Anda di halaman 1dari 8

1.

Umum
Kalau dalam suatu daerah ada satu tempat, dimana diketahui besarnya curah hujan (karena di
tempat ini ditempatkan takaran hujan - titik 0), berlakulah tinggi air hujan inidibuat titik 0
atau dengan kata lain apakah untuk daerah itu tinggi hujannya sama?

Jawabnya ialah : tidak dan ini telah dibuktikan oleh penyelidikan Melchior. Andai kata 0
adalah hujan, maka tinggi air hujannya makin menjauh dari titik 0 makin berkurang dan
titik-titik dengan tinggi air hujan sama merupakan lingkaran dengan titik pusatnya 0 sebagai
pusat lingkaran.

Keterangan:

------------------ = batas daerah pematusan

Dengan memakai sumbu Y dan X melalui titik 0 dalarn satu bidang lengkung pengaruh
dirumuskan :

1
hingga; kalau ada titik X, dari pusat 0, maka :
a. tinggi hujan pada jarak XI adalah :

b. harga ini merupakan lingkaran dengan jari X2 , dan pusatnya titik 0.

Kalau ada dua titik 0 dan M, maka garis baginya merupakan garis batas pengaruh dari titik 0
dan M.

Kalau dititik M hujannya lebih tinggi dari titik 0 apakah garis sama pengaruh ini akan
bergeser ke arah 0 ?
Pertanyaan kedua adalah, apakah tempat tempat takaran selalu tempat pusat hujan ?
Karena uraian diatas masih kurangnya pengetahuan dalam bentuk pengaruh pusat hujan,
maka untuk menghitung hujan rata-rata ditempuh jalan lain.

2
2. Cara Perhitungan Dengan Memakai "Rata-Rata Hujan" (Arithmatic
Mean)
Dengan tinggi hujan, h1, h2, h3 dan banyaknya station n, maka :

3
3. Cara Segitiga
Stasiun-stasiun hujan dihubungkan hingga terbentuk jaringan segitiga, hujan rata-rata untuk
tiap segitiga sama dengan dikalikan sepertiga jumlah tinggi hujan yang merupakan titik sudut
segitiga atau secara umum :

4
Contoh Perhitungan Cara Segi Tiga :

4. Cara Thiesen
Sebagai dasar Thiesen mengambil garis bagi antara dua stasiun hujan dan dalam daerah yang
dibatasi oleh garis bagi ini berlaku besarnya hujan dari stasiun di dalamnya.

5
5. Cara Isohyet
Dengan adanya pengukuran berbagai stasiun, maka diusahakan menarik garis sama tinggi
hujan dan seterusnya harga rata tinggi hujan ditentukan.

Tabel Cara Isohyet

6
6. Memakai Perumusan
Perumusan hubungan antara luas daerah (F) dan koefisien reduksi (13) ini didapat dari
penyelidikan pada tahun 1889 selama 2000 hari pada daerah seluas 2000 km2 dimana
terdapat 44 stasiun hujan. Menghitungnya h rata-rata dengan memakai cara segitiga dan
setelah h ini dibagi dengan h maksimun dari salah satu stasiun dalam daerah A, maka terdapat
harga untuk luas daerah A km2.
Perhitungan ini diulangi selalu dengan harga A yang selalu berlainan; terdapat harga-harga
untuk berbagai luas daerah yang setelah dirumuskan menjadi :

Dengan contoh yang ada :

F= 100 km2
h maksimum = 14 mm/24 jam.
Penyelesaian :

7
DAFTAR PUSTAKA

1) http://n0vitasari.files.wordpress.com/2014/03/draiper-bab-ii-analisis-hidrologi-hujan-aliran-
web.pdf
2) http://kk.mercubuana.ac.id/elearning/files_modul/11020-6-607145855233.pdf
3) http://eprints.undip.ac.id/34354/6/2189_CHAPTER_II.pdf