Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Hipertensi


Sub Pokok Bahasan : Perawatan Pasien Hipertensi di Rumah
Waktu : 30 Menit
Tempat : Rumah Keluarga Tn. IWS
Hari/Tanggal : Jumat, 10 Maret 2017
Penyuluh : Mahasiswa Profesi PSIK FK Universitas Udayana

A. LATAR BELAKANG
Tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia yang
sangat penting dikarenakan angka kejadiannya yang tinggi. Joint National Committee on
Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC)
mendefinisikan hipertensi apabila tekanan darah sistolik mencapai 140 mm Hg atau
tekanan darah diastolik melebihi 90 mm Hg. Hipertensi merupakan salah satu faktor
resiko pemicu penyakit jantung kardiovaskular, sedangkan penyakit jantung
kardiovaskular sendiri merupakan penyebab dari 30% kematian di dunia. Dengan
menurunkan tekanan darah tinggi, angka morbiditas dan mortalitas dapat diturunkan.
Penderita hipertensi di Indonesia, yang periksa di Puskesmas dilaporkan teratur
sebanyak 22,8%, sedangkan tidak teratur sebanyak 77,2%. Dari pasien hipertensi dengan
riwayat kontrol tidak teratur, tekanan darah yang belum terkontrol mencapai 91,7%,
sedangkan yang mengaku control teratur dalam tiga bulan terakhir malah dilaporkan
100% masih mengidap hipertensi. Hasil ini diduga karena keterbatasan fasilitas di
Puskesmas, keterbatasan dana, keterbatasan obat yang tersedia dan lama pemberian obat
yang hanya sekitar 3-5 hari (Anwar, 2008).
Kesadaran dan pengetahuan tentang penyakit hipertensi masih sangat rendah hal
ini terbukti, masyarakat lebih memilih makanan siap saji yang umumnya rendah serat,
tinggi lemak, tinggi gula, dan mengandung banyak garam.pola makan yang kurang sehat
ini merupakan pemicu penyakit hipertensi (Austriani, 2008).
Komite Nasional Gabungan Amerika Serikat untuk prevensi, deteksi, evaluasi dan
pengobatan tekanan darah tinggi menganjurkan modifikasi atau perubahan gaya hidup
sebagai langkah pertama dalam penanganan tekanan darah tinggi. Penurunan berat badan,
penerapan diet kombinasi Dietary Approach to Stop Hypertension, reduksi asupan garam,
aktivitas fisik yang teratur, dan pembatasan asupan alkohol termasuk dalam modifikasi
gaya hidup. Masing-masing mempunyai efek penurunan tekanan darah yang berperan
dalam pencegahan komplikasi hipertensi dan bila dijalankan secara bersamaan akan
mempunyai efek penurunan tekanan darah yang lebih nyata. Menurut Erwin, frekuensi
olahraga yang teratur, mengonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, mengurangi asupan
alkohol dan lemak jenuh dalam makanan secara drastis dapat mengurangi tingkat
kematian yang disebabkan oleh penyakit ini.
Berdasarkan uraian diatas, maka kami ingin melakukan pendidikan kesehatan
mengenai perawatan kesehatan pada hipertensi di rumah, meliputi diet dan olahraga bagi
pasien hipertensi agar diharapkan keluarga dan pasien mampu meningkatkan status
kesehatannya dirumah.

B. TUJUAN
Tujuan umum :
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 40 menit, diharapkan sasaran mampu
memahami tentang hipertensi
Tujuan khusus :
1. Keluarga mengerti dan paham mengenai pengertian hipertensi
2. Keluarga mengerti dan paham mengenai gejala hipertensi
3. Keluarga mengerti dan paham mengenai factor resiko Hipertensi
4. Keluarga mengerti dan paham mengenai diet pada pasien dengan hipertensi
dirumah
5. Keluarga mampu memaparkan kembali cara membuat rebusan air daun salam
untuk penanganan hipertensi secara non farmakologis

C. SASARAN
Tn. IWS dan Anggota Keluarga Tn. IWS yang bersedia ikut mendengarkan

D. GARIS BESAR MATERI


1. Pengertian hipertensi
2. Gejala hipertensi
3. Faktor resiko hipertensi
4. Diet pada pasien hipertensi
5. Cara membuat rebusan daun salam

E. MEDIA
Lembar balik
Alat peraga berupa daun salam
F. METODE
Ceramah
Tanda Jawab

G. STRATEGI PELAKSANAAN
1 Proses Kegiatan

N Tahap Kegiatan Penyuluh Kegiatan Audien Waktu


o
1. Pembukaan - Memberi salam kepada - Sasaran membalas 2 menit
sasaran salam dari moderator
- Menjelaskan topik - Sasaran
penyuluhan mendengarkan dan
- Menjelaskan tujuan
memperhatikan
penyuluhan
- Menjelaskan waktu
penyuluhan
2. Pelaksanaa Penyampaian materi - Sasaran mampu 15 menit
n - Penyaji menggali sedikit mengeksplorasi apa
informasi pada sasaran yang diketahui
mengenai hipertensi mengenai hipertensi
- Penyaji menjelaskan - Sasaran
materi tentang : mendengarkan dan
1. Pengertian hipertensi
memperhatikan
2. Gejala hipertensi
3. Factor resiko dengan baik
hipertensi
4. Diet pada pasien
hipertensi
5. Cara membuat air
rebusan daun salam
Tanya jawab :
- Membuka sesi Tanya
jawab
- Penyaji menjawab
pertanyaan sasaran
3. Evaluasi Moderator meminta Sasaran menjawab 10 menit
menjelaskan atau pertanyaan evaluasi
menyebutkan kembali
mengenai :
1. Pengertian hipertensi
2. Gejala hipertensi
3. Factor resiko hipertensi
4. Diet pada pasien
hipertensi
5. Cara membuat rebusan
daun salam
4. Terminasi - Memberi umpan balik - Sasaran menjawab 3 menit
- Mengucapkan
salam
terimakasih dan
mengakhiri dengan salam

2 Setting tempat
Di teras rumah keluarga Tn. IWS

Keluarga Keluarga
Tn. IWS Istri Tn. IWS

Keterangan :
: Penyaji

H. EVALUASI KEGIATAN
1. Evaluasi Struktur
a. Sasaran/Peserta Penyuluhan
Peserta penyuluhan adalah keluarga Ny. K serta keluarga yang bersedia mengikuti
jalannya HE. Kontrak waktu untuk HE telah dilakukan sebelumnya.
b. Persiapan Materi
Materi yang disampaikan pada penyuluhan telah disiapkan sebelum kegiatan
dilaksanakan dan materi didapatkan dari berbagai sumber, baik buku maupun
artikel yang menyangkut materi yang akan disampaikan.
c. Persiapan Media
Media yang digunakan untuk penyuluhan berupa lembar balik yang telah
disiapkan H-2 dan siap digunakan. Alat dan bahan sudah dipersiapkan 15 menit
sebelum penyuluhan dimulai.

2. Evaluasi Proses
a. Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan
memahami materi penyuluhan yang diberikan.
b. Peserta penyuluhan memperhatikan materi yang diberikan.
c. Peserta penyuluhan antusias dibuktikan dengan pertanyaan yang diajukan oleh
peserta.
d. Selama proses penyuluhan terjadi interaksi antara penyuluh dengan sasaran.

3. Evaluasi Hasil

Peserta dapat mengerti materi yang telah disampaikan dan dapat menjawab
pertanyaan penyaji dengan benar tanpa melihat leaflet
Prosedur : Tanya jawab
Jenis Tes : Pertanyaan lisan
Hasil yang diharapkan:
1. Pasien atau keluarga dapat menyebutkan definisi Hipertensi
2. Pasien atau keluarga dapat menyebutkan 2 gejala dari Hipertensi
3. Pasien atau keluarga dapat menjelaskan 3 faktor resiko Hipertesni
4. Pasien atau keluarga dapat menyebutkan 3 jenis diet pada pasien hipertensi
5. Pasien atau keluarga dapat memaparkan cara membuat rebusan daun salam
I. DAFTAR PUSTAKA

1. Almatsier, Sunita.(2004).Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit PT.Gramedia


Pustaka Utama
2. Dalimartha &Setiawan.(2008). Care Your Self, Hipertensi. Jakarta: Penebar Plus
3. Hanns Peter Wolfr.(2006). Hipertensi: Cara Mendeteksi Dan Mencegah Tekanan
Darah Tinggi Sejak Dini. Jakarta: Buana Ilmu Populer
4. Kusuma, Erwin.(2013).Bebas Hipertensi dengan Self-Hypnosis. Jakarta: Noura Book
Publising
5. Lanny,Sustarini.(2004). Hipertensi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
6. Laurence M. Dkk.(2002). Diagnosis dan Terapi Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam
jilid 1 (terjemahan Abdul Gofur). Jakarta: Salemba Medika.
7. Niniek,Soetini. Meningkatkan Stamina Penderita Hipertensi.diakses pada tanggal 23
Mei 2014
8. Purwanti.(2002). Hipertensi patuh minum obat cegah cegah komplikasi.
LAMPIRAN MATERI

A. DEFINISI HIPERTENSI
- Penyakit hipertensi juga disebut sebagai the silent disease atau silent killer
karena penderita sering kali tidak menyadari dan tidak merasakan suatu gangguan
atau gejala. Selain itu jika tekanan darah tidak terkontrol dengan baik, risiko kematian
semakin besar bagi penderitanya. Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang
mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan
peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas).(Setiawan
dalimartha, 2008: 8)
- Ilmu pengobatan mendefinisikan hipertensi sebagai suatu peningkatan kronis (yaitu
meningkat secara perlahan-lahan dan bersifat menetap) dalam tekanan darah arteri
sistolik dan diastolik yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan mengikuti suatu
pola yang khas. (Hanns Peter Wolfr, 2006: 62).

B. GEJALA HIPERTENSI
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. masa laten ini
menyelubungi perkembangan hipertensi sampai terjadi kerusakan organ yang spesifik.
Gejala-gejala hipertensi yang umumnya dijumpai antara lain: pusing, mudah marah,
telinga berdenging, sulit tidur, sesak nafas, rasa berat di tengkuk, mudah lelah, mata
berkunang-kunang.
Pada hipertensi berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala antara lain: sakit
kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, nafas pendek, gelisah, pandangan menjadi
kabur, mata berkunang-kunang, mudah marah, telinga berdengung, sulit tidur, rasa berat
ditengkuk, nyeri didaerah kepala bagian belakang, nyeri didada, otot lemah,
pembengkakan pada kaki dan pergelangan tangan, keringat berlebih, kulit tampak pucat
dan kemerahan, denyut jantung yang kuat, cepat dan tidak teratur, impotensi, darah di
urine, mimisan (jarang di laporkan). Kadang pada hipertensi berat mengalami penurunan
kesadaran dan bahkan koma karena pembengkakan otak. Keadaan yang disebut
Ensefalopati Hipertensif ini memerlukan penanganan medis secepat mungkin (Laurence
M., 2002 : 389).

C. FAKTOR RISIKO
Seseorang yang menderita hipertensi akan memiliki penderitaan yang lebih berat lagi jika
semakin banyak faktor risiko yang menyertai. Hampir 90% penderita hipertensi tidak
diketahui penyebab dengan pasti. Para ahli membagi dua kelompok faktor risiko pemicu
timbulnya hipertensi yaitu faktor risiko yang tidak dapat dikontrol dan faktor risiko yang
dapat dikontrol.

- Faktor yang tidak dapat dikontrol


1. Keturunan
Sekitar 70-80% penderita hipertensi Esensial ditemukan riwayat hipertensi
didalam keluarga. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua
maka dugaan hipertensi esensial lebih besar.
2. Jenis Kelamin
Wanita penderita hipertensi diakui lebih banyak dari pada laki-laki. Tetapi wanita
lebih tahan dari pada laki-laki tanpa kerusakan jantung dan pembuluh darah. Pria
lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi dari pada wanita.
Pada pria hipertensi lebih banyak disebabkan oleh pekerjaan, seperti perasaan
kurang nyaman terhadap pekerjaan. Sampai usia 55 tahun pria beresiko lebih
tinggi terkena hipertensi dibandingkan wanita. Menurut Edward D. Frohlich
seorang pria dewasa akan mempunyai peluang lebih besar yakni satu di antara
untuk mengidap hipertensi (Lanny Sustrani, 2004:25).
3. Umur
Pada umumnya, hipertensi menyerang pria pada usia diatas 31 tahun. Tetapi di
atas usia tersebut, justru wanita (setelah mengalami monopouse) yang berpeluang
lebih besar. Para pakar menduga perubahan hormonal berperan besar dalam
terjadinya hipertensi dikalangan wanita usia lanjut (Lanny Sustrani, 2005:26).
Berdasarkan pra survey, dari 24 sampel berusia 20 75 20 tahun, jika diambil
nilai tengah atau median, maka didapatkan usia antara dewasa 45 dan usia lanjut
46 tahun.

- Faktor yang dapat dikontrol


1. Kegemukan
Obesitas merupakan cirri khas penderita hipertensi. Walaupun belum diketahui
pasti hubungan antara hipetensi dengan obesitas, tatapi terbukti bahwa daya
pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi
lebih tinngi dibandingakan dengan orang dengan barat badan normal.
2. Diet tidak seimbang
Konsumsi gula berlebih berpengeruh terhadap tekanan darah , sedangkan banyak
mengkonsumsi serat banyak membantu menjaga tekanan darah dalam batas
normal. Konsumsi makanan yang tidak seimbang banyak mengandung lemak
disertai tinggi garam, meningkatkan risiko hipertensi
3. Konsumsi Garam Berlebih
Garam mempunyai sifat menahan air. Konsumsi garam yang berlebihan dengan
sendirinya akan menaikkan tekanan darah. Sebaiknya hindari pemakaian garam
yang berlebihan atau makanan yang diasinkan. hal itu tidak berarti menghentikan
pemakaian garam sama sekali dalam makanan. Namun, sebaiknya penggunaan
garam dibatasi seperlunya saja. WHO (1990) menganjurkan pembatasan konsumsi
garam dapur hingga 6 gram sehari (sama dengan 2400 mg Natrium) (Sunita
Almatsier, 2004:64). 21
4. Aktifitas fisik (olahraga)
Faktor makanan dan kurangnya aktivitas fisik yang memadai merupakan hal
penting ke dua sebagai penyebab kematian yang dapat dicegah, setelah
penggunaan tembakau. Orang yang kurang aktif berolahraga pada umumnya
cenderung mengalami kegemukan. Olahraga isotonic seperti bersepeda, jogging,
dan aerobic yang teratur dapat memerlancar peredaran darah sehingga dapat
menurunkan tekanan darah. Olahraga jaga dapat mengurangi atau mencegah
obesitas, mengurangi asupan garam kedalam tubuh. garam akan keluar dari tubuh
bersama keringat., mengurangi depresi dan kecemasan, memperbaiki adaptasi
terhadap stress, memperbaiki kualitas tidur, dan menaikkan mood, ercaya diri
serta penampilan (Laurence M., 2002 : 16-17).
5. Merokok dan konsumsi alkohol
Rokok merupakan penyebab terpenting morbiditas dan kematiandini di negara
berkembang yang dapat dicegah. Rokok mempunyai dua kali lipat resiko penyakit
jantung. Kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol dapat mempengaruhi
peningkatan tekanan darah. Rokok mempunyai beberapa pengaruh langsung yang
membahayakan jantung. Hipertensi dirangsang aleh adanya nikotin dalam batang
rokok yang dihisap oleh seseorang . Efek dari konsumsi alkhohol juga
merangsang hipertensi karena adanya peningkatan sintesis katekholamin yang
dalam jumlah besar dapat memicu kenaikan tekanan darah (Laurence M.,2002: 7).
6. Stress
Stress juga di yakini berubungan dengan hipertensi , yang diduga melalui aktifitas
syaraf simpatis. Peningkatan aktifitas syaraf simpatis dapat meningkatkan tekanan
darah secara tidak menentu. Stres dapat mengakibatkan tekanan darah naik untuk
sementara waktu, Jika stress telah berlalu, maka tekanan darah akan kembali
normal.

D. DIET YANG TEPAT UNTUK PASIEN HIPERTENSI


Diet hipertensi menurut (Purwanti, 2002) sebagai berikut :
1. Mengurangi asupan garam
Mengurangi asupan garam sering juga diimbangi dengan asupan lebih banyak
kalsium, magnesium, dan kalium. Umumnya kita mngkonsumsi lebih banyak garam
daripada yang dibutuhkan oleh tubuh. Idealnya kita cukup menggunakan sekitar satu
sendok teh saja atau sekitar 5 gram per hari.
2. Memperbanyak serat
Mengkonsumsi lebih banyak sayur yang mengandung banyak serat akan
memperlancar buang air besar dan menahan sebagian asupan natrium. Sebaiknya
penderita hipertensi menghindari makanan kalengan dan makanan siap saji dari
restoran, yang dikhairkan mengandung banyak pengawet dan kurang serat, misalnya
semangkok seral mengandung 7 gr serat.
3. Menghentikan kebiasaan buruk
Menghentikan rokok, kopi, dan alcohol dapat mengurangi beban jantung, sehingga
jantung dapat bekerja dengan baik. Rokok dapat meningkatkan resiko kerusakan
pembuluh darah dengan mengendapkan kolesterol pada pembuluh darah jantung
koroner, sehingga jantung bekerja lebih keras. Sedangkan alcohol dapat memacu
tekanan darah. Selain itu kopi dapat memacu detak jantung.
4. Perbanyak kalsium
Misalnya makanan yang mengandung kalium seperti pisang, sari jeruk, jagung, dan
brokoli.
5. Penuhi kebutuhan magnesium
Sumber makanan yang banyak mengandung magnesium misalnya kacang tanah,
kacang polong, dan makanan laut.
6. Lengkapi kebutuhan kalsium
Mencegah terjadinya komplikasi pada penyakit hipertensi. Makanan yang
mengandung klsium misalnya keju rendah lemak dan ikan salmon.
7. Manfaatkan sayuran dan bumbu dapur
Sayuran dan bumbu dapur yang bermanfaat untuk pengontrolan tekanan darah, seperti
: tomat, wortel, seledri, bawang putih, dan kunyit.

E. CARA MEMBUAT REBUSAN AIR DAUN SALAM UNTUK MENGONTROL


HIPERTENSI
1. Ambil daun salam sebanyak 10-15 lembar
2. Cuci dengan bersih
3. Direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas
4. Disaring dan diminum sebelum makan pada pagi hari
5. Ampasnya bisa direbus sekali lagi dan airnya diminum pada sore hari sebelum makan
6. Diminum setiap hari sampai tekanan darah normal atau keluhan berkurang