Anda di halaman 1dari 9

CLINICAL SCIENCE SESSION KELAINAN REFRAKSI

Preseptor:

R. Angga Kartiwa, dr., SpM, M.Kes. Aldiana Halim, dr., SpM.

Oleh:

Ausi Indriani Chritina Valentin Muhammad Shahir Bin Ab Razak

CLINICAL SCIENCE SESSION KELAINAN REFRAKSI Preseptor: R. Angga Kartiwa, dr., SpM, M.Kes. Aldiana Halim, dr., SpM.

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG

2015

1.1 Sistem optik

BAB I

PENDAHULUAN

Hasil pembiasan sinar mata ditentukan oleh media penglihatan yang terdiri atas kornea, humor aquosus, lensa, dan vitreous humor dan panjangnya bola mata.

  • 1.1.1 Kornea

Kornea ialah jaringan transparan yang terdiri atas 5 lapisan yakni, jaringan epitel, membran owman, stroma, membran descemet, dan endotel. Pada lapisan endotel terdapat sel yang berfungsi untuk mempertahankan kejernihan korena.

  • 1.1.2 Humor aquosus

Humor aquosus ialah cairan bening yang dihasilkan oleh badan siliar yang terdiri dari askorbat, pirufat, laktat, dan protein, urea serta glukosa.

  • 1.1.3 Lensa

Lensa bersifat bikonveks, avaskular dan transparan dengan diameter 9 mm. Lensa dan badan siliar dihubungkan oleh zonula zinii, yang berfungsi dalam proses akomodasi. Lensa terdiri dari 65% air, 35% protein dan mineral lainnya.

1.14.Vitreous humor

Vitreous humor ialah jaringan avaskular dan bening yang mengandung 90% air. Vitreous humor berfungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata dan meneruskan sinar dari lensa ke retina.

BAB II

PEMBAHASAN

Kelainan refraksi adalah kelainan pembiasan cahaya sehingga bayangan tidak fokus tepat di retina mata yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur. Ada berapa macam kelainan refraksi:

 

2.1.Miopia

2.1.1.

Definisi

Miopia adalah gangguan pembiasan mata, di mana sinar-sinar yang datang sejajar pada mata yang tidak berakomodasi akan difokuskan di depan retina.Ditandai dengan kabur melihat jauh, jelas melihat dekat.

2.1.Miopia 2.1.1. Definisi Miopia adalah gangguan pembiasan mata, di mana sinar-sinar yang datang sejajar pada mata

2.1.2.

Klasifikasi

Berdasarkan kelainan yang mendasarinya :

  • 1. Miopia refraktif, yaitu bertambahnya kemampuan refraktif media penglihatan

  • a. Miopia kurvatur, terjadi peningkatan kurvatura pada kornea dan lensa misal pada katarak intumesen

  • b. Miopia indeks bias, terjadi peningkatan indeks bias dari salah satu atau lebih media refraksi

    • 2. Miopia aksial, yaitu miopia akibat sumbu bola mata antero-posterior lebih panjang dari normal, dengan kelengkungan kornea dan lensa normal.

Berdasarkan derajat beratnya:

  • 1. Miopia ringan, di mana miopia sampai 3 dioptri

  • 2. Miopia sedang, dimana miopia lebih dari 3 dioptri, sampai 6 dioptri

  • 3. Miopia berat/tinggi/myopia gravior di mana miopia lebih dari 6 dioptri.

Berdasarkan perjalanan klinisnya :

  • 1. Miopia Progresif, miopia yang bertambah terus pada usia dewasa akibat bertambah panjangnya bola mata

  • 3. Miopia Stasioner, miopi yang menetap setelah dewasa.

  • 2.1.3. Diagnosis Banding

Penglihatan buram untuk lihat jauh dengan keadaan mata tenang.

2.2.Hipermetropia

  • 2.3.1. Definisi

Hipermetropia adalah gangguan pembiasaan mata, di mana sinar sejajar yang masuk ke dalam

mata dalam keadaan tidak berakomodasi akan difokuskan di belakang retina, sehingga bayangan yang

dihasilkan kabur ..

Ditandai dengan kabur melihat dekat dan jauh, cepat lelah kalau membaca dekat.

3. Miopia Stasioner, miopi yang menetap setelah dewasa. 2.1.3. Diagnosis Banding Penglihatan buram untuk lihat jauh
  • 2.3.2. Klasifikasi

Berdasarkan kelainan yang mendasarinya :

  • 1. Hipermetropia Kurvatur, keadaan dimana kelengkungan lensa atau kornea lebih datar dari normal sehingga kekuatan refraksinya turun

  • 2. Hipermetropia Aksial, akibat sumbu bola mata antero-posterior lebih pendek dari normal, dengan kelengkungan kornea dan lensa normal.

Hipermetropia dibagi menjadi :

  • 1. Hipermetropia Total: mata dilumpuhkan dengan sikloplegik tetes → akomodasi lumpuh → cek dengan pemeriksaan objektif → dapat hasilnya → koreksi dengan lensa positif yang sesuai.

  • 2. Hipermetropia Manifesi: kalau sudah diperiksa dengan Snellen’s chart visus sudah 6/6 ambil lensa positif tertinggi.

  • a. Hipermetropia Manifes Absolut, hasil pemeriksaan lensa positif terendah saat visus sudah 6/6 ketika diperiksa dengan Snellen’s chart

  • b. Hipermetropia Manifes Fakultatif (Hipermetropia manifes) – (Hipermetropia absolut)

    • 3. Hipermetropia Laten (Hipermetropia total) – (Hipermetropia manifes)

    • 2.3.3. Diagnosis Banding

Penglihatan buram untuk penglihatan jauh dan dekat dengan keadaan mata tenang.

2.3.Astigmatisma

2.4.1.

Definisi

Astigmatisma adalah kelainan refraksi mata, di mana didapatkan bermacam-macam derajat refraksi pada bermacam-macam meridian, sehingga sinar sejajar yang datang pada mata itu akan difokuskan pada macam-macam focus pula. Ditandai garis lurus tampak bengkok, tulisan menjadi dobel dan berbayang.

2.4.2.

Etiologi

1.

Herediter/congenital,

astigmatisme

dapat

merupakan

kelainan

yang

diturunkan/herediter dan telah ada sejak lahir.

 

2.

Akuisita

  • a. Kelainan kornea

 
  • b. Kelainan di lensa

2.4.3.

Klasifikasi

Berdasarkan aksis

Aksis selalu dicatat dalam bentuk sudut dalam satuan derajat, antara 0 sampai 180 derajat searah jarum jam. 0 dan 180 terletak pada garis horizontal setinggi bagian tengah pupil, dan sesuai untuk dilihat pemeriksa. 0 terletak pada sisi kanan dari masing-masing mata.

  • 1. Astigmatisme reguler : kekuatan pembiasan bertambah atau berkurang secara teratur dari satu meridian ke meridian berikutnya.

    • a. Astigmatisme with the rule (jari-jari kelengkungan vertikal < horizontal)

    • b. Astigmatisme against the rule (jari-jari kelengkungan horizontal < vertikal)

    • c. Astigmatisme oblik

      • 2. Astigmatisme irreguler Astigmatisme yang terjadi tidak mempunyai 2 meridian saling tegak lurus

Berdasarkan fokus

Setiap meridian mata mempunyai titik fokus tersendiri, yang letaknya mungkin teratur(astigmatisme regularis), dan mungkin pula tak teratur pada astigmatisme irregularis. Pembagian yang digunakan dalam klinik berdasarkan titik fokus. Berdasarkan titik fokus tersebut, astigmatisme regularis dibagi menjadi :

  • 1. Astigmatisme simpleks

    • a. Astigmatisme miopi simpleks : titik fokus pertama ada di depan retina dan titik fokus kedua pada retina.

    • b. Astigmatisme hipermetropi simpleks : titik fokus pertama terletak di retina dan titik fokus kedua terletak di belakang retina.

2.

Astigmatisme kompositus

  • a. Astigmatisme miopi kompositus : kedua titik fokus terletak di depan retina.

  • b. Astigmatisme hipermetropi kompositus : kedua titik fokus terletak di belakang retina.

  • 3. Astigmatisme mikstus : titik fokus ada di kedua sisi retina, titik fokus pertama di depan retina, dan titik fokus yang kedua di belakang retina.

2.4.4.

Diagnosis Banding

Penglihatan buram untuk lihat jauh dengan keadaan mata tenang.

 

2.4. Presbiopia

2.5.1.

Definisi

Presbiopia adalah berkurangnya kemampuan melihat dekat yang berhubungan dengan proses penuaan, biasanya terjadi pada usia lebih dari 40 tahun. Ditandai dengan kesukaran membaca dan melakukan pekerjaan dekat, seperti memasukkan benang ke dalam jarum.

2.5.2.

Etiologi

Penyebab terjadinya presbiopia adalah berkurangnya kemampuan akomodasi lensa mata sehingga tidak dapat memfokuskan bayangan dari objek yang letaknya dekat jatuh tepat di retina. Presbiopia juga disebabkan karena perubahan kurvatura lensa akibat usia yang sudah lanjut dan kelemahan M. Cilliaris.

2.5.3.

Klasifikasi

  • 1. Presbiopia Insipien

Merupakan presbiopia tahap awal di mana penderita hanya mengeluh perlu usaha lebih dari mata untuk melihat tulisan yang lebih kecil dari jarak dekat. Pada pemeriksaan visus didapatkan hasil yang normal.

  • 2. Presbiopia Fungsional

Penderita mulai menunjukkan keluhan dalam melihat dekat yang seiring dengan penurunan kemampuan akomodasi.

  • 3. Presbiopia Absolut Kondisi dimana kemampuan akomodasi penglihatan sudah tidak ada lagi

  • 4. Presbiopia Prematur

Presbiopia muncul pada usia lebih muda dari diperkirakan. Hal ini terjadi karena pengaruh lingkungan, nutrisi, penyakit atau obat-obatan tertentu.

Presbiopia yang muncul pada saat melihat dalam cahaya yang kurang atau gelap. Hal ini disebabkan karena midriasis pupil dan penyempitan lapang pandang.

  • 2.5.4. Diagnosis Banding

Penglihatan buram untuk membaca dekat.

Perawatan

Miopia

Kelainan miopia dapat dikoreksi menggunakan kaca mata dengan lensa sferis negative. Lensa kontak juga sekarang sudah banyak digunakan. Beberapa tindakan bedah juga dapat dilakukan seperti photorefractive keratectomy (PRK) atau laser assisted in-situ keratomileusis (LASIK).

Presbiopia yang muncul pada saat melihat dalam cahaya yang kurang atau gelap. Hal ini disebabkan karenag an lensa sferis negative. Lensa kontak juga sekarang sudah banyak digunakan. Beberapa tindakan bedah juga dapat dilakukan seperti photorefractive keratectomy (PRK) atau laser assisted in-situ keratomileusis (LASIK) . Hipermetropi Pada kasus hipermetropi (rabun dekat), sinar yang masuk kemata jatuh dibelakang retina sehingga menyebabkan penglihatan buram pada jarak yang dekat. Perbaikan dapat dilakukan dengan menggunakan kaca mata dengan lensa sferis positif. " id="pdf-obj-6-24" src="pdf-obj-6-24.jpg">

Hipermetropi

Pada kasus hipermetropi (rabun dekat), sinar yang masuk kemata jatuh dibelakang retina sehingga menyebabkan penglihatan buram pada jarak yang dekat. Perbaikan dapat dilakukan dengan menggunakan kaca mata dengan lensa sferis positif.

Presbiopia yang muncul pada saat melihat dalam cahaya yang kurang atau gelap. Hal ini disebabkan karenag an lensa sferis negative. Lensa kontak juga sekarang sudah banyak digunakan. Beberapa tindakan bedah juga dapat dilakukan seperti photorefractive keratectomy (PRK) atau laser assisted in-situ keratomileusis (LASIK) . Hipermetropi Pada kasus hipermetropi (rabun dekat), sinar yang masuk kemata jatuh dibelakang retina sehingga menyebabkan penglihatan buram pada jarak yang dekat. Perbaikan dapat dilakukan dengan menggunakan kaca mata dengan lensa sferis positif. " id="pdf-obj-6-30" src="pdf-obj-6-30.jpg">

Astigmatisma

Dikoreksi dengan kaca mata atau lensa kontak lensa silinder.

Astigmatisma Dikoreksi dengan kaca mata atau lensa kontak lensa silinder. Komplikasi Pasien dengan miopia patologi mempunyai

Komplikasi

Pasien dengan miopia patologi mempunyai risiko lebih tinggi untuk mendapat glukoma, katarak dan ablasio retina.

Pada pasien hipermetropi, risiko untuk mendapat glukoma dan strabismus meningkat.

Ambliopia dapat terjadi pada pasien astigmatisma yang tidak ditangani.

Prognosis

Kelainan refraksi memberi prognosis yang baik jika pembaikan dilakukan sama ada dengan kaca mata, lensa kontak mahupun dengan pembedahan.

DAFTAR PUSTAKA