Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perubahan paradigma dan kemajuan zaman membuat masyarakat berupaya

meningkatkan derajat kesehatannya. Salah satu upaya tersebut adalah persiapan dalam

menghadapi proses persalinan yang aman, nyaman dan lancar. Kelancaran dalam

menghadapi proses persalinan dapat dipersiapkan sejak awal salah satunya adalah

mengikuti kegiatan senam hamil bagi ibu-ibu hamil.


Senam hamil dapat menjaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan

dalam mekanisme persalinan, mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta

kepercayaan pada diri sendiri dan penolong dalam menghadapi persalinan dan

membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis. Senam hamil juga

memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar

panggul, ligamen dan jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme persalinan,

melenturkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses persalinan,

membentuk sikap tubuh yang prima sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-

keluhan, letak janin dan mengurangi sesak napas, menguasai teknik-teknik pernapasan

dalam persalinan dan dapat mengatur diri pada ketenangan.


Dalam perkembangannya, senam hamil banyak menimbulkan kontroversi. Hal ini

disebabkan dalam kalangan masyarakat dahulu (dan mungkin masih, ada sampai

sekarang) yang terjebak mitos bahwa seorang ibu hamil tidak boleh bekerja, tidak boleh

banyak bepergian, tidak boleh makan ikan dan masih banyak tidak boleh yang lain .

Hal ini tentunya akan sangat merugikan mengingat besarnya manfaat senam hamil jika

diterapkan pada semua ibu hamil agar kehamilan dan persalinannya dapat berjalan

secara fisiologis. Untuk menciptakan kondisi tersebut sangat dibutuhkan peningkatan


pengetahuan ibu hamil. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu hamil maka ibu akan

semakin merasakan pentingnya senam hamil bagi kesehatan diri dan janinnya.

Munculnya kesadaran ini akan memberikan dampak pada ibu untuk dapat melaksanakan

secara teratur.
Senam hamil tentu saja banyak memiliki manfaat bagi ibu yang sedang

mengandung. Namun demikian perlu kita ketahui syarat apa saja yang perhatikan

sebelum mengukuti senam hamil, kapan waktu yang tetap untuk melaksanakannya,

kapan senam harus dihentikan, dan kontraindikasi senam hamil yang akan kita bahas

disini. Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh ibu hamil sebelum mengikuti

senam hamil. Menurut Mochtar (1998), syarat tersebut antara lain:


1. Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
2. Latihan dilakukan setelah kehamilan mencapai 22 minggu. Senam hamil

dianjurkan dilakukan ketika janin dalam kandungan telah berusia lebih dari 3 bulan,

karena sebelum usia kandungan menginjak 3 bulan perlekatan janin di dalam uterus

belum terlalu kuat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko abortus

(Kushartanti dkk, 2004).


3. Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu.
4. Sebaiknya senam dilakukan dibawah pimpinan instruktur senam hamil.
Menurut Hening (1992), ada beberapa tanda dan gejala senam hamil harus

dihentikan, antara lain:


1. Timbul rasa nyeri, terutama nyeri dada, nyeri kepala dan nyeri pada persendian.

2. Kontraksi rahim yang lebih sering (interval <20 menit).

3. Perdarahan pervaginam, keluarnya cairan ketuban.

4. Nafas pendek yang berlebihan.

5. Denyut jantung yang meningkat (> 140 x/menit).

6. Mual dan muntah yang menetap.

7. Kesulitan jalan.

8. Pembengkakan yang menyeluruh.


9. Aktifitas janin yang berkurang.

Berbagai manfaat yang tertera di atas mendasari saya yang berprofesi sebagai

bidan tertarik untuk membangun tempat untuk melakukan senam hamil. Terutama di

daerah Makassar yang mana masih kurang bahkan nihil tempat yang menawarkan jasa

dalam pelayanan senam dalam kehamilan.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui manfaat senam hamil bagi ibu hamil berpengaruh dalam

proses persalinan.

2. Tujuan Khusus
a. Memberikan pelayanan senam hamil bagi para ibu hamil
b. Memberikan tahapan pelaksanaan senam hamil

BAB II
ISI

2.1 Pengertian Senam Hamil

Senam hamil adalah olahraga yang dilakukan oleh ibu hamil untuk
mempersiapkan ibu hamil dalam menghadapi persalinan dengan cara melatih teknik
pernafasan dan sikap tubuh serta melatih otot-otot yang akan berguna dalam proses
persalinan sehingga diharapkan ibu hamil seap menghadapi persalinan secara fisik atau
mental (Artikel Senam Ibu Hamil).

Senam hamil adalah adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil,
secara fisik atau mental, pada persalinan cepat, aman dan spontan. Senam hamil
bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot-otot sehingga dapat dimanfaatkan
untuk berfungsi secara optimal dalam persalinan normal. Senam hamil ditujukan bagi ibu
hamil tanpa kelainan atau tidak terdapat penyakit yang disertai kehamilan, yaitu penyakit
jantung, penyakit ginjal, penyulit kehamilan (hamil dengan perdarahan, hamil dengan
kelainan letak), dan kehamilan disertai anemia. Senam hamil dimulai pada umur
kehamilan sekitar 24 sampai 28 minggu (Manuaba, 1998). Senam hamil merupakan
bagian dari perawatan antenatal pada beberapa pusat pelayanan kesehatan tertentu,
seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, ataupun pusat pelayanan kesehatan yang lainnya
(Muhimah dan Safii, 2010). Pergerakan dan latihan senam kehamilan tidak saja
menguntungkan sang ibu, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi yang
di kandungan. Pada saat bayi mulai dapat bernafas sendiri, maka oksigen akan mengalir
kepadanya melalui plasenta, yaitu dari aliran darah ibunya ke dalam aliran darah bayi
yang di kandung. Senam kehamilan akan menambah jumlah oksigen dalam darah di
seluruh tubuh sang ibu dank arena itu aliran oksigen kepada bayi melalui plasenta juga
akan menjadi lebih lancar (Sani, 2002).

2.2 Tujuan Senam Hamil

Senam hamil adalah latihan-latihan olahraga bagi Ibu hamil yang bertujuan untuk :

Penguatan otot -otot tungkai, mengingat tungkai akan menopang berat tubuh ibu yang
makin lama makin berat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Mencegah varises, yaitu pelebaran pembuluh darah balik (vena) secara segmental
yang tak jarang terjadi pada ibu hamil.

Memperpanjang nafas, karena seiring bertambah besarnya janin maka dia akan
mendesak isi perut ke arah dada. hal ini akan membuat rongga dada lebih sempit dan
nafas ibu tidak bisa optimal. dengan senam hamil maka ibu akan dajak berlatih agar
nafasnya lebih panjang dan tetap relax.

Latihan pernafasan khusus yang disebut panting quick breathing terutama dilakukan
setiap saat perut terasa kencang.

Latihan mengejan, latihan ini khusus utuk menghadapi persalinan, agar mengejan
secara benar sehingga bayi dapat lancar keluar dan tidak tertahan di jalan lahir.

Yang terpenting, konsultasikan kepada Dokter Kandungan anda sebelum melakukan


senam hamil.

2.3 Penatalaksanaan Senam Hamil

2.3.1 Syarat Pelaksanaan Senam Ibu Hamil


Senam hamil biasanya dilakukan di rumah sakit, rumah bersalin, atau tempat-
tempat tertentu dengan bimbingan seorang guru senam hamil yang berijazah.
Meskipun begitu, senam hamil juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Senam
sebaiknya dilakukan secara teratur dan dalam suasana tenang dengan menggunakan
pakaian yang cukup longgar.

2.3.2 Bagian dan Tahapan Senam Hamil

Senam hamil ini terdiri dari 4 bagian yaitu:

Latihan umum. Yang boleh dilakukan oleh ibu hamil yang usia kehamilannya
lebih dari 22 minggu dan diijinkan oleh Dokter Kandungan untuk senam hamil.
Latihan khusus untuk usia kehamilan 22-30 minggu.
Latihan khusus untuk usia kehamilan 30-36 minggu.
Latihan khusus untuk usia kehamilan 36-40 minggu.

2.3.3 Pelaksanaan Senam Hamil

Adapun tata cara pelaksanaan senam hamil sebagai berikut :

Latihan Umum

1. Latihan Pernafasan Dada

Ibu telentang dengan lutut ditekuk dan tangan terjalin di atas dada.
Tiupkan nafas dari mulut sepanjang mungkin sambil kedua tangan menekan
dada pada hitungan 5-6-7-8. Kemudian tarik nafas dalam dengan
mengembungkan dada pada hitungan 1-2-3-4. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

2. Latihan Pernafasan Diafragma

Posisi seperti di atas dan tangan di atas perut, lakukan hal yang sama dan
dimulai pada hitungan yang sama. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

3. Latihan Penguatan Dan Perlemasan Otot Dasar Panggul

Ibu telentang dengan lutut ditekuk dan tangan di samping badan.


Kerutkan otot-otot yang ada dikedua paha hingga dengan sendirinya pantat
terlepas dari alat tidur. Jangan melakukan gerakan mengangkat paha dengan
sengaja agar latihan ini efektif. Kemudian lepaskan kerutan pelan-pelan
sehingga pantat kembali menyentuh alas tidur (1-2). Ulangi sampai 8 X 8
hitungan.

4. Latihan Penguatan Dan Perlemasan Otot Tungkai

Ibu telentang dengan lutut kiri ditekuk dengan tungkai kanan lurus,
tangan di samping badan. Angkat lurus tungkai kanan kemudian gerakkan
pergelangan kaki ke depan dan ke belakang kemudian luruskan kembali dalam
hitungan 1-2-3-4. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan. Lakukan hal yang sama pada
tungkai kiri dengan lutut kanan ditekuk.
5. Latihan Penguluran Danperlemasan Otot Pinggang,Perut Paha

Gerakan 1 :

Ibu telentang dengan lutut kiri ditekuk dan tungkai kanan lurus, tangana di
samping badan. Gerakkan tungkai secara rata dengan alas tidur, ke arah pantat
(sehingga tungkai seperti pendek) dan ke arah mata kaki (sehingga tungkai
seperti panjang) dalam hitungan 8 X 8 hitungan.

Lakukan hal yang sama pada tungkai kiri dengan menekuk lutut kanan.

Gerakan 2 :

Ibu telentang lutut kanan ditekuk dan tungkai kiri lururs serta tangan di
samping badan. Dengan menjinjitkan telapak kaki kanan, gerakan lutut ke arah
kaki (sehingga paha seperti memanjang) kemudian tapakkan lagi kaki kanan
dan lutut tetap lurus. Dalam hitungan 1-2.

Ulangi sampi 8 X 8 hitungan.

Gerakan 3 :

Ibu telentang dengan kedua lutut ditekuk dan kedua lengan membuka di
samping badan (seperti sayap pesawat terbang) kemudian gulingkan kedua
lutut ke kanan dengan menjaga badan tetap pada posisinya, kemudian
gulingkan ke kiri dalam hitungan 1-2.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Gerakan 4 :

Ibu duduk dengan tangan bertelekan di belakang badan, kedua tungkai lurus
terbuka selebar bahu. Gerakan pergelangan kaki ke depan dan ke belakang
bergantian, dalam hitungan 1-2.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Gerakan 5 :

Posisi ibu seperti di atas hanya gerakan pergelangan kaki ke samping luar dan
ke dalam. Dalam hitungan 1-2.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

6. Latihan Sendi Bahu Dan Payudara

Ibu duduk bersila, kedua tangan memgang bahu sisi yang sama. Gerakan
bahu memutar ke arah dalam dengan mempertemukan kedua siku ke depan
dada dan dengan menekankan lengan atas ke payudara dan bahu diputar
dengan putaran penuh (sampai ketiak terbuka) : satu kali putaran penuh dalam
satu hitungan. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan. Kemudian lakukan hal yang
sama dengan memutar bahiu ke arah luar.

7. Latihan Koreksi Sikap

Latihan ini bertujuan untuk mengurangi beban yang harus disangga


pinggang selama ibu mengandung.

Ibu berdiri dengan kedua kaki lurus namun rileks. Agar posisi ibu tidak
terlalu tegak maka aturlah agar dada dan perut agak terdorong ke belakang dan
pantat agak terdorong ke depan. Pertahankanlah posisi ini samampu mungkin
setiap saat.

8. Latihan Rileksasi Umum

Gerakan-gerakan ini dilakukan saat ibu beristirahat agar tercapai rileksasi


bagi otot-otot perut dan tungkai yang merupakan otot-otot yang sangat
berperan selama ibu mengandung. Gerakan-gerakan di bawah ini bisa menjadi
pilihan ibu di saat beristirahat.

Gerakan 1 :

Tidur telentang kepala disangga bantal, dan kedua tungkai disangga guling
hampir ke arah pantat.

Gerakan 2 :

Tidur miring kepala disangga bantal, tungkai yang sisi atas disangga bantal
(baik tertumpang di atas tungkai sebelah bawah maupun bertumpu pada alas
tidur). Bila perut sudah cukup besar pada sisi antara perut dan alas tidur
diganjal bantal tipis atau selimut yang terlipat.

Gerakan 3 :

Posisi duduk pada kursi yang ada sandaran punggungnya namun muka
menghadap ke arah sandaran kursi. Kedua tungkai ada di samping-samping
kursi, kedua lengan terlipat di atas puncak sandaran kursi untuk tempat
menyandarkan kepala.

Latihan Khusus

Usia Kehamilan 22 30 Minggu

1. Latihan Umum Diulang


2. Latihan-Latihan Untuk Penguatan Perlemasan Otot Tungkai Pinggang
Dan Perut.

Gerakan 1 :
Posisi ibu merangkak, lengan dan tungkai atas tegak lurus dengan lantai.
Cembungkan punggung bawah sambil menundukkan kepala, kemudian
cekungkan punggung bawah sambil menengadahkan kepala dengan hitungan
12.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Gerakan 2 :

Posisi ibu merangkak, lengan dan tungkai atas tegak lurus dengan lantai.

Angkat lengan kiri, kemudian belokkan tubuh ke kanan dan kembali lagi ke
posisi semula. Hitungan 1 2.

Angkat lengan kanan, kemudian belokkan tubuh ke kiri dan kembali lagi ke
posisi semula. Hitungan 3 4. ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Gerakan 3 :

Posisi ibu berdiri atau duduk (di kursi atau di tempat tidur), keduan tangan di
pinggang, angkat lengan kiri ke atas, belokkan badan ke kanan, kembali lagi
ke posisi semula. Hitungan 1 2.

Angkat lengan kanan ke atas dan belokkan badan ke kiri. Hitungan 3 4.


ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

3. Latihan Otot Pinggang (Pelvic Tilting Laterally)

Posisi ibu berdiri lengan lurus di samping badan dan tangan membuka
ke samping.

Gerakan panggul kanan ke atas dengan tungkai tetap lurus


sehingga telapak kaki kanan lebih tinggi dari telapak kaki kiri, kemudian
kembali ke posisi semula.

Hitungan 1 2.

Lakukan gerakan yang sama untuk panggul kiri, dengan hitungan 3 4.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

4. Latihan otot perut otot dasar panggul otot punggung dan penguluran
Otot paha bagian dalam serta peningkatan gerakan sendi pangkal paha (pelvic
rocking forward and backward).

Ibu berdiri tungkai dibuka selebar bahu dan lutut sedikit ditekuk.
Letakkan tangan memegang tulang panggul (SIAS) dengan jari-jari di sisi
depan dan ibu jari di sisi belakang. Gerakkan panggul ke depan dan ke
belakang dengan hitungan 12. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.
5. Latihan Rotasi Tubuh

Ibu berdiri dan tungkai dibuka selebar bahu, tangan di


pinggang. Putar badan ke kanan dan pandangan tetap lurus ke depan
serta tungkai tetap lurus, kembali ke posisi semula dengan hitungan 1
2. Lakukan gerakan yang sama ke arah kiri dengan hitungan 3 4.
Ulangi sampai 8 X 8 hitugan.

6. Latihan Pernafasan

Gerakan 1 :

Latihan pernafasan pada saat latihan umum diulang.

Gerakan 2 (panting quick breathing) :

Tiupkan nafas dengan cepat dan keras lewat mulut kemudian tariknafas
dalam lewat hidungdengan mulut terkatup, hitungan 1 2. ulangi sampai
8 X 8 hitungan.

Latihan Khusus

Usia Kehamilan 30 36 Minggu

1. Latihan umum diulang.


2. Gerakan pada usia 22 30 minggu diulang sampai 4 x 8 hitungan.
3. Mengatasi keluhan :

Nyeri punggung bawah

a. Infra merah
b. Meratakan kurva tulang belakang 4 x 5.

Bengkak kedua tungkai

a. Penguluran otot betis


b. Meninggikan kedua tungkai pada saat istirahat.

Latihan Khusus

Usia kehamilan 36 40 minggu

1. Duduk bersila kedua tumit bertemu sedekat mungkin dengan


selangkangan. Dengan bantuan berat badan tekan kedua lutut dengan
telapak tangan 4 x 8 hitungan.
2. Berpegangan pada sesuatu yang berat (meja, dll) kemudian
berjongkok samapi ke tumit tanpa mengangkat tumit kemudian kembali
ke posisi berdiri, lakukan 4 x 8 hitungan.
3. Latihan nafas saat mulai terjadi pembukaan jalan lahir (mulas-mulas)
diulangi lagi (panting quick breathing) 4 x 8 hitungan.
4. Latihan meneran/ mengejan (valsava).

Ibu tidur telentang dengan bantal agar tinggi. Sebelum


melakukan gerakan mengejan tarik nafas dulu, ditahan di daerah
dada, diikuti lutut ditekuk dibuka ke samping dan kedua tangan
memegang pergelangan kaki, angkat kepala dengan mendorong
kepala ke arah jalan lahir. Gerakan ini dipertahankan samapi tidak
kuat lagi. Kemudian nafas dikeluarkan lewat mulut secara tiba-tiba.

5. MengMassage payudara 1 x sehari.


6. Kurangi nyeri punggung bawah dengan kompres hangat.

B Rangkuman

Senam hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan yang sangat
bermanfaat untuk ibu hamil. Manfaat gerak badan selama hamil adalah sirkulasi darah
menjadi baik, mengurangi nyeri pinggang, nafsu makan bertambah, pencernaan lebih baik,
dan tidur lebih nyenyak (Saminem, 2009). Senam hamil diperlukan untuk memperoleh
ketenangan dan relaksasi serta menurunkan ketegangan (Mochtar, 1998). Dampak ibu yang
tidak melakukan senam hamil lebih rentan mengalami ketegangan jiwa dan fisik yang
menyebabkan otot dan persendian kaku.

Manfaat senam hamil rutin tidak hanya untuk kenyamanan ibu selama kehamilan , namun
juga memberikan banyak manfaat dalam persalinan. Manfaat senam hamil selama kala I
dapat menurunkan insidensi partus lama, mengurangi rasa sakit dan menurunkan kecemasan
ibu dalam menghadapi proses persalinan karena latihan senam hamil yang rutin dapat
mempengaruhi elastisitas otot dan ligamen yang ada di panggul, mengatur tehnik pernafasan
serta memperbaiki sikap tubuh. Manfaat senam hamil selama kala II dapat membantu ibu
menjalani persalinan yang normal dengan lama persalinan yang normal pula, karena pada
senam hamil ibu telah dibimbing cara mengejan dan mengatur napas , mengatur kontraksi
dan relaksasi serta melatih kelenturan otot-otot dinding perut dan dasar panggul sehingga
memudahkan proses persalinan. Selama persalinan kala III dan kala IV latihan senam hamil
sangat bermanfaat dalam mencegah perdarahan berlebihan, karena dapat meningkatkan
kemampuan mengkoordinasikan kekuatan kontraksi otot rahim.

BABIII
PENUTUP

DemikianproposalSenamIbuHamilinikamibuatsebagaimanamestinya,semoga

proposal ini memberikan gambaran tentang kegiatan pelayanan senam yang akan kami
laksanakan.Besarharapankamisekiranyamendapatperhatian,partisipasisertakesediaannya

Bapak/Ibudalammembantuprogramkerjatersebut.

Sehubungandenganadanyakerjasamayangbaiknantinyakamiucapkanterimakasih.

SebagaibahanpertimbanganlebihlanjutkamiserahkanNotaKesepakatandanaspekterkait

lainnyasebagaimanaterlampir.