Anda di halaman 1dari 53

UTILITAS

Unit utilitas merupakan unit pendukung dalam proses produksi pada suatu pabrik
yang meliputi air, steam, listrik dan udara tekan.

8.1 KEBUTUHAN AIR


Penggunaan air dalam pabrik Dimetilformamid meliputi :
1. Air pendingin
Air pendingin adalah air yang diproses untuk melayani proses pendinginan dan proses
pengkondensasian. Proses pendinginan dilakukan dicooler dan terjadi penurunan
temperature (tidak terjadi perubahan fase) sedangkan proses pengkondensasian dilakukan
di condenser dan terjadi proses kondensasi (perubahan fase dari uap menjadi cair).
Syarat-syarat untuk air pendingin :
- Bebas dari kotoran-kotoran berupa lumpur, pasir, kerang, dan kotoran lain (mencegah
terjadinya fouling)
- Bebas dari komponen-komponen tersuspensi (mencegah terjadinya kerak pada alat
pendingin)
- Bebas dari ion-ion Mg2+ dan Ca2+ yang berupa senyawa CaSO4, CaCl2, Ca(HCO3)2,
Mg(HCO3)2, MgSO4, MgCl2 yang menyebabkan kesadahan air sehingga menimbulkan
endapan pada alat proses (dihilangkan pada proses penggumpalan menggunakan
flokulant yang terjadi dalam clarifier)

Kebutuhan penggunaan air pendingin pada pabrik :


- Reaktor 01 = 14.091 kg/jam
- Reaktor 02 = 3.764 kg/jam
- Condensor 01 = 28.117 kg/jam
- Condensor 02 = 45.814 kg/jam
- Heat exchanger 02 = 11.136 kg/jam
- Heat exchanger 03 = 3.768 kg/jam
- Heat exchanger 04 = 30.151 kg/jam +
= 136.841 kg/jam
2. Air umpan boiler
Air ini merupakan bahan baku untuk boiler. Air umpan ini akan diubah menjadi steam
dan digunakan untuk pemanasan pada heater dan reboiler.
Syarat-syarat untuk air umpan boiler :
- Bebas dari kotoran-kotoran berupa lumpur, pasir, kerang, dan kotoran lain (mencegah
terjadinya fouling)
- Bebas dari komponen-komponen tersuspensi(mencegah terjadinya kerak pada alat
pendingin)
- Bebas dari garam-garam seperti CaCO3, Ca(HCO3)2, MgCl2, MgCO3, NaCl, SiO2 yang
dapat menyebabkan terjadinya kerak diboiler (dihilangkan di kation & anion
exchanger)
- Bebas dari gas-gas O2 dan CO2 yang dapat menyebabkan korosi
- Bebas garam-garam yang berupa senyawa CaSO 4, CaCl2, Ca(HCO3)2, Mg(HCO3)2,
MgSO4, MgCl2 yang menyebabkan kesadahan air sehingga menimbulkan endapan pada
alat proses (dihilangkan pada proses penggumpalan menggunakan flokulant yang
terjadi dalam clarifier)
Kebutuhan penggunaan air umpan boiler (kg/jam)
- Reboiler 01 = 1.204 kg/jam
- Reboiler 02 = 2.196 kg/jam
- Heat exchanger 01 = 618 kg/jam +
= 4.018 kg/jam

3. Air pemadam kebakaran


Air pemadam kebakaran digunakan hanya pada saat terjadi kebakaran di pabrik. Syarat
air pemadam kebakaran bebas dari kotoran-kotoran besar berupa lumpur, pasir dan lain
sebagainya agar pipa-pipa tidak tersumbat pada saat digunakan. Air pemadam kebakaran
sebanyak 5000 liter/jam, menggunakan air sungai yang sudah diendapkan terlebih dahulu.

4. Air minum dan lain-lain


Air ini digunakan untuk keperluan minum para karyawan, analisa dilaboratorium dan
sebagainya, sehingga air ini harus memenuhi syarat sebagai berikut :
- Air harus jernih, bersih, tidak berwarna dan tidak berbau.
- Bebas dari kandungan zat-zat kimia dan logam berat.
- Bebas dari bakteri-bakteri patogen penyebab penyakit.
- Bebas garam-garam yang berupa senyawa CaSO 4, CaCl2, Ca(HCO3)2, Mg(HCO3)2,
MgSO4, MgCl2 yang menyebabkan kesadahan air sehingga menimbulkan endapan pada
alat proses (dihilangkan pada proses penggumpalan menggunakan flokulant yang
terjadi dalam clarifier).
Kebutuhan air untuk karyawan
Asumsi : Jumlah karyawan 200 orang.
- Kebutuhan air untuk perorang = 150 l/hari
Untuk 1 jam = 200 x 150 x (1/1000) x 1/24
= 1,250 m3 = 1.250 kg
- Setiap keluarga terdiri dari 5 orang dan ada 17 perumahan.
Kebutuhan air untuk keluarga karyawan :
Untuk 1 jam = 17 x 150 x 5 x (1/1000) x 1/24
= 0,531 m3 = 531 kg
Air yang hilang :
Prosen steam yang hilang (anggapan) = 20%
Prosen air yang hilang (anggapan) = 20%
Air yang hilang = 0,20 x 4.018 + 0,20 x 136.841 = 28.172 kg
Air yang harus disediakan = air yang hilang + air karyawan
= 28.172 + (1250 + 531)
= 29.953 kg
= 29,953 m3

Kebutuhan air dipenuhi dengan mengolah air sungai yang terdekat dengan pabrik.
Pengolahan air meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
1. Tahap pengendapan.
Dilakukan dalam bak pengendap yang terbuat dari beton, tujuannya untuk
mengendapkan kotoran yang berupa lumpur, pasir dan kotoran lain secara gravitasi.

2. Tahap penggumpalan.
Dilakukan dalam Clarifier berupa bangunan dengan bagian kerucut dibawahnya,
kedalamnya ditambahkan bahan-bahan kimia yaitu Na2CO3 dan Al2(SO4)3 untuk
menggumpalkan yang tersuspensi, kemudian diendapkan.
Persamaan Reaksi Koagulasi yang terjadi :
CaSO4 + Na2CO3 CaCO3 + Na2SO4
CaCl2 + Na2CO3 CaCO3 + 2NaCl
6NaAlO2 + Al2(SO4)3.18H2O 8Al(OH)3 + 3Na2SO4 + 6H2O

3. Tahap penyaringan.
Dilakukan dalam bak beton yang berisi pasir dan batu kerikil, fungsinya untuk
menyaring kotoran yang belum terendapkan.
Air masuk

Kerikil

Pasir

Kerikil

Kerakal
beton
Air keluar

4. Tahap pelunakan (demineralisasi)


Khusus untuk air umpan boiler dan air proses perlu pengolahan lebih lanjut untuk
menghilangkan kandungan mineral dalam air yang dapat merusak boiler yang
beroperasi pada suhu dan tekanan tinggi. Pada kondisi tersebut, garam mineral akan
membentuk kerak yang menempel pada dinding boiler sehingga kecepatan transfer
panas akan berkurang.
Adapun tahap-tahap proses demineralisasi adalah sebagai berikut :
- Kation exchanger
Kation exchanger berfungsi mengikat ion-ion positif yang ada pada air dengan
menggunakan zeolit, dengan notasi Na2Z.
Reaksi softening yang terjadi adalah sebagai berikut :
Ca(HCO3)2 + Na2Z 2NaHCO3 + CaZ
Mg(HCO3)2 + Na2Z 2NaHCO3 + MgZ
CaSO4 + Na2Z 2Na2SO4 + CaZ
MgSO4 + Na2Z 2Na2SO4 + MgZ
CaCl2 + Na2Z 2NaCl + CaZ
MgCl2 + Na2Z 2NaCl + MgZ
Karena proses ini berlangsung terus menerus maka pada suatu saat zeolitnya penuh
dengan garam Ca dan Mg, sehingga tidak dapat berfungsi lagi. Untuk memfungsikan
kembali maka perlu regenerasi. Regenerasi dilakukan dengan menggunakan larutan
NaCl yang dialirkan dari bawah menara. Selama regenerasi, air yang masuk kation
exchanger dihentikan. Agar proses tidak terhenti maka perlu dipasang 2 kation
exchanger.
Reaksi regenerasi yang terjadi adalah sebagai berikut :
CaZ + 2NaCl Na2Z + CaCl2
MgZ + 2NaCl Na2Z + MgCl2
- Anion Exchanger
Anion exchanger berfungsi mengikat ion-ion negative yang ada dalam air dengan
menggunakan resin Duolite A-2.
Reaksi softening yang terjadi adalah sebagai berikut :
RNH2 + HCl RNH3Cl
2RNH3OH + H2CO3 (RNH3)2CO3 + 2 H2O
Apabila resin sudah jenuh, dilakukan regenerasi dengan menggunakan larutan NaOH 5
%
Reaksi regenerasi yang terjadi :
RNH3Cl + NaOH RNH2 + NaCl + H2O
(RNH3)2CO3 + 2NaOH 2RNH3OH + Na2CO3

5. Tahap penghilangan gas-gas (Deaerasi)


Proses deaerasi dimaksudkan untuk melepaskan gas-gas yang terlarut dalam air seperti
O2, CO2 dan gas-gas lain, karena dapat menyebabkan korosi.
Kandungan oksigen dalam air dapat menyebabkan korosi. Maka pada alat deaerator
ditambahkan hidrazin (N2H4) yang berguna untuk menangkap O2 yng belum sempat
keluar. Hidrazin (N2H4) ini hanya dipakai pada boiler yang bertekanan tinggi.
Persamaan reaksi dalam deaerator :
N2H4 + O2 N2 + 2 H2O
Kadang-kadang proses pelunakan pada kation exchanger dan anion exchanger
pergantiannya kurang baik sehingga Ca & Mg masuk kedalam boiler. Agar tidak timbul
kerak maka pada deaerator perlu ditambahkan natrium phospat (Na2HPO4.2H2O).
Tugasnya adalah agar kerak yang terjadi membentuk kerak yang lunak dalam bentuk
Lumpur halus yang mudah dibuang melewati blow down boiler. Adapaun reaksi yang
terjadi :
2Na2HPO4 + 2NaOH + 3CaCO3 Ca3(PO4)2 + 3Na2CO3 + 2H2O

6. Tahap penghilangan bau dan bibit penyakit.


Untuk air minum perlu dibebaskan dari bibit penyakit dan bau dengan menambah
bahan-bahan kimia seperti kaporit (Ca(OCl)2).

8.1.1 Uraian Proses Pengolahan Air


Air yang diambil dari sungai di alirkan dengan pompa (PU-01) kedalam bak pengendapan
(BU-01), dengan tujuan untuk mengendapkan kotoran berupa lumpur, pasir, silika
berbentuk koloid dan kotoran yang lain secara gravitasi. Setelah diendapkan air di pompa
(PU-02) untuk dialirkan kedalam tangki clarifier (TU-01), selanjutnya ditambahkan bahan-
bahan kimia berupa Na2CO3 dan tawas (Al(SO4)3.18H2O) dari tangki natriun karbonat (TU-
02) dan tangki tawas (TU-03) untuk menggumpalkan komponen tersuspensi, kemudian
diendapkan.
Air yang sudah bersih selanjutnya dialirkan kedalam bak penyaring saringan pasir (BU-
02). Didalam bak ini penyaringan dilakukan dalam bak beton berisi pasir, kerakal dan batu
kerikil yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang belum terendapkan sehingga menjadi
air jernih yang memenuhi persyaratan. Pada saringan pasir ini lama kelamaan akan
menjadi jenuh dan untuk mengatasinya perlu dilakukan back wash (pencucian balik/ulang)
dengan air bertekanan, dan ini dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan.
Air yang telah mengalami proses penyaringan dialirkan dengan pompa (PU-03) untuk di
tampung di bak air bersih (BU-03). Air bersih tersebut kemudian dialirkan ke bak air
minum (BU-04) dengan pompa (PU-04) untuk kebutuhan rumah tangga dan kantor dengan
menambahkan larutan desinfektan untuk menghilangkan bakteri yang ada, biasanya bahan
desinfektan yang dipakai adalah kaporit (Ca(OCl)2) dari tangki kaporit (TU-04). Air yang
sudah mengalami proses penyaringan dari bak air bersih (BU-03) dialirkan dengan pompa
(PU-05) untuk digunakan sebagai air pendingin yang ditampung dalam bak air pendingin
(BU-05) kemudian dialirkan ke alat pendingin menggunakan pompa (PU-10). Air bekas
pendingin ditampung dalam bak air bekas pendingin (BU-11), selanjutnya dengan
menggunakan pompa (PU-11) air bekas pendingin dialirkan ke dalam cooling tower (CT)
untuk didinginkan kembali menggunakan udara dingin. Selanjutnya air yang telah
didinginkan dialirkan kembali ke dalam bak air pendingin (BU-05) menggunakan pompa
(PU-12).
Sedangkan air umpan boiler juga diambil dari air pada bak air bersih (BU-03) yang harus
melewati proses demineralisasi dan deaerasi. Pada proses deminelarisasi air dialirkan ke
tangki kation exchanger (TU-05) dengan melakukan reaksi softening menggunakan zeolit
untuk mengikat ion ion positif pada air. Pada tangki kation exchanger (TU-05) dilakukan
regenerasi menggunakan NaCl yang dialirkan dari tangki NaCl (TU-06) menggunakan
pompa (PU-06) yang bertujuan untuk memfungsikan kembali zeolit yang telah penuh
dengan garam Ca dan Mg. Setelah dimasukkan ke tangki kation exchanger (TU-06) air
dimasukkan ke tangki anion exchanger (TU-07) untuk melakukan reaksi softening dengan
menggunakan resin doulite A-2 yang berfungsi untuk mengikat ion ion negatif pada air.
Pada tangki anion exchanger (TU-07) juga dilakukan regenerasi menggunakan
menggunakan larutan NaOH yang dialirkan dari tangki NaOH (TU-08) menggunakan
pompa (PU-07) yang bertujuan untuk memfungsikan kembali resin yang sudah jenuh.
Setelah melalui proses demineralisasi air kemudian di tampung dalam tangki penampung
sementara (TU-09). Selanjutnya menggunakan pompa (PU-08) air dialirkan ke tangki
deaerator (TU-10) yang berfungsi untuk melepaskan gas-gas yang terlarut dalam air seperti
O2, CO2 dan gas-gas lain, karena dapat menyebabkan korosi dan menimbulkan kerak
dengan menambahkan Na2HPO4.2H2O yang diambil dialirkan dari tangki Na2HPO4.2H2O
(TU-11). Dari tangki deaerator (TU-10) dengan menggunakan pompa (PU-09) air dialirkan
dalam steam boiler furnace sebagai alat pembuat steam. Steam yang dihasilkan selanjutnya
dipakai sebagai media pemanas pada alat pemanas dan air bekas pemanasan dialirkan ke
tangki kondensat (TU-12) untuk diembunkan kemudian dialirkan kembali ke steam boiler
furnace menggunakan pompa (PU-13).

8.1.2. Diagram Alir Proses Pengolahan Air


Diagram alir proses pengolahan air merupakan diagram yang menjelaskan unit proses
pengolahan air sebagai unit pendukung dalam proses produksi pada pabrik dimetil.
Alum
Na2CO3 Al2(SO4)3.18 H20

TU-02 TU-03

BAK PENYARING
PASIR ke UPL

BAK
BAK AIR BERSIH
PENGENDAP CLARIFIER BU-03
BU-01 TU-01 PU-03

PU-01 PU-02 BU-02 PU-04


BAK
Sungai PENAMPUNG Kaporit 4 %

Pompa
Pemadam Kebakaran
TU-04

PU-05
BAK
AIR MINUM
ke UPL ke UPL
BU-04

KATION ANION
EXCHANGER EXCHANGER
Na2HPO4.
2H2O

TU-05 TU-07 TU-11b

ALAT PEMANAS
Gas

NaCl 10 % NaOH 5 % DEAERATOR


TU-09 TU-10
TU-06 TU-08 Steam

PU-06 PU-07 PU-08 PU-09


Air proses STEAM BOILER
FURNACE

ALAT PENDINGIN

COOLING KONDENSAT
BAK AIR TOWER TU-12
BAK AIR PENDINGIN Udara
PENDINGIN BEKAS PU-13
BU-05 BU-06
Blowdown
PU-10 PU-11 PU-12

Blowdown

PROSES PENGOLAHAN AIR

Gambar 8. Proses pengolahan air


8.2. ALAT UTILITAS PENGOLAHAN AIR
8.2.1 Bak Utilitas (BU)
Bak bak utilitas meliputi :

1. Bak pengendap (BU-1)


Fungsi : Mengendapkan kotoran-kotoran besar yang terdapat pada air sungai.
Jenis : Bak persegi panjang dari beton dengan ukuran, p : l : t = 5 : 3 : 1

Perhitungan:
Jumlah air yang akan ditampung = 29,953 m3/j
Waktu tinggal = 24 jam
Volume air yang akan ditampung = 29,953 m3/j x 24 jam
= 718,87 m3
Diambil faktor keamanan 20%
Jadi volume bak = 1,2 x 718,87 = 862,65 m3
Volume bak = 5t x 3t x t
862,65 = 15 t3
t = 3,9 m ----- t = 4 m
l = 12 m
p = 20 m

2. Bak Saringan Pasir (BU-02)


Fungsi : Menyaring partikel-partikel padat dalam air yang tidak terendapkan

Perhitungan :
Banyaknya air yang harus disaring = 29,953 m3/j
= 131,87 gpm
Kecepatan penyaringan 2 - 5 gallon/ft.men (Brown , p.230)
Diambil kecepatan penyaringan = 3 gpm/ft
(v) = 0,00668 cuft/ft.dt
maka:
131,87 gpm
Luas penyaringan diperlukan = 3 gpm/ft 2 = 43,96 ft
Sebagai media penyaring digunakan pasir dengan ukuran rata -rata 24 mesh.
Diameter pasir, Dp = 24 mesh = 0,002 ft
Porosity, X = 0,383 (tabel 26, Brown)
Sphericity, Y = 1 (tabel 26, Brown)
Dari fig.219 dan fig.220 , Brown diperoleh :
FRe = 47 , Ff = 1750
Persamaan 170, Brown:
gc . Dp 2 . FRe . Pvf
L
32 . Ff L . v
dimana:
Pvf = pressure drop, diambil = 0,01 psi = 1,44 lb/ft
L = tinggi pasir penyaring
air = L = 0,0005712 lb/ft.dt , maka :
(32,17) (0,002) 2 (47) (62,5) (1,44)
L
(32) (1750) (0,0005712) (0,01114)
1,53 ft 0,47 m 0,5 m
Volume pasir = (43,96 ft) (1,53 ft) = 67,3 cuft
Dipilih ukuran bak dengan bentuk persegi panjang
P = 2xL
A = PxL
43,96 = 2 L x L = 2 L
L = 4,69 ft = 1,43 m 1,5 m
P = 3m
Tinggi air di atas pasir = 0,75 m
Tinggi lapisan pasir = 0,50 m
Tinggi lapisan kerikil = 0,25 m
Tinggi air di bawah kerikil = 0.50 m +
2m
Bahan: beton
Jenis : Graving sand filter

3. Bak Penampung Air Bersih (BU-03)


Fungsi : Menampung air bersih dari saringan pasir.
Jenis : Bak persegi panjang dari beton dengan ukuran, p : l : t = 5 : 3 : 1

Perhitungan:
Jumlah air yang akan ditampung = 29,953 m3/j
Waktu tinggal = 24 jam
Volume air yang akan ditampung = 29,953 m3/j x 24 jam
= 719 m3
Diambil faktor keamanan 20%
Jadi volume bak = 1,2 x 719 = 863 m3
Volume bak = 5t x 3t x t
863 = 15 t3
t = 3,9 m ----- t = 4 m
l = 12 m
p = 20 m

4. Bak Air Minum (BU-04)


Fungsi : Mencampur air dengan kaporit sehingga didapatkan air yang bebas penyakit dan
bau .
Jenis : Bak persegi panjang dari beton dengan ukuran, p : l : t = 1 : l : 1

Perhitungan:
Jumlah air yang akan ditampung = 1,781 m3/j
Waktu tinggal = 24 jam
Volume air yang akan ditampung = 1,781 m3/j x 24 jam
= 42,750 m3

Diambil faktor keamanan 20%


Jadi volume bak = 1,2 x 42,750 = 51,300 m3
Volume bak = t x t x t
51,300 = t3
t = 3,72 m ----- t = 4 m
l=4m
p=4m

5. Bak Air Pendingin (BU-06)


Fungsi : Menampung air pendingin yang berasal dari cooling tower dan air make-up.
Jenis : Bak persegi panjang dari beton cor dengan ukuran p : l : t = 4 : 4 : 1

Perhitungan :
Jumlah air ditampung = jumlah air diperlukan dalam alat
proses = 136841 kg/j = 136,841 m3/jam
Diambil faktor keamanan 20% dan waktu tinggal 1 jam
maka volume bak = 1,2 x 136,841 m3 x 1 jam
= 164,21 m3
Volume bak = 4t x 4t x t
164,21 = 16 t3
t = 2,17 m 2,5 m
l = 10 m
p = 10 m

6. Bak Penampung Air Pendingin Bekas (BU-07)


Fungsi : Menampung air pendingin bekas sebelum masuk ke cooling tower
Jenis : Bak persegi panjang dari beton dengan ukuran dan volume penampungan sama
dengan bak air pendingin (BU-06), p : l : t = 4 : 4 : 1

Perhitungan :
Jumlah air ditampung = jumlah air diperlukan dalam alat
proses = 136841 kg/j = 136,841 m3/jam
Diambil faktor keamanan 20% dan waktu tinggal 1 jam
maka volume bak = 1,2 x 136,841 m3 x 1 jam
= 164,21 m3
Volume bak = 4t x 4t x t
164,21 = 16 t3
t = 2,17 m 2,5 m
l = 10 m
p = 10 m

8.2.2. Pompa Utilitas (PU)


Pompa pompa yang digunakan pada poses utilitas meliputi :

1. Pompa (PU-1)
Fungsi : Mengalirkan air dari sungai ke bak pengendap (BU-01) sebanyak 29,953 m3/j.

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft
Jumlah massa dipompa, W :
W = 29953 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q :
Q = 29,953 m3/j
= 17,630 cuft/menit = 131,87 gpm
= 0,2938 cuft/dt

Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :


Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
dengan : Di opt = diameter dalam pipa opt., in
Q = kec. volumetris, cuft/dt
= densitas fluida,lb/cuft
Di opt = 3,9 x (0,2938)0,45 x (62,4)0,13
= 3,85 in

Dari tabel 11 Kern , dipilih pipa Commercial steel,


NPS : 4 in , sch.no = 40
ID : 4,026 in = 0,3355 ft
OD : 4,5 in
at : 12,7 in = 0,0882 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,294 cuft/det
V 3,3316 ft/det
at 0,0882 ft 2

. V. D 62,4 x 3,3316 x 0,3355


Re 122150
5,17 x 10 4
Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00045 dan dari fig.125 , Brown, p.140 didapat
f = 0,0196

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 300 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 48 ft
1 buah globe valve = Le = 120 ft +
Total (L + Le) = 468 ft

g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2.gc
g
Static head z (20) (1) 20 ft.lbf/lbm
gc
v 2 3,3316 2
velocity head 0,17 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P
preasure head 0 ft.lbf/lbm

f. V 2 (L Le) (0,0196) (3,3316 2 ) (468)


friksi head F 4,71 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,336
-Ws = H = 20 + 0,17 + 0 + 4,71 = 24,89 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP

QH
BHP

= efisiensi pompa = 48% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (0,294) ft 3 /det x (24,89) ft.lbf/lbm
BHP
0,48
ft.lbf Hp
951 x 1,728 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 82% (fig.4-10, Vilbrandt)


1,728 Hp
Tenaga motor 2,11 Hp
0,82
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
3 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 2400 rpm
Kapasitas pompa = 131,87 gpm
Head pemompaan = 24,89 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(2400 rpm) (131,87 gpm) 0,5
Ns
(1) (24,89 ft.lbf/lbm) 0,75
2473,5
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

2. Pompa (PU-2)
Fungsi : Mengalirkan air dari bak pengendap (BU-01) ke clarifier (TU-01) sebanyak
29,953 m3/j.

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft

Jumlah massa dipompa, W = 29953 kg/j


Laju alir volumetris pemompaan, Q :
Q = 29,953 m3/j
= 17,630 cuft/menit = 131,87 gpm
= 0,2938 cuft/dt
Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :
Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,2938)0,45 x (62,4)0,13
= 3,85 in
Dari tabel 11 Kern , dipilih pipa Commercial steel,
NPS : 4 in , sch.no = 40
ID : 4,026 in = 0,3355 ft
OD : 4,5 in
at : 12,7 in = 0,0882 ft
Kecepatan aliran linier, V
Q 0,294 cuft/det
V 3,3316 ft/det
at 0,0882 ft 2
. V. D 62,4 x 3,3316 x 0,3355
Re 122150
5,17 x 10 4

Dari fig.126 , Brown didapat /D = 0,00045 dan dari fig.125 , Brown, p.140 didapat f
= 0,0196

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 300 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 48 ft
1 buah globe valve = Le = 120 ft +
Total (L + Le) = 468 ft
g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2.gc
g
Static head z (20) (1) 20 ft.lbf/lbm
gc
v 2 3,3316 2
velocity head 0,17 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P
preasure head 0 ft.lbf/lbm

f. V 2 (L Le) (0,0196) (3,3316 2 ) (468)


friksi head F 4,71 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,336
-Ws = H = 20 + 0,17 + 0 + 4,71 = 24,89 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 48% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (0,294) ft 3 /det x (24,89) ft.lbf/lbm
BHP
0,48
ft.lbf Hp
951 x 1,728 Hp
det 550 ft.lbf/det
Efisiensi motor = 82% (fig.4-10, Vilbrandt)
1,728 Hp
Tenaga motor 2,11 Hp
0,82
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
3 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 2400 rpm
Kapasitas pompa = 131,87 gpm
Head pemompaan = 24,89 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(2400 rpm) (131,87 gpm) 0,5
Ns
(1) (24,89 ft.lbf/lbm) 0,75
2473,5
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

3. Pompa (PU-3)
Fungsi : Mengalirkan air dari bak penyaring pasir (BU-02) ke bak air bersih (BU-03).

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft

Jumlah massa dipompa, W :


W = 29953 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q :
Q = 29,953 m3/j
= 17,630 cuft/menit = 131,87 gpm
= 0,2938 cuft/dt
Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :
Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,2938)0,45 x (62,4)0,13
= 3,85 in
Dari tabel 11 Kern , dipilih pipa Commercial steel,
NPS : 4 in , sch.no = 40
ID : 4,026 in = 0,3355 ft
OD : 4,5 in
at : 12,7 in = 0,0882 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,294 cuft/det
V 3,3316 ft/det
at 0,0882 ft 2
. V. D 62,4 x 3,3316 x 0,3355
Re 122150
5,71 x 10 4
Dari fig.126 , Brown didapat /D = 0.00045 dan dari fig.125 , Brown, p.140 didapat
f = 0.0196

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 300 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 48 ft
1 buah globe valve = Le = 120 ft
Total (L + Le) = 468 ft
g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2.gc
g
Static head z (20) (1) 20 ft.lbf/lbm
gc
v 2 3,3316 2
velocity head 0,17 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P
preasure head 0 ft.lbf/lbm

f. V 2 (L Le) (0,0196) (3,3316 2 ) (468)


friksi head F 4,71 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,336
-Ws = H = 20 + 0,17 + 0 + 4,71 = 24,89 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 48% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (0,294) ft 3 /det x (24,89) ft.lbf/lbm
BHP
0,48
ft.lbf Hp
951 x 1,728 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 82% (fig.4-10, Vilbrandt)


1,728 Hp
Tenaga motor 2,11 Hp
0,82
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
3 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.
Specific speed :
Kecepatan putar = 2400 rpm
Kapasitas pompa = 131,87 gpm
Head pemompaan = 24,89 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(2400 rpm) (131,87 gpm) 0,5
Ns
(1) (24,89 ft.lbf/lbm) 0,75
2473,5
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)
4. Pompa (PU-4)
Fungsi : Mengalirkan air dari bak air bersih (BU-03) ke bak air minum (BU-04).

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft
Jumlah massa dipompa, W :
W = 1781 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q :
Q = 1,781 m3/j
= 1,048 cuft/menit = 7,84 gpm
= 0,0175 cuft/dt
Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :
Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,0175)0,45 x (62,4)0,13
= 1,08 in
Dari tabel 11 Kern , dipilih pipa Commercial steel,
NPS : 1 in , sch.no = 40
ID : 1,049 in = 0,0874 ft
OD : 1,320 in
at : 0,864 in = 0,0060 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,017 cuft/det
V 2,9122 ft/det
at 0,0060 ft 2

. V. D 62,4 x 2,9122 x 0,0874


Re 27821
5,71 x 10 4
Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00172 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0278

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 50 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 16 ft
1 buah globe valve = Le = 30 ft +
Total (L + Le) = 96 ft
g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (15) (1) 15 ft.lbf/lbm
gc
v 2 2,9122 2
velocity head 0,13 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P
preasure head 0 ft.lbf/lbm

f. V 2 (L Le) (0,0278) (2,9122 2 ) (96)
friksi head F 4,03 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,087
-Ws = H = 15 + 0,13 + 0 + 4,03 = 19,16 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 22% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (0,017) ft 3 /det x (19,16) ft.lbf/lbm
BHP
0,48
ft.lbf Hp
951 x 0,173 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 80% (fig.4-10, Vilbrandt)


0,173 Hp
Tenaga motor 0,22 Hp
0,80
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
0,5 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 2400 rpm
Kapasitas pompa = 7,84 gpm
Head pemompaan = 19,16 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(2400 rpm) (7,84 gpm) 0,5
Ns
(1) (19,16 ft.lbf/lbm) 0,75
733,9
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

5. Pompa (PU-5)
Fungsi : Mengalirkan air dari bak air bersih menuju bak air pendingin dan tangki
kation exchanger

Perhitungan :
Pipa ke tangki kation exchanger
a. pemilihan pipa
Jumlah air yang dipompa, (wL)1 :
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71x 10-4 lb/det.ft

Jumlah massa dipompa, W :


W = 804 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q :
Q = 0,804 m3/j
= 0,473 cuft/menit = 3,54 gpm
= 0,0079 cuft/dt

Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :


Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,0079)0,45 x (62,4)0,13
= 0,76 in

Dari tabel 11 Kern , dipilih pipa Commercial steel,


NPS : 0,75 in , sch.no = 40
ID : 0,824 in = 0,0687 ft
OD : 1,050 in
at : 0,534 in = 0,0037 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,008 cuft/det
V 2,1258 ft/det
at 0,0037 ft 2
. V. D 62,4 x 2,1258 x 0,0687
Re 15952
5,71 x 10 4
Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00218 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0312

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 20 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 8 ft
1 buah globe valve = Le = 25 ft +
Total (L + Le) = 53 ft

g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (20) (1) 20 ft.lbf/lbm
gc
v 2 2,1258 2
velocity head 0,07 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P 3 lb/in 2 x 144 in 2 /ft 2
preasure head 6,92 ft.lbf/lbm
62,4 lb/ft 3
f. V 2 (L Le) (0,0312) (2,1258 2 ) (53)
friksi head F 1,69 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,069
-Ws = H = 20 + 0,07 + 6,92 + 1,69 = 28,69 ft-lbf/lbm

Pipa ke bak air pendingin


a. Pemilihan pipa
Jumlah air yang dipompa, (wL)2
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x10-4 lb/dt.ft
Jumlah massa dipompa, W :
W = 27368 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q :
Q = 27,368 m3/j
= 16,108 cuft/menit = 120,49 gpm
= 0,2685 cuft/dt

Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :


Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,2685)0,45 x (62,4)0,13
= 3,69 in

Dari tabel 11 Kern , dipilih pipa Commercial steel,


NPS : 4 in , sch.no = 40
ID : 4,026 in = 0,3355 ft
OD : 4,5 in
at :12,7 in = 0,0882 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,268 cuft/det
V 3,0441 ft/det
at 0,0882 ft 2

. V. D 62,4 x 3,0441 x 0,3355


Re 111609
5,71 x 10 4
Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00045 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0198

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 200 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 48 ft
1 buah globe valve = Le = 120 ft +
Total (L + Le) = 368 ft
g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (10) (1) 10 ft.lbf/lbm
gc
v 2 3,04412
velocity head 0,14 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P 3 lb/in 2 x 144 in 2 /ft 2
preasure head 6,92 ft.lbf/lbm
62,4 lb/ft 3

f. V 2 (L Le) (0,0198) (3,04412 ) (368)


friksi head F 3,13 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,336
-Ws = H = 10 + 0,14 + 6,92 + 3,13 = 20,20 ft-lbf/lbm

Total aliran:
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft
Jumlah massa dipompa, W:
W = 28172 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q :
Q = 28,172 m3/j
= 16,581 cuft/menit = 124,03 gpm
= 0,2764 cuft/dt
Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :
Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,2764)0,45 x (62,4)0,13
= 3,74 in
Dari tabel 11 Kern , dipilih pipa Commercial steel,
NPS : 4 in , sch.no = 40
ID : 4,026 in = 0,3355 ft
OD : 4,5 in
at : 12,7 in = 0,0882 ft
Kecepatan aliran linier, V
Q 0,276 cuft/det
V 3,1335 ft/det
at 0,0882 ft 2

. V. D 62,4 x 3,1335 x 0,3355


Re 114886
5,71 x 10 4
Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00045dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat f
= 0,0197

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 20 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 48 ft
1 buah globe valve = Le = 120 ft
1 buah standar T = Le = 24 ft +
Total (L + Le) = 212 ft

g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (20) (1) 20 ft.lbf/lbm
gc
v 2 3,1335 2
velocity head 0,15 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P 3 lb/in 2 x 144 in 2 /ft 2
preasure head 6,92 ft.lbf/lbm
62,4 lb/ft 3

f. V 2 (L Le) (0,0197) (3,1335 2 ) (212)


friksi head F 1,90 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,336
-Ws = H = 20 + 0,15 + 6,92 + 1,90 = 28,98 ft-lbf/lbm

Total head pompa = H = H1 + H2 + H3


= 28,69 + 20,20 + 28,98
= 77,86 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 48% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (0,276) ft 3 /det x (77,86) ft.lbf/lbm
BHP
0,48
ft.lbf Hp
1041 x 1,893 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 82% (fig.4-10, Vilbrandt)


0,893 Hp
Tenaga motor 2,31 Hp
0,82
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
3 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 2400 rpm
Kapasitas pompa = 124,03 gpm
Head pemompaan = 77,86 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(2400 rpm) (124,03 gpm) 0,5
Ns
(1) (77,86 ft.lbf/lbm) 0,75
1019,7
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

6. Pompa (PU-6)
Fungsi : Memompa larutan NaCl 10% yang digunakan untuk regenerasi pada kation
exchanger.

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft

Jumlah larutan yang dipompa = 8/5 = 1,59 ft3


Diambil waktu pemompaan = 10 menit

Laju alir pemompaan, Q:


1,59 ft 3
Q 0,0027 cuft/det 1,2 gpm
10 x 60

Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :


Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,0027)0,45 x (62,4)0,13
= 0,46 in

Dari tabel 11 Kern , dipilih pipa Commercial steel,


NPS : 0,38 in , sch.no = 40
ID : 0,493 in = 0,0411 ft
OD : 0,675 in
at : 0,192 in = 0,0013 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,003 cuft/det
V 1,9901 ft/det
at 0,0013 ft 2
. V. D 62,4 x 1,9901 x 0,0411
Re 8935
5,71 x 10 4
Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00365 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0367

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 30 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 8 ft
1 buah globe valve = Le = 15 ft +
Total (L + Le) = 53 ft
g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (15) (1) 15 ft.lbf/lbm
gc
v 2 1,99012
velocity head 0,06 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P 3 lb/in 2 x 144 in 2 /ft 2
preasure head 6,92 ft.lbf/lbm
62,4 lb/ft 3
f. V 2 (L Le) (0,0367) (1,99012 ) (53)
friksi head F 2,91 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,041
-Ws = H = 15 + 0,06 + 6,92 + 2,91 = 24,90 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 22% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (0,003) ft 3 /det x (24,90) ft.lbf/lbm
BHP
0,22
ft.lbf Hp
19 x 0,034 Hp
det 550 ft.lbf/det
Efisiensi motor = 80% (fig.4-10, Vilbrandt)
0,034 Hp
Tenaga motor 0,04 Hp
0,80
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
0,50 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.
Specific speed :
Kecepatan putar = 5400 rpm
Kapasitas pompa = 1,19 gpm
Head pemompaan = 24,90 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(5400 rpm) (1,19 gpm) 0,5
Ns
(1) (24,90 ft.lbf/lbm) 0,75
1019,7
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

7. Pompa (PU-7)
Fungsi : Memompa larutan NaOH 5% yang digunakan untuk regenerasi pada anion
exchanger.

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft

Jumlah larutan yang dipompa = 2,76 ft3


Diambil waktu pemompaan = 10 menit
Laju alir pemompaan, Q:
2,76 ft 3
Q 0,0046 cuft/det 2,1 gpm
10 x 60
Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :
Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,0046)0,45 x (62,4)0,13
= 0,59 in
Dari tabel 11 Kern , dipilih pipa Commercial steel,
NPS : 0,50 in , sch.no = 40
ID : 0,622 in = 0,0518 ft
OD : 0,840 in
at : 0,304 in = 0,0021 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,005 cuft/det
V 2,1751 ft/det
at 0,0021 ft 2
. V. D 62,4 x 2,1751 x 0,0518
Re 12321
5,71 x 10 4
Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00289 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0337
b. Menentukan head pompa, H
Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 30 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 8 ft
1 buah globe valve = Le = 20 ft +
Total (L + Le) = 58 ft
g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (15) (1) 15 ft.lbf/lbm
gc
v 2 2,17512
velocity head 0,07 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P 3 lb/in 2 x 144 in 2 /ft 2
preasure head 6,92 ft.lbf/lbm
62,4 lb/ft 3
f. V 2 (L Le) (0,0337) (2,17512 ) (58)
friksi head F 2,77 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,052
-Ws = H = 15 + 0,07 + 6,92 + 2,77 = 24,77 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 22% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (0,005) ft 3 /det x (24,77) ft.lbf/lbm
BHP
0,22
ft.lbf Hp
32 x 0,059 Hp
det 550 ft.lbf/det
Efisiensi motor = 80% (fig.4-10, Vilbrandt)
0,059 Hp
Tenaga motor 0,07 Hp
0,80
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
0,50 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm. Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 4200 rpm
Kapasitas pompa = 2,06 gpm
Head pemompaan = 24,77 ft-lbf/lbm
Specific speed dihitung dengan persamaan :
N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(4200 rpm) (2,06 gpm) 0,5
Ns
(1) (24,77 ft.lbf/lbm) 0,75
543,0
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)
8. Pompa (PU-8)
Fungsi : Mengalirkan air dari tangki penampung sementara (TU-09) ke tangki deaerator
(TU-10)

Densitas air, = 62,4 lb/cuft


Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft
Jumlah massa dipompa, W :
W = 804 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q
Q = 0,804 m3/j = 28,4 cuft/j
= 0,473 cuft/menit = 3,54 gpm
= 0,0079 cuft/dt

Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :


Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,0079)0,45 x (62,4)0,13
= 0,76 in
Dari tabel 11 Kern, dipilih pipa Commercial steel:
NPS : 0,75 in , sch.no : 40
ID : 0,824 in = 0,0687 ft
OD : 1,050 in
at : 0,534 in = 0,0037 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,008 cuft/det
V 2,1258 ft/det
at 0,0037 ft 2

. V. D 62,4 x 2,1258 x 0,0687


Re 15952
5,71 x 10 4
Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00218 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0312
b. Menentukan head pompa, H
Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 50 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 8 ft
1 buah globe valve = Le = 25 ft
1 buah standar T = Le = 6 ft
Total (L + Le) = 89 ft

g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (20) (1) 20 ft.lbf/lbm
gc
v 2 2,1258 2
velocity head 0,07 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P 2 lb/in 2 x 144 in 2 /ft 2
preasure head 4,62 ft.lbf/lbm
62,4 lb/ft 3
f. V 2 (L Le) (0,0312) (2,1258 2 ) (89)
friksi head F 2,84 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,069
-Ws = H = 20 + 0,07 + 4,62 + 2,84 = 27,53 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 22% (fig 4-7, Vilbrandt)

(62,4) lbm/ft 3 x (0,008) ft 3 /det x (27,53) ft.lbf/lbm


BHP
0,22
ft.lbf Hp
62 x 0,112 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 80% (fig.4-10, Vilbrandt)


0,112 Hp
Tenaga motor 0,14 Hp
0,80
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
0,50 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 3600 rpm
Kapasitas pompa = 3,54 gpm
Head pemompaan = 27,53 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(3600 rpm) (3,54 gpm) 0,5
Ns
(1) (27,53 ft.lbf/lbm) 0,75
563,4
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

9. Pompa (PU-9)
Fungsi : Mengalirkan air dari tangki deaerator ke tangki kondensat serta menaikkan
tekanan dari 14,7 psi menjadi 136 psi
Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft

Jumlah massa dipompa, W = 804 kg/j


Laju alir volumetris pemompaan, Q
Q = 0,804 m3/j = 28,4 cuft/j
= 0,473 cuft/menit = 3,54 gpm
= 0,0079 cuft/dt

Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :


Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,0079)0,45 x (62,4)0,13
= 0,76 in

Dari tabel 11 Kern, dipilih pipa Commercial steel:


NPS : 0,75 in , sch.no : 40
ID : 0,824 in = 0,0687 ft
OD : 1,050 in
at : 0,534 in = 0,0037 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,008 cuft/det
V 2,1258 ft/det
at 0,0037 ft 2

. V. D 62,4 x 2,1258 x 0,0687


Re 15952
5,71 x 10 4

Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00218 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0312

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 30 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 8 ft
1 buah globe valve = Le = 25 ft +
Total (L + Le) = 63 ft

g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (30) (1) 30 ft.lbf/lbm
gc
v 2 2,1258 2
velocity head 0,07 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P 121,68 lb/in 2 x 144 in 2 /ft 2
preasure head 280,79 ft.lbf/lbm
62,4 lb/ft 3
f. V 2 (L Le) (0,0312) (2,1258 2 ) (63)
friksi head F 2,01 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,069
-Ws = H = 30 + 0,07 + 280,79 + 2,01 = 312,88 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 22% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (0,008) ft 3 /det x (312,88) ft.lbf/lbm
BHP
0,22
ft.lbf Hp
700 x 1,272 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 81% (fig.4-10, Vilbrandt)


1,272 Hp
Tenaga motor 1,57 Hp
0,81
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
2 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 19800 rpm
Kapasitas pompa = 3,54 gpm
Head pemompaan = 312,88 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(19800 rpm) (3,54 gpm) 0,5
Ns
(1) (312,88 ft.lbf/lbm) 0,75
500,6
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

10. Pompa (PU-10)


Fungsi : Mengalirkan air pendingin dari bak pendingin ke alat-alat proses.

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft

Jumlah massa dipompa, W :


W = 136841 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q
Q = 136,841 m3/j = 4832,5 cuft/j
= 80,542 cuft/menit = 602,45 gpm
= 1,3424 cuft/dt
Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :
Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (1,3424)0,45 x (62,4)0,13
= 7,62 in

Dari tabel 11 Kern, dipilih pipa Commercial steel:


NPS : 8 in, sch.no : 40
ID : 7,981 in = 0,6651 ft
OD : 8,625 in
at : 50 in = 0,3472 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 1,342 cuft/det
V 3,8660 ft/det
at 0,3472 ft 2

. V. D 62,4 x 3,8660 x 0,6651


Re 280987
5,71 x 10 4

Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00023 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0166

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 60 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 88 ft
1 buah globe valve = Le = 230 ft +
Total (L + Le) = 378 ft

g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (15) (1) 15 ft.lbf/lbm
gc
v 2 3,8660 2
velocity head 0,23 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P
preasure head 0 ft.lbf/lbm

f. V 2 (L Le) (0,0166) (3,8660 2 ) (378)


friksi head F 2,19 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,665
-Ws = H = 15 + 0,23 + 0 + 2,19 = 17,42 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 63% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (1,342) ft 3 /det x (17,42) ft.lbf/lbm
BHP
0,63
ft.lbf Hp
2316 x 4,211 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 84% (fig.4-10, Vilbrandt)


4,211 Hp
Tenaga motor 5,01 Hp
0,84
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
7,50 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 2400 rpm
Kapasitas pompa = 602,45 gpm
Head pemompaan = 17,42 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(2400 rpm) (602,45 gpm) 0,5
Ns
(1) (17,42 ft.lbf/lbm) 0,75
6908,8
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

11. Pompa (PU-11)


Fungsi : Mengalirkan air pendingin yang telah digunakan dari alat-alat proses ke
cooling tower untuk didinginkan kembali.

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft

Jumlah massa dipompa, W :


W = 136841 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q
Q = 136,841 m3/j = 4832,5 cuft/j
= 80,542 cuft/menit = 602,45 gpm
= 1,3424 cuft/dt
Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :
Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (1,3424)0,45 x (62,4)0,13
= 7,62 in
Dari tabel 11 Kern, dipilih pipa Commercial steel:
NPS : 8 in, sch.no : 40
ID : 7,981 in = 0,6651 ft
OD : 8,625 in
at : 50 in = 0,3472 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 1,342 cuft/det
V 3,8660 ft/det
at 0,3472 ft 2

. V. D 62,4 x 3,8660 x 0,6651


Re 280987
5,71 x 10 4

Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00023 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0166

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 60 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 88 ft
1 buah globe valve = Le = 230 ft +
Total (L + Le) = 378 ft

g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (15) (1) 15 ft.lbf/lbm
gc
v 2 3,8660 2
velocity head 0,23 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P
preasure head 0 ft.lbf/lbm

f. V 2 (L Le) (0,0166) (3,8660 2 ) (378)


friksi head F 2,19 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,665
-Ws = H = 15 + 0,23 + 0 + 2,19 = 17,42 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 63% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (1,342) ft 3 /det x (17,42) ft.lbf/lbm
BHP
0,63
ft.lbf Hp
2316 x 4,211 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 84% (fig.4-10, Vilbrandt)


4,211 Hp
Tenaga motor 5,01 Hp
0,84
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
7,50 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 2400 rpm
Kapasitas pompa = 602,45 gpm
Head pemompaan = 17,42 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(2400 rpm) (602,45 gpm) 0,5
Ns
(1) (17,42 ft.lbf/lbm) 0,75
6908,8
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

12. Pompa (PU-12)


Fungsi : Mengalirkan air yang sudah didinginkan oleh cooling tower menuju ke bak air
pendingin.

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft

Jumlah massa dipompa, W :


W = 136841 kg/j
Laju alir volumetris pemompaan, Q
Q = 136,841 m3/j = 4832,5 cuft/j
= 80,542 cuft/menit = 602,45 gpm
= 1,3424 cuft/dt

Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :


Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (1,3424)0,45 x (62,4)0,13
= 7,62 in

Dari tabel 11 Kern, dipilih pipa Commercial steel:


NPS : 8 in, sch.no : 40
ID : 7,981 in = 0,6651 ft
OD : 8,625 in
at : 50 in = 0,3472 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 1,342 cuft/det
V 3,8660 ft/det
at 0,3472 ft 2

. V. D 62,4 x 3,8660 x 0,6651


Re 280987
5,71 x 10 4

Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00023 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat f
= 0,0166

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 60 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 88 ft
1 buah globe valve = Le = 230 ft +
Total (L + Le) = 378 ft

g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (15) (1) 15 ft.lbf/lbm
gc
v 2 3,8660 2
velocity head 0,23 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P
preasure head 0 ft.lbf/lbm

f. V 2 (L Le) (0,0166) (3,8660 2 ) (378)


friksi head F 2,19 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,665
-Ws = H = 15 + 0,23 + 0 + 2,19 = 17,42 ft-lbf/lbm

c. Menentukan tenaga pompa, BHP


QH
BHP

= efisiensi pompa = 63% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (1,342) ft 3 /det x (17,42) ft.lbf/lbm
BHP
0,63
ft.lbf Hp
2316 x 4,211 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 84% (fig.4-10, Vilbrandt)


4,211 Hp
Tenaga motor 5,01 Hp
0,84
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
7,50 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction
Specific speed :
Kecepatan putar = 2400 rpm
Kapasitas pompa = 602,45 gpm
Head pemompaan = 17,42 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(2400 rpm) (602,45 gpm) 0,5
Ns
(1) (17,42 ft.lbf/lbm) 0,75
6908,8
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

13. Pompa (PU-13)


Fungsi : Memompa kondensat masuk ke steam boiler furnace

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas air, = 62,4 lb/cuft
Viskositas air, = 0,85 cp = 5,71 x 10-4 lb/dt.ft

Jumlah massa dipompa, W = 4018 kg/j


Laju alir volumetris pemompaan, Q
Q = 4,018 m3/j = 141,9 cuft/j
= 2,365 cuft/menit = 17,69 gpm
= 0,0394 cuft/dt

Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :


Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,0394)0,45 x (62,4)0,13
= 1,56 in

Dari tabel 11 Kern, dipilih pipa Commercial steel:


NPS : 1,50 in, sch.no : 40
ID : 1,610 in = 0,1342 ft
OD : 1,900 in
at : 2,040 in = 0,0142 ft

Kecepatan aliran linier, V


Q 0,039 cuft/det
V 2,7822 ft/det
at 0,0142 ft 2
. V. D 62,4 x 2,7822 x 0,1342
Re 40793
5,71 x 10 4

Dari fig.126, Brown didapat /D = 0,00112 dan dari fig.125, Brown, p.140 didapat
f = 0,0250

b. Menentukan head pompa, H


Direncanakan sistem pemipaan :
Panjang pipa lurus, L = 100 ft
4 buah standar elbow 90 = Le = 24 ft
1 buah globe valve = Le = 45 ft +
Total (L + Le) = 169 ft

g v 2 P
Persamaan Bernoully: Ws z F
gc 2gc
g
Static head z (14) (1) 14 ft.lbf/lbm
gc
v 2 2,7822 2
velocity head 0,12 ft.lbf/lbm
2.gc 2 x 32,174
P 3 lb/in 2 x 144 in 2 /ft 2
preasure head 6,92 ft.lbf/lbm
62,4 lb/ft 3

f. V 2 (L Le) (0,0250) (2,7822 2 ) (169)


friksi head F 3,79 ft.lbf/lbm
2.gc.D 2 x 32,174 x 0,134
-Ws = H = 14 + 0,12 + 6,92 + 3,79 = 24,84 ft-lbf/lbm
c. Menentukan tenaga pompa, BHP
QH
BHP

= efisiensi pompa = 22% (fig 4-7, Vilbrandt)
(62,4) lbm/ft 3 x (0,039) ft 3 /det x (24,84) ft.lbf/lbm
BHP
0,22
ft.lbf Hp
278 x 0,505 Hp
det 550 ft.lbf/det
Efisiensi motor = 80% (fig.4-10, Vilbrandt)
0,505 Hp
Tenaga motor 0,63 Hp
0,80
Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :
0,75 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 2400 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 2400 rpm
Kapasitas pompa = 17,69 gpm
Head pemompaan = 24,84 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown,1950)
(gc.H) 0,75
(2400 rpm) (17,69 gpm) 0,5
Ns
(1) (24,84 ft.lbf/lbm) 0,75
907,3
Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)

8.2.3. Tangki Utilitas (TU)


Tangki tangki unit utilitas pengolahan air meliputi:

1. Tangki Clarifier(TU - 1)
Fungsi : Sebagai tempat pencampuran antara air dengan koagulan alum dan sodium
carbonat sehingga kotoran yang tersuspensi dalam air akan digumpalkan dan
diendapkan
Jenis : Tangki silinder tegak yang dilengkapi dengan pengaduk dan bagian bawah
berbentuk kerucut tumpul

Perhitungan:
Jumlah air = 29,953 m3/j
Diambil waktu tinggal penggumpalan = 1 jam
Maka volume air = 29,953 m3/j x 1 jam
= 29,95 m3
Dirancang:
H = 2 D1
h = 1/3 H = 2/3 D1
D2 = 1/3 D1
Volume Tangki = V
( 1 4 . . D1 2 1 4 . .D 2 2 )
V 4 . . D1 H
1 2

1
4 . . D1 .h

2
2
h


( 1 4 . . D1 2 1 4 . . 19 D 2 2 )
29,95 2 . . D1 .H D1
3 3
1 2 . . D1 2
12
2
3


3 3 3 2
29,95 1 2 . . D1 6 D1 112 ( . D1 1 9 D1 )
29,95 D1
3
2 6 12 108
3
29,95 1,862 D1
D1 2,52 m 3m
h 23 x 3m 2 m
D 2 13 x 3 m 1 m
H6m
tinggi total 8 meter

Menghitung power pengaduk


Dipilih Di = 1/3 Dt
= 1/3 3 = 1 m (3.28 ft)
= 62,4 lb/cuft
= 0,85 cp = 5,71.10-4 lb/dt.ft
Kecepatan pengaduk diambil = 90 rpm = 1,5 rps
N Di 2 (1,5) (3,28) 2 (62,4)
NRe 1764452
5,71 x 10 4
Dari fig.6-5 Treybal, p.152, didapat Po = 0.38

Power motor, P:
Po . . N 3 . Di 5
P
gc
(0,38) (62,4) (1,5) 3 (3,28) 5
945 ft.lbf/det
32,2
ft.lbf Hp
945 x 1,7 Hp
det 550 ft.lbf/det
Efisiensi motor = 82% (Vilbrandt, fig.4-10)
1,7 Hp
Jadi tenaga motor 2,09 Hp
0,82
Dipilih motor standar NEMA :
3 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 1800 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Menghitung kebutuhan koagulan


Untuk mengurangi kesadahan air dari 100 ppm menjadi 35 ppm untuk setiap 100 ton air
membutuhkan :
Na2CO3 = 25 kg
Alum = 1,7 kg
(Handbook of Chemical Engineering Calculation , Chopey )
Jumlah air = 29,953 m3/j
= 29,953 ton/j
Jadi kebutuhan koagulan
Na2CO3 = 29,953 ton/j x 25 kg/100 ton
= 7,5 kg/j
Alum = 29,953 ton/j x 1,7 kg/100 ton
= 0,5 kg/j

2. Tangki Sodium Karbonat (TU-2)


Fungsi : Menampung Na2CO3 17,5% yang digunakan sebagai koagulan pada clarifier.
Jenis : Tangki silinder vertikal

Perhitungan:
Jumlah Na2CO3 = 7,5 kg/j
= 16,5 lb/j
Jadi berat larutan = (100/17,5) x 16,5 lb/j = 94,3 lb/j
Densitas larutan = 62,4 lb/cuft
Dirancang waktu tinggal larutan = 24 jam
94,3 lb/jam
Jadi volume larutan x 24 jam 36,3 cuft
62,4 lb/jam
Faktor keamanan 20%
Jadi volume tangki = 1,2 x 36,3 cuft = 43,5 cuft
Dirancang : D = H ( tangki kecil )
Volume tangki = D1 H
43,5 = D1^3
D = 3,81 ft 4 ft
H = 4 ft
3. Tangki Alum (TU-3)
Fungsi : Menampung Alum 5% yang digunakan sebagai koagulan pada clarifier
Jenis : Tangki silinder vertikal
Jumlah Alum = 0,5 kg/j
= 1,1 lb/j
Jadi berat larutan = (100/5) x 1,1 lb/j = 22,5 lb/j
Densitas larutan = 62,4 lb/cuft
Dirancang waktu tinggal larutan = 24
22,5 lb/jam
jam Jadi volume larutan 62,4 lb/jam x 24 jam 8,6 cuft
Faktor keamanan 20%
Jadi volume tangki = 1,2 x 8,6 cuft = 10,4 cuft

Dirancang : D = H (tangki kecil)


Volume tangki = D1 H
10,4 = D13
D = 2,36 ft 2,5 ft
H = 2,5 ft

4. Tangki Kaporit(TU - 4)
Fungsi : Menyimpan larutan Ca(OCl)2 yang ditambahkan pada bak air minum .
Jenis : Tangki silinder tegak .
Perhitungan :
Jumlah air yang diproses = 1,781 m3/j = 1781 kg/j
Kaporit yang digunakan mengandung 70% Cl2, kadar Chlorine dalam air 2 ppm.
Jadi kaporit yang dibutuhkan = (100/70) x 0,000002 x 1781
= 0,00509 kg/j
= 0,122 kg/hari
Kaporit yang digunakan berupa larutan 4% :
Kaporit 4% = (100/4) x 0,122 kg/hari /(1000) kg/m3
= 0,00305 m3/hari
Tangki dirancang untuk waktu 7 hari dengan over design 20% .
Volume tangki = (1,2) x 0,00305 x 7 m3 = 0,026 m3
Dirancang : D = H (tangki kecil)

Volume tangki = D1 H
0,026 = D13
D = 0,32 m 0,5 m
H = 0,5 m

5. Kation exchanger (TU-5)


Fungsi : Menghilangkan kesadahan air yang disebabkan oleh garam-garam kation
seperti Ca, Mg dan Na.
Bentuk alat : Menara silinder yang didalamnya diisi zeolit sebagai ion exchanger

Perhitungan :
Jumlah air yang akan dilunakkan = 804 kg/j
= 1771,6 lb/j
Kapasitas = 1771,6 lb/j = 3,54 gpm
Kesadahan air sebagai CaCO3 = 200 ppm
Bulkdensity zeolith = 90 lb/ft
Kapasitas kemampuan zeolith = 8 kgrain/ft
Efisiensi = 40%
1 grain/gallon = 17,1 ppm
200 ppm = 11,7 grain/gallon
Yang harus diambil = 11,7 x grain/gal x 3,54 gpm x 60 men/j
= 2485 grain/j
Mineral yang diambil = 2485 grain/j x (8j)
= 19877 grain
mineral yang diambil
Volume ion exchanger
efisiensi x kapasitas kemampuan zeolit
19877 grain
Volume ion exchanger 3
6,21 ft 3
(0,4) x (8000 grain/ft )

Kecepatan alir air = 3 - 5 gpm/ft (Ryan 1946)


Diambil = 5 gpm/ft
kapasitas menara
Luas penampang menara
kecepatan alir air
3,54 gpm
Luas penampang menara 0,71 ft 2
5 gpm/ft 2

Diameter menara 0,71 x 4

1
2
0,95 ft 0,29 m
Volume 6,21
Tinggi bed 8,77 ft 2,67 m
Luas 0,71
Kebutuhan zeolith = 6,21 ft3 x 90 lb/ft3
= 559,1 lb (255 kg)

6. Tangki NaCl (TU-6)


Fungsi : Menyimpan larutan NaCl 10% yang digunakan untuk regenerasi resin kation.
Jenis : Tangki silinder vertikal.

Perhitungan :
Waktu regenerasi di kation exchanger = 8 jam
Tangki ini digunakan untuk 5 kali regenerasi
Kebutuhan NaCl = 0,5 lb/1000 grain
Rapat massa NaCl 10% = 1 kg/l
NaCl dibutuhkan = 19877 grain x (0,5 lb/1000 grain) x (5)
= 9,7 lb
= 49,7 lb (0,4536 kg/lb)/8/5
= 0,6 kg/j
Dibuat larutan NaCl 10% :
Larutan NaCl = 49,7 x 100/10 x 0,4536 x 1 liter/kg
= 225 liter
= 8 ft3
Volume tangki = (1,2) x 8 = 10 ft3
Dirancang : D = H (tangki kecil)
Volume tangki = D1 H
10 = D13
D = 2,30 ft 1 m
H=1m

7. Anion Exchanger (TU-07)


Fungsi : Menghilangkan anion-anion yang terdapat dalam air yang disebabkan oleh
garam-garam anion seperti Cl, SO dan NO dengan bantuan resin anion
exchanger.
Jenis : Tangki silinder vertikal yang dilengkapi bed

Perhitungan :
Jumlah air yang akan dilunakkan = 804 kg/j
= 3,54 gpm = 212 gal/j
Asumsi : kadar anion = 145 ppm
kadar anion yang tidak terserap = 50 ppm
Masa keaktifan resin penyerap = 12 jam (Powel, p.163)

Jadi anion yang dapat dihilangkan :


= (145 - 50 mg/l ) ( 1/64,86 grain/mg )(3,785 l/gal )
= 5,544 grain/gal x 212 gal/j x 12 j = 14128 grain
Resin yang digunakan jenis Doulite A-2 .
Kapasitas penyerapan = 2 - 3 kgrain/ft3 resin
Diambil kapasitas penyerapan = 2 kgrain/ft3
Jadi volume resin = 14128/2000 ft3 = 7,06 ft3

Kecepatan penyerapan = 5 7,5 gpm/ft


Diambil kecepatan penyerapan = 5 gpm/ft

jumlah air yang dilunakkan


Luas bed resin
kecepatan penyerapan
3,54 gpm
Luas bed resin 2
0,71 ft 2
5 gpm/ft


Diameter menara 0,71 x 4

1
2
0,95 ft 0,29 m
Volume 7,06
Tinggi bed 9,98 ft 3,04 m
Luas 0,71
Kebutuhan zeolith = 7,06 ft3 x 90 lb/ft3
= 635,8 lb (290 kg)

Menentukan tinggi tangki :


Lapisan gravel atas dan bawah = 2 ft
lapisan spacing atas dan bawah = 2 ft
tinggi bed resin = 10 ft +
= 14 ft

Digunakan 2 buah tangki, satu untuk operasi dan yang lainnya untuk regenerasi .
Densitas resin = 90 lb/ft
Kebutuhan resin anion = 2 (volume resin) (densitas)
= 2 (7,06 ft3) (90 lb/ft3) = 1272 lb (577 kg)

Menentukan tebal dinding tangki :


Dipergunakan persamaan 13.1 Brownel-Young :
. D
t c
2 . f. E 1,2 p
Bahan konstruksi dipilih : baja karbon SA 283 grade C dengan spesifikasi sebagai
berikut :
f all = 12650 psi
E = 0,85
c = 0,125 in
p = 14,7 psi
(14,7) (0,95 x 12)
t 0,125
(2 x 12650 x 0,85) - (1,2 x 14,7)
0,13 in
Dipakai tebal standar = 0,25 in

8. Tangki NaOH (TU-8)


Fungsi : Menyimpan larutan NaOH 5% yang digunakan untuk regenerasi resin anion.
Jenis : Tangki silinder vertikal
Perhitungan :
Banyaknya resin yang digunakan = 7,06 ft3
Kemampuan NaOH untuk meregenerasi = 1,25 lb/ft3 resin (Powel, p.172)

Kebutuhan NaOH = 7,06 ft3 x 1,25 = 8,83 lb


= 8,83 lb (0,4536 kg/lb)/12
= 0,33 kg/j
Larutan NaOH yang digunakan 5%, densitas = 64,1 lb/ft
Volume larutan NaOH 5% = 8,83 x 100/5 x 1/64,1 ft3
= 2,76 ft3
Direncanakan tangki dapat menampung larutan NaOH untuk 5 kali regenerasi , maka
volume larutan NaOH :
5 x 2,76 = 13,78 ft3 (0,39 m3)

Over design 20%, maka volume tangki :


Volume tangki = (1,2) x 14 = 17 ft3

Dirancang : D = H (tangki kecil)


Volume tangki = D1 H
17 = D13
D = 2,76 ft 1 m
H=1m

9. Tangki Penampung Sementara (TU-09)


Fungsi : Menampung air yang keluar dari anion exchanger sebelum dikenakan proses
deaerasi.
Jenis : Tangki silinder horisontal

Perhitungan :
Jumlah air yang ditampung = 28,38 cuft/j
Diambil faktor design 20% dan tangki dirancang dengan waktu tinggal 1 jam
Jadi volume tangki = 1,2 x 28,4 cuft/j x 1 jam
= 34,05 cuft

Dirancang : L/D = 2
Volume tangki = D L
34,05 = D (2L)
D = 2,79 ft 1 m
L=2m

10. Tangki Deaerator (TU-10)


Fungsi : Menghilangkan gas-gas yang terdapat dalam air dengan menggunakan steam
dan Na2HPO4.2H2O.
Jenis : Tangki silinder horisontal

Perhitungan:
Jumlah air yang ditampung = 804 kg/j = 0,804 ton/j
= 28,4 cuft/j
Bahan kimia yang ditambahkan = 1 kg/ton air
Na2HPO4.2H2O yang ditambahkan = 0,804 kg/j

Diambil faktor keamanan 20% dan tangki dirancang dengan waktu tinggal 1/2 jam.
Jadi volume tangki = 1,2 x 28,4 cuft/j x 1/2 jam
= 17,03 cuft
Dirancang : L/D = 2
Volume tangki = D L
17,03 = D (2L)
D = 2,21 ft 1 m
L=2m

11. Tangki Na2HPO4.2H2O (TU-11)


Fungsi : Menyimpan larutan natrium hidrofosfat yang digunakan di dalam tangki
deaerator.
Jenis : Tangki silinder tegak

Perhitungan :
Kebutuhan Na2HPO4.2H2O = 0,804 kg/j
Larutan Na2HPO4.2H2O yang digunakan dengan konsentrasi 1%
Volume Na2HPO4.2H2O = 100 (0,804)/(1000)
= 0,0804 m3/j

Tangki direncanakan untuk waktu operasi 1 hari dan over design 20% .
Volume tangki = 1,2 x 0,0804 m3/j x 24 jam
= 2,314 m3
Dirancang : H=D
Volume tangki = D H
2,314 = D3
D = 1,43 m 1,5 m
H = 1,5 m

12. Tangki kondensat (TU-12)


Fungsi : Menampung kondensat yang keluar dari tangki deaerator (TU-09) dan air
kondensat.
Jenis : Tangki silinder horisontal.

Perhitungan :
Jumlah air yang ditampung = 4018 kg/j
= 4,018 m3/j
Diambil faktor design 20% dan tangki dirancang dengan waktu tinggal 1 jam
Jadi volume tangki = 1,2 x 4,018 m3/j x 1 jam
= 4,822 m3
Dirancang : L/D = 2
Volume tangki = D L
5 = D (2D)
D = 1,45 m 1,5 m
L=3m
8.2.4. Cooling Tower (CT)
Fungsi : Mendinginkan kembali air yang berasal dari peralatan - peralatan pendingin.
Jenis : Induced Draft Cooling Tower
Pendingin : Udara yang dialirkan secara berlawanan arah dengan arah air.

Perhitungan :
Ukuran cooling tower :
Suhu air masuk cooling tower = 50C (122F)
Suhu air keluar cooling tower = 30C (86F)
Air yang keluar cooling tower = 136841 kg/j
= 301678 lb/j
Ukuran penampang menara dipilih = 24 ft x 24 ft

Luas menara = 24 x 24 = 576 ft


301678 lb/jam
L 523,7 lb/jam.ft 2 (antara 500 - 2500 lb/j.ft , Treybal p.261)
576 ft 2
Dipakai udara , G diambil = 900 lb/j.ft
Dew point = 80F

Dari tabel 17.1 Kern 1965 diperoleh :


Entalpi H1 = Hdew = 44,1 Btu/lb udara

Persamaan 17.83 Kern 1965 :


L
H 2 H1 x (T2 T1 )
G
523,7
H 2 44,1 x (122 86)
900
65 Btu/lb
Dari fig.17.12 Kern 1965 diperoleh :
H1' = 52 Btu/lb udara
H2' = 131 Btu/lb udara
(H 2 ' H 2 ) (H 1 ' H 1 )
Log mean (H' H)
(H 2 ' H 2 )
ln
(H 1 ' H 1 )
(132 65) (52 44,1)
Log mean (H' H)
(131 65)
ln
(52 44,1)
27,74 Btu/lb udara

Nd = number of diffusion unit ( pers.17.81 Kern )


T
Nd
Log mean (H' H)
(122 86)
1,298
27,74
Kxa = 115 lb/j.ft (Kern p.604)
Tinggi cooling tower :
Nd x L 1.298 x 523,7
Z
Kxa 115
5,9 ft (1,8 m)
Hdu = height of diffusion unit
Z 5,9
Hdu
Nd 1,298
4,6 ft (1,4 m)

BM udara = 28,84
udara 80F = 1/14,09 lb/ft = 0,0709 lb/ft (tabel 17.2 Kern)
G x luas menara
Udara yang dipakai
udara x 1 jam
900 lb/jam.ft 2 x 576 ft 2

0,0709 lb/ft 3 x 3600 det/jam
2031,03 ft 3 /det
121862 ft 3 /men

8.2.5. Fan Cooling Tower


Tugas : Menarik udara sekitar supaya berkontak langsung dengan air dalam cooling tower .

Kapasitas = 121862 ft3/men


Kelembaban = 0,0222 lb air/lb udara (tabel 17.2 Kern)
= 0,0222 x (28,84/18)
= 0,03557 lbmol air/lbmol udara
(0,03557 x 18 28,84 x 1)
BM campuran 28,47
1,03557
V(air + udara) = 14,09 ft /lb
= 14,09 x 28,47 = 401,14 ft3/lbmol
Kapasitas
Kecepatan udara
V(air udara)
121862 ft 3 /menit

401,14 ft 3 /lbmol
303,79 lbmol/men
Diambil beda tekan (-DP) = 1 in air
= 1 x 62,4 x 1/12
= 0,0362 lb/in

Kerja yang dilakukan kipas :


(k 1)

k P2 k

Wk R . T1 1 ; k cp 1,39
k 1 cv
P1

0,39

1,39 14,736 1,39

Wk (1,987) (80 460) 1
0,39 14,7

2,6377 Btu/lbmol
Tenaga Total = 2,6377 Btu/lbmol x 303,79 lbmol/men
= 801,3 Btu/men x 1 Hp/(42,4 Btu/men)
= 18,90 Hp

Effisiensi motor 87% :


Tenaga motor = 18,90/0,87 = 21,7 Hp
Dipilih motor standar NEMA :
25 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 1800 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

8.3. STEAM
Steam digunakan untuk media pemanas di pabrik

Kebutuhan steam = 4018 Kg/j


Suhu tertinggi steam = 350F (176,7C)
Tekanan jenuh steam = 9,1 atm
Panas latent penguapan, Hv = 879,6 Btu/lb
= 488,66 Kkal/kg

Panas untuk membangkitkan steam :


= Panas sensibel preheating + panas latent penguapan
Q1 = Panas sensibel preheating
= 803,6 kg/j x (1 kkal/kg.C) (176,7 - 30)
= 117861 kkal/j
Q2 = Panas latent penguapan
= 4018 kg/j x (488,66 kkal/kg)
= 1963453 kkal/j
Q total = 117861 + 1963453
= 2081314 kkal/j
= 8259183 Btu/j

Panas diperoleh dengan membakar minyak (fuel oil).


Sifat-sifat minyak API = 16,5
Net heating value = 17351 Btu/lb
Densitas, = 0,956 g/cm3
Viskositas, = 0,143 poise

Komposisi minyak:
C = 87,5%
H2 = 10,17%
S = 1,14%
Abu = 1,14%
Air = 0,05%

Kebutuhan kelebihan udara 25 %


Effisiensi pembakaran 60 %
Q total
Kebutuhan bahan bakar
. NHV
8259183 Btu/jam
Kebutuhan bahan bakar
(0,60) (17351 Btu/lb)
793 lb/jam
376 liter/jam
Kebutuhan Udara
C + O2 CO2
H2 + O2 H2O
S + O2 SO2

Kebutuhan oksigen stoikiometris:


C = (0,875)(793)(1/12)(1) = 57,85 lbmol/j
H2 = (0,1017)(793)(1/2)(1/2) = 20,17 lbmol/j
S = (0,0114)(793)(1/32)(1) = 0,28 lbmol/j +
= 78,30 lbmol/j
Kebutuhan oksigen = 78,30 lbmol/j
Kebutuhan kelebihan oksigen = (1,25)(78,30)
= 97,88 lbmol/j
Udara: 21% O2 dan 79 % N2
Kebutuhan udara = (100/21) (97,88)
= 466,08 lbmol/j x 28,84 lb/lbmol
= 13441.7 lb/j
= 6097,2 kg/j

8.3.1. Alat Utilitas Pembuatan Steam


1. Boiler
Jenis Boiler : Water-tube boiler
Fluks panas = 12000 Btu/j.ft (Kern, 1965)
Kebutuhan luas perpindahan panas, A:
Q 8259183 Btu/jam
A 2
688,3 ft 2
heat flux 12000 Btu/jam.ft
Dipilih tube: NPS : 3 in , sch.no : 40
ID : 3,068 in = 0,2557 ft
OD : 3,5 in
Ao : 0,917 ft perlin ft
panjang tube = 20 ft
A
Jumlah tube, Nt
Ao x L
688,3 ft 2
Nt
(0,917 ft 2 /ft) (20 ft)
38
2. Fan Udara Pembakar
Tugas : Mengalirkan udara ke furnace untuk pembakaran

Kapasitas = 13441,7 lb/j


= 466,08 lbmol/j
= 7,77 lbmol/men
Beda tekan = 0,3 psi (diperkirakan tekanan udara dalam furnace 0,3 psig)
Tekanan keluar = 15 psi

Kerja yang dilakukan kipas :


(k 1)

k P2 k

Wk R . T1 1 ; k cp 1,39
k 1 cv
P1

0,39

1,39 15
(1,987) (32 273) 1
1,39
Wk
0,39 14,7

12,278 kkal/kmol 22,1 Btu/lbmol

Udara yang dialirkan = 7,77 lbmol/men


Tenaga Total = 22,1 Btu/lbmol x 7,77 lbmol/men
= 171,7 Btu/men x 1 Hp/(42,4 Btu/men)
= 4,05 Hp
Effisiensi motor 83% :
Tenaga motor = 4,05/0,83 = 4.9 Hp

Dipilih motor standar NEMA :


5 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 1800 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

3. Pompa (PU-14)
Fungsi : Memompa bahan bakar dari tangki penyimpan ke furnace sebanyak 793 lb/j
Jenis : pompa centrifugal

Perhitungan:
a. Pemilihan pipa
Densitas, = 59,65 lb/cuft

Jumlah massa dipompa, W :


W = 793 lb/j
M
Laju alir volumetris pemompaan, Q
793 lb/jam
Q 13,3 cuft/det
59,65 lb/cuft
0,0037 cuft/det
1,7 gpm
Dari pers.15 Peters, ed.3 didapat :
Di opt = 3,9 x (Q)0,45 x ()0,13
Di opt = 3,9 x (0,0037)0,45 x (59,65)0,13
= 0,54 in
Dari tabel 11 Kern, dipilih pipa Commercial steel:
NPS : 0,38 in , sch.no : 40
ID : 0,493 in = 0,0411 ft
OD : 0,675 in
at : 0,192 in = 0,0013 ft
Head diperkirakan = 20 ft
. Q . H
BHP

= efisiensi pompa = 22% (fig 4-7,Vilbrandt)

(59,65 lbm/ft 3 ) (0,004 ft 3 /det) (50 ft lbf/lbm)


BHP
0,22
ft.lbf Hp
50 x 0,09 Hp
det 550 ft.lbf/det

Efisiensi motor = 80 % ( fig.4-10, Vilbrandt )


0,09 Hp
0.11 Hp Tenaga motor 0,80 0,11 Hp

Dipilih pompa centrifugal dengan motor standar NEMA :


0.50 Hp, 3 phase, 220-240 volt, 50 cycle, 7800 rpm.
Ac - squirrel cage induction.

Specific speed :
Kecepatan putar = 7800 rpm
Kapasitas pompa = 1,66 gpm
Head pemompaan = 50 ft-lbf/lbm

Specific speed dihitung dengan persamaan :


N . Q 0,5
Ns (G.G. Brown, 1950)
gc . H 0,75
(7800 rpm) (1,66 gpm) 0,5
Ns
(1) (50 ft lbf/lbm) 0,75
534,2

Ns yang diperkenankan antara 500 sampai 15000 (G.G. Brown, 1950)


8.4. LISTRIK
Listrik digunakan untuk menggerakkan motor-motor penggerak alat-alat seperti
halnya pompa - pompa dan alat lainnya. Disamping itu, listrik dibutuhkan juga untuk
penerangan

Listrik untuk menggerakkan alat-alat :


Nama alat Hp
PU-01 3
PU-02 3
T.Clarifier 3
PU-03 3
PU-04 0,5
PU-05 3
PU-06 0,5
PU-07 0,5
PU-08 0,5
PU-09 2
PU-10 7,5
PU-11 7,5
PU-12 7,5
PU-13 0,75
Fan CT 10
Fan Boiler 5
PU-14 0,5
Alat proses 40,75
Jumlah 98,5

Kebutuhan listrik untuk motor = 98,50 Hp x 0,7457 K Kw/Hp


= 73,45 Kw
Listrik untuk instrumentasi = 20% x 73,45
= 14,69 Kw
Listrik untuk penerangan :
- Jumlah rumah = 17 buah, dengan masing-masing memakai 1,5 Kw
= 25,50 Kw
- Perkantoran = 25 Kw
- Listrik untuk kawasan pabrik= 20% x 73,45
= 14,69 Kw
Jumlah kebutuhan listrik = 73,45 Kw + 14,69 + 25,50 Kw + 25 Kw + 14,69 Kw = 153.33
Kw
Semua kebutuhan listrik dipenuhi oleh Perusahaan Listrik Negara. Cadangan generator
hanya untuk berjaga-jaga pada saat listrik dari PLN mati.
Kebutuhan Bahan Bakar
Minyak diesel, = 0,8 gr/cm3
Nett heating value = 18250 Btu/lb
Effisiensi perubahan tenaga panas minyak diesel menjadi tenaga listrik 65% = 11862,5
Btu/lb

153,33 Kw 3415 Btu/jam


Kebutuhan bahan bakar x
11862,5 Btu/lb 1 Kw
44,14 lb/jam ( 20,0 kg/jam)
25,0 liter/jam

8.5. KEBUTUHAN UDARA TEKAN


Fungsi : udara tekan diperlukan untuk aliran dalam alat control sebagai aliran pneumatik

Kondisi udara tekan:


Tekanan = 5 atm
Suhu = 30C
BM = 28,84 kg/kmol
Untuk menyediakan udara tekan dibuat dengan menggunakan kompresor

Kompresor
Tugas : menaikkan tekanan udara dari tekanan 1 atm menjadi 5 atm
Jenis : Kompresor reciprocating

Data :
udara = 1,39
Tekanan masuk (P1) = 1 atm = 14,7 psi
Tekanan keluar (P2) = 5 atm = 73,5 psi
Suhu masuk (T1) = 30C = 303K
BM udara = 28,84 kg/kmol
Densitas, udara = 5,8 kg/m3

Berdasarkan Aries, R.A., 1955 maka :


Jumlah stage = 2 stage

Compression Ratio, Rc
1 1
P N
5 2
Rc 2 = 2,23
P1 1
Temperatur keluar, T2 :
1 1, 39 1
P N
5 21, 39
T2 T1 2 303 = 397,7515K = 106,7515C
P1 1

Power kompresor (W) total untuk 2 stage :


Wtotal W1 W2
1 1

nRT1 P1
1 nRT1 P2

1 1
1 P1 1 P1

1
1 1

P11 P2
nRT1 2
1 1
P1 P1
1 1
P11 P1 .P2 2 1 5 2
= 2,23 atm

m3 kg
30 5,8 3
jam m
n = 6,0333 kmol/jam
kg
28,84
kmol
Maka :
1, 39 1 1, 39 1

1,39 2,23 5
6,0333.1,957.546.
1, 39
2
1, 39
Wtotal
1,39 1 1 2, 23

11640,2968 3
= 11640,29683 Btu/jam = 42,42
= 274,4058 Hp
Efisiensi motor () = 84 %
309,5792
Tenaga motor = 0,84
= 326,6736 Hp

Dipilih motor standar NEMA : 400 Hp; 3 phase; 2300 volt; 50 cycles; 3600 rpm; AC-
squirrel-cage-induction motor.(Ludwig, E.E., 1965, vol. III)