Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH

Geomorfologi Indonesia
(Sumatera Bagian Utara)

Kelompok 1 :
Silvi widya rahmi

Rexy elnando

Dwi cahyo

Dosen Pembimbing : sutarman karim

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


BAB I

PENDAHULUAN

Geomorfologi indonesia

Luas daratan wilayah indonesia adalah 1.919.443 km, daratan seluas itu berupa

pulau-pulau, kondisi ini akan memperkuat keberadaan group etnik sehingga

memperkaya budaya bangsa. Kepulauan indonesia berada dilempeng eurasia sebelah

tenggara. Dibatasi oleh lempeng indo-australia disebelah selatan dan barat. Sedangkan

disebelah timur dibatasi oleh lempeng pasifik. Bagian pinggir lempeng-lempeng

tersebut mengalami tumbukan dan menghasilkan zona subduksi, busur vulkanis, dan

struktur formasi yang terbentuk akibat tekanan dan penunjaman. Secara fisik, sumatra,

jawa, kalimantan berada di dangkalan sunda. Pada daerah ini kedalaman air tidak

sampai 200m. Disebelah timur, ada pulau irian jaya dan aru yang terletak pada

dangkalan sahul yang merupakan bagian dari benua australia. Diantara kedua

dangkalan tersebut terdapat kelompok kepulauan nusa tenggara, sulawesi, maluku,

dan halmahera. Pulau-pulau tersebut dikelilingi oleh laut dalam yang mencapai 5000m

kedalamanya.

Dalam membahas kondisi umum geomorfologi indinesia ini,tidak cukup hanya

mengetahui kondisi geomorfologi maupun geologi indonesia. Melainkan juga perlu

diktahui tentang klimatologi, hidrologi dan ilmu tanah yang saling berkaitan. Hanya

sedikit gambaran umum tentang geomorfologi indonesia yang dapat saya jabarkan.
Geomorfologi pulau sumatra

Pulau sumatera tersusun atas dua bagian utama, sebelah barat didominasi oleh

keberadaan lempeng samudera, sedangkan sebelah timur didominasi oleh keberadaan

lempeng benua. Berdasarkan gaya gravitasi, magnetisme dan seismik ketebalan sekitar 20

kilometer dan ketebalan lempeng benua sekitar 40 kilometer. Sejarah tektonik pulau sumatra

berhubungan erat dengan dimulainya peristiwa pertumbukan antara lempeng india-australia

dan asia tenggara, sekitar 45,6 juta tahun lalu, yang mengakibatkan rangkaian perubahan

sistematis dari pergerakan lempeng-lempeng disertai dengan perubahan kecepatan relatif

antar lempengnya.

Keadaan pulau sumatra menunjukan bahwa kemiringan penunjaman, punggungan

busur muka dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi.

Kenyataan menunjukkan bahwa adanya transtensi (trans-tension) paleosoikum tektonik

sumatra menjadikan tatanan tektonik sumatra menunjukan adanya tiga bagian pola. Bagian

selatan terdiri dari lempeng mikro sumatra, yang terbentuk sejak 2 juta tahun yang lalu
dengan bentuk geometri dan struktur sederhana, bagian tengah cenderung tidak beraturan dan

bagian utara yang tidak selaras dengan pola penunjaman.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang materi pembagian kelompok,

saya perwakilan dari kelompok 1 akan membahas tentang sumatra bagian utara.

a. Bagian utara pulau sumatra


Memberikan kenampakan pola tektonik,
1. Sesar sumatra berbentuk tidak beraturan, berada pada posisi 125-140

kilometer dari garis penunjaman.


2. Busur vulkanik berada disebelah utara sesar sumatra
3. Kedalaman cekungan busur muka 1-2 kilometer
4. Punggungan busur muka secara struktural dan kedalamanya sangat beragam.
5. Homoklin dibelahan selatan sepanjang beberapa kilometer sama dengan

struktur mentawai yang berada disebelah selatannya.


6. Sudut kemiringan penunjaman sangat tajam.

Pulau sumatra ini memanjang dari barat laut ke tenggara dengan panjang 1.650 km

dari ule lhee sampai tanjung cina (djodjo dkk, 1985) lebar pulau dibagian utara berkisar 100-

200 kilometer.