Anda di halaman 1dari 3

Uveitis

Definisi : merupakan proses inflamasi pada uveal tract (koroid,iris, danprocessus ciliaris).

Etiologi : kelainan sistemik, trauma, iatrogenik dan infeksi. Namun 20-30% kasus uveitis
adalah idiopatik.

Klasifikasi:

The international uveitis study grup (IUSG) dan the standardization of uveitis nomenclatur
(SUN) membagi uveitis berdasarkan anatomi,etiologi dan perjalanan penyakit.Secara anatomi
antara lain : Uveitis anterior,uveitis posterior,uveitis intermediet,uveitis posterior dan
panuveitis. Berdasarkan etiologi : infeksi (bakteri,virus,jamur dan parasit), noninfeksi dan
idiopatik.Berdasarkan perjalanan penyakit antara lain : akut (onset mendadak dan durasi
kurang dari 4 minggu), rekuren (episode uveitis berulang), kronik (uveitis persisten atau
kambuh sebelum 3 bulan setelah pengobatan dihentikan) dan remisi (tidak ada gejala uveitis
selama 3 bulan atau lebih).

Gejala :

a. Uveitis anterior: Nyeri,fotofobia,penglihatan kabur,injeksi siliar, dan hipopion


b. Uveitis intermediet: Umumnya ringan, mata tenang dan tidak ada nyeri namun dapat
menurunkan tajam penglihatan
c. Uveitis posterior : dapat menurunkan tajam penglihatan namun tidak disertai nyeri,
mata merah, dan fotofobia bahkan sering asimptomatik.

( Sumber : Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)

ULKUS KORNEA

Definisi : Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian
jaringan kornea, yang ditandai dengan adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea
bergaung, dan diskontinuitas jaringan kornea yang dapat terjadi dari epitel sampai stroma.

Epidemiologi :Insidensi tahun 1993 sebanyak 5,3 per 100.000 penduduk Indonesia.

Etiologi :

1.Infeksi

A.Infeksi bakteri

B.Infeksi jamur

c.Infeksi virus

2.Noninfeksi : Bahan kimia, radiasi atau suhu,sindrom sjorgen,defisiensi vitamin A,Obat-


obatan

3.Sistem imun (hipersensitivitas)


Patofisiologi :

Karena kornea avaskuler maka apabila terjadi peradangan, tidak langsung ada reaksi radang
maka badan kornea,wandering cell dan sel-sel lain yang terdapat dalam stroma kornea segera
bekerja sebagai makrofag kemudian baru disusul dengan dilatasi pembuluh darah yang
terdapat di limbus dan tampak injeksi perikornea kemudian baru terjadi infiltrasi dari sel-sel
mononuklear,sel plasma,PMN.Timbulnya infiltrat yang tampak sebagai bercak berwarna
kelabu,keruh dengan batas-batas tidak jelas dan permukaan tidak licin dapat terjadi kerusakan
epitel dan timbulah ulkus kornea.

Manifestasi klinik :

Gejala subjektif:

1.eritema pada kelopak mata dan konjungtiva

2.Sekret mukopurulen

3.merasa ada benda asing di mata

4.pandangan kabur

5.mata berair

6.bintik putih pada kornea,sesuai lokasi ulkus

7.silau

8.Nyeri

Gejala Objektif :

1.injeksi siliar

2.Hilangnya sebagian jaringan kornea dari adanya infiltrat

3.Hipopion

Diagnosa :

Anamnesis : Riwayat trauma,benda asing,abrasi,adanya riwayat penyakit kornea cth keratitis


akibat infeksi virus herpes simplex yang sering kambuh.Riwayat pemakaian obat.

Pemfis: inspeksi gejala objektif berupa adanya injeksi siliar, kornea edema,terdapat
infiltrat,hilangnya jaringan kornea

Pem.penunjang :pemeriksaan ketajaman mata,tes refraksi,tetes air mata, keratometri


(pengukuran kornea),pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi,biopsi jaringan kornea.

Tatalaksana :
Tergantung penyebabnya diberikan obat tetes mata mengandung antibiotik, antivirus,
antijamur,sikloplegik, dan mengurangi peradangan dengan steroid.

Prognosis:

Tergantung tingkat keparahan dan cepat lambatnya mendapat pertolongan,jenis


miroorganisme penyebabnya,dan ada tidaknya komplikasi yang timbul.

(Sumber:Buku Kornea dalam ophtalmologi umum)

Nama : ALCE APRI FERANITA SUKI

Nim : 1408010070