Anda di halaman 1dari 22

ALAT ALAT ANGKAT

DIKLAT KOMPETENSI GURU SMK

Penulis :
I.Putu Pawitra Teguh DP, ST

Editor :
Amir hamzah Siregar, S.Pd

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BIDANG
BANGUNAN DAN LISTRIK
Jln. Setia Budi No. 75 (Jln. Kapten Sumarsono) Helvetia Medan 20124
Telp. (061) 8455417, Fax (061) 8456871

2015
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................... ii

Daftar Isi ............................................................................................................... iii

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar belakang ............................................................................................. 1

B. Deskripsi singkat ......................................................................................... 1

C. Tujuan Pembelajaran .................................................................................. 1

BAB II. TUAS/PENGUNGKIT

A. Pengertian Tuas/ Pengungkit ........................................................................ 2

BAB III. KATROL

A. Pengertian Katrol ......................................................................................... 4

B. Jenis jenis Katrol ....................................................................................... 6

BAB IV. Crane

A. Pengertian Crane ............................................................................ ..............11

B. Jenis jenis Crane .......... ............................................................................ 13

C. Rangkuman ................................................................................................. 18

D. Latihan ........................................................................................................ 18

BAB V. PENUTUP

A. Kesimpulan .................................................................................................. 19

B. Implikasi ..................................................................................................... 19

C. Tindak lanjut ................................................................................................ 19

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 19

iii
Alat alat Angkat
Alat Alat Angkat pp

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Didalam kehidupan kita tentunya kita selalu mempergunakan alat bantu untuk
mempermudah kita untuk mengerjakan sesuatu. Alat angkat sederhana sering
kita temui disebuah industry, proyek proyek pembangunan, perbengkelan atau
bahkan dikehidupan kita sehari hari.
Bahan ajar ini akan mempelajari tentang prinsip prinsip dasar dari Alat Angkat.
Secara pengertian Alat Angkat merupakan alat alat yang dapat memudahkan
kita dalam melakukan usaha.
Pernahkah kita mengangkat sebuah beban? Tentu saja jika menggunakan tangan
kosong pasti kita akan kesulitan karena beban yang kita angkat sangatlah berat.
Lalu kita menggunakan Alat Angkat untuk mengangkat beban tersebut.
Bagaimana setelah kita menggunakan Alat Angkat, menjadi mudah diangkat
bukan? Bahkan mungkin kita bisa mengangkat lebih.

B. DESKRIPSI SINGKAT
Sesuai dengan judul materi bahan ajar ini penulis mencoba membahas secara teori
tentang Alat Angkat sebagai alat bantu sederhana untuk mengangkat beban,
penggunaan dan penerapannya dikehidupan kita sehari hari serta cara
menghitung gaya gaya yang dibutuhkan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
i. Kompetensi dasar
Mengetahui Pengertian Alat Angakat, jenis jenis dan kegunaan Alat Angat
serta perhitungan dasarnya.
ii. Indikator keberhasilan
Setelah mempelajari bahan ajar ini peserta diklat mampu membedakan jenis
jenis Alat Angkat, menerapkaan penggunaan Alat Angat tersebut dan
memperhitungkan gaya dan beban yang dapat diangkatnya.

1
Alat Alat Angkat pp

BAB II
TUAS/ PENGUNGKIT

A. Pengertian Tuas/ Pengungkit

Tuas atau pengungkit adalah salah satu pesawat sederhana yang digunakan
untuk mengubah efek atau hasil dari suatu gaya. Hal ini dimungkinkan terjadi dengan
adanya sebuah batang ungkit dengan titik tumpu, titik gaya, dan titik beban yang
divariasikan letaknya.

Contoh penggunaan prinsip pengungkit adalah gunting, linggis, dan gunting


kuku. pada masa ini, tuas sudah banyak dikembangkan menjadi berbagai alat yang
berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Tuas yang digunakan orang untuk memindahkan sebuah batu yang berat.
Berat beban yang akan diangkat disebut gaya beban (Fb) dan gaya yang digunakan
untuk mengangkat batu atau beban disebut gaya kuasa (Fk). Jarak antara penumpu
dan beban disebut lengan beban (lb) dan jarak antara penumpu dengan kuasa disebut
lengan kuasa (lk).

Hubungan antara besaran-besaran tersebut menunjukkan bahwa perkalian gaya


kuasa dan lengan kuasa (Fklk) sama dengan gaya beban dikalikan dengan lengan
beban (Fblb). Artinya besar usaha yang dilakukan kuasa sama dengan besarnya usaha
yang dilakukan beban. Oleh sebab itu, pada tuas berlaku persamaan sebagai berikut:
Fk.lk = Fb.lb dengan:
Fk = gaya kuasa (N) Fb = gaya beban (N)
lk = lengan kuasa (m) lb = lengan beban (m)

Tuas dibedakan atas 3 kelas. Yaitu:

1. Kelas Pertama yaitu titik tumpu (T) berada ditengah, diantara lengan kuasa (Lk)
dan lengan beban (Lb). Contoh: Palu, gunting

2. Kelas kedua Yaitu lengan beban berada diantara titik tumpu dan lengan kuasa.
Contoh: gerobak, dan pembuka botol.

3. Kelas ketiga Yaitu lengan kuasa berada diantara lengan beban dan titik tumpu

2
Alat Alat Angkat pp

Pada Sistem Jungkat-Jungkit Sebenarnya, jungkat-jungkit ini merupakan tuas


golongan pertama, yaitu: titik tumpu berada diantara lengan beban dan lengan
kuasa.sedangkan tuas memiliki tiga golongan. berikut sistimnya:

1. Apabila lengan beban lebih panjang dari lengan kuasa, makah tenaga yang
dikeluarkan lebih besar.

2. Apabila lengan beban lebih pendek dari lengan kuasa, makah tenaga yang
dikeluarkan lebih kecil.

3. Apabila lengan beban sama panjang dari lengan kuasa, makah tenaga yang
dikeluarkan sama besar. Namun, antara tuas golongan pertama, dengan tuas golongan
kedua dan ketiga, memiliki perbedaan pada fungsi pemakaiannya, yang sudah
dijelaskan pada halaman sebelumnya.

Gbr. 1. Tuas/Pengungkit

3
Alat Alat Angkat pp

BAB III
KATROL

A. PENGERTIAN KATROL
Pastinya kita sudah tahu seperti apa itu katrol. Ketika menimba air di sumur atau
ketika para pekerja bangunan sedang mengangkat beberapa bahan dari lantai
bawah ke lantai bagian atas. Alat yang digunakan untuk mempermudah usaha
dinamakan katrol. Katrol adalah salah satu jenis alat pesawat sederhana yang
terdiri atas roda berporos dengan tali sebagai penghubungnya. Pengertian lain dari
katrol adalah sebuah roda yang disekelingnya diberi tali dan dipakai untuk
mempermudah pekerjaan manusia. Suatu katrol biasanya terbuat dari material
yang tahan aus dan memiliki kekuatan yang cukup. Sebagai contoh bahan katrol
adalah baja karbon menengah. Fungsi utama dari katrol adalah untuk
memudahkan kita mengangkat beban yang berat.
Katrol merupakan pesawat sederhana yang dapat mengubah arah gaya sehingga
dari gaya tarik yang arahnya ke bawah menjadi gaya angkat yang arahnya ke atas.

Mengapa orang lebih suka menimba air dengan katrol atau kerekan daripada
mengangkatnya dengan tali secara langsung? Menimba air menggunakan katrol
lebih mudah dan ringan daripada mengangkatnya secara langsung. Penerapan
pesawat sederhana yang satu ini paling sering kita gunakan pada saat menimba air
di sumur. Kita melakukan tarikan untuk mengangkat beban. Penjelasan paling
singkatnya yaitu sebuah roda berputar pada porosnya yang dilewati oleh seutas
tali. Pada ujung tali tersebut terdapat gaya yang diberikan (ditarik oleh tangan)
dan di ujung lainnya terdapat beban yang akan diangkat.

4
Alat Alat Angkat pp

Gambar. 2. Ilustrasi penggunaan Katrol

5
Alat Alat Angkat pp

KATROL adalah salah satu jenis dari Pesawat Sederhana. Pesawat sederhana
adalah semua jenis perangkat yang hanya membutuhkan satu gaya untuk bekerja.
yang contohnya banyak sekali dijumpai disekitar kita seperti: bidang miring, tuas
pengungkit, katrol.
Adapun manfaat dari katrol antara lain :
1. Mempermudah pekerjaan manusia
2. Energi yang kita keluarkan juga dapat dihemat,
3. Waktunya jadi lebih singkat.

Gambar. 3. Katrol

B. JENIS JENIS KATROL


Untuk mengubah arah gaya Katrol dibagi menjadi tiga yaitu :

1. Katrol tetap, yaitu katrol yang tidak berpindah pada saat digunakan.
2. Katrol bebas, yaitu katrol yang bisa berpindah tempat saat digunakan.
3. Katrol ganda/majemuk, yaitu katrol yang merupakan gabungan dari katrol
tetap dan katrol bebas.

6
Alat Alat Angkat pp

Pada katrol tetap keuntungan yang akan kita dapat yaitu kita akan mudah untuk
mengangkat suatu beban dengan cara menariknya kebawah. Pada saat kita
menarik beban tersebut kita terbantu dengan berat badan kita. Bukan hanya itu,
katrol jenis ini akan memperingan kita dalam menarik beban karena kita menarik
beban ke arah bawah.

Berbeda dengan katrol tetap, keuntungan yang kita dapat ketika menggunakan
katrol bebas yaitu kita hanya memerlukan setengah tenaga dalam mengangkat
suatu benda. Contoh ketika kita mengangkat beban sebesar 20 N maka dengan
katrol bebas kita hanya memerlukan gaya 10 N untuk mengangkatnya.
Katrol adalah roda berongga yang disepanjang sisinya untuk tempat tali. Katrol
sangat baik digunakan untuk memindahkan beban ke atas/bawah.
Katrol dapat dibedakan menjadi katrol tunggal tetap, katrol tunggal bergerak, dan
katrol majemuk berganda.

a. Katrol Tunggal Tetap

Gambar. 4. Penggunaan Katrol Tunggal Tetap

katrol tunggal tetap terdiri dari sebuah katrol yang kedudukannya tidak berubah
ubah (tetap).
Keuntungan mekanis (KM) katrol tunggal tetap = 1
Keuntungan mekanis =1 berarti berat beban = gaya yang kita keluarkan untuk
mengangkat beban tersebut.
maka, F=w
contoh : katrol yang digunakan untuk menimba air.
Kalau gaya yang kita keluarkan besarnya sama aja dengan berat bebannya, untuk

7
Alat Alat Angkat pp

apa dong fungsi katrol tunggal ini?


Katrol jenis ini memang tidak mengurangi besar gaya yang kita keluarkan, namun
dapat merubah arah gaya. Bila kita menarik suatu beban dari atas ke bawah tanpa
katrol maka kita harus mengeluarkan gaya dengan arah tersebut yaitu dari atas ke
bawah sehingga kita kesulitan memanfaatkan berat tubuh kita. sedangkan bila
menggunakan katrol (seperti yang terlihat pada gambar di atas) gaya yang kita
keluarkan justru berarah dari atas ke bawah. Hal ini menyebabkan kita dapat
memanfaatkan berat tubuh kita untuk mengangkat beban tersebut jadi tangan kita
tidak cepat lelah.

b. Katrol Tunggal Bergerak

Gambar. 5. Penggunaan Katrol Tunggal bergerak

katrol tunggal bergerak terdiri dari sebuah katrol yang kedudukannya dapat
berubah-ubah (tetap)

Keuntungan mekanis (KM) katrol tunggal bergerak = 2


maka,

F = 1/2.w

8
Alat Alat Angkat pp

Keuntungan mekanisnya = 2 artinya kita hanya perlu mengeluarkan gaya separuh


dari berat beban yang kita angkat ( F = w/KM).

c. Katrol majemuk/berganda

Gambar. 6. Penggunaan Majemuk/Berganda

Katrol majemuk atau berganda adalah katrol yang terdiri dari sebuah katrol tetap
dan satu atau lebih katrol bergerak... katrol ini biasanya digunakan untuk
mengankat beban yang sangant berat.
Keuntungan mekanis (KM) Katrol Majemuk = Jumlah katrol
F = W/jumlah katrol
Keuntungan mekanik dari sistem katrol tergantung pada jumlah katrol dan tali
yang menanggung beban. Dengan menggunakan katrol berganda, keuntungan
mekanisnya akan lebih besar. Jika gaya gesekan katrol diabaikan, hubungan antara
gaya dan beban pada system katrol dapat ditulis dalam bentuk:
W2 F n
Dimana: W = Beban (N)
F = Gaya (N)
N = Jumlah katrol
Keuntungan mekanik dari sistem pegas dapat didefinisikan sebagai perbandingan
antara beban dengan kuasa dan dapat dirumuskan dalam bentuk:

9
Alat Alat Angkat pp

Keuntungan mekanik pada sistem katrol tergantung pada banyaknya katrol yang
ada pada sistem katrol.
Contoh pada katrol majemuk yang terdiri dari 4 katrol, berapakah keuntungan
mekaniknya ?. Karena sistem terdiri dari empat katrol, maka keuntungan
mekaniknya adalah 4.
Contoh soal :
Sebuah benda yang beratnya 2000 N akan diangkat dengan katrol majemuk. Jika
gaya yang dikerjakan hanya 400 N, berapakah banyaknya katrol yang harus
digunakan ?.
Diketahui :
W = 2000 N
F = 400 N
Jawab :

Jadi, jumlah katrol yang diperlukan pada system adalah 5 buah

10
Alat Alat Angkat pp

BAB IV
CRANE

A. Pengertian Crane
Alat pengangkat yang biasa digunakan didalam proyek konstruksi adalah crane. Cara
kerja crane adalah dengan mengangkat material yang akan dipindahkan,
memindahkan secara horizontal, kemudian menurunkan material ditempat yang
diinginkan.
Crane, yaitu gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk
mengangkat sekaligus memindahkan muatan yang dapat digantungkan secara bebas
atau diikatkan pada crane. Salah satu jenis crane dapat diihat pada gambar 1. dibawah
ini

Gambar 7. Hoisting Crane

11
Alat Alat Angkat pp

12
Alat Alat Angkat pp

B. Jenis Jenis Crane

Beberapa tipe crane yang umum dipakai adalah:


1. Crane Beroda Crawler

Tipe ini mempunyai bagian atas yang dapat bergerak 3600. dengan roda crawler maka
crane tipe ini dapat bergerak didalam lokasi proyek saat melakukan pekerjaannya.
Pada saat crane akan digunakan diproyek lain maka crane diangkut dengan
menggunakan lowbed trailer. Pengangkutan ini dilakukan dengan membongkar boom
menjadi beberapa bagian untuk mempermudah pelaksanaan pengangkutan.

Gambar. 8.Crane Beroda Crawler

2. Truck Crane

Crane jenis ini dapat berpindah tempat dari satu proyek ke proyek lainnya tanpa
bantuan dari alat pengangkutan. Akan tetapi bagian dari crane tetap harus dibongkar
untuk mempermudah perpindahan. Seperti halnya crawler crane, truck crane ini dapat
berputar 360 derajat. untuk menjaga keseimbangan alat, truck crane memiliki kaki. Di

13
Alat Alat Angkat pp

dalam pengoperasiannya kaki tersebut harus dipasangkan dan roda diangkat dari tanah
sehingga keselamatan pengoperasian dengan boom yang panjang akan terjaga.

Gambar.9. Truck Crane

3. Crane untuk Lokasi Terbatas

Crane tipe ini diletakan di atas dua buah as tempat kedua as ban bergerak secara
simultan. Dengan kelebihan ini maka crane jenis ini dapat bergerak dengan leluasa.
Alat penggerak crane jenis ini adalah roda yang sangat besar yang dapat
meningkatkan kemampuan alat dalam bergerak dilapangan dan dapat bergerak di
jalan raya dengan kecepatan maksimum 30 mph. Letak ruang operator crane biasanya
pada bagian-bagian deck yang dapat berputar.

14
Alat Alat Angkat pp

Gambar. 10.Crane untuk Lokasi Terbatas

4. Tower Crane

Tower crane merupakan alat yang digunakan untuk mengangkat material secara
vertical dan horizontal kesuatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas.
Tipe crane ini dibagi berdasarkan cara crane tersebut berdiri yaitu crane yang dapat
berdiri bebas (free standing crane), crane diatas rel (rail mounted crane), crane yang
ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane) dan crane panjat (climbing crane).

15
Alat Alat Angkat pp

Gambar.11.Tower Crane

a. Bagian Crane

Bagian dari crane adalah mast atau tiang utama,, jib dan counter jib, counterweight,
trolley dan tie ropes. Mast merupakan tiang vertical yang berdiri di atas base atau
dasar. Jib merupakan tiang horizontal yang panjangnya ditentukan berdasarkan
jangkauan yang diinginkan.

b. Kriterian pemilihan Tower Crane

Pemilihan tower crane sebagai alat untuk memindahkan material didasarkan pada
kondisi lapangan yang tidak luas, ketinggian yang tidak terjangkau oleh alat lain. Dan
tidak dibutuhkanya pergerakan alat. Pemilihan jenis tower crane yang akan dipakai

16
Alat Alat Angkat pp

harus mempertimbangkan situasi proyek, bentuk struktur bangunan, kemudahan


operasiaonal baik pada saat pemasangan maupun pada saat pembongkaran.

Sedangkan pemilihan kapasitas tower crane berdasarkan berat, dimensi, dan daya
jangkau pada beban terberat, ketinggian maksimum alat, perakitan alat diproyek, berat
alat yang harus ditahan oleh strukturnya, ruang yang tersedia untuk alat, luas area
yang harus dijangkau alat dan kecepatan alat untuk memindahkan material.

c. Kapasitas Tower Crane

Kapsitas tower crane tergantung beberapa factor. Yang perlu diperhatikan adalah
bahwa jika material yang diangkut oleh crane melebihi kapasitasnya maka akan
terjadi jungkir. Oleh karena itu, berat material yang diangkut sebaiknya sebagai
berikut:
1). Untuk mesin beroda crawler adalah 75% dari kapasitas alat
2). Untuk mesin beroda ban karet adalah 85% dari kapasitas alat
3). Untuk mesin yang memilliki kaki adalah 85% dari kapasitas alat

Faktor luar yang harus diperhatikan dalam menentukan kapasitas alat adalah :

1). Kekuatan angina terhadapa alat


2). Ayunan beban pada saat dipindahkan
3). Kecepatan pemindahan material
4). Pengereman mesin dalam pergerakannya

17
Alat Alat Angkat pp

C. RANGKUMAN

Katrol tetap berfungsi untuk membelokkan gaya sehingga berat beban tetap
sama dengan gaya kuasanya tetapi dapat dilakukan dengan mudah.
Keuntungan mekanis katrol tetap = 1

Prinsip katrol tunggal bergerak , yaitu titik beban berada di antara titik tumpu
dan titik kuasa. Keuntungan mekanis katrol tetap = 2
Keuntungan mekanis dari katrol majemuk bergantung pada banyaknya katrol
yang dipergunakan untuk mengangkat beban. Jika kita melihat empat katrol
yang digunakan untuk mengangkat beban. Jadi, keuntungan mekanisnya sama
dengan 4. Jika kamu akan mengangkat beban 100 N, cukup dengan gaya 25 N
saja benda sudah terangkat

D. LATIHAN
1. Tuliskan pengertian dari Katrol.
2. Apasajakah keuntungan menggunakan Katrol.
3. Tuliskan perbedaan antara katrol dan Crane
4. Sebuah beban seberat 150 N digantungkan pada katrol tetap. Berapakah besar
gaya yang diberikan?
5. Sebuah benda dengan berat 100 N digantungkan pada katrol ganda dengan
jumlah katrol yang berak 2 buah. Berapakah keuntungan mekanisnya?

18
Alat Alat Angkat pp

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dalam rangka peningkatan kualitas yang bertumpu pada materi materi dibidang
teknik dapat diupayakan melalui pendidikan dan latihan. Alat Angat salah satu
materi yang harus dimiliki oleh guru sekolah menengah kejuruan. Pemahaman yang
kurang akan menimbulkan masalah ketika harus dijelaskan kepada peserta didik.

Didalam bahan ajar ini penulis mengungkapkan hal yang mendasar, yakni pengertian
katrol secara umum, fungsi dan kegunaannya serta perhitungan dasar.

B. IMPLIKASI
Dimungkinkan setelah peserta diklat mengerjakan soal soal dan latihan dalam
Bahan Ajar Alat Angkat dan nilainya kurang dari 70 %, maka peserta diklat
disarankan untuk mendalami kembali materi Bahan Ajar ini.

Diharapkan indikator keberhasilan pembelajaran peserta diklat dapat


mengembangkan belajar yang optimal.

Selanjutnya peserta diklat mampu menjawab inovasi perkembangan tentang


menggambar teknik, memecahkan masalah masalah yang timbul untuk
menjawab tantangan global baik didunia pendidikan kejuruan maupun didunia
industri di Indonesia.

C. TINDAK LANJUT
Peserta diklat sebagai guru sekolah menengah kejuruan melalui bahan ajar ini
mampu mengembangkan materi dan model(benda) sebagai objek sederhana
sebagai alat bantu mengajar sehingga turut serta mengembangkan sumber daya
manusia Indonesia. Setelah memahami Prinsip Alat Angkat ini Peserta diklat
dapat melanjutkan ke Bahan ajar selanjutnya yaitu : Perkakas Tangan .

19
Alat Alat Angkat pp

DAFTAR PUSTAKA

1. Ulrich Fiscer dan Friedrich Naher. TABELLENBUCH METALL. Verlag


Europa-Lehrmittel. Nourney, Voller GmbH & Co. 2002.
2. Kyokatsu Suga dan Sularso, Perencanaan Elemen Mesin, PT. Pradnya
Paramita Jakarta, 2004
3. Dr. Ir. Bob Foster, M.M. Terpadu FISIKA SMA. Jakarta : Erlangga, 2004.
4. Kanginan, Martehen. Fisika Jilid IA. Jakarta: Erlangga, 1995.

20