Anda di halaman 1dari 8

Faktor faktor untuk Mengurangi Angka Kematian Ibu

Darius Darmawan

102015136 / kelompok E2

Darius.2015fk136@civitas.ukrida.ac.id

Jl. Arjuna Utara No.6, Kebun Jeruk, Jakarta Barat 11470.

Abstrak

Angka kematian ibu berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat,
status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan, dan tingkat pelayanan kesehatan
terutama untuk ibu hamil, ibu waktu melahirkan, dan masa nifas. Salah satu unsur yang penting
untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah memberikan pemeliharan dalam waktu
hamil yang cukup baik dan dimulai sedini mungkin. MDGs berusaha menekan angka kematian
ibu dan bayi dengan cara menerapkan visi Indonesia sehat. Di sisi lain pemerintah juga
memberikan penyuluhan mengenai kesehatan ibu dan bayi, melakukan imunisasi terhadap bayi
dan ibu, serta merencanakan asupan gizi yang baik bagi ibu dan bayi, dan merencanakan
program KB, Primary Health Care, Antenatal Care melalui posyandu, PONED, POLINDES,
puskesmas.
Kata kunci : Primary Health Care, Antenatal Care, PONED, POLINDES, MDGs
Abstract

Maternal mortality is useful to illustrate the awareness level of healthy lifestyle behaviors,
nutritional status and health of the mother, the environmental health conditions, and the level of
health services especially for pregnant women, for mothers who give birth to, and the time of
parturition. One of the elements that are essential to lowering maternal mortality and infant is
giving the maintenance with a reasonably good pregnant and started as early as possible. The
MDGs trying to suppress the death rate of mothers and babies with how to implement the vision
of healthy Indonesia. On the other hand the Government also provide guidance regarding the
health of mothers and infants, immunization against doing the baby and the mother, as well as
the planned intake of good nutrition for the mother and baby, and planning a program of KB,
Primary Health Care, Antenatal Care through posyandu, PONED, POLINDES, clinic.
Keywords : Primary Health Care, Antenatal Care, PONED, POLINDES, MDGs
Pendahuluan

Angka kematian maternal dan angka kematian bayi merupakan tolak ukur bagi kemajuan
kesehatan suatu negara, khususnya yang berkaitan dengan masalah kesehatan ibu dan anak.
Angka kematian maternal merupakan indikator yang mencerminkan status kesehatan ibu,
terutama risiko kematian bagi ibu pada waktu hamil dan melahirkan. Angka Kematian Ibu,
Angka Kematian Anak termasuk Angka Kematian Bayi dan Angka Harapan Hidup waktu lahir
telah ditetapkan sebagai indikator indikator derajat kesehatan dalam Indonesia Sehat 2010.
Kematian maternal merupakan masalah kompleks yang tidak hanya memberikan pengaruh pada
para perempuan saja, akan tetapi juga mempengaruhi keluarga bahkan masyarakat sekitar.

Salah satu unsur yang penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah
memberikan pemeliharan dalam waktu hamil yang cukup baik dan dimulai sedini mungkin.
Penurunan angka kematian ibu, bayi dan anak balita serta penurunan angka kelahiran merupakan
sasaran prioritas dalam pembangunan di bidang kesehatan. Di Indonesia, tingkat pemanfaatan
antenatal care oleh ibu hamil di sarana kesehatan yang disediakan pemerintah dan swasta masih
belum sepenuhnya mencapai hasil atau target yang diharapkan. Hal ini tergambar dari jumlah
kunjungan ibu hamil untuk pelayanan antenatal di beberapa daerah di Indonesia.1

Pembahasan
Angka Kematian Ibu (AKI)

Angka kematian ibu, bayi dan balita di Indonesia masih tergolong tinggi dan merupakan
salah satu masalah utama kesehatan, Meningkatkan kesehatan ibu merupakan salah satu tujuan
Millenium Development Goals (MDGs) yang diadopsi pada tahun 2000. Di bawah MDGs,
negara-negara berkomitmen untuk mengurangi angka kematian ibu sampai tiga perempat dalam
kurun waktu 1990 dan 2015, yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015.2

Millenium Development Goals (MDGs)

MDGs merupakan tujuan pembangunan sebagai respon atas permasalahan global, yang
berkomitmen untuk mencapai kemajuan yang nyata dalam upaya pengatasan kemiskinan dan
pembangunan manusia pada tahun 2015.3,4 MDGs juga mempunyai delapan butir tujuan yaitu
memberantas kemiskinan dan kelaparan secara ekstrem, memberikan pendidikan dasar secara
universal, mendukung persamaan gender dan pemberdayaan wanita, mengurangi tingkat
mortalitas anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS dan penyakit lainnya,
menjaga keseimbangan lingkungan, dan mengembangkan kerja sama global untuk
pembangunan.4 Namun yang akan dibahas kali ini adalah target dari MDGs untuk mengurangi
angka kematian anak dengan usia dibawah 5 tahun hingga dua pertiga dan menghilangkan
kematian wanita saat hamil hingga tiga perempat.3,4

Konsep Sehat Sakit

Konsep sehat sakit adalah konsep yang yang kompleks dan multiinterpretasi. Sehat
adalah keadaan normal dan alami dimana seseorang dikatakan sehat apabila semua organ tubuh
dapat berfungsi dalam batas batas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Menurut
World Health Organization (WHO) sehat adalah keseimbangan yang sempurna baik fisik,
mental, dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan. 5 Sementara itu sakit adalah
keadaan tidak normal dan bersifat relatif. Menurut Parson sakit adalah ketidakseimbangan fungsi
normal tubuh manusia, termasuk sejumlah sistem biologis dan kondisi penyesuaian.5 Sakit
berbeda dengan penyakit, karena sakit bersifat subyektif sedangkan penyakit bersifat objektif.
Visi Misi Indonesia Sehat

Visi pemerintah indonesia melalui Departemen Kesehatan yaitu Indonesia Sehat 2010,
bermakna masa depan bangsa indonesia yang hidup dalam lingkungan sehat, penduduknya
berperilaku hidup bersih dan sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil
dan merata, sehingga memiliki derajat kesehatan yang optimal. Meningkatkan status kesehatan
perorangan, keluarga, komunitas dan masyarakat, menanggulangi berbagai masalah kesehatan
masyarakat prioritas, menyelengarakan berbagai program kesehatan masyarakat yang inovatif,
efektif, dan efisien, meningkatkan peran serta dan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan
kesehatan, mengalang berbagai potensi untuk penyelenggaraan program kesehatan masyarakat.6

RPJMN

Rencana pembangunan jaminan menengah nasional (RPJMN) adalah satu kesatuan tata
cara yang digunakan dalam perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana rencana
pembangunan dalam jangka panjang, menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh
penyelenggara dan masyarakat ditingkat pusat maupun daerah. RPJMN juga dapat didefinisikan
sebagai dokumen perencanaan nasional untuk periode dua puluh tahun. RPJMN merupakan
penjabaran dari tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia yang terdapat dalam
pembukaan UUD 1945, dalam bentuk visi, misi, program presiden, dan arah pembangunan
nasional. Untuk tingkat daerah nama RPJMN menjadi RPJP Daerah.7

Primary Health Care

Primary Health Care adalah salah satu pendekatan dan alat untuk mencapai kesehatan
bagi semua pada tahun 2000 sebagai tujuan pembangunan kesehatan semesta dalam mencapai
derajat keseahatan yang optimal.Tujuan Primary Health Care secara umum adalah mencoba
menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan, sehingga akan
dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan. Tujuan Primary Health
Care secara khusus adalah pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani,
pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani, pelayanan harus berdasarkan
kebutuhan medis dari populasi yang dilayani, pelayanan harus maksimum dengan menggunakan
tenaga dan sumber-sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Fungsi Primary
Health Care adalah pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, diagnosis dan pengobatan,
pelayanan tindak lanjut, pemberian sertifikat.8

Antenatal Care

Antenatal Care adalah perawatan sebelum kehamilan oleh tenaga kesehatan terlatih
seperti dokter atau bidan kepada ibu selama masa kehamilannya yang lebih ditekankan kepada
kesehatan ibu.8 Asuhan Antenatal Care juga menyiapkan persalinan menuju well born baby dan
well health mother, mempersiapkan perawatan bayi dan laktasi, serta memulihkan kesehatan ibu
yang optimal saat akhir kala nifas.9 Antenatal Care mempunyai tujuan yaitu memantau kemajuan
kehamilan serta memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi, meningkatkan dan
mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu serta janin, mengenali secara dini
kelainan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, mempersiapkan persalinan cukup
bulan, melahirkan dengan selamat dan mengurangi sekecil mungkin terjadinya trauma pada ibu
dan bayi, mempersiapkan ibu untuk menjalani masa nifas dan mempersiapkan pemberian asi
eksklusif, dan terakhir adalah untuk mempersiapkan peran ibu serta keluarga untuk menerima
kelahiran dan tumbuh kembang bayi.8

Puskesmas

Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan


fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina
peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu
kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. 2 Puskesmas juga dapat
didefinisikan sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung
jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja, dengan kata lain
puskesmas mempunyai tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat di sekitar wilayah
kerjanya.2,10 Fungsi fungsi puskesmas yaitu sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat
di wilayah sekitarnya, membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat, dan memberikan pelayanan kesehatan secara
menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.10
Puskesmas memiliki beberapa kegiatan pokok yang dilaksanakan sesuai kemapuan
tenaga kerja dan fasilitas yang terdapat pada puskesmas sehingga kegiatan pokok di setiap
puskesmas dapat berbeda-beda satu sama lain. Terdapat upaya kesehatan wajib yang harus
dilakukan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan
dengan permasalahan yang ada di wilayah kerjanya. Upaya kesehatan wajib berupa upaya
promosi kesehatan, upaya kesehatan lingkungan, upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga
berencana (KB), upaya perbaikan gizi masyarakat, upaya pencegahan dan pembatasan penyakit
menular, upaya pengobatan.11,12

Posyandu

Pos pelayanan terpadu (Posyandu) adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber
daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat
dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, memberdayakan masyarakat dan memberi
kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh kesehatan dasar untuk mempercepat
penurunan angka kematian ibu dan bayi.13 Tujuan penyelenggaraan posyandu adalah untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan bayi, balita, ibu dan pasangan usia subur.14

Kegiatan Posyandu terdiri dari Kegiatan Utama, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Ibu
hamil Pelayanan, Penimbangan berat badan dan pemberian tablet besi, pengukuran tekanan
darah, pemeriksaan hamil bila ada tempat atau ruang periksaan dan pemberian imunisasi Tetanus
Toxoid. Kegiatan yang dapat dilakukan diluar posyandu bersifat menunjang pelayanan KB, KIA,
imunisasi, gizi, dan penanganan diare, mengajak ibu ibu untuk datang ke posyandu,
pemberantasan penyakit menular, dan kegiatan pengembangan lainnya yang berkaitan dengan
kesehatan.2

PONED

Keberadaan puskesmas mampu PONED adalah salah satu jawaban untuk mendekatkan
akses masyarakat terhadap pelayanan kebidanan dan bayi lahir untuk mencegah komplikasi dan
mendapatkan pelayanan pertama saat terjadi kegawatdaruratan obstetric dan bayi baru lahir,
dengan persyaratan pelayanan yang diberikan memenuhi standar pelayanan yang adekuat. 15
Tujuan PONED adalah mempercepat pemberian pertolongan dan jika perlu melakukan rujukan
ke tempat yang memiliki fasilitas lebih baik.8

POLINDES

Pondok bersalin desa (POLINDES) adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat
dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak
termasuk KB, polindes dirintis dan dikelola oleh pamong desa setempat. Bidan di desa dapat
berkerja sama dengan POLINDES untuk merawat ibu hamil. 9 Fungsi pokok pos bersalin desa
adalah tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak (termasuk KB), tempat pemeriksaan kehamilan
dan pertolongan persalinan, tempat untuk konsultasi, memberikan penyuluhan dan pendidikan
kesehatan masyarakat.

Kesimpulan

Dari skenario E ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis awal, Diterima.Dimana Angka
kematian ibu menjadi indikator keberhasilan pembagun pada sektor kesehatan. AKI mengacu
pada jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan dan persalinan. Salah satu faktor
penyebab tingginya AKI di indonesia disebabkan karena relatif masih rendahnya cakupan
pertolongan oleh tenaga kesehatan.

Untuk dapat mencapai target MDGs, diperlukan terobosan dan upaya keras dari seluruh
pihak, baik Pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat. Untuk itu pemerintah terus
melakukan upaya menurunkan angka kematian ibu diantaranya dengan memberikan Primary
Health Care, Antenatal Care, serta menerapkan visi Indonesia sehat dan memberikan
penyuluhan yang berguna kepada masyarakat melalui puskesmas, POLINDES, PONED,
posyandu, seperti program KB.

Daftar Pustaka :

1. Syafrudin, Hamidah. Kebidanan komunitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 2007.
h.190-204.
2. Effendi F, Makhfudli. Keperawatan kesehatan komunitas: teori dan praktik
dalam keperawatan. Jakarta: Penerbit Salemba ; 2009.
3. Muchtar AF. Panduan praktis strategi memenangkan persaingan usaha dengan menyusun
business plan. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo ; 2010. h.9.
4. Todaro MP, Smith SC. Pembangunan ekonomi. 9th ed. Jakarta: PT Erlangga; 2006. h.29.
5. Asmadi NS. Konsep dasar keperawatan. Jakarta: EGC; 2005. h.27-39.
6. Tim pengembangan ilmu pendidikan Fip-Upi. Ilmu dan aplikasi pendidikan. 2 nded. Jakarta:
PT. Imtima ; 2007. h. 271.
7. Rai IGA. Audit kinerja pada sektor publik. Jakarta: Salemba Empat; 2008. h.12.
8. Manuaba IBG. Pengantar kuliah obstetri. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 2007.
9. Chandranita IA, Fajar IBG, Gde IB. Buku ajar patologi obstetri untuk mahasiswa kebidanan.
Jakarta: EGC; 2009.

10. Harlinawati. Pengatar ilmu keperawatan komunitas. Jakarta: Pustaka As Salam; 2013.
11. Notoatmodjo S. Kesehatan masyarakat ilmu dan seni. Jakarta: Rineka Cipta ; 2011: h.22-24.
12. Ismainar H. Administrasi kesehatan masyarakat. Pekanbaru; Deeppublish : 2013. h.32-42.
13. Ardhiyanti Y, Lusiana N, Megasari K. Buku ajar AIDS pada asuhan kebidanan. Yogyakarta;
Deeppublish: 2015.
14. Mubarak WI, Chayatin N. Ilmu kesehatan masyarakat. Jakarta: Salemba Medika; 2009. h.
51-3
15. Triana A, Darmayanti IP, Afni R, Yanti JS. Buku ajar kebidanan kegawatdaruratan maternal
dan neonatal : penuntun belajar mata kuliah asuhan kebidanan kegatdaruratan maternal dan
neonatal. Yogyakarta: Deeppublish; 2015.

Anda mungkin juga menyukai