Anda di halaman 1dari 7

TUGAS VI

SISTEM TELEKOMUNIKASI OPTIK

OPTIC NETWORK DESIGN

OLEH :

NOLA VERLI HERLIAN (1404405087)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

18 DESEMBER 2016
RESUME
OPTIC NETWORK DESIGN

Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari bahan kaca atau
plastik yang sangat halus yang berguna untuk mentransmisikan informasi melalui
media cahaya. Teknologi ini melakukan perubahan sinyal listrik kedalam sinyal
cahaya yang kemudian disalurkan melalui serat optik dan selanjutnya di konversi
kembali menjadi sinyal listrik pada bagian penerima. Serat optik memiliki banyak
keuntungan dibandingkan kabel tembaga. Dengan serat optik dapat dibangun suatu
hubungan point to point pada jarak yang jauh, bandwidth yang lebih lebar, ringan,
dan menempati ruang yang sedikit. Berikut merupakan hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam perencanaan jaringan menggunakan serat optik.

1. Sumber Pengirim
Terdapat 2 (dua) tipe sumber pengirim optik yang digunakan untuk
mengirim cahaya informasi melalui serat optik, yaitu Light Emitting Diode (LED)
dan Laser. LED biasanya dipakai pada serat optik multi mode, karena memiliki
spektrum cahaya yang lebar, sedangkan laser yang memiliki spektrum cahaya yang
lebih sempit biasanya digunakan untuk komunikasi menggunakan serat optik single
mode. Laser memusatkan cahaya ke dalam beam yang sempit dengan panjang
gelombang yang unik. Beam yang sempit akan mengirimkan cahaya lebih jauh
dibandingkan cahaya divergent yang dipancarkan oleh LED.

2. Jenis Mode
Terdapat 2 jenis mode pada pengiriman informasi menggunakan serat optik,
yaitu single mode dan multi mode. Serat optik multi mode mempunyai diameter
core sekitar 50m atau 62.5m. Cahaya dalam serat optik multi mode dipantulkan
dengan sudut yang berbeda sehingga terdapat banyak mode cahaya yang lewat
didalamnya. Akan tetapi, pemantulan ini akan menyebabkan penyebaran cahaya
dalam perambatannya di dalam serat optic.
Serat optik single mode mempunyai panjang diameter core sekitar 9 m,
karena dimensinya sangat kecil, maka hanya ada 1 (satu) mode cahaya yang lewat
didalamnya. Serat optik single mode jauh lebih sempit dibandingkan multi mode
sehingga mengakibatkan jalur transmisi yang lebih lurus dengan refleksi yang lebih
sedikit. Akibatnya dispersi pada sinyal optik berkurang.

Gambar 1 Serat Optik Multi Mode dan Single Mode

3. Jenis Multipexing
Terdapat dua jenis multiplexing pada pengiriman informasi menggunakan
serat optik yaitu Time Division Multiplexing (TDM) dan Wave Division
Multiplexing (WDM). Teknik TDM merupakan metode yang paling populer untuk
meningkatkan jumlah sinyal yang dapat dilakukan dibawa pada single fiber. Jika
lebar pulsa dalam sistem PCM berkurang, maka akan terdapat space diantaranya.
Space tersebut dapat diisi dengan transmisi yang berisikan data yang berkaitan
dengan yang lain, terpisah, sinyal informasi.

Gambar 2 Time Division Multiplexing (TDM)


Teknik WDM merupakan suatu teknik yang mengizinkan hingga ribuan
sinyal yang berbeda dibawa sepanjang single fiber pada waktu yang bersamaan atau
merupakan fiber yang digunakan untuk transmisi dua arah. Hal ini dapat dicapai
dengan menggunakan panjang gelombang yang berbeda untuk setiap transmisi dan
dapat digunakan pada kabel serat optik single mode dan multi mode dengan
menggunakan laser maupun LED.

Gambar 3 Wave Division Multiplexing (WDM)

4. Loss Budget dan Overall Attenuation Loss


Dalam pendesainan sistem serat optik, terdapat dua faktor utama yang harus
dipertimbangkan yaitu loss budget dan overall attenuation loss suatu komponen.
Loss budget mengacu pada toleransi serat optik antara daya yang ditransmisikan
dengan sensitivitas penerima. Sementara overall attenuation loss pada komponen
mengacu pada losses gabungan dari komponen individu yang menghubungkan
peralatan pengirim dan penerima.
Agar sistem serat optik dapat bekerja maka attemuation loss pada komponen
harus lebih rendah dari loss budget. Jika loss budget pada sistem lebih rendah, maka
harus ada perubahan desain atau perbaikan sistem yang dipertimbangkan seperti:
meminimalkan losses pada splice joints, dan connector joints; mengurangi jumlah
konektor dan joint; menggunakan kabel serat optik single mode; menggunakam
peralatan dengan panjang gelombang yang lebih tinggi; dan menempatkan repeater
serat optik bila diperlukan.
5. Optical Return Loss
Sebagian kecil cahaya dipantulkan kembali pada setiap transmisi pada serat
optik dan ini dikenal sebagai Optical Return Loss (ORL). Semakin banyak konektor
yang digunakan dalam suatu sistem, maka semakin banyak juga kerugian yang akan
terjadi karena Optical Return Loss. ORL merupakan hal penting dalam sistem bi-
directional menggunakan serat tunggal karena kebutuhan untuk menjaga
pengiriman sinyal ke penerima lokal. Untuk membantu menjaga refleksi tetap
berada di bawah sensitivitas minimum penerima, digunakan Evertz limit daya
transmisi laser dalam sistem bi-directional serat tunggal.

6. Dispersi
Dispersi merupakan pelebaran pulsa saat melewati serat optik akibat
material maupun mode perambatannya dalam serat optik, diusahakan sekecil
mungkin. Pada serat optik single mode, faktor dispersi ini lebih kecil dari pada multi
mode. Terdapat 2 jenis dispersi yaitu dispersi intramodal dan dispersi intermodal.
Dispersi intramodal adalah pelebaran pulsa yang terjadi dalam suatu serat
optik single mode. Sinar yang berasal dari LED dan Laser Dioda mengandung
berbagai panjang gelombang, dan dikatakan memiliki suatu pita panjang
gelombang atau lebar spektral, dimana bila semakin besar lebar spektral sinar yang
memasuki serat optik, maka akan semakin banyak macam panjang gelombang dan
semakin besar pelebaran pulsa (distorsi sinyal) yang terjadi. Dispersi intramodal ini
disebut juga dispersi kromatik.
Dispersi Intermodal adalah pelebaran pulsa sebagai akibat dari perbedaan
kecepatan group axial antara satu modus dengan modus penjalaran lainnya
meskipun frekuensinya sama. Dimana untuk menempuh panjang serat yang sama,
sinar yang bermodus lebih tinggi akan lebih lambat dibandingkan dengan sinar yang
bermodus lebih rendah, sehingga terjadi pelebaran pulsa.
7. Coupler
Sebuah serat optik membawa sinyal input yang perlu terhubung pada dua
tujuan yang berbeda. Sinyal perlu dibagi menjadi dua. Hal ini dapat dicapai dengan
mudah dengan coupler. Dalam serat optik, coupler merupakan suatu perangkat
yang mendistribusikan sinyal optik dari satu fiber ke fiber yang lainnya atau
sebaliknya.
Saat proses transmisi couplers, terdapat losess yang dapat mengurangi
kinerja dari jaringan tersebut. Adapun losses yang terdapat pada coupler yaitu
Excess loss, Insertion loss, Coupling loss, dan Crosstalk. Berdasarkan jenisnya,
coupler dibagi menjadi dua yaitu star couple dan tee coupler. Tee coupler
digunakan untuk menyampaikan sinyal tunggal ke sejumlah stasiun kerja yang
berbeda. Stasiun tersebut terhubung pada jaringan. Coupler jenis ini akan
menggunakan splitting ratio 9:1 atau serupa untuk menghindari terkurasnya daya
dari sinyal yang masuk.

Gambar 4 Tee Coupler

Star coupler merupakan sebuah coupler alternatif untuk tee coupler ketika terdapat
banyak terminal yang terlibat seperti gambar 5 berikut:
Gambar 5 Star Coupler

Star coupler mengambil sinyal input ke lokasi pusat, kemudian membaginya


kedalam banyak ouput dalam single coupler.

Referensi
1. Crips, John. 2001. Intoduction to Fiber Optics Second Edition. Britain
:Biddles Ltd
2. Calculation of Budget Loss in a Fiber Optic System Design,
www.vectorinfotech.com
3. Designing Fiber Optic Systems, David Strachan