Supervisi dilaksanakan sesuai dengan jadwal dinas mulai
tanggal 6-12 Februari 2017 praktik profesi manajemen keperawatan. Role
play supervisi keperawatan akan dilakukan pada tanggal 11 Februari 2017.
11) Rencana Strategi
a) Menyusun konsep supervisi keperawatan
b) Menetapkan materi supervisi keperawatan
c) Membuat format supervisi keperawatan
d) Melaksanakan supervisi keperawatan bersama-sama dengan kepala
ruangan dan staff keperawatan.
e) Mendokumentasikan hasil pelaksanaan supervisi keperawatan
(3299)
e. Timbang Terima
(3300) Timbang terima profesionalisme dalam pelayanan keperawatan
dapat dicapai dengan mengoptimalkan peran dan fungsi perawat, terutama peran
dan komunikasi yang efektif antar perawat maupun dengan tim kesehatan lain aat
pergantian shift (timbang terima pasien).

106
(3301) Timbang terima (operan) merupakan tehnik atau cara
menyampaikan laporan, dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara
singkat, jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif
yang sudah dilakukan atau belum dan perkembangan pasien saat ini. Informasi
yang disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan
dapat berjalan dengan sempurna. Timbang terima dilakukan oleh perawat primer
kepada perawat primer pada shift berikutnya secara tertulis dan lisan.
1) Tujuan
a) Tujuan Umum:
(3302) Mengkomunikasikan keadaan pasien dan menyampaikan
informasi yang penting.
b) Tujuan Khusus:
(1) Menyampaikan kondisi dan keadaan penderita (data fokus).
(2) Menyampaikan hal-hal yang sudah /belum dilakukan dalam askep pada
penderita
(3) Menyampaikan hal-hal yang penting yang harus ditindak lanjuti oleh
dinas berikutnya.
(4) Menyusun rencana kerja untuk dinas berikutnya.
(5) Menyampaikan kondisi atau keadaan pasien secara umum.
2) Manfaat Timbang terima
a) Bagi Perawat
(1) Meningkatkan kemampuan komunikasi antara perawat.
(2) Menjalin hubungan suatu kerjasama dan bertanggung jawab antara
perawat
(3) Pelaksanaan askep terhadap penderita yang berkesinambungan
(4) Perawat dapat mengikuti perkembangan penderita secara paripurna
b) Bagi pasien
(1) Pasien dapat menyampaikan masalah secara langsung bila ada yang
belum terungkap.
(2) Prosedur Timbang terima
(3303)
(3304)
(3305)
(3306)

107
(3307)
(3308)
(3309)
(3310) Tabel 4.2 Prosedur Timbang Terima

108
(109)
KEG
I (110) (111) (112)
(108)
A WAKT TEMP P
TAHAP
T
A
N
1. Timbang terima
(113) (114) (115) (116)
Persiapa
dilaksanakan setiap 5 menit Nurse P
pergantian
shift/operan.
2. Prinsip timbang
terima, semua pasien
dilakukan timbang
terima khususnya
penderita yang
memiliki
permasalahan yang
belum/dapat teratasi
serta yang
membutuhkan
observasi lebih
lanjut
3. Perawat yang
melaksanakan
timbang terima
mengkaji secara
penuh terhadap
masalah
keperawatan,
kebutuhan dan
tindakan yang
telah/belum
dilaksanakan serta
hal-hal penting
lainya selama masa
perawatan
4. Hal-hal yang
sifatnya khusus dan 109

memerlukan
perincian yang
3) Evaluasi
a) Struktur (Input)
(3312) Pada timbang terima, sarana dan prasarana yang menunjang
telah tersedia antara lain: catatan timbang terima, status pasien dan
kelompok shift timbang terima. Kepala ruangan selalu memimpin kegiatan
timbang terima yang dilaksanakan pada pergantian shift yaitu malam ke
pagi. Kegiatan timbang terima pada shift pagi ke sore, dan sore ke malam
di pimpin oleh perawat primer yang bertugas saat itu.
b) Proses
(3313) Proses timbang terima dipimpin oleh kepala ruangan dan
dilaksanakan oleh seluruh perawat yang bertugas maupun yang akan
mengganti shift. Perawat primer mengoperkan ke perawat assosiate
berikutnya yang akan mengganti shift. Timbang terima pertama dilakukan
di ners station. Isi timbang terima mencakup jumlah pasien, diagnose
keperawatan, intervensi yang sudah dilakukan, intervensi yang belum
dilakukan dan pesan khusus. Setiap pasien tidak lebih dari 5 menit saat
klarifikasi ke pasien.
c) Hasil
(3314) Timbang terima dapat dilaksanakan setiap pergantian shift.
Setiap perawat dapat mengetahui perkembangan pasien. Komunikasi antar
perawat berjalan dengan baik. Setelah proses timbang terima selesai
dilakukan, maka kedua PP menandatangani laporan timbang terima dengan
diketahui oleh kepala ruangan.
(3315)
(3316)
(3317)

PASIEN (3318)
(3319)
(3320) MEDIS
DIANOSA DIAGNOSA
MASALAH
(3321) KOLABORATIF KEPERAWATAN
RENCANA
(3322)
TINDAKAN
(3323)
(3324) YANG TELAH YANG AKAN
DILAKUKAN DILAKUKAN
(3325)
PERKEMBANGAN/ 110
KEADAAN PASIEN
(3326)
(3327)
(3328)
MASALAH:
(3329)
1. TERATASI
(3330) 2. BELUM TERATASI
(3331) 3. MUNCUL MASALAH BARU

(3332)
(3333) Bagan 4.4 Alur Timbang Terima
(3334)
4) Penanggung Jawab: Ni Luh Putu Devitayanti, S.Kep
5) Pelaksanaan
(3335) Timbang terima dilaksanakan sesuai dengan jadwal dinas mulai
tanggal 6-12 Februari 2017 praktik profesi manajemen keperawatan. Role play
timbang terima akan dilakukan pada tanggal 9 Februari 2017.
6) Rencana Strategi
a) Menyusun alur timbang terima bersama-sama dengan perawat ruangan.
b) Menyusun materi timbang terima.
c) Membuat format timbang terima dan juknis.
d) Melaksanakan timbang terima bersama dengan kepala ruangan dan staf
keperawatan.
e) Mendokumentasikan hasil timbang terima penderita.
(3336)
f. Sistem Dokumentasi Keperawatan
(3337) Dokumentasi keperawatan merupakan hal yang sangat penting
dalam pelaksanaan asuhan keperawatan professional, karena mempunyai fungsi
sebagai alat komunikasi, aspek hukum, jaminan mutu pendidikan/penelitian dan
akreditasi. Kelompok memilih mendokumentasikan bentuk model SOR (Source
Oriented Record ) dengan alasan pendokumentasian model ini mencakup segala
aspek yang berkaitan dengan asuhan keperawatan jiwa. Mulai dari Proses
keperawatan sampai dengan rekam medis pasien sebelumnya, rekam medis ini
diperlukan untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien.
(3338) Secara garis besar model pendokumentasian ini terdiri dari format
pengkajian, format problem, intervensi dan evaluasi dalam satu lembar. Setiap
pasien dilakukan pengkajian oleh perawat primer kemudian dilakukan analisis dan

111
ditegakkan diagnose keperawatan. Selanjutnya intervensi keperawatan ditulis
sesuai dengan format SAK (Standar Asuhan Keperawatan) yang ada. Format
cetakan keperawatan diisi oleh perawat associate, sedangkan hasil observasi, vital
sign, pemberian obat ditulis di lembar observasi oleh perawat associate.
1) Tujuan
a) Tujuan Umum
(3339) Mahasiswa bersama staf perawat Ruang A RSUD
Klungkung mampu menerapkan sistem dokumentasi keperawatan model
SOR dengan benar.
b) Tujuan Khusus
(1) Mendokumentasikan asuhan keperawatan
(2) Mendokumentasikan pengkajian keperawatan
(3) Mendokumentasikan diagnosis keperawatan
(4) Mendokumentasikan perencanaan keperawatan
(5) Mendokumentasikan pelaksanaan keperawatan
(6) Mendokumentasikan evaluasi keperawatan
(7) Mendokumentasikan pengelolaan logistic dan obat
(8) Mendokumentasikan HE (Health Education) melalui kegiatan perencanaan pulang
(9) Mendokumentasikan timbang terima.
(10) Mendokumentasikan kegiatan supervise
(11) Mendokumentasikan kegiatan penyelesaian kasus melalui ronde keperawatan
2) Pengorganisasian
(3340) Penanggung jawab: Ni Wayan Eka Suliastini, S.Kep
3) Pelaksanaan
(3341) Pendokumentasian keperawatan merupakan salah satu pilar utama
dalam pelaksanaan MPKP, Untuk itu kelompok kami mencoba untuk membuat
suatu model pendokumentasian yang aplikatif dan efektif. Kelompok kami
merencanakan pendokumentasian yang mengacu pada format implementasi
keperawatan yang telah berlaku selama ini di Ruang Darmawangsa dengan
sedikit modifikasi. Setiap pasien dilakukan pengkajian oleh PP kemudian
dilakukan analisa data penetapan diagnosa keperawatan. Selanjutnya rencana
tindakan keperawatan ditulis pada lembar rencana tindakan. PA akan
melakukan implementasi sesuai dengan rencana tindakan yang telah dibuat
oleh PP dengan menggunakan lembar implementasi keperawatan yang

112
dilengkapi dengan respon tindakan dan evaluasi SOAP pershift. Apabila PA
sore dan malam menemukan masalah keperawatan baru, maka PA akan
melaporkan masalah tersebut kepada PP dengan menggunakan pesawat
telepon yang dimiliki mahasiswa untuk pemberian instruksi tindakan
keperawatan oleh PP. Pelaksanaan evaluasi keperawatan mengacu pada tujuan
yang telah ditetapkan.
4) Rencana Strategi
a) Menyusun format pengkajian model ROS (Review of System)
b) Mendiskusikan bersama staf perawat Ruang A mengenai format
pengkajian dan pendokumentasian yang telah dibuat sesuai dengan 4
diagnosa keperawatan yang sering dijumpai di Ruang A (Bedah)
c) Membuat SAK terdiri dari 4 diagnosa Keperawatan yang sering dijumpai
di Ruang A (Bedah)
d) Menyiapkan petunjuk teknis pengisian format dokumentasi keperawatan
e) Melaksanakan pendokumentasian bersama dengan perawat ruangan
f) Mendokumentasikan hasil pelaksanaan dokumentasi keperawatan
5) Kriteria Evaluasi
a) Struktur
(1) Kegiatan dokumentasi keperawatan dilaksanakan di Ruang A.
(2) Persiapan dilakukan sebelumnya dengan persetujuan pembimbing
b) Proses
(1) Setiap tindakan keperawatan dilakukan evaluasi
(2) Evaluasi hasil menggunakan indikator perubahan fisiologis dan
tingkah laku pasien
(3) Hasil evaluasi segera di catat dan dikomunikasikan diambil tindakan
selanjutnya
(4) Evaluasi melibatkan keluarga dan tim kesehatan lain
(5) Evaluasi dilakukan dengan standard (tujuan yang ingin dicapai dan
standard praktik keperawatan)
c) Hasil
(1) Setiap tindakan keperawatan terdokumentasikan dengan baik
(2) Setiap hasil tindakan dapat mudah di evaluasi sesuai dengan standard
(tujuan yang ingin di capai dan standard praktik keperawatan)
(3) Pendokumentasian ruangan berjalan sistematis

113
(4) Privasi dan keselamatan pasien dan perawat terjaga
(3342)
g. Discharge planing
(3343) Discharge planing keperawatan merupakan komponen yang
terkait dengan rentang keperawatan. Rentang keperawatan sering pula disebut
dengan perawatan berkelanjutan yang artinya perawatan yang dibutuhkan oleh
pasien dimanapun pasien berada. Kegagalan untuk memberikan dan
mendokumentasikan perencanaan pulang akan berisiko terhadap beratnya
penyakit, ancaman hidup dan disfungsi fisik. Oleh karena itu dalam perencanaan
pulang diperlukan komunikasi yang baik terarah sehinga apa yang disampaikan
dapat di mengerti dan berguna untuk perawatan dirumah.
1) Tujuan
a) Tujuan umum
(3344) Setelah dilaksanakan praktek manajemen keperawatan
diharapkan Ruang Apel mampu menerapkan discharge planning.
b) Tujuan khusus
(1) Mengkaji kebutuhan rencana pemulangan
(2) Mengidentifikasi masalah pasien
(3) Memprioritaskan masalah pasien yang utama.
(4) Membuat perencanan pasien pulang yaitu mengajarkan pada pasien
yang harus dilakukan dan dihindari selama dirumah.
(5) Melakukan evaluasi pada pasien selama diberikan penyuluhan
(6) Mendokumentasikan
2) Pengorganisasian
(3345) Penanggung jawab: Ni Luh Putu Devitayanti, S.Kep
3) Pelaksanaan
(3346) Perencanaan persiapan pulang merupakan suatu yang penting
dalam keberhasilan asuhan keperawatan pasien rawat inap karena informasi
yang diberikan sebelum pasien pulang merupakan bekal yang sangat berharga
bagi pasien dan keluarganya. Informasi yang tidak adekuat sebelum pasien
pulang dapat menyebabkan pasien dan keluarganya melakukan tindakan yang
kurang tepat akibat kurang informasi
(3347) Discharge Planing keperawatan di Ruang A RSUD Klungkung
dilaksanakan sesuai dengan jadwal dinas, mulai dari minggu ke-III yaitu

114
tanggal 13-19 Februari 2017. Role play discharge planning keperawatan akan
dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2017.
4) Rencana Strategi
a) Menyusun konsep discharge planning
b) Menentukan materi discharge planning
c) Menyiapkan format discharge planning, kartu control, kartu obat
d) Melaksanakan discharge planning bersama dengan perawat ruangan
e) Mendokumentasikan hasil pelaksanaan discharge planning
(3348)
(3349)
(3350)
(3351)
(3352)
(3353)
(3354)
(3355)
(3356)
(3357)
(3358)
(3359)
(3360)
(3361)
(3362)
(3363)

115