Anda di halaman 1dari 24

Jurnal akuntansi, keungan dan pajak paling update di Indonesia

Home Berita Akuntansi Keuangan Pajak Karir Extras Tanya-Jawab About Contact

Akuntansi Dasar

Apa Bedanya Jurnal Penyesuaian


dengan Pembetulan?
oleh Mr. JAK 11 Komentar

Ditulis oleh Mr. JAK

222

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 1 of 24
222 Shares

! 183 " 34 # 1 $ 4

Salah satu pertanyaan paling klasik di Akuntansi Keuangan adalah apa


bedanya jurnal penyesuaian dengan pembetulan? Sebuah pertanyaan yang
sangat mendasar.

Dengan logika umum, yang namanya disesuaikan dengan


dibetulkan/dikoreksi memang mirip-mirip. Ahli bahasa mungkin menyebut
kata disesuaikan sebagai bentuk eumisme atau penghalusan dari istilah
koreksi. Inilah yang sering membuat masyarakat umum menjadi bingung
ketika mencoba memahami akuntansi.

Masyarakat umum bingung, mungkin tidak apa-apa, toh mereka tidak bekerja di
bidang akuntansi. Namun menjadi repot ketika kebingungan yang sama terjadi
pada mereka yang bekerja di bidang akuntansi. Kebingungan yang sama lumrah
terjadi pada pelajar/mahasiswa jurusan Akuntansiterutama di tahun-tahun
pertama belajar.

Agar terbebas dari kebingungan ini, hal pertama yang perlu disadari adalah:
Akuntansi menggunakan istilah teknis tersendiri yang berbeda dengan istilah
umum.

Penyesuaian dan Pembetulan/Koreksi, dalam akuntansi, adalah dua hal yang


samasekali berbeda, tidak bisa dicampuradukkan. Dan memahami
perbedaannya, sangat mendasar bagi siapapun yang ingin menguasai
akuntansi.

Bisa dibilang, mampu atau tidaknya menjawab pertanyaan ini dengan


baik, mencerminkan:

apakah seseorang sudah paham prosedur debit-credit (double-entry) atau


belum; dan
apakah sudah menguasai teknik dasar menjurnal atau belum.

Sebab, mustahil bisa membuat jurnal pembetulan dan penyesuaian jika belum
paham prosedur debit-credit dan menjurnal. (CATATAN: Yang belum paham
teknik dasar menjurnal dan prosedur debit-credit silahkan baca Cara Mudah
Membuat Jurnal Akuntansi)

Lebih jauh lagi, mampu tidaknya seseorang menjawab pertanyaan yang sama
juga mencerminkan apakah dia paham konsep dasar akrual dan deferal atau

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 2 of 24
juga mencerminkan apakah dia paham konsep dasar akrual dan deferal atau
belum.

Okay. Lalu, apa beda jurnal penyesuaian dengan pembetulan? mungkin


ada yang sudah tak sabar.

Kalau saya jawab Jurnal penyesuaian untuk menyesuaikan saldo akun agar
mewakili kondisi sebenarnya dan Jurnal pembetulan untuk memperbaiki
kesalahan jurnal, apakah cukup?

Jika memang cukup, berarti itulah jawabannya. Jika belum cukup, maka perlu
membahas jurnal pembetulan dan jurnal penyesuaian terlebih dahulu. Silahkan
lanjutkan membaca.

Jurnal Pembetulan (Correction


Entry)
Jurnal pembetulan adalah jurnal yang dipergunakan untuk membetulkan jurnal
yang terlanjur salah dibuatentah itu salah angka atau salah akun.

Untuk melakukan koreksi (pembetulan), mengapa perlu membuat jurnal?


Mungkin ada yang berpikir demikian. Jawabannya, karena asumsinya:

Pertama, pencatatan transaksi dilakukan secara manual (di atas kertas/buku


jurnal).
Kedua, pencoteran atau type-x ditabukan dalam akuntansi. Ditabukan
karena disamping terlihat tidak rapih juga menimbulkan keragu-raguan.

Misalnya: Pada tanggal 10 Januari 2014 Annie menerima slip tunai pembayaran
upah buruh. Untuk itu Annie membuat jurnal sbb:

[Debit]. Upah Buruh = Rp 25,070,000,-


[Kredit]. Kas = Rp 25,070,000,-

Pagi-pagi, keeskokan harinya, tiba di kantor Annie sudah menemukan memo


kecil dari Chief Accountant tertempel di atas mejanya dengan pesan, Annie,
kamu salah masukkan jurnal untuk pembayaran upah buruh, tolong buat
koreksi.

Selesai membaca surat cinta itu, Annie mencari slip pembayaran upah buruh

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 3 of 24
Selesai membaca surat cinta itu, Annie mencari slip pembayaran upah buruh
yang dimaksud dan membandingkannya dengan jurnal yang dimasukkan ke
buku. Pada slip pembayaran Annie menemukan angka 27,700,000. Namun pada
jurnal yang Annie masukkan angkanya Rp 27,070,000. Jadi ada KESALAHAN
ANGKA, sehingga terjadi selisih Rp 630,000 (=27,700,000 27,070,000).

Atas kesalahan tersebut, Annie tidak mencoret atau men-typeX jurnal yang
salah, karena hal itu ditabukan dalam Akuntansi. Sebagai gantinya, Annie
memasukkan JURNAL PEMBETULAN (correction entry), sbb:

[Debit]. Upah Buruh = Rp 630,000,-


[Kredit]. Kas = Rp 630,000,-

Setelah jurnal pembetulan di masukkan maka total upah buruh yang diakui
menjadi benar, yakni Rp 27,070,000 + Rp 630,000 = Rp 27,700,000, sesuai
dengan angka yang tertera pada slip pembayaran upah buruh.

Begitu selesai memasukkan jurnal koreksi, Chief Accountant sudah ada di meja
Annie. Dan mengatakan bahwa Annie juga salah memasukkan Pendapatan
Bunga Jasa Giro dari bank. Oleh Annie, pendapatan bunga dari bank
dimasukkan ke akun Pendapatan dengan jurnal:

[Debit]. Kas = Rp 750,000


[Kredit]. Pendapatan = Rp 750,000

Seharusnya, pendapatan bunga dari bank dipisahkan dari pendapatan utama


(hasil penjualan) dan dimasukkan ke akun Pendapatan Jasa Giro. Artinya, telah
terjadi kesalahan akun. Untuk itu Annie harus membuat JURNAL PEMBETULAN
sbb:

[Debit]. Pendapatan = Rp 750,000


[Kredit]. Pendapatan Bunga Jasa Giro = Rp 750,000

CATATAN KHUSUS: Pendapatan bunga pada rekening giro perusahaan di bank


TIDAK DIGABUNG dengan Pendapatan utama dari hasil penjualan. Sebab
pendapatan ini sudah dikenakan pajak bersifat nal oleh pihak bank, sehingga
tidak dikenakan pajak lagi pada PPh perusahaan. Oleh sebab itu harus
dipisahkan. Untuk pendapatan ini, biasanya perusahaan membuat akun khusus
yang disebut Pendapatan Bunga Jasa Giro.

Kesalahan akun juga disebut salah klasikasi akun, oleh sebab itu jurnal
pembetulan atas kesalahan akun sering disebut jurnal reklasikasi

(reclassication entry). Di tempat kerja, jika atasan mengatakan tolong reclass

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 4 of 24
(reclassication entry). Di tempat kerja, jika atasan mengatakan tolong reclass
artinya anda diminta untuk membuat jurnal pembetulan atas kesalahan akun.

Pada jurnal reklasikasi di atas, mengapa akun KAS tidak ikut di


reklasikasi? mungkin ada yang berpikir seperti itu.

Jawabannya: Sebab, yang salah klasikasi hanya akun pendapatan saja,


sedangkan akun kasnya sudah benar, sehingga tak perlu direklasikasi lagi. Ini
versi saat kita belajar di sekolah atau kampus. Dalam pekerjaan sesungguhnya,
terutama jika menggunakan software akuntansi, prosedurnya sedikit berbeda
(baca Membuat Jurnal Pembetulan Dengan Software Akuntansi setelah yang di
bawah ini)

Bagaimana jika kesalahan diketahui setelah tutup buku (saldo


pendapatan dan beban telah di nol-kan)? Bagaimana membuat jurnalnya?
Pertama, pertimbangkan, apakah perlu dibuatkan jurnal pembetulan atau tidak.
Dasar pertimbangannya: Apakah bisa terkoreksi dengan sendirinya (self-
corrected) atau tidak. Jika bisa terkoreksi dengan sendirinya maka tak perlu
dibuatkan jurnal koreksi. Jika sebaliknya maka jurnal koreksi diperlukan. Untuk
lebih lengkapnya silahkan baca Salah Jurnal, Apakah Perlu Koreksi?

Membuat Jurnal Pembetulan Dengan


Software Akuntansi
Terutama adik-adik pelajar dan mahasiswa, perlu menyadari bahwa contoh-
contoh kasus jurnal pembetulan yang disajikan di sekolah/kampusentah atas
kesalahan angka atau kesalahan akunselalu menggunakan asumsi: PROSES
PENCATATAN TRANSAKSI DILAKUKAN SECARA MANUAL (di atas kertas buku
jurnal). Contoh kasus di atas pun, juga, menggunakan asumsi bahwa Annie
melakukan pekerjaannya di atas kertas (buku jurnal).

Pada kenyataannya, di era komputer sekarang ini, sudah hampir semua


perusahaan menggunakan software akuntansi. Sehingga, staf accounting
pemula (fresh graduate) di perusahaan sering bingung ketika berhadapan
dengan pekerjaan yang sesungguhnya.

Dengan software akuntansi (termasuk Excel), staf accounting bisa memperbaiki


kesalahan dengan cara melakukan editing (perbaikan) langsung pada jurnal
yang salah saja, atau dengan cara menghapus transaksi yang salah untuk

kemudian diganti dengan jurnal yang benar. Sehingga, TIDAK PERLU

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 5 of 24
kemudian diganti dengan jurnal yang benar. Sehingga, TIDAK PERLU
memasukkan jurnal pembetulan/koreksi lagi.

Pada kasus Annie yang pertama (salah angka transaksi) di atas misalnya,
dia bisa langsung mencari jurnal yang salah, lalu mengganti angka yang salah
(27,070,000) dengan angka yang benar (27,700,000). Sedangkan pada kasus
kedua, Annie bisa menghapus jurnal yang salah (pada akun Pendapatan) dan
membuat jurnal baru pada akun yang benar (Pendapatan Jasa Giro) dengan
tanggal yang dimajukan agar sesuai dengan transaksi aslinya.

Namun hal itu tergantung pada kebijakan perusahaan masing-masing yang bisa
jadi berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perbedaan
kebijakan terletak pada penentuan saat kapan system (software) dikunci
(locked).

Pada umumnya, perusahaan melakukan penguncian system untuk


membatasi tindakan mengubah data tanpa seijin yang punya otorisasi.
Begitu system dikunci, staf accounting tidak bisa lagi:

1. melakukan editing langsung pada jurnal;

2. menghapus catatan transaksi (jurnal); atau

3. termasuk mengubah tanggal.

Sekedar informasi. Perusahaan-perusahaan yang saya kendalikan, melakukan


penguncian system setiap hari, yakni setelah pukul 6 sore. Tujuannya? Membuat
staf accounting terbiasa untuk selalu fokus dan berhati-hati dalam bekerja.
Pendekatan yang sama jugasecara sistemikmemaksa semua Chief
Accountant untuk selalu melakukan ledger detail review setiap hari dan harus
kelar sebelum pukul 6 sore.

Jika ditemukan kesalahan pada transaksi yang telah lewat, setelah system
dikunci, staf accounting harus memasukkan JURNAL
PEMBETULAN/KOREKSI lewat modul khusus yang biasanya bisa dibuka oleh
orang yang punya otoritas (Chief Accountant dan Controller). Yang artinya juga,
jurnal koreksi hanya boleh dilakukan dengan seijin (approval) orang yang
berwenang. Tujuannya? Jelas untuk pengendalian internatasan menjadi selalu
tahu setiap ada kesalahan.

Membuat jurnal koreksi dengan menggunakan software akuntansi juga agak


berbeda jika dibandingkan manual. Untuk contoh kasus kedua misalnya, Annie

tidak bisa membuat jurnal dengan cara melawankan Akun pendapatan dengan

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 6 of 24
tidak bisa membuat jurnal dengan cara melawankan Akun pendapatan dengan
akun pendapatan lainnya (karena sama-sama bersaldo kredit). Akun
Pendapatan hanya bisa dilawankan dengan akun Piutang atau Kas (dan akun
Biaya hanya bisa dilawankan dengan akun Utang atau Kas).

Untuk melakukan reklasikasi, bila bekerja menggunakan software, Annie harus


membuat jurnal pembalik (reversal entry) terlebih dahulu, sbb:

[Debit]. Pendapatan = 750,000


[Kredit]. Kas = 750,000

Dengan jurnal pembalik di atas maka posisi saldo masing-masing akun kembali
ke posisi semula. Setelah itu baru membuat jurnal dengan akun yang benar,
yakni:

[Debit]. Kas = Rp 750,000


[Kredit]. Pendapatan Bunga Jasa Giro = Rp 750,000

Itulah sedikit perbedaan antara membuat jurnal pembetulan dalam lingkungan


manual dan terkomputerisasisekedar untuk diketahui saja, khususnya untuk
adik-adik pelajar dan mahasiswa.

Jurnal Penyesuaian (Adjustment


Entry)
Jurnal Penyesuaian (Adjustment Entry) adalah jurnal yang dibuat untuk
menyesuaikan nilai saldo akun-akun tertentu agar sesuai dengan kondisi
sebenarnya.

Bagaimana caranya membuat jurnal penyesuaian? Tergantung saldo akun mana


yang akan disesuaikan. Akun yang saldonya perlu disesuaikan biasanya akun
yang timbul akibat adanya pengakuan biaya yang disegerakan (=diakrualkan)
atau ditunda (=dideferalkan). Beberapa contoh akun yang biasanya memerlukan
jurnal penyesuaian, antara lain:

1. Deposit Supplier dan Biaya Dibayar Di


Muka (Prepaid)
Prinsip Kesesuaian (Matching Principle) menganjurkan agar setiap

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 7 of 24
Prinsip Kesesuaian (Matching Principle) menganjurkan agar setiap
Beban/Biaya dan Pendapatan saling bersesuaian (matched). Konkretnya,
dalam konteks ini, beban/Biaya yang timbul di suatu periode hanya diakui
sejumlah yang bisa dihubungkan dengan pendapatan yang bisa dihasilkan pada
periode yang sama.

Untuk memenuhi prinsip ini maka, beban/biaya yang kemanfaatannya


diperkirakan lebih dari satu periode TIDAK diakui secara sekaligus pada saat
timbul, melainkan dialokasikan dan diakui secara bertahap sesuai dengan
manfaat yang ditimbulkan per periodenya.

CONTOH KASUS:

Untuk rencana penjualan Januari 2014, PT. JAK memesan barang di UD


Makmur senilai Rp 100,000,000 pada tanggal 20 Desember 2013. Barang
rencananya akan diterima secara bertahap mulai tanggal 5 hingga 10
Januri 2014. Untuk pemesanan itu, tanggal 22 Desember 2013 PT JAK
membayar UD makmur sebesar nilai pesanan.

Atas pengaluaran tersebut PT JAK tidak mencatatnya sebagai persediaan.


Sebagai gantinya PT. JAK memasukkan jurnal sbb:

[Debit] Deposit Supplier = Rp 100,000,000 (masuk ke Neraca)


[Kredit]. Kas = Rp 100,000,000 (mengurangi saldo Kas di Neraca)

Home Berita Akuntansi Keuangan Pajak Karir Extras Tanya-Jawab About


Nah, akun Deposit Supplier inilah yang harus disesuaikan dengan kondisi
sebenarnya, yakni setiap kali barang persediaan diterima. Misalnya, ketika
Contact
barang tahap pertama diterima senilai Rp 40 juta pada tanggal 5 Januari 2014,
PT JAK membuat JURNAL PENYESUAIAN sebagai berikut:

[Debit]. Persediaan Barang Jadi = Rp 40,000,000 (saldo persediaan di Neraca


bertambah 40 juta)
[Kredit]. Deposit Supplier = Rp 40,000,000 (saldo Desposit Supplier di Neraca
berkurang 40 juta)

Ketika barang tahap 2 diterima senilai Rp 60 jutaTanggal 8 Januari 2014, PT JAK


membuat JURNAL PENYESUAIAN lagi sbb:

[Debit]. Persediaan Barang Jadi = Rp 60,000,000 (total saldo persediaan menjadi


40+60 juta)
[Kredit]. Deposit Supplier = Rp 60,000,000 (sisa saldo Desposit Supplier di
Neraca nol)

(Catatan: Deposit Supplier di atas bisa juga disebut Persediaan Dibayar

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 8 of 24
(Catatan: Deposit Supplier di atas bisa juga disebut Persediaan Dibayar
Dimuka, esensinya sama saja)

Pengakuan bertahap juga diterapkan pada transaksi Sewa yang


manfaatnya lebih dari satu periode.

CONTOH KASUS:

Untuk mengantisipasi pemadaman listrik yang kerap terjadi, tanggal 15


Desember 2013 PT JAK menyewa mesin Genset senilai Rp 75 juta untuk
penggunaan hingga 15 Maret 2014.

Saat Sewa dibayar, PT JAK tidak membebankan biaya sewa seketika di bulan
Desember 2013. Sebagai gantinya, PT JAK mencatat dengan jurnal sbb:

[Debit]. Sewa Dibayar Di Muka = Rp 75,000,000 (masuk Neraca)


[Kredit]. Kas = Rp 75,000,000 (mengurangi saldo Kas di neraca)

Nah, saldo Sewa Dibayar Di Muka inilah yang terus disesuaikan setiap
periodenya berdasarkan penggunaannya sehingga mencerminkan kondisi
sebenarnya. Jelang tutup buku 31 Desember 2013 misalnya, PT JAK membuat
JURNAL PENYESUAIAN sebagai berikut:

[Debit]. Biaya Sewa = Rp 12,500,000 (dibiayakan dan mengurangi Laba Des 2013)
[Kredit]. Sewa Dibayar Di Muka = Rp 12,500,000 (mengurangi saldo Sewa
Dibayar Dimuka di Neraca)
(Catatan: Rp 12,500,000 adalah porsi biaya sewa untuk Desember 2013 (=75
juta:3)/2)

Pada tanggal 31 Januari 2014 nanti, PT JAK akan membuat penyesuaian saldo
Sewa Dibayar Di Muka lagi, sbb:

[Debit]. Biaya Sewa = Rp 25,000,000 (mengurangi Laba Januari 2014)


[Kredit]. Sewa Dibayar Di Muka = Rp 25,000,000 (mengurangi saldo Sewa
Dibayar Dimuka di Neraca)
(Catatan: Rp 25,000,000 (=75 juta:3) adalah porsi biaya sewa untuk Januari 2014.)

Pada tanggal 28 Februari 2014 nanti, PT JAK akan membuat penyesuaian saldo
Sewa Dibayar Di Muka lagi, sbb:

[Debit]. Biaya Sewa = Rp 25,000,000 (mengurangi Laba Februari 2014)


[Kredit]. Sewa Dibayar Di Muka = Rp 25,000,000 (mengurangi saldo Sewa
Dibayar Dimuka di Neraca)

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 9 of 24
Dibayar Dimuka di Neraca)
(Catatan: Rp 25,000,000 (=75 juta:3) adalah porsi biaya sewa untuk Februari
2014).

Pada saat ini saldo Sewa Dibayar Di Muka akan menunjukkan angka Rp
12,500,000 (=75 juta 12,500,000 25,000,000 25,000,000). Sehingga, pada
tanggal 31 Maret 2014 PT JAK akan memasukkan jurnal penyesuaian terakhir
untuk saldo Sewa Dibayar Di Muka, sbb:

[Debit]. Biaya Sewa = Rp 12,500,000 (mengurangi Laba Maret 2014)


[Kredit]. Sewa Dibayar Di Muka = Rp 12,500,000 (mengurangi saldo Sewa
Dibayar Dimuka di Neraca)
(Catatan: Rp 12,500,000 ((=75 juta:3)/2) adalah porsi biaya sewa untuk Maret
2014).

Setelah jurnal penyesuaian ini dimaksukkan maka saldo Sewa Dibayar Dimuka
akan menunjukkan angka 0 (nol) alias habis.

Catatan: Tidak hanya Deposit Supplier dan Sewa Dibayar Di Muka saja, pada
adasarnya setiap biaya yang memiliki kemanfaataan lebih dari 1 periode
diperlakukan seperti di atas, sehingga membutuhkan jurnal penyesuaian di
setiap akhir periodenya.

2. Akumulasi Penyusutan/Amortisasi
Saldo akun Akumulasi Penyusutan (kontra akun Aset Tetap) dan Akumulasi
Amortisasi (kontra akun Aset Tak berwujud) juga memerlukan penyesuaian di
akhir periode. Sebab saldo kedua akun ini meningkat seiring dengan semakin
berkurangnya nilai manfaat atau nilai buku Aset.

CONTOH KASUS:

Tanggal 1 Januari 2013 PT. JAK membeli Aset berupa mesin produksi senilai
Rp 25,000,000 secara tunai dan langsung dioperasikan. Umur Ekonomis
mesin di perkirakan mencapai 8 tahun. Atas mesin ini, PT JAK tidak
mencadangkan nilai residu. Untuk menyusutan nilai Aset, PT JAK
menggunakan Metode Garis Lurus. Penutupan Buku PT JAK dilakukan
secara tahunan, yakni setiap tanggal 31 Desember.

Untuk mengakui aset Mesin Produksi, tangal 1 Januari 2013 PT JAK membuat
jurnal sbb:

[Debit]. Mesin = Rp 25,000,000

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 10 of 24
[Debit]. Mesin = Rp 25,000,000
[Kredit]. Kas = Rp 25,000,000

Atas penggunaan mesin tersebut PT. JAK menghitung penyusutan per


tahun sbb:

Tarif Penyusutan Per Tahun = (1/Umur Ekonomis) x 100% =


(1/8) x 100% = (100/8)% =12, 5% per tahun.

Penyusutan Per Tahun = (Nilai Perolehan-Nilai Residu) x Tarif


= 25,000,000 x 12,5% = Rp 3,125,000/tahun.

Sehingga jadwal penyusutan mesin menjadi sbb:

Pada jadwal penyusutan di atas terlihat bawa, akumulasi penyusutanyang


mengurangi nilai buku atau nilai manfaatterus meningkat seiring dengan
lamanya penggunaan mesin. Oleh sebab itu, PT JAK perlu melakukan
PENYESUAIAN saldo Akumulasi Penyusutan setiap akhir periode buku (seperti
nampak dalam jadwal di atas) yang dimulai tanggal 31 Desember 2013.

Sehingga, pada tanggal 31 Desember 2013 PT JAK mengakui Beban Penyusutan


Mesin Produksi di satu sisinya (Laba/Rugi) dan Akumulasi Penyusutan Mesin di
sisi lainnya, dengan jurnal sbb:

[Debit]. Beban Penyusutan Mesin Produksi = Rp 3,125,000 (masuk L/R)


[Kredit]. Akumulasi Penyusutan Mesin produksi = Rp 3,125,000 (Masuk Neraca)

Sejak saat itu, PT JAK terus membuat JURNAL PENYESUAIAN atas saldo akun
Akumulasi Penyusutan Mesin Produksi setiap tanggal 31 Desember, hingga
saldonya sama dengan Nilai Perolehan Mesin (Rp 25 Juta) dan Nilai Buku
(=Nilai Perolehan Mesin Akumulasi Penyusutan) sama dengan nol alias habis,
yang menurut jadwal akan terjadi pada tanggal 31 Desember 2019.

Jurnal penyesuaian juga diperlukan untuk saldo akun aset tetap lainnya dan

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 11 of 24
Jurnal penyesuaian juga diperlukan untuk saldo akun aset tetap lainnya dan
semua saldo akun Akumulasi Amortisasi aset tak berwujud, dengan cara yang
sama.

3. Deposit Pelanggan dan


Pendapatan Diterima Di Muka
Pendapatan yang diterima di suatu periode, oleh perusahaan hanya boleh
diakui sejumlah yang bisa dihubungkan dengan beban/biaya yang timbul di
periode yang sama. Sedangkan selisihnya diakui entah sebagai Deposit
Pelanggan atau Pendapatan Diterima Di Muka. Saldo akun inilah yang
disesuaikan setiap akhir periodenya.

CONTOH KASUS:

Pada tanggal 25 November 2013 PT JAK menerima pesanan dari True


Company Inc sebesar Rp 750 Juta. Karena keterbatasan kapasitas produksi,
maka pengiriman barang disepakati secara bertahap, dengan jadwal sbb:

Tanggal 25 Januari 2014, senilai Rp 250 Juta;


Tanggal 25 Februari 2014, senilai Rp 250 Juta; dan
Tanggal 25 Maret 2014, senilai Rp 250 Juta.

Dari transaksi tersebut, pada tanggal 1 Desember 2013 PT JAK menerima


pembayaran penuh sebesar Rp 750 Juta. Atas pembayaran yang diterima,
oleh PT JAK belum boleh diakui sebagai Pendapatan.

Sebab belum timbul beban dan biaya sehubungan dengan pemesanan barang
tersebut. Untuk sementara, uang yang diterima diakui sebagai Deposit
Pelanggan dengan jurnal sbb:

[Debit]. Kas = Rp 750,000,000 (masuk ke Neraca)


[Kredit]. Deposit Pelanggan = Rp 750,000,000 (masuk ke kelompok Liabilitas di
Neraca)

Nah saldo Deposit Pelanggan inilah yang memerlukan JURNAL PENYESUAIAN


setiap kali PT JAK mengakui Pendapatan di satu sisinya dan pengakuan Harga
Pokok Penjualan di sisi lainnya, yakni saat pengiriman barang.

Sesuai jadwal, PT JAK mengirimkan barang tahap pertama pada tanggal 25

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 12 of 24
Sesuai jadwal, PT JAK mengirimkan barang tahap pertama pada tanggal 25
Januari 2014 senilai Rp 250 Juta dengan Harga Pokok Penjualan sebesar Rp 150
juta, dan memasukkan JURNAL PENYESUAIAN sbb:

[Debit]. Deposit Pelanggan = 250,000,000 (mengurangi saldo Deposit pelanggan)


[Kredit]. Penjualan = Rp 250,000,000 (masuk Laba/Rugi Januari 2014)

Dan:

[Debit]. Harga Pokok Penjualan = Rp 150,000,000 (masuk Laba/Rugi januari


2014)
[Kredit]. Persediaan = Rp 150,000,000 (mengurangi saldo Persediaan di Neraca)

PT. JAK akan terus membuat JURNAL PENYESUAIAN atas saldo Depostit
Pelanggan hingga nilainya mencapai nol alias habis, yang dijadwalkanakan
terjadi pada tanggal 25 Maret 2014.

Disamping akun Deposit Pelanggan, akun lain yang perlu penyesuaian


adalah akun Penadapatan Diterima Di Muka.

CONTOH KASUS:

PT JAK menyewakan salahsatu ruang kantornya senilai Rp 100 juta kepada


PT Maju Jaya selama 5 tahun. Atas Sewa tersebut PT JAK menerima
pembayaran penuh.

Sama seperti Deposit Pelanggan, penerimaan pembayaran sewa ini juga tidak
diakui sebagai pendapatan, melainkan sebagai Pendapatan Sewa Diterima Di
Muka yang saldonya akan disesuaikan setiap akhir periode dengan
memasukkan JURNAL PENYESUAIAN.

4. Biaya Diakrualkan
Suatu biaya diakrualkan apabila biaya tersebut sudah harus diakui sementara
angka pastinya belum diketahui. Kondisi ini lumrah terjadi pada biaya listrik,
biaya telepon dan biaya gaji.

CONTOH KASUS:

Sesuai dengan prinsip kesesuaian (matching principle), pengunaan listrik

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 13 of 24
Sesuai dengan prinsip kesesuaian (matching principle), pengunaan listrik
PT. JAK untuk bulan Januari 2014 harus diakui di bulan yang sama,
sementara tagihan dari PLN biasanya baru diterima sekitar tanggal 15-20
Februari 2014sehingga angka Biaya Listrik belum diketahui secara
pasti.

Agar biaya listrik Januari bisa diakui di bulan Januari maka menjelang penutupan
buku (31 Januari 2014) PT JAK mengakrualkan Biaya Listrik dengan
menggunakan tagihan bulan sebelumnya sebagai patokan. Sehingga pengakuan
Biaya Listrik diakrualkan dengan jurnal sbb:

[Debit]. Biaya Listrik = Rp 50,500,000 (masuk ke Laba/Rugi)


[Kredit]. Biaya Diakrualkan = Rp 50,500,000 (Masuk ke Liabilita di Neraca)
(Catatan: Angka Rp 50,500,000 diambil dari tagihan listrik bulan sebelumnya).

Disamping itu, PT JAK juga mengakrualkan Biaya Telpon untuk Januari


2014, karena kondisi yang sama dengan Biaya Listrik. Menggunakan biaya
telepon bulan sebelumnya, pada tanggal 31 Januari PT JAK mengakrualkan
pengakuan biaya telepon dengan jurnal sbb:

[Debit]. Biaya Telepon = Rp 7,500,000 (masuk ke Laba/Rugi)


[Kredit]. Biaya Diakrualkan = Rp 7,500,000 (Masuk ke Liabilita di Neraca)
(Catatan: Angka Rp 7,500,000 diambil dari tagihan telepon bulan sebelumnya).

PT JAK bayar gaji setiap tanggal 5, sehingga untuk Biaya Gaji bulan Januari
2014 angka pastinya baru bisa diketahui antara tanggal 2-3 Februari 2014.
Agar biaya gaji bulan Januari bisa diakui diakui di bulan yang sama, maka
tanggal 31 Januari 2014 PT JAK mengakrualkan biaya gaji sbb:

[Debit]. Biaya Gaji = Rp 125,800,000 (masuk ke Laba/Rugi)


[Kredit]. Biaya Diakrualkan = Rp 125,800,000 (Masuk ke Liabilita di Neraca)
(Catatan: Angka Rp 125,800,000 diambil dari catatan Biaya Gaji bulan
sebelumnya).

Yang paling penting untuk disadari dalam hal ini adalah: biaya listrik,
biaya telepon dan biaya gaji PT JAK belum mewakili kondisi
sebenarnya. Sehingga, pengakuan Laba/Rugi PT JAK untuk periode Januari
2014 bisa jadi lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya. Artinya juga,
akun Laba Ditahan PT JAK di Neraca juga belum mewakili nilai sebenarnya.
Untuk itu perlu di sesuaikan ketika tagihan masing-masing biaya dketahui secara
pasti.

Misalnya:

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 14 of 24
Misalnya:

Tanggal 3 Februari 2014, Bagian HRD PT. JAK mengajukan Biaya Gaji untuk
Januari 2014 sebesar Rp 128,000,000. Dari sini staf accounting PT JAK
mengetahui bahwa Biaya Gaji yang dibebankan di Januari 2014 lebih kecil Rp
2,200,000 (=128,000,000 125,800,000) diabandingkan biaya sebenarnya.
Berarti pengakuan Laba PT JAK untuk Januari 2014 menjadi lebih diakui Rp
2,200,000thus saldo Laba Ditahan juga menjadi lebih diakui sejumlah yang
sama. Untuk itu perlu disesuaikan agar mewakili kondisi sebenaranya dengan
memasukkan JURNAL PENYESUAIAN sbb:

[Debit]. Laba Ditahan = Rp 2,200,000 (Saldo Laba Ditahan berkurang 2,200,000)


[Debit]. Biaya Diakrualkan = Rp 125,800,000 (Saldo Biaya Diakrualkan menjadi
nol)
[Kredit]. Utang Gaji = Rp 128,000,000 (Sesuai yang diajukan HRD)

Saat gaji dibayarkan (Tanggal 5 Februari 2014), PT. JAK memasukkan Jurnal sbb:

[Debit]. Utang Gaji = Rp 128,000,000 (saldo Utang Gaji menjadi nol)


[Kredit]. Kas = Rp 128,000,000 (saldo Kas berkurang Rp 128,000,000)

Pada tanggal 15 Februari 2014 PT JAK menerima tagihan dari PLN untuk
penggunaan Listrik Januari 2014 sebesar Rp 49,000,000. Sehingga pengakuan
Biaya Listrik Januari lebih besar Rp 1,500,000 (=50,500,000 49,000,000)
dibandingkan tagihannya. Artinya saldo Laba Ditahan kurang diakui sebesar
yang sama. Agar mewakili kondisi sebenarnya, maka PT. JAK memasukan
JURNAL PENYESUAIAN sbb:

[Debit]. Biaya Diakrualkan = Rp 50,500,000 (Saldo Biaya Diakrualkan menjadi


nol)
[Kredit]. Laba Ditahan = Rp 1,500,000 (Saldo Laba Ditahan bertambah 1,500,000)
[Kredit]. Utang PLN = Rp 49,000,000 (Sesuai tagihan dari PLN)

Saat Listrik di bayar (Tanggal 18 Februari 2014), PT. JAK memasukkan Jurnal sbb:

[Debit]. Utang PLN = Rp 49,000,000 (saldo Utang-PLN menjadi nol)


[Kredit]. Kas = Rp 49,000,000 (saldo Kas berkurang Rp 49,000,000)

Pada tanggal 17 Februari 2014 PT JAK menerima tagihan dari PT TELKOM


INDONESIA untuk penggunaan telepon Januari 2014 sebesar Rp 7,000,000.
Sehingga pengakuan Biaya Telepon Januari lebih besar Rp 500,000 (=7,500,000-
7,000,000) dibandingkan tagihannya. Artinya saldo Laba Ditahan juga kurang

diakui sebesar Rp 500,000. Supaya mewakili kondisi sebenarnya, maka PT. JAK

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 15 of 24
diakui sebesar Rp 500,000. Supaya mewakili kondisi sebenarnya, maka PT. JAK
memasukan JURNAL PENYESUAIAN sbb:

[Debit]. Biaya Diakrualkan = Rp 7,500,000 (Saldo Biaya Diakrualkan menjadi nol)


[Kredit]. Laba Ditahan = Rp 500,000 (Saldo Laba Ditahan bertambah 500,000)
[Kredit]. Utang PT TELKOM = Rp 7,000,000 (Sesuai tagihan dari PT TELKOM)

Saat Telepon di bayar (Tanggal 19 Februari 2014), PT. JAK memasukkan Jurnal
sbb:

[Debit]. Utang PT TELKOM = Rp 7,000,000 (saldo Utang PT TELKOM menjadi


nol)
[Kredit]. Kas = Rp 7,000,000 (saldo Kas berkurang Rp 49,000,000)

Itulah yang disebut jurnal penyesuaian (adjustment entry).

Kesimpulan: Jurnal Pembetulan vs


Penyesuaian
Jurnal pembetulan dan jurnal penyesuaian, 2 jenis jurnal yang dibuat untuk
maksud berbeda.

Jurnal Pembetulan/Koreksi (Correction Entry), adalah jurnal khusus yang


dibuat untuk memperbaiki keslahan jurnal. Perbaikan atas kesalahan akun
sering disebut reklasikasi. Kesalahan jurnal bisa terjadi pada akun mana saja.
Bila kesalahan terjadi pada transaksi di periode yang sama, jurnal pembetulan
selalu dianjurkan. Namun bila kesalahan terjadi di periode berbeda, maka perlu
mempertimbangkan apakah kesalahan tergolong self-corrected atau tidak.
Jurnal koreksi diperlukana pada transaksi yang tidak self-corrected.

Sedangkan Jurnal Penyesuaian (Adjustment Entry) adalah jurnal yang dibuat


untuk menyesuaikan nilai saldo akun-akun tertentu agar sesuai dengan kondisi
sebenarnya. Akun yang saldonya perlu disesuaikan biasanya akun yang timbul
akibat adanya pengakuan biaya yang disegerakan (=diakrualkan) atau ditunda
(=dideferalkan). Beberapa contoh akun yang biasanya memerlukan jurnal
penyesuaian, antara lain: Deposit Supplier, Biaya Dibayar Di Muka (Prepaid),
Akumulasi Penyusutan/Amortisasi, Deposit Pelanggan dan Pendapatan Diterima
Dimuka, Biaya Diakrualkan.

222 Shares

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 16 of 24
222 Shares

! 183 " 34 # 1 $ 4

Apakah artikel ini membantu? Ya Tidak

#adjustment entry #correction entry #Jurnal #Jurnal Koreksi #Jurnal


Pembetulan #Jurnal Penyesuaian

Akuntan Publik dan KAP: 10 Hal Cara Mulai Menerapkan Akuntansi


Yang Perlu Diketahui Pada Perusahaan Lama Terbengkalai

Tentang Penulis

Mr. JAK
Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar,
khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.

Lihat semua artikel

Baca juga

Dasar Akunpreneur Dasar


Cara Mudah Membuat Jurnal Memahami Logika Laporan
Akuntansi Keuangan (Neraca dan Laba
Rugi)

Akuntansi Dasar Akunpreneur Akuntansi

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 17 of 24
Akuntansi Dasar Akunpreneur Akuntansi
Cara Membuat Rekonsiliasi Intermediate
Bank: Selangkah Demi... Bagaimana Mencatat Pengeluaran
Sebelum Perusahaan...

Akuntansi Dasar Akuntansi Dasar


Siklus Pembukuan dan Akuntansi Format Laporan Keuangan 1:
Selangkah-Demi-Selangkah Laporan Laba-Rugi

9 Comments
Login to Facebook to Post a Comment

Heather Whyte
Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk akhir perayaan
tahun? Pinjaman untuk ekspansi bisnis? Pinjaman More
Nov 22, 2014

Rasyadhiar Rachman
wah, menambah wawasan sekali. walaupun begitu, seharusnya
hati2 dalam menjurnal. Bisa kena marah bos nanti.hehe
Jan 19, 2014

Erhil NonHack
Pembelajaran yg sangat bermanfaat, sy sangat suka belajar di
JAK ini karena paparannya mudah dimengerti More
Jan 19, 2014
Geys Fahmi Akbar
biaya yang masih harus dibayar if i'm not wrong, soalnya itu
bagian liabilitas
Jan 24, 2014

Andreas Monang Manalu


Terimakasih atas pembelajaran yang diberikan oleh Jak, tapi saya
ada pertanyaan begini : jika terjadi More
Feb 1, 2014
Bani Oye
terima kasih atas materi nya benar-benar bermanfaat sekali
Apr 25, 2014

Mas A'ab
maaf untuk contoh jurnal pembetulan di upah tertulis 25.070.000
jari selisihnya harusnya 2.630.00
Jul 17, 2014

Adie Yumbar
Pak mau tanya tentang Akumulasi Penyusutan,
Bagaimana jika masa penyusutan sudah habis tapi barang
tersebut masih bisa dipake.
bagaimana cara menjurnalkannya???
5 November at 06:35

11 Komentar

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 18 of 24
Johan
Jan 19, 2014 at 12:23 pm

JAK,

Untuk Biaya Akrual Listrik dan air yang tidak di ketahui nilainya, apakah bisa jadi
optional.
Karena bukannya jurnal itu di lakukan apabila kita terima misalnya tagihan listrik/air.
dan untuk menghindari jurnal koreksi terlalu banyak.

Johan

Balas

Mr. JAK
Jan 19, 2014 at 11:40 pm

Harusnya bukan optional, biaya januari ya harus diakui di januari. Lagipula biaya
listrik & telp kan relative konstant. Kalaupun estimasinya meleset, palingan nggak
banyak.

Balas

Agnes Ginting
Jan 19, 2014 at 1:54 pm

helpful article

Balas

Mr. JAK
Jan 19, 2014 at 11:41 pm

Glad you nd it helpful !

Balas

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 19 of 24
john
Jan 19, 2014 at 7:08 pm

kata lain dari Biaya Diakrualkan itu apa ya JAK? apakah accrued expense?

Balas

Mr. JAK
Jan 19, 2014 at 11:43 pm

Yups, Englishnya Accrued Expense. Indonesianya, kadang disebut biaya


diakrualkan atau akrual saja.

Balas

akuntansidanpajak.com
Feb 24, 2014 at 1:58 pm

Kalo pembetulan jurnal yang salah langsung dibetulkan pada saat itu juga,
sedangkan penyesuaian tidak menghapus jurnal yang salah tersebut

Balas

andi
May 17, 2014 at 12:40 pm

tolong dibantu pak, saya menemukan transaksi di 31 des 2013 sbb :


laba rugi (dr) 18.000.000 (kas mata uang asing)
kas mata uang asing (cr) 18.000.000 (laba ditahan)
apakah ini jurnal yg wajar mohon penjelasannya, tks

Balas

rekonsiliasi bank
Aug 6, 2014 at 11:45 pm

ya mudah dimengerti pak, terima kasih tulisannya

Balas

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 20 of 24
Balas

Danang
Aug 21, 2014 at 4:04 am

Pagi Mr Jak,

Mau tanya, Bagaimana jurnal penyesuaian jika ditemukan permasalahan :


Ketika akhir tahun perusahaan Stock Opname barang dagangnya sebesar Rp 100,
akan tetapi pada saldo akhir di pembukuan sebesar Rp 150.

Mohon penjelasannya.
Terima kasih banyak

Balas

naya
Oct 12, 2015 at 12:52 pm

artikel2nya sangat membantu JAK, terimakasih..

Balas

Silahkan berkomentar

Nama * Surel * Website

Komentar anda

Post Komentar

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 21 of 24
Post Komentar

BIMBINGAN KARIR

7 Peluang Karir dan Pekerjaan Renungan Akhir Tahun 2013 Meminimalkan Hambatan
di Bidang Perpajakan Bagi Orang Accounting Dalam Pekerjaan Akuntansi

Beli Gmail U/
Domain Anda
Alamat Email Bisnis
Khusus. Mulai Uji Coba
Gratis 30 Hari.

google.com/apps/gmail

TERPOPULAR

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 22 of 24
Cara Mudah Membuat
Jurnal Akuntansi

Memahami Logika
Laporan Keuangan
(Neraca dan Laba...

Cara Membuat
Rekonsiliasi Bank:
Selangkah Demi...

Bagaimana Mencatat
Pengeluaran Sebelum
Perusahaan...

Siklus Pembukuan dan


Akuntansi...

Jurnal Akuntans
10,704 likes

Like Page Share

Be the first of your friends to like


this

TERKINI

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 23 of 24
TERKINI

Risiko Audit (Audit


Risk) dan Contoh
Terapannya

Cara Efektif Belajar


Akuntansi Tanpa Bla
Bla Omong...

Cara Membuat Cash


Budget (Plus Contoh
Kertas Kerja)

5 Konsep Balance Yang


Perlu Dikuasai Orang
Accounting

5 Perbedaan Mendasar
Auditor Eksternal Vs
Internal...

FEATURED POSTS

Cara Efektif Belajar


Akuntansi Tanpa Bla
Bla Omong...

MAU ARTIKEL DI EMAIL?

1. Masukkan alamat email:

Subscribe
2. Klik tombol Subscribe. 3. Buka inbox
lalu klik link verkasi yg diberikan

2015 Copyright JurnalAkuntansiKeuangan.com. All Rights reserved.

Home Tentang JAK Privacy Policy Ketentuan Tanya-Jawab Hubungi JAK

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2014/01/apa-bedanya-jurnal-penyesuaian-dengan-pembetulan/ 08/11/15 23.12


Page 24 of 24