Anda di halaman 1dari 3

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN

CASE 2
1. Gambarkan arus dokumen (flow chart) sistem pembelian!

MULAI PEMASOK

Membuat S.O.P Mengirim Barang Ruang Surat

S.O.P Di ACC Faktur dari Pemasok Kopi Faktur dari Pemasok


Oleh SPV

Departemen
Pegawai Ruang Penyimpanan Akuntansi

Departemen
Penerimaan Laporan Penerimaan
S.O.P. Rangkap Tiga oleh Pegawai

Departemen
Pembelian
2. Apa kelemahan pengendalian internal pada perusahaan Branden.
Sarankan prosedur tambahan atau revisi untuk mengatasi setiap
kelemahan sistem diatas.
Ada beberapa kelemahan pengendalian internal pada perusahaan
Branden jika dilihat dari pengendalian intern pembelian seperti :
1) Tidak ada pemisahan departemen penerimaan dengan departemen
penyimpanan barang.
2) Tidak memiliki surat permintaan pembelian dari pihak yang meminta
untuk pesanan khusus.
3) Tidak ada pemilihan pemasok berdasarkan penawaran harga dari
supplier.
4) Tidak dilakukan pemeriksaan barang yang dikirim dan diterima oleh
departemen penerimaan, baik dari bandingan faktur/surat maupun
kualitas.
Adapun prosedur yang dapat di tambahkan adalah :
1) Melakukan pemisahan departemen penerimaan dengan departemen
penyimpanan barang.
3. Fungsi penerimaan merupakan fungsi operasi yang bertanggung
jawab atas penerimaan/penolakar barang yang diteruna dari
pemasok. Fungsi penyimpanan merupakan fungsi yang bertanggung
jawab atas penyimpanan barang yang telah diterima oleh fungsi
penerimaan. Kedua fungsi tersebut harus dipisahkan karena kegiatan
penerimaan barang memerlukan keahlian mengenai barang dan
pengetahuan mengenai syarat-syarat pembelian, dan kegiatan
penyimpanan barang memerlukan keahlian dalam pengelolaan
penyimpanan barang dan pelayanan pengambilan barang bagi
pemakai.
2) Menurut pengendalian intern pembelian, perusahaan harus memiliki
sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang baik, Otorisasi
terjadinya transaksi dilakukan dengan pembubuhan tanda tangan oleh
manajer yang memiliki wewenang untuk itu, pada dokumen sumber
setiap transaksi yang terjadi dicatat daiam catatan akuntansi melalul
prosedur pencatatan terternu. Dengan demikian, maka kekayaan
perusahaan akan terjamin keamanannya dan data akuntansi yang
dicatat terjamin ketelitian dan keandalannya. Beberapa dokumen
yang harus diotorisasi adalah sebagai berikut :
a. Surat perrnintaan pembelian diotorisasi oleh fungsi gudang, untuk
barang yang disimpan dalam gudang atau kepala fungsi pemakai
barang, untuk barang yang langsung dipakai.
b. Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau
pejabat yang lebih tinggi.
c. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan.
d. Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi atau pejabat yang
lebih tinggi.
3) Perusahaan Branden juga harus melakukan praktek yang sehat
sebagai prosedur pembeliannya dimana itu mngendungi :

a. Penggunaan formulir bernomor urut tercetak.


b. Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing
dari berbagai pemasok.
c. Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan. Jika
fungsi ini telah menerima tembusan surat order pembelian dari
fungsi pembelian.
d. Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan barang yang diterima
dari pemasok dengan cara menghitung barang tersebut dan
mernbandingkannya dengan tembusan surat order pembelian.
e. Terdapat pengecekan harga, syarat pembelian dan ketelitian
perkalian dalam faktur dari pemasok sebelum faktur tersebut
diproses untuk dibayar.
f. Bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap Lunas
oleh fungsi pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada
pemasok.

4.