Anda di halaman 1dari 8

NAMA : GUSTRI ANDA APRILIA SAGITA

NIM : (10115180)

S1 FARMASI C

1. Mencari materi tentang haji sebagaimana yang


dipelajari di SMA mulai dari syarat, rukun, wajib,dan
sunnah haji!
Pengertian Haji

Haji menurut bahasa berarti menyengaja, bermaksud atau


mengunjungi. Sedangkan menurut syarak, haji adalah mengunjungi atau
menziarahi Baitullah (Kakbah) dengan niat beribadah kepada Allah swt. dalam
waktu yang telah ditentukan dan cara-cara yang sesuai dengan syariat.

Syarat Haji

Syarat haji adalah sesuatu yang apabila terpenuhi, maka menjadikan


orang tersebut wajib melaksanakan ibadah haji. Hal-hal yang termasuk syarat
haji adalah:

a. beragama Islam
b. baligh
c. sehat jasmani/rohani
d. merdeka
e. mampu

Rukun Haji
Rukun haji adalah perbuatan yang wajib dilakukan dalam berhaji dan
tidak dapat diganti dengan membayar dam. Rukun haji yaitu:
a. Ihram, yaitu berniat mengerjakan ibadah haji dengan memakai pakaian
ihram (pakaian putih tidak berjahit).
b. Wukuf, yaitu hadir di Padang Arafah mulai tergelincir matahari pada
tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah.
c. Tawaf, yaitu mengelilingi Kakbah 7 kali putaran dari Hajar Aswad dengan
posisi Baitullah di sebelah kiri. Dalam rukun haji, tawaf yang digunakan
adalah tawaf ifadah.
d. Sa'i, yaitu lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwa sebanyak 7 kali.
e. Tahalul, yaitu mencukur rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
f. Tertib, maksudnya pengerjaan rukun haji secara berurutan.
Wajib Haji
Wajib haji adalah segala sesuatu yang wajib dikerjakan dan apabila
tidak dilakukan harus membayar denda atau dam dan hajinya tetap sah.
Adapun yang termasuk wajib haji yaitu:
a. Ihram dari miqat, ialah miqat makani dan miqat zamani yang telah
ditentukan.
b. Bermalam di Muzdalifah.
c. Melempar jumrah aqabah tanggal 10 Zulhijah.
d. Melempar jumrah di Mina selama 3 hari, sehari 3 lemparan masing -
masing 7 batu (jumrah ula, jumrah wusta, dan jumrah ukhra).
e. Bermalam di Mina tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
f. Meninggalkan larangan-larangan haji.

Sunah Haji
Sunah haji adalah hal-hal yang dianjurkan untuk dilaksanakan dalam
ibadah haji. Adapun hal-hal yang termasuk sunah haji yaitu:
a. Mandi ketika akan ihram.
b. Melakukan haji ifrad.
c. Membaca talbiyah.
d. Membaca doa setelah talbiyah.
e. Melakukan tawaf qudum ketika masuk Masjidil Haram.
f. Membaca dzikir dan doa.
g. Minum air zam-zam.
h. Shalat sunah dua rakaat setelah tawaf.

Larangan Haji
a. Larangan bagi jamaah haji laki-laki yaitu:
1.Memakai pakaian yang berjahit.
2. Memakai tutup kepala.
b. Larangan bagi jamaah haji perempuan yaitu:
1. Memakai tutup wajah.
2. Memakai sarung tangan.
c. Larangan bagi jamaah haji laki-laki dan perempuan yaitu
1. Memakai wangi-wangian.
2. Mencukur rambut atau bulu badan.
3. Menikah.
4. Bercampur suami istri.
5. Berburu atau membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan.
2. Waktu ihram haji
Ihram boleh dilaksanakan dalam kendaraan sebelum berangkat dan
disunatkan setelah shalat wajib atau sunat.Ihram diikuti dengan talbiyah,
menurut Mazhab Syafi'i dan Hambali disunatkan melafazkan niat haji atau
umrah, sedang Mazhab Hanafi mewajibkan melafazkan niat
ihram.Menghindari semua amalan-amalan yang tercela dan semua yang
diharamkan.
3. berihram dari miqat
- Ihram dari Miqat
Ihram berarti niat untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah ke tanah
suci Makkah. Dengan berihram, berarti seseorang sudah mulai masuk untuk
mengerjakan serangkaian ibadah haji atau umrah. Bersamaan dengan
selesainya niat dan memakai pakaian ihram, seorang jama'ah hendaklah
langsung mengucapkan kalimat talbiyah (Labbaik Allahuma Labbaik)
-Miqat terbagi dua:
Miqat Zamani: waktu-waktu pelaksanaan haji; mulai dari awal bulan Syawal
sampai tanggal sepuluh bulan Dzulhijjah
Miqat Makani: tempat ber-ihram yaitu tempat-tempat (tertentu) di mana
seseorang yang akan melaksanakan haji atau umrah memulai ihramnya.
Tempat-tempat tersebut telah ditentukan oleh Rasulullah Saw sesuai dengan
arah kedatangan jamaah haji, yaitu:
Dzul Hulaifah (Bir 'Ali), miqat penduduk Madinah atau yang datang
dari arahnya.
Juhfah, miqat penduduk Syam atau yang datang dari arahnya.
Qarnul Manazil, miqat penduduk Nejd atau yang datang dari arahnya.
Yalamlam, miqat penduduk Yaman atau yang datang dari arahnya.Orang yang
tidak sampai pada batas-batas miqat tersebut, maka ia ber-ihram dari
rumahnya. Demikian pula penduduk Mekkah, mereka ber-ihram dari rumah
mereka masing-masing.

4. Pakaian ihram yaitu

Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar kain yang tidak


berjahit yang dipakai untuk bagian bawah menutup aurat, dan kain satunya
lagi diselendangkan. Sedangkan pakaian wanita ihram adalah menutup
semua badannya kecuali muka dan telapak tangan (seperti pakaian ketika
sholat). Warna pakaian ihram disunatkan putih.
5. Larangan selama ihram :

1. Bagi pria tidak boleh memakai pakaian yang berpotongan, seperti baju,
kemeja, kaos, celana panjang/ pendek, cawat, tutup kepala/ songkok/
sorban/ peci, sepatu yang menutup mata kaki.
2. Bagi wanita tidak boleh menutup muka dan telapak tangan, pakaian harus
menutup seluruh badan.
3. Bagi pria/wanita, tidak boleh memakai pakaian yang dicelup za'faran atau
lainnya yang wangi.
4. Bagi pria/wanita tidak boleh memakai minyak wangi atau wangi-wangian.
5. Bagi pria/wanita tidak boleh mencukur rambut atau menggunting rambut
sebelum waktunya/ tahallul.
6. Bagi pria/wanita tidak boleh berburu binatang buruan dan makan daging
hasil buruannya atau buruan orang lain.
7. Bagi pria/wanita tidak boleh meminang, menikah atau dinikahkan.
8. Tidak boleh berjima' atau melakukan hubungan suami-istri.
9. Bagi pria/wanita tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor, kata-kata keji,
berbantah-bantahan atau bertengkar.
10. Bagi pria/wanita tidak boleh mengganggu atau merusak pohon-pohonan
yang tumbuh di Mekkah dan Madinah, baik pada waktu ihram atau tidak,
dengan mengambil durinya, kulitnya, dahan-rantingnya apalagi
memotongnya.

6. wukuf di arafah

Wukuf di padang Arafah adalah ritual haji yang dilakukan dengan


cara berdiam diri di padang Arafah mulai dari tergelincirnya matahari tanggal
9 Dzulhijjah sampai dengan terbenamnya matahari pada tanggal 10
Dzulhijjah. Dalam rangkaian rukun ibadah haji, wukuf di padang Arafah
merupakan ritual terpenting yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah haji
sebagai puncak dari ritual ibadah haji. Sebab tidak sah ibadah haji apabila
rukun haji ini tidak dilakukan. Dalam kondisi apapun mesti dilakukan,
sehingga apabila dalam keadaan sakit pun seorang jamaah haji harus di safari-
wukufkan, bahkan apabila ia meninggal dunia sebelum sempat melaksanakan
wukuf di padang Arafah ini ia harus dibadal-hajikan

7. Mabit di muzdalifah

Setelah selesai wukuf di Arafah, jamaah harus berangkat menuju


Muzdalifah. Amalan yang dilakukan di Muzdalifah adalah shalat maghrib dan
isya dengan menjamak serta dzikir. Disini digunakan pula kesempatan untuk
mengambil batu guna melempar jumrah di Mina.

Mabit di Muzdalifah mulai setelah maghrib sampai terbit fajar 10


dzulhijjah. Diperbolehkan hanya sesaat saja asalkan sudah lewat tengah
malam. Bagi yang sehat wajib mabit di Muzdalifah, tetapi bagi yang sakit dan
yang mengurus orang yang sakit ataupun yang mengalami kesulitan,
diperbolehkan untuk tidak mabit di Muzdalifah, dan tidak dikenakan dam.

8. Mabit di mina

Mabit di Mina ialah bermalam di Mina pada hari-hari Tasyrik yaitu malam
tanggal 11, 12 dan 13 dzulhijjah. Mina menurut Ali Sariarti berarti cinta.
Amalan yang dilakukan di Mina ini adalah melontar tiga jumrah. Hari
pertama (hari nahar) melontar jumrah aqabah saja. Hari kedua dan seterusnya
melontar jumrah berturut-turut mulai dari jumrah ula, wustha dan terakhir
aqabah masing-masing sebanyak tujuh kali. Setiap melontar jumrah
mengangkat tangan kanan sambil membaca takbir.Di minalah dilakukan
penyembelihan hewan kurban. Menurut riwayat, peristiwa penyembelihan
Ismail as. oleh Nabi Ibrahim as. terjadi di Jabal ul Kabsyi di Mina. Bukit
tersebut dinamakan demikian karena di atas gunung itulah domba pengganti
Nabi Ismail diturunkan.Menurut jumhur ulama hukum mabit di Mina adalah
wajib, sebagian yang lain mengatakan sunat. Jika tidak melaksanakan mabit di
Mina pada seluruh hari Tasyrik, maka diwajibkan membayar dam (satu ekor
kambing). Tetapi apabila tidak mabit di Mina hanya satu atau dua malam,
maka harus diganti dengan denda, yaitu satu malam 1 mud (3/4 beras atau
makanan pokok), dua malam 2 mud (1 kg beras atau makanan pokok), tiga
malam membayar dam seekor kambing.

9. Melontar jumrah

Lempar jumrah atau lontar jumrah adalah sebuah kegiatan yang


merupakan bagian dari ibadah haji tahunan ke kota suci Mekkah, Arab Saudi.
Para jemaah haji melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang (jumrah; bahasa
Arab: jamarah, jamak: jamaraat) yang berada dalam satu tempat bernama
kompleks Jembatan Jumrah, di kota Mina yang terletak dekat Mekkah.
Para jemaah mengumpulkan batu-batuan tersebut dari tanah di
hamparan Muzdalifah dan meleparkannya. Kegiatan ini adalah kegiatan
kesembilan dalam rangkaian kegiatan-kegiatan ritual yang harus dilakukan
pada saat melaksanakan ibadah haji,

10. Tawaf

Thawaf artinya Mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali di mana


posisi Kabah berada di sebelah kiri jamaah. Diawali dan diakhiri sejajar dan
searah dengan Hajar Aswad. Karena posisi Kabah berada di sebelah kiri
jamaah, berarti orang yang thawaf berputar (mengelilingi) Kabah pada posisi
berlawanan arah jarum jam.

11. Jenis jenis tawaf

1. Thawaf Qudum ialah: thawaf selamat datang, yang dikerjakan ketika baru
datang di kota Mekah bilamana tidak dikerjakan hajinya tetap sah, karana
hukumnya sunnah.
2. Tawaf Ifadhah ialah: tawaf yang termasuk rukun haji, bilamana tidak
dikerjakan maka hajinya tidak sah karana hukumnya wajib.
3. Tawaf sunah ialah, tawaf yang bila dikerjakan mendapat pahala dan bila
tidak dikerjakan tidak berdosa.
4. Thawaf Nadzar ialah, Thawaf yang dilakukan karena punya nadzar.
5. Tawaf wada' ialah: sebagai tawaf pamitan, (tawaf selamat tinggal ) tawaf
yang dikerjakan ketika akan meninggalkan kota Mekah, sedangkan hukumnya
wajib, jika tidak mengerjakan maka harus membayar Dam.

12. Sai

Sai ialah berjalan dari buki Safa ke bukit Marwah dan sebaliknya,
sebanyak tujuh kali yang berakhir di bukit Marwah. Perjalanan dari bukit Safa
ke bukit Marwah dihitung satu kali dan juga dari bukit Marwah ke bukit Safa
dihitung satu kali.

Proses Melaksanakan SaI

Pada mulanya, hendaknya saI dimulai dengan langkah-langkah biasa,


sampai dekat dengan tanda pertama berwarna hijau, kira-kira sejauh enam
hasta. Dari tempat itu, hendaknya jamaah haji mempercepat langkah atau
berlari-lari kecil sehingga sampai di tanda hijau yang kedua, kemudian dari
sana berjalan kembali dengan langkah-langkah biasa.Apabila telah sampai di
bukit Marwah, hendaknya menaiki bukit Marwah seperti yang dilakukan
ketika di bukit Safa. Setelah itu menghadap ke arah Shafa dan berdoa seperti
sebelumnya. Dengan demikian, jamaah haji telah selesai melakukan satu kali
lintasan sai. jika telah kembali lagi ke bukit Shafa, maka dihitung dua kali.
Begitulah selanjutnya sampai tujuh kali lintasan.

13. Tahalul

Tahalul berasal dari kata halla yang berarti halal. Tahalul bermakna
menjadi boleh, dihalalkan, atau menghalalkan beberapa larangan.
Dalam istilah fikih, tahalul berarti keluar dari keadaan ihram karena
telah selesai menjalankan amalan haji seluruhnya atau sebagian yang ditandai
dengan mencukur atau menggunting beberapa (paling sedikit tiga) helai
rambut. Laki-laki disunahkan mencukur habis rambutnya dan wanita
menggunting ujung rambut sepanjang jari. Bagi jamaah yang berkepala botak,
sunah dilakukan secara simbolis dengan melewatkan pisau cukur di atas
kepalanya.Tahalul dilakukan setelah melontar jumrah Aqabah dan
menyembelih hewan bagi orang yang mampu membeli hewan.

14. Dam/fidiyah

Dam atau fidyah adalah merupakan denda yang harus


dibayar bagi orang yang sedang berihram kemudian
melanggar larangan-larangan yang telah ditentukan. Dalam
hal ini ada empat kategori, yakni sbb:

A. Apabila yang dilanggar berupa:


1). mencukur rambut; 2). memotong kuku; 3),
memakai pakaian berjahit (bagi pria); 4). memakai
tutup muka dan sarung tangan (bagi wanita); dan
5). memakai wewangian; maka dendanya boleh
memilih di antara 3 hal, yaitu:
1. Menyembelih seekor kambing; atau
2. Memberi makan 6 orang miskin @ 1,5 kg;
atau
3. Puasa tiga hari
B. Apabila yang dilanggar berupa:
Membunuh hewan (kecuali ular, kala, tikus dan
lain-lain yang dipandang membahayakan) maka
wajib membayar dam (menyembelih seekor
kambing, atau sebanding dg hewan yang
dibunuhnya). Harga kambing per ekor sekitar 300
SR.
Atau (bila tidak mampu) fidyah dengan
bersedekah makanan seharga hewan tersebut
(sekitar 300 SR)
Atau (bila tidak mampu) berpuasa selama sekitar
10 hari (sbg ganti menyediakan makan 10 orang :
30 SR (semuanya 300 SR)
C. Apabiila yang dilanggar berupa:
Bersetubuh sebelum tahallul awwal, maka hajinya batal dan
wajib membayar kifarat dengan menyembelih seekor unta atau
sapi; dan wajib qadla thn depan.
Bersetubuh setelah tahallul awal, maka hajinya tetap sah tetapi
tetap wajib membayar kifarat dengan menyembelih seekor unta
atau sapi.
D. Apabila yang dilanggar itu berupa:
Mengadakan akad nikah saat masih ihram maka
pernikahannya batal, tetapi hajinya tetap sah dan
tidak wajib membayar dam.

15. badal haji

Badal haji adalah ibadah haji yang dilaksanakan oleh seseorang atas
nama orang lain yang telah memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah
haji, namun karena orang tersebut uzur(berhalangan) sehingga tidak dapat
melaksanakannya sendiri, maka pelaksanaan ibadah tersebut didelegasikan
kepada orang lain.

Badal haji ini menjadi masalah mengingat ada beberapa ayat Al-
Qur'an yang dapat difahami bahwa seseorang hanya akan mendapatkan pahala
dari hasil usahanya sendiri. Artinya, seseorang tidak dapat melakukan suatu
peribadatan untuk orang lain, pahala dari peribadatan itu tetap bagi orang yang
melakukannya bukan bagi orang lain. Disamping itu ada juga Hadits Nabi saw
yang menerangkan babwa seorang anak dapat melaksanakan ibadah haji untuk
orang tuanya atau seseorang melaksanakan haji untuk saudaranya yang telah
uzar baik karena sakit, usia tua atau telah meninggal dunia, padahal ia sudah
berkewajiban untuk menunaikan ibadah haji.