Anda di halaman 1dari 47

BAB VIII

ASUHAN PADA BAYI SEGERA SETELAH LAHIR

STANDAR KOMPETENSI BIDAN


Kompetensi ke-4: Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap
terhadap kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin selama persalinan
yang bersih dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertentu untuk
mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayinya yang baru lahir.

KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa mampu melaksanakan Asuhan pada bayi segera setelah lahir.

POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN


A. Adaptasi fisiologis bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus
B. Merawat tali pusat
C. Penatalaksanaan awal bayi baru lahir
D. Resusitasi
E. Bounding attachment
F. Inisiasi menyusu dini
A. Pendahuluan
Asuhan pada bayi segera setelah lahir adalah asuhan yang diberikan pada
bayi tersebut selama jam pertama kelahiran. Pengkajian pada bayi baru lahir
dapat dilakukan segera setelah lahir yaitu untuk mengkaji penyesuaian bayi
dari kehidupan intrauterine ke ekstrauterine. Dalam hal ini bidan perlu
memperhatikan bagaimana upaya untuk menjaga kesehatan bayi dengan
menjaga agar bayi-bayi tetap hangat, mampu melakukan pernafasan spontan,
dan bayi bisa menyusu sendiri pada ibunya.

B. Adaptasi fisiologis bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus


Adaptasi fisiologi 3ayi baru lahir sangat penting bagi bayi untuk menjaga
kelangsungan hidupnya di luar uterus. Karena saat jam pertama kehidupan di
luar rahim merupakan satu siklus kehidupan. Dengan demikian pada saat bayi
dilahirkan beralih ketergantungan menuju kemandirian yang fisiologis. Masa
peralihan atau periode transisi ini sangat cepat, mengakibatkan terjadinya
beberapa perubahan pada bayi meliputi:
1. Perubahan system pernapasan
a. Perkembangan paru-paru
Paru-paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari faring, yang
bercabang dan kemudian bercabang kembali membentuk struktur
percabangan bronkus. Poses ini terus berlanjut setelah kelahiran
hingga sekitar usia 8 tahun, sampai jumlah bronkiolus dan alveolus
akan sepenuhnya berkembang, walau janin memperlihatkan adanya
bukti gerakan napas sepanjang trimester ke dua dan ketiga.
Ketidakmatangan paru-paru terutama akan mengurangi peluang
kelangsungan hidup bayi baru lahir sebelum usia kehamilan 24
minggu, yang disebabkan oleh keterbatasan permukaan alveolus,
ketidakmatangan system kapiler paru-paru, dan tidak mencukupi
jumlah surfaktan
Awal adanya napas:
Dua faktor yang berperan pada rangsangan napas pertama bayi:
1) Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan
luar rahim, yang merangsang pusat pernapasan di otak.
2) Tekanan terhadap rongga dada, yang terjadi karena kompresi paru-
paru selama persalinan, merangsang temasuknya udara paru-paru
secara mekanis. Interaksi antara system pernapasan,
kardiovaskular, dan susunan saraf pusat menimbulkan pernapasan
yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan
untuk kehidupan.
b. Surfaktan dan upaya respirasi untuk bernapas
Upaya pernapasan bayi pertama seorang bayi berfungsi untuk:
1) Mengeluarkan cairan dalam paru-paru
2) Mengembangkan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali
Agar alveolus dapat berfungsi, harus terdapat surfaktan yang cukup
dan aliran darah ke paru-paru. Produksi surfaktan dimulai pada 20
minggu kehamilan dan jumlahnya akan meningka' sampai paru-paru
matang, sekitar 30-34 minggu kehamilan. Surfaktan ini mengurangi
tekanan permukaan paru dan membantu untuk menstabilkan dinding
alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernapasan.
Tanpa surfaktan, alveoli akan kolaps setiap saat setelah akhir setiap
pernapasan, yang menyebabkan sulit bernapas. Peningkatan kebutuhan
energi ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa.
c. Dari cairan menuju udara
Bayi cukup bulan mempunyai cairan di dalam paru-paru. Pada saat
bayi melalui jalan lahir selama persalinan, sekitar sepertiga cairan ini
diperas keluar dari paru-paru. Dengan beberapa kali napas pertama,
udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus bayi baru lahir. Dengan
sisa cairan di dalam paru-paru dikeluarkan dari paru dan diserap oleh
pembuluh limfe serta darah, semua alveolus akan berkembang terisi
udara sesuai dengan perjalanan waktu
d. Fungsi pernapasan dalam kaitannya dengan fungsi kardiovaskuler
Oksigenasi yang memadai merupakan faktor yang sangat penting
mempertahankan kecukupan pertukaran udara. Jika terdapat hipoksia,
pembuluh darah paru-paru akan mengalami vasokontriksi. Pengerutan
pembuluh ini berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka guna
menerima oksigen yang berada dalam alveok, sehingga menyebabkan
penurunan oksigenasi jaringan, yang akan memperburuk hipoksia.
Peningkatan aliran darah paru-paru akan memperlancar pertukaran
gas dalam alveolus dan menghilangkan cairan paru-paru. Peningkatan
akran darah ke paru-paru akan mendorong terjadinya peningkatan
sirkulasi limfae dan membantu menghilangkan cairan paru-paru serta
merangsang perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi luar rahim.
Asuhan yang diberikan:
1) Memantau pernafasan bayi selama 5 menit sekali
2) Bila bayi tersebut menangis/ bernafas (pergerakan dada paling sedikit
30 x / menit) biarkan bayi tersebut dengan ibunya.
3) Bila bayi tersebut bernafas dalam waktu 30 detik segera minta bantuan
dan mulai lakukan resusitasi.
2. Perubahan sistem sirkulasi darah
Setelah lahir, darah bayi baru lahir harus melewati paru untuk
mengambil oksigen dan mengadakan sirkulasi melalui tubuh guna
mengantarkan oksigen ke jaringan. Untuk membuat sirkulasi yang baik
guna mendukung kehidupan luar rahim, harus terjadi dua perubahan besar:
a. Penutupan foramen ovate.
b. Penutupan duktus arteriosus antara arteri paru-paru dan aorta.
Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat perubahan tekanan pada seluruh
system pembuluh darah. Ingat hukum yang menyatakan bahwa darah akan
mengalir pada daerah-daerah yang mempunyai resistensi kecil. Jadi
perubahan-perubahan tekanan langsung berpengaruh pada aliran darah.
Oksigen menyebabkan system pembuluh mengubah tekanan dengan
care mengurangi resistensinya, sehingga mengubah aliran darah. Hal ini
terutama penting kalau kita ingat bahwa sebagian besar kematian dini bayi
baru lahir berkaitan dengan oksigenasi (aspiksia)
Dua peristiwa yang mengubah tekanan dalam system pembuluh darah:
a. Pada saat tali pusat dipotong, resistensi pembuluh darah sifternik
meningkat dan atrium kanan menurun. Tekanan atrium kanan menurur
karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan tersebut. lni
menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan. Kedua
kejadian ini membantu darah, dengan kandungan oksigen sedikit,
mengalir ke paru-paru untuk menjalani proses oksigenasi ulang.
b. Pernapasan pertama menurunkan resistensi pembuluh darah paru-paru
dan meningkatkan resistensi tekanan atrium kanan. Oksigen pada
pernapasan pertama ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya system
pembuluh darah paru-paru. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru
mengakibatkan peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium
kanan. Dengan peningkatan volume secara fungsional akan menutup.
Vena umbilikalis, duktus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat
menutup secara fungsional dalam beberapa menit setelah lahir dan
setelah tali pusat diklem. Penutupan anatomi jaringan fibrosa
berlangsung 2-3 bulan.
3. Perubahan sistem termoregulasi (pengaturan suhu tubuh)
Bayi baru lahir belum mampu mengatur suhu tubuh mereka, sehingga
akan mengalami stress dengan adanya perubahan-perubahan Iingkungan.
Pada saat meninggalkan lingkungan rahim ibu yang hangat, bayi kemudian
masuk ke lingkungan ruang bersalin yang jauh Iebih dingin. Suhu dingin
ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit, sehingga mendinginkan
darah bayi.
Pada lingkungan yang dingin, pembentukan suhu tanpa mekanisme
menggigil merupakan usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk
mendapatkan kembali paras tubuhnya. Pembentukan suhu tubuh tanpa
menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat yang terdapat
diseluruh tubuh, dan mereka mampu meningkatkan panas tubuh 100 c/0.
Untuk membakar lemak coklat, seorang bayi harus menggunakan glukosa
guna mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas.
Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh bayi baru lahir dan
cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya
stress dingin. Semakin lama usia kehamilan, semakin banyak persediaan
lemak coklat bayi. Jika seorang bayi kedinginan dia akan mulai mengalami
hipoglikemia, hipoksia dan asidosis. Oleh Karena itu upaya pencegahan
kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan berkewajiban
untuk meminimalkan kehilangan panas pada bayi baru lahir.
Disebut hipotermi jika suhu tubuh bayi di bawah 36 C. Bayi baru
lahir mudah sekali terkena hipotermi yang disebabkan oleh:
a. Pusat pengaturan suhu tubuh pada bayi belum berfungsi dengan
sempurna
b. Tubuh bayi terlalu kecil untuk memproduksi dan menyimpan panas.
c. Bayi belum mampu mengatur posisi tubuh dan pakainya agar ia tidak
kedinginan.
Gejala hipotermia :
a. Sejalan dengan menurunnya suhu tubuh bayi, bayi menjadi kurang
aktif, letargis, hipotonus, tidak kuat menghisap ASI, dan menangis
lemah.
b. Pernapasan megap-megap dan lambat, denyut jantung menurun.
c. Timbul sklerema: kulit mengeras berwarna kemerahan terutama di
bagian punggung, tungkai dan lengan.
d. Muka bayi berwarna merah terang.
e. Hipotermia menyebakan terjadinya perubahan metabolisme tubuh
yang akan berakhir dengan kegagalan fungsi jantung, perdarahan
terutama pada paru-paru, ikterus dan kematian.
Asuhan yang diberikan:
a. Cara mempertahankan suhu tubuh normal
b. Cara mencegah kehilangan panas
4. Perubahan sistem metabolisme
Untuk memfungsikan otak dibutuhkan glukosa dalam jumlah tertentu.
Dengan tindakan penjepitan tali pusat memakai klem pada saat lahir
seorang bayi harus mulai mempertahankan kadar glukosa darahnya
sendiri. Pada setiap baru lahir, glukosa darah akan turun dalam waktu
cepat (1-2 jam).
Koreksi penurunan gula darah dapat dilakukan dengan 3 care:
a. Melalui penggunaan ASI (bayi baru lahir harus didorong untuk
menyusu ASI secepat mungkin setelah
b. Melalui penggunaan cadangan glikogen (glikogenesis).
c. Melalui pembuatan glukosa dari sumber lain, terutama lernak
(glukoneogenesis).
Bayi baru lahir yang tidak dapat mencerna makanan dalam jumlah
cukup akap membuat glukosa dari giikogen (glikogenalisis) hal ini terjadi
jika bayi mempunyai persediaan gjikogen yang cukup. Seorang bayi yang
sehat akan menyimpan glukosa sebagai glikogen, terutama dalam hati,
selama bulan-bulanan terakhir kehidupan dalam rahim. Seorang bayi yang
mengalami hipotermia pada saat lahir, yang mengakibatkan hipoksia, akan
menggunakan persediaan glikogen dalam jam pertama kelahiran. Inilah
sebabnya mengapa sangat penting menjaga semua bayi dalam keadaan
hangat. Keseimbangan glukosa tidak sepenuhnya tercapai hingga 3-4 jam
pertama pada bayi cukup bulan yang sehat. Jika semua persediaan
digunakan pada jam pertama, otak bayi dalam keadaan beresiko.
5. Perubahan sistem gastrointestinal
Sebelum lahir, janin cukup bulan akan mulai menghisap dan menelan.
Refleks gumoh dan refleks batuk yang matang sudah terbentuk dengan
balk pada saat lahir. Kemampuan bayi baru lahir cukup bulan untuk
menelan dan mencerna makanan masih terbatas. Hubungan antar
esophagus bawah dan lambung masih belum sempurna yang
mengakibatkan gumoh pada bayi. Kapasitas lambung sendiri sangat
terbatas, kurang dari 30 cc, untuk seorang bayi baru lahir cukup bulan.
Waktu pengosongan lambung adalah 2,5 sampai 3 jam, itulah sebabnya
bayi memerlukan ASI sesering mungkin. Pada saat makanan masuk ke
lambung terjadilah gerakkan peristaltik cepat. Bayi yang diberi ASI dapat
bertinja 8-10 kali ehari atau paling sedikit 2-3 kali sehari.
Tinja
Saat lahir, usus bagian bawah penuh dengan mekonium. Mekonium
yang terbentuk selama dalam kandungan berasal dari cairan amnion dan
unsur-unsurnya, dari sekresi usus dan sel-sel mukosa. Mekonium berwarna
kehitaman konsistensinya kental dan mengandung darah samar Sekitar 69
% bayi-bayi yang normal cukup bulan mengeluarkan mekonium dalam 12
jam pertama kehidupannya, 94 % dalam 24 jam pertama, 99,8 % dalam 48
jam pertama (Black Burn, 1992).
Jumlah feses pada bayi baru lahir cukup bervariasi selama minggu
pertama dan jumlah paling banyak adalah antara hari ketiga dan keenam.
Fese transisi (kecil-kecil, berwarna coklat sampai hijau akibat mekonium)
dikeluarkan sejak hari ketiga clan keenam. Bayi baru lahir yang diberi
makan lebih dari awal akan lebih cepat mengeluarkan tinja daripada
mereka yang makan kemudian (Boyer, Vidyasagar, 1987) tinja dari bayi
yang disusui ibunya lunak, berwarna kunig emas, dan tidak mengiritasi
kulit bayi. Adalah normal bagi bayi untuk defekasi setiap diberi makan
atau defekasi satu kali setiap tiga atau empat hari. Walaupun demikian
konsistensi tinja tetap lunak dan tidak berbentuk. Sedangkan tinja yang
diberi susu bentuk, tetapi tetap lunak, dan memiliki bau yang khas. Tinja
ini cenderung mengiritasi kulit bayi. Jumlah tinja akan berkurang pada
minggu ke dua dari lima tau enam kali defekasi setiap hari (satu kali setiap
diberi makan) menjadi satu atau dua kali sehari. Distensi otot lambung
menimbulkan relaksasi dan kontraksi otot kolon. Akibatnya bayi sering
buang air besar saat diberi makan. Keadaan ini disebut dengan reflex
gastrokolik. Bayi mulai memiliki pola defekasi pada minggu kedua
kehidupannya. Dengan tambahan makanan padat, tinja bayi secara
bertahap menyerupai orang dewasa.
Asuhan yang diberikan:
a. Pemberian ASI segera setelah lahir
b. Beri ASI sesuai kebutuhannya
6. Perubahan sistem kekebalan tubuh
System imunitas bayi baru lahir masih belum matang, sehingga
menyebabkan rentan terhadap infeksi dan alergi. System imunitas yang
matang akan memberikan kekebalan alami maupun didapat. Kekebalan
alami terdiri dari struktur pertahanan tubuh yang mencegah atau
meminimalkan infeksi. Berikut ini beberapa kekebalan alami :
a. Perlindungan oleh kulit dan membran mukosa.
b. Fungsi saringan saluran pernapasan.
c. Pembentukan koloni mikroba oleh kulit dan usus.
d. Perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung.
Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel oleh darah, yang
membantu bayi baru lahir membunuh mikroorganisme asing. Tetapi pada
bayi baru lahir, sel-sel darah ini masih belum matang sehingga belum
mampu melokalisasi dan memerangi infeksi secara efisien.
Jika bayi disusui ASI terutama kolostrum memberi bayi kekebalan
pasif dalam bentuk laktobasilus bifidus, laktoferin, lisozim dan sekresi lg
A.
Asuhan yang diberikan:
Dalam waktu 24 jam dan sebelum ibu dan bayi pulang ke rumah imunisasi
Hepatitis B.
7. Perubahan sistem reproduksi
Wanita
Saat lahir lahir ovarium bayi berisi beribu-ribu sel germinal primitive.
Sel-sel ini mengandung komplemen lengkap ovarium yang matur karena
terbentuk oogonia lagi setelah bayi cukup bulan lahir. Koneks ovarium,
yang terutama terdiri dari folikel primordial, membentuk bagian ovarium
yang lebih tebal pada bayi baru lahir daripada orang dewasa. Jumlah ovum
berkurang sekitar 90 % sejak bayi sampai dewasa. Peningkatan kadar
estrogen selama hamil, yang diikuti penurunan setelah lahir,
mengakibatkan pengeluaran suatu cairan mukoid atau kadang-kadang,
pengeluaran bercak darah melalui vagina (peseudomenstruasi). Pada bayi
baru lahir cukup bulan labiya mayora menutupi lailabiya minora. Pada
bayi premature klitoris menonjol dan labiya mayora kecil terbuka.
Pria
Testis turun ke dalam skrotum pada 90% bayi lahir laki-laki.
Preputium yang ketat sering kali dijumpai pada bayi baru lahir. Muara
uretra dapat terutup preputium dan tidak tertarik ke belakang selama tiga
sampai empat
Asuhan yang diberikan:
a. Memeriksa alat genitalia, pada laki-laki:
1) Apakah skrotum sudah tururn ke testis
2) Apakah penisnya berlubang atau tidak
b. Memeriksa alat genitalia pada perempuan:
1) Adanya lubang vagina
2) Adanya lubang uretra
3) Labiya mayora dan minora
c. Memeriksa apakah ada sekresi atau tidak
8. Perubahan sistem muskeletal
Otot sudah dalam keadaan lengkap setelah lahir, tetapi tumbuh melalui
proses hipertrop:. Tumpang tindih atau molase dapat terjadi pada waktu
lahir karena tulang pernbukus tengkorak belum seluruhnya mengalami
osifikasi. Molase dapat menghilang beberapa hari setelah melahirkan.
Ubun-ubun besar akan tetap terbuka sampai usia 18 bulan
Pada bayi baru lahir, lutut saling berjauhan saat kaki diluruskan dan
tumit disatukan sehingga tungkai bawah terlihat lengkungan pada telapak
kaki. Ekstermitas harus simetris. Harus terdapat kuku jari tangan dan jari
kaki. Garis telapak kaki dan tangan sudah terlihat.
Asuhan yang diberikan: Memeriksa struktur tulang tengkorak dan
sutura, apakah ada molase atau tidak.

9. Perubahan sistem neurologi


System neurologi belum matang saat lahir. Reflek dapat menunjukkan
normal dari integritas system syaraf dan system muskeletal.
Otak memerlukan glukosa sebagai sumber energy dan suplai oksigen
dalam jumlah besar untuk proses metabolisme yang adekuat. Kebutuhan
yang besar ini menandakan diperlukannya suatu pengkajian cermat tentang
kemampuan bayi dalam mempertahankan kelancaran jalan nafas dan juga
pengkajian kondisi-kondisi pernafasan yang membutuhkan oksigen.
Kebutuhan akan glukosa perlu dipantau dengan cermat pada bayi baru
lahir yang mengalami hipoglikemia.
Asuhan yang diberikan: Memeriksa refleks-refleks pada bayi, seperti:
reflex moro, reflex tonik neck, reflex palmar, reflex plantar, reflex
swallowing, reflex rooting.
10. Perubahan sistem intergumentari
Pada bayi baru lahir cukup bulan kulit berwarna merah dengan sedikit
vernik kaseosa. Sedangkan pada bayi premature kulit tembus pandang dan
banyak verniks. Verniks kaseosa berfungsi dengan dermis dan berfungsi
sebagai pelindung. Pada saat lahir vernik tidak semua dihilangkan, karena
diabsorpsi kulit bayi dan Hilang dalam 24 jam. Kulit bayi sangat sensitive
dan sangat mudah rusak. Bayi baru lahir tidak memerlukan bedak atau
krim, karena zat-zat kimia dapat mempengaruhi Ph kulit bayi.
Kulit bayi yang cukup bulan berwarna kemerahan, beberapa jam
setelah lahir kulit berwarna normal. Kulit sering terlihat berbecak terutama
didaerah ekstermitas. Tangan dan kaki terlihat sianosis. Hal ini disebabkan
karena ketik stabilan vasomotor, status kapiler, kadar hemoglobin yang
tinggi.
Lemak subkutan yang berakumulasi selama trimester terakhir
berfungsi menyekat bayi. Kulit mungkin agak ketat. Keadaan ini mungkin
disebabkan oleh retensi cairan. Lanugo halus dapat terlihat di wajah, bahu,
dan punggung.
Asuhan yang diberikan:
1) Memeriksa kulit bayi setelah lahir.
2) Apabila bayi sianosis atau sukar bernafas, berilah oksigen dengan
kateter nasal.
3) Jangan membersihkan seluruh verniks.

C. Merawat Tali Pusat


Perawatan tali pusat merupakan tindakan keperawatan yang bertujuan
untuk merawat ta!i pusat pada bayi baru lahir agar tetap kering dan mencegah
terjadinya infeksi.
Nasihat untuk merawat tali pusat:
1. Jangan membungkus puntum tali pusat atau mengoleskan cairan/bahan
apapun ke puntung tali pusat. Nasehatkan hal ini juga kepada ibu dan
keluarga
2. Mengoleskan alkohol atau povidon iodine masih diperkenankan, tetapi
tidak dikompreskan karena menyebabkan tali pusat basah/lembab
3. Berikan nasihat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi:
a. Lipat popok bawah puntung tali pusat
b. Jika puntung tali pusat kotor, bersihkan dengan air DTT atau sabun dan
segera keringkan dengan seksama dengan menggunakan kain bersih.
c. Jelaskan pada ibu bahwa is harus mencari bantuan ke petugas atau
fasilitas kesehatan, jika pusat berdarah, menjadi merah, bernanah dan
atau berbau.
d. Jika pangkal tali pusat terus berdarah, merah meluas atau
mengeluarkan nanah dan atau berbau, segera rujuk bayi ke fasilitas
yang dilengkapi perawatan untuk bayi baru lahir. (Depkes, 2093:126)
Alat dan bahan:
a. Kain kasa steril
b. Air bersih dan sabun
Prosedur:
a. Cuci tangan
b. Cud tali pusat dengan air bersih dan sabun, bilas dan keringkan dengan
kassa steril.
c. Pertahankan sisa tali pusat dalam keadaan terbuka agar terkena udara
dan tutupi dengan kain bersih secara longgar.
d. Lipat popok di bawah sisa tali pusat.
e. Jika tali pusat terkena kotoran feses, cuci dengan sabun dan air bersih,
kemudian keringkan.
f. Cuci tangan. (Alimul H, 2007: 59)

D. Penatalaksanaan Awal Bayi Baru Lahir


Penatalaksanaan awal dimulai sejak proses persalinan hingga kelahiran
bayi, dikenal sebagai asuhan esensial neonatal yang meliputi:
1. Persalinan bersih dan aman:
Selalu menerapkan upaya pencegahan infeksi yang baku (standar) dan
ditatalaksana sesuai dengan ketentuan atau indikasi yang tepat
2. Memulai/inisiasi pernapasan spontan
Begitu bayi lahir segera lakukan inisiasi pernapasan spontan dengan
melakukan penilaian sebagai berikut:
a. Segera lakukan penilaian awal pada bayi baru lahir secara cepat dan
tepat (0-30 detik).
b. Evaluasi data yang terkumpul, buat diagnosis dan tentukan rencana
untuk asuhan bayi baru lahir.
c. Nilai kondisi bayi baru lahir secara cepat dengan mempertimbangkan
atau menanyakan 4 pertanyaan sebagai berikut:
1) Apakah air ketuban jernih, tidak bercampur mekonium?
2) Apakah bayi bernapas spontan?
3) Apakah tonus/kekuatan otot bayi cukup?
4) Apakah bayi cukup bulan?
Bila keempat pertanyaan tersebut jawabanya "YA" maka bayi
dapat diberikan kepada ibunya untuk segera menciptakan hubungan
emosional, kemudian dilakukan asuhan bayi baru lahir normal sebagai
berikut:
1) Jaga kehangatan
2) Bersihkan jalan napas (bila perlu)
3) Keringkan dan tetap jaga kehangatan
4) Potong dan ikat tali pusat tanpa membubuhi apapun, kira-kira 2
menit (untuk member cukup waktu bagi tali pusat mengalirkan
darah kaya zat besi kepada bayi)
5) Lakukan inisiasi menyusu dini dan kontak kulit bayi dengan kulit
ibu
6) Beri salep mata antibiotik tetrasiklin 1 % pada kedua mata
7) Beri suntikan vitamin K1 1 mg IM, di paha kiri anterolateral
setelah IMD
8) Beri imunisasi hepatitis B 0,5 mL IM. Di paha kanan anterolateral,
diberikan kira-kira 1-2 jam setelah pemberian vitamin K1
Bila salah satu atau lebih pertanyaan tersebut jawabannya "Tidak"
maka segera lakukan langkah awal resusitasi bayi baru lahir
3. Stabilisasi temperatur tubuh bayi/menjaga agar bayi tetap hangat
a. Pencegahan kehilangan panas
Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya sendiri sccara
memadai, dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilarigan panas tidak segera
dicegah. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermia) berisiko tinggi
untuk jatuh sakit dan meninggal. Jika bayi dalam keadaan basah atau tidak
diselimuti, mungkin akan mengalami hipotermia, meskipun berada dalam
lingkungan yang hangat. Bayi prematur atau berat badan lahir rendah sangat
rentan terhada2 terjadinya
b. Mekanisme kehilangan panas
Kehilangan panas pada bayi baru lahir dapat melalui mekanisme sebagai berikut:
1) Evaporasi:
Yaitu cairan air ketuban yang membasahi kulit bayi roenguap, missal: BBL
langsung dikeringkan dari air ketuban atau bayi dimandikan dan tubuhnya tidak
disegera dikeringkan dan diselimuti.
2) Konduksi
Yaitu pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi langsung kontak dengan
permukaan yang lebih dingin, misal: popok/celaila basah yang tidak langsung
diganti, meja, tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari
tubuh bayi.
3) Konveksi
Yaitu hilangnya panas tubuh bayi karena terpapar aliran udara dingin di sekeliling
bayi, missal: BBL diletakan dekat pintu/jendela terbuka, ruangan AC atau kipas
angin.
4) Radiasi
Yaitu kehilangan panas terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda-benda
yang mefflpunyai sfrhu lebih rendah dari suhu bayi (walaupun tidak brsentuhan
secara langsung).
c. Upaya untuk mencegah kehilangan panas
Cara mencegah terjadinya kehilangan panas pada bayi yaitu :
1) Mengeringkan tubuh bayi secara seksama
2) Letakan bayi agar terjadi kontak kulit ibu ke kulit bayi
3) Se!imuti ibu dan bayi serta pakaikan topi dikepala bayi
4) Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya
5) Jangan segera menimang atau memandikan bayi baru lahir (jangar,
memandikan bayi sebelum 6 jam pasca persalinan)
6) Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat
7) Bayi jangan dibeclong terlalu ketat. Hal ini dapat mengham.bat gerakan bayi
4. 4. Pemberian AS1
Rangsangan isapan bayi pada nutting susu ibu akan diteruskan oleh serabut ;araf
ke hipofise anterior untuk mengeluarkan hormon prolaktin. Hormon in; akan
mernicu payudara untuk menghasilakn ASI. Seniakin sering bayi menghisap
putting susu akan semakin banyak prolaktin dan ASI yang dikeluarkan. Pada hari
pertArna kelahiran bayi, apabila penghisapan putting susu cukup adekuat maka
akan dihasilkan secara bertahap 10-100 mL ASI. Produksi ASI akan optimal
seelah hari 10-14 usia bayi. Bayi sena+ akan mengkonsumsi 700-800 mL ASI
(kisaran 60G-1000mL) untuk tumbuh ken bang bayi.
a. Refleks laktasi
Dimasa laktasi terdapat 2 refleks pada ibu yaitu reflex prolaktin dart reflex
oksitosin yang berperan dalam produksi ASI dan involusi uterus (khusunya pada
masa nifas)
Terdapat 3 refleks pada bayi, yaitu:
1) Refleks mencari putting susu (rooting reflex)
2) Refleks menghisap (sucing reflex)
3) Refleks menelan (reflex swallowing)
Jelaskan pada ibu dan keluarganya tentang manfaat kontak Iangsung ibu dan bayi
dan anjurkan untuk menyusukan bayinya sesering mungkin untuk merangsang
produksi ASI sehingga mencukupi kebutuhan bayi itu sendiri. Yakinkan ibu dan
keluarganya bahwa kolostrum adalah zat bergizi dan mengandung semua unsur
yang diperlukan bayi. Minta ibu untuk memberi ASI sesuai dengan keinginan atau
dorongan naluriah bayinya. Pada saat bayi melepaskan putting susu yang satu,
minta ibu untuk memberikar putting susu Iainnya. Jelaskan pada ibu bahwa
membatasi Iamanya bayi menyusu akan mengurangi jumlah nutrisi yang diterima
bayi dan akan menurunkan prcduksi susunya. Anjurkan ibu untuk bertanya
mengenai pemberian ASI dan kemudian b2rikan jawaban lengkap dan jelas.
b. Posisi menyusui
Posisi bayi saat menyusui sangat menentukan keber-hasilan pemberian ASI dan
mencegah lecet putting susu. Pastikan ibu memeluk bavinya dengan benar.
Berikan bantuan dan dukungan jika ibu mernerlukannya, terutama baru pertama
menyusui atau ibu muda. Tarda posisi bayi menyusu dengan balk:
1) Dagu menyentuh payudara ibu
2) Mulut terhuka lebar
3) Hidung bayi mendekati dan kadang-kadang menyentuh payudara ibu
4) Mulut bayi mencakup sebanyak mungkin areda (tidak hanya putting saja),
Iingkar areoia atas terlihat lebih banyak dibandingkan areola bawah.
5) I idah havi menooane putting dan areola cagian bawah.
6) Bibir bawah bayi melengkung keluar.
7) Bayi mengisap kuat dan dalam secara perlanan dan kadang-kadang disertai
dengan berhenti sesaat.
5. 5. Pencegahan infeksi
Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Saat melakukan penanganan bayi
baru lahir, pastikan untuk melakukan tidakan pencegahan infeksi sebagai berikut:
a. Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan
bayi
b. Pakai sarung tangan bersih saat meriangani bayi yang belum dimanaikan
c. Pastikan bahwa semua peralatan, termasuk klem guntng dan benang tali pusat
telah didisinfeksi tingkat tinggi atau steril. Jika menggunakan bola karet
penghisap, pakai yang bersih dan baru (jangan mengguna-kan bola karet
penghisap dari satu bayi ke bayi yang lain)
d. Pastikan bahwa semua pakaian, handuk, selimut serta kain yang digunakan
untuk bayi telah dalam keadaan bersih
e. Pastikan bahwa timbangan, pita ukur, thermometer, stetoskop clan benda-benda
lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih
6. 6. Pencegahan infeksi mata
Bayi bisa diberi ASI aan bertemu dengan ibu dan keluarganya sebelum
mendapatkan tetes mata profilaktik (larutan perak nitrat 1%) atau salep (salep
tetrasiklir 1 `)/0 atau salep mata eritromisin 0,5 %). Tetes mata atau salep
antibiotik 'Lersebut harus diberikan dalam waktu satu jam pertama setelah
kelahiran. Upaya profilaksis untuk gangguan pada mata tidak akar efektif jika
tidak diberikan dalam satu jam pertama kehidupannya
Teknik pemberian profilasis mata:
a. Jelaskan pada keluarganya tentang apa yang arda lakukan, yakinkan mereka
bahwa obat tersebut akan sangat menguntungkan bayinya u. Cuci tangan dengan
air sabun dan air bersih yang mengalir
c. Berikan salep atau tetes mata dalam satu garis, mulai dari sudut medial mata
(dekat hidung bayi) menuju ke sudut lateral mata (dekat teiinga bayi)
d. Pastikan ujung mulut tabung salep atau penetes tidak menyentuh rnati bayi
e. Jangan menghapus salep mata dari mata bayi dan minta agar keluarganya tidak
menghapus ()bat tersebut
7. 7. Pemherian Vitamin K1
Semua bayi baru lahir harus mendapatkan vitamin K1 injeksi 1 mg IM setelah 1
jam kontak kulit ke kulit dan bayi selesai menyusu untuk mencegah perdarahan
BBL akibat defisiensi vitamin K yang dapat dialami oleh sebagian BBL.
Menurut Puckett & Offringa, 2002 dalam Chapman 2003 Insiden penyakit
hemoragis menurun secara bermakna pada bayi yang mendapat Vitamin K saat
lahir.
8. 8. Pemberian imunisasi
Imunisasi hepatitis B bermanfaat untuk mencegah infeksi Hepatitis R terhadap
bayi, terutama jakir penu'aran ibu-bayi. Imunisasi Hepatitis B pertama diberkan 1
jam setelah pemberian vitamin K1, atau pada saat bay' berumur 2 jam.
Selanjutnya Hepatitis B dan DPT diberikan pada umur 2 bulan, 3 bulan dan 4
bulan. Dianjurkan BCG dan OVP diberikan pada saat bayi berumur 24 jam (saat
bayi akan pulang dari klinik) atau pada usia 1 bulan (KN). Selanjutnya OVP
diberikan sebanyak 3 kali pada umur 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Lakukan
pencatatan dan anjurkan ibu untuk kembali pada jadwal imunisasi berikutnya.
9. 9. Pemeriksaan bay: Baru lahir Pemeriksaan BBL dilakukan pada:
a. Saat bayi diklinik (dalam 24 jam)
b. Saat kunjungan tindak lanjut (KN), yaitu 1 kali pada umur 1-3 hari, 1 kali pada
umur 4-7 hari dan 1 kali pada umur 8-28 hari.
Tabei 8.1:
Ashan BBL selama berada di klinik sampai dengan umur 24 :,am
Asuhan dan pemantauan Tindakan bila diZemukan
abnormal

Pasti kamar hangat (tidak kurang dari


Bila bayi berada dalam ranjang,
25C dan tidak lembabl pastikan bayi diberi pakaian
atau seliniut
Jelaskan pada ibu hahwa meniaga kehangatan bayi penting untuk membuat
bayi tetap sehat Tutup kepala bayi dengan
topi
Kenakan pakaian bayi atau selimuti dengar. kain yang bersih, kering dan
lembut. Kenakan topi pada kepala bayi selama beberapa hari pertama, terutamd
bift bayi kecil
Pastikan bavi berpakaian atau diselimui.i dengan selimut

Menjaga bagi mudah dijangkau oleh ibu. Jangan pisahkan mereka


(roomingin)
Nilai kehangatan bayi setiap 4 jam dengan

meraba kaki bayi: jika kaki bayi teraba dingin, hangatkan bayi dengan melakukan
kontak kulit ke kulit
Minta ibu atau orang yang menungguinya untuk mengawasi bayi dan
mengingatkan anda jika:
Kaki teraba dingin
Kesulitan bernapas: merintih, napas cepat atau lambat, retraksi dinding dada
bawah
- Terjadi perdarahan
Jika kaki teraba dingin, hangatkan BBL dengan kontak kulit ke kulit:
Sebelum menghangatkan kembali, lepaskan pakaian bayi yang dingin
Tempatkan BBL kulit ke kulit pada dada ibu
Selimuti bayi pada dada ibu dengan pakaian ibu dan selimut tambahan
yang sudah dihangatkan terlebih dahulu
Pantau suhu bayi setiap jam sampai normal
a Bayi tetap bersama dengan ibu sampai suhu tubuh bayi normal
Jika bayi kecil, anjurkan ibu melakukan kontak kulit ke kulit selama
mungkin. Siang malam
Pastikan suhu ruangan dimana dilakukan perghangatai setidaknva 25C
Bila suhu bayi tidak 36,5C atau lebih dalam 2 jam penghangatan. nilai
bayi kembali
Jika dibutuhkan rujukan, teruskan bayi tetap dalam posisi kontak kuiit ke
kulit dengan ibu atau orang lain yang menunggu by
Jika perdarahan pusat, periksa
apdkah ikatan tali r;usat longgar dan ikatlah kemba!i
Jika acla perdarahan lain, nilai bayi segera
Jika terjadi kesulitan bernapas atau ibu menyatakan adanya abnormalitas,
eriksa ba i
Dukung ASI eksklusif, siang malarn Jika ibu mengalami
kesulitan dalam pemberian ASI, lakukan penilaian pemberian ASI dan bantu ibu
memposisikan dan melekatkan bayi dengan benar
Minta ibu memberitahukan anda bila mengalami kesulitan memberikan
ASI
Periksa pemberian ASI pada semua bayi sebelum emmulangkan Jangan
memulangkan bayi jika bayi belum
Lisa minum dengan baik
Ajarkan ibu untuk merawat bayi: lika ibu tidak dapat merawat
bayinya, bantu ibu merawat bayinya atau ajarkan cara merawat bayi kepada yang
menunggunya
- Menjaga bayi tetap hangat Cuc: tangan sebelum dan setelah
memegang bayi
- Merawat tali pusat
- Memastikan kebersihan
langan paparkan bayi dibawah sinar matahari langsung
Jangan meletakar bayi di2atas permukaan dingin
Jangan memandikan bayi sebelum 6 jam
Berikan obat scsuai resep menurut jaciwal an: telah ditentukan
Periksa setiap bayi sebelum merencanakan
ibu dan bay: pulang jangan perbolehkan
ulang sebelum bayi berumur 24 jam
Sumber: Depkes, 2008:138
Konseling keluarga untuk perawatan bay: baru lahir di rumah:
a. Ajarkan pada ibu atau yang menunggu bayi tentang tanda bahava
b. Jelaskan pada ibu tanda-tanda bayi cukup ASI bila:
1) Bayi terlihat peas
2) Penurunan berat badan tidak lebih dari 10% berat badan lahir minggu pertama
3) Berat badan naik paling 160 rm pada minggu-minggu berikutnya atau minimal
300 gram pada buian pertama
4) Bayi buang air kecil miniLnal 6i sehary
5) Kotoran bayi berubah dari warna gelae ke warna_csklat terang atau kunin
setelah hari ke-3
c. Menjaga kehangatan bayi diruniah:
1) Jelaskan pada ibu bahwa bayi memerlukan tambahan satu lapis kain dibanding
dengan keperluan anak yang lebih besar atu orang dewasa.
2) Mejaga ruangan atau bagian ruangan tetap hangat, terutama pada cuaca dingin.
3) Kenakan pakaian atau selimut bayi sepanjang hari.
4) Pada ma'am hari, tidurkan aiau tempatkan bayi dekat ibu sehingga mudah
dijangkau untuk disusukan atau 1:ecukupan asupan ASI.
-Tanda bahaya pada bayi baru lahir:
a. Tidak dapat menyusu
b. Kejang
c. iviengantuk atau tidak sadar
d. Napas cepat (>60x/menit)
e. Merintih
1. Retraksi dinding dada bawah
g. Sianosis sentral
Penanganan bayi selama dalarn perjalanan ke tempat rujukan:
a. Menjaga bayi tetap hangat dengan melakukan kontak kulit bayi ke kulit ibu atau
or:Ing
b. Selirnuti bayi dengan selimut dan kenakan topi pada kepala bayi
c. Lindungi bayi dari sinar matahari langsung
d. Mendorong ibu menyusui selama perjalanan
e. Jika bayi tidak mau menyusu dan perjalanan memakan wakiu lebill dari 3 jam,
mintalah ibu untuk memeras ASI dan mernberikannya ke bayi dengan cangkir.
E. Resusitasi
1. Persiapan resusitasi:
a. Persipan keluarga
h. Persiapan tempat resusitasi
c. Persiapan ala, resusitasi
1) Kain ke-1: untuk mengeringkan bayi
2) Kain ke-2: untuk menyelimuti bayi
3) Kain ke-3: untuk ganjal bahu
4) Alat penghisap !ender DeLee atau bola karet
5) Tabung dan sungkup/Baton dan sungkup
6) Kota!: alat resusitasi
7) Sarong tangan
8) jam atau pencatat waktu
d. Persiapan diri
Memutuskan apakah bayi perlu diresusitasi yang dinilai adalah: Bila bayi belum
lahir:
Apakah kehamilan cukup bulan
Sebelum bayi lahir, sesudah ketuban pecah
Apakah air ketuban jernih, tidak bercampur mekonium (warna kehijauan)?
Setelah bayi lahir:
Napas bayi atau tangisan bayi
Tonus otot 2. Tindakan resusitasi Penilaian awal
Bersih dari mekonium?
Bernafas atau menangis?
Tonus otot baik?
Cukup bulan?
Nilai skor APGAR tidak digunakan sebagai dasar keputusan untuk tindakan
resusitasi, tetapi skor APGAR digunakan untuk menilai kemajuan kondisi BBL
pada saat 1 menit dan 5 menit setelah kelahiran.
Tabel 8. 2: Pengkajian nilai Apgar
Tanda Nilai
0
A= Aperance (warna kulit) Biru sampai Tubuh merah, Tubuh merah
pucat tungkai biru seluruhnya
P= Pulse Tida ada <1 00x/menit >100 x / mnit
(denyut nadi)
G= Grimace ( Refleks) Tida ada Meringis Menangis
A= Activity ttonus otot) Lumpuh Sedikit fleksi Kuat
eKstermitas
R= Respiration (usaha bernafas) Tida ada Lemah Menangis
Sumber: Chapmann, 2003
Langkah awal (6 langkah):
Jaga kehangatan
Atur posisi
Isap lendir
Keringkan dan rangsangan taktil
Atur kembali posisi
Nilai
Ventilasi
Adalah tahapan tindakan resusitasi untuk memasukan sejumlah volume udara
kedalam paru dengan tekanan positif untuk membuka alveoli paru agar bayi bisa
bernafas sepontan
Langkah-la,igkah
1. Pasang sungkup
2. Ventilasi 2 kali (tekanan 30 cm air, amati gerakan dada bayi)
3. Bila dada bayi mengembang, lakukan Ventilasi 20 kali dengan tekanan 20 cm
air dalam 30 detik
4. Lakukan penilaian apakah bayi menangis atau bernapas spontan dan teratur?
5. Ulangi ventilasi sebanyak 20 x selama 3C detik.
6. Perhatikan apakah bayi mengis atau bernapas spontan dan teratur?
7. Siapakan rujukan bila bayi belum bernafas normal ::elama 2 merit.
8. Ventilasi dihentikan setelah 10 merit (bila tidak berhasik
Resusitasi berhasi! bila pernapasan bayi teratur, warna kulit kembali normal yang
keroudian diikuti dengan perbaikar tonus otot atau bergerak aktif. Lanjutkan
dengan asuhan berikutnya.
Konseling
)elaskan pada ibu dan ke!uarganya tentang basil resusitasi yang telah
dilakukannya. Jawab setiap oertanyaan yang diajukan
2. Ajai-kan ibu cara menilai pernapasan dan mehjaga kehangatan tubuh bayi. Bi:a
ditemukan kelainan, segera hubungi penolong.
3. Anjurkan ibu segera meinbej ASI kepada 1)ayinya. dengan gangguan
pernapasar perlu banyak energi. Pembenan ASI segera, dapat memasok energi
yang dibutuhkan.
4. Anjurkan ibu menjaga kehangatan tubuh bayi (asuhan dengan metode
kangguru)
5. Jelaskan pada ibu dan keluarganya untuk mengenali tanda-tanda bahaya bayi
baru lahir dan bagaimana memperoleh pertolongan segera bila terlihat tanda-tanda
tersebut pada bayi.
Lakukan asuhan bayi baru lahir normal termasuk:
1. Anjurkan ibu menyusukan sambil membelai bayinya
2. Berikan vitamin K, antibiotic salep mata, imunisasi hepatitis B
Lakukan pemantuan seksama terhadap bayi pasca resusitasi selama 2 jam
pertama:
1. Perhatikan tanda-tanda kesulitan pada bayi:
a. Tarikan interkostal, napas megap-megap, frekuensi napas < 30 x / > 60 x per
men it
b. Bayi kebiruan atau pucat
c. Bayi lemas
2. Pantau juga bayi yang tampak icat walaupun tampak bernapas normal
Rujuk bayi bila ada tanda (setelah resusitasi):
1. Frekuensi nafas <30x/>60x/menit
2. Ada tarikan dinding dada
3. Merintih (bising napas ekspirasi) atau megap-megap (bising napas inspirasi)
4. Tubuh pucat/kebiruan
5. Bayi lemas
J;ka rujuk catat:
1. Nama ibu, alamat, tanggal dan waktu bayi lahir
2. Kondisi bayi:
a. Gawat janin sebelumnya
b. Air ketuban mekonium
c. Tangisan bayi
d. Waktu memulai resusitasi
e. Langkah resusitasi yang dilakukan
f. Hasil resusitasi
F. Bounding Attacrnent
1. Pengertian
Bounding adalah suatu langkah untuk mengungkapkan perasaan areksi (kasih
sayang) oleh ibu kepada bayinya segera setelah lahir sedangkan attachment adalah
interaksi antara ibu dan bayi secara spesifik sepanjang waktu.
Bounding attachment adalah kontak dini secara Iangsung antara ibu dan bayi
setelah proses persalinan, dimulai pada kala III sampai dengan postpartum.
2. Prakondisi yang mempcngaruhi ikatan, yaitu:
a. Kesehatan emosional orang tua.
b. Sistem dukungan social yang meliputi pasangan hidup, teman dan keluarga.
c. Suatu tingkat keterampilan alam berkomunikasi dan dalani memberi asuhan
yang kompeten.
d. Kedekatan orang tua dengan bayi.
e. Kecocokan orang tua-bayi (termasuk keadaan, temperamen, dan j2nis kelamin).
3. Tahap-tahap bounding attachment:
a. Perkenalan (acquaintance), dengan melakukan kontak maLa, menyentuh,
berbicara, dam mengeksplorasi segera setelah mengenal bayinya.
b. Bounding (keterikatan).
c. Attachment, perasaan kasih sayang yang mengikat individu dengan indivudu
lain.
4. Elemen-elemen bounding attachment meliputi:
a. Sentuhan
Sentuhan, atau indera peraba, d'pakai seara ekstensif oleh orang tua dan pengasuh
lain sebagai suatu sarana untuk mengenali bayi baru lahir dengan
cara mengeksplorasi tubuh bayi dengan ujung jarinya. telah
menemukan suatu pola sentuhan yang hampir sama yakrii pengasuh memulai
eksplorasi jari tangan ke bagian kepala dan tungkai kaki. Tidak lama kemudian
pengasuh memakai telapak tangannya uiltuk mengelus badan bayi dan akhirnya
memeluk dengan tangannya. Gerakan ini dipakai
menenangkan bayi.
b. Kontak mata
Ketika bayi baru lahir mampu secara fungsional mempertahankan kontak mata,
orang tua dan bayi akan menggunakan lebih banyak waktu untuk sating
memandang. Beberapa ibu mengatakan, dengan melakukan kontak mata mereka
merasa lebih dekat dengan bayinya.
c. Suara
Saling mendengar dan merespon suara antara orang tua dan bayinya juga }
Denting. Orang tua menunggu tangisan pc,stama bayinya dengan tegang.
Sedangkan bayi akan menjadi tenang dan berpaling kearah orang tua mereka saat
orang tua mereka berbicara dengan sua, a bernac!a tinggi.
d. Aroma
Perilaku lain yang terjalin antara orang tua dan bay; ialah respon terhadap
aroma/bau masing-masing. Ibu mengetahui setiap anak memiliki aroma yang
unik. Sedangkan bayi helajar dengan cepat untuk memoedakan aroma susu
ibunya.
e. Entraiment
Bayi baru lahir bergerak-gerak sesuai dengan struktur pembicaraan orang
dewasa. tviereka menggoyang tangan, mengangkat kepada, menendang-
nendangkan kaki, seperti sedang berdansa mengikuti nada suara orang tuanya.
Entrainment terjadi saat anak mula berbicara. Irama ini berfungsi memberi umpan
batik positif kepada orang tua dan menegakkan suatu pola komunikasi efektif
yang positif.
f. Bioritme
Anak yang belum lahir atau baru lahir dapat dikatakan senada dengan fitrne
alamiah ibunya. Untuk itu, salah satu tugas bayi baru lahir ialah membentuk
ritme personal (bioritme). Orang tua dapat membantu proses ini dengan memberi
kasih sayang yang konsisten dan dengan memanfaatkan waktu saat bayi
mengembangkan prilaku yang responsive. Hal ini dapat meningkatkan interaksi
social dan kesempatan bayi untuk belajar.
g. Kontak &ni
Saat ini, tidak ada bukti-bukti alamiah yang menunjukkan bahwa kontak dini
setelah lahir merupakan hal yang penling hubungan orang tua-anak. Namun
menurut Klaus, Kennel, ada beberapa keuntungan fisiologis yang dapat diperoleh
dari kontak dini:
1) Kadar oksitosin dan prolaktin meningkat
2) Reflek menghisap dilakukan din:
3) Pembentuk kekebalan aktif dimulai
4) Mempercepat proses ikatan antara orang tua dan anak
5) Body warm (kehangatan tubuh)
6) Waktu pemberian kasih sayang
7) Stimulasi hormonal
5. Prinsip-prinsip dan upaya meningkatkan bounding attachment
a. Menit pertama jam pertama.
b. Sentuhan orang tua pertama kali.
c. Adanya ikatan yang balk dan sistematis.
d. Terlibat proses persalinan.
e. Persiapan PNC sebelumnya.
f. Adaptasi
g. Kontak sedini mungkin sehingga dapat membantu dalam memberi kehangatan
pada bayi, menurunkan rasa sakit ibu, serta memberi rasa nyaman.
h. Fasilitas untuk kontak lebih lama.
i. Penekanan pada hal-hal positif.
j. Perawat meternitas khusus (bidan).
k. Libatkan anggota keluarga lainnya.
I. Infermasi bertahap mengenai bounding attachment.
6. Dampak posiiif bounding attachment
a Bayi merasa dicintai, diperhatikan, mempercayai, menumbuhkan sikap sosial
b Bayi merasa aman, berani rnengadakan eksplorasi.
c Hambatan bounding attachment.
d Kurang Support sistein.
e Ibu dengan risiko.
f Bayi dengan risiko.
g Kehadiaran bayi yang tidak
G. Inisiasi Menyusu Dini
1. Pengertian
inisiasi Menyusu Dini adalah proses membiarkar bayi menyusu sendiri segera
setelah !ahiran. Hal ini rnervpa-kan kodrat dan anugrah dari Tuhan yang sudah
disusun untuk kita. Melakukannya juga tidak sulit, hanya membutuhkan waktu
sekitar saw hingga dua jam.
Inisiasi Mcnyusu Dini atau disingkat sebagai IMD merupakan program yang
sedang gencar dianjurkan pemerintah. Menyusu dan bukan menyusui merupakan
gambaran bahwa IMD bukan program ibu menyusu; bayi tetapi bayi yang harus
aktif menemukan sendiri putting susu ibu. Program ini dilakukan dengan cara
Iangsung meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi
ini merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusti IMD hams
dilakukan Iangsung saat lahir, tanpa
menimbang atau mengukur bayi. Bayi juga tidak
ditunda dengan kegiatan beleh dibersihkan, hanya
dikeringkan kecuali tangannya. Proses ini harus ber:angsung skin to skin antara
bayi dan ibu.
Para peneliti dari inggris dibawah pimpinan Dr. Karen Edmond melakukan
pene:itian di Ghana terhadap hanpir 11.000 bayi dipublikasikan di Pediatrick (30
maret 2006). Judul penelitiannya "Mrnunda Permulaan IMD Meningkatkan
Kematian Bayi". Berikut hasil peneiitiannya:
a. Penelitian di Ghana melibatkan 10.947 bayi yang lahir antara juli 2003 sampai
juni 2004.
b. Jika bayi di!Deri kese:-npatan menyusu dalarn satu jam pertama dengan
dibiarkan kontak kulit ke ibu (setidaknya selama satu jam) maka 22 % nyawa bayi
dibawah 28 hari dapat diselamatkan.
c. Jika mu!ai mneyusu pertama, saat bayi berada diatas dua jam dan dibawah 24
jam periama, tinggal 16% nyawa bayi dibawah 28 hari dapat diselamatkan (Roesli
U., 2008: 5).
Berikut info.-masi tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang dapat mendorong
Anda untuk melakukan IMD sesaat setelah bayi Anda dilahirkan:
a Percayalah bayi dapat melakukar. ini sendiri. Sebenarnya, ada
kodrat alami
seorang bay' untuk menyusu dari ibu bahkar. saat dia baru Iahir. Jadi Anda tidak
perlu terlalu mengkuatirkan bayi Anda.
Ini merupakan tahap awal yang sangat oaik bila Anda ingin membeiikan ASI
eksklusif pada 6 btflan pertama. Bayi akan menyukai ASI dan ;Liu tidak akan
kekurangan untuk memberikannya. IMD juga mengurangi rasa nyeri saat harus
menyusui.
b Jangan kuatir bayi Anda kedinginan karena tanpa pakaian apapun harus
dibiarkan selama kurang lebih 1 jam untuk mencari puting susu ibu. Karena
kulit ibu dapat menghangatkan bayi secara sempurna. 3ila bayi merasa
kedinginan, suhu tubuh ibu akan meningkat 2 derajat Celcius, sedangkan bila bayi
kepanasan, kulit ibu akan menyesuaikan dengan menurunkan suhu sebanyak 1
derajat Celcius.
1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat meningkatkan kekebalan tubuh bar
sehingga mengurangi tingkat kematian bayi yang baru lahir.
2. Gerakan bayi yang merangkak mencari puting susu dapat menekan rahim dan
mengeluarkan hormon yang membantu menghentikan pendarahan ibu.
3. Bila bayi dalam melakukan IMD menangis, jangan cepat-cepat anda menyerah
untuk memberikan ASI. Bayi menangis belum tentu karena merasa lapar.. Biarkan
bayi anda menemukan susu sendiri.
4. Bila persaiinan harus melalui proses Cesar, and dapat tetap melaku-kan Inisiasi
Menyusu Dini (IMD) walaupun kemungkinan berhasilnya sekitar 50% daripada
persalinan normal.
c IMD membantu meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak.
2. Proses Inisiasi Menyusu Dini:
a Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi !angsung diletakan dt
dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit bertemu kulit.
Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 deraiat iebih tinggi. Namun jika
si bay; itu kedinginan, ctomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si
bayi kepanasan, suhu badan ibu akan warn 1 derajat. Jadi Tuhati sudah mengatur
hahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya.
Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selanta 20-30
menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya
setelah trauma melahirkan.
b Setelah si bayi merasa Iebih tenang, maka secara otomatis kaki si bayi akan
mulai bergerak-getak seperti hendak merangkak. Ternyata gerakan ini pun
bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan
menginjak-irjak perut ibunya di atas rahim. Gerakan int bert'ijuan untuk
rnenghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung dari si bayi.
c Setelah melakukan gerakan kaki tersebut, bayi akan melanjutkan dengan
mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban.
Dan juga ternyata wilayah sekitar puting si ibu itu juga memiliki bau yang sama,
jadi dengan mencium bau tangannya, si bayi membantu
untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak
mendekati puting ibu. Ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan
menjilat-jilat dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi untuk membersihkan
dada,si ibu dari bakteri-bakteri jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan
dillbah menjadi bakteri yang balk dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga
tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tahu seberapa banyak dia harus
membersihkan dada si ibu.
d Setelah itu, si bayi akan mulai meremas-remas puting susu si ibu, yang
bertujuan untuk kegiatan ini juga tergantung dari si bayi itu.
e Terakhir baru mulailah si bayi itu menyusu.
3. Manfaat Inisiasi Menyosu Dini
a. Untuk bayi
1) Mempertahankan suhu bayi tetap hangat.
2) Menenangkan ibu dan bayi serta meregulasi pernapasan dan detak jantung.
3) Kolonisasi bakterial di kulit dan usus bayi dengan bakteri hadan ibu yang
normal.
4) Mengurangi bayi memangis sehingga mengurangi stres dan tenaga yar.g
dipakai bayi.
5) Memungkinkan bayi untuk menemukan sendiri payudara lbu untuk mulai
menyusu.
6) tviengatur tingkat kadar gula dalam darah, clan biokimia lain dalam tubuh bayi.
7) Mempercepat keluarnya meconium (kotoran bayi berwarna h;jau agak
kehitairan yang pertama keluar dari bayi karena ineminum air ketuban).
8) Bayi akan terlatih motoriknya saat menyusu, sehingga mengurangi kesulitan
menyusu.
9) Membantu perkembangan persyarafan bayi (nervous system).
10) Mernperoleh kolostrum yang sangat bermanfaat bagi sistern kekebalan bayi.
11) Mencegah terlewatnya puncak 'refleks mengisap' pada bayi yang terjadi 20-30
menit sc..,telah lahir. Jika bayi tidak disusui, refleks akan berkurang cepat, dan
hanya akar i muncul kembali dalam kadar s2.cukupnya kernudian.
b. Untuk ibu
1) Meningkatkan hubungan khusus ibu dan bayi.
2) Merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi risiko perda-
rahan sesudah melahirkan.
3) Memperhesar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan
menyusui selama masa bayi.
4) Mengurangi stress Ibu setelah melahirkan.
4. Manfaat Kontak Kulit Bayi ke Kulit Ibu
a. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kulit ibu akan menyesuaikan
suhunya dengan kebutuhan bayi. Kehangatan saat menyusu menurunkan risiko
kematian karena hypothermia (kedinginan).
b. Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak
jantung bayi lebih stabil. Dengan demikian, bayi akan lebih jarang rewel sehingga
mengurangi per iakaian energi.
c. Bayi memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) yang ada antinya di ASI
ibu. Bakteri baik ini akan meinbuat kolor.i di usus ciao kulit bayi untuk menyaingi
bakteri yang lebih gangs dari lingkungan.
d. Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan herharga yang kaya akar
antibodi (zat kekebalan tubuh) dan Tat penting lainnya yang penting untuk
pertumbuhan usus. Usus bayi ket:ka di:ahirkan masih sangat muda, tidak siap
untuk mengolah asupan makanan.
e. AS! yang pertama (colostrum) mengandung beberapa Antihodi yang dapat
mencegah infeksi pada bayi, sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi.
f. Bay' memperoleh ASI (makanan awal) yang tidak mengganggu pertumbuhan,
fungsi usus, dan alergi. Makanan lain selain ASI mengandung protein yang 'oukan
protein manusia (rnisainya susu hewan), yang tidak dapat dicarna dengan balk
oleh usus bayi.
g. Bayi yang diberikan mulai menyusu dini akan lebih berhasil menyusu ASI
eksklusif dari mempertahankan menyusu setelah 6 bulan.
h. Sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan
merangsang keluarnya cksitosin penting karena.
1) Menyebabkan rahim berkontraksi membantu mcngeluarkan plasenta dan
mengurangi perdarahan ibu.
2) Mcrangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan
mencintai !Davi, !c13:11 kuat :-nenahan sakit/nycri (karena hormon
meningkatkan ambang nyeri), dan timbul rasa sukacita/ bahagia.
3) Merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI matang (yang
berwarna putih) dapat lebih cepat keluar.
5. Inisiasi Menyusu Din: Pada Partus Spontan
a. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu dikamar bersalin.
b. Dalam menolong ibu melahirkan disarankan untuk mengurangi / tidak
menggunakan obat kimiawi
c. Bayi lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya;
tanpa menghilangkan vernik mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
d. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di tengkurapkan di dadaperut ibu
dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu.
Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi
e. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari
puting sendiri.
f. Ibu didukung dan dibantil niengenali perilaku bayi sebelum menyusu.
g. Biarkan kulit kedua bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak satu
jam; bila menyusu awal terjac;i sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu bayi
bersentuhan sampai setidaknya 1 jam.
h. Bila dalan-, 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan menclekatkan
bayi ke puting tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. beri waktu kulit
melekat pada kulit 30 menit atau 1 jam lagi.
i. Setelah setidaknya melekat ibu dan kulit bayi setidaknya 1 jam atau
selesai menyusu awa!, bayi baru dipisahkan uniuk ditimbang, diukur, dicap, diberi
vii K.
J. Rawat gabung bayi: Ibu hay; dirawat dalam satu kamar, daiam
jangkauan ibu selama 24 jam.
k. Berikan ASI saja tanpa minuman atau roakaran lain kecual: atas indikasi medis.
Tidak dibcri dot atau empeng.
6. Inisiasi Menyusu Diiii Pada Operasi Caesar
a Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu dikamar operasi atau dikamar
pemulihan.
b Begitu lahir diletakkan di meja resusitasi urtuk dinilai, dikeringkan secepatnya
terutama kepala tanpa menghilangkan vernik kecuali taragz.lnnya. Dibersihkan
mulut dan hidung bayi, talipusat diikat.
c Kalau bayi tak perlu diresusitasi; bayi dibedong, dibm/va ke ibti. Diperiihatkan
kelaminnya pada ibu kemudian mencium ibu.
d Tengkurapkan bayi didada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Kaki
bayi agak sedikit serong/melintang menghindari sayatan operasi. Bayi dan ibu
diselimuti. Bayi diberi topi.
e Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting.
Biarkan bayi mencari puting sendiri.
f Biarkan kulit Bayi bersentuhan dengan kulit ibu paling tidak
selama satu
jam, bila menyusu awal selesai sebelum 1 jam; tetap kontak kulit ibu-bayi selama
setidaknya 1 jam.
g Bila bayi menunjukan kesiapan untuk minum, bantu ibu dengan mendekatkan
bayi ke puting tapi tidak memasukkan puting ke mulut bayi. bila dalam 1 jam
belum bisa menemukan puting ibu, beri tambahan waktu melekat pada dada ibu,
30 menit atau 1 jam lagi.
h Bila operasi telah selesai, ibu dapat dibersihkan dengan bayi tetap melekat
didadanya dan dipeluk eras oleh ibu. Kemudian ibu dipindah-kan
dari meja operasi kP ruang pulih (RR) dengan bayi tetap didadanya.
i Bila ayah tidak dapat menyertai ibu di kamar operasi, diusjlkan
untuk
mendampingi ibu dan mendoakan anaknya saat di kamar pulih.
Rawat gabung: Ibu bayi dirawat dalam satu kamar, bayi dalam jangkauan ibu
selama 24 jam. Berikan ASI raja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas
indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.
7. lnisiasi Menyusu Dini pada Gemelli
a. Dianjurkan suami atau ke!uarga mendampingi ibu dikamar bersalin.
b. Bayi pertama lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali
tangannya; tanpa menghilangkan verniks. Mulut dan hidung bayi dibersihkan,
talipusat diikat.
c. Bila bayi tidak memerlukan resusitas:. Bayi di tengkurapkan di dada-perut ibu
dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu.
Kaduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
d. Anjurkan ibu menyentuh bayi unitik merangsang bayi. Biarkan bayi mencari
puting sendiri.
e. Bila ibu merasa akan melahirkan bayi kedua, berikan bayi pertama pada
ayah. Ayah memeluk bayi dengan kulit bav melekat pada ayah. seperti
pada perawatan metoda kanguru. Keduanya ditutupi baju ayah.
f. Bayi kedua lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali
tangannya; tanpa menghilangkan vernik. Mulut dan hidung bayi dibersihkan,
talipusat diikat.
g. Bila bayi kedua tidak memerlukan resu:itasi, bayi kedua ditengkurapkara di
dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Letakkan kembali bayi
pertama didada ibu berdampingan dengan saudaranya, Ibu dan kedua bayinya
diselimuti. Bayi bayi dapat diberi topi.
h. Biarkan kulit kedua bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak satu
jam; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu bayi
bersentuhan sampai setidaknya 1 jam.
i. Bila dalam 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan
mendekatkan bayi ke puting tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. Beri
waktu 30 menit atau 1 jamlagi kulit melekat pada kulit
Rawat gabung bayi: Ibu bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu
selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas
indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.
8. Penghambat Inisiasi Menyusu Dini
Berikut ini beberapa yang menghambat terjadinya kontak kulit ibu dengan bayi:
a. Bayi l:ecliri inn
Berdasarkan hasil penelitian Dr. Niels Bregman (2005), ditemukan bahyra suhu
dada ibu yang melahirkan menjadi 1C lebih panas daripada suhu dada ibu yang
tidak melahirkan. Jika bayi yang diletakan di dada ibu kepanasan, suhu dada akan
tururn 1C. Jika bayi kedingir.an, suhu dada ibu akan naik 2C untuk
menghangatkan bayi.
;3. Ibu ter lalu lemah untuk segera me~~yusui ba ini
Seorang ibu jarang terlaiu lemah untuk memeluk bayinya segera setelah la'nir.
Keluarnya oksitosin saat kontak kulit ke kulit serta bayi menyusu dini membantu
menenangkan ibu.
c. Tenaga kesenatan kurarg_w.rseclia.
Saat bayi di dada ibu, penolong persalinan dapat melanjutkan tugasnya. Bayi
dapat menernukan sendiri payudara ibu.
d. Kamar bersalin atau kamar omasisibuk
Dengan bayi di dada ibu bayi dapat dipindahkan ke ruang pulih atau kamar
perawatan. Beri kesempatan pada bayi untuk menerus!<an usahanya mencapai
payudara sendiri.
e. Ibu harus dija'nit
Kcgiatan merargkak mencari payudara terjadi di area payudara. Yang dijahit
bagian bawah ibu.
f. Suntikan Vitamin K dan tetes mata untuk mencegah gonore harus segera di
erikan :;etelah ahir
Menurut American College of Obstetrics and Gynecology dan Academy
Breasfeeding Medicine (2007), tindakan pencegahan ini dapat ditunda setidaknya
selama satu jam sampai bayi menyusu sendiri tanpa membahayakan bayi.
g. Bayi harus dibersihkan, dimandikan dik d n clitirg
Menuna meman an payi berarti menghindarkan hilangnya pangs badan bayi.
Selain itu, selain itu kesempatan verniks meresap, melunakan, dan melindungi
kulit bayi Iebih besar. Penimbangan dan pengukuran dapat ditunda sampai
menyusu awal.
h. Bayi kuranasiaga
Justru pada 1-2 jam pertama k2lahirannya, bayi sangat siaga. Setelah itu bayi tidur
dalam waktu yang lama.
i. Kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum kurang memadai Kolostrum
cukup dijadikan makanan pertama bayi baru lahir. Bayi dilahirkan dengan
membawa bekal air gula yang dipakai saat itu.
j. Kolostrum tidak baik bahkan berbahaya pada bayi.
Kolostrum sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Selain sebagai
imunisasi pertama dan mengurangi kuning pada bayi baru lahir, kolostrum
melindungi dan mematangkan dinding usus yang masih muda.
(Roesli U., 2008:28)
H. Penutup
Asuhan pada bayi segera setelah iahir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari asuhan persalinan. Serra sete:ah bayi lahir, bayi harus mendapatkan
perawatan yang tepat karena banyak terjadi perubahan yang fisiologis untuk
heradaptasi dengan kehidupar, !uar ute, us. Oleh kareria itu bidan harus
meiakukan perawatan pada bayi mulai lahir sarnpai 6 minggu, sampai bayi
dipastikan dapat hidup dengan sendirinya. Keteramoilan bidan yang hams dikuasi
dalam penata:aksanaan ba i baru lahir meii uti:
1. Perawatan tali pusat
2. Pemberian ASI awai
3. Menjaga agar bayi tetap hangat
4. Pencegahar, infeksi
5. Pemberian Vitamin K
6. Imunisasi
7. Pemeriksaan fisq( bayi
4:S101,1 KASAJS 8
Ny. A Melahirkan bayi perempuan pukul 09.30 W1B di BPS Ny. T. Selama kala II
bidan T memimpin persalinan dengan benar, dan melakukan management aktif
kala III. Kala II dan III tidak terdapat masalah meskipun Ny. A sedikitlelah.
1. Ap3 tugas pertama Bidan T terhadap bayi setelah bayi lahir?
2. Jika setelah lahir bayi Ny. A tidak bernafas spontan, apa yang harus dilakukan
bidan T?
3 Jika Bayi. Ny. A setelah lahir segera menangis tali pusat sudah dipotong,
apa
yang akan dilakukan bidan T selanjutnya sebagai bentuk asuhan sayang bayi?
Sebutkan upaya melakuka:, pencegahan infeksi
PROF. DR. JIMLY ASSHIDDIQIE, S.H.
PENGANTAR
11 t 1111111
TATA NE GARA
A. Partai Politik
1. Partai dan Pelembagaan Demokrasi
Partai politik mempunyai posisi (status) dan peranan (role) yang sangat penting
dalam setiap sistem demokrasi. Partai men-lainkan peran penghubung yang sangat
strategis antara proses-proses pemerintahan dengan warga negara. Bahkan,
banyak yang belpendapat bahwa partai politiklah yang sebetulnya menentukan
demokrasi, seperti dikatakan oleh Schattscheider (1942), "Political parties created
democracy". Oleh karena itu, partai politik merupakan pilar yang sangat penting
untuk diperkuat derajat pelembagaannya (the degree of institutionalization) dalam
setiap sistem politik yang dernokratis. Bahkan, oleh Schattscheider dikatakan
pula, "Modern democracy is unthinkable save in terms of the parties."'
Namun demikian, banyak juga pandangan kritis dan bahkan skeptis terhadap
partai politik. Pandangan yang paling serius di
an6iatiYa Menyatakan bahvva partai politik itu sebenarnya tidak lebih trr,
claiipada kendaraaii politik bagi sekelompok elit yang berkuasa atau
;t1.)1)1901,1
berniat memuaskan "nafsu birahi" kekuasaannya sendiri. Partai politik hanyalah
berfungsi sebagai alat bagi segelintir orang yang kebetulan beruntung yang
berhasil memenangkan suara rakyat yang mudah dikelabui, untuk memaksakan
berlakunya kebijakan-kebijakan publik tertentu at the expense of the general will
atau kepentingan umum.
Dalam suatu negara demokrasi, kedudukan dan peranan setiap lembaga negara
haruslah sama-sama kuat dan bersifat saling mengendalikan dalam hubungan
checks and balances. Akan tetapi, jika lembaga-lembaga negara tersebut tidak
berfungsi dengan baik, kinerjanya tidak efektif, atau lemah wibawanya dalam
menjalankan fungsinya masing-masing, yang sering terjadi adalah partai-partai
politik yang rakus atau ekstrimlah yang merajalela menguasai dan mengendalikan
segala proses-proses penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan.
Oleh karena itu, sistem kepartaian yang baik sangat menentukan bekerjanya
sistem ketatanegaraan berdasarkan prinsip checks and balances dalam arti yang
luas. Sebaliknya, efektif bekerjanya fungsifungsi kelembagaan negara itu sesuai
prinsip checks and balances berdasarkan konstitusi juga sangat menentukan
kualitas sistem kepartaian dan mekanisme demokrasi yang dikembangkan di suatu
negara. Semua ini tentu berkaitan erat dengan dinamika pertumbuhan tradisi dan
kultur berpikir bebas dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi berpikir atau
kebebasan berpikir itu pada gilirannya memengaruhi tumbuh-berkembangnya
prinsip-prinsip kemerdekaan berserikat dan berkumpul dalam dinamika kehidupan
masyarakat demokratis yang bersangkutan.
Tentu saja, partai politik merupakan salah satu saja bentuk pelembagaan sebagai
wujud ekspresi ide-ide, pikiran-pikiran, pandangan, dan keyakinan bebas dalam
masyarakat demokratis. Di samping partai politik, bentuk ekspresi lainnya
terjelma juga dalam wujud kebebasan pers, kebebasan berkumpul, ataupun
kebebasan berserikat melalui organisasi-organisasi non-partai politik seperti
lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi-organisasi kemasyarakatan
(ormas), organisasi nonpemerintah (NGO), dan lain sebagainya.
Namun, dalam hubungannya dengan kegiatan bernegara, peranan partai politik
sebagai media dan wahana tentulah sangat menonjol. Di samping faktor-faktor
yang lain seperti pers yang bebas dan peranan kelas menengah yang tercerahkan,
dan sebagainya, peranan partai politik dapat dikatakan sangat: menentukan dalam
dinamika kegiatan bernegara. Partai politik betapapun juga sangat berperan dalam
proses dinamis perjuangan nilai dan kepentingan (values and interests) dari
konstituen yang diwakilinya untuk menentukan kebijakan dalam konteks kegiatan
bernegara. Partai politiklah yang bertindak sebagai perantara dalam proses-proses
pengambilan keputusan bernegara, yang menghubungkan antara warga negara
dengan institusi-institusi kenegaraan. Menurut Robert Michels dalam bukunya,
Political Parties, A Sociological Study of the Oligarchical Tendencies of Modern
Democracy, disebutkan bahwa "... organisasi merupakan satu-satunya saran
ekonomi atau politik untuk membentuk kemauan kolektif' .2
Kesempatan untuk berhasil dalam setiap perjuangan kepentingan sangat banyak
tergantung kepada tingkat kebersamaan dalam organisasi. Tingkat kebersamaan
itu terorganisasikan secara tertib dan teratur dalam pelaksanaan perjuangan
bersama di antara orangorang yang mempunyai kepentingan yang sama yang
menjadi anggota organisasi yang bersangkutan. Oleh karena itu, dapat dikatakan
bahwa berorganisasi itu merupakan prasyarat mutlak dan hakiki bagi setiap
perjuangan politik (organizational imperative). Dengan begitu, harus diakui pula
bahwa peranan organisasi partai politik sangat penting dalam rangka dinamika
pelembagaan demokrasi. Dengan adanya organisasi, perjuangan kepentingan
bersama menjadi kuat kedudukannya dalam menghadapi pihak lawan atau
saingan, karena kekuatan-kekuatan yang kecil dan terpecah-pecah dapat
dikonsolidasikan dalam satu front.
Proses pelembagaan demokrasi itu pada pokoknya sangat ditentukan oleh
pelembagaan organisasi partai politik sebagai bagian yang tak terpisahkan dari
sistem demokrasi itu sendiri. Oleh karena itu, menurut Yves Meny and Andrew
Knapp, "A democratic system without political parties or with a single party is
impossible or at any rate hard
Dalam hal ini, yang perlu dilihat adalah seberapa jauh organisasi kemasyarakatan
ataupun partai politik yang bersangkutan berhasil mengorganisasikan diri sebagai
instrumen untuk memobilisasi dukungan konstituennya. Dalam sistem demokrasi
dengan banyak partai politik, aneka ragam aspirasi dan kepentingan politik yang
saling berkompetisi dalam masyarakat memerlukan penyalurannya yang tepat
melalui pelembagaan partai politik. Semakin besar dukungan yang dapat
dimobilisasikan oleh dan disalurkan aspirasinya melalui suatu partai politik,
semakin besar pula potensi partai politik itu untuk disebut telah terlembagakan
secara tepat.
Untuk menjamin kemampuannya memobilisasi dan menyalurkan aspirasi
konstituen itu, struktur organisasi partai politik yang bersangkutan haruslah
disusun sedemikian rupa sehingga ragam kepentingan dalam masyarakat dapat
ditampung dan diakomodasikan seluas mungkin. Oleh karena itu, struktur internal
partai politik penting untuk disusun secara tepat. Di satu pihak, is harus sesuai
dengan kebutuhan untuk mobilisasi dukungan dan penyaluran aspirasi konstituen.
Di pihak lain, struktur organisasi partai politik juga harus disesuaikan dengan
format organisasi pemerintahan yang diidealkan menurut visi partai politik yang
dimintakan kepada konstituen untuk memberikan dukungan mereka. Semakin
cocok struktur internal organisasi partai itu dengan kebutuhan, makin tinggi pula
derajat pelembagaan organisasi yang bersangkutan.
2. Fungsi Partai Politik
Pada umumnya, para ilmuwan politik biasa menggambarkan adanya 4 empat
fungsi partai politik. Keempat fungsi partai politik itu menurut Miriam Budiardjo,
meliputi sarana:7 (i) komunikasi politik; (ii) sosialisasi politik (political
socialization); (iii) rekruitmen politik (political recruitment); dan (iv) pengatur
konflik (conflict management). Dalam istilah Yves Meny dan Andrew Knapp,
fungsi partai politik itu mencakup fungsi (i) mobilisasi dan integrasi; (ii) sarana
pembentukan pengaruh terhadap perilaku memilih (voting
patterns); (iii) sarana rekrutmen politik; dan (iv) sarana elaborasi pilihan-pilihan
kebijakan.8
Keempat fungsi tersebut sama-sama terkait satu dengan yang lainnya. Sebagai
sarana komunikasi politik, partai berperan sangat penting dalam upaya
mengartikulasikan kepentingan (interests articulation) atau political interests yang
terdapat atau kadang-kadang yang tersembunyi dalam masyarakat. Berbagai
kepentingan itu diserap sebaik-baiknya oleh partai politik menjadi ide-ide, visi,
dan kebijakankebijakan partai politik yang bersangkutan. Setelah itu, ide-ide dan
kebijakan atau aspirasi kebijakan itu diadvokasikan sehingga dapat diharapkan
memengaruhi atau bahkan menjadi materi kebijakan kenegaraan yang resmi.
Terkait dengan komunikasi politik itu, partai politik juga berperan penting dalam
melakukan sosialisasi politik (political socialization). Ide, visi, dan kebijakan
strategis yang menjadi pilihan partai politik dimasyarakatkan kepada konstituen
untuk mendapatkan feedback berupa dukungan dari masyarakat luas. Terkait
dengan sosialisasi politik ini, partai juga berperan sangat penting dalam rangka
pendidikan politik. Partailah yang menjadi struktur-antara atau intermediate
structure yang harus memainkan peran dalam membumikan cita-cita kenegaraan
dalam kesadaran kolektif masyarakat warga negara.
Misalnya, dalam rangka keperluan untuk memasyarakatkan kesadaran negara
berkonstitusi, partai dapat memainkan peran yang penting. Tentu, pentingnya
peran partai politik dalam hal ini, tidak boleh diartikan bahwa hanya partai politik
saja yang mempunyai tanggung jawab eksklusif untuk memasyarakatkan UUD.
Semua kalangan, dan bahkan para pemimpin politik yang duduk di dalam jabatan-
jabatan publik, khususnya pimpinan pemerintahan eksekutif, mempunyai
tanggung jawab yang sama untuk itu. Namun, yang hendak ditekankan di sini
adalah bahwa peranan partai politik dalam rangka pendidikan politik dan
sosialisasi politik itu sangatlah besar.
Fungsi ketiga partai politik adalah sarana rekrutmen politik (political recruitment).
Partai dibentuk memang dimaksudkan untuk
menjadi kendaraan yang sah untuk menyeleksi kader-kader pemimpin negara pada
jenjang-jenjang dan posisi-posisi tertentu. Kader-kader itu ada yang dipilih secara
langsung oleh rakyat, ada pula yang dipilih melalui cara yang tidak langsung,
seperti oleh Dewan Perwakilan Rakyat, ataupun melalui cara-cara yang tidak
langsung lainnya. Tentu tidak semua jabatan yang dapat diisi oleh peranan partai
politik sebagai sarana rekruitmen politik. Jabatan-jabatan profesional di bidang-
bidang kepegawainegerian dan lain-lain yang tidak bersifat politik (political
appointment), tidak boleh melibatkan peran partai politik. Partai hanya boleh
terlibat dalam pengisian jabatanjabatan yang bersifat politik sehingga memerlukan
pengangkatan pejabatnya melalui prosedur politik pula (political appointment).
Untuk menghindarkan terjadinya pencampuradukan, perlu dimengerti benar
perbedaan antara jabatan-jabatan yang bersifat politik itu dengan jabatan
jabatanyang bersifat teknis-administratifdan profesional. Di lingkungan
kementerian, hanya ada satu jabatan saja yang bersifat politik, yaitu menteri.
Sementara itu, para pembantu menteri di lingkungan instansi yang dipimpinnya
adalah pegawai negeri sipil yang tunduk kepada peraturan perundang-undangan
yang berlaku di bidang kepegawaian.
Jabatan dibedakan antara jabatan negara dan jabatan pegawai negeri. Pejabat yang
menduduki jabatan negara disebut sebagai pejabat negara. Seharusnya, supaya
sederhana, yang menduduki jabatan pegawai negeri disebut pejabat negeri. Dalam
jabatan negeri atau jabatan pegawai negeri, khususnya pegawai negeri sipil,
dikenal adanya dua jenis jabatan, yaitu jabatan struktural dan jabatan fungsional.
Jenjang jabatan itu masing-masing telah ditentukan dengan sangat jelas
hierarkinya dalam rangka penjenjangan karier. Misalnya, jenjang jabatan
struktural tersusun mulai dari eselon 5, 4, 3, 2, sampai ke eselon 1. Untuk jabatan
fungsional, jenjang jabatannya ditentukan berdasarkan sifat pekerjaan di masing-
masing unit kerja. Misalnya, untuk dosen di perguruan tinggi yang paling tinggi
adalah guru besar. Jenjang di bawahnya adalah guru besar madya, lektor kepala,
lektor kepala madya, lektor, lektor madya, lektor muda, asisten ahli, asisten ahli
madya, dan asisten. Di bidang-bidang lain, baik jenjang maupun nomenklatur
yang dipakai berbeda-beda tergantung bidang pekerjaannya.
Untuk pengisian jabatan atau rekruitmen pejabat negara/ kenegaraan, baik
langsung ataupun tidak langsung, partai politik dapat berperan. Dalam hal inilah,
fungsi partai politik dalam rangka rekrutmen politik (political recruitment)
dianggap penting. Sementara itu, untuk pengisian jabatan negeri seperti tersebut di
atas, partai sudah seharusnya dilarang untuk terlibat dan melibatkan diri.9
Fungsi keempat adalah pengatur dan pengelola konflik yang terjadi dalam
masyarakat (conflict management). Seperti sudah disebut di atas, nilai-nilai
(values) dan kepentingan-kepentingan (interests) yang tumbuh dalam kehidupan
masyarakat sangat beraneka ragam, rumit, dan cenderung saling bersaing dan
bertabrakan satu sama lain. Jika partai politiknya banyak, berbagai kepentingan
yang beraneka ragam itu dapat disalurkan melalui polarisasi partai-partai politik
yang menawarkan ideologi, program, dan altrernatif kebijakan yang berbeda-beda
satu sama lain.
Dengan perkataan lain, sebagai pengatur atau pengelola konflik (conflict
management), partai berperan sebagai sarana agregasi kepentingan (aggregation
of interests) yang menyalurkan ragam kepentingan yang berbeda-beda itu melalui
saluran kelembagaan politik partai. Oleh karena itu, dalam kategori Yves Meny
dan Andrew Knapp, fungsi pengelola konflik dapat dikaitkan dengan fungsi
integrasi partai politik. Partai mengagregasikan dan mengintegrasikan beragam
kepentingan itu dengan cara menyalurkannya dengan sebaik-baiknya untuk
memengaruhi kebijakan-kebijakan politik kenegaraan.1
3. Kelemahan Partai Politik
Adanya organisasi itu, tentu dapat dikatakan juga mengandung beberapa
kelemahan. Di antaranya ialah bahwa organisasi cenderung
bersifat oligarkis. Organisasi dan termasuk juga organisasi partai
politik, kadang-kadang bertindak dengan lantang untuk dan atas nama
kepentingan rakyat, tetapi dalam kenyataannya di lapangan
justru berjuang untuk kepentingan pengurusnya sendiri. Seperti dikemukakan oleh
Robert Michels sebagai suatu hukum besi yang
berlaku dalam organisasi bahwa:
"Organisasilah yang melahirkan dominasi si terpilih atas para pemilihnya, antara
si mandataris dengan si pemberi mandat dan antara si penerima kekuasaan dengan
sang pemberi. Siapa solo yang berbicara tentang organisasi, maka sebenarnya is
berbicara tentang oligarki"."
Untuk mengatasi berbagai potensi buruk partai politik seperti dikemukakan di
atas, diperlukan beberapa mekanisme penunjang. Pertama, mekanisme internal
yang menjamin demokratisasi melalui partisipasi anggota partai politik itu sendiri
dalam proses pengambilan keputusan. Pengaturan mengenai hal ini sangat penting
dirumuskan secara tertulis dalam anggaran dasar (constitution of the party) dan
anggaran rumah tangga partai politik bersangkutan yang ditradisikan dalam
rangka rule of law.
Di samping anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, sesuai tuntutan
perkembangan, perlu diperkenalkan pula sistem kode etika positif yang
dituangkan sebagai Code of Ethics yang dijamin tegaknya melalui dewan
kehormatan yang efektif. Dengan begitu, di dalam dinamika internal organisasi
partai, berlaku tiga dokumen sekaligus, yaitu Code of Law yang tertuang dalam
anggaran dasar (constitution of the political party), Code of Conduct (code of
organizational good conducts) yang tertuang dalam anggaran rumah tangga, dan
Code of Ethics dalam dokumen yang tersendiri.
Dengan demikian, norma hukum, norma moral, dan norma etika diharapkan dapat
berfungsi efektif membangun kultur internal setiap partai politik. Aturan-aturan
yang dituangkan di atas kertas, juga ditegakkan secara nyata dalam praktik
sehingga prinsip rule of law dan rule of ethics dapat sungguh-sungguh
diwujudkan mulai dari kalangan internal partai-partai politik sebagai sumber
kader
kepemimpinan negara. Di dalam ketiga kode normatif tersebut tersedia berbagai
prosedur kerja pengurus dan hubungannya dengan anggota, pengaturan mengenai
lembaga-lembaga internal, mekanisme hubungan lembaga-lembaga, serta
mekanisme penyelesaian konflik yang elegan dan dapat dijadikan pegangan
bersama. Dengan begitu, setiap perbedaan pendapat dapat disalurkan secara baik
dan konflik dapat diatasi agar tidak membawa kepada perpecahan yang tidak
demokratis dan biasanya kurang beradab (uncivilised conflict).
Kedua, mekanisme keterbukaan partai di mana warga masyarakat di luar partai
dapat ikut serta berpartisipasi dalam penentuan kebijakan yang hendak
diperjuangkan melalui dan oleh partai politik. Partai politik harus dijadikan dan
menjadi sarana perjuangan rakyat dalam turut menentukan bekerjanya sistem
kenegaraan sesuai aspirasi mereka. Oleh karena itu, pengurus hendaklah berfungsi
sebagai pelayan aspirasi dan kepentingan bagi konstituennya.
Untuk itu, diperlukan perubahan paradigma dalam cara memahami partai dan
kegiatan berpartai. Menjadi pengurus bukanlah segala-galanya. Namun, yang
lebih penting adalah menjadi wakil rakyat. Akan tetapi, jika yang menjadi faktor
sebagai penentu adalah terpilih tidaknya seseorang menjadi wakil rakyat, setiap
orang tentu akan berlomba-lomba menjadi pengurus dan bahkan untuk menjadi
pimpinan puncak partai politik. Akibatnya, menjadi pengurus dianggap keharusan
dan kelak dapat sekaligus menjadi wakil rakyat. Dua-duanya dirangkap sekaligus,
dan untuk seterusnya partai politik hanya akan berfungsi sebagai kendaraan bagi
individu para pengurusnya untuk terus mempertahankan posisi sebagai wakil
rakyat atau untuk meraih jabatan-jabatan publik lainnya.
Kepengurusan partai politik di masa depan memang sebaiknya diarahkan untuk
menjadi pengelola yang profesional yang terpisah dan dipisahkan dari para calon
wakil rakyat. Mungkin ada baiknya untuk dipikirkan bahwa kepengurusan partai
politik dibagi ke dalam tiga komponen, yaitu: (i) komponen kader wakil rakyat;
(ii) komponen kader pejabat eksekutif; dan (iii) komponen pengelola profesiOnal.
Ketiganya diatur dalam struktur yang terpisah, dan tidak boleh ada rangkap
jabatan dan pilihan jalur. Pola rekrutmen dan promosi diharuskan mengikuti jalur
yang sudah ditentukan dalam salah satu dari ketiga jalur tersebut.
Jika seseorang berminat menjadi anggota DPRD atau DPR, is diberi kesempatan
sejak awal untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Partai atau yang dapat
disebut dengan nama lain, yang disediakan tersendiri strukturnya dalam
kepengurusan Partai. Sementara itu, kader yang berminat duduk di lembaga
eksekutif tidak duduk di Dewan Perwakilan, melainkan duduk dalam Dewan
Kabinet atau yang disebut dengan nama lain. Di luar kedua struktur itu, adalah
struktur kepengurusan biasa yang dijabat oleh para profesional yang digaji oleh
partai dan tidak dimaksudkan untuk direkrut menjadi wakil rakyat ataupun untuk
dipromosikan menduduki jabatan di lingkungan pemerintahan. Ketiga kelompok
pengurus tersebut hendaknya jangan dicampur aduk atau terlalu mudah
berpindahpindah posisi dan jalur. Kalaupun ada orang yang ingin pindah jalur
karena alasan yang rasional, hal itu dapat saja dimungkinkan dengan memenuhi
syarat-syarat tertentu sehingga tidak justru menjadi stimulus bagi kaum oportunis
yang akan merusak rasionalitas kultur demokrasi dan rule of law di dalam partai.
Untuk mendorong agar mekanisme kepengurusan dan pengelolaan partai menjadi
makin baik, pengaturannya perlu dituangkan dalam undang-undang dan peraturan
perundang-undangan lainya. Hal itu tidak cukup hanya diatur dalam anggaran
dasar dan anggaran rumah tangga partai yang bersangkutan. Mekanisme pertama
dan kedua tersebut di atas, berkaitan dengan aspek internal organisasi partai
politik.
Di samping itu, diperlukan pula dukungan iklim eksternal yang tercermin dalam,
yaitu: ketiga, penyelenggaraan negara yang baik dengan makin meningkatnya
kualitas pelayanan publik (public services), serta keterbukaan dan akuntabilitas
organisasi kekuasaan dalam kegiatan penyelenggaraan negara. Dengan adanya
pelayanan umum yang baik disertai keterbukaan dan akuntabilitas pemerintahan
dan penyelenggara negara lainnya, iklim politik dengan sendirinya akan tumbuh
sehat dan jugs akan menjadi lahan subur bagi partai politik untuk berkembang
secara sehat pula.
Keempat, berkembangnya pers bebas yang semakin profesional dan mendidik.
Media pers merupakan saluran komunikasi massa yang menjangkau sasaran yang
sangat luas.. Peranannya dalam demokrasi sangat menentukan. Oleh sebab itu,
pers dianggap sebagai the fourth estate of democracy, atau untuk melengkapi
istilah trias
politica dari Montesquieu, disebut juga dengan istilah quadru politica. Kelima,
kuatnya jaminan kebebasan berpikir (freedom of thought), dan berekspresi
(freedom of expression), serta kebebasan untuk berkumpul dan berorganisasi
secara damai (freedom of peaceful assembly and association). Pada intinya
kebebasan dalam peri kehidupan bersama umat manusia itu adalah bermula dari
kebebasan berpikir (freedom of thought). Dari kebebasan berpikir itulah
selanjutnya berkembang prinsip-prinsip freedom of belief, freedom of expression,
freedom of assembly, freedom of association, feedom of the press, dan
sebagainya. Oleh sebab itu, iklim atau kondisi yang sangat diperlukan bagi
dinamika pertumbuhan dan perkembangan partai politik di suatu negara, adalah
iklim kebebasan berpikir. Artinya, partai politik yang baik memerlukan lahan
sosial untuk tumbuh, yaitu adanya kemerdekaan berpikir di antara sesama warga
negara yang akan menyalurkan aspirasi politiknya melalui salah satu saluran yang
utama, yaitu partai politik.12
Dalam sistem representative democracy, biasa dimengerti bahwa partisipasi rakyat
yang berdaulat terutama disalurkan melalui pemungutan suara rakyat untuk
membentuk lembaga perwakilan. Mekanisme perwakilan ini dianggap dengan
sendirinya efektif untuk maksud menjamin keterwakilan aspirasi atau kepentingan
rakyat. Oleh karena itu, dalam sistem perwakilan, kedudukan dan peranan partai
politik dianggap sangat dominan.13