Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH FISIKA

MANFAAT RADIOAKTIF DALAM BIDANG TEKNOLOGI DAN


KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Disusun oleh :

MOH. LUTHFI IMAWAN (XII IPA 4/26)

SMA NEGERI 1 MADIUN


Jalan Mastrip no. 19
MADIUN
Isi
MANFAAT RADIOAKTIF DALAM BIDANG TEKNOLOGI DAN KEHIDUPAN SEHARI-
HARI

Penggunaan zat-zat radioaktif merupakan bagian dari teknologi nuklir yang relatif cepat
dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini disebabkan zat-zat radioaktif mempunyai
sifat-sifat yang spesifik, yang tidak dimiliki oleh unusr-unusr lain. Dengan memanfaatkan
sifat-sifat radioaktif tersebut, maka banyak persoalan yang rumit yang dapat disederhanakan
sehingga penyelesaiannya menjadi lebih mudah.
Salah satu sifat dari radioaktif yaitu mampu untuk menembus benda padat.
Sifat ini banyak digunakan dalam teknik radiografi yaitu pemotretan bagian dalam
suatu benda dengan menggunakan radiasi nuklir seperti sinar-x, sinar gamma dan
neutron. Hasil pemotretan tersebut direkam dalam film sinar-x.
Radioaktif merupakan kumpulan beberapa tipe partikel subatom, biasanya disebut sinar
gamma, neutron, elektron, dan partikel alpha. radioaktif itu bersifat melaju melalui
celah/rongga ruang dengan kecepatan tinggi, yaitu sekitar 100,000 mili persekon. Tentunya
Radioaktif dengan mudah bisa masuk ke tubuh dan merusak sel alami yang telah disusun
tubuh. Ini bisa menyebabkan sel kanker yang mematikan didalam tubuh kita, dan jika
mengenai bagian reproduksi, bisa merusak generasi manusia.

A. Bidang Kedokteran
Penggunaan radioaktif untuk kesehatan sudah sangat banyak, dan sudah berapa juta orang
di dunia yang terselamatkan karena pemanfaatan radioaktif ini. Sebagai contoh sinar X untuk
penghancur tumor atau untuk foto tulang. Berdasarkan radiasinya
1) Sterilisasi radiasi.
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat
digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai
beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional (menggunakan
bahan kimia), yaitu:
a) Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme.
b) Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia.
c) Karena dikemas dulu baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri
lagi sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu
baru dikemas, maka dalam proses pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit
penyakit.

4
2) Terapi tumor atau kanker.
Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel
normal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor ternyata
lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan
dengan mengarahkan radiasi secara tepat pada sel-sel kanker tersebut.

3) PenentuanKerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer


Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi
gamma atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X yang diserap
oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam
tulang. Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat bone densitometer
tersebut. Teknik ini bermanfaat untuk membantu mendiagnosis kekeroposan tulang
(osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada usia menopause (mati haid) sehingga
menyebabkan tulang muda (Yudhi, 2008).

4) Three Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt)


Terapi radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit
radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. Perkembangan teknik
elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade ini telah membawa
perkembangan pesat dalam teknologi radioterapi. Dengan menggunakan pesawat
pemercepat partikel generasi terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi
kanker dengan sangat presisi dan tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya
yang sangat selektif untuk membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi,
memformulasikan serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target.
Dengan memanfaatkan teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda
pembedahan dengan menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife).
Dengan teknikini kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah
konvensional menjadi dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini, bahkan tanpa perlu
membuka kulit pasien dan yang terpenting tanpa merusak jaringan diluar target (Yudhi,
2008).

5) Teknik Pengaktivan Neutron


Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh
terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil
(Co, Cr, F, Fe, Mn, Se, Si, V, Zn dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda
konvensional. Kelebihan teknik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan
kepekaannya sangat tinggi. Di sini contoh bahan biologik yang akan diperiksa ditembaki
dengan neutron (Yudhi, 2008).

5
Penggunaan radioaktif dalam bidang kedokteran terutama untuk pendeteksian jenis
kelainan di dalam tubuh dan untuk penyembuhan kanker yang sangat sukar dioperasi
menggunakan metode lama. Prinsip radioaktif ini juga dimanfaatkan untuk pengetesan
kualitas bahan di dalam suatu industri yang dapat dipergunakan dengan mudah dan dengan
ketelitian yang tinggi. Radioisotop yang digunakan dalam bidang kedokteran dapat berupa
sumber terbuka (unsealed source) dan sumber tertup (sealed source). Ketika radioisotop
tersebut tidak dapat dipergunakan lagi, maka sumber radioaktif bekas tersebut sudah
menjadi limbah radioaktif.
Dalam bidang kedokteran, radiografi digunakan untuk mengetahui bagian dalam dari
organ tubuh seperti tulang, paru-paru dan jantung. Dalam radiografi dengan menggunakan
film sinar-x, maka obyek yang diamati sering tertutup oleh jaringan struktur lainnya,
sehingga didapatkan pola gambar bayangan yang didominasi oleh struktur jaringan yang
tidak diinginkan. Hal ini akan membingungkan para dokter untuk mendiagnosa organ
tubuh tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka dikembangkan teknologi yang lebih canggih
yaitu CT-Scanner.
Radioisotop Teknesium-99m (Tc-99m) merupakan radioisotop primadona yang
mendekati ideal untuk mencari jejak di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan radioisotop ini
memiliki waktu paro yang pendek sekitar 6 jam sehingga intensitas radiasi yang
dipancarkannya berkurang secara cepat setelah selesai digunakan. Radioisotop ini
merupakan pemancar gamma murni dari jenis peluruhan electron capture dan tidak
memancarkan radiasi partikel bermuatan sehingga dampak terhadap tubuh sangat kecil.
Selain itu, radioisotop ini mudah diperoleh dalam bentuk carrier free (bebas pengemban)
dari radioisotop molibdenum-99(Mo-99) dan dapat membentuk ikatan dengan senyawa-
senyawa organik. Radioisotop ini dimasukkan ke dalam tubuh setelah diikatkan dengan
senyawa tertentu melalui reaksi penandaan (labelling).
Di dalam tubuh, radioisotop ini akan bergerak bersama-sama dengan senyawa yang
ditumpanginya sesuai dengan dinamika senyawa tersebut di dalam tubuh. Dengan
demikian, keberadaan dan distribusi senyawa tersebut di dalam tubuh yang mencerminkan
beberapa fungsi organ dan metabolisme tubuh dapat dengan mudah diketahui dari hasil
pencitraan. Pencitraan dapat dilakukan menggunakan kamera gamma. Radioisotop ini
dapat pula digunakan untuk mencari jejak terjadinya infeksi bakteri, misalnya bakteri
tuberkolose, di dalam tubuh dengan memanfaatkan terjadinya reaksi spesifik yang
disebabkan oleh infeksi bakteri. Terjadinya reaksi spesifik tersebut dapat diketahui
menggunakan senyawa tertentu, misalnya antibodi, yang bereaksi secara spesifik di tempat
terjadinya infeksi. Beberapa saat yang lalu di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR)
BATAN telah berhasil disintesa radio farmaka bertanda teknesium-99m untuk mendeteksi
infeksi di dalam tubuh. Produk hasil litbang ini saat ini sedang direncanakan memasuki
tahap uji klinis.

6
SebagaiPerunut
Dalam bidang kesehatan radioisotop digunakan sebagai perunut (tracer) untuk mendeteksi
kerusakan yang terjadi pada suatu organ tubuh. Selain itu radiasi dari radioisotop tertentu
dapat digunakan untuk membunuh sel-sel kanker sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan
untuk mengangkat jaringan sel kanker tersebut. Berikut ini adalah contoh beberapa
radioisotop yang dapat digunakan dalam bidang kesehatan.

Contoh radioisotop dalam bidangkedokteran :


I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok,
hati dan otak
Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung
Tc-99 & Ti-201 Mendeteksi kerusakan jantung
Na-24 Mendeteksi gangguan peredaran darah
Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru
P-32 digunakan untuk pengobatan penyakit polycythemia rubavera, yaitu
pembentukkan sel darah merah yang berlebihan. Didalam penggunaannya P-32
disuntikkan ke dalam tubuh sehingga radiasinya yang memancarkan sinar beta dapat
menghambat pembentukan sel darah merah pada sumsum tulang. Sedangkan, sinar
gamma dapat digunakan untuk mensterilkan alat-alat kedokteran, sebelum dikemas dan
ditutup rapat, misalnya pada proses sterilisasi alat suntik. Sebenarnya sebelum dikemas,
alat suntik sudah disterilkan. Tetapi, pada proses pengemasan masih mungkin terjadi
kontaminasi, sehingga setelah alat suntik tersebut dikemas dan ditutup rapat perlu
dilakukan sterilisasi ulang dengan menggunakan sinar gamma.
Fe-59 Mempelajari pembentukan sel darah merah
Cr-51 Mendeteksi kerusakan limpa
Se-75 Mendeteksi kerusakan Pankreas
Tc-99 Mendeteksi kerusakan tulang dan paru-paru
Ga-67 Memeriksa kerusakan getah bening
C-14 Mendeteksi diabetes dan anemia
Co-60 Membunuh sel-sel kanker

Berbagai jenis radio isotop digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi (diagnosa)
berbagai jenis penyakit antara lain: teknesium (Tc-99), talium-201 (Ti-201), iodin 131(1-131),
natrium-24 (Na-24), ksenon-133 (Xe-133) dan besi(Fe-59). Tc-99 yang disuntikkan ke dalam
pembuluh darah akan diserap terutama oleh jaringan yang rusak pada organ tertentu, seperti
jantung, hati dan paru-paru. Sebaliknya Ti-201 terutama akan diserap oleh jaringan yang sehat
pada organ jantung. Oleh karena itu, kedua isotop itu digunakan secara bersama-sama untuk
mendeteksi kerusakan jantung.

7
1-131 akan diserap oleh kelenjar gondok, hati dan bagian-bagian tertentu dari otak. Oleh
karena itu, 1-131 dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati
dan untuk mendeteksi tumor otak. Larutan garam yang mengandung Na-24 disuntikkan ke
dalam pembuluh darah untuk mendeteksi adanya gangguan peredaran darah misalnya apakah
ada penyumbatan dengan mendeteksi sinar gamma yang dipancarkan isotop Natrium tsb.
Xe-133 digunakan untuk mendeteksi penyakit paru-paru. P-32 untuk penyakit mata,
tumor dan hati. Fe-59 untuk mempelajari pembentukan seldarah merah. Kadang-kadang,
radioisotop yang digunakan untuk diagnosa, juga digunakan untuk terapi yaitu dengan dosis
yang lebih kuat misalnya, 1-131 juga digunakan untuk terapi kanker kelenjar tiroid.

Unsur Lain yang Dapat digunakan dalam Bidang Kedokteran


1) Bismuth-213(46 menit): digunakan untuk terapi alfa ditargetkan (TAT), terutama kanker,
karena memiliki energi tinggi (8.4 MeV).
2) Kromium-51(28 detik): digunakan untuk label sel darah merah dan menghitung kerugian
protein gastro-intestinal.
3) Cobalt-60(5,27 tahun): dahulu digunakan untuk radioterapi berkas eksternal, sekarang
lebih banyak digunakan untuk sterilisasi
4) Disprosium-165(2 jam): digunakan sebagai hidroksida agregat untuk perawatan synovecto
myarthritis.
5) Erbium-169(9,4 detik): digunakan untuk menghilangkan rasa sakit arthritis di
sendisinovial.
6) Holmium-166(26 jam): dikembangkan untuk diagnosis dan pengobatan tumor hati.
7) Iodine-125(60 detik): digunakan dalam brachytherapy kanker (prostat dan otak), juga
diagnosa untuk mengevaluasi tingkat filtrasi ginjal dan untuk mendiagnosis deepvein
thrombosis di kaki. Hal ini juga banyak digunakan dalam radioimmuno-pengujian untuk
menunjukkan adanya hormon dalam jumlah kecil.
8) Iodine-131(8 detik) *: banyak digunakan dalam mengobati kanker tiroid dan dalam
pencitraan tiroid, juga dalam diagnosis fungsi hati yang abnormal, ginjal(ginjal) aliran
darah dan obstruksi saluran kemih. Sebuah emitor gamma kuat, tetapi digunakan untuk
terapi beta.
9) Iridium-192(74 detik): disertakan dalam bentuk kawat untuk digunakan sebagai sumber
radioterapi internal untuk pengobatan kanker (digunakan kemudian dihapus).
10) IronBesi-59 (46 detik): digunakan dalam studi metabolisme besi dalam limpa.
11) Lead-212(10.6 jam): digunakan dalam TAT untuk kanker, dengan produk peluruhan Bi-
212,Po-212, Tl-208.

8
12) Lutetium-177(6.7 detik): Lu-177 semakin penting karena hanya memancarkan gamma
cukup untuk pencitraan sedangkan radiasi beta melakukan terapi pada kecil (misalnya
endokrin) tumor. setengah-hidup cukup lama untuk memungkinkan persiapan yang
canggih untuk digunakan. Hal ini biasanya dihasilkan oleh aktivasi neutron dari target
lutetium alam atau diperkaya-176.
13) Molibdenum-99(66 jam) *: digunakan sebagai 'orang tua' dalam generator untuk
menghasilkan teknesium-99m.
14) Palladium-103(17 detik): digunakan untuk membuat benih brachytherapy implan
permanen untuk kanker prostat tahap awal.
15) Fosfor-32(14 detik): digunakan dalam pengobatan polisitemia vera (kelebihan sel darah
merah).
16) Kalium-42(12 jam): digunakan untuk penentuan kalium tukar dalam aliran darah koroner.
17) Renium-186(3,8 detik): digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pada kanker tulang.
18) Renium-188(17 jam): digunakan untuk arteri koroner, menyinari dari balon angioplasty.
19) Samarium-153(47 jam): Sm-153 sangat efektif dalam mengurangi rasa sakit kanker
sekunder bersarang di tulang, dijual sebagai Quadramet. Juga sangat efektif untuk prostat
dan kanker payudara.
20) Selenium-75(120 detik): digunakan dalam bentuk seleno-metionin untuk mempelajari
produksi enzim pencernaan.
21) Sodium-24(15 jam): untuk studi elektrolit dalam tubuh.
22) Stronsium-89(50 detik) *: sangat efektif dalam mengurangi rasa sakit prostat dan kanker
tulang.
23) Technetium-99m(6 jam): digunakan untuk gambar otot kerangka dan jantung pada
khususnya, tetapi juga untuk otak, tiroid, (perfusi dan ventilasi) paru-paru, hati,
limpa,ginjal (struktur dan tingkat filtrasi), kantung empedu, tulang sumsum, ludahdan
kelenjar lakrimal, kolam darah jantung, infeksi dan banyak penelitian medis khusus.
Diproduksi dari Mo-99 dalam generator.
24) Xenon-133(5 detik) *: digunakan untuk paru-paru.
25) Iterbium-169(32 detik): digunakan untuk studi cairan cerebrospinal di otak.
26) Iterbium-177(1,9 jam): nenek moyang Lu-177.
27) Yttrium-90(64 jam) *: digunakan untuk brachytherapy kanker dan sebagai silikat
koloiduntuk menghilangkan rasa sakit arthritis pada sendi sinovial lebih besar. Tumbuh
signifikan dalam terapi.
28) Radioisotop cesium, emas dan ruthenium juga digunakan dalam brachytherapy.

9
29) Karbon-11,Nitrogen-13, Oksigen-15, Fluorin-18: adalah positron emitter digunakan
dalam PET untuk mempelajari fisiologi otak dan patologi, khususnya untuk
pemisahanfokus epilepsi, dan demensia, psikiatri dan studi neuropharmacology. Mereka
juga memiliki peran penting dalam kardiologi F-18 dalam FGD(fluorodeoxyglucose)
telah menjadi sangat penting dalam deteksi kanker dan pemantauan kemajuan dalam
pengobatan mereka, dengan menggunakan PET.
30) Cobalt-57(272 detik): digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan ukuran organ
dan untuk kit diagnostik in-vitro.
31) Tembaga-64(13 jam): digunakan untuk mempelajari penyakit genetik yang mempengaruhi
metabolisme tembaga, seperti Wilsondan penyakit Menke, dan untuk pencitraan PET
tumor, dan terapi.
32) Tembaga-67(2.6 detik): digunakan dalam terapi.
33) Fluor-18sebagai FLT (fluorothymidine) miso,-F (fluoromisonidazole), 18F-kolin:
digunakan untuk pelacak.
34) Gallium-67(78 jam): digunakan untuk pencitraan tumor dan lokalisasi lesi
inflamasi(infeksi).
35) Gallium-68(68 menit): positron emitor digunakan dalam PET dan unit PET-CT Berasal
dari germanium-68 dalam generator.
36) Germanium-68(271 detik): digunakan sebagai 'orang tua' dalam generator untuk
menghasilkan Ga-68.
37) Indium-111(2,8 detik): digunakan untuk studi diagnostik spesialis, misalnya studi otak,
infeksi dan studi usus transit.
38) IIodine-123 (13 jam): semakin digunakan untuk diagnosis fungsi tiroid, ini adalah emitor
gamma tanpa radiasi beta I-131.
39) Iodine-124: pelacak.
40) Krypton-81m(13 detik) dari Rubidium-81 (4,6 jam): gas Kr-81m dapat menghasilkan
gambar fungsi ventilasi paru, misalnya pada pasien asma, dan untuk diagnosis awal
penyakit paru-paru dan fungsi.
41) Rubidium-82(1,26 menit): nyaman PET agen dalam pencitraan perfusi miokard.
42) Stronsium-82(25 detik): digunakan sebagai 'orang tua' dalam generator untuk
menghasilkan Rb-82.
43) Talium-201(73 jam): digunakan untuk mendiagnosa kondisi arteri koroner jantung
penyakit lain seperti kematian otot jantung dan untuk lokasi limfoma tingkat rendah

10
B. Bidang Hidrologi.
1. Untuk menguji kecepatan aliran sungai atau aliranlumpur
Radioisotop ini dapat digunakan untuk mengukur debit air. Biasanya, radioisotop
natrium-24(Na-24) digunakan dalam bentuk garam NaCl. Dalam penggunaannya, garam
ini dilarutkan ke dalam air atau lumpur yang akan diteliti debitnya. Pada tempatatau jarak
tertentu, intensitas radiasi diperiksa, sehingga rentang waktu yang diperlukan untuk
mencapai jarak tersebut dapat diketahui.
2. Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa bawah tanah
Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa-pipa yang ditanam di bawah tanah, biasanya
digunakan radioisotop Na-24 dalam bentuk garam NaCl atau Na2CO3. Radioisotop Na-24
ini dapat memancarkan sinar gamma yang bisa dideteksi dengan menggunakan alat
pencacah radioaktif Geiger Counter.
Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa air, garam yang mengandung radioisotop Na-
24 dilarutkan kedalam air. Kemudian, permukaan tanah di atas pipa air diperiksa dengan
Geiger Counter. Intensitas radiasi yang berlebihan menunjukkan adanya kebocoran.
Radioisotop juga dapat digunakan untuk menguji kebocoran sambungan logam pada
pembuatan rangka pesawat.

C. Bidang Biologis
Dalam bidang biologi, radioisotop dapat digunakan untuk mempelajari mekanisme reaksi
fotosintesis. Radioisotop ini, berupa karbon-14(C-14) atau oksigen-18 (O-18). Keduanya
dapat digunakan untuk mengetahui asal-usul atom oksigen (dari CO2 atau dari H2O) yang
akan membentuk senyawa glukosa atau oksigen yang dihasilkan pada proses fotosintesis.

6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2

Pengukuran Usia Bahan Organik


Radioisotop karbon-14, terbentuk di bagian atas atmosfer dari penembakan atom nitrogen
dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi kosmik.
Karbon radioaktif tersebut di permukaan bumi sebagai karbon dioksida dalam udara dan
sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh karena itu karbon radioaktif itu menyertai
pertumbuhan melalui fotosintesis. Lama kelamaan terdapat kesetimbangan antara karbon-14
yang diterima dan yang meluruh dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan, sehingga mencapai
15,3 dis/menit gram karbon. Keaktifan ini tetap dalam beberapa ribu tahun. Apabila
organisme hidup mati, pengambilan 14C terhenti dan keaktifan ini berkurang. Oleh karena itu
umur bahan yang mengandung karbon dapat diperkirakan dari pengukuran keaktifan jenisnya
dan waktu paruh 14C. ( 12T = 5.730 tahun).

11
Kegunaan lain radioisotop dalam bidang biologi sebagai berikut
1) Mempelajari proses penyerapan air serta sirkulasinya didalam batang tumbuhan.
2) Mempelajari pengaruh unsur-unsur hara selain unsur-unsur N, P, dan K terhadap
perkembangan tumbuhan.
3) Memacu mutasi gen tumbuhan dalam upaya mendapatkan bibit unggul.
4) Mempelajari kesetimbangan dinamis.
5) Mempelajari reaksi pengeseran.

D. Bidang pertanian.
Aplikasi radioisotop si pencari jejak ini di bidang pertanian tidak kalah menariknya.
Radioisotop dapat digunakan untuk merunut gerakan pupuk di sekitar tanaman setelah
ditabur. Gerakan pupuk jenis fosfat,dari tanah sampai ke dalam tumbuhan dapat ditelusuri
dengan mencampurkan radioisotop fosfor-32 (P-32) ke dalam senyawa fosfat di dalam pupuk.
Dengan cara ini dapat diketahui pola penyebaran pupuk dan efektifitas pemupukan.

1) Pemberantasan hama dengan teknik jantanmandul


Radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya hama kubis. Di laboratorium
dibiakkan hama kubis dalam bentuk jumlah yang cukup banyak. Hama tersebut lalu
diradiasi sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah itu hama dilepas di daerah
yang terserang hama. Diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan
jantan mandul dilepas. Telur hasil perkawinan seperti itu tidak akan menetas. Dengan
demikian reproduksi hama tersebut terganggu dan akan mengurangi populasi.

2) Pemuliaan tanaman
Pemuliaan tanaman atau pembentukan bibit unggul dapat dilakukan dengan
menggunakan radiasi. Misalnya pemuliaan padi, bibit padi diberi radiasi dengan dosis
yangbervariasi, dari dosis terkecil yang tidak membawa pengaruh hingga dosis rendah
yang mematikan. Biji yang sudah diradiasi itu kemudian disemaikan dan ditaman
berkelompok menurut ukuran dosis radiasinya.
Radioisotop ini digunakan untuk memicu terjadinya mutasi pada tanaman. Dari proses
mutasi ini diharapkan dapat diperoleh tanaman dengan sifat-sifat yang menguntungkan,
misalnya tanaman padi yang lebih tahan terhadap hama dan memiliki tunas lebih banyak.
Selain itu, radioisotop juga dapat digunakan untuk memperpanjang masa simpan produk-
produk pertanian.

12
3) Penyimpanan makanan
Kita mengetahui bahwa bahan makanan seperti kentang dan bawang jika disimpan
lama akan bertunas. Radiasi dapat menghambat pertumbuhan bahan-bahan seperti itu. Jadi
sebelum bahan tersebut di simpan diberi radiasi dengan dosis tertentu sehingga tidak akan
bertunas, dengan dernikian dapat disimpan lebih lama.

4) Pemupukan
Untuk melaksanakan pemupukan pada waktu yang tepat, dapat digunakan nitrogen-15
(N-15). Pupuk yang mengandung N-15 dipantau dengan alat pencacah. Jika pencacah tidak
mendeteksi lagi adanya radiasi, berarti pupuk sudah sepenuhnya diserapoleh tanaman.
Pada saat itulah pemupukan berikutnya sebaiknya dilakukan. Dari upaya ini akan diketahui
jangka waktu pemupukan yang diperlukan dan sesuai dengan usia tanaman.

E. Bidang Industri
Saat ini radioaktif digunakan oleh industri. Misalnya industri pupuk, atau bahkan
digunakan oleh perusahaan yang mencari sumber sumber baru minyak bumi yang adadi perut
bumi.
1. Pemeriksaan tanpa merusak.
Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam atau
sambungan las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Tehnik ini berdasarkan sifat
bahwa semakin tebal bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang
diteruskan makin berkurang, jadi dari gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam
merata atau ada bagian-bagian yang berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga
itu film akan lebih hitam.

2. Mengontrolketebalan bahan
Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam
dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi
yang diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi
dihubungkan dengan alat penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas
radiasi yang diterima detektor akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur
penekanan lebih kuat sehingga ketebalan dapat dipertahankan.

3. Pengawetan hahan
Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti kayu,
barang-barang seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat meningkatkan mutu tekstil karena
mengubah struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih baik mutu penyerapan
warnanya.

13
Berbagai jenis makanan juga dapat diawetkan dengan dosis yang aman sehingga
dapat disimpan lebih lama. Radiasi sinar gamma dapat dilakukan pada pengawetan
makanan melalui dua cara:
a. Membasmi mikroorganisme, misalnya pada pengawetanrempah-rempah, seperti
merica, ketumbar, dan kemimiri.
b. Menghambat pertunasan, misalnya untuk pengawetantanaman yang berkembang
biak dengan pembentukkan tunas, seperti kentang, bawangmerah, jahe, dan
kunyit.

4. Meningkatkan mututekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil

5. Untuk mempelajaripengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja

Radioisotop sebagai pencari jejak dimanfaatkan di berbagai pengujian. Kebocoran dan


dinamika fluida di dalam pipa pengiriman gas maupun cairan dapat dideteksi menggunakan
radioisotop. Zat yang sama atau memiliki sifat yang sama dengan zat yang dikirim diikut
sertakan dalam pengiriman setelah ditandai dengan radioisotop. Keberadaan radioisotop di
luar jalur menunjukkan terjadinya kebocoran. Keberadaan radioisotop ini dapat dicari
jejaknya sambil bergerak dengan cepat, sehingga pipa transmisi minyak atau gas bumi
dengan panjang ratusan bahkan ribuan km dapat dideteksi kebocorannya dalam waktu relatif
singkat. Radioisotop dapat digunakan pula untuk menguji kebocoran tangki penyimpanan
ataupun tangki reaksi. Pada pengujian ini biasanya digunakan radioisotop dari jenis gas mulia
yang inert(sulit bereaksi), misalnya Xenon-133 (Xe-133) atau Argon-41 (Ar-41), agar tidak
mempengaruhi zat atau proses kimia yang terjadi di dalamnya. Di Pusat Radioisotop dan
Radiofarmka BATAN telah berhasil dibuat Argon-41 untuk perunut gas, Brom-82 dalam
bentuk KBr untuk perunut cairan berbasis air dan brom-82 dalam bentuk dibromo benzena
untuk perunut cairan organik. Selain itu juga radioisotope juga di gunakan utuk pemeriksaan
tanpa merusak, contoh : Memeriksa cacat pada logam, Mengontrol ketebalan bahan,contoh :
Kertas film, lempeng logam, Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni,
Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil. Untuk mempelajari
pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesinbekerja

Sebagaisumber tenaga listrik untuk PLTN


untuk keperluan radiolabeling dan marker, misal pada reaksi kimia dan biokimia
untuk radiotracer, pada proses pemetaansungai bawah tanah, kebocoran pipa bawah
tanah, dll
untuk deteksi tubuh dengan sinar rontgen, CTscan, dll
untuk keperluan radiasi pada proses penemuanbibit tanaman baru, sintesis bahan baru, dll

14
untuk sterilisasi keperluan peralatan medis,dll
untuk deteksi umur fosil atau benda sejarah.
untuk senjata bom nuklir
Reaksi inti mengahsilkan energi yang sangat besar. Pada pembangkit tenaga nuklir
(PLTN), energi inti digunakan untuk memanaskan air sehingga terbentuk uapa. Kemudian,
uap in digunakan untuk mengerakkan turbin. Peregerakan turbin merupakan energi mekanik
yang dapat memberi kemampuan generator untuk mengubah energi mekanik tersebut menjadi
energi listrik. Pada PLTN, reaksi inti berlangsung terkendali di dalam suatu reaktor nuklir.

Radioaktif Sebagai Perunut.

Sebagai perunut, radoisotop ditambahkan ke dalam suatu sistemuntuk mempelajari sistem


itu, baik sistem fisika, kimia maupun sistem biologi.Oleh karena radioisotop mempunyai sifat
kimia yang sama seperti isotop stabilnya, maka radioisotop dapat digunakan untuk menandai
suatu senyawa sehingga perpindahan perubahan senyawa itu dapat dipantau.

F. Bidang Arkeologi
Menentukan umur fosil dengan C-14
Radioisotop memiliki peran yang masih sulit digantikan oleh metode lain. Radioisotop
berperan dalam menentukan usia sebuah fosil. Usia sebuah fosil dapat diketahui dari jejak
radioisotop karbon-14. Ketika makhluk hidup masih hidup, kandungan radioisotop karbon-
14 dalam keadaan konstan, sama dengan kandungan di atmosfer bumi yang terjaga konstan
karena pengaruh sinar kosmis pada sekitar 14 dpm (disintegrations per minute) dalam 1
gram karbon. Hal ini dikarenakan makhluk hidup tersebut masih terlibat dalam siklus
karbon di alam. Namun, sejak makhluk hidup itu mati, dia tidak terlibat lagi ke dalam
siklus karbon di alam. Sebagai akibatnya, radioisotop karbon-14 yang memiliki waktu paro
5730 tahun mengalami peluruhan terus menerus. Usia sebuah fosil dapat diketahui dari
kandungan karbon-14 di dalamnya. Jika kandungan tinggal separonya, maka dapat
diketahuidia telah berusia 5730 tahun.

G. Bidang Pertambangan
Radioisotop memberikan manfaat besar pula di bidang pertambangan. Pada
pertambangan minyak bumi, radioisotop membantu mencari jejak air di dalam lapisan
batuan. Pada pengeboran minyak bumi biasanya hanya sebagian dari minyak bumi yang
dapat diambil dengan memanfaatkan tekanan dari dalam bumi. Jika tekanan telah habis
atau tidak cukup, diperlukan tekanan tambahan untuk mempermudah pengambilannya.
Penambahan tekanan ini dapat dilakukan dencan cara membanjiri cekungan minyak
dengan air yang dikenal dengan flooding.

15
Air disuntikkan ke dalamnya melalui pengeboran sumur baru. Pada proses
penyuntikan air ini perlu kepastian bahwa air yang dimasukkan ke dalam lapisan batuan
benar-benar masuk ke cekungan minyak yang dikehendaki. Di sinilah radioisotop
memainkan peran. Radioisotop kobal-57, kobal-58 dan kobal-60 dalam bentuk ion
komplek hexacyanocobaltate merupakan solusinya. Ion ini akan bergerak bersama-sama
dengan air suntikan sehingga arah gerakan air tersebutdapat diketahui dengan mendeteksi
keberadaan radioisotop kobal tersebut. Radiosotop kobal-60 dalam bentuk
hexacyanocobaltate telah berhasil dibuat diKawasan Puspiptek Serpong Tangerang dan
siap untuk didayagunakan.
Tritium radioaktif dan cobalt 60 digunakan untuk merunut alur-alur minyak bawah
tanah dan kemudian menentukan srategi yang paling baik untuk menyuntikkan air ke
dalam sumur-sumur. Hal ini akan memaksa keluar minyak yang tersisa di dalam kantung-
kantung yang sebelumnya belum terangkat. Berjuta-juta barrel tambahan minyak mentah
telah diperoleh dengan cara ini.

H. BidangPenelitian Kimia
a. Teknik Perunut
Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai reaksi kimia.
Misal pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat diikuti reaksi antara asam
karboksilat dan alkohol.
Dari analisis spektroskopi massa, reaksi esterifikasi yang terjadi dapat ditulis seperti
berikut. (isotop oksigen-18 diberi warna).
Hasil analisis ini menunjukkan bahwa molekul air tidak mengandung oksigen-18.
Adapun jika O 18 berada dalam alkohol maka reaksi yang terjadi seperti berikut.

b. Penggunaan isotop dalam bidangkimia analisis


Penggunaan isotop dalam analisis digunakan untuk menentukan unsur-unsur kelumit
dalam cuplikan. Analisis dengan radioisotop atau disebut radiometrik dapat dilakukan
dengan dua cara yaitu, sebagai berikut.
1) Analisis Pengeceran Isotop
Larutan yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan sejumlah larutan yang
mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat tersebut dipisahkan dan ditentukan
aktivitasnya. Konsentrasi larutan yang dianalisis ditentukan dengan membandingkannya
dengan larutan standar.
2) Analisis Aktivasi Neutron (AAN)
Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur kelumit dalam
cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan logam berat (Cd) dalam sampel
ikat laut. Sampel di radiasi dengan neutron dalam reaktor sehingga menjadi radioaktif.

16
Salah satu radiasi yang dipancarkan adalah sinar ? . Selanjutnya sampel dicacah
dengan spektrometer gamma (? ) untuk menentukan aktivitas dari unsur yang akan
ditentukan.
Dalam bidang kimia, radioisotop dapat digunakan untuk mempelajari mekanisme
reaksi kimia, misalnya radioisotop oksigen-18 (O-18) digunakan untuk mempelajari
mekanisme reaksi esterifikasi. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pada reaksi
esterifikasi, atom O yang membentuk senyawa H2O berasal dari asam karboksilat.
Adapun atom O yang membentuk senyawa ester berasal dari alkohol (Sutresna, 2007).
Radioisotop telah memberikan kontribusi pula di bidang penelitian kimia, utamanya
dalam menelusuri mekanisme reaksi. Radioisotop-radioisotop dari unsur hidrogen,
karbon, nitrogen dan sebagainya telah memainkan peran dalam menjelaskan berbagai
mekanisme reaksi pada reaksi-reaksi senyawa organik.
Radioisotop telah menemukan peran yang luas sebagai pencari jejak. Sampai saat ini,
ketangguhan radioisiotop belum tertandingi oleh pemainlain di bidang ini. Di masa yang
akan datang, kiprah radioisotop si pencari jejak ini tampaknya akan semakin luas. Mudah
mudahan manfaat-manfaat nyata tersebut akan membantu mengikis citranya yang
menyeramkan dan bahkan menakutkan.

I. Bidang Kesenian
Radioisotop dapat juga digunakan untuk mengetahui pemalsuan lukisan.Seorang pemalsu
akan menggunakan cat yang dibuat pada abad sekarang. Dengan mengetahui banyaknya unsur
radioaktif pada cat akan diketahui umur lukisan tersebut sebenarnya.

17
Penutup
Kesimpulan

Penggunaan radioisotop sangat membantu manusia dalam berbagai bidang kehidupan


seperti yang telah disebutkan dalam bab pembahasan, seperti dalam bidang kedokteran untuk
mendeteksi kelainan-kelainan dalam jaringan tubuh, dalam hidrologi untuk menyelidiki
kebocoran-kebocoran, atau dalam bidang pertanian untuk membentuk bibit unggul, dan dalam
penyimpanan makanan pun radioisotop diperlukan. Serta dalam bidang kimia, sains,
pengukuran usia bahan organik, serta dalam bidang industri maupun bidang kesenian.

Saran

1. Penggunaan radioaktif dan radioisotop hendaknya dibarengi pengetahuan dan teknologi


yang tinggi.
2. Penerapan dalam diagnosa berbagai penyakit hendaknya memikirkan efek-efek yang akan
ditimbulkan.
3. Diharapkan penggunaan zat radioaktif dan radioisotop ini untuk kemakmuran dan
kesejahteraan umat manusia.

18
Daftar Pustaka
http://akuntanbiaya.blogspot.com/2011/09/manfaat-radioaktif-dalam-bidang.html
http://ulinnuha46.blogspot.com/2012/04/pemanfaatan-radioaktivitas-dalam.html

19
KATA PENGANTAR

Kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan

kepada penulis untuk dapat menyelesaikan makalah yang berjudul MANFAAT

RADIOAKTIF DALAM BIDANG TEKNOLOGI DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

Tiada gading yang tak retak, maka dari itu penulis menyadari bahwa di dalam

makalah ini masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan karena keterbatasan data dan

pengetahuan penulis serta waktu yang ada. Oleh karena itu dengan rendah hati penulis

mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari kalangan pembimbing untuk

kesempurnaan makalah ini.

Dan penulis berharap melalui makalah ini dapat memberikan inspirasi bagi siswa

untuk lebih giat belajar dan mengukir prestasi.

Akhir kata, Penulis berharap makalah yang sederhana ini dapat membawa manfaat

besar bagi pembacanya. Amin.

Madiun, Januari 2013

Penulis

2
Daftar Isi

Judul ........................................................................................................................... 1

Kata Pengantar ................................................................................................... 2

Daftar Isi ............................................................................................................... 3

Isi ........................................................................................................................... 4

Penutup

Kesimpulan ................................................................................................... 18
Saran ............................................................................................................... 18

Daftar Pustaka ................................................................................................... 19