Anda di halaman 1dari 8

JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 5 Oktober 2013 ISSN.

2089-7669

EFEKTIVITAS MEDIA AVA DAN LEAFLET


DALAM PENYULUHAN TENTANG HIV/AIDS TERHADAP
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA DI
SMP NEGERI 1 SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2011

Mei Dwi Ismowati1, Siti Mulidah2, Puji Hastuti3


dwiismowati@yahoo.com

ABSTRACT

Media was tools which was used in education. Kinds of media were
audio media, visual media for example leaflet and audiovisual media. Audiovisual
media had a lot of advantages such as to cover weakness of audio media and
visual media. It was more reality and cope with the limited room, time and
observation.
The purpose of this research was to know the effectiveness of AVA
media and leaflet in illumination toward the increase of adolescent knowledge
about HIV/AIDS in SMP 1 Sumpiuh Banyumas regency in year 2011.
This research used a kind of research true experimental design pretest-
post test control group design. Design of the research was cross secsional. The
population was all adolescent or all students of SMP 1 Sumpiuh in 2011 about
664 students with 99 students for examples. The way to take sample was using
stratified random sampling. To analize the data was using ANOVA.
The result of research showed that the average of adolescent knowledge
after illumination using AVA media and leaflet got increasing about 9,63%, the
adolescent knowledge level got increasing and AVA group had knowledge level
good about 36,4%.
The conclusion was AVA media was more effective than leaflet in
illumination toward adolescent knowledge about HIV/AIDS in SMP N 1 Sumpiuh
with increasing 2,9091>1,8788>1,000

Key word : AVA media and leaflet, illumination, knowledge, HIV/AIDS

1) Students Prodi D III Midwifery Purwokerto Poltekkes Kemenkes Semarang


2) Supervising Prodi D III Midwifery Purwokerto Poltekkes Kemenkes Semarang
3) Supervising Prodi D III Midwifery Purwokerto Poltekkes Kemenkes Semarang

Kelompok usia remaja merupa- berguna serta berkembang baik dan


kan sumber daya manusia yang paling benar, meningkatkan kualitas serta ke-
potensial sebagai tunas bangsa dan mampuannya sehingga hasil kerjanya
penentu masa depan bangsa. Karena itu akan maksimal. Banyaknya remaja
kelompok remaja perlu mendapatkan yang menunjukkan perilaku positif
penanganan dan perhatian serius untuk dengan prestasi gemilang dari berbagai
dipersiapkan menjadi manusia yang
28
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 5 Oktober 2013 ISSN.2089-7669

bidang, namun tidak sedikit pula perilaku mengarah pada hal-hal yang
remaja di kalangan pelajar yang ber- negatif.
Berdasarkan hasil penelitian pun diberi kebebasan untuk mengakses
menunjukkan bahwa perilaku seksual internet melalui leptopnya sendiri pada
remaja mempunyai korelasi dengan saat jam istirahat atau jam pulang.
sikap remaja terhadap seksualitas, Studi pendahuluan yang dilakukan
penelitian lain tentang perilaku seksual terhadap 10 siswa SMP Negeri 1
remaja di empat kota menunjukkan Sumpiuh pada bulan Oktober tahun
bahwa 3,6% (Medan), 8,5% (Yogya- 2010 mengenai pengertian dan cara
karta), 3,4 (Surabaya), dan 31,1% penularan HIV/AIDS, didapat bahwa 7
(Kupang) remaja telah terlibat hubu- dari 10 siswa tersebut belum menge-
ngan seks secara aktif. Juga dari tahui tentang pengertian dan cara
sumber yang sama diperoleh hasil penularan HIV/AIDS.
penelitian yang pernah dilakukan oleh Dari uraian dalam latar bela-
Pusat Penelitian Kependudukan UGM kang di atas pertanyaan penelitiannya
menemukan bahwa 33,5% dari res- adalah Bagaimana efektivitas media
ponden laki-laki di kota Bali pernah AVA dan leaflet dalam penyuluhan
berhubungan seks, sedang di desa terhadap peningkatan pengetahuan
23,6% serta Yogyakarta kota 15,5% remaja tentang HIV/AIDS di SMP Negeri
dan di desa sebanyak 0,5% (Buletin 1 Sumpiuh Kabupaten Banyumas tahun
Embrio, 2000). 2011 Adapun tujuannya mengetahui
Ada berbagai macam cara yang efektivitas media AVA dan leaflet
dapat digunakan agar siswa mengetahui dalam penyuluhan terhadap pening-
tentang dampak dari penggunaan katan pengetahuan remaja tentang
narkoba dan seks bebas diantaranya HIV/AIDS di SMP Negeri 1 Sumpiuh
yakni memberikan penyuluhan sedini Kabupaten Banyumas tahun 2011.
mungkin terhadap remaja. Penyuluhan
tersebut dapat menggunakan berbagai METODE PENELITIAN.
macam media seperti yang telah di- Jenis penelitian ini menggunakan
jelaskan dia atas yakni media cetak eksperimental true eksperimental de-
(poster, leaflet, dan foto), media sign pretest-posttest control group
elektronik (telvisi, radio, video, dan design dan survei cross secsional. Ada-
film), dan media papan yang dipasang pun populasinya adalah seluruh remaja
ditempat-tempat umum (Notoatmodjo, yang menjadi siswa siswi di SMP
2003). SMP Negeri 1 Sumpiuh meru- Negeri 1 Sumpiuh tahun 2011 se-
pakan SMP dengan fasilitas yang me- banyak 664 siswa dengan jumlah sam-
madai. Setidaknya di SMP ini terdapat pel 15% dari seluruh populasi yaitu 99
laboratorium komputer di mana para siswa dan teknik pengambilan sampel
siswa bebas mengakses informasi dari stratified random sampling.
internet secara bebas. Apalagi kom-
puter merupakan mata pelajaran di HASIL
SMP ini yang tergabung dalam mata Sekolah Menengah Pertama (SMP)
pelajaran ilmu teknologi. Selain itu, Negeri 1 Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh
area bebas internet (hotspot area) juga terletak di desa Kradenan tepatnya di
terdapat dalam SMP tersebut. Siswa Jalan Raya Timur Sumpiuh. Ini meru-
yang mempunyai leptop atau notebook pakan salah satu SMP Negeri yang

29
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 5 Oktober 2013 ISSN.2089-7669

terdapat di Sumpiuh, SMP Negeri 1 nya pemahaman tentang perilaku sek-


Sumpiuh memiliki 53 petugas yang ter- sual remaja amat merugikan bagi
diri dari 39 guru tetap dan 14 orang remaja itu sendiri termasuk keluarga-
sebagai staf karyawan, tenaga pem- nya, sebab pada masa ini remaja
bantu umum dan satpam. SMP Negeri mengalami perkembangan yang pen-
1 Sumpiuh memiliki 664 murid dengan ting yaitu kognitif, emosi, sosial dan
rincian kelas VII berjumlah 224 siswa, seksual. Akibat dari kurangnya pe-
kelas VIII berjumlah 223 siswa dan mahaman ini adalah hubungan seks
kelas IX berjumah 217 siswa. pranikah yang membawa implikasi
Pengetahuan remaja SMP Negeri 1 banyak, misalnya HIV/AIDS. Makin
Sumpiuh menunjukkan bahwa sebelum banyak dilakukan hubungan seks pra-
diberikan penyuluhan, sebagian besar nikah ini menyebabkan makin banyak
remaja kurang memahami tentang dan tinggi resiko tertular HIV/AIDS
HIV/AIDS dengan rata-rata nilai <56% (Soe-tjiningsih, 2007).
pada kelompok kontrol dan leaflet. Berdasarkan hasil penelitian menun-
Nilai pengetahuan masing-masing jukkan bahwa perilaku seksual remaja
kelompok yaitu kontrol 48,9%, Leaflet mempunyai korelasi dengan sikap
52,0% dan AVA 60,5 %. Setelah remaja terhadap seksualitas, penelitian
diberikan penyuluhan rata-rata penge- lain tentang perilaku seksual remaja di
tahuan masing-masing kelompok me- empat kota menunjukkan bahwa 3,6%
ningkat yakni kontrol 53,9%, leaflet (Medan), 8,5% (Yogyakarta), 3,4
61,4% dan AVA 75,0%. (Surabaya), dan 31,1% (Kupang)
Remaja SMP Negeri 1 Sumpiuh remaja telah terlibat hubungan seks
sebelumnya hanya mengakses infor- secara aktif. Juga dari sumber yang
masi dari media massa seperti internet sama diperoleh hasil penelitian yang
dan televisi. Namun informasi tersebut pernah dilakukan oleh Pusat Penelitian
belum dapat menjelaskan secara jelas Kependudukan UGM menemukan bah-
mengenai HIV/AIDS sehingga dalam wa 33,5% dari responden laki-laki di
kondisi tersebut tanpa bimbingan dan kota Bali pernah berhubungan seks,
pendamping akan terpengaruh infor- sedang di desa 23,6% serta Yogyakarta
masi yang menyesatkan dan terbawa kota 15,5% dan di desa sebanyak 0,5%
arus pergaulan yang tidak sehat me- (Buletin Embrio, 2000).
ngingat remaja belum mempunyai filter Dampak yang lain dari perilaku
yang cukup kuat untuk menyaring seksual remaja dapat terlihat kasus
informasi yang diterima, juga belum HIV/ AIDS dari tahun 1980an sampai
mempunyai daya tangkal untuk dengan September 2009 di Indonesia
menepis dominasi lingkungan per- terdapat 18.442 penderita HIV/AIDS
gaulan, akibat kepribadian remaja yang dan 3708 diantaranya sudah meninggal
masih labil dan nilai pengetahuan yang dunia. Jumlah tersebut terdiri dari
masih minim. Di samping itu kurang- 13.654 laki-laki dan 4.701 perempuan
nya penyuluhan yang diberikan oleh dan 87 penderita diantaranya tidak di-
sekolah terutama oleh guru Bimbingan ketahui. Peningkatan kasus HIV/AIDS
dan Konseling tentang HIV/AIDS pun di Jawa Tengah terjadi sangat pesat
dapat menjadi penye-bab kurangnya dari tahun ke tahun. Sejak 1993 sampai
pengetahuan remaja SMP Negeri 1 akhir Juni 2010, tercatat ada 2.922
Sumpiuh tentang HIV/AIDS. Kurang- kasus HIV/AIDS dengan korban

30
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 5 Oktober 2013 ISSN.2089-7669

meninggal sebanyak 406 orang. Dari Tabel 3.1


2.922 kasus, tercatat penderita HIV Tingkat pengetahuan remaja sebelum dan
sebanyak 1.664 kasus dan AIDS sesudah di-berikan penyuluhan tentang
HIV-/AIDS di SMP Negeri 1 Sumpiuh
sebanyak 1.258 kasus (Dinkes Provinsi
Jawa Tengah, 2009).
Oleh karena itu, perlu adanya Sebelum Sesudah
Kelomp
penyuluhan atau pemberian informasi ok
Kriteria
Fre Fre %
kue % kue
mengenai HIV/AIDS untuk meng- nsi nsi
hindari dampak tersebut. Kegiatan pe- Kontrol

nyuluhan ini diharapkan dapat me- Baik 0 0,0 0 0,0


Sedang 8 24, 13 39,4
nambah pengetahuan siswa mengenai 2
HIV/AIDS karena pengetahuan di- Kurang 25 75,
8
20 60,6

dapat setelah orang melakukan peng- Leaflet


indraan terhadap objek tertentu melalui Baik 0 0 0 0,0
indra penglihatan, pendengaran, rasa Sedang 11 33, 25 75,8
dan raga yang diperoleh melalui mata 3
AVA
dan telinga (Notoatmodjo, 2003).
Baik 0 0 12 36,4
Selain itu, terdapat faktor-faktor
Sedang 20 60, 21 63,6
yang mempengaruhi nilai pengetahuan 6
menurut Notoatmodjo (2003) dalam Kurang 13 39, 0 0,0
4
Wawan dan Dewi (2010) antara lain Total 99
materi atau hal yang dipelajari dapat Sumber : data primer 2011
menentukan proses atau hasil belajar,
lingkungan seperti kondisi tempat Tabel 3.1 tersebut menunjukkan
belajar dan lingkungan sosial yang bahwa sebelum dilakukan perlakuan
mendukung, instrumen seperti media pada kelompok kontrol terdapat 8
dan metode belajar yang digunakan orang (24,4%) dengan pengetahuan
dirancang sedemikan rupa sehingga dalam kategori sedang dan 25 orang
sesuai dengan materi dan subyek (75,8%) dengan pengetahuan dalam
belajar serta individu dalam kondisi kategori kurang. Tingkat pengetahuan
fisiologi dan psikologi yang baik. kelompok leaflet sebelum dilakukan 11
Faktor-faktor tersebut diharapkan dapat orang (33,3%) dalam kategori sedang
menambah pengetahuan siswa tentang dan 22 orang (66,7%) dalam kategori
HIV/AIDS sehingga hubungan seks kurang, sedangkan untuk kelompok
pranikah yang dapat menyebabkan AVA sebelum dilakukan perlakuan
HIV/AIDS dapat dihindari. terdapat 20 orang (60,6%) dengan
Tingkat pengetahuan remaja se- pengetahuan dalam kategori sedang
belum dan sesudah diberikan pe- dan 13 orang (39,4%) dalam kategori
nyuluhan dengan menggunakan media kurang. Sesudah dilakukan perlakuan
AVA dan leaflet tentang HIV/AIDS di pada kelompok kontrol terdapat 13
SMP Negeri 1 Sumpiuh ditunjukkan orang (39,4%) dengan pengetahuan
dalam tabel berikut : dalam kategori sedang dan 20 orang
(60,6%) dengan pengetahuan dalam
kategori kurang. Tingkat pengetahuan
kelompok leaflet sesudah dilakukan 25
orang (75,8%) dalam kategori sedang

31
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 5 Oktober 2013 ISSN.2089-7669

dan 8 orang (24,2%) dalam kategori Efektivitas media AVA dan leaflet
kurang, sedangkan untuk kelompok dalam penyuluhan tentang HIV/AIDS
AVA sesudah dilakukan perlakuan ter- terhadap peningkatan pengetahuan
dapat 12 orang 36,4%) dengan remaja di SMP Negeri 1 Sumpiuh
pengetahuan dalam kategori baik dan memperlihatkan hasil perbedaan signi-
21 orang (63,6%) dalam kategori se- fikan antar kelompok penelitian, rata-
dang. Sekolah merupakan tempat yang rata peningkatan kelompok kontrol
idela untuk memberikan konseling, adalah 1,000, kelompok leaflet 1,88
informasi dan edukasi (KIE) tentang dan kelompok AVA sebesar 2,91, de-
kesehatan reproduksi terutama HIV- ngan demikian perlakuan AVA me-
/AIDS bagi remaja di sekolah. Remaja nunjukkan peningkatan yang paling
selalu berusaha mencari lebih banyak besar dibandingkan kelompok kontrol
informasi mengenai seks karena me- dan kelompok leaflet (2,91 > 1,000 dan
ningkatnya seks pada remaja. Remaja 1,88). Hal ini membuktikan bahwa
mencari informasi yang mungkin dapat media AVA lebih efektif digunakan
diperoleh, misalnya dengan membaca dalam penyuluhan untuk meningkatkan
buku, televisi dan melalui internet. pengetahuan remaja tentang HIV-
Bimbingan dan pendampingan akan /AIDS.
memudahkan siswa lebih memahami Pada era komunikasi informasi ini,
dan mengerti tentang informasi yang media tidak dapat ditinggalkan dan
diterima sehingga siswa tidak ter- sangat berperan penting dalam keber-
pengaruh arus negatif. Informasi yang hasilan penyampaian informasi. Media
diberikan secara jelas mengenai HIV- akan membantu masyarakat umum dan
/AIDS akan memberikan pemahaman remaja khususnya mengerti tentang
yang baik kepada remaja mengenai informasi yang kita sampaikan. Selain
HIV/AIDS, sehingga tidak membuat itu, media juga dapat membantu dalam
remaja kebingungan mencari pen- mengatasi banyak hambatan dalam pe-
jelasan mengenai HIV/AIDS. mahaman misalnya jika siswa tidak
Oleh karena itu, untuk menghindari memahami tentang sesuatu dengan
kurangnya pemahaman remaja SMP melihat media yang digunakan siswa
Negeri 1 Sumpiuh mengenai HIV- tersebut akan lebih mudah memahami
/AIDS maka remaja SMP Negeri 1 dan mengerti. Oleh karena itu, media
Sumpiuh sebaiknya diberikan bim- harus dibuat semenarik mungkin agar
bingan dan penyuluhan tentang HIV- siswa dapat mengerti tentang informasi
/AIDS yang dapat dilakukan oleh guru yang disampaikan.
Bimbingan dan Penyuluhan. Bim- Penyuluhan tentang HIV/AIDS yang
bingan dan Penyuluhan tentang HIV- dilakukan di SMP Negeri 1 Sumpiuh
/AIDS dan kesehatan reproduksi lain- pun menggunakan media. Media yang
nya ini dapat dilakukan setiap minggu digunakan berbeda-beda yaitu AVA
pada mata pelajaran Bimbingan dan dan leaflet. Keberhasilan penyuluhan di
Penyuluhan. Bimbingan dan Penyu- SMP Negeri 1 Sumpiuh dapat dilihat
luhan ini sebaiknya dilakukan secara dari rata-rata pengetahuan dan tingkat
terus menerus sehingga siswa dapat pengetahuan dari masing-masing ke-
memperoleh informasi yang jelas dan lompok dengan menggunakan media
pemahaman yang benar mengenai yang berbeda. Kelompok AVA mem-
HIV/AIDS. punyai rata-rata dan tingkat penge-

32
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 5 Oktober 2013 ISSN.2089-7669

tahuan yang baik. Hal ini dikarenakan tentang HIV/AIDS dengan meng-
media AVA yang merupakan media gunakan media AVA dan leaflet
audiovisual dapat me-nutupi kelemah- mengalami peningkatan sebesar 9,63%.
an dari masing-masing media audio Sedangkan tingkat pengetahuan se-
dan media visual. Media AVA lebih belum diberikan penyuluhan dengan
jelas dan lebih relistis karena ada unsur menggunakan AVA dan leaflet ke-
suara (audio) dalam penyampaian banyakan adalah kurang (75,8% untuk
informasi dan juga unsur penglihatan kontrol, 66,7% untuk leaflet dan 39,4%
(visual) dengan banyak gambar dan untuk AVA). Sedangkan setelah di-
sedikit tulisan yang ditampilkan akan berikan penyuluhan hanya kelompok
mempermudah siswa dalam memahami AVA yang memiliki nilai baik
informasi yang disampaikan. Media (36,4%). Dari hasil penelitian di-
audiovisual pun mengkonkritkan dapatkan bahwa media AVA lebih
sesuatu yang abstrak. efektif dibandingkan dengan leaflet
Oleh karena itu, bimbingan dan dalam penyuluhan terhadap pening-
penyuluhan yang dilakukan oleh guru katan pengetahuan remaja tentang
Bimbingan dan Penyuluhan (BP) se- HIV/AIDS di SMP Negeri 1 Sumpiuh
baiknya menggunakan media audio- pada tahun 2011 (2,91>1,000 dan
visual (AVA) supaya siswa men-jadi 1,88).
mudah mengerti dan memahami ten-
tang informasi yang disampaikan oleh DAFTAR PUSTAKA.
guru BP. Media AVA ini akan mem-
permudah guru BP dalam menyampai- Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono.
kan informasi, mempermudah pe- 2004. Psikologi Belajar. Jakarta:
mahaman konsep dan daya serap Asdi Mahasatya.
belajar siswa, juga membantu pengajar
Al Ghazali. 2008. Pengaruh Media Au-
untuk menyajikan materi secara ter- dio-Visual Dengan Menggunakan
arah, bersistem dan menarik sehingga Model Pembelajaran Pemetaan Kon-
tujuan belajar dapat tercapai. Siswa pun sep Terhadap Penguasaan Konsep
menjadi berkonsentrasi dan lebih cepat Ekosistem Oleh Siswa SMA Negeri 5
paham karena selain guru BP men- Bandar Lampung.
jelaskan siswa dapat melihat sesuatu
Ambarwati dan Rismintari. 2009.
yang abstrak yang dapat dilihat melalui
Asuhan Kebidanan Komunitas.
AVA. Sebaiknya media AVA ini pun
Yogyakarta:Nuha Medika.
tidak hanya digunakan dalam mata
pelajaran Bimbingan dan Penyuluhan Antara News. 2009. Penderita HIV
tetapi juga untuk mata pelajaran yang Indonesia. 21 Oktober 2010
lain sehingga akan memudahkan siswa Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur
untuk memahami penjelasan dari guru Penelitian. Jakarta:Rineka Cipta.
mata pelajaran yang lain.
BKKBN. 2008. Buku Pedoman Kons-
SIMPULAN ling Kesehatan Reproduksi
Rata-rata pengetahuan remaja Remaja. Jakarta:BKKBN.
SMP Negeri 1 Sumpiuh Kabupaten . 2005. Buku Pedoman
Banyumas setelah diberi penyuluhan Konseling Kesehatan Repro-duksi
dengan menggunakan AVA dan leaflet Remaja. Jakarta:BKKBN
33
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 5 Oktober 2013 ISSN.2089-7669

Bucher, dkk. 2007. Community-based Nisma, Hayatun. 2008. Pengaruh Pe-


Rapid HIV Testing in Homeless nyampaian Pendidikan Kesehatan
and Marginally Housed Adults in Reproduksi Oleh Siswa Sebaya
Sa diupdate tanggal 1 Februari Terhadap Pengetahuan Kesehatan
2011 Reproduksi di SMP Negeri 2
Kasihan Bantul Yogyakarta.
http://idi.aids-ina.org/modules.php?
name=News&file=article&sid=11 Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodo-
logi Penelitian Kesehatan. Jakarta
Corwin, Elizabeth. 2000. Buku Saku
: Rineka Cipta.
Patologis. Jakarta:EGC.
. 2005. Metodologi Pene-
Douglas, David. 2007. Dual HIV/HCV
litian Kesehatan. Jakarta:Rineka
Therapy Tied to Significant Weight
Cipta.
Loss diupdate tanggal 1 Februari
2011http://idi.aidsina.Org /modul- . 2003. Pendidikan dan
es . php ? name = News&file = Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rine-
article&sid=10 ka Cipta.
Djuanda, Adi. 2007. Ilmu Penyakit . 2005.Promosi Kese-
Kulit dan Kelamin. Jakarta:FK UI. hatan Teori dan Aplikasi. Jakarta:
Rineka Cipta.
Effendy. 2008. Penyuluhan Kesehatan.
21 Oktober 2010. http// pengertian . 2007. Promosi Kesehat-
penyuluhanreferensikesehatan.cm an dan Ilmu Perilaku. Jakarta
Rineka Cipta
Eny Ratna Ambarwatu dan Sriati
Rismintari. 2009. Asuhan Kebi- Nurbaity, Nikmah. 2010. Media Pem-
danan Komunitas. Jogjakarta : belajaran. www. nikmahnurbaity.
Nuha Medika. blogspot.com diupdate tanggal 14
Gill Bates dan Okie Susan. 2007. April 2011.
Jurnal China and HIV A Nursalam dan Kurniawati. 2007. Asuh-
Window of Opportunity. Diupdate an Keperawatan Pada Pasien
tanggal 1 Februari 2011 Terjangkit HIV/AIDS. Jakarta:
http://idi.aidsina.org/modules.php?nam Salemba Medika.
e=News&file=article&sid=13.bill Panjaitan, Winda Olysia. 2009. Penge
Hidayat, A. aziz alimul. 2007. Metode tahuan tentang infeksi HIV/AIDS
Penelitian Kebidanan dan Teknik di kalangan mahasiswa baru
Analisis Pateu. Jakarta:Salemba Fakultas Kedokteran USU.
Medika. Riwidikdo, Handoko. 2009. Statistika
Kesehatan. Jakarta : Mitra Cendekia.
Hurlock, Elizabeth. 2003. Psikologi
Perkembangan. Jakarta:Erlangga. Santjaka, Aris. 2009. Statistik Untuk
Praktisi Bidang Kesehatan dan
Kombasasin. 2010. Pemanfaatan
Mahasiswa : Kedoketeran, Kese-
Media Audiovisual di Ranah
hatan Lingkungan, Keperawatan,
Pendidikan. www.kombasasin.com
Kebidanan, Gizi, Kesehatan Mas-
diupdate tanggal 14 April 2011
yarakat. Purwokerto:Global Inter-
nusa Offset.
34
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 5 Oktober 2013 ISSN.2089-7669

Saryono. 2008. Metode Penelitian Kese-


hatan. Jogjakarta:Mitra Cendekia.
Soetjiningsih. 2007. Tumbuh Kembang
Remaja dan Permasalahannya.
Jakarta:Sagung Seto.
Sudoyo, Aru. 2007. Ilmu Penyakit
Dalam. Jakarta: Departemen IPD.
Tejawati . 2008. Pengaruh Penggunaan
Media Audiovisual Interaktif
Terhada- p Pembelajaran Geografi
Fisik Ditinjau Dari Motivasi Belajar
Siswa
Wawan dan Dewi. 2010. Teori
Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan
Perilaku Manusia. Jakarta: Nuha
Medika.
Zona Pendidikan. 2007. Media AVA dan
Leaflet. Di update tanggal 21 Oktober
2010. www.zonapendidikan .com

35