Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.

Perkembangan ekonomi di Indonesia semakin banyak mengalami kemajuan,


baik dibidang pendidikan, teknologi, kesehatan maupun bidang yang lainnya.
Pembangunan dibidang kesehatan merupakan suatu kebutuhan yang cukup penting,
karena dengan terciptanya suatu masyarakat yang sehat, baik jasmani maupun
rohani, tujuan dari pembangunan dapat tercapai.
Dewasa ini obat merupakan topik yang sering dibicarakan, mengingat
semakin banyak bermunculan organisasi usaha yang berkecimpung dalam industri
farmasi. Industri farmasi di Indonesia pada saat ini telah tumbuh dan berkembang
sangat pesat. Prospek industri ini masih sangat luas dari potensi pasar di Indonesia
terpampang luas, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatnya
konsumsi obat di Indonesia.
Sehubungan dengan adanya peningkatan taraf kesehatan masyarakat, industri
farmasi yang ada di Indonesia termasuk dalam hal ini PT.Coronet Crown mengalami
kemajuan dalam bidang usahanya. Perkembangan yang menggembirakan ini juga
didukung oleh Pemerintah demi meningkatkan kesehatan masyarakat.
Dalam usaha meningkatkan jumlah produksinya PT.Coronet Crown senantiasa
melakukan penelitian akan produk-produk obat yang ada maupun yang baru.
Tentunya dukungan yang ada bukan hanya dari bagian produksi saja juga melibatkan
bagian lain termasuk bagian manajemen sumber daya manusia yang dikelola oleh
Personalia/Human Resources Departement. Bagian ini cukup penting artinya dalam
menjaga stabilitas usaha yang ada.
Dukungan yang bersifat total dari bagian management personalia akan
membantu suksesnya tujuan perusahaan. Bilamana dukungan yang ada kurang
maksimal akan mempengaruhi laju usaha yang ada. Memang kelihatannya
pengaturan sumber daya manusia yang ada di perusahaan bukan merupakan hal yang
sulit, tetapi sebenarnya bila dilihat lebih mendalam banyak terdapat masalah-
masalah yang cukup rumit, yang melibatkan semua orang di dalam Perusahaan
PT.Coronet Crown. Koordinasi yang baik merupakan kunci utama keberhasilannya
manajemen sumber daya manusia.
Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 1
Akhir-akhir ini banyak orang yang membahas tentang sumber daya manusia, dan
kalau dilihat dengan lebih seksama memang benar bahwa pengaturan dan
pengembangan sumber daya yang baik akan mendukung usaha yang ada agar
berhasil dengan baik.

1.2. Tujuan Praktek Kerja Lapangan


Adapun tujuan praktek kerja lapangan ini antara lain :
1.2.1.Bagi Mahasiswa
1. Merupakan salah satu sarana untuk melihat dan lebih mengenal dunia kerja
secara nyata yang dialami oleh suatu industri (dalam hal ini industri farmasi di
PT.Coronet Crown), sehingga wawasan penulis dapat bertambah luas dan
pemahaman terhadap teori-teori yang didapatkan selama perkuliahan dapat
lebih mendalam.
2. Memenuhi salah satu persyaratan kurikulum dalam memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi di Universitas PGRI Adibuana Surabaya.
1.2.2.Bagi Perusahaan
1. Mendahyagunakan hasil praktek kerja ini sebagai suatu masukan yang
mungkin dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 2


BAB II
TEMUAN DATA

2.1 BIDANG MANAJEMEN DAN ORGANISASI

2.1.1 Nama Badan Usaha


Nama Perusahaan : PT. Coronet Crown
Alamat : Jl. Raya Taman KM,15 Taman Sidoarjo
Bidang Industri : Farmasi
Nama Pemilik Perusahaan : Bapak Antony Liman
Tlp Perusahaan : 031- 7882650
2.1.2 Struktur Kepemilikan
PT.Coronet Crown merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang
farmasi, yang kepemilikannya pada saai ini dimiliki oleh Bapak Antony
Liman selaku investor tunggal perusahaan.
2.1.3 Struktur Organisasi

President

Operation Marketing Finance

Accounting
Prod R&D
QA Etc OTC Dept
Dept Dept
Dep Marketi Marketin
t ng g
Dept Dept

Material General
Engginer
Service Affair
Dept
Dept Dept

Gambar Tabel 2.1.3

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 3


Tugas dari masing masing departement berdasarkan urutan struktur organisasi :
a. President Director
1. Sekaligus pemilik dan penanam modal utama perusahaan.
2. Pembuat kebijaksanaan utama perusahaan yang meliputi strategi baik keluar
negeri ataupun dalam negeri.
3. Menjaga kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang.
4. Menunjuk menajer- menajer dibawahnya untuk menjalakan tugasnya.

b. Operation Director
1. Bekerja sama dengan president director untuk menetapkan standart produksi.
2. Merumuskan peraturan yang menyangkut operational pabrik berdasarkan
peraturan yang dibuat president director.
3. Menyusun rencana kebutuhan biaya (anggaran) untuk material produksi dan
operasional pabrik.
4. Mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan produksi yang telah
disetujui.
c. Marketing Director
1. Membuat rencana strategi pemasaran untuk jangka panjang dan jangka
pendek.
2. Menyusun program dan anggaran penjualan sebagai pelaksanaan dari rencana
pemasaran.
3. Menjaga ketersedian produk di pasar agar tidak kekurangan dan berlebihan.
4. Menggarahkan kegiatan penjualan produk sehingga tercapai sasaran
penjualan.
d. Finance Director
1. Mengaudit laporan keuangan pada publik setiap tahun.
2. Menyelesaikan masalah perpajakan.
3. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan fasilitas kredit.
4. Memeriksa budget yang dibuat finance.
e. Quality Assurance Manager
1. Mengkoordinasi bahan pada gudang bahan baku, gudang setenga jadi dan
pengepakan.
2. Memeriksa bahan baku yang masuk pada gudang bahan baku agar sesuai
dengan spesifikasi yang dipesan.
3. Memeriksa bahan setengah jadi untuk menghindari kesalahan-kesalahan.
4. Memeriksa hasil pengepakan sesuai standart.
f. Production Manager
1. Menetapkan standar kerja.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 4


2. Mengkoordinir penjabaran perkiraan penjualan dalam kebutuhan akan faktor-
faktor produksi.
3. Merencanakan kebutuhan pelatihan yang diperlukan untuk menetapkan
spesifikasinya.
g. Research and Development
1. Mengawasi kegiatan penemuan penggunaan produk baru yang dijual saat ini.
2. Mengawasi kegiatan penelitian yang berkaitan dengan dasar kimia dan fisika
dalam suatu produk.
3. Mengawasi kegiatan penelitian produk produk baru.
h. Etchical and Marketing Manager
1. Membuat rencana penjualan dengan jangka pendek atau jangka menengah.
2. Mengatur produk sesuai dengan ketentuan dari produk ethical.
i. OTC Marketing Manager
1. Melaksanakan sistem, prosedur, program, keuangan, anggaran, dan
pembayaran perusahaan dalam perusahaan.
2. Mengatur penyediaan dan penggunaan dana yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.
3. Menyusun rencana serta proyeksi keuangan perusahaan.
j. Accounting Manager
1. Menyusun anggaran perusahaan berbagai konsolidasi dari semua anggaran
program unit dengan anggaran rutin.
2. Menyajikan laporan keuangan dengan analisinya.
3. Mengkoordinasikan pencatatan sesuai dengan sistem dan prosedur yang
ditetaapkan perusahaan atas transaksi yang menyangkut posisi harta dan rugi
laba.

k. Engginer Manager
1. Mengurusi dan mengatur semua perbaikan dan pemeliharaan mesin.
2. Meninjau fasilitas- fasilitas produksi.
l. Material Service Manager
1. Mengadakan pencatatan, penerimaan dan pengeluaran bahan baku ke luar dan
dari gudang.
2. Mencatat dan mengontrol jumlah bahan baku material yang ada di gudang.
m. General Affair Manager
1. Menyelenggarakan hubungan yang baik antara atasan dan bawahan.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 5


2.1.4. Sejarah Singkat
PT.Coronet Crown di dirikan pada tahun 1960 dengan nama PT Coronet
Syndicate Co. Yang berlokasi di jalan Bibis No.14 Surabaya. Pada tahun 1971,
PT.Coronet Syndicate Co. Membeli PT.Haluan Farmasi Indonesia (HALFI) yaitu
sebuah perushaan farmasi di Surabaya. Selanjutnya lokasi untuk produksi berpindah
ke Jalan Mustika No 12 14 Surabaya, sedangkn kantor untuk dministrasi tetap.
Pada tahun 1985 terjadi perubahan dalam bidang manajemen sehingga PT.Coronet
Syndicate Co. Berganti nama menjadi PT.Coronet Crown yang bergerak di Industri
Farmasi dan merupakan perusahaan swasta nasional.
Selanjutnya pada tahun 1988,lokasi untuk produksi dan kantor administrasi
dipindahkan ke Jalan Raya Taman Km.15 Taman , Sidoarjo. Perpindahan lokasi ini
bertujuan dalam rangka perluasan produksi dan sebagai persyaratan produksi dengan
CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) Sehingga PT.Coronet Crown berhasil
mendapatkan CPOB yang pertama kali di Jawa Timur.
a. Visi Perusahaan
menjadi perusahaan farmasi yang bertaraf global dengan mencapai standart
kualitas produktifitas serta inovasi kelas dunia guna meningkatkan derajat
kesehatan & kualitas hidup manusia.
b. Misi Perusahaan
Kualitas Adalah No 1. PT. Coronet crown menjaga komitmen untuk membuat
produk farmasi dengan pemastian mutu yang ketat & mengacu kepada standart
kefarmasian nasional dan internasional dengan dukungan manajemen di semua
sektor.

2.1.5 Pelaksanaan Fungsi Manajemen


Perusahaan pada saat ini dianalisa dengan menggunakan asas-asas organisasi,
secara rinci penjelasan untuk masing-masing asas organisasi adalah sebagai
berikut :
a. Tujuan Perusahaan
Tujuan perusahaan cukup jelas dan terarah
b. Departemen

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 6


Departemen yang ada berdasarkan fungsi tertentu dan rangkaian kerja yang
cukup baik
c. Pembagian kerja
Pembagian kerja yang sudah ada pada perusahaan saat ini kurang
memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
1. Penambahan atau pengurangan jabatan harus berdasarkan beban kerja
sehingga efektif dan efesien.
2. Menghindari adanya duplikasi jabatan penting yang dapat menghabat
proses pengambilan keputusan.
d. Pelimpahan wewenang berjalan kurang baik, karena :
1. wewenang jabatan kurang jelas
2. Tugas, tanggung jawab dan wewenang yang tidak seimbang dalam tiap
jabatan sehingga mengkibatkan :
a) Proses pengambilan keputusan memerlukan waktu yang lama
b) Pelayanan atau kegiatam kerja tidak dapat berjalan lancar jika
penjabatannya sedang berhalangan
e. Kesatuan Perintah
Kesatuan perintah pada struktur perusahaan saat ini cukup bagus
f. Rentang Manajemen
Struktur organisasi ini memiliki rentang manajemen yang sempit, dengan
rentang manajemen yang sempit semakin banyak tingkat manajemen yang
dilalui komunikasi dan semakin besar kemungkinn ketidakakuratan yang
diterima sehingga proses pengambilan keputusan memerlukan waktu yang
lebih lama.

2.1.6 Pengembangan Perusahaan


Menjadi nomor satu didalam kualitas benar-benar merupakan dambaan
perusahaan dan itu tidak mungkin terjadi bilamana perusahaan tidak memiliki
suatu team penelitian dan pengembangan yang mempunyai kualitas prima.
Didukung dengan perlengkapan dan peralatan teknologi canggih team
perusahaan telah mengembangkan metode-metode yang menjamin keajegkan
dan absorpsi produk yang optimal. Tes keterdapatan hayati baik secara in vitro
(tes yang dilakukan diluar tubuh mahluk hidup, tetapi kondisinya dibuat sama
dengan kondisinya dibuat sama dengan kondisi didalam tubuh mahluk hidup

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 7


itu seperti suhu) maupun in vivo (tes yang dilakukan didalam tubuh mahluk
hidup) merupakan kegiatan yang tak henti-hentinya dilakukan.

2.1.7 Manajemen Menghadapi Masa yang Akan Datang


Pendekatan skenario di perusahan berguna untuk membuat ramalan - ramalan
kebutuhan SDM untuk jangka waktu menengah dan jangka waktu panjang
misalnya :
1. Memproyeksikan Persediaan SDM
Proyeksi adalah perkiraan mengenai jumlah dan jenis karyawan yang dapat
diharapkan merupakan tenaga kerja organisasi pada suatu waktu tertentu
yang akan datang. Proyeksi didasarkan atas suatu perkiraan mengenai
persediaan SDM yang sudah ada sekarang secara cermat,ditambah dengan
pertimbangan mengenai gerakan karyawan melalui organisasi yang
bersangkutan sepanjang waktu.
2. Membandingkan kebutuhan ramalan dengan Proyeksi persediaan
Dengan membandingkan kebutuhan yang diramalkan dengan persediaan
yang di proyeksikan maka perencanaan SDM dapat menentukan kebutuhan
karyawan untuk suatu waktu tertentu dimasa yang akan datang.
3. Merencanakan kebijaksanaan kebijaksanaan dan program - program
Setelah kebutuhan karyawan ditentukan,maka perencanaan SDM menilai
kebijaksanaan dan program alternatif SDM yang telah direncanakan untuk
menangani kelebihan dan kekurangan yang diperkirakan.

2.1.8 Sistem Informasi Manajemen (SIM)


Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat
didefinisikan sebagai satu sistem berbasis komputer yang menyediakan
informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai
biasanya tergabung dalam suatu entitas organisasi formal, seperti Departemen
atau Lembaga suatu Instansi Pemerintahan yang dapat dijabarkan menjadi
Direktorat, Bidang, Bagian sampai pada unit terkecil dibawahnya. Informasi
menjelaskan mengenai organisasi atau salah satu sistem utamanya mengenai
apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 8


yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang tentang organisasi
tersebut. Sekarang kita batasi pemakai adalah di bidang kefarmasian.
Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai nama
obat, harga, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar
organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah
diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan
untuk pengambilan keputusan. Data sendiri merupakan fakta-fakta yang
mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi atau ada di dalam
atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak dapat langsung digunakan untuk
pengambilan keputusan, melainkan harus diolah lebih dahulu agar dapat
dipahami, lalu dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.
Informasi harus dikelola dengan baik dan memadai agar memberikan
manfaat yang maksimal. Penerapan sistem informasi di dalam suatu organisasi
dimaksudkan untuk memberikan dukungan informasi yang dibutuhkan,
khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai tingkatan manajemen.
Sistem informasi yang digunakan oleh para pengguna dari berbagai tingkatan
manajemen ini biasa disebut sebagai: Sistem Informasi Manajemen.
Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu:
aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output).
Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi
untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan,
dan menciptakan produk atau jasa baru. Masukan berperan di dalam
pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yang diperoleh dari dalam
maupun dari lingkungan sekitar organisasi. Pemrosesan berperan untuk
mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih memiliki arti.
Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk mentransfer informasi yang diproses
kepada pihak-pihak atau aktivitas - aktivitas yang akan menggunakan. Sistem
informasi juga membutuhkan umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar
evaluasi dan perbaikan ditahap input berikutnya.

2.2. BIDANG MANAJEMEN SDM / PERSONALIA


2.2.1 Pola Rekruitmen/Penerimaan Pegawai/Persyaratan

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 9


a. Rekruitmen, didalam proses perekrutan termasuk pengusahaan tenaga
kerja, pengerahan tenaga kerja dan pencarian tenaga kerja, perekrutan
tenaga kerja adalah suatu proses mencari tenaga kerja dan mendorong
serta memberikan suatu pengharapan kepada mereka untuk melamar
pekerjaan pada perusahaan. Perekrutan seringkali dianggap sebagai
kondisi yang menyulitkan bagi perusahaan karena harus melakukan
pemilihan.
Hipotesis yang dapat ditarik ialah makin tinggi kuantitas
pencari kerja, makain luas kesempatan untuk memperoleh tenaga kerja
yang memenuhi harapan. Sebaliknya makin rendah kuantitas pencari
kerja, makin terbatas kesempatan untuk memperoleh tenaga kerja yang
diharapkan. Bagi pencari tenaga kerja situasi rekrutmen merupakan
kesempatan untuk melamar suatu pekerjaan, hal itu merupakan suatu
yang menggembirakan, kegiatan pengusahaan tenaga kerja dapat dibuat
lebih selektif dengan jalan membatasi permohonan pada kelompok
khusus, dalam hal mana mungkin akan diperoleh tenaga kerja yang
lebih memenuhi harapan perusahaan.
b. Penerimaan Pegawai. Jumlah calon tenaga kerja yang mengajukan
lamaran keperusahaan atas informsi yang diberikan melalui sarana yang
ditentukan, mungkin tak terbatas, hal ini dapat dimklumi sebagaimana
telah dikemukakan, saat ini di Indonesia jumlah pencari kerja
dibandinkan dengan jumlah lapangan kerja jauh tidak seimbang, karena
itu bukanlah merupakan hal luar biasa apabila hari ini terjadi pada
setiap lowongan pekerjaan yang tersedia. Penentuan untuk memilih
tenaga kerja yang diharapkan oleh perusahaan tidak mungkin dilakukan
dengan gegabah tetapi memerlukan tindakan yang profesional dan
rasional. Kegiatan untuk memilih dan mementukan tenaga kerja yang
memenuhi kriteria dan harapan perusahaan adalah seleksi. Dengan
demikian seleksi tenaga kerja adalah kegiatan suatu perusahaan untuk
menentukan dan memilih tenaga kerja yang memenuhi kriteria yang
telah ditetapkan oleh perusahaan memprediksi kemungkinan terhadap
keberhasilan atau kegagalan individu dalam pekerjaan yang akan
diembannya.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 10


Untuk memperoleh tenaga kerja yang tepat, diperlukan suatu
metode seleksi tenaga kerja yang efektif. Namun kenyataannya untuk
dapat menentukan dan memilih tenaga kerja yang diharapkan
perushaan. Sebenarnya tidak dapat digantungkan pada metode seleksi
tenaga kerja yang efektif semata mata tetapi juga banyak dipengaruhi
oleh faktor lain, misalnya : Analisis pekerjaan. Seleksi tenaga kerja
dilaksanakan dengan maksud untuk mendapatkan ketegasan tentang
kecakapan, kepribadian, kebiasaan, dan lain-lain data dan keterangan
yang dipandang perlu mendapatkan tenaga kerja yang berdaya guna dan
berhasil guna yang sebesar-besarnya. Hal tersebut dapat dicapai dengan
cara sebagai berikut :
1. Seleksi tertulis secara subjektif, dengan membuat karangan singkat
untuk mendapatkan suatu kesan tentang calon tenga kerja.
2. Interview/Wawancara seleksi lisan dimaksudkan untuk mengenali
sikap dan perilaku yang tidak terlihat dari seleksi tertulis.
3. Seleksi praktek dimaksudkan untuk mengetahui kecakapan dan
ketangkasan mempergunakan sarana dan prasarana.
4. Seleksi kesehatan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
kesehatan sesuai dengan syarat bagian masing-masing jabatan yang
memerlukan tenaga kerja.
5. Seleksi emosional seleksi ini dimaksudkan untuk mengetahui syarat
dan kepribadian pelamar, yag diperlukan untuk jabatan tertentu.
Persyaratan Tenaga Kerja tahapan yang harus ditempuh dan sekaligus
merupakan proses persyaratan tenaga kerja biasanya sebagai berikut :
1. Seleksi persyaratan administrasi seleksi ini meliputi pengisian
formulir yang disediakan perusahaan, persyaratan sebagai lampiran
surat lamaran, maupun persyaratan finansial sebagai biaya tes yang
akan diselenggarakan.
2. Seleksi pengetahuan umum dilakukan secara tertulis mengingat
materi yang diberikan cukup banyak dan memerlukan pemikiran
yang tidak sembarangan.
3. Seleksi psikologi seleksi ini diadakan dengan tujuan untuk
mengetahui kesadaran diri serta kesanggupan para calon tenaga kerja

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 11


terhadap kemungkinan dalam memangku pekerjaan yang bakal
diserahkan kepadanya.
4. Referensi proses trakhir dalam pemilihan kerja adalah meminta
referensi dari calon tenaga kerja, kegiatan ini dimaksudkan agar
calon tenaga kerja menunjuk beberapa orang, baik tenaga kerja
perusahaan atau orang diluar perusahaan yang dapat memberikan
keterangan tentang diri pelamar.
2.2.2 Pembinaan Karir
Pelatihan yang harus diselenggarakan oleh manajemen tenaga kerja tersebut
dimaksudkan untuk mengurangi problema dan juga dimaksudkan untuk
memperoleh nilai tambah tenaga kerja yang bersangkutan, terutama yang
berhubungan dengan meningkatnya dan berkembangnya pengetetahuan,
seikap dan keterampilan tenaga kerja yang bersangkutan.
Pembinaan karir merupakan proses membantu para tenaga kerja untuk
memperoleh efektivitas dalam pekerjaan mereka yang sekarang atau yang
akan datang. Selain itu tujuan yang ingin dicapai atas pelaksanaan pembinaan
karir berhubungan erat dengan fungsi pelatihan yang luas dan peranannya
dalam pengembangan skill. Menurut sifatnya pelatihan dapat dibedakan
menjadi beberapa jenis yaitu :
1. Pelatihan keahlian yaitu bagian dari pendidikan yang memberikan
pengetahuan dan keterampilan yang disyaratkan untuk melaksanakan suatu
pekerjaan sesuai dengan bidang kejuruannya.
2. Pelatihan Kejuruan yaitu bagian dari pendidikan yang memberikan
pengetahuan dan keterampiln yang disyaratkan untuk melaksanakan suatu
pekerjaan pada umumnya bertaraf lebih rendah daripada latihan keahlian

2.2.3 Pengembangan SDM ; HRD


Perencanaan sumber daya manusia merupakan serangkaian kegiatan yang
dilakukan untuk mengantisipasi permintaan sumber daya pada organisasi di
waktu yang akan datang dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang
dibutuhkan sewaktu-waktu. Pandangan umum ini mengandung arti ada tiga
kegiatan yang saling berhubungan, yang membentuk sistem perencanaan
sumber daya manusia yang terpadu (Integrated) :

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 12


1. Persediaan sumber daya manusia sekarang
2. Peramalan (Forecast) Suplai
3. Permintaan sumber daya manusia
Perencanaan sumber daya manusia ini memungkinkan organisasi untuk :
1. Memperbaiki penggunaan sumber daya manusia\
2. Memadukan kegiatan-kegiatan personalia dan tujuan-tujuan organisasi di
waktu yang akan datang secara efesien
3. Melakukan pengadaan karyawan baru secara ekonomis
4. Membantu program penarikn dari pasar tenag kerja dan seleksi.
5. Melakukan antisipasi terhadap perkembangan perencanaan perusahaan yang
akan datang (Perluasan).
HRD / Human Resources Department
HRD bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam
sebuah organisasi. Kami percayabahwa pengelolaan dari sumber daya manusia
yang ideal dalam organisasi memiliki 8 aspek/pilar; dimulai dari Seleksi dan
Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development),
Compensation and Benefit (Compensation and Benefit), Manajemen Kinerja
(PerformanceManagement), Perencanaan Karir (Career Planning), Hubungan
Karyawan (Employee Relations),Separation Management, dan Personnel
Administration and HRIS . Masing-masing pilar inilah yangakan menopang
kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya
manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan bisnis dalam organisasi.
2.2.4 Pensiun,PHK atau Kompensasi, Promosi, Mutasi dan Rotasi
a. Pengertian pensiun ialah akhir masa kerja yang di miliki tenaga kerja
berdasarkan ketentuan Pemerintah / peraturan yang dibuat perusahaan.
Pada umumnya di PT.Coronet Crown memiliki peraturan untuk setiap
tenaga kerjanya, salah satunya ialah masa pensiun. PT.Coronet Crown
mengikuti peraturan Pemerintah yang menetapkan bahwa batas usia pensiun
bagi tenaga kerja yang semula 50tahun menjadi 57tahun. Jadi apabila ada
tenaga kerja yang telah melebihi batas umur yang ditentukan pihak
perusahaan berhak memberhentikan tenaga kerjanya dengan memberikan
pesangon yang sudah ditetapkan.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 13


b. Pengertian PHK (pemutusan hubungan kerja) Hal ini merupakan
berakhirnya hubungan kerja sama antara karyawan dengan perusahaan ,
baik karena ketentuan yang telah disepakati atau mungkin berakhir ditengah
karier. PHK dapat terjadi antara lain :
1. Selesainya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PWKT)
2. Pekerja melakukan kesalahan yang berat
3. Pekerja melakukan PHK karena pelanggaran perusahaan (Keinginan
Karyawan)
4. Perusahaan mengalami pailit
5. Pekerja meninggal dunia.
c. Pengertian Kompensasi ialah seluruh imbalan yang diterima karyawan atas
hasil kerja karyawan tersebut sesuai dengan jasa/pengorbanannnya pada
perusahaan tersebut
Macam-macam jenis kompensasi yang diberikan perusahaan antara lain :
1. Gaji
2. Upah
3. Bonus
4. Insentif
5. Komisi
d. Pengertian promosi ialah kenaikan jabatan dalam suatu perusahaan ,
biasanya untuk karyawan yang memiliki kinerja yang cukup baik. Dengan
adanya target promosi pasti karyawan akan merasa dihargai dan diakui
kemampuannya oleh perusahaan dan mempertinggi loyalitas perusahaan.
Syarat-Syarat promosi
1. Kejujuran
2. Disiplin
3. Prestasi kerja
4. Kecakapan
5. Loyalitas
6. Pendidikan
e. Pengertian Mutasi/Rotasi menurut wahyudi (1995)
Adalah perpidahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang
memiliki tingkat level yang sama dari posisi pekerjaan sebelum mengalami
pindah kerja. Kompensasi, Gaji atau Tugas akan sama seperti pekerjaan
sebelumnya.
Alasan terjadinya mutasi tenaga kerja :
1. Permintaan sendiri
2. Alih tugas produktif

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 14


2.2.5 Intergrasi, Hubungan SDM, Pemeliharaan dan Audit Personalia
a. Pengintegrasian (Integration) ialah fungsi operasional manajemen
personalia yang terpenting, sulit, dan kompleks untuk merealisasikannya.
Hal ini disebebkan karena karyawan/manusia bersifat dinamis dan
mempunyai pikiran, perasaan, harga diri, sifat, serta membawa latar
belakang, perilaku, keinginan, dan kebutuhan yang berbeda-beda dalam
organisasi perusahaan. Karyawan tidak bisa dilakukan seenaknya seperti
mengunakan faktor produksi lainnya (mesin, modal, atau bahan baku).
Karyawan juga harus selalu diikutserta dalam setiap kegiatan serta
memberi peran aktif untuk menggunakan alat-alat yang ada. Karena tampa
peran aktif karyawan, alat-alat cangih yang dimiliki tidaka da artinya bagi
perusahaan untuk mencapai tujuannya. Tujuan perusahan hanya dapat
dicapai jika para karyawan bergairah bekerja, mengarahkan kemampuan
dalam menyelesaikan pekerjaan, serta berkeinginan untuk mencapai prestasi
kerja yang optimal. Jika kariyawan kurang berprestasi maka sulit bagi
organisasi perusahaan dapat memperoleh hasil yang baik. Untuk
memperoleh sikap dan prilaku yang karyawan kepada yang diinginkan,
manajer harus mempengaruhi kebutuhan fisik dan rohaninya. Jadi, manajer
harus berusaha memberi balas jasa yang adil dan layak, serta
memperlakukan karyawan dengan baik selayaknya manusia. Masalah
pengintegrasian adalah menyatupadukan keinginan karyawan dan
kepentingan perusahaan, agar terciptanya kerjasama yangserasi serta saling
menguntungkan.
Tujuan pengintegrasian adalah memanfaatkan karyawan agar mereka
bersedia bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam menunjang tercapainya
tujuan organisasi serta terpenuhinya kebutuhan karyawan. Dengan
tercapainya tujuan dari organisasi, perusahan akan mendapat laba yang
besar dan terpenuhinya kebutuhan karyawan dalam perusahan itu maka
loyalitas karyawan akan tercipta. Semua perusahan ingin mendapatkan laba
sebesar-besarnya, sehingga adanya kerjasama antara karyawan dan
perusahaan.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 15


b. Hubungan SDM Antarmanusia (Human Relation) adalah kemanusiaan yang
harmonis,tercipta atas kesadaran dan kesediaan melebur keinginan Individu
demi terpadunya kepentingan bersama. Tujuannaya adalah menghasilkan
integrasi yang cukup kukuh, mendorong kerja sama yang produktif dan
kreatif untuk mencapai sasaran bersama. Manajer dalam menciptakan
hubungan antar manusia yang harmonis memerlukan kecakapan dan
keterampilan tentang komunikasi, psikologi, sosiologi, antropologi, da
etologi, sehingga dia memahami serta dapat mengatasi masalah-masalah
dalam hubungan kemanusiaan
c. Pemeliharaan (maintenance) .Pemeliharaan merupakan usaha untuk
mengabadikan angkatan kerja yang mempunyai kemauan dan mampu untuk
bekerja. Terpeliharanya kemauan untuk bekerja sangat dipengaruhi oleh
komunikasi dengan para karyawan, keadaan jasmani (fisik) karyawan, dan
kesehatan serta keselamatan kerja.
d. Audit Personalia. Menurut Prof. Edwin B. Filippo, manajemen personalia
adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas
pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi,
pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia
untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat . Menurut
T. Hani Handoko, manajer personalia adalah seorang manajer dan sebagai
manajer harus melaksanakan fungsi fungsi dasar manajemen tanpa
memperdulikan apapun hakekat fungsi operasional.
Dalam bentuk kerangka, definisi tersebut akan tampak sebagai berikut:
1. fungsi- fungsi manajemen
a. Perencanaan (planning)
b. Pengorganisasian (organizing)
c. Pengarahan (directing)
d. Pengendalian (Controling )
2. Fungsi-fungsi operasional
a. Pengadaan tenaga Kerja (procurement)
b. Pengembangan (development)
c. Kompensasi
d. Integrasi

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 16


e. Pemeliharaan (maintenance)
f. Pemutusan hubungan kerja (separation)

2.3 BIDANG MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKSI


2.3.1 Bahan baku,-Proses-Produk
Produksi tablet contohnya :
1. Granulasi basah ialah obat tablet yang prosesnya menyatukan granul
dengan larutan basah.
a. Proses pembuatan Granulasi basah :
Pembuatan dengan metode ini sebagai contoh pembuatan obat tablet
Demacolin, Proses pembuatan tablet dengan granulasi basah ialah :
1. Penimbangan bahan aktif dan bahan pembawa dilakukan di weighing
room, area penimbangan. Bahan ditimbang sesuai permintaan
produksi dan diberi label.
2. Pencampuran, proses ini dilakukan di Grey Area. Bahan aktif dan
bahan pembawa dimasukan kedalam super mixer sampai homogen.
3. Pembasahan, bahan bahan yang sudah dicampur diberi larutan
pembasah sampai terbentuk masa basah, kemudian dilakukan
pengayakan masa basah dan terbentuk granul basah.
4. Pengeringan dan Pengayakan, setelah terbentuk granul basah
dilakukan proses pengeringan menggunakan mesin Fluid Bed Dryer
dengan suhu 50 C selama 30 menit utuk menghasilkan granul yang
baik dengan kadar air 2%. Setelah itu dimasukan kedalam ruang
karantina dan diberi label produk sambil menunggu hasil
pemekriksaan QC jika telah memenuhi syarat dilakukan pengayakan
dengan mesh 20.
5. Pencampuran kering, ialah dimana granul yang kering dengan bahan
tambahan dicampur menggunakan mixer , hasilnya diberi label
produk antara dan dilakukan pengujian terhadap kadar bahan aktif
serta homogenitasnya.
6. Pencetakan Tablet, Set Up mesin dilakukan sebelum pencetakan
tablet yang meliputi keseragaman bobot, keerasan, kerapuhan dan
waktu hancur. Setelah memenuhi syarat dilakukan uji solusi .
Pemeriksaan selama proses pencetakan dilakukan 15 menit sekali
oleh operator dan jika memenuhi syarat disimpan di ruang karantina
untuk menunggu proses pengemasan.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 17


7. Pengemasan Primer. Pengemasan ini dapat menggunakan blister atau
mesin stripping dan pemeriksaan selama proses dilakukan 15menit.
Pemeriksaan meliputi test kebocoran, dan jumlah isi strip.
8. Pengemasan Sekunder. Pengemasan ini dilakukan di Black Area.
Produk yang memenuhi syarat dikemas dalam dos karton yang telah
diberi brosur,stempel , no batch dan expired date. Kemudian di
tempatkan diruang karantina untuk diuji kembali oleh QC. Jika
memenuhi syarat dilakukan penimbangan akhir dan dikirim ke
gudang produk jadi.

2. Proses Produksi Bedak


Bahan baku pembuatan bedak antara lain
1. Talcum / Talc
2. Belarang
3. Menthol dll

Pada dasarnya proses produksi bedak dapat diterangkan sebagai


berikut :
1. Pengayakan dan Penimbangan. Bahan baku dari gudang akan digunakan
untuk produksi diayak kemudian ditimbang.
2. Pencampuran, bahan baku dan bahan tambahan lainnya dicampur
menggunakan mixer agar Homogen.
3. Pengemasan. Setelah dilakukan pengujian mutu dan dinyatakan lolos
uji, dilakukan pengemasan primer dengan menggunakan Filling
Machine. Selama proses berlangsung dilakukan juga proses
pemeriksaan selama 15 menit oleh QC yang meliputi keseragaman
bobot dan test kebocoran pada botol tersebut.
4. Pengemasan Sekunder. Selanjutnya dilakukan pengemesan sekunder
yaitu dengan cara pemberian brosur dan dimasukan kedalam karton box
, kemudian dikemas dalam box besar. Produk jadi diletakan di area
karantina sambil menunggu pemeriksaan QC. Kemudian ditimbang dan
dikirim ke gudang bahan jadi.

Contoh Produk Tablet dan Bedak di PT.Coronet Crown antara lain


1. Obat Demacolin

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 18


2. Bedak Baby Herocyn
3. Bedak Gatal Herocyn

2.3.2 Pemilihan Lokasi


PT.Coronet Crown berada di Jalan Raya Taman Km.15 Taman, Kabupaten
Sidoarjo.
Lokasi perusahaan sangat strategis karena pabriknya berada di dekat jalan raya
sehingga memudahkan akses kegiatan perusahaan. Luas tanah PT.Coronet
Crown adalah 22.000 meter persegi. Dari luas tanah tersebut terdapat bangunan
bangunan seluas 15.000 meter persegi.
Pertimbangan pertimbangan memilih lokasi atas dasar sebagai berikut :
1. Sarana Transportasi, sarana transportasi sangat penting untuk membantu
kelancaran kegiatan perusahaan. Transportasi akan mempermudah saluran
distribusi perusahaan seperti pengadaan bahan baku dan usaha
pemasarannya.
2. Faktor Bahan Baku, biaya produksi akan sangat berpengaruh oleh tinggi
rendahnya bahan baku dan bahan lain yang dibutuhkan untuk proses
produksi. Apabila suatu pabrik terletak jauh dari sumber bahan baku maka
biaya pengangkutannya semakin tinngi, dan apabila lokasi pabrik dapat
dijangkau dengan mudah biaya pengangkutannya juga tidak terlalu tinggi.
Untuk mendapatkan bahan baku dan bahan pelengkap lainnya perusahaan
membeli bahan tersebut dari surabaya dan didatangkan dari luar negeri.
3. Faktor Pembangkit Tenaga, Hampir setiap industri mempengaruhi pula
pemilihan lokasi suatu pabrik. Oleh karena itu perlu diperhatikan
tersedianya pembangkit tenaga yang lebih mudah dimiliki oleh suatu
daerah. Dari seluruh rangkaian produksi dan administrasi perusahaan
menggunakan dua pembangkin tenaga yaitu energi listrik dari PLN dan
Genset penghasil listrik dengan bahan baku solar.
4. Faktor Tenaga Kerja, tersedianya tenaga kerja yang baik dan terdidik
maupun tenga kerja yang terlatih merupakan faktor yang penting.
Perusahaan dalam merekrut tenaga kerja dapat melalui iklan dan media
cetak dan mempertimbangkan tempa tinggal pelamar. Karena perusahaan
mempunyai pandangan apabila merekrut karyawan sekitar maka loyalitas
karyawan akan tinggi.

2.3.3 Faktor Ekonomis, Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 19


Pada umumnya PT.Coronet memiliki fasilitas kesehatan untuk pegawainya hal
ini digunakan apabila ada kecelakaan kerja yang terjadi di dalam perusahaan
contoh fasilitasnya adalah :
1. Menyediakan apotik didalam perusahaan beserta dokter pribadi setiap
harinya.
2. Adanya jaminan BPJS yang dapat digunakan apabila karyawan menderita
sakit dan harus dilarikan dirumah sakit sehingga sebagian biaya dapat
ditanggung oleh perusahaan.

2.3.4 Standar Kualitas ISO,Produktivitas/Efesiensi


Perusahaan industri farmasi wajib memperoleh izin usaha industri
farmasi. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No.245/Menkes/SK/V/1990
tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Izin Usaha Industri
Farmasi, untuk memperoleh izin usaha farmasi diperlukan tahap persetujuan
prinsip. Persetujuan prinsip diberikan kepada pemohon untuk dapat langsung
melakukan persiapan-persiapan, usaha pembangunan, pengadaan pemasangan
instalasi, dan produksi percobaan. Izin usaha industri farmasi diberikan kepada
pemohon yang telah siap berproduksi sesuai persyaratan CPOB.
Industri farmasi wajib memenuhi persyaratan CPOB sesuai dengan
ketentuan Keputusan Menteri Kesehatan No.43/Menkes/SK/II/1998. Industri
farmasi wajib mempekerjakan sekurang-kurangnya dua orang apoteker warga
negara Indonesia, satu sebagai sebagai penangung jawab produksi dan lainnya.

2.3.5 Pemeliharaan alat/ Umur tehnis/Ekonomis mesin


a. Pemeliharaan yang dilakukan PT.Coronet Crown
1. Sanitasi dan Higiene.Sanitasi yaitu pembersihan ruangan dan alat2 kerja
yang akan dipakai oleh karyawan, sementara higiene adalah pembersihan
karyawan sebelum memasuki ruangan kerja dengan menggunakan baju
dan alat yang telah disiapkan
b. Umur mesin dalam penggunaan mesin biasanya dilakukan pencatatan rutin
di buku catatan mesin dari awal pengoprasian mesin, biasanya perbaikan
mesin dilakukan seminggu sekali.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 20


2.3.6 Limbah Daur Ulang / AMDAL
Penanganan limbah merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah
pencemaran lingkungan disekitarnya. Limbah yang dihasilkan dari proses
produksi PT Coronet Crown dapat dibagi menjadi :

1. Limbah Padat adalah :


Limbah padat ini dapat berupa serbuk dari produksi obat obatan, kertas,
karton kertas pembungkus, pecahan botol, kaleng dan lain-lain. Limbah
debu yang berasal dari bahan baku atau tumpahan hasil olahan dihisap
dengan mesin penghisap debu secara kontinyu kemudian disemprot air dan
ditampung dalam dust collector, kemudian disalurkan melalui limbah cair.
Limbah padat yang bukan obat seperti karton,kaleng, drum dn lain-lain yang
masih dapat dimanfaatkan dijual oleh koperasi karyawan, yang tidak dapat
dimanfaatkan dibakar di incenerator atau diangkut oleh dinas kebersihan.
2. Limbah Cair adalah :
Limbah cair dari sisa selama proses produksi, pencucian peralatan,
laboratorium dialirkan kedalam bak penampung pengolahan limbah cair.
Limbah ini dibedakan menjadi dua yaitu limbah yang berasal dari produksi
beta laktam dan non beta laktam. Limbah antibiotika beta laktam dibuatkan
unit pengolahan limbah tersendiri, sebelum dicampur dengan limba non beta
laktam. Adapun sistem pengolahan limbah cair betalaktam dapat diuraikan
sebagai berikut :
1. Bak pertama dalah bak pengolahan. Pada bak ini limbah diaduk secara
mekanik dengan jalan meyemprotkan oksigen didalamnya.
2. Bak kedua adalah bak pengendapat I. Bak ini dibagi menjadi dua sekat
diharapkan semua kotoran dapat diendapkan disini.
3. Bak ketiga adalah bak pengendapan II. Pada bak ini diberi ikan tombro
sebagai indikator zat racun. Kemudian air dapat dialirkan ke selokan
umum. Untuk air limbah yang berasal dari kamar mandi dan dapur
dialirkan ke dalam septic tank. Sedangkan oli bekas genset dan mesin-
mesin ditampung dan dijual ke konsumen pengumpul oli bekas.

2.4. BIDANG MANAJEMEN PEMASARAN


2.4.1 Produk : Orientasi,Merk,Label,Pengepakan, Pengembangan Produk
Kualitas produk dan layanan merupakan salah satu faktor pendorong
yang sanggup menjadikan pelanggan merasa nyaman untuk
menggunakan (meluangkan) waktunya di gerai sebuah peritel. Bagi

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 21


sasaran pasar kelas A dan B, salah satu aspek terpenting yang harus
dijamin adalah kualitas layanan, yaitu kesanggupan staf untuk
menjelaskan keunggulan produk (memiliki product knowledge) dan
menyediakan layanan terbaik bagi pelanggan. Dengan meningkatkan
CSF ini bersama dengan jaminan atas kualitas produk, peritel memiliki
lebih besar peluang untuk memelihara loyalitas pelanggan.
Product Range Strategy, strategi keragaman produk ini
digunakan untuk menjamin ketersediaan produk dan mencegah terjadinya
persediaan yang terlalu banyak dan tak laku. Strategi ini banyak
berpatokan pada penyediaan produk yang cepat laku (fast-moving) dan
menghindari produk yang tak laku (slow-moving). Hal ini sangat penting
karena dalam industri ritel farmasi di Indonesia hanya sekitar 10% saja
produk yang bersifat konsinyasi.

2.4.2 Strategi Saluran Pemasaran Distribusi Agen dan Ritel


Saluran distribusi dalam pemasaran adalah merupakan salah satu keputusan
yang paling kritis yang dihadapi manajemen. Saluran yang dipilih akan
mempengaruhi seluruh keputusan pemasaran yang lainnya. Dalam rangka
untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen maka
perusahaan harus benar-benar memilih atau menyeleksi saluran distribusi yang
akan digunakan, sebab kesalahan dalam pemilihan saluran distribusi ini dapat
menghambat bahkan dapat memacetkan usaha menyalurkan barang atau jasa
tersebut. pengertian saluran distribusi menurut para ahli :
Kotler : saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan
yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak
pemilikan produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke
konsumen.
1. Contoh distribusi PT.Coronet Crown dalam pemasarannya :Memasarkan
produknya di beberapa Rumah Sakit, Apotik, dan Toko yang dilakukan
oleh sales perusahaan.
2. Memasarkan produknya keluar negeri melalui distributor yang dilakukan
oleh perusahaan lain yang bekerja sama dengan PT.Coronet Crown.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 22


2.4.3 Penetapan Harga, Metode, Tujuan.
Strategi penentuan harga banyak diterapkan untuk menghadapi pergeseran
perilaku membeli menuju produk barang dan jasa kelas dua yang biasanya
lebih murah. Tidak jarang apotik konvensional atau toko obat tertentu
menerapkan pendekatan cost leadership . Berbeda dengan apotik modern,
biasanya toko obat memiliki keuntungan dalam strategi seperti ini karena
margin yang diterapkan sekitar 20% sampai 30% lebih rendah dibanding
apotik. Pada umumnya, apotik menetapkan margin mereka sekitar 25% sampai
35% dari harga jual produk. Sudah barang tentu penetapan harga yang tinggi
menyebabkan lemahnya daya saing dalam situasi uang ketat seperti ini.

2.4.4 Periklanan,Sales Promotion, Personal Selling & Publisitas


Strategi promosi menentukan apakah calon pelanggan atau sasaran pasar
memiliki perhatian terhadap produk dan layanan peritel, keuntungannya, siklus
produknya, dan juga membuat penjualan dalam jangka pendek. Jelas bahwa
semua pelaku bisnis, dalam derajad tertentu, memaksimalkan upaya mereka di
bidang promosi. Hal ii dibutuhkan untuk menunjang image mereka dan
mencapai top-of-mind-awareness sasaran pasar dan para pemasok. Untuk
menarik pelanggan ke gerai mereka, ada yang menerapkan promosi penjualan,
promosi dalam gerai (in store promotion), dan advertensi sebagai strategi
promosi. Di sisi lain, ada pula yang menikmati keuntungan dari strategi
integrasi dalam kelompok manufaktur dan distribusi.

2.4.5 SPT : Segmentasi, Positioning, Targeting


Site Strategy yang dimaksudkan di sini meliputi lokasi yang strategis, tata
ruang yang baik, dan suasana gerai yang lebih baik (nyaman). Beberapa peritel
jelas menunjukkan pilihan yang baik dalam hal lokasi untuk gerai-gerai mereka
seperti memfokuskan pada jalan-jalan utama dengan lingkungan hunian kelas
atas di sekitarnya, serta plaza dan mal (di mana kelompok sasaran pasar kelas
B+ sampai A+ menghabiskan waktu belanjanya dan membeli kebutuhan-
kebutuhan pokok mereka). Sementara itu ada pula yang memiliki keunggulan
di bidang jaringan kerja dengan pemerintah sehingga mudah mendirikan
gerainya di berbagai lokasi utama di sekitar atau di dalam rumah sakit. Tata

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 23


ruang gerai yang baik, pemajangan produk-produk floor yang rapi untuk
menarik perhatian calon pembeli juga menjadi unsur penting. Tata ruang yang
mengalir baik sangat membantu pengunjung sehingga dapat menemukan
produk yang diinginkannya dengan mudah. Suasana gerai yang bersahabat
membuat para pembeli merasa nyaman dan aman ketika menghabiskan
waktunya untuk berbelanja (memilih produk yang akan dibeli). Hal ini tentu
saja lebih baik dari kondisi khas apotik konvensional (hanya sederatan kursi
dan sebuah pesawat televisi dalam ruang tunggu mereka).

2.4.6 Pangsa Pasar, Persaingan.


Pangsa pasar . Memainkan peran penting dalam krisis ini sebagai salah satu
indikator untuk memelihara kepentingan pengusaha. Pangsa pasar dapat juga
digunakan untuk menjelaskan apakah bisnis yangs edang dijalankan masih
atraktif atau tidak. Bagi para pelaku bisnis yang telah mapan, mereka perlu
memelihara pelanggannya khususnya ketika terjadi trend menuju pergeseran ke
arah produk barang dan jasa kelas dua. Seluruh pelaku bisnis apotik modern
sangat mencermati CSF ini untuk memelihara profitabilitas usahanya.
Persaingan
Selain faktor penentu keberhasilan (CSF) tersebut, para pelaku bisnis ritel
farmasi perlu mencermati ancaman-ancaman yang dapat terjadi pada berberapa
bidang sebagai berikut:
1. Peningkatan biaya akibat ketidakstabilan ekonomi dan politik seperti nilai
tukar Rupiah terhadap valuta asing. Hal ini secara langsung berdampak pada
biaya bahan baku yang mencapai lebih dari 90% impor dan kerusuhan sosial
yang dapat membahayakan bisnis sebagai bagian dari resiko politik.
2. Masuknya pemain asing akibat terbukanya pasar di Indonesia.
3. Munculnya pengobatan alternatif seperti jamu dan obat Cina. Selama krisis,
diyakini bahwa obat tradisional mencapai 45% dari industri obat-obatan
dibanding 55% obat obatan modern (Barat). Jamu adalah produk yang
dibuat dengan biaya murah sehingga dapat dijual dengan harga murah pula,
jamu yang tak bermerek malah lebih murah lagi karena dibuat atau diracik
sendiri sebagai produk rumah tangga.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 24


4. Sebagai persoalan dari hampir semua pelaku bisnis, kurangnya tenaga
kerja terlatih perlu dipecahkan agar produktivitas dan layanan yang lebih
baik dapat tersedia.

2.4.7 E-Comercials, Telemarketing, Networking, Website


Penjualan/Pemasaran yang dilakukan PT.Coronet Crown selain menggunakan
tenaga kerja manual juga menggunakan sistem yang berbasis komputer dimana
karyawannya bisa mengakses produk yang terjual dan yang akan dijual dengan
menggunakan komputer,
Contohnya :
Penjualan yang dilakukan oleh ETC Marketing Departement mereka bekerja
hanya dengan mengakses komputer dimana jaringan tersebut berhubungan
langsung dengan distributor dan juga pihak cabang ETC yang ada diberbagai
wilayah, sehingga memudahkan untuk mengetahu berapa banyak produk yang
telah terjual.

2.4.8 Sistem Informasi Pemasaran


Sistem informasi pemasaran adalah kegiatan peseorangan dan organisasi yang
memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam
lingkungan yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan
penentuan harga barang jasa dan gagasan. Sistem informasi pemasaran selalu
digunakan oleh bagian pemasaran dalam sebuah perusahaan untuk memasarkan
produk-produk perusahaan tersebut. Sistem informasi ini merupakan gabungan
dari keputusan yg berkaitan dengan:
1. Produk
2. Tempat
3. Promosi
4. Harga produk
Sistem informasi pemasaran mempunyai komponen yang sama dengan sistem
informasi secara umum, yaitu komponen-komponen input, model, output, basis
data, teknologi dan kontrol. Perbedaan komponen-komponen ini antar sistem-
sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari sistem informasinya.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 25


Misalnya untuk Sistem informasi pemasaran ini, maka komponen inputnya
adalah input tentang data pemasaran dan outputnya adalah laporan-laporan
berisi informasi pemasaran.

BAB III
ANALISIS DATA

3.1 Bidang Manajemen Dan Organisasi


Berdasarkan temuan data di perusahaan maka PT Coronet Crown merupakan
salah satu perusahaan farmasi yang berkembang pesat. Hal ini dapat dilihat dari
perpindahan tempat di daerah Sidoarjo guna untuk memperluas perusahaan dan
membuat kegiatan operasionalnya berjalan efesien dan sesuai dengan CPOB
yang ada. Dan juga pada organisasi perusahaan terarah dan telah diatur
sebagaimana fungsinya.
3.2 Bidang Manajemen SDM Personalia
PT.Coronet Crown cukup selektif dalam hal perekrutan tenaga kerja baru demi
tercapainya sumber daya manusia, hal ini dilakukan oleh manajemen personalia
yang memiliki tugas untuk pengadaan tenaga kerja yang dipilih berdasarkan
seleksi yang diadakan perusahaan, dan tidak sembarangan.
3.3 Bidang Produksi dan Operasi
PT.Coronet Crown memiliki berbagai jenis produk obat obatan selain Bedak
Gatal Herocyn yang menjadi top brand juga ada beberapa obat diantaranya
Demacolin, Alumy dll. Dengan teknik operasional yang sudah terarah karena
kualitas obat adalah nomer satu maka perusahaan menuntut tenaga kerjanya agar
selektif dalam kegiatan produksinya. Walaupun saat ini perusahaan lebih banyak
menggunakan tenaga mesin untuk menjalankan operasionalnya tetapi tenaga
manusia juga tetap dibutuhkan guna menghindari hal hal yang tidak di
inginkan.
3.4 Bidang Pemasaran
PT.Coronet Crown saat ini memasarkan produknya melalui distributor di
berbagai daerah di Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan agar
produknya dapat di export ke luar negeri seperti China dan Arab.dan juga

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 26


melalui sales marketing yang bertugas untuk menawarkan kerjasama agar dapat
menempatkan produknya di Rumah Sakit dan Apotik apotik. Selain itu PT
.Coronet Crown menjual produknya melalui online dengan system rahasia
perusahaan yang hanya dapat di akses oleh cabang marketing division di
berbagai daerah di Indonesi
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
4.1.1 Bidang Manajemen dan Operasi
Dari data yang diperoleh oleh penulis, maka dapat disimpulkan bahwa
PT.Coronet Crown dari awal berdirinya memang sudah di fokuskan untuk
menjadi perusahaan farmasi di Indonesia yang konsisten dalam bidangnya.
Dengan membawa nama perusahaan bersaing di dunia farmasi sehingga
PT.Coronet Crown menjadi perusahaan dengan standart CPOB yang
ditetapkan Pemerintah Indonesia. Dengan struktur kepemilikan dan
organisasi yang telah dibentuk sesuai dengan fungsi dan tanggung
jawabnya masing masing sehingga perusahaan dapat berjalan secara
efesien dan terarah.

4.1.2 Bidang Manajemen SDM dan Personalia


Perusahaan ini tergolong perusahaan berkembang karena setiap tahunnya
pasti membutuhkan tambahan sumber daya manusia, dari segi tenaga kerja
karena tuntutan produksi yang terus menerus meningkat setiap tahunnya.
Maka telah menjadi tugas wajib Personalia untuk mengadakan rekrutmen
tenaga kerja sesuai proses dan standart pegawai yang di tentukan
perusahaan. Dengan banyaknya tenaga kerja yang bekerja di perusahaan
demi meningkatkan operasional kerja, pihak perusahaan juga memberi
beberapa fasilitas dan berbagai macam kompensasi untuk karyawannya
agar dapat meningkatkan semangat kerja dan loyalitas untuk perusahaan.

4.1.3 Bidang Operasi dan Produksi

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 27


PT.Coronet Crown telah mengatur strategi produksinya dari tata letak
perusahaan yang mudah dijangkau transportasi sehingga memudahkan
untuk pengiriman bahan baku atau bahan tambahan . Contoh produknya
seperti bedak gatal Herocyn, Demacolin untuk bahan baku pembuatan
obat obatan kebanyakan diperoleh dari luar negeri misalnya Talcum/Talc
yang harus diperoleh dari China . Dalam proses produksi di perusahaan ini
juga terbilang cukup efesien karena menerapkan standart CPOB sehingga
dilakukan uji berulang kali untuk memastikan produk obat yang
dipasarkan layak. Selain kualitas produknya yang dijaga perusahaan ini
juga mewajibkan karyawannya untuk memelihara mesin produksinya
seperti membersihkan mesin dan alat kerja setiap kali setelah proses
produksi berlangsung. Dan dilakukan perawatan rutin oleh bagian
engginering setiap satu minggu sekali untuk memastikan bahwa alat dan
mesin yang dipakai tidak mengalami gangguan.

4.1.4 Bidang Manajemen Pemasaran.


Dalam pemasarannya PT.Coronet Crown memfokuskan produksinya untuk
distributor dan juga penjualan yang dilakukan oleh cabang sales marketing
yang ada di berbagai daerah di Indonesia, selain untuk mengenalkan
produknya di pasaran luas juga untuk meningkatkan nilai jual untuk laba
perusahaan. Hal hal yang dilakukan agar pemasarannya dapat berjalan
dengan baik yaitu :
1. Mengatur saluran pemasarannya
2. Penetapan harga
3. Promos
4. Pangsa pasar

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 28


4.2 SARAN
4.2.1 Bidang Manajemen dan Organisasi
Untuk menambah kejelasan di bidang organisasinya perlu adanya
PLACEMENT CHART yaitu bagan yang menggambarkan kejelasan calon
pengganti suatu jabatan tertentu sehingga calon pengganti dapat
mempersiapkan diri.

4.2.2 Bidang Manajemen SDM / Personalia


Untuk seleksi bagian staff dan level manajemen perlu adanya tes
psikologis dalam usaha untuk mengetahui potensi dan aspek aspek para
calon tenaga kerja agar nantinya sesuai dengan bidang tertentu. Proses
rekruitmen internal karyawan saat ini sudah effisien, namun bisa
ditambahkan rekruitmen melalui badan penyalur tenaga kerja baik
Pemerintah / Swasta.

4.2.3 Bidang Produksi dan Operasi


Sebaiknya perlu dilakukan tehnik tehnik peramalan agar lebih lebih
mudah diketahui perencanaan sumber daya akan kebutuhan dan
pemenuhan sumber daya manusia untuk menghindari terjadinya
pemberhentiaan kegiatan produksi karena kekurangan atau terlambatnya
bahan baku dan bahan tambahan lainnya.

4.2.4 Bidang Pemasaran


Dalam kegiatan pemasaran dirasa perusahaan cukup baik dalam
penempatan produknya, tetapi dalam segi iklan dirasa kurang karena
PT.Coronet Crown hanya mengiklankan produknya melalui banner yang
terpasang di beberapa ruas jalan seperti di Mojokerto, Manado, Bali,
Balikpapan. Karena melihat perkembangan perusahaan yang pesat

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 29


semestinya dapat ditingkatkan melalui media missal : Televisi agar dapat
menarik perhatiaan lebih banyak konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Ahyari, Manajemen Produksi Perencanaan Sistem Produksi, Edisi IV, BPFE,
Yogyakarta,1996.

Freddy Rangkuti, Manajemen Persediaan, Edisi II, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta
1996

Departemen Kesehatan Republik Indonesia,1988, Pedoman cara pembuatan Obat


yang Baik, Jakarta

PT.Coronet Crown, Vademicum Product.

Universitas PGRI Adibuana Surabaya Page 30