Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA ..


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas /Semester : XII / 2
Materi Pokok : Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Alokasi Waktu : 40 Menit

A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Menyadari adanya keteraturan dalam sifat koligatif larutan sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut
sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
1.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab,
kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan
percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
1.3 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli
lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
1.4 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3.2 Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
4.2 Mengolah dan menganalisis data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif
larutan elektrolit dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit yang konsentrasinya
sama.
C. INDIKATOR KETERCAPAIAN KOMPETENSI
1. Menjelaskan sifat koligatif larutan elektrolit (kenaikan titik didih, penurunan titik
beku, dan tekanan osmosis) dengan percaya diri.
2. Menjelaskan pengaruh faktor Vant Hoff terhadap sifat koligatif larutan elektrolit
dengan percaya diri.
3. Menghitung sifat koligatif larutan elektrolit (kenaikan titik didih, penurunan titik
beku, dan tekanan osmosis) dengan cermat dan teliti.
4. Menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dengan larutan non elektrolit
dengan percaya diri dan bertanggungjawab.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dengan rasa ingin tahu dapat
membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan
nonelektrolit pada konsentrasi yang sama dengan tepat.
2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dengan rasa ingin tahu dapat menjelaskan
pengaruh adanya factor Vant Hoff terhadap sifat kologatif larutan elektrolit dengan
benar.
3. Melalui kegiatan mandiri, peserta didik dengan cermat dan teliti dapat menghitung
sifat koligatif larutan elektrolit ( kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan
tekanan osmotic) dengan benar.
4. Melalui performa di depan kelas, peserta didik dengan percaya diri dan
bertanggungjawab dapat menyimpulkan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit
dan non elektrolit dengan benar.

E. MATERI
Pada bagian depan telah kita bahas sifat koligatif zat-zat nonelektrolit. Bagaimana
dengan zat-zat elektrolit? Penurunan tekanan uap, penurunan titik beku, kenaikan titik
didih, dan tekanan osmosis, tergantung pada banyaknya partikel yang terdapat dalam
larutan. Zat elektrolit jika dilarutkan akan terionisasi menjadi ion-ion yang merupakan
partikel-partikel di dalam larutan ini. Hal ini menyebabkan jumlah partikel pada satu mol
larutan elektrolit lebih banyak daripada larutan nonelektrolit.
Misalnya, larutan nonelektrolit C6H12O6, jika dimasukkan ke dalam air
menghasilkan 1 mol partikel, sehingga larutan C 6H12O6 1 M akan membeku pada suhu
1,86 C di bawah titik beku air murni, sedangkan 1 mol larutan elektrolit NaCl
mengandung 2 mol partikel, yaitu 1 mol Na+ dan 1 mol Cl.Larutan NaCl 1 M sebenarnya
mengandung 1 mol partikel per 1.000 gram air, secara teoretis akan menurunkan titik
beku 2 x 1,86 C = 3,72 C. Sedangkan larutan CaCl2 1 M mempunyai 3 mol ion per
1.000 g air, secara teoretis akan menurunkan titik beku tiga kali lebih besar dibandingkan
larutan C6H12O6 1 M.
Banyak ion yang dihasilkan dari zat elektrolit tergantung pada derajat ionisasinya
(). Larutan elektrolit kuat mempunyai derajat ionisasi lebih besar daripada larutan
elektrolit lemah, yaitu mendekati satu untuk larutan elektrolit kuat dan mendekati nol
untuk larutan elektrolit lemah. Derajat ionisasi dirumuskan sebagai berikut.

Jumlah partikel dalam larutan setelah terurai:


A sisa + B yang terbentuk
( a a ) + ( na ) = a (1 + ( n 1 ) )
Dapat disimpulkan bahwa perbandingan jumlah mol atau jumlah partikel setelah ionisasi
dengan keadaan semula adalah

Menurut Vant Hoff, i = 1 + ( n 1 )

Sifat koligatif larutan elektrolit adalah sebagai berikut.


1. Kenaikan titik didih

2. Penurunan titik beku

Keterangan:
n = jumlah ion yang dihasilkan dari ionisasi satu molekul zat elektrolit
= derajat ionisasi zat elektrolit
3. Tekanan osmosis

Hal-hal yang perlu diperhatikan


berhubungan dengan larutan elektrolit antara
lain:
1. a. Elektrolit yang menghasilkan dua ion (n= 2), yaitu CH3COOH, HCl,
NaOH, NaCl
b. Elektrolit yang menghasilkan tiga ion (n=3), yaitu Ca(OH)2, H2SO4, Na2CO3
c. Elektrolit yang menghasilkan empat ion yaitu FeCl3, AlCl3.
2. Makin banyak ion yang dihasilkan dari larutan elektrolit, makin besar pula harga
Tb dan Tf
3. Besarnya harga menunjukkan kuatnya larutan elektrolit. Makin besar harga ,
makin besar pula harga Tb dan Tf.
4. Larutan elektrolit kuat mempunyai = 1
Tb = Kb x m x n
Tf = Kf x m x n
=MxRxTxn
5. Pada elektrolit biner berlaku :
Tb = Kb x m x (1 + )
Tf = Kf x m x (1 + )
= M x R x T x (1 + )

F. PENDEKATAN/STRATEGI/METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Model : Problem Based Learning
Metode : Diskusi, Ceramah

G. MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN


- Media : Komputer, LCD
- Alat dan Bahan
Powerpoint bahan ajar
Buku Kimia Kelas XII
Lembar Diskusi peserta didik

H. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan 5 menit
salam
2. Guru menciptakan suasana kelas yang religious
dengan mengajak siswa berdoa terlebih dahulu
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.
4. Guru memberikan apersepsi untuk menggali
pengetahuan awal siswa dengan mengajukan
pertanyaan: Mana larutan yang lebih cepat mendidih,
larutan garam atau larutan gula?
5. Guru memberitahukan sumber sumber belajar yang
akan digunakan.
Inti o Mengamati 30
menit
Peserta didik dengan rasa ingin tahu dan teliti mengkaji
literatur tentang sifat koligatif larutan elektrolit , guru
memberikan bimbingan.
o Menanya
Peserta didik dengan logis bertanya kepada guru
mengapa jumlah partikel pada satu mol larutan
elektrolit lebih banyak daripada larutan
nonelektrolit?
o Mengumpulkan data
Peserta didik dengan rasa ingin tahu dan tekun
mengkaji literature untuk menjawab pertanyaan
terkait perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit
dan noelektrolit.
Guru membagikan LKS, peserta didik dalam
kelompok mendiskusikan mengenai perbedaan
sifat koligatif larutan elektrolit dan non
elektrolit. secara teliti dan bekerjasama
o Mengasosiasi

Peserta didik dengan percaya diri dan


bertanggungjawab menyimpulkan perbedaan
sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan non
elektrolit dengan benar.
Menemukan formula untuk menghitung sifat
koligatif larutan elektrolit. (melibatkan faktor
Van Hoff) dan berlatih menghitungnya.
o Mengkomunikasikan
Peserta didik dengan percaya diri dan
bertanggungjawab mempresentasikan perbedaan
sifat koligatif larutan elektrolit dan noelektrolit
tata bahasa yang baik dan benar di depan kelas.
Penutup 1. Peserta didik diminta menyimpulkan tentang 5 menit
perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan
nonelektrolit secara mandiri dan bertanggungjawab,
guru memberikan panduan.
2. Guru mengulang apa yang telah dipelajari dan
menyimpulkan mengenai perbedaan sifat koligatif
larutan elektrolit dan non elektrolit
3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai
penerapan konsep sifat koligatif larutan elektrolit dan
non elektrolit
4. Guru menugasi siswa untuk membaca materi
selanjutnya
5. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik
untuk tetap belajar.
6. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan untuk tetap belajar dan menutup
dengan salam.

I. PENILAIAN

a. Penilaian kognitif

1. Kenaikan titik didih molal ialah kenaikan titik didih yang disebabkan oleh 1 mol zat
terlarut dalam.
a. 100 gram pelarut d. 1.000 gram air
b. 1.000 gram pelarut e. 1 liter larutan
c. 1 liter pelarut
1. Kelarutan CaCl2 dalam air pada suhu 0oC adalah sekitar 5,4 m. Jika Kf = 1,86oC.m-
1, maka penurunan titik beku larutan CaCl2 5,4 m adalah
a. 1oC d. 4oC
b. 5oC e. 2oC
c. 3oC
2. 5,85 gram natrium klorida (NaCl) dilarutkan dalam 100 ml air, mempunyai derajat
ionisasi 1. Jika Kfair = 1,86oC.m-1; maka penurunan titik bekunya adalah...(Ar Na =
23, Cl = 35,5)
a. 0,04oC d. 3,72oC
b. 0,19oC e. 18,6oC
c. 1,86oC
3. Larutan berikut mempunyai titik beku yang paling rendah adalah...
a. 100 ml KOH 0,1 M d. 100 ml SrCl2 0,1 M
b. 100 ml NaCl 0,1 M e. 100 ml FeCl3 0,1 M
c. 100 ml MgCl2 0,1 M
4. Suatu zat nonelektrolit X dalam air titik bekunya -0,372oC. Jika Kbair = 0,52oC.m dan
Kfair = 1,86oC.m-1 maka titik didih larutan X adalah...oC
a. 102,6 d. 100,104
b. 101,04 e. 100,026
c. 100,26
5. 27 gram zat non elektrolit dilarutkan dalam 600 gram air. Larutan mendidih
pada suhu 100,13oC. Jika kenaikan titik didih m air 0,52oC.m-1 maka massa
molekul relatif zat non elektrolit tersebut adalah
a. 18 d. 180
b. 60 e. 342
c. 128
6. Untuk menaikkan titik didih 250 gram air, menjadi 100,1oC pada tekanan 1
atm (Kb=0,50oC.m-1), maka jumlah gula (Mr = 342) yang harus dilarutkan adalah
a. 654 gram d. 17 gram
b. 171 gram e. 342 gram
c. 86 gram

b. Penilaian Afektif

INSTRUMEN PENILAIAN PENGAMATAN SIKAP DALAM KERJA KELOMPOK

Nama Siswa :
Kelompok :

Petunjuk Pengisian :
Beri tanda check list () pada kolom yang sesuai dengan perilaku siswa dalam kerja kelompok
selama proses pembelajaran.

No Aspek yang diobservasi Hasil Pengamatan


1 2 3 4
1 Interaksi siswa dalam pembelajaran
kelompok
2 Kesungguhan dalam mengerjakan tugas
kelompok
3 Kerjasama antar siswa dalam belajar
kelompok
4 Menghargai pendapat teman dalam satu
kelompok
5 Menghargai pendapat teman dalam kelompok
lain

Jumlah
Total
Nilai Akhir

Kualifikasi Nilai Akhir (NA) Penilaian Sikap:


Skor Kualifikasi
1,00 1,99 Sikap Kurang (K)
2,00 2,99 Sikap Cukup (C)
3,00 3,99 Sikap Baik (B)
4,00 Sikap Sangat Baik (A)

RUBRIK PENILAIAN PENGAMATAN SIKAP DALAM KERJA KELOMPOK

Aspek Kriteria Skor


Interaksi siswa dalam Selalu tampak 4
pembelajaran kelompok Sering tampak 3
Mulai tampak 2
Belum tampak 1
Kesungguhan dalam Selalu tampak 4
mengerjakan tugas kelompok Sering tampak 3
Sering tampak 2
Belum tampak 1
Kerjasama antar siswa dalam Selalu tampak 4
belajar kelompok Sering tampak 3
Sering tampak 2
Belum tampak 1
Menghargai pendapat teman Selalu tampak 4
dalam satu kelompok Sering tampak 3
Sering tampak 2
Belum tampak 1
Menghargai pendapat teman Selalu tampak 4
dalam kelompok lain Sering tampak 3
Sering tampak 2
Belum tampak 1
NA = jumlah skor / 5

Lembar Penilaian Presentasi

Nama :
Kelompok :

No Nama Aspek Penilaian Jumlah Nilai Ket


Siswa Skor
Komunikasi Sistematika Wawasan Keberanian Antusias Gesture
Penyampaian dan
penampilan

Keterangan Skor :
Masing-masing kolom diisi dengan kriteria
= baik sekali
2 = baik
2 = cukup
1 = kurang
Semarang,................

Observer