Anda di halaman 1dari 10

Bed site teaching

Skizoafektif Tipe Depresi

Oleh :

Arifuddin P. 1781 A

Dicky Zulkarnain P. 1789 A

Perseptor :

dr. Heryezi Tahir, Sp. KJ

BAGIAN PSIKIATRI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

RSUP DR.M.DJAMIL RSJ PROF. HB SAANIN

PADANG

2016

LAPORAN KASUS
Seorang pasien perempuan, usia 27 tahun datang ke IGD RSJ Prof HB Saanin pada
tanggal 25 Maret 2016 pukul 05.00 WIB diantar oleh keluarga dengan keluhan:

IDENTITAS PASIEN
Nama / Panggilan : Nn. NN
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal Lahir / Umur : 06-06-1990/ 26 tahun
Status Perkawinan : Janda
Agama : Islam
Pekerjaan / Pendidikan : Tidak bekerja/ MAN
Warga Negara : Indonesia
Suku Bangsa : Minangkabau
Alamat : Padang luar, Sijunjung

VITAL SIGN
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
Tekanan Darah : 120/70 mmHg
Nadi : Teraba kuat, teratur, frekuensi 84 x/menit
Nafas : thorakoabdominal, teratur, frekuensi 20 x/menit
Suhu : 37 0C

STATUS INTERNUS
Thoraks : Cor dan Pulmo alam batas normal
Abdomen : Distensi (-), Hepar dan lien tidak teraba, Bising usus (+) normal
Kelainan khusus : Tidak ditemukan kelainan khusus

STATUS NEUROLOGIKUS
I. Urat saraf (panca indra) : penciuman, pendengaran, pengecapan dan
penglihatan, taktil baik
Gejala rangsangan selaput otak : kaku kuduk tidak ada
Gejala peningkatan tekanan intrakranial : muntah proyektil tidak ada, sakit kepala
progresif tidak ada
Mata :
Gerakan : Bebas ke segala arah Reaksi konvergensi : tidak dilakukan

1
Persepsi : Diplopia (-) Reaksi Kornea : tidak dilakukan
Pupil : Isokor, bulat Reaksi cahaya : +/+
Pemeriksaan oftalmoskop : tidak dilakukan
II. Motorik
Tonus : Eutonus Koordinasi : baik
Turgor : Baik Refleks Fisiologis : ++/++
Kekuatan : 555 555 Refleks patella : ++/++
555 555 Refleks Patologis (babinski) : -/-

III. Sensibilitas : Sensibilitas halus dan kasar baik


IV. Susunan saraf vegetative : Fungsi makan, tidur, dan bangun baik
V. Fungsi-fungsi Luhur : Aktivitas membaca,
menulis, menggambar dan berhitung dapat dilakukan dengan
cukup baik.
VI. Kelainan Khusus
Kaku : Tidak ada
Occulogirik crisis : Tidak ada
Tremor : Tidak ada
Tortikolis : Tidak ada
Nasal Stiffness : Tidak ada
Lain-lain : Tidak ada

ALLOANAMNESIS
Nama / umur : Ny. R (54 tahun)
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat / telepon : Sijunjung / 0812-7054-****
Hubungan : Ibu Pasien
I. Sebab utama berobat
Marah-marah sejak 3 hari SMRS
II. Keluhan utama pasien sekarang
Tidak ada keluhan
III. Riwayat perjalanan penyakit

Tahun 2009

2
Pasien pernah marah-marah dan mengamuk tanpa sebab di rumah. Pernah lari dari rumah dan
akibatnya pasien diikat di rumah. Pasien tidak berobat ke dokter hanya mendapatkan
pengobatan alternatif.
Tahun 2014
Pasien berobat ke puskesmas karena disarankan oleh perawat yang tinggal di dekat rumah
pasien. Pasien hanya berobat jalan dan namun keluarga lupa obat yang diberikan kepada
pasien. Pasien kontrol teratur hingga desember 2015. Setelah pasien putus obat dikarenakan
pasien mengeluhkan mengantuk dan cepat merasa lelah setelah meminum obat tersebut.
Tahun 2016 (22 Maret)
Pasien marah marah dan menyerang orang tua (ayah tiri) tanpa sebab. Menyerang keluarga
dan tetangga sekitar tanpa alasan yang jelas. Emosi pasien tampak labil kadang marah marah,
kemudian termenung, dan menangis sendiri tanpa sebab. Pasien tampak sering bicara sendiri
tanpa ada lawan bicara. Beberapa saat sebelumnya pasien tampak seakan akan menanti
seseorang yang datang ke rumah.

IV. Riwayat premorbid


Bayi : lahir spontan, cukup bulan, ditolong oleh bidan, langsung menangis, tidak
ada riwayat kejang, biru ataupun kuning.
Anak : Pertumbuhan dan perkembangan sesuai anak seusianya, memiliki banyak
teman.
Remaja : Pertumbuhan dan pekembangan sesuai remaja seusianya, sebelum sakit
pasien bersosialisasi baik dengan teman sebaya sejenis dan lawan jenis.
Namun pasien jarang bercerita ke keluarga terkait masalahnya.
V. Riwayat Pendidikan
SD : SDN Sawahlunto, Umur 7 tahun, tamat 6 tahun, prestasi rata-rata
SMP : MTSN sawahlunto, tamat 3 tahun, prestasi rata-rata
SMA : MAN Sawahlunto, tamat 3 tahun, prestasi rata-rata
VI. Riwayat pekerjaan
Pasien bekerja di warung minuman di Tanjung Gadang
VII. Riwayat perkawinan
Pasien telah menikah dan telah cerai 5 tahun yang lalu.

3
VIII. Riwayat sosial ekonomi
Pasien tinggal di rumah bersama ibu, ayah tiri dan 3 saudara laki-laki serta 1 saudara
perempuan. Pasien saat ini tidak bekerja lagi. Penghasilan keluarga cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari hari.

IX Riwayat Keluarga

: Laki- laki
Wanita
Pasien
Meninggal
Tinggal se rumah

X. Grafik perjalanan penyakit

2009 Maret 2016

Pasien marah Pasien kembali


marah dan marah-marah dan
mangamuk serta menyerang
lari dari rumah keluarga dan
sehingga pasien tetangga. Pasien
diikat di rumah, dibawa ke IGD RSJ
pasien hanya HB Saanin pukul
Autoanamnesis,
mendapatkan26 Maret 2016: 03.00

4
Pertanyaan Jawaban Interpretasi

Assalamualaikum bu, wak Buliah pak.


dokter muda Arif dan dokter Kesadaran baik
muda Dicky, wak carito carito
sabanta boleh?
Kooperatif
Namo ibu sia buk? Nila pak.

Bara umua ibuk? 27 tahun.

Apo nan taraso kini bu? Tabayang wajah bang edi.


(sambil menunjuk dokter muda
Bang edi ko sia bu? lain)

Waktu itu kan pernah jatuh di


tanjung gadang kan, trus Ilusi (+)
diobatin sama bang edi, nila
bilang sama bang edi tu ndak
mungkin do bang, kita tu..
(pasien menghentikan
pembicaraan karena tampak
sedih)
Lah bara kali ibuk dirawat? Duo kali.

Bilo pertamo kali ibuk dirawat? 5 tahun yang lalu. Dak sampai
Dirawat dima tu buk? di rawat, cuma minta obat aja di Insight Terganggu
atas.
Di atas ma? tilikan 3
Di gadut. Di ateh.

Untuk a ubek? Apo fungsi Untuk Orientasi tempat


diminum. Untuk
minum ubek? Apo sakik nila menenangkan pikiran. Kanker terganggu
sabananyo? otak.

Dek a ibuk berobat ke ateh tu? Frustasi, karena diperkosa


Bilo ibuk masuak kamari? Lai Rabu patang.
tau ibuk dek a dibaok kamari? Dek frustasi

Apo nan terjadi sampai ibuk Diperkosa 5 tahun yang lalu.


frustasi?

Apo nan tajadi hari rabu tu? Nila bacakak jo ama. Nila nio
mancari bang ade tapi ndak
buliah jo ama do kecek ama
cari surang ade tu.. baa ka
dicari ade tu (pasien menangis
percakapan menjadi tidak
jelas).
Ado ibu merasa curiga jo urang Iyo, perasaan nila di kampuang,
lain? urang urang mangecekan nila
gilo. Dek nila nampak manuang
manuang.

Acok manuang manuang? Dek a Baa lai dek abang, tapikia bang
nila acok manuang manuang? ade.
5
Bang ade ko sia nila? Lah bara Kekasih nila. Lah ndak taetong
lamo pacaran? Baa kok bisa lai do.
pisah nila jo bang ade? Dek itu se nyo, diperkosanyo
nila.
IKHTISAR DAN KESIMPULAN PEMERIKSAAN PSIKIATRI
I. Keadaan Umum
Kesadaran/sensorium : komposmentis/baik
Sikap : kooperatif
Tingkah laku motorik : aktif
Ekspresi fasial : kaya
Verbalisasi dan cara berbicara : dapat berbicara, kurang lancar, cukup jelas
Kontak psikis : dapat dilakukan, kurang wajar, cukup lama
Perhatian : kurang
Inisiatif : ada
II. Keadaan Spesifik
A. Keadaan alam perasaan
1. Keadaan afektif : Serasi
2. Hidup emosi
a. Stabilitas : labil
b. Pengendalian : kurang
c. Echt-unecht : echt
d. Einfuhlung : inadequat
e. Dalam-dangkal : dangkal
f. Skala differensiasi : luas
g. Arus emosi : cepat

B. Keadaan dan fungsi intelek


a. Daya ingat : baik
b. Daya konsentrasi : terganggu
c. Orientasi : terganggu
d. Luas pengetahuan : sukar dinilai
e. Discriminatif insight : terganggu tilikan 3
f. Dugaan taraf intelegensia : rata-rata normal
g. Discriminatif judgement : tidak terganggu
h. Kemunduran intelek : tidak ada
C. Kelainan sensasi dan persepsi

6
a. Ilusi : ada
b. Halusinasi
Akustik : tidak ada
Visual : tidak ada
Olfaktorik : tidak ada
Taktil : tidak ada
D. Keadaan proses berpikir
a. Kecepatan proses berpikir : lambat
b. Mutu proses berpikir
1. Jelas dan tajam : kurang jelas dan kurang tajam
2. Sirkumstansial : tidak ada
3. Inkoheren : ada
4. Terhalang : ada
5. Terhambat : tidak ada
6. Meloncat-loncat : tidak ada
7. Verbigerasi perserative : tidak ada

c. Isi pikiran
1. Pola sentral dalam pikirannya : tidak ada
2. Fobia : tidak ada
3. Obsesi : tidak ada
4. Kecurigaan : ada
5. Delusi : ada
6. Konfabulasi : tidak ada
7. Rasa permusuhan/dendam : tidak ada
8. Perasaan inferior : tidak ada
9. Banyak/sedikit : banyak
10. Perasaan berdosa : tidak ada
11. Hipokondria : tidak ada
12. Lain-lain : tidak ada
E. Kelainan dorongan instinctual dan perbuatan
1. Abulia : tidak ada
2. Stupor : tidak ada
3. Raptus : tidak ada

7
4. Kegaduhan umum : tidak ada
5. Deviasi seksual : tidak ada
6. Ekhopraksia : tidak ada
7. Vagabondage : tidak ada
8. Piromani : tidak ada
9. Mannerisme : tidak ada
10. Lain-lain : tidak ada
F. Anxietas yang terlihat overt : tidak ada
G. Hubungan dengan realitas : terganggu dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan

Diagnosis Multiple Axis


I. Skiziafektif tipe depresif (F25.1)
II. Tidak ada diagnosis
III. Tidak ada diagnosis
IV. Masalah berkaitan dengan lingkungan sosial
V. GAF 60-51

Diagnosis Differensial
Skizoafektif tipe campuran (F25.2)

Terapi
a. Psikofarmaka
Risperidon 2 x 2 mg
Fluoxetine 2 x 20 mg
b. Psikoterapi
Kepada pasien

Psikoterapi supportif
Membantu pasien mengidentifikasi dan mengekspresikan emosinya serta
membantu untuk ventilasi. Mencari tahu pencetus dan penyebabnya kemudian
membantu pasien dalam memecahkan problem eksternal secara terarah.
Psikoedukasi

8
Membantu pasien untuk mengetahui lebih banyak tentang gangguan yang
dideritanya, diharapkan pasien mempunyai kemampua yang semakin efektif
untuk mengenali gejala, mencegah munculnya gejala dan segera mendapat
pertolongan.

Kepada keluarga :
Penyakit yang diderita pasien
Memberikan penjelasan yang bersifat komunikatif, informatif, dan edukatif
tentang penyakit pasien (penyebab, gejala dan hubungan antar gejala dan
perilaku, perjalanan penyakit serta prognosis). Pada akhirnya diharapkan
keluarga bisa mendukung proses penyembuhan dan mecegah kekambuhan.
Terapi
Memberi penjelasan mengenai terapi yang diberikan pada pasien (kegunaan
obat terhadap gejala pasien dan efek samping yang mungkin timbul pada
pengobatan). Selain itu juga ditekankan pentingnya pasien kontrol dan minum
obat secara teratur.
PROGNOSIS
Klinis : Ragu-ragu ke arah buruk
Fungsional : Ragu-ragu ke arah buruk
Sosial : Ragu-ragu ke arah buruk