Anda di halaman 1dari 4

TINDAKAN PERCUTANEUS CORONARY

INTERVENTION (PCI)
RSUP DR. M.
DJAMIL PADANG
NO. DOKUMEN NO REVISI HALAMAN
0 1/3
TANGGAL TERBIT/ DITETAPKAN DIREKTUR UTAMA
STANDAR REVISI
PROSEDUR
OPERASIONAL 14 November dr. Aumas Pabuti, Sp.A MARS
2011 NIP 195407131981032001
PENGERTIAN Adalah suatu tindakan intervensi non bedah untuk
memperbaiki pembuluh darah koroner dengan
mempergunakan peralatan khusus seperti wire (kawat)
koroner, balon atau stent/ring/cincin melalui sebuah
kateter koroner yang dimasukkan lewat pembuluh darah
arteri.
Tindakan PCI dapat berupa Primary (emergensi), early
(segera) atau elektif (terencana) tergantung kondisi dan
klinis pasien.
TUJUAN Untuk melancarkan aliran koroner. Untuk memperbaiki
perfusi jaringan koroner.

KEBIJAKAN 1. Undang Undang RI no. 36 tahun 2009 tentang


kesehatan.
2. Undang Undang RI no. 44 tahun 2009 tentang
rumah sakit.
3. Kep.Men.Kes 1681 2005 tentang BLU RSUP DR M
Djamil Padang.
4. ISO 9001 : 2008 Klausul 4.
5. SK Dirut no. YM 01.02.01.84 tentang Pembentukan
TIM ISO 9001 : 2008

PROSEDUR Urutan prosedur sama dengan angiografi koroner,


tambahannya adalah :

1. Plastik pengalas :
a. Pada arteri radialis plastik pengalas dipakai dua
buah, satu dibawah tangan yang akan dipunksi,
satunya lagi direntangkan pada daerah kaki pasien
mulai dari lipat paha sampai kekaki.
b. Pada arteri femoralis plastik pengalas direntangkan
keduanya menutupi badan pasien mulai dari lipat
paha sampai ujung kaki.
2. Threeway rotator diganti dengan manifold dan
dirangkai dengan tubing pendeky connector/adaptor,
tubing panjangpressure monitoring, blood set cairan
kontras, infus setcairan NaCl 0,9% 500 ml.
3. Setelah guiding catheter masuk ke ostium arteri
koroner, sebelum wire koroner masuk, berikan
antikoagulan dengan dosis 100 unit / kgbb, berikan
lewat vena.
4. Cairan infus dijalankan.
5. Ujung (tip) wire koroner dibentuk sesuai dengan lesi
yang akan dilewati.
6. Wire koroner masuk kedalam guiding kateter melewati
y-connector menggunakan inserter tool.
7. Agar wire koroner bisa masuk kedalam arteri koroner
dan melewati lesi atau penyempitan atau
penyumbatan pada arteri koroner, dapat digunakan
torquer sebagai pegangan untuk memutar atau
mengarahkan tip wire koroner.

TINDAKAN PERCUTANEUS CORONARY


INTERVENTION (PCI)
RSUP DR. M.
DJAMIL PADANG NO. DOKUMEN NO REVISI HALAMAN
0 2/3
TANGGAL TERBIT/ DITETAPKAN DIREKTUR UTAMA
STANDAR REVISI
PROSEDUR
OPERASIONAL 14 November dr. Aumas Pabuti, Sp.A MARS
2011 NIP 195407131981032001
8. Pengukuran panjang lesi dapat digunakan dengan
membandingkan panjang ujung wire koroner yang
radioopaque sambil di cine atau fluoroskopi pada
daerah yang menyempit.
9. Pilihan untuk melebarkan pembuluh darah yang
menyempit sebelum dipasang stent, atau langsung
dipasang stent (direct stenting) tergantung dari besar
diameter penyempitan lesi.
10. Penggunaan ballon atau stent :
a Ukuran diameter ballon atau stent tergantung hasil
perhitungan lesi dan penyempitan pada arteri
koroner.
b Baik stent atau ballon, untuk mengembangkannya
dapat menggunakan indeflator.
c Sebelum indeflator dipasang, pangkal ballon atau
stent diisi dengan cairan kontras campur untuk
memastikan pada saat ballon/stent dikembangkan
tidak ada udara dalam ballon.
d Sebelum masuk kedalam guiding kateter, setelah
disambungkan dengan indeflator, ballon
dinegatifkan terlebih dahulu, sedangkan pada stent
tidak perlu dinegatifkan.
e Ujung ballon atau stent dimasukkan kedalam wire
koroner.
f Ballon atau stent sampai kedaerah lesi dengan
menggunakan wire koroner sebagai rail atau
penuntunnya.
11. Setelah sampai pada tempat yang dituju, ballon
atau stent dikembangkan dengan cara :
a. Pada ballon dari keadaan negatif (deflate),
netralkan tekanan terlebih dahulu, baru
kembangkan ballon (Inflate) dengan menaikkan
tekanan secara bertahap. Tekanan yang diberikan
dan lamanya waktu pengembangan ballon sesuai
dengan advis dokter, lalu negatifkan (deflate).
b. Pada stent, sesaat sebelum inflate, deflate-kan
ballon stent terlebih dahulu (kurang dari 1 detik),
setelah itu baru netralkan tekanan dan
kembangkan stent dengan menaikkan tekanan
secara bertahap. Tekanan yang diberikan dan
lamanya waktu pengembangan stent sesuai
dengan advis dokter, lalu negatifkan (deflate).
12. Bila hasil sudah optimal, tarik keluar ballon atau
ballon eks-stent keluar dari arteri koroner dalam
keadaan negatif.
13. Wire koroner dapat ditarik bersamaan dengan
ballon, bila tidak lagi dibutuhkan.
14. Bila tindakan telah selesai flushing guiding kateter
dan rekam tekanan aorta.
15. Tarik guiding kateter keluar.
16. Rekam EKG 12 lead.

TINDAKAN PERCUTANEUS CORONARY


INTERVENTION (PCI)

RSUP DR. M. NO. DOKUMEN NO REVISI HALAMAN


DJAMIL PADANG 0 3/3
TANGGAL TERBIT/ DITETAPKAN DIREKTUR UTAMA
STANDAR REVISI
PROSEDUR
OPERASIONAL 14 November dr. Aumas Pabuti, Sp.A MARS
2011 NIP 195407131981032001
17. Pasien dipindahkan keruang observasi.
18. Kain tenun kotor dimasukkan kedalam tempat
tenun kotor, dan alat logam dimasukkan kedalam
rendaman.
19. Cuci tangan.

UNIT TERKAIT -

DOKUMEN 1. Alur Dokumen Kontrol.


TERKAIT 2. Daftar status revisi dan riwayat perubahan dokumen.

DAFTAR RUJUKAN

Dibuat oleh Ditinjau oleh Disahkan oleh


NAMA Dr. Hasril Hadis Dr. Muhammad
SpJP (K) Syukri SpJP (K)

JABATAN Ka Instalasi
Cardiac Centre

TANDA TANGAN

Anda mungkin juga menyukai