Anda di halaman 1dari 15

KOPERASI

TUGAS MATA KULIAH HUKUM DAGANG

DOSEN PENAMPU: DAVID NOVAN SETYAWAN, SH, MH

OLEH :

ZINTYA DIRGA W. 14120000017

ILHAM KUSUMA 14120000018

HELMA IIARA 14120000020

SINTA DEWI R. 14120000023

IDHARUL HAQ 14120000024

ACHMAD MUSAFAK 14120000026

MOCH. CHALIM CHOLIFI 14120000039

UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

KEDIRI

2016
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dalam berjalannya kegiatan ekonomi di kehidupan sehari-hari ada beberapa faktor
penggerak kegiatan ekonomi yang dapat mempengaruhi jalannya kegiatan ekonomi, sebagai
berikut :
1. Kebutuhan ekonomi, sifatnya tidak terbatas.
2. Kelangkaan (scarcity), ketersediaannya terbatas.
3. Pilihan (alternatif)/opportunity cost, penggunaan sumberdaya untuk tujuan tertentu.
4. Konsep ekonomi, dibedakan antara kebutuhan (need) dan keinginan (want).
Dalam menjalani kehidupannya, manusia membutuhkan berbagai jenis dan macam
barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia sejak lahir hingga
meninggal dunia tidak terlepas dari kebutuhan akan segala sesuatunya. Untuk mendapatkan
barang yang dibutuhkan diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya.
Seiring dengan peradaban manusia yang terus berkembang, maka perekonomian pun terus
berkembang karena. Seiring dengan peradaban manusia yang terus berkembang, maka
perekonomian pun terus berkembang karena manusia adalah faktor utama dari
berkembangnya perekonomian tersebut. Mengapa? Karena manusia adalah pelaku utama dari
perekonomian itu.

Keberadaan koperasi harus mampu memperkuat nilai-nilai jati diri koperasi dalam
kehidupan masyarakat, termasuk di dalamnya meningkatkan daya dukung koperasi yang
berkemampuan dalam menyediakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. Koperasi
sebagai Soko Guru dan merupakan ujung tombak perekonomian rakyat diharapkan mampu
memiliki daya saing yang sehat.
Kehadiran lembaga keuangan mikro selama ini sangat membatu terutama bagi usaha
mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan rumah tangga terutama di pedesaan. Berbagai
kemudahan persyaratan dan pelayanan ditawarkan menjadikan lembaga kuangan mikro
menjadi alternatif menarik bagi mereka yang membutuhkan akses dana. Lembaga keuangan
mikro tersebut antara lain: ada koperasi, BMT, Lembaga Perkreditan Desa (LPD), BUKP, dan
Credit Union (CU).
Globalisasi, persaingan bebas dan sistim perekonomian yang kapitalistis ditengerai
menjadi biang kerok hancurnya sendi-sendi ekonomi dan kedaulatan negara dalam
mewujudkan kesejahteraan rakyat. Negara semakin tidak mampu lagi menentukan nasib
negaranya termasuk membuat kebijakan yang sesuai dengan kepentingan rakyatnya. Negara
terlalu sering tidak hadir di tengah penderitaan rakyatnya sendiri. Kapitalisme global begitu
menjerat, menyandera dan merebut kedaulatan sosial ekonomi di Indonesia.
Pembangunan menggusur orang miskin dan menjadikan mereka semakin
termarginalisasi bukan menggusur kemiskinan. Maka rakyat dengan segala kekuatan
transformatif yang dimilikinya mau tidak mau harus siap menyelamatkan dirinya sendiri
untuk terhindar dari kondisi yang lebih buruk. Rakyat memiliki potensi kekuatan
transformatif luar biasa seperti koperasi credit union dan UMKM sebagai penggerak ekonomi
rakyat. Apabila kekuatan-kekuatan transformatif dikelola dengan baik maka rakyat mampu
membentuk konstruksi masyarakat yang dicita-citakan. Masyarakat yang berdaulat secara
sosial ekonomi, sejahtera dan lebih bermartabat.

Rumusan Masalah

Berdasarkan paparan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah kami
sebagai berikut :

1. Apa pengertian dari koperasi?


2. Apa nilai dan prinsip koperasi?
3. Bagaimana cara pendirian koperasi dan asal modalnya?
4. Bagaimana pembubaran dan hapusnya status badan hukum koperasi?

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Koperasi

Bagi masyarakat Indonesia, koperasi sudah tidak asing lagi karena kita sudah merasakan
jasa koperasi dalam rangka keluar dari kesulitan hutang lintah darat. Secara harfiah koperasi
yang berasal dari bahasa Inggris coperation terdiri dari dua suku kata :

Co yang berarti bersama

Operation = bekerja

Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk kerja sama dapat disebut koperasi.
Pengertian pengertian pokok tentang koperasi, yaitu :

1. Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai


kepentingan dan tujuan yang sama.

2. Menggabungkan diri secara sukarela menjadi anggota dan mempunyai hak dan
kewajiban yang sama sebagai pencerminan demokrasi dalam ekonomi.

3. Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.

4. Pengawasan dilakukan oleh anggota.

5. Mempunyai sifat saling tolong menolong.

6. Membayar sejumlah uang sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat
menjadi anggota.

Sebetulnya suatu definisi itu meskipun banyak persamaannya, tetapi orang banyak yang
memberi tekanan pada salah satu unsurnya. Hal ini tergantung pada perbedaan segi
pandangan palsafah hidup orang yang mengemukakan tentang Koperasi, sebagai pelengkap
dari pengertian koperasi menurut UU No. 12 tahun 1967 (undang-undang pertama mengenai
Koperasi Indonesia), diantaranya :

Dr.C.C. Taylor

Beliau adalah seorang ahli ilmu Sosiologi, dapat diperkirakan tinjauan beliau adalah
tinjauan yang menganggap bahwa Koperasi adalah konsep sosiologi. Menurutnya koperasi
ada dua ide dasar yang bersifat sosiologi yang penting dalam pengertian kerja sama :

a. Pada dasarnya orang lebih menyukai hubungan dengan orang lain secara langsung.
Hubungan paguyuban lebih disukai daripada hubungan yang bersifat pribadi.
b. Manusia (orang) lebih menyukai hidup bersama yang salig menguntungkan dan damai
daripada persaingan.

Sesuai dengan pandangan Taylor tersebut Koperasi dianggap lebih bersifat perkumpulan
orang daripada perkumpulan modal, selain dari sudut pandang etis atau religius dan sudut
pandang ekonomis.

Intenational Labour Office (ILO)

Menurut ILO definisi koperasi adalah sebagai berikut :

.. Cooperation is an association of person, usually of limited means, who have


voluntaily joined together to achieve a common economic and through the formation of a
democratically controlled businnes organization, making equitable contribution of the capital
required and eccepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking.

Definisi di atas terdiri dari unsur unsur berikut:

a. Kumpulan orang orang

b. Bersifat sukarela

c. Mempunyai tujuan ekonomi bersama

d. Organisasi usaha yang dikendalikan secara demokratis

e. Kontribusi modal yang adil

f. Menanggung kerugian bersama dan menerima keuntungan secara adil.

Margaret Digby

Menulis tentang The World Cooperative Movement mengatakan bahwa koperasi adalah:

a. Kerjasama dan siap untuk menolong

b. Adalah suatu usaha swasta tetapi ada perbedaan dengan badan usaha swasta lain
dalam hal cara untuk mencapai tujuannya dan penggunaan alatnya.

Dr. C.R Fay

..suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang
lemah dan diusahakan selalu dengan semangan tidak memikirkan diri sendiri sedemikian
rupa. Sehingga masing masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan
mendapat imbalan sebanding dengan tingkat hubungan mereka dengan perserikatan itu.
Dr. G. Mladenata

Didalam bukunya Histoire des Doctrines Cooperative mengemukakan bahwa koperasi


terdiri atas produsen produsen kecil yang tergabung secara sukarela untuk mencapai tujuan
bersama ,dengan saling bertukar jasa secara kolektif dan menanggung resiko bersama dengan
mengerjakan sumber sumber yang disumbangkan oleh anggota.

H.E. Erdman

Bukunya Passing Monopoly as an aim of Cooperative mengemukakan definisi sebagai


berikut:

a. koperasi melayani anggota, yang macam pelayanannya sesuai dengan macam


koperasi

b. rapat anggota memutuskan kebijakan dasar juga mengangkat dan meberhentikan


pengurus

c. pengurus bertanggung jawab dalam menjalankan usaha dan dapat mengangkat


karyawan untuk melaksanakan kebijaksanaan yang diterima dari rapat anggota.

d. Tiap anggota mempunyai hak satu suara dalam rapat anggota tahunan. Partisipasi
anggota lebih diutamakan daripada modal yang dimasukan.

e. Anggota membayar simpanan pokok, wajib dan sukarela. Koperasi juga


dimungkinkan meminjam modal dari luar.

f. Koperasi membayar bunga pinjaman sesuai dengan batas yang berlaku yaitu sesuai
dengan tingginya yang berlaku di masyarakat.

g. SHU ( Sisa Hasil Usaha ) dibayar pada anggota yang besarnya sesuai dengan jasa
anggota.

h. Dalam hal mengalami kegagalan, anggota hanya bertanggung jawab sebesar


simpananya di koperasi

Frank Robotka

Bukunya yang berjudul A Theory of Cooperative menyakan bahwa penulis penulis


Amerika serikat umumnya menerima ide ide tentang koperasi sebagai berikut:
a. koperasi adalah suatu bentuk badan usaha yang anggotanya merupakan langganannya.
Koperasi diorganisasikan , diawasi dan dimiliki oleh para anggotanya yang bekerja
untuk kemanfaatan mereka sendiri

b. praktek usahanya sesuai dengan prinsip prinsip Rochdale

c. Koperasi adalah suatu kebalikan dari persaingan yaitu bahwa anggota lebih bersifat
kerja sama daripada bersaing diantara mereka

d. Koperasi bukan perkumpulan modal dan tidak mengejar keuntungan, lain dengan
badan usaha bukan koperasi yang mengutamakan modal dan berusaha mendapatkan
keuntungan

e. Keanggotaan koperasi berdasarkan atas perseorangan bukan atas dasar modal

Dr. Muhammad Hatta

Dalam bukunya The Movement in Indonesia beliau mengemukakan bahwa koperasi


adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarka tolong
menolong. Mereka didorong oleh keinginan memberi jasa pada kawan seorang buat semua
dan semua buat seorang inilah yang dinamakan Auto Aktivitas Golongan, terdiri dari:

a. Solidaritas

b. Individualitas

c. Menolong diri sendiri

d. Jujur

UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia)

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum
koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang beradasarkan atas dasar asas kekeluargaan.

Itulah beberapa pengertian mengenai koperasi, yang sudah menjelaskan pengertian


pengertian koperasi dari berbagai sisi. Namun jika hanya sebatas pengertian tidak akan cukup
untuk lebih mengenal koperasi, maka akan dicoba menjelaskan selanjutnya mengenai hal hal
apa saja yang ada di dalam manajemen koperasi. Koperasi adalah asosiasi orang orang yang
bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip prinsip koperasi, sehingga
mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang
dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Asosiasi berbeda dengan kelompok,
asosiasi terdiri dari orang orang yang memiliki kepentingan yang sama, lazimnya yang
menonjol adalah kepentingan ekonomi. Tujuan koperasi yaitu menjadikan kondisi sosial dan
ekonomi anggotanya lebih baik dibanding sebelum bergabung dengan koperasi.

Nilai dan Prinsip Koperasi

Nilai koperasi, yaitu:

1. Keanggotaanya sukarela dan terbuka. Yang keanggotaanya bersifat sukarela


terbuka bagi semua orang yang bersedia mengunakan jasa jasanya, dan
bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan tanpa membedakan gender.

2. Pengawasan oleh anggota secara Demokratis. Anggota yang secara aktif


menetapkan kebijakan dan membuat keputusan. Laki laki dan perempuan yang
dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada rapat
anggota. Dalam koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu
anggota satu suara). Pada tingkatan lain koperasi juga dikelola secara
demokratis.

3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal


mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demokratis. Sebagian
dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal
diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU untuk beberapa atau
semua tujuan seperti di bawah ini:

- mengembangkan koperasi. Caranya dengan membentuk dana


cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan.
- Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan trnsaksi
mereka dengan koperasi.
- Mendukung kegiatan lainnya yang disepakati dalam rapat anggota.

Prinsip koperasi, yaitu:

1. Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi yang otonom dan


mandiri yang di awasi oleh anggotanya. Dalam setiap perjanjian dengan pihak
luar ataupun dalam, syaratnya harus tetap menjamin adanya upaya
pengawasan demokratis dari anggota dan tetap mempertahankan otonomi
koperasi.

2. Pendidikan, Pelatihan, dan Informasi. Tujuanya adalah agar mereka dapat


melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan koperasi.
Koperasi memberikan informasi kepada masyarakat umum, mengenai hakekat
dan manfaat berkoperasi.
3. Kerja sama antar koperasi. Dengan bekerja sama secara lokal, nasional,
regional dan internasional maka gerakan koperasi dapat melayani anggotanya
dengan efektif serat dapat memperkuat gerakan koperasi.

4. Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk


pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan melalui kebikjakan
yang diputuskan oleh rapat anggota.

Pendirian Koperasi dan Modal Koperasi

Persiapan pembentukan dimulai dari orang-orang yang akan mendirikan koperasi


terlebih dahulu mendapatkan penerangan dan penyuluhan agar memperoleh pengertian dan
kejelasan mengenai maksud dan tujuan mendirikan koperasi termasuk struktur organisasi
manajemen. Rapat pembentukan dimulai dari rapat sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang
yang dipimpin oleh seorang/beberapa orang pendiri koperasi. Pendirian adalah mereka yang
hadir dalam rapat pembentukan koperasi dan telah memenuhi persyaratan keanggotaan dan
menyatakan diri menjadi anggota. Kuasa pendiri adalah beberapa orang dari pendiri yang
diberi kuasa dan sekaligus ditunjuk oleh pendiri untuk pertama kalinya sebagai pengurus
koperasi untuk menandatangani akta anggaran dasar dan memproses pengajuan Badan
Hukum kepada Pemerintah. Kemudian disarankan mengundang pejabat atau petugas yang
memahami seluk beluk perkoperasian.
Hal-hal yang dibicarakan dalam rapat pembentukan berupa tujuan mendirikan
koperasi, kegiatan usaha yang hendak dijalankan koperasi, persyaratan menjadi anggota,
menetapkan modal yang akan disetor kepada koperasi diantaranya dari simpanan pokok dan
simpanan wajib, memilih nama-nama pendiri koperasi,memilih nama-nama pengurus dan
pengawas koperasi dan menyusun anggaran dasar.
Ada dua sumber modal yang dapat dijadikan modal usaha koperasi, yaitu:
Secara langsung, dalam mendapatkan modal secara langsung ini ada tiga cara klasik yang
dapat dilakukan oleh para pengurus koperasi, yaitu mengaktifkan simpanan wajib anggota
sesuai dengan besar kecil penggunaan volume penggunaan jasa pelayanan koperasi yang
dimanfaatkan oleh anggota tersebut; mengaktifkan pengumpulan tabungan para anggota dan
mencari pinjaman dari pihak bank atau non-bank dalam menunjang elancaran operasional
koperasi.

Modal yang didapat dari cara ini bukan merupakan modal yang langsung digunakan
oleh koperasi tetapi mengambil manfaat dari kemampuan operasi itu sendiri dalam rangka
menekan biaya, caranya antara lain menunda pembayaran yang seharusnya dikeluarkan;
memupuk dana cadangan; melakukan kerja sama-usaha; mendirikan Bdang-Badan Bersubsidi

Pengertian modal dalam sebuah organisasi perusahaan termasuk badan koperasi


adalah sama, yaitu modal yang digunakan untuk menjalankan usaha. Koperasi merupakan
kumpulan dari orang-orang yang mengumpulkan modal untu modal usaha dan setiap orang
mempunyai hak yang sama. Modal dasar, tujuan utama mendirikan sebuah organisasi
koperasi adalah untuk mengakumulasikan potensi keuangan para pendiri dan anggotanya
yang meskipun pada awalnya berjumlah kecil tetapi tetap ada. Modal sendiri, simpanan
pokok adalah sejumlah uang yang wajib disetorkan ke dalam kas koperasi oleh para pendiri
atau anggota koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat ditarik
kembali oleh anggota koperasi tersebut selama yang bersangkutan masih tercatat menjadi
anggota koperasi; simpanan wajib yang memiliki konsekuensi dari simpanan ini adalah harus
dilakukan oleh semua anggota koperasi yang dapat disesuaikan besar kecilnya dengan tujuan
usaha koperasi dan kebutuhan dana yang hendak dikumpulkan, arena itu akumulasi simpanan
wajib para anggota harus diarahkan mencapai jumlah tertentu agar dapat menunjang
kebutuhan dana yang akan digunakan menjalankan usaha koperasi; dana cadangan ialah
sejumlah uang yang diperoleh dari sebagian hasil usaha yang tidak dibagikan kepad anggoya;
tujuannya adalah untuk memupuk modal sendiri yang dapat digunakan sewaktu-waktu
apabila koperasi membutuhkan dana secara mendadak atau menutup kerugian dalam usaha;
hibah adalah bantuan, sumbangan atau pemberian cuma-cuma yang tida mengharapkan
pengembalian atau pembalasan dalam bentuk apapun. Siapa pun dapat memberikan hibah
kepada koperasi dalam bentuk apapun sepanjang memiliki pengertian seperti itu; untuk
menghindarkan koperasi menjadi tergantung dengan pemberi hibah sehingga dapat
mengganggu prinsip-prisnsip dan asas koperasi.

Pembubaran dan Hapusnya Status Badan Hukum Koperasi

Pembubaran atas kehendak sendiri.


Langkah-langkah pembubaran koperasi atas kehendak sendiri di laksanakan sebagai
berikut:
Koperasi yang bersangkutan mengadakan Rapat Anggota Khusus Pembubaran;
Pengurus menyampaikan keputusan Rapat Anggota Khusus Pembubaran kepada
Pejabat yang berwenang;
Setelah menerima permohonan pembubaran dari koperasi yang bersangkutan,
pejabat yang berwenang mengeluarkan surat keputusan pembubaran dan menyampaikan
kepada yang bersangkutan
Pembubaran Koperasi atas kehendak Pejabat (Pemerintah)
Pembubaran Koperasi atas kehendak Pejabat ini hanya dilakukan apabila koperasi
yang bersangkutan telah benar-benar terbukti menyalahi Undang-Undang yang berlaku dan
tidak ada jalan keluar lainnya kecuali dibubarkan. Adapun langkah-langkahnya adalah:
Dilakukan penelitian, apakah Koperasi yang bersangkutan benar-benar telah
menyalahi ketentuan seperti yang tercantum dalam Undang-Undang yang berlaku seperti
tidak memenuhi ketentuan-ketentuan Undang-Undang lagi, kegiatannya bertentangan dengan
ketertiban umum/kesusilaan dan tidak dapat diharapkan lagi kelanjutan hidupnya. Disamping
dilakukan penelitian, juga terhadap Koperasi yang bersangkutan dilakukan pencatatan-
pencatatan atas kekayaan-kekayaan yang ada, Bukti-bukti tentang kekayaan, daftar anggota
dan daftar Pengurus hares diamankan. Atas dasar penelitian tersebut, Pejabat yang berwenang
untuk membubarkan Koperasi yang bersangkutan mengirimkan surat kepada, Koperasi
tersebut tentang maksud pembubaran tersebut.
Pada waktu pemberitahuan dikirimkan kepada Koperasi yang bersangkutan dikirim
pula usul pembubaran kepada Pejabat yang berwenang untuk itu. Apabila Koperasi yang akan
dibubarkan tersebut karena sesuatu hal tinggal namanya saja, artinya tidak ada pengurus dan
anggotanya lagi, maka perlu diadakan pengumuman tentang. maksud pembubaran tersebut.
Jika dalam jangka waktu 3 bulan sejak dikeluarkan, surat pengumuman pembubaran tersebut
tidak ada keberatan, maka pembubaran dapat dilakukan oleh Pejabat.
Pembubaran atas dasar berlakunya Undang-Undang baru
Apabila ada Undang-Undang Koperasi baru yang menggantikan Undang-Undang
Koperasi yang berlaku sebelumnya, maka Koperasi Koperasi yang ada harus menyesuaikan
diri. dengan Undang-Undang baru tersebut. Ini berarti bahwa Koperasi Koperasi yang
menyesuaikan diri tersebut tunduk kepada Undang-Undang Koperasi yang berlaku barn.
Koperasi-Koperasi yang tidak menyesuaikan diri harus dibubarkan sebab berarti tidal- mau
tunduk pada Undang-Undang Koperasi yang berlaku: Misalnya dengan diundangkannya
Undang-Undang Nomor 12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian, dari jumlah
Koperasi yang ada yang menyesuaikan hanya, lainnya dibubarkan. Tata cara pembubaran
Koperasi-Koperasi yang tidak menyesuaikan diri tersebut adalah sebagai berikut:
Terhadap Koperasi-Koperasi yang ada pada saat berlakunya Undang-Undang
barn, dilakukan penelitian setelah jangka waktu penyesuaian habis, apabila dalam jangka
wakta yang telah ditentukan ternyata koperasi yang bersangkutan tidak menyatakan diri
untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang barn, maka dapat segera diberi tahu tentang
maksud Pejabat untuk membubarkannya.
Terhadap koperasi-koperasi yang tidak menyesuaikan diri, tidak diberi
kesempatan untuk naik banding atas usul pembubaran oleh pejabat. Pejabat yang berwenang
setelah jelas-jelas bahwa Koperasi yang bersangkutan tidak menyesuaikan diri dengan
Undang-Undang baru, segera meluluskan permohonan pembubaran yang telah diusulkan.
Pengamanan terhadap kekayaan dan lain-lain pada koperasi tersebut harus juga
dilakukan.
Apabila seluruh prosedur telah dilaksanakan, maka Pejabat yang berwenang, baru
dapat membubarkan Koperasi, baik yang atas permintaan sendiri maupun yang atas
kehendak- Pejabat. Untuk bubarnya Koperasi maka Pejabat yang berwenang mengeluarkan
Surat Keputusan Pembubaran. Surat Keputusan Pembubaran tersebut harus dicatat dalam
daftar Umum di tempat Koperasi yang bersangkutan terdaftar. Karena koperasi sebagai
organisasi ekonomi yang berwatak sosial, maka akibatnya banyak pihak yang tersangkut di
dalam pembinaan Koperasi, dan banyak pula pihak yang berkepentingan untuk mengetahui
pembubaran Koperasi yang bersangkutan, untuk itu pihak-pihak tersebut harus pula
menerima tembusan pembubaran tersebut.
Pada saat semua prosedur pembubaran koperasi sudah dilaksanakan, Pemerintah
mengumumkan pembubaran Koperasi dalam Berita Negara Republik Indonesia, dan status
badan hukum Koperasi hapus sejak tanggal pengumuman pembubaran Koperasi tersebut
dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Perserikatan yang terpenting yang diatur dalam KUHD ialah Perseroan Terbatas.
Perseroan terbatas diatur dalam paal pasal 36 sampai dengan 56 KUHD. Jika kita
memandang peraturan peraturan ini, dapat di ambil kesimpulan bahwa aturan aturan ini
adalah ketinggalan zaman, teruma jika kita bandingkan dengan aturan- aturan di Negara-
Negara lai, misalnya di Belanda, dalam tahun 1929 di adakan aturan yang baru.
Seiring perkembangan zaman telah di adakan aturan yang baru tentang Perseroan
Terbatas yakni undang-undang Nomor 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, yang
kemudian di perbarui dengan Undang- undang Nomor 40 Tahun 2007, tentang Perseroan
Terbatas yang digunakan sampai saat ini. Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut
Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan
perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam
saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini serta peraturan
pelaksanaannya.
Dari pengertian di atas pendirian Perseroan Terbatas yakni berproses dari perjanjian
yang dibuat dihadapan notaries (pejabat berwenang), dengan ketentuan bahwa setiap pendiri
perseroan wajib mengambil bagian saham pada saat perseroan tersebut didirikan. Akta
pendirian sekurang kurangnya memuat Anggran Dasar dan keterangan lain sebagai berikut:
a) Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, tempat tinggal dan
kewarganegaraan pendiri;
b) Susunan, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, yang pertama kali di
angkat;dan
c) Nama pemegang dari saham yang telah mengambil bagian saham rincian jumlah
saham, dan nilai nominasi atu nilai yang diperjanjikan dari saham yang telah ditempatkan dan
disetor pada saat pendirian.
Sedang Akta Pendirian itu sendiri tidak boleh memuat:
a) Ketentuan tentang penerimaan bunga tetap atas saham;dan
b) Ketentuan tentang pemberian keuntungan pribadi kepada pendiri atau pihak lain

B A B III
PENUTUP
Kesimpulan
Koperasi dibentuk, dibangun dan dikembangkan serta mempunyai
tujuan untuk mensejahterakan oleh dan untuk anggotanya. walaupun
koperasi menjadi beragam, itu hanya pada kegiatan keseharian sebagai
akibat dari karakter masyarakat kita yang beragam. Sebagai sebuah
lembaga koperasi, aktualisasi prinsip dan nilai tidak harus menyimpang
dari jatidirinya. Segala penyimpangan, secara konsisten patut ditindak
tegas, mulai dari peringatan hingga tindakan hukum. Untuk sampai pada
pemahaman makna nilai dasar dan jatidiri koperasi diperlukan secara
terus menerus pengkajian dan pembelajaran yang benar dan aktual
tentang itu. Tentunya tepat sasaran. Pembelajaran Perkoperasian
Indonesia dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, maupun di
masyarakat, perlu disesuaikan dengan karakter dan kondisi mereka.
Karena itu, perlu selalu dikaji ulang, dicermati dan disesuaikan dengan
perkembangan dan kemurniannya.
Untuk itu koperasi harus selalu bisa memperbaiki organisasinya
agar selalu bisa mengikuti perkembangan dan dinamika pasar sehingga
tujuan koperasi dapat tercapai. Memperbaiki organisasi secara internal
maupun eksternal haruslah selalu berkesinambungan, agar koperasi bisa
bertahan ditengah era globalisasi yang penuh denganhal-hal baru.

Saran
Karena masih banyaknya kekurangan dalam organisasi
perkoperasian Indonesia, pemerintah harus memfasilitasi berbagai
macam perbaikan tersebut salah satunya dengan pembangunan sistem
pendidikan dan pelatihan yang diusahakan memenuhi kebutuhan pasar
dan dunia usaha dalam kerangka pengembangan ekonomi kerakyatan.
Dalam hal ini kalangan perguruan tinggi seyogyanya memantau orientasi
pembangunan masa depan dan juga fleksibel/luwes dalam menyesuaikan
antara silabus pendidikan dengan kebutuhan koperasi, dunia usaha serta
industri. Dalam masa industriallisasi mendatang, dorongan peningkatan
penyerapan tenaga kerja terutama pada industri menengah dan kecil.
Karena pada kedua kelompok inilah, proporsi tenaga kerja diharapkan
dapat terserap sekitar 70-80% dari tambahan angkatan kerja baru.
Dengan demikian, penekanan pembangunan mendatang sejalan dengan
dorongan gerakan pengentasan kemiskinan nasional.

Pembangunan sistem informasi harus terkait dengan semua sarana


pengembangan ekonomi kerakyatan, termasuk dalam komoditi dan
angkatan kerja. Penciptaan sistem ekonomi sangat terkait dengan
informasi maupun sektor-sektor lain seperti komoditi, angkatan dan
lapangan kerja maupun distribusinya. Berkaitan dengan hal tersebut,
diharapkan aspek ketenagakerjaan juga memiliki peta-peta tentang
kebutuhan lapangan kerja menurut spesifikasi lulusan, jenjang dan jenis
pendidikan. Informasi distribusi semacam ini akan memudahkan para
pengambil kebijaksanaan untuk memantau kondisi kebutuhan SDM yang
ada di berbagai tempat di Indonesia.