Anda di halaman 1dari 27

BAB 1

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Kewiausahaan sebagai Etika Ekonomi Modern, kewirausahaan sebagai etika (akhlak,


moralitas) ekonomi/bisnis (etika kewirausahaan) berkaitan dengan makna kewirausahaan sebagai
resep bertindak guna menumbuh kembangkan sistem perekonomian (bisnis) yang modern.
Pemaknaan seperti ini tidak saja berlaku secara tekstual, tetapi dikenal pula secara umum dalam
masyarakat. Pandangan tekstual bahwa kewirausahaan terkait dengan etika ekonomi (bisnis)
dapat dicermati pada pendapat Salim Siagian dan Asfahani (1995) yang menyatakan sebagai
berikut: Kewirausahaan adalah semangat, pelaku dan kemapuan untuk memberikan tanggapan
yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih
baik pada pelanggan/masyarakat, dengan selalu berusahan mencari dan melayani lebih
banyakndan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan
menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil risiko, kreativitas dan
inovasi serta kemampuan manajemen.
Sedangkan menurut Alma (2007:5) menyatakan bahwa: Wirausahawan adalah seorang
inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat-lihat peluang, mempunyai
semangat, kemampuan dan pikira untuk menaklukkan cara berpikiran malas dan lamban.
Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari kombinasi-kombinasi baru, yang
merupakan gabungan dari lima hal, yakni: a. pengenalan barang; b. metode produksi baru; c.
sumber bahan mentah baru; d. pasar-pasar baru; e. organisasi industri baru.
Bertolak dari gagasan tersebut dapat disimpulkan bahwa wirausaha sangat penting, mengingat
bahwa modernisasi dalam bidang ekonomi, sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas
kewirausahaannya. Karena itu tidak mengherankan jika PBB menyatakan, bahwa suatu negara
akan mampu membangun, apabila memiliki wirausahawan sekitar 2% dari jumlah penduduknya.
Jumlah penduduk Indonesia saat ini 200.000.000 jiwa, sehingga paling tidak harus memiliki
wirausahawan sebanyak 4.000.000 orang (Alma, 2008:4). Namun kenyataannya, Indonesia
hanya memiliki wirausahawan sekitar 0,18% dari jumlah penduduk (Suruji, 2008).
Wirausahawan memiliki kedudukan amat penting dalam kehidupan suatu negara. Mengingat,
bahwa wirausahawan tidak saja memberikan kemanfaatan bagi dirinya sendiri-pekerjaan dan
pendapatan secara mandiri, tetapi juga bagi negara dan warga masyarakat dengan penciptaan
lapangan kerja. Berbagai teori pembangungan menyatakan, bahwa keberhasilan suatu negara
dalam proses percepatan pembangunan ekonomi sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas
kewirausahaan yang dimiliki suatu negara.
Kewirausahaan sebagai Etika Sosial Modern, berkaitan dengan adanya kenyataan, bahwa
konsep-konsep, gagasan-gagasan, ide-ide atau dalil-dalil yang tercantum di dalam kewirausahaan
bisa diberlakukan sebagai resep bertindak yang bersifat universal, yakni tidak saja dalam bidang

1
bisnis, tetapi juga dalam bidang kemasyarakatan guna mewujudkan kehidupan suatu masyarakat
modern (kewirausahaan sosial).
2. Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

1. Mampu memahami proses suatu produksi usaha dalam wirausaha


2. Mampu memahami inovasi dalam wirausaha
3. Mampu mengetahui cara pengembangan kreatifitas dan inovasi dalam berwirausaha
4. Untuk memahami sifat-sifat dan tipe-tipe kepemimpinan yang baik dalam berwirausaha

Manfaat :

1. Sebagai contoh inspirasi dalam memulai suatu usaha baru


2. Sebagai tolak ukur jika mau memulai berwirausaha
3. Menjadi gambaran dalam berwirausaha
4. Diharapkan dapat mengembangkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa

2
BAB 11
ISI

1. LANDASAN TRORI

1.1 Inti dan Hakikat Kewirausahaan

Kewirausahaan (Suryana: 2003) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar,
kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different)
melalui berfikir kreatif dan inovatif. Suryana (2003) mengatakan bahwa kewirausahaan
merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses
pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda melalui :

1. Pengembangan teknologi baru

2. Penemuan pengetahuan ilmiah baru

3. Perbaikan produk barang dan jasa yang ada

4. Penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya lebih
efisien Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru
dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang. Sedangkan inovasi adalah kemampuan
untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang. Jadi
kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan
inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda.

1.2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan

Meredith et al.. (2002), mengemukakan nilai hakiki penting dari wirausaha adalah :

1. Percaya diri (self confidence)

Merupakan paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas atau pekerjaan,
yang bersifat internal, sangat relatif dan dinamis dan banyak ditentukan oleh kemampuannya
untuk memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Kepercayaan diri akan
mempengaruhi gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja,
kegairahan berkarya. Kunci keberhasilan dalam bisnis adaalh untuk memahami diri sendiri. Oleh
karena itu wirausaha yang sukses adalahwirausaha yang mandiri dan percaya diri.

2. Berorientasi tugas dan hasil

3
Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil, adalah orang yang selalu
mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan kerja keras.
Dalam kewirausahaan peluang hanya diperoleh apabila ada inisiatif. Perilaku inisiatif biasanya
diperoleh melalui pelatihan dan pengalaman bertahun-tahun dan pengembangannya diperoleh
dengan cara disiplin diri, berpikir kritis, tanggap, bergairah dan semangat berprestasi.

3. Keberanian mengambil risiko

Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk
mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Wirausaha
menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan dan menjauhi situasi risiko
yang tinggi karena ingin berhasil. Pada situasi ini ada dua alternatif yang harus dipilih yaitu
alternatif yang mengangung risiko dan alternatif yang konservatif . Pilihan terhadap risiko
tergantung pada :

a. Daya tarik setiap alternative

b. Kesediaan untuk rugi

c. Kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal

Selanjutnya kemampuan untuk mengambil risiko tergantung dari :

a. Keyakinan pada diri sendiri

b. Kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan untuk
memperoleh keuntungan

c. Kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realities

4. Kempemimpinan

Seorang wirausaha harus memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan, keteladanan. Ia selalu


menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor baik dalam
proses produksi maupun pemasaran. Dan selalu memanfaatkan perbedaan sebagai suatu yang
menambah nilai.

5. Berorientasi ke masa depan

4
Wirausaha harus memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan, kuncinya dengan
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang ada sekarang.

1.3. Keorisinilan : Kreativitas dan Inovasi

Wirausaha yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri :

a. Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun cara tersebut cukup
baik
b. Selalu menuangkan imajinasi dalaam pekerjaannya
c. Selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan Kewirausahaan adalah
berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.
Menurut Everett E. Hagen ciri-ciri innovational personality sebagai berikut :

a. terbuka terhadap pengalaman

b. memiliki kemampuan untuk bekerja dengan penuh imajinasi

c. memiliki keyakinan atas penilaian dirinya dan teguh pendirian

d. selalu memiliki kepuasan dalam menghadapi dan memecahkan persoalan

e. Has a duty or responsibility to achieve, memiliki tugas dan rasa tanggung jawab untuk
berprestasi
f. memiliki kecerdasan dan energik

Sedangkan menurut Alma (2003), jalan menuju wirausaha sukses adalah :

mau kerja keras

bekerjasama

penampilan yang baik

yakin

pandai membuat keputusan

mau menambah ilmu pengetahuan

ambisi untuk maju

5
Proses kreatif dan inovatif (Suryana: 2003) hanya dilakukan oleh orangorang yang memiliki
jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :

a. Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)

b. Berinisiatif (energik dan percaya diri)

c. Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)

d. Memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani mengambil resiko dengan
penuh perhitungan) dan Suka tantangan.

Faktor pribadi yang mempengaruhi kewirausahaan : motif berprestasi, komitmen, nilai-nilai


pribadi, pendidikan dan pengalaman. Sedangkan dari faktor lingkungan adalah peluang, model
peran dan aktivitas.

1.4. Kompetensi Kewirausahaan

Wirausaha yang sukses pada umumnya adalah mereka yang memiliki kompetensi yaitu :
seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu yang meliputi
sikap, motivasi, nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan.
Keterampilan yang harus dimiliki Suryana (2003) :

a. Managerial skill

b. Conceptual skill

c. Human skill (keterampilan memahami, mengerti, berkomunikasi dan berelasi)

d. Decision making skill (keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan)

e.Time managerial skill (keterampilan mengatur dan menggunakan waktu) Kompetensi diartikan
sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan individu yang langsung berpengaruh pada
kinerja, Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang ingin dicapai.

2. PRODUKSI USAHA

2.1 Pengertian Produksi Usaha

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda
atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan
menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.

6
Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya
dinamakan produksi barang.

Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran.


Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang
atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.

Di dalam kegiatan produksi pasti ada modal. Modal adalah semua alat yang dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan barang dan jasa, dengan imbalan berupa bunga modal kepada
pemodal. Modal dibagi 4, yaitu :

- Modal tetap.

- Modal lancar.

- Modal sendiri.

- Modal asing

a. Modal tetap adalah modal yang memberikan jasa untuk proses produksi dalam waktu lama,
atau lebih dari satu kali putaran proses produksi.

b. Modal lancar adalah modal yang memberikan jasa hanya sekali dalam proses produksi. Modal
ini sekali dipakai dalam proses produksi, kemudian berubah sifat atau wujudnya menjadi barang
lain.

c. Modal sendiri adalah modal yang diserahkan pemilik modal kepada badan usaha. Laba yang
diperoleh dan tidak atau belum diserahkan kepada pemilik modal, dengan sendirinya
digolongkan sebagai modal sendiri.

d. Modal asing adalah modal yang diberikan oleh orang-orang atau badan-badan lain kepada
suatu badan usaha sebagai pinjaman.

Faktor-faktor Produksi :

1. Alam.

2. Tenaga kerja.

3. Modal.

4. Kewirausahaan.

7
Sektor-sektor produksi :

- Primer.

- Sekunder.

- Tersier.

- Publik.

- Swasta.

- Konsumsi.

- Investasi.

2.2 Tingkatan-tingkatan yang melekat pada suatu produk, yaitu :


a. Core Product produk utama (manfaat dan fungsi inti)
Tingkatan produk ini dapat langsung dimanfaatkan oleh konsumen dan menjadi alasan mereka
membeli produk yang ditawarkan. Contoh : permen menawarkan rasa manis yang dapat
langsung dinikmati konsumen.
b. Tangible Product produk nyata/berwujud
Tingkatan ini melekat pada produk utama dan mendorong konsumen memneli produk. Contoh :
kemasan menarik, nama merk terkenal, kemudahan mengkonsumsi, fitur fitur produk (warna
memikat, ringan).
c. Augmented Product Produk tambahan
Tingkatan produk ini merupakan tambahan, baik itu berupa jasa, pelayanan, keuntungan ata nilai
lainnya yang melekat pada suatu produk. Contoh : pengiriman cepat, jaminan kualitas, layanan
purna jual, gengsi yang didapat jika membeli produk tersebut.
Kualitas Produk
Kualitas merupakan karakteristik produk yang bergantung pada kemampuannya untuk
memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau tersirat. Salah satu cara untuk menguji
kualitas produk adalah dengan membandingkannya dengan produk pesaing. Hal-hal yang harus
diperbandingkan dan diketahui, diantaranya :
a. Kualitas produk Anda dengan kualitas produk pesaing
b. Harga produk Anda dengan harga produk pesaing
c. Pesaing paling potensial bagi produk anda, yaitu pesaing yang produknya mirip dengan
produk Anda
d. Kelemahan produk Anda dibandingkan dengan produkpesaing
e. Pangsa (persentase) pasar produk anda dengan produk lainnya.

2.3 Jenis-Jenis Proses Produksi

8
Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses
produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses
assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa adminstrasi (Ahyari, 2002).
Proses produksi dilihat dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi
menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (Continous processes) dan proses produksi
terputus-putus (Intermettent processes).
Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabila di dalam perusahaan
terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir. Proses
produksi terputus-putus apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku
sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah (Ahyari, 2002).
Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti: (1) volume atau jumlah
produk yang akan dihasilkan, (2) kualitas produk yang diisyaratkan, (3) peralatan yang tersedia
untuk melaksanakan proses. Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut
ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap situasi produksi.

3. KOMUNIKASI DALAM BERWIRAUSAHA


3.1 Pengertian Komunikasi
Wirausaha secara individu dikenali bukan dalam isolasi, melainkan dalam berkomunikasi
dan interaksi dengan pihak lain di luar dirinya sendiri. Karena wirausaha itu tidak hidup
sendirian. Dari adanya berkomunikasi dan interaksi, akan terbentuk kepribadian yang mencakup
perilaku, sikap, dan sistem nilai.
Kehidupan para wirausaha sehari-hari selalu terlibat dengan menerima dan memberi
informasi melalui komunikasi. Oleh sebab itu, dengan adanya komunikasi di dalam dunia bisnis
sangat penting sekali untuk keberhasilan di dalam kegiatan usahanya.
Menurut Oxford Dictionary, komunikasi adalah pengiriman atau tukar menukar informasi,
ide, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Ensiklopedia, komunikasi adalah penyelenggaraan
tata hubungan kegiatan menyampaikan warta dari satu pihak dalam suatu organisasi. Jadi,
sebenarnya komunikasi itu adalah proses pernyataan antarmanusia. Pernyataan manusia itu
dinamakan pesan (message), dan orang yang menyampaikan pesan disebut komunikator
(communicator), sedangkan orang yang menerima pernyataan pesan (message) disebut
komunikan (communicatee). Adapun isi pesan yang disampaikan komunikator itu adalah pikiran
atau perasaan, serta lambang dengan menggunakan bahasa lisan maupun tulisan.
Sudah jelas bahwa salah satu yang paling penting bagi para wirausahawan untuk
mendapatkan sukses di dalam bisnis adalah dengan berkomunikasi dan interaksi. Jika tidak dapat
berkomunikasi maka tidak mungkin bagi seorang wirausahawan dapat memperoleh kesempatan
berbisnis, baik untuk menciptakan ide-ide, gagasan, maupun cara mengembangkan usahanya.
Dari penjelasan materi tersebut di atas, dapat diambil suatu kesimpulan mengenai pengertian
komunikasi, adalah sebagai berikut:

9
1. Komunikasi adalah suatu rangkaian kegiatan untuk menyampaikan warta dari seseorang
kepada orang lain dalam usaha kerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
2. Komunikasi adalah suatu proses dalam memberitahukan keterangan
3. Keterangan mengenai buah pikiran yang saling diperlukan.
Komunikasi adalah proses penyampaian keterangan dan pengertian dari : seseorang kepada
orang lain. Dengan demikian, berkomunikasi itu mengandung proses pemberitahuan,
mendengarkan, dan memahami secara terus menerus dengan menggunakan lambang-lambang
tertentu. Berkomunikasi yang dianggap baik adalah berkomunikasi yang berlangsung secara
timbal balik dan terus menerus dapat menciptakan saling pengertian semua pihak. Dengan
demikian, komunikasi yang berlangsung secara timbal balik, akan bermanfaat dalam setiap
kesempatan berwirausaha untuk mencapai tujuan.
Begitu pula dengan berkomunikasi di dalam berbisnis akan mendapatkan kesempatan sukses
jika disertai dengan perkembangan teknologi. Di dalam pembinaan kemampuan berkomunikasi
ada tiga aspek yang perlu diperhatikan oleh setiap wirausahawan, yaitu:
a. Berkomunikasi harus dipandang sebagai proses.
b. Berkomunikasi harus menyangkut manusia dan bukan manusia.
c. Berkomunikasi harus menyangkut informasi.

3.2 Syarat-syarat berkomunikasi


Apabila telah melaksanakan cara berkomunikasi maka seorang wirausaha harus mengetahui
bagaimana tanggapan suatu jenis komunikasi yang disampaikan terhadap seseorang mengenai isi
suatu pesan yang dikirimkan.
Syarat-syarat untuk mampu berkomunikasi, adalah sebagai berikut:
1. Pesan yang disamgaikan hendaknya dapat membangkitkan keinginan pribadi pihak sasaran
dan menyarankan beberapa cara untuk memperolehnya.
2. Pesan yang disampaikan harus dirancang terlebih dahulu dan disampaikan sedemikian rupa,
sehingga dapat menarik perhatian sasaran yang dimaksud.
3. Pesan yang disampaikan harus menggunakan tanda-tanda yang disesuaikan dengan
pengalaman yang sama antara yang memberi pesan dan orang yang menerima pesan, sehingga
sama-sama mengerti.
4. Pesan yang disampaikan hendaknya mewujudkan dan menunjukkan suatu jalan untuk
memperoleh keinginan yang layak.
3.3 Macam-macam komunikasi
Komunikasi yang dipergunakan oleh seorang wirausaha ada tiga macam.
3.3.1 Komunikasi Tertulis

10
Komunikasi tertulis adalah komunikasi menggunakan lambang, huruf, misalnya jika akan
menyampaikan pesan melalui surat biasanya menggunakan huruf-huruf atau abjad, dan lain
sebagainya.
Kebaikan komunikasi secara tertulis, yaitu:
1) Dapat disebarkan seluas-luasnya
2) Merupakan pegangan yang pasti oleh penerima komunikasi
3) Mempunyai daya tahart yang lama
4) Dapat lebih tegas dan jelas
Kelemahan komunikasi secara tertulis, yaitu:
1) Tidak ada penjelasan lebih lanjut selain tertulis.
2) Tidak semua hal yang dikomunikasikan secara tertulis.
3) Suka gagal jika latar belakang penerima komunikasi pendidikannya lebih rendah.
3.3.2 Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan adalah komunikasi berbentuk pembicaraan langsung, ceramah, diskusi
kelompok, dan lain sebagainya.
Kebaikan komunikasi secara lisan, yaitu:
1) Dapat menimbulkan komunikasi timbal balik secara langsung.
2) Dapat menimbulkan partisipasi secara langsung.
3) Dapat memberi penjelasan dengan lebih terperinci.
Kelemahan komunikasi secara lisan, yaitu:
1) Memerlukan penyesuaian di dalam berkomuni kasi.
2) Berkomunikasi secara lisan lebih banyak memerlukan penjelasan lebih terperinci.
3) Tidak dapat dipakai sebagai dokumentasi tertulis.
4) Komunikasi lisan kurang ada ketegasan.
3.3.3. Komunikasi Gambar
Kadang-kadang berkomunikasi secara tertulis sulit dilaksanakan, sehingga untuk itu perlu
dilaksanakan dengan komunikasi gambar. Misalnya dalam mengkomunikasikan perencanaan
suatu bangunan yang rumit, apabila disampaikan dengan tertulis atau lisan hanya akan
menimbulkan miss comunication.
3.4 Proses berkomunikasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
3.4.1. Proses komunikasi primer
Proses komunikasi primer adalah proses penyampaian pikiran oleh wirausaha (komunikator)
kepada masyarakat konsumen (komunikan) dengan menggunakan lambang-lambang sebagai
media atau saluran.
3.4.2. Proses komunikasi sekunder

11
Proses komunikasi sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seorang wirausaha
(komunikator) kepada masyarakat konsumen (komunikan) dengan menggunakan alat sebagai
sarana. Seorang wirausaha menggunakan media, karena masyarakat konsumen sangat jauh
tempat tinggalnya dan sangat banyak. Apabila masyarakat konsumen (komunikan) sangat jauh
tempat tinggalnya, maka sebagai alat berkomunikasi menggunakan surat, telepon, telegram, dan
lain sebagainya.
3.4.3. Proses komunikasi linear
Proses komunikasi linear adalah proses perjalanan dari satu titik ke titik lain secara lurus.
Proses komunikasi linear merupakan penyampaian pesan oleh seorang wirausaha (komunikator)
kepada masyarakat konsumen (komunikan) sebagai titik terminal. Komunikasi linear ini
berlangsung dalam situasi berkomunikasi tatap muka atau melalui alat media.
3.4.4. Proses komunikasi sirkular
Proses komunikasi sirkular adalah proses terjadinya umpan balik (feed back). Terjadinya
umpan balik (feed back) adalah adanya arus pesan dari seorang wirausaha (komunikator)
mengalir kepada masyarakat konsumen (komunikan). Adakalanya umpan balik itu mengalir dari
masyarakat konsumen (komunikan) kepada wirausaha (komunikator)."
3.5 Tujuan dan keberhasilan berkomunikasi
Tujuan adanya berkomunikasi adalah mengubah tingkah laku, baik secara individu maupun
secara kelompok. Tujuan adanya berkomunikasi adalah melaksanakan pertukaran informasi yang
paling menguntungkan kedua belah pihak, baik untuk wirausaha (komunikator) maupun
masyarakat konsumen (komunikan) untuk menemukan kesamaan persepsi. Berkomunikasi
dianggap berhasil apabila tafsiran masyarakat konsumen (komunikan) dapat menerima maksud
wirausaha (komunikator).
Apabila antara komunikan dan komunikator tidak ada kesesuaian, maka masalah ini disebut
salah komunikasi. Dengan perkataan lain berkomunikasi dianggap berhasil apabila tujuan yang
dunginkan wirausahawan (komunikator) mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat
konsumen (komunikan).
3.6 Melakukan Komunikasi Efektif
Pandai berkomunikasi berarti pandai mengorganisasi buah pikiran ke dalam bentuk ucapan-
ucapan yang jelas, menggunakan tutur kata yang enak didengar dan mampu menarik perhatian
orang lain. Berkomunikasi yang efektif harus diikuti dengan perilaku jujur, sehingga dapat
membantu seorang wirausaha di dalam mengembangkan karir masa depannya.
Dengan kepandaian berkomunikasi secara efektif seorang wirausaha akan mencapai puncak
karir dan meraih kursi empuk yang menjadi idaman setiap orang. Keterampilan di dalam
berkomunikasi ditentukan oleh bentuk mengekspresikan diri. Di samping itu hambatan
berbahasa, hambatan fisik dan hambatan secara psikologis harus bisa diatasi. Sementara itu
orang-orang bisnis mengatakan bahwa: "Untuk mengelola bisnis dengan baik pasarkanlah

12
sesuatu untuk masa depan. Agar bisa menguasai masa depan, kuasailah sebanyakbanyaknya
informasi melalui komunikasi yang efektif'.
Berkomunikasi secara efektifprinsipnya adalah bertanya dan berbicara seperlunya dengan
menggunakan bahasa yang baik dan benar. Prinsip berkomunikasi secara efektif harus
memperhatikan tata cara dan sopan santun agar di dalam pembicaraan dapat berjalan dengan
lancar.
Berkomunikasi secara efektif akan menghasilkan buah pildran yang positif untuk memecahkan
permasalahan, yaitu:
a. Memberi kesempatan berbicara kepada lawan bicara.
b. Bertatap muka secara sopan dan ramah tamah.
c. Berbicara secara jelas, dimengerti, dan jangan berbisik.
d. Menghayati pokok permasalahan yang akan disampaikan.
e. Menghimpun karakteristik wirausaha yang berhasil di dalam usahanya.

4. KEPEMIMPINAN DALAM BERWIRAUSAHA


4.1 Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain kearah pencapaian suatu
tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak dengan cara
tertentu atau mengikuti arah tertentu. Wirausahawan yang berhasil merupakan pemimpin yang
berhasil memimpin para karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin dikatakan berhasil jika
percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efisiensi yang meningkat dan keberhasilan
yang berkesinambungan dari perusahaan.
Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangakan
gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi merka dalam memajukan
perusahaannya.
Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama :
a. Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran. Merencanakan dan mencapai sasaran.
b. Berorientasi pada orang yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi

Ada tiga variabel utama yang tercakup dalam kepemimpinan

1. Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut

2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan

3. Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan


para bawahan

Tiga pendekatan utama kepemimpinan

13
1. Pendekatan sifat-sifat (traits approach)

2. Pendekatan keperilakuan ( behavioral approach)

3. Sebab-sebab munculnya pemimpin

Orientasi Tugas Pemimpin

Seorang pemimpin cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut :

1. Merumuskan secara jelas peranan sendiri maupun stafnya

2. Menetapkan tujuan yang sukar tapi dapat dicapai, dan memberitahukan orang-
orang apa yang diharapkan dari mereka.

3. Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan menuju tujuan


dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu, yakin tujuan yang dirumusakan secara
jelas dan khas.

4. Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan,


mengarahkan membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang
berorientasi pada tujuan.

5. Berminat mencapai peningkatan produktifitas.

Orientasi Orang-Orang

Orang-orang yang kuat dalam orientasi orang cenderung menunjukkan pola sebagai
berikut :

1. Menunjukkan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan


menghilangkan ketegangan jika timbul.

2. Menunjukkan perhatian kepada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat
produksi saja.

3. Menunjukkan perhatian dan rasa hormat pada kebutuhan-kebutuhan, tujuan dan


keinginan, perasaan dan ide karyawan.

4. Mendirikan komunikasi timbal balik dengan karyawan.

5. Mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab, serta mendorong inisiatif.

6. Menciptakan suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi.

14
Pemimpin yang orientasi orangnya rendah cenderung bersikap dingin dalam
berhubungan dengan karyawan mereka, memusatkan perhatian pada prestasi
individu dan persaingan daripada kerjasama, serta tidak pernah mendelegasikan
tugas dan tanggung jawab

Pendekatan-Pendekatan kepemimpinan

Pendekatan perilaku kepemimpinan menganggap bahwa pemimpin yang baik


adalah dilahirkan dan buakannya diciptakan. Pemimpin yang berhasil cenderung
memiliki karakteristik berikut :

1. Kecerdasan, termasuk kemampuan menilai dan verbal.

2. Prestasi dimasa lalu dalam bidang pendidikan dan olah raga.

3. Kematangan dan stabilitas emosional

4. Ketergantungan, ketekunan, dan dorongan untuk mencapai prestasi yang


berkesinambungan.

5. Ketrampilan untuk berprestasi secara sosial dan beradaptasi dengan berbagai


kelompok

6. Keinginan untuk menggapai status posisi sosial ekonomi,

Penentuan Dalam Membuat Keputusan

Tiga faktor utama yang mempengaruhi penentuan wiraswastawan tentang perilaku


kepemimpinan mana yang akan digunakan untuk membuat keputusan adalah :

1. Kekuatan dalam diri wirausahawan

2. Kekuatan pada bawahan.

3. Kekuatan dalam situasi kepemimpinan.

4.2 Sifat-sifat Pemimpin

Upaya untuk menilai sukses atau gagalnya pemimpin itu antara lain dilakukan dengan
mengamati dan mencatat sifat-sifat dan kualitas atau mutu perilakunya, yang dipakai sebagai
kriteria untuk menilai kepemimpinannya. Usaha-usaha yang sistematis tersebut membuahkan
teori yang disebut sebagai The tritist Theory of leadership (Teori sifat atau kesifatan dari
kepemimpinan).

15
Ordway Tead mengemukakan sepuluh sifat kepemimpinan sebagai berikut:
1. Energi jasmaniah dan mental
2. Kesadaran akan tujuan dan arah
3. Antusiasme
4. Keramahan dan kecintaan
5. Intigritas
6. Pengasaan teknis
7. Ketegasan dalam mengambil keputusan
8. Kecerdasan
9. Ketrampilan mengajar
10.Kepercayaan

George R. Terry dalam bukunya Principal Of Mangement 1964 menuliskan sepuluh sifat yang
unggul yaitu:
1. Kekuatan
2. Stabilitas emose
3. Pengatahuan tentang relasi insani
4. Kejujuran
5. Objekti
6. Dorongan pribadi
7. Ketrampilan berkomunikasi
8. Kemampuan mengajar
9. Ketrampilan sosial
10. Kecakapan menejerial.

4.3. Prinsip Kepemimpinan Kewirausahaan

Berikut ini 10 prinsip dan pelaksanaan yang mengajarkan dan menumbuhkan prinsip
kegiatan yang akan mengembangkan atribut kepemimpinan wirausaha kepada seluruh
organisasi,yaitu sebagai berikut:

4.3.1. Purposeful (Mmemiliki tujuan yang jelas untuk dicapai)

Memiliki tujuan yang jelas berarti punya pendirian, memiliki fokus, memiliki keyakinan
akan keputusannya, memiliki kemampuan memutuskan, dan berdaya tahan, sesungguhnya
merupakan kualitas pencapaian yang sukses dan tuntutan tujuan apa pun.

4.3.2. Responsible

Menanamkan akuntabilitas yang sebenarnya membutuhkan evaluasi yang teratur. Kebiasaan


memahami tanggung jawab terhadap apa yang dipikirkan dan dilakukan merupakan hal bernilai.
Menanamkan akuntabilitas yang sebenarnya pada diri orang lain membutuhkan pujian dan

16
evaluasi kinerja yang teratur. kebiasaan semacam ini akan mengembangkan loyalitas yang lebih
mendalam dan pemahaman yang lebih besar sebagaimana tanggungjawab yang kita harapkan
dari orang lain.

4.3.3. Integritas (Nilai yang sejati)

Kualitas yang tidak dapat diabaikan adalah melakukan sesuatu yang benar berdasarkan
kesadaran akan kehormatan dan penghargaan pada orang lain. Serta memahami apa yang benar
untuk dilakukan dan secara nyata mengerjakannya berarti memilki integritas.

4.3.4. Nonconformity (Ketidakcocokan)

Konformis tidak dilahirkan, mereka dibuat. Sesungguhnya tekanan terus-menerus


memborbadir individu dengan maksud bahwa mereka dapat diizinkan untuk mendaki dari tangga
penerimaan untuk sukses, datang dari semua sisi, hanya berbeda sedikit dari generasi ke
genarasi.

4.3.5. Coureqeous (Keberanian)

Ketika keberanian terhadap pendirian dan keberanian untuk menjadi diri sendiri dan
mengikuti jalan yang dipercaya sebagai yang terbaik merupakan kekuatan sejati yang
berkembang secara alami.

4.3.6. Intuitive (Keputusan yang sebenarnya)

Keputusan yang sebenarnya adalah sesuatu yang mempengaruhi masa depan dan
keberhasilan. Sedikit orang akan berpendapat bahwa salah satu kemampuan yang terpenting
dalam bisnis adalah untuk maju bersama dengan yang lain.

4.3.7. Patience (Kesabaran)

Sabar terhadap sesuatu yang hasilnya sudah tertentu karena dalam kepastian, hanya sedikit
ruang untuk kecemasan. Kesabaran merupakan kunci dasar dalam membangun maupun
mempertahankan hubungan.ketidak sabaran merupakan pembalasan keadilan dari relasi dengan
relasi konsumen.keyakinan dalam apa yang anda kerjakan dan memiliki kepastian bahwa segala
sesuatu terjadi pada saat yang tepat dan ditempat yang tepat.

4.3.8. Listen (Mendengarkan)

Mendengarkan merupakan suatu hal vital dalam bisnis, khususnya dalam tiga area utama,
namun jarang kita menyediakan waktu untuk mereka satu persatu area pertama berkaitan dengan
siapa saja memiliki tanggung jawab besar untuk mengajarkan. Area kedua adalah siapa saja yang

17
terlibat dalam suatu posisi tanggungjawab seharusnya selalu memiliki kemauan untuk
mendengarkan ide dan pemikiran kolega koleganya. Area ketiga berkaitan dengan
mendengarkan menggunakan suatu cara hingga meyadari pada kenyataan dipasaran.

4.3.9. Enthusiasm (Antusiasme)

Optimisme dan anthusiasme keduanya saling membantu tidak mungkin ada seseorang yang
pesimis sekaligus antusias. Antuasisme satu orang akan berbeda dengan yang lain. Namun, kita
akan mengenali ketika orang lain memilikinya. Dia bergairah dalam apa yang mereka kerjakan
dan keyakinan mereka menular kepada yang lain.

4.3.10.Service (Layanan)

Layanan produk atau ide haruslah menciptakan nilai tambah, supaya keberhasilan itu dapat
bertahan. Kepemimpinan wirausaha melibatkan penciptaan nilai melalui layanan yang maksimal
melalui kesempatan /peluang.
4.4 Langkah-langkah Pengambilan Keputusan
Tiga faktor utama yang mempengaruhi penentuan wirausahaan tentang perilaku
kepemimpinan mana yang akan digunakan untuk membuat keputusan adalah : Kekuatan dalam
diri wirausahawan, kekuatan pada bawahan, dan kekuatan dalam situasi kepemimpinan.
Keseluruhan butir kepemimpinan wirausaha adalah bahwa dia membangkitkan yang terbaik dari
setiap individu, tim dan organisasi. Ingat bahwa Kepemimpinan Wirausaha adalah: menanamkan
keyakinan untuk berpikir, berperilaku dan bertindak dengan cara wirausaha dengan pemikiran
menyadari sepenuhnya tujuan yang sesungguhnya dan organisasi demi pertumbuhan yang
menguntungkan bagi semua stakeholders yang terlibat.
Proses pengambilan keputusan diawali dengan identifikasi problem yang dihadapi dan berakhir
dengan evaluasi dari solusi-solusi yang diimplementasi. Kelima macam langkah dalam
pengambilan keputusan adalah:
1. Mengidentifikasi dan merumuskan problem yang dihadapi
2. Mengupayakan dan mengevaluasi solusi-solusi yang mungkin dapat diterapkan
3. Memilih sebuah pemecahan (solusi) yang diinferensi
4. Menerapkan solusi tersebu
5. Mengevaluasi hasil-hasil yang dicapai.
Langkah pertama berupa menemukan dan merumuskan problem yang bersangkutan,
merupakan suatu tahapan pengumpulan informasi, pemrosesan informasi dan pertimbangan-
pertimbangan. Setelah masalah selesai dirumuskan, maka pada tahap berikutnya orang dapat
merumuskan sebuah atau beberapa buah solusi potensial. Pada tahap ini orang mengumpulkan
lebih banyak informasi, kemudian data dianalisis, dan pro serta kontra berbagai pilihan tindakan
diidentifikasi. Selanjutnya, pada langkah ketiga telah diambil sebuah keputusan, guna memilih

18
rangkaian tindakan tertentu. Bagaimana cara hal tersebut dilakukan dan oleh siapa, perlu
diselesaikan secara berhasil pada masing-masing situasi problem.
Setelah mengetahui yang dipreferensi, maka perlu disusun rencana-rencana kegiatan yang
tepat dan kemudian mengimplementasi mereka secara lengkap. Inilah tahapan dimana penentuan
arah dipastikan dan dimulai rangkaian tindakan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan
pemecahan masalah. Terakhir adalah eveluasi, proses pengambilan keputusan tidaklah lengkap,
sampai hasil-hasil dievaluasi. Seandainya hasil-hasil yang diinginkan tidak dicapai, maka proses
yang bersangkutan harus diulangi, guna memungkinkan adanya tindakan-tindakan korektif.
4.5. Kriteria Keberhasilan Kepemimpinan dalam Kewirausahaan
Keberhasilan pemimpin itu pada umumnya diukur dari produktifitas dan efektifitas
pelaksanaan tugas-tugas yang dibebankan pada dirinya. Bila produktifitas naik dan semua tugas
dilaksanakan dengan efektif, maka ia disebut sebagai pemimpin yang berhasil. Sedang apabila
produktifitasnya menurun dan kepemimpinannya dinilai tidak efektif dalam jangka waktu
tertentu, maka ia disebut sebagai pemimpin yang gagal.
Ada beberapa indikator yang dapat kita pakai sebagai petunjuk keberhasilan kepemimpinan
dalam suatu organisasi, ialah sebagai berikut:
1. Meningkatnya hasil-hasil produksi dan pemberian pelayanan oleh organisasi (aspek ekonomis
dan teknis)
2. Semakin rapinya sistem administrasi dan makin efektifnya manajemen yang meliputi:
Pengelolaan SDM, alam, dana, sarana dan waktu yang makin ekonomis dan efesien.
The right man in the right place, dengan pendelegasian wewenang yang luas.
Struktur organisasi sesuai dengan kebutuhan organisasi dan ada integrasi dari semua
bagian.
Target dan sasaran yang ingin dicapai selalu terpenuhi sesuai dengan ketentuan jadwal
waktu.
Organisasi dengan cepat dan tepat dapat menyesuaikan diri pada tuntutan perkembangan
dan perubahan dari luar organisasi (masyarakat, situasi dan kondisi sosial politik dan
ekonomis)
3. Semakin meningkatnya aktivitas-aktivitas manusiawi atau aspek sosial yang human sifatnya,
antara lain berupa:
a. Terdapat iklim psikis yang mantap, sehingga orang merasa aman dan senang bekerja.
b. Ada disiplin kerja, disiplin diri, rasa tanggungjawab, dan moral yang tinggi dalam organisasi.
c. Terdapat suasana saling mempercayai, kerjasama kooperatif dan etik kerja yang tinggi.
d. Komunikasi forma dan informal yang lancar dan akrab.
e. Ada kegairahan kerja dan loyalitas tinggi terhadap organisasi.
f. Tidak banyak terdapat penyelewengan dalam organisasi
g. Ada jaminan-jaminan sosial yang memuaskan.

19
5. MOTIVASI, INOVASI, DAN KREATIFITAS DALAM
BERWIRAUSAHA

5.1. Motivasi

Secara harfiah, kata motivasi dapat disamakan artinya dengan dorongan. Tetapi
perlu dipahami bahwa dorongan di sini bersifat psikologis, karena motivasi
merupakan wilayah kejiwaan, rohaniah, atau batiniah yang erat kaitannya
dengan spirit seseorang. Sebagai pembanding, coba perhatikan jika ada
seorang anak mendorong kursi. Istilah mendorong di sini tidak dapat disamakan
artinya dengan memotivasi. Apabila tetap mau mencoba, silahkan ucapkan
"Anak Pak Lurah memotivasi kursi", orang yang mendengar tentu akan tertawa.
Oleh karena itu, motivasi dapat disamakan maknanya dengan mendorong
atau dorongan apabila digunakan untuk manusia yang memiliki jiwa, hati,
semangat, dan rasa. Selain itu, perlu juga dipahami bahwa seseorang (individu)
dapat diberi dorongan oleh orang lain (dimotivasi), jika ia sendiri memiliki
motivasi dalam dirinya. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa motivasi
terdiri dari dua macam, yaitu motivasi dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik)
dan motivasi yang datang dari orang lain (motivasi ekstrinsik).

Dalam kewirausahaan, yang paling utama adalah motivasi intrinsik, diperlukan


motivasi ekstrinsik manakala motivasi instrinsik mengalami penurunan. Kekuatan
motivasi intrinsik merupakan fondasi kuat bagi kemandirian, dan kemandirian
merupakan rohnya kewirausahaan. Seseorang belum dapat dikatakan sebagai
wirausahawan sejati, manakala masih bergantung kepada pihak lain. Dengan
motivasi yang terus membara, seorang wirausahawan tidak akan mengenal putus
asa, ia akan terus berjuang, berjuang, dan terus berjuang. Bagi umat Islam, putus
asa tidak ada dalam kamus kehidupan, karena putus asa adalah sifat kaum kafirin.

5.2. Inovasi Wirausaha

Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah
dan menemukan peluang (doing new thing) inovasi merupakan fungsi utama dalam proses
kewirausahaan. Peter Druckermengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi
wirausahawan. Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksi baru
maupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk
menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Meskipun demikian, terdapat perbedaan
yangsignifikan antara sebuah ide yang timbul semata dari spekulasi dan ide yang merupakan

20
hasil pemikiran riset pengalaman dan kerja yang sempurna hal yang lebih penting,
Wirausahawan yang prospektif harus mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide
melalui tahapan pengembangan. Dengan demikian inovasi adalah suatu kombinasi visi untuk
menciptakan suatu gagasan yang lebih baik dan keteguhan serta dedikasi untuk mempertahankan
konsep melalui implementasi.
Proses inovasi di mulai dengan analisis sumberdaya kesempatan yang menjadi obyek.
Inovasi beresifat konseptual dan perseptual, dapat di pahami dan dilihat inovator harus maelihat
bertanya dan mendengar orang lain dalam mencari inovasi. Mereka berfikir keras dengan
segenap kemampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan dengan cermat dan mendengarkan
pendapat orang lain, serta memperhatikan potensi pengguna inovasi yang di carinya untuk
memenuhi harapan nilai dan kebutuhan.Inovasi yang berhasil pada umumnya sederhan dan
terfokus dan di tujukan pada aplikasi yang di desain khas, jelas dan cermat. Inovasi lebih banyak
melibatkan kerja fisik dari pada pemikiran. Thomas Alfa Edison mengatakan jenius merupakan
perpaduan yang terdiri dari 1% inspirasi dan 99% kerja keras lebih dari itu inovator pada
umumnya bekerja dalam suatu bidang, edison bekerja dalam hanya dalam bidang listrik dan
menemukan inovasi baru yang berupa bola lampu
Inovasi terdiri dari empat jenis, diantaranya penemuan, pengembangan, duplikasi dan
sintesis.
1. Penemuan.
Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Konsep
ini cenderung disebut revolisioner. Ex, penemuan pesawat terbang oleh wright bersaudara,
telepon oleh alexander graham bell dll.
2. Pengembangan.
Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsep seperti ini menjadi
aplikasi ide yang telah ada berbeda. Misalnya, pengembangan McD oleh Ray Kroc.
3. Duplikasi.
Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikian duplikasi bukan
semata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk memperbaiki konsep agar lebih
mampu memenangkan persaingan. Misalnya, duplikasi perawatan gigi oleh Dentaland.

4. Sintesis.
Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru. Proses ini meliputi
engambilan sejumlah ide atau produk yang sudah ditemukan dan dibentuk sehingga menjadi
produk yang dapat diaplikasikan dengan cara baru. Misal, sintesis pada arloji oleh Casio.
5.3. Kreativitas Wirausaha
Kreativitas merupakan daya menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan perhatian,
kemauan, kerja keras dan ketekunan.Menurut Sulaiman Sahlan dan Maswan, kreativitas adalah

21
ide atau gagasan dan kemampuan berpikir kreatif. Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia yang dimaksud dengan kreativitas ialah kemampuan untuk mencipta daya cipta.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang
dalam menuangkan ide atau gagasan melalui proses berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu
yang menuntut pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Sedangkan yang
dimaksud dengan wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha.
Wirausaha adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung resiko yang mempunyai penglihatan visi
ke depan dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. Sementara itu menurut
Prawirokusumo wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif
dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang
(opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup. Senada dengan pendapat di atas, menurut
Suryana, enterpreneur atau wirausaha adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur
(elemen-elemen) internal yang meliputi kombinasi motivasi diri, visi, komunikasi, optimisme,
dorongan semangat, dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha.
Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan
pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu
sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses dan manusia. Proses berorientasi pada
tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu problem. Manusia merupakan sumber daya
yang menetukan solusi.
Ada 2 sumber kreatifitas diantaranya :
1. Imajinasi dan ide
Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan menjadi empat bagian,
yaitu absortive, retentive, reasoning, creative. Imajinasi yang kreatif merupakan kekuatan yang
tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah tetapi
dengan menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar. Imajinasi jauh
lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran manusia.
2. Sifat Proses kreatif
Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap orang Kreatif
pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidang tertentu dapat
lebih kreatif dari pada orang lain. Hal yang sama juga dialami oleh orang yang dilatih dan
dikembangkan dalam suatu lingkungan yang mendukung pengembangan kreativitas, mereka
diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif . Bagi pihak lain proses kreatif lebih sukar
karena tidak dikembangkan secara positif dan jika mereka inginmenjadi kreatif, mereka harus
belajar cara mengimplementasikan proses kreatif.
5.3.1 Cara Mengembangkan Kreativitas Dan Inovasi
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas. Berikut ini
adalah hal yang dapat membantu mengembangkan kemampuan pribadi dalam program
peningkatan kreativitas sebagaimana dikemukakan oleh James L.Adams (1986).

22
1. Mengenali hubungan
Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan yang baru
dan berbeda antar obyek, proses, bahan, teknologi dan orang. Seperti mencampurkan aroma
bunga melati dengan air kemudian dibotolkan menjadi botol yang harum dan segar rasanya.
Untuk membantu meningkatkan kreativitas, kita dapat melakukan cara pandang kita yang statis
terhadap hubungan orang dan lingkungan yang telah ada. Di sini kita coba melihat mereka
dengan cara pandang yang baru dan berbeda. Orang yang kreatif akan memiliki hubungan intuisi
tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru dan berbeda dari
fenomena tersebut. Hubungan ini nantinya dapat memperlihatkan ide produk dan jasa yang baru.
Sebagai contoh kita melakukan latihan dengan melihat hubungan antara kue coklat dan es krim
vanili, atlet dan pelatih serta manajer dengan buruh.
2. Mengembangkan perspektif fungsional.
Jika dikembangkan lebih lanjut, kita dapat melihat adanya suatu perspektif yang fungsional
dari benda dan orang.
Seorang yang kreatif akan dapat melihat orang lain sebagai alat untuk memenuhi keinginannya
dan membantu menyelesaikan suatu pekerjaan. Misalnya sering secara tidak sadar kita
menggunakan pisau dapur untuk memasang baut gara-gara palu yang kita cari tidak ditemukan.
Cara lain kita harus memulainya dari cara pandang yang non konvenional dan dari perspektif
yang berbeda. Sebagai contoh: cobalah sebutkan fungsi lain dari sebuah kursi, buku yang kita
pegang dan lain-lain.
3. Gunakan akal
Penelitian terhadap penggunaan fungsi otak pada bagian yang terpisah antara kiri dan kanan
telah dilakukan sejak tahun 1950-an dan tahun 1960-an. Otak bagian kanan dipakai untuk hal
seperti analogi, imajinasi dan lain-lain. Sedangkan otak bagian kiri dipakai untuk kerja seperti
analisis, melakukan pendekatan yang rasional terhadap pemecahan masalah dan lain-lain. Meski
secara fungsi ia berbeda, tetapi dalam pekerjaannya ia harus saling berhubungan. Proses
kreativitas meliputi pemikiran logis dan analitis terhadap pengetahuan, evaluasi dan tahap
implementasi. Jadi bila kita ingin lebih kreatif, kita harus melatih dan mengembangkan
kemampuan kedua otak kita tersebut. Contoh latihan dapat kita buat sesuai dengan fungsi
belahan otak.

4. Hapus perasaan ragu-ragu


Banyak kebiaaan mental yang membatasi dan menghambat pemikiran kreatif. Sebuah studi
menemukan bahwa orang dewasa hanya menggunakan 2-10 persen potensi kreativitas yang
dimilikinya. Contoh : banyak orang memiliki kecenderungan membuat penilaian yang cepat
terhadap sesuatu orang ataupun ide-ide.

23
24
BAB 111
PENUTUP
1. KESIMPULAN

Suatu produksi usaha harus di barengi dengan yang namanya inovasi, agar
dapat menambah nilai suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih
bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Dalam membuat suatu produksi harus
memperhatikan kualitas produk agar dapat memuaskan kebutuhan pelanggan.

Dalam memperkenalkan suatu produk/jasa yaitu dengan melalui komunikasi.


Karena wirausaha itu tidak hidup sendirian. Dari adanya komunikasi dan interaksi,
akan terbentuk keperibadian yang mencakup perilaku, sikap, dan sistem nilai.
Dengan cara berkomunikasi maka wirausahawan dapat menciptakan ide-ide
gagasan, maupun cara mengembangkan usahanya. Sehingga berkomunikasi di
anggap sangat penting bagi wirausahawan.

Wirausahawan yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil memimpin


para kariyawannya dengan baik. Menjadi pemimpin harus menunjukan perhatian
kepada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja agar tercipta
suatu keharmonisan dalam suatu organisasi.

Aktivitas bisnis sangat memerlukan orang-orang yang inovatif, kreatif dan cepat tanggap
terhadap setiap perubahan. Para peneliti telah mengatakan bahwa kreativitas menyangkut
keputusan-keputusan Anda tentang apa yang Anda inginkan dan bagaimana Anda melakukannya
dengan lebih baik. Jadi, urutan tersebut melibatkan sebuah proses, bukan hanya melihat hasil
akhir yang diharapkan, sehingga kita tidak perlu merasa sangat terbebani untuk menjadi kreatif.
Para peneliti telah membedakan tipe kreativitas dalam kehidupan sehari-hari,yaitu:
1. Membuat atau menciptakan, yaitu proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada.
2. Mengombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berkaitan menjadi lebih
bermanfaat.
3. Memodifikasi sesuatu yang memang sudah ada. Proses ini menggunakan berbagai cara untuk
membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi lebih berguna bagi orang lain.
Dengan demikian kesimpulan yang dapat uraikan. Inovatif dan kreatif adalah 2 hal penting
yang menjadi penyeimbang dalam rangka mengelola wirausaha secara berkesinambungan dan
akan selalu diterima dimasyarakat karena pembaharuan kreasi dan inovasi slalu dilakukan demi
kepuasan konsumen.

2. SARAN

1. Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

25
Mungkin kita pernah mendengar bahwa keluarga yang kaya akan memunculkan anak-anak
yang kaya karena mereka terbiasa kaya. Begitu pula ada yang menganggap bahwa seseorang
menjadi pengusaha karena memang bapak ibunya, kakek-neneknya, dan sebagian besar
keluarganya adalah keturunan pengusaha. Anggapan seperti ini menurut hemat penulis
merupakan pemikiran yang keliru. Tidak bisa dipungkiri memang, ada banyak pengusaha yang
lahir dari keluarga atau keturunan pengusaha. Tetapi bukan berarti diturunkan secara genetis.
Mungkin hal ini terjadi karena aspek lingkungan pengusaha yang cukup kuat mempengaruhi jiwa
orang tersebut untuk menjadi pengusaha. Menjadi wirausaha (entrepreneur) tentu saja
merupakan hak azasi semua kita. Jangan karena mentang-mentang kita tidak punya turunan
pengusaha sehingga menutup peluang untuk menjadi wirausaha. Langkah awal yang kita lakukan
apabila berminat terjun ke dunia wirausaha adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan di diri
kita.

26
DAFTAR PUSTAKA

https://yprawira.wordpress.com/pengertian-dan-proses-produksi/
https://sugiartoagribisnis.wordpress.com/2010/11/29/sistem-produksi-dan-operasi-serta-proses-
produksi/
http://umarstain.blogspot.co.id/2009/04/komunikasi-dalam-kewirausahaan.html
http://primapratiwi94.blogspot.co.id/2014/09/pembinaan-kemampuan-berkomunikasi-
dalam.html
http://www.kumpulanmakalah.com/2016/10/kepemimpinan-dalam-kewirausahaan.html
http://juniarwibisana.blogspot.co.id/2015/05/contoh-makalah-kreatifitas-dan-inovasi.html

27