Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI BENIH
UJI KEMURNIAN BENIH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Teknologi Benih

Disusun Oleh :
Nama : Dede Juliansyah
NIM : 4442141790
Kelas : 4 C Agroekoteknologi
Kelompok :7

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Taala,


Tuhan Semesta Alam yang dengan kehendaknya, akhirnya penulis dapat
menyelesaikan laporan praktikum Teknologi Benih yang berjudul Uji Kemurnian
Benih , untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Teknologi Benih.
Dalam penulisan laporan praktikum ini penulis merasa masih banyak
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat
akan kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini.
Atas tersusunya laporan ini, maka penulis menyampaikan rasa hormat dan
terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu hingga laporan ini
terselesaikan.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran
bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang
diharapkan dapat tercapai. Tak ada gading yang tak retak, tak ada yang sempurna.

Serang, Maret 2016

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Tujuan..................................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................... 3
2.1 Pengertian Uji Kemurnian Benih........................................................... 3
2.2 Komponen-komponen Sample Benih.................................................... 3
2.3 Metode Uji Kemurnian Benih................................................................ 5
2.4 Rumus Perhitungan Uji Kemurnian Benih............................................ 6
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM......................................................... 7
3.1 Waktu dan Tempat.................................................................................. 7
3.2 Alat dan Bahan....................................................................................... 7
3.3 Cara Kerja.............................................................................................. 7
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................. 8
4.1 Hasil....................................................................................................... 8
4.2 Pembahasan............................................................................................ 9
BAB V PENUTUP...............................................................................................11
5.1 Kesimpulan............................................................................................11
5.2 Saran.......................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................12
LAMPIRAN ........................................................................................................13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
Pengujian kemurnian benih merupakan kegiatan-kegiatan untuk menelaah
tentang kepositifan fisik komponen-komponen benih termasuk persentase berat
dari benih murni (pure seed), benih tanaman lain, benih varietas lain, biji-bijian
herba (weed seed), dankotoran-kotoran pada masa benih.
Adapun tujuan pengujian benih adalah untuk mengetahui mutu kualitas pada
suatu jenis benih dari kelompoknya. Benih bermutu merupakan benih berkualitas
yang memiliki standar mutu baik secara fisik, fisiologis, dan genetis yang berlaku
secara internasional yang ditetapkan oleh Internasional Seed Testing Association
(ISTA).
Pengujian benih merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman di
lapangan. Oleh karena itu, komponen-komponen mutu benih yang menunjukan
korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam
pengujian. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA, dan beberapa penyesuaian
telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran, struktur, pola
perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. Beberapa
penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih.
Uji kemurnian benih sebaiknya merupakan uji yang pertama kali dilakukan.
Benih murni yang diperoleh itu baru kemudian dipakai untuk uji yang lain, yaitu
presentase kadar air dan viabilitas benih. Hal ini dilakukan karena nilai yang ingin
diperoleh adalah nilai dari benih murni, bukan dari benih campuran (Kuswanto,
1997).
Pemurnian varietas dilaksanakan apabila dikhawatirkan suatu varietas yang
telah lama beredar sudah tidak murni lagi atau terkontaminasi, sehingga
karakteristiknya tidak sesuai lagi dengan deskripsi dari varietas tersebut. Dengan
demikian kegiatan pemurnian varietas merupakan suatu usaha pengembalian mutu
sesuai dengan keadaan varietas yang baku bagi varietas yang sudah lama dilepas,
atau kemantapan sifat-sifat unggul suatu varietas lokal yang belum dilepas, namun
sudah tersebar/digemari/dominan disuatu daerah.

1
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum Uji Kemurnian Benih adalah
1. Mahasiswa mampu melaksanakan pengujian kemurnian benih
2. Mahasiswa mengetahui komponen-komponen yang terdapat dalam pengujian
kemurnian benih

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uji Kemurnian Benih


Pengujian benih merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman
dilapangan. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA, dan beberapa
penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran,
struktur, pola perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini.
Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur
pengujian benih. Pengujian benih mencakup pengujian mutu fisik fisiologi benih
(Harjadi,1979).
Kemurnian benih adalah tingkatan kebersihan benih dari materi-materi non
benih/serasah, atau benih varietas lain yang tidak diharapkan. Biasanya kemurnian
benih dinyatakan dalam persentase (%). Pengujian kemurnian benih adalah
pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni, benih
tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga
komponen benih tersebut. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan
komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili
lot benih (Heddy, 2000).
Analisa kemurnian benih biasanya dilakukan secara duplo. Beda antara hasil
ulangan pertama dan kedua tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari 5%.
Setiap komponen ditimbang lalu ditotal, dimana berat total seharusnya dengan
berat mula-mula keseluruhan contoh uji untuk kemurnian tetapi bisa kurang.
Persentase dari setiap komponen didapatkan dari berat masing-masing komponen
dibagi berat total kali 100%. Hasilnya ditulis dalam dua desimal atau dua angka di
belakang koma (Kartasapoetra, 1986).

2.2 Komponen-komponen Sample Benih


Menurut pengujian kemurnian benih, sampel benih yang diuji dapat
dipisahkan menjadi empat komponen, yaitu :
1) Benih murni

3
Menurut Pujiasmanto (2000), Benih murni adalah benih yang sesuai
dengan pernyataan pengirim atau secara dominan ditemukan di dalam contoh
benih termasuk benih-benih varietas lain dalam jenis tanaman tersebut. Misalnya :
a) Benih utuh, benih muda, benih berukuran kecil, benih mengkerut dan benih

yang sedikit rusak.


b) Benih terserang penyakit atau benih yang mulai berkecambah, tapi benih

tersebut masih bisa dikenali sebagai benih yang dimaksud. Jika sudah berubah

karena adanya sclerotia, smutt balls atau metode balls maka termasuk dalam

kotoran benih.
c) Pecahan benih dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran semula. Khusus

untuk famili tertentu yang terkelupas kulit benihnya termasuk dalam kotoran

benih. Pada kacang-kacangan jika kotiledon terpisah termasuk kriteria benih

yang rusak atau kotoran benih.


d) Unit-unit kumpulan benih (Multiple Seed Unit)
e) Unit Benih (Seed Unit)

2) Benih spesies tanaman lain


Benih tanaman lain (benih varietas lain) adalah benih tanaman selain yang
dimaksudkan oleh pengirim. Penentuan benih varietas lain sebagai kotoran benih
sama dengan pada penentuan benih murni (Pujiasmanto, 2000).
3) Benih gulma
Benih gulma adalah semua biji yang berasal dari tanaman gulma atau
tanaman yang pada umumnya dianggap sebagai tanaman pengganggu. Yang
termasuk dalam katagori ini :
a. Semua benih gulma
b. Pecahan benih gulma yang berukuran separuh atau kurang dari ukuran
sesungguhnya, tetapi masih mempunyai embrio.

4) Kotoran
Berikutnya yaitu kotoran benih, menurut Sutakaria (1975), kotoran yang
dimaksud adalah semua bahan yang bukan biji termasuk semua pecahan biji yang

4
tidak memenuhi persyaratan baik dari komponen benih murni, spesies/varietas
lain maupun benih gulma. Kotoran yang biasa tercampur dalam benih adalah
tanah, pasir, kerikil, potongan bagian-bagian tanaman seperti sekam, jerami,
ranting, daun dan lain-lain.

2.3 Metode Uji Kemurnian Benih


Dalam pengambilan contoh kerja untuk kemurnian benih ada dua metode
yang dapat dilakukan, yaitu:
a) Secara duplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan dua kali.
b) Secara simplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan satu kali.
Skema pengujian analisis kemurnian benih

5
Dari skema diatas dapat diketuhi bahwa pengambilan contoh benih dapat
dilakukan secara simplo yaitu dengan melakukan pengambilan contoh kerja hanya
satu kali, tetapi jika secara duplo maka pengambilan contoh kerja dilakukan 2 kali
setengah berat contoh kerja. Setelah dilakukan pengabilan contoh kerja maka
dilakukan penimbangan untuk mengetahui berat awal benih sebelum dilakukan
pengujian kemurnian

2.4 Rumus Perhitungan Uji Kemurian Benih

6
Penghitungan presentase kemurnian benih antara lain menghitung
persentase dari benih murni, persentase benih lain, dan persentase dari kotoran
benih.
Rumus perhitungan persentase adalah :
Persentase benih murni (BM) :

Persentase benih lain (BT):

Persentase kotoran benih(KB):

Keterangan : k1 = benih murni


k2 = benih tanaman lain
k3 = kotoran benih

BAB III
METODOLOGI PENILITIAN

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum dilakukan hari Kamis, 17 Maret 2016 pukul 07:30 s/d 09:00
WIB, bertempat di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa.

3.2 Alat dan Bahan

7
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah Cawan petri,
timbangan, dan penggaris. Sedangkan bahan yang digunakan adalah benih kacang
hijau, benih kacang kedelai, benih kacang tanah, benih kacang panjang, benih
jagung hibrida, benih padi, label, dan kertas alumunium.

3.3 Cara Kerja


Cara kerja dalam pengamatan kali ini adalah :
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
2. Sampel awal 20 grsam benih yang bercampur kotoran ditimbang
3. Ketiga komponene pengujian benih (benih murni, benih yang tercampur
tanaman lain, dan kotoran benih) dipisahkan
4. Bobot masing-masingnya ditimbang
5. Semua berat masing-masing komponen dijumlah untuk mendapatkan
berat total setelah pengujian(berat akhir)
6. Presentase masing-masing komponen dihitung dengan menggunakan
rumus dan menggunakan 1 angka decimal

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
No Nama Benih % BM %BTL %KB
1 Kacang Panjang 95,3% 4,3% 0,4%
2 Kacang Hijau 14,3/15,16x100%= 3,6% 2,1%
94,3%
3 Kacang Tanah 14,1/14,66x100%= 1,8% 1,9%
96,3%
4 Kacang Kedelai 13,8/14.94x100%= 0,6% 6,9%
92,5%

Tabel 4.1 Hasil Kelompok 7

8
4.2 Pembahasan
Dari praktikum Uji Kemurnian Benih yang telah kami lakukan, bahan yang
telah dibawa untuk diuji kemurnian benihnya adalah benih kacang hijau, kacang
tanah, kacang kedelai, dan kacang panjang. Pengujian kemurnian benih
merupakan kegiatan-kegiatan untuk menelaah tentang kepositifan fisik
komponen-komponen benih termasuk persentase berat dari benih murni (pure
seed), benih tanaman lain, benih varietas lain, biji-bijian herba (weed seed),
dankotoran-kotoran pada masa benih.
Penghitungan presentase kemurnian benih antara lain menghitung
persentase dari benih murni(total benih murni/total benih*100%), persentase
benih lain(total benih lain/total benih*100%), dan persentase dari kotoran
benih(total kotoran benih/total benih*100%).
Menurut Badan Standarisasi Nasional (BSN), persyaratan mutu di
laboratorium meliputi Kadar air dengan batas maksimum 13,0%, Benih murni
dengan batas minimum 95,0%, Daya berkecambah/daya tumbuh dengan batas

9
minimum 80,0%, Kotoran benih dengan batas maksimum 2,0%, Biji benih
tanaman lain 0,0%, Biji gulma 0,0%.
Dari tabel hasil diatas diketahui bahwa pada sampel benih kacang panjang,
persentase benih murni adalah 95,3%, benih tanaman lain 4,3%, dan kotoran
benih 0,4%. Berdasarkan literatur yang kami gunakan, karena persentase benih
murni 95,3 % < 98 %, persentase benih tanaman lai 4,3% > 2%, persentase
kotoran benih 0,4% > 0,0% ,maka sampel benih kacang panjang yang diuji cukup
bagus karena kemurnian benihnya lebih dari 95%. meskipun kandungan benih
tanaman lain dan kandungan kotoran benih melebihi batas normal
Sedangkan pada sampel benih kacang hijau, dari tabel hasil diatas diketahui
bahwa pada sampel benih kacang hijau, persentase benih murni adalah 94,3%,
benih tanaman lain 3,6%, dan kotoran benih 2,1%. Berdasarkan literatur yang
kami gunakan, karena persentase benih murni 94,3 % < 98 %, persentase benih
tanaman lai 3,6% > 2%, persentase kotoran benih 2,1% > 0,0% ,maka sampel
benih kacang hijau yang diuji tidak memenuhi standar. Karena kemurnian
benihnya kurang dari 95%

Sedangkan pada sampel benih kacang tanah, dari tabel hasil diatas diketahui
bahwa pada sampel benih kacang tanah, persentase benih murni adalah 96,3%,
benih tanaman lain 1,8%, dan kotoran benih 1,9%. Berdasarkan literatur yang
kami gunakan, karena persentase benih murni 96,3 % > 95 %, persentase benih
tanaman lain 1,9% > 2%, persentase kotoran benih 1,9% > 0,0% ,maka sampel
benih kacang tanah yang diuji cukup baik. Karena kemurnian benihnya lebih dari
95%, meskipun kandungan benih tanaman lain dan kandungan kotoran benih
melebihi batas normal.
Sedangkan pada sampel benih kacang kedelai, dari tabel hasil diatas
diketahui bahwa pada sampel benih kacang kedelai, persentase benih murni
adalah 92,5%, benih tanaman lain 0,6%, dan kotoran benih 6,9%. Berdasarkan
literatur yang kami gunakan, karena persentase benih murni 92,5 % < 95 %,
persentase benih tanaman lai 0,6% < 2%, persentase kotoran benih 6,9% >
0,0% ,maka sampel benih kacang kedelai yang diuji tidak memenuhi standar.

10
Karena kemurnian benihnya kurang dari 95%, meskipun kandungan benih
tanaman lain kurang dari batas maksimal
Dari berbagai jenis sampel benih yang kami uji, sampel benih yang kami
anggap memenuhi standar/cukup baik adalah benih kacang panjang dan benih
kacang tanah, karena kandungan benih murninya lebih dari 95%, sedangkan untuk
benih kacang hijau dan kacang kedelai tidak memenuhi standar karena kandungan
benih murninya kurang dari 95%.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari praktikum Uji Kemurnian Benih yang telah kami lakukan, kesimpulan
yang didapat adalah bahwa Pengujian kemurnian benih merupakan kegiatan-
kegiatan untuk menelaah tentang kepositifan fisik komponen-komponen benih
termasuk persentase berat dari benih murni (pure seed), benih tanaman lain, benih
varietas lain, biji-bijian herba (weed seed), dankotoran-kotoran pada masa benih.
Penghitungan presentase kemurnian benih antara lain menghitung persentase dari
benih murni(total benih murni/total benih*100%), persentase benih lain(total
benih lain/total benih*100%), dan persentase dari kotoran benih(total kotoran
benih/total benih*100%). Menurut Badan Standarisasi Nasional (BSN),
persyaratan mutu di laboratorium meliputi Kadar air dengan batas maksimum

11
13,0%, Benih murni dengan batas minimum 95,0%, Daya berkecambah/daya
tumbuh dengan batas minimum 80,0%, Kotoran benih dengan batas maksimum
2,0%, Biji benih tanaman lain 0,0%, Biji gulma 0,0%.

5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan pada praktikum ini adalah agar praktikan
terlebih dahulu mempelajari tentang praktikum yang akan dilakukan, sehingga
para praktikan tidak bingung mengenai praktikum yang sedang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi. Jakarta Erlangga.


Djiwoseputro. 1980 .Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia: Jakarta.
Frank B Salisbury dan Cleon W Ross. 1991. Fisiologi Tumbuhan jilid 3. Institut
Tehknologi Bandung : Bandung
Heddy S, 1987. Biologi pertanian. Rajawali Press: Jakarta.
Kamil, Jurnalis. 1982. Teknologi Benih 1. Penerbit Angkasa. Bandung.
Justice, Oren L. dan Louis N. B. 1990. Prinsip Praktek Penyimpanan Benih.
Rajawali Press. Jakarta.Sutopo, Lita. 2002. Teknologi Benih. Rajawali Press;
Jakarta
Sutopo, 2009,Lita Teknologi Benih. Rajawali Press; Jakarta
Tjitrasam, 1983. Botani Umum I. Angkasa: Bandung.

12
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan Edisi ke-14. Gajah Mada
University Press : Yogyakarta
Tjitrosoepomo, Gembong. 2001. Morfologi Tumbuhan. Cet. 13. Gadjah Mada
University Press : Yogyakarta.
Chanan, M. 2004. Pengaruh Masa Simpan Benih Terhadap Viabilitas Leda
(Eucalyptus deglupta Blume). J. Tropika 11 (2) : 215 220
Sukarman dan M. Hasanah. 2005. Perbaikan mutu Benih Aneka Tanaman
Perkebunan Melalui Cara Panen dan Penangan Benih. Jurnal Litbang
Pertanian. 22(1) : 16-23.

LAMPIRAN

13
Contoh Benih yang diuji Contoh Kotoran Contoh
Benih Tanaman Lain

Contoh Benih Contoh Hasil Uji Hasil Semua Uji


Murni Kemurnian Benih Kemurnian
Benih

14
15