Anda di halaman 1dari 13

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional
dimana penelitian ini mendeteksi seberapa kuat atau besarnya hubungan
data dalam suatu penelitian (Riduwan dan Sunarto, 2009). Dalam
penelitian ini akan dilihat hubungan antara linguistic intelligence, logical-
mathematics intelligence, dan spatial intelligence dengan prestasi belajar
matematika siswa.

B. Variabel Penelitian
Sugiyono (2011) menyatakan variabel penelitian adalah suatu
atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang
mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan ditarik kesimpulannya.
Dalam penelitian ini menggunakan 3 (tiga) variabel bebas
(independent variabel) yaitu linguistic intelligence sebagai X1; logical-
mathematics intelligence sebagai X2, dan spatial intelligence sebagai X3;
dan variabel terikat (dependent variabel) yang digunakan adalah prestasi
belajar matematika siswa kelas VIII pada SMP Negeri 3 Salatiga sebagai Y.

C. Subjek dan Lokasi Penelitian


Subjek yang diteliti adalah siswa SMP Negeri 3 Salatiga kelas VIII.
Pemilihan kelas VIII sebagai populasi dalam penelitian ini dikarenakan
kelas VIII dipandang sebagai kelas yang berada pada posisi stabil. Kelas
VIII di SMP Negeri 3 Salatiga dibagi menjadi 8 (delapan) kelas, dimana
pembagian kelas tidak didasarkan atas ranking dari kelas pandai, kelas
sedang, atau kelas kurang pandai tetapi dilakukan secara acak.
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas
VIII SMP Negeri 3 Salatiga sebanyak 8 kelas dengan jumlah siswa
sebanyak 196 siswa.

24
25

2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2011). Arikunto (1998) apabila
populasi penelitian besarnya kurang dari 100 sebaiknya
dilakukan penelitian populasi namun apabila lebih dari 100
dapat diambil sampel 10% - 15% atau 20% - 25% tergantung
dari kemampuan tenaga, waktu, dan dana serta luasnya wilayah
penelitian. Dalam penelitian ini digunakan sampel sebanyak 47
siswa yaitu 24% dari populasi.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Teknik ini
merupakan teknik pengambilan sampel dari sebuah populasi
yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang
ada pada populasi tersebut. Setiap strata ditentukan seimbang
atau sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing-
masing strata tersebut. Pengambilan sampel dilakukan dengan
cara undian.

D. Definisi Operasional
Definisi operasional variabel digunakan untuk kepentingan
pengembangan instrumen atau alat ukur, dikemukakan sebagai berikut:
1. Variabel Bebas (Independent variabel)
a. Kecerdasan Linguistik (linguistic intelligence)
Linguistic Intelligence/Kecerdasan linguistik, sebagai
kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata
secara efektif baik secara oral maupun tertulis.

b. Kecerdasan Matematis-Logis (logical-mathematics


intelligence)
Logical-mathematical Intelligence/Inteligensi Matematis-logis
adalah Kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan
bilangan dan logika secara efektif.
26

c. Kecerdasan Spasial (spatial intelligence)


Spatial Intelligence/Kecerdasan Ruang-visual adalah
kemampuan untuk menangkap dunia visual secara tepat,
mencakup berpikir dalam gambar, serta kemampuan untuk
menyerap, mengubah, dan menciptakan kembali berbagai
macam aspek dunia visual-spasial.

2. Variabel Terikat (Dependent variabel)


Prestasi belajar matematika adalah hasil belajar yang dicapai
siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan
pembelajaran matematika di sekolah dimana penilaian berasal dari
ranah kognitif/cognitive domain (pengetahuan atau ingatan,
pemahaman, aplikasi, analisis, sintesa, dan evaluasi) yang
ditunjukkan melalui nilai dari evaluasi yang dilakukan oleh guru tiap
semester atau setiap tahun yang dinyatakan dalam angka.

E. Tahapan Penelitian
Hal yang akan dilakukan setelah proposal ini disetujui maka
tahapan-tahapan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut : peneliti
akan menentukan lokasi penelitian dengan menyerahkan surat
pengantar penelitian dari fakultas kepada kepala sekolah SMP Negeri 3
Salatiga; menentukan metode penelitian; menyusun langkah-langkah
operasional penelitian; menentukan populasi dan sampel penelitian;
pengambilan data; pengolahan data; analisa data; dan memberikan
kesimpulan.

F. Teknik Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan
instrumen penelitian berupa angket yaitu dengan cara menyebar angket
kepada responden. Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan
kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberi tersebut
bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna
(Arikunto, 2000). Angket merupakan teknik pengumpulan data dalam
bentuk pemberian pernyataan tertulis melalui sebuah daftar pernyataan
yang sudah dipersiapkan sebelumnya, dan harus diisi oleh subyek
penelitian untuk mengukur suatu variabel. Sebagai pedoman dalam
penyusunan angket ini digunakan skala ordinal yang sering disebut
27

sebagai skala LIKERT yaitu skala yang berisi lima tingkat prefereensi
jawaban dengan pilihan sebagai berikut :1 = Sangat Tidak Sesuai; 2 = Tidak
Sesuai; 3 = Agak Sesuai; 4 = Sesuai; 5 = Sangat Sesuai.

G. Pengukuran Konsep
Ihallauw (2001) konsep adalah simbol yang digunakan untuk
memaknai suatu fenomena. Dari segi bangunan teori, konsep adalah
unsur utama dalam membangun teori. Teori adalah jalur logika atau
penalaran yang digunakan untuk menerangkan hubungan atau pengaruh
antar fenomena yang dikaji. Karena konsep yang diteliti bertumpu pada
asas abstrak, maka agar dapat ditelaah secara empirik, perlu
ditetapkannya asas pengukuran konsep.
Dalam penelitian ini digunakan asas pengukuran konsep skala
ordinal. Dimana jawaban setiap item dalam instrumen dengan frekuensi
tertinggi dianggap secara normatif menunjukkan kecenderungan jawaban
tersebut paling dekat indikator empirik.
Pengumpulan data dalam penelitian ini terdapat dua konsep yang
dipilih yaitu konsep mengenai kecerdasan majemuk/multiple intelligences
(linguistics intelligence, logical-mathematics intelligence, spatial
intelligence) dan prestasi belajar matematika siswa. Agar dapat dilakukan
telaah terhadap konsep secara empirik, perlu dilakukan pengukuran yaitu:
aras pengukuran konsep; skala pengukuran konsep; dan epistemic
correlation terhadap indikator empirik.
Secara terperinci konsep yang dipilihdan indikator yang digunakan
untuk mengukur masing-masing konsep adalah sebagai berikut :
1. Variabel Kecerdasan Majemuk / Multiple Intelligences
Kecerdasan majemuk adalah ukuran kecerdasan yang
ditentukan melalui keunggulan kognitif intelektual siswa dimana
kecerdasan majemuk dimiliki oleh setiap siswa. Untuk
mengukur besarnya kecerdasan majemuk dilakukan dengan
cara menghitung jumlah skor tanggapan siswa terhadap
serangkaian pertanyaan yang masing-masing sub-konsep terdiri
dari sepuluh butir pertanyaan. Konsep kecerdasan majemuk
diukur dalam delapan parameter (Amstrong, 2002) yaitu :
kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan
spasial, kecerdasan kinestetik-badani, kecerdasan interpersonal,
kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis, kecerdasan
28

musikal. Dalam penelitian ini peneliti mengambil tiga sub-


konsep kecerdasan majemuk/Multiple Intelligences yaitu
linguistics intelligence/kecerdasan linguistik, logical-
mathematics intelligence/kecerdasan matematis-logis, spatial
intelligence/kecerdasan spasial.

H. Instrumen Penelitian
Pengambilan data menggunakan satu macam instrumen penelitian
yaitu angket kecerdasan majemuk/Multiple Intelligence Inventory (MII)
yang telah diadaptasi oleh Harms (1998) untuk digunakan pada populasi
siswa di Asia. Multiple Intelligence Inventory (MII) ini terdiri atas 80 butir
pertanyaan untuk mengukur delapan sub konsep kecerdasan majemuk
Multiple Intelligences. Walaupun instrumen yang ada telah diuji validitas
dan reliabilitasnya, untuk kebutuhan penelitian skripsi ini instrumen
penelitian akan diujicobakan lagi dengan menyesuaikan kembali dari segi
pengkalimatan dan kebahasaan setiap butir MII dan meyusun urutan dari
tata butir inventory dan pengkodean data disesuaikan dengan
kemampuan anak SMP kelas VIII. Konsep dan sub-konsep indikator serta
nomor soal dari angket kecerdasan Majemuk/Multiple Intelligences
Inventory (MII) adalah sebagai berikut:
29

Tabel 1
Konsep, Sub-Konsep, Indikator Empirik dan Nomor Butir
Multiple Intellegences Inventory (MII) (Harms, 1998)

Konsep dan Sub-


No Indikator Empirik Nomor Butir Soal
Konsep
1 Linguistics Penguasaan 1. Buku sangat penting bagi
intelligence / berbahasa berasas saya.
kecerdasan tinggi secara lisan 2. Saya telah menulis sesuatu
linguistik yaitu dan tertulis yang sungguh-sungguh bisa
ukuran saya banggakan karena
kompetensi lewat hal ini saya bisa
berbahasa mendapatkan pengakuan
atau penghargaan dari
orang lain.
3. Saya dapat mendengar
kata-kata dalam pikiran
saya sebelum membaca,
berbicara, atau
menuliskannya.
4. Saat berkendaraan ke luar
kota saya menyimak kata-
kata di papan iklan atau
poster daripada
pemandangan yang ada.
5. Saya lebih sering
mendengarkan informasi
dari radio atau
pembicaraan dalam kaset
daripada televisi ataau film.
6. Topik pembicaraan saya
sering berkaitan dengan
hal-hal yang pernah saya
baca atau dengar.
7. Saya suka menghibur diri
sendiri dan orang lain
dengan permainan kata
plesetan atau bunyi-
bunyian tidak logis.
30

Konsep dan Sub-


No Indikator Empirik Nomor Butir Soal
Konsep
1 Linguistics Penguasaan 8. Bahasa Inggris, Ilmu Sosial
intelligence / berbahasa berasas dan Sejarah bagi saya lebih
kecerdasan tinggi secara lisan mudah daripada
linguistik yaitu dan tertulis Matematika dan Ilmu Alam.
ukuran 9. Saya menyukai permainan
kompetensi scrabble, anagram, atau
berbahasa password.
10. Orang lain kadangkala
meminta saya untuk
menjelaskan arti kata dari
tulisan dan ucapan saya.
2 Logical- Kelancaran 11. Saya dapat dengan mudah
mathematics menggunakan menghitung angka-angka
intelligence / konsep abstrak dan dalam benak atau pikiran
kecerdasan matematika dalam saya.
matematis- berpikir ilmiah 12. Saya menyukai permainan
logisyaitu atau memecahkan teka-teki
kelancaran asah otak yang
menangani membutuhkan pemikiran
konsep , pola logis atau nalar.
abstrak dalam 13. Saya kadang berpikir dalam
pembuktian. konsep-konsep yang jelas ,
abstrak, tak terkatakan ,
dan yang tak terbayangkan.
14. Saya suka berpikir mencari
pola-pola keteraturan, atau
tatanan logika pada segala
sesuatu.
15. Saya meras lebih nyaman
jika sesuatu telah terukur,
terkelompokan, teranalisis,
dan terjumlah secara tepat.
16. Saya tertarik dengan
perkembangan baru dalam
ilmu pengetahuan.
17. Saya percaya bahwa hampir
semua hal memiliki
penjelasan yang rasional
atau masuk akal.
31

Konsep dan Sub-


No Indikator Empirik Nomor Butir Soal
Konsep
2 Logical- Kelancaran 18. Saya menyukai aturan
mathematics menggunakan eksperimen atau percobaan
intelligence / konsep abstrak dan bagaimana bila (
kecerdasan matematika dalam
bagaimana bila saya
matematis- berpikir ilmiah
menambahkan air dua kali
logisyaitu
kelancaran lipat dari biasanya pada
menangani tanaman bunga mawar
konsep , pola setiap harinya ).
abstrak dalam 19. Pelajaran kesukaan saya di
pembuktian. sekolah adalah Matematika
dan Ilmu Pengetahuan
Alam ( IPA ).
20. Saya menemukan
kekurangan-kekurangan
logis pada hal-hal yang
dikerjakan dan dikatakan
orang atau teman di rumah,
di sekolah.
3 Spatial Ketajaman 21. Saya dapat melihat gambar
intelligence / pengamatan visual ( bentuk benda-
kecerdasan terhadap dimensi benda ) atau
spasial yaitu benda dan gerak
membayangkan sebuah
kepekaan secara visual.
pandangan benda dengan jelas ketika
inderawi dan saya menutup mata.
memvisualisasi 22. Saya sangat peka terhadap
benda. warna-warna.
23. Saya sering memakai
kamera atau
camcorderatau handycam
untuk merekam apa yang
saya lihat di lingkungan
sekitar.

24. Saya menyukai teka-teki


labirin, teka-teki jigsaw dan
gambar 3D.
32

Konsep dan Sub-


No Indikator Empirik Nomor Butir Soal
Konsep
3 Spatial Ketajaman 25. Saya masih ingat mimpi
intelligence / pengamatan saya tadi malam.
kecerdasan terhadap dimensi
spasial yaitu benda dan gerak 26. Saya tahu jalan dan tidak
kepekaan secara visual. akan tersesat bila berada di
pandangan tempat yang belum saya
inderawi dan kenal atau belum pernah
memvisualisasi
saya kunjungi.
benda.
27. Saya suka menggambar dan
mencorat-coret.
28. Di sekolah saya lebih suka
materi pelajaran geometri (
bangun datar dan bangun
ruang ) dari pada materi
pelajaran aljabar ( sistem
persamaan dan
pertidaksaman linear satu
variabel ).
29. Saya dapat dengan baik
membayangkan bentuk
suatu benda jika telah
mengamati benda tersebut
dengan seksama.
30. Saya lebih suka membaca
buku, koran , atau majalah
yang dilengkapi dengan
banyak gambar di
dalamnya.

Instrumen penelitian yang akan dipakai dalam penelitian ini


diujicobakan dengan metode Try Out terpakai yaitu penyebaran angket
dilaksanakan sekali dan data yang diperoleh langsung digunakan untuk
kepentingan penelitian, selanjutnya dianalisis validitas dan reliabilitasnya.

I. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian


1. Validitas Instrumen
Suryabrata (2008) mengemukakan bahwa validitas instrumen
didefinisikan sebagai sejauh mana instrumen itu
33

merekam/mengukur apa yang dimaksudkan untuk direkam/diukur.


Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner
mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh
kuesioner tersebut (Ghozali, 2005). Uji validitas dapat dilakukan
dengan melakukan korelasi bivariate antara masing-masing skor
indikator dengan total skor konstruk (Ghozali, 2005). Suatu item
dikatakan valid jika koefisien korelasinya 0,3 ( Azwar, 2000 ).
Kategori inilah yang untuk menentukan apakah item dalam
instrumen tersebut valid atau tidak. Perhitungan validitas dalam
penelitian ini menggunakan teknik corrected item total corelation
memakai program SPSS for windows versi 16.0 pada item-item
instrumen penelitian.

n XY ( X)( Y)
r =
n X ( X) n Y ( Y)

Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi antara skor item dengan skor total
n = Jumlah Sampel
XY = Jumlah kali antara skor item dengan skor total
X = Jumlah skor masing-masing item
Y = Jumlah skor seluruh item
(Riduwan dan Sunarto, 2009)

2. Reliabilitas Instrumen
Suatu data penelitian yang valid, data tersebut juga harus
reliable karena akurasi memerlukan konsistensi. Menurut Priadana
(2009) konsep reliabilitas adalah konsistensi di antara butir-butir
pertanyaan atau pertanyaan dalam suatu instrumen. Tingkat
keterkaitan antara butir pertanyaan atau pertanyaan dalam suatu
instrumen untuk mengukur construct tertentu menunjukkan
tingkat reliabilitas konsistensi internal instrumen yang
bersangkutan. Uji reliabilitas dihitung dengan menggunakan rumus
Cronbachs Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel
jika memberikan nilai Cronbachs Alpha> 0,60 (Nunnaly, 1967
dalam Ghozali, 2005). Dalam penelitian ini akan digunakan
34

penghitungan reliabilitas dengan teknik koefisien Alpha Cronbach


menggunakan program SPSS for windows versi 16.0.


= 1
( 1)
Keterangan:
= Koefisien Alpha Cronbach
= Bilangan konstan
= Mean kuadrat error
= Mean kuadrat subyek
(Muhidin dan Abdurahman, 2009)

J. Penentuan Pengukuran Kategori Variabel


Untuk menentukan tinggi rendahnya masing-masing pengukuran
variabel digunakan lima kriteria sesuai dengan banyaknya alternatif
pilihan jawaban dari 1 sampai 5 . Interval untuk menentukan kriteria
variabel digunakan rumus :
1
=
Keterangan :
F = Interval
N = Jumlah alternatif jawaban

Dari rumus diatas diperoleh interval sebesar 0,8 sehingga interval


kategori adalah

1,00 1,79 = Kategori sangat rendah


1,80 2,59 = Kategori rendah
2,60 3,39 = Kategori sedang
3,40 4,19 = Kategori tinggi
4,20 5,00 = Kategori sangat tinggi
(Issu, 2005)
35

K. Teknik Analisis Data


Untuk menganalisis data dalam penelitian digunakan teknik analisis
data berikut:
1. Teknik Analisis Deskriptif
Analisis ini digunakan dengan tujuan untuk membuat
gambaran secara sistematis mengenai data pada masing-masing
variabel penelitian. Pengukuran deskriptif yang dilakukan
seperti pengukuran rata-rata, standar deviasi, range, nilai
maksimum dan nilai minimum. Pengukuran interval frekuensi
variabel penelitian dihitung dengan menggunakan rumus
berikut:

2. Teknik Analisis Korelasi


Teknik analisis korelasi digunakan untuk menentukan hubungan
antar variabel yaitu dalam penelitian ini untuk menentukan
hubungan hubungan antara linguistic intelligence (X1), logical-
mathematics intelligence (X2), dan spatial intelligence (X3) dengan
prestasi belajar matematika siswa (Y).
Penelitian korelasional atau hubungan antar variabel, hubungan
antar variabel dikatakan positif bila nilai suatu variabel X
ditingkatkan, maka akan meningkatkan variabel Y dan sebaliknya
bila nilai suatu variabel X diturunkan, maka akan menurunkan
variabel Y; hubungan antar variabel dikatakan negatif bila nilai suatu
variabel X dinaikkan maka akan menurunkan variabel Y dan
sebaliknya bila nilai suatu variabel X diturunkan maka akan
menaikkan variabel Y.
Kuatnya hubungan antar variabel dinyatakan dalam koefisien
korelasi. Koefisien korelasi positif terbesar atau sempurna = 1,
koefisien korelasi negatif terbesar atau sempurna = -1 dan koefisien
korelasi terkecil = 0. Koefisien korelasi tersebut dapat dinyatakan
dalam interval 1 > r > -1.
Analisis korelasi dilakukan melalui penghitungan dengan
menggunakan formula dari Pearson Product Moment memakai
program SPSS for windows versi 16.0.
36

Rumus korelasi yang digunakan adalah

n XY ( X)( Y)
r =
n X ( X) n Y ( Y)

Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi antara skor item dengan skor total
n = Jumlah Sampel
XY = Jumlah kali antara skor item dengan skor total
X = Jumlah skor masing-masing item
Y = Jumlah skor seluruh item
(Riduwan dan Sunarto, 2009)

3. Teknik Analisis Korelasi Ganda


Teknik analisis korelasi ganda digunakan untuk menentukan
besarnya hubungan dan kontribusi dari dua variabel atau lebih
secara simultan atau bersama-sama dengan variabel terikat, dalam
penelitian ini untuk menentukan hubungan hubungan antara
linguistic intelligence (X1), logical-mathematics intelligence (X2), dan
spatial intelligence (X3) secara simultan dengan prestasi belajar
matematika siswa (Y).
Analisis korelasi ganda dilakukan melalui penghitungan dengan
menggunakan formula dari Pearson Product Moment memakai
program SPSS for windows versi 16.0.
Rumus korelasi ganda adalah sebagai berikut:

r +r 2(r ). (r ). (r )
R =
1r

(Riduwan dan Sunarto, 2009)