Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topic : Gout Artritis


Sub Topik : Diet Sebagai Upaya Pencegahan Serangan Gout
Sasaran : Klien penyakit gout artritis
Tempat : Rumah Keluarga Tn. IWS
Hari/Tanggal : Jumat, 10 Maret 2017
Waktu : 30 menit

A. Latar Belakang
Gout adalah kelompok keadaan heterogenus yang berhubungan dengan defect genetik
pada metabolisme purin (hiperurisemia). Pada keadaan ini bisa terjadi oversekresi asam
urat/defect renal yang mengakibatkan penurunan ekskresi asam urat atau kombinasi
keduanya (Smeltzer, 2001). Prevalensi penderita asam urat tertinggi di Indonesia berada
pada penduduk di daerah pantai dan yang paling tinggi di daerah Manado-Minaha
sebesar 29,2 % pada tahun 2003 dikarenakan kebiasaan atau pola makan ikan dan
mengonsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan pembuangan asam urat lewat urine
berkurang sehingga asam uratnya tetap bertahan di dalam darah (Anonim, 2009).
Penyakit asam urat ditandai oleh gangguan linu-linu, terutama di daerah persendian
tulang. Tidak jarang timbul rasa amat nyeri bagi penderitanya. Rasa sakit tersebut
diakibatkan adanya radang pada persendian. Radang sendi tersebut ternyata disebabkan
oleh penumpukan kristal di daerah persendian. Dampak selanjutnya jika penyakit ini
tidak diatasi secara tepat dikhawatirkan dapat menurunkan produktifitas kerja. Salah satu
cara mengatasinya, yaitu dengan pengaturan diet. Menu diet diatur agar lebih banyak
mengonsumsi makanan dengan kandungan nukleotida purin rendah. Dengan melakukan
program diet yang baik, dapat membantu meringankan gangguan penyakit gout
(Krisnatuti & Rina, 2006). Penggunaan kompres hangat juga dapat mengurangi nyeri
yang terjadi pada penderita gout. Melihat paparan diatas penulis ingin memberikan
penyuluhan terkait dengan Diet Sebagai Upaya Pencegahan Serangan Gout dan
Kompres Air Hangat Untuk Mengatasi Nyeri Gout Akut.

B. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran dapat memahami diet sehat sebagai upaya
pencegahan serangan gout dan kompres hangat untuk mengatasi nyeri gout akut

C. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah dilakukan penyuluhan, pasien dan keluarga diharapkan mampu:
1. Menyebutkan definisi gout
2. Menyebutkan etiologi gout
3. Menyebutkan manifestasi klinis gout
4. Menyebutkan diet sehat untuk pencegahan gout
5. Menyebutkan definisi kompres hangat
6. Menyebutkan tahapan - tahapan melakukan kompres hangat
7. Melakukan kompres hangat pada bagian nyeri

D. Sasaran
Sasaran dalam penyuluhan ini yaitu klien dan keluarga klien dengan penyakit gout

E. Materi
(Terlampir)

F. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini yaitu:
1. Ceramah
2. Diskusi/Tanya jawab

G. Media
Media pendukung yang digunakan untuk kelancaran kegiatan penyuluhan yaitu:
1. Leaflet

H. Penyelenggara Penyuluhan
Penyelenggara penyuluhan Diet Sebagai Upaya Pencegahan Serangan Gout dan
Kompres Air Hangat Untuk Mengatasi Nyeri Gout Akut adalah mahasiswa Praktik
Profesi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
I. Setting Tempat

Keterangan gambar:

: penyaji

: peserta
J. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi struktur

a. Persiapan media
- Jumlah leaflet yang disediakan mencukupi jumlah peserta yang hadir
- Gambar dan bahasa leaflet mudah dimengerti, serta pilihan ukuran dan jenis
huruf yang digunakan mudah dibaca
b. Persiapan materi
Materi penyuluhan sesuai dengan kebutuhan pendidikan kesehatan sasaran, yaitu
terapy kompres hangat dan diet untuk pencegahan gout.

c. Sasaran/Peserta Penyuluhan
- Sasaran penyuluhan yang hadir adalah Tn. IWS beserta keluarga

2. Evaluasi proses

a. Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar


b. Sasaran penyuluhan memperhatikan materi yang diberikan.
c. Sasaran penyuluhan antusias dibuktikan dengan pertanyaan yang diajukan oleh
peserta.
d. Selama proses penyuluhan terjadi interaksi antara penyuluh dengan sasaran.
e. Seluruh sasaran mengikuti penyuluhan dari awal hingga akhir kegiatan
3. Evaluasi hasil
a. Jangka pendek:
- Sasaran mampu menyebutkan pengertian gout
- Sasaran mampu menyebutkan 3 dari 6 penyebab gout
- Sasaran mampu menyebutkan 3 dari 4 manifestasi gout
- Sasaran mampu menyebutkan 5 dari 9 makanan yang tidak dianjurkan
- Sasaran mampu mendemonstrasi ulang cara melakukan kompres hangat
b. Jangka panjang:
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan lansia dapat melakukan pencegahan
dengan diet dan kompres hangat dengan menggunakan air hangat untuk
mengatangasi nyeri gout akut

K. Kegiatan Penyuluhan

NO. WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA


1. 10 menit Pembukaan :
Membuka kegiatan dengan Menjawab salam
mengucapkan salam
Memperkenalkan diri Mendengarkan
Menyebutkan tujuan dari Memperhatikan
penyuluhan
Menyebutkan materi yang akan Memperhatikan
diberikan
Melakukan pretest Menjawab pertanyaan
Apresiasi ,menjawab pertanyaan

2 20 menit Pelaksanaan:
Menjelaskan definisi dan Memperhatikan
etiologi gout
Menjelaskan manifestasi Memperhatikan
serangan akut gout
Menjelaskan contoh makanan Memperhatikan
untuk mencegah timbulnya
gout
Memberi kesempatan peserta Bertanya dan menjawab
untuk bertanya pertanyaan yang diajukan

3. 10 menit Evaluasi :
Menanyakan kepada peserta Menjawab pertanyaan
tentang materi yang telah
diberikan dan reinforcement
kepada lansia yang dapat
menjawab pertanyaan
Melakukan post test Menjawab pertanyaan

4. 5 menit Terminasi :
Mengucapkan terima kasih atas Mendengarkan
peran serta peserta
Mengucapkan salam penutup Menjawab salam
LAMPIRAN MATERI

A. Definisi Gout
Serangan radang persendian yang berulang, yang disebabkan oleh deposit atau
penimbunan kristal asam urat di dalam persendian. Bagian tubuh yang terkena
terutama adalah bagian sendi yang berada pada ujung tubuh seperti ibu jari kaki.
Sedangkan sasaran lainnya adalah sendi pada siku, lutut, pergelangan kaki dan
tangan, atau bahu ( Sustrani, Alam, Hadibroto, 2007 ).
Gout merupakan istilah yang dipakai untuk sekelompok gangguan metabolic
yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi asam urat (hiperurisemia).
(Misnadiarly, 2007)
Gout adalah suatu penyakit metabolik dimana terjadi pembentukan asam urat
tubuh yang berlebihan atau penurunan ekskresi asam urat (Arif, 2010).
B. Etiologi (Penyebab) Gout

Menurut (Ahmad, 2011) penyebab asam urat yaitu :


a. Faktor dari luar
Penyebab asam urat yang paling utama adalah makanan atau factor dari luar.
Asam urat dapat meningkat dengan cepat antara lain disebabkan karena nutrisi dan
konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi.
Konsumsi alkohol
Minum terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan hiperurisemia, karena alkohol
mengganggu dengan penghapusan asam urat dari tubuh.

Diet
Makan makanan yang tinggi purin dapat menyebabkan atau memperburuk gout.
Misalnya makanan yang tinggi purin : kacang-kacangan, rempelo dll.

Obat-Obatan Tertentu
Sejumlah obat dapat menempatkan orang pada risiko untuk mengembangkan
hiperurisemia dan gout. Diantaranya golongan obat jenis diuretik, salisilat, niasin,
siklosporin, levodova

b. Faktor dari dalam


Adapun faktor dari dalam adalah terjadinya proses penyimpangan metabolisme
yang umumnya berkaitan dengan faktor usia, dimana usia diatas 40 tahun atau
manula beresiko besar terkena asam urat. Selain itu, asam urat bisa disebabkan
oleh penyakit darah, penyakit sumsum tulang dan polisitemia, konsumsi obat
obatan, alkohol, obesitas, diabetes mellitus juga bisa menyebabkan asam urat.

Faktor genetik dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme


yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat.
Jenis kelamin dan umur
Prosentase Pria : Wanita yaitu 2 : 1 pria lebih beresiko terjadinya asam urat yaitu
umur (30 tahun keatas), sedangkan wanita terjadi pada usia menopouse (50-60
tahun).

Berat badan
Kelebihan berat badan meningkatkan risiko hiperurisemia dan gout berkembang
karena ada jaringan yang tersedia untuk omset atau kerusakan, yang
menyebabkan kelebihan produksi asam urat.

C. Manifestasi klinis
Menurut Helmi (2011), artritis gout didapatkan 4 fase dan gejala sebagai berikut:
a. Gout artritis akut
Manifestasi serangan akut memberikan gambaran yang khas dan dapat langsung
menegakkan diagnosis. Sendi yang paling sering terkena adalah
metatarsophalangeal pertama (75%). Pada sendi yang terkena jelas terlihat gejala
inflamasi yang lengkap. Artritis Akut ini bersifat sangat berat. Pasien tidak dapat
berjalan (kalau yang terkena adalah kaki) tidak dapat memakai sepatu dan tidak
dapat terganggu, perasaan sakit sangat hebat (excruciating). Rasa sakit ini
mencapai puncaknya dalam 24 jam setelah mulai timbul gejala pertama.
b. Artritis gout interkritikal
Fase ini adalah fase antara dua serangan akut tanpa gejala klinik. Walaupun tanpa
gejala, Kristal monosodium dapat ditemukan pada cairan yang diaspirasi dari
sendi. Kristal ini dapat ditemukan pada sel sinovia, pada vakuoal sel sinovia dan
pada vakuola sel mononuclear leukosit.
c. Hiperurikemia asimtomatis
Fase ini tidak identik dengan artritis gout. Pada penderita dengan keadaan ini
sebaiknya diperiksa juga kadar kolesterol darah karena peninggian asam urat
darah hampir selalu disertai peninggian kolesterol.
d. Artritis gout menahun dengan tofi
Tofi adalah penimbunan Kristal urat subkutan sendi dan terjadi pada artritis gout
menahun, yang biasanya sudah berlangsung lama kurang lebih antara 5-10 tahun

D. Diet sehat untuk pencegahan penyakit gout


Manajemen diet dengan jalan pantang atau mengurangi makanan yang tinggi purin.
Tujuan utama diet adalah menurunkan kadar asam urat darah dan juga agar berat
badan tidak melebihi ukuran ideal yang disarankan. Diet yang dianjurkan bagi
penderita arthritis gout antara lain (Vitahealth, 2007):
a. Mengubah pola hidup dengan :
Menurunkan berat badan
Perbanyak minum air, 8 sampai 10 gelas setiap hari untuk memperlancar
pembuangan asam urat melalui ginjal. Hindari minuman yang mengandung
alkohol, kopi, bir karena banyak mengandung senyawa purin yang dapat
memperberat fungsi ginjal.
b. Mengurangi Konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, diantaranya :
Jamur kering
Jamur mengandung purin yg tinggi tetapi jamur kering jauh lebih tinggi lagi
karena dengan pengeringan, purin lebih terkonsentrasi dg jumlah yg jauh lebih
besar.
Tape
Keberadaan ragi yg memfermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat dan
alkohol bukan hanya meningkatkan kandungan purin tapi juga membuat air
seni lebih asam shg asam urat mengendap sbg kristal dan tidak bisa dibuang
keluar oleh ginjal.
Kerang
Untuk mengurangi risiko munculnya nyeri asam urat, Anda harus mengurangi
konsumsi daging kerang. Saran ini dikemukakan Lona Sandon, asisten
profesor gizi klinik di University of Texas Southwestern Medical Center,
Amerika Serikat.
Alkohol
Minum minuman beralkohol akan meningkatkan risiko serangan asam urat
hingga dua kali lipat. Alkohol tidak hanya meningkatkan asam urat tetapi juga
membuat tubuh makin sulit membersihkannya dari sistem ekskresi spt ginjal.
Jika memang ingin minum, lebih baik pilih red wine yg mengandung
resveratrol antioksidan pencegah pembentukan asam urat. Minum bir hanya
membuat nyeri asam urat makin parah.
Daging merah dan jerohan
Seperti dikatakan sebelumnya daging kaya akan purin. Namun tidak semua
daging memiliki kadar purin yang sama. Daging putih biasanya lebih sehat
daripada daging merah. Sebenarnya tidak masalah jika Anda mengonsumsi
daging merah, tetapi pastikan jangan terlalu sering dan jangan meminum kaldu
atau kuahnya yg kental.
Minuman manis
Hindari konsumsi minuman manis yg mengandung sukrosa dan fruktosa yg
tinggi seperti soft drink atau jus buah kemasan. Pemanis buatan yang
terkandung di dalamnya juga membuat tubuh lebih banyak memproduksi asam
urat. Penelitian menunjukan pria yang mengonsumsi banyak minuman
berfruktosa tinggi berisiko lebih tinggi terkena asam urat. Namun demikian,
soda water yg hanya mengandung natrium bikarbonat tanpa gula akan
melarutkan kristal asam urat shg kristal tsb dapat diekskresikan ke dalam
urine.
Asparagus
Asparagus, kembang kol, bayam dan jamur basah mengandung lebih banyak
purin dibandingkan sayuran lainnya. Tetapi jika Anda tidak terlalu banyak
mengonsumsinya, tidak masalah. Menurut Sandon, tubuh juga sebenarnya
lebih mudah mengeluarkan purin yang bersumber dari bahan nabati. Hal yg
sama juga terjadi pada kacang dan emping.
Daging burung.
Burung yg terbang terus dan jarang minum spt angsa liar juga kaya akan purin
krn hewan tsb dapat menyimpan purin dan asam urat dalam tubuhnya sbg
bahan utk membentuk alantoin (bagian dari kuning telur).
Sarden
Selain kandungan purin yg tinggi, ikan sardine yg dikalengkan juga
mengandung kuah atau kaldu yang dapat membuat urine menjadi asam.

Kendalikan gout/asam urat dari sumber penyakit itu berasal. Pola makan tidak sehat
yang menjadi sumber penyakit degeneratif sebaiknya mulai dihindari. Ada beberapa
cara untuk mencegah penyakit gout ini yaitu :

1. Batasi konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi, dan pilihlah makanan
dengan kadar purin rendah.
No Nama Makanan Kadar Purin Saran

1 Seafood (udang, kerang, cumi); 150 -1000 mg purin Sebaiknya


jerohan (hati, ginjal, otak, jantung, tidak
limpa, paru); alkohol; ragi/tape/brem; disantap
makanan dalam kaleng (sarden)

2 Daging sapi, ikan selain no.1, kacang- 50 - 100 mg purin Sebaiknya


kacangan, bayam, buncis, kembang dibatasi
kol, daun singkong, daun pepaya,
kangkung, asparagus, dan jamur

3 Susu, keju, telur, sayur, buah, dan 0 - 15 mg purin Sangat


serealia disarankan
2. Batasi konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir dan olahannya
(permen atau kue yang terbuat dari gula pasir), yang dapat beresiko terhadap
peningkatan kadar asam urat serum.

3. Hindari makanan tinggi lemak (kacang, gorengan, margarin, mentega dan


makanan bersantan), yang dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin.

4. Hindari konsumsi makanan berlebihan yang beresiko terhadap obesitas dan


sesuaikan dengan kebutuhan kalori tubuh. Ingatlah bahwa obesitas merupakan
salah satu faktor resiko terjadinya asam urat.

5. Minum air putih minimal 2.5 liter (10 gelas) per hari untuk membantu
mengeluarkan asam urat melalui urin.

Contoh menu untuk penderita asam urat:


Gambar 1. Makanan yang tepat ( sebelah kiri) dan makanan yang tidak dianjurkan
(sebelah kanan) untuk penderita gout

E. Definisi kompres hangat


Kompres hangat adalah suatu metode dalam penggunaan suhu hangat setempat yang
dapat menimbulkan beberapa efek fisiologis. Kompres hangat dapat digunakan pada
pengobatan nyeri dan merelaksasi otot-otot yang tegang (Gabriel F.J, 2000).
Kompres hangat adalah memberikan rasa hangat pada daerah tertentu dengan
menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang
memerlukan. Tindakan ini selain untuk melancarkan sirkulasi darah juga untuk
menghilangkan rasa sakit, pemberian kompres dilakukan pada radang persendian,
kekejangan otot. Kompres hangat adalah pengompresan yang dilakukan dengan
menggunakan buli-buli panas yang dibungkus kain yaitu secara konduksi dimana
terjadi perpindahan panas dari buli-buli kedalam tubuh sehingga akan menyebabkan
pelebaran pembuluh darah dan akan terjadi penurunan ketegangan otot sehingga nyeri
yang dirasakan akan berkurang atau hilang (Perry & Potter, 2005)

F. Tahapan kompres hangat


Tahapan kompres hangat (Perry & Potter, 2005) :
Persiapan alat
Cuci tangan
Berikan posisi yang nyaman dan pejankan area yang akan dikompres
Letakkan alas kedap air di bawah area yang akan dikompres
Basahi kompres dengan meletakkan handuk ke dalam air suhu 40-500C
Peras handuk
Temple handuk pada area yang akan dikompres
Kaji toleransi klien terhadap suhu yang diberikan
Tutup handuk lembab dengan handuk kering untuk mencegah penguapan panas
berlebihan
Ganti kompres setiap 5 menit

DAFTAR PUSTAKA

Helmi, Zairin. 2011. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Cetakan kedua. Jakarta:
Salemba Medika.
Krisnatuti, Diah., Rina Yenrina., & Vera Uripi. 2006. Perencanaan Menu Untuk Penderita
Gangguan Asam Urat. Jakarta: Penebar Swadaya.
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran edisi 3 jilid 2. Jakarta: Media
Aesculapius FKUI
Misnadiarly. 2007. Rematik: Asam Urat- Hiperurisemia, Arthritis Gout. Jakarta: Pustaka
Obor Populer
Perry & Potter. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik,
Volume 1, Edisi 4. Jakarta: EGC
Smeltzer, Suzanne C & Bare, Brenda G. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Brunner & Suddarth. Alih bahasa, Agung Waluyo,dkk. Editor edisi bahasa
Indonesia, Monica Ester. Ed.8. Jakarta : EGC.
Sustrani, Lanny, Syamsir Alam, Iwan hadibroto. Arthritis Gout .2007. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama
Vitahealth, 2007. Asam Urat. Jakarta , PT Gramedia Pustaka Utama.
SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIET SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SERANGAN GOUT DAN


KOMPRES HANGAT UNTUK MENGATASI NYERI GOUT AKUT

Oleh:
I MADE PARAYOGA DWIPAYANA
1202106030

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2016